MATERI PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU

KELAS XI SMK Oleh : Drs. I Wayan Pura Ys BAB I HUKUM KARMA DAN PUNARBHAWA Standar kompetensi Memahami Hukum Karma dan Punarbhawa Tujuan Pembelajaran Akhir Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan mampu : Mengerti dan memahami hukum karma . Mampu menjelaskan bagian –bagian hukum karma Mampu menguraikan hubungan hukum karma dengan punarbhawa Menjadikan hukum karma sebagai pegangan dalam prilaku Uraian Materi A. Pengertian Hukum Karma Karma berasal dari Bahasa Sansekerta yang artinya kerja atau berbuat. Konsep hukum karma adalah bahwa setiap perbuatan akan memberikan hasil yang disebut ( phala ). Sehingga setiap hasil yang dipetik atau diterima oleh seseorang atas perbuatannya disebut karma phala. Hukum karma adalah hukum Tuhan yang berlaku bagi semua orang. Tidak memandang apakah orang tersebut percaya atau tidak hukum karma tetap berlaku. Seperti hukum terbitnya matahari dari timur, orang buta ataupun orang eskimo yang tidak pernah melihat matahari, bukan berarti matahari tidak ada. Matahari tetap terbit dari timur. Demikianlah hukum karma berlaku bagi semua umat manusia dari semua negara, semua suku bangsa dan semua agama. Dalam ajaran Hindu , hukum karma merupakan ajaran sebagai landasan ajaran etika dan pegangan dalam mencapai tujuan hidup. Karma atau perbuatan ini ada tiga bentuk yaitu karma yang dilakukan oleh pikiran ( Manah ), karma dalam bentuk ucapan (waca ), dan karma dalam bentuk tindakan jasmanani ( kaya ). Jadi apapun bentuk aktivitas seseorang pasti ada phalanya (hasilnya) .Ini berarti tidak ada perbuatan yang tanpa membuahkan hasil, sekecil apapun kegiatan tersebut. Sedangkan jika dilihat dari baik buruknya maka perbuatan yang baik disebut Subha karma dan perbuatan yang buruk disebut Asubha karma. Materi Pelajaran Pendidikan Agama Hindu 1 1/76

B. Proses berlakunya karma phala Setiap aktivitas karma seseorang didasari oleh keinginan ( Iccha ). Timbulnya keinginan akan direspon oleh pikiran. Pikiran inilah yang akan mengambil keputusan untuk melakukan tindakan dalam bentuk ucapan ataupun tindakan jasmani. Keputusan pikiran sangat ditentukan oleh pengetahuan (jnana), kebijaksanaan ( wiweka), serta pengalaman hidup serta karmawasana seseorang. Jika digambarkan maka proses karma seseorang sebagai berikut : KEINGINAN

Pengetahuan PIKIRAN Pengalaman Hidup KARMA

Wiweka karmawasana

KARMA PHALA C. Wujud Karma phala Banyak orang menafsirkan bahwa wujud dari karma phala ( hasil perbuatan ) seseorang adalah berbentuk materi, seperti kekayaan, kecantikan atau ketampanan, jabatan, kehormatan dan sebagainya yang semata-mata diukur dari segi materi. Secara garis besar memang wujud karmaphala ada dua yaitu berbentuk fisik dan psikis( batin). Artinya hasil dari perbuatan tersebut dapat dirasakan secara langsung oleh badan jasmani melalui panca indria atau juga bisa memberikan suasana batin tertentu pada seseorang. Contoh: Jika seseorang pernah berbuat baik misalnya membantu orang yang jatuh di jalan , suatu saat ketika dia terjatuh di jalan akan ada orang lain yang menolong. Ini adalah phala secara fisik. Contoh lain mungkin ada orang yang suka menipu justru akan membuat hatinya tersiksa karena selalu was-was, selalu berprasangka bahwa tipu dayanya akan ketahuan oleh orang lain. Ini berarti secara psikis dia menderita. Pendidikan Agama Hindu 2/76

Wujud dari karmaphala yang akan diterima seseorang tidak dapat dipastikan. Artinya hasil karma tersebut bisa saja berbentuk fisik, atau psikis, ataupun kedua nya yaitu fisik dan psikis. Demikian pula kapan waktunya akan diterima seseorang atas perbuatannya juga merupakan rahasia Hyang Widhi. Yang jelas bahwa karmaphala itu ada dan akan hadir tepat pada waktunya. Diatas kedua wujud karmaphala di atas yang terpenting untuk menjadi tolok ukur atas hasil perbuatan seseorang adalah akibat dari wujud karmaphala tersebut. Artinya seseorang yang menerima karmaphala baik berwujud fisik maupun psikis apakah mengakibatkan adanya peningkatan kualitas sradha atau tidak. Apakah menyebabkan kebahagiaan atau penderitaan? Contoh : Seseorang yang mendapatkan uang sangat banyak dari hasil judi, diukur dari segi fisik tentu menyenangkan. Tetapi kemenangan itu justru menyebabkan dia semakin tergila-gila pada judi, suka berfoya-foya semata-mata memenuhi nafsu keinginannya. Suatu saat jika dia kalah berjudi maka kekesalan dan kemarahannya akan dilempahkan pada orang lain, seperti anak atau istrinya. Ini menunjukkan bahwa uang yang diperoleh dari hasil judi tersebut bukan karmaphala yang baik, karena akibat dari uang yang diterima terebut justrui menjerumuskan dirinya pada karma-karma yang lebih buruk. Contoh lain mungkin ada seseorang yang secara fisik cacat jasmani, tetapi dengan kekurangannya tersebut memberikan dia inspirasi dan kesadaran bahwa hidup ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan fisik, sehingga dia menjadi orang yang teguh sradha bhakti, serta senantiasa merasa tentram . Jadi cacat jasmani tersebut bukan hasil karma buruk tetapi merupakan hasil karma baik yang membawa kebahagiaan bagi dirinya. Seperti halnya seseorang minum obat pahit untuk kesembuhan dari penyakitnya. Kesimpulannya: Karmaphala yang baik adalah yang dapat meningkatkan kualitas sradha bhakti untuk mencapai kebahagiaan lahir batin ( moksartham jagat hita ) Karmaphala yang buruk adalah yang menyebabkan seseorang menderita lahir batin dan menurunkan kualitas sradha bhakti. D. Dampak karma bagi seseorang Setiap karma yang dilakukan setidak-tidaknya ada tiga akibat yang terjadi : 1. Karma akan memberi akibat atau balasan atas setiap perbuatan manusia. Baik atau buruk yang akan diterima sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya. 2. Karma akan memberi kesan tersendiri kepada pelakunya yang akan melekat pada pikiran pelakunya. Pendidikan Agama Hindu 3/76

Oleh karena itu yang terbaik harus dilakukan adalah melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Bukan karena orang lain. atas pahala atas karma kita masa kini. Karma akan membentuk kepribadian seseorang. Karma yang memberi kesan dan menjadi kepribadian jiwatman inilah yang merupakan karmawasana setiap orang. Jika hal itu sudah dilakukan maka Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik bagi kita. E. Kita harus yakin bahwa apapun yang kita alami pada kehidupan ini adalah hasil perbuatan diri sendiri. Manfaat kita mengetahui jenis-jenis karma tersebut adalah untuk meningkatkan sradha dan bhakti kepada Hyang Widhi. Apa yang seharusnya kita butuhkan pasti akan terpenuhi. Kryamana Karma Sancitha karma adalah karma atau perbuatan yang dilakukan pada masa hidup di dunia baru akan menerima pahalanya setelah meninggal dunia Prarabdha karma adalah karma atau perbuatan seseorang yang pahalanya langsung diterima pada kehidupan ini. Mengenai kapan waktu kita akan menerima pahala atas karma yang kita lakukan juga merupakan rahasia Ida sang Hyang Widhi. Kramana karma adalah pahala yang diterima seseorang pada kehidupan ini atas hasil dari perbuatan ( karmanya ) pada kehidupan yang lampau. Tiga Macam Karma Jika dilihat dari segi waktu hasil karma seseorang maka dapat digolongkan menjadi tiga macam yaitu : 1. Pendidikan Agama Hindu 4/76 . Bisa saja merupakan pahala atas karma kita pada kehidupan terdahulu. selalu melekat pada setiap kelahirannya. kepada mereka yang senantiasa gigih demikian itu. Laksanakan semua kewajiban sebagai yadnya dan bhakti kepada Ida sang Hyang Widhi. akan Aku bawakan segala apa yang belum dimilikinya dan akan menjaga yang sudah dimilikinya.3. selalu berbuat kebaikan serta tetap yakin dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Prarabdha Karma 3. Meskipun kita menggolongkan karma tersebut seperti di atas tetapi dalam kenyataan sangat sulit bagi kita untuk mengidentifikasi setiap karma yang kita terima saat ini. Sanchita Karma 2. sebagaimana wahyu Beliau dalam Kitab Bhagawad Gita Bab IX Sloka 22 : Mereka yang memuja-Ku dan hanya bermeditasi kepada-Ku saja.

Setiap karma yang terjadi akan menjadi penyebab untuk karma-karma berikutnya. Dalam peristiwa tersebut Budi menerima pahala dalam bentuk pertolongan dari Andi. Tetapi bagaimana bentuk pahala dari karma yang harus dinikmati pada kehidupan ini? Tentu saja akibat karma akan dirasakan oleh seseorang melalui interaksi dengan lingkungan. Pelaksana Karmaphala Sebagaimana diuraikan sebelumnya bahwa wujud karmaphala bisa berbentuk fisik bisa juga berbentuk psikis. b. binatang. d. Meskipun manusia adalah alat pembalas karma. bukan berarti dia terbebas atas karma yang diperbuatnya itu tetapi pahala akan selalu mengikuti karma yang dilakukannya. Meskipun Andi sebagai alat . atas perbuatannya menolong budi dia juga akan mendapat pahala atas karma tersebut. Kesimpulannya : a. Demikian pula alam bisa saja sebagai alat pembalas karma. c. pahala tersebut mungkin saja atas kebaikan Budi di waktu lalu Dalam kasus ini Andi adalah sebagai alat pembalas karma perbuatan Budi di masa lalu. serta bisa juga dari alam.F. Dalam peristiwa tersebut yang menjadi alat Tuhan untuk menyampaikan pahala atas karma tersebut adallah manusia ( orang lain). tetapi semua itu akibat perbuatan manusia sendiri. tumbuhan. Pendidikan Agama Hindu 5/76 . Contoh sederhana mungkin suatu ketika kita menerima bantuan dari orang lain dimana pada waktu tersebut kita benar-benar memerlukan pertolongan tersebut. Pahala karma di dunia bisa diterima melalui tangan manusia atau alam lingkungan. Jadi setiap peristiwa karma yang melibatkan lebih dari satu orang maka dalam peristiwa tersebut ada dua jenis proses karma yang terjadi yaitu ada pihak yang menerima hasil karmanya dan ada orang yang yang berkarma dimana hasilnya belum diketahui kapan akan diterima. tetapi juga sebagai alat untuk membalas karma orang lain. Jika karma seseorang harus diterima setelah meninggal dunia maka atmannya akan menuju sorga atau neraka. Bencana alam bukanlah hukuman Tuhan. Pahala atas karma seseorang dapat diterima di alam niskala ( sorga atau neraka ) juga bisa dinikmati pada saat hidup. Kejadian ini buakanlah suatu kebetulan. Misalkan Andi menolong Budi yang terjatuh dari sepeda motor. baik alam maupun sesama manusia. Setiap peristiwa karma yang melibatkan lebih dari satu manusia maka akan ada pihak penerima pahala atas karmanya dan ada pihak sebagai pembalas karma sekaligus pelaku karma untuk dirinya. sehingga disaat yang tepat kita akan menerimanya. Sehingga manusia disamping akan menerima pahala atas karmanya. Pahala karma bisa saja dirasakan melalui tangan manusia. Itu adalah hasil karma kita yang mungkin kita sudah lupa kapan melakukannya.

menuju sorga atau neraka. ( BabII. ( Bab II. sehingga terhadap hal yang tak terrelakkan ini janganlah engkau berduka. PUNARBHAWA Punarbbhawa atau tumimbal lahir atau samsara adalah bagian keempat dari Panca Sradha sebagai dasar keyakinan Umat Hindu. remaja dan usia tua. tumbuh besar. Bahkan planet-planet ini bisa stabil pada tempatnya karena berputar.e. Untuk meningkatkan kualitas jiwatman maka setelah waktu tertentu jiwatman kembali kedunia dengan menggunakan badan jasmani yang baru. Proses jiwatman meninggalkan stula sarira kemudian lahir kembali menggunakan jasmani yang baru inilah disebut Punarbhawa. kemudian turun hujan dan kembali ke laut. sloka 27). Kemudian dalam Kitab Suci Bhagawad gita beberapa sloka menyiratkan secara jelas tentang punarbhawa . Pengertian sederhana adalah bahwa pada saat seseorang meninggal dunia maka jiwatman akan melepaskan badan jasmaninya ( stula sarira ). demikianlah jiwatman yang berwujud mencampakkan badan lama yang telah usang dan mengenakan badan jasmani baru. Demikian juga manusia yang lahir. Jika kita perhatikan bahwa alam ini semuanya mengalami siklus ( perputaran ). Dari pemahaman ini jelas bahwa manusia akan mengalami punarbhawa. kemudian meninggal maka akan mengalami perputaran untuk lahir kembali. dan masih banyak lagi jenis-jenis perputaran kehidupan. Orang bijaksana tak akan terbingungkan oleh hal ini. antara lain : Seperti halnya sang jiwatman yang melewatkan waktunya dalam badan ini dari masa kanak-kanak. ( Bab II. Ada perputaran siang dan malam. Perputaran waktu. Untuk memahami dan meyakini hukum punarbhawa bisa kita lakukan secara logika maupun dengan meyakini Wahyu Tuhan melalui kitab-kitab suci. G. Dalam rangka meningkatkan karma baik maka pada saat berdoa mohonlah agar kita senantiasa menjadi alat pembalas karma yang baik. demikian juga bila ia berpindah ke badan yang lainnya. kematian sudahlah pasti dan pasti ada kelahiran bagi mereka yang mati. sloka 22 ) Bagi seseorang yang lahir. sloka 13 ) Bagaikan seseorang yang menanggalkan pakaian usang dan mengenakan pakaian lain yang baru. Intinya bahwa segala sesuatu di alam ini mengalami perputaran sehingga bisa stabil. perputaran dari air laut mejadi awan. Pendidikan Agama Hindu 6/76 . perputaran rantai makanan.

Bahkan tidak menutup kemungkinan akan terlahir sebagai binatang atau tumbuhan. H. demikianlah keuntungannya dapat menjelma menjadi manusia. 2. Untuk berbuat baik kesempatan yang paling luas adalah bila menjelma menjadi manusia.Masih banyak sloka-sloka lain yang menjelaskan tentang punarbhawa ini. Hubungan Karmaphala dengan Punarbhawa Dalam Kitab Sarasamuscaya sloka 4 dikatakan : Menjelma menjadi manusia itu adalah sungguh-sungguh utama. Jadi bila manusia semasa hidupnya banyak berbuat baik maka kelahiran berikutnya akan meningkat kualitasnya. Jika digambarkan proses hidup manusia dan kelahirannya sampai bersatunya atman dengan brahman ( Brahman Atman aikyam) seperti di bawah ini : Ket : Gari tebal adalah kehidupan saat ini Garis tipis kehidupan kelahiran dengan kualitas meningkat yang menuju bersatunya Brahman Pendidikan Agama Hindu 7/76 . Berbuat baik ( Subha karma ) adalah cara untuk melepaskan diri dari keadaan samsara ( punarbhawa ). karena ia dapat menolong dirinya dari keadaan sengsara ( lahir dan mati berulang-ulang ) dengan jalan berbuat baik. Demikian juga bila semasa hidupnya banyak berbuat dosa maka kelahiran berikutnya akan menurun kualitasnya. Dari sloka di atas ada dua point yang dapat kita petik penekannya yaitu : 1. Oleh karena itu setiap menjalani kehidupan kewajiban manusia adalah untuk meningkatkan Subhakarma sehingga setiap kelahiran berikutnya bisa meningkat kualitasnya sampai akhirnya tujuan hidup yaitu moksartham jagathita tercapai. sebabnya demikian.

Garis putus-putus kehidupan kelahiran dengan kualitas menurun yang semakin jauh dari Brahman. Pendidikan Agama Hindu 8/76 . Kesimpulan : Gunakan hidup ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan karma sehingga setiap kelahiran berikutnya bisa meningkatkan kualitas dan kesucian jiwatman.

b. Brahmanda Purana. Istilah lainnya adalah jagat raya. Sedangkan pada waktu alam ini meniada disebut “Pralaya” atau “Brahma nakta” ( malam hari Bharma ). planet. mengingat keterbatasan kemampuan dan umur manusia. c. Kapan sesungguhnya alam semesta ini tercipta. Masa Srsti digabungkan dengan masa Pralaya disebut satu Kalpa atau satu hari Brahman. Mampu mengklasifikasi unsur-unsur bhuana agung dan bhuana alit d. dari jenjang yang amat halus dan tidak berwujud ( gaib / niskala ) sampai pada jenjang yang berwujud dan sangat kasar ( nyata / sekala ) Pendidikan Agama Hindu 9/76 . bumi dengan segala isinya ini yang disebut bhuana agung. makrokosmos. Jadi semua yang ada di alam semesta ini termasuk gugusan bintang. sangat sulit dipastikan. BHUWANA AGUNG Pengertian Bhuana Agung artinya alam raya ( besar ). Agastya Parwa dan sebagainya. Mampu menguraikan hubungan bhuana agung dan bhuana alit Uraian Materi A. Proses dari tidak ada menjadi ada alam semesta ini berlangsung secara berjenjang. kemudian tidak ada lagi. matahari. atau brahmanda. Pada saat alam semesta ini meng”ada” disebut masa “Srsti “ atau “ Brahma diwa “ ( siang hari Brahma ). demikian seterusnya berulang-ulang. Mampu menjelaskan proses pralaya.BAB II ALAM SEMESTA Standar Kompetensi Memahami proses penciptaan dan pralaya alam semesta Tujuan Akhir Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini peserta didik diharapkan : a. Mampu menjelaskan proses terciptanya bhuana agung dan bhuana alit. Menurut Ktab-kitab suci Hindu teori penciptaan jagat raya banyak diuraikan yang jika dicermati dan dipelajari dengan penuh keyakinan maka alam semesta ini mengalami keadaan dimana jagat raya ini pernah tidak ada. lalu ada. Penggambaran jagat raya termasuk proses penciptaannya banyak diuraikan dalam beberapa kitab suci Hindu Seperti Brhad Aranyaka Upanisad. Bebrapa peneliti dan ilmuwan mencoba untuk membuat teori tentang penciptaan alam semesta tetapi tidak satupun dapat memastikan kapan alam ini tercipta.

Pada saat alam ini tidak ada Tuhan menarik kembali semua manifestasi beliau di alam kemudian menjadikan diri dalam wujud sepi. kosong dan hampa. 7. Semua mahluk hidup mati dan hancur. proses terciptanya alam semesta dapat digambarkan sebagai berikut : 1. Dari Unsur Prakirti lahirlah Triguna yaitu. Purusa dan prakirti keduanya sangat halus dan tidak bisa diamati. yaitu benih kejiwaan yang bersifat kedirian atau individu. Unsur-unsur Panca Maha Bhuta kembali menjadi atom yang amat halus sekali. manah dan ahamkara yang tercipta secara berurutan. Rajas unsur yang memiliki sifat dasar dinamis dan aktif. 5. 6. Sedangkan Tamas adalah unsur yang meiliki sifat dasar gelap dan berat 4. 3. Perpaduan Purusa dan Prakirti menyebabkan Triguna tidak seimbang. 4. Srsti Setelah alam ini tidak ada pada masa pralaya . Budhi bersifat sattwam sehingga setiap keputusannya bersifat bijaksana. 2. Alam citta yang pertama muncul adalah Buddhi. dan Tamas. Pendidikan Agama Hindu 10/76 . Purusa adalah unsur dasar kejiwaan atau rohani. Tuhan Paramasiwa atau Nirguna Brahma menjadikan diri-Nya Sada Siwa ( Saguna Brahma ) yang berwujud Purusa dan Prakiti . semua zat pada meleleh kemudian menguap. 3.Hal ini disebutkan dalam Bhagawad Gita. Dari Buddhi selanjutnya lahir Ahamkara. Sattwam adalah unsur yang bversifat terang dan tenang. Sattwam. Bab XIII sloka 20. Alam jagat raya dipenuhi hawa panas kemerahan dan dentuman halilintar yang sambung-menyambung dengan dahsyat. 5. Dimulai dari hancurnya ikatan api atau matahari yang kemudian menyebar keseluruh alam semesta. Dari sebaran api yang sangat dahsyat ini menyebabkan semua zat cair menguap. 2. Proses pralaya menurut beberapa kitab suci Hindu digambarkan sebagai berikut . Padamulanya Unsur Sattwam yang mendominasi maka lahirlah yang disebut Mahat yang berarti Maha Agung. tanpa permulaan dan tanpa akhir. Pada kondisi seperti ini beliau disebut Paramasiwa atau Nirguna Brahman. yaitu unsur kejiwaan tertinggi yang berfungsi untuk menentukan keputusan. Fungsinya adalah untuk merasakan. 6. Rajas. Selanjutnya alam semesta menjadi tidak ada selama satu kalpa atau kurang lebih 432 juta tahun manusia. sedangkan prakirti adalah unsur dasar kebendaan atau jasmani. Dari Mahat terciptalah alam Citta yang didalamnya terdiri dari tiga unsur yaitu Budhi. 1.Pralaya Pralaya adalah masa dimana alam semesta ini tidak ada.

Srotendriya ( rangsang pendengar ) b. Garbhendriya ( rangsang penggerak perut ) b. yaitu akal atau pikiran yang berfungsi untuk berpikir. Dari uraian di atas jelaslah bahwa semua yang ada di alam ini mengalir dan lahir dari Tuhan dan pada saatnya nanti akan kembali lagi ke dalam tubuhNya yang menjadi kosong dan hampa. Selanjutnya lahirlah Panca Tanmatra yaitu lima unsur zat yang sangat halus terdiri dari : a. Pendidikan Agama Hindu 11/76 . Panindriya ( rangsang penggerak tangan ) c. Upasthendriya / Bhagendriya ( rangsang penggerak kelamin ) 10. Teja ( api ) d. Caksundriya ( rangsang penglihatan ) d. Dari Panca Maha Bhuta inilah kemudian berkembang menjadi alam semesta beserta isinya yaitu mahluk hidup yang ada di bumi termasuk manusia. Sabda Tanmatra ( sari suara ) b. terdiri dari: a.8. Jihwendriya ( rangsang pengecap ) e. Akasa ( ether atau ruang ) b. 9. Rasa Tanmatra ( sari rasa ) e. a. Sparsa Tanmatra ( sari rabaan ) c. Ganda Tanmatra ( sari bau ) 11. Padendriya ( yangsang penggerak kaki ) d. Dari Panca Tanmatra selanjutnya muncul Panca Maha Bhuta . yang terdiri dari Panca Buddhindriya terdiri dari . Twakindriya ( rangsang perasa ) c. Selanjutnya dari Ahamkara lahirlah yang disebut Manas. Granendriya ( rangsang pencium ) Panca Karmendriya terdiri dari. Prthiwi ( zat padat ) 12. Payundrita ( rangsang penggerak pelepasan ) e. Rupa Tanmatra ( sari warna ) d. yaitu lima macam unsur zat alam yang bersifat kasar. Evolusi berikutnya dengan pengaruh triguna dengan imbangan yang berbeda terciptalah Dasendriya . a. Wayu ( hawa atau udara ) c. Apah ( zat cair ) e.

Jika digambarkan dalam skema maka proses terciptanya alam semesta sebagai berikut : Ida Sang Hyang Widhi Purusa Prakirti / Pradana Memiliki Triguna Mahat Citta Buddhi Ahamkara Manah Dasendriya Panca Tanmatra Panca Maha Butha Brahmanda Pendidikan Agama Hindu 12/76 .

Asal mula atau proses penciptaan bhuwana alit Bhuwana alit adalah bagian dari bhuwana agung. Sapta 1. Watala 3. oleh karena itu proses penciptaan sama termasuk unsur-unsur pembentukannya. Pendidikan Agama Hindu 13/76 . Lapisan bumi menuju ruang jagat raya disebut Sapta Loka. 5.Sapta Loka Bumi sebagai salah satu Brahmanda hasil pembentukan Panca Maha Bhuta memiliki lapisan-lapisan. BHUWANA ALIT Pengertian Bhuwana alit sering juga disebut Mikrokosmos adalah alam kecil atau dunia kecil yaitu isi dari alam semesta. Rasa tala Lebih dalam dari sapta patala masih terdapat dua lapisan lagi yaitu : a. Nitala 4. 4. Sutala 6. Mahatala 5. Loka terdiri dari : Bhur loka ( alam manusia ) Bhuwah loka ( alam pitara ) Swah Loka ( alam dewa ) Maha loka Jana loka Tapa loka Satya loka ( ruang vakum= Nirguna Brahma ) Sapta Patala Sapta patala adalah lapisan bumi dari permukaan sampai dengan inti bumi. terdiri atas : 1. Lapisan-lapisan ini berdasarkan kuat atau lemahnya pengaruh Panca Maha Bhuta. Setelah tercipta Brahmanda-brahmanda termasuk bumi maka selanjutnya diciptakanlah mahluk hidup yang berawal dari mahluk hidup yang terrendah sampai dengan mahluk hidup yang tertinggi. 3. Patala ( kulit bumi ) 2. Balagarba maha naraka ( ruang perantara di dalam bumi ) b. 2. hewan dan tumbuhan. manusia. Kalagni Rudra ( ruang inti bumi ) B. 6. 7. Hanya saja ada perbedaan perkembangan penciptaannya sesuai perimbangan triguna. seperti. Tala-tala 7.

4. 2. Pradana terdiri dari : Pendidikan Agama Hindu 14/76 . Purusa yaitu atman sebagai sumber kehidupan 2. 3. Kelompok Dwi Pramana Adalah mahluk hidup yang memiliki dua kekuatan hidup yaitu Bayu dan Sabda. 5. Bayu adalah kekuatan nafas. Trna yaitu bangsa rumput baik yang hidup di air maupun di darat. Terakhir dengan perimbangan satwam. Mahluk ini disebut juga Manusya. Taru yaitu semak dan pepohonan. Baik unsur terhalus sampai unsur paling kasar. Diantara mahluk hidup hanya manusialah yang memiliki semua unsur ciptaan Tuhan secara lengkap. Selanjutnya jika semua unsur penciptaan tersebut lebih banyak guna rajas maka terciptalah kelompok Dwi Pramana atau hewan/ binatang. 3. tamas yang sesuai dan seimbang tercipta Kelompok Tri Pramana atau manusia. Manusia memiliki unsur : 1. Bayu. Gulma adalah bangsa tumbuhan yang bagian luar pohon berkayu keras dan bagian dalam berongga atau kosong. Jangama yaitu tumbuhan yang hidupnya menumpang pada pohon lain. Kelompok Eka Pramana Yaitu mahluk hidup yang hanya memiliki satu kekuatan dalam hidupnya yaitu Bayu. Sabda dan Idep. Mahluk hidup ini juga dikenal dengan nama Sthawara yaitu mahluk hidup yang tidak berpindah-pindah seperti tumbuhan.. 2. Termasuk dalam golongan Sthawara adalah : 1. dengan sifat tamas yang mendominasi terciptalah kelompok Eka Pramana atau tumbuh-tumbuhan. Jarayuja yaitu binatang menyusui. rajas. Yang membedakan antara manusia yang satu dengan yang lain adalah komposisi dan perimbangan unsur-unsur pembentukannya serta karmawasana yang telah dibentuknya. Swedaya yaitu binatang bersel Satu. Mahluk ini dikenal dengan nama Satwa atau Sato. Kelompok Tri Pramana Adalah mahluk hidup yang memiliki tiga kekuatan hidup yaitu. Adapun yang tergolong dalam Sato adalah : 1. Andaya yaitu binatang bertelur.Dari proses penciptaan Purusa dan prakirti dengan unsur-unsurnya sampai panca maha bhuta. Lata adalah tumbuhan menjalar di tanah atau di pohon. Sabda adalah kekuatan suara dan Idep kekuatan pikiran.

Bhuwana Agung dan bhuana alit memiliki unsur-unsur yang sama. Pranamaya Kosa yaitu badan dari sari nafas. 4). Jiwatman inilah yang selalu mengalami reinkarnasi jika selama bersatu dengan stula sarira sebagai manusia hidup di dunia belum berhasil melepaskan ikatan-ikatan karma untuk mencapai moksa yaitu bersatunya Atman dengan Brahman. HUBUNGAN BHUWANA AGUNG DENGAN BHUWANA ALIT Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit memiliki hubungan yang sangat erat satu sama lain. Anandamaya Kosa yaitu badan dari sari kebahagiaan Suksma sarira yang dihidupi dengan unsur purusa ( atman ) disebut jiwatman. dan Panca Tanmatra. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Ida Sang Hyang Widhi pada masa Srsti dan akan kembali kepada-Nya pada masa pralaya.a. Pendidikan Agama Hindu 15/76 . 5). Hubungan itu dapat diuraikan minimal sebagai berikut : 1. 3). Stula sarira yang berasal dari unsur Panca Maha Bhuta. Carma ( kulit ) C. Panca Maya Kosa terdiri dari : 1). Bentukan hasil karma manusia antara suksma sarira dengan stula sarira menghasilkan Panca Maya Kosa yaitu lima lapisan halus badan manusia. Mamsa ( daging). 5). manah. Bhuwana Agung dan bhuwana alit diciptakan oleh pencipta yang sama. Dasendria. Manomaya Kosa yaitu badan dari sari pikiran. Asti ( tulang) 2). b. budhi. Rudhira ( darah ) 6). Sumsum ( sumsum) 4). Annamaya kosa yaitu badan dari sari makanan 2). Odwad ( Otot ) 3). ahamkara. 2. Suksma sarira dari unsur Cita. Dari hasil karma dan konsumsi makanan manusia membentuk Sad Kosa yaitu enam lapis pembungkus stula sarira. sloka 6. sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Bhagawad Gita Bab VII. Sad Kosa terdiri dari : 1). Wijnanamaya Kosa yaitu badan dari sari pengetahuan.

tetapi unsur-unsur pembentukannya adalah sama. Skema itu dalat digambarkan sebagai berikut : Pendidikan Agama Hindu 16/76 .Dalam proses penciptaan meskipun ada perbedaan waktu antara penciptaan alam semesta dengan mahluk yang ada di dalamnya .

Buddhi 3. Panca Maha Bhuta 9. Mahluk hidup diciptakan berada dan berkembang pada alam semesta. Parama Anu 8.Brahman ( Nirguna Brahma ) melaksanakn Tapa Nirguna Brahma ( Sada Siwa ) Purusa Prakirti ( pradhana ) Bhuwana Agung 1. Pendidikan Agama Hindu 17/76 . siklus perputaran air ( hidrologi ). Sedangkan manusia ditata dan diatur dengan hukum karma yang didalamnya dibekali ilmu pengetahuan dan ajaran agama. seperti rotasi bumi dan matahari. Dasendriya 6. Panca Tanmatra 7. Citta 2. Benih (Sukla/Swanita) Manusia 3. Panca Maha Bhuta 9. Bhuwana agung dan bhuawana alit saling melengkapi. Dasendriya 6. Manah 4. Manah 4. Ahamkara 5. Untuk alam ditata dan diatur dengan hukum alam. siklus perputaran musim dan sebagainya. Panca Tanmatra 7. Ahamkara 5. Proses saling melengkapi ini telah diatur dengan hukum Tuhan ( Rta ). Brahmanda Sapta Loka Sapta Patala Bhuwana Alit 1. Buddhi 3. Alam dilengkapi untuk kehidupan dan perkembangan mahluk hidup dan mahluk hidup memiliki kemampuan untuk mengatur alam. Parama Anu 8. Citta 2.

Penggunaan zat kimia yang merusak lapisan ozon dan polusi dari hasil pembakaran yang dilakukan manusia menciptakan rumah kaca sehingga terjadi pemanasan global. Manusia menciptakan berbagai alat untuk menyesuaikan diri dengan kondisi alam. Intinya bahwa aktivitas manusia dipengaruhi oleh alam dan sebaliknya juga hasil aktivitas manusia tersebut akan mempengaruhi alam Pendidikan Agama Hindu 18/76 . perputaran planet-planet ini mempengaruhi posisi kedekatan dengan bumi. Pribadi. Sebaliknya segala aktivitas manusia juga dapat mempengaruhi kondisi alam. Karena bhuana agung dan bhuana alit memiliki unsur-unsur yang sama maka dalam proses hubungannya akan saling mempengarui. Alam memiliki unsur Triguna juga akan mempengaruhi semua pribadi dan aktivitas manusia. Masing-masing posisi ini akan memberikan pengaruh yang berbeda pada manusia di bumi. Kondisi sekarang dengan ulah sebagian manusia yang merusak alam dan membabat habis hutan menyebabkan rusaknya siklus perputaran air.Dengan demikian alam akan melengkapi kebutuhan manusia dan manusia akan melengkapi isi alam. budaya masyarakat serta kegiatan fisik manusia sangat dipengaruhi oleh alam. Alam memiliki musim maka manusia akan mengatur hidup dan fisiknya menyesuaikan dengan musim yang ada. Contoh sederhana manusia menciptakan kalender untuk pengaturan bercocok tanam bagi masyarakat agraris. Bhuana agung dan bhuana alit saling mempengaruhi. 4. Matahari serta planet-planet di semesta memiliki jenis guna yang berbeda-beda. Sehingga di Bali kita mengenal pedewasan ( hari baik/buruk untuk aktivitas tertentu) yang bersumber pada pengaruh guna masing-masing posisi planet tersebut. Pembangunan yang tidak memperhitungkan tata lingkungan menyebabkan bencana alam banjir dan kebakaran.

bahkan untuk mencapai tujuan secara pribadi kita harus dapat memimpin diri sendiri. Kelurahan/Desa. Disisi lain manusia adalah mahluk sosial yang hidup dalam kelompok tertentu. RT. Kitab ini berisi tentang ilmu Pendidikan Agama Hindu 19/76 . Dengan memiliki idep ( pikiran ) maka manusia dalam hidupnya selalu memiliki tujuan serta memiliki upaya untuk mencapai tujuan tersebut. bayu dan idep. Tujuan manusia bisa bersifat individu maupun kelompok. Mampu menjelaskan pentingnya mempelajari ilmu kepemimpinan. Mampu menguraikan konsep dasar kepemimpinan menurut ajaran Hindu. PENDAHULUAN Manusia adalah mahluk paling sempurna yang diciptakan Hyang Widhi di muka bumi dengan memiliki tri pramana yaitu sabda. Semua kelompok ini dari kelompok yang terkecil hingga yang terbesar memiliki tujuan tertentu. b. setiap orang perlu mempelajari kepemimpinan. kantor. Tujuan yang bersifat individu adalah sesuatu yang ingin dicapai secara pribadi bagi diri sendiri. serta Kautalira Arthasastra. keluarga.RW. Mampu neneladani sifat-sifat kepemimpinan Hindu. Agar usaha seorang pemimpin berhasil menghantarkan kelompok/organisasi yang dipimpinnya mencapai tujuan maka diperlukan kemampuan untuk memimpin. Mampu menguraikan Teori dasar kepemimpinan. Raja Dharma. Kepemimpinan dalam Hindu banyak dijabarkan dalam berbagai kitab antara lain Kitab Arthasastra. serta organisasi sosial lainnya.BAB III KEPEMIMPINAN Standar Kompetensi Memahami hakekat kepemimpinan Hindu Tujuan Pembelajaran akhir Setelah mempelajari materi ini peserta didik diharapkan : a. Dalam usaha mencapai tujuan kelompok/organisasi tersebut perlu adanya pemimpin yang akan mengarahkan dan membawa kelompoknya untuk mencapai tujuan. Minimal akan menjadi pemimpin dalam keluarga. Ilmu kepemimpinan tidak saja diperlukan oleh pemimpin kelompok atau organisasi. dan seterusnya hingga kelompok negara bahkan dunia. Kelompok dalam hal ini juga termasuk lingkungan profesi. atau Raja Niti. Kitab ini dikenal juga dengan nama Danda Niti. Kemampuan dalam hal memimpin suatu organisasi ini disebut kepemimpinan/ Leadership. sebab setiap orang suatu saat pasti akan menjadi pemimpin. d. c. URAIAN MATERI A. Kelompok ini bisa dalam lingkungan rumah tangga.

pemerintahan Hindu yang disusun oleh Maha Rsi Kautilya atau dikenal juga dengan nama Maha Rsi Chanakya.menjadi kata benda “pemimpin” yang artinya orang yang berfungsi memimpin atau menuntun atau orang yang membimbing. Dalam hal ini karakter dan pribadi setiap pemimpin adalah berbeda. Dalam berbagai kitab nitisastra banyak mengulas tentang kepemimpinan suatu masyarakat atau tata pemerintahan. Keberhasilan seorang pemimpin tidak saja ditentukan oleh penguasaan terhadap ilmu memimpin tetapi juga ditentukan oleh karakter atau pribadi pemimpin tersebut. politik. Menurut Gorge Terry. pengetahuan.dan akhiran –an menjadi kata sifat yaitu sifat-sifat atau kemampuan seorang pemimpin. Dalam kaitan perbedaan karakter pribadi ini Howart W. namun inti dari semua teori itu adalah sama yakni bertujuan agar seorang pemimpin berhasil membawa kelompoknya mencapai tujuan yang diinginkan. ajaran. oleh karena itu penerapan konsep kepeimpinan juga berbeda dengan hasil yang berbeda pula. Banyak teori dan konsep modern tentang kepemimpinan. Jadi Nitisastra artinya ajaran tentang kepemimpinan. aturan atau teori. Di Indonesia dalam Kitab Nagara Kertagama disusun oleh Empu Prapanca juga memuat tentang kepemimpinan Hindu. Sedangkan sastra artinya perintah. serta kelebihan tertentu dari bawahannya memiliki Kelebihan-kelebihan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin antara lain : Pendidikan Agama Hindu 20/76 . dari kata Niti dan Sastra. Di Bali beberapa lontar juga memuat tentang konsep kepemimpinan Hindu. Untuk keberhasilan tersebut maka seorang pemimpin harus kemampuan. Dalam kaitan ini Nitisastra juga dapat diartikan sebagai konsep penataan pemerintahan dan pembangunan negara. PENGERTIAN Kepemimpinan berasal dari kata pimpin yang artinya bimbing atau tuntun. dalam bukunya Principles of Management menyebutkan bahwa kepemimpinan adalah keseluruhan aktivitas untuk mempengaruhi serta menggiatkan orang dalam usaha untuk mencapai tujuan. Menurut Hindu diberi istilah Nitisastra. Nitisastra berasal dari Bahasa Sansekerta. Niti artinya pemimpin. Kata pimpin medapat awal pe. dalam bukunya The Art of Leadership mengatakan bahwa kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau manusia sehingga tergerak untuk mengikuti kemauannya dengan ikhlas dalam rangka mencapai tujuan bersama. Selanjutnya kata pemimpin ditambah awalan ke. Istilah lain tentang kepeminpinan adalah Leadership. pertimbangan atau kebijakan. B. Heyt. Sumber lain tentang kepemimpinan Hindu juga tertuang dalam Itihasa Mahabarata dan Ramayana.

Pengertiannya adalah bahwa dalam mencapai tujuan tertinggi yaitu moksa ( kebahagiaan tertinggi). Kelebihan dalam bidang jasmaniah. 2. TUJUAN KEPEMIMPINAN HINDU Sebagaimana tujuan hidup menurut konsep Hindu yaitu moksartham jagat hita. maka kepemimpinan Hindu bertujuan agar seorang pemimpin dapat menghantarkan kelompok. Tugas dan wewang pemimpin adalah : 1. Kelebihan dalam menggunakan rasio atau pikiran. FUNGSI. TUGAS DAN WEWENANG PEMIMPIN. Selanjutnya kebutuhan hidup yang utama harus dicapai adalah moksa / kebahagiaan. Berlandaskan Dharma kemudian mencari artha ( materi ). Organisation / Penataan Seorang pemimpin memiliki tugas untuk mampu menata dan menempatkan anggota /orang-orang dibawah pimpinannya pada tugas dan fungsi yang tepat sesuai dengan tingkat pengetahuan dan kompetensinya. harus diawali dengan menjalankan Dharma ( kebenaran agama). Artha yang diperoleh berdasarkan dharma digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup ( kama). Seorang pemimpin disamping memiliki tugas dan tanggung jawab dia juga warus memiliki wewenang untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya tersebut. Catur Purushartha yaitu empat tujuan hidup manusia yang utama yaitu . C. 2. 3.1. Dharma. 3. Planning / Perencana Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk merencanakan segala sesuatu yang harus dikerjakan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kelebihan dalam bidang rohaniah. D. Direkting / Penanggung jawab pelaksana Pendidikan Agama Hindu 21/76 . masyarakat atau negara yang dipimpinnya mencapai keadaan bahagia lahir dan batin. Kama dan Moksa. Artha. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut maka konsep Catur Purusha Artha menjadi landasan. Jadi sangatlah keliru jika harta yang telah diperoleh dengan Dharma hanya digunakan untuk memenuhi keinginan ( kama ) di luar hukum dharma.

serta menjadi simbol semangat dan kekuatan hidup bagi negerinya.Pemimpin bertanggung jawab dan berusaha agar rencana yang telah ditetapkan dapat berhasil dengan baik. Tidak melupakan bahwa raja juga berasal dari rakyat biasa. Yama Brata. Controlling / Pengawasan Setiap pelaksanaan tugas yang didelegasikan kepada bawahan harus diawasi dan dievaluasi oleh pimpinan. 4. E. sebagaimana hujan yang berasal dari air laut menguap keatas menjadi awan. Coodination / Koordinasi Pemimpin bertugas untuk mengkoordinir semua anggota agar dapat bekerjasama sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. sehingga tujuan dapat tercapai dengan baik. Seorang pemimpin harus mampu memberikan kemakmuran pada rakyatnya. seorang pemimpin harus memberikan keteduhan dan rasa aman dan nyaman bagi rakyatnya. Dalam kaitan ini pemimpin harus memiliki kepekaan atas segala masukan positif dari bawahan. 5. Ajaran tentang kepemimpinan Hindu antara lain : 1. terdiri dari : a. d. artinya seorang pemimpin harus memberikan pencerahan dan penerangan bagi rakyatnya. c. KEPEMIMPINAN HINDU Dalam ajaran Hindu banyak konsep-konsep serta pedoman-pedoman yang harus menjadi tuntunan bagi seorang pemimpin. Pendidikan Agama Hindu 22/76 . Surya Brata. b. Asta Brata Asta Brata adalah ajaran Sri Rama Kepada Gunawan Wibisana pada saat akan menjadi Raja Alengka Pura setelah Rahwana mati. artinya sebagaimana sifat bulan. Pengawasan yang lemah serta tidak ada evaluasi maka dapat dipastikan bahwa tujuan tidak akan dapat tercapai. Indra Brata. Oleh karena itu tiap bagian tidak dapat bekerja sendiri harus ada koordinasi dengan bagian yang lain. kemudian menjadi hujan. Setiap bagian dalam organisasi memiliki keterkaitan dengan bagian yang lain. artinya seorang pemimpin harus memiliki sifat seperti Dewa Indra. sertinya seorang pemimpin harus adil dalam menegakkan hukum dan peraturan. Candra Brata. Asta Brata artinya delapan sikap mental seorang pemimpin yang merupakan cerminan dari delapan sifat dewa. penguasa hujan.

artinya seorang pemimpin harus dapat membersihkan segala penyakit masyarakat seperti kemiskinan. f. artinya seorang pemimpin harus dapat mengelola keuangan secara tepat. Agni Brata. atau dibalik meja . tetapi harus mengetahui secara detail terutama kondisi rakyat jelata. g. Kuwera Brata. artinya pemimpin harus berani dan pantang mundur menghadapi segala tantangan. sebagaimana sifat angin selalu ada dimana-mana dan bergerak ke segala arah. tidak boros dan tidak korupsi.e. Baruna Brata. Bayu Brata. maka seorang pemimpin harus mengetahui segala keadaan rakyatnya. h. Pemimpin tidak hanya duduk di singgasana. kejahatan dan sebagainya. pengangguran. Pendidikan Agama Hindu 23/76 .

2. Wicaksanengnaya. artinya bijaksana c. 3. yaitu sabar dan rendah hati. h. m. f. artinya memiliki kemampuan mengontrol bawahan sekaligus memperbaiki hal-hal yang dipandang kurang baik. Natangguan. terdiri dari : a. Panca Dasa Pramiteng Prabu Adalah 15 ( lima belas ) sifat kepemimpinan yang ditulis oleh Empu Prapanca dalam Kitab Nagara Kertagama. e. menyayangi isi alam. Nayaken Musuh. 4. Sakya Samanta. Dhirotsaha. yaitu penuh pertimbangan dan jeli dalam menghadapi setiap masalah. e. bangsa dan negara. Atma sampad. Dibyacitta. j. Satya bhakti prabhu. Sarjawa upasama. artinya mampu memimpin sidang dan mengambil keputusan yang bijaksana. hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Wagmiwak. f. artinya menjadi penasehat dan abdi negara yang baik. c. yaitu mendapat kepercayaan dari bawahan. Prajna. b. n. Abhigainika yaitu mampu menarik perhatian yang positif dari masyarakat. mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau golongan. teguh hati dalam segala usaha. Panca dasa Pramiteng Prabu terdiri dari : a. Masihi samasta bhuwana. Sumantri. Ginengpatigina. o. d. Wijayana. yaitu bijaksana dalam memimpin. Aksudra Parisatha. l. Utsaha. optimis dan antusias. artinya memiliki kreativitas yang tinggi untuk memajukan kepentingan masyarakat. g. d. yaitu setia dan taan pada atasan. b. Teulelana. k. yaitu pandai berkomunikasidan diplomasi. Tansatrsna. yaitu pembrani dalam membela negara. Sad Warnaning Rajaniti Artinya enam sifat utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. i. toleransi dan menghargai pendapat orang lain. Sifat-sifat inilah yang menjadi pedoman Maha Patih Gajah Mada sehingga berhasil mengawal Majapahit jaya. Mantri Wira. memiliki moral yang luhur. teguh iman. artinya mampu membersihkan musuh-musuh negara. Panca Upaya Sandhi Pendidikan Agama Hindu 24/76 .

Nawa Natya Artinya sembilan sikap teguh dan pekerti seorang pemimpin. memimpin langsung ( direkting ). yaitu teguh pendirian . yaitu Selalu setia pada janji. tidak berdasarkan emosi. c. Indra Jala. 5. artinya kemampuan untuk mengumpulkan data-data permasalahan yang belum jelas kedudukannya. yaitu tekun dan ulet. mengkoordinasikan ( coordination). terdiri dari : a. yaitu tahu cara mengatasi kerusuhan. Panca Upaya Sandhi. artinya melaksanakan upaya penyelesaian sesuai dengan solusi yang telah ditetapkan. b. Logika. yaitu memiliki kemampuan membedakan yang benar dan salah. h. Rangkuman Kepemimpinan adalah sifat dan prilaku pemimpin dalam upaya membawa kelompok atau masyarakat yang dipimpin menuju cita-cita atau tujuan bersama yang telah ditetapkan. c. yaitu memiliki sifat mulia dan luhur. bijaksana dan memiliki berbagai ilmu pengetahuan. i. yaitu tidak pamrih pada harta benda. artinya setiap tindakan yang diambil harus berdasarkan pertimbangan akal sehat. e. b. terdiri dari : a. e. Wruh ring sarwa bastra. Dalam ajaran Hindu berbagai sifat dan syarat kepemimpinan antara lain. d. Asta Brata. Maya. Paramartha. Panca Upaya Sandhi tersurat dalam lontar Siwabudha Gama Tattwa. Wiweka. Lagawangartha. dan Nawa Natya. Keberhasilan seorang pemimpin tergantung pada kemampuan ilmu kepemimpinan yang dimiliki serta kemampuan secara pribadi dalam mempedomani dan mengaktualisasikan syarat-syarat kepemimpinan. Pragiwakia. Wikrama. g. artinya menganalisa data-data yang telah dikumpulkan kemudian mengklasifikasi data secara proporsional. Wira Sarwa Yudha. f. yaitu pandai berbicara di depan umum dan pandai berdiplomasi. Pradnya Widagda.Artinya lima cara seorang pemimpin untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah. menata ( organisation). Dhirotsaha. yaitu pemberani dan pantang menyerah. dan mengawasi ( kontroling). Tugas dan fungsi seorang pemimpin adalah mampu untuk merencanakan (planning) . d. dan data yang akurat. Pendidikan Agama Hindu 25/76 . artinya upaya untuk mencari solusi pemecahan masalah yang ada. Upeksa. Sad Warnaning Rajaniti. Sama upaya. Panca Dasa Pramiteng Prabu.

B. estetika dan etika moral dalam Dharma Gita. Dalam konsep Hindu bahwa seni budaya merupakan sarana untuk meningkatkan cipta dan rasa dalam rangka meningkatkan sradha bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi.  Menyanyikan Dharma Gita yang mengandung nilai-nilai budaya. Petuah-petuah luhur sebagai ajaran moral bagi umat Hindu 3. Di India Dharma gita tentu saja memiliki irama khas India. PENGERTIAN Dharma gita adalah suatu nyanyian kebenaran yang dinyanyikan dalam pelaksanaan upacara Agama Hindu. Secara umum materi dari Dharma gita biasanya berisi tentang : 1. Dari pemahaman di atas tujuan dan fungsi Dharma Gita adalah : 1. Umat Hindu dimana saja termasuk di Indonesia memiliki Dharma Gita sesuai dengan budaya setempat. Cerita-cerita/dongeng yang berisi ajaran kebenaran. Kidung tergolong juga salah satu Dharma Gita. suara kidung ( Dharma Gita ). Lombok dan sebagainya. A. suara genta/bajra. termasuk dalam hal ini Dharma Gita. Panca Paginda terdiri dari. Jawa. estetika. suara mantra. Oleh karena itu maka seni dan budaya masyarakat Hindu tetap dijaga dan dikembangkan tetapi nilai-nilai ajaran kebenaran tetap mewarnainya. Kalimantan . 4. Kisah-kisah sejarah kepahlawanan ( itihasa ). dan etika moral dalam Dharma Gita. Pelengkap pelaksanaan Upacara Agama ( Yadnya ) Dalam pelaksanaan upacara agama. dan suara gamelan. Pujian kebesaran Hyang Widhi beserta seluruh ciptaannya 2. yaitu lima jenis suara dalam Upacara Yadnya.BAB IV DHARMA GITA Standar Kompetensi Memahami nilai-nilai budaya dalam Dharma Gita Tujuan Akhir Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini peserta didik diharapkan mampu :  Menguraikan nilai-nilai kebenaran. Pendidikan Agama Hindu 26/76 . TUJUAN DAN FUNGSI DHARMA GITA Dharma gita adalah hasil kreasi budaya luhur umat Hindu. Oleh karena itu setiap kegiatan ritual pemujaan kepada Hyang Widhi seni budaya menyatu di dalamnya.  Menunjukkan contoh-contoh nilai kebenaran. suara kul-kul ( kentongan). ( khususnya di Bali ) ada yang namanya Panca Paginda. demikian juga di Indonesia Dharma Gita memiliki ragam yang berbeda untuk Daerah Bali. jadi jelas bahwa Dharma Gita sebagai pelengkap Upacara Yadnya.

Beberapa contoh Dharma Gita : a. Dengan demikian maka dengan melantunkan Dharma gita berarti juga mengingatkan setiap orang tentang ajaran-ajaran agama. Pada masa kini di beberapa daerah dharma gita muncul dari budaya lokal. sehingga semakin sering orang melantunkan atau mendengar Dharma Gita maka diharapkan pemahaman tentang ajaran agama semakin meningkat. Ada pula merupakan hasil cipta para kawi berisi tentang pemujaan kepada Hyang Widhi. JENIS-JENIS DHARMA GITA Pada awalnya istilah dharma gita lebih dikenal di Bali. Dalam membaca dan melantunkan irama ditentukan pada intonasi serta ketepatan pengejaan dan pemenggalan kata. Sloka Biasanya terdiri dari empat baris dalam satu bait dengan jumlah suku kata yang sama setiap barisnya. Sarasamuscaya. Sarana untuk meningkatkan sradha bhakti Syair-syair Dharma Gita ada yang bersumber langsung dari kitab-kitab suci seperti.2. Hal ini disebabkan karena syair-syair Dharma Gita sesuai dengan jenis Upacara Yadnya yang dilaksanakan. serta konsentrasi pemujaan kepada Hyang Widhi. Setelah penyebaran Hindu semakin meluas di nusantara maka budaya-budaya lokal mewarnai kegiatan upacara/Yadnya termasuk Dharma gita. oleh karena itu pengelompokan Dharma gita lebih banyak mengacu pada budaya Bali. C. Juga di kalimantan ada kidung-kidung daerah yang diangkat dalam kelompok Dharma gita. seperti di Jawa pada setiap kegiatan upacara dilantunkan tembang-tembang jawa . 4. Sarana ajaran moral Disamping untuk kegiatan upacara / yadnya Dharma Gita juga mengandung nasihat-nasihat tentang kesusilaan sehingga dapat dikatakan bahwa dharma gita juga sebagai sarana untuk pendidikan moral bagi masyarakat. Bhagawad Gita. Disamping itu irama Dharma gita juga biasanya mampu membawa suasana hati yang hening dan tentram 3. Palawakya Palawakya menggunakan Bahasa Jawa kuno dan berbentuk prosa. b. Sloka biasanya bersumber dari kitab suci yang umumnya berbahasa Sansekerta. Sarana untuk menciptakan suana suci dan konsentrasi pemujaan Melantunkan Dharma Gita pada pelaksanaan Upacara agama akan menciptakan suana batin yang suci. Manawa Dharma sastra dan sebagainya. Kekawin/Kidung/Tembang Pendidikan Agama Hindu 27/76 . c.

Sekar alit / pupuh Pendidikan Agama Hindu 28/76 . Sekar Madya/ kidung 3). di Bali kidung dikelompokkan menjadi : 1).Di setiap daerah memiliki jenis-jenis kidung/tembang tersendiri. Sekar Agung / Kekawin 2).

tingkat provinsi dan tingkat nasional. Pelaksanaan Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional biasanya dilaksanakan secara bergilir di beberapa daerah propinsi. UTSAWA DHARMA GITA Lembaga tertingi Agama Hindu di Indonesia yaitu Parisada Hindu Dharma Indonesia ( PHDI ). PENDALAMAN Guna meningkatkan pengetahuan dan kompetensi lakukanlah kegiatan kegiatan berikut : a. Kegiatan ini dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat kota/kabupaten. Carilah di berbagai sumber tentang jenis-jenis sekar agung. E. Utsawa Dharma gita pada awalnya bertujuan untuk melestarikan. Nusa Tenggara Barat pernah sebagai pelaksana Utsawa Dharma Gita Tingkat nasional pada tahun 2004 yang dipusatkan Kota Mataram. b. Tuliskan tiga bait kidung dengan jenis pupuh yang berbeda. Namun perkembangan berikutnya juga sebagai sarana peningkatan sumber daya manusia umat Hindu dalam pembinaan sradha bhakti maka materi Utsawa Dharma Gita tidak saja lomba untuk Dharma gita tetapi juga ada lomba Dharma Wacana dan Dharma Widya yaitu lomba penguasaan pengetahuan agama bagi siswa tingkat sekolah dasar ( SD ) sampai tingkat sekolah menengah atas ( SMA/SMK ). Pendidikan Agama Hindu 29/76 . yaitu Dharma gita yang dilombakan. secara berkala melaksanakan Utsawa Dharma Gita.D. mengembangkan dan memasyarakatkan Dharma gita bagi umat Hindu Indonesia. sekar madya dan sekar alit. Pelajari dan lantunkan kidung Kawitan Wargasari c.

d. PENGERTIAN DAN HAKEKAT YADNYA Pada awalnya banyak orang mengartikan bahwa yadnya semata upacara ritual keagamaan. Dalam Bhagawadgita Bab III. Setelah mempelajari materi ini peserta didik diharapkan mampu : b. Menyebutkan bentuk-bentuk pelaksanaan Yadnya dalam kehidupan nyata dan kehidupan masyarakat. Manusia harus berkorban untuk mencapai tujuan dan keinginannya. lebih dari itu segala aktivitas manusia dalam rangka sujud bhakti kepada hyang Widhi adalah Yadnya. Pada masa srsti yaitu penciptaan alam Hyang Hidhi dalam kondisi Nirguna Brahma ( Tuhan dalam wujud tanpa sifat ) melakukan Tapa menjadikan diri beliau Saguna Brahma ( Tuhan dalam wujud sifat Purusha dan Pradhana ). Secara etimologi pengertian Yadnya adalah korban suci secara tulus ikhlas dalam rangka memuja Hyang Widhi. sloka 10 disebutkan : saha-yajòàá prajàh såûþwà purowàca prajàpatih. Mengaplikasikan nilai-nilai Yadnya dalam kehidupan nyata dan kehidupan masyarakat. dengan ini engkau akan berkembang dan akan menjadi kamadhuk keinginanmu. Menguraikan hakikat dan tujuan yadnya c. Pada dasarnya Yadnya bukanlah sekedar upacara keagamaan. anena prasawiûyadham eûa wo ‘stw iûþa-kàma-dhuk artinya : Dahulu kala Prajapati ( Hyang Widhi ) menciptakan manusia dengan yajnya dan bersabda. Selanjutnya semua alam diciptakan secara evolusi melalui Yadnya. Pada dasarnya Yadnya adalah penyangga dunia dan alam semesta. A. Pemahaman ini tentu tidak salah karena upacara ritual keagamaan adalah bagian dari yadnya. Dari satu sloka di atas jelas bahwa manusia saja diciptakan melalui yadnya maka untuk kepentingan hidup dan berkembang serta memenuhi segala keinginannya semestinya dengan yadnya. Dari proses awal ini jelas bahwa awal penciptaan awal dilakukan Yadnya yaitu pengorbanan diri Hyang Widhi dari Nirguna Brahma menjadi Saguna Brahma .BAB V YADNYA Standar Kompetensi Memahami Pelaksanaan Yadnya dalam kehidupan Tujuan Akhir Pembelajaran a. Yadnya berasal dari Bahasa Sansekerta dari akar kata “Yaj” yang artinya memuja. Kesempurnaan dan kebahagiaan tak Pendidikan Agama Hindu 30/76 . karena alam dan manusia diciptakan oleh Hyang Widhi melalui Yadnya.

Pengorbanan dalam hal ini bukan saja dalam bentuk materi. B. Pribadi dan jiwa manusia harus dibersihkan dari guna rajas dan guna tamas. Paling tidak empat hal yang harus dilakukan manusia yaitu. dan senantiasa bersyukur dan berterima kasih kepada Sang Pencipta. Untuk Penyucian Untuk mencapai kebahagiaan maka hidup ini harus suci.mungkin akan tercapai tanpa ada pengorbanan. pengetahuan. dan lain-lain termasuk nyawa sendiri dapat digunakan sebagai korban. Tanpa dasar tersebut maka suatu pengorbanan bukanlah yadnya. dipelihara dan dikembangkan melalui yadnya. TUJUAN YADNYA Dalam banyak sloka dari berbagai kitab menyatakan bahwa alam semesta beserta segala isinya termasuk manusia. Dalam rangka mencapai tujuan tertinggi tersebut manusia harus melakukan aktivitas dan berkarma. Pendidikan Agama Hindu 31/76 . Empat hal di atas semuanya dapat dicapai melalui Yadnya. Dari gambaran sederhana di atas dapat diambil kesimpulan bahwa demi mencapai kebahagiaan dan kesempurnaan hidup maka kita harus rela mengorbankan sebagian dari milik kita. penyucian diri. peningkatan kualitas diri. Guna ( sifat satwam. Contoh sederhana bila kita memiliki secarik kain dan berniat untuk menjadikannya sepotong baju. seperti. Sedangkan potongan yang tidak diperlukan tentu harus dibuang. demikian juga “guna” alam akan mempengaruhi manusia. Segala aspek yang dimiliki manusia dapat dikorbankan sebagai yadnya. Oleh karena itu tujuan Yadnya adalah : 1. diciptakan . Tanpa kesucian sangat mustahil keharmonisan dan kebahagiaan itu dapat tercapai. tindakan . Pribadi dan jiwa manusia dalam aktivitasnya setiap hari berinteraksi dengan sesama manusia dan alam lingkungan akan saling berpengaruh. Oleh karena itu maka yadnya yang dilakukan oleh manusia tentu bertujuan untuk mencapai tujuan hidup manusia menurut konsep Hindu yakni Moksartham jagat hita ( Kebahagiaan sekala dan niskala ). dan tamas ) orang akan saling mempengaruhi. korban pikiran. rajas. tulus dan ikhlas. ucapan. Melalui Yadnya kita dapat menyucikan diri dan juga menyucikan lingkungan alam sekitar. Tentu saja pengorbanan ini harus dilandasi rasa cinta. Jika kita bersikukuh tidak rela kainnya dipotong dan dibuang sebagian maka sangat mustahil akan memperoleh sepotong baju. sembahyang. Untuk mencapai kebahagiaan maka manusia harus memiliki imbangan Guna Satwam yang tinggi. Hyang Widhi akan merajut potonganpotongan pengorbanan kita dan menjadikannya sesuai dengan keinginan kita. maka kain yang utuh tersebut harus direlakan untuk dipotong sesuai dengan pola yang selanjutnya potongan-potongan tersebut dijahit kembali sehingga berwujud baju. Jika manusia dan alam memiliki tingkatan guna satwam yang lebih banyak maka keharmonisan alam akan terjadi. sifat.

109 menyatakan : “ Adbhirgatrani suddhayanti mana satyena suddhayanti.Kitab Manawa Dharmasastra V. Widyatapobhyam bhutatma buddhir jnanena suddhayanti” Pendidikan Agama Hindu 32/76 .

3. pikiran disucikan dengan kebenaran. hanya yang dilahirkan sebagai manusia saja yang dapat melaksanakan perbuatan baik atau perbuatan buruk. Perbuatan baik yang paling utama adalah melalui Yadnya. Dengan demikian setiap yadnya yang kita lakukan hasilnya adalah terjadinya peningkatan kualitas jiwatman. Demikian juga untuk kesucian alam dan lingkungan lakukan upacara/ ritual sesuai dengan sastra agama sehingga kita akan senantiasa berada pada lingkungan yang suci. Hanya dilahirkan sebagai manusia memiliki sabda. Artinya : Diantara semua mahluk hidup . kecerdasan dibersihkan dengan pengetahuan yang benar. phalaning dadi wwang. segala perbuatan yang buruk itu. iking janma wwang juga wénang gumawayakén ikang çubhàçubhakarma.Artinya : Tubuh dibersihkan dengan air. Sebagai sarana menghubungkan diri dengan Tuhan Pendidikan Agama Hindu 33/76 . dan idep dapat melakukan perbuatan baik sebagai cara untuk meningkatkan kualitas jiwatman. oleh karena itu leburlah ke dalam perbuatan baik . Dari sloka di atas jelas kewajiban hidup manusia adalah untuk selalu meningkatkan kualitas diri melalui perbuatan baik. Untuk meningkatkan kualitas diri Setiap kelahiran manusia selalu disertai oleh karma wasana. Lingkungan yang suci akan memberikan kehidupan yang suci juga bagi manusia. kunéng panéntasakéna ring çubhakarma juga ikangaçubhakarma. Laksanakan kewajiban diri sendiri dengan penuh kesadaran dan keihlasan sehingga masuk dalam kelompok yadnya. Demikian pula setiap kelahiran bertujuan untuk meningkatkan kualitas jiwatman sehingga tujuan tertinggi yaitu bersatunya atman dengan brahman ( brahman atman aikyam ) dapat tercapai. Oleh karena itu jadikanlah aktivitas sehari-hari kita sebagai yadnya. jiwa manusia dibersihkan dengan pelajaran suci dan tapa brata. Dengan demikian maka setiap kegiatan yang kita lakukan selalu memberikan kesucian pada diri pribadi. 2. demikianlah gunanya menjadi manusia. bayu . sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Sarasamuscaya sloka 2 sebagai berikut : Ri sakwehning sarwa bhùta.

serta hari suci lainnya ) salah satu tujuan utamanya sebagai Pendidikan Agama Hindu 34/76 . Upacara/ritual yang dilakukan Umat Hindu baik yang bersifat rutin (contohnya ngejot. Sebagai ungkapan rasa terima kasih. menolong orang yang kesusahan. Ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Hyang Widhi itulah dilakukan dengan Yadnya Bekerja dengan benar dan giat. Dengan olah rasa yang baik maka rasa syukur merupakan salah satu motivasi utama untuk selalu berbuat kebajikan. berbaktilah pada-Ku. Untuk menjaga agar senantiasa jalan kehidupan kita pada arah yang benar dan selalu mendapat sinar suci serta tuntunan Hyang Widhi maka haruslah kita selalu menjalin hubungan yang harmonis dengan Tuhan. dan dengan mendisiplinkan dirimu serta menjadikan-Ku sebagai tujuan. memuja Hyang widhi maka tujuan tertinggi pasti akan tercapai sebagaimana sabda Tuhan dalam Bhagawad Gita Bab IX sloka 34 : Pusatkan pikiranmu pada-Ku. belajar giat. Oleh karena itu hidup manusia dalam rangka mencapai tujuannya tidak akan lepas dari tuntunan dan kekuasaan Tuhan.Alam semesta dengan segala isinya termasuk manusia adalah ciptaan Hyang Widhi. Jika dalam kehidupan kita senantiasa dapat memusatkan pikiran. Kita diberikan hidup sebagai manusia. Oleh karena itu tidak ada alasan bagi manusia bijak untuk tidak bersyukur dan tidak berterima kasih kepada Sang Pencipta. adalah suatu yang luar biasa. Sembahyang artinya menyembah Hyang Widhi. serta kehidupan yang kita terima. Cara paling sederhana menghubungkan diri dengan Tuhan adalah sembahyang. berada pada lingkungan sosial yang baik . sebagaimana dalam ajaran Tri Hita Karana. Manusia memiliki rasa dan pikiran dan dalam tatanan kehidupan sosial terikat pada aturan susila dan moral. dan kegiatan lain yang didasari pengabdian dan rasa ikhlas adalah salah satu contoh ungkapan rasa syukur dan ucapan terima kasih atas anugrah Tuhan untuk kesehatan. dan diciptakan bersama bumi yang penuh keindahan dan kedamaian. keselamatan diri. Yadnya dalam kegiatan karma keseharian adalah sarana untuk menghubungkan diri dengan Tuhan. dilahirkan pada keluarga yang satwam. Terlebih Yadnya dalam bentuk Upacara/ritual jelas merupakan wujud nyata usaha menghubungkan manusia dengan Sang Penciptanya. Satusatunya cara agar kita selalu dapat menghubungkan diri dengan Maha Pencipta adalah dengan mempelajari. Untuk senantiasa dapat memusatkan pikiran dan memuja Hyang Widhi tidaklah mudah. dan tunduklah padaKu. engkau akan sampai kepada-Ku. maturan sehari-hari dsb ). rejeki. Perlu kedisiplinan dan keihlasan dalam menjalaninya. odalan. 4. memahami dan melaksanakan Yadnya. maupun berkala ( rahinan.

Pitra Rna. Butha Yadnya dilakukan untuk memelihara alam lingkungan sebagai tempat kehidupan semua mahluk. Oleh karena itu manusia sebagai bagian alam semesta mempunyai kewajiban untuk menjalankan tugas dan fungsinya untuk ikut menciptakan keharmonisan kehidupan. Asura. bahkan bakteri dan kumanpun semuanya memiliki tugas dan fungsi tersendiri dalam memutar kehidupan ini. Sekecil apapun ciptaan-Nya memiliki fungsi tersendiri dalam kehidupan ini. yaitu hutang hidup kepada Hyang Widhi yang telah menciptakan alam semesta termasuk diri kita. memperturutkan nafsu semata Pàrtha dan mengalami penderitaan. b. Rsi Rna dilunasi dengan melaksanakan Rsi Yadnya. Leluhur dan orang tua sangat memiliki peranan besar atas kehidupan kita saat ini. Dalam Bhagawad Gita . Perlu diingat bahwa Yadnya tidak semata-mata dilaksanakan dengan upakara/ritual. yaitu hutang kepada para Rsi yang mengorbankan kehidupannya sehingga dapat memberikan pencerahan kepada manusia melalui ajaran-ajarannya sehingga manusia dapat menjalani hidup dengan lebih baik. bintang. tumbuhan. Dalam melaksanakan Yadnya ada tiga kewajiban utama yang harus dilunasi manusia atas keberadaannya di dunia ini yang disebut Tri Rna ( tiga hutang hidup). Dewa Rna. Untuk menciptakan kehidupan yang harmonis Hyang Widhi menciptakan alam dengan segala isinya untuk memutar kehidupan. Alam dengan segala isinya memiliki keterkaitan dan ketergantungan satu sama lain. Dewa Yadnya dalam bentuk pemujaan kepada Hyang Widhi serta melaksanakan Dharma. yaitu hutang kepada orang tua dan leluhur.16 dijelaskan : Di dunia ini. c. Yadnya menciptakan hubungan yang harmonis antara manusia dengan Hyang Widhi. manusia dengan sesamanya dan keharmonisan hubungan manusia dengan alam. binatang. III. wahai Agar perputaran roda kehidupan ini berjalan dengan harmonsi maka peranan manusia sangat penting. Karma leluhur dan orang tua berpengaruh terhadap keberadaan Pendidikan Agama Hindu 35/76 . Hanya dengan Yadnya keharmonisan alam dapat tercipta. 5. bulan. pada dasarnya bersifat jahat. Rsi Rna. Jika manusia dalam melakoni hidup penuh keserakahan dan mengabaikan prinsip-prinsip Dharma maka kehancuran pasti terjadi. mereka yang tidak ikut memutar roda kehidupan ini.ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Hyang Widhi atas semua anugrah Beliau. Untuk semua ini wajib kita bayar dengan Dewa Yanya dan Bhuta Yadnya. manusia. Dewa. Tri Rna ini dibayar dengan pelaksanaan Panca Yadnya. Tri Rna terdiri dari : a.

Oleh karena itu maka sudah menjadi kewajiban untuk membalas hutang tersebut. Paling tidak kelahiran kita di dunia karena adanya leluhur dan orang tua.setiap orang. Membayar hutang kepada orang tua dan leluhur dilakukan dengan Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya Pendidikan Agama Hindu 36/76 .

C. BENTUK DAN JENIS YADNYA 1. Bentuk – bentuk Yadnya Kitab Bhagawad Gita dalam berbagai sloka menjelaskan bahwa bentuk-bentuk yadnya terdiri dari : a. Yadnya dalam bentuk persembahan/Upakara b. Yadnya dalam bentuk pengendalian diri/tapa c. Yadnya dalam bentuk aktivitas/karma d. Yadnya dalam bentuk harta benda / kekayaan/punia e. Yadnya dalam bentuk ilmu pengetahuan/jnana Sampai saat ini di Indonesia khususnya di Bali hampir sebagian besar umat Hindu masih mengartikan dan mengutamakan bahwa yadnya adalah upacara/ritual. Padahal upakara/ritual itu adalah salah satu bagian dari bentukbentuk yadnya. Sangat sedikit Umat Hindu di Indonesia yang memberikan proporsional untuk melaksanakan bentuk-bentuk yadnya yang lainnya. Hindu memberikan keluasan kepada pemeluknya dalam beryadnya sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada dengan peluang kesempatan hasil yang sama. Dengan demikian apapun bentuk yadnya yang kita lakukan sepanjang sesuai dengan konsep Dharma maka akan memperoleh hasil yang maksimal. 2. Jenis-jenis Yadnya Secara garis besar yadnya dapat kelompokkan sebagai berikut : a. Dari segi waktu pelaksanaan Yadnya dapat dibedakan : 1). Nitya Yadnya Yaitu yadnya yang dilakukan secara rutin setiap hari. Yadnya ini antara lain; dalam bentuk persembahan yang berupa yadnya sesa, atau persembahyangan sehari-hari. Sedangkan bagi sulinggih melakukan Surya Sewana. Yadnya dalam bentuk yang lain dapat dilaksanakan melalui aktivitas sehari-hari. Bagi seorang siswa kewajiban sehari-hari adalah belajar , bila dilakukan dengan penuh ikhlas merupakan yadnya. Bagi seorang petani, tukang, pegawai dan sebagainya yang melaksanakan tugas sehari-hari dengan konsentrasi persembahan kepada Tuhan disertai keikhlasan juga merupakan Nitya Yadnya. 2). Naimitika Yadnya Yaitu Yadnya yang dilaksanakan secara berkala/ waktu-waktu tertentu. Khusus untuk yadnya ini terutama yadnya dalam bentuk persembahan /upakara yaitu Upacara Piodalan, Sembahyang Purnama dan Tilem, Hari Raya baik menurut wewaran maupun sasih. Bagi bentuk yadnya yang lain tergantung kebiasaan pribadi perorangan/kelompok orang. Ada orang pada setiap hari raya tertentu Pendidikan Agama Hindu 37/76

melaksanakan tapa brata sebagai wujud yadnya pengendalian diri. Ada pula yang pada waktu tertentu setiap tahun atau setiap bulan melakukan dana punia baik dihaturkan kepada sulinggih, orang tidak mampu dan sebagainya. Disamping itu ada juga bentuk yadnya yang dilaksanakan secara insidental sesuai kebutuhan dengan waktu yang tidak tetap/ tidak rutin. Contohnya upacara ngaben, nangluk merana, tirtayatra. Demikian juga bentuk yadnya yang lain adakalanya dilakukan tidak dengan jadwal waktu tertentu. Misalkan jika ada ujian sekolah ada siswa / mahasiswa yang puasa. Ada orang yang tanpa diduga memperoleh rejeki yang lebih , maka sebagian dipuniakan untuk pura atau untuk panti asuhan.

b. Berdasarkan nilai materi / jenis bebantenan suatu yadnya digolongkan menjadi : 1). Nista, artinya yadnya tingkatan kecil yang dapat di bagi lagi menjadi :  Nistaning nista, adalah terkecil dari yang kecil  Madyaning nista, adalah tingkatan sedang dari yang kecil.  Utamaning Nista, adalah tingkatan terbesar dari yang kecil 2). Madya, yaitu yandnya tingkatan sedang yang dapat dibagi lagi menjadi :  Nistaning Madya, adalah tingkatan terkecil dari yang sedang.  Madyaning madya, adalah tingkatan sedang dari yang sedang.  Utamaning madya, adalah tingkatan terbesar dari yang sedang. 3). Utama, yaitu yadnya tingkatan besar yang dapat dibagi menjadi :  Nistaning utama, adalah tingkatan terkecil dari yang besar  Madyaning Utama, adalah tingkatan sedang dari yang besar.  Utamaning Utama, adalah tingkatan terbesar dari yang besar.

c. Sedangkan apabila ditinjau dari tujuan pelaksanaan atau kepada siapa yadnya tersebut dilaksanakan, dapat digolongkan menjadi : 1). Dewa Yadnya 2). Rsi Yadnya 3). Pitra Yadnya 4). Manusa Yadnya 5). Bhuta Yadnya Kelima jenis yadnya di atas dikenal dengan istilah Panca Yadnya. Uraian mengenai Panca Yadnya akan dibahas tersendiri setelah bagian ini.

Pendidikan Agama Hindu

38/76

d. Dari segi kualitas yadnya dapat dibedakan atas: 1). Satwika Yadnya yaitu yadnya yang dilaksanakan dasar utama sradha bakti, lascarya, dan semata melaksanakan sebagai kewajiban. Apapun bentuk yadnya yang dilakukan seperti; persembahan, pengendalian diri, punia, maupun jnana jika dilandasi bakti dan tanpa pamrih maka tergolong Satwika Yadnya. Yadnya dalam bentuk persembahan / upakara akan sangat mulia dan termasuk satwika jika sesuai dengan sastra agama, daksina, mantra, Annasewa, dan nasmita. 2). Rajasika Yadnya yaitu yadnya dilakukan dengan motif pamrih serta pamer kemewahan, pamer harga diri, bagi yang melakukan punia berharap agar dirinya dianggap dermawan. Seorang guru/pendarmawacana memberikan ceramah panjang lebar dan berapi-api dengan maksud agar dianggap pintar; semua bentuk yadnya dengan motif di atas tergolong rajasika yadnya. Seorang yang melakukan tapa, puasa tetapi dengan tujuan untuk memperoleh kekayaan, kesaktian fisik, atau agar dianggap sebagai orang suci juga tergolong yadnya rajasik. 3). Tamasika Yadnya yaitu yadnya yang dilaksanakan tanpa sastra, tanpa punia, tanpa mantra dan tanpa keyakinan. Ini adalah kelompok orang yang beryadnya tanpa arah tujuan yang jelas,hanya ikut-ikutan. Contoh orang-orang yang tegolong melaksanakan tamasikan yadnya antara lain orang yang pergi sembahyang ke pura hanya ikut-ikutan, malu tidak ke pura karena semua tetangga pergi ke pura, orang gotong royong di pura atau di tempat umum juga hanya ikut-ikutan tanpa menyadari manfaatnya. Termasuk dalam katagori ini adalah orang yang beryadnya karena terpaksa. Terpaksa maturan karena semua orang maturan. Terpaksa memberikan punia karena semua orang melakukan punia. Terpaksa puasa karena orang-orang berpuasa. Jadi apapun yang dilaksanakannya adalah sia-sia, tiada manfaat bagi peningkatan karmanya. Jenis-jenis yadnya di atas diuraikan dalam Kitab Bhagawad Gita dalam beberapa sloka. Untuk Yadnya yang berbentuk persembahan/upakara akan tergolong kualitas Satwika bila yadnya dilaksanakan berdasarkan :  Sradha, artinya yadnya dilaksanakan dengan penuh keyakinan  Lascarya, yaitu yadnya dilaksanakan dengan tulus ikhlas tanpa pamrih sedikitpun.  Sastra, bahwa pelaksanaan yadnya sesuai dengan sumber-sumber sastra yang benar.  Daksina, yaitu yadnya dilaksanakan dengan sarana upacara serta punia kepada pemuput yadnya/manggala yadnya. Pendidikan Agama Hindu 39/76

e. menjelaskan panca yadnya sebagai berikut : a. Pitra Yadnya. Manusa Yadnya. b. c. namun pada intinya memiliki kesatuan tujuan yang sama. e. bahwa yadnya yang dilaksanakan bukan untuk memamerkan kekayaan dan kemewahan Apapun jenis yadnya yang kita lakukan seharusnya yang menjadi tolok ukur adalah kualitas yadnya. yaitu yang dilaksanakan dengan mempelajari pengucapan mantram cusi weda. Penjelasan-penjelasan tersebut antara lain : 1. Dewa Yadnya. Dewa yadnya.  Annasewa. Pendidikan Agama Hindu 40/76 . adalah penerimaan tamu dengan ramah-tamah. Dalam beberapa kitab dan pustaka memberikan penjelasan tentang Panca Yadnya yang berbeda. adalah persembahan yang dilaksanakan dengan belajar dan mengajar secara tulus ikhlas. artinya memberikan jamuan kepada tamu yang menghadiri upacara. Sedangkan kualitas yadnya yang harus dicapai setiap pelaksanaan yadnya adalah Satwika Yadnya. Kitab Manawa Dharmasastra Kitab Manawa Dharmasastra memberikan penjelasan tentang Panca Yadnya sebagai berikut : a. Tidak ada gunanya yadnya yang besar tetapi bersifat rajas atau tamas. yaitu persembahan yang ditujukan untuk leluhur ( disebut swadha). c. 2. yaitu dengan melantunkan doa-doa serta kidung suci sebagai pemujaan. Bhuta Yadnya. Bhuta Yadnya. adalah pelaksanaan upacara bali untuk butha. Pitra Yadnya.  D. adalah persembahan minyak dan susu kepada para dewa. Brahma yadnya. d. Pelaksanaan Panca yadnya adalah sebagai realisasi dalam melunasi kewajiban manusia yang hakiki yaitu Tri Rna ( tiga hutang hidup ).  Nasmita. Kitab Sathapata Brahmana. PANCA YADNYA Panca Yadnya adalah lima macam korban suci dengan tulus ikhlas yang wajib dilakukan oleh umat Hindu. yaitu yadnya untuk para bhuta b. Jamuan ini penting karena setiap tamu yang datang ikut berdoa agar pelaksanaan yadnya berhasil. Nara Yadnya .Mantra dan gita. Kitab ini merupakan bagian dari Reg Weda. yaitu persembahan kepada para dewa ( disebut swaha ). Dengan jamuan maka karma dari doa para tamu undangan menjadi milik sang yajamana. yaitu persembahan makanan untuk sesama manusia. Brahma Yadnya. d. adalah persembahan tarpana dan air kepada leluhur.

Dari beberapa sumber di atas yang lebih tepat digunakan sebagai dasar pelaksanaan yadnya di Indonesia adalah Lontas Agastya Parwa. b. Pitra Yadnya adalah mempersembahkan puja dan banetn kepada leluhur. yaitu persembahan dengan menghormati pendeta dan membaca kitab suci. c. 4. Dewa Yadnya dilaksanakan terutama dalam rangka memenuhi kewajiban Dewa Rna. Rsi Yadnya. Lontar Korawa Srama a. keikhlasan. yaitu persembahan dengan minyak dan biji-bijian kehadapan Dewa Siwa dan Dewa Agni di tempat pemujaan dewa. yaitu upacara kematian agar roh yang meninggal mencapai alam Siwa. buah-buahan. Manusa Yadnya. Pelaksanaan Dewa Yadnya dapat dilakukan dengan berbagai bentuk. Lontar Agastya Parwa Penjelasan tentang Panca Yadnya dari lontar Agastya Parwa adalah yang menjadi acuan utama pelaksanaan yadnya di Indonesia. adalah mempersembahkan puja dan banten kepada bhuta. adalah persembahan punia. Manusa Yadnya adalah persembahan makanan kepada masyarakat. penuh tanggung jawab dan menjadikan aktivitas tersebut sebagai persembahan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagaimana sabda Tuhan melalui Bahagawad Gita dalam beberapa sloka seperti : Pendidikan Agama Hindu 41/76 . Dewa Yadya. f. c. Aktivitas kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan menjadi yadnya dengan cara melaksanakan semua aktivitas yang didasari oleh kesadaran. Menurut lontar ini Panca yadnya adalah : a. Bhuta Yadnya.3. makanan. Rsi Yadnya. yakni hutang hidup kepada Ida Sang Hyang Widhi. dan barang yang tidak mudah rusak kepada para Maha Rsi. Tetapi dalam konteks pengertian dan pelaksanaannya mengacu pada penjelasan-penjelasan Kitab Weda sehingga di Indonesia Panca Yadnya dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Dewa Yadnya. yaitu persembahan dengan mensejahterakan tumbuhan dan menyelenggarakan upacara tawur serta upacara panca wali krama. d. Dalam lontar Korawa Srama terdapat penjelasan Panca yadnya sebagai berikut: b. adalah persembahan yang tulus iklhas kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan segala manifestasinya. e. e. Pitra Yadnya. yaitu persembahan dengan memberi makanan kepada masyarakat. Bhuta Yadnya. Dewa Yadnya. adalah persembahan dengan sesajen dan mengucapkan Sruti dan Stawa pada waktu bulan purnama. d.

9 ) Artinya: Kecuali kerja yang dilakukan sebagai dan untuk tujuan pengorbanan.25 ) Artinya: Seperti orang bodoh yang bekerja karena pamrih dari kegiatannya. III. demikian pula hendaknya orang Bhàrata terpelajar bekerja. Tad-artham karma kaunteya mukta-saògaá samàcara ( Bhagawad Gita. tetapi tanpa pamrih dan semata-mata dengan keinginan untuk memelihara kesejahteraan tatanan dunia ini saja. dunia ini terbelenggu oleh kegiatan kerja. III.19 ) Artinya: Oleh karena itu. lakukanlah selalu kegiatan kerja yang harus dilakukan. Saktàá karmaóy awidwàmso yathà kurwanti bhæata. wahai putra Kunti ( Arjuna).Yajòàathàt karmano ‘nyatra loko ‘yaý karma-bandhanah. wahai ( Arjuna ). karena dengan melakukan kerja tanpa pamrih seperti itu membuat manusia mencapai tingkatan tertinggi. Pendidikan Agama Hindu 42/76 . lakukanlah kegiatanmu sebagai pengorbanan dan jangan terikat dengan hasilnya. Tasmàd asaktaá satataý kàryaý karmasamàcara. Kuryàd widwàýs tathàsaktaú cikìrûur loka-saògraham ( Bhagawad Gita. Oleh karena itu. Asakto hy àcaran karma param àpnoti pùrsaá ( Bhagawad Gita. tanpa keterikatan. III.

mukur. Upacara ini biasanya dilakukan untuk orang yang waktu meninggal telah mekingsan ring geni.  Asti Wedana yaitu upacara pengabenan dengan membakar jenasah yang sudah berbentuk tulang ( sudah dikubur terlebih dahulu). Menurut Hindu atas jasa para rsi dan orang suci ini menyebabkan kita memiliki hutang yang disebut Rsi Rna.  Ngerca Wedana yaitu upaca ngaben dengan membakar simbol sebagai pengganti tulang/jenasah orang yang sudah meninggal. Di Bali Upacara Pitra Yadnya dikenal memiliki beberapa tingkatan seperti : a. Upacara ini dikenal juga dengan nama SWASTA. b. adalah persembahan yang tulus ikhlas kepada para rsi dan orang suci. Pendidikan Agama Hindu 43/76 . Dalam Kitab Suci Bhagawad Gita banyak dijelaskan berbagai bentuk yadnya yang Satwika. Pitra Yadnya. atau juga jenasah yang dikubur tetapi tulangnya tidak ditemukan. Jika semua yadnya yang dilaksanakan dengan tujuan sebagai persembahan kepada Tuhan maka jadilah yadnya tersebut Satwika. hormat dan bakti serta melayani para sulinggih/ orang suci secara tulus ikhlas. Atma Wedana. Oleh karena itu hutang hidup ini harus dibayar dengan bentuk Upacara Pitra Yadnya. c. adalah pengorbanan yang tulus ikhlas untuk para leluhur dan orang tua. maligia. Dalam melaksanakan upacara seharusnya sang yajamana menghaturkan punia daksina pada sulinggih/ pemuput karya yang sesuai. yakni upacara perawatan dan penyelesaian jenasah seperti dikubur ( mekingsan ring pertiwi ). 2. Asti Wedana yaitu tingkatan upacara pitra yadnya yang lebih tinggi yang umumnya disebut NGABEN. Pitra yadnya wajib dilakukan untuk membayar hutang hidup kepada orang tua dan leluhur yang disebut Pitra Rna. Pelaksanaan yadnya ini sebagai wujud terima kasih atas segala jasa yang telah diberikan oleh para rsi dan orang suci pada kita . Sawa Prateka. ngeroras. atau meninggal tetapi jenasahnya tidak ditemukan ( misalnya meninggal di laut atau di hutan ). 3.Selanjutnya jika kita beryadnya dalam bentuk dana/harta . Bentuk asti wedana adalah :  Sawa Wedana yaitu upacara ngaben bila yang dibakar adalah jenasah. yaitu upacara tingkat berikutnya yang bertujuan lebih menyempurnakan jiwatman yang telah diabenkan dari alam surga menuju alam dewa/moksa. Sedangkan bentuk lain Rsi Yadnya adalah dengan melaksanakan ajaran-ajaran suci para rsi. Contoh Rsi Yadnya yang berbentuk Upakara adalah Rsi Bojana. dibakar ( mekingsan ring geni) dsb. atau yadnya dalam bentuk tapa serta yadnya dalam bentuk persembahan/upakara haruslah dilakukan dengan ikhlas dan tanpa pamrih. Rsi Yadnya. atau beryadnya dalam bentuk jnana (pengetahuan). Bentuk atma wedana antara lain.Tanpa ada leluhur dan orang tua sangat mustahil kita akan lahir di dunia ini. sebab jika tidak maka karma baik atas upacara yadnya yang dilaksanakan akan menjadi milik sang pemuput karya.

Selama ini pemahaman sebagian umat Hindu bahwa manusa yadnya semata-mata upacara yang dilaksanakan oleh orang tua bagi anak-anaknya. dan karma sepanjang tujuan yadnya tersebut adalah untuk kebahagiaan hidup manusia. Jika memahami pengertian manusa yadnya. serta peruntukannya bukan hanya untuk anak ( keturunan sendiri). Jadi pitra yadnya dalam kaitan kewajiban sebagai siswa adalah dengan belajar sebaikbaiknya sebagaimana harapan orang tua. Butha Yadnya. Melayani orang tua semasih hidup dengan ikhlas serta tidak mengecewakan dan menyakiti hati orang tua adalah merupakan pitra yadnya utama. serta tindakantindakan lain yang dapat menjadi penyebab bencana alam. bayu dan idep memiliki peranan penting dalam menciptakan keharmonisan kehidupan.Disamping bentuk upacara pitra yadnya sebagaimana dijelaskan di atas yang lebih penting dilakukan masa kini adalah bagaimana usaha kita untuk menjunjung nama baik dan kehormatan leluhur dan orang tua. tetapi bagi semua manusia tanpa memandang suku. Tujuan bhuta yadnya adalah agar para bhuta kala “somya”. Jadi semua mahluk termasuk para bhuta memiliki hak hidup. upacara. adalah pengorbanan yang tulus ikhlas untuk kebahagiaan hidup manusia. Bentuk manusa yadnya bisa bermacam-macam seperti yadnya dalam bentuk dana. E. 4. sempurna kembali menuju alamnya sendiri dan tidak mengganggu kehidupan manusia. agama maupun golongan. Demikian pula memberikan dana punia untuk pendidikan anak bagi keluarga tidak mampu atau melaksanakan bhakti sosial pengobatan bagi masayarakat kurang mampu juga termasuk manusa yadnya. maka bentuknya tidak selalu upacara. Artinya jika kita memberikan nasehat atau ilmu kepada orang lain yang menyebabkan orang tersebut memperoleh kebahagiaan hidup maka itu tergolong juga manusa yadnya. Dengan demikian maka sasaran manusa yadnya bukan hanya untuk anak/ keturunan sendiri. Manusa Yadnya. hutan lindung. jnana. tidak merusak mata air. sejak dalam kandungan sampai menuju grahasta ( perkawinan). Manusia sebagai mahluk yang memiliki sabda. PENILAIAN YADNYA Pendidikan Agama Hindu 44/76 . Menurut konsep Hindu bahwa semua yang ada di dunia ini adalah ciptaan Hyang Widhi yang memiliki fungsi tersendiri dalam memutar roda kehidupan. Oleh karena itu manusia melaksanakan bhuta yadnya agar keseimbangan hidup tercipta. adalah pengorbanan yang tulus iklhas untuk para butha agar tercipta kedamaian dan keharmonisan hidup di dunia. 5. Secara sekala wujud bhuta yadnya adalah usaha kita agar menjaga kelestarian alam. Sesuai dengan pengertian tersebut maka segala bentuk pengobanan yang bertujuan untuk kebahagiaan hidup manusia adalah tergolong manusa yadnya.

Pendidikan Agama Hindu 45/76 . maka kita dapat berharap bahwa hidup ini tidak akan sia-sia.Dari uraian di atas maka kita akan dapat menilai diri sendiri tentang yadnya yang kita lakukan. apakah tergolong utma. Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah : Bentuk apakah yadnya yang kita lakukan? Selanjutnya kita dapat bertanya apakah yandya yang kita lakukan tergoong Nitya Yadnya ataukah Naimitika Yadnya? Jika Yadnya tersebut berkaitan dengan materi. Manusia. Rsi. ataukah Bhuta? Terakhir sebagai tolok ukur karma yang paling penting harus kita nilai apakah yadnya yang kita lakukan bersifat Satwam. Untuk itu kita perlu secara jujur menjawab beberapa pertanyaan untuk dianalisa kemudian menilai atas yadnya yang kita laksanakan. Pitra. Rajas ataukah Tamas? Dengan melakukan penilaian diri terhadap setiap tindakan karma. Hidup ini adalah untuk meningkatkan kwalitas karma jiwatman sebagaimana yang disampaikan dalam kitab Sarasamuscaya . madya. ataukah nista? Selanjutnya kita harus menggoongkan lagi kepada siapakah yadnya tersebut ditujukan? Apakah kepada Ida Sang Hyang Widhi. sloka 2.

Kegiatan/Peristiwa b. Penilaian NO Penialaian 1 Bentuk : 2 3 4 5 Waktu Pelaksanaan : Materi : Tujuan : Kwalitas : Alasan Pendidikan Agama Hindu 46/76 . PENDALAMAN MATERI Tugas siswa : 1. Untuk memudahkan dapat digunakan format berikut ini. Carilah sloka-sloka Bhagawad Gita yang berkaitan dengan bentuk-bentuk yadnya 2.F. PENGALAMAN YADNYA a. Kemudian berikan penilaian atas pengalaman yadnya tersebut dengan alasannya masingmasing. Buatlah tulisan tentang pengalaman pribadi anda minimal dua pengalaman yang dapat digolongkan sebagai yadnya.

petunjuk . Tanpa pemahaman tattwa yang benar maka yadnya bisa menyimpang dari tujuan utama. dan sila yang berarti tingkah laku/perbuatan. Jadi susila adalah perbuatan atau tingkah laku yang baik dan benar. PENDAHULUAN Susila adalah bagian dari tiga kerangka Agama Hindu yakni. Contoh sederhana penggambarannya adalah jika kita akan menuju suatu tempat. Tatwa. sesama manusia . Pendidikan Agama Hindu 47/76 . Sebaliknya meskipun pelaksanaan yadnya secara tattwa benar. Dalam konsep Hindu aktivitas kehidupan manusia khususnya dalam kaitan keagamaan maka tiga kerangka tersebut harus merupakan satu kesatuan dalam pelaksanaannya. berbagai jalan atau arah yang bisa dilalui menuju tempat tujuan. dan Upacara ( Yadnya ). maka tattwa akan memberikan pengetahuan pada kita tentang situasi daerah yang akan dituju. Kemudian seseorang yang memiliki tattwa tinggi juga mengetahui aturan susila tetapi tanpa diikuti dengan tindakan nyata ( dalam bentuk yadnya). Umat Hindu harus memahami tattwa dan mematuhi susila setiap yadnya/upacara yang dilaksanakan. Menunjukkan prilaku sebagai implementasi ajaran Tat Twam Asi Uraian Materi A. Susila berasal dari kata Su yang berarti baik. serta berbagai fasilitas yang dapat digunakan untuk menuju tempat tersebut. karena pada hakekatnya pahala karma hanya akan diperoleh melalui kerja ( yadnya). Susila ( etika ) . Sedangkan Susila adalah rambu-rambu . maka pengetahuan tattwa dan susilanya tidak memberikan karma apapun. serta interaksi dengan alam. Susila adalah aturan-aturan moral dalam segala tindakan serta komunikasi manusia dengan Tuhan. Jika rambu-rambu dan aturan ini dilanggar kemungkinan kita akan tersesat atau bahkan celaka. Tattwa adalah hakekat atau filsafat agama.BAB VI SUSILA Standar Kompetensi Memahami Tat Twam Asi sebagai landasan etika dan moral Tujuan akhir pembelajaran 1. Sedangkan Yadnya/Upacara adalah aktivitas nyata umat Hindu dalam merealisasikan Tattwa Agama dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mampu menjelaskan pengertian tat twam asi 2. Istilah lain dai Susila adalah Etika/Etiket. serta aturan yang harus diikuti dan dipatuhi sehingga dapat sampai pada tujuan dengan selamat. tetapi mengabaikan etika maka yadnya menjadi tidak sempurna.

Inilah Yadnya. sehingga tercipta keseimbangan dan keharmonisan antara konsep dengan pelaksanaannya. jika tidak bergerak/ diam di tempat maka selamanya kita tidak akan pernah sampai pada tujuan. Ada etika/aturan yang harus Pendidikan Agama Hindu 48/76 . Dengan susila maka manusia dapat melaksanakan yadnya dengan berbagai kondisi tanpa menyimpang dari tattwanya. Contohnya bumi berputar pada porosnya dan mengitari matahari. Planet-planet berputar mengelilingi bumi dan bersama bumi mengelilingi matahari. Ajaran ini disebut Tri Hita Karana ( tiga faktor penyebab terwujudnya kebahagiaan ). Semua yang ada di alam bebas maupun di dunia harus mengikuti aturan dalam pergerakannya.Contohnya adalah saling menghormati hak asasi manusia ( HAM). Manusia memiliki peranan utama dalam mewujudkan keharmonisan antara ketiga faktor tersebut. peraturan pemerintah dan sebagainya. Alam semesta memiliki aturan / hukum tersendiri dalam pergerakannya yang disebut RTA ( hukum alam). Meskipun kita mengetahui secara jelas gambaran tentang lokasi yang akan dituju serta semua aturan dan rambunya. Disamping itu ada juga aturan dalam bernegara dan berbangsa dalam bentuk hukum negara/ udang-undang.Akhirnya berdasarkan pengetahuan tattwa yang dimiliki haruslah kita bergerak. PERANAN SUSILA DALAM MEWUJUDKAN TRI HITA KARANA Dalam konsep ajaran Hindu bahwa kebahagiaan hanya akan terwujud jika adanya hubungan yang harmonis antara manusia dengan manusia. Tuhan menciptakan RTA ( hukum alam ) untuk kehidupan. bangsa. dan agama. Dari ketiga kerangka tersebut SUSILA memegang peranan penting yang menjembatani antara Tattwa dengan Yadnya. manusia dengan Tuhan . B. dan manusia dengan alam . Dalam kehidupan ini semua aktivitas memiliki aturan/etika/susila. Jika aturan ini tidak diikuti maka pasti akan terjadi kekacauan. manusia memiliki kelebihan dalam menerima ajaran-ajaran susila/ etika dalam menghubungkandiri dengan Tuhan (sembahyang). Jika salah satu bagian alam ini tidak mengikuti aturan maka akan terjadi kehancuran. Artinya berlaku bagi semua manusia di seluruh dunia tanpa memandang suku. . Aturan/susila itu dapat bersifat universal/global. Manusia dengan kecerdasan yang dimilikinya dapat membuat aturan-aturan dalam berinteraksi sesama manusia. Manusia sebagai mahluk yang paling sempurna diantara mahluk lainnya di bumi memiliki peranan utama dalam menegakkan aturan. dimana setiap daerah memiliki kekhasan tersendiri sebagai budaya lokal. Ada juga aturan / etika dalam berprilaku sosial kemasyarakan. berjalan sesuai dengan fasilitas yang tersedia dan mengikuti aturan ( susila) yang ada barulah kita bisa mencapai tujuan. Dalam mewujudkan keharmonisan antara manusia dengan Tuhan. ras. semua aktivitasnya memiliki aturan. Demikian juga dalam kehidupan di dunia.

misalnya persembahyangan di pura. Alam secara kodrati hanya akan memberikan reaksi terhadap segala perlakuan manusia kepada alam itu sendiri. Dengan pemahaman ini maka Hindu mengajarkan agar manusia tidak Pendidikan Agama Hindu 49/76 .Tat artinya itu (dia). Jadi di setiap mahluk hidup khususnya manusia memiliki unsur kekuatan hidup yang sama. Jika aturan/etika ini dilanggar maka dipastikan keharmonisan tidak akan terwujud. dan Asi artinya adalah. baik hubungan secara pribadi. serta pembangunan gedung/perumahan tanpa memperhatikan penyerapan dan saluran sanitasi yang baik maka terjadi banjir disetiap musim hujan. pemanasan global . merusak sempadan sungai. Twam artinya kamu. 2. Dari uraian singkat di atas dapat disimpulkan bahwa : 1. demikian juga sebaliknya. saling menghormati. dan wujud manusia karena perbedaan pengaruh Triguna dan karma wasana. Tat twam asi bersumber pada ajaran Hindu bahwa Tuhan / Brahman menciptakan alam semesta beserta segala isinya dari diriNYa sendiri melalui tapa/yadnya. Tat Twam Asi adalah esensial filsafat Hindu dalam ajaran susila yang bersifat universal dan tanpa batas. sifat. Manusia dengan kecerdasan yang dimilikinya dapat menciptakan aturan/etika dalam hubungan dengan sesama manusia. Sedangkan hubungan manusia dengan alam jelas yang paling menentukan adalah manusia itu sendiri.diikuti dalam melakukan hubungan dengan Tuhan. seperti banjir bandang . saling menolong sehingga terwujud kedamaian dan kebahagiaan. manusia dengan Tuhan dan manusia dengan alam maka manusia harus memahami dan mengikuti aturan/susila dalam melaksanakan masingmasing hubungan tersebut. Jadi Tat Twam Asi berarti dia adalah engkau. Tat Twam Asi adalah sumber utama ajaran cinta kasih agar manusia dapat saling menghargai. Dewasa ini banyak terjadi bencana alam. maupun secara kolektif ( bersama-sama). Penggundulan hutan dengan ilegal loging maka terjadilah banjir bandang. dan sebagainya. Untuk jenis-jenis persembahyangan tertentu juga memiliki aturan yang berbeda. jika ditelusuri maka semua itu adalah akibat ulah manusia sendiri yang tidak mengikuti aturan / etika dalam mengelola alam. Perbedaan pribadi . yaitu percikan suci Tuhan. serta hubungan dengan alam C. Etika persembahyangan pribadi tidak dapat diterapkan pada persembahyangan bersama. hubungan dengan Tuhan. TAT TWAM ASI Konsep dasar ajaran kesusilaan Hindu dalam hubungan antara sesama manusia dikupas dalam Kitab Candogya Upanishad yang dalam salah satu sloka ada disebutkan Tat Twam Asi. Agar terwujud keharmonisan antara manusia dengan manusia. Membuang sampah pada aliran sungai. Selanjutnya mahluk hidup memilki atman sebagai percikan suci Ida Sang Hyang Widhi.

Pendidikan Agama Hindu 50/76 . Bahwa dalam setiap kehidupan ada percikan suci Ida Sang Hyang Widhi sehingga wajib dihormati dan dikasihi tanpa memandang batasan tertentu.memandang manusia lainnya hanya dari segi fisiknya saja. Hindu mengajarkan agar kita memandang semua mahluk hidup diciptakan dan bersumber dari asal yang sama.

Oleh karena itu maka jika ita mendengarkan musik dengan suara keras pada waktu orang lain istirahat berarti melanggar hak pribadi orang lain. Dengan demikian maka diharapkan dalam hubungan sosial manusia dapat mencapai kebahagiaan. Dalam memenuhi kebutuhan pribadi tidak boleh mengorbankan hak pribadi orang lain. Meskipun di masyarakat secara umum sudah dikenal tentang tata susila yang berlaku namun seringkali orang melanggar tata susila itu. hak mendapatkan kasih sayang dan sebagainya. Manusia adalah mahluk individu sekaligus mahluk sosial. hak memiliki.Untuk bisa mengimplementasikan ajaran Tat Twam Asi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka setiap individu memiliki hak secara pribadi. Dalam rangka mengatur hubungan sosial masyarakat maka dibutuhkan aturan tingkah laku yang disebut tata susila. Demikian juga untuk memenuhi kebutuhan pribadi yang sama orang melakukan kerjasama. Untuk memenuhi kebutuhan pribadi seseorang membutuhkan pertolongan orang lain. Hak-hak tersebut antara lain. Dalam hubungan sosial maka hak pribadi merupakan batas bagi orang lain untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Tetapi harus diingat bahwa ada hak orang lain untuk beristirahaT dan tidak diganggu oleh kebisingan. Pendidikan Agama Hindu 51/76 . hak untuk hidup .  Agar cinta kasih dalam diri dapat tumbuh dan berkembang maka kita harus belajar mengurangi keakuan ( egoisme). hak perlindungan. yang paling utama harus dilakukan adalah:  Mengembangkan cinta kasih sesama. Pelanggaran tata susila terjadi biasanya dilakukan oleh orang-orang yang kurang mampu mengedalikan diri. Contohnya. Secara jasmani setiap individu ingin mencapai kesenangan dan secara rohani setiap orang ingin mendapatkan kebahagiaan. untuk ini kita perlu melatih pengekangan diri untuk mengurangi rasa ego. Sebagai mahluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri. Contoh. kapanpun kita suka. Jadi dalam hal ini orang-orang bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan pribadi yang sama. kita punya hak untuk mendengarkan musik dari tape milik kita sendiri. apalagi di jaman sekarang sangatlah mustahil manusia hidup tanpa berhubungan dengan orang lain. Manusia memiliki kebutuhan pribadi baik kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohani. Jadi dalam memenuhi kebutuhan pribadi kita harus membatasi diri jangan sampai melanggar hak orang lain. agar setiap individu dalam satu lingkungan aman/terhindar dari serangan penyakit demam berdarah maka mereka bekerjasama bergotong royong membersihkan lingkungan dari kemungkinan tempat-tempat nyamuk bersarang. Hal ini tentu saja akan menimbulkan ketidak harmonisan dalam sosial kemasyarakatan. Hanya mengutamakan kepentingan pribadi tanpa memperhatikan adanya kepentingan orang lain. Secara individu manusia memiliki rasa keakuan ( ahamkara ).

Dalam membina hubungan sosial inilah kita perlu memahami dan mengamalkan ajaran Tat Twam Asi. budhi (kemampuan mengambil keputusan benar atau salah ). keluarga serta tetangga atau teman.  Melaksanakan ajaran Catur Paramita. Dalam memenuhi sandang kita perlu orang yang menjual pakaian atau bahan untuk membuat pakaian. Dalam memenuhi kebutuhan pangan misalnya.Konsep ajaran Tat Twam Asi jika dimaknai dan dihayati dengan benar maka dapat dijadikan sebagai kunci pembuka kasih di hati sehingga dapat secara perlahan mengurangi rasa keakuan/ego ( ahamkara ). seperti kebutuhan sandang. IMPLEMENTASI TAT TWAM ASI Di dunia manusia memegang peranan utama dalam mewujudkan hubungan harmonis antara manusia.  Melaksanakan ajaran Tri Parartha. kita perlu orang yang menjual makanan atau bahan untuk membuat makanan. Demikian juga dalam memenuhi kebutuhan kasih sayang kita memerlukan suami/istri. Dengan daya pikir tersebut kita dapat melakukan yadnya utuk menyucikan diri sendiri serta menyucikan alam. Manusia adalah mahluk individu sekaligus mahluk sosial. Sang Pencipta. Sebagai implementasi ajaran tat twam asi ada beberapa konsep yang dapat kita pedomani antara lain :  Memandang semua manusia adalah sama. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pribadi tersebut kita sebagai mahluk pribadi tidak dapat memenuhi semuanya sendiri. Dalam Kitab Yajur Weda Adyaya 40. dan ahamkara ( rasa keakuan sebagai motivasi bertindak) yang ada dalam diri sehingga menjadi seimbang dan mengutamakan bahwa hubungan harmonis sesama manusia adalah kebutuhan utama dalam hidup ini. serta kebutuhan kasih sayang. kita harus bisa mengolah manah ( pikiran ). Memandang semua manusia adalah sama. Sebagai individu kita memiliki kebutuhan-kebutuhan pribadi yang harus dipenuhi. papan. 1. kita perlu bantuan dan kerjasama dengan orang lain. Dalam kaitan memenuhi kebutuhan pribadi yang berhubungan dengan orang lain inilah kita disebut sebagai mahluk sosial. anak. D. orang tua.  Merasakan penderitaan orang lain. sloka 7 disebukan : Pendidikan Agama Hindu 52/76 . Setiap individu berhak untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Hal ini karena diantara semua mahluk ciptaan Ida Sang Hyang Widhi hanya manusia yang diberikan idep ( daya pikir ). pangan. alam lingkungan serta Tuhan. Dalam ajaran Hindu dinyatakan bahwa manusia itu pada dasarnya adalah sama dan berasal dari sumber yang sama.  Melaksanakan Tri Kaya Parisudha. Dalam ranka membina hubungan harmonis sesama manusia.

Hanya saja pengaruh pola pikir yang sempit serta mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompoknya saja. Semua manusia pada dasarnya adalah saudara. Dari sinilah mulai timbul ketidakharmonisan. seperti suku. Pertama . bahwa di setIap manusia terdapat unsur utama yang sama yaitu atman. Sifat ego yang berlebihan cenderung mendorong manusia untuk mempertajam perbedaan-perbedaan. maka timbul tindakan-tindakan yang merugikan pihak lain. Banyak contoh-contoh penajamanpenajaman kelompok dan ras yang terjadi baik sebagai catatan sejarah maupun tradisi yang melekat di masyarakat sampai saat ini. bangsa. antar kelompok serta tindakan-tindakan yang merendahkan martabat kelompok lain juga sebagai contoh pengaruh ego ( rasa keakuan) menguasai manusia. disana ada sinar Tuhan yaitu Atman. orang tersebut tidak terikat dalam ikatan dan bebas dari kesedihan. semua memilik keinginan untuk hidup berdampingan secara damai. Merasakan penderitaan orang lain. Manas adalah pikiran sedangkan budhi adalah kemampuan manusia untuk mengolah dan merasakan baik dan benar. budaya dan tradisi bisa berbeda. Jadi jika kita membeda-bedakan orang berarti kita membeda-bedakan Hyang Widhi. ini berarti bahwa atman-atman yang ada pada setiap manusia adalah sama. budhi. Karena atman berasal dari Brahman maka pada tingkat kesadaran tertinggi semua atman-atman yang menghidupi semua manusia di dunia adalah sama. Dalam sloka di atas tersirat dua konsep pandangan Hindu atas keberadaan umat manusia. Terjadinya kerusuhan dan perkelahian antar warga.Seseorang yang menganggap seluruh umat manusia memiliki Atman yang sama dan dapat melihat semua manusia sebagai saudaranya. Warna kulit bisa berbeda. Dalam satu keluarga besar . 2. Pada dasarnya tidak ada satu orangpun di dunia ini yang ingin hidup dalam kekacauan. badan jasmani serta pribadinya. Manusia diciptakan lengkap dengan manas. Sama-sama memiliki sinar Tuhan. Semua ingin hidup damai dan harmonis. tingkat ekonomi dan sosial juga bisa berbeda. warna kulit. sedangkan ahamkara lebih menitik beratkan Pendidikan Agama Hindu 53/76 . Terjadinya sejarah penjajahan suatu bangsa adalah contoh perlakuan yang membedakan derajat manusia. tetapi spirit kehidupan setiap orang sama. kasta dan sebagainya. Atman adalah kesadaran kesadaran murni yang memuliki sifat sama dengan Brahman ( Atman Brahman Aikyam). dan ahamkara. Dengan pemahaman ini maka kita seharusnya belajar untuk memandang setiap orang adalah sama. Atman adalah percikan-percikan terkecil dari Brahman ( Hyang Widhi). Selanjutnya konsep kedua dalam sloka di atas juga mengajarkan pada kita bahwa semua manusia di seluruh dunia adalah sebuah keluarga besar. Kenapa? Karena semua bersumber dari yang satu yaitu Brahman. kita tidak boleh membedakan derajat manusia hanya dari sisi luarnya saja. Perbedaannya hanyalah pembungkus luarnya saja yakni. ras.

Karena dirasakan sebagai penderitaannya maka ia sendiri akan ikut aktif menanggulangi penderitaan orang lain. Ada orang yang mengalami duka paa saat tertenu. Kalau keadaan suka dan duka itu diatasi secara bersama-sama. Perpaduan antara budhi dan ahamkara pada seseorang sangat menentukan kualitas rasa/perasaan orang tersebut. Tiga untuk menjaga kesucian pikiran. Jika seseorang memiliki ahamkara yang tinggi tanpa dibarengi dengan olah budhi yang matang cenderung melahirkan sifat keakuan / ego yang tinggi. Melaksanakan Tri Kaya Parisudha (tiga prilaku yang disucikan). yang disebut Karma Patha. Justru penderitaan orang lain sering dijadikan ajang untuk mencari keuntungan guna memperkaya diri sendiri. patut dikembangkan sehingga dapat didayagunakan untuk mengatasi persoalan hidup masa kini dan masa yang akan datang. Di dalam kitab Sarasamuscaya 73-76 disebut sepuluh hal untuk menjaga kesucian Tri Kaya agar menjadi suci. dan pada saat itu juga ada orang lain yang mengalami keadaan suka. tidak dapat dirasakan secara bersamaan oleh semua manusia. Karena itu orang yang dalam keadaan suka seharusnya belapang dada membantu sesame yang sedang dirundung penderitaan. Sayang kebanyakan orang tidak menggunakan kesempátan mi untuk mengamalkan rasa kemanusiaannya. Tiap orang selalu mengalami suka dan duka dalam kehidupannya di dunia in Saat suka dan duka itu. Inilah hakekat dan ajaran Tat Twam Asi. maka berbagai beban hidup itu akan dirasakan ringan dan tidak terlalu menyusahkan. empat untuk menjaga kesucian kata-kata. Nilai-nilai tradisi yang dikandung oleh lembaga suka duka tradisional itu. Dalam kehidupan tradisional di Bali. Hanya mementingkan diri sendiri tanpa peduli pada keadaan maupun perasaan orang lain. dan tiga untuk menyucikan perbuatan/prilaku. Type orang seperti ini adalah selalu menuntut hak terlebih dahulu tetapi mengabaikan kewajibannya. Berikutnya jika seseorang memiliki perimbangan dalam penguasaan ahamkara dan memiliki budhi ang tinggi maka orang tersebut akan senantiasa memikirkan rasa dan kepentingan orang lain sebelum bertindak untuk kepentingan pribadinya. uamt Hindu mengatasi keadaan suka dan duka sudah sangat melembaga. Pendidikan Agama Hindu 54/76 . Dalam sistem kehidupan yang modem dewasa mi sesungguhnya banyak pihak yang mendapat kesempatan untuk mengamalkan rasa kemanusiaannya.pada rasa keakuan sebagai motivasi dasar untuk bertindak. Ukuran rasa kemanusiaan seseorang adalah apabila dia dapat merasakan pendertaan orang lain sebagai penderitaannya. 3. Ikut serta menanggulangi penderitaan orang lain adalah sesuai dengan kemampuan dan swadharma masing-masing.

sapuluh. wak. dan setelah dicemari oleh hawa nafsu disebut manah. manah kengèta. Di dalam kitab Sarasamuscaya. empat jumlahnya. sapuluh kwehnya. sehingga pikiran sering disebut Rajendria. widyatapobhyam bhutatma budhir jnanena cuddhyati “. V109) Artinya: Tubuh dibersihkan den gan air. tèlu. gerak tindakan. jiwa manusia dengan pelajaran suci dan tapa brata. sepuluh banyaknya yang patut dilaksanakan. pnda. V. Kalau raja ini tidak baik maka indria pun akan tampil tidak baik. (Manawa Dharmasastra. perbuatan yang timbul dari gerak badan. prawrttyaning káya. Sucikanlah pikiran dengan satya. tiga banyaknya. Artinya: Adalah karmapatha namanya. Dalam kehidupan manusia di dunia mi Pikiran paling menentukan kualitas prilaku manusia Pikiranlah yang mengatur gerak sepuluh indria. pat prawrttyaning käya. Karena itu proses penyucian pikiran disebut “manacika parisudha”.a. prawrttyaning manah sakarèng. Demikianlah pada hakekatnya pikiran tersebut selalu dijaga kesuciannya dengan satya/kebenaran/kejujuran. Ada tiga cara melakukan manacika atau penyucian pikiran yaitu: 1) Tidak menginginkan dan tidak dengki terhadap milik orang lain Pendidikan Agama Hindu 55/76 . kecerdasan dengan dengan pengetahuan yang benar. tiga banyaknya. kramanya. perilaku perkataan. Manacika. yaitu pengendalian hawa nafsu. pikiran disucikan den gan kebenaran. Pikiran yang masih suci tanpa dicemari oleh hawa nafsu disebut citta.jadi sepuluh banyaknya. perinciannya gerak pikiran. seperti diuraikan dalam kitab Manawa Dharmasastra. perkataan dan pikiran itulah patut diperhatikan . 73-74 disebutkan: Hana karmapatha ngaranya kahrtaningindriya. ulahaning wàk. ulahakèna.109 sebagai berikut: “Adbhirgatrani çuddhyanti manah satyena çuddhyati. Oleh karena itu kuatkanlah pikiran agar pikiran tersebut yang mengatur laku indria. tèlu kwehnya.

manemu mitra Artinya: Oleh perkataan engkau akan mendapatkan bahagia. Semua makhluk hidup berasal dan atma yang sama yaitu Ida Sang Hyang Widhi. Pendidikan Agama Hindu 56/76 .3 sebagai berikut: Wasita Wasita Wasita Wasita nimittanta nimittanta nimittanta nimittanta manemu laksmi. Pikiran akan menjadi suci (ning) bila tidak menginginkan milik orang lain serta tidak membenci milik orang lain .Perbuatan ini dapat menimbulkan kecendrungan yang negatif. entah kapan. Harus kita yakini benar kesungguhan hukum Tuhan tersebut. b. Beliau mentakdirkan ada makhluk yang bernasib baik dan ada yang bernasib buruk sesuai dan karmanya masingmasing. Orang yang selalu berusaha mengedalikan pikiran dan diarahkan pada niat SUCi akan jarang mendapat persoalan sulit dalam kehidupannya dimasyarakat. 2) Tidak berpikir buruk terhadap orang lain dan kepada semua makhluk. Kata-kata ibarat pisau bermata dua. Oleh perkataan engkau akan mendapatkan sahabat. 3) Tidak mengingkari hukum karmaphala. Orang yang hidup sehat dan berumur panjang salah satu penyebabnya karena ia menumbuhkan rasa cinta kasih pada semua makhluk. Oleh perkataan engkau akan menemui ajalmu. pati kapangguh. Sifat ini timbul karena kurang tumbuhnya rasa kasih sayang terhadap sesama. disatu pihak akan bisa mendatangkan kebahagiaan dan dilain pihak akan bisa mendatangkan penderitaan bahkan kematian. Hal ini sangat penting untuk dipahami dan dihayati. Nasib baik yang ia tenima saat ini pasti karena perbuatan baik sebelumnya yang ia lakukan. Wacika adalah perkataan yang baik (suci). Sedangkan perbuatan buruk yang dilakukan saat ini sudah pasti akibatnya akan diterima kelak. Hidup dalam keadaan in akan membuat kita menderita. siapa yang berbuat baik akan mendapat pahala yang baik dan siapa yang berbuat buruk sudah dapat dipastikan akan mendapatkan hasil yang buruk. seperti rasa in. itu pun karena hukum karma phala juga. Wacika. Oleh perkataan engkau akan men dapatkan kesusahan. seperti termuat dalam kitab Nitisastra sargah V. Meskipun kita melihat orang berbuat buruk pada saat ini dan kenyataannya ia bemasib baik. manemu duhka.

kalau diucapkan dengan kata-kata yang kasar maka fiat baik itu akan turun nilainya (menjadi tidak baik). baik kesucian yang mengucapkan maupun yang mendengarkan. Bagi yang mempunyai kebiasaan berkata kasar. Perlu diperhatikan. Kata-kata yang jahat yang terucap akan dapat mencemarkan vibrasi kesucian. Dalam persaingan hidup orang sering mengalahkan persaingan dengan cara memfitnah agar lawan dengan mudah dikalahkan. Menghilangkan kebiasaan berbohong mi haruslah dibiasakan untuk rela menerima apa adanya sesuai dengan karma Pendidikan Agama Hindu 57/76 . meskipun fiat baik. Kalau ia tidak mampu berbuat lebih dan kenyataan maka fitnahpun akan dipakai senjata agar ia kelihatan lebih dan yang lain. Kata-kata kasar itu sangat menyakitkan bagi yang mendengarkan . 3) Tidak memfitnah (raja pisuna). Agar ia kelihatan lebih dan orang lain bohongpun sering dilakukan. wak purusya (berkata kasar). berbohong dan sebagainya tidak usah dipelihara. berjuanglah untuk merubahnya. Oleh karena itu marilah kita sucikan wak/katakata sehingga menjadi “wacika” yaitu kata-kata yang suci. Cegahlah lidah agar tidak mengucapkan kata-kata fitnah. Ada empat cara (karma patha) untuk menyucikan perkataan yaitu: 1) Tidak berkatajahat (ujar ahala). Kebiasaan berbohong mi juga sering didorong oleh nafsu distinksi tadi.dan sesungguhnya akan dapat mengurangi vibrasi kesucian bagi yang mengucapkan.Demikianlah akibat dan perkataan yang diucapkan ada yang baik dan ada yang buruk. Karena dalam kata-kata yang jahat itu ada gelombang yang mengganggu keseimbangan vibrasi kesucian. mencaci. dan mencela. Salah sam sifat manusia yang dapat menimbulkan akibat negatif adalah yang disebut “distinksi” yaitu suatu dorongan untuk lebih dan orang lain. Kata-kata yang kotor seperti raja pisuna (fitnah). seperti menghardik. karena katakata yang suci mi akan dapat mengantarkan kita kepada sahabat atau mitra dan kepada kebahagiaan atau laksmi. 4) Tidak mengeluarkan kata-kata yang mengandung kebohongan. Berbohong juga sering dilakukan untuk menutupi kekurangan din. Kata-kata kotor atau buruk disebut Mada (dalam Tri Mala). Ada pepatah mengata’kan fitnah itu lebih kejam dan pembunuhan. sebab hal tersebut akan bisa mendatangkan penderitaan bahkan lebih fatal lagi bisa menyebabkan kematian. 2) Tidak berkata kasar (ujar aprgas).

Kebaikan itu hanya dapat diwujudkan dengan cara membiasakannya sampai melembaga dalam tingkah laku. Dalam kaitannya dengan memelihara tindakan kitab Sarasamuscaya sloka 76 menegaskan sebagai berikut: Pendidikan Agama Hindu 58/76 . maka seseorang akan mampu mngendalikan indrianya dan akan menyebabkan orang lain senang dan bahagia. Tindakan seseorang dapat menyebabkan orang menjadi senang. Hal mi memang memerlukan kesungguhan. Untuk melatih itu biasakanlah menyanyikan namanama Tuhan atau Dharmagita atau Mantram-mantram tertentu secara tents menerus. karena mengubah kebiasaan jelek memang tidak mudah. Artinya bila pikirannya dilandasi oleh fiat yang baik. Hal mi sangat ditentukan oleh pross berpikir scseorang. Pada mulanya memang dirasakan beban. sampai kebiasaan itu dapat dihapuskan. Kayika (perbuatan). tapi lama kelamaan akan menjadi kebutuhan. Tindakan atau perbuatan jasmani atau pisik merupakan upaya seseorang untuk mengaktualisasikan hasil proses berpikir dan apa yang diucapkan dengan kata-kata. Demikianlah empat hal yang harus dibiasakan agar tidak keluar dan lidah kita katakata yang tidak baik atau menyakitkan.kita. Orang yang demikian itu disebut “Sadhu” yaitu orang yang tidak melakukan kekerasan. bahagia dan atau sebaliknya menyakiti hati orang lain. c. itikad yang baik. Tindakan-tindakan yang suci mi perlu dipelihara.

melecehkan kesucian agama. merampok. Ring apatkala. bersendagurau. Adapun tiga tindakan suci tersebut adalah: 1) Tidak menyakiti atau tidak membunuh (ahimsa).Nihan yang tan ulahakena. 2) Tidak mencuri. ri pan gipyan tuwi singgahana jugeka. Intinya disini seseorang tidak terlalu terikat oleh bendabenda duniawi. Jika kesucian perbuatan tidak dijaga akan berakibat terjadinya pemaksaan terhadap orang lain yang berimbas kepada tidak adanya hubungan yang harmonis sehingga tidak akan tercapai kedamaian dihati. Kutipan sloka mi memberikan informasi tentang pentingnya kesucian tindakan seseorang. menerima suap dan tidak nepotisme serta tidak rakus. kedamaian dibumi dan kedamaian Pendidikan Agama Hindu 59/76 . mencuri berbuat zinah. Jika seseorang melakukan tindakan sebaliknya yaitu melakukan tindakan kekerasan maka akan terjadi pelanggaranpelanggaran hak asasi manusia seperti mempropokator umat agama lain untuk pindah ke agamanya sendiri. keadaan darurat dalam khayalan sekalipun. Ahimsa merupakan pengejawantahan masyarakat yang damai atau santih. baik dalam keadaan dirundung malang. Pada umumnya ahimsa diartikan tidak boleh membunuh atau tidak menyakiti secara pisik. hendaknya dihindari saja ketiganya itu. mengambil hak orang lain secara tidak sah. ketiganya jut jangan hendaknya dilakukan terhadap siapapun. baik secara berolok-olok. Hakekat dan manusia hidup didunia mi adalah bersaudara. agar tidak mclakukan perbuatan-perbuatan yang menyimpang atau asubha karma. syamatimati man gahalahal. Siparadara. Orang yang berhasil menumbuh kembangkan sifat-sifat kedewataan akan lebih mudah meraih karunia dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. namun sebenarnya walaupun tidak secara pisik tetapi bila segala perilaku itu menyebabkan orang lain sakit hatinya juga tergolong perbuatan himsa. nahan tang telu tan ulahakena ring asing ring paribasa. merendahkan martabat umat agama yang lain dan sebagainya. Ahimsa tergolong sifat-sifat kedewataan (daiwi sampat). serta senang melakukan amal. Artinya: Inilah yang tidak patut dilakukan : membunuh. Dengan terpeliharanya ajaran ahimsa berarti tidak ada kekerasan dalam kehidupan bersama didunia mi.

Adapun .3) diakhirat. ramah tamah. ia tetap tenang dan selalu berusaha membalas kejahatan dengan kebaikan (suka memaafkan) Guna lebih mudah dapat memahami ajaran catur paramita. c. 4. Berzinah merupakan perbuatan yang sangat hina dan terkutuk.. Perbuatan ini harus dikendalikan karena bisa menimbulkan kemerosotan moral. Banyak terjadi pelacuran atau tuna susila maka kehidupan kita sebagai manusia yang menjuiijung tinggi budaya dan agama akan menjadi hancur. maksudnya selalu memupuk rasa kasih sayang terhadap semua mahluk c. Catur paramita merupakan salah satu dan landasan atau pedoman untuk melaksanakan ajaran susila atau etika dalam ajaran agama Hindu. Mudita artinya selalu memperlihatkan wajah yang riang gembira dan sopan d. serta menarik hati segala prilakunya sehingga menyenangkan orang lain dan din pribadinya b. walaupun disinggung perasaannya oleh orang lain. Catur Paramita. Dan jika kesucian perbuatannya tidak dijaga maka baik terhadap sipelaku maupun orang lain akan mengalami kerugian. karena kalau itu dibiarkan maka kemerosotan moral akan makin memuncak. Mengadakan hubungan kelamin (sex) antara pria dan wanita dengan jalan tidak sah. d. artinya tidak atas dasar cinta sama cinta (perkosaan). ‘. Mengadakan hubungan kelamin dengan suami/istri orang lain. yakni tahu menempatkan diri dalam masyarakat. Mengadakan hubungan kelamin dengan paksa. dibawah ini disajikan beberapa bentuk larangan-larangan yang harus dipatuhi oleh umat manusia sebagai berikut: Pendidikan Agama Hindu 60/76 . Berzinah artinya sikap suka memperkosa wanita atau istri orang lain Adapun yang temasuk perbuatan berzinah (paradara) adalah: a. Karuna artinya belas kasihan. bagian-bagian dan ajaran catur paramita tersebut adalah a. Upeksa artinya senantiasa mengalah demi kebaikan. Mengadakan hubungan kelamin atau sex yang dilarang oleh agama. Maitri artinya senang mencari kawan dan bergaul. b. Larangan melakukan zinah itu memang wajar. Tidak berzinah.

Untk dapat berbuat mudita. maka pantang melakukan perbuatan yang menyebabkan terjadinya penderitaan. Untuk dapat berbuat karuna. Untuk dapat berbuat maitri. b. atau jangan memiliki rasa dengki dan in hati terhadap orang lain.a. tersiksa. c. kesengsaraan atau jangan bengis. maka kita jangan melakukan perbuatan yang membahayakan dan jangan membenci. Pendidikan Agama Hindu 61/76 . jangan melakukan perbuatan yang dapat menyebabkan orang lain susah.

Tri Parartha adalah ajaran agama Hindu untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan hidup baik di dunia maupun di akhirat. 3. Bhakti artinya hormat. dan kesukaaan hidup umat manusia. terdiri dari : 1. Asih artinya cinta kasth. Hidup saling mengasihi diantara kita adalah merupakan prilaku umat manusia utama yang dapat mengantarkan tercapainya kebahagiaan yang abadi (moksa). umat manusia tidak akan dapat berbuat banyak dalam hidup dan kehidupan mi. 2. kesejahteraan dan kebahagiaan adalah merupakan kebutuhan hidup umat manusia yang vital mesti dinikmati dalam hidup dan kehidupannya. kesejahteraan. Berdasarkan ajaran agama Hindu. keagungan. memandang rendah orang lain. dan semuanya itu hendaknya diwujudkan sebagai amal dan ibadah (yajna Pendidikan Agama Hindu 62/76 . menindas orang lain atau selalu berusaha untuk mengendalikan dorongan hawa nafsu jahat. dan bhakti merupakan ajaran agama Hindu yang patut dihayati dan diamalkan dalam hidup dan kehidupan mi. keselamatan. tulus ikhlas. maka pantang menghina orang lain. Kitab Rg Weda menyebutkan sebagai berikut: Ajaran berdhana punia yang didasari dengan cara bhakti dan rasa cinta kasih mempunyai suatu manfaat yang amat penting dalam hidup dan kehidupan mi.d. 5. Demikianlah ajaran Catur Paramita patut kita realisasikan dalam hidup dan kehidupan mi. Tanpa keselamatan dalam hidupnya. Adapun ajaran Tri Paratha yang dimaksud dapat mengantarkan umat manusia mencapai keselamatan dan kebahagiaan serta kesejahteraan hidupnya. punya. selaras. kebahagiaan. sujud. Ajaran Catur Paramita sebagai realisasi dan ajaran Tat Twam Asi patut dijadikan pedoman oleh manusia untuk mewujudkan kehidupan mi yang sempurna. Tri Parartha berarti tiga prihal yang dapat menyebabkan terwujudnya kesempurnaan. Punya artinya dermawan. harmonis dan damai. Asih . Keselamatan. Tri Parartha. Dengan demikian diantara kita sesama makhluk ciptaan Tuhan hendaknya dapat hidup berdampingan serasi. Untuk dapat berbuat upeksa. manusia itu dapat menyelamatkan dirinya dengan jalan mengamalkan ajaran Tri Parartha. guna tetap tegaknya dharma.

Kemerosotan moral dapat dilihat di dalam tayangan-tayangan criminal seperti Sergap. dan keamanan. Kurang tertanamnya jiwa agama pada setiap individu yang ada dalam masyarakat. politik. maupun di tingkat rumah tangga. Pendidikan moral belum terlaksana sebagaimana mestinya. dan sebagainya. siaran-siaran. Diperkenalkannya secara populer obat-obatan dan sarana anti hamil. gambar-gambar. baik dalam bidang pendidikan. Semua umat Hindu hendaknya melakukan hal itu. ekonomi. norma-norma/aturan tentang tuntunan moral. Patroli. Keadaan masyarakat yang kurang stabil. 4. itu mungkin baru sebagian kecil yang diungkap. baik di lingkungan sekolah. masyarakat. 6. 2. Ajaran Tat Twam Asi sudah ditinggalkan menjadi individualistis. Banyaknya tulisan-tulisan. 3. 5. mewujudkan ajaran wairagya (tidak terikat akan pengaruh benda-benda duniawillahiriah) yang dapat memuaskan indria/nafsu belaka manusia secara pribadi. Situasi dan kondisi rumah tangga yang kurang stabil/baik. Adapun penyebabnya antara lain: 1. Namun dewasa ini rupa-rupanya kalau secara jujur kita akui kemerosotan moral semakin hari semakin bertambah. Tujuan pokok dan ajaran Tri Parartha (asih. Sesungguhnya banyak sekali tanda-tanda kemerosotan moral yang terjadi di lingkungan masyarakat baik itu dialami oleh anak-anak. maupun orang tha. Pendidikan Agama Hindu 63/76 . Kurang adanya individu/organisasi/lembaga yang memfasilitasi tempattempat bimbingan dan penyuluhan moral bagi anak-anak/remaja yang menganggur. karena itu adalah merupakan kewajibannya untuk menegakkan dharma. dan bhakti) ini adalah menumbuhkan sikap mental masing-masing pribadi umat manusia. 7. Buser. keseniankesenian yang kurang mengindahkan dasar-dasar. para remaja.karma). Itu suatu pertanda bahwa banyak orang sudah mulai melepaskan konsep etika yang ada pada dirinya. punia. sosial.

Weda Sruti 2. dari akar kata Crt Yang berarti mendengar langsung. Bila dibandingkan dengan ilmu politik Sruti adalah merupakan UUD nya Hindu sedangkan Smrti adalah UU Pokok dan UU. Kedua-duanya merupakan sumber Hukum yang mengikat yang harus diterima. (Dharma). Jadi Smrti merupakan. Weda Sruti Kata Sruti sesungguhnya berasal dan bahasa Sanskerta. Kelompok Weda Sruti isinya hanya memuat wahyu sedangkan kelompok Smrti isinya adalah sebagai ingatan kembali terhadap Sruti. Jadi Weda Sruti adalah Kelompok Weda yang ditulis oleh para Maha Rsi melalui pendengaran langsung dan wahyu Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan. te sartwarhawam imamsyo tabhyam dharmohi nirha bhau Artinya: Sesungguhnya Sruti (wahyu) adalah Weda demikian pula Smrti itu adalah Dharmasastra. sebagai berikut: Srutistu Weda Wijneyo dharmacastram tu wai Smrtih. Pelaksanaannya adalah Nibandha. buku pedoman yang isinya tidak bertentangan dengan Sruti. 10) 1. (MDs. Oleh karena itu “Bhagawan Manu” menegaskan dalam kitabnya “Manawa Dharmasastra” 1110. 1. Kelompok Weda Sruti menurut Bhagawan Manu merupakan Weda yang sebenarnya ada Weda orisinal. Weda Smrti Pembagian dalam dua jenis ini dipakai selanjutnya untuk menamakan semua jenis buku yang dikelompokkan sebagai kitab Weda balk secara tradisional maupun secara institusional ilmiah. Menurut sifat isinya weda ini dibagi atas tiga bagian yaitu: 1) Bagian Mantra 2) Bagian Brahmana (Karma Kanda) 3) Bagian Upanisad/ Arnyaka (Jnana Kanda) Pendidikan Agama Hindu 64/76 . II.BAB VI KITAB SUCI WEDA SRUTI DAN WEDA SMRTI Rsi Manu membagi jenis isi Weda itu kedalam dua kelompok besar yang disebut. keduanya harus tidak boleh diragukan dalam hal apapun juga karena keduanya adalah kitab suci yang menjadi sumber dari agama Hindu.

merupakan kumpulan mantra-mantra memuat ajaran umum mengenai lagu-lagu pujaan. Wedasamhita 2) Sama Weda atau Samawedasamhita 3) Yayur Weda atau Yayurwedasamhita 4) Atharwa Weda atau Atharwawedasamhita Dari keempat kelompok Weda itu. Perbedaan pokok antara Yajur Weda Putih dengan Yajur Weda hitam hanya sedikit saja. Weda. yaitu: 1) Yajur Weda hitam (krsna Yajur Weda). Menurut penelitian Samaweda terdiri atas 1810 mantra. Yajur Weda putih terdiri atas mantra-mantra dan doa-doa yang harus diucapkan pendeta di dalam upacara. Yajur Weda terdiri atas mantra-mantra yang sebagian besar berasal dan Rg. yaitu: 1) Rg. ditambah dengan beberapa mantra tambahan baru. sedangkan mantra-mantra didalam Yajurweda hitam terdapat pula mantra-mantra yang menguraikan arti Yajna.1. Pembagian empat kelompok isi weda itu yaitu: 1) Rg Weda Samhita . pluralnya Yajumsi). Yajur Weda putih (Sukla yajurweda). Weda. Mantra Bagian mantra terdiri dan empat himpunan (samhita) yang disebut catur weda samhita.) 2) Yajur Weda putih (Sukla yajur weda. Pendidikan Agama Hindu 65/76 . yang juga disebut Maitraneyi samhita. merupakan kumpulan mantra-mantra yang memuat ajaran umum mengenai pokok-pokok yajnya (yajus. Yajur Weda hitam (Kresna yajurweda) yang terdiri atas beberapa resensi antara lain. atau kadang-kadang ada yang mengatakan 1875. Samaweda terdiri atas mantra-mantra yang berasal dari Rg. Jenis Weda ini ada dua macam yaitu: a.Ad. atau saman 3) Yayur Weda Samhita . merupakan kumpulan mantra-mantra yang memuat ajaran-ajaran umum dalam bentuk pujaan 2) Sama Weda Samhita . tiga kelompok pertama sering disebut-sebut sebagai mantra yang berdiri sendiri. Weda atau Rg. 4) Atharwa Weda samhita . Menurut Bhagawan Patanjali. b. Tambahan ini umumnya berbentuk prosa. Taitiriya samhita dan Maitrayanisamhita. Kitab mi terbagi atas dua aliran. kitab ini terdiri atas 101 resensi yang sebagian besar sudah lenyap. Karena itu disebut Trayi Weda atau “Tri Weda” Pengenalan catur weda hanya karena kenyataan Weda ini secara sistimatik telah dikelompokkan atas empat Weda. merupakan kumpulan mantra-mantra yang memuat ajaran yang bersifat magis (Atharwan). juga dikenal Wajasaneyi samhita). Bagian terakhir ini merupakan bagian tertua dari Yayur Weda itu.

Urwasi dan ceritra-ceritra tentang ikan. Demikian pula tiap-tiap mantra memiliki kitab-kitab Aranyaka atau Upanisad. Sebagaimana halnya dengan tiap-tiap mantra memiliki kitab Brahmana. Pendidikan Agama Hindu 66/76 . Resensi ini paling terkenal dan terbagi atas 21 buku b. Atharwa Weda mi memiliki kitab “Gopatha Brahmana” Ad. Resensi Saunaka. Kitab Rg.Atharwa Weda yang disebut atharwawedangira. Bagian Upanisad/Aranyaka Aranyaka atau Upanisad adalah himpunan mantra-mantra yang membahas berbagai aspek teori mengenai ke Tuhanan. Disamping itu ada pula “Sadwimsa Brahmana” Kitab ini terbagi atas 25 buku dimana bagian terakhir yang terkenal adalah kitab “Adhuta Brahmana” merupakan jenis “Wedangga” yang memuat mengenai ramalan-ramalan dan penjelasan mengenai berbagai mujijat. merupakan kumpulankumpulan mantra-mantra yang juga banyak berasal dan Rp. Jadi kitab Brahmana adalah kitab yang berisi himpunan doa-doa yang dipergunakan untuk keperluan upacara yajna. Resensi Paipplada ad. Kitab mi terpelihara dalam dua resensi yaitu: a. Himpunan mi merupakan bagian Jnana Kanda dari pada Weda Sruti. Bagian Brahmana (Karma Kanda) Bagian kedua yang terpenting dan kitab Sruti ini adalah bagian yang disebut “Brahmana” atau “Karma Kanda”. Kitab mi memiliki 5987 mantra (puisi dan prosa). Yajur Weda dan Atharwa Weda) memiliki Brahmana. Kitab Yajur weda memiliki beberapa kitab “Brahamana” Yajur weda hitam (krsna Yajur Weda) memiliki Taittiriya Brahmana. Kadang-kadang Brahmana diartikan penjelasan yang menjelaskan arti kata ucapan mantra. Yajur Weda putih (Sukia Yajurweda) memiliki Satapatha Brahmana. Punirawa. Bagian terakhir dan kitab mi merupakan sumber bagian kitab “Brhadaranyakapanisad”. Sama Weda. Weda memiliki dua jenis buku Brahmana yaitu Aitareya Brahmana dan Kausitaki Brahmana (Sankyana Brahmana). Brahmana berarti doa. Kitab Samaweda memiliki kitab Tandnya Brahmana yang juga sering dikenal dengan nama “Pancawimsa “. Himpunan buku-buku ini disebut Brahmana. 3. Nama ini disebut demikian karena kitab ini terdiri atas 100 adhyana.2. Di dalam kitab Brahmana ini mula-mula kita jumpai ceritra Sakuntala. Tiap-tiap mantra (Rg. Weda. Kitab mi memuat legenda (ceritera-ceritera kuno) yang dikaitkan dengan upacara Yajna. Himpunan ini merupakan bagian teori mengenai ke Tuhanan. Weda.

Hamsa. Sriniwasa Murti didalam introdusi kitab saiwa Upanisad mengemukakan bahwa tiap-tiap sakha (cabang ilmu) Weda merupakan satu upanisad. 2. Mahanarayana. Trisikhibrahmana. Nrsimhatapini. Atmaprabedha. Amrtabindu. Pasupata. Brhajjabala. Nirwana. Annapurna. Krsna. Sakanda. Chandogya. Semuanya berjumlah tiga Pendidikan Agama Hindu 67/76 . Pranagnikotra. Surya. Asartanada. Awyaka. Mudgala. Prramahamsa. Parabrahma. Niralambha. Ramarahasya. 2. Tejebindu. Katagnirudra. Kaiwalya. dan Saraswatirahasya. dan Garuda Upanisad. Mandukya. Saubhagya. Munduka. Nada-bindu. Sukharahasya. Upanisad yang tergolong jenis Rg. Awadhuta. Garbha. Maitreyi. Sita. 3.Kelompok kitab-kitab ini disebut rahasya Jnana karena isinya membahas hal-hal yang bersifat rahasia. Adapun perincian dan pada kitab-kitab Upanisad itu adalah sebagai berikut: 1. Adhyatma. Yogasikha. 4. Upanisad yang tergolong jenis Yajurweda. Atharwa sikha. Naradapariwrajaka. Weda terdiri dan 21 sakha Sama Weda terdiri atas 1000 sakha Yajur Weda terdiri atas 109 sakha. Kalisandarana. Rudrasajabala. Wasudewa. b. Brahma. yang semuanya berjumlah sepuluh Upanisad. Sanyasa. maka jumlah upanisad seyogyanya ada banyak 1180 buah buku tetapi berdasarkan catatan Muktikopanisad. Tarasara. Kausika. semuanya berjumlah tigapuluh dua Upanisad. Sandilya. Adwanyataraka. terdiri dan: Isawasya. yaitu antara lain: a. Wajrasucika. Upanisad yang tergolong jenis Atharwa Weda. Aruni. Turiyatita. Di dalam penelitian berbagai naskah kitab suci Hindu Dr. Darsana dan Jabali. Dattatreya. Semuanya berjumlah sembilan belas Upanisad. Tripuratapini. Maitrayani. Subata. Mandala brahmana. Swetaswastara. Kausitaki. Semuanya berjumlah enambelas Upanisad. Wahara. Pinggalabhiksu. Gamapati. Aksi. G. Mahat. Satyayani dan Muktika. Narayana. dan Bahwrca Upanisad. yaitu 1180 sakha. Matrika. Sawitri. terdiri atas Kathawali. Mahawakya. Jabala. yaitu antara lain: Prana. Ramatapini. Sarabha. Atharwasira. Rg. Weda yaitu antara lain: Aitareya. Sarwasara. Paramahamsapariwrajaka. Tripura. 4. Gopalatapini. Upanisad yang tergolong jenis Sama Weda yaitu antara lain: Kena. Atma. Brahma. Yajnawalkya. Brhadaranyaka. dan Atharwa Weda terdiri atas 50 sakha Berdasarkan jumlah sakha itu. Yogacudamani. Untuk jenis Yajur Weda putih. Sariraka. Hayagriwa. Ekaksara. Aksamalika. Dari catatan yang ada: 1. Taittriyaka. jumlah upanisad yang disebut secara tegas adalah sebanyak 108 buah buku. Untuk jenis Yajur Weda Hitam. Dewi. Kondika. 3. Bhawana.

karena fungsi dan kedudukannya dipersamakan dengan kitab Veda Cruti. Keterangan tentang hal tersebut di atas. Kata Smrti berasal dari bahasa Sansekerta. kita temukan dalam beberapa kitab agama Hindu. menjadi kata smrti (feminime) berarti: ingatan. Kitab Smrti memuat tentang ajaran hukum agama Hindu. sesudah Veda Sruti. Kitab Smrti adalah merupakan kitab pendukung dan penjelasan dan kitab Weda Cruti.10 menyebutkan sebagai berikut: Crutistu Wedo Wzjneyo dharmacastram tu wai smrtih te sarwarthes wamimansye tabhyam dharmohi nirbabhau artinya: yang dimaksud dengan Cruti ia!ah Weda dan dengan Smrti adalah Dharma Sastra. dengan jelas dapat kita pahami bahwa Smrti merupakan kitab suci agama Hindu. jelas bahwa kitab Sruti meliputi jumlah yang cukup banyak.puluh satu upanisad. Dharma berarti hukum dan sastra berarti ilmu. yang ditulis oleh banyak Maharesi. semua buku-buku itu adalah merupakan sumber utama dan kedudukannya mutlak perlu dihayati. kenangan. dari kata smrta (neuter) berarti: ingatan. Bab 11. Weda Smrti Smrti merupakan kitab suci agama Hindu. Untuk mendalami dharma. Smrti adalah kitab suci Weda yang ditulis berdasarkan ingatan oleh para Maharesi bersumberkan pada Veda Cruti. Dengan memperhatikan deretan nama nama kelompok Mantra. Dengan demikian kitab-kitab Smrti tidak boleh bertentangan dengan Weda Cruti. Brahmana. antara lain: Kitab Menawa Dharma Castra. Kitab Smrti adalah kitab Veda juga. Oleh karena itu pergunakanlah Pendidikan Agama Hindu 68/76 . dan Upanisad diats. 2. Dharma Sastra berarti Ilmu Hukum Agama Hindu. kedua macam pustaka suci mi tidak boleh diragu ragukan kebenarannya mengenai apapun juga karena dan keduanya itu hukum inL Berdasarkan uraian di atas. tradisi yang berwenang. Kitab Smrti adalah kitab suci Veda yang ditulis berdasarkan ingatan oleh para Maharesi dan wahyu Sang Hyang Widhi / Tuhan Yang Maha Esa. yang juga disebut Dharma atau Dharma Sastra.

yang terdiri dan: a. Untuk dapat mempelajari. juga disebut dengan nama Pratisakhya. Untuk dapat mengucapkan mantra (Weda Cruti) dengan baik. badan. Manu Smrti. terdiri dan kata: Veda dan Angga (bahasa Sansekerta). kecil kemungkinannya dapat diketahui. Kelompok Upaveda Smrti a. Kitab-kitab suci yang tergolong jenis kitab Smrti itu banyak jumlahnya.kitab kitab sastra sebagai petunjuk untuk menentukan tentang segala sesuatu yang harus kita kerjakan dan untuk dapat mengetahui apa yang patut kita kerjakan. Pendidikan Agama Hindu 69/76 . antara lain: Manawa Dharma Sastra. Dalam hubungannya dengan mempelajari mantra (Weda Cruti) kitabkitab siksa. Jadi Vedangga berarti batang tubuh dari Veda. kita hendaknya terlebih dahulu mendalami Vedangga. Cilakrama. terdiri dan beberapa kitab. Oleh karenanya kitab Wyakarana ini memiliki fungsi yang sangat penting di dalam kita mempelajari Veda. Hal semacam ini disebabkan oleh munculnya berbagai macam kebutuhan masyarakat (umat Hindu) yang diisarakat oleh Veda dalam mencapai keadilan. Tattwa Suksma. Bharatayudhya. antara lain 1) Siksa (Phonetika) Siksa adalah kitab Vedangga yang isinya menguraikan tentang petunjukpetunjuk tata cara mengucapkan mantra yang tepat sesuai dengan tinggi-rendahnya tekanan suara. keamanan. sumber. untuk dapat menghayati Veda dengan benar. Untuk dapat mengamalkan Veda secara benar di dalam upaya mewujudkan tujuan hidup secara rohani dan jasmani. Yoga Sutra. Niti Sastra. fungsi kitab siksa ini adalah sangat penting. memahami. kesejahteraan dan kebahagiaan hidup. anggota. Clokantara. Sarasamuccaya. jenis kitab-kitab Smrti perlu dipergunakan sebagai pedoman hidup (dipedomani). dasar. Veda berarti ilmu pengetahuan suci dan angga berarti bagian. Jenis atau kelompok Vedangga Kata Vedangga. jenis kitab-kitab dikelompokkan menjadi dua (2) kelompok besar. Yajna Pawitra dan Brahmanda Purana. Berdasarkan kebiasaan yang telah berjalan. Kelompok Vedangga b. dan penulisnyapun banyak pula. dan mendalami Veda dengan baik. tanpa mengerti dan mengetaui tata bahasanya. Ramayana. 2) Wyakarana (Tata Bahasa) Kitab Wyakarana isinya menguraikan tentang tata bahasa. Beberapa kitab suci agama Hindu yang termasuk kitab Smrti. Vedangga sebagai kitab Smrti.

karena bersumberkan pada pendalaman kitab Chanda semua ayat-ayat Veda dapat dipelajari secara turun temurun. yang masih terdapat utuh sampai sekarang ada dua buah buku. yang menguraikan tentang pokokpokok pengetahuan dalam bidang astronomi. bahwa bagaimana Veda mengajarkan kepada umatnya untuk dapat berhubungan secara harmonis dengan alam dan lingkungannya berdasarkan yadnya. Beliau menulis Kitab Asta Dhyayi dan Patanjali Bhasa. dan Begawan Yaska. isinya yang terutama adalah menguraikan tentang peredaran tata surya. Begawan Panini. Kitab Jyotisa adalah kitab pendukung Veda. dan Yajur Veda. Rg. yang terdapat masih sampai sekarang adalah kitab Jyotisa Wedangga. Di antara orang suci tersebut di atas. bulan dan badan angkasa lainnya yang dipandang dan dianggap memiliki pengaruh dalam pelaksanaan yadnya. Kedua kitab ini dihimpun oleh Begawan Pinggala. Dan berbagai macam kitab-kitab Chanda. 3) Chanda (Lagu) Chanda adalah cabang Veda yang secara khusus membicarakan tentang aspek ikatan bahasa dalam Veda yang disebut lagu. Kitab 5) Jyotisa (Antronomi) Kitab Jyotisa. Di antara kitab Jyotisa. yang terkenal adalah Begawan Panini. Kitab mi memiliki hubungan dengan kitab Veda Cruti. Veda. Dalam mempelajari Veda kita perlu mendalami kitab Chanda. Hal ini kita dapat persamakan dengan berbagai macam nyanyian yang dapat dinyanyikan dan mudah diingat.Para Maharesi yang mendalami tentang tata bahasa (Veda) adalah : Maharesi Sakatayana. yaitu : Midana Sutra dan Chanda Sutra. Maharesi Patanjali. Kitab Nirukta ditulis oleh Begawan Yaska pada tahun ± 800 SM. Melalui pengetahuan yang terdapat dalam kitab Jyotisa juga kita dapat memahami. 4) Nirukta Kitab-kitab Nirukta berisikan tentang penafsiran otentik yang berhubungan dengan kata-kata yang terdapat dalam Veda. Begawan Panini adalah orang suci yang pertama kali mengenalkan kata bahasa Sanskerta popular (bahasa yang dipergunakan oleh masyarakat) dan bahasa Daiwak yaitu bahasa para Dewa-Dewa. 6) Kalpa Kitab Kalpa adalah jenis kitab Smrti (Vedangga) yang isinya berhubungan dengan kitab Brahmana dan kitab-kitab mantra. Kitab Kalpa mi terdiri dan beberapa bidang kitab antara lain: Pendidikan Agama Hindu 70/76 .

a) Bidang Srauta Kitab Srauta atau juga disebut Srauta Sutra. yang diterapkan untuk masing-masing bagian Catur Yuga adalah memiliki sifat saling mengisi atau melengkapi di antara sam dengan yang lainnya. isinya menguraikan tentang berbagai ajaran mengenai aturan pelaksanaan yadnya yang mesti dilaksanakan oleh orang-orang / masyarakat (umat Hindu) yang telah hidup berumah tangga c) Bidang Dharma Sutra Kitab Dharma Sutra. Pendidikan Agama Hindu 71/76 . Bhagawan Sankhalikhita. seperti: (1) Pada masa Satya / Krtha Yuga berlaku kitab Manawa Dharma Sastra karya sastra dan Bhagawan Manu. (3) Pada masa Dwapara Yuga berlaku kitab Dharma Sastra buah karya Bhagawan Sankha Likhita. bangunan—bangunan lainnya yang berhubungan dengan arsitektur. Di antara keempat kitab Dharma Sastra tersebut. isinya menguraikan tentang berbagai macam aspek mengenai peraturan hidup bermasyarakat dan bernegara. Kitab Dharma Sutra juga disebut Dharma Sastra. Karena dipandang sangat penting. (4) Pasa masa Kaliyuga dipergunakanlah Dharma Sastra yang ditulis oleh Bhagawan Parasara. isinya memuat berbagai macam ajaran mengenai tata cara melakukan yadnya. b) Bidang Grhya Kitab Grhya Sutra. Kitab Sulwa Sutra ini. bahwa dalam hidup dan kehidupan kita ini. Kitab Dharma Sutra dipandang sebagai kitab yang sangat penting di antara kitab-kitab jenis Kalpa. d) Bidang Suliwa Kitab Suliwa Sutra adalah merupakan bagian terakhir dan kitab-kitab Kalpa. Agama Hindu mengajarkan kepada umatnya. maka terdapatlah kesan bahwa Veda Smrti itu adalah Dharma Sastra. dilalui oleh empat zaman atau juga disebut Catur Yuga. (2) Pada masa Trita Yuga berlaku kitab Dharma sastra yang ditulis oleh Bhagawan Yajnawalkhya. bahwa masing-masing yuga dan Catur Yuga mempunyai Dharma Sastranya tersendiri. Candi). isinya memuat tentang petunjuk dan peraturanperaturan mengenai tata cara membuat dan mendirikan tempat suci untuk beribadat (Pura.

yang terdiri dan dua kata. 3) Artha Sastra Kitab Artha Sastra mi berisikan tentang pokok-pokok pemikiran bidang ilmu politik. Kitab Itihasa terdiri dan kitab Ramayana (terdiri dan 7 kanda) dan Mahabharata ( terdiri dan 18 parwa). dan Wisalaksa. 2) Purana Kitab Purana adalah bagian dan kitab—kitab Upaweda. Danding. yaitu : kata upa dan veda. Bharadwaja. seperti : Bhagawan Usana dan Bhagawan Parasara. Itihasa adalah karya sastra yang bersifat spiritual. Kitab Upaweda memiliki fungsi sama pentingnya dengan kitab-kitab Smrtti yang lainnya. 1) Itihasa Kitab Itihasa dikelompokkan dalam kitab-kitab Upaweda. Di samping Maharesi Kautilya yang mengikuti Bhagawan Brhaspati dalam menulis kitab-kitab Artha Sastra. Kata Ityihasa terdiri dan tiga suku kata. Jenis atau Kelompok Upaweda Kitab-kitab Upaweda merupakan kitab kelompok kedua dan Veda Smrti. ditulis oleh Bhagawan Brhaspati. Wisnugupta. yakni “Iti-ha-sa” yang artinya “sesungguhnya kejadian itu begitulah nyatanya. Kitab-kitab yang tergolong kitab Artha Sastra yang lainnya adalah Niti Sastra atau Rajadharma (Dandaniti). adajuga Bhagawan yang lainnya. setelah kitab-kitab Vedangga. Kata “upa” dapat diartikan “dekat” dan kata “veda” berarti “pengetahuan suci (kitab suci)”. Jejak beliau di dalam tulis-menulis kitab-kitab “Artha Sastra” diikuti oleh Maharesi Kautilya (Canakhya). Jenis kitab Artha Sastra yang digubah di Indonesia adalah jenis Usana dan Niti Sastra. Itihasa adalah sebuah epos yang menceritakan sejarah perkembangan raja—raja dan kerajaan Hindu di masa lampait. yang isinya menguraikan tentang bidang ilmu kedokteran atau kesehatan baik rohani maupun jasmani. Kitab Purana berisikan berbagai macam cerita dan keterangan kebiasaan-kebiasaan yang berlaku pada zaman dahulu kala (kuno). roman. Nama Itihasa pada mulanya diberikan oleh penulis kitab Mahabharata pada bagian Adiparwa yaitu Bhagawan Wiyasa. antara lain . 4) AyurWeda Kitab Ayur Weda kelompok kitab Upaweda. Kitab Upaweda terdiri dan beberapa cabang ilmu. kewiraan dan mitologi.b. Artha Sastra sebagai bagian dan kitab Upaweda. di mana ceriteranya penuh filsafat. Upaweda berarti dekat dengan Veda (Pengetahuan suci). Adapun nama kitab yang termasuk kelompok kitab Ayur weda Pendidikan Agama Hindu 72/76 . Kata upaweda berasal dan bahasa Sanskerta. serta Sukraniti. Upaweda juga diartikan Veda tambahan.

Kasyapa Samhita. Di samping itu pula kitab Susruta Samhita mencatatkan berbagai macam alat-alat yang dapat dipergunakan dalam pembedahan. Kitab tersebut mernuat delapan bidang ajaran. Yogasara dan Kama Sutra. Kitab Susruta Samhita ditulis oleh Bhagawan Susanta. antara lain: a) Sutrathana : isinya menguraikan tentang ilmu pengobatan b) Nidanasthana : isinya memuat tentang berbagai penyakit yang bersifat umum c) Wimanasthana : isinya menguraikan tentang ilmu pathologi d) Sarithana : isinya menguraikan tentang ilmu anatomi dan embriology e) Indiyasthana : isinya menguraikan tentang materia diagnosa dan prognosa f) Cikitasasthana : isinya menguraikan tentang ajaran khusus mengenai pokok-pokok ilmu therapy g) Kalpasthnana : isinya menguraikan tentang ajaran di bidang theraphy secara umum h) Siddistana : isinya juga menguraikan tentang pokok-pokok di bidang therapy secara umum. Kitab Susruta Samhita ditulis oleh Bhagawan Susanta. Kitab mi isinya menguraikan tentang pentingnya ajaran umum di bidang ilmu bedah. Berdasarkan materai yang terdapat dalam kitab Ayur Weda maka isi kitab Ayur Weda meliputi delapan bidang ajaran umum.adalah kitab Caraka Samhita. Berdasarkan catatan yang ada kitab Kalpasthana dan Kitab Siddhistana telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan Persia pada tahun 800 Masehi. Astanggahrdaya. Susruta Samhita. dan h) Wajikarana Tantra yaitu ilmu jiwa remaja Kitab Caraka Samhita merupakan baginn dan kitab Ayur Weda. yaitu: a) Salya yaitu ajaran mengenai ilmu bedah b) Salkya adalah ajaran mengenai ilmu penyakit c) Kayakitsa yaitu ajaran mengenai ilmu obat-obatan d) Bhuta Widya yaitu ajaran mengenai ilmu psikoteraphy e) Kaumara Bhrtya yaitu ajaran mengenai pendidikan anak-anak. Disamping itu pula kita Susruta Samhita mencatatkan berbagai macam alat-alat yang dapat dipergunakan dalam pembedahan. Pendidikan Agama Hindu 73/76 . dan merupakan dasar bagi ilmu jiwa anak-anak f) Agada Tantra yaitu ilmu toxikologi g) Rasayama Tantra yaitu ilmu mujizat. Kitab mi isinya menguraikan tentang pentingnya ajaran umum di bidang ilmu bedah.

isisnya menguraikan tentang berbagai aspek cabang ilmu seni. Menurut Veda. Pendidikan Agama Hindu 74/76 . kepada kaum Brahmana. Brahma Rajanyabhyam cudraya caryaya ca siwaya caranayaca” Artinya: “Biar kunyatakan disini kitab suni ini kepada orang-orang banyak. Diantara kitab-kitab Kama Sastra yang terkenal adalah karya dan Bhagawan Watsyayana. Kama Sastra sebagai bagian dan jenis kitab Upaweda isinya menguraikan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan asmara. seperti: Natya Sastra. agama Hindu boleh dan dapat dipelajari oleh seluruh umat manusia. Kitab Kama Sutra ditulis oleh Bhagawan Watsyayana pada abad ke10 Masehi. Kebangkitan dan rasa indah manusia terbentuk untuk berbakti kepada Sang Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa. Kedua kitab mi isinya menguraikan tentang pokok-pokok ilmu yoga yang berhubungan dengan sistem anatomi dalam pembinaan kesehatan. Hal mi termuat dalam kitab Yajur Veda sebagai berikut: “Yaatkeram wacam kalyanin awadonijanebhyah. Gandharwa Weda sebagai kitab Smrti. kaum Sudra. 7) Agama Kitab agama itu baru ada setelah Agama Hindu ada dan berkembang di dunia. dan kaum Waisya dan bahkan kepada orang-orangKu dan kepada mereka (orang-orang asing) sekalipun. Dewa Dasa Sahasri.Kitab Yogasara dan Yogasastra ditulis oleh Bhagawan Nagarjuna. Rasarnawa. Kitab Gandharwa Weda. kaum Ksatrya. 5) Gandharwa Weda Kitab Gandharwa Weda merupakan bagian dan kitab-kitab Upaweda. Isinya menguraikan tentang ajaran ilmu jiwa remaja. 6) Kama Sastra Kitab Kama Sastra adalah termasuk kitab suci agama Hindu pada bagian Smrti (Upaweda). Kitab Kamasutra berhubungan dengan kitab Wajikarana Tantra. baik jasmani maupun rohani. Rasaratnasamucaya. Di dalam upaya untuk mewujudkan salah sath tujuan hidup. Karena dengan demikian asmara dan rasa indah yang muncul itu tentu terarahlbernilai positif adanya. juga memiliki beberapa bagian kitab-kitab lagi. umat beragama dipandang perlu untuk membangkitkan rasa indah tersebut. hendaknya dipedomani oleh Kama Sastra. kitab Natya Wedagama. dan yang lainnya. seni atau rasa indah.

Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa mewahyukan ajaran-Nya melalui orang-orang Suci untuk disebarkan pada kita semua. RANGKUMAN Kitab suci adalah cara yang baik untuk memahami. maka tidak akan semuanya dapat mempelajarinya dengan sempuma. Kitab agama isinya memuat ajaran tentang keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Esa dan petunjuk-petunjuk untuk melaksanakan tata cara persembahyangan. Disamping itu kita juga perlu menyadari bahwa. banyak jenisnya. Istilah cruti berarti Wahyu. kelompok Brahmana. Weda sebagai kitab suci umat beragama Hindu. yang disebut kitab suci Weda. Dan uraian di atas dapatlah kita simpulkan bahwa jumlah kitab-kitab Smrti yang dapat kita pergunakan sebagai petunjuk untuk menata kehidupan berhubungan dengan Sang Hyang Widhi / Tuhan Yang Maha Esa. Veda sebagai sumber ajaran agama Hindu mengandung ajaran yang sangat tinggi. Menurut sifat dan isinya Weda çruti dibedakan atas kelompok mantra. Bagi mereka yang belum dapat mempelajari Veda dapat belajar agama Hindu berdasarkan kitab-kitab agama. Weda çruti adalah kitab Wahyu Tuhan. tidak terkecuali. Hal mi sesuai dengan ucapan kitab Smrti (Dharma Sastra) sebagai berikut: “Wedo ‘khilo dharma mulam smrti cue ca tad widam acaracca iwa sadhunam atmanastustir ceva ca” Artinya: Seluruh Weda merupakan sumber utama daripada dharma (agama Hindu) kemudian barulah Smrti. Kelompok mantra didasarkan atas pertimbangan fungsi dan kegunaannya di bagi menjadi empat.(Yajur Veda XVI. berdasarkan pengelompokannya ada yang disebut dengan nama Weda çruti dan Weda Smrti. Semua ayatayat yang terdapat didalamnya merupakan Wahyu dan Tuhan yang kemudian dihimpun dalam beberapa buah buku menurut umurnya dan peruntukannya. menghayati dan mengamalkan ajaran Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa yang dianut oleh umat Hindu. disamping kebiasaan-kebiasaan yang baik dan orang-orang yang rnenghayati Veda (sila) dan kemudian tradisi-tradisi dan orang-orang suci (acara) serta yang terakhir ada!ah rasa puas din sendiri (atmanastusti) (Manawa Dharrna Sastra 11. Namum menyadari akan kekurang sempurnaan kita sebagai umatnya. kelompok Ananyaka dan Upanisad. yang Pendidikan Agama Hindu 75/76 .6) B. 18) Berdasarkan bunyi Cloka tersebut di atas dinyatakan bahwa kitab suci Veda (Hindu) dapat dipelajari oleh siapa saja. Ajaran beliau yang diwahyukan kepada Maha Rsi dituliskan pada buku.

Ethika (sosial. Mari kita dalami sastra-sastra agama. Sudah menjadi kodratnya manusia untuk melaksanakan kewajiban hidupnya. Itihasa. Kebenaran yang utama adalah kebenaran yang ada pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. manusia memiliki beberapa kewajiban yang mesti dilaksanakan dalam kehidupan mi.menghayati. dan Purana adalah kitab-kitab Weda yang ditulis oleh para Rsi berdasarkan ingatannya. Manusia adalah mahiuk hidup yang diciptakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. yang terkandung dalam kitab suci Weda Sruti maupun Smrti untuk dipergunakan didalam menuntun kehidupan kita sehari-hari.disebut Catur n Weda Samhita yaitu Rg.politik dan pertahanan/keamanan) serta upacara (ritual) agama. Salah satu kewajiban hidup manusia yang harus dikerjakan adalah menegakkan kebenaran. Itihasa dan Purana berisikan-berbagai macam ajaran yang berhubungan dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasi beliau dan ciptaanNya.budaya. Pendidikan Agama Hindu 76/76 . Sama Weda Samhita dan Atharwa Weda Samhita. Smrti. Smrti (Dharma Sastra) .sehingga kita dapat meningkatkan budi pekerti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.ekonom i.dan engamalkan ajaran agama. bersumber dan Wahyu Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sebagai insan Tuhan. Yajur Weda Samhita. Kebenaran beliau dapat kita laksanakan dengan jalan memahami.Weda Samhita.