P. 1
IMUNISASI ANAK

IMUNISASI ANAK

|Views: 135|Likes:
Published by Boby Hartanto

More info:

Published by: Boby Hartanto on Nov 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2013

pdf

text

original

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Imunisasi Dasar Imunisasi merupakan salah satu cara pencegahan penyakit serius yang paling efektif untuk bayi dari segi biaya (Wahab, 2000). Imunisasi dasar adalah pemberian imunisasi awal pada bayi yang baru lahir sampai usia satu tahun untuk mencapai kadar kekebalan diatas ambang perlindungan. (Depkes RI, 2005). Secara khusus, antigen merupakan bagian protein kuman atau racun yang jika masuk ke dalam tubuh manusia, maka sebagai reaksinya tubuh harus memiliki zat anti. Bila antigen itu kuman, zat anti yang dibuat tubuh manusia disebut antibody. Zat anti terhadap racun kuman disebut antitoksin. Dalam keadaan tersebut, jika tubuh terinfeksi maka tubuh akan membentuk antibody untuk melawan bibit penyakit yang menyebabkan terinfeksi. Tetapi antibody tersebut bersifat spesifik yang hanya bekerja untuk bibit penyakit tertentu yang masuk ke dalam tubuh dan tidak terhadap bibit penyakit lainnya (Satgas IDAI, 2008). 2.1.1 Tujuan Imunisasi Pemerintah Indonesia sangat mendorong pelaksanaan program imunisasi sebagai cara untuk menurunkan angka kesakitan, kematian pada bayi, balita/ anakanak pra sekolah. Adapun tujuan program imunisasi dimaksud bertujuan sebagai berikut :

Universitas Sumatera Utara

Mencakup anak-anak SD (Sekolah Dasar) kelas 1. yaitu cakupan imunisasi lengkap minimal 80% secara merata pada bayi di 100% desa Kelurahan pada tahun 2010.2 Sasaran Program Imunisasi Sasaran program imunisasi yang meliputi sebagai berikut : 1. 2. Tercapainya ETN (Eliminasi Tetanus Neonatorum). Tujuan Khusus. 2. Pertusis (batuk rejam). Measles (campak).1. 2. Tetanus. untuk mendapatkan imunisasi DPT. Campak dan Hepatitis-B. Tercapainya ERAPO (Eradiksi Polio). yaitu tidak adanya virus polio liar di Indonesia yang dibuktikan dengan tidak ditemukannya virus polio liar pada tahun 2008. antara lain : a. Mencakup bayi usia 0-1 tahun untuk mendapatkan vaksinasi BCG. Tujuan Umum yakni untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi akibat Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). artinya menurunkan kasus TN sampai tingkat 1 per 1000 kelahiran hidup dalam 1 tahun pada tahun 2008. b. Mencakup ibu hamil dan wanita usia subur dan calon pengantin (catin) untuk mendapatkan imunisasi TT. Polio. Tercapainya RECAM (Reduksi Campak). Polio dan Tuberculosis. d. Tercapainya target Universal Child Immunization (UCI). Universitas Sumatera Utara . DPT. Difteri. artinya angka kesakitan campak turun pada tahun 2006. 3. Penyakit dimaksud antara lain.1. c.

Vaksin yang hidup mengandung bakteri atau virus (germ) yang tidak berbahaya.H Markum. 3.2. Untuk negara. 2.1 Imunisasi Aktif Imunisasi aktif adalah tubuh anak sendiri membuat zat anti yang akan bertahan selama bertahun-tahun (A. anak-anak SD kelas II dan kelas III mendapatkan vaksinasi TT (Depkes RI. Adapun tipe vaksin yang dibuat “hidup dan mati”. 2005). tetapi dapat menginfeksi tubuh dan merangsang pembentukan antibodi. Vaksin yang mati dibuat dari bakteri atau virus.2 Jenis Imunisasi 2. (A.H Markum. Untuk keluarga. 2001). menciptakan bangsa yang kuat dan berakal untuk melanjutkan pembangunan negara (Depkes RI.3 Manfaat Imunisasi Pemberian imunisasi memberikan manfaat sebagai berikut : 1. 2002).1. 2.4. bermanfaat memperbaiki derajat kesehatan. bermanfaat menghilangkan kecemasan serta biaya pengobatan jika anak sakit. atau dari bahan toksit yang dihasilkannya yang dibuat tidak berbahaya dan disebut toxoid. 2002). Universitas Sumatera Utara . Untuk anak. bermanfaat mencegah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit menular yang sering berjangkit. Mencakup anak-anak SD (Sekolah Dasar) kelas II s/d kelas VI untuk mendapatkan imunisasi TT (dimulai tahun 2001 s/d tahun 2003). 2.

Kekebalan yang diperoleh dengan imunisasi pasif tidak berlangsung lama. 2008). untuk mencegah penyakit-penyakit difteri.Polio. 2. Sedangkan transfer imunitas pasif secara didapat terjadi saat seseorang menerima plasma atau serum yang mengandung antibodi tertentu untuk menunjang kekebalan tubuhnya.2. untuk mencegah penyakit poliomilitis.Hepatitis B. Imunisasi pasif dapat terjadi secara alami saat ibu hamil memberikan antibodi tertentu ke janinnya melalui plasenta. untuk mencegah penyakit hepatitis. . Antibodi yang diberikan ditujukan untuk upaya pencegahan atau pengobatan terhadap infeksi.2 Imunisasi Pasif Imunisasi pasif adalah pemberian antibodi kepada resipien.BCG. terjadi di akhir trimester pertama kehamilan dan jenis antibodi yang ditransfer melalui plasenta adalah immunoglobulin G (LgG). untuk mencegah penyakit campak (measles). sebab kadar zat-zat anti yang meningkat dalam tubuh anak bukan sebagai hasil produksi tubuh sendiri.Imunisasi dasar yang dapat diberikan kepada anak adalah : . pertusis dan tetanus. melainkan secara pasif diperoleh karena pemberian dari luar Universitas Sumatera Utara . . baik untuk infeksi bakteri maupun virus (Satgas IDAI. jenis yang ditransfer adalah immunoglobulin A (LgA).DPT. untuk mencegah penyakit TBC.Campak. Transfer imunitas alami dapat terjadi dari ibu ke bayi melalui kolostrum (ASI). . . dimaksudkan untuk memberikan imunitas secara langsung tanpa harus memproduksi sendiri zat aktif tersebut untuk kekebalan tubuhnya.

Departemen Kesehatan Menganjurkan pemberian BCG pada umur antara 0-12 bulan. (AH. c. d. Salah satu contoh imunisasi pasif adalah Inmunoglobulin yang dapat mencegah anak dari penyakit campak (measles). Vaksin BCG ( Bacillius Calmette Guerine ) Diberikan pada umur sebelum 3 bulan. Campak Rutin dianjurkan dalam satu dosis 0. DPT (Dhifteri Pertusis Tetanus) Diberikan 3 kali sejak umur 2 bulan ( DPT tidak boleh diberikan sebelum umur 6 minggu ) dengan interval 4-8 minggu.2. Polio Diberikan segera setelah lahir sesuai pedoman program pengembangan imunisasi ( PPI ) sebagai tambahan untuk mendapatkan cakupan yang tinggi.3 Jenis-Jenis Vaksin Imunisasi Dasar Dalam Program Imunisasi a. e. b.tubuh. mengingat vaksinasi hepatitis B merupakan upaya pencegahan yang sangat efektif untuk memutuskan rantai penularan melalui transmisi maternal dari ibu pada bayinya. Namun untuk mencapai cakupan yang lebih luas. pada umur 9 bulan.5 ml secara sub-kutan dalam. Hepatitis B Diberikan segera setelah lahir. 2002) 2. Universitas Sumatera Utara . Markum.

sehingga mempermudah pemberian maka dapat lebih meningkatkan cakupan imunisasi b. d.5 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Imunisasi Dasar Pada Bayi Keberhasilan pemberian imunisasi kepada bayi memerlukan kerja sama dan dukungan dari semua pihak terutama kesadaran ibu-ibu yang mempunyai bayi untuk membawa bayinya ke pelayanan imunisasi. Mengurangi frekwensi kunjungan ke fasilitas kesehatan sehingga mengurangi biaya pengobatan c. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi imunisasi dasar pada bayi yaitu : Universitas Sumatera Utara . f. Untuk mengejar imunisasi yang terlambat Biaya lebih murah 2.4 Vaksin Kombinasi / Kombo Vaksin Kombinasi adalah gabungan beberapa antigen tunggal menjadi satu jenis produk antigen untuk mencegah penyakit yang berbeda. Alasan utama pembuatan vaksin kombinasi adalah : a. Kemasan vaksin kombinasi lebih praktis dibandingkan dengan vaksin monovalen. Mengurangi biaya pengadaan vaksin Memudahkan penambahan vaksin baru ke dalam program imunisasi yang telah ada e.2. Misalnya vaksin kombinasi DPT/ Hb adalah gabungan antigen-antigen D-P-T dengan antigen Hb untuk mencegah penyakit difteria. dan Hb (Depkes RI.2008).2. tetanus.2. pertusis.

anak ke 2-3 sebesar 62. Universitas Sumatera Utara . pemahaman dan pengetahuan seorang ibu terhadap kelengkapan imunisasi dasar terhadap bayi akan memberikan pengaruh terhadap imunisasi bayinya. Jika tingkat pengetahuan ibu rendah akan menyerbabkan ketakutan pada ibu untuk membawa bayinya imunisasi. Jenis efek samping imunisasi Pemberian imunisasi mempunyai beberapa efek samping yang berbeda untuk setiap jenis imunisasi. d.a. b. Tingkat pengetahuan Seorang ibu akan membawa bayinya untuk diimmnisasi bila seorang ibu mengerti apa manfaat immnunisasi tersebut bagi bayinya. sedangkan anak ke > 7 hanya 32. Hasil SDKI 1997 terlihat bahwa anak yang tidak pernah di imunisasi terbesar adalah anak bungsu. Jumlah anak Keluarga yang memiliki hanya satu orang anak biasanya akan mampu memberikan perhatian penuh kepada anaknya.6%. Urutan kelahiran Dari hasil SDKI 1997 terlihat bahwa berdasarkan urutan kelahiran yang diimunisasi lengkap adalah anak I sebesar 56. c.3%. anak ke 4-6 sebesar 42. segala kebutuhan baik fisik maupun mental mereka berikan secara baik. Hal ini sering kali mengakibatkan pemberian imunisasi tidak sama untuk semua anaknya. sering kali ibu bayi tidak percaya bahwa reaksi yang timbul setelah bayi diimunisasi hanya sebagai pertanda reaksi vaksin dalam tubuh bayi. perhatian ibu akan terbagi sejumlah anak yang dilahirkannya. Akan tetapi perhatian kepada anak akan terbagi bila lahir anak yang berikutnya.4%.1%.

seperti selaput otak. karena apabila pelayanan yang diberikan kurang memuaskan maka si ibu merasa enggan membawa bayinya untuk imunisasi. 2008).3. yang pada umumnya sering mengenai paruparu.3.1 Tuberculosis Tuberculosis yakni penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan Mycobacterium bovis.2 Difteri Difteri yaitu suatu penyakit akut yang bersifat toxin-mediated desease dan disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphteriae. Apabila jaraknya jauh dari rumah. 2. f. tetapi dapat juga mengenai organ-organ lainnya. Seseorang anak dapat terinfeksi Universitas Sumatera Utara .3 Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi 2. kelenjar superfisialis dan lain-lain. transportasi yang sulit maka ibu merasa enggan membawa bayinya imunisasi ke tempat pelayanan imunisasi (Mariaty . Beberapa minggu (2-12 minggu) setelah infeksi maka terjadi respon imunitas selular yang dapat ditunjukkan dengan uji tuberkulin (Satgas IDAI. Jarak pelayanan Jarak antara pelayanan kesehatan dengan rumah ibu biasanya menjadi pertimbangan untuk membawa bayinya imunisasi. Penilaian pelayanan imunisasi Dalam hal ini pelayanan kesehatan pemberian imunisasi pada bayi sangat penting. Seseorang yang terinfeksi Mycobacterium tuberculosis tidak selalu menjadi sakit tuberculosis aktif. 2003).e. tulang. 2.

gejala klinis disebabkan oleh eksotoksin yang diproduksi bakteri Clostridium tetani yang umumnya terjadi pada anak-anak. yakni bakteri batang yang bersifat gram negatif dan membutuhkan media khusus untuk isolasinya. konjungtivitis Universitas Sumatera Utara . pasien akan muntah dan sianosis.4 Pertusis atau Batuk Rejan Pertusis adalah suatu penyakit akut yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertusis. pilek. batuk. ditandai dengan gejala panas. Gejala utama pertusis timbul saat terjadinya penumpukan lendir dalam saluran nafas akibat kegagalan aliran oleh bulu getar yang lumpuh dan berakibat terjadinya batuk paroksismal.3. 2. sehingga dapat mengurangi penularan.difteria pada nasofaringnya dan kuman tersebut kemudian akan memproduksi toksin yang menghambat sintesis protein selular dan menyebabkan destruksi jaringan setempat dan terjadilah suatu selaput/ membran yang dapat menyumbat jalan nafas. 2.3. kesehatan gigi dan telinga merupakan pencegahan utama terjadinya tetanus disamping imunisasi terhadap tetanus baik aktif maupun pasif. Pengobatannya dapat dilakukan dengan antibiotik khususnya eritromisin dan pengobatan suportif terhadap gejala batuk yang berat. Pada serangan batuk seperti ini. Demikian juga. bersifat fatal. perawatan luka. bayi dan anak prasekolah mempunyai resiko terbesar untuk terkena pertusis termasuk komplikasinya. menjadi sangat lemas dan kejang.3 Tetanus Tetanus yaitu penyakit akut.3. 2.5 Campak (Measles) Campak yaitu penyakit akut yang disebabkan oleh virus campak yang sangat menular pada anak-anak.

diare. namun jika infeksi terjadi sejak dalam kandungan akan menjadi kronis. jika terinfeksi berat dapat menyebabkan kematian. biasanya tanpa gejala.3. Universitas Sumatera Utara .dan ditemukan spesifik enantem.4 Pedoman Pemberian Imunisasi Umur yang tepat untuk mendapatkan imunisasi adalah sebelum bayi mendapat infeksi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.7 Hepatitis-B Hepatitis B yaitu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis-B (VHB) yang dapat menyebabkan kematian. seperti demam. dimulai segera setelah anak berumur 9 bulan. kesulitan bernafas dan dapat menyebabkan kematian. 2. 2008). sirosis dan kanker hati. sakit menelan. pusing.3. batuk. muntah. Pada umur kurang dari 9 bulan. diikuti dengan erupsi makulopapular yang menyeluruh. berilah imunisasi sedini mungkin segera setelah bayi lahir dan usahakan melengkapi imunisasi sebelum bayi berumur 1 tahun. Gejalanya ditandai dengan menyerupai influenza. Khusus untuk campak. seperti pembengkakan hati. kemungkinan besar pembentukan zat kekebalan tubuh anak dihambat karena masih adanya zat kekebalan yang berasal dari darah ibu (Satgas IDAI. 2. 2.6 Polio Polio yaitu suatu penyakit yang disebabkan oleh virus poliomyelitis pada medula spinalis yang secara klasik dapat menimbulkan kelumpuhan. leher dan tulang belakang terasa kaku.

4) Hep-B.3) Sumber : Petunjuk Pelaksanaan Program Imunisasi di Indonesia Tahun 2008. Menurut Frekwensi dan Selang Waktu dan Umur Pemberian SELANG PEMBERIAN VAKSIN WAKTU UMUR KETERANGAN IMUNISASI PEMBERIAN BCG 1X 0-11 BLN DPT 3X 4 MINGGU 2-11 BLN Untuk bayi yang (DPT 1.2. Untuk lebih jelasnya sebagaimana terdapat pada tabel berikut ini : Tabel 2.1 Jadwal Pemberian Imunisasi Pada Bayi Dengan Menggunakan Vaksin DPT dan HB dalam Bentuk Terpisah.2. bahwa pemberian imunisasi pada bayi usia 0-11 bulan diberikan dengan selang waktu pemberian 4 minggu dengan variasi pemberian vaksin yang disesuaikan dengan kebutuhan bayi dan tentunya sesuai dengan tingkat usia bayi yang akan diberikan imunisasi.2. berapa kali harus diberikan serta jumlah dosis yang dipakai juga sudah ditentukan sesuai dengan kebutuhan tubuh bayi. BCG dan Polio dapat CAMPAK 1X 9-11 BLN segera diberikan HEP-B 3X 4 MINGGU 0-11 BLN (HEP-B 1.3. Universitas Sumatera Utara . Dari tabel diatas.3) lahir di Rumah POLIO 4X 4 MINGGU 0-11 BLN Sakit/ Puskesmas (POL 1.Urutan pemberian jenis imunisasi. Untuk jenis imunisasi yang harus diberikan lebih dari sekali juga harus diperhatikan rentang waktu antara satu pemberian dengan pemberian berikutnya.

2007). Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh dari mata dan telinga (Notoatmodjo.BCG DPT/HB Kombo 1. pendengaran. Polio 4 9 bulan Campak Bayi lahir diRS/RB/Bidan Praktek 0 bulan 2 bulan 3 bulan 4 bulan 9 bulan HB 1. tidak lain adalah hasil yang Universitas Sumatera Utara .Polio 2 DPT/HB Kombo 2. Semua aktivitas yang dilakukan para ibu seperti halnya dalam pelaksanaan imunisasi bayi. Melalui pengetahuan.Polio 1 2 bulan DPT/HB Kombo 1. Polio 3 DPT/HB Kombo 3. pengetahuan ibu dapat diperoleh dari pendidikan atau pengamatan serta informasi yang didapat seseorang. Polio 1. Pengetahuan dapat menambah ilmu dari seseorang serta merupakan proses dasar dari kehidupan manusia. yakni indera penglihatan. penciuman.Polio 2 3 bulan DPT/HB Kombo 2.2 Jadwal Pemberian Imunisasi Pada Bayi Dengan menggunakan Vaksin DPT/HB Kombo UMUR Bayi lahir di rumah VAKSIN TEMPAT 0 bulan HB 1 1 bulan BCG. Disamping itu. dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Polio 4 Campak Rumah Posyandu * Posyandu* Posyandu* Posyandu* Posyandu* RS/RB/BIDAN RS/RB/BIDAN # RS/RB/BIDAN # RS/RB/BIDAN # RS/RB/BIDAN # Keterangan : * : Atau tempat pelayanan lain # : Atau posyandu 2. manusia dapat melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia. Polio 3 4 bulan DPT/HB Kombo 3.Tabel 2.1 Pengetahuan (Knowledge) Pengetahuan (knowledge) merupakan hasil dari tahu. rasa dan raba.4.

sikap secara Universitas Sumatera Utara . dapat dikelompokkan menjadi : a. Indikator-indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui tingka pengetahuan atau kesadaran terhadap kesehatan. 2003). tetapi hanya bisa di tafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup. sehingga dapat memberikan dorongan dan motivasi untuk menggunakan sarana pelayanan kesehatan (Slamet. Muhammad.2 Sikap (Attitude) 1. 2002). Pengetahuan tentang kesehatan lingkungan (Notoatmodjo.diperoleh dari pendidikan dan pengetahuan. 2003). Pengetahuan tentang sakit dan penyakit b. Pengetahuan tentang cara pemeliharaan kesehatan dan cara hidup sehat c. Pendidikan kesehatan adalah suatu upaya atau kegiatan untuk menciptakan perilaku masyarakat yang kondusif untuk kesehatan. bagaimana menghindari atau mencegah hal-hal yang merugikan kesehatan mereka dan orang lain. Pengertian Sikap Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulasi atau objek. Berkenaan dengan hal tersebut diatas. 1999). kemana harus mencari pengobatan bilamana sakit dan sebagainya (Notoatmodjo. Karenanya. pendidikan kesehatan berupaya agar masyarakat menyadari atau mengetahui bagaimana cara memelihara kesehatan mereka. maka peran seorang ibu dalam hal imunisasi sangatlah penting. manifestasi sikap tidak dapat langsung dilihat. 2. Artinya. suatu pemahaman tentang program imunisasi sangat diperlukan.4. Pemahaman ibu atau pengetahuan ibu terhadap imunisasi sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan ibu (Ali.

Menerima (receiving) diartikan bahwa orang (subjek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan (objek). Komponen Pokok Sikap Dalam bagian lain Allport (1954) menjelaskan bahwa sikap itu mempunyai 3 komponen pokok yaitu : Kepercayaan (keyakinan). Merespon (responding) yang berarti memberikan jawaban apabila ditanya. Menghargai (valuing) yang berarti mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan suatu masalah. (Notoatmodjo. 2007) 2. kehidupan emosional atau evaluasi terhadap suatu objek. d.nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penentuan sikap yang utuh ini. Universitas Sumatera Utara . sikap ini juga memiliki beberapa tingkatan yaitu: a. kecenderungan untuk bertindak. Komponen ini secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh (total attitude). c. Tingkatan Sikap Menurut Notoatmodjo (2007) menjelaskan bahwa seperti halnya dengan pengatahuan. pengetahuan. pikiran. 3. dan emosional memegang peranan penting. b. dan menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap. mengerjakan. Bertanggung Jawab (responsible) yaitu bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko merupakan sikap yang paling tinggi. ide dan konsep terhadap suatu objek. keyakinan.

minuman. Sikap terhadap kesehatan lingkungan adalah pendapat atau penilaian seseorang terhadap lingkungan dan pengaruhnya terhadap kesehatan (Notoatmodjo. Sikap tentang cara pemeliharaan dan cara hidup sehat adalah penilaian atau pendapat seseorang terhadap cara-cara memelihara dan cara-cara (berperilaku) hidup sehat. cara pencegahan penyakit.Adapun indikator untuk mengetahui tingkat sikap terhadap kesehatan. olahraga. relaksasi (istirahat) atau istirahat cukup. b. c. penyebab penyakit. cara penularan penyakit. antara lain dapat dikelompokkan sebagai berikut : a. Universitas Sumatera Utara . 2007). Sikap terhadap sakit dan penyakit adalah bagaimana penilaian atau pendapat seseorang terhadap gejala atau tanda-tanda penyakit. Dengan perkataan lain pendapat atau penilaian terhadap makanan.

Pengetahuan II. Sikap Gambar 2.1 Variabel yang diteliti adalah pengetahuan dan sikap ibu yang melahirkan tentang pemberian imunisasi dasar pada bayi di RSIA Badrul Aini Medan Tahun 2010.2.5 Variabel yang Diteliti Pemberian Imunisasi Dasar Pada Bayi I. Universitas Sumatera Utara .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->