INTERVENSI-INTERVENSI PENGEMBANGAN ORGANISASI

Pengembangan organisasi (PO) bukanlah konsep yang mudah didefinisikan. Pengembangan organisasi lebih merupakan istilah yang digunakan untuk mencakup kumpulan rencana intervensi perubahan yang dibangun berdasarkan nilai-nilai humanistik dan demokratik untuk meningkatkan efektivitas organisasi dan kesejahteraan anggota organisasi. Intervensi-intervensi PO di bawah ini diharapkan dapat dijadikan sebagai jalan menuju penguatan motivasi suatu organisasi untuk berubah. Jenis-jenis intervensi itu antara lain: a. LATIHAN SENSITIVITAS (SENSITIVITY TRANING) Sensitivity training atau yang lebih dikenal orang dengan T-Group atau Lab-training merupakan interaksi kelompok kecil yang tidak terstruktur di mana para peserta belajar tentang gaya personalnya, bagaimana berkomunikasi, dan bagaiman memersepsikan orang lain. Informasi ini diperoleh dari umpan balik yang ditawarkan kelompok. Kelompok awalnya dibentuk dan selanjutnya terserah mereka berinteraksi satu sama lain duduk dalam lingkaran. Tujuan dari latihan sensitivitas ini adalah untuk memberikan para peserta meningkatkan kesadaran terhadap perilaku mereka sendiri dan persepsi orang lain terhadapnya, sensitivitas yang lebih besar terhadap perilaku orang lain, dan peningkatan saling pengertian terhadap proses kelompok. Hasil-hasil khususnya adalah, diharapkan adanya peningkatan kemampuan untuk bersimpati pada orang lain, peningkatan keterampilan untuk mendengarkan, keterbukaan yang lebih besar, peningkatan toleransi terhadap perbedaan-perbedaan, dan peningkatan keterampilan menyelesaikan konflik. Dengan tercapainya tujuan dari latihan ini, dapat diharpakan terjadinya integrasi yang lebih besar antara individu dengan organisasinya. b. PENELITIAN TINDAKAN (ACTION RESEARCH) Action research merupalkan modl intervensi di mana termasuk di dalamnya: 1) identifikasi letak titik tegangan dan mendiagnosis situasi, 2) menyatukan data yang relevan dan menganalisis data, kemudian hasilnya dimasukkan ke dalam sistem pelanggan, 3) diskusi data dan pekerjaan oleh kelompok pelanggan, 4) action planning, 5) melakukan aksi korektif yang tepat untuk menekan kesenjangan, dan 6) evaluasi atas hasil intervensi. c. ANALISIS TRANSAKSIONAL(TRANSACTIONAL ANALYSIS) Transactional analysis merupakan alat yang memfokuskan pada penganalisisan sifat dasar manusia dalam melakukan interaksi verbal satu sama lain. Dasar yang dipakai adalah dengan menganalisis pesan yang menjadikan kita lebih terikat pada pola komunikasi yang berharga dan efektif. d. TAHAPAN EGO (EGO STATES) Setiap orang mempunyai tiga ego-states, yaitu the Parent, the Adult, dan the Child. The Parent states merefleksikan perasaan akan superioritas, kewenangan, mampu memberikan pertimbangan, dan lain-lain. The adult stage mencerminkan kedewasaan, objektivitas, logis, dan kecenderungan pengambilan keputusan rasional. The Child state merefleksikan

memberontak. Masing-masing kita bekerja dengan ketiganya dan hal ini direfleksikan dalam komunikasi kita dengan orang lain. h. TRANSAKSI (TRANSACTION) Setiap komunikasi verbal antara dua pihak dapat dipandang sebagai transaksi. mereka memutuskan arah tujuan mereka. UMPAN BALIK ORGANISASIONAL (ORGANIZATIONAL MIRRORING) Organizational mirroring merupakan teknik intervensi dalam mengukur dan memperbaiki efektivitas organisasi dengan mengusahakan umpan balik dari beberapa kelompok lain. strategi. namun dipahami pihak lainnya. 3) Ulterior transaction terjadi jika dua pihak saling menyatakan tentang sesuatu dengan menggunakan kalimat yang tidak langsung. dan perencanaan untuk organisasi. parent to child. Dengan kata lain. tergantung. dan belajar menggunakan beberapa instrumen untuk mengukur berbagai dimensi efektivitas. Aspek fundamentalnya adalah seperti pada konsultan yaitu membuat dua pihak yang saling tidak setuju dikonfrontasi atau dihadapkan pada kenyataan bahwa terjadinya konflik dapat mengganggu efektivitas keduanya. dapat mencari bantuan pada unit tersebut untuk memahami dan menyesuaikan apa yang berjalan salah dalam hubungan tersebut. PROCESS CONSULTATION (KONSULTASI PROSES) Memahami proses yang berlangsung di dalam organisasi merupakan hal yang penting bagi efektivitas organisasi. g. impulsif. h. PERDAMAIAN PIHAK KETIGA (THIRD PARTY PEACEMAKING) Third party peacemaking memfokuskan pada intervensi pihak ketiga untuk mengatasi situasi konflik. child to child. Manajer dilatih menjadi instruktur bagi orang lain yang menghadiri grid seminar. JARINGAN PENGEMBANGAN ORGANIZATIONAL (GRID ORGANIZATIONAL DEVELOPMENT) Manajer mulai belajar grid concept atau konsep jaringan.kecenderungan sebagai anak. mengetahui macam proses yang dicari dalam organisasi. kemudian menentukan jalan setapak yang akan menuju tujuan yang diinginkan. Proses consultation memerlukan kombinasi keterampilan dalam menumbuhkan hubungan saling membantu. Jika suatu organisasi kesulitan dalam bekerja dengan organisasi eksternal. Aspek struktural dan prosedural sangat penting bagi organisasi untuk berjalan mulus. Banyak masalah timbul karena tidak cukup perhatian terhadap proses. . e. seperti adult to adult. dan dalam cara memperbaiki proses organisasi. i. Transaksi dapat bersifat berikut: 1) Complementary transactions yang berasal dari ego-state yang cocok atau kompatibel. dan semacamnya. f. PERENCANAAN SISTEM TERBUKA (OPEN SYSTEM PLANNING) Gagasan umumnya adalah bahwa kelompok inti orang dari semua fungsi bekerja atas dasar penuh waktu untuk mempertimbangkan misi. 2) Crossed transactions terjadi jika pesan komunikasi yang tidak cocok atau kompatibel antara adult dan child. mengukur gaya kepemimpinannya sendiri.

maupun eksternal tidak cukup dengan intervensi individual. misalnya pekerjaan dapat dilakukan dari rumahnya. Memanajemen Perbedaan Program memanajemen perbedaan/managing diversity ini merupakan proses yang berlanjut yang sebenarnya menuntut kamampuan intervernor khususnya pimpinan dalam menangani perbedaan di tempat kerja. Pemahaman perbedaan Pemahaman perbedaan (Understanding diversity) adalah disebabkan karena adanya perbedaan tersebut akan memunculkan kelompok/ klik tertentu. yang memungkinkan terjadinya pengertian sehingga akan terwujud saling toleran dikalangan mereka di tempat kerjanya. Perubahan Sistem dan Budaya Intervensi keseluruhan organisasi akan merubah suatu sistem yang diikuti perubahan nilai-nilai dalam sistem tersebut yang pada gilirannya akan menciptakan perilaku yang baru yang sesuai dengan nilai sistem yang baru dan terbentuklah suatu budaya baru tersebut. baik dengan assimilasi budaya atau nilai nilai tertentu. Goal Setting and Management by Objective . System four(4) Management 3. masing-masing berbagi pekerjaan. part-time.M. Survey Feedback 2. sehingga perlu adanya suatu progran kebersamaan atau joint. job sharing merupakan pengaturan kerja di mana satu pekerjaan dikerjakan oleh lebih dari satu orang. Sementara itu. tumbuh pola kerja baru seperti flextime. • Hal tersebut dilakukan karena organisasi dalam menghadapi tantangan lingkungan baik internal. Berbagai macam intervensi keseluruhan Organisasi 1. 2. dengan cara memaklumi perbedaan dan berjalan normal untuk saling berkomunikasi dan selalu mencoba hal hal yang baru sesuai dengan nilai mereka tanpa pertentang atau konlik. 3. maupun gaya hidup pegawai di tempat kerjanya.k. Part-time merupakan peluang untuk kerja paruh waktu. artinya pekerja tidak bekerja sepanjang jam kerja yang berlaku di dalam organisasi. Flextime merupakan fleksibilitas bagi pekerja untuk menjalankan pekerjaannya. dan job sharing. Tiga tipe intervensi Menurut L. Intervensi keseluruhan Organisasi • Intervensi keseluruhan organisasi adalah usaha usaha perubahan dalam skala besar untuk meningkatkan effektifitas dari keseluruhan sistem organisasi beserta semua unit unit bagiannya. POLA KERJA ALTERNATIF (ALTERNATIVE WORK PATTERN) Dengan berkembangnya peran wanita. Intervensi tradisional untuk mengatasi perbedaan dengan cara mendorong asimilasi dua perbedaan. Grid Organization Development 4.Baytos 1992 tiga intervensi tersebut adalah: 1. antarpersonal maupun kelompok untuk memenuhi tuntutan lingkungannya yang baru. flexplace.

Menurut San Juan (1997) intervensi perbaikan organisasi ada 4 jenjang atau level. Melalui kerjasama dan hubungan ini organisasi akan mampu berperan lebih besar lagi atas peran sosial mereka dibandingkan kalau organisasi harus melakukan sendiri. Menurut proyek ACCESS. antar kelompok. Intervensi di sini ditujukan kepada disain organisasi. konsultasi. Beberapa faktor yang biasa dialami LSM dalam mengukur kinerja proyek atau program mereka adalah tidak diketahuinya apa yang akan diukur sebagai kinerja program atau proyeknya. dan lebih jauh lagi adalah adanya kelemahan dalam sistem monitoring-evaluasi mereka. yaitu pelatihan. hanya sedikit yang secara nyata menerapkan sistem manajemen strategis yang telah ditentukan di awal proses perencanaan terdahulu. Bahkan dalam beberapa organisasi. Manajemen dan pengembangan Proyek atau Program Seperti halnya dalam manajemen operasi. kesenjangan antara pelatihan manajemen dan keahlian yang dibutuhkan. Tingkatan Strategis Pada tingkatan ini perencanaan strategis sangat berguna untuk menentukan arah dan membentuk disain organisasi. dan hubungan luar organisasi. Pengembangan Kelembagaan Intervensi pengembangan kelembagaan diartikan sebagai pengembangan kapasitas organisasi untuk mengatur kerjasama dan hubungan dengan entitas sosial lain di masyarakat. Balance Score Card Intervensi Pengembangan Organisasi Agar organisasi semakin lama semakin berkembang untuk menjadi efektif serta keberlangsungannya terjamin maka perlu dilakukan upaya (intervensi). hasil dari perencanaan strategis dianggap sebagai kitab suci yang tidak boleh diperbaiki sesuai perkembangan lingkungan eksternal dan internal. yaitu individu. dalam proposalnya tentang CB ACCESS disebutkan bahwa pendekatan pengembangan kapasitas organisasi mencakup 3 . Manajemen Operasi Intervensi pada tingkatan manajemen operasi terutama difokuskan pada sistem internal dan struktur. kesejangan antara sistem dan permasalahan yang dihadapi dalam perencanaan. 4. kelemahan dalam manajemen program atau proyek akan menjadi penanda atas kelemahan kinerja organisasi. Ketika banyak LSM hidup menggunakan perencanaan strategis. Total Quality Management and OD 6.5. 2. magang. dan umpan balik. kelompok atau tim. 3. organisasi secara keseluruhan. pertemuan-pertemuan yang terstruktur. 1. Berbagai kombinasi atas intervensi pada tingkatan strategis. Sistem tersebut tidak memungkinkan organisasi secara terus-menerus sensitif dan responsif (tanggap) terhadap perkembangan internal dan eksternal. adanya kesenjangan waktu pimpinan lembaga dalam memberi perhatian terhadap manajemen internal. Beberapa faktor yang mempengaruhi kesulitan penerapan dalam menjaga sistem di organisasi adalah adanya kesulitan mengatasi perkembangan tugas. operasional dan program/proyek akan membagi strategi atau proses pengembangan organisasi kepada sasaran yang berbeda. Intervensi ini dapat diwujudkan dalam beberapa tipe.

• Intervensi Tekno-Struktural: pendekatan yang dilakukan melalui kombinasikan perubahan teknologi dan struktur organisasi seperti upaya restrukturisasi organisasi. dan manajemen yang demokratis dan tanggung gugat (accountable). merjer. • Proses Perancangan dan Umpan Balik: dilakukan melalui proses membandingkan antara hasil diagnosa perusahaan dengan kajian visi dan misi organisasi yang baru. hubungan industri (employee relation) serta rancangan bidang uraian kerja sesuai proses bisnis.(tiga) tingkatan penting yang saling kait yaitu: tingkat individual. Pengembangan organisasi melalui berbagai intervensi tersebut secara umum dapat dilakukan melalui berbagai tahapan sebagai berikut: • Proses Penjajagan dan Perjanjian: dilakukan melalui proses negosiasi dan persiapan antara pihak organisasi dengan pihak konsultan yang membantu dalam proses intervensi tersebut. misalnya mengembangkan sistem pertemuan reguler. • Proses Diagnosa dan Pengumpulan Data: dilakukan melalui observasi Universitas Indonesia secara menyeluruh baik di tingkat organisasi secara umum maupun di tingkat kelompok dan para karyawan. antar individu/kelompok. organisasional dan institutional (kelembagaan). Sedang di tingkat institusional/kelembagaan berhubungan dengan dinamisasi eksternal untuk mendorong posisioning organisasi bersama basis sosialnya/konstituennya dalam relasinya terhadap institusi negara dan pasar. kemampuan dan keterampilan analisis. Tingkat individual berkaitan dengan perkembangan sikap dasar(attitude). sistem. efisien serta profesional? Untuk menjawab hal tersebut ilustrasi atau cerita berikut ini bisa memberi gambaran kita untuk memilih metode Beberapa jenis intervensi yang dapat dilakukan dalam proses dan upaya pengembangan dan perubahan organisasi secara umum diklasifikasikan dalam (Cumming & Worley 2005): • Intervensi Proses: pendekatan yang dilakukan melalui perubahan proses kerja yang terkait langsung dengan aspek manusianya baik secara individu. • Intervensi Manajemen Sumber Daya manusia: pendekatan yang dilakukan melalui perubahan sistim manajemen kinerja dan pengembangan karir. lalu pengembangan organisasi yang bagaimana agar menghasilkan organisasi yang efektif. • Memimpin dan Mengelola Perubahan: pada intinya dilakukan melalui pengembangan motivasi kepada para karyawan untuk melakukan perubahan dan mengatasi resistensi karyawan terhadap perubahan . maupun tingkat organisasi secara keseluruhan. serta komitmen individual tehadap gerakan rakyat/transformasi sosial. sistim bantuan konsultan dan bimbingan (coaching). kolaborasi dan kemitraan serta transformasi organisasi. Tingkat organisasional berhubungan dengan dinamisasi internal dan posisioning organisasi dengan basis sosial/konstituennya melalui penguatan struktur organisasi. • Intervensi Strategis: pendekatan yang dilakukan melalui perubahan strategi bisnis dalam menghadapi perubahan lingkungan dan persaingan bisnis melalui berbagai upaya seperti akuisisi. Berdasar jenis-jenis intervensi tersebut.

wawancara. unit dasar dari perubahan adalah kelompok. Pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi yang sehat adalah terletak di mana sumber-sumber informasi. 3. Akhirnya. hubungan antarkelompok. saling percaya. 6. atau untuk mempengaruhi perubahan yang diperlukan dalam perilakunya sendiri. Intervensi adalah kegiatan terstruktur digunakan secara individual atau dalam kombinasi oleh anggota klien sistem untuk meningkatkan sosial atau tugas kinerja . dan pendidikan baik melalui pengetahuan baru atau praktek keterampilan. interaksi dan komunikasi . Salah satu tujuan dari organisasi yang sehat adalah untuk mengembangkan umumnya membuka komunikasi . kuesioner. konflik . intervensi dapat diklasifikasikan menurut kasar yang mekanisme perubahan mereka cenderung untuk menekankan: misalnya. bukan dasar dari strategi manajerial. bukan individu. 5. Orang yang terkena perubahan harus diizinkan partisipasi aktif dan rasa kepemilikan dalam perencanaan dan pelaksanaan perubahan. Organisasi. umpan balik. dan kepercayaan antara dan di seluruh tingkat. "Kegiatan terstruktur" berarti prosedur yang beragam seperti latihan pengalaman. dan organisasi total.intervensi PO "Intervensi" adalah proses belajar utama dalam tahap "tindakan" (lihat Gambar 1) dari organisasi pembangunan. Blok bangunan dasar dari sebuah organisasi adalah kelompok ( tim ). kesadaran perubahan norma-norma budaya. 2. survei sikap. Dalam sebuah iklim yang menguntungkan. Beckhard daftar enam asumsi seperti: 1. Mereka mungkin diperkenalkan oleh agen perubahan sebagai bagian dari program perbaikan. Kontrol pengukuran sementara. daripada dalam peran tertentu atau tingkat hirarki 4. dan individu terus mengelola urusan mereka terhadap tujuan. Tujuan perubahan selalu relevan adalah pengurangan patut persaingan antara bagian-bagian dari organisasi dan pengembangan kondisi yang lebih kolaboratif. Ada intervensi yang berfokus pada isu-isu tugas (apa yang orang lakukan). Orang-orang mendukung apa yang mereka membantu menciptakan. subunit organisasi. atau mereka dapat digunakan oleh klien berikut program untuk memeriksa keadaan kesehatan organisasi. pembelajaran manusia membangun dirinya sendiri . diskusi kelompok yang relevan. Beberapa asumsi tentang sifat dan fungsi organisasi yang dibuat dalam pilihan strategi tertentu. Ada banyak kemungkinan strategi intervensi dari yang untuk memilih. Salah satu tugas paling sulit yang dihadapi agen perubahan adalah untuk membantu menciptakan dalam klien sistem iklim yang aman untuk belajar dan berubah. dan bahkan pertemuan makan siang antara agen perubahan dan anggota dari klien organisasi . Intervensi berkisar dari yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas individu melalui yang dirancang untuk menangani tim dan kelompok. dan yang fokus pada masalah proses (bagaimana orang pergi untuk melakukan itu). Setiap tindakan yang mempengaruhi program perbaikan organisasi dalam hubungan agen-klien mengubah sistem dapat dikatakan intervensi. Oleh karena itu.

Otoritas hierarkis. HAKIKAT INTERVENSI PENGEMBANGAN ORGANISASI A. 2.dalam suatu kehidupan organisasi. membantu anggota-anggota organisasi untuk dapat berdiri sendiri dalam memecahkan masalah. sering berhenti sama sekali. Praktisi membawa empat sifat terhadap keadaan organisasi serangkaian nilai. Praktisi pengembangan organisasi adalah seorang ahli yang benar-benar mengetahui teori dan praktik pengembangan organisasi. B. Intervensi Kelompok Besar. pendampingan. dan hubungan-hubungan antarperseorangan. Definisi Intervensi Pengembangan Organisasi Intervensi adalah hal-hal yang terjadi. TQM. Penggunaan Konsultan Perantara atau pengantar perubahan (change agent) adalah seorang individu atau suatu kelompok yang mempunyai tanggung jawab untuk mengubah pola perilaku seseorang atau sistem sosial yang telah ada. Cara-cara lama unfreezing dapat dihambat dalam organisasi karena iklim membuat karyawan merasa bahwa tidak tepat untuk mengungkapkan yang benar perasaan . 3. melatih orang agar menjadi . Sebuah kebutuhan nyata di klien sistem untuk mengubah Asli dukungan dari manajemen Menetapkan contoh pribadi: mendengarkan. membantu manajemen dalam perubahan yang telah disetujui. Dalam iklim yang tidak menguntungkan. oleh karena itu. C. mendukung perilaku Sebuah latar belakang suara dalam ilmu perilaku Sebuah pengetahuan tentang teori sistem Sebuah keyakinan dalam diri manusia sebagai rasional. meskipun wahyu tersebut dapat konstruktif. pelatihan. 6. kegiatan-kegiatan. Juga. Beberapa hal yang akan membantu dia adalah: 1. ia akan menyelidiki secara khusus kelakuan sehari-hari. dan pengembangan kepemimpinan. Beberapa contoh intervensi termasuk membangun tim. Dalam suasana dihambat. penilaian kinerja. umpan balik yang diperlukan tidak tersedia. bagian lain akan terlibat. dan dalam suasana ancaman psikologis. spesialisasi . rentang kendali. mendidik diri sepenuhnya mampu belajar cara yang lebih baik untuk melakukan sesuatu.dan terus menerus selama hidup manusia. dan karakteristik lain dari sistem formal juga mencegah eksperimentasi. Organisasi semacam ini juga dapat dibatasi karena hukum sistem: Jika satu perubahan bagian. lebih mudah untuk mempertahankan status quo. belajar adalah jauh lebih tertentu. 5. serangkaian anggapan tentang orangorang. Oleh karena itu. Apa Yang Dilakukan Konsultan Seorang konsultan pengembangan organisasi dipekerjakan oleh manajemen puncak. memberikan informasi. perampingan. organisasi-organisasi. Keluar baru perilaku . mencoba cara-cara baru dapat dipandang sebagai berbahaya karena itu melanggar norma-norma. dilema dan masalah baru muncul sebagai spiral terus ke atas ke tingkat baru. sebaliknya. 4. [12] Agen perubahan harus mengatasi dirinya untuk semua bahaya dan rintangan.

Mempelajari kecakapan hubungan manusiawi.cakap dalam konsultasi proses sehari-hari. Pengetahuan tentang perusahaan. 4. Memperoleh kecapakan dan pengertian dalam teknik-teknik manajemen. F. Kecakapan dalam melaksanakan bermacam-macam jabatan manajemen yang sesungguhnya dalam keahlian fungsional yang berkaitan. Perbedaan Antara Pengembangan Manajemen dengan Pengembangan Organisasi Menurut Dale S Beach dalam bukunya Personnel The Management Of People At Work. pengolahan data. Intervensi percobaan 6. Beach meliputi : 1. kebijaksanaan prosedur dan teknologi. Intervensi perspektif 8. Indoktrinasi filsafat perusahaan. Mengurangi pertentangan yang sifatnya merusak. mendiagnosa masalah orang-orang lokakarya. Intervensi prosedural 4. dan lebih luas lagi organisasi sebagai suatu keseluruhan. Intervensi teori 3. dan memberikan umpan balik mengenai perkembangan yang sedang berlangsung. 3. Intervensi hubungan 5. 2. 4. Memudahkan pemecahan masalah dalam pekerjaan dan meningkatkan mutu keputusan. sedangkan pengembangan organisasi berusaha meningkatkan prestasi keseluruhan dari seluruh kelompok departemen. Intervensi pilihan 7. seperti perbandingan biaya. 5. Intervensi struktural organisasi 9. 3. D. sistem informasi manajemen dan perencanaan keuangan. Intervensi kebudayaan . Meningkatkan keterlibatan dengan tujuan organisasi. pengembangan organisasi memusatkan perhatinnya pada peningkatan prestasi managermanager sebagai individu-individu. E. Peranan Ahli Kepegawean Ahli-ahli kepegawean ini merancang program-program bersama dengan manajer-manajer departemen operasi. Pendekatan Terhadap Hakikat Intervensi Pengembangan Organisasi Menurut Robert Blake dan Jane Mounton jenis intervensi itu sebagai berikut : 1. 2. Intervensi ketidak sesuaian 2. Tujuan pengembangan manajemen menurut Dale S. Tujuan khusus pengembangan organisasi adalah : 1. Mengadakan merubahan-perubahan yang lebih efektif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful