P. 1
Hukum Acara Pidana 1

Hukum Acara Pidana 1

|Views: 348|Likes:
Published by Diiana Dewii Setiia

More info:

Published by: Diiana Dewii Setiia on Nov 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2014

pdf

text

original

HUKUM ACARA

PIDANA
Oleh Davit Rahmadan
Bahan-bahan
Þ KUHAP
Þ HUKUM ACARA PIDANA oleh Suryono Sutarto, S.H.,
M.S. dan Oeripah Soejakto, S.H.
Þ ASPEK MANUSIAWI DALAM ORGANISASI oleh Stan
Kossen
Þ MAKALAH HUKUM ACARA PIDANA oleh M. Luthfie
Hakim, S.H.
Þ MAKALAH HUKUM ACARA PIDANA oleh A. Wirawan
Adnan, S.H.
Þ PEMBAHASAN PERMASALAHAN DAN PENERAPAN
KUHAP oleh M. Yahya Harahap, S.H.
Pokok Bahasan
I. POKOK BAHASAN I: Pengenalan HAP
1. Pengertian HAP
2. Fungsi/tugas dan Tujuan HAP
3. Sumber hukum HAP
4. Dramatis Personae dalam HAP

II. POKOK BAHASAN II: Pengenalan Lanjutan HAP
1. Asas-asas HAP
2. Ilmu-ilmu Pengetahuan Pembantu HAP
3. Memahami Fakta dan Kesimpulan

(lanjutan) Pokok Bahasan
III. POKOK BAHASAN III: Pemeriksaan
Pendahuluan (voorenderzoek)

IV. POKOK BAHASAN IV: Pemeriksaan
Pengadilan (gerechtelijk onderzoek)

POKOK BAHASAN I: Pengenalan
HAP
O Pengertian HAP:
HAP ialah aturan-aturan yang
memberikan petunjuk apa yang harus
dilakukan oleh aparat penegak hukum
dan pihak-pihak atau orang-orang lain
yang terlibat di dalamnya, apabila ada
persangkaan bahwa hukum pidana
dilanggar (Sudarto)
(Lanjutan)
Hukum Acara Pidana
Penegak Hukum Masyarakat
(Lanjutan)
Kesimpulan dari pengertian HAP:

Þ Fungsi HAP adalah untuk melaksanakan atau
menegakkan HUKUM PIDANA;

Þ HAP telah beroperasi meskipun baru ada
persangkaan saja adanya pelanggaran HUKUM
PIDANA, berarti HAP sudah dapat berjalan
meskipun belum jelas ada/tidaknya suatu
tindak pidana;





(Lanjutan)
O Uraian Fungsi/Tugas HAP:
+ Menemukan fakta tentang terjadinya
pelanggaran thd HUKUM PIDANA;
+ Menetapkan pelanggar hukum (tersangka);
+ Menemukan dan memeriksa tersangka
(termasuk menangkap/menahannya);
+ Mengumpulkan alat-alat bukti;
+ Mengajukan tersangka ke depan sidang
pengadilan;

(Lajutan)
+ Memeriksa terdakwa dan menjatuhkan putusan;
+ Mengatur upaya-upaya hukum atas putusan hakim;
+ Melaksanakan dan mengawasi putusan hakim.

O Tujuan HAP:
Mencari kebenaran materiil (substantial
truth/materiele waarheid) dan sekaligus untuk
perlindungan terhadap HAM (protection of
human rights);
(Lanjutan)
O Pemahaman ringkas tujuan HAP:


Kebenaran materiil
HUKUM ACARA PIDANA
Perlindungan HAM
(Lanjutan)
O Sumber hukum HAP:
+ KUHAP;
+ UU Pokok Kehakiman;
+ UU Tentang Mahkamah Agung;
+ UU Pokok Kepolisian;
+ UU Pokok Kejaksaan;
+ PP Tentang Pelaksanaan KUHAP;
+ Berbagai UU lain, seperti UU Tentang
Terorisme dll;
(Lanjutan)
O Dramatis personae dalam HAP:

+ Setiap orang:
× Tersangka/terdakwa;
× Saksi;
× Ahli;

+ Pejabat Kepolisian dan PPNS (pemeriksaan
pendahuluan/voorenderzoek):
× Penyelidik (Polri);
× Penyidik (Polri dan PPNS);
× Penyidik Pembantu (Polri);


(Lanjutan)
+ Pejabat Kejaksaan (melakukan penuntutan
dan pelaksanaan putusan pengadilan):
× Jaksa;
× Penuntut Umum (JPU);

+ Pejabat Pengadilan (memeriksa dan
membantu memeriksa, dan memutus perkara
di sidang pengadilan):
× Hakim;
× Panitera, Wa Panitera, Pan Muda, Pan Pengganti;
(Lanjutan)
+ Penasihat Hukum;

+ Pejabat eksekutor (pelaksana) putusan
pengadilan (menjalankan UU pelaksanakan
pidana/penitentiaire recht):
× Jaksa, Pejabat LAPAS, Polri;

POKOK BAHASAN II: Pengenalan
Lanjutan HAP
O Asas-asas HAP:

+ Equality before the law (isonomia);

+ Principle of legality terhadap seluruh proses hukum;

+ Presumption of innocence;

+ Ganti rugi dan rehabilitasi;

+ Speedy trial (constante justitie) and fair trial;
(Lanjutan)
+ Hak untuk membela diri dan menunjuk penasihat
hukumnya;

+ Hak diberitahu akan hak-haknya;

+ Onmidelijkheid van het oderzoek (kelangsungan
pemeriksaan pengadilan dng terdakwa hadir);

+ Openbaarheid van het proces kecuali ditentukan lain
oleh UU;

(Lanjutan)
O Ilmu-ilmu Pengetahuan Pembantu
HAP:

+ Logika:
Orientasi – hipotesis – verifikasi –
konstruksi logis ada/tidaknya tindak pidana;

+ Psikologi:
Berusaha memahami jiwa manusia agar
dapat memperlakukannya dengan tepat;

(Lanjutan)
+ Kriminalistik:
× Pelajari kejahatan dari sudut teknis.
× Didukung ilmu-ilmu forensik (ilmu
pengetahuan yang dapat memberikan
keterangan atau kesaksian bagi pengadilan
secara meyakinkan-ilmiah):

o Ilmu kedokteran forensik (pelajari organ manusia
menyangkut sebab-sebab luka atau kematian dalam
kaitan dng tindak pidana);

(Lanjutan)

o Toksikologi forensik (“toxicon” dan “logos”, mempelajari
racun dalam kaitan dng tindak pidana);

o Ilmu kimia forensik (pelajari berbagai bahan kimia
dengan dasar ilmu kimia analitika);

o Ilmu alam forensik, misal:
• Forensic ballistic (balistik kehakiman, pelajari peluru
kejahatan atau geincrimineerde kogel)

o Dactyloscopie (“doctylus” or “finger” dan “copy” atau
cetakan – sidik jari/finger-prints);

(Lanjutan)
+ Psikiatri:
× Pelajari jiwa manusia yang sakit;

+ Kriminologi:
× Pelajari kejahatan sebagai suatu masalah
manusiawi: mengapa, bagaimana, apa tujuan
orang melakukan kejahatan. Pelajari kejahatan
dalam arti makro;

Antara Fakta dan Kesimpulan
O Memahami Fakta dan Kesimpulan:

× Definisi fakta:
- Segala sesuatu yang kita sepakati bahwa hal itu benar;
- Sifat keberadaan sesungguhnya (Webster)

× Fakta adalah (benar-benar) kesimpulan dengan kadar
probabilitas yang berbeda-beda, makin suatu
kesimpulan mendekati kepastian maka makin
merupakan fakta;

× Kesalahan dalam memahami fakta dan kesimpulan akan
menjauhkan dari upaya mencari kebenaran materiil
(substantial truth/materiele waarheid);
Perhatikan Gambar Di bawah Ini
Benar, Salah atau Tanda Tanya
B S ?
Þ Ada dua orang dalam ruangan _ _ _
Þ ME sedang tidur bersama _ _ _
Þ ME tidak memakai baju _ _ _
Þ Mereka bertemu malam hari _ _ _
Þ ME berada pada kamar hotel _ _ _
Þ ME baru selesai mandi _ _ _
Þ ME sedang tersenyum _ _ _
(Lanjutan)
Þ Skala Probabilitas


Tidak
Mungkin Mungkin Pasti
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10


Þ Kita harus berusaha menjadikan kepastian dari
probabilitas (certainties out of probabilities)
(Lanjutan)
× Perbedaan fakta dan kesimpulan:

Kesimpulan:
1. Dibuat setiap waktu sebelum, selama dan
sesudah pengamatan;
2. Melampaui apa yang anda amati;
3. Menunjukkan suatu kadar probabilitas;
4. Biasanya menimbulkan perselisihan pendapat;
5. Tak terbatas jumlahnya;


(Lanjutan)
Fakta:
1. Ditetapkan sesudah pengamatan atau
pengalaman;
2. Terbatas pada apa yang anda amati saja;
3. Sedekat mungkin dengan kepastian;
4. Cenderung memperoleh persetujuan;
5. Terbatas jumlahnya;
O Pemahaman fakta dan kesimpulan dalam praktik konkrit:

× Suatu fakta atau kesimpulan tunggal:
= Munir tewas setelah minum juice jeruk;
= Pramugari menyajikan minum juice jeruk pada Munir;
= Pramugari meracun Munir hingga tewas (???)

× Suatu fakta atau kesimpulan berkelanjutan:
= Polycarpus terbang bersama Munir ke Singapura;
= Polycarpus mempersilakan Munir duduk di kursinya di kelas
bisnis;
= Polycarpus mengaku telah meminta ijin pramugari untuk
menyerahkan kursinya pada Munir;
= Munir tewas setelah minum juice jeruk;
= Pramugari menyajikan minum juice jeruk pada Munir;
= Pramugari bersekongkol dengan Polycarpus meracun Munir
hingga tewas (???)

× Rumusan perundang-undangan menghindari kalimat yang
mengandung kesimpulan;

O Tipe persepsi “mental set”: Kebanyakan orang
cenderung mencerap apa yang ingin mereka
lihat atau mereka persiapkan, terlepas dari
kenyataan;

Þ Penyebab persepsi “mental set”: Setiap orang
memiliki “saringan persepsi” (perceptual filter)
tentang benda dan manusia yang didasarkan
pada latar belakangnya;


POKOK BAHASAN III: Pemeriksaan
Pendahuluan (voorenderzoek)


O Persangkaan atau pengetahuan adanya
tindak pidana dapat diperoleh dari empat
kemungkinan:
+ Kedapatan tertangkap tangan;
+ Karena adanya laporan;
+ Karena adanya pengaduan;
+ Diketahui sendiri oleh penyidik;

SETELAH DIKETAHUI ADA
DUGAAN PERISTIWA HUKUM


PENYELIDIKAN
(Penyelidik)
PENYIDIKAN
(Penyidik)
Þ Penyelidikan
tindakan untuk
menentukan apakah
sesuatu peristiwa itu
merupakan tindak
pidana atau bukan
Þ Penyidikan
serangkaian tindakan
untuk menemukan
tersangkanya
Tugas&Wewenang
PENANGKAPAN
1. Pengertian – 1 angka 20 KUHAP
2. Siapa yang berwenang –16 KUHAP
3. Syarat Penangkapan – 17 KUHAP
4. Lama Penangkapan – 19 KUHAP
5. Tatacara – 18-19 KUHAP
PENAHANAN
1. Pengertian – 1.21 KUHAP
2. Siapa yang berwenang –20 KUHAP
3. Syarat Penahanan –21 KUHAP
6. Lama Penahanan – 24-29 KUHAP
4. Tatacara – 21.2 & 21.3 KUHAP
5. Jenis Penahanan – 22 KUHAP
BATAS WAKTU PENAHANAN
INSTANSI Awal Perpanjang Total Pasal 29
(hari) (hari/oleh) (hari) tambahan
1. PENYIDIKAN 20 40 (JPU) 60 30 + 30
2. PENUNTUTAN 20 30 (KPN) 50 30 + 30
3. PENGADILAN 30 60 (KPN) 90 30 + 30
4. BANDING 30 60 (KPT) 90 30 + 30
5. KASASI 50 60 (KMA) 110 30 + 30
______________________________________________
Maximum hari penahanan 400 + (150+150)
(700 hari)

Pasal 29: ditambah, jika ada gangguan fisik+mentall, ancaman
pidanan lebih 9 tahun.
+ Terhadap perpanjangan= boleh mengajukan keberatan KPT dan KMA
PENANGGUHAN PENAHANAN
(Pasal 31 (1) KUHAP)
O Atas permintaan Tersangka atau Terdakwa,
Penyidik atau Penuntut Umum atau Hakim, sesuai
dengan kewenangan masing-masing, dapat
mengadakan penangguhan penahanan, dengan
atau tanpa jaminan uang atau jaminan orang
berdasarkan syarat yang ditentukan.
O Dalam Hal Penangguhan Penahanan dikabulkan
oleh Pejabat yang berwenang.
Þ Jaminan berupa uang, ditetapkan oleh pejabat
yang berwenang berdasarkan Pasal 35 ayat (1) PP
No. 27 tahun 1983, tentang Pelaksanaan KUHAP.
Þ Jaminan berupa orang, ditetapkan oleh pejabat
yang berwenang berasarkan Pasal 36 ayat (1) PP
No. 27 tahun 1983, tentang Pelaksanaan KUHAP.
O Permohonan Penangguhan Penahanan
harus mencantumkan syarat-sayarat :
^Tersangka atau Terdakwa tidak akan
melarikan diri.
^Tersangka atau Terdakwa tidak akan
menghilangkan barang bukti.
^Tersangka atau Terdakwa tidak akan
mengulangi perbuatannya.
^Tersangka atau Terdakwa bersedia
memenuhi panggilan untuk kepentingan
pemeriksaan.
O Pejabat yang berwenang dapat mencabut
penangguhan penahanan atas tersangka atau
terdakwa jika melanggar syarat-syarat yang
ditentukan, Yaitu wajib lapor,tidak keluar rumah
atau kota.
O Terdakwa, Tersangka, keluarga atau Penasehat
Hukum dapat mengajukan permohonan
perubahan status penahanan kepada pejabat
yang berwenang, dari Status Rumah Tahanan
Negara menjadi Tahanan Kota atau Tahanan
Rumah.
O Permohonan perubahan Status Tahanan lazim
mencantumkan:
© Tersangka atau Terdakwa tidak akan melarikan
diri.
© Tersangka atau Terdakwa tidak akan
menghilangkan barang bukti.
© Tersangka atau Terdakwa tidak akan mengulangi
perbuatannya.
© Tersangka atau Terdakwa bersedia memenuhi
panggilan untuk kepentingan pemeriksaan
O Perubahan Status Tahanan apabila dikabulkan
akan mengurangi masa tahanan Tersangka atau
Terdakwa dengan perhitungan masa tahanan :
= Penahanan Rumah Tahanan Negara, jumlah
pengurangannya sama dengan jumlah masa
penahanannya ( 1 hari : 1 hari).
= Penahanan Rumah, jumlah pengurangannya
1/3 hari X jumlah masa penahanannya
(misalnya Masa tahanan 60 hari, maka jumlah
penahannya 60 hari X 1/3 hari).
= Penahanan Kota, jumlah pengurangannya 1/5
hari X jumlah masa penahanannya (misalnya
Masa tahanan 60 hari, maka jumlah
penahannya 60 hari X 1/5 hari).
PENGGELEDAHAN
1. Pengertian – 1.17 KUHAP
2. Siapa yang berwenang –32 KUHAP
3. Tatacara – Ps 33 KUHAP
4. Pengecualian – 34 dan 35 KUHAP
5. Jenis Penggeledahan- Pasal 32
PENYITAAN
1. Pengertian – 1.16 KUHAP
2. Siapa yang berwenang –38 KUHAP
3. Tatacara – 38, 39,40,41 KUHAP
4. Penyimpanan –44 KUHAP
5. Tanggung Jawab- Pasal 44 (2)
HAK-HAK TERSANGKA
Mengirim
Surat
Pd
Pen Hukum
Bantuan
Hukum
Memberi
Ket
Bebas
Berbicara
Bertemu
Setiap saat
Dg PH
Mengajukan
Saksi
Cepat
Diperiksa
TERSANGKA
Pembelaan di Tingkat
Penyelidikan dan Penyidikan
“Pasal 69 dan 70 KUHAP”

Penasehat Hukum berhak menghubungi
dan berbicara dengan tersangka pada
setiap tingkat pemeriksaan dan setiap
waktu .

Juklak angka 1 Lamp.Kep.Menkeh
No.M.14-PW.07.03/1983, yang dimaksud
setiap waktu adalah pada jam kerja.
SURAT PANGGILAN
( Pasal 112 s/d 113 )
Þ Penyidik melakukan panggilan guna
pemeriksaan harus secara jelas.
Þ Yang dipanggil harus datang.
Þ Apabila orang yang dipanggil tidak datang
harus memberikan alasan yang patut dan
wajar.
SURAT KUASA
Þ PADA DASARNYA ACUAN DALAM PEMBUATAN
SURAT KUASA MERUJUK PADA PASAL 1792 S/D
1797 KUH PERDATA
Þ KUASA DAPAT DIBERIKAN DAN DITERIMA
DALAM ; AKTA UMUM, TULISAN DIBAWAH
TANGAN, SURAT ATAU BAHKAN SECARA LISAN.
Þ DALAM SURAT KUASA MEMUAT:
× IDETITAS PEMBERI KUASA;
× IDENTITAS PENERIMA KUASA DAN DOMISILINYA;
× HAL-HAL YANG DIKUASAKAN SECARA KHUSUS
Þ Berita Acara bukan pro yustisia;
Þ Keterangan yang diberikan dapat dijadikan alat
bukti di pengadilan;
Þ Tolak pemintaan dokumen oleh penyelidik
(dapat terjadi self increminating). Penyerahan
dokumen selaku barang bukti haruslah
dibuatkan BAPenyitaan;
Þ Kedudukan Penasihat Hukum tidak diatur, tetapi
dalam praktek dapat mendampingi terperiksa
dan memberikan nasihat hukum.
Penyidikan—Pemeriksaan Saksi
(Pasal 6 s/d 9 KUHAP)
Þ Penyidik adalah Pejabat Polisi Negara Republik
Indonesia atau Pejabat Pegawai Negeri Sipil
tertentu yang diberi wewenang oleh undang-
undang untuk melakukan penyidik.
Þ Tidak diatur kedudukan Penasihat Hukum (PH)
dalam hal pemeriksaan saksi;
Þ Dalam praktek, penyidik menanyakan kepada
saksi apakah akan didampingi oleh Penasihat
Hukum dan dicatat dalam BAP nama Penasihat
Hukumnya;
Þ Dalam praktek, PH cukup leluasa membantu
merumuskan pertanyaan dan jawaban agar
pemeriksaan berjalan lancar dan cepat;
Penyidikan—Pemeriksaan
Tersangka
Þ Kedudukan PH diatur secara sederhana dalam pasal 115
KUHAP;
Þ Prinsip umum: melihat dan mendengar saja (within sight
and within hearing);
Þ Pengecualian: Perkara “keamanan negara” hanya dapat
melihat, tidak dapat mendengar (within sight without
hearing);
Þ Dalam praktek untuk perkara selain “kamneg” PH dapat
membantu merumuskan jawaban, bahkan terkadang
membantu merumuskan pertanyaan. Hal ini sangat
bergantung pada keluwesan dan etiket PH serta pribadi
penyidik;
Þ Tujuan membantu di sini untuk memperlancar jalannya
pemeriksaan, bukan untuk tindakan curang;
PRAPERADILAN
(Pasal 77 s/d Pasal 83 KUHAP)
Praperadilan adalah wewenang Pengadilan
Negeri untuk memeriksa dan memutus
menurut cara yang diatur dalam undang-
undang ini.
Þ Sah atau tidaknya penangkapan, penahanan,
penghentian penyidikan, atau penghentian
penuntutan;
Þ Ganti Kerugian dan atau Rehebilitasi bagi
orang yang perkara pidananya dihentikan pada
tingkat penyidikan atau penuntutan.
× Praperadilan dipimpin oleh Hakim
Tunggal.
× Praperadilan diajukan oleh tersangka,
keluarga atau kuasanya Kepada Ketua
Pengadilan Negeri untuk memeriksa sah
atau tidaknya suatu Penangkapan atau
Penahanan dengan menyebutkan
alasannya.
× Praperadilan diajukan oleh Penyidik,
Penuntut Umum atau Pihak Ketiga Kepada
Ketua Pengadilan Negeri.
Þ Permintaan Ganti Kerugian dan atau
Rehabilitasi diajukan oleh Tersangka atau
pihak ketiga yang berkepentingan kepada
Ketua Pengadilan Negeri.
× Acara Pemeriksaan Praperadilan :
Dalam waktu 3 hari diterimanya
permintaan, hakim yang ditunjuk
menetapkan sidang.
Pemeriksaan dilakukan secara
cepat yaitu 7 (tujuh) hari, apabila
dalam waktu tersebut belum
selesai, maka permintaan tersebut
gugur.
Terhadap permintaan tersebut
tidak dapat dimintakan banding.
× Tersangka, Terdakwa atau Terpidana
atau ahli warisnya berhak menuntut
Ganti Kerugian karena
ditangkap,ditahan, dituntut dan
diadili atau dikenakan tindakan lain,
tanpa alasan yang berdasarkan
undang-undang atau karena
kekeliruan mengenai orangnya atau
hukum yang diterapkan yang
perkaranya tidak diajukan ke
Pengadilan Negeri, diputus di sidang
Praperadilan dan mengikuti acara
Praperadilan (Pasal 95 KUHAP).
Penandatanganan BAP
(Pasal 118 KUHAP)
Þ Saksi maupun Tersangka harus bebas dalam
memberikan keterangan dan dicatat seteliti-
telitinya sesuai dengan kata yang
dipergunakannya (pasal 117);
Þ Setelah memberikan keterangan, saksi dan
tersangka menandatangani BAP;
Þ Apabila keterangan yang diberikan tidak sama
dengan yang tertulis dalam BAP maka saksi dan
tersangka dapat menolak menandatangani BAP;
Þ Untuk itu dibuatkan BA Penolakan
penandatanganan BAP;
TURUNAN BERITA ACARA
PEMERIKSAAN
Þ PADA TINGKAT PENYIDIKAN ; HANYA BAP
TERSANGKA.
Þ PADA TINGKAT PENUNTUTAN ; SEMUA
BERKAS PERKARA TERMASUK SURAT
DAKWAAN
Þ PADA TINGKAT PEMERIKSAAN
PENGADILAN ; SELURUH BERKAS
PERKARA TERMASUK PUTUSAN HAKIM
Tim Pencari Fakta

BAP
Pro Justitia
Dilimpahkan
Tim Pencari Fakta
REKONSTRUKSI PERKARA– Apa
itu?
Þ Dapat bertentangan
dengan HAM krn:
1. Tersangka “disuruh”
mengaku;
2. Dapat bertentangan
dg prinsip Praduga
tak bersalah;
3. Tidak diatur dalam
KUHAP;



Rebuilt a fact or idea
Membangun-
menampilkan kembali
peristiwa pidana
Pertanyaan yg menjerat?
Þ Pasal 166 KUHAP – Pertanyaan yg
menjerat tidak boleh diajukan pd
terdakwa maupun kepada saksi

Þ Apakah berarti pertanyaan menjerat
boleh pd TERSANGKA (ditingkat
penyidikan)

Proses Penuntutan- Acara Biasa

Kasus Hukum
Penyelidikan
Penyidikan
PENUNTUTAN

*Laporan
*Tertangkap
Tangan

PENUNTUTAN
1. Pengertian – 1.7 KUHAP
PENUNTUT
UMUM
PENGADILAN
Berkas
Perkara &
Surat
Dakwaan
Tersangka/
Pen Hukum
Penyidik
Tentang Surat Dakwaan
FORMAL MATERIIL
Tanggal dan
tanda tangan
JPU
Identitas
Lengkap
Uraian
cermat,jelas,
lengkap = TP
Tempus dan
Locus delicti
Gabung
(voeging)
Pisah
(splitsing)
Org sama-
beberapa
tindak Pidana
Beberapa T.P
Bersangkut paut
Beberapa TP
oleh beberapa
Tersangka
Beberapa TP tidak
bersangkut paut ttp ada
hubungannya
Tunggal
Kumulatif
Alternatif
Subsider
Campuran
Surat dakwaan tunggal/biasa
Þ Hanya berisi satu saja dakwaan;
Þ Tidak mengandung faktor “penyertaan”
(mededaderschap), atau “perbarengan”
(concursus), atau alternatif, atau
subsidaritas;
Surat dakwaan kumulasi
(Pasal 141 KUHAP)
Þ Surat dakwaan dengan menggabungkan
beberapa dakwaan sekaligus:
× Beberapa tindak pidana yang dilakukan oleh
seorang yang sama dan kepentingan
pemeriksaan tidak menjadikan halangan
terhadap penggabungannya;
× Beberapa tindak pidana yang bersangkut-paut
satu dengan yang lain;
× Tidak bersangkut-paut tapi berhubungan;
Þ Pemahaman dakwaan kumulatif akan lebih
jelas bila dikaji ketentuan KUHP pasal 55
berkenaan dengan “penyertaan” atau
“ambil bagian” (deelneming, take part in
crime) dan ketentuan “perbarengan”
(concursus, samenloop) yang diatur dalam
pasal-pasal 63, 64, 65, 66, dan 70 KUHP);
Surat Dakwaan Alternatif
Þ Dakwaan yang satu dengan yang lain
saling “mengesampingkan/menggantikan”
(one that substitutes for another);
Þ Hakim bebas memilih mana yang lebih
pantas dikenakan pidana berdasarkan
pembuktian di sidang pengadilan;
Þ Dicirikan dengan selalu ada kata ATAU
antara dakwaan yang satu dengan yang
lain

Surat Dakwaan Subsideritas
Þ Terdiri dari dua atau lebih dakwaan;
Þ Disusun secara berurutan (berturut-turut):
Primair, Subsidair, Lebih Subsidair, Lebih-lebih
Subsidair, Lebih-lebih Subsidair Lagi, dst;
Þ Urutan mulai dari dakwaan pidana “terberat”
dan berakhir pada dakwaan “teringan”;
Þ Duduk perkara antara dakwaan satu dengan
yang lain saling berhubungan erat;
Perbuatan Yang Berbarengan
CONCORSUS
IDEALIS
Satu Perbuatan
Satu Orang
Sesuatu Perbuatan
Termasuk dlm beberapa
Ketentuan Pidana
Orang membunuh dengan tembakan pd org
Lain yg berada dibalik kaca mobil.Kaca mobil
Pecah-mobil Rusak
(membunuh=338) + (merusak: 406)

Pasal-2
(406 KUHP)
Satu Perbuatan
Satu Orang
CONCORSUS
REALIS
Beberapa Perbuatan
Satu Orang
Pasal-1
351 KUHP
Pasal-2
406 KUHP
Seseorang mendatangi rumah orang lain;
-Melakukan Penganiayan thdp pemilik Rumah
-Kemudian merusak barang-barang yg dirumah
(Menganiaya=351) + (merusak: 406)

Pasal-1
(338 KUHP)
Contoh Dakwaan Alternatif dan
Subsideritas
Hasil Penyidikan
FAKTA:
Terdakwa
Menerima
Hasil Curian
PASAL Yang sesuai
1. Penadahan – 480 KUHP
2. Turut Serta -55 jo 362 KUHP

Penuntut Umum
Surat
Dakwaan
Alternatif
Subsideritas
Contoh Dakwaan Alternatif dan
Subsideritas
Hasil Penyidikan
FAKTA:
Terdakwa
Menghilangkan
Nyawa Orang Lain

PASAL Yang sesuai
1. Pembunuhan – 338 KUHP
2. Penganiayaan berat-mati - 355 KUHP

Penuntut Umum
Surat
Dakwaan
Alternatif
Susideritas
Contoh Dakwaan Subsideritas

I. Primer :
Pasal 340 KUHP

II. Subsider:
Pasal 338 KUHP

III Lebih subsider :
Pasal 355 ayat 2 KUHP

IV Lebih subsider lagi
Pasal 353 KUHP

Fakta:
Menghilangkan
Nyawa orang
lain

Contoh Dakwaan Alternatif
(kasus: Pencurian)
PASAL Yang sesuai
1. Penadahan – 480 KUHP
2. Turut Serta -55 jo 362 KUHP

Surat
Dakwaan

Dakwaan-1
Penadahan


Dakwaan-2
Turut Serta
Mencuri

Dakwaan Kumulatif
(kasus: Bersama-sama mencuri- mededaderscap)

Dakwaan
Kumulatif
untuk
3 Terdakwa


Semuanya Peserta
Pencurian
-Dakwaan dijadikan
Satu. Satu putusan
untuk ketiga terdakwa

Equal Degree
Of criminal
Liability
Contoh Dakwaan Kumulatif
(kasus: Concursus Realis)
Berbarengan
(Concursus Realis=meerdaadsche Samenloop)
Pencurian- Penganiayaan- Penipuan
Dakwaan
KUMULATIF
Dakwaan 1 – 362 KUHP
Dakwaan II – 378 KUHP
Dakwaan III – 351 KUHP
Satu Hukuman
Maksimum
Hukman Terberat
+ 1/3
Contoh Beberapa Kemungkinan Dakwaan (kasus:
Penggelapan- Concursus Idealis)
Pasal
63-2 KUHP
Pid Umum-Khusus

Pegawai Negeri
Menggelapkan Uang Negara
Psl 372 KUHP
(Lex Generalis)
Max 4 th
Psl 417 KUHP
(Lex Spesialis)
Max 5 ½ Th
Penuntut Umum
Tunggal Kumulatif Alternatif Subsider
Proses Persidangan –Acara Biasa

Putusan
SELA
Eksepsi
Diterima
Eksepsi
Ditolak
Pembacaan
S.Dakwaan
Eksepsi:PH
Tanggapan:JPU
PEMBUKTIAN
TUNTUTAN
PIDANA
PEMBELAAN
REPLIK
DUPLIK
PUTUSAN
Pembukaan-Sidang
Pemanggilan Terdakwa
Pemeriksaan
SAKSI, Ahli
Surat, Terdakwa,
Barang Bukti
PENGERTIAN
PEMBUKTIAN
Kamus Umum: Memberi atau
memperlihatkan sesuatu hal atau
peristiwa yang cukup untuk dapat
dinyatakan atau dimengerti sebagai
suatu hal yang benar (W.J.S.
Poerwadarminta)
HUKUM ACARA PIDANA : Mencari, mempertahankan, dan
meletakkan suatu kebenaran berdasarkan ketentuan dan
pedoman yang dibenarkan oleh undang-undang guna untuk
menentukan kesalahan terdakwa.
Kamus Hukum Umum: usaha menetapkan
apa yang telah terjadi secara konkreto.
Membuktikan dalam arti yuridis berarti
memberikan dasar yang cukup kepada
hakim yg memeriksa perkara guna
memberi kepastian ttg kebenaran peristiwa
yg dikemukakan kedalam sidang
pengadilan (Prof Dr. Sudikno
Mertokusumo,SH)
Pasal 183 + 184-1 KUHAP
Pasal 183: Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana
kepada seorang kecuali apabila dengan sekurang-
kurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh
keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar
terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah
melakukannya
Alat Bukti Yang Sah
1. Keteranagan Saksi
2. Keteranagan ahli
3. Surat
4. Petunjuk
5. Keterangan terdakwa
Ps 184-1
+
Keyakinan
Hakim
Jadi Yang Dimaksud
TERBUKTI (Beyond a reasonable
doubt):
Kesalahan Terdakwa
2 alat bukti
Yg Sah
Keyakinan
HAKIM
TERBUKTI
Secara Sah
Dan
Meyakinkan
Absolute Truth
Dua Alat Bukti Yang Sah ?


1. Keterangan Saksi
2. Keterangan Ahli
3. Surat
4. Petunjuk
5. Keterangan
Terdakwa


Alat Bukti
Yang Tersedia
Setiap butir “alat bukti yang tersedia” harus
terpenuhi secara penuh untuk dapat memenuhi
syarat sebagai 1 alat bukti. Dua saksi yg sah
berarti memperoleh satu alat bukti.
Dengan demikian 2 alat bukti yg sah adalah
kombinasi antara No 1 -5 secara penuh.
Permasalahan
Boleh satu saksi yg sah ditambah Keterangan
terdakwa sama dengan 2 alat bukti yang sah.


Keterangan Saksi
Melalui Teleconference

• Lihat,dengar, alami sendiri,
menyebut alasan. (1.27)

• Bukan pendapat atau rekaan.
(185.5)

• Harus diberikan di dalam
sidang Pengadilan (185.1)

• Harus lebih dari dua saksi (185.2)

Syarat Sahnya
KESAKSIAN
Mengapa Teleconference bermasalah?
1. Karena kesaksiannya diberikan diluar
pengadilan (bertentangan dg Ps 185/1)
2. Kalau saksi (di luar negeri) hrs ditahan
karena keterangannya di persidangan
jarak jauh diduga palsu (174.2),
bagaimana melaksanakan proses
hukumnya? Hukum apa yang berlaku?
3. Bagaimana persidangan dpt
memastikan saksi memberi keterangan
dalam keadaan bebas?
Permasalahan
PEMBELAAN
Þ Pengertian
Membela kepentingan hukum klien, menangkis,
menyanggah, mengajukan bukti yang sebaliknya,
menempatkan masalah-kesalahan pada tempatnya,
membela agar memperoleh “fair trial”.
Þ Kekeliruan pengertian
Membela keinginan klien/terdakwa, membengkokkan
yang lurus dan meluruskan yang bengkok.
Nota Keberatan/Eksepsi
Þ Tangkisan (plead) yg tidak
mengenai „materi pokok‟ surat
dakwaan melainkan pada cacat
„formal‟nya, yaitu adanya tertib
acara yang in proper (tidak tepat)
atau illegal (tidak sah);

Pokok-Pokok Materi Eksepsi
Þ Pendahuluan
Þ Eksepsi Gugurnya Kewenangan Menuntut
× Exceptio judicate (ne bis in idem) --76 KUHP
× Terdakwa meninggal dunia –77 KUHP
× Exceptio in tempores (dakwaan telah daluwarsa) – 78 KUHP
Þ Eksepsi Tuntutan Penuntut Umum Tidak Dapat Diterima
× Pelanggaran pasal 56 ayat 1 KUHAP (apabila pasal 56 ayat 1
tidak dipenuhi, dianggap pemeriksaan tidak memenuhi syarat
yang diminta UU, berakibat “tuntutan PU tidak dapat diterima ¬
MA No.1565 K/Pid/1991, 16 Sept. 1993)
× Tidak memenuhi syarat klacht delict (apabila tindak pidana
berupa delik aduan, tapi ternyata tidak ada pengaduan dari
korban)
Þ Eksepsi Lepas Dari Segala Tuntutan Hukum – 67 jo 191 ay 2 KUHAP
× Jika perbuatan yang didakwakan kepada terdakwa terbukti
(diakui), tetapi perbuatan itu tidak merupakan sesuatu tindak
pidana
Þ Eksepsi Kewenangan Mengadili (absolut dan relatif)

Þ Eksepsi Surat Dakwaan Tidak Dapat Diterima
× Exceptio subjudice (tindak pidana yang didakwakan
sedang tergantung pemeriksaan perkara pidana
lainnya karena kesamaan tindak pidana yang
didakwakan);
× Exceptio in personan (keliru mendakwa orang)
× Eksepsi keliru sistimatika dakwaan subsidiaritas
(dakwaan Subsider lebih berat drpd dakwaan Primer)
× Eksepsi keliru bentuk dakwaan (misal: Seharusnya
berbentuk Kumulasi, tapi disusun secara
subsidiaritas)
Þ Eksepsi Dakwaan Batal Demi Hukum (143 ay 2
KUHAP) ¬ obscuur libel, misleading
× Dakwaan tidak memuat “tanggal dan tanda tangan
PU”
× Dakwaan tidak memuat identitas Terdakwa secara
lengkap
× Dakwaan tidak menyebut locus delicti dan tempus
delicti
× Dakwaan tidak cermat, jelas, dan lengkap dalam
menguraikan tindak pidana yang didakwakan
O Penutup
Tentang Surat Tuntutan
Þ Tentang Surat Dakwaan
Þ Tentang Pemeriksaan Saksi-saksi/Tentang Fakta Di
Persidangan
Þ Saksi Aldo
Þ Saksi mengatakan melihat terdakwa ada di lokasi
TKP
Þ Benar terdakwa menurut saksi telah menusukkan
pisau ke dalam perut korban
Þ Benar pisau yang ditunjukkan saksi adalah alat
bukti yang dipakai terdakwa
Þ Benar Terdakwa menusuk perut korban
dikarenakan terdakwa akan dipukul dengan
pedang oleh korban
Þ Saksi Rani
Þ Benar saksi kenal dengan terdakwa
Þ Ahli Dr. Mun‟im
Þ Dipersidangan Ahli menerangkan sebagai berikut:







Þ Tentang Pasal Yang Didakwakan

Þ Tentang Analisis Yuridis
Þ (membahas dan menguraikan unsur-unsur pasal yang
didakwakan)

Þ Tentang Tuntutan Hukum
Þ Hal-hal yang meringankan
Þ Hal-hal yang memberatkan
Þ Besarnya tuntutan hukum

Þ Barang siapa mengambil barang milik orang lain baik
sebagian maupun keseluruhan tanpa ijin pemilik barang
tersebut diancam dengan hukum pidana selama-
lamanya 6 tahun.
Þ Unsur Barang Siapa
Bahwa yang dimaksud dengan barang siapa disini
adalah orang. Dalam hal ini tidak ada orang lain
yang dimaksud melainkan adalah terdakwa, karena
terdakwalah diajukan dan diperiksa di muka sidang.

Þ Unsur Mengambil barang milik orang lain sebagian
maupun keseluruhan

Þ Unsur tanpa ijin pemilik barang
Nota Pembelaan/Pleidooi
Þ Pendahuluan
Þ Tentang pokok-pokok perbuatan/peristiwa yang
didakwakan
Þ Tentang fakta-fakta di persidangan (uraian
keterangan saksi-saksi dapat dikelompokkan
dengan mengacu pada pokok-pokok
perbuatan/peristiwa yang didakwakan, atau
berupa uraian keterangan saksi-saksi secara
berurutan)
Þ Analisis Yuridis Terhadap Tuntutan (uraian
unsur-unsur pasal yang didakwakan, dikaitkan
dengan fakta di persidangan)
Þ Kesimpulan/Penutup
Kesimpulan/Penutup
Þ Memutuskan terdakwa tidak terbukti
secara sah dan meyakinkan telah
melakukan perbuatan yang didakwakan
oleh JPU dan oleh karena itu
membebaskan terdakwa dari segala
hukuman atau setidak-tidaknya
menyatakan terdakwa lepas dari segala
tuntutan.
Tentang Fakta-fakta di
Persidangan
Þ Dakwaan kesatu
Þ Tentang Keberadaan Perusahaan Goro di
Bekas Gudang DOLOG DKI
Þ Saksi A mengatakan ……, saksi B mengatakan …,
saksi C mengatakan … dst.
Þ Tentang Proses Tukar Guling
Þ Saksi A mengatakan …., saksi C mengatakan …,
saksi D mengatakan …, dst

PROSES PEMBELAAN
(FAIR TRIAL)
O Menerima Bantuan Hukum sejak ditangkap dan
ditahan (Pasal 69 KUHAP)
O Mengajukan Praperadilan (Ps 77 KUHAP)
O Meminta turunan BAP (Ps 72 KUHAP)
O Memperoleh berkas perkara ketika dilimpahkan ke
PN (Pasal 143-4 KUHAP)
O Mengajukan EKSEPSI
O Melakukan pemeriksaan Saksi
O Mengajukan Saksi A de Charge (160-1-c KUHAP) –
Penasehat Hukum minta saksi dihadirkan wajib
dipenuhi oleh Hakim
O Menolak pembacaan BAP (Pasal 162 KUHAP)
O Mengkonfrontasikan antara saksi yg satu dengan
saksi yg lain (– Psl 165 -4 KUHAP)
O Mengajukan Pembelaan Tertulis (Pasal 182-1-c),
Kewenangan Hakim Ketua
Majelis

Hakim Ketua Sidang memimpin
pemeriksaan dan
memelihara tata tertib di
persidangan

(Pasal 217 ayat (1) KUHAP)
Pasal 219 KUHAP
(1)Siapapun dilarang membawa
sejata api, senjata tajam, bahan
peledak, atau alat maupun
benda yang dapat
membahayakan keamanan
sidang dan siapa yang
membawanya wajib menitipkan
di tempat yang khusus
disediakan untuk itu
TIADA KEPENTINGAN HAKIM & JPU
DALAM PERKARA PIDANA

(1) Tiada seorang Hakim pun diperkenankan
mengadili suatu perkara yang ia sendiri
berkepentingan, baik langsung maupun tidak
langsung

(4) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam
makna ayat tersebut di atas berlaku juga
bagi Penuntut Umum

(Pasal 220 KUHAP)
SIKAP HAKIM

Hakim dilarang menunjukkan sikap
atau mengeluarkan pernyataan di
sidang tentang keyakinan
mengenai salah atau tidaknya
terdakwa

(Pasal 158 KUHAP)
SIKAP HAKIM

Pertanyaan yang bersifat
menjerat tidak boleh diajukan
baik kepada terdakwa maupun
kepada saksi

(Pasal 166 KUHAP)
Þ Menolak pertanyaan yang jawabannya berupa pendapat pada
saksi fakta, atau jawaban berupa fakta pada (saksi) ahli;
Þ Menolak pertanyaan yang bersifat menjerat;
Þ Menolak pertanyaan yang berulang-ulang;
Þ Menolak kesimpulan yang diucapkan di persidangan;
Þ Menolak sikap hakim yang menyatakan bersalahnya terdakwa di
luar pembacaan putusan;
Þ Menolak sikap yang menyerang/mendebat saksi/terdakwa;
Þ Menolak aparat yang membawa senjata api ke dalam ruang
sidang;
Þ Meminta agar saksi yang memberikan keterangan berubah-ubah
atau berbeda sekali dengan saksi yang lain diperiksa dengan
dugaan memberikan keterangan palsu;

Bahan-bahan

KUHAP HUKUM ACARA PIDANA oleh Suryono Sutarto, S.H., M.S. dan Oeripah Soejakto, S.H. ASPEK MANUSIAWI DALAM ORGANISASI oleh Stan Kossen MAKALAH HUKUM ACARA PIDANA oleh M. Luthfie Hakim, S.H. MAKALAH HUKUM ACARA PIDANA oleh A. Wirawan Adnan, S.H. PEMBAHASAN PERMASALAHAN DAN PENERAPAN KUHAP oleh M. Yahya Harahap, S.H.

Pokok Bahasan
I. POKOK BAHASAN I: Pengenalan HAP
1.
2. 3.

4.

Pengertian HAP Fungsi/tugas dan Tujuan HAP Sumber hukum HAP Dramatis Personae dalam HAP

II. POKOK BAHASAN II: Pengenalan Lanjutan HAP
1.

2.
3.

Asas-asas HAP Ilmu-ilmu Pengetahuan Pembantu HAP Memahami Fakta dan Kesimpulan

POKOK BAHASAN IV: Pemeriksaan Pengadilan (gerechtelijk onderzoek) .(lanjutan) Pokok Bahasan III. POKOK BAHASAN III: Pemeriksaan Pendahuluan (voorenderzoek) IV.

POKOK BAHASAN I: Pengenalan HAP  Pengertian HAP: HAP ialah aturan-aturan yang memberikan petunjuk apa yang harus dilakukan oleh aparat penegak hukum dan pihak-pihak atau orang-orang lain yang terlibat di dalamnya. apabila ada persangkaan bahwa hukum pidana dilanggar (Sudarto) .

(Lanjutan) Hukum Acara Pidana Penegak Hukum Masyarakat .

(Lanjutan) Kesimpulan dari pengertian HAP:  Fungsi HAP adalah untuk melaksanakan atau menegakkan HUKUM PIDANA. HAP telah beroperasi meskipun baru ada persangkaan saja adanya pelanggaran HUKUM PIDANA. berarti HAP sudah dapat berjalan meskipun belum jelas ada/tidaknya suatu tindak pidana.  .

 .  Mengumpulkan alat-alat bukti.  Mengajukan tersangka ke depan sidang pengadilan.(Lanjutan)  Uraian Fungsi/Tugas HAP: Menemukan fakta tentang terjadinya pelanggaran thd HUKUM PIDANA.  Menetapkan pelanggar hukum (tersangka).  Menemukan dan memeriksa tersangka (termasuk menangkap/menahannya).

Mengatur upaya-upaya hukum atas putusan hakim.(Lajutan)    Memeriksa terdakwa dan menjatuhkan putusan. Melaksanakan dan mengawasi putusan hakim.  Tujuan HAP: Mencari kebenaran materiil (substantial truth/materiele waarheid) dan sekaligus untuk perlindungan terhadap HAM (protection of human rights). .

(Lanjutan)  Pemahaman ringkas tujuan HAP: Kebenaran materiil HUKUM ACARA PIDANA Perlindungan HAM .

 UU Pokok Kejaksaan.  .  Berbagai UU lain.  PP Tentang Pelaksanaan KUHAP.(Lanjutan)  Sumber hukum HAP: KUHAP.  UU Pokok Kepolisian. seperti UU Tentang Terorisme dll.  UU Pokok Kehakiman.  UU Tentang Mahkamah Agung.

Saksi.(Lanjutan)  Dramatis personae dalam HAP:  Setiap orang:    Tersangka/terdakwa. Ahli. . Penyidik (Polri dan PPNS).  Pejabat Kepolisian dan PPNS (pemeriksaan pendahuluan/voorenderzoek):    Penyelidik (Polri). Penyidik Pembantu (Polri).

Pan Muda.  Panitera.  Penuntut Umum (JPU). Wa Panitera.(Lanjutan)  Pejabat Kejaksaan (melakukan penuntutan dan pelaksanaan putusan pengadilan): Jaksa. Pan Pengganti.  .   Pejabat Pengadilan (memeriksa dan membantu memeriksa. dan memutus perkara di sidang pengadilan): Hakim.

(Lanjutan)  Penasihat Hukum. Pejabat eksekutor (pelaksana) putusan pengadilan (menjalankan UU pelaksanakan pidana/penitentiaire recht):   Jaksa. . Pejabat LAPAS. Polri.

Principle of legality terhadap seluruh proses hukum. Ganti rugi dan rehabilitasi. . Presumption of innocence.     Speedy trial (constante justitie) and fair trial.POKOK BAHASAN II: Pengenalan Lanjutan HAP  Asas-asas HAP:  Equality before the law (isonomia).

Hak diberitahu akan hak-haknya.(Lanjutan)  Hak untuk membela diri dan menunjuk penasihat hukumnya. .  Openbaarheid van het proces kecuali ditentukan lain oleh UU.   Onmidelijkheid van het oderzoek (kelangsungan pemeriksaan pengadilan dng terdakwa hadir).

.(Lanjutan)  Ilmu-ilmu Pengetahuan Pembantu HAP:  Logika: Orientasi – hipotesis – verifikasi – konstruksi logis ada/tidaknya tindak pidana.  Psikologi: Berusaha memahami jiwa manusia agar dapat memperlakukannya dengan tepat.

.(Lanjutan)  Kriminalistik: Pelajari kejahatan dari sudut teknis.  Didukung ilmu-ilmu forensik (ilmu pengetahuan yang dapat memberikan keterangan atau kesaksian bagi pengadilan secara meyakinkan-ilmiah):  o Ilmu kedokteran forensik (pelajari organ manusia menyangkut sebab-sebab luka atau kematian dalam kaitan dng tindak pidana).

pelajari peluru kejahatan atau geincrimineerde kogel) o Dactyloscopie (“doctylus” or “finger” dan “copy” atau cetakan – sidik jari/finger-prints). . mempelajari racun dalam kaitan dng tindak pidana). o Ilmu kimia forensik (pelajari berbagai bahan kimia dengan dasar ilmu kimia analitika). misal: • Forensic ballistic (balistik kehakiman. o Ilmu alam forensik.(Lanjutan) o Toksikologi forensik (“toxicon” dan “logos”.

 Kriminologi:  Pelajari kejahatan sebagai suatu masalah manusiawi: mengapa.(Lanjutan)  Psikiatri:  Pelajari jiwa manusia yang sakit. . apa tujuan orang melakukan kejahatan. Pelajari kejahatan dalam arti makro. bagaimana.

. makin suatu kesimpulan mendekati kepastian maka makin merupakan fakta.Antara Fakta dan Kesimpulan   Memahami Fakta dan Kesimpulan: Definisi fakta:   Segala sesuatu yang kita sepakati bahwa hal itu benar. Sifat keberadaan sesungguhnya (Webster)  Fakta adalah (benar-benar) kesimpulan dengan kadar probabilitas yang berbeda-beda. Kesalahan dalam memahami fakta dan kesimpulan akan menjauhkan dari upaya mencari kebenaran materiil  (substantial truth/materiele waarheid).

Perhatikan Gambar Di bawah Ini .

Benar. Salah atau Tanda Tanya        Ada dua orang dalam ruangan ME sedang tidur bersama ME tidak memakai baju Mereka bertemu malam hari ME berada pada kamar hotel ME baru selesai mandi ME sedang tersenyum B _ _ _ _ _ _ _ S _ _ _ _ _ _ _ ? _ _ _ _ _ _ _ .

(Lanjutan)  Skala Probabilitas Tidak Mungkin Mungkin Pasti 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10  Kita harus berusaha menjadikan kepastian dari probabilitas (certainties out of probabilities) .

Biasanya menimbulkan perselisihan pendapat. 3. selama dan sesudah pengamatan. Menunjukkan suatu kadar probabilitas. Tak terbatas jumlahnya. Dibuat setiap waktu sebelum. 5. 4. Melampaui apa yang anda amati.(Lanjutan)  Perbedaan fakta dan kesimpulan: Kesimpulan: 1. 2. .

(Lanjutan)
Fakta: 1. Ditetapkan sesudah pengamatan atau pengalaman; 2. Terbatas pada apa yang anda amati saja; 3. Sedekat mungkin dengan kepastian; 4. Cenderung memperoleh persetujuan; 5. Terbatas jumlahnya;

Pemahaman fakta dan kesimpulan dalam praktik konkrit:

Suatu fakta atau kesimpulan tunggal: = Munir tewas setelah minum juice jeruk; = Pramugari menyajikan minum juice jeruk pada Munir; = Pramugari meracun Munir hingga tewas (???) Suatu fakta atau kesimpulan berkelanjutan: = Polycarpus terbang bersama Munir ke Singapura; = Polycarpus mempersilakan Munir duduk di kursinya di kelas bisnis; = Polycarpus mengaku telah meminta ijin pramugari untuk menyerahkan kursinya pada Munir; = Munir tewas setelah minum juice jeruk; = Pramugari menyajikan minum juice jeruk pada Munir; = Pramugari bersekongkol dengan Polycarpus meracun Munir hingga tewas (???) Rumusan perundang-undangan menghindari kalimat yang mengandung kesimpulan;

Tipe persepsi “mental set”: Kebanyakan orang

cenderung mencerap apa yang ingin mereka lihat atau mereka persiapkan, terlepas dari kenyataan;

Penyebab persepsi “mental set”: Setiap orang memiliki “saringan persepsi” (perceptual filter) tentang benda dan manusia yang didasarkan pada latar belakangnya;

 Karena adanya laporan.  Karena adanya pengaduan.  Diketahui sendiri oleh penyidik.POKOK BAHASAN III: Pemeriksaan Pendahuluan (voorenderzoek)  Persangkaan atau pengetahuan adanya tindak pidana dapat diperoleh dari empat kemungkinan: Kedapatan tertangkap tangan.  .

SETELAH DIKETAHUI ADA DUGAAN PERISTIWA HUKUM PENYELIDIKAN (Penyelidik) PENYIDIKAN (Penyidik) Tugas&Wewenang  Penyelidikan tindakan untuk menentukan apakah sesuatu peristiwa itu merupakan tindak pidana atau bukan  Penyidikan serangkaian tindakan untuk menemukan tersangkanya .

Siapa yang berwenang –16 KUHAP 3. Lama Penangkapan – 19 KUHAP 5.PENANGKAPAN 1. Syarat Penangkapan – 17 KUHAP 4. Tatacara – 18-19 KUHAP . Pengertian – 1 angka 20 KUHAP 2.

Jenis Penahanan – 22 KUHAP 6.PENAHANAN 1. Syarat Penahanan –21 KUHAP 4. Pengertian – 1. Tatacara – 21.21 KUHAP 2.3 KUHAP 5. Lama Penahanan – 24-29 KUHAP .2 & 21. Siapa yang berwenang –20 KUHAP 3.

BANDING 30 60 (KPT) 90 30 + 30 5. ancaman pidanan lebih 9 tahun. + Terhadap perpanjangan= boleh mengajukan keberatan KPT dan KMA INSTANSI . PENGADILAN 30 60 (KPN) 90 30 + 30 4. jika ada gangguan fisik+mentall. PENYIDIKAN 20 40 (JPU) 60 30 + 30 2. PENUNTUTAN 20 30 (KPN) 50 30 + 30 3. KASASI 50 60 (KMA) 110 30 + 30 ______________________________________________ Maximum hari penahanan 400 + (150+150) (700 hari) Pasal 29: ditambah.BATAS WAKTU PENAHANAN Awal Perpanjang Total Pasal 29 (hari) (hari/oleh) (hari) tambahan 1.

27 tahun 1983. dengan atau tanpa jaminan uang atau jaminan orang berdasarkan syarat yang ditentukan. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang berasarkan Pasal 36 ayat (1) PP No. .PENANGGUHAN PENAHANAN (Pasal 31 (1) KUHAP)   Atas permintaan Tersangka atau Terdakwa. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang berdasarkan Pasal 35 ayat (1) PP No.   Jaminan berupa uang. Dalam Hal Penangguhan Penahanan dikabulkan oleh Pejabat yang berwenang. dapat mengadakan penangguhan penahanan. Jaminan berupa orang. Penyidik atau Penuntut Umum atau Hakim. 27 tahun 1983. tentang Pelaksanaan KUHAP. sesuai dengan kewenangan masing-masing. tentang Pelaksanaan KUHAP.

 Tersangka atau Terdakwa tidak akan mengulangi perbuatannya.  Tersangka atau Terdakwa bersedia memenuhi panggilan untuk kepentingan pemeriksaan.  Tersangka atau Terdakwa tidak akan menghilangkan barang bukti. Permohonan Penangguhan Penahanan harus mencantumkan syarat-sayarat :  Tersangka atau Terdakwa tidak akan melarikan diri. .

dari Status Rumah Tahanan Negara menjadi Tahanan Kota atau Tahanan Rumah. keluarga atau Penasehat Hukum dapat mengajukan permohonan perubahan status penahanan kepada pejabat yang berwenang. Permohonan perubahan Status Tahanan lazim mencantumkan:     Tersangka atau Terdakwa tidak akan melarikan diri. Tersangka atau Terdakwa bersedia memenuhi panggilan untuk kepentingan pemeriksaan . Terdakwa. Tersangka.tidak keluar rumah atau kota.   Pejabat yang berwenang dapat mencabut penangguhan penahanan atas tersangka atau terdakwa jika melanggar syarat-syarat yang ditentukan. Tersangka atau Terdakwa tidak akan mengulangi perbuatannya. Tersangka atau Terdakwa tidak akan menghilangkan barang bukti. Yaitu wajib lapor.

jumlah pengurangannya 1/5 hari X jumlah masa penahanannya (misalnya Masa tahanan 60 hari. maka jumlah penahannya 60 hari X 1/3 hari).  Penahanan Rumah. . jumlah pengurangannya 1/3 hari X jumlah masa penahanannya (misalnya Masa tahanan 60 hari.  Penahanan Kota. jumlah pengurangannya sama dengan jumlah masa penahanannya ( 1 hari : 1 hari). Perubahan Status Tahanan apabila dikabulkan akan mengurangi masa tahanan Tersangka atau Terdakwa dengan perhitungan masa tahanan :  Penahanan Rumah Tahanan Negara. maka jumlah penahannya 60 hari X 1/5 hari).

Jenis Penggeledahan.17 KUHAP 2. Tatacara – Ps 33 KUHAP 4. Pengecualian – 34 dan 35 KUHAP 5.PENGGELEDAHAN 1. Pengertian – 1.Pasal 32 . Siapa yang berwenang –32 KUHAP 3.

40. 39. Pengertian – 1. Penyimpanan –44 KUHAP 5.PENYITAAN 1.16 KUHAP 2.41 KUHAP 4. Tatacara – 38.Pasal 44 (2) . Tanggung Jawab. Siapa yang berwenang –38 KUHAP 3.

HAK-HAK TERSANGKA Cepat Diperiksa Mengirim Surat Pd Pen Hukum Mengajukan Saksi TERSANGKA Bantuan Hukum Berbicara Bertemu Setiap saat Dg PH Memberi Ket Bebas .

Menkeh No.Pembelaan di Tingkat Penyelidikan dan Penyidikan “Pasal 69 dan 70 KUHAP” Penasehat Hukum berhak menghubungi dan berbicara dengan tersangka pada setiap tingkat pemeriksaan dan setiap waktu .Kep.03/1983.M.07. Juklak angka 1 Lamp. . yang dimaksud setiap waktu adalah pada jam kerja.14-PW.

SURAT PANGGILAN ( Pasal 112 s/d 113 )    Penyidik melakukan panggilan guna pemeriksaan harus secara jelas. . Yang dipanggil harus datang. Apabila orang yang dipanggil tidak datang harus memberikan alasan yang patut dan wajar.

HAL-HAL YANG DIKUASAKAN SECARA KHUSUS . AKTA UMUM. SURAT ATAU BAHKAN SECARA LISAN. IDENTITAS PENERIMA KUASA DAN DOMISILINYA. DALAM SURAT KUASA MEMUAT:    IDETITAS PEMBERI KUASA.SURAT KUASA    PADA DASARNYA ACUAN DALAM PEMBUATAN SURAT KUASA MERUJUK PADA PASAL 1792 S/D 1797 KUH PERDATA KUASA DAPAT DIBERIKAN DAN DITERIMA DALAM . TULISAN DIBAWAH TANGAN.

tetapi dalam praktek dapat mendampingi terperiksa dan memberikan nasihat hukum. Tolak pemintaan dokumen oleh penyelidik (dapat terjadi self increminating). . Kedudukan Penasihat Hukum tidak diatur. Keterangan yang diberikan dapat dijadikan alat bukti di pengadilan. Penyerahan dokumen selaku barang bukti haruslah dibuatkan BAPenyitaan.    Berita Acara bukan pro yustisia.

Penyidikan—Pemeriksaan Saksi
(Pasal 6 s/d 9 KUHAP)

Penyidik adalah Pejabat Polisi Negara Republik

 

Indonesia atau Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu yang diberi wewenang oleh undangundang untuk melakukan penyidik. Tidak diatur kedudukan Penasihat Hukum (PH) dalam hal pemeriksaan saksi; Dalam praktek, penyidik menanyakan kepada saksi apakah akan didampingi oleh Penasihat Hukum dan dicatat dalam BAP nama Penasihat Hukumnya; Dalam praktek, PH cukup leluasa membantu merumuskan pertanyaan dan jawaban agar pemeriksaan berjalan lancar dan cepat;

Penyidikan—Pemeriksaan Tersangka
  

Kedudukan PH diatur secara sederhana dalam pasal 115 KUHAP; Prinsip umum: melihat dan mendengar saja (within sight

and within hearing);

Pengecualian: Perkara “keamanan negara” hanya dapat melihat, tidak dapat mendengar (within sight without

hearing);

Dalam praktek untuk perkara selain “kamneg” PH dapat membantu merumuskan jawaban, bahkan terkadang membantu merumuskan pertanyaan. Hal ini sangat bergantung pada keluwesan dan etiket PH serta pribadi penyidik; Tujuan membantu di sini untuk memperlancar jalannya pemeriksaan, bukan untuk tindakan curang;

PRAPERADILAN
(Pasal 77 s/d Pasal 83 KUHAP)

Praperadilan adalah wewenang Pengadilan Negeri untuk memeriksa dan memutus menurut cara yang diatur dalam undangundang ini.

Sah atau tidaknya penangkapan, penahanan, penghentian penyidikan, atau penghentian penuntutan; Ganti Kerugian dan atau Rehebilitasi bagi orang yang perkara pidananya dihentikan pada tingkat penyidikan atau penuntutan.

keluarga atau kuasanya Kepada Ketua Pengadilan Negeri untuk memeriksa sah atau tidaknya suatu Penangkapan atau Penahanan dengan menyebutkan alasannya. Penuntut Umum atau Pihak Ketiga Kepada Ketua Pengadilan Negeri. Praperadilan diajukan oleh tersangka. Praperadilan diajukan oleh Penyidik.    Praperadilan dipimpin oleh Hakim Tunggal. . Permintaan Ganti Kerugian dan atau Rehabilitasi diajukan oleh Tersangka atau pihak ketiga yang berkepentingan kepada Ketua Pengadilan Negeri.

apabila dalam waktu tersebut belum selesai. . maka permintaan tersebut gugur. Acara Pemeriksaan Praperadilan :  Dalam waktu 3 hari diterimanya permintaan. hakim yang ditunjuk menetapkan sidang.  Pemeriksaan dilakukan secara cepat yaitu 7 (tujuh) hari.  Terhadap permintaan tersebut tidak dapat dimintakan banding.

diputus di sidang Praperadilan dan mengikuti acara Praperadilan (Pasal 95 KUHAP). tanpa alasan yang berdasarkan undang-undang atau karena kekeliruan mengenai orangnya atau hukum yang diterapkan yang perkaranya tidak diajukan ke Pengadilan Negeri. Tersangka. .ditahan. dituntut dan diadili atau dikenakan tindakan lain. Terdakwa atau Terpidana atau ahli warisnya berhak menuntut Ganti Kerugian karena ditangkap.

Setelah memberikan keterangan. saksi dan tersangka menandatangani BAP. Untuk itu dibuatkan BA Penolakan penandatanganan BAP. Apabila keterangan yang diberikan tidak sama dengan yang tertulis dalam BAP maka saksi dan tersangka dapat menolak menandatangani BAP.Penandatanganan BAP (Pasal 118 KUHAP)     Saksi maupun Tersangka harus bebas dalam memberikan keterangan dan dicatat setelititelitinya sesuai dengan kata yang dipergunakannya (pasal 117). .

PADA TINGKAT PENUNTUTAN . SEMUA BERKAS PERKARA TERMASUK SURAT DAKWAAN PADA TINGKAT PEMERIKSAAN PENGADILAN .TURUNAN BERITA ACARA PEMERIKSAAN    PADA TINGKAT PENYIDIKAN . SELURUH BERKAS PERKARA TERMASUK PUTUSAN HAKIM . HANYA BAP TERSANGKA.

Tim Pencari Fakta Pro Justitia BAP Dilimpahkan Tim Pencari Fakta .

Dapat bertentangan dg prinsip Praduga tak bersalah. Dapat bertentangan dengan HAM krn: Tersangka “disuruh” mengaku. 3. Tidak diatur dalam KUHAP. 2. Rebuilt a fact or idea Membangunmenampilkan kembali peristiwa pidana .REKONSTRUKSI PERKARA– Apa itu?  1.

Pertanyaan yg menjerat?  Pasal 166 KUHAP – Pertanyaan yg menjerat tidak boleh diajukan pd terdakwa maupun kepada saksi Apakah berarti pertanyaan menjerat boleh pd TERSANGKA (ditingkat penyidikan)  .

Proses Penuntutan.Acara Biasa PENUNTUTAN *Laporan *Tertangkap Tangan Penyidikan Penyelidikan Kasus Hukum .

PENUNTUTAN 1. Pengertian – 1.7 KUHAP PENGADILAN Berkas Perkara & PENUNTUT UMUM Surat Dakwaan Tersangka/ Pen Hukum Penyidik .

jelas. lengkap = TP Tempus dan Locus delicti Gabung (voeging) Org samabeberapa tindak Pidana Beberapa T.P Bersangkut paut Pisah (splitsing) Beberapa TP oleh beberapa Tersangka Tunggal Kumulatif Alternatif Subsider Campuran Beberapa TP tidak bersangkut paut ttp ada hubungannya .Tentang Surat Dakwaan FORMAL Tanggal dan tanda tangan JPU Identitas Lengkap MATERIIL Uraian cermat.

Tidak mengandung faktor “penyertaan” (mededaderschap). atau alternatif.Surat dakwaan tunggal/biasa   Hanya berisi satu saja dakwaan. atau “perbarengan” (concursus). atau subsidaritas. .

 .  Tidak bersangkut-paut tapi berhubungan.  Beberapa tindak pidana yang bersangkut-paut satu dengan yang lain.Surat dakwaan kumulasi (Pasal 141 KUHAP)  Surat dakwaan dengan menggabungkan beberapa dakwaan sekaligus: Beberapa tindak pidana yang dilakukan oleh seorang yang sama dan kepentingan pemeriksaan tidak menjadikan halangan terhadap penggabungannya.

65. dan 70 KUHP). samenloop) yang diatur dalam pasal-pasal 63. 64. 66. take part in crime) dan ketentuan “perbarengan” (concursus. . Pemahaman dakwaan kumulatif akan lebih jelas bila dikaji ketentuan KUHP pasal 55 berkenaan dengan “penyertaan” atau “ambil bagian” (deelneming.

Surat Dakwaan Alternatif  Dakwaan yang satu dengan yang lain saling “mengesampingkan/menggantikan” (one that substitutes for another).   Hakim bebas memilih mana yang lebih pantas dikenakan pidana berdasarkan pembuktian di sidang pengadilan. Dicirikan dengan selalu ada kata ATAU antara dakwaan yang satu dengan yang lain .

Lebih-lebih Subsidair Lagi. Subsidair. dst. Urutan mulai dari dakwaan pidana “terberat” dan berakhir pada dakwaan “teringan”.Surat Dakwaan Subsideritas     Terdiri dari dua atau lebih dakwaan. Lebih Subsidair. . Duduk perkara antara dakwaan satu dengan yang lain saling berhubungan erat. Lebih-lebih Subsidair. Disusun secara berurutan (berturut-turut): Primair.

-Melakukan Penganiayan thdp pemilik Rumah -Kemudian merusak barang-barang yg dirumah (Menganiaya=351) + (merusak: 406) .Kaca mobil Pecah-mobil Rusak (membunuh=338) + (merusak: 406) Seseorang mendatangi rumah orang lain.Perbuatan Yang Berbarengan CONCORSUS IDEALIS CONCORSUS REALIS Satu Perbuatan Satu Orang Satu Perbuatan Satu Orang Beberapa Perbuatan Satu Orang Pasal-1 (338 KUHP) Pasal-2 (406 KUHP) Pasal-1 351 KUHP Pasal-2 406 KUHP Sesuatu Perbuatan Termasuk dlm beberapa Ketentuan Pidana Orang membunuh dengan tembakan pd org Lain yg berada dibalik kaca mobil.

Turut Serta -55 jo 362 KUHP Penuntut Umum Alternatif Surat Dakwaan Subsideritas .Contoh Dakwaan Alternatif dan Subsideritas Hasil Penyidikan FAKTA: Terdakwa Menerima Hasil Curian PASAL Yang sesuai 1. Penadahan – 480 KUHP 2.

Penganiayaan berat-mati .Contoh Dakwaan Alternatif dan Subsideritas Hasil Penyidikan FAKTA: Terdakwa Menghilangkan Nyawa Orang Lain PASAL Yang sesuai 1.355 KUHP Penuntut Umum Alternatif Surat Dakwaan Susideritas . Pembunuhan – 338 KUHP 2.

II. Primer : Pasal 340 KUHP Subsider: Pasal 338 KUHP Lebih subsider : Pasal 355 ayat 2 KUHP Menghilangkan Nyawa orang lain Fakta: III IV Lebih subsider lagi Pasal 353 KUHP .Contoh Dakwaan Subsideritas I.

Turut Serta -55 jo 362 KUHP Surat Dakwaan Dakwaan-1 Penadahan Dakwaan-2 Turut Serta Mencuri . Penadahan – 480 KUHP 2.Contoh Dakwaan Alternatif (kasus: Pencurian) PASAL Yang sesuai 1.

mededaderscap) Semuanya Peserta Pencurian -Dakwaan dijadikan Satu. Satu putusan untuk ketiga terdakwa Equal Degree Of criminal Liability Dakwaan Kumulatif 3 Terdakwa untuk .Dakwaan Kumulatif (kasus: Bersama-sama mencuri.

Penipuan Dakwaan KUMULATIF Dakwaan 1 – 362 KUHP Satu Hukuman Dakwaan II – 378 KUHP Maksimum Hukman Terberat + 1/3 Dakwaan III – 351 KUHP .Contoh Dakwaan Kumulatif (kasus: Concursus Realis) (Concursus Realis=meerdaadsche Samenloop) Berbarengan Pencurian.Penganiayaan.

Contoh Beberapa Kemungkinan Dakwaan (kasus: Penggelapan.Concursus Idealis) Pasal 63-2 KUHP Pid Umum-Khusus Pegawai Negeri Menggelapkan Uang Negara Psl 372 KUHP (Lex Generalis) Max 4 th Psl 417 KUHP (Lex Spesialis) Max 5 ½ Th Penuntut Umum Tunggal Kumulatif Alternatif Subsider .

Proses Persidangan –Acara Biasa Pembukaan-Sidang Pemanggilan Terdakwa Eksepsi Ditolak PEMBUKTIAN SAKSI. Ahli Surat. Barang Bukti Pemeriksaan Pembacaan S.Dakwaan Tanggapan:JPU Eksepsi:PH Putusan SELA TUNTUTAN PIDANA Eksepsi Diterima PEMBELAAN REPLIK DUPLIK PUTUSAN . Terdakwa.

Membuktikan dalam arti yuridis berarti memberikan dasar yang cukup kepada hakim yg memeriksa perkara guna memberi kepastian ttg kebenaran peristiwa yg dikemukakan kedalam sidang pengadilan (Prof Dr. Poerwadarminta) Kamus Hukum Umum: usaha menetapkan apa yang telah terjadi secara konkreto.J. .PENGERTIAN PEMBUKTIAN Kamus Umum: Memberi atau memperlihatkan sesuatu hal atau peristiwa yang cukup untuk dapat dinyatakan atau dimengerti sebagai suatu hal yang benar (W. Sudikno Mertokusumo. dan meletakkan suatu kebenaran berdasarkan ketentuan dan pedoman yang dibenarkan oleh undang-undang guna untuk menentukan kesalahan terdakwa. mempertahankan.S.SH) HUKUM ACARA PIDANA : Mencari.

4. + Keyakinan Hakim . 2. 5.Pasal 183 + 184-1 KUHAP Pasal 183: Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seorang kecuali apabila dengan sekurangkurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah melakukannya Ps 184-1 Alat Bukti Yang Sah Keteranagan Saksi Keteranagan ahli Surat Petunjuk Keterangan terdakwa 1. 3.

Jadi Yang Dimaksud TERBUKTI (Beyond a reasonable doubt): 2 alat bukti Yg Sah TERBUKTI Kesalahan Terdakwa Secara Sah Dan Meyakinkan Keyakinan HAKIM Absolute Truth .

Dua Alat Bukti Yang Sah ? Alat Bukti Yang Tersedia Permasalahan Setiap butir “alat bukti yang tersedia” harus terpenuhi secara penuh untuk dapat memenuhi syarat sebagai 1 alat bukti. Dua saksi yg sah berarti memperoleh satu alat bukti. 4. Keterangan Saksi Keterangan Ahli Surat Petunjuk Keterangan Terdakwa Boleh satu saksi yg sah ditambah Keterangan terdakwa sama dengan 2 alat bukti yang sah. 2. 3. 1. . Dengan demikian 2 alat bukti yg sah adalah kombinasi antara No 1 -5 secara penuh. 5.

2). • 3. bagaimana melaksanakan proses hukumnya? Hukum apa yang berlaku? Bagaimana persidangan dpt memastikan saksi memberi keterangan dalam keadaan bebas? • Harus diberikan di dalam sidang Pengadilan (185. .1) Harus lebih dari dua saksi (185.Keterangan Saksi Melalui Teleconference Syarat Sahnya KESAKSIAN Permasalahan • Lihat. Karena kesaksiannya diberikan diluar pengadilan (bertentangan dg Ps 185/1) Kalau saksi (di luar negeri) hrs ditahan karena keterangannya di persidangan jarak jauh diduga palsu (174.27) Bukan pendapat atau rekaan.2) 2.dengar. menyebut alasan. alami sendiri. (185.5) • Mengapa Teleconference bermasalah? 1. (1.

. menyanggah. menangkis. membengkokkan yang lurus dan meluruskan yang bengkok. menempatkan masalah-kesalahan pada tempatnya. mengajukan bukti yang sebaliknya. membela agar memperoleh “fair trial”.PEMBELAAN  Pengertian Membela kepentingan hukum klien.  Kekeliruan pengertian Membela keinginan klien/terdakwa.

Nota Keberatan/Eksepsi  Tangkisan (plead) yg tidak mengenai „materi pokok‟ surat dakwaan melainkan pada cacat „formal‟nya. yaitu adanya tertib acara yang in proper (tidak tepat) atau illegal (tidak sah). .

Pokok-Pokok Materi Eksepsi      Pendahuluan Eksepsi Gugurnya Kewenangan Menuntut  Exceptio judicate (ne bis in idem) --76 KUHP  Terdakwa meninggal dunia –77 KUHP  Exceptio in tempores (dakwaan telah daluwarsa) – 78 KUHP Eksepsi Tuntutan Penuntut Umum Tidak Dapat Diterima  Pelanggaran pasal 56 ayat 1 KUHAP (apabila pasal 56 ayat 1 tidak dipenuhi. dianggap pemeriksaan tidak memenuhi syarat yang diminta UU. tetapi perbuatan itu tidak merupakan sesuatu tindak pidana Eksepsi Kewenangan Mengadili (absolut dan relatif) . berakibat “tuntutan PU tidak dapat diterima  MA No. 1993)  Tidak memenuhi syarat klacht delict (apabila tindak pidana berupa delik aduan.1565 K/Pid/1991. 16 Sept. tapi ternyata tidak ada pengaduan dari korban) Eksepsi Lepas Dari Segala Tuntutan Hukum – 67 jo 191 ay 2 KUHAP  Jika perbuatan yang didakwakan kepada terdakwa terbukti (diakui).

 Eksepsi Surat Dakwaan Tidak Dapat Diterima  Exceptio subjudice (tindak pidana yang didakwakan    sedang tergantung pemeriksaan perkara pidana lainnya karena kesamaan tindak pidana yang didakwakan). tapi disusun secara subsidiaritas) . Exceptio in personan (keliru mendakwa orang) Eksepsi keliru sistimatika dakwaan subsidiaritas (dakwaan Subsider lebih berat drpd dakwaan Primer) Eksepsi keliru bentuk dakwaan (misal: Seharusnya berbentuk Kumulasi.

misleading    Dakwaan tidak memuat “tanggal dan tanda tangan PU” Dakwaan tidak memuat identitas Terdakwa secara lengkap Dakwaan tidak menyebut locus delicti dan tempus delicti  Dakwaan tidak cermat. jelas. dan lengkap dalam menguraikan tindak pidana yang didakwakan  Penutup . Eksepsi Dakwaan Batal Demi Hukum (143 ay 2 KUHAP)  obscuur libel.

Tentang Surat Tuntutan   Tentang Surat Dakwaan Tentang Pemeriksaan Saksi-saksi/Tentang Fakta Di Persidangan  Saksi Aldo  Saksi mengatakan melihat terdakwa ada di lokasi TKP  Benar terdakwa menurut saksi telah menusukkan pisau ke dalam perut korban  Benar pisau yang ditunjukkan saksi adalah alat bukti yang dipakai terdakwa  Benar Terdakwa menusuk perut korban dikarenakan terdakwa akan dipukul dengan pedang oleh korban  Saksi Rani  Benar saksi kenal dengan terdakwa  Ahli Dr. Mun‟im  Dipersidangan Ahli menerangkan sebagai berikut: .

 Tentang Pasal Yang Didakwakan  Tentang Analisis Yuridis  (membahas dan menguraikan unsur-unsur pasal yang didakwakan)  Tentang Tuntutan Hukum    Hal-hal yang meringankan Hal-hal yang memberatkan Besarnya tuntutan hukum .

Dalam hal ini tidak ada orang lain yang dimaksud melainkan adalah terdakwa. Barang siapa mengambil barang milik orang lain baik sebagian maupun keseluruhan tanpa ijin pemilik barang tersebut diancam dengan hukum pidana selamalamanya 6 tahun.  Unsur Mengambil barang milik orang lain sebagian maupun keseluruhan Unsur tanpa ijin pemilik barang  .  Unsur Barang Siapa Bahwa yang dimaksud dengan barang siapa disini adalah orang. karena terdakwalah diajukan dan diperiksa di muka sidang.

dikaitkan dengan fakta di persidangan) Kesimpulan/Penutup . atau berupa uraian keterangan saksi-saksi secara berurutan) Analisis Yuridis Terhadap Tuntutan (uraian unsur-unsur pasal yang didakwakan.Nota Pembelaan/Pleidooi      Pendahuluan Tentang pokok-pokok perbuatan/peristiwa yang didakwakan Tentang fakta-fakta di persidangan (uraian keterangan saksi-saksi dapat dikelompokkan dengan mengacu pada pokok-pokok perbuatan/peristiwa yang didakwakan.

.Kesimpulan/Penutup  Memutuskan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan yang didakwakan oleh JPU dan oleh karena itu membebaskan terdakwa dari segala hukuman atau setidak-tidaknya menyatakan terdakwa lepas dari segala tuntutan.

saksi B mengatakan …. saksi C mengatakan …. saksi C mengatakan … dst. dst  Tentang Proses Tukar Guling  . saksi D mengatakan …. Saksi A mengatakan ….Tentang Fakta-fakta di Persidangan  Dakwaan kesatu  Tentang Keberadaan Perusahaan Goro di Bekas Gudang DOLOG DKI  Saksi A mengatakan ……..

.PROSES PEMBELAAN (FAIR TRIAL)           Menerima Bantuan Hukum sejak ditangkap dan ditahan (Pasal 69 KUHAP) Mengajukan Praperadilan (Ps 77 KUHAP) Meminta turunan BAP (Ps 72 KUHAP) Memperoleh berkas perkara ketika dilimpahkan ke PN (Pasal 143-4 KUHAP) Mengajukan EKSEPSI Melakukan pemeriksaan Saksi Mengajukan Saksi A de Charge (160-1-c KUHAP) – Penasehat Hukum minta saksi dihadirkan wajib dipenuhi oleh Hakim Menolak pembacaan BAP (Pasal 162 KUHAP) Mengkonfrontasikan antara saksi yg satu dengan saksi yg lain (– Psl 165 -4 KUHAP) Mengajukan Pembelaan Tertulis (Pasal 182-1-c).

Kewenangan Hakim Ketua Majelis Hakim Ketua Sidang memimpin pemeriksaan dan memelihara tata tertib di persidangan (Pasal 217 ayat (1) KUHAP) .

Pasal 219 KUHAP (1)Siapapun dilarang membawa sejata api. bahan peledak. senjata tajam. atau alat maupun benda yang dapat membahayakan keamanan sidang dan siapa yang membawanya wajib menitipkan di tempat yang khusus disediakan untuk itu .

TIADA KEPENTINGAN HAKIM & JPU DALAM PERKARA PIDANA (1) Tiada seorang Hakim pun diperkenankan mengadili suatu perkara yang ia sendiri berkepentingan. baik langsung maupun tidak langsung (4) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam makna ayat tersebut di atas berlaku juga bagi Penuntut Umum (Pasal 220 KUHAP) .

SIKAP HAKIM Hakim dilarang menunjukkan sikap atau mengeluarkan pernyataan di sidang tentang keyakinan mengenai salah atau tidaknya terdakwa (Pasal 158 KUHAP) .

SIKAP HAKIM Pertanyaan yang bersifat menjerat tidak boleh diajukan baik kepada terdakwa maupun kepada saksi (Pasal 166 KUHAP) .

Menolak kesimpulan yang diucapkan di persidangan. Menolak sikap yang menyerang/mendebat saksi/terdakwa. atau jawaban berupa fakta pada (saksi) ahli. . Menolak aparat yang membawa senjata api ke dalam ruang sidang. Menolak sikap hakim yang menyatakan bersalahnya terdakwa di luar pembacaan putusan. Menolak pertanyaan yang berulang-ulang. Menolak pertanyaan yang bersifat menjerat.        Menolak pertanyaan yang jawabannya berupa pendapat pada saksi fakta. Meminta agar saksi yang memberikan keterangan berubah-ubah atau berbeda sekali dengan saksi yang lain diperiksa dengan dugaan memberikan keterangan palsu.

5.: 459.13.8.13.&! #9.1.91.544.3.1./!.3.5.24492:.451.51.5 !95.5#5.5.9...79.0.

.3.91.451.0..9. 459.51.5.

5.9...5.55 &.71. 69.15.755.75....5.. ...755. 51.5 .57512.5.5792.5 755.57...5.5 .1..5..25..%/3.1.5 75..52..51..52.7512..5.7.9..:/.5 ..5  755.2.

.55...13.2.3 #9. 7.51.#5...2.2.. #5.1..:.1.5 .5.:.13.:...9.5.22.13.5!95..527.2. ..7.515.51./3.:1.#..52..5...9. .:.545/.563#512  #55.. .2. #5.24492:.5!9  #945.#5.   #9.5.5.3.563'9:.51747563.5.24 '5..7.5. %..7..2.#5..51..1..563..79..25.13..5/9275.5!9 ..13.13.9:.52.52.79..79..44. #9.1.  23.

 7945.24.5#9.515 ...9:/.5:0.7945./34 :3:.2.4..1.22..5. .513..72. 07. .51.145. 9 '9.5.4.5/.5:1.5 #492:.79.3.21.3. 4.#492:. 1.1.5.52 45.....2.9.9 ...9.7. .5 .9:/./3..5 .91.13.2.77945.7.94.9:/..... 0.2.

125..5.92./9.52..5..5.2...5/91.5. .5  1...52.13. 1.9.1.57...125..3.3.9:5..2..2.53.13..7 1. ...2.5 1.2.5 51.5  .5. '91.51.:.'971..95.:.53..5.52.51.2455.5. '9:.5 1.

5. 51.

 #9.13.21.5455..2.95.3# . 24..9.79.51.:.5 792.52 #5..9..69.5.9.:1:1.51..0.1.13.51.5452..5.72.5 #9.2..5 #.13.5!9 17. 2239.79.5.55.

9: //..8.3! !.3.5 2.: 1..3.9.!03.5.3.4 44/92. .3/.3.52..&! &.75 '9:.5 10. :..2: 4.5 1.9.

3. :..

2.2.2 :.5.5 # 7.3   &.9.5. 4563.4. . 15. 44/92.55.5 2.9.3.5. :..51/92.9.51./3.2.51.9.5.51.2 45.2: 1.5 2.5 :. 2. ...3.9:.3: #4.5 # 5.. 7.9..2.3: 1.5 15..5.5 #563.5. .5.52. 45.5 75.2 .5. 1/.:. 1.5.5 # .4 #4.2.2: . ..5 #563.5 1795.3..5 .7..5..5 :.5 .5 .2.2: 1. ::.52.51/92.5 .5 2.9:.1.

%&#&#%# !#$ #'!'#!!!# '%&! #'!'#!!''!&  %&#%%'% &&%' ! #'!'# %&! #!!&%%& #%%'% &#'&! .

. ! 25..7.7..9. .9. !74:899.%2!03.3 %2!03.

5.1.25.947/0. 02-..2 .5/.1:9 45...1.4 #   #0-:9.3:3 203./9.52. 50789.3./9..91.7.7.2/9:. 9: .3.5 295 '9:.5 1795:7#9.# $%#&$!## 5.3.  .21.5.302-.. .5 15..5.. '1.5.

.2.:.2/631.9 #.91.320307.3# 459.7527. /6371'%&! /6371'%&! 1..1.:.2.571 .5.2./9.79..5 #.5.1.2: 7. 7512.3# #9.5 .3.5459.:.52..!079... 4.9....

3 .3 !030/..3.7.3 .8.!74808!03:39:9.547.3..5 %.3 !03/.8:8::2 .3 %079.3 !74808!03:39:9. !&%&% .

7..3  &! ! 07.9 .  !&%&% && $:7.3 %078.3..!&%&%  !03079.8 !07.

!03::2 !03/ .

5.5.8 03.3$:7.%!9/.% ! 078.:9995.5.3./. %078.-:3 . .2. %:3.91 9073.%! 40-0-07./.%039..3.3.9.5%! %025:8/.3 .!/.:8/0. 85983 0-07.3 9.:9 !8..072. 0-07.3/.3. :2:.25:7.8  03.3 4. -078. -0-07.5 %# &7.3  # %.9 0.3 0-07.403 78.5.33.3:95.5.9.. 93/.3:95.3 !& /0399.91 $:-8/07 .9 . :-:3.

..9/..39:3.$:7.

..95.79/..3.7 .5 06509:: .:.2.245..2./9::.515.5..: . .1..-.5 '1...19:0. .5 411...8.. :/:1.69759...95.9..

5.1.9/.5:2.&! &9.3:2:.5.51..5 //9.5275.1.12.245.5:.4.7.5..5 ..775.9.545..515.52.8 !.$:7..7.271.2./5.1.8.51.563 :69.22.3: /9.1.3..7.55.5.5/9:....271.5.513.5.5./52.1.2..5 7492:.  /9.

..5/9:.52..51.5.271.7.7. /9.

15.53.5.2/9:.5  '1.52. :..

52.7...2/9:..7/9/5.5 '1.

 .

5.51.:/3..#4..2.:...9.5#7.4.4/3/..12..515.91.95.95.5 06509:: :.91.3.2.51..4 .579/.27.5243...5 094 1.579/.51.5..52.4 7.5759.3 /925..52.453667 .53/ 3.:.3.5..5.5 1.5 13545 ...2..3.. .

7.:.3.

3    1.:.7.5#  .

..545.2.2.3545:.53.53/ 7.9  .515.5.:/:..2.15..5.....5 ..3.5.1.5 3.5:3.39073.:125.13.5:..$:7.1..5.5.91 .9.9.5 74/2.5.56.5 092..92.5.5.:69.575..5 :.24//.4752..2..5:.:.51:1.5.5 65.:4434./91.2.15.' ..571.

3$:-8/079......5 /9.3/1.$:7./99.5 ::5:0.9..9.8 '9191.9.2.91..

9.  /9..9.

9 &/:1.9 /.9 /&/:1. #94.

9 /&/:1.3/ #94.9 /.9 &/:1.

9 /. &/:1.

 1:.3/&/:1. &/:1.9.9 /.

2..5:.9.5.1.91.9.297..95..5/9...5 12792. 1...9/9.1. 9.1.571..2.59.5.543. .2.35/9/5.5:.53.5 .1.5..15..

3203/..!07-:.9.   &! !.5.!07-:.3207:8. 7.8.24- !0.9:!07-:..3.9..:.3 $.3 0.3 -.3-07.35/47 .9.3 %072.9: 7.3.  &! !.9: 7.5.9:!07-:.   207:8.39/5502#:2.24- . 03.9..8.7.37:2.8:/2-0-07.  .3!03.3 $.3/7:2.47.3902-.703.3 $. 202-:3:   207:8..  $08047.. 02:/.   &! $08:./-.307-.3.7... 09039:.-./.9.3 $.8.3 0-07.3.3.3 !.3   #$&$ $   #$&$ #$ $..9:!07-:. 24-#:8.3202-:3:/03.9: 7.9.8.3!/.  &! !.

8:7.. 03072.3 % %07/.39073.4394..  !03.8!03/.8 !$.9 .91/.. 4&! ..91 $:7./.3808:. .3 !03:39:9&2:2 9073.3 $:-8/079.8 .3  &!  %:7:9$079.3 $:-8/079...

 7.9 2.3..8 ..3.3 !03:39:9&2:2 9073.3 $:-8/079.9 .3 % %07/...3 &!  !03.3-07.91/.39073.4394.8 !$.3.3 $:8/079..3808:.91 $:7.  !02-:3:.. 03.9 &! ..3 ..8!03/.

.&! . 03.4394..9. &!  $:-8/07 !.3$:-8/079.8.8  !7207  !..8.47.&! .3 .8.3.9&! '0-8:-8/07.3 ..3 0-8:-8/07  !. !..8.

...3 !$.3 ..39073.3  %:7:9$079.3  !03.3808:.3 .4394.3  &!  %:7:9$079.  !03.9 ./. 4&! $:7...:7 ...:7..8:8!03.. 03.91 ./.

3:2:. .91 ../.:7.907/..-9 .2.91 :39: %07/.723. .3 :39:09.8:8078.2. 8.3 :2:.3/.3.203.!08079. 8. !03...2.3 $.2..0700 1.9:5:9:8..203. 6:..9: $.5 078./078.:7 20/0/..:7 $02:.3 ...

3 43.8 07-.3:2:..0$..3.3 &&% .8:843..703..3 .:78:8#0.3 &! .:7.9:::2.3 &! $.82007/.203445 !03.9 .:78:8#0.82:2 :2...3 .3 !035:./8.91 ..3%07-07....3 !03..4394.

3 &! ... .

3.43940-07..30.3 !030.8:8 .9 !8&! 0$508. !8&! 00307.3 .5.3 43. % !03:39:9&2:2 %:3.3&.8:8 !030.  &! !/&2:2 :8:8 !0..:78:8/0.91 $:-8/07 .5.02:33.007 030.8 .5.91 9073.5.8.8 !.8 .. :2:.7.

.3 !02.3 $/.3 !&% $$  $:7.8.3!& !:9:8...7. .3..3 $ . !02078.3 .3. !02-:..3%07/..5. ! #! &! !&%&$ .3.3:9 !02-.!74808!078/. 8058 94....9 %07/..3 $ %&%&% ! 8058 9072.3 8058! %..7.

3 .7.9.9.../80.7 2025079.: 50789..3990-03.3.:39: 203039:.3 !7417 $:/34 0794:8:24 $ &&#!03./..20309.79 202-07.3 /.9 /3.9.:3.3.9:0-03.:/20307980-.9.5.309039:./.7.3-03.7.!#% !&% .::5:39:/./.350789...30/.8.::505.2:8::2&2:2:8.3 50/42.507.5...7.340:3/.437094  02-:9. 202-0705.79:7/8-07.  .3808:.9:..907.3.3.7   $  !407.38:.9.5.3-07/.7239.308.2..9:.: 202507.3 2009.3/.7.. .3/.89.3:3..3.. /02:.28/.8.3 :3/..7..3 503.3/.390.2:8&2:202-07.. .7. 8:..3/-03.2202078.3907/.

3.  &!  !.29/.//.  0907.3 -.20250740 0.. 0..3-.380:7. !8  .20.3$..3.7907. .9:9..7 -03. .2 ..33. /:.:.5/.3$.3-078.-40 203./03.3 0.!.8.8  0907.8.9-:9 .9:93/.-.907/.:. -03.9  !09:3:  0907.3 :7...8:...38.8047.5.3 .3.3907/..9:.3.3.05.3.  $:7..35/./.3.33.3..

..843.8:/ %#&% 043/..3 0./.32..'9. .70. 0.3.$.. 08. %#&% $0.7.3  .3%07/.-0 /4:-9  .3 /:63.3.9-:9 $..

3.3/02.4 80../9.8.7.3%0780/.9-:9..9:.0907.3.39...2.3 %07/.  .3.3$.9:9.3 $09.9:9 ....8. .7.7:8 907503:80.7..9-:98.3 907/.5..3...9:8..9-:9.8 0907.7./.88.3$. 42-3.:.8.3.8.920203: 8..79202507408.503:       0907.3.390780/.38.9 !09:3: 0907./03.2-. -07.5-:97 .9-:9 03.9-:9 :.3 $:7.980-. 408.88. ....503::39:/. !072.

3 W .3503/..8 0.0907.  .3/!8.:%00.2803/7  2030-:9.9 /03.3    03.0 $.%00.3.3.0-072.7..9.5.08.4310703.4310703.8././-07.3$..3.8.. $$ !072.33.3    W :.7 503.9.9$..7 .703.8.:70.5.3/:..8.3 -079039.

3.3!03.7:80-/.8    ..8 W .8:    -.3.703.38.3/59 202.3-0-.3.3.3 ....3.33...89.8 /:./.3-07.7:8/-07.8202-070907.3//.3..: ./5078/.5078/.5.5.3    W .20.7.://:.3 .7/:.3574808 ::23..20.:8.::2.73007 78/9.2 8/.3.8. ...3 /.2.0907.2./.8.

5/2.5:/..325.3. 45.275.2..5.:.  4547.5.2.524235 45.524235 45.5..275.! #59.54.5 4/3..52:  4/3.52:  45.

54.3.2..:. 4547..

2:..5 4/3.255.91.3 239.5 4/3.2.5235.539:1.5/5262 .5759.2..5235.1.3.9.57.5.9447963..5..5439:2. 44/52622..91.. 44/52622.255.  44/3.5 .9.47.

9.0-07.49.3.

2 455..9.52.52:.0.1.33.2.9.5579679 .1..  .9....7.976262:9.. 694.  .5 73.1 .1.0.543.2...35.3 .33.1. 1.3 .0.57..4.8058 './ ..0.5..2:....5579679 .1. .

3..5.610.9078058 #51.5 55.5 2:7:95..!44 !44 !44. 5/:514 .5.  07.

.

# .

.

5 ..9&.9 269/...23.# .  #3.44'1.5 5.527..7..2.:./:63.51.2445:.524 6.23.94./3.51.3..5.315..1..1.9.'5.130.#  '91.21.7..2445:.2.# '91...'5.2 71.3..130.95.5.91.5#.  #  2:7:'5.9/2.....315.132.51.5.5.9:.1.2. /97.2..5.455..1. '1.3...2.2./3... /9.2497.2.0.# 2:7:7..1. 2:7:5.5 2:7:7. 1...524  2.65..1.75.0. .:.5.5::.2445:.  07.13 .5.779/.   '1.7.77492:.7.2175 1.:..9.2.3.9.9.. . .1..2/.94.5..271.4769: 1..5145.:.7. !6 #1 &7..9&. ...593.2.3.511...5.79/..2 ..1.5.5#55..57.3..1.1.455.1..1.7.

511.5.: .5.5 239451..5 2:7:239::.2.: ..55.243.57492:.1. 3.5 :1.6:/10 .6579:65.9.5..5'1.71::5:0.5 4:.4...9..271.95.7.5  07..2.9.2..2.2.69. :/:1.5..: 1..51. /9/5..5&/:193//9.71.2:.4...2:7:&9.2.     07.2.3&.5792.51..19711.2.5.271.2.94.5:/:1..21.5#949 2:7:239/5.2..2.2.9:5..5..9.2.9.5 11.

2.1.51.2.. 3.5352..4 459.5.... 1.244.1. #  6/:093/3 4:3.244.5.2.2.5.5.71.511..271..15     .. 1.5....5.2:7:. 352.2.:0.47: 130.5.7 ..5.47: ..3.5 #5.5.51.2.2.5.1.7 .245/.360:130.360:130..2.9.1.3424 .2.:'91.15...5...245/..1.31.5.2.2094.5. .: 1.5 # .

2.5 '5..2:.%039..3$:7.9%:39:9.5&..5#492:....5&9.3 '5.

2.5&...2:.. '5.5#492:.:.2:'5..5.

97:.2.5 5.2...5 &..91.563269/.45:279.3.9'91.269/.2:.3.2:25.:. #9:1. 5.2..9.91.5 5.479.2:./92.2.1362..5.3.2.2.2..543.5172315.517.5.1. /2.95.45:22.2.5.5 7:...315.5 12.5:.2:%.5.91.2:316 &.2.3.91.91..5 &.1. 39  54 79:1.2:45..21.459.269/.522.52. .2.5 71.51.5:/..53459.: '# 5..9:.

.'5.2.2.5#.:1.3.55:9.3::91: 44/.55.:.5459..2..5 '5.51.

55:9.5459.:1. 44/..2.

.5'5..5:97.:.2.5 '5.5 11..3.2.524 .3.

.3.

3.3.5495.5 .52..

.3.

2.5 :...544/9...524 .3.5..95.

4.50.54.7.57.5 ..9.4/3/.1.415.57432/.45.5.5.5/.9:/.752:39.52471...5:.2 :/.:3.53.9.9.543269.

50.1. .5.4.52471.9:/.:3.415.

3.2.1.5 5:9 5.1.51792:.3.3.9.543269.69.5 .2:115.4/3/.7.1.1.7.9.3.2.35.91.5 5:9.2.9.4.95.142.1:5 .57..5:.4.514.5&..69.2.51.52. 3.. 2..1.2:143.5 5:9.53.:1.5..91.5:/..57432/.5/..5 . .9.514.5. .752:39.5 4.5 .53.

.49.3.!02-0.

5 '5..576262.!0/44 #51.3.

576262.. '5.

579:.5 11.2..7626279/....2.2.5 '5..5.

.5.2. '5.

179:1.2..5 9.5.5.5 2.5:.2:..9..

9. 2.5:.2:.5.

07.123647622.545.:.7.2:1.76262.1.5 15..

76262. 15.07.545.1.

.2.579:..52.2:.5 ...511.9.2..9. /97.76262 79/.5:..5..

9.52. /97.5:.5..2:.9.

.7'5.9.:.5 9.. /99.3::91:'9.5 5..2::0.5 5:9.1..

5:9.

5 :473.2.2.2.179:1.511..:.5.3.2.7 ..5#5.5 15.5 12.5.5:97.

0825:.3.

. 43.2..2.1..9/2. :0.!03:9:5 4.:2. 44//.91.252.:2.1.2..3.2.9..22.5. 24.3.1.:.2.9:.511.579/.5.5.1..5.5 63#1.91.95.5.:.54.2.5632.

.:.5.1.2.. 24.

5.:1...37.5  .2.9:.3..5.91...25.1. . 45.2.

1.5 1:..2..2:45. '5..2:45. .5 :..2.2:45.5  :.3.3.:1..5 :./ %039.3..51:.2.5/9.. 1.5#9:.2.5  :.2:45..9..5"" &... !078/.2:45.%039.935 &...3 ..5#96::'2.52:.9.2..2.2... '5.2:45..9.56961 2..

21..3..1347.5 1.2.2..:.!# $$! #%# 594.5.5 #.:792.5#9.5# #:# 47963/92..:.95.52 #! #.3# 5.71.79..13.52..9.2.524:.2..5 #:# 45.

5&.22.57492:.2.2:1.9 .# 5.2: 5.5&#& 3..5&.2.

.

3# 5265965.274/.2:1.:..5 :.2::..2445.:.:.192.:.2:3.5  #:3.0#  #5.15../ 17563.24 563..9.5.5...:2.5# #.5.0.

5'9.3: #.3.# 5.5#4/3.:..2.

.

0  .

.3.5....3..544475 7492:.5 443.209:./1 79:1.08 .:.9.24.3.9. ..&1.51.5 #.003...  # ..

5.2.!.7513...9....4 /.5.2.. .5 :1..75 /51.2 ...5 44/.7....4.7 :5.5 731....51.4..5 1...52.3.5:.. :.52:: 1:1./45.&!  &.51.8.7..55.2.544/.. 44/.72. .7..47.

25. . 14.13 :.5 .1.. /. 44  !.2 .  &! .8.4. 792...4 4... . .3.: /93.2 3..1..5 :/..5 /.2:1 1.52.9:/. 1 .5 .2 3. #55.5:5 . :519 /9275.5 45.%!% !& !##!  '.9.24 75 17925.5.5:5 4.75 .5.5. :69.

5 1 :1.2.5 795. #..92.5 2.5.:.5 . ...25.9.5 455. .. :. 453..24 13.5 :2..$! ..5 45522..7 .1. .25.3  # .91.3.

. 459. .1.5.2 /63 1.:. :.2..2 27.$! #9.5 .3  # .5 /9:.75 27..91.1.5 /. 4.2: #..2..1.

7.5....5/9:.279..459.2.5/93..5.7.2: ../.1..2:.5.5...1. .751. 563..279./97...2...5/97.563..5..7./.5.279.55. :.5. :.5..3 563.

5.5..5/93.279. 563..5.

. 563..3..9:.:.1 3.:5.7.5 563.721.5.5..2..57.5 :1..2:2.974/.5.5451/.91.:.52.545.2:2.5179:1..5.544/92..5/9:..5 45..3.24.49.7.91.2.2...7.9.510.22:473.72..544/.5 563..2.5/9/..3.0.2:.5 563.2:.5459.9.

9....2:.5. 45.544/92.9:./..52.5/9/.

5:..15.544/92.5.3: .315. .5 1./9/1.2:..:2.53..9.52.57.51792:.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->