KELAINAN REFRAKSI PENDAHULUAN Kelainan refraksi merupakan kelainan mata yang sangat umum ditemui dan sangat mudah

untuk dikoreksi. Pemeriksaan visus merupakan pengukuran obyek terkecil yang dapat diidentifikasi terhadap seseorang dalam jarak yang ditetapkan dari mata. Setiap pasien wajib dilakukan pemeriksaan visus sebagai bagian dari pemeriksaan fisik mata umum. Pemeriksaan visus jarak jauh juga harus dilakukan terhadap semua anak-anak sesegera mungkin setelah usia 3 tahun, karena penting untuk deteksi dini terhadap ambylopia. Dalam penentuan derajat kelainan refraksi ada dua cara yaitu pemeriksaan secara subjektif dan objektif. Pemeriksaan refraksi subjektif memerlukan komunikasi yang tepat antara pasien dan pemeriksa. Jadi kemampuan pasien berkomunikasi dengan pemeriksa atau sebaliknya akan menentukan hasil akhir dari pemeriksaan secara subjektif. Pemeriksaan secara subjektif menggunakan alat bantu seperti kartu snellen, penggaris untuk mengukur PD, trial lens, trial frame. Apabila pemeriksa menemukan pasien yang kurang komunikasinya seperti anak-anak, orang tuna wicara, maka pemeriksa dapat melakukan pemeriksaan refraksi secara objektif. Pemeriksaan refraksi objektif ini merupakan koreksi refraksi dimana hasil pemeriksaan ditentukan oleh pemeriksa dengan menggunakan alat bantu seperti streak retinoskop, opthalmoskop, auto refraktometer. Pada masa sekarang ini pemeriksaan kelainan refraksi mata telah dapat dilakukan dengan pemeriksaan baik secara subjektif maupun objektif. TAJAM PENGLIHATAN (VISUS) Pemeriksaan tajam penglihatan dilakukan dengan memakai kartu Snellen. Jarak antara kartu Snellen dengan mata 6 meter. Tajam penglihatan diperiksa satu per satu, dengan mata kanan terlebih dahulu kemudian mata kiri. Tajam penglihatan adalah jarak kemampuan melihat seseorang, yang dinilai sebelum dan sesudah koreksi dengan cara menilai kemampuan melihat optotyp atau menghitung jari atau gerakan tangan. Tajam penglihatan dinyatakan dengan rasio pembilang dan penyebut, dimana pembilang merupakan jarak mata dengan kartu Snellen dan penyebut merupakan jarak dimana satu huruf tertentu dapat dilihat mata normal. Sebagai contoh, visus 6/6 berarti pada jarak 6 meter dapat melihat huruf yang seharusnya dapat dilihat pada jarak 6 meter. Dan visus 6/10 berarti pada jarak 6 meter hanya dapat melihat huruf yang seharusnya dapat dilihat pada jarak 10 meter. Visus 1/60 hanya dapat menghitung jari pada jarak 1 meter, visus 1/300 hanya dapat melihat

Handre Putra 05120007

maka visus 6/18 f1. bila pasien masih dapat menentukan datangnya arah sinar dari berbagai arah (6 arah) Bila pasien tidak dapat menentukan arah datangnya sinar maka visusnya 1/∞ proyeksi buruk. Penderita/pasien diperintahkan untuk melihat obyek pada kartu Snellen dari yang terbesar sampai dengan yang terkecil sesuai batas kemampuannya dengan jarak antara pasien dan kartu Snellen 5-6 meter tergantung pada kartu Snellen yang dipakai. Bila pasien tidak dapat melihat huruf yang terbesar (dengan visus 6/60) maka dilakukan dengan cara finger counting yaitu menghitung jari pemeriksa pada jarak 1 meter sampai 6 meter dengan visus 1/60 sampai 6/60. Cara pengukuran tajam penglihatan: Pemeriksaan dilakukan dengan monokuler (satu mata) dimulai dengan mata kanan. dan visus 1/∞ hanya dapat membedakan gelap dan terang saja. Bila dengan hand movement tidak dapat juga. Kalau jumlah kesalahan ½ atau kebih maka visusnya menjadi visus di baris di atasnya. Pasien dinyatakan buta total (visus 0) kalau pasien tidak dapat menentukan ada atau tidak ada sinar (No Light Perception) Visus pasien adalah baris terkecil yang dapat dilihat dengan benar semuanya tetapi baris dibawahnya tidak bisa terbaca. dilakukan dengan cara penyinaran dengan pen light pada mata pasien. Kesalahan jumlahnya tidak boleh sampai ½ dari jumlah huruf yang ada di baris tersebut. Pasien harus dapat menentukan arah gerakan tangan pemeriksa. Light Perception dinyatakan dengan visus 1/∞ proyeksi baik. contoh dapat membaca baris 6/18 tetapi terdapat satu kesalahan. Bila tidak dapat melihat jari dari jarak 1 meter maka dilakukan dengan cara hand movement dengan visus 1/300. Handre Putra 05120007 . Contoh: visus 6/18. dinyatakan dengan f. dikenal dengan istilah Light Perception.gerakan tangan pemeriksa pada jarak 1 meter. Apabila pasien bisa melihat hurf pada baris tersebut tetapi ada yang salah.

Handre Putra 05120007 . Lensa spheris negatif sama dengan lensa cekung. Hipermetrop 3. Myopia Mata myopia adalah mata yang kekuatannya berlebihan. Sinar sejajar yang jatuh pada lensa spheris positif akan disatukan (konvergen) pada satu titik. yaitu terlalu banyak kekuatan positifnya. Presbiop Kelainan refraksi akan dikoreksi dengan pemberian kacamata atau lensa. Kekuatan lensa diukur dalam satuan Dioptri (D). Sinar sejajar yang jatuh pada lensa spheris negatif akan disebarkan seakan-akan berasal dari satu titik. Lensa spheris positif sama dengan lensa cembung. Lensa spheris adalah lensa dengan jari-jari kelengkungan yang sama sehingga pada setiap meridian power refraksinya sama. Myopia akan melihat lebih baik dengan kedipan atau memicingkan matanya untuk membuat celah horizontal. Lensa 1 D akan memfokuskan sinar-sinar sejajar yang masuk sejauh 1 meter. Sinar sejajar dari jauh tak terhingga terfokus di depan retina. Myopia 2. Myopia dikoreksi dengan lensa konkaf/negatif. 1.Kelainan refraksi terdiri dari : 1. Astigmatism 4.

Sakit kepala dapat ditemui . Mata kekurangan power positif. Gejala-gejala myopia: .Myopia axial normal.Myopia kelengkungan : karena kelengkungan kornea atau lensa lebih besar dari normal. . Koreksi lensa positif diperlukan untuk hypermetropia.Jenis myopia: . : karena adanya perubahan posisi lensa.Perubahan indeks bias . untuk memberi efek pinhole dari celah palpebra sehingga ia melihat lebih jelas.Ada kecenderungan pasien untuk menyipitkan mata bila ingin melihat jauh. : karena perubahan indeks bias. : karena diameter anterior posterios mata lebih panjang dari Handre Putra 05120007 . Myopia cenderung meningkat sampai pertumbuhan tinggi terhenti dimana waktu itu tingkatan myopia relatif tak ada perubahan yang penting. 2. kecuali ada faktor keturunan. .Gejala utama dari myopia adalah penglihatan jauh yang buram . Umumnya ditemukan di sekolah dengan tes VA yang sederhana sekitar kelas atau 5 (usia 9 sampai 10 tahun).Perubahan posisi lensa Klinis myopia Biasanya myopia tidak ada pada saat lahir. Hypermetropia Mata hypermetropia adalah mata yang kekurangan power refraktif karena itu ini adalah mata negatif. Sinar-sinar dari tak terhingga tidak cukup dibiaskan sehingga titik fokusnya ada di belakang retina.

Hipermetropi manifes Hipermetropi yang dapat dikoreksi dengan kacamata positif maksimal yang memberikan tajam penglihatan normal.Hipermetrop kurvatur : karena kelengkungan kornea atau lensa lebih lemah dari biasa.Jenis hypermetropia berdasarkan struktur: . akan terjadi kelemahan akomodasi. Hipermetropia manifes yang tidak memakai tenaga Handre Putra 05120007 . Makin tua seseorang. Hipermetropia manifes yang masih memakai tenaga akomodasi disebut hipermetropia fakultatif. .Hipermetrop index bias : karena perubahan indeks bias seluruh atau sebagian sistem optik dari normal.Hipermetrop axial normal. : karena diameter anterior posterior mata lebih pendek dari Klasifikasi klinis berdasarkan akomodasi: . .Hipermetropi laten Kelainan hipermetropi tanpa sikloplegia diimbangi seluruhnya dengan akomodasi. .Hipermetropi absolut Kelainan refraksi tidak diimbangi dengan akomodasi dan memerlukan kacamata positif untuk melihat jauh.Hipermetropi fakultatif Kelainan hipermetropia yang dapat diimbangi dengan akomodasi ataupun dengan kacamata positif. Terdiri atas hipermetropia absolute ditambah dengan hipermetropia fakultatif. makin besar komponen hipermetropi laten seseorang. Semakin muda. . . sehingga hipermetropia laten menjadi hipermetropia fakultatif kemudian menjadi hipermetropia absolut.Hipermetrop posisi lensa :karena perubahan posisi lensa. .

Sakit kepala umumnya di daerah frontal terutama setelah melihat dekat pada waktu yang lama. cyl (-) 2) Satu titik di depan retina. ini akan cenderung berkurang dengan bertambahnya waktu dan kemungkinan berhubungan langsung dengan angka pertumbuhan anak. Kelainan refraksi ini dikoreksi dengan diberikan lensa silinder. Hampir semua anak dilahirkan dalam keadaan hypermetropia. 3. sehingga jumlah hipermetropia fakultatif dengan hipermetropia absolute adalah hipermetropia manifes. Gejala hypermetropia adalah sebagai berikut: .Penglihatan jauh buruk pada pasien dengan kelainan refraksi tinggi seperti 3D atau lebih dan pada pasien lanjut usia. Hal ini banyak berkurang pada usia 12. Penglihatan tidak kabur. Menurunnya visua acuity jauh pada seseorang karena beranjak tua dan karena penurunan amplitudo akomodasi yang menjadi tidak mampu mengkompensasi kelainan refraksi. . . Umumnya keluhan timbul pada saat seseorang melihat pada jarak fiksasi dan penglihatan tepat membutuhkan waktu yang lama. Hypermetropia 3 D biasanya ditemukan pada bayi atau anak-anak.akomodasi sama sekali disebut sebagai hipermetropia absolut. biasanya disebut dengan istilah asthenopia. tapi pasien berkata bahwa matanya tegang. Astigmatism Astigmatism adalah kelainan pada mata dimana sinar-sinar sejajar yang dibiaskan pada mata tanpa akomodasi. jatuh pada retina pada lebih dari satu titik. perubahan mata sangat sedikit. Ada 5 jenis astigmatism: 1) Kedua-duanya di depan retina (astigmat myopious compositus) Hasil refraksi: sph (-). satu titik tepat di retina (astigmat myopious simplex) Handre Putra 05120007 .Ketidaknyamanan penglihatan. akan tetapi pada hypermetropia herediter.

satu titik lagi di belakang retina (astigmat mixtus) 4) Satu titik tepat di retina. satu titik di belakang retina (astigmat hypermetropious simplex) Hasil refraksi: cyl (+) 5) Kedua-duanya di belakang retina (astigmat hypermetropious compositus) Hasil refraksi: sph (+) cyl (+) Handre Putra 05120007 .Hasil refraksi: Plano cyl (-) 3) Satu titik di depan retina.

75 D 60 tahun +2.00 D sampai +1.75 D 50 tahun +2. maka gejala presbyopia akan tampak lebih awal. Anisometropia Handre Putra 05120007 . Test dilakukan pada posisi jarak baca normal dengan dua mata (binokuler). Gejala-gejala presbyopia adalah: Jarak baca makin jauh Tidak mampu melakukan kerja dekat Memerlukan terang yang lebih untuk membaca Koreksi untuk presbyopia Koreksi presbyopia adalah membantu daya akomodasi lensa dengan lensa positif untuk dekat.25 D 45 tahun +1.00 D sampai +2. Bila seseorang memiliki hypermetropia tak terkoreksi dimana dia dapat mengkompensasinya dengan baik. Kelainan refraksi jauh dikoreksi terlebih dahulu.00 D Pemeriksaan presbyopia Ada banyak cara pemeriksaan presbyopia.50 D sampai +1.50 D sampai +2.4.75 D sampai +3. Presbiop Presbyopia merupakan keadaan normala dihubungkan dengan usia dimana akomodasi menurun sehingga mengganggu jangkauan baca yang umum. lalu pasien memegang bacaan surat kabar kecil dan cetakan bible atau lembaran test baca. Besarnya presbiop dipengaruhi oleh pekerjaan individu dan kelainan refraksi. Perbedaan dioptri antara koreksi jauh dan koreksi dekat total diketahui sebagai addisi. Terjadi penurunan amplitudo akomodasi karena berkurangnya daya akomodasi dari lensa mata. presbyopia terjadi setelah 40 tahun. Addisi berikut ditemukan sebagai rata-rata untuk bermacam tingkatan usia. Yang paling sederhana dan banyak dipergunakan adalah subjektif test. Secara klinis. 40 tahun +1.25 D 55 tahun +2.

koreksi selesai 6.00 D. Handre Putra 05120007 . Teknik koreksi kacamata Berdasarkan visus dapat diasumsi kalau penurunan visus hanya karena kelainan refraksi maka: Visus 6/60 dapat dikoreksi dengan sekitar +3. kemudian rujuk ke dokter.25 D dan satunya + 3.00 D Visus 6/30 dapat dikoreksi dengan sekitar +2. Berdasarkan hasil pemeriksaan visus lakukan koreksi sesuai asumsi diatas 3.00 D Visus 6/15 dapat dikoreksi dengan sekitar +1.5 dapat dikoreksi dengan sekitar + 0. tambahkan pinhole. Bila tidak maju maka kelainan organik.50 D atau -1.00 D atau -3.50 D atau -2. Teruskan koreksi sesuai asumsi sampai visus 6/6 atau visus maksimal 5. dua mata berkembang tidak sama pada penambahan dan pengurangan kelainan refraksi.00 D atau -2.00 D Visus 6/7.50 D Visus 6/6 dapat dikoreksi dengan sekitar +0.50 D Visus 6/10 dapat dikoreksi dengan sekitar +1. Lalu ulang visus lagi setelah dikoreksi 4. Kalau visus maju berarti ada astigmatism. kelainan pada sistem saraf mata. Periksa visus dengan lensa koreksi + pinhole.Anisometropia adalah keadaan dimana ada perbedaan kelainan refraksi 2 mata yang cukup besar. Kalau visus setelah koreksi belum tercapai 6/6 pasang pinhole di depan lensa koreksi 7.50 D atau mungkin kasus satu mata hypermetropia +2.50 D atau -0. Selagi anak-anak beranjak dewasa. Kalau visus tetap tidak maju 6/6 berarti koreksi selesai dan ada kelainan pada mata selain kelainan refraksi. lakukan pemeriksaaan fogging. Teknik pemeriksaan fogging: 1.50 D Visus 6/20 dapat dikoreksi dengan sekitar +2.25 D atau plano/emetrop 1.00 D atau -1. Salah satu mata mungkin hypermetropia + 0.00 D dan lainnya myopia -2.25 D atau -0. Kalau visus setelah koreksi tercapai 6/6. Setelah mendapat koreksi terbaik tetapi tidak mencapai 6/6 misalnya 6/10. misalkan kelainan pada media refraksi. strabismus bisa berkembang pada pasien muda. Lakukan pemeriksaan visus tiap mata 2. Anisometropia akan cenderung menyebabkan terjadinya ambylopia dan supresi. Penyebabnya pada umumnya kongenital.

4. tentukan garis mana yang paling jelas/hitam. Pemeriksaan presbyop dilakukan pada pasien yang berusia hampir 40 tahun atau lebih: 1. Apabila belum mencapai 6/6 berarti koreksi spheris terbaiknya kurang atau lebih. Misalkan pasien melihat garis 90o yang jelas maka axis yang diberikan adalah tegak lurusnya (180o).00 x 180o garis sudah sama jelas. Lalu cabut lensa fogging dan pasien disuruh membaca ke objek visus terakhir dia lihat sampai 6/6.00.2. misal didapat C -1. Tambahkan addisi yang telah ditentukan sesuai usia. 6. Setelah itu berikan lensa cylinder dari yang terkecil dengan axis yang didapat tegak lurus daris yang paling jelas/hitam misal C -0. 5.50 sampai S +2. jadi tambahkan atau kurangi lensa spherisnya. Kacamata 2. Lensa kontak 3. Bila maju berarti kelainan astigmat. Pasien telah mendapat koreksi terbaik 2. lalu tambahkan lensa fogging S + 0. Tindakan operatif Handre Putra 05120007 . Kelainan refraksi dapat dikoreksi dengan: 1.25 x 180o sampai garis clock dial sama jelas/hitam. Pasien diminta melihat garis clock dial. 3.

Ambliopia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi tajam penglihatan mata yang tidak mencapai optimal sesuai usia dan intelegensinya meskipun sudah dikoreksi kelainan refraksinya.AMBLIOPIA = Mata Malas DEFINISI Ambliopia berasal dari bahasa yunani Amblyos yaitu kabur/suram. Ambliopia sendiri dapat terjadi pada kedua bola mata. Kelainan ini dapat terjadi unilateral maupun bilateral. Sebagian besar kasus penurunan fungsi penglihatan karena ambliopia dapat dicegah/ dikembalikan fungsinya dengan intervensi yang tepat.dimana tidak ditemukan kausa organik pada pemeriksaan fisik mata dan pada kasus yang keadaan baik dapat dikembalikan fungsinya dengan pengobatan. 3 bulan dapat menggerakkan mata kearah benda yang bergerak. Pengembalian fungsi penglihatan Handre Putra 05120007 . 1 Pada ambliopia terjadi penurunan tajam penglihatan unilateral atau bilateral disebabkan karena kehilangan pengenalan bentuk. dan opia adalah penglihatan. yaitu suatu ambliopia yang bersifat reversible dengan terapi oklusi. Terminologi ambliopia saja biasanya merujuk pada ambliopia fungsional. Pada usia 6 minggu mulai melakukan fiksasi. atau keduanya. Menurut pendapat para ahli lain kurangnya tajam penglihatan yang tidak dapat dikoreksi dengan kaca mata dan tidak adanya kelainan patologis yang dapat dilihat dengan ofthalmoskop. Perkembangan tajam penglihatan mata normal pada bayi dimulai sejak bayi baru lahir dimana bayi akan menggerakkan kepala ke sumber penerangan yang kuat. Ambliopia organik adalah ambliopia yang ireversibel. Ambliopia merupakan penurunan ketajaman penglihatan tanpa adanya kelainan secara oftalmoskopik dan kelainan pada jalur visual aferen penglihatan. interaksi binocular abnormal. 4-6 bulan terjadi koordinasi penglihatan dengan gerakan mata selanjutnya 6-8 bulan dapat melihat dan menggambil objek.

EPIDEMIOLOGI Prevalensi ambliopia secara umum sulit ditentukan karena sangat bervariasi. dan/ atau memiliki riwayat keluarga dengan ambliopia. BENTUK-BENTUK AMBLIOPIA FUNGSIONAL Penyebabnya ???? Ambliopia dapat terjadi kongenital atau didapat. Sampai usia 6 atau 7 tahun. tingkat kematangan visual. tanpa kelainan organik. defek visual yang terjadi mungkin tidak dapat diperbaiki. Ambliopia bentuk ini hanya terjadi pada strabismus unilateral karena pada strabismus bilateral terjadi proses fiksasi dan deviasi yang berganti-gantian pada kedua mata sehingga terjadi proses pembelajaran.5% dan 4-5. AMBLIOPIA STRABISMIK Ambliopia yang terjadi akibat juling lama (biasanya juling ke dalam pada anak sebelum penglihatan tetap). ambliopia yang tidak diobati melewati usia 6-9 tahun.3% pada anak-anak dengan masalah mata sebelumnya. Handre Putra 05120007 . dan tidak ada kecenderungan gender. Bila kondisi ini terjadi maka tidak akan terdapat ambliopia.bergantung pada beberapa faktor seperti lamanya penurunan fungsi penglihatan. dan usia dimulainya terapi. namun pada usia ini ambliopia paling baik hasil pengobatannya. Ambliopia didapat adalah ambliopia fungsional yang biasanya unilateral. dan tidak dapat diperbaiki dengan kacamata. anak-anak sensitif terhadap ambliopia fungsional. Rentang kejadian pada anak-anak yang sehat adalah 1-3. lahir prematur. Ambliopia dapat mengenai semua ras. Fiksasi silang (menggunakan mata kiri untuk melihat ke kanan dan mata kanan untuk melihat ke kiri) merupakan anti uji ambliopia strabismik. Kelainan ini disebut sebagai ambliopia strabismik dimana kedudukan bola mata tidak sejajar sehingga hanya satu mata yang diarahkan pada benda yang dilihat. Meskipun usia pasti untuk menentukan keberhasilan terapi tak dapat ditentukan. Ambliopia terjadi pada periode kritis perkembangan visual. Terjadi supresi pada mata juling untuk mencegah gangguan penglihatan (diplopia). Resiko kejadian ambliopia meningkat pada anak-anak yang mengalami perkembangan terlambat.

Kelainan ini dapat terjadi pada mata bayi dengan katarak.  Ambliopia Anisometropik Ambliopia anisometropik terjadi akibat terdapatnya kelainan refraksi kedua mata yang berbeda jauh. AMBLIOPIA REFRAKTIF Ambliopia refraktif merupakan ambliopia yang terjadi pada mata dengan kelainan refraksi yang tidak dikoreksi (ambliopia ametropik) atau terdapatnya kelainan refraksi antara kedua mata (ambliopia anisometropik. sehingga bayangan benda pada kedua mata tidak sama besar yang menimbulkan bayangan pada retina secara relatif diluar fokus dibanding dengan mata lainnya. biasanya beda refraksi kedua mata cukup jauh. biasanya mata dengan refraksi yang tinggi. biasanya penderita hipermetropia tinggi (+7. maka penanganan utama harus melibatkan ahli ophtalmologi untuk menghilangkan obstruksi dalam waktu 2 bulan pertama kehidupan. Pengobatannya dengan memberikan kacamata hasil pemeriksaan refraktif secara objektif. AMBLIOPIA EKS ANOPSIA →Deprivasi Visual Ambliopia eks anopsia diduga disebabkan oleh supresi atau suatu proses aktif dari otak untuk menekan kesadaran melihat. Bayangan yang lebih suram akan di supresi. Pada kasus obstruksi Handre Putra 05120007 . biasanya pada mata yang lebih ametropik. Ambliopia strabismik dapat pulih kembali pada usia di bawah 9 tahun dengan menutup total mata yang baik. Penanganan Ambliopia Deprivasi Ketika obstruksi fisik signifikan jalur visual (sebagai contoh : katarak kongenital) terdiagnosis dini. Menurunnya penglihatan pada suatu mata akibat hilangnya kemampuan bentuk setelah fiksasi sentral. Penglihatan dapat baik setelah beberapa bulan memakai kacamata koreksi. Pengobatannya dengan menutup mata yang baik setelah mata yang ambliopia mendapatkan kacamata yang sesuai. sehingga mata akan memfokuskan melihat dengan satu mata. ataupun kekeruhan kornea sejak lahir atau terlambat dilatasi.0D) karena mata tidak pernah melihat dengan jelas.0D) atau astigmat tinggi (3. ptosis. Pengobatannya dengan memberikan kacamata hasil pemeriksaan refraksi secara objektif disertai penutupan mata yang baik.Pengobatannya dengan menutup mata yang sehat dan dirujuk ke dokter mata.  Ambliopia ametropik Pada kedua mata tidak mencapai tajam penglihatan 5/5. Pengobatannya dengan menutup mata yang sehat yang dilakukan setelah mata yang sakit dibersihkan kekeruhan media penglihatannya.

timbul pertanyaan kondisi ini terjadi secara congenital atau didapat saat usia 4-6 bulan pertama kehidupan. Pada kasus ini. anisomiopia minimal 2 dioptri ???? dan anisoastigmatisma minimal 1. Handre Putra 05120007 . Direkomendasikan untuk follow up pasien dengan interval 1 x dalam 2-4 minggu selama 1 tahun untuk memonitor ketajaman visual dan perkembangan penglihatan binocular.4 AMBLIOPIA ORGANIK Ambliopia terjadi akibat kerusakan fovea kongenital sehingga mengganggu penderita.5 dioptri cukup untuk menghasilkan ambliopia??? Anisometropi hipermetropik yang kecil pun (1-2 dioptri) dapat menginduksi ambliopia. pembedahan pada mata yang kedua dilakukan 1-2 minggu setelah pembedahan pertama untuk meminimalisasikan periode dari hambatan binocular. Hal ini dapat melawan perkembangan ambliopia. maka pasien kemudian dapat dimonitor dalam interval 1x 6 bulan. Kelainan refraksi lainnya harus segera dikoreksi . Mungkin juga dianjurkan untuk oklusi part-time (2 jam perhari) dikombinasikan dengan teknik stimulasi visual. fisiologi kornea normal dan ketajaman visual meningkat dan stabil. Direkomendasikan test elektrodiagnostik untuk menetapkan prognosis sebelum memulai terapi atau konsultasi bedah.2 Penelitian mengatakan bahwa anisohiperopia minimal 1 dioptri. prognosis untuk peningkatan signifikan tajam penglihatan adalah buruk. PENYEBAB Penyebab ambliopia antara lain:  Anisometropia Ambliopia tipe ini lebih banyak ditemukan pada pasien anisohipermetropi??? Ini terjadi karena fovea pada mata anak dengan anisohiperopia yang lebih ametrop tidak pernah menerima gambar dengan focus yang jelas ketika melihat binocular.2daripada anisomiopi. lebih disenangi dengan memakai kontak lens. Ambliopia organik bersifat ireversibel. dalam waktu 1 minggu setelah pembedahan. sedangan pada miopi sampai -3 dioptri biasanya tidak menyebabkan ambliopia. Apabila dalam waktu 1 tahun koreksi optic memuaskan. Pada pasien dengan usia lebih dari 12 bulan yang memiliki obstruksi fisik . mata yang lebih miop dapat digunakan melihat dekat dan yang miop lebih kecil dapat digunakan untuk melihat jauh. Inhibisi dari fovea mengeliminasi interaksi binokular abnormal yang disebabkan oleh satu bayangan yang tidak fokus dan satu bayangan yang fokus. Anisoniopia ringan sampai sedang.fisik bilateral.

  Anisometropia strabismik Pada keadaan ini terdapat strabismus yang berhubungan dengan anisometropia Deprivasi visual Ambliopia terjadi karena kurangnya stimulasi dari retina. terapi oklusi berkepanjangan yang tidak terkontrol (iatrogenic. kekeruhan kornea congenital. perkembangan penglihatan. Hal ini menimbulkan inhibisi input visual ke jalur retinokortikal. Derajat ringan beratnya ambliopia ditentukan oleh lamanya penderita mengalami kurangnya rangsang untuk penglihatan makula.4 Bahkan obstruksi sementara dari axis visual. atau kelainan refraksi yang tidak dikoreksi. perdarahan vitreus atau kekeruhan vitreus. ptosis. Penyebab-penyebab ekstraneural seperti astigmatisme. seperti yang disebakan oleh hifema atau udem kelopak mata sementara pada anak yang sangat kecil dapat menghasilkan ambliopia deprivasi visual. yang dikenal dengan istilah ambliopia oklusi). Strabismus Pada pasien strabismus cenderung memfiksasi pandangan dengan satu mata saja dan tidak mengganti ke mata lainnya. blefarospasme unilateral berkepanjangan dan kelainan refraktif berat dapat menyebabkan ambliopia deprivasi.4 Katarak Kongenital merupakan penyebab terbanyak dari ambliopia deprivasi.2 Oklusi ini dapat terjadi pada 1 atau 2 mata dan ambliopia akan berkembang sebelum usia 6-8 tahun. Derajat pekembangan ambliopia tergantung pada usia terjadinya onset dan ukuran pola deprivasi. Kejadian ambliopia lebih sering pada esotropia daripada eksotropia. Deprivasi visual disebabkan oleh oklusi dari axis visual atau distorsi berat dari bayangan yang terbentuk di fovea akibat dari kelainan refraksi. Keadaan ini dapat juga bertindihan dengan ambliopia fungsional. Hal ini dapat terjadi bilateral atau unilateral. Ambliopia yang ditemukan pada usia dibawah 6 tahun masih Handre Putra 05120007 . namun adalah bentuk ambliopia yang lebih serius.2  Organik Kelainan struktur pada retina dan saraf optik dapat menyebabkan ambliopia.??? PATOFISIOLOGI Ambliopia dipercaya terjadi karena kurangnya rangsangan untuk meningkatkan katarak.4 Katarak kongenital. strabismus.2. merupakan pemicu yang dapat mengakibatkan penurunan fungsi visual pada orang yang sensitif. katarak traumatic. Ambliopia deprivasi merupakan penyebab yang paling sedikit dari ambliopia .

Oleh karena itu peran orang tua sangat dibutuhkan. 2. 3. MANIFESTASI KLINIS Pada pasien yang dicurigai menderita ambliopia harus ditanyakan tentang riwayat penggunaan patch pada mata atau penggunaan obat tetes mata sebelumnya. Anak-anak sering mengeluh penglihatan satu mata baik sedangkan mata lainnya buruk. yaitu sebelum usia 9 tahun. Mata mudah mengalami fiksasi eksentrik. Biasanya daya akomodasi menurun. Handre Putra 05120007 . yaitu dari waktu terjadinya ambliopia sampai masa remaja. Masa dengan resiko tertinggi terjadinya ambliopia.dapat dilakukan latihan untuk perbaikan fungsi penglihatan. Oleh karena itu. Perkembangan ketajaman penglihatan dari 20/200 sampai 20/20. Juga harus dicari tentang riwayat penyakit mata dan operasi mata. atau hambatan binokular pada bayangan retina yang tidak jelas. terdapat dua mekanisme penyebab yaitu nirpakai dan supresi. yang terjadi dari sejak lahir sampai usia 3 – 5 tahun. seperti :        Berkurangnya penglihatan satu mata. sangat penting pemeriksaan kesehatan mata anak sejak dini. Ambliopia sering tidak terdeteksi karena tidak bergejala. bahkan kadang-kadang sampai masa dewasa. Dari keluarga pasien harus dicari tentang riwayat strabismus dan penyakit mata lainnya. Ambliopia nirpakai terjadi akibat tidak dipergunakannya elemen visual retino-kortikal pada saat masa kritis perkembangan penglihatan. Menurunnya tajam penglihatan terutama pada fenomena crowding??? Hilangnya sensitivitas kontras atau terlihat kabur jika menggunakan satu mata. Adanya anisokoria??? Tidak mempengaruhi penglihatan warna. Masa kritis dalam perkembangan ketajaman penglihatan pada seseorang dibagi menjadi tiga. Ambliopia supresi terjadi pada tingkat kortikal dimana terdapat skotoma absolut pada penglihatan binokular untuk mencegah diplopia pada mata yang juling. yaitu sejak usia beberapa bulan hingga 7 – 8 tahun. Pada patofisiologi ambliopia. yaitu : 1. Masa dimana ambliopia dapat disembuhkan. kecuali terdapat abnormalitas pada mata anak tersebut. Supresi tidak berhubungan dengan masa perkembangan penglihatan. Beberapa tanda pada mata dengan ambliopia.

Bila mata tersebut ambliopia organik maka tajam penglihatan akan sangat menurun dengan pemakaian filter tersebut. Pada mata ambliopia fungsional tidak akan atau hanya sedikit menurunkan tajam penglihatan pada pemeriksaan sebelumnya. Bila terjadi penurunan tajam penglihatan dari huruf isolasi ke huruf dalam baris maka ini disebut adanya fenomena crowding pada mata tersebut. supresi pada satu mata dan juling. Uji Worth’s Four Dot (untuk fusi dan penglihatan stereosis???) Uji untuk melihat penglihatan binokular. adanya fusi. Diagnosis lain yang perlu diperhatikan setelah semua diagnosis banding tersingkirkan adalah hipoplasia nervus optik. sehingga bila pada mata ambliopia dilakukan uji penglihatan dengan intensitas sinar yang direndahkan (memakai filter densiti netral) tidak akan terjadi penurunan tajam penglihatan. Bila ambliopia adalah fungsional maka paling banyak tajam penglihatan berkurang satu baris atau tidak terganggu sama sekali. TES AMBLIOPIA 1. Handre Putra 05120007 . maupun didapat. Sering menutup satu mata bila membaca atau melihat papan tulis → salah satu mekanisme kompensasi. baik kongenital. seperti pada esotropia dan eksotropia. korespondensi retina abnormal. Selain itu sindrom monofiksasi. serta ptosis kongenital juga perlu diperhatikan. kemudian isolasi huruf dibuka dan pasien disuruh melihat sebaris huruf yang sama. Mata ini menderita ambliopia. 3. namun kejadiannya sangat jarang. Uji Densiti Filter Netral (untuk mengetahui adanya ambliopia) Dasar uji adalah diketahuinya pada mata yang ambliopia secara fisiologik berada dalam keadaan adaptasi gelap.  Pada ERG dan EEG penderita ambliopia dapat normal yang berarti tidak terdapat kelainan organik pada retina maupun korteks serebri (No Oftalmologic disorders). Dilakukan dengan memakai filter yang perlahan-lahan digelapkan sehingga tajam penglihatan pada mata normal turun 50%. Uji Crowding Phenomena (untuk mengetahui adanya ambliopia) Penderita diminta membaca huruf kartu Snellen sampai huruf terkecil yang dibuka satu persatu atau yang diisolasi. DIAGNOSIS BANDING Diagnosis banding ambliopia adalah keadaan posisi abnormal bola mata. 2.

2. Pengobatan dapat dengan : 1. Ambliopia bila diketahui dini dapat dicegah sehingga tidak menjadi permanen. Caranya mata yang tidak diperiksa ditutup. Untuk memulihkan kembali ambliopia pada seorang pasien muda. Saat yang sangat rentan adalah bayi pada umur 6 bulan pertama dan ambliopia tidak akan terjadi setelah usia lebih dari 5 tahun???. Visuskopi Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah mata berfiksasi dengan makula atau eksentrik (diluar makula). dan 1 putih. Perbaikan dapat dilakukan bila penglihatan masih dalam perkembangannya. Oklusi mata yang sehat. Pasien diminta melihat sumber sinar visuskop dan dilihat letak proyeksi gambar bintang visuskop terhadap makula PENCEGAHAN Pencegahan dengan menggunakan program skrining penglihatan. 2 hijau. Lampu atau titik putih akan terlihat merah oleh mata kanan dan hijau oleh mata kiri. harus dilakukan suatu pengobatan antisupresi aktif menyingkirkan faktor ambliopiagenik. Bila ambliopia ini ditemukan pada usia di bawah 6 tahun maka masih dapat dilakukan latihan untuk perbaikan penglihatan. Pada anak berusia kurang dari 5 tahun perlu pemeriksaan tajam penglihatan terutama bila memperlihatkan tandatanda juling. Bila terdapat supresi maka akan terlihat hanya 2 merah bila mata kanan dominan atau 3 hijau bila mata kiri yang dominan. Bila terlihat 5 titik yaitu 3 merah dan 2 hijau yang bersilangan berarti mata dalam kedudukan eksotropia dan bila tidak bersilangan berarti mata berkedudukan esotropia. Handre Putra 05120007 .Penderita memakai kacamata dengan filter merah pada mata kanan dan filter hijau pada mata kiri dan melihat pada objek 4 titik dimana 1 berwarna merah. lalu periksa fundus dengan visuskop. Bila fusi baik maka akan terlihat 4 titik dan lampu putih terlihat sebagai warna campuran hijau dan merah. 4. 4 titik juga akan dilihat oleh mata juling tetapi telah terjadi korespondensi retina yang tidak normal. PENATALAKSANAAN Ambliopia merupakan kelainan yang reversibel dan akibatnya tergantung saat mulai dan lamanya. Lampu merah hanya dapat dilihat oleh mata kanan dan lampu hijau hanya dapat dilihat oleh mata kiri.

dengan efek maksimal oklusi tercapai pada 3-4 bulan pertama. http://www. Prevention. keadaan penglihatan saat mulai terapi. Ilyas S. Penalisasi jauh dimana mata yang ambliopia dipaksa melihat jauh dengan memberi atropin pada mata yang baik serta diberi lensa +2. Treatment. DAFTAR PUSTAKA 1. Yang menyebabkan kegagalan terapi ambliopia antara lain tipe ambliopia (pasien dengan anisometropia yang tinggi dan dengan kelainan organik mempunyai prognosis lebih buruk. 2006 Yen.Diunduhdari: Desember 2008. Pasien dengan penyebab strabismus mempunyai hasil yang paling baik).Amblyopia. Pada tanggal 14 3. 4.org.5 bulan. Pada tanggal 15 Desember 2008. Penalisasi dekat.KG. Diunduh dari: http://www.aafp. Kebanyakan kasus ambliopia reversibel bila dideteksi dan ditangani dini.com. umur saat diterapi (makin muda makin baik). sekitar 73% pasien berhasil menggunakan terapi oklusi.Lama dari terapi oklusi ini lebih kurang 6-11. Handre Putra 05120007 . Jakarta: Balai Penerbit FKUI. mata ambliopia dibiasakan melihat dekat dengan memberi lensa +2. 2.4 3. tujuannya mengistirahatkan mata yang sehat. Amblyopia (Lazy Eye) Diagnosis. Edisi ke-3.5 Kapan dilakukan penalisasi dekat dan jauh???? KOMPLIKASI Komplikasi utama dari ambliopia yang tidak ditangani adalah kehilangan penglihatan ireversibel. Ilmu Penyakit Mata. PROGNOSIS Setelah 1 tahun.emedicine.5 D sedang mata yang baik diberi atropin sulfat (sikloplegik). Studi lain menunjukkan setelah 3 tahun angka keberhasilan menurun menjadi 53%.

DIAGNOSIS BANDING Diagnosis banding ambliopia adalah keadaan posisi abnormal bola mata. maupun didapat. serta ptosis kongenital juga perlu diperhatikan. baik kongenital. Selain itu sindrom monofiksasi. kecuali terdapat abnormalitas pada mata anak tersebut. Ambliopia sering tidak terdeteksi karena tidak bergejala. Oleh karena itu peran orang tua sangat dibutuhkan.Pada pasien yang dicurigai menderita ambliopia harus ditanyakan tentang riwayat penggunaan patch pada mata atau penggunaan obat tetes mata sebelumnya. Dari keluarga pasien harus dicari tentang riwayat strabismus dan penyakit mata lainnya. salah satu mekanisme kompensasi. Diagnosis lain yang perlu diperhatikan setelah semua diagnosis banding tersingkirkan adalah hipoplasia nervus optik. Beberapa tanda pada mata dengan ambliopia. seperti pada esotropia dan eksotropia. namun kejadiannya sangat jarang.  Menurunnya tajam penglihatan terutama pada fenomena crowding???  Hilangnya sensitivitas kontras atau terlihat kabur jika menggunakan satu mata. Anak-anak sering mengeluh penglihatan satu mata baik sedangkan mata lainnya buruk. Tidak mempengaruhi penglihatan warna. Juga harus dicari tentang riwayat penyakit mata dan operasi mata.  Adanya anisokoria???  Sering menutup satu mata bila membaca atau melihat papan tulis →  Pada ERG dan EEG penderita ambliopia dapat normal yang berarti tidak terdapat kelainan organik pada retina maupun korteks serebri (No Oftalmologic disorders). Biasanya daya akomodasi menurun.    Mata mudah mengalami fiksasi eksentrik. Handre Putra 05120007 . seperti :  Berkurangnya penglihatan satu mata.

Bila fusi baik maka akan terlihat 4 titik dan Handre Putra 05120007 . Bila terjadi penurunan tajam penglihatan dari huruf isolasi ke huruf dalam baris maka ini disebut adanya fenomena crowding pada mata tersebut. Uji Crowding Phenomena (untuk mengetahui adanya ambliopia) Penderita diminta membaca huruf kartu Snellen sampai huruf terkecil yang dibuka satu persatu atau yang diisolasi. Pada mata ambliopia fungsional tidak akan atau hanya sedikit menurunkan tajam penglihatan pada pemeriksaan sebelumnya. Uji Densiti Filter Netral (untuk mengetahui adanya ambliopia) Dasar uji adalah diketahuinya pada mata yang ambliopia secara fisiologik berada dalam keadaan adaptasi gelap. Bila mata tersebut ambliopia organik maka tajam penglihatan akan sangat menurun dengan pemakaian filter tersebut. Lampu merah hanya dapat dilihat oleh mata kanan dan lampu hijau hanya dapat dilihat oleh mata kiri. 2 hijau. adanya fusi. Uji Worth’s Four Dot (untuk fusi dan penglihatan stereosis???) Uji untuk melihat penglihatan binokular. Bila ambliopia adalah fungsional maka paling banyak tajam penglihatan berkurang satu baris atau tidak terganggu sama sekali. supresi pada satu mata dan juling. sehingga bila pada mata ambliopia dilakukan uji penglihatan dengan intensitas sinar yang direndahkan (memakai filter densiti netral) tidak akan terjadi penurunan tajam penglihatan. dan 1 putih. 2. Dilakukan dengan memakai filter yang perlahan-lahan digelapkan sehingga tajam penglihatan pada mata normal turun 50%. kemudian isolasi huruf dibuka dan pasien disuruh melihat sebaris huruf yang sama.TES AMBLIOPIA 1. Penderita memakai kacamata dengan filter merah pada mata kanan dan filter hijau pada mata kiri dan melihat pada objek 4 titik dimana 1 berwarna merah. Mata ini menderita ambliopia. 3. korespondensi retina abnormal. Lampu atau titik putih akan terlihat merah oleh mata kanan dan hijau oleh mata kiri.

Bila ambliopia ini ditemukan pada usia di bawah 6 tahun maka masih dapat dilakukan latihan untuk perbaikan penglihatan. Ambliopia bila diketahui dini dapat dicegah sehingga tidak menjadi permanen. Bila terlihat 5 titik yaitu 3 merah dan 2 hijau yang bersilangan berarti mata dalam kedudukan eksotropia dan bila tidak bersilangan berarti mata berkedudukan esotropia. Visuskopi Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah mata berfiksasi dengan makula atau eksentrik (diluar makula). Bila terdapat supresi maka akan terlihat hanya 2 merah bila mata kanan dominan atau 3 hijau bila mata kiri yang dominan. Caranya mata yang tidak diperiksa ditutup. 4 titik juga akan dilihat oleh mata juling tetapi telah terjadi korespondensi retina yang tidak normal.lampu putih terlihat sebagai warna campuran hijau dan merah. PENATALAKSANAAN Ambliopia merupakan kelainan yang reversibel dan akibatnya tergantung saat mulai dan lamanya. Pasien diminta melihat sumber sinar visuskop dan dilihat letak proyeksi gambar bintang visuskop terhadap makula PENCEGAHAN Pencegahan dengan menggunakan program skrining penglihatan. harus dilakukan suatu pengobatan antisupresi aktif menyingkirkan faktor ambliopiagenik. Perbaikan dapat dilakukan bila penglihatan masih dalam perkembangannya. 4. Pengobatan dapat dengan : 1. Saat yang sangat rentan adalah bayi pada umur 6 bulan pertama dan ambliopia tidak akan terjadi setelah usia lebih dari 5 tahun???. Untuk memulihkan kembali ambliopia pada seorang pasien muda. Handre Putra 05120007 . Pada anak berusia kurang dari 5 tahun perlu pemeriksaan tajam penglihatan terutama bila memperlihatkan tanda-tanda juling. lalu periksa fundus dengan visuskop.

Ilyas S. tujuannya mengistirahatkan mata yang sehat. Yang menyebabkan kegagalan terapi ambliopia antara lain tipe ambliopia (pasien dengan anisometropia yang tinggi dan dengan kelainan organik mempunyai prognosis lebih buruk. keadaan penglihatan saat mulai terapi.5 D sedang mata yang baik diberi atropin sulfat (sikloplegik). 4. Pasien dengan penyebab strabismus mempunyai hasil yang paling baik).Diunduhdari: tanggal 14 Desember 2008. mata ambliopia dibiasakan melihat dekat dengan memberi lensa +2. Penalisasi dekat. Handre Putra 05120007 . sekitar 73% pasien berhasil menggunakan terapi oklusi.com.4 3. Ilmu Penyakit Mata.5 bulan.5 Kapan dilakukan penalisasi dekat dan jauh???? KOMPLIKASI Komplikasi utama dari ambliopia yang tidak ditangani adalah kehilangan penglihatan ireversibel. Pada 2. PROGNOSIS Setelah 1 tahun. Kebanyakan kasus ambliopia reversibel bila dideteksi dan ditangani dini. 2006 Yen. dengan efek maksimal oklusi tercapai pada 3-4 bulan pertama. Edisi ke-3. Oklusi mata yang sehat.KG.Amblyopia. umur saat diterapi (makin muda makin baik). Jakarta: Balai Penerbit FKUI.2. http://www. DAFTAR PUSTAKA 1. Penalisasi jauh dimana mata yang ambliopia dipaksa melihat jauh dengan memberi atropin pada mata yang baik serta diberi lensa +2. Studi lain menunjukkan setelah 3 tahun angka keberhasilan menurun menjadi 53%. Lama dari terapi oklusi ini lebih kurang 6-11.emedicine.

Pada tanggal 15 Desember 2008.3.aafp. Diunduh dari: http://www. Handre Putra 05120007 . Amblyopia (Lazy Eye) Diagnosis.org. Treatment. Prevention.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful