BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Tanaman jarak pagar telah lama digunakan oleh masyarakat pedesaan di daerah Mataram, Nusa Tenggara Barat. Pohonnya digunakan sebagai pagar kandang hewan ternak dan bijinya yang kering digunakan untuk pengganti lampu pelita dan sebagai obor suluh, dimana bahan bakarnya dari biji jarak yang ditumbuk atau digiling kemudian dicampur dengan buah jamplung. Hasil tumbukan itu diletakan pada rautan bambu kemudian dinyalakan sebagai penerang bagi warga pedesaan di daerah Mataram. Pengembangan minyak bumi dari tanaman jarak melalui pendekatan Ilmiah di Indonesia, dipelopori oleh Dr. Robert Manurung dari Institute Teknologi Bandung (ITB) sejak tahun 1997 dengan fokus ektrasi minyak dari tanaman jarak. Sejak tahun 2004 yang lalu, penelitian ini mendapat dukungan dari Mitsubishi Research Institute (MIRI) dan New Energi dan Industrial Technologi Derelopments Organication (NEDO) dari Jepang. Kemudian akhir-akhir ini tanaman jarak tengah di kembangkan oleh masyarakat sebagai bahan bakar kompor. Pola pemanfaatan energi pada umumnya menggunakan energi yang tidak dapat diperbaharui seperti; batu bara, minyak bumi dan gas alam yang terkandung dalam perut bumi dimana persediaannya terbatas. Dengan mempertimbangkan hal di atas, dipandang sangat perlu untuk dikembangkan sumber-sumber energi alternatif,

1

untuk bisa memanfaatkan sumber-sumber energi secara optimal dalam jangka waktu relatif panjang. Pengembangan sumber energi alternatif melalui bahan bakar biji jarak yang digunakan sebagai bahan bakar kompor mempunyai beberapa kelebihan bila dibandingkan dengan bahan bakar minyak khususnya minyak tanah yaitu; biji jarak dapat dikembangkan dalam jumlah yang banyak, mudah diperoleh, harganya relaif lebih murah dan tanaman jarak cocok tumbuh di daerah tropis serta ramah lingkungan. Dengan demikian pemanfaatan bahan bakar alternatif khususnya biji jarak perlu dikembangkan untuk mengatasi kelangkaan dan mahalnya harga bahan bakar minyak khususnya minyak tanah yang semakin meresahkan masyarakat. 1.2 Rumusan Masalah Penggunaan kompor bahan bakar biji jarak telah dikembangkan di masyarakat, akan tetapi masih banyak kendala-kendala yang ada dalam penggunaan kompor seperti : 1. Bagaimana pengaturan besar kecilnya api 2. Bagaimana cara penambahan bahan bakar biji jarak 3. Bagaimana menempatkan tempat stock bahan bakar biji jarak 4. Bagaimana cara memadamkan apinya 5. Bagaimana cara pembuangan sisa pembakarannya

2

1.3 Batasan Masalah Dalam pembahasan mengenai kompor biji jarak cukup luas materinya, maka dengan ini untuk dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik tentang kompor biji jarak harus memberikan batasan-batasan pembahasan pada : 1. Rancangan ruang bakar kompor biji jarak untuk memperbesar dan memperkecil api serta untuk memadamkan api pada saat kompor menyala 2. Rancangan sistem pembuangan sisa pembakar (ampas) biji jarak agar tidak menumpuk pada ruang pembakaran 3. Rancangan tempat penyediaan bahan bakar biji jarak 4. Membandingkan penggunaan bahan bakar kompor biji jarak dengan kompor minyak tanah 5. Analisa laju perpindahan panas yang terjadi pada kompor biji jarak 1.4 Tujuan dan Manfaat 1.4.1 Tujuan Adapun tujuan yang diharapkan dalam perancangan kompor berbahan bakar biji jarak sebagai berikut : 1. Untuk menghemat penggunaan bahan bakar biji jarak, dimana sebelumnya biji jarak yang masuk kedalam ruang pembakaran harus habis terbakar untuk bisa memadamkan kompor 2. Untuk memudahkan memperbesar dan memperkecil api serta untuk memadamkan api kompor

3

3. Untuk memudahkan penambahan bahan bakar yang ada pada ruang pembakaran 1.4.2 Manfaat Adapun manfaat yang di harapkan dalam pembuatan kompor bahan bakar biji jarak yaitu : 1. Diharapkan biji jarak dapat digunakan secara maksimal, sehingga dapat menghemat bahan bakar biji jarak 2. Dapat dimanfaatkan dengan baik dan aman 3. Dapat memanfaatkan tanaman jarak sebagai bahan bakar 4. Dengan adanya kompor biji jarak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan aman terhindar dari bahaya kebakaran dan ledakan 5. Dapat menambah bahan bakar biji jarak dengan tidak memadamkan api kompor sebelumnya 1.5 Sitematika Penulisan Penulisan tugas akhir ini disusun dengan menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut : 1. BAB I Pendahuluan, membahas tentang latar belakang, batasan masalah, tujuan, manfaat dan sistematika penulisan. 2. BAB II Teori Dasar, memuat tentang penggunaan energi alternatif bahan bakar biji jarak, perpindahan panas secara konduksi dan konveksi, proses terjadinya pembakaran padat, Penggunan Ulir Sekrup Penambat 4

3. BAB III Metode Penelitian, membahas tentang rancangan penelitian, alat dan bahan, variable penelitian, desain alat, cara pengumpulan data, serta waktu dan tempat penelitian 4. BAB IV Hasil dan Pembahasan, membahas tentang hasil rancangan, analisa aliran panas yang terjadi, hasil ujicoba 5. BAB V Penutup, membahas tentang kesimpulan dan saran

5

6 .. Dalam praktek.47 kg air atau 18. Perbandingan antara kuantitas biji yang diperlukan secara teoritis (10. panas yang dihasilkan melalui pembakaran tidak digunakan seluruhnya untuk memanasi air. Untuk memanaskan air (H2O) sebanyak 1.475/18.58 atau 58% energi biji jarak yang efektif digunakan untuk meningkatkan suhu.5 liter (1. tetapi sebagian digunakan untuk memanasi wadah air dan lingkungan.1. 2. yaitu 10. Ini berarti untuk mendidihkan air 1.47 Kg) sampai mendidih (100°C) memerlukan waktu delapan menit.14 gram kernel per kg air.141 sama dengan 0.141 gram) merefleksikan efisiensi penggunaan energi panas biji jarak pagar. Pustaka Terdahulu Kompor biji jarak pagar UB-16 rancangan Ir.475 gram) dengan kuantitas biji yang digunakan (18.5 liter membutuhkan biji jarak pagar sebanyak (200 gram per 60 menit) x 8 menit sama dengan 26.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini membahas berbagai teori-teori sebagai penunjang dalam kelancaran dan menjamin kelayakan penelitian untuk bisa menghasilkan satu penelitian yang berguna bagi masyarakat dan mendapat pengakuan secara Ilmiah. dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang.67 gram per 1. Eko Widaryanto. pada penelitian uji kelayakan 200 gram kernel (biji tanpa kulit) jarak pagar yang dinyalakan pada kompor ini menghasilkan energi panas (nyala api) selama satu jam (60 menit). Ms.

2.27 sampai 0. Ini cukup untuk memenuhi kebutuhan 27 sampai 40 keluarga selama satu tahun. ini berarti (10-15) x 0.41 kilogram biji perhari.Apabila keutuhan energi untuk memasak dari suatu rumah tangga dengan empat anggota keluarga disamakan secara kasar dengan kebutuhan energi untuk mendidihkan air 10 sampai 15 kg.314250 = 3.32 kg biji per tahun. laci penampung abu. Ukuran kompor 27 x 27 x 27 centimeter. 4. (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Energi ini dapat dipenuhui dari 98.14250 – 4.52 MJ per tahun. Ketahanan kompor lebih kurang dua tahun dan masih dalam pengkajian 7 . Maka energi yang dihasilkan adalah .7138 MJ = 1147. tuas pengatur udara. Hal ini sebanding dengan kebutuhan tanaman jarak untuk menghidupi keluarga yang menggunakan kompor biji jarak sebagai alat memasak adalah 99 sampai 148 kilogram per keluarga per tahun atau 0. 3. 4000 kliogram dikali 20 MJ per kilogram dikali 0. tutup untuk mematikan api dan badan kompor 6. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian) Jika usaha tani tanaman jarak mampu menghsialkan produktivitas 4000 kilogram per hektar per tahun dengan populasi tanaman 2000 pohon jarak pagar.6 mm Permukaan luar dicat dengan duco warna silver Komponen kompor terdiri dari : sarang luar dan dalam.400 MJ per tahun. Spesifikasi kompor biji jarak pagar UB-16 yaitu : 1.01 – 1720. 5.88 sampai 148. stoom. berat kompor 2 kg Kapasitas tangki maksimum 300 gram Bahan dari plat dengan ketebalan 0.58 sama dengan 46.

artinya tanpa kejutan. maka dasar konstruksi gigi dapat diuraikan seagai berikut : 8 .2. sebagai contoh untuk mendidihkan air 1500 mililiter hanya dibutuhkan waktu delapan menit). kompor ini menghasilkan panas yang lebih besar dibandingkan dengan kompor minyak tanah. Kalau syarat ini diperhatikan. Kemampuan menyala adalah : 200 gram biji kupasan mampu menyala selama 60 menit (dengan kadar air biji 5%) 8.7.1. Ketahanan nyala tergantung kadar minyak biji (makin tinggi makin lama nyalanya) 9. Teori Dasar 2. 2. perbandingan kecepatan sudut ω1 dan ω2 harus sama tiap saat: i = ω1/ω2 sama dengan konstan.2. Nyala api 80 % biru (dipengaruhi kadar air biji) 10. Dasar Kontruksi Gigi Pada suatu kontruksi roda gigi yang baik harus diusahakan supaya perpindahan gerakannya terjadi secara merata. Kalor panas yang dihasilkan masih dalam pengkajian (berdasarkan demo-demo yang telah dilakukan. Ini juga dapat sebagai berikut.

2. profil gigi saling bersinggungan di titik A.1 l1 A 2 l2 Gambar 2. ω2. yaitu : A h B e s b Gambar 2. artinya dalam arah garis-singgung bersama. titik tersebut mempunyai kecepatan V2 tegaklurus pada l2. ω1 dan V2 = l2 . Titik ini yang dianggap yang termasuk dalam rodagigi 1. Maka V1 = l1 .1 Dasar kontruksi gigi Rodagigi 1 gambar 2. Kecepatan keliling dapat diuraikan dalam arah garis tegak bersam (garis normal) pada kedua profil gigi dan dalam arah tegaklurus pada garis tegak bersama tersebut. Adapun nama bagian gigi yang terlihat pada gambar 2.2. Bagian-bagian gigi A = puncak gigi b = lebar gigi 9 . mempunyai kecepatan V1 tegaklurus l1 dan kalau dianggap sebagai termasuk dalam rodagigi 2.1 mengerakan rodagigi 2.

Nitrogen mengurangi transfer panas pada permukaan alat penukar panas. Nitrogen dianggap sebagai pengencer yang menurunkan suhu yang harus ada untuk mencapai oksigen yang dibutuhkan untuk pembakaran. hidrogen dan sulfur 10 . Pembakaran sempurna bahan bakar terjadi hanya jika ada pasokan oksigen yang cukup. Hampir 79% udara (tanpa adanya oksigen) merupakan nitrogen dan sisanya merupakan elemen lainnya.1 Proses Pembakaran Pembakaran merupakan oksidasi cepat bahan bakar disertai dengan produksi panas atau panas dan cahaya. yang merupakan pencemar beracun.9% dari udara. diukur pada lingkaran jarak-bagi 2.2. Bahan bakar gas akan terbakar pada keadaan normal jika terdapat udara yang cukup. diukur pada lingkaran jarak-bagi s = lebar luaran. Biasanya diperlukan panas untuk mengubah cairan atau padatan menjadi gas. Nitrogen juga dapat bergabung dengan oksigen (terutama pada suhu nyala yang tinggi) untuk menghasilkan oksida nitrogen (NOx).2. Bahan bakar padat atau cair harus diubah ke bentuk gas sebelum dibakar.2. Nitrogen mengurangi efisiensi pembakaran dengan cara menyerap panas dari pembakaran bahan bakar dan mengencerkan gas buang. Prinsip-Prinsip Pembakaran 2. Oksigen (O2) merupakan salah satu elemen bumi paling umum yang jumlahnya mencapai 20. Karbon.2.B = akar gigi h = tinggi gigi e = tebal gigi. meningkatkan volume hasil samping pembakaran.

dalam bahan bakar bercampur dengan oksigen di udara membentuk karbon dioksida. Pada kondisi tertentu.2.430 kkal/kg Karbon + 28. Hal ini dilakukan dengan pengontrolan “tiga T” pembakaran (United Nations Environment Programme) yaitu : 1.430 kkal/kg karbon). Turbulence/Turbulensi atau pencampuran oksigen dan bahan bakar yang baik 3. melepaskan panas masing-masing 8. dengan melepaskan sejumlah kecil panas (2.084 kkal.224 kkal. uap air dan sulfur dioksida. karbon juga dapat bergabung dengan oksigen membentuk karbon monoksida.224 kkal/kg Sulfur Setiap kilogram CO yang terbentuk berarti kehilangan panas 5654 kKal (8084 – 2430). 11 . 28.922 kkal/kg Hidrogen + 2. C 2C 2H 2 S + O2 + O2 + O2 + O2 CO 2 2 CO 2H2O SO2 + 8. (United Nations Environment Programme) 2.2.084 kkal/kg Karbon + 2.2 Pembakaran Tiga T Tujuan dari pembakaran yang baik adalah melepaskan seluruh panas yang terdapat dalam bahan bakar. Karbon terbakar yang membentuk CO2 akan menghasilkan lebih banyak panas per satuan bahan bakar daripada bila menghasilkan CO atau asap. Temperature/suhu yang cukup tinggi untuk menyalakan dan menjaga penyalaan bahan bakar 2. Time/Waktu yang cukup untuk pembakaran yang sempurna.922 kkal dan 2.

Sebagai akibatnya. akan lebih banyak panas yang terbawah pada pembuangan saat membakar gas alam. terlalu banyak udara berlebih akan mengakibatkan kehilangan panas dan efisiensi. Gas alam mengandung lebih banyak hidrogen dan lebih sedikit karbon per kilogram daripada bahan bakar minyak. 12 . Tidak seluruh bahan bakar diubah menjadi panas dan diserap oleh peralatan pembangkit. Sehingga tantangan utama dalam efisiensi pembakaran adalah mengarah ke karbon yang tidak terbakar (dalam abu atau gas yang tidak terbakar sempurna). Uap air merupakan produk samping pembakaran hidrogen. Walau demikian. yang dapat mengambil panas dari gas buang. yang masih menghasilkan CO selain CO2. sehingga akan memproduksi lebih banyak uap air. Terlalu banyak atau terlalu sedikitnya bahan bakar pada jumlah udara pembakaran tertentu.Bahan bakar yang umum digunakan seperti gas alam dan propan biasanya terdiri dari karbon dan hidrogen. Jumlah O2 tertentu diperlukan untuk pembakaran yang sempurna dengan tambahan sejumlah udara (udara berlebih) diperlukan untuk menjamin pembakaran yang sempurna. dapat mengakibatkan tidak terbakarnya bahan bakar dan terbentuknya karbon monoksida. yang mungkin dapat digunakan untuk transfer panas lebih lanjut.

3 Pembakaran yang sempurna. Cara untuk memperoleh bahan bakar biji jarak yang baik cukup mudah hanya dengan langkah-langkah seperti. hanya ada yang sebagian harus ditumbuk untuk mempermudah dalam penyalaan kompor. Namun. cara perawatanya tidak melelahkan karena tanaman jarak pagar mudah tumbuh di daerah tropis. yang baik dan tidak sempurna (Biro Efisiensi Energi. 2004) 2.2. Kemudian 13 . Energi Alternatif Biji Jarak Biji jarak merupakan bahan bakar biomassa yang termasuk dalam sumber energi terbarukan yang tengah dikembangkan oleh masyarakat saat ini. desain kompor minyak tanah harus diubah karena biji jarak langsung digunakan sebagai bahan bakar masih dalam bentuk butiran. Biji jarak berpotensi sebagai pengganti minyak tanah (kerosin) untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar kompor biji jarak yang digunakan alat masak di dapur.Gambar 2.3. jika tanaman jarak pagar ditanam sendiri maka langkah awal hanya cukup memilih bibit yang unggul. sehingga penyedian bahan bakar biji jarak nantinya akan berlimpah ruah. Sumber daya energi terbarukan adalah sumber-sumber energi yang output-nya akan konstan dalam rentang waktu jutaan tahun. Tanaman jarak pagar sudah dibudidaya oleh masyarakat.

Konduksi adalah proses dengan panas mengalir dari daerah yang bersuhu lebih tinggi ke daerah yang bersuhu lebih rendah di dalam suatu medium (padat. perpindahan energi terjadi karena hubungan molekul secara langsung tanpa adanya 14 . Perpindahan panas pada umumnya mengenal tiga macam perpindahan panas yang berbeda: konduksi (conduction. namun oleh kombinasi dari berbagai hukum fisika yang tidak saling bergantung. setelah itu dipisahkan dari kulitnya satu persatu dan terlebih dahulu dikeringkan dengan tujuan untuk menggurangi kadar air yang terkandung didalam biji jarak. cair atau gas) atau antara medium-medium yang berlainan yang bersinggungan secara langsung (Prinsip-Prinsip Perpindahan Panas).4. Karena beda suhu terdapat di seluruh alam semesta. Tetapi tidak sebagaimana halnya gravitasi. 2. Dalam aliran panas konduksi.2. Proses Perpindahan Panas Perpindahan panas dapat didefinisikan sebagai berpindahnya energi dari suatu daerah ke daerah lainnya sebagai akibat dari beda suhu antara daerah-daerah tersebut. setelah itu biji jarak siap untuk digunakan sebagai bahan bakar kompor. Sedangkan kalau biji jarak yang dijual dipasaran yang masih dalam bentuk butiran bisa langsung digunakan sebagai bahan bakar.pada saat pegambilan buahnya cukup memilih buah yang sudah tua dengan melihat pada bagian kulitnya yang kehitam-hitaman. radiasi (radiartion) dan konveksi (convection). yang biasa dikenal dengan istilah hantaran). maka aliran panas bersifat universal yang berkaitan dengan tarikan gravitasi. aliran panas tidak dikendalikan oleh hubungan yang unik.

Energi yang dimiliki oleh suatu elemen zat yang disebabkan oleh kecepatan dan posisi relatif molekul-molekulnya disebut energi dalam. Menurut teori kinetik. Energi sebenarnya disimpan dalam partikel-partikel fluida dan diangkut sebagai gerakan massa partikel-partikel tersebut. 0C) 15 . hubungan ini menyatakan bahwa qk. laju aliran panas dengan cara konduksi dalam suatu bahan. Kemudian partikel-partikel fluida akan bergerak ke daerah yang bersuhu lebih rendah di dalam fluida dimana akan bercampur dan memindahkan sebagian energinya kepada partikel-partikel fluida lainnya. Mekanisme ini untuk operasinya tidak tergantung hanya pada beda suhu. Fourier dalam tahun 1882. Dalam hal ini aliranya adalah aliran fluida maupun energi. Konveksi adalah proses transport energi dengan kerja gabungan dari konduksi panas.perpindahan molekul yang cukup besar. suhu elemen suatu zat sebanding dengan energi kinetik rata-rata molekul-molekul yang membentuk elemen itu. Perpindahan energi dengan cara konveksi dari suatu permukaan yang suhunya di atas suhu fluida sekitarnya berlangsung dalam beberapa tahap.B.1 Konduksi Melalaui Dinding Datar Hubungan dasar untuk perpindahan panas dengan cara konduksi diusulkan oleh ilmuwan perancis. penyimpanan energi dan energi mencampur (Prinsip-Prinsip Perpindahan Panas). Panas akan mengalir dengan cara konduksi dari permukaan partikel-partikel fluida yang berbatasan.4. Konduksi termal bahan (W/m . k. 2.2. sama dengan hasil kali dari tiga besaran berikut : 1. J.J.

2. dT/dx. maka akan didapatkan : 16 . maka menurut pengalaman akan terjadi perpidahan energi dari bagian bersuhu tinggi ke bagian bersuhu rendah. maka sesuai dengan hal diatas. yang harus diukur tegak lurus terhadap aliran panas (m²) 3. maka aliran panas akan menjadi aliran positif bila gradien suhu negatif. Mengingat menurut hukum termodinamika II bahwa panas akan mengalir secara otomatik dari titik yang bersuhu lebih tinggi ke titik yang bersuhu lebih rendah. kita harus mengadakan perjanjian tentang tanda. gradien suhu pada penampang tersebut. luas penampang melalui panas mengalir dengan cara konduksi. qk = . Dikatakan bahwa eergi erpindah secara konduksi (conduction) atau hantaran dan bahwa laju perpindahan kalor itu berbanding dengan gradient suhu normal qk ~ ∂T A ∂x Jika dimasukan konstanta proporsionlitas (proportionality constant) atau tetapan kesebandingan. Jika persamaan ini diintegrasikan. Kita tetapkan bahwa arah naiknya jarak x adalah arah aliran positif. A. Persamaan dasar untuk konduksi dapat ditulis sebagai berikut. yaitu laju perubahan suhu T terhadap jarak dalam arah aliran panas x (0C/m) Untuk menulis persamaan konduksi panas dalam bentuk matematik.kA ∂T ∂x (1) Sesuai dengan hukum fourier (persamaan 1). seperti tanpak pada gambar 1. Jika pada suatu benda terdapat gradien suhu (temperatur gradient).

aliran kalor dapat dituliskan sebagai q = . seperti k = k0 (1 + βT). Tebal dinding adalah ∆x. seperti dalam hal dinding lapis-rangkap pada Gambar 2.kA A T2 – T1 = .4. 17 . laju perpindahn panas qk dinyatakan dalam J/s. Jika konduktivitas termal berubah menurut linear dengan suhu. luas A dalam m² dan gradien suhu dT/dx dalam 0C/m.4. sedang T1 dan T2 adalah suhu muka dinding.kC A T2 – T1 ∆xA ∆xB ∆xC A A q B C q 1 2 3 4 Gambar 2.q = .k0A (T2 – T1) + β (T22 – T12) (3) ∆x 2 Jika dalam sistem itu terdapat lebih dari satu macam bahan.kB A T2 – T1 = .kA ∆x (T2 – T1) (2) Bilamana konduktivitas termal (thermal conductivity) dianggap tetap.4. analisisnya akan menjadi sebagai beikut: jika gradient suhu (temperature gradient) padan ketiga bahan ialah seperti Gambar 2. Perpindahan kalor melalui dinding datar Untuk kosistensi dimensi dalam persamaan (1). maka persamaan aliran kalor menjadi: q = .

arah aliran panas +T + dT dx Tx + T +T .5. Seperti tampak pada Gambar 2.6. maka hanya perlu melaksanakan integrasi atas persamaan (1) dan mensubstitusi nilai-nilai yang sesuai untuk memecakan soal.T arah aliran panas Tx + dT dx + x +x + x +x Gambar 2. jika sistem ini berada dalam keadaan tunak yaitu jika suhu tidak berubah menurut waktu. yaitu. maka situasinya akan lebih rumit. T profil suhu dx q gen = q'A 18 .6. Tetapi suhu zat padat itu berubah menurut waktu atau jika ada sumber panas dalam zat padat itu.Konduktivitas termal k adalah sifat bahan dan menunjukkan jumlah panas yang mengalir suatu satuan luas jika gradinnya satu. Perhatikan suatu situasi dimana suhu berubah menurut waktu dan terdapat pula sumber panas dalam zat padat itu. Sketsa yang melukiskan perjanjian tanda untuk aliran panas konduksi Perhatikan suatu sistem satu dimensi sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 2.

(J/kg. Kuantitas energi yaitu.qx qx x x Gambar 2.kA ∂T ∂x Energi yang dibangkitkan di dalam unsur = q'A dx Perubahan energi dalam = ρcA ∂T dx ∂τ Energi yang keluar dari muka kanan = qx + dx = = -A -kA ∂T ∂x x + dx k ∂T + ∂ k ∂T ∂τ ∂x ∂x dx Dimana q' = energi yang dibangkitkan per satuan volume. Bagan yang menunjukan arah panas dx qx + dx Gambar 2. (W/m³) c = kalor spesifik bahan. maka kita mendapatkan -kA ∂T + qA dx = ρcA ∂T dx -A ∂x ∂τ k ∂T + ∂ k ∂T dx ∂x ∂x ∂x 19 . Volume Unsur untuk analisis konduksi Energi yang dihantarkan di muka kiri + energi yang dibangkitkan dalam unsur itu = perubahan energi dalam (internal energi) + energi yang dihantarkan keluar unsur itu melalui muka kanan. 0C) ρ = kerapatan. (kg/m³) Jika hubungan-hubungan ini digabungkan. Energi dimuka kiri = qx = .6.7.

kA dT dr Dimana : qk = laju aliran panas konduksi (J/s) k = kondutivitas termal (w/m² 0C) r = jari-jari (m) l = panjang (m) A = luas permukaan aliran panas (m²) (6) 20 . sedangkan suhu luarnya dipertahankan seragam pada To.∂ ∂x k ∂T ∂x + q = ρc∂T ∂τ (4) 2.2. Jika selinder itu homogen dan cukup panjang sehingga pengaruh ujung-ujungnya dapat diabaikan dan suhu permukaan dalamnya pun konstan pada Ti.4. A = 2 πrl (5) Maka laju aliran panas dengan cara konduksi dapat dinyatakan sebagai qk = .2 Konduksi Melalui Selinder Berlubang Aliran panas radial dengan cara konduksi melalui selinder berpenampang lingkaran yang berlubang merupakan satu persoalan konduksi satu dimensi yang besar arti penting dalam pengembangan kompor biji jarak. Untuk selinder berlubang yang tanpak pada gambar di bawah ini. luasnya merupakan fungsi jari-jari.

Tetapi. (0C/m) 2.dT/dr = gradien suhu pada penampang tersebut yaitu laju perubahan suhu T terhadap jarak dalam arah aliran panas r. Dimana kecepatan udara yang ditiupkan ke plat panas ini akan mempengaruhi laju perpindahan panas.3 Perpindahan Panas Secara Konveksi Seperti telah diketahui mengenai pengertiaan perpindahan panas konveksi hanya membahas sejauh masalah itu berhubungan dengan kondisi batas dan proses yang terjadi pada perpindahan panas konveksi.4. suhu plat ialah Tw dan suhu fuida T∞. Perpindahan panas konveksi dari suatu plat Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa. apakah pengaruh ini berlangsung dalam perbandigan lurus. nol pada muka plat karena kecepatan lapisan fluida pada dinding adalah nol. maka disini kalor hanya dapat berpindah dengan cara konduksi saja. yaitu. Pada umumnya plat logam panas akan menjadi dingin lebih cepat bila ditaruh di depan kipas angin dibandingkan dengan ditempatkan di udara tenang. artinya jika kecepatan dilipat duakan apakah laju perpindahan kalor juga akan menjadi dua kali lebih cepat? Seperti tampak pada Gambar 2. Dengan demikian dapat menentukan harga laju 21 . Kecepatan aliran seperti tergambar yaitu. Arus bebas Aliran ll ll ∞ T∞ q TW Dinding Gambar 2.2.8.8.

67 Kg CO2 22 . Karbon C ternakar sempurna menjadi CO2 menurut persamaan : C + O2 = CO2 12 Kg C + 32 Kg O2 = 44 Kg CO2 (8) 1 Kg C + 32 + Kg O2 = 44 Kg CO2 12 12 1 Kg C + 2. disebut udara sekunder. Udara pembakaran yang diperlukan untuk menggegaskan atau outgassing dari karbon C. q = laju perpindahan panas konveksi (J/s) h = koefisien perpndahan kalor (W/m² 0C) A = luas permukaan (m²) TW = suhu plat (0C) T∞ = suhu fluda (0C) 2. Proses Pembakaran Bahan Bakar Padat (7) Bahan bakar padat sebagian besar terdiri dari karbon hidrogen dan oksigen. disebut udara primer. sedangkan udara pembakaran yang digunakan untuk membakar gas-gas CO2.2.5. susunan bahan bakar diketahui.perpinahan dengan cara konveksi antara batas benda padat dan fluida dengan persamaan sebagai berikut : q = hA (Tw – T∞) Dimana . maka dapat dihitung jumlah kebutuhan udara pembaran untuk pembakran yang sempurna.67 Kg O2 = 3. Jika.

Hidrogen (H) terbakar menjadi H2O menurut persamaan : 4 H + O2 = 2H2O 4 kg H + 32 Kg O2 = 2 x 18 kg H2O (9) 1 Kg H + 32 + Kg O = 2 x 18 Kg H2O 4 4 1 Kg H + 8 Kg O = 9 Kg H2O BAB III 23 .

maka selanjutnya akan dilakukan pengumpulan data untuk menjadi acuan keberhasilan dalam menyelesaikan penelitian untuk bisa dipergunakan oleh masyarakat sebagai alat memasak yang layak dipergunakan dengan aman terhindar dari bahaya kebakaran dan ledakan. Tahap pembuatan kompor biji jarak e.1. menjelaskan tentang rancangan penelitian. Rancangan Penelitian Sebagai bahan penelitian dalam pemanfaatan kompor bahan bakar biji jarak sebagai alat masak dalam melakukan persiapan untuk keperluan penelitian dari perancangan alat sampai dengan tahap uji coba alat diantaranya meliputi : a. Tahap pengumpulan alat dan bahan d. alat dan bahan yang digunakan dalam pembutan alat. menentukan waktu dan tempat selama pembutan alat sampai pada saat uji coba alat 3. Tahap perancangan kompor biji jarak c. variabel penelitian. desain alat. Tahap uji coba kompor biji jarak Setelah tahap-tahap rancangan penelitian di atas terpenuhi.METODE PENELITIAN Dalam pembahasan bab ini. 24 . Tinjauan bahan-bahan yang akan di gunakan b.

Skema perancangan dan pembuatan proyek akhir . Star Studi Kelayakan Analisa Perancangan Pemilihan Bahan Analisis Sistem Kerja Faktor keamanan Gambar Teknik Pembuatan Alat : Pembuatan ruang pembakaran Pembuatan tempat sisa pembakaran Pembuatan tempat persediaan bahan bakar Pengecekan Uji Coba Stop 25 .

bor di gunakan untuk melubangi bagian penyambungan plat untuk lubang paku klem.2. Bor Dalam pembuatan kompor dengan bahan bakar biji jarak.1. Gunting plat Gunting plat. Alat Dalam pembuatan kompor agar hasilnya maksimal maka dibutuhkan alat-alat dalam pengerjaannya.tidak Ya 3. digunakan untuk menggunting plat aluminium yang akan dipakai pada pembuatan kompor biji jarak sesuai dengan desain yang ada.2. Alat dan Bahan 2. 26 . 2. Adapun alat-alat yang dibutuhkan dalam pembuatan kompor biji jarak antra lain: 1.

6. Tang Tang digunakan untuk melipat bagian-bagian plat yang perlu dilipat seperti dibagian tepi plat yang tajam. lihat lampiran 4 3. Juga tang dipergunakan untuk memegang besi-besi pada saat pegelasan yang ukurannya kecil/pendek. agar dapat digunakan dengan aman. Mesin Las dan Elektroda Mesin Las dan elektroda digunakan untuk menyambung besi seperti pada tempat tumpuan panci dan meyambung pada penyetelan ruang pembakaran. gelas ukur dipergunakan sebagai alat penggukur volume biji jarak yang akan dimasukan pada penyediaan (stock) bahan bakar dan volume air dalam ujicoba alat sebagai satuan dalam volume 4. melubanggi saringan udara bagian dalam dan bagian luar. 5.melubangi saluran pembuangan sisa pembakaran. Gelas ukur Dalam penelitian kompor biji jarak. Gergaji besi Gergaji besi digunakan sebagai alat pemotong besi yang telah diukur seperti pemotongan pada besi penyetelan ruang pembakaran dan tempat dudukan panci. 27 .

8. mengukur tingginya ruang pembakaran. Bahan 28 . Palu Palu digunakan untuk meluruskan bagian-bagian plat yang permukaannya tidak rata dan digunakan untuk membuka kotoran pada las. mengukur diameter dalam dan diameter luar pada saringan udara dalam dan luar 10. 2. 9.7.2. Kuas Kuas digunakan untuk mengecat kompor agar tampilan kompor terlihat lebih menarik 11. Jangka sorong Jangka sorong digunakan sebagai alat pengukur ketebalan plat.2. Stopwatch Stopwatch dipergunakan untuk menentukan waktu proses pembakaran dan waktu untuk mendidihkan air dalam pengambilan data ujicoba alat. Mistar Mistar digunakan untuk mengukur panjang plat yang dibutukan pada kompor dan komponen-kmponennya sesuai dengan ukuran desain yang ada.

Biji jarak 5. lihat lampiran 3.3. 4. Paku klem .3 mm 3.4 mm 2. Plat seng 0. Merancang ruang pembakaran pada kompor biji jarak 2. Merancang tempat penampung sisa pembakar biji jarak 3. Plat aluminium dengan tebal 0. Cat 6. Kompor bekas 8. Variabel Penelitian Variabel penelitian dalam pemanfaatan biji jarak sebagai bahan bakar kompor dalam memunculkan ide kreatif dalam penggunan bahan bakar alternatif adalah: 1. maka diperlukan bahan-bahan yaitu: 1. Bejana (panci).Dalam melakukan penelitian mengenai pemanfaatan biji jarak sebagai bahan bakar kompor. Mur 9. Memanfaatkan panas yang dihasilkan kompor pada saat menyala untuk mengurangi kadar air yang terkandung dalam bahan bakar biji jarak 29 . Besi plat 7.

Ruang pembakaran. dimana sistem kerja ruang pembakar naik-turun dengan beberapa tujuan yaitu. ruang pembakar diturunkan secukupnya untuk 30 .4.4. Desain Alat Desain kompor biji jarak sama halnya dengan desain kompor minyak tanah akan tetapi ada beberapa komponen dan sistem kerja yang berbeda seperti pada : Gambar 3. dimana bahan bakarnya ditempatkan di atas di sekeliling kompor agar pada saat pengisian bahan bakar jatuh secara merata keseluruh permukaan ruang pembakaran. Tempat stock bahan bakar biji jarak. Sketsa kompor biji jarak 1. 2.1. Merancang tempat persediaan bahan bakar biji jarak 3.

Menentukan jumlah bahan bakar yang terpakai dengan alat ukur volume (liter) selama waktu tertentu saat kompor menyala atau pada saat uji coba 31 . ruang bakar diturunkan semaksimalnya untuk menggurangi nyala api dan sekaligus untuk memadamkan api pada saat kompor tidak dipergunakan lagi dan ruang pembakar dilubangi secukupnya sebagai tempat pembuangan sisa pembakaran. Mengukur temperatur kompor saat menyala pada setiap 15 menit selama 2 jam 2. Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian pemanfaatan biji jarak sebagai bahan bakar kompor yaitu: 1. agar ruang pembakaran bisa tertahan dalam posisi yang diinginkan. Tempat penampung sisa pembakaran. diantara ruang pembakaran dengan tempat sisa pembakaran terdapat penyetelan yang terbuat dari roun bar dengan diameter 8 mm dan diujungnya disambung dengan sekrup. dimana diletakan pada bagian bawah ruang pembakar dengan tujuan agar setiap sisa pembakaran langsung jatuh pada penampung sisa pembakaran melalui lubang-lubang yang dibuat pada ruang pembakar. Penyetelan ruang pembakaran.memasukan bahan bakar dari tempat penyediaan (stock) bahan bakar biji jarak. 3. 4. 3.5.

perancangan ruang pembakaran. Adapun beberapa hal yang menjadi sasaran dalam memodifikasi kompor biji jarak yaitu. perancangan stock/cadangan bahan bakar dan rancangan penampung sisa pembakaran. yaitu : 32 . Menghitung laju perpindahan panas saat kompor menyala selama masa uji coba 4.3. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. rancangan saringan pembuangan.4. agar kendala-kendala yang ada bisa diatasi. sehingga hasil desain dapat digunakan dengan sempurna. tampak pada gambar 1.1 Hasil Rancangan Kontruksi Perancangan kontruksi kompor biji jarak dimaksudkan untuk memodifikasi kompor biji jarak yang telah ada sebelumya.

2).1 dapat mengetahui nama-nama komponen kompor biji jarak beserta fungsinya.1. Hasil desain kompor biji jarak Untuk lebih jelas dan memastikan letak komponen-komponen kompor biji jarak sesuai hasil modifikasi yaitu dapat dilihat pada gambar sketsa kompor biji jarak (Gambar 4. Pada Tabel 4. I IV IV II III II V 33 .Gambar 4.

2.VI VII Gambar 4. Gambar sketsa kompor biji jarak tampak samping Tabel 4.1. Bagian I II III IV V Nama Fungsi Permukaan ruang pembakaran Sebagai tempat dudukan bejana (panci atau periuk) yang akan dipanasi Ruang pembakaran Saringan udara dalam Sebagai tempat berlangsungnya proses pembakaran Sebagai tempat sirkulasi udara dan yang memberi bentuk ruang pembakaran Ruang stock/ cadangan bahan Sebagai tempat cadangan bahan bakar bakar untuk proses pembakaran selanjutnya Penutup saluran stock bahan bakar Agar bahan bakar tetap berada pada ruang stock bahan bakar saat proses pembakaran berlangsung VI VII Batang penghubung ruang Untuk mengerakan ruang pembakaran pembakaran dengan stelan saat stelan diputar Stelan Sebagai pengontrol ruang pembakaran saat memperkecil maupun memperbesar nyala api ataupun saat penambahan bahan bakar 34 . Nama-nama bagian kompor beserta fungsi masing-masing.

Bentuk ruang pembakaran kompor biji jarak sama seperti kompor pada umumnya yaitu berbentuk melingkar.2) terdapat saringan udara dalam (Gambar 4. 35 . Pada ruang pembakaran (Bagian II Gambar 4. Tujuan ruang pembakaran berbentuk melingkar adalah agar nyala api dapat menyebar secara merata pada bagian permukaan ruang pembakaran kompor dengan mendapatkan sirkulasi udara yang cukup untuk pembakaran. dimana masing-masing saringan udara harus dilubang-lubangi sebagai tempat sirkulasi udara seperti.3).1 Rancangan Ruang Pembakaran Dalam perancangan ruang pembakaran kompor biji jarak. bermaksud merancang ruang pembakaran yang mempunyai pengaturan besar kecilnya api dan cara penambahan bahan bakar dengan tidak menganggu bejana yang sementara dipanasi.4). Kemudian sisa pembakaran dapat terbuang langsung kedalam ruang penampung sisa pembakaran.4.1. Pada bagian luar pembakaran terdapat pula saringan udara luar (Gambar 4.

seperti tampak pada Gambar 4.4.3. dimana harus lebih besar dari biji jarak. Sistem pengaturan ruang pembakaran menggunakan rodagigi yang menghubungkan antara ruang pembakaran dengan pengaturan ruang pembakaran.Gambar 4. maka ruang pembakaran bergerak naik atau turun yang mengikuti alur gigi batang penghubung ruang pembakaran dengan pengatur ruang pembakaran. Pengaturan ruang pembakaran diputar saat melakukan penambahan bahan bakar. yaitu: 36 . Saringan udara dalam Gambar 4. menggurangi nyala api.5. Bahan kontruksi saringan udara dalam maupun saringan udara luar ialah dengan memanfaatkan saringan udara kompor minyak tanah karena. Saringan udara luar Jarak antara saringan udara dalam dan saringan udara luar adalah 33 mm. bentuk dan fungsinya yang sama disamping itu untuk menimalisir biaya pembuatan kompor. Bila pengaturan ruang pembakaran diputar. dimana panjang rata-rata biji jarak 20 mm dengan demikian biji jarak yang jatuh dari stock bahan bakar mendapatkan ruang yang cukup luas dengan tidak menganggu proses pembakaran sebelumnya. maupun pada saat memadamkan api kompor.

Gambar 4. seperti tampak pada Gambar 4. Gigi pengatur ruang pembakaaran 4. yaitu : I II III 37 .6. Lubang-lubang saluran sisa pembakaran berada di sekeliling ruang pembakaran yang terletak diatas ruang penampung sisa pembakaran.2 Rancangan Saringan Pembuangan Dalam ruang pembakaran dilengkapi dengan lubang-lubang pada bagian alas sebagai saluran pembuangan sisa pembakaran. agar sisa pembakaran langsung jatuh di ruang penampung sisa pembakaran.5.1.

Gambar 4.1.6. : I.3 Rancangan Ruang Stock Bahan Bakar Rancangan ruang stock bahan bakar berfungsi sebagai tempat penyedian bahan bakar untuk keperluan pembakaran selanjutnya. Pada dinding bagian dalam yang terletak di bawah dari ruang stock bahan bakar terdapat lubang disekelilingnya yang berfungsi sebagai 38 . Saringan pembuangan sisa pembakaran Keterangan Gambar 4. : Saluran sisa pembakaran II. Bentuk ruang stock bahan bakar berbentuk tabung yang posisinya mengelilingi ruang pembakaran yang bertujuan untuk mempermudah pengisian bahan bakar dan dapat tersebar secara merata ke ruang pembakaran. : Tumpuan saringan udara dalam III. 4.6. : Penutup bahan bakar Pada bagian tengah saringan terdapat ruang kosong sebagai tempat saringan udara bagian dalam. Rancangan saringan pembakaran berbentuk melingkar mengikuti ruang pembakaran yang ditempatkan sebagai tumpuan bahan bakar yang jatuh dari ruang stock bahan bakar. maka secara otomatis sisa bahan bakar jatuh ketempat pembuangan sisa pembakarsan melewati lubang-lubang tersebut. Saringan pembuangan berfungsi sebagai saluran sisa pembakaran yang sudah tidak dapat terbakar.

saluran bahan bakar ke ruang pembakaran. sedangkan tinggi bagian dalam 233 mm termasud saluran bahan bakar. : I : Dinding stock bahan bakar bagian dalam II : Saluran bahan bakar II : Badan kompor IV : Tiang kompor 39 . I II III IV Gambar 4.7. Dimana jarak antara dinding bagian luar dan dinding bagian dalam sejauh 70 mm dan tinggi dinding pada bagian luar 173 mm.7. Bagian-bagian stock bahan bakar Keterangan Gambar 4.

Ruang stock bahan bakar mempunyai kapasitas menampung sebanyak 5 liter biji jarak dalam satu kali pengisian. Seperti tampak pada Gambar 4. maka kompor dibuatkan 4 tiang pada tiap sudut kompor yang terbuat dari besi-L. dimana di antara tiap saluran bahan bakar terdapat tiang berfungsi sebagai penyangga bagian atas badan kompor. Agar kompor lebih kuat bisa menahan beban yang lebih berat. Saluran bahan bakar berbentuk persegi panjang dengan ukuran 35 mm x 15 mm yang terdiri dari 6 saluran.9.8 dan Gambar 4.7.Posisi saluran bahan bakar yang berada di dalam ruang stock bahan bakar yang berfungsi sebagai saluran bahan bakar ke dalam ruang pembakaran. sebagai berikut : I 40 . seperti tampak pada Gambar 4.

Plat seng yang ada pada 41 . dengan kemiringan 45˚ dipergunakan sebagai tempat meluncurnya bahan bakar saat ruang pembakaran diturunkan atau saat melakukan penambahan bahan bakar kedalam ruang pembakaran.9.8. III. : Tempat masuknya bahan bakar : Dinding stock bahan bakar bagian luar : Kemiringan sudut 45˚ II. Pada bagian atas stock bahan bakar terdapat plat seng yang berbentuk persegi empat di sekelilingnya yang diberi lubang sebanyak empat lubang sebagai tempat penambahan bahan bakar kedalam stock bahan bakar. maka secara otomatis bahan bakar akan masuk ke dalam ruang pembakaran. Ruang Stock Bahan Bakar Tampak Atas Keterangan : I.II III Gambar 4. Pada bagian landasan stock bahan bakar diberi bentuk miring. Ruang Stock Bahan Bakar Gambar 4.

bagian atas stock bahan bakar yang sekaligus difungsikan sebagai tumpuan bejana (panci.4 Rancangan Ruang Pembuangan Sisa Pemakaran Perancangan penampung sisa pembakaran yang terletak di bawah ruang pembakaran tepatnya dibagian alas kompor biji jarak. periuk) yang akan dipanasi. Untuk pembuatannya memotong bagian tengah dan bagian bawahnya dibiarkan untuk digunakan sebagai landasan keluar masuknya ruang penampung sisa pembakaran yang ditunjukan oleh arah panah yang tampak pada gambar 4. 4.1.12 Bagian B) saat sisa pembakaranya sudah penuh. Kontruksi bahan ruang penampung sisa pembakaran yang terbuat plat seng dan kontruksi landasan ruang penampung sisa pembakaran dengan memanfaatkan bekas tengki pada kompor minyak tanah. Sistem kerjanya yang bisa dibuka atau ditarik langsung (Gambar 4.11. yaitu : 42 .

seperti tampak pada gambar 4. Setelah selesai kemudian ruang penampung sisa pembakaran dimasukan kembali.11. agar sisa pembakaran yang jatuh tepat di dalam ruang penampung sisa pembakaran.Gambar 4. Landasan ruang penampung sisa pembakaran Untuk bentuk atau model pada perancangan ruang penampung sisa pembakaran bukan menjadi masalah.12.12. Saat penampung sisa pembakaran penuh. maka ruang penampung sisa pembakaran dibuka atau ditarik langsung. Tujuan diameter ruang penampung sisa pembakaran lebih besar.10. Sistem kerja ruang pembuangan sisa pembakaran 43 . akan tetapi yang perlu diperhatikan ukuran diamerternya yang harus lebih luas dari diameter ruang pembakaran. Ruang penampung sisa pembakaran Gambar 4. yaitu : A B Gambar 4.

Setelah bahan bakar yang masuk cukup untuk pembakaran selanjutnya.Seperti tampak pada Gambar 4.12 yang terjadi pada saat posisi A ruang penampungan sisa pembakaran dalam keadan tertutup. salah satu modifikasi yang membedakan adalah terletak pada sistem kerjanya. ruang pembakaran diturunkan sampai mencapai saluran bahan bakar (masuknya bahan bakar keruang pembakaran) dengan memutar pengaturan ruang pembakaran sampai ujung batang gigi. 4. 44 . Saat menaikan ruang pembakaran.2 Prinsip Kerja Kompor Biji Jarak Pada pegembangan kompor biji jarak yang merupakan hasil modifikasi kompor sebelumnya. sedangkan saat posisi B ruang penampungan sisa pembakaran dalam keadan terbuka. Dimana sistem kerja hasil modifikasi yaitu pada saat penambahan bahan bakar. maka ruang pembakaran kembali dinaikkan dengan memutar pengaturan ruang pembakaran dengan berlawanan arah dengan saat pengisian bahan bakar. maka saluaran bahan bakar secara langsung tertutup.

13. Mula-mula biji jarak yang sudah kering dimasukan kedalam ruang stock bahan bakar dan sebagian dimasukkan langsung ke dalam ruang pembakaran. tetapi bagian A kembali tertutup.A A B C Gambar 4. Ketika ruang pembakaran capai ujung atas bagian B. maka bahan bakar yang ada di dalam ruang stock bahan bakar masuk ke dalam ruang pembakaran melalui saluran bahan bakar (Bagian A). dimana 45 . dimana saat bagian C diputar. maka ruang pembakaran ikut bergerak melalui batang bergigi (Bagian B). Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan kompor biji jarak adalah : 1.13 dapat terliat prinsip kerja. Begitu pula saat mengembalikan posisi bahan bakar. Prinsip kerja kompor biji jarak tampak samping Dari Gambar 4.

Lihat lampiran 6 4. 4. lihat lampiran 7 dan lampiran 8 5.3 Analisa Perpindahan Panas Dalam analisa perpindahan panas dimaksudkan untuk dapat mengetahui berapa besar laju perpindahan panas dari ruang pembakaran ke ruang stock bahan bakar pada kompor biji jarak.posisi ruang pembakaran dinaikan supaya saluran pembakaran dalam keadaan tertutup 2. Bahan bakar yang sudah ada pada ruang pembakaran disiramkan minyak tanah secukupnya secara merata ke biji jarak yang ada di dalam ruang pembakaran untuk mempermudah pembakaran awal.komponen kompor. Selanjutnya proses pembakaran pembakaran berlangsung. dengan menunggu bahan bakar pada ruang pembakaran habis terbakar. Untuk dapat mengetahui laju perpindahan panas yang terjadi pada kompor biji jarak yang perlu diketahui adalah : memperhatikan komponen . Cara penyalaan kompor biji jarak yang dilakukan sama halnya pada kompor biasa yaitu dengan menggunakan penghantar yang mudah dibakar. Untuk memadamkan nyala api kompor. Untuk menguranggi nyala api cukup menurunkan ruang pembakaan dengan tidak mencapai lubang-lubang saluraan bahan bakar. Lihat lampiran 5 dan untuk volume minyak tanah tampak pada lampiran 3 3. lihat lampiran 9 6. mengukur temperatur pada tiap komponen kompor 46 .

Untuk saringan udara luar Secara umum profil aliran panas yang terjadi dari ruang pembakaran ke ruang stock bahan bakar. B.(Bagian A. C dan D Gambar 4.14).14. Akan tetapi untuk menentukan berapa besar laju perpindahannya tidak dapat ditentukan. seperti pada Gambar 4. karena keterbatasan alat pengukur temperatu (Termometer). Komponen-komponen kompor biji jarak yang perlu diketahui jenis perpindahan panas dari ruang pembakaran ke dalam ruang stock bahan bakar yaitu : 1. Untuk itu dalam pemahasan ini hanya membahas jenis perpindahan panas yang terjadi dari ruang pembakaran ke ruang stock/cadangan bahan bakar. sebagai berikut : 1 q 2 3 4 5 47 .

5 mm.14).A B C D q 0. Profil aliran panas pada kompor biji jarak dari ruang pembakaran ke ruang stock bahan bakar Kererangan : A = Saringan udara luar B = Ruang kosong. dengan tebal saringan udara bagian luar adalah 0. Dari lampiran 1 terlihat konduktivitas termal besi tempa pada suhu 0 0C adalah 59 W/m . yang terletak antara saringan udara bagian dalam dengan dinding stock bahan bakar bagian dalam C = Dinding stock bahan bakar bagian dalam D = Ruang stock bahan bakar Diasumsikan untuk T1 berada pada ruang pembakaran dan untuk T 2 berada pada permukaan luar saringan udara luar (Bagian 2 Gambar 4.5 15 0. Untuk ukuran pada gambar 48 .14.3 138 Gambar 4. 0C.

2. yang terletak antara saringan udara bagian dalam dengan dinding stock bahan bakar bagian dalam.k ∆T A ∆x Dari pernyatan diatas dapat ditentukan perpidahan panas yang terjadi yaitu perpindahan panas konduksi.14). Karena perpindahan panas yang terjadi dari temperatur saringan udara luar dipengaruhi oleh fluida gas.14). maka perpindahan panas yang terjadi adalah perpindahan panas konveksi. yang tampak Bagian B (Gambar 4. maka untuk mengetahui laju perpindahan kalor pada saringan udara bagian luar dapat dihitung dengan hukum fourier didapatkan: q = .14) menggunakan hukum Newton tentang pendinginan. dan T∞ adalah temperatur udara (Bagian B pada Gambar 4. Untuk menentukan berapa besar laju perpindahan panasnya dngan menggunakan persamaan berikut : q = hA (Tw – T∞) 3. Ruang kosong Untuk mengetahui aliran panas pada ruang kosong. Diasumsikan bahwa T2 = Tw adalah temperatur plat saringan udara bagian luar (Bagian A gambar 4. 10 mm. Dinding stock bahan bakar bagian dalam 49 .menggunakan satuan milimeter. Untuk menentukan laju perpindahan pada bagian B (Gambar 4.14). karena perpindahan panas berlangsung dalam satu medium yaitu pada saringan udara luar.

4 Hasil Ujicoba Dalam pengujian kompor biji jarak dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan antara kompor biji jarak hasil modifikasi dengan kompor minyak tanah. yang terletak antara saringan udara bagian dalam dengan dinding stock bahan bakar bagian dalam. Posisi dinding stock bahan bakar bagian dalam yaitu berada pada posisi C (Gambar 4. Perpindahan panas yang terjadi pada dinding stock bahan bakar bagian dalam sama halnya perpindahan panas yang terjadi pada saringan udara luar yaitu perpindahan panas konduksi.k ∆T A ∆x 4. Perbedaan itu dapat dilihat pada tabel-tabel di bawah ini : 50 .14). maka menggunakan persamaan berikut : q = .Temperatur yang ada pada dinding stock bahan bakar bagian dalam merupakan temperatur yang berasal dari temperatur saringan udara luar. Untuk menghitung laju perindahan panas yang terjadi dengan menggunakan persamaan di bawah ini . q = hA (Tw – T∞) 4. Untuk mengetahui berapa besar laju perpindahan panas. Ruang stock bahan bakar Pada ruang stock bahan bakar perpindahan yang terjadi adalah perpindahan panas secara konveksi seperti yang terjadi pada ruang kosong.

06 25.37 menit.23 12.37 5. 3. Dan pada Tabel 4. 4 5.52 38. Volume air (liter) 1 2 3 4 5 Waktu mendidih air (menit) 2.09 51.1. penggunaan bahan bakar biji jarak sebanyak ½ liter membutuhkan waktu proses pembakaran selama 6.3. Volume biji jarak (liter) ½ 1 2 3 4 5 Waktu proses pembakaran (menit) 6.15 9. Dari kedua tabel di atas dapat dikatakan bahwa dalam satu (1) liter biji jarak dapat mendidikan air sebanyak empat (4) liter.48 13. 2. Kompor biji jarak Saat ujicoba kompor biji jarah dilakukan.2.3.30 16. posisi ruang pembakaran dinaikkan maksimal sampai akhir proses pembakaran (nyala api padam). Penggunaan kompor biji jarak dalam mendidikan air No 1. 6.00 Dari tabel di atas dapat lihat bahwa kompor biji jarak dalam mendidikan satu (1) liter air membutuhkan waktu 2.48 menit. 3. 4. 2. Tabel 4.10 1 jam 20. Waktu proses pembakaran pada kompor biji jarak No 1. 5.08 Tabel 4. 51 .

Kompor minyak tanah Saat ujicoba minyak tanah dilakukan.4 dikatakan bahwa dalam penggunaan kompor minyak tanah dengan volume satu (1) liter minyak tanah dapat melakukan proses pembakaran selama 6 jam 17 menit. kompor minyak tanah lebih hemat dibandingkan dengan kompor biji jarak 52 . Kompor biji jarak lebih cepat mendidihkan air dibandingkan dengan kompor minyak tanah 2. sumbuh kompor minyak tanah dinaikkan maksimal sampai akhir proses pembakaran (nyala api padam) Tabel 4.65 Dari Tabel 4.4.45 23. Dalam penggunaan bahan bakar.51 40.13 15.28 32.13 menit. Dari tabel hasil ujicoba penggunaan kompor biji jarak dengan hasil ujicoba kompor minyak tanah dapat disimpulkan bahwa : 1. Penggunaan kompor minyak tanah Volume minyak tanah 1 liter Waktu proses pembakaran 6 jam 17 menit Volume air (Liter) 1 2 3 4 5 Waktu mendidih air (Menit) 8.2. Kemudian untuk mendidihkan satu (1) liter air membutuhkan waktu selama 8.

Kesimpulan Pada akhir rancangan modifikasi kompor biji jarak ini. dapat disimpulkan bakwa 1. kompor biji jarak lebih cepat mendidihkan air dibandingkan dengan kompor minyak tanah 3. Dari hasil ujicoba antara kompor minyak tanah dengan kompor biji jarak dapat simpulkan bahwa kompor minyak tanah lebih hemat dibandingkan dengan kompor biji jarak. Dari hasil ujicoba. B.BAB V PENUTUP A. Saran Adapun saran dari penulis ini adalah : 53 . Kompor biji jarak bisa dijadikan sebagai bahan bakar alternatif saat kesulitan bahan bakar minyak tanah 2.

Elemen Mesin. 2004 B. A. J. PT. Chapter 1. 2006 54 . Agro Media pustaka. Perpindahan Kaloar. N. Bhratara Karya Aksara. Energy Efficiency in Thermal Utilities. Penulis senantiasa mengharapkan masukkan-masukkan dari pembaca demi perbaikan dan penyempurnaan tulisan ini. Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia. AgroMedia pustaka. 1984 E. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Prinsip-Prinsip Perpindahan Panas. Penulis menyarankan agar dalam tugas rancangan modifikasi kompor biji jarak ini dapat dilanjutkan dan dijadikan sebagai suatu tugas akhir. Hendarsin.S. Erlangga. Holmen. Biodiesel Jarak Pagar. DARTAR PUSTAKA A. Petunjuk Budidaya Jarak Pagar. 2008 Kreith Frank. Jakarta. Jakarta. Abdul Rachman. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Anwir. PT. PT. Sambungan Ulir Sekrup Pena Dan Pasak. Jakarta : 1993 Info Tek jarak pagar.1. 2006 United Nations Environment Programme (UNEP). Alam Syah. Erlangga. 2006 Bureau of Energy Efficiency. 2. Jakarta. Jakarta: 1997 H. Erlangga. Jakarta: 1997 Rama Prihandana dan Roy Hendroko.

55 .