D I S U S U N OLEH: Nama : fatin fahira Kelas : VIII.

I Tugas : agama

Pengertian Zuhud Dalam Islam A. Zuhud .

Meninggalkan segala sesuatu selain Allah karena terlalu mencintai-Nya Dalam keterangan di atas dapat disimpulkan pandangan bahwa harta benda adalah se’suatu yang harus dihindari karena dianggap dapat memalingkan hati. (menurut Abu Nasr As Sarraj At Tusi) Menurut AI Gazali membagi zuhud juga dalam tiga tingkatan yaitu: 1.Arti kata zuhud adalah tidak ingin kepada sesuatu dengan meninggalkannya. Tingkat Mubtadi’ (tingkat pemula) yaitu orang yang tidak memiliki sesuatu dan hatinya pun tidak ingin memilikinya. 3. Tingkat Alim Muyaqqin yaitu orang yang tidak lagi memandang dunia ini mempunyai nilai. Tingkat Mutahaqqiq yaitu orang yang bersikap tidak mau mengambil keuntungan pribadi dari harta benda duniawi karena ia tahu dunia ini tidak mendatangkan keuntungan baginya. dari mengingat tujuan perjalanan sufi yaitu Allah. Namun ada yang berpendapat bahwa zuhud bukan berarti semata-mata tidak mau memiliki harta benda dan tidak suka mengenyam nikmat . 2. karena dunia hanya melalaikan orang dari mengingat Allah. Ada 3 tingkatan zuhud yaitu: 1. Meninggalkan keduniaan karena mengharap sesuatu yang bersifat keakheratan 3. Menurut istilah zuhud adalah berpaling dan meninggalkan sesuatu yang disayangi yang bersifat material atau kemewahan duniawi dengan mengharap dan menginginkan sesuatu wujud yang lebih baik dan bersifat spiritual atau kebahagiaan akherat. Meninggalkan sesuatu karena menginginkan sesuatu yang lebih baik dari padanya 2.

“Ketahuilah. harta-benda. Sedangkan segala apa yang ada di sisi Allah . Allah menyerupakan kehancuran dunia dan kefanaannya yang begitu cepat dengan hujan yang turun ke permukaan bumi. Ayat ini juga menunjukkan bahwa dunia adalah perhiasan. perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak. Al-Hadid: 20) Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu. dan agar jangan melupakan kehidupan akhirat yang hakiki setelah kematian. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaanNya. akan mengetahui bahwa dunia ibarat es yang semakin lama semakin mencair dan pada akhirnya akan hilang dan sirna. kering dan pada akhirnya mati. dan orang-orang yang terfitnah dengan dunia menjadikannya sebagai perhiasannya dan tempat untuk saling bermegah-megahan dengan kenikmatan yang ada padanya berupa anak-anak. Maka barangsiapa mengambil pelajaran dari permisalan yang disebutkan di atas. yang pasti pada saatnya akan punah dan binasa. Demikianlah kenikmatan dunia. Yang dimaksud sekadar permainan adalah sesuatu yang tiada bermanfaat dan melalaikan. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Ia menumbuhkan tanaman yang menghijau lalu kemudian berubah menjadi layu. Hal ini sebagaimana peringatan Allah tentang kehidupan dunia yang penuh dengan fatamorgana dan berbagai keindahan yang melalaikan dari hakikat kehidupan yang sebenarnya. batil. kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Kata zuhud sering disebut-sebut ketika kita mendengar nasehat dan seruan agar mengekang ketamakan terhadap dunia dan mengejar kenikmatannya yang fana dan pasti sirna. kedudukan dan yang lainnya sehingga lalai dan tidak beramal untuk akhiratnya. seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani. tetapi sebenarnya adalah kondisi mental yang tidak mau terpengaruh oleh harta dan kesenangan duniawi dalam mengabdikan diri kepada Allah. bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan.duniawi. Allah berfirman. dan sekadar permainan.

sebagaimana sama saja di matamu antara orang yang memujimu dengan yang mencelamu dalam kebenaran. Di sini zuhud ditafsirkan dengan tiga perkara yang semuanya berkaitan dengan perbuatan hati: 1. maka akan timbul tekad yang kuat untuk menggapai kebahagian dunia akhirat. Makna secara bahasa: Zuhud menurut bahasa berarti berpaling dari sesuatu karena hinanya sesuatu tersebut dan karena (seseorang) tidak memerlukannya. “Berupa apakah . Di sini akan disampaikan sebagian dari pendapat tersebut. apa yang ada di sisi Allah lebih dia percayai daripada apa yang ada di tangannya sendiri. akan tetapi zuhud di dunia adalah engkau lebih mempercayai apa yang ada di tangan Allah daripada apa yang ada di tanganmu. Abu Hazim az-Zahid pernah ditanya. Al-Hasan Al-Bashri menyatakan bahwa zuhud itu bukanlah mengharamkan yang halal atau menyia-nyiakan harta. dan akhirat itu lebih baik dan utama sebagaimana lebih indah dan kekalnya permata dibandingkan dengan es. Umumnya mengarah kepada makna yang hampir sama. Makna secara istilah: Ibnu Taimiyah mengatakan – sebagaimana dinukil oleh muridnya. Dalam bahasa Arab terdapat ungkapan “syaiun zahidun” yang berarti “sesuatu yang rendah dan hina”.adalah lebih kekal. Apabila seseorang mengetahui dengan yakin akan perbedaan antara dunia dan akhirat dan dapat membandingkan keduanya. Bagi seorang hamba yang zuhud. Ibnu al-Qayyim – bahwa zuhud adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat demi kehidupan akhirat. Definisi Zuhud Banyak sekali penjelasan ulama tentang makna zuhud. Keadaanmu antara ketika tertimpa musibah dan tidak adalah sama saja. Hal ini timbul dari keyakinannya yang kuat dan lurus terhadap kekuasaan Allah.

Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia secara total dan menjauhinya. sebagai seorang penguasa mempunyai kekuasaan yang luas sebagaimana yang disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur’an. Aku tidak pernah takut miskin karena percaya kepada Allah. baik itu kehilangan harta. sementara hatinya dipenuhi rasa cinta kepada Allah dan akhirat. Karena kalau seseorang menganggap dunia itu besar. Baginya orang yang memuji atau yang mencelanya ketika ia berada di atas kebenaran adalah sama saja. atau bisa jadi dia melakukan kebatilan karena mengharapkan pujian. “Dua macam. beliau mempunyai sembilan istri. “Engkau tidak takut miskin?” Beliau menjawab. Hal ini juga timbul karena keyakinannya yang sempurna kepada Allah. bumi serta apa yang berada di antara keduanya.” Kemudian beliau ditanya lagi. “(Mengapa) aku harus takut miskin. dan tidak pernah mengharapkan apa yang ada di tangan manusia.hartamu?” Beliau menjawab. Lihatlah Nabi. maka dia akan lebih memilih pujian daripada celaan. yaitu dengan keluarnya rasa cinta dan ketamakan terhadap dunia dari hati seorang hamba. Para Shahabat. teladan bagi orang-orang yang zuhud.” 2. dan hatinya dipenuhi dengan rasa cinta kepada kebenaran. Ia jadikan dunia (hanya) di tangannya. juga mempunyai istri-istri dan harta kekayaan. Hal itu akan mendorongnya untuk meninggalkan kebenaran karena khawatir dicela atau dijauhi (oleh manusia). berarti menunjukkan bahwa kedudukan makhluk di hatinya adalah rendah. yang di antara mereka ada yang kaya raya. Demikian juga Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman. Apabila terkena musibah. kematian anak atau yang lainnya. Jadi. Semuanya ini tidaklah mengeluarkan mereka dari hakekat zuhud yang sebenarnya. apabila seorang hamba telah menganggap sama kedudukan antara orang yang memuji atau yang mencelanya. Tingkatan Zuhud . 3. dia lebih mengharapkan pahala karenanya daripada mengharapkan kembalinya harta atau anaknya tersebut. sedangkan Rabb-ku adalah pemilik langit. Hakekat zuhud itu berada di dalam hati.

karena di matanya dunia itu rendah dan hina. yang menghalangi manusia untuk masuk ke dalamnya. Adapun roti diumpamakan sebagai dunia. bagaikan orang yang meninggalkan uang satu dirham untuk mendapatkan uang dua dirham (maksudnya balasan akhirat itu lebih besar daripada balasan dunia). sementara pintu tersebut dalam keadaan terbuka. Dan ia meninggalkan dunia tersebut (untuk akhirat). 3. Orang yang zuhud dan meninggalkan dunia dengan hati yang lapang. lalu ia melemparkan sepotong roti ke arah anjing tersebut sehingga membuat anjing tersebut sibuk (dengan roti tadi). kemudian meninggalkannya dan merasa cukup dengan hidup sederhana. . maka barangsiapa meninggalkannya niscaya akan memperoleh kedekatan dari Allah. terhalangi oleh anjing yang menjaga pintu. yang besar maupun yang kecil. Hal-Hal yang Mendorong untuk Hidup Zuhud 1. Ingat! betapa dahsyatnya peristiwa datangnya hari kiamat kelak. Orang seperti ini bagaikan seseorang yang hendak masuk ke istana raja. Berusaha untuk hidup zuhud di dunia. Hal itu akan membuat kecintaannya terhadap dunia dan kelezatannya menjadi hilang dalam hatinya. akan tetapi ia berusaha melawan dan mencegahnya. meskipun ada kecenderungan kepadanya. sementara ia menghendaki (dunia tersebut). Orang yang meninggalkan dunia dengan suka rela. dan ia pun dapat masuk (ke istana) untuk menemui sang Raja dan mendapatkan kedekatan darinya. hati condong kepadanya dan selalu menoleh ke arahnya. Keimanan yang kuat dan selalu ingat bagaimana ia berdiri di hadapan Allah pada hari kiamat guna mempertanggung-jawabkan segala amalnya. yaitu: 1.Ada beberapa tingkatan zuhud sesuai dengan keadaan setiap orang yang melakukannya. Anjing di sini diumpamakan sebagai syaitan yang berdiri di depan pintu (kerajaan/surga) Allah. Ia tidak melihat bahwa dirinya meninggalkan sesuatu apapun. 2. yang tampak ataupun yang tersembunyi.

mendorong seorang yang beriman untuk tidak terlalu bergantung kepada dunia dan lebih mengharapkan akhirat yang lebih baik dan lebih kekal. “Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megahmegahkan di dunia itu). Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. . An-Naaziat: 37-39) Dalam ayat yang lainnya Allah berfirman. Merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an yang banyak menyebutkan tentang kehinaan dan kerendahan dunia serta kenikmatannya yang menipu (manusia). Dunia hanyalah tipu daya. dan kadang-kadang terpaksa harus bergaul dengan orangorang yang berperangai jahat dan buruk. 4.” (QS. Dunia hanya akan didapatkan dengan susah payah dan kerja keras. dan lebih mengutamakan kehidupan dunia.” (QS. jiwa menjadi tentram dan hati merasa sejuk. Merasakan bahwa dunia itu membuat hati terganggu dalam berhubungan dengan Allah. baik dari Al-Qur’an maupun as-Sunnah. menerima takdir Allah dengan tulus dan sabar. ditambah akan menerima balasan di akhirat. 3.” (QS. Al-A’laa: 16-17) Semua dalil-dalil. “Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. dimana dia akan ditanya tentang kenikmatan dunia yang telah ia peroleh. sebagaimana dalam firman-Nya. Berbeda halnya jika menyibukkan diri dengan berbagai macam ibadah. dan membuat seseorang merasa jauh dari kedudukan yang tinggi di akhirat kelak.2. “Adapun orang yang melampaui batas. permainaan dan kesia-siaan belaka. At-Takaatsur: 6) Perasaan seperti ini akan mendorong seorang hamba untuk hidup zuhud. mengorbankan tenaga dan pikiran yang sangat banyak. Dua hal di atas jelas berbeda dan (setiap orang) tentu akan memilih yang lebih baik dan kekal. maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). sebagaimana firman Allah. Allah mencela orang-orang yang mengutamakan kehidupan dunia yang fana ini daripada kehidupan akhirat.

lebih besar (dosanya) di sisi Allah. menjalankan ketaatan kepada-Nya dan kepada rasul-Nya. meningalkan jihad di jalan Allah karena dianggap mengganggu dan merugikan orang lain. (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Dan semua yang menghalangi hal ini adalah perkara yang mendatangkan kemudharatan dan tidak bermanfaat. memakan sesuatu yang dapat merusak akalnya sehingga tidak mampu menjalankan kewajiban. ‘Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar. Sehingga berpaling dari sesuatu yang bermanfaat merupakan kejahilan dan kesesatan sebagaimana sabda Nabi. Adapun sesuatu yang memberi manfaat bagi kehidupan akhirat dan membantu untuk menggapainya. Al-Baqarah: 217) . “Carilah apa yang bermanfaat bagi dirimu dan mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan lemah. maka termasuk salah satu jenis ibadah dan ketaatan. Pada akhirnya. Katakanlah. Orang yang tidak memperhatikan segala yang dicintai dan dibenci oleh Allah dan rasul-Nya akan banyak menyia-nyiakan kewajiban dan jatuh ke dalam perkara yang diharamkan. orang-orang kafir dan orang-orang jahat mampu menguasai negeri mereka dikarenakan meninggalkan jihad dan amar ma’ruf -tanpa ada maslahat yang nyata-.Zuhud yang Bermanfaat dan Sesuai Dengan Syariat Zuhud yang disyariatkan dan bermanfaat bagi orang yang menjalaninya adalah zuhud yang dicintai oleh Allah dan rasul-Nya. meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar. tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah. yaitu meninggalkan segala sesuatu yang tidak bermanfaat demi menggapai kehidupan akhirat. “Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Muslim hadits no.” (HR. kafir kepada Allah.’” (QS. meninggalkan sesuatu yang merupakan kebutuhannya seperti makan dan minum. Yang paling berguna bagi seorang hamba adalah mengikhlaskan seluruh amalnya karena Allah. 4816) Yang bermanfaat bagi seorang hamba adalah beribadah kepada Allah. Allah berfirman.

menjauhkan manusia dari agama Allah. akan tetapi fitnah yang ditimbulkan oleh kekufuran. walaupun membunuh jiwa itu merupakan keburukan. hendaklah salah seorang diantara kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan sembelihannya. dijadikan sebagai kendaraan atau yang lainya. dan jika kalian menyembelih maka sembelihlah dengan baik.Allah menjelaskan dalam ayat ini. kezaliman dan berkuasanya mereka (orang-orang kafir) lebih berbahaya dari membunuh jiwa. menghancurkan peradaban. Karena ia menganiaya hati dan membutakannya. 3615) Zuhud yang Bid’ah dan Menyelisihi Syari’at Zuhud yang menyelisihi Sunnah tidak ada kebaikan sama sekali di dalamnya. dan suatu kebaikan tidak mungkin bisa sempurna untuk manusia kecuali dengan memanfaatkannya. Orang seperti ini adalah jahil. karena hewan tersebut pasti akan mati. Manusia lebih sempurna dari hewan. Berikut ini beberapa perkataan para penyeru zuhud yang menyelisihi petunjuk Nabi.” (HR. dan memberi kesempatan bagi musuh-musuh Islam untuk menguasai mereka. Nabi bersabda. Sehingga menghindari keburukan yang lebih besar dengan melakukan keburukan yang lebih ringan adalah lebih diutamakan. merendahkan kemuliaan seseorang serta menjadikan seorang hamba menyembah kepada selain Allah. baik untuk dimakan. “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik atas segala sesuatu. . maka jikalau kalian membunuh. Yang dilarang oleh Nabi adalah menyiksanya dan tidak menunaikan hak-haknya yang telah tetapkan oleh Allah. Muslim hadits no. Disembelihnya hewan tersebut untuk kepentingan manusia adalah lebih baik daripada mati tanpa mendatangkan manfaat bagi seorang pun. membuat agama menjadi buruk dan hilang nilai-nilai kebaikannya yang diridhai oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya. Seumpama orang yang tidak mau menyembelih hewan dengan dalih bahwa perbuatan tersebut termasuk aniaya terhadap hewan. bunuhlah dengan baik.

“Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim. dan menikah demi meneruskan keturunan manusia. sebagaimana sabdanya. 1/37). salah seorang penyeru zuhud yang menyelisihi syariat. Sesungguhnya pernikahan itu dapat menjaga pandangan mata dan menjaga kehormatan.” (HR.” (HR.” (Kitab Al-Futuhat Al-Makiyah. yaitu dengan bekerja. barangsiapa di antara kalian yang telah mempunyai kemampuan (lahir dan batin) untuk menikah. lihat Kitab Al-Jami’ As-Shahih no. Sedangkan untuk yang tidak mampu. baik ilmu agama maupun dunia. “Wahai para pemuda.” (Ibnu Majah hadits no. “Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada hasil kerja tangannya sendiri. Sesungguhnya nabi Allah. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. 3808 karya Al-Bani) . III/8 hadits no. “Jika seseorang telah menuntut ilmu.” (Kitab Quatul-Qulub 3/135. menuntut ilmu hadist. 1930) Dan Rasulullah telah memerintahkan umatnya untuk menikah. VI/117) Beliau juga memerintahkan kaum muslimin menuntut ilmu. dan menikah. Dan lebih aku senangi jika seorang sufi tidak membaca dan menulis agar niatnya lebih terarah. 220. Hadist Sahih. yaitu bekerja untuk mendapatkan rezeki. Bukhari. maka hendaklah dia menikah. Padahal telah dimaklumi bahwa semua peradaban di dunia ini tidak mungkin tegak dan berkembang kecuali dengan tiga perkara. Dawud. makan dari hasil kerja tangannya. Rasulullah sendiri telah memerintahkan kita bekerja mencari rezeki sebagaimana dalam sabda beliau. maka dia telah bersandar kepada dunia. “Saya senang kalau seorang pemula dalam kezuhudan tidak menyibukkan diri dengan tiga perkara agar tidak berubah keadaannya. mencari ilmu. Perkataan Abu Sulaiman ad-Darani. Bukhari.Perkataan Junaid. kitab karya Junaid). pergi mencari rezeki atau menikah. hendaklah berpuasa karena puasa itu dapat menjaganya (yaitu benteng nafsu).

Dunia di mata mereka lebih hina daripada tanah. generasi sahabat yang hidup di bawah naungan wahyu Ilahi dan didikan Nabi. mereka berdiri di atas kaki mereka. baik berupa ilmu kesehatan. Apabila berbuat keburukan. tidak pernah meletakkan sesuatu antara badan mereka dengan tanah (beralas) dan tidak pernah memerintahkan orang lain membuatkan makanan untuk mereka. Mereka senantiasa dalam keadaan demikian. Salah seorang tokoh generasi tabi’in. Bila malam tiba. Terpuruknya kaum muslimin ke dalam jurang kehinaan dan kemunduran pada masa sekarang ini tidak lain akibat kelalaian mereka dalam menuntut ilmu agama yang benar. mereka bersungguh-sungguh dengan memohon kepada Allah untuk menerimanya. dan hal-hal utama lainnya. baik yang besar maupun yang kecil. juga tidak bersedih dengan hilangnya sesuatu itu. tidak pernah meletakkan panci di atas perapian. Ketika beramal kebaikan. mereka bersedih dan bersegera meminta ampunan kepada Allah. Imam al-Hasan al-Bashri berkata. Adapun ilmu duniawi. meletakkan wajah-wajah mereka dalam sujud dengan air mata bercucuran di pipi-pipi mereka dan bermunajat kepada Allah agar melepaskan diri mereka dari perbudakan dunia.Wajib di sini adalah dalam menuntut ilmu agama. “Aku telah menjumpai suatu kaum dan berteman dengan mereka. hilangnya agama. yang semuanya berujung kepada kebinasaan. marilah kita lihat bagaimana kehidupan generasi pertama dan terbaik dari umat ini. tidak ada seorang pun yang berselisih tentang pentingnya ilmu tersebut. Demi Allah. tidaklah mereka itu selamat dari dosa kecuali dengan ampunan Allah. merasa cukup dengan ilmu duniawi yang mereka ambil dari musuh-musuh mereka dalam berbagai macam aspek kehidupan. banyak maupun sedikit. Salah seorang di antara mereka hidup satu atau dua tahun dengan baju yang tidak pernah terlipat. Referensi: .” Wallahu A’lam. Khatimah Sebagai penutup tulisan ini. ilmu perencanaan maupun ilmu lainnya yang manusia tidak mungkin terlepas darinya. Tidaklah mereka itu merasa gembira karena sesuatu yang mereka dapatkan dari perkara dunia. akhlak. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan ridha-Nya kepada mereka.

cet. 3. Bairut. karya Doktor Ahmad Farid . Ke-1. Libanon. karya Syakhul-Islam Ibn Taimiyah . Tazkiyatun-Nufus. Damsiq.Alqalam. Suria. cet. Maktabah Dar Al-Bayan. Libanon. Mukhtashar Minhajul-Qashidin. Ke-2. karya Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisy. karya Nazim Mohammad Sulthan . Riyadh. 4. KSA. 1313 . Dar. Qawaid wa Fawaid min Al-Arbaina An-Nawawiyah. Makarimul-Akhlaq. Dar. Bairut.1.alkhair. . Dar-Alhijrah. 1410. 2.

2.39.87-07..:.3..:/:.25:3.8.2.3.5073. 203:25.-.3. 09.3 ..3 ..-.7 6. $.      .9/.2.3 2070.-07.703. 070.-07.28:://03./././. :.9/.89..3/:5/-.:.9.. $0-.286 $:7.3-072:3.2.3 02.73.9 9/.5073.2070.343    :9.9:.8/3 .9./.503:9:59:8.7.88.39.3..3/.305.3 -./.72.7507-:/..0-.0.-07-:./.9/.:5:380/9 .3/03.7:9 -.0/:5.8. $024... .808:.-.2025. 2070..3.3 ./.9.$./. 803.2-3%../..8.3. . 2009.7/.-0780//03.. 9/.7. -07.5073.-0780//.8:..7./.3.9.33 2.72.9.3/72070.3 907-.2070.37/.05.7507. 2070.30307.7:9 -..75.3/02.:...9 0-:7:./:3. -07::305.3./.9-..7:2.8.0-3..20.9.2-3:":/.37. %/.25:3..905.3-07902.808:.:39:203072.-07/7/.72: .  .39.32070. .29-.3802:.9.3808:.6/8 .. /.32./.2. .3-078007..2.3.9.20239. /03./. ..9.9:..2./$:9.85079./..3202-:.9:3 :1:8 ../2. -078:3: 8:3:/03.-..72005. 2070.3 :39:2070.8047.39.7 . ..0/:5..5./.- $.2. .30. .:5:3.3.9:...8.2.9:..9.2  #0107038   ".2009.: "..3 .3-08.3.0-3.8 /.49472.5.24./.7/48.09 0  .33.3.09 0   .5073.32070.2070.3..2.:3.3-.33./23 7-.7.3 9/..320244305.3.. /03..343    %./:58.3 ..7. .3.7  ./ $    .3..8047. 2009..2.: 8.7 7.:2/.33..3/:3./.7.39440307.3 2070.347.  ./.3.7.9:80.9.7  .22.92.  :90. #.:3/03.3/..6 .2070./. -..9:207.8.02-7.7.:.3 .3...93 0307.3/55 552070.9075.2020739. 5.9.9.39/.39/.8507.3//.2.35.: ..8.9:9: :3.2.2070..2 ..:7.32070./..:9.- 3 2.. . .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful