Cara Cek Blacklist Bank Indonesia

bro.... anda bisa lansung cek ke BI, dengan cara mengisi formolir pengajuan Bi Checking melalaui www.bi.go.id masuk ke menu perbankan>>biro informasi kredit>>permintaan IDI historis Permintaan IDI Historis Masyarakat dapat memperoleh IDI Historis melalui lembaga keuangan anggota Biro Informasi Kredit yang memberikan fasilitas penyediaan dana/pembiayaan kepada masyarakat tersebut. Selain itu, permintaan IDI Historis juga dapat disampaikan kepada Bank Indonesia dengan cara mengunjungi Gerai Info Bank Indonesia, atau Kantor Bank Indonesia setempat. Permintaan juga dapat disampaikan secara online melalui website Bank Indonesia dengan melengkapi formulir yang disediakan, setelah mendapat jawaban melalui email, hasil cetaknya dapat diambil di Gerai Info Bank Indonesia atau Kantor Bank Indonesia setempat. Masyarakat baik perorangan maupun badan usaha dapat meminta IDI Historis dengan syaratsyarat sebagai berikut: Bagi perorangan: Menyerahkan fotokopi identitas diri dengan menunjukkan identitas diri asli antara lain Kartu Tanda Penduduk/KTP atau Kartu Izin Tinggal Sementara/KITAS. Apabila permintaan IDI Historis dikuasakan, penerima kuasa menyerahkan surat kuasa asli, fotokopi identitas diri (KTP atau KITAS) pemberi kuasa dan penerima kuasa, dengan menunjukkan identitas diri asli dari pemberi kuasa dan penerima kuasa. Bagi badan usaha: Menyerahkan fotokopi identitas badan usaha (akta pendirian perusahaan dan perubahan anggaran dasar terakhir yang memuat susunan dan kewenangan pengurus) dan fotokopi identitas diri (KTP atau KITAS) dari pengurus yang mengajukan permintaan IDI Historis, dengan menunjukkan identitas asli badan usaha dimaksud atau fotokopi identitas badan usaha yang telah dilegalisir, dan identitas asli diri dari pengurus yang mengajukan permintaan IDI Historis. Apabila permintaan IDI Historis dikuasakan, penerima kuasa menyerahkan surat kuasa asli, fotokopi identitas badan usaha dan identitas diri pemberi kuasa dan penerima kuasa, dengan menunjukkan identitas asli badan usaha dimaksud atau fotokopi identitas badan usaha yang telah dilegalisir, serta identitas diri asli dari pemberi kuasa dan penerima kuasa. Dalam hal terdapat perbedaan antara susunan pengurus yang berwenang sesuai anggaran dasar perusahaan dengan data yang terdapat dalam SID, maka permintaan IDI Historis tidak dapat dipenuhi. Mengisi formulir yang disediakan “Terima Kasih. untuk sementara pengambilan output IDI Historis hanya dapat dilaksanakan di Gerai Info - Kantor Pusat Bank Indonesia Jakarta. Output IDI Historis tersedia paling lambat 4

KARENA BI-CHECKING ? Sebuah percakapan di suatu siang yang terik di salah satu bank di Jakarta…. bisa dilakukan di Bank Indonesia Jl. permohonan kredit Bapak tidak dapat Kami setujui. Betul bro. dan beberapa Perusahaan Pembiayaan.” Cerita selanjutnya. Buka stiap hari senin-jumat. APA ITU BI CHECKING Pernahkah Kredit Anda Ditolak. padahal bukankah hal tersebut harusnya menjadi rahasia.. semua lembaga tersebut menyampaikan laporan setiap bulannya kepada Bank Indonesia. Rabu 22 Juli gw dah kesana. Berdasarkan data BI-Checking (informasi kredit) yang berasal dari Sistem Informasi Debitur.” untuk rekan2 yang mau cek data kreditnya.(empat) hari kerja setelah permintaan secara on-line diterima oleh Bank Indonesia. Cara kerjanya. Laporan ini disampaikan anggota SID antara tanggal 1 s/d 12 setiap bulan untuk posisi laporan bulan sebelumnya. kepada suatu system yang disebut Sistem Informasi Debitur (SID) yang dikelola Bank Indonesia.. “Mohon maaf Pak Adhie. Data yang ditampilkan pada IDI berupa informasi identitas debitur dan kondisi fasilitas kredit/pembiayaan. Selanjutnya. Bapak tercatat memiliki kredit macet di bank lain. laporan tersebut akan diolah dalam SID dan menghasilkan output berupa BI-Checking/IDI. Pak Adhie pun berusaha mengingat – ingat kata – kata sang Customer Service tadi.... terutama bagi anda yang permohonan kreditnya pernah ditolak. Thamrin Jakarta. dan kondisi pembayaran selama 24 (dua puluh empat) bulan terakhir sejak posisi data dalam BI-Checking tersebut di- . Pak Adhie merasa aneh dan terganggu karena sang Customer Service bank tersebut bisa mengetahui kondisi kreditnya di bank lain. yang berisikan seluruh data debitur termasuk kondisi fasilitas kredit untuk posisi akhir bulan sebelumnya. SID sendiri berisi data debitur dari seluruh anggotanya yang terdiri dari Bank Umum. BI-Checking ? Sistem Informasi Debitur ? BI-Checking dan SID Mungkin pertanyaan Pak Adhie di atas pernah juga Anda tanyakan kepada bank. Sedangkan informasi Debitur Individual (IDI) merupakan output dari SID.. disuruh runggu di sofa dibikinin teh manis ama snack gratis lagi. Informasi mengenai waktu pengambilannya akan disampaikan oleh BI melalui e-mail. ini hanya untuk melihat data pribadi.. mulai jam 8 pagi-3 sore Siapkan kartu identitas (KTP etc) Tapi ingat. di Lobby gedung Radius Prawiro (Gedung B). Tidak boleh melihat data orang lain. BPR. Petugasnya ramah banget.. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan BI-Checking ? Apa pula sebenarnya Sistem Informasi Debitur ? BI-Checking adalah proses pengecekan oleh lembaga keuangan baik bank maupun non-bank.

diantaranya prospek usaha. Apabila data yang ada di BI-Checking salah. Keakuratan BI-Checking Apakah dimungkinkan data dalam BI-Checking tidak akurat ? Pertanyaan ini banyak diajukan calon Debitur yang merasa data debiturnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. informasi apa saja yang bisa menunjukkan kondisi pembayaran ? Kondisi pembayaran antara lain digambarkan dengan informasi hari tunggakan dan kualitas kredit. lembaga keuangan dapat mengetahui profil calon Debiturnya atas fasilitas kredit yang pernah diperoleh atau sedang dimiliki. BPR dan Perusahaan Pembiayaan). Bukan dari BI. penting untuk diketahui bahwa keputusan bank atau perusahaan pembiayaan untuk menyetujui atau menolak permohonan kredit tidak hanya bergantung pada hasil BI-Checking. Secara umum. informasi Debitur macet dianggap sebagai blacklist yang dikeluarkan oleh BI. Debitur. dan pihak lainnya dalam rangka pelaksanaan Undang – Undang. Kemungkinan. perlu dipahami bahwa informasi kualitas kredit ini bersumber dari bank atau perusahaan pembiayaan yang menjadi anggota SID. penerapan manajemen risiko. Selain lembaga keuangan anggota SID. Penggunaan IDI diluar dari peruntukan yang telah diatur BI tidak diperbolehkan. Pemberian BI-Checking untuk pihak lainnya hanya dapat dilakukan dalam rangka pelaksanaan ketentuan yang diatur dalam Undang – Undang. Dengan BI-Checking. Lalu. Hubungan antara BI-Checking dengan proses permohonan Kredit Sejalan dengan penerapan prinsip kehati-hatian. terlebih untuk kepentingan pemasaran produk dari suatu lembaga keuangan. Sebagai contoh. tentunya hal ini akan merugikan Debitur. Faktanya. Apakah statusnya lancar. siapa yang bertanggungjawab atas kebenaran data debitur yang ada dalam BI-Checking ? . saat ini seorang debitur juga bisa meminta BI-Checking di BI maupun ke anggota SID. Mereka juga mempertimbangkan aspek lain sesuai kebijakan masing-masing bank atau perusahaan pembiayaan.update. terdapat beberapa faktor yang dianalisa oleh lembaga keuangan sebelum menyetujui permohonan kredit. dalam perhatian khusus. yaitu lembaga keuangan anggota SID (Bank Umum. kinerja (performance) debitur dan kemampuan membayar. Pemahaman yang ada selama ini. apabila anda mendapat kredit dari salah satu bank dan pernah macet dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir. Namun. Salah satu alat yang digunakan untuk menilai faktor-faktor tersebut adalah dengan melihat informasi calon Debitur dalam BI-Checking. dan identifikasi kualitas debitur untuk pemenuhan ketentuan BI yang berlaku. atau pihak yang diberi kuasa. Permintaan tersebut hanya boleh dilakukan oleh Debitur sendiri. Untuk debitur badan usaha. Untuk anggota SID. atau macet. maka fakta tersebut dapat dilihat pada BI-Checking yang diakses oleh bank calon kreditur anda. Namun. semua lembaga keuangan harus memperhitungkan dengan cermat langkah-langkah investasi yang diambilnya. Contohnya apabila anda pernah menunggak pembayaran kredit dan dikategorikan macet dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir maka data tsb akan terlihat di BI-Checking yang anda akses saat ini. kurang lancar. seorang debitur ditolak kreditnya di tempat lain karena data dalam BI-Checking ternyata salah. Lalu. permintaan harus dilakukan oleh pengurus yang berwenang atau pihak yang diberikan kuasa untuk itu. termasuk dalam penyaluran kredit. BI melalui BI-Checking hanya menampilkan informasi kondisi kredit yang semua datanya berasal dari anggota SID. diragukan. Pihak yang dapat menerima BI-Checking BI mengatur pihak yang bisa meminta BI-Checking. permintaan BI-Checking hanya dapat digunakan untuk kelancaran proses penyediaan dana.

Apabila ditemukan adanya kejanggalan atau kesalahan data. Ketidakakuratan data bisa disebabkan karena kesalahan teknis dalam pelaporan anggota SID. Debitur hanya dapat memperoleh BI-Checking atas namanya sendiri. Tentunya. Pada akhirnya. dengan BI-Checking diharapkan masyarakat menjadi lebih concern terhadap fasilitas kredit yang diterimanya. cermati kredit anda !! . apabila anda memiliki kredit di bank atau perusahaan pembiayaan.Pihak yang bertanggungjawab terhadap kebenaran data yang disampaikan kepada BI tentunya adalah si pemilik data. Selain itu. sehingga proses intermediasi perbankan dapat berjalan baik. yaitu lembaga keuangan anggota SID. serta menjadi tools untuk pelaksanaan manajemen risiko khususnya risiko kredit. BI mengeluarkan ketentuan yang berlaku untuk anggota SID agar menyampaikan data dengan akurat. Tentunya BI selaku pengelola data sangat concern dengan akurasi data yang ditampilkan dalam BI-Checking. Debitur tersebut dapat melakukan cross-check/klarifikasi dengan bank atau perusahaan pembiayaan pemberi kredit. ke bank atau perusahaan pembiayaan tempat Debitur memiliki fasilitas kredit. BI-Checking diharapkan bisa membantu proses persetujuan kredit. Jadi. Penggunaan BI-Checking juga diharapkan bisa signifikan menekan angka kredit bermasalah. Sedangkan bagi bank. anggota SID harus melakukan koreksi data ke BI apabila memang terdapat kesalahan pada data yang disampaikan. Merekalah yang mengetahui kondisi dari Debitur dan fasilitas kredit yang diberikan. termasuk pengenaan sanksi apabila mereka tidak menyampaikan data yang benar. sehingga data yang ada di BI tidak ter-update secara sempurna. Debitur cukup membawa asli Kartu Tanda Penduduk ke Gerai Info di Kantor Pusat Bank Indonesia. saat ini BI-Checking telah dapat diakses oleh Debitur sendiri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful