P. 1
anatomi fis. daun

anatomi fis. daun

|Views: 586|Likes:
Published by -Nenk Nuy-

More info:

Published by: -Nenk Nuy- on Nov 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/08/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN

ANATOMI DAN FISIOLOGI DAUN
Disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Fisiologi Tumbuhan yang di empu oleh Ibu Surti Kurniasih Dra., M.Si Disusun Oleh: Siti Masitoh (0361080 Dinda Purnama (036108044) Eka Andrayani (036108046) Nurhasanah Saripah (036108047) Semester / Kelas : 5 / B

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR 2010

Tumbuhan yang mengalami lintasan asam dikarbohidrat terlebih dahulu disebut tumbuhan C4 (karena senyawa yang terbentuk pertama adalah asam oksaloasetat. Tetapi pada sintesis C4. kelompok ini disebut tumbuhan C3 (karena senyawa pertama terbentuk adalah PGA. Dari segi anatomi kedua kelompok tumuhan ini mempunyai perbedaan pada daunnya. dan juga dengan air tanah yang berlimpah. Tumbuhan ini mempunyai bundle sheat (seludang pembuluh) disamping sheat. Oleh karena itu. temperature sedang dan dengan knsentrasi CO2 sekitar 200 ppm atau lebih tinggi. Pada tumbuhan C3. Karena bila ada molekul oksigen maka Rubp akan terpecah menjadi molekul 3-karbon yang tinggal dalam siklus Calvin. Tahap pembentukan karbohidrat ini terjadi melalui lintasan siklus calvin.tingkat CO2 menjadi sangat rendah pada tumbuhan C4. yaitu pembentukan senyawa karbohidrat CO2 dan H2O. Sebagian jenis tumbuhan ada yang melalui lintasan calvin ini secara langsung. Perbedaan tumbuhan C3 dan C4 adalah cara kedua tumbuhan memfiksasi CO2.CO2 hanya difiksasi RuBP leh karboksilase RuBP.TINJAUAN PUSTAKA Pada tahapan reaksi gelap dari fotosintesis terjadi asimilasi C. Karboksilase PEP memiliki daya ikat yang lebih tinggi terhadap CO2 daripada karboksilase RuBP. yaitu senyawa yang mempunyai 3 atom C. dan 2 molekul glikolat akan dioksidasi dengan adanya oksigen. menjadi karbondioksida yang akan menghabiskan energi sel.enzim karboksilase PEP memfiksasi CO2 pada akseptor karbon lain yaitu PEP.jauh lebih rendah daripada konsentrasi udara . yaitu senyawa yang merupakan 4 atom C) Penggolongan tumbuhan ini tidak ada hubungannya dengan penggolongan atau klasifikasi tumbuhan. Tumbuhan C3 tumbuh dengan karbon fiksasi C3 biasanya tumbuh denga baik di area dimana intensitas sinar matahari cenderung sedang. Tumbuhan C3 harus berada dalam area dengan konsentrasi gas karbondioksida yang tinggi sebab Rubisco sering menyertakan molekul oksigen ke dalam Rubp sebagai pengganti molekul karbondioksida. Konsentrasi gas karbondioksida yang tinggi menurunkan kesempatan Rubisco untuk menyertakan molekul oksigen. Karboksilase RuBP hanya bekerja apabila CO2 jumlahnya berlimpah.

Pada tanaman C3. laju assimilasi tanaman C4 hanya bertambah sedikit dengan meningkatnya CO2 Sehingga. enzim yang menyatukan CO2 dengan RuBP (RuBP merupakan substrat untuk pembentukan karbohidrat dalam proses fotosintesis) dalam proses awal assimilasi. yaitu C3. Berdasarkan tipe fotosintesis. Tanaman C3 dan C4 dibedakan oleh cara mereka mengikat CO2 dari atmosfir dan produk awal yang dihasilkan dari proses assimilasi. PEP mempunyai daya ikat yang tinggi terhadap CO2. sehingga fotorespirasi sangat kecil and G sangat rendah. tanaman C3 akan lebih beruntung dari tanaman C4 dalam hal pemanfaatan CO2 yang berlebihan. sehingga fotorespirasi terhambat dan assimilasi akan bertambah besar. Sebagian besar tanaman pertanian. dan CAM (crassulacean acid metabolism). kacang tanah. . sehingga reaksi fotosintesis terhadap CO2 di bawah 100 m mol m-2 s-1 sangat tinggi. yang terjadi pada siang hari) . C4.proses pembongkaran karbohidrat untuk menghasilkan energi dan hasil samping. Sistem perangkap C4 bekerja pada konsentrasi CO2 yang jauh lebih rendah. contoh tanaman C4 adalah jagung. dan kapas merupakan tanaman dari kelompok C3. Lokasi terjadinya assosiasi awal ini adalah di sel-sel mesofil (sekelompok sel-sel yang mempunyai klorofil yang terletak di bawah sel-sel epidermis daun). kedelai. Namun tanaman C3 lebih adaptif pada kondisi kandungan CO2 atmosfer tinggi. CO2 diikat oleh PEP (enzym pengikat CO2 pada tanaman C4) yang tidak dapat mengikat O2 sehingga tidak terjadi kompetisi antara CO2 dan O2. Contoh tanaman C3 antara lain : kedele. hasil dari kompetisi antara CO2 dan O2 akan lebih menguntungkan CO2. tumbuhan dibagi ke dalam tiga kelompok besar. sorgum dan tebu. kentang. seperti gandum. kentang. Tumbuhan C4 dan CAM lebih adaptif di daerah panas dan kering dibandingkan dengan tumbuhan C3. CO2 yang sudah terikat oleh PEP kemudian ditransfer ke sel-sel "bundle sheath" (sekelompok sel-sel di sekitar xylem dan phloem) dimana kemudian pengikatan dengan RuBP terjadi. juga dapat mengikat O2 pada saat yang bersamaan untuk proses fotorespirasi ( fotorespirasi adalah respirasi.normal dan CO2 masih dapat terfiksasi ke PEP oleh enzim karboksilase PEP. dengan meningkatnya CO2 di atmosfir. . dll. maka O2 tidak mendapat kesempatan untuk bereaksi dengan RuBP. Jika konsentrasi CO2 di atmosfir ditingkatkan. Pada tanaman C4. Karena tingginya konsentasi CO2 pada sel-sel bundle sheath ini. kacang-kacangan.

A. semua jenis tanaman tidak tahan IC penuh. gulma mulai tumbuh semakin cepat  Titik kompensasi gulma rumputan dapat ditentukan sama dengan IC pada batas mulai ada pertumbuhan gulma  Tumbuhan tumbuh ditempat dg IC lebih tinggi dari titik kompensasi (sebelum . Naungan  Merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi intensitas cahaya yang terlalu tinggi. tanaman C3 mempunyai kemampuan fotorespirasi yang rendah karena mereka tidak memerlukan energi untuk fiksasi sebelumnya. tanaman ini termasuk salah satu group phylogenik. bersih dari gulma terutama rumputan  Semakin jauh dari penaung. Struktur kloroplas pada tanaman C3 homogen.Siklus ini terjadi dalam kloroplas pada bagian stroma.  Pemberian naungan dilakukan pada budidaya tanaman yang umumnya termasuk kelompok C3 maupun dalam fase pembibitan  Pada fase bibit. diatasi dengan naungan  Pada tanaman kelompok C3. naungan tidak hanya diperlukan pada fase bibit saja.pada C3 karbon dioxida masuk ke siklus calvin secara langsung.Untuk menghasilkan satu molekul glukosa diperlukan 6 siklus C3. tetapi sepanjang siklus hidup tanaman  Meskipun dengan semakin dewasa umur tanaman. Tanaman C3 Dalam fotosintesis C3 berbeda dengan C4. Konsep dasar reaksi gelap fotosintesis siklus Calvin (C3) adalah sebagai berikut: CO2 diikat oleh RUDP untuk selanjutnya dirubah menjadi senyawa organik C6 yang tidak stabil yang pada akhirnya dirubah menjadi glukosa dengan menggunakan 18ATP dan 12 NADPH. intensitas naungan semakin dikurangi  Naungan selain diperlukan untuk mengurangi intensitas cahaya yang sampai ke tanaman pokok. Tanaman C3 dapat kehilangan 20 % carbon dalam siklus calvin karena radiasi. butuh 30-40%. juga dimanfaatkan sebagai salah satu metode pengendalian gulma  Di bawah penaung. Tanaman C3 mempunyai suatu peran penting dalam metabolisme.

hasil fotosintesis cukup untuk respirasi dan sisanya untuk pertumbuhan Dampak pemberian naungan terhadap iklim mikro      Mengurangi IC di sekitar sebesar 30-40% Mengurangi aliran udara disekitar tajuk Kelembaban udara disekitar tajuk lebih stabil (60-70%) Mengurangi laju evapotranspirasi Terjadi keseimbangan antara ketersediaan air dengan tingkat transpirasi tanaman B. Pada tumbuhan ini senyawa pertama yang terbentuk setelah jangka waktu pelaksanaan fotosintesis yang sangat pendek. . melainkan senyawa 4-C asam oksaloasetat (OAA). Tanaman C4 Tebu (Saccharum officinarum). jagung (Zea mays).tercapai titik jenuh).Metode alternatif fiksasi karbon dioksida untuk fotosintesis ini disebut jalur Hatch-Slack. bukanlah senyawa 3-C asam fosfogliserat (PGA). Tumbuhan yang menggunakan jalur ini disebut tumbuhan C4 atau tumbuhan 4 karbon. dan tumbuhan tertentu lain tidak mengikat karbon dioksida secara langsung.

Arachis hypogea. pisau/silet. lampu. Menggambar penampang melintang dari dau tersebut . Menyayat tipis secara melintang daun tanaman Amarantus spinosus. air. Zea mays. ALAT DAN BAHAN Dalam praktikum anatomi dan fisiologi daun ini menggunakan alat dan bahan berupa: Mikroskop. Zea mays. Meneteskan air ke objek glass 5. objek glass. Mengamati dibawah mikroskop preparat daun tersebut 7. Meletakkan sayatan daun diatas objek glass 4. cover glass. pipet. Arachis hypogea. 2. daun tanaman Amarantus spinosus. Vigna sinensis. Vigna sinensis dengan menggunakan silet 3.TUJUAN Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari perbedaan struktur anatomi dan fisiologi yang erat hubungannya dengan fotosintesis antara C3 dan C4. Menyiapkan mikroskop dan lampunya untuk melakukan pengamatan terhadap daun. CARA KERJA 1. Menutup objek glass tersebut dengan cover glass 6.

Arachis hypogea. adalah sebagai berikut : 1. Daun tanaman Amarantus spinosus Mesofil daun Bundle Sheat . Vigna sinensis.HASIL PENGAMATAN Berdasarkan hasil pengamatan dibawah mikroskop maka dapat diketahui bentuk dari butir tepung dalam penampang melintang daun tanaman Amarantus spinosus. Zea mays.

2. Daun tanaman Zea mays Mesofil daun Bundle sheat .

3. Daun tanaman Arachis hypogea Butir tepung Mesofil .

4. Daun tanaman Vigna sinensis Bundle sheat .

Sebagian besar tumbuhan tinggi masuk ke dalam kelompok tumbuhan C3. Pengikatan CO2di udara melalui lintasan C4 di sel mesofil dan reduksi karbon melalui siklus Calvin (siklus C3) di dalam sel seludang pembuluh. untuk meminimalkan keperluan fotorespirasi. Tumbuhan C4 dalam kondisi panas di daerah tropis lebih efisien menggunakan CO 2 daripada C3. Selanjutnya OAA diubah menjadi asma malat (belangsung dalam mesofil daun). berlanjut ke siklus calvin. Akhirnya CO2 dibawa masuk menuju kloroplast dan di ikat oleh RDP. Asam malat kemudian berdifusi dari sel-sel mesofil menuju sel-sel seludang berkas pengangku yang banyak mengandung kloroplast yang mengelilingi berkas pengangkut daun (Bundle sheat cells). Fototrespirasi tidak terjadi/rendah sekali. Hal ini dapat dilihat pada produksi gula tebu dan jagung yang meningkat pada musim kemarau. Sedangakan pada daun tanaman bayam (Amaranthus spinosus) termasuk kedalam kelompok tanaman C4 yang letak butir tepungnya terkumpul dalam Bundle sheat (seludang pembuluh). Fotosintesis terjadi di dalam sel mesofil dan sel seludang pembuluh. karena letak butir tepungnya tersebar. Tumbuhan C3 adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan senyawa Phospogliceric acid yang memiliki 3 atom V pada proses fiksasi CO2 oleh ribulosa di phosphat. kacang tanah (Arachis hypogea). Didalam sitoplasma sel-sel ini asam malat di ubah menjadi asam piruvat dan CO2. Tumbuhan C4 adalah kelompok tumbuhan yang melakukan persiapan reaksi gelap fotosintesis melalui jalur 4 Carbo sebelum memasuki siklus calvin. kacang panjang (Vigna sinensis). Mula-mula CO2 difiksasi oleh Phospho Enol Piruvat sehingga dihassilkan Oxalo Acetic acid (OAA). karena tumbuhan C4 dapat meminimalkan fotorespirasi sekaligus meningkatkan hasil fotosintesis. Sel seludang pembuluh berkembang dengan baik dan banyak mengandung kloroplas.PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pengamatan daun tanaman jagung (Zea mays). Tumbuhan C3 lebih adaftif pada lingkungan dengan kadar CO2 tinggi dan melakukan reaaksi gelap fotosintesis pada mesofil daun. merupakan tumbuhan tang termasuk kelompok C3. . Hampir 80% tumbuhan melakukan fotosintesis menggunakan jalur C3 untuk pengikatan CO2.

KESIMPULAN .

W. Jakarta. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Bandung. Fisiologi Tumbuhan Jilid 2. B. Raja Grafindo Persada. 1993. Salisbury. F. dan Ross.. ITB Press.DAFTAR PUSTAKA Lakitan.. C. 1995. .B.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->