P. 1
AD Yayasan DT_22 April 2004

AD Yayasan DT_22 April 2004

|Views: 65|Likes:
Published by Agunx Nak Tbrm

More info:

Published by: Agunx Nak Tbrm on Nov 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/11/2012

pdf

text

original

Dikutip sesuai aslinya Dari Akta Notaris Dr. Wiratni Ahmadi, SH.

Tanggal : 22 April 2004 Nomor : 17 ANGGARAN DASAR YAYASAN DAARUT TAUHIID NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1. (1)Yayasan ini bernama : Yayasan DAARUT TAUHIID (selanjutnya dalam anggaran dasar ini cukup disingkat dengan Yayasan), berkedudukan dan berkantor pusat di Kota Bandung, (2)Yayasan dapat membuka kantor cabang atau perwakilan di tempat lain, baik di dalam maupun di luar wilayah Republik Indonesia berdasarkan keputusan Pengurus dengan persetujuan Pembina. MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 2. Yayasan mempunyai maksud dan tujuan di bidang : sosial, keagamaan dan kemanusiaan. KEGIATAN Pasal 3. Untuk maksud dan tujuan tersebut di atas, yayasan menjalankan kegiatan sebagai berikut : 1. Menyelenggarakan lembaga pendidikan formal dan non formal. 2. Menyelenggarakan Pondok Pesantren dan Madrasah. 3. Mendirikan sarana ibadah. 4. Menyelenggarakan Panti Asuhan, Panti Jompo, dan Panti Wreda. 5. Menerima dan menyalurkan amal zakat, infaq, dan sedekah. 6. Meningkatkan pemahaman dan pembinaan keagamaan. 7. Melaksanakan syiar keagamaan, yaitu Dakwaj Islamiyah. 8. Menyediakan perpustakaan dan pusat informasi keislaman. 9. Menyelenggarakan program-program latihan, penataran, lokakarya, seminar dan simposium bagi pengembangan pemikiran Islam dan Dakwah Islamiyah. 10. Mendirikan dan menyelenggarakan sarana pelayanan kesehatan masyarakat, seperti balai pengobatan, klinik dan rumah sakit. 11. Memberikan bantuan kepada korban bencana alam, banjir, tanah longsor, fakir miskin dan gelandangan. 12. Menyelenggarakan studi banding keagamaan dan konsultasi keagamaan. JANGKA WAKTU Pasal 4. Yayasan ini didirikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya dan telah dimulai pada tanggal empat Desember seribu sembilanratus sembilanpuluh (4-12-1990). KEKAYAAN
Hal 1 dari 18

Yayasan mempunyai organ yang terdiri dari : a. c. ORGAN YAYASAN Pasal 6. (1)Yayasan mempunyai kekayaan awal yang berasal dari kekayaan Pendiri yang dipisahkan. perolehan lain yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar Yayasan dan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. hibah wasiat. (5)Anggota Pembina tidak diberi gaji dan atau tunjangan oleh Yayasan. sumbangan atau bantuan yang tidak mengikat. b. maka dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak terjadinya kekosongan tersebut wajib diangkat anggota Pembina berdasarkan keputusan rapat gabungan anggota Pengawas dan anggota Pengurus. (3)Semua kekayaan Yayasan harus dipergunakan untuk mencapai maksud dan tujuan Yayasan. (2)Selain kekayaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) kekayaan Yayasan dapat juga diperoleh dari : a. Pasal 8.. mengundurkan diri dengan pemberitahuan secara tertulis sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (7). terdiri dari kekayaan pangkal yang berjumlah sebesar Rp.(sepuluh juta rupiah) dan pendapatan-pendapatan lain yang kemudian ditambahkan kepada kekayaan pangkal tersebut.000. b. c. Pengurus. maka seorang di antaranya diangkat sebagai Ketua Pembina. (3)Dalam hal terdapat lebih dari seorang anggota Pembina. Pembina. wakaf.Pasal 5. (6)Dalam hal yayasan oleh karena sebab apapun tidak mempunyai anggota Pembina.000. hibah. (4)Yang dapat diangkat sebagai anggota Pembina adalah orang perseorangan sebagai Pendiri Yayasan dan atau mereka yang berdasarkan keputusan rapat anggota Pembina dinilai mempunyai dedikasi yang tinggi untuk mencapai maksud dan tujuan Yayasan. meninggal dunia. (2)Pembina terdiri dari seorang atau lebih anggota Pembina. Hal 2 dari 18 . b. (1)Masa jabatan Pembina tidak ditentukan lamanya. dan e. Pengawas.10. (1)Pembina adalah organ Yayasan yang mempunyai kewenangan yang tidak diserahkan kepada Pengurus atau Pengawas. PEMBINA Pasal 7. d. (7)Seorang anggota Pembina berhak mengundurkan diri dari jabatannya dengan memberitahukan secara tertulis mengenai maksud tersebut kepada Yayasan paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal pengunduran dirinya. (2)Jabatan anggota Pembina akan berakhir dengan sendirinya apabila anggota Pembina tersebut : a.

anggota Pengurus. d. paling lambat 7(tujuh) hari sebelum rapat diadakan dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. keputusan mengenai perubahan Anggaran Dasar. (5)Dalam hal semua anggota Pembina hadir. tempat. g. dinyatakan pailit atau ditaruh di bawah pengampunan berdasarkan suatu penetapan pengadilan. (2)Panggilan Rapat Pembina dilakukan oleh Pembina secara langsung.c. atau di tempat kegiatan Yayasan. Pembina dapat juga mengadakan rapat setiap waktu bila dianggap perlu atas permintaan tertulis dari seorang atau lebih anggota Pembina. sebagaimana dimaksud dalam pasal 12. penunjukkan likuidator dalam hal Yayasan dibubarkan (3)Dalam hal hanya ada seorang anggota Pembina. TUGAS DAN WEWENANG PEMBINA Pasal 9. pengesahan program kerja dan rancangan anggaran tahunan Yayasan. diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Pembina. (3)Panggilan rapat itu harus mencantumkan hari. (6)Rapat Pembina dipimpin oleh Ketua Pembina. dan jika Ketua Pembina tidak hadir atau berhalangan. (4)Rapat Pembina diadakan di tempat kedudukan Yayasan. paling lambat dalam waktu 5 (lima) bulan setelah akhir tahun buku sebagai rapat tahunan. (1)Pembina berwenang bertindak untuk dan atas nama Pembina. Hal 3 dari 18 . atau melalui surat dengan mendapat tanda terima. dan e. maka segala tugas dan wewenang yang diberikan kepada Ketua Pembina atau anggota Pembina berlaku pula baginya. d. RAPAT PEMBINA Pasal 10. tidak lagi memenuhi persyaratan peraturan perundangundangan yang berlaku. penetapan kebijakan umum Yayasan berdasarkan Anggaran Dasar Yayasan. dan acara rapat. pengesahan laporan tahunan. b. atau Pengawas. tanggal. dilarang untuk menjadi anggota Pembina karena peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. e. waktu. pengangkatan dan pemberhentian anggota Pengurus dan anggota Pengawas. panggilan tersebut tidak disyaratkan dan Rapat Pembina dapat diadakan dimanapun juga dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat. (1)Rapat Pembina diadakan paling sedikit dalam 1 (satu) tahun. atau diwakili. (3)Anggota Pembina tidak boleh merangkap sebagai anggota Pengurus dan atau anggota Pengawas. atau di tempat lain dalam wilayah hukum Republik Indonesia. f. penetapan keputusan mengenai penggabungan atau pembubaran Yayasan. (2)Kewenangan Pembina meliputi : a. maka Rapat Pembina akan dipimpin oleh seorang yang dipilih oleh dan dari anggota Pembina yang hadir. f.

c. mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Pembina.(7)Seorang anggota Pembina hanya dapat diwakili oleh anggota Pembina lainnya dalam Rapat Pembina berdasarkan surat kuasa. Rapat Pembina kedua adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat. setiap anggota Pembina yang hadir berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu) suara untuk setiap anggota Pembina lain yang diwakilinya. dengan ketentuan semua anggota Pembina telah diberitahu secara tertulis dan semua anggota Pembina memberikan persetujuan mengenai usul yang diajukan secara tertulis serta menandatangani persetujuan tersebut. Rapat Pembina kedua diselenggarakan paling cepat 10 (sepuluh) hari dan paling lambat 21 (dua puluh satu) hari terhitung sejak Rapat Pembina pertama. sedangkan pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan secara terbuka dan ditandatangani. (1)Rapat Pembina adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila: a. maka dapat diadakan pemanggilan Rapat Pembina kedua. dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a tidak tercapai. Pasal 11. c. (8)Pembina dapat mengambil keputusan yang sah tanpa mengadakan Rapat Pembina. (4)Dalam hal suara setuju dan tidak setuju sama banyaknya. e. kecuali Ketua Rapat menentukan lain dan tidak ada keberatan dari yang hadir. b. b. (5)Tata cara pemungutan suara dilakukan sebagai berikut : a. pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda tangan. maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah suara yang sah. (7)Penandatanganan sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) tidak disyaratkan apabila berita acara rapat dibuat dengan akta notaris. maka usul ditolak. (6)Setiap Rapat Pembina dibuat berita acara rapat yang ditandatangani oleh ketua rapat dan sekretaris rapat. dihadiri paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota pembina. d. apabila dihadiri lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah anggota Pembina. harus dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum rapat diselenggarakan. Hal 4 dari 18 . suara yang abstain dan suara yang tidak sah tidak dihitung dalam menentukan jumlah suara yang dikeluarkan. pemanggilan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b. (3)Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai. dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. (9)Keputusan yang diambil sebagaimana dimaksud dalam ayat (8). (2)Keputusan Rapat Pembina diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat.

b. Hal 5 dari 18 . (2)Dalam hal diangkat lebih dari 1 (satu) orang Ketua. berarti memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada para anggota Pengurus dan Pengawas atas pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku yang lalu. kepengurusan 1 (satu) orang maka 1 (satu) maka 1 (satu) Pasal 14. hak dan kewajiban Yayasan tahun yang lampau sebagai dasar pertimbangan Yayasan untuk tahun yang akan datang. b. pengesahan Laporan Tahunan yang diajukan Pengurus. dalam jangka 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal putusan tersebut berkekuatan hukum tetap. PENGURUS Pasal 13. (1)Yang dapat diangkat sebagai anggota Pengurus adalah orang perseorangan yang mampu melakukan perbuatan hukum dan tidak dinyatakan bersalah dalam melakukan pengurusan Yayasan yang menyebabkan kerugian bagi Yayasan. seorang Sekretaris. penetapan kebijakan umum Yayasan. bukan pendiri Yayasan dan tidak terafiliasi dengan-dengan Pendiri. masyarakat. Pembina melakukan : a. seorang Ketua. (2)Dalam rapat tahunan. pengesahan program kerja dan rancangan anggaran tahunan Yayasan. c. paling lambat 5 (lima) bulan setelah tahun buku Yayasan ditutup. dan c. maka diantaranya diangkat sebagai Ketua umum. sejauh tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan. (4)Dalam hal diangkat lebih dari 1 (satu) orang Bendahara. (1)Pengurus adalah organ yayasan yang melaksanakan yayasan yang sekurang-kurangnya terdiri dari : a.(10) Dalam hal hanya ada 1 (satu) orang Pembina. atau negara berdasarkan putusan pengadilan. orang diantaranya diangkat sebagai Bendahara umum. maka dia dapat mengambil keputusan yang sah dan mengikat. melaksanakan kepengurusan Yayasan secara langsung dan penuh. Pembina dan Pengawas. seorang Bendahara. orang diantaranya diangkat sebagai Sekretaris umum. (3)Pengurus dapat menerima gaji. (3)Pengesahan Laporan tahunan oleh Pembina dalam Rapat tahunan. evaluasi tentang harta kekayaan. d. RAPAT TAHUNAN Pasal 12 (1)Pembina wajib menyelenggarakan rapat tahunan setiap tahun. (3)Dalam hal diangkat lebih dari 1 (satu) orang Sekretaris. upah atau honorarium apabila Pengurus Yayasan: a. dan b. (2)Pengurus diangkat oleh Pembina melalui Rapat Pembina untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali.

dengan memberitahukan secara tertulis mengenai maksudnya tersebut kepada Pembina paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal pengunduran dirinya. d. (2)mengundurkan diri. (5)Dalam hal semua jabatan Pengurus kosong. (4)Setiap anggota Pengurus wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugasnya dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. member atau menerima pengalihan atas harta tetap. menjual atau dengan cara lain melepaskan kekayaan Yayasan serta mengagunkan/membebani kekayaan Yayasan. untuk mengangkat Pengurus baru. Jabatan anggota Pengurus berakhir apabila : (1)meninggal dunia.(4)Dalam hal jabatan Pengurus kosong. Pasal 15. (3)Pengurus wajib memberikan penjelasan tentang segala hal yang ditanyakan oleh Pengawas. (2)Pengurus wajib menyusun program kerja dan rancangan anggaran tahunan Yayasan untuk disahkan Pembina. untuk mengisi kekosongan itu. Pembina harus menyelenggarakan rapat. pembina wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan instansi terkait. mendirikan suatu usaha baru atau melakukan penyertaan dalam brbagai bentuk usaha baik di dalam maupun di luar negeri. maka dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak terjadinya kekosongan tersebut. (5)Pengurus berhak mewakili Yayasan di dalam dan di luar pengadilan tentang segala hal dan dalam segala kejadian. meminjam atau meminjamkan uang atas nama Yayasan (tidak termasuk mengambil uang Yayasan di Bank). membeli atau dengan cara lain mendapatkan/memperoleh harta tetap atas nama Yayasan. Pengawas atau Pelaksana Kegiatan. dengan pembatasan terhadap hal-hal sebagai berikut : a. (8)Pengurus tidak dapat merangkap sebagai Pembina. e. maka dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal dilakukannya penggantian pengurus yayasan. dan untuk sementara Yayasan diurus oleh Pengawas. Hal 6 dari 18 . maka dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak terjadinya kekosongan. Pembina harus menyelenggarakan rapat. b. (5)masa jabatan berakhir. (3)bersalah melakukan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan yang diancam dengan hukuman penjara paling sedikit 5 (lima) tahun. (1)Pengurus bertanggungjawab penuh atas kepengurusan Yayasan untuk kepentingan Yayasan. (6)Pengurus berhak mengundurkan diri dari jabatannya. (7)Dalam hal terdapat penggantian Pengurus Yayasan. (4)diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Pembina. c. TUGAS DAN WEWENANG PENGURUS Pasal 16.

dalam hal hanya ada seorang Bendahara. d. c. (6)Perbuatan Pengurus sebagaimana diatur dalam ayat (5) huruf a. maka segala tugas dan wewenang yang diberikan kepada Sekretaris (-Umum) berlaku juga baginya. Pengurus dan atau seorang yang bekerja pada Yayasan. hal tersebut tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga. Pasal 18. dan f harus mendapat persetujuan Pembina. (3)mengadakan perjanjian yang diuraikan pada pasal 16 ayat (5) huruf f tersebut di atas. (2)membebani kekayaan Yayasan untuk kepentingan pihak lain. (1)Ketua (-Umum) bersama-sama dengan salah seorang anggota Pengurus lainnya berwenang bertindak untuk dan atas nama pengurus serta mewakili Yayasan. (5)Bendahara Umum bertugas mengelola keuangan Yayasan. masyarakat. mengadakan perjanjian dengan organisasi yang terafiliasi dengan Yayasan. b. (7)Pengurus untuk perbuatan tertentu berhak mengangkat seorang atau lebih wakil atau kuasanya berdasarkan surat kuasa. (2)Dalam hal Ketua (-Umum) tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun juga. hal tersebut tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga. Pembina. atau negara berdasarkan keputusan pengadilan. maka seorang Ketua lainnya bersama-sama dengan Sekretaris (-Umum) atau apabila Sekretaris (-Umum) tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun juga. Pengurus tidak berwenang mewakili Yayasan dalam hal : (1)mengikat Yayasan sebagai penjamin utang. (6)Pembagian tugas dan wewenang setiap anggota Pengurus ditetapkan oleh Pembina melalui Rapat Pembina. (3)Dalam hal hanya ada seorang Ketua. yang perjanjian tersebut bermanfaat bagi tercapainya maksud dan tujuan Yayasan. (2)Yang dapat diangkat sebagai Pelaksana Kegiatan Yayasan adalah orangperseorangan yang mampu melakukan perbuatan hukum dan tidak pernah dinyatakan pailit atau dipidana karena melakukan tindakan yang merugikan Yayasan. (1)Pengurus berwenang mengangkat dan memberhentikan Pelaksana Kegiatan Yayasan berdasarkan keputusan Rapat Pengurus. dalam jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal putusan tersebut berkekuatan hukum tetap. dalam hal hanya ada seorang Sekretaris. PELAKSANA KEGIATAN Pasal 19. e. maka segala tugas dan wewenang yang diberikan kepada Bendahara Umum berlaku juga baginya. (3)Pelaksana Kegiatan Yayasan diangkat oleh Pengurus berdasarkan keputusan Rapat Pengurus untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan dapat Hal 7 dari 18 . Pasal 17.f. maka segala tugas dan wewenang yang diberikan kepada Ketua (-Umum) berlaku juga baginya. seorang Ketua lainnya bersama-sama dengan seorang Sekretaris lainnya berwenang bertindak untuk dan atas nama Pengurus serta mewakili Yayasan. (4)Sekretaris (-Umum) bertugas mengelola administrasi Yayasan.

dan acara rapat. (2)Dalam hal Yayasan mempunyai kepentingan yang bertentangan dengan kepentingan seluruh Pengurus. dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. (5)Rapat Pengurus diadakan di tempat kedudukan Yayasan atau di tempat kegiatan Yayasan. dihadiri paling sedikit 2/3 (dua per tiga) jumlah Pengurus. (4)Pelaksana Kegiatan Yayasan bertanggung jawab kepada Pengurus. Hal 8 dari 18 . atau honorarium yang jumlahnya ditentukan berdasarkan Rapat Pengurus. maka Yayasan diwakili oleh Pengawas. (2)Panggilan Rapat Pengurus dilakukan oleh Pengurus yang berhak mewakili Pengurus. (5)Pelaksana Kegiatan Yayasan menerima gaji. maka Rapat Pengurus akan dipimpin oleh seorang anggota Pengurus yang dipilih oleh dan dari Pengurus yang hadir. b. RAPAT PENGURUS Pasal 21. Pengawas. Pasal 20. harus dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum rapat diselenggarakan. upah. atau Pembina.diangkat kembali dengan tidak mengurangi Rapat Pengurus untuk memberhentikan sewaktu-waktu. pemanggilan sebagaimana yang dimaksud ayat (4) huruf b. maka anggota Pengurus yang bersangkutan tidak berwenang bertindak untuk dan atas nama Pengurus serta mewakili Yayasan. Pasal 22. (3)Panggilan Rapat Pengurus disampaikan kepada setiap anggota Pengurus secara langsung. (1)Rapat Pengurus dapat diadakan setiap waktu bila dipandang perlu atas permintaan terulis dari satu orang atau lebih Pengurus. atau melalui surat dengan mendapat tanda terima. tempat. (1)Dalam hal terjadi perkara di pengadilan antara Yayasan dengan anggota Pengurus atau apabila kepentingan pribadi seorang anggota Pengurus bertentangan dengan Yayasan. (4)Rapat Pengurus sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila : a. waktu. (6)Rapat Pengurus dapat diadakan di tempat lain dalam wilayah Republik Indonesia dengan persetujuan Pembina. dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. (3)Satu orang Pengurus hanya dapat diwakili oleh Pengurus lainnya dalam Rapat Pengurus berdasarkan surat kuasa. (4)Panggilan Rapat Pengurus itu harus mencantumkan tanggal. dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) huruf a tidak tercapai. maka dapat diadakan pemanggilan Rapat Pengurus kedua. (2)Dalam hal Ketua (-Umum) tidak dapat hadir atau berhalangan. paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum rapat di adakan. c. maka anggota Pengurus lainnya bertindak untuk dan atas nama Pengurus serta mewakili Yayasan. (1)Rapat Pengurus dipimpin oleh Ketua (-Umum).

(7)Penandatanganan sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) tidak disyaratkan apabila Berita Acara Rapat dibuat dengan akta notaris. sedangkan pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan secara terbuka. (6)Setiap Rapat Pengurus dibuat berita acara rapat yang ditandatangani oleh ketua rapat dan 1 (satu) orang anggota pengurus lainnya yang ditunjuk oleh rapat sebagai sekretaris rapat. (2)Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai. mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Pengurus. (2)Pengawas terdiri dari 1 (satu) orang atau lebih anggota pengawas. Pasal 23. maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah suara yang sah. kecuali Ketua Rapat menentukan lain dan tidak ada keberatan dari yang hadir. dalam jangka 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal putusan tersebut berkekuatan hukum tetap. (1)Keputusan Rapat Pengurus harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Rapat Pengurus kedua diselenggarakan paling cepat 10 (sepuluh) hari dan paling lambat 21 (dua puluh satu) hari terhitung sejak Rapat Pengurus pertama.d. (3)Dalam hal diangkat lebih dari 1 (satu) orang Pengawas. apabila dihadiri lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah Pengurus. dengan ketentuan semua anggota Pengurus telah diberitahu secara tertulis dan semua anggota Pengurus telah diberitahu secara tertulis memberikan persetujuan mengenai usul yang diajukan secara tertulis serta menandatangani persetujuan tersebut. maka 1 (satu) orang di antaranya dapat diangkat sebagai Ketua Pengawas. Rapat Pengurus kedua sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat. Hal 9 dari 18 . e. masyarakat atau negara berdasarkan putusan pengadilan. (9)Keputusan yang diambil sebagaimana dimaksud dalam ayat (8). (3)Dalam hal suara setuju dan tidak setuju sama banyaknya maka usul ditolak. (4)Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda tangan. (8)Pengurus dapat juga mengambil keputusan yang sah tanpa mengadakan Rapat Pengurus. Pasal 25 (1)Yang dapat diangkat sebagai anggota Pengawas adalah orang perseorangan yang mampu melakukan perbuatan hukum dan tidak dinyatakan bersalah dalam melakukan pengawasan Yayasan yang menyebabkan kerugian bagi Yayasan. (5)Suara yang abstain dan suara yang tidak sah tidak dihitung dalam menentukan jumlah suara yang dikeluarkan. PENGAWAS Pasal 24 (1)Pengawas adalah organ yayasan yang bertugas melakukan pengawasan dan memberi nasihat kepada Pengurus dalam menjalankan kegiatan Yayasan.

memeriksa pembukuan dan mencocokkannya dengan uang kas. Pengawas diwajibkan untuk melaporkan secara tertulis kepada Pembina. atau d. (4)diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Pembina. halaman. b. maka dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak terjadinya kekosongan.(2)Pengawas diangkat oleh Pembina melalui Rapat Pembina untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali. (2)mengundurkan diri. (4)Pengawas dapat memberhentikan untuk sementara 1 (satu) orang atau lebih Pengurus. (5)masa jabatan berakhir. Pengurus atau Pelaksana Kegiatan. (2)Ketua Pengawas dan satu anggota Pengawas berwenang bertindak untuk dan atas nama Pengawas. (5)Dalam hal terdapat penggantian Pengawas Yayasan. Pasal 26 Jabatan Pengawas berakhir apabila : (1)meninggal dunia. (4)Pengawas berhak mengundurkan diri dari jabatannya. dan untuk sementara Yayasan diurus oleh Pengurus. memasuki bangunan. atau tempat lain yang dipergunakan Yayasan. (3)Pengawas berwenang : a. memeriksa dokumen. (6)Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal pemberhentian sementara itu. (3)bersalah melakukan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan yang diancam dengan hukuman penjara paling sedikit 5 (lima) tahun. apabila Pengurus tersebut bertindak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. e. Hal 10 dari 18 . mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan oleh Pengurus. Pembina wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan instansi terkait. TUGAS DAN WEWENANG PENGAWAS Pasal 27 (1)Pengawas wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas Pengawas an untuk kepentingan Yayasan. (5)Pemberhentian sementara itu harus diberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan disertai alasannya. Pembina harus menyelenggarakan rapat. (6)Pengawas tidak dapat merangkap sebagai Pembina. untuk mengangkat Pengawas baru. memberi peringatan kepada Pengurus. maka dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal dilakukannya penggantian Pembina Yayasan. (3)Dalam hal jabatan Pengawas kosong. c. dengan memberitahukan secara tertulis mengenai maksudnya tersebut kepada Pembina paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal pengunduran dirinya.

b. (8)Dalam jangka 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal pembelaan diri sebagaimana dimaksud dalam ayat (7). (4)Rapat Pengawas sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila : a. harus dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum rapat diselenggarakan. c. Pembina dengan keputusan Rapat Pembina wajib : a.(7)Dalam jangka 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal laporan diterima oleh Pembina sebagaimana dimaksud dalam ayat (6). Hal 11 dari 18 . (6)Rapat Pengawas dapat diadakan di tempat lain dalam wilayah hukum Republik Indonesia dengan persetujuan Pembina. dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) huruf a tidak tercapai. Rapat Pengawas kedua diselenggarakan paling cepat 10 (sepuluh) hari dan paling lambat 21 (dua puluh satu) hari terhitung sejak Rapat Pengawas pertama. atau melalui surat dengan mendapat tanda terima. dihadiri paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Pengawas. RAPAT PENGAWAS Pasal 28 (1)Rapat Pengawas dapat diadakan setiap waktu bila dipandang perlu atas permintaan terulis dari satu orang atau lebih Pengawas atau Pembina. maka untuk sementara Pengawas diwajibkan mengurus Yayasan. pemanggilan sebagaimana yang dimaksud ayat (4) huruf b. (2)Dalam hal Ketua Pengawas tidak dapat hadir atau berhalangan. (9)Dalam hal Pembina tidak melakukan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (7) dan ayat (8). maka pemberhentian sementara batal demi hukum. memberhentikan anggota Pengurus yang bersangkutan. (3)Panggilan Rapat Pengawas disampaikan kepada setiap Pengawas secara langsung. dan yang bersangkutan menjabat kembali jabatannya semula. dan acara rapat. dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. (3)Satu orang anggota Pengawas hanya diwakili oleh Pengawas lainnya dalam Rapat Pengawas berdasarkan surat kuasa. (4)Panggilan Rapat Pengurus itu harus mencantumkan tanggal. d. maka Pembina wajib memanggil anggota Pengurus yang bersangkutan untuk diberi kesempatan membela diri. paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum rapat diadakan. maka dapat diadakan pemanggilan Rapat Pengawas kedua. dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. waktu. mencabut keputusan pemberhentian sementara. (10) Dalam seluruh Pengurus diberhentikan sementara. (5)Rapat Pengawas diadakan di tempat kedudukan Yayasan atau di tempat kegiatan Yayasan. atau b. tempat. maka Rapat Pengawas akan dipimpin oleh satu orang Pengawas yang dipilih oleh dan dari Pengawas yang hadir. (2)Panggilan Rapat Pengawas dilakukan oleh Pengawas yang berhak mewakili Pengawas. Pasal 29 (1)Rapat Pengawas dipimpin oleh Ketua Pengawas.

(8)Dalam hal Ketua Pengurus tidak ada atau berhalangan hadir. (3)Panggilan Rapat Gabungan dilakukan oleh Pengurus. Rapat Pengawas kedua adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat. Pasal 32. dan acara rapat. (1)Satu orang Pengurus hanya dapat diwakili oleh Pengurus dalam Rapat Gabungan berdasarkan surat kuasa. (3)Dalam hal suara setuju dan tidak setuju sama banyaknya maka usul ditolak. (2)Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai. Hal 12 dari 18 . atau melalui surat dengan mendapat tanda terima. paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum rapat diadakan. (4)Panggilan Rapat Gabungan disampaikan kepada setiap Pengurus dan Pengawas secara langsung. maka Rapat Gabungan dipimpin oleh Ketua Pengawas. (6)Rapat Gabungan diadakan di tempat kedudukan Yayasan atau di tempat kegiatan Yayasan. (2)Satu orang Pengawas hanya dapat diwakili oleh Pengawas dalam Rapat Gabungan berdasarkan surat kuasa. (7)Rapat Gabungan dipimpin oleh Ketua Pengurus. (4)Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda tangan. (5)Panggilan Rapat Gabungan harus mencantumkan tanggal. (6)Setiap Rapat Pengawas dibuat berita acara rapat yang ditandatangani oleh ketua rapat dan 1 (satu) orang anggota pengurus lainnya yang ditunjuk oleh rapat sebagai sekretaris rapat.e. maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah suara yang sah. apabila dihadiri oleh lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah Pengawas. tempat. (2)Rapat Gabungan diadakan paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak Yayasan tidak lagi mempunyai Pembina. Pasal 30 (1)Keputusan Rapat Pengawas harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. waktu. dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. RAPAT GABUNGAN Pasal 31. (5)Suara yang abstain dan suara yang tidak sah tidak dihitung dalam menentukan jumlah suara yang dikeluarkan. (9)Dalam hal Ketua Pengurus dan Ketua Pengawas tidak ada atau berhalangan hadir. apabila Yayasan tidak lagi mempunyai Pembina. kecuali Ketua Rapat menentukan lain dan tidak ada keberatan dari yang hadir. maka Rapat Gabungan dipimpin oleh Pengurus atau Pengawas yang dipilih oleh dan dari Pengurus dan Pengawas yang hadir. (1)Rapat Gabungan adalah rapat yang diadakan oleh Pengurus dan Pengawas untuk mengangkat Pembina. sedangkan pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan secara terbuka.

(1) a. (4)Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda tangan. apabila dihadiri paling sedikit 1/2 (satu per dua) jumlah anggota Pengawas. maka dapat diadakan pemanggilan Rapat Gabungan kedua. Rapat Gabungan kedua adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat. dan dianggap tidak ada. b. c. Hal 13 dari 18 . (5)Suara yang abstain dan suara yang tidak sah dianggap tidak dikeluarkan. (7)Anggota Pengurus dan anggota Pengawas dapat juga mengambil keputusan yang sah tanpa mengadakan Rapat Gabungan. Pemanggilan sebagaimana yang dimaksud ayat (1) huruf b. d. maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah suara setuju paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam rapat. Rapat Gabungan kedua diselenggarakan paling cepat 10 (sepuluh) hari dan paling lambat 21 (dua puluh satu) hari terhitung sejak Rapat Gabungan pertama. (3)Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai. e. harus dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum rapat diselenggarakan. dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. Dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a tidak tercapai. KORUM PUTUSAN RAPAT GABUNGAN Pasal 33. (6)Penandatanganan sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) tidak disyaratkan apabila Berita Acara Rapat dibuat dengan akta notaris. (2)Keputusan Rapat Gabungan sebagaimana tersebut diatas ditetapkan berdasarkan musyawarah untuk mufakat. dengan ketentuan semua Pengurus dan semua Pengawas telah diberitahu secara tertulis dan semua Pengurus dan semua Pengawas memberikan persetujuan mengenai usul yang diajukan secara tertulis. sedangkan pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan secara terbuka. dengan menandatangani usul tersebut. (4)Setiap Rapat Gabungan dibuat Berita Acara Rapat yang untuk pengesahannya ditandatangani oleh Ketua Rapat dan 1 (satu) orang anggota Pengurus atau anggota Pengawas yang ditunjuk oleh rapat. (5)Berita Acara Rapat sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) menjadi bukti yang sah terhadap Yayasan atau pihak ketiga tentang keputusan dan segala sesuatu yang terjadi dalam rapat. kecuali Ketua Rapat menentukan lain dan tidak ada keberatan dari yang hadir.(3)Setiap Pengurus atau Pengawas yang hadir berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu) suara untuk setiap Pengurus atau Pengawas lain yang diwakilinya. Rapat Gabunganadalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila dihadiri paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota Pengurus dan 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota Pengawas.

apabila dihadiri oleh lebih dari 1/2 (satu per dua) dari seluruh Pembina. (1)Tahun buku Yayasan dimulai dari tanggal 1 (satu) Januari sampai dengan tanggal 31 (tiga puluh satu) Desember. (5)Rapat Pembina kedua tersebut sah. (4)Dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak tercapai. Pasal 37. Hal 14 dari 18 .(8)Keputusan yang diambil dengan cara sebagaimana dimaksud dalam ayat (7). laporan arus kas dan catatan laporan keuangan. PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 36. laporan keuangan yang terdiri atas laporan posisi keuangan pada akhir periode. (3)Untuk pertama kalinya tahun buku Yayasan dimulai pada tanggal dari Akta Pendirian Yayasan dan ditutup tanggal 31 (tiga puluh satu) Desember duaribu empat (2004). (2)Laporan tahunan memuat sekurang-kurangnya : a. maka diadakan pemanggilan Rapat Pembina yang kedua paling cepat 3 (tiga) haris terhitung sejak tanggal Rapat Pembina yang pertam. apabila diambil berdasarkan persetujuan suara terbanyak dari jumlah Pembina yang hadir atau yang diwakili. TAHUN BUKU Pasal 34. (3)Laporan tahunan wajib ditandatangani oleh Pengurus dan Pengawas. maka keputusan ditetapkan berdasarkan persetujuan paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari seluruh jumlah Pembina yang hadir atau yang diwakili. (1)Pengurus wajib menyusun secara tertulis laporan tahunan paling lambat 5 (lima) bulan setelah berakhirnya tahun buku yayasan. buku Yayasan ditutup. (2)Pada akhir Desember tiap tahun. yang dihadiri paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Pembina. (3)Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai. (5)Laporan tahunan disahkan oleh Pembina dalam rapat tahunan. LAPORAN TAHUNAN Pasal 35. mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Gabungan. laporan keadaan dan kegiatan Yayasan selama tahun buku yang lalu serta hasil yang telah dicapai. (6)Keputusan Rapat Pembina kedua sah. maka yang bersangkutan harus menyebutkan alasan tertulis. (1)Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dilaksanakan berdasarkan keputusan Rapat Pembina. (2)Keputusan diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. (6)Ikhtisar laporan tahunan Yayasan disusun dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku dan diumumkan pada papan pengumuman di kantor Yayasan. b. laporan aktivitas. (4)Dalam hal terdapat anggota Pengurus atau Pengawas yang tidak menandatangani laporan tersebut.

(3)Perubahan Anggaran Dasar yang menyangkut perubahan nama dan kegiatan Yayasan. PENGGABUNGAN Pasal 38. (2)Penggabungan Yayasan sebagaimana dimaksud ayat (1) dapat dilakukan dengan memperhatikan : a. ketidakmampuan Yayasan melaksanakan kegiatan usaha tanpa dukungan yayasan lain. (2)Pengurus dari masing-masing Yayasan yang akan menggabungkan diri dan yang akan menerima penggabungan menyusun usul rencana penggabungan. (4)Perubahan Anggaran Dasar selain yang menyangkut hal-hal sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) cukup diberitahukan kepada Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. harus mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. (6)Pengurus Yayasan hasil penggabungan dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak penggabungan selesai dilakukan. kecuali atas persetujuan kurator. (3)Usul penggabungan Yayasan dapat disampaikan oleh Pengurus kepada Pembina. ketertiban umum dan kesusilaan. Yayasan yang menerima penggabungan dan yang bergabung kegiatannya sejenis. dan mengakibatkan Yayasan yang menggabungkan diri menjadi bubar. Yayasan yang menggabungkan diri tidak pernah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan Anggaran Dasarnya. (3)Usul rencana penggabungan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dituangkan dalam rancangan akta penggabungan oleh Pengurus dari yayasan yang akan menggabungkan diri dan yang akan menerima penggabungan. (7)Dalam hal penggabungan Yayasan diikuti dengan peruban Anggaran Dasar yang memerlukan persetujuan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. (1)Penggabungan Yayasan dapat dilakukan dengan menggabungkan 1 (satu) atau lebih Yayasan dengan yayasan lain. (4)Rancangan akta penggabungan harus mendapat persetujuan dari Pembina masing-masing Yayasan. atau c. (5)Perubahan Anggaran Dasar tidak dapat dilakukan pada saat Yayasan dinyatakan pailit.(1)Perubahan Anggaran Dasar dilakukan dengan akta notaris dan dibuat dalam bahasa Indonesia. b. (5)Rancangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) dituangkan dalam akta penggabungan yang dibuat di hadapan notaris dalam bahasa Indonesia. maka akta perubahan Anggaran Dasar Hal 15 dari 18 . (1)Penggabungan Yayasan hanya dapat dilakukan berdasarkan Rapat Pembina yang dihadiri paling sedikit 3/4 (tiga per empat) dari jumlah anggota Pembina dan disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) dari jumlah anggota Pembina yang hadir. Pasal 39. (2)Perubahan Anggaran Dasar tidak dapat dilakukan terhadap maksud dan tujuan Yayasan.

(2)Dalam hal Yayasan sedang dalam proses likuidasi. (3)Dalam hal Yayasan bubar sebagaimana diatur dalam ayat (1) huruf a dan huruf b. Yayasan tidak dapat melakukan perbuatan hukum. (6)Likuidator atau kurator yang ditunjuk untuk melakukan pemberesan kekayaan Yayasan yang bubar atau dibubarkan paling lambat 5 (lima) hari terhitung sejak tanggal penunjukan wajib mengumumkan pembubaran Yayasan dan proses likuidasinya dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia. tujuan Yayasan yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar telah tercapai atau tidak tercapai. Keputusan Rapat diambil dengan pemungutan suara berdasarkan suara setuju sekurang-kurangnya 3/4 (tiga per empat) dari jumlah suara yang dikeluarkan secara sah dalam rapat). wajib mengumumkan hasil likuidasi dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia. maka pengadilan juga menunjuk likuidator. maka Pengurus bertindak sebagai likuidator. serta pengawasan terhadap Pengurus. pemberhentian sementara. (3)Dalam hal Yayasan bubar karena putusan pengadilan. b. (5)Ketentuan mengenai penunjukkan. (2)Keputusan untuk membubarkan Yayasan adalah sah jika dalam rapat dihadiri atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) dari seluruh jumlah anggota Pembina. untuk semua surat keluar dicantumkan frasa “dalam likuidasi” di belakang nama Yayasan. berlaku peraturan perundang-undangan di bidang kepailitan. alasan sebagaimana dimaksud dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar berakhir. (7)Likuidator atau kurator dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal proses likuidasi berakhir. kewajiban. Hal 16 dari 18 . berlaku juga bagi likuidator. Pasal 41. Pembina menunjuk likuidator untuk membereskan kekayaan Yayasan. kecuali untuk membereskan kekayaannya dalam proses likuidasi. (1)Yayasan bubar karena : a. (1)Dalam hal Yayasan bubar. pemberhentian. pengangkatan. tugas dan tanggung jawab. PEMBUBARAN Pasal 40. (4)Dalam hal pembubaran Yayasan karena pailit. c. putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap berdasarkan alasan : 1) Yayasan melanggar ketertiban umum dan kesusilaan 2) tidak mampu membayar utangnya setelah dinyatakan pailit. atau 3) harta kekayaan Yayasan tidak cukup untuk melunasi utangnya setelah pernyataan pailit dicabut. wewenang.Yayasan wajib disampaokan kepada Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia untuk memperoleh persetujuan dengan dilampiri akta penggabungan. (4)Dalam hal tidak ditunjuk likuidator.

PENGAWAS Ketua tuan Haji HARRY RUDYONO SOEDARSONO. dan Pengawas susunan Pembina. : PENGURUS Ketua Penghadap tuan Doktorandus Haji SHOLIH : SOFYAN ISKANDAR. Bendahara penghadap tuan Haji ABUDZAR FERI : SUSANTO. (2)Menyimpang dari ketentuan dalam Pasal 7 ayat 94). CARA PENGGUNAAN KEKAYAAN SISA LIKUIDASI Pasal 42. Anggota tuan Haji ENGKUS KUSWARA. apabila hal tersebut diatur dalam Undang-Undang yang berlaku yang berlaku bagi badan hukum tersebut. : lahir di Bandung pada tanggal duapuluh lima Maret seribu sembilan ratus enampuluh dua Hal 17 dari 18 b. tersebut. (9)Dalam hal laporan mengenai pembubaran Yayasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (8) dan pengumuman hasil likuidasi sebagaimana dimaksud ayat (7) tidak dilakukan. pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor 1050012501640001. : tersebut. wajib melaporkan Pembubaran Yayasan kepada Pembina. dan Pengawas Yayasan dengan adalah sebagai berikut : a. (1)Hal-hal yang tidak diatur atau belum cukup diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diputuskan oleh Rapat Pembina. Pengurus. (1)Kekayaan sisa hasil likuidasi diserahkan kepada yayasan lain yang mempunyai maksud dan tujuan yang sama dengan Yayasan yang bubar. Pasal 13 ayat (1). kekayaan tersebut diserahkan kepada Negara dan penggunaannya dilakukan sesuai dengan maksud dan tujuan Yayasan yang bubar. Gang Gegersuni I Nomor 47. Gegerkalong. maka bubarnya Yayasan tidak berlaku bagi pihak ketiga. Pengurus. (2)Kekayaan sisa hasil likuidasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat diserahkan kepada badan hukum lain yang melakukan kegiatan yang sama dengan Yayasan yang bubar. bertempat tinggal di Bandung. dan Pasal 24 ayat (1) Anggaran Dasar ini mengenai tata cara pengangkatan Pembina. (3)Dalam hal kekayaan sisa hasil likuidasi tidak diserahkan kepada yayasan lain atau kepada badan hukum lain sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2). swasta. lahir di Bandung pada tanggal duapuluh lima Januari seribu sembilanratus enampuluh empat (25-1-1964). Warga Negara Indonesia. PERATURAN PENUTUP Pasal 43.(8)Likuidator atau kurator dalam jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal proses likuidasi berakhir. c. Sekretaris tuan Haji ABDURRAHMAN YURI RAMDHO : GANENDRA. PEMBINA Ketua tuan Kyai Haji ABDULLAH GYMNASTIAR. .

bertempat tinggal di Bandung.100569. swasta. Diperiksa terakhir kali pada: 14 Februari 2010 Oleh: Fredy Rizaldy [Kabag Adum & Kelembagaan. (3)Pengangkatan anggota Pembina Yayasan.0358.(25-3-1962). Kecamatan Pasar Minggu. swasta. Jakarta Selatan. pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor 09. lahir di Tuban : pada tanggal sepuluh Mei seribu sembilanratus enampuluh sembilan (10-51969). pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor 105022503623001. Jalan Cigadung Selatan Nomor 99A. Rukun Warga 003.5304. Anggota tuan ANWAR HADI ISNIANTO. setelah Akta Pendirian ini mendapat pengesahan atau didaftarkan pada instansi yang berwenang. Rukun Tetangga 002. Warga Negara Indonesia. Catatan: Warna merah: temuan berupa kesalahan ketik atau tanda baca sesuai kaidah bahasa Indonesia EYD yang ditemukan di dok akta notaris. Kelurahan Kebagusan. bertempat tinggal di Jakarta. anggota Pengurus Yayasan dan anggota Pengawas Yayasan tersebut telah diterima oleh masing-masing yang bersangkutan dan harus disahkan dalam Rapat Pembina pertama kali diadakan. Kebagusan Kecil. namun sebagian telah langsung dikoreksi di dok tambahan berita negara. Yys DT] Hal 18 dari 18 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->