BAB I PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Praktikum  Mengetahui cara membuat sediaan tabir surya  Mengetahui metode-metode pembuatan tabir surya yang tepat  Mampu mengevaluasi sediaan tabir surya 1.2 Teori dasar Kosmetik pelindung Kosmetik pelindung adalah kosmetik yang digunakan pada kulit yang sudah bersih dengan tujuan melindungi kulit dari berbagai pengaruh lingkungan yang merugikan kulit. Menurut tujuan spesifiknya, masing-masing kosmetik pelindung dapat dibagi dala kelompok berikut:
1. Preparat yang melindungi kulit dari bahan-bahan kimia (bahan kimia yang membakar, larutan detergen, urine yang sudah terurai, dll) 2. Preparat yang melindungi kulit dari debu, kotoran, tir, bahan pelumas, dll 3. Preparat yang melindungi kulit dari benda fisik yang membahayakan kulit (sinar UV, panas) 4. Preparat yang melindungi kulit dari luka secara mekanis (dalam bentuk kosmetik pelumas) 5. Preparat yang mengusir serangga agar tidak mendekati kulit.

Bahaya sinar matahari Sinar matahari diperlukan oleh mahluk hidup sebagai sumber energy dan penyehat kulit dan tulang, misalnya dalam pembentukan vitamin D dari provitamin D yang mencagah penyakit polio atau riketsia. Tetapi disamping itu, sinar matahari pun mengandung sinar ultraviolet yang membahayakan kulit. 1|Page Sediaan Tabir Surya Kelompok 1

Sinar UV ini dapat menimbulkan berbagai kelainan pada kulit mulai dari kemerahan, noda hitam, penuaan dini, kekeringan, keriput, sampai kanker kulit. Sinar matahari terdiri dari sinar yang dapat dilihat (λ 4000-7400 nm/A):
1. Sinar inframerah (7500-53.000 A) 2. Sinar ultraviolet a. UV A (3200-3800 A) b. UV B (2900-3200 A) c. UV C (2000-2900 A)

Sinar UV C memiliki panjang gelombang yang paling pendek, tetapi memiliki energy serta daya perusak yang paling besar. Untungnya, sinar UV C ini tidak sampai k bumi karena diserap oleh lapisan ozon di angkasa luar. Besarnya radiasi ynag mengenai kulit tergantung pada jarak antara suatu tempat dan garis khatulistiwa, kelembabab udara, musim, ketinggian tempat dan jam waktu setempat. Semakin dekat jarak antara suatu tempat dan garis khatulistiwa, semakin lembab udara dan semakin tinggi suatu tempat, semakin besar radiasi sinar UV yang mengenai kulit dalam jangka waktu yang sama. Intensitas radiasi UV tertinggi adalah pukul 08.00-15.00 waktu setempat, yaitu ketika orang sedang aktif diluar rumah. Perlindungan kulit Secara alami, kulit sudah berusaha melindungi dirinya beserta organ-organ dibawahnya dari bahaya sinar UV matahari. Yaitu dengan membentuk butir-butir pigmen kulit (melanin) yang sedikit banyak memantulkan kembali sinar matahari. Jika kulit terpapar sinar matahari, maka timbul dua tipe reaksi melanin: 1. Penambahan melanin dengan cepat ke permukaan kulit 2. Pembentukan tambahan melanin baru

2|Page Sediaan Tabir Surya Kelompok 1

sejak sinar matahari menunjukkan efek terhadap kulit yang dapat dilihat pada pantulan dipermukaan salju. memiliki 2 mekanisme utama yaitu : (i) menghamburkan dan memantulkan energy sinar UV dan (ii) mengabsorbsi energy sinar UV.Jika pembentukan tambahan melanin itu berlebihan dan terus menerus. Bahan yang menimbulkan dan mempercepat proses penggelapan kulit (tanning). Sangat banyak tabir surya mengandung bahan-bahan yang bekerja dengan kedua mekanisme ini yang dikenal dengan istilah UV protection.UV filter dapat 3|Page Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 . Sekarang ini UV filter digunakan bersama dengan produk yang digunakan sehari-hari. Pada awalnya tabir surya didesain untuk melindungi pemakainya pada saat ke pantai. Namun sejumlah bahan tersebut bersifat photosensitizer. Tabir surya (sunscreen atau sunblock) atau UV filter. menghamburkan atau memantulkan sinar surya yang mengenai kulit sehingga dapt digunakan untuk melindungi fungsi dan struktur kulit manusia dari kerusakan akibat sinar surya. a. produk yang sama digunkan pula oleh mereka yang melakukan olahraga salju. contoh: para amino benzoid acid (PABA) dan derivatnya. Bahan yang menyerap UV B tetapi meneruskan UV A ke dalam kulit. seperti krim pelembab dan produk perawatan rambut. Ada dua cara perlindungan kulit: 1. Perlindungan secara kimiawi.5). Saat ini. lipstik atau produk make-up (3. produk aftershave. yaitu jika terkena sinar matahari terik dapat menimbulkan berbagai reaksi negative pada kulit Sediaan Tabir Surya Suatu sediaan yang mengandung senyawa kimia yang dapat menyerap. noda hitam pada kulit akan terjadi. contoh: dioxy acetone dan 8-methoxy psoralen b. Perlindungan secara fisik (seperti memakai payung) 2.

tabir surya haruslah tidak menimbulkan bau yang tidak sedap 8. organic UV filter. sebagai contoh. Tidak terdekomposisi dengan adanya lembab. Berikut. tidak mengalami perubahan kimia yang dapat mengurangi kemampuannya sebagai tabir surya.diklasifikasikan menjadi 2 kelompok berdasarkan asalnya. Efektif mengabsorbsi radiasi eritemogenik 4. yaitu mampu mengabsorbsi radiasi eritemogenik. bekerja dengan mengabsorbsi radiasi. sehingga mampu mengubah senyawa lain yang berbahaya yang mungkin terdapat seperti pada bagian 1) dan 2) diatas 5. terutama bekerja dengan memantulkan dan menghamburkan radiasi UV. Anorganik UV filter. Tidak toksik dan tidak mempengaruhi metabolisme tubuh 2. keringat dan lain sebagainya 7. Tidak menguap dan memiliki karakteristik kelarutan yang sesuai 6. Harus dapat terabsorbsi melalui kulit. Tidak berbahaya secara dermatologis seperti bebas dari efek iritan dan efek sensitasi yang berbahaya 3. Karakteristik yang penting dalam tabir surya adalah : 1. atau yang juga disebut UV filter fisik. Jenis tabir surya yang paling penting adalah yang bekerja dengan mengabsorbsi radiasi eritemal UV. Harus memiliki (dalam pengenceran dan pembawa yang akan digunakan untuk tabir surya) karakter fisik yang dapat diterima oleh konsumen. yang juga disebut UV filter kimia atau sunblock. Tidak bersifat fotolabil. adalah beberapa tabir surya dan konsentrasi penggunannya : UV filter Aminobenzoic acid (PABA) Avobenzon Konsentrasi hingga (%) 15 3 4|Page Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 .

Bahan ini menunjukkan perlindungan yang lebih tinggi dibandingkan bahan kimia dan juga merupakan bahan yang tidak larut dalam air. meskipun silikat dan talk juga biasa digunakan.Cinoxate Dioksibenzon Homosalat Metil antranilat meradimat Oktokrilen Oktil metoksisinamat 3 3 15 atau 5 10 atau 7. Zink oksida merupakan UV filter fisik yang lebih efektif dibandingkan titanium oksida. Mekanisme perlindungan tabir surya 1. Sediaan dengan bahan yang mampu memantulkan cahaya dapat lebih efektif bagi mereka yang 5|Page Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 . Sebagai pembanding. bahan ini kurang diterima oleh kebanyakan rasa orang yang karena kurang bahan ini biasanya itu. membentuk lapisan film penghalang pada kulit yang menimbulkan nyaman. Efektivitas tabir surya meningkat setelah penyerapan melalui kulit sebelum terpapar oleh sinar matahari. Selain formulasi dengan menggunakan bahan ini sangatlah sulit karena bahan ini dapat memecahkan emulsi. Penghadang fisik UV filter fisik secara umum adalah oksida logam.5 oktinoxat Oktil salisilat atau oktisalat 5 Oksibenzon 6 Asam Fenilbenzimidazol 4 Sulfonat Oktil dimetil PABA Titanium Dioksida Trolamin salisilat Zink oksida 8 25 12 25 Tabir surya digunakan setebal 2 cm pada permukaan kulit dan dibiarkan selama 15 hingga 30 menit untuk penyerapan sempurna melalui kulit.

Contohnya : titanium dioksida. Senyawa ini biasa terdiri dari struktur aromatik tunggal atau ganda. cenderung membentuk energy yang lebih tinggi dalam keadaan dasar. Tabir surya kimia adalah bahan yang dapat melindungi kulit dengan mengabsorbsi energi UV dan mengubahnya menjadi energi panas. Bahan ini kurang efektif dalam mengabsorbsi UVB dibandingkan para-aminobenzoic acid (PABA) dan 6|Page Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 . kromium oksida dan kobal oksid. karena misalnya para yang pendaki gunung dan tentara. Dalam jumlah yang cukup → penghadang fisik akan memantulkan sinar UV. kadang merupakan konyugasi dari karbonkarbon ikatan ganda dan/atau gugus karbonil. Molekul ini akan menuju pada keadaan dasar. petrolium merah. yang Senyawa lebih ini mengabsorbsi Tabir surya radiasi kimia UV dan mengubah energinya menjadi radiasi dengan gelombang panjang. Visibel dan infra merah. energi diemisikan dengan magnitude yang lebih rendah dari energy awal yang diabsorbsi. Tabir surya kimia yang biasa digunakan adalah oktil metoksisinamat sebagai UVB filter yang paling banyak digunakan. Energi ini di emisikan dalam bentuk panjang gelombang yang lebih panjang. Derivat sintetis senyawa ini dapat dibagi dalam 2 kategori besar yaitu pengabsorbsi kimia UVB (290-320 nm) dan UVA (320-400 nm). Bahan ini juga stabil terhadap cahaya dan tidak menunjukkan induksi reaksi fototoksik atau fotoalergik. Popularitas bahan-bahan ini meningkat belakangan toksisitasnya rendah.terpapar radiasi UV yang ini berlebihan. zinkoksida. sebagai radiasi panas ringan yang khas. Penyerap kimia UV filter kimia ( atau sunscreen )merupakan senyawa organic dengan aktifitas molar yang tinggi terhadap range UV. Juga digunakan untuk perlindungan terhadap UVA dan UVB. 2.

adalah antranilat benzofenon dan yang dibenzoilmetan. Ditentukan MED. Kedua bahan ini memiliki kekurangan yaitu bersifat fotolabil serta mudah terdegradasi dan teroksidasi . Ditentukan MED. UVA filter termasuk Oksibenzon benzofenon. Metode penilaian proteksi sediaan tabir surya Parameter : SPF (sun protection factor) 1. mengabsorbsi UVA dan UVB.pada formulasinya dianjurkan penambahan UVB filter untuk memperoleh nilai SPF yang tinggi. • Maka sinar UV dari energi yang lebih tinggi setelah diserap energinya oleh bahan kimia maka akan mempunyai energi yang lebih rendah • Sinar UV dengan energi yang lebih rendah akan kurang atau tidak menyebabkan efek sunburn pada kulit. eritema minimum setelah pemaparan sinar UV dengan sampel sediaan yang dinilai. • • • Molekul bahan kimia tabir surya yang menyerap energi dari sinar UV . Mekanisme tabir surya sebagai penyerap. Sewaktu mol yang tereksitasi kembali ke kedudukan yang lebih rendah akan melepaskan energi yang lebih rendah dari energi semula yang diserap untuk menyebabkan eksitasi. 2. Kemudian mengalami eksitasi dari ground state ketingkat energi yang lebih tingi. SPF = MED dengan sampel MED tanpa sampel 7|Page Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 . eritema minimum setelah pemaparan sinar UV. paling luas digunakan.

2. 4. gel pelarut air dan gel pelarut minyak Tipe aerosol. dianggap baik jika berada diatas 15. 5. 8|Page Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 . →bagi kulit kaukasia / eropa. Kriteria kosmetik tabir surya yang baik 1. 3. tidak mengiritasi menyebabkan sensitifisasi. Sun Protectif Factor (SPF) Kemampuan bahan menahan sinar UV dinilai dalam faktor proteksi sinar (SPF) yaitu perbandingan antara lain dosis minimal yang diperlukan untuk menimbulkan eritema pada kulit yang diolesi dengan tabir surya dengan yang tidak diolesi tabir surya. 3. SPF lebih kecil Tipe gel. Mempunyai Tidak daya larut untuk mempermudah dan tidak kimiawi→sehingga tidak menimbulkan iritasi.Tipe basis sediaan tabir surya 1. Bahan dasar dapat mempertahankan kelembutan dan kelembaban kulit. O/W dan W/O Tipe lotion Tipe minyak. 4. toksik. Tipe emulsi. Syarat-syarat bahan kimia untuk sediaan kosmetik tabir surya • • • • • Efektif menyerap radiasi UV B tanpa perubahan Meneruskan UV A untuk mendapatkan tanning Stabil. formulasi. Mudah digunakan Jumlah yang menempel mencukupi kebutuhan Bahan aktif kompatibel dengan bahan tambahan lain. toksik. tahan keringatdan tidak menguap. Nilai SPF →0-100. 2.

bagian ini dievaluasi . 1. dengan hubungan terhadap peningkatan dosis UV pada kulit yang dilindungi dapat dengan tanpa menunjukkan eritema. Secara khusus. Parameter yang biasa digunakan disebut sebagai Sun Protection Factor (SPF) produk tabir surya. 12-24 jam setelah pemaparan UV.Tingkat kemampuan tabir surya. Nilai MED akan berbeda berdasarkan tipe kulit Fitzpatrick. Nilai SPF dikalkulasi dengan menggunkan persamaan : SPF = MED kulit terlindung/MED kulit yang tidak terlindung. yang hampir tidak menampakkan kemerahan pada kulit. Sedang →SPF 4-6 Contohnya : Sinamat. non PABA dan fisik. Minimal → SPF 2-4 contohnya: Salisilat dan antranilat. sebagai perbandingan pada kulit yang tidak terlindungi. SPF adalah perbandingan respon terhadap paparan sinar UV pada kulit yang terlindungi terhadap kulit yang tidak terlindung. Untuk mengetahui nilai SPF. SPF dapat ditunjukkan dengan persen transmitan eritemal UV seperti 9|Page Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 . 4. Ekstra → SPF 6-8 Contohnya : Derivat PABA Maksimal → SPF 8-15 Contohnya : PABA Ultra → SPF > 15 Contohnya Kombinasi PABA. 3. 5. produk dengan dosis yang cocok dioleskan 2 mg/cm2 pada area 50-100 cm diatas punggung belakang bagian bawah. 2. dosis minimum eritema (MED) diuji oleh setiap panelis pada tes SPF. Lima hingga tujuh titik dipaparkan pada berbagai dosis simulasi cahaya UV. Waktu/dosis pada simulasi cahaya UV dibutuhkan untuk menghasilkan keseragaman. Efektivitas Tabir Surya Parameter yang berbeda digunakan untuk mengevaluasi efikasi produk tabir surya dan memberikan kepada pemakai yang berhubungan dengan informasi pada label produk.

10 | P a g e Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 . Emulsi. Efek lubrikan (perlindungan mekanik) juga dipertimbangkan sebagai hal yang sangat menolong. semi lemak . memiliki efek penapisan terhadap sinar UV yang tidak terbatas hingga sekitar 3000Å tetapi memperluas lebih dari range keseluruhan . 1. lemak m/a. dan non lemak serupa dengan sediaan berair.Hasil yang baik ditunjukkan dengan mencampur 15% serbuk inert kedalam sediaan minyak. Hal ini ditunjukkan oleh minyak wijen yang paling luas penggunannya.1/SPF X 100. seperti ( 1-(1/SPF) X 100 ) (3. non lemak m/a. sediaan Minyak-minyak adalah cair sifat menduduki tempat yang paling penting. Minyak nabati merupakan pelarut yang lebih baik dibandingkan minyak mineral untuk mebanyakan bahan-bahan tabir surya yang larut minyak. atau yang dihambat. Formulasi Sediaan Tabir Surya Formulasi sediaan tabir surya dibedakan atas 3 tipe yaitu sediaan anhidrous. Keuntungan yang berminyak terhadap air yang timbul saat berkeringat pada saat berjemur atau berenang. telah digunakan sebagai tabir surya. 2. Bahan ini memberikan konsistensi sediaan yang lebih kaku dan mengurangi kelengketan. Minyak nabati digunakan sebagai tabir surya karena mamiliki kemampuan menyerap dalam range UV kritikal. dengan kandungan lemak yang tinggi menyerupai minyak. emulsi dan sediaan tidak berlemak suntan tahan (greaseless) . Beberapa padatan. seperti zink oksida. Berbagai jenis emulsi. Keuntungan dari produk emulsi adalah penampilan dan konsistensi yang menyenangkan saat penggunaannya. Sediaan spesifik dari Anhidrous.5).

Sediaan Tidak Berlemak. Padatan Kristal yang larut minyak membutuhkan konsentrasi pelarut/emollient berminyak untuk melarutkannya dan menjaga pembentukan kristalisasi pada produk dan juga membuat produk terasa berlemak dan berminyak. Kelompok ini dibagi atas komposisi alcohol tinggi atau rendah. sediaan ini memiliki keuntungan yaitu tidak berlemak dan lengket serta nyaman dalam penggunannya. Minyak-minyak polar. 3. khususnya dalam konsentrasi yang tinggi.3. Secara khusus. Garam-garam yang larut air. lebih sesuai dengan aroma menawan atau menarik. Parfum dengan aroma yang manis harus dihindari untuk mencegah ketertarikan serangga. Dibandingkan dengan minyak suntan. 2. cenderung untuk menurunkan kemampuan polimerik dalam larutan berair. Untuk tabir surya yang digunakan oleh para atlit. aroma yang lebih keras. Serbuk atau partikulat yang tidak larut dapat membuat kulit terasa kering dan sering menimbulkan tampilan putih yang tidak diharapkan pada kulit. Cenderung untuk membentuk tingkat polimer yang tinggi dan polimer tingkat tinggi ini membuat produk terasa lengket dan berat pada kulit. 4. seperti aroma bunga lebih cocok dengan produk. umumnya tabir surya aktif terdiri dari beberapa tipe: 1. Penambahan parfum pada sediaan atau formulasi tabir surya dipilih berdasarkan image yang ingin diberikan pada produk. Jika produk digunakan untuk berjemur di pantai. Pada kasus lainnya aroma netral. cenderung untuk membuat produk terasa berlemak dan berminyak. harus dipilih tipe aroma segar yang kering seperti lavender atau sitrus. Kerugian utama dari sediaan berair dan rendah alcohol adalah kelarutannya dalam air : yaitu kehilangan aktivitas pada kondisi berkeringat atau dalam air. Minyak suntan dengan basis 11 | P a g e Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 . Dosis yang tepat tergantung pada tipe produk.

2 % 1% 0.05 % 7% 2% 8% 1.3 %. ukuran Ukuran besar. partikel Sehingga yang lebih kecil memiliki luas dan permukaan yang lebih luas di bandingkan dengan partikel kemampuan memantulkan membaurkan cahaya lebih besar.minyak nabati biasa dianjurkan penambahan 1% parfum atau lebih.1 % 0. dengan sediaan berair atau rendah alcohol 0. Formulasi dioksida meningkatkan tabir surya dengan serbuk sebagai menggunakan termikronisasi tabir surya. titanium untuk Titanium menggunakan efektivitasnya dioksida dengan ukuran partikel 60 μm mampu memantulkan dan membaurkan sinar UV dan sinar tampak.5 % 15 % Akan dibuat dalam 100g 12 | P a g e Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 .1-0. untuk formulasi ini Tween 20 atau pengsolubilisasi lainnya harus ditambah pada parfum . sementara partikel dengan diameter 230 μm hanya mampu membaurkan sinar tampak. BAB II PRAFORMULASI Formulasi sediaan tabir surya : Ekstrak daun teh Asam stearat Cera alba Vaselin album TEA Adeps lanae Metil paraben Propil paraben Propilenglikol Parfum Aqua ad qs 100 % 1.

dan heksana. 3. eter. Nipagin 13 | P a g e Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 . eter. Kegunaan : Emulsifying agent. Praktis tidak larut dalam air. dan tidak berasa. Adeps lanae Sinonim Pemerian Kelarutan : Purified lanolin ( Anhydrous lanolin ) : : Sangat mudah larut dalam benzene. 4.DATA PEMERIAN BAHAN 1.95 – 0. oinment base. Larut dalam benzene karbon disulfida. Petrolatum jelly putih Sinonim Pemerian Kelarutan : Petrolatum : lemak kuning pucat sampai kuning. kloroform eter. tidak berbau. dan tidak berasa : Praktis tidak larut dalam aseton. dan dalam karbon disulfida hangat. Berat jenis : 0. oinment base. gliserin dan dalam air.945 g/cm3 at 250C kloroform. dan praktis tidak larut dalam air. Kegunaan : Emolient. campuran minyak dan minyak atsiri. Kegunaan : Stiffening agent (pengeras) 2. Cera alba Sinonim Pemerian : White beeswax : berupa lembaran padatan dengan warna putih sampai kekuningan. etanol panas atau etanol dingin. Berat jenis : 0.932 – 0. Perlahan lahan larut dalam etanol (95%) dingin.96 g/cm3 Kelarutan : Larut dalam kloroform.

2 Suspensi dan larutan oral 5.Sinonim Rumus molekul Fungsi Pemerian membakar Penggunaan Penggunaan Topikal : Methylparaben : C8H8O3 : Pengawet : Serbuk kristal tidak berwarna atau kristal berwarna putih.02 – 0. C16H36O2. Kelarutan praktis tidak larut dalam air. dalam 2 bagian kloroform P dan dalam 3 bagian eter P. mirip lemak lilin. tetapi ada juga yang berwarna jernih kekuningan. : Kelarutan pada suhu 200C mudah bercampur mudah bercampur . Pemerian zat padat keras mengkilat. C18H36O2 dan asam heksadekanoat. Propil paraben 14 | P a g e Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 : Trietanolamine : larutan yang jernih. putih atau kuning pucat. Asam stearat Asam stearat adalah campuran asam organik padat yang diperoleh dari lemak.015 – 0. tidak berwarna. sebagian besar terdiri dari asam oktadekanoat. Khasiat dan penggunaan sebagai zat tambahan (Anonim. tetapi memiliki rasa Konsentrasi (%) 0. TEA Sinonim Pemerian Kelarutan Pelarut Air metanol Kegunaan : emulsifying agent 7. 6. larut dalam 20 bagian etanol (95%) P. Tidak berasa. 1979).3 0.

oral solution parenteral topical 9.426 g/cm3 Kelarutan Pelarut Gliserin minyak mineral etanol : Kelarutan pada suhu 200C 1 dalam 250 1 dalam 3330 1 dalam 1. kristal berwarna putih. tidak berbau dan tidak berasa Berat jenis : (serbuk) 0. Penggunaan propilenglikol Penggunaan Humektan Preservative Solvent Bentuk sediaan Topicals solutions. semisolid aeerosol solution. tidak berwarna. berasa manis membakar seperti gliserin.1 Kegunaan : Antimicrobial Preservative 8. Propilenglikol Propilenglikol merupakan larutan yang jernih .Sinonim Pemerian : asam propil 4-hidroksibenzoat : serbuk. Parfum Konsentrasi (%) 15 15 – 30 10 – 30 10 – 25 10 – 60 5 – 80 15 | P a g e Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 .

BAB III PROSEDUR KERJA Alat dan Bahan Alat :  Beaker glass  Hot plate  Cawan penguap  Neraca analitikal  Termometer  Batang pengaduk  Wadah cream tabir surya  Bahan :  Cera alba  Ekstrak daun teh  Petrolatum jelly putih  Nipagin 16 | P a g e Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 .

1 g = 0.2 g =1g = 0.05 g =7g = qs = 100 g = 1. Pembuatan sabun transparan Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan Menimbang semua bahan yang diperlukan pada neraca analitikal Menyiapkan waterbath dengan suhu 75 – 800C =2g =8g = 1.5 g = 15 g 17 | P a g e Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 . Propil paraben  Asam stearat  TEA  Propilenglikol  Parfum  Aquades Penimbangan bahan : Formulasi sediaan lipstik : Ekstrak daun teh Asam stearat Cera alba Vaselin album TEA Adeps lanae Metilparaben Propilparaben Propilenglikol Parfum Aquades Metode Pembuatan A.

Meleburkan semua fase minyak : asam stearat. diaduk hingga terbentuk massa putih seperti susu 7. wadah B. vaselin album. Membuat larutan ekstrak teh yang akan digunakan untuk penentuan panjang gelombang maksimum teh. pemanasan tetap diteruskan di atas fase waterbath hingga 700C Mencampurkan minyak dan fase air di dalam mortir panas. propil paraben di atas waterbath hingga 700C 5. 6. Setelah dingin (400C). kemudian dimasukkan ke dalam . bahan yang diperlukan 2. Melakukan pengenceran dengan mengambil larutan 1 sebanyak 10 ml kemudian di add kan dengan larutan isopropanol sampai 50 ml. dengan melarutkan ekstrak teh 5 mg dalam 50 ml aquades (100 ppm) 3. Meleburkan semua fase air : air. (lar 1) 4. Preparasi evaluasi sampel tabir surya 1.34 g sampel krim tabir surya kemudian ad 50 ml dengan isopropanol. dan adeps lanae. kemudian ditambahkan TEA dan propilenglikol. cera alba. metil paraben yang sebelumnya telah dilarutkan dahulu dengan air panas. menambahkan ekstrak daun teh sedikit demi sedikit ke dalam basis sambil terus diaduk sampai homogen 8. hingga didapatkan campuran larutan sampel larutan 2 18 | P a g e Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 Menyiapkan alat dan Menambahkan parfum. aduk hingga homogen.4. Membuat larutan dari sampel tabir surya dengan cara melarutkan 3.

pada 5 panjang gelombang Mengukur serapannya BAB IV EVALUASI SEDIAAN  Pengamatan organoleptik Secara penampilan luar. dengan aroma rosae dan daun teh  Penentuan Viskositas Spindel : R6 20 Rpm Cp : 20000 19 | P a g e Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 . sediaan krim yang kami hasilkan adalah berwarna putih.5.

0314 %Tp = Fp ∑ (TxFp) = 2.564 1. yaitu ekstrak daun teh.6400 0.7456 0.6720 1.000 0.9630 1. ini dapat menyebabkan gangguan kulit seperti eritema dan kulit menjadi warna coklat (terbakar).1125 ∑Fp= 2.6255 Transmitan (T) 1.1364 0. Penentuan pH sediaan pH sediaan krim tabir surya adalah 5.4330 1.1482 0.1105 0. telah sesuai dengan pH kulit  Uji efektivitas krim tabir surya ekstrak teh Fp 0.599 T x Fp 0.3412 1. Sediaan tabir surya yang kami buat adalah dalam bentuk krim dengan ekstrak dari bahan alam.2133 0.1799 ∑TxFp=2.4701 λ (nm) 293 298 303 313 318 Absorbansi (A) 0. karena pada panjang gelombang tertentu. Sediaan tabir surya ini merupakan salah satu sediaan kosmetologi yang digunakan dengan maksud untuk membaurkan dan menyerap sinar matahari terutama pada emisi gelombang sinar ultraviolet (UV) dan inframerah.6748 0.4820 1. Daun teh ini dipilih dengan alasan adanya 20 | P a g e Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 . krim tabir surya dari ekstrak daun teh.0314 = 1.4820 0.98 64 BAB V PEMBAHASAN Pada praktikum ini kami membuat sediaan cream tabir surya.9864 2.6978 0.

nilai pH. Kelemahan dari proses pembuatan ekstrak dengan cara perebusan daun teh ini ditakutkan dihasilkan. senyawa katekin yang dimilikinya yaitu 3 gallate (EGCG) yang dapat epicatecin (EC). yakni meliputi evaluasi organoleptis. sementara jika kami membuat ekstrak daun teh dengan cara maserasi dalam etanol sangat membutuhkan waktu yang lama. viskositas. kemudian terus digerus sampai terbentuk massa putih seperti susu dengan konsistensi cukup kental. Evaluasi nilai pH 21 | P a g e Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 adalah senyawa yang diharapkan sebagai penangkal UV tidak terbawa sempurna ke dalam filtrat yang . Ekstrak daun teh yang kami gunakan berupa rebusan daun teh dalam aquades panas. Hasil krim yang kelompok kami peroleh. kemudian disaring hingga didapatkan filtratnya. pemilihan metode pembuatan ekstrak ini karena waktu yang tersedia hanya sedikit. Tahapan selanjutnya adalah evaluasi sediaan krim tabir surya. sehingga dapat mengurangi hiperpigmentasi pada kulit. epicatechin 3 gallate Epicatechin berkompetisi dengan enzim L-tirosinase dan terikat pada tempat aktif dari tirosinase. homogenitas. dan uji efektivitas krim tabir surya untuk menguji nilai %Tp dan % Te. barulah dicampurkan setelah semua fase terlebur sempurna pada suhu yang sama.kemungkinan sebagai penghambatan (pembaur) sinar UV. adalah terbentuk massa putih dengan harum oleum rosae dan harum teh. Yaitu senyawa yang berperan sebagai penangkal paparan sinar UV adalah (ECG). Prinsip pembuatan krim tabir surya ini sama halnya dengan metode pembuatan krim pada umumnya. dicampurkan dalam lumpang panas. Akibatnya terjadi hambatan kerja dari tirosinase yang menyebabkan terhambatnya pembentukan pigmen melanin. yaitu peleburan fase minyak dan peleburan fase air. epigallocatechin (EGC).

Pengukuran absorbansi ini dimaksudkan untuk menghitung nilai %pigmentasi. partikel-partikel semua terdispersi homogen dengan menggunakan kaca objek. alat Evaluasi viskometer viskositasnya brookfield dengan dengan menggunakan menggunakan spindel R6 dan 20 Rpm hasil cp nya adalah 20000.4701. Tahapan selanjutnya absorbansi larutan krim tabir surya dengan konsentrasi 33. Berdasarkan hasil evaluasi efektivitas krim tabir surya. artinya sediaan krim tabir surya ini dapat menahan dari paparan sinar UV B. 303. karena kami 22 | P a g e Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 . kemudian diukur (scanning) nilai panjang adalah gelombang pengukuran maksimalnya. artinya adalah kemampuan suatu sediaan tabir surya dapat menahan kulit dari perubahan warna kulit akibat paparan sinar matahari. uji ini diperlukan untuk menentukan apakah sediaan krim tabir surya ekstrak teh ini mampu memberikan perlindungan sebagai tabir surya terhadap sinar Ultraviolet. Tahap awal dari pengujian ini adalah penentuan panjang gelombang maksimum dari ekstrak daun teh dengan membuat larutan ekstrak 100 ppm yaitu dengan melarutkan 5 mg ekstrak daun teh dalam 50 ml aquades. 298. Evaluasi homogenitas dari sediaan krim tabir surya kelompok kami adalah cukup homogen. range panjang gelombang ini termasuk dalam range panjang gelombang UV B. 313 dan 318. tidak kami dapatkan. Sedangkan nilai %Te. baik UV A maupun UV B. didapatkan nilai panjang gelombang maksimum daun teh pada 260 – 280 nm. telah sesuai dengan derajat keasamaan suatu sediaan yang digunakan secara topikal pada kulit.4 ppm pada 5 panjang gelombang yaitu 293.sediaan yang kami hasilkan adalah 5. Sedangkan nilai %Tp didapatkan nilai sebesar 1. Sementara untuk evaluasi efektivitas krim tabir surya dengan menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis.

tidak melakukan evaluasi efektivitas tabir surya terhadap kemungkinan terjadinya eritema pada kulit. BAB VI KESIMPULAN  Prinsip pembuatan krim tabir surya ini sama halnya dengan metode pembuatan krim pada umumnya. yaitu peleburan fase minyak dan peleburan fase air. barulah dicampurkan setelah semua fase terlebur sempurna 23 | P a g e Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 .

9864 2. Akibatnya terjadi hambatan kerja dari tirosinase yang menyebabkan terhambatnya pembentukan pigmen melanin. sediaan krim yang kami hasilkan adalah berwarna putih. dicampurkan dalam lumpang panas. sehingga dapat mengurangi hiperpigmentasi pada kulit  Hasil evaluasi Organoleptis : Secara penampilan luar. 2007. Epicatechin 3 gallate (EGCG) yang dapat berkompetisi dengan enzim L-tirosinase dan terikat pada tempat aktif dari tirosinase. London: The Pharmaceutical Press Anief.4701 ∑ (TxFp) DAFTAR PUSTAKA American Pharmaceutical Association. dengan aroma rosae dan daun teh Viskositas : Spindel : R6 20 Rpm Cp : 20000 pH sediaan %Tp = Fp :5 = 2. 1994. epicatechin 3 gallate (ECG). M. Yogyakarta : UGM Press 24 | P a g e Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 . kemudian terus digerus sampai terbentuk massa putih seperti susu dengan konsistensi cukup kental. epigallocatechin (EGC).0314 = 1. Handbook of Pharmaceutical Excipient second edition. Farmasetika.pada suhu yang sama.  Senyawa yang berperan sebagai penangkal paparan sinar UV adalah senyawa katekin yang dimilikinya yaitu epicatecin (EC).

Depkes RI : Jakarta Ansel Howard C. UGM. 1996.2005 Matsjeh. Jakarta : UI-PRESS.1985. Formularium Kosmetika Indonesia. Kimia Organik II. Yogyakarta. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi Edisi Empat. 25 | P a g e Sediaan Tabir Surya Kelompok 1 .Anonim.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful