Pembantaian Etnis Bosnia Oleh Etnis Serbia

Macedonia. Kroasia. Sarajevo dibombardir habis-habisan. gerilyawan Bosnia ditangkap dan disiksa di kamp-kamp konsentrasi. Masalah politik yang sampai sekarang masih menjadi bahan pemikiran dan perlu dicari penyelesaiannya melalui forum bilateral maupu internasional salah satunya adalah masalah pecahnya Republik Federasi Yugoslavia menjadi beberapa negara yang merdeka seperti Slovenia. maka Bosnia menjadi satu-satunya negara Islam yang ada di benua Eropa dan hal itu sangat membahayakan bagi negara-negara Eropa yang masih memendam dendam lama terhadap Islam akibat kekalahan mereka dalam perang salib. Golongan pembaru di negara – negara tersebut menghendaki sistem Demokrasi – Liberal. Tujuan utama etnis Serbia menurut apa yang dilansir oleh pers dunia adalah : pemusnahan etnis Bosnia atau lebih tepatnya lagi pemusnahan kaum muslimin karena mayoritas penduduk Bosnia adalah warga muslim. di negara-negara Eropa Timur dan Balkan. melakukan perang secara besar-besaran bahkan melakukan pembantaian besar-besaeran terhadap etnis Bosnia yang mayoritas penduduknya adalah warga muslim. Kemerdekaan Bosnia Herzegovina yang diproklamirkan berdasarkan hasil pemungutan suara pada tanggal 15 Oktober 1991 ditolak keras oleh etnis Serbia yang mendominasi negara Federal Yugoslavia.BAB I PENDAHULUAN Masalah politik yang paling menonjol di kawasan Eropa pasca perang dingin ditandai dengan runtuhnya kekuasaan komunis. sedangkan rejim yang berkuasa ingin tetap mempertahankan pemerintahan konservatif Sosialis – Komunis. dan Bosnia Herzegovina. Dengan demikian. Etnis Serbia menolak kemerdekaan ini dengan melakukan kekerasan militer. . Puluhan ribu wanita muda dan gadis kecil Bosnia diperkosa. Ibukota Bosnia. Bosnia yang mayoritas penduduknya merupakan warga muslim bermaksud memproklamasikan kemerdekaan negaranya menjadi sebuah negara Islam.

Ketidaksukaan PBB dan negara barat atas berdirinya Bosnia sebagai negara Islam tampak pada kurang bersemangatnya mereka dalam menyelesaikan perang yang mengakibatkan konflik Serbia dan Bosnia semakin berlarut-larut tanpa ada kejelasan kapan konflik itu akan berakhir. Hal ini berhubungan dengan dianutnya paham Rasisme oleh negaranegara Eropa yang telah menyebar di eropa pada saat itu. Tujuan dibuatnya tulisan ini adalah untuk menunjukkan bahwa pembantaian etnis secara besar-besaran ini telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang sangat menyedihkan. Namun alasan ini patut ditanyakan kembali jika melihat kenyataan bahwa bukan hanya 6 juta orang Yahudi yang mati di tangan Nazi. Hal ini jelas telah melanggar Undang – undang hak asasi manusia yang selalu saja digembar-gemborkan oleh pihak Barat. Kejahatan kemanusiaan ini memang bukan hanya terjadi di Bosnia tetapi juga terjadi di jerman di mana etnis Yahudi dibantai secara besar-besaran oleh Nazi di bawah pimpinan Hitler yang sangat diktator dan kejam pasca Perang Dunia II. para keturunan Yahudi tetap sukses memegang peranan ekonomi yang besar di jerman.Perselisihan Bosnia dan Serbia ini lebih rumit dibandingkan dengan perselisihan yang lainnya. dan sementara ekonomi Jerman mengalami kesulitan. factor agama lebih memegang peranan penting. Perselisihan ini selain diakibatkan oleh factor politik. Sementara pemebersihan etnis Bosnia adalah benar-benar murni bukan hanya pembantaian ras tetapi juga pembantaian agama tertentu. melainkan juga 5 juta etnik non Aria lainnya seperti Gipsi. Dan ternyata. Pembantaian yang dilakukan oleh etnis Serbia terhadap etnis Bosnia yang mayoritas penduduknya adalah warga muslim sangat tidak berperikemanusiaan. pihak Barat malah tidak terlalu bersemangat menyelesaikan konflik kemanusiaan ini. Serbia dan negara-negara Barat tidak menghendaki berdirinya Bosnia sebagai negara Islam yang berdiri sendiri di kawasan Balkan. . Kebencian Nazi terhadap keturunan Yahudi dianggap sebagai penyebab kekalahan Jerman pada Perang Dunia I. keturunan Asia lainnya. kaum Homoseksual. Masalah utamanya adalah perbedaan ras / etnis.

Penduduk negeri ini terdiri dari kaum muslimin.00 jiwa dengan presentase kaum muslimin sebesar 50 %. tetapi diperintah secara supranatural dan dijaga olehe tentara internasional. Federasi Bosnia dan Herzegovina dibagi menjadi 10 kanton: 1.1 Keadaan Umum Bosnia Herzegovina Negara pacahan Yugoslavia ini terletak di Barat Daya Eropa. Nasrani 40 %.233 km2. Jumlah penduduk Bosnia berdasarkan data stastistik tahun 1419 H / 1998 M sebanyak 3.BAB II PEMBAHASAN 2. Hasil pertanian yang paling banyak dihasilkan adalah jagung. Slow. Herzegovina-Neretva . Zenica-Doboj 5.800. gandum. Mata uang yang digunakan adalah mata uang dinar. Luas negaranya 51. dan jawaaut. Posavina 3. Bosnia Tengah 7. Distrik Brčko bukan bagian kedua entitas politik ini. Podrinje Bosnia 6. Serbia dan Kroasia. Una-Sana 2. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Serbo – Kroasia ( bahasa resmi ). Tuzla 4. Bosnia Herzegovina dibagi menjadi Federasi Bosnia dan Herzegovina dan Republika Srpska. dan Serbia. dan lainnya 10 %.

ikut pula sebuah kelompok bidat Kristen yang disebut Bogomil. Pada Abad Pertengahan. Di tengahtengah pergulatan tersebut. Dalam perkembangannya.2 Sejarah Bosnia Herzegovina Bosnia Herzegovina merupakan sebuah wilayah perbatasan antara Kebudayaan Barat dan Timur. Oleh karena itu mereka menjadi pembela fanatik Kesultan Usmani untuk menjaga hak-hak istimewa mereka. Negara yang baru merdeka ini berusaha menggabungkan . Masuknya pemikiran nasionalisme membawa perubahan besar dan tajam di Bosnia. Orang Bosnia yang menganut Kristen Ortodoks mengidentifikasikan dirinya sebagai orang Serbia sementara penganut Katolik menjadi orang Kroasia. Oleh karena itu. wilayah tersebut menjadi ajang pertikaian dan perebutan pengaruh antara Romawi Barat yang Katolik dan Romawi Timur yang Ortodoks. Bosnia Barat 2. ketika wilayah tersebut ditaklukkan oleh Turki Usmani yang beragama Islam. Sekte ini terutama beranggotakan masyarakat kelas atas Bosnia.8. Apabila sebelumnya secara umum penduduk wilayah itu disebut orang Bosnia dan hanya dibedakan menurut agamanya. Mereka menjadi tangan kanan orang Turki untuk memerintah penduduk Bosnia yang tetap memeluk agama leluhurnya. kini mereka mengidentifikasikan diri dengan tetangganya. setiap pemberontakan Kristen ditindas dengan keras oleh mereka. Kaum Muslim sendiri memilih dipanggil sebagai orang Turki–sebutan yang menguatkan cap kepada mereka sebagai “pengkhianat” yang menjual diri pada penjajah Turki. Akibatnya. Sarajevo 10. kaum Muslim Bosnia mendapatkan status sama dengan orang Turki asli. Herzegovina Barat 9. negara-negara jajahannya di Balkan memerdekakan diri. Ketika Turki melemah. Kekuatan ketiga yang berpengaruh dalam sejarah negeri itu muncul pada akhir abad ke-13. Salah satu di antaranya adalah Serbia. mereka dibenci oleh penduduk lainnya sebagai “pengkhianat”.

Bosnia-Herzegovina. Akan tetapi perpecahan segera melanda negeri itu akibat pertentangan dua etnis utamanya. Pertentangan tersebut kemudian meledak menjadi kekerasan setelah Jerman Nazi menguasai Yugoslavia tahun 1941. yang kemudian menyebabkan pecahnya Perang Dunia I. Bosnia. Namun lebih banyak lagi yang pro Kroasia dan menyebut dirinya sebagai orang Muslim Kroasia. Dari penggabungan ini muncullah Kerajaan Yugoslavia (Slavia Selatan). Kaum Muslim Bosnia terjebak dalam pertikaian tersebut karena kedua pihak memperebutkan wilayah tersebut. yang karena memiliki penduduk yang plural. diserahkan oleh Austria kepada Kerajaan Serbia-Montenegro. Selain itu. Orang Serbia berusaha membangun negara kesatuan sementara orang Kroasia menginginkan federasi yang longgar. dia memutuskan untuk memecah belah orang Serbia. Akan tetapi Tito menolaknya. Tito. Slovenia. Hal tersebut kemudian mendorong kaum nasionalis Serbia membunuh putera mahkota kekaisaran tersebut di Sarajevo pada tahun 1914. Beberapa kaum Muslim mendukung klaim Serbia dan menyebut dirinya sebagai Muslim Serbia. Setelah meraih kekuasaan atas Yugoslavia. Tito memutuskan bahwa kaum Muslim Bosnia diperbolehkan menyebut dirinya sebagai orang Muslimani (Muslim) sehingga tidak perlu menyebut dirinya sebagai orang Muslim Serbia atau Muslim Kroasia. Dengan demikian.Bosnia namun ambisinya digagalkan oleh kekaisaran Austria . dan Vojvodina. memutuskan bahwa wilayah Bosnia-Herzegovina harus menjadi sebuah republik federal. Setelah Perang Dunia I usai.Hongaria. Orang Serbia menuntut penggabungan wilayah tersebut karena penduduk Serbia yang hampir mencapai setengah dari total penduduk di sana pada masa itu. . Tito berusaha membangun kembali persaudaran negeri itu di bawah bendera komunisme. Oleh karena itu. merupakan ujian berat bagi Tito. orang Serbia dapat diimbangi oleh gabungan Muslim-Kroasia di wilayah tersebut. yang mencaplok wilayah tersebut pada tahun 1908. Dia tidak ingin membuat Serbia menjadi kuat seperti sebelumnya. sebagai seorang Kroasia-Bosnia. Dalam upayanya untuk mengatasi perselisihan antar kelompok etnis dan agama. Wilayah Serbia diperkecil dengan membentuk dua republik federal (yaitu Montenegro dan Makedonia) serta dua propinsi otonom (Vojvodina dan Kosovo). dia membentuk negeri itu menurut sistem federal yang ditarik berdasarkan etnisitas. bersama-sama dengan Kroasia.

Maka. orang – orang Utsmaniyah yang dipimpin oleh Sultan Murad bin Orkhan berhasil meraih kemenangan yang meremukkan tentara Serbia dalam perang Kosovo. Percikan awal yang menyebabkan terjadinya Perang Dunia I bermula dari Sarajevo ( ibukota Bosnia ) sebagai pengaruh atas pembunuhan putra mahkota Austria. pertikaian antar etnik dan agama kembali meletus di Yugoslavia. Sejak saat itulah Islam mulai menyebar dan mendarah daging di sana. Frans Ferdinand dan istrinya di tangan seorang pemuda bernama Princip yang mengaku sebagai pemuda anggota gerakan Serbia raya. Hungaria memisahkan diri dan mendirikan kerajaan Yugoslavia ( dengan menjadikan Bosnia dan Herzegovina sebagai bagian dari wilayahnya ) pada tahun 1336 H / 1918 M. Ketika Tito meninggal. dan menjadikan Bosnia sebagai bagian dari wilayah Utsmaniyah ( Turki ) dari tahun 868 H / 1463 M. Pada tahun 1391 H / 1971 M negara Federasi Yugoslavia mengizinkan kaum muslimin di Bosnia untuk membentuk daerah otonomi yang tergabung ke dalam federasi ini ( pada masa presiden Bros Tito ) 2.Dalam menghadapi ketidakpuasan atas keputusan tersebut. Pada tahun 791 H / 1389 M. pada tahun 1326 H / 1908 M kekaisaran Austria mengumumkan penggabungan Bosnia dan Herzegovina ke dalam wilayahnya. Peperangan ini telah membawa kehancuran kekaisaran Austria / Hungaria. Cara tersebut memang efektif tapi hanya untuk sementara waktu. yang kemudian meruntuhkan negara tersebut. Kaum muslimin bangkit menentang keputusan ini dengan segala kekuatan. Orang – orang Utsmaniyah telah menderita kerugian cukup lama karena kekayaan lokal negeri ini disubsidi oleh orang – orang Eropa. yaitu Bosnia dan Herzegovina yang telah direbutnya dari tangan pemerintahan Utsmaniyah. Pada masa antara dua Perang Dunia ini. Maka. Bosnia berada di bawah naungan kekuasaan Yugoslavia ( Serbia – Kroasia – Slovenia ). Pada tahun 1295 H / 1878 M Austria berhasil menguasai dua wilayah. tetapi usaha mereka berakhir dengan sia – sia.3 Kemerdekaan Bosnia dan Timbulnya Perang Saudara . rezim Tito memakai tangan besi untuk menghadapinya.

gerilyawan Bosnia ditangkap dan disiksa dalam kamp – kamp konsentrasi dan puluhan ribu wanita muda dan gadis kecil Bosnia diperkosa. juga lebih dari 120 negara lainnya. Hal ini membuat Serbia marah karena rencananya mendirikan negara Serbia Raya akan gagal apabila negara – negara bagian Yugoslavia satu per satu memisahkan diri. dan hasilnya rakyat Bosnia dan Herzegovina yang mayoritasnya Islam sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Ketika Federasi Yugoslavia itu hancur. PBB dan negara – negara besar lalu merestuinya. dengan dukungan tersembunyi negara – negara Barat. Serbia tidak tinggal diam. Bosnia Herzegovina baru merasakan kedukaan yang mendalam akibat konflik berdarah yang disebabkan oleh permusuhan monster Serbia. Serbia membombardir ibukota Bosnia. Mereka memisahkan diri dari negara Federasi Yugoslavia. tinggallah di Bosnia 60. lewat kehancuran Komunis pada tahun 1411 H / 1990 M. Serbia melakukan penyerangan ke Slovenia dan Kroasia untuk mencaplok kembali wilayah yang sudah meredeka itu menjadi wilayah kekuasaan etnis Serbia. Bosnia mengumumkan kemerdekaannya di bawah kepemimpinan Ali Izzet Begovic yang memenangkan pemilihan presiden pada tahun yang sama. Data menyebutkan bahwa . 2.000 tentara Serbia yang dengan persenjataan dan perbekalan lengkap yang memungkinkan orang – orang Serbia yang minoritas menindas kaum muslimin yang ada di Bosnia. parlemen Bosnia dan Herzegovina malakukan pemungutan suara pada tanggal 15 Oktober 1991 untuk mengusahakan pelepasan wilayah in dari Yugoslavia.Terjadinya perubahan politik globalisasi membawa pangaruh di negara Federasi Yugoslavia. dan seluruh negara – negara Salib ( Nasrani ) untuk mencegah hadirnya negara Islam di Eropa. Perang saudara di Yugoslavia diawali dengan merdekanya Kroasia dan Slovenia pada tanggal 25 Juni 1991. Metode penghapusan ras agama ini dilakukan terhadap kaum muslimin sebagai upaya penghilangan eksistensi Islam. Kemudian.4 Tragedi Kemanusiaan Bosnia Herzegovina Sejak kemerdekaannya. Rusia. Sarajevo dan kota lainnya dibombardir habis – habisan.

sekitar lima belas ribu laki-laki yang kebanyakan tidak bersenjata menjadisasaran pasukan musuh. setelah jatuh kepada Serbia Bosnia pada 11 Juli 1995. Pengakuan Cavic itu mengutip beberapa bagian laporan penahanan dan hukuman mati terhadap ribuan muslim. bendera NATO yang dipakai pasukan itu hanya akal-akalan untuk mengibuli kaum muslim. Sampai pada awal 1993. Pembantaian berlangsung saat pasukan Serbia menyerang wilayah aman dalam perlindungan PBB. Dunia pada saat itu dipenuhi oleh korban penyembelihan dan kuburan massal yang menakutkan yang ditimpakan Serbia kepada kaum muslimin. pasukan perdamaian PBB asal Belanda dan NATO yang diluncurkan oleh Dewan Keamanan PBB telah berjanji untuk mengamankan Srebenica. rakyat Serbia memujinya sebagai pahlawan. Kaum muslim. Pembantaian Srebrenica . Inggris. perang dan kemelut Serbia versus Bosnia masih belum reda sungguhpun pasukan penjaga perdamaian PBB yang terdiri atas : tentara Amerika Serikat. Sekitar 8. yakni Srebrenica. yang saat itu menjabat pemimpin perang Bosnia Serbia.” katanya. Pembantaian ribuan kaum muslimin di Srebrenica pada Juli 1995 itu diakui oleh Dragan Cavic melalui saluran televisi Serbia-Bosnia: “Saya harus mengatakan bahwa pada 10-19 Juli 1995 di Srebrenica terjadi tragedi yang menjadi lembaran hitam dalam sejarah bangsa Serbia. ketika itu berbondong-bondong datang dari Srebrenica.000 orang wanita muslimin menjadi korban perkosaan ( jumlah ini terbanyak jika dibandingkan dengan korban etnis Bosnia dari agama lain ). Pasukan Belanda yang berjaga di sana tidak mampu berbuat apa pun. dibantai dalam aksi yang paling biadab dalam sejarah Eropa. Presiden Serbia Dragan Cavic mengakui telah membantai sekitar 8000 muslimin Srebrenica pada bulan Juli 1995. Namun sayang.000 muslim Bosnia. ratusan orang dibunuh dalam oleh pasukan Serbia. Kisah pembantaian ini bermula ketika para pelarian kaum muslim mengalami tipu muslihat pasukan Kristen Bosnia.korban kaum muslimin sepanjang perang ini ( 1411 – 1416 H ) mencapai 200. Meski kasus ini adalah kejahatan.000 orang yang terbunuh dan 50. yang sebagian besar adalah pria dan anak laki-laki. dia juga memberikan kata penyesalan dan menyampaikan permintaan maaf. Secara singkat. Sepanjang perjalanan. wilayah sipil yang aman sebagaimana telah diumumkan PBB. Awalnya. Perancis telah melakukan operasi pemeliharaan perdamaian. dan Jenderal Ratko Mladic. Dalang pembantaian itu Radovan Karadzic. Akibatnya bisa diduga.

yang sedang menjalankan dakwaan atas mereka yang dituduh melakukan pelanggaran ketika perang Balkan 1990. pekerjaan menggali kubur tersebut mungkin akan memakan waktu hingga dua bulan untuk mengenali pasti korban dengan analisis DNA.merupakan pembantaian yang terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II yang. Kaum Serbia Bosnia menanam semua korban warga Islam yang dibunuh guna menyembunyikan bukti pembunuhan massal dari pengadilan perang internasional PBB di The Hague. Bosnia. Meski kasus ini merupakan kasus pelanggaran berat kejahatan perang internasional. . Menurut beberapa pakar. anggota Warga Bosnia yang hilang.” Koran Independent melaporkan. berdekatan dengan kota Zvornik di utara Srebrenica. kuburan tersebut dijumpai di Crni Vrh. Beberapa kuburan yang digunakan untuk menggali tulang-tulang dari sebuah kubur seluas gelanggang tenis. yaitu kejadian pembunuhan massal terburuk dalam sejarah sejak Perang Dunia Kedua.5 Upaya Perdamaian Meskipun pihak Barat dan PBB tidak terlalu antusias menyelesaikan masalah konflik Bosnia. banyak orang Serbia menganggap kedua pembantai sebagai pahlawan Puluhan mayat yang ditemukan dalam usaha pencarian 700 mayat umat Islam yang hilang atas kekejaman Serbia dan dipercayai ditanam hidup-hidup ditemukan di daerah Srebrenica. Pada Juli 1995. yang dilindungi oleh pasukan pengaman Belanda yang hanya memiliki senjata biasa. 2. Srebrenica. Ribuan dari pada mereka kemudian dibunuh.” kata Murat Hurtic. dan diyakini turut menempatkan mayat yang dipindahkan darikawasan perkuburan dekat Srebrenica. dipercayai terdiri dari lebih 7000 mayat lelaki dan anak-anak yang disembelih tentera Serbia di Srebrenica delapan tahun lalu. “Kami percaya kuburan ini mengandung lebih dari beberapa ratus mayat korban pembunuhan massal di Srebrenica pada 1995 dan orang Zvornik yang terbunuh pada permulaan perang di Bosnia.” katanya. Kuburan massal tersebut ditemui di kawasan pergunungan berdekatan wilayah perbatasan Serbia. PBB tetap melakukan upaya-upaya menuju perdamaian antara Serbia dan Bosnia. “Ini mungkin kuburan pembunuhan massal yang terbesar di Bosnia. dibunuh oleh tentera Serbia Bosnia yang mengasingkan wanita Islam dari kaum lelaki dan anak-anak. toh ironisnya.

Serangan NATO mengakibatkan Serbia mau mengadakan peundingan di Beograd di bawah pengawasan PBB. presiden Bosnia. presiden Kroasia. Pengiriman utusan PBB untuk mencari jalan pemecahan guna mengakhiri perang. 2. Peserta utamanya adalah presiden Serbia. Ohio.Upaya menyelesaikan konflik dilakukan oleh beberapa organisasi dan negara di dunia di antaranya : 1. Bosnia Herzegovina tetap sebagai tunggal secara internasional 2. 4. Perundingan di Dayton 1 November 1995. 3. Perjanjian ini disetujui di Pangkalan Udara Wright-Patterson di Dayton. Pembagian politik Bosnia-Herzegovina saat ini dan struktur pemerintahannya merupakan hasil persetujuan dari Perjanjian Dayton. Franjo Tuđman. Indonesia sesuai dengan politik luar negeri yang ingin menciptakan perdamaian dunia dengan mengirimkan pasukan Garuda 14. Ibukota Sarajevo tetap bersatu di bawah federasi muslim Bosnia . Kroasia.Persetujuannya ditanda tangani di Paris. Hasil perundingan Dayton berisi antara lain sebagai berikut : 1. Perundingan di bawah pengawasan Amerika dan NATO antara Bosnia. PBB menghimbau Serbia untuk menarik pasukannya dari Bosnia. terutamanya untuk masa depan Bosnia-Herzegovina. kepala negosiator Amerika. Perjanjian Dayton adalah nama untuk perjanjian untuk menghentikan perang Yugoslavia yang sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir. Alija Izetbegović. Perancis pada 14 Desember. dan Serbia. NATO mengirimkan pasukannya dan memaksa Serbia meninggalkan Bosnia. Richard Holbrooke dan Jenderal Wesley Clark. Slobodan Milošević. beranggotakan 25 perwira untuk mendamaikan dan memberikan bantuan makanan dan obat-obatan. Pertemuan tersebut berlangsung sejak 1 November hingga 2 November 1995.

terutama etnis Kroasia. .3. etnis Bosnia Herzegovina. Tindakan tersebut dikategorikan sebagai kejahatan perang. 4. Oleh sebab itu. Pelaksanaan pemilu menunggu perjanjian Paris Point perjanjian keempat berhubungan dengan tuduhan bangsa Barat terhadap pasukan Serbia yang telah melakukan tindakan pemusnahan etnis ( genocide ) atau pembersihan etnis ( ethnic cleansing ). Penjahat perang seperti yang telah ditetapkan mahkamah internasional tidak boleh memegang jabatan. dan etnis Albania di Kosovo. Akibat dari perundingan Dayton yang lainnya adalah negara Bosnia Herzegovina terbagi menjadi 2 yaitu Serbia ( 49 % ) dan federasi muslim Kroasia ( 51 % ). beberapa petinggi militer Yugoslavia harus menghadapi peradilan kejahatan perang di mahkamah internasional bagi bekas Yugoslavia ( International Criminal Tribunal for Former Yugoslavia – ICFY ). Pengungsi berhak kembali ke tempatnya 5.

Anak-anak kecil harus menyaksikan orang tuanya dibantai didepan matanya. Berdasarkan bukti-bukti yang ada. Dapat kita teliti bersama. Tetapi juga memberikan dampak psikis yang sangat mempengaruhi psikologi individu masyarakatnya. Saat itu dapat ditemukan pembantaian di mana-mana. . Ini berkaitan dengan eksistensi Islam di Eropa yang sangat pesat pada zaman kekhalifahan. seperti ditemukannya kuburan massal bahkan pengakuan langsung dari Presiden Serbia yang memerintah pada saat itu. motif dari tragedi berdarah ini adalah pembantaian umat muslim. Dengan sebab inilah warga Serbia dan negara Eropa lainnya tidak menginginkan lagi berdirinya negara muslim Bosnia di eropa yang akan menggeser eksistensi umat Kristen sebagai warga mayoritas di Eropa. seperti yang dijelaskan pada bab pembahasan bahwa ada motif lain di balik semua tragedi berdarah ini. Pada zaman kekhalifahan Ottoman. Perlakuan etnis Serbia yang tidak berperikemanusiaan ini menjadikan mereka sebagai penjahat perang. Konflik ini bukan hanya dimotivasi oleh sistem pembersihan etnis ( ethnic cleansing ).BAB III KESIMPULAN Konflik kemanusiaan yang terjadi di Bosnia ini bukan hanya memberikan dampak buruk bagi keadaan sosial kemasyarakatan di negara tersebut. Turki menguasai Eropa banyak warga nonMuslim yang dinomorduakan. Negara-negara Eropa yang mayoritas penduduknya menganut adama Kristen tidak menginginkan adanya suatu negara Islam yang berdaulat di Eropa. Akan sangat janggal apabila motif pembantaian ini murni pembantaian etnis karena sebagian besar korbannya adalah warga yang beragama muslim terutama anak-anak dan wanita.

^SZY W^TS WZaZ`a` \WZYYSTaZYSZ cS S `W^_WTa`S^WZS\WZVaVaW^TS SZYS\^WZUS\S_W`WZYSVS^`[`S\WZVaVaV _SZS\SVSS_S`aSZ`W`S\`[WZ[SZ SS`VSZYZWTaS`W^TSWZSV aS` _W\W^` _WTWaZ S .

W S^WZS `a VS Wa`a_SZ aZ`a WWUS TWS [^SZY W^TS S S W^TS V\W^WU VWZYSZ WTWZ`a VaS ^W\aT XWVW^S  S`a [Z`WZWY^[ VSZ SWV[ZS _W^`S VaS \^[\Z_ [`[Z[ [b[VZS VSZ [_[b[ `[ _WTSYS _W[^SZY ^[S_S[_ZS Wa`a_SZ TScS cS S [_ZS W^ WY[bZS S^a_ WZSV _WTaS ^W\aT XWVW^S WZYSZ VWSZ [^SZY W^TS VS\S` VTSZY [W YSTaZYSZ a_ ^[S_S V cS S `W^_WTa` WSZ `a `[ Wa`a_SZ TScS Sa a_ [_ZS V\W^T[WSZ WZ WTa` V^Z S _WTSYS [^SZY a_SZ  a_ _WZYYS`VS\W^aWZ WTa`V^Z S_WTSYS[^SZY a_W^TSS`Sa a_ ^[S_S .

SS WZYSVS\ W`VS\aS_SZ S`S_ W\a`a_SZ `W^_WTa` ^W  `[ WSS `SZYSZ TW_ aZ`a WZYSVS\Z S S^S `W^_WTa` WSZY WXW`X `S\ SZ S aZ`a _WWZ`S^S cS`a W`S `[ WZZYYS \W^`SSZ SZ`S^ W`Z VSZ SYSS WTS WW`a_ V aY[_SbS SZYWaVSZW^aZ`aSZZWYS^S`W^_WTa` SVS`SaZ %  È %% [^SZYÊ[^SZY`_SZ S SZYV\\Z[Wa`SZ a^SV TZ.

^SZTW^S_W^SWWZSZYSZ SZYW^WaSZ`WZ`S^SW^TSVSS\W^SZY [_[b[ VSZ WZSVSZ [_ZS _WTSYS TSYSZ VS^ cS S `_SZ S  a^  VS^ `SaZ % %  È   WS _SS` `aS _S aS WZ WTS^ VSZ WZVS^S VSYZY V _SZS .

^SZY Ê [^SZY `_SZ S `WS WZVW^`S W^aYSZ Uaa\ SS S^WZS WS SSZ [SZWYW^ZV_aT_V[W[^SZYÊ[^SZY^[\S SVS `SaZ %   È % %  a_`^S TW^S_ WZYaS_S VaS cS S S`a [_ZS VSZ W^ WY[bZS SZY `WS V^WTa`Z S VS^ `SZYSZ \WW^Z`SSZ `_SZ S SS \SVS `SaZ   È % %  WS_S^SZ a_`^S WZYaaSZ \WZYYSTaZYSZ [_ZS VSZ W^ WY[bZS W VSS cS SZ S Sa a_Z TSZY` WZWZ`SZY W\a`a_SZ Z VWZYSZ_WYSSWaS`SZ`W`S\a_SSW^WSTW^S^VWZYSZ_SÊ_S W^USZScS SZY WZ WTSTSZ`W^SVZ S W^SZYaZS TW^aSVS^S^SWb[Ta[`S[_ZS_WTSYS \WZYS^aS`S_\WTaZaSZ\a`^SS[`Sa_`^S ^SZ_ W^VZSZVVSZ_`^Z SV`SZYSZ _W[^SZY\WaVSTW^ZSS ^ZU\ SZYWZYSa_WTSYS\WaVSSZYY[`SYW^SSZW^TS ^S S W\W^SZYSZ Z `WS WTScS WSZUa^SZ WS_S^SZ a_`^S È aZYS^S SS aZYS^S W_SSZ V^ VSZ WZV^SZ W^SSSZ aY[_SbS  VWZYSZ WZSVSZ [_ZSVSZ W^ WY[bZS_WTSYSTSYSZVS^cS SZ S\SVS`SaZ  È % %  SVS S_S SZ`S^S VaS W^SZY aZS Z [_ZS TW^SVS V TScS ZSaZYSZ WaS_SSZ aY[_SbSW^TSÊ ^[S_SÊ[bWZS SVS`SaZ %  È %  ZWYS^S WVW^S_ aY[_SbSWZY ZSZSaa_ZV[_ZSaZ`aWTWZ`aVSW^S[`[Z[ SZY `W^YSTaZYWVSSXWVW^S_Z\SVSS_S\^W_VWZ^[_`[   WW^VWSSZ[_ZSVSZTaZ S W^SZYSaVS^S .

W^SVZ S \W^aTSSZ \[` Y[TS_S_ WTScS \SZYS^a V ZWYS^S WVW^S_ aY[_SbS W^SZY_SaVS^SVaY[_SbSVScSVWZYSZW^VWSZ S ^[S_SVSZ[bWZS \SVS`SZYYS  aZ %%  W^WSW_SSZV^VS^ZWYS^S WVW^S_aY[_SbS S ZWTaS`W^TSS^SS^WZS^WZUSZSZ SWZV^SZZWYS^SW^TSS SSSZYSYS S\STS ZWYS^S Ê ZWYS^S TSYSZ aY[_SbS _S`a \W^ _S`a W_SSZ V^ W^TS `VS `ZYYS VS W^TS WSaSZ \WZ W^SZYSZ W [bWZS VSZ ^[S_S aZ`a WZUS\[ WTScS S SZY_aVSW^WVWS`aWZSVcS SWaS_SSZW`Z_W^TS WaVSZWcS`WSZUa^SZ [aZ_\SVS`SaZ  È %%  \S^WWZ[_ZSVSZ  .

`[TW^ %%  aZ`a W^ WY[bZS SSaSZ \WaZYa`SZ _aS^S \SVS `SZYYS WZYa_SSSZ \WW\S_SZ cS S Z VS^ aY[_SbS VSZ S_Z S ^S S` [_ZS VSZ W^ WY[bZS SZY S [^`S_Z S _S _W\SS` aZ`a W\^[SS_SZ WW^VWSSZZ S [_ZS WZYaaSZ WW^VWSSZZ S V TScS W\W\ZSZ  W`WY[bU SZYWWZSZYSZ\WSZ\^W_VWZ\SVS`SaZ SZY_SS VSZZWYS^SÊZWYS^STW_S^SaW^W_`aZ SaYSWTVS^ WVW^S_ aY[_SbS `a SZUa^ `ZYYSS V [_ZS  ZWYS^SSZZ S W`S  `WZ`S^S W^TS SZY VWZYSZ \W^_WZS`SSZ VSZ \W^TWSSZ WZYS\ SZY WaZYZSZ [^SZY Ê [^SZY W^TS SZY Z[^`S_WZZVS_Saa_Z SZYSVSV[_ZS  ^SYWV WSZa_SSZ[_ZS W^ WY[bZS WS WW^VWSSZZ S [_ZS W^ WY[bZS TS^a W^S_SSZ WVaSSZ SZY WZVSS STS` [ZX TW^VS^S SZY V_WTSTSZ [W \W^a_aSZ [Z_`W^ W^TS W`[VW \WZYS\a_SZ ^S_ SYSS Z VSaSZ `W^SVS\ Sa a_Z _WTSYS a\S S \WZYSZYSZ W__`WZ_ _S VWZYSZ VaaZYSZ `W^_WTaZ  ZWYS^S Ê ZWYS^S S^S` a_S VSZ _Wa^a ZWYS^S Ê ZWYS^S ST  S_^SZ  aZ`a WZUWYS SV^Z S ZWYS^S _SV^[\S W^TS WT[TS^V^ Ta[`S [_ZS S^SWb[ VSZ [`S SZZ S VT[TS^V^ ST_ Ê ST_SZ YW^ ScSZ [_ZS V`SZYS\ VSZ V__S VSS S\ Ê S\ [Z_WZ`^S_ VSZ \aaSZ ^Ta cSZ`S aVS VSZ YSV_ WU [_ZS V\W^[_S S`S WZ WTa`SZ TScS .

[^TSZSaa_Z_W\SZSZY\W^SZYZ SZY`W^TaZaVSZ  Ê  WZUS\S  [^SZY [^SZYcSZ`Sa_ZWZSV[^TSZ\W^[_SSZaSZ `W^TSZ SSVTSZVZYSZVWZYSZ[^TSZW`Z_[_ZSVS^SYSSSZaZS\SVS_SS` `a V\WZa [W [^TSZ \WZ WTWSZ VSZ aTa^SZ S__S SZY WZSa`SZ SZY V`\SSZ W^TS W\SVS Sa a_Z S\S \SVS ScS %%  \W^SZY VSZ WWa` W^TS bW^_a_ [_ZS S_ TWa ^WVS _aZYYa\aZ \S_aSZ \WZSYS \W^VSSSZ  SZY `W^V^ S`S_  `WZ`S^S W^S W^S` ZYY^_ W^SZU_ `WS WSaSZ [\W^S_ \WWS^SSZ \W^VSSSZ ^W_VWZ W^TS ^SYSZ SbU WZYSa `WS WTSZ`S _W`S^% a_Z^WT^WZUS\SVSTaSZ a %%  W_S_a_ZSVSSWSS`SZ ^S S`W^TSWaZ S_WTSYS\SScSZ WTSZ`SSZ ^TaSZ Sa a_Z V ^WT^WZUS \SVS a %%  `a VSa [W ^SYSZ SbU WSa _Sa^SZ `WWb_ W^TS[_ZS S S S^a_ WZYS`SSZ TScS \SVS  % a %% V^WT^WZUS`W^SV`^SYWV SZYWZSVWTS^SZ`SVSS_WS^STSZY_S W^TSS`SZ SWUS^S_ZYS`VSaYSWTW^SZS`S\WZ W_SSZVSZWZ S\SSZ \W^Z`SSZSSXW`S^% a_[_ZS SZY_WTSYSZTW_S^SVSS\^SVSZSZS SS VTSZ`S VSS S_ SZY \SZY TSVST VSS _WS^S ^[\S WTSZ`SSZ TW^SZY_aZY_SS`\S_aSZW^TSWZ W^SZYcS SSSZVSS\W^ZVaZYSZ  SZ ^WT^WZUS S_aSZ WSZVS SZY TW^SYS V _SZS `VS S\a TW^TaS` S\S \aZ WZYSaSZ SbU `a WZYa`\ TWTW^S\S TSYSZ S\[^SZ \WZSSZSZ VSZ aaSZ S` `W^SVS\^TaSZa_SSZY\WTSZ`SSZ`aSV[bSZ S^SV U SZY_SS``aWZSTS` \W\Z \W^SZY [_ZS W^TS VSZ WZVW^S S`[ SVU _S \WTSZ`SSZ Z TW^aS W`S \S^S \WS^SZ Sa a_ WZYSS `\a a_S` \S_aSZ ^_`WZ [_ZS Sa a_ W`S `a TW^T[ZV[ZYT[ZV[ZY VS`SZY VS^^WT^WZUScS S_\ SZYSSZ_WTSYSSZS`WSVaaSZ _W`WSS`a W\SVSW^TS[_ZS\SVS  a %% cSZ S\S_aSZ\W^VSSSZ S_SWSZVS WSSZSZ  `WS TW^SZ aZ`a VSZ .

 SZY VaZUa^SZ [W WcSZ WZYSSZSZ ^WTWZUS SaZ _S SZY TWZVW^S .

 SZY V\SS \S_aSZ `a SZ S SSSSSZaZ`aWZYTaSaa_TS`Z S T_SVVaYS_W`S^STWS_^Ta SS SZY WTSZ SSZ `VS TW^_WZS`S WZSV_S_S^SZ \S_aSZ a_a W\SZSZY \W^SSZSZ ^S`a_SZ [^SZY VTaZa VSS [W \S_aSZ W^TS WTSZ`SSZ ^WT^WZUS .

W^a\SSZ\WTSZ`SSZ SZY`W^Ta^aV^[\S_WS W^SZYaZS  SZY W_S_a_ Z W^a\SSZ S_a_ \WSZYYS^SZ TW^S` WSS`SZ \W^SZY Z`W^ZS_[ZS `[ ^[Z_Z S TSZ S[^SZYW^TSWZYSZYYS\WVaS\WTSZ`S_WTSYS\SScSZ aaSZS S` SZYV`WaSZVSSa_SS\WZUS^SZ S S`aS` _S SZYSZY S`S_ WWSSZ W^TS VSZ V\W^US S V`SZS Va\Va\ V`WaSZ V VSW^S ^WT^WZUS[_ZSWTW^S\SaTa^SZ SZYVYaZSSZaZ`aWZYYS`aSZY`aSZYVS^ _WTaSaTa^_WaS_YWSZYYSZY`WZ_V\W^US S`W^V^VS^WT S S`WSVSZ SZSSZS SZYV_WTW`WZ`W^SW^TSV^WT^WZUSVWS\SZ`SaZSa S`aWSVSZ \WTaZaSZ S__S `W^Ta^a VSS _WS^S _WS W^SZY aZS WVaS  S \W^US S aTa^SZ Z WZYSZVaZY WT VS^ TWTW^S\S ^S`a_ S S` [^TSZ \WTaZaSZ S__S V ^WT^WZUS \SVS %%  VSZ [^SZY b[^Z SZY `W^TaZa \SVS \W^aSSZ \W^SZY V [_ZS S`S a^S` a^`U SZYY[`S S^YS [_ZS SZY SZY  Z aZYZ aTa^SZ \WTaZaSZ S__S SZY `W^TW_S^ V [_ZS S`SZ S [^SZ ZVW\WZVWZ`WS\[^SZaTa^SZ`W^_WTa`Va\SV^Z^TW^VWS`SZVWZYSZ[`S b[^Z V a`S^S ^WT^WZUS VSZ V SZ `a^a` WZW\S`SZ S S` SZY V\ZVSSZ VS^ScS_SZ \W^aTa^SZ VWS` ^WT^WZUS Sa W^TS [_ZS WZSZS _WaS [^TSZ cS^YS _S SZY VTaZa YaZS WZ WTaZ SZ Ta` \WTaZaSZ S__S VS^ \WZYSVSZ \W^SZY Z`W^ZS_[ZS  V W SYaW SZY _WVSZY WZSSZSZ VScSSZ S`S_ W^WS SZY V`aVa WSaSZ \WSZYYS^SZ W`S \W^SZY SSZ %%  WZa^a` TWTW^S\S\SS^\WW^SSZWZYYSaTa^`W^_WTa`aZYZSSZWSSZcS`aZYYS VaSTaSZaZ`aWZYWZS\S_`[^TSZVWZYSZSZS__  SVS a %% ^WT^WZUS SZY VZVaZY [W \S_aSZ \WZYSSZ WSZVS SZY SZ S W _WZS`S TS_S VTaZa[W`WZ`W^SW^TS[_ZS SZYWZYS_ZYSZcSZ`S _SVS^SaWSVSZ SZSSZSTaSZVS^\SVSW^WSWaVSZVTaZa aTa^SZS__S`W^_WTa`V`Wa VScS_SZ\W^YaZaZYSZTW^VWS`SZcS S\W^TS`S_SZW^TS  \S S W^VSSSZ W_\aZ \S S^S` VSZ  `VS `W^Sa SZ`a_S_ WZ WW_SSZ S_SS [ZX [_ZS `W`S\WSaSZa\S Sa\S SWZaa\W^VSSSZSZ`S^SW^TSVSZ[_ZS .

\S S WZ WW_SSZ [ZX VSaSZ [W TWTW^S\S [^YSZ_S_ VSZ ZWYS^S V VaZS V SZ`S^SZ S  WZYTSaW^TSaZ`aWZS^\S_aSZZ SVS^[_ZS WZY^SZa`a_SZ  aZ`aWZUS^SSZ\WWUSSZYaZSWZYS^\W^SZY  .

 WZY^SZ \S_aSZZ S VSZ WS_S W^TS WZZYYSSZ [_ZS W^SZYSZ .

 WZYSTS`SZ W^TS Sa WZYSVSSZ \WaZVZYSZ V W[Y^SV V TScS \WZYScS_SZ   ZV[ZW_S _W_aS VWZYSZ \[` aS^ ZWYW^ SZY ZYZ WZU\`SSZ \W^VSSSZ VaZS VWZYSZ WZY^SZ \S_aSZ S^aVS % TW^SZYY[`SSZ % \W^c^S aZ`a WZVSSSZ VSZWTW^SZTSZ`aSZSSZSZVSZ[TS`[TS`SZ % W^aZVZYSZ V S `[Z  [bWTW^ %%% W^aZVZYSZ V TScS \WZYScS_SZ W^S VSZ .

SZ`S^S[_ZS ^[S_SVSZW^TS W^SZSZ S `[Z SVSS ZSS aZ`a \W^SZSZ aZ`a WZYWZ`SZ \W^SZY aY[_SbS SZY _aVS TW^SZY_aZY _WSS `YS `SaZ `W^S^ `W^a`SSZ S aZ`a S_S VW\SZ [_ZS W^ WY[bZS W^SZSZ Z V_W`aa V SZYSSZ VS^S ^Y` S``W^_[Z V S `[Z.

[ W^`WaSZ `W^_WTa` TW^SZY_aZY _WS  [bWTW^ ZYYS  [bWTW^ %%  W_W^`S a`SSZ S SVSS \^W_VWZ W^TS [T[VSZ [ Wb  \^W_VWZ ^[S_S ^SZ[ a SZ \^W_VWZ [_ZS S W`TWY[b  W\SS ZWY[_S`[^ W^S US^V [T^[[W VSZ WZVW^S W_W  S^ W^_W`aaSZZ S V`SZVS `SZYSZ V S^_ W^SZU_ \SVS  W_WTW^ WTSYSZ \[` [_ZS W^ WY[bZS _SS` Z VSZ _`^a`a^ \WW^Z`SSZZ S W^a\SSZS_\W^_W`aaSZVS^ W^SZSZS `[Z S_\W^aZVZYSZS `[ZTW^_SZ`S^SSZ_WTSYSTW^a` [_ZS W^ WY[bZS`W`S\_WTSYS`aZYYS_WUS^SZ`W^ZS_[ZS  Ta[`SS^SWb[`W`S\TW^_S`aVTScSXWVW^S_a_[_ZS .

 WZSS` \W^SZY _W\W^` SZY `WS V`W`S\SZ SSS Z`W^ZS_[ZS `VS T[W WWYSZYSTS`SZ % WZYaZY_TW^SWTSW`W\S`Z S % WS_SZSSZ\WaWZaZYYa\W^SZSZ S^_ [Z` \W^SZSZ WW\S` TW^aTaZYSZ VWZYSZ `aVaSZ TSZY_S S^S` `W^SVS\ \S_aSZ W^TS SZY `WS WSaSZ `ZVSSZ \Wa_ZSSZ W`Z_  YWZ[UVW  S`Sa \WTW^_SZ W`Z_  W`ZU UWSZ_ZY  `W^a`SS W`Z_ ^[S_S W`Z_ [_ZS W^ WY[bZS VSZ W`Z_ TSZSV [_[b[ZVSSZ`W^_WTa`VS`WY[^SZ_WTSYSWSS`SZ\W^SZY.

W_WTST `aTWTW^S\S\W`ZYY`W^aY[_SbSS^a_WZYSVS\\W^SVSZWSS`SZ\W^SZYV SSS Z`W^ZS_[ZS TSY TWS_ aY[_SbS  Z`W^ZS`[ZS ^ZS ^TaZS X[^ [^W^ aY[_SbS Ê    TS` VS^ \W^aZVZYSZ S `[Z SZY SZZ S SVSS ZWYS^S [_ZS W^ WY[bZS`W^TSYWZSV  S`aW^TS %VSZXWVW^S_a_ ^[S_S           .

      [ZX WSZa_SSZ SZY `W^SV V [_ZS Z TaSZ SZ S WTW^SZ VS\S Ta^a TSYWSVSSZ_[_SWS_ S^SS`SZVZWYS^S`W^_WTa`W`S\aYSWTW^SZVS\S \__ SZY _SZYS` W\WZYS^a \_[[Y ZVbVa S_ S^SS`Z S SS` `a VS\S` V`WaSZ\WTSZ`SSZVSZSSZSZSSZSWUS^a_WZ S_SZ[^SZY`aSZ S VTSZ`S VVW\SZ S`SZ S W^SaSZ W`Z_ W^TS SZY `VS TW^\W^WSZa_SSZ Z WZSVSZW^WS_WTSYS\WZSS`\W^SZY [ZX Z TaSZ SZ S V[`bS_ [W __`W \WTW^_SZ W`Z_  W`ZU UWSZ_ZY  S\S``S`W`TW^_SS_W\W^` SZYVWS_SZ \SVSTST\WTSS_SZTScSSVS[`X SZ V TS _WaS `^SYWV TW^VS^S Z W^VS_S^SZ Ta`Ta` SZY SVS _W\W^` V`WaSZZ S aTa^SZ S__S TSSZ \WZYSaSZ SZY_aZY VS^ ^W_VWZ W^TS SZY WW^Z`S \SVS _SS` `a [`X VS^ `^SYWV TW^VS^S Z SVSS \WTSZ`SSZ aS` a_ SZ _SZYS` SZYYS S\STS [`X \WTSZ`SSZ Z a^Z \WTSZ`SSZ W`Z_ S^WZS _WTSYSZTW_S^[^TSZZ SSVSScS^YS SZY TW^SYSSa_`W^a`SSSZSSZSVSZ cSZ`S Z TW^S`SZ VWZYSZ W__`WZ_ _S V ^[\S SZY _SZYS` \W_S` \SVS SSZ WSXSSZ WYS^SZWYS^S^[\S SZYS [^`S_\WZVaVaZ SWZYSZa`SVSS ^_`WZ `VS WZYZYZSZ SVSZ S _aS`a ZWYS^S _S SZY TW^VSaS` V ^[\S SVS SSZ WSXSSZ .

``[SZ a^ WZYaS_S ^[\S TSZ S cS^YS Z[Z a_ SZY VZ[[^VaSSZ WZYSZ _WTST ZS cS^YS W^TS VSZ ZWYS^S ^[\S SZZ S `VS WZYZYZSZ SY TW^V^Z S ZWYS^S a_ [_ZS V W^[\S SZY SSZ WZYYW_W^ W__`WZ_aS` ^_`WZ_WTSYScS^YSS [^`S_V^[\S   .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful