D I S U S U N OLEH: Nama : fatin fahira Kelas : VIII.

I Tugas : agama

Zuhud .Pengertian Zuhud Dalam Islam A.

Tingkat Mubtadi’ (tingkat pemula) yaitu orang yang tidak memiliki sesuatu dan hatinya pun tidak ingin memilikinya. Ada 3 tingkatan zuhud yaitu: 1. Meninggalkan segala sesuatu selain Allah karena terlalu mencintai-Nya Dalam keterangan di atas dapat disimpulkan pandangan bahwa harta benda adalah se’suatu yang harus dihindari karena dianggap dapat memalingkan hati. Namun ada yang berpendapat bahwa zuhud bukan berarti semata-mata tidak mau memiliki harta benda dan tidak suka mengenyam nikmat . 2. (menurut Abu Nasr As Sarraj At Tusi) Menurut AI Gazali membagi zuhud juga dalam tiga tingkatan yaitu: 1. 3. karena dunia hanya melalaikan orang dari mengingat Allah. Meninggalkan keduniaan karena mengharap sesuatu yang bersifat keakheratan 3. dari mengingat tujuan perjalanan sufi yaitu Allah.Arti kata zuhud adalah tidak ingin kepada sesuatu dengan meninggalkannya. Tingkat Mutahaqqiq yaitu orang yang bersikap tidak mau mengambil keuntungan pribadi dari harta benda duniawi karena ia tahu dunia ini tidak mendatangkan keuntungan baginya. Tingkat Alim Muyaqqin yaitu orang yang tidak lagi memandang dunia ini mempunyai nilai. Menurut istilah zuhud adalah berpaling dan meninggalkan sesuatu yang disayangi yang bersifat material atau kemewahan duniawi dengan mengharap dan menginginkan sesuatu wujud yang lebih baik dan bersifat spiritual atau kebahagiaan akherat. Meninggalkan sesuatu karena menginginkan sesuatu yang lebih baik dari padanya 2.

Yang dimaksud sekadar permainan adalah sesuatu yang tiada bermanfaat dan melalaikan. seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani. Ayat ini juga menunjukkan bahwa dunia adalah perhiasan. Kata zuhud sering disebut-sebut ketika kita mendengar nasehat dan seruan agar mengekang ketamakan terhadap dunia dan mengejar kenikmatannya yang fana dan pasti sirna.duniawi. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. tetapi sebenarnya adalah kondisi mental yang tidak mau terpengaruh oleh harta dan kesenangan duniawi dalam mengabdikan diri kepada Allah. kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. batil. Ia menumbuhkan tanaman yang menghijau lalu kemudian berubah menjadi layu. harta-benda. Al-Hadid: 20) Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu. akan mengetahui bahwa dunia ibarat es yang semakin lama semakin mencair dan pada akhirnya akan hilang dan sirna. Demikianlah kenikmatan dunia. perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak. Allah menyerupakan kehancuran dunia dan kefanaannya yang begitu cepat dengan hujan yang turun ke permukaan bumi. yang pasti pada saatnya akan punah dan binasa. bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan. dan agar jangan melupakan kehidupan akhirat yang hakiki setelah kematian.” (QS. Hal ini sebagaimana peringatan Allah tentang kehidupan dunia yang penuh dengan fatamorgana dan berbagai keindahan yang melalaikan dari hakikat kehidupan yang sebenarnya. kering dan pada akhirnya mati. Sedangkan segala apa yang ada di sisi Allah . Allah berfirman. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaanNya. kedudukan dan yang lainnya sehingga lalai dan tidak beramal untuk akhiratnya. Maka barangsiapa mengambil pelajaran dari permisalan yang disebutkan di atas. dan sekadar permainan. dan orang-orang yang terfitnah dengan dunia menjadikannya sebagai perhiasannya dan tempat untuk saling bermegah-megahan dengan kenikmatan yang ada padanya berupa anak-anak. “Ketahuilah.

akan tetapi zuhud di dunia adalah engkau lebih mempercayai apa yang ada di tangan Allah daripada apa yang ada di tanganmu. “Berupa apakah . Keadaanmu antara ketika tertimpa musibah dan tidak adalah sama saja. maka akan timbul tekad yang kuat untuk menggapai kebahagian dunia akhirat. Di sini akan disampaikan sebagian dari pendapat tersebut. Umumnya mengarah kepada makna yang hampir sama.adalah lebih kekal. Makna secara istilah: Ibnu Taimiyah mengatakan – sebagaimana dinukil oleh muridnya. Hal ini timbul dari keyakinannya yang kuat dan lurus terhadap kekuasaan Allah. Di sini zuhud ditafsirkan dengan tiga perkara yang semuanya berkaitan dengan perbuatan hati: 1. Ibnu al-Qayyim – bahwa zuhud adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat demi kehidupan akhirat. Makna secara bahasa: Zuhud menurut bahasa berarti berpaling dari sesuatu karena hinanya sesuatu tersebut dan karena (seseorang) tidak memerlukannya. Abu Hazim az-Zahid pernah ditanya. Bagi seorang hamba yang zuhud. sebagaimana sama saja di matamu antara orang yang memujimu dengan yang mencelamu dalam kebenaran. Definisi Zuhud Banyak sekali penjelasan ulama tentang makna zuhud. Dalam bahasa Arab terdapat ungkapan “syaiun zahidun” yang berarti “sesuatu yang rendah dan hina”. dan akhirat itu lebih baik dan utama sebagaimana lebih indah dan kekalnya permata dibandingkan dengan es. Al-Hasan Al-Bashri menyatakan bahwa zuhud itu bukanlah mengharamkan yang halal atau menyia-nyiakan harta. apa yang ada di sisi Allah lebih dia percayai daripada apa yang ada di tangannya sendiri. Apabila seseorang mengetahui dengan yakin akan perbedaan antara dunia dan akhirat dan dapat membandingkan keduanya.

dia lebih mengharapkan pahala karenanya daripada mengharapkan kembalinya harta atau anaknya tersebut. yang di antara mereka ada yang kaya raya. dan hatinya dipenuhi dengan rasa cinta kepada kebenaran. “Engkau tidak takut miskin?” Beliau menjawab. Jadi. juga mempunyai istri-istri dan harta kekayaan. Semuanya ini tidaklah mengeluarkan mereka dari hakekat zuhud yang sebenarnya. Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia secara total dan menjauhinya. beliau mempunyai sembilan istri. Hal ini juga timbul karena keyakinannya yang sempurna kepada Allah. bumi serta apa yang berada di antara keduanya. Karena kalau seseorang menganggap dunia itu besar. apabila seorang hamba telah menganggap sama kedudukan antara orang yang memuji atau yang mencelanya. 3. sebagai seorang penguasa mempunyai kekuasaan yang luas sebagaimana yang disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur’an. teladan bagi orang-orang yang zuhud. Para Shahabat.hartamu?” Beliau menjawab. yaitu dengan keluarnya rasa cinta dan ketamakan terhadap dunia dari hati seorang hamba. Apabila terkena musibah. “(Mengapa) aku harus takut miskin. berarti menunjukkan bahwa kedudukan makhluk di hatinya adalah rendah.” Kemudian beliau ditanya lagi. Ia jadikan dunia (hanya) di tangannya. maka dia akan lebih memilih pujian daripada celaan. sementara hatinya dipenuhi rasa cinta kepada Allah dan akhirat.” 2. Aku tidak pernah takut miskin karena percaya kepada Allah. Tingkatan Zuhud . Lihatlah Nabi. atau bisa jadi dia melakukan kebatilan karena mengharapkan pujian. dan tidak pernah mengharapkan apa yang ada di tangan manusia. baik itu kehilangan harta. sedangkan Rabb-ku adalah pemilik langit. Baginya orang yang memuji atau yang mencelanya ketika ia berada di atas kebenaran adalah sama saja. kematian anak atau yang lainnya. Demikian juga Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman. Hakekat zuhud itu berada di dalam hati. Hal itu akan mendorongnya untuk meninggalkan kebenaran karena khawatir dicela atau dijauhi (oleh manusia). “Dua macam.

bagaikan orang yang meninggalkan uang satu dirham untuk mendapatkan uang dua dirham (maksudnya balasan akhirat itu lebih besar daripada balasan dunia). Adapun roti diumpamakan sebagai dunia. maka barangsiapa meninggalkannya niscaya akan memperoleh kedekatan dari Allah. hati condong kepadanya dan selalu menoleh ke arahnya. meskipun ada kecenderungan kepadanya. Orang yang zuhud dan meninggalkan dunia dengan hati yang lapang. kemudian meninggalkannya dan merasa cukup dengan hidup sederhana. karena di matanya dunia itu rendah dan hina. lalu ia melemparkan sepotong roti ke arah anjing tersebut sehingga membuat anjing tersebut sibuk (dengan roti tadi). . yang menghalangi manusia untuk masuk ke dalamnya. Berusaha untuk hidup zuhud di dunia. Ia tidak melihat bahwa dirinya meninggalkan sesuatu apapun. sementara pintu tersebut dalam keadaan terbuka. Orang seperti ini bagaikan seseorang yang hendak masuk ke istana raja. yang tampak ataupun yang tersembunyi. 2. Keimanan yang kuat dan selalu ingat bagaimana ia berdiri di hadapan Allah pada hari kiamat guna mempertanggung-jawabkan segala amalnya. Anjing di sini diumpamakan sebagai syaitan yang berdiri di depan pintu (kerajaan/surga) Allah. Hal itu akan membuat kecintaannya terhadap dunia dan kelezatannya menjadi hilang dalam hatinya. terhalangi oleh anjing yang menjaga pintu.Ada beberapa tingkatan zuhud sesuai dengan keadaan setiap orang yang melakukannya. yaitu: 1. Ingat! betapa dahsyatnya peristiwa datangnya hari kiamat kelak. akan tetapi ia berusaha melawan dan mencegahnya. Hal-Hal yang Mendorong untuk Hidup Zuhud 1. Dan ia meninggalkan dunia tersebut (untuk akhirat). dan ia pun dapat masuk (ke istana) untuk menemui sang Raja dan mendapatkan kedekatan darinya. Orang yang meninggalkan dunia dengan suka rela. yang besar maupun yang kecil. sementara ia menghendaki (dunia tersebut). 3.

ditambah akan menerima balasan di akhirat. dan membuat seseorang merasa jauh dari kedudukan yang tinggi di akhirat kelak. Berbeda halnya jika menyibukkan diri dengan berbagai macam ibadah. An-Naaziat: 37-39) Dalam ayat yang lainnya Allah berfirman. . jiwa menjadi tentram dan hati merasa sejuk. Merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an yang banyak menyebutkan tentang kehinaan dan kerendahan dunia serta kenikmatannya yang menipu (manusia). baik dari Al-Qur’an maupun as-Sunnah. 4.” (QS.” (QS. sebagaimana dalam firman-Nya. Dunia hanyalah tipu daya. mendorong seorang yang beriman untuk tidak terlalu bergantung kepada dunia dan lebih mengharapkan akhirat yang lebih baik dan lebih kekal. dan kadang-kadang terpaksa harus bergaul dengan orangorang yang berperangai jahat dan buruk. At-Takaatsur: 6) Perasaan seperti ini akan mendorong seorang hamba untuk hidup zuhud. permainaan dan kesia-siaan belaka. dimana dia akan ditanya tentang kenikmatan dunia yang telah ia peroleh. menerima takdir Allah dengan tulus dan sabar. 3. Al-A’laa: 16-17) Semua dalil-dalil. “Adapun orang yang melampaui batas. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. “Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megahmegahkan di dunia itu). sebagaimana firman Allah. “Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. mengorbankan tenaga dan pikiran yang sangat banyak. dan lebih mengutamakan kehidupan dunia. Allah mencela orang-orang yang mengutamakan kehidupan dunia yang fana ini daripada kehidupan akhirat. Merasakan bahwa dunia itu membuat hati terganggu dalam berhubungan dengan Allah. maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dua hal di atas jelas berbeda dan (setiap orang) tentu akan memilih yang lebih baik dan kekal.” (QS. Dunia hanya akan didapatkan dengan susah payah dan kerja keras.2.

Adapun sesuatu yang memberi manfaat bagi kehidupan akhirat dan membantu untuk menggapainya. meninggalkan sesuatu yang merupakan kebutuhannya seperti makan dan minum. Allah berfirman. menjalankan ketaatan kepada-Nya dan kepada rasul-Nya. memakan sesuatu yang dapat merusak akalnya sehingga tidak mampu menjalankan kewajiban. Muslim hadits no. Dan semua yang menghalangi hal ini adalah perkara yang mendatangkan kemudharatan dan tidak bermanfaat. orang-orang kafir dan orang-orang jahat mampu menguasai negeri mereka dikarenakan meninggalkan jihad dan amar ma’ruf -tanpa ada maslahat yang nyata-. Orang yang tidak memperhatikan segala yang dicintai dan dibenci oleh Allah dan rasul-Nya akan banyak menyia-nyiakan kewajiban dan jatuh ke dalam perkara yang diharamkan. Al-Baqarah: 217) .” (HR.’” (QS. (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya. Katakanlah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah. kafir kepada Allah. Sehingga berpaling dari sesuatu yang bermanfaat merupakan kejahilan dan kesesatan sebagaimana sabda Nabi. lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Pada akhirnya. yaitu meninggalkan segala sesuatu yang tidak bermanfaat demi menggapai kehidupan akhirat. “Carilah apa yang bermanfaat bagi dirimu dan mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan lemah. maka termasuk salah satu jenis ibadah dan ketaatan. ‘Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar. 4816) Yang bermanfaat bagi seorang hamba adalah beribadah kepada Allah. meningalkan jihad di jalan Allah karena dianggap mengganggu dan merugikan orang lain. Yang paling berguna bagi seorang hamba adalah mengikhlaskan seluruh amalnya karena Allah. “Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar.Zuhud yang Bermanfaat dan Sesuai Dengan Syariat Zuhud yang disyariatkan dan bermanfaat bagi orang yang menjalaninya adalah zuhud yang dicintai oleh Allah dan rasul-Nya.

merendahkan kemuliaan seseorang serta menjadikan seorang hamba menyembah kepada selain Allah. Disembelihnya hewan tersebut untuk kepentingan manusia adalah lebih baik daripada mati tanpa mendatangkan manfaat bagi seorang pun.” (HR. akan tetapi fitnah yang ditimbulkan oleh kekufuran. dan jika kalian menyembelih maka sembelihlah dengan baik.Allah menjelaskan dalam ayat ini. . Manusia lebih sempurna dari hewan. Sehingga menghindari keburukan yang lebih besar dengan melakukan keburukan yang lebih ringan adalah lebih diutamakan. Nabi bersabda. kezaliman dan berkuasanya mereka (orang-orang kafir) lebih berbahaya dari membunuh jiwa. dan memberi kesempatan bagi musuh-musuh Islam untuk menguasai mereka. 3615) Zuhud yang Bid’ah dan Menyelisihi Syari’at Zuhud yang menyelisihi Sunnah tidak ada kebaikan sama sekali di dalamnya. hendaklah salah seorang diantara kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan sembelihannya. maka jikalau kalian membunuh. dan suatu kebaikan tidak mungkin bisa sempurna untuk manusia kecuali dengan memanfaatkannya. karena hewan tersebut pasti akan mati. Yang dilarang oleh Nabi adalah menyiksanya dan tidak menunaikan hak-haknya yang telah tetapkan oleh Allah. Karena ia menganiaya hati dan membutakannya. bunuhlah dengan baik. Seumpama orang yang tidak mau menyembelih hewan dengan dalih bahwa perbuatan tersebut termasuk aniaya terhadap hewan. “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik atas segala sesuatu. dijadikan sebagai kendaraan atau yang lainya. Muslim hadits no. Berikut ini beberapa perkataan para penyeru zuhud yang menyelisihi petunjuk Nabi. walaupun membunuh jiwa itu merupakan keburukan. menjauhkan manusia dari agama Allah. baik untuk dimakan. Orang seperti ini adalah jahil. membuat agama menjadi buruk dan hilang nilai-nilai kebaikannya yang diridhai oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya. menghancurkan peradaban.

VI/117) Beliau juga memerintahkan kaum muslimin menuntut ilmu. hendaklah berpuasa karena puasa itu dapat menjaganya (yaitu benteng nafsu). 3808 karya Al-Bani) . yaitu bekerja untuk mendapatkan rezeki. sebagaimana sabdanya. Bukhari.” (HR. pergi mencari rezeki atau menikah. 1930) Dan Rasulullah telah memerintahkan umatnya untuk menikah. Dawud. makan dari hasil kerja tangannya.Perkataan Junaid. “Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada hasil kerja tangannya sendiri. maka dia telah bersandar kepada dunia. 1/37). lihat Kitab Al-Jami’ As-Shahih no.” (HR. Sesungguhnya pernikahan itu dapat menjaga pandangan mata dan menjaga kehormatan. Padahal telah dimaklumi bahwa semua peradaban di dunia ini tidak mungkin tegak dan berkembang kecuali dengan tiga perkara. menuntut ilmu hadist.” (Kitab Al-Futuhat Al-Makiyah. mencari ilmu.” (Kitab Quatul-Qulub 3/135. salah seorang penyeru zuhud yang menyelisihi syariat. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. III/8 hadits no. Hadist Sahih. “Jika seseorang telah menuntut ilmu. yaitu dengan bekerja. kitab karya Junaid).” (Ibnu Majah hadits no. baik ilmu agama maupun dunia. dan menikah. barangsiapa di antara kalian yang telah mempunyai kemampuan (lahir dan batin) untuk menikah. Rasulullah sendiri telah memerintahkan kita bekerja mencari rezeki sebagaimana dalam sabda beliau. Sesungguhnya nabi Allah. Dan lebih aku senangi jika seorang sufi tidak membaca dan menulis agar niatnya lebih terarah. Sedangkan untuk yang tidak mampu. dan menikah demi meneruskan keturunan manusia. “Saya senang kalau seorang pemula dalam kezuhudan tidak menyibukkan diri dengan tiga perkara agar tidak berubah keadaannya. Bukhari. “Wahai para pemuda. 220. “Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim. Perkataan Abu Sulaiman ad-Darani. maka hendaklah dia menikah.

Mereka senantiasa dalam keadaan demikian.” Wallahu A’lam. tidak pernah meletakkan sesuatu antara badan mereka dengan tanah (beralas) dan tidak pernah memerintahkan orang lain membuatkan makanan untuk mereka. “Aku telah menjumpai suatu kaum dan berteman dengan mereka.Wajib di sini adalah dalam menuntut ilmu agama. baik berupa ilmu kesehatan. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan ridha-Nya kepada mereka. Dunia di mata mereka lebih hina daripada tanah. Referensi: . Ketika beramal kebaikan. Terpuruknya kaum muslimin ke dalam jurang kehinaan dan kemunduran pada masa sekarang ini tidak lain akibat kelalaian mereka dalam menuntut ilmu agama yang benar. mereka bersungguh-sungguh dengan memohon kepada Allah untuk menerimanya. banyak maupun sedikit. Salah seorang di antara mereka hidup satu atau dua tahun dengan baju yang tidak pernah terlipat. tidaklah mereka itu selamat dari dosa kecuali dengan ampunan Allah. meletakkan wajah-wajah mereka dalam sujud dengan air mata bercucuran di pipi-pipi mereka dan bermunajat kepada Allah agar melepaskan diri mereka dari perbudakan dunia. Adapun ilmu duniawi. Tidaklah mereka itu merasa gembira karena sesuatu yang mereka dapatkan dari perkara dunia. mereka bersedih dan bersegera meminta ampunan kepada Allah. yang semuanya berujung kepada kebinasaan. Imam al-Hasan al-Bashri berkata. Salah seorang tokoh generasi tabi’in. generasi sahabat yang hidup di bawah naungan wahyu Ilahi dan didikan Nabi. merasa cukup dengan ilmu duniawi yang mereka ambil dari musuh-musuh mereka dalam berbagai macam aspek kehidupan. mereka berdiri di atas kaki mereka. akhlak. tidak pernah meletakkan panci di atas perapian. Bila malam tiba. Demi Allah. baik yang besar maupun yang kecil. tidak ada seorang pun yang berselisih tentang pentingnya ilmu tersebut. Apabila berbuat keburukan. Khatimah Sebagai penutup tulisan ini. dan hal-hal utama lainnya. ilmu perencanaan maupun ilmu lainnya yang manusia tidak mungkin terlepas darinya. juga tidak bersedih dengan hilangnya sesuatu itu. hilangnya agama. marilah kita lihat bagaimana kehidupan generasi pertama dan terbaik dari umat ini.

Libanon.alkhair. Tazkiyatun-Nufus.Alqalam. Makarimul-Akhlaq. Riyadh. Damsiq. 4. Ke-2. Libanon. karya Syakhul-Islam Ibn Taimiyah . Suria. Mukhtashar Minhajul-Qashidin. Qawaid wa Fawaid min Al-Arbaina An-Nawawiyah. Bairut. Dar-Alhijrah.1. Ke-1. karya Doktor Ahmad Farid . cet. karya Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisy. 3. Dar. Bairut. KSA. 2. 1410. Maktabah Dar Al-Bayan. . cet. karya Nazim Mohammad Sulthan . 1313 . Dar.

7507-:/..$.. $0-..5073.2070. ..30.5073.2009.3 2070. .: ". 2009.3..6/8 .22.-.3//.:3.9..-.7:9 -.9.09 0   .3/55 552070.3.32070./:58. 070.7.9:.5.02-7.72.3-08. -07.320244305./.8.3/. %/.0/:5.3 -. /03.-07.7/48.-07.25:3.  .-0780//03.2 .73.808:.7  ./.89.      ./.7/.703..2./.33.2070..9075.7  .:.28:://03.2.32070.3.2070. 9/. -07::305..9.:9.9:./.3/02.3808:./.2.2020739.09 0  . 2009.3 .  :90.33.9.8.2.9.9:207.39440307.9 9/.5.93 0307.3 ..9:3 :1:8 .2  #0107038   ".3 ..3/.:/:. .3.:5:380/9 .29-. .:2/.7 6. /03.9:80./...92..2.72005.24.305.3.3-078007.:.9. -078:3: 8:3:/03.3. .3-07902.88.3./.8:.:.05. $./.8047.0/:5.3..7.2070.32070.9.- $.3/:5/-.9-.9:.7 .3..72.7.3 ./ $    .33 2.:.2.2.2. 2070..8.9..2-3:":/.7:2.-0780//.286 $:7./.75.:39:203072..2025./.7 7.33.9/.3-.39.-..8047.-.0-..503:9:59:8..7:9 -.3 02...-07/7/.9:..8507. 2070.8.2..3..9:9: :3./.8.9. .3/03.37.7.30307.905.././23 7-./2.37/.. ..2-3%.9./.7..39.3/:3.0-3.2.:7.9/. 203:25.3..7./:3.8..32..3.3..-07-:.. ./.2.:5:3. 2070.2070.3-072:3.3 .3202-:.3 2070.20..7.808:.3.35..3.: ..8. .85079.7... /.39/. :.39.3 9/.39/./.72: .: 8.8/3 ././..0-3.  ../.343    :9.2.2.0... . 803./.6 .9/.87-07.7507..3802:.5073.20239.3 . $024.9.8 /..3 :39:2070.49472./$:9. #.343    %..347.3.3. . 5.5073..9. 09..3/72070.39. -.- 3 2.9.3 907-.9 0-:7:.:3/03.25:3.3..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful