Dikutip sesuai aslinya Dari Akta Notaris Dr. Wiratni Ahmadi, SH.

Tanggal : 22 April 2004 Nomor : 17 ANGGARAN DASAR YAYASAN DAARUT TAUHIID NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1. (1)Yayasan ini bernama : Yayasan DAARUT TAUHIID (selanjutnya dalam anggaran dasar ini cukup disingkat dengan Yayasan), berkedudukan dan berkantor pusat di Kota Bandung, (2)Yayasan dapat membuka kantor cabang atau perwakilan di tempat lain, baik di dalam maupun di luar wilayah Republik Indonesia berdasarkan keputusan Pengurus dengan persetujuan Pembina. MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 2. Yayasan mempunyai maksud dan tujuan di bidang : sosial, keagamaan dan kemanusiaan. KEGIATAN Pasal 3. Untuk maksud dan tujuan tersebut di atas, yayasan menjalankan kegiatan sebagai berikut : 1. Menyelenggarakan lembaga pendidikan formal dan non formal. 2. Menyelenggarakan Pondok Pesantren dan Madrasah. 3. Mendirikan sarana ibadah. 4. Menyelenggarakan Panti Asuhan, Panti Jompo, dan Panti Wreda. 5. Menerima dan menyalurkan amal zakat, infaq, dan sedekah. 6. Meningkatkan pemahaman dan pembinaan keagamaan. 7. Melaksanakan syiar keagamaan, yaitu Dakwaj Islamiyah. 8. Menyediakan perpustakaan dan pusat informasi keislaman. 9. Menyelenggarakan program-program latihan, penataran, lokakarya, seminar dan simposium bagi pengembangan pemikiran Islam dan Dakwah Islamiyah. 10. Mendirikan dan menyelenggarakan sarana pelayanan kesehatan masyarakat, seperti balai pengobatan, klinik dan rumah sakit. 11. Memberikan bantuan kepada korban bencana alam, banjir, tanah longsor, fakir miskin dan gelandangan. 12. Menyelenggarakan studi banding keagamaan dan konsultasi keagamaan. JANGKA WAKTU Pasal 4. Yayasan ini didirikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya dan telah dimulai pada tanggal empat Desember seribu sembilanratus sembilanpuluh (4-12-1990). KEKAYAAN
Hal 1 dari 18

(3)Semua kekayaan Yayasan harus dipergunakan untuk mencapai maksud dan tujuan Yayasan. (6)Dalam hal yayasan oleh karena sebab apapun tidak mempunyai anggota Pembina. Pengurus. (2)Selain kekayaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) kekayaan Yayasan dapat juga diperoleh dari : a. (1)Masa jabatan Pembina tidak ditentukan lamanya. Yayasan mempunyai organ yang terdiri dari : a. d. (2)Pembina terdiri dari seorang atau lebih anggota Pembina. hibah wasiat.(sepuluh juta rupiah) dan pendapatan-pendapatan lain yang kemudian ditambahkan kepada kekayaan pangkal tersebut. perolehan lain yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar Yayasan dan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. maka seorang di antaranya diangkat sebagai Ketua Pembina. c.10. (1)Yayasan mempunyai kekayaan awal yang berasal dari kekayaan Pendiri yang dipisahkan. (1)Pembina adalah organ Yayasan yang mempunyai kewenangan yang tidak diserahkan kepada Pengurus atau Pengawas.. mengundurkan diri dengan pemberitahuan secara tertulis sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (7). (2)Jabatan anggota Pembina akan berakhir dengan sendirinya apabila anggota Pembina tersebut : a. c. Pasal 8. (5)Anggota Pembina tidak diberi gaji dan atau tunjangan oleh Yayasan. Pengawas. b. (7)Seorang anggota Pembina berhak mengundurkan diri dari jabatannya dengan memberitahukan secara tertulis mengenai maksud tersebut kepada Yayasan paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal pengunduran dirinya. ORGAN YAYASAN Pasal 6. wakaf. dan e.000. sumbangan atau bantuan yang tidak mengikat. (3)Dalam hal terdapat lebih dari seorang anggota Pembina. b. (4)Yang dapat diangkat sebagai anggota Pembina adalah orang perseorangan sebagai Pendiri Yayasan dan atau mereka yang berdasarkan keputusan rapat anggota Pembina dinilai mempunyai dedikasi yang tinggi untuk mencapai maksud dan tujuan Yayasan. terdiri dari kekayaan pangkal yang berjumlah sebesar Rp. hibah. maka dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak terjadinya kekosongan tersebut wajib diangkat anggota Pembina berdasarkan keputusan rapat gabungan anggota Pengawas dan anggota Pengurus. PEMBINA Pasal 7. Pembina. Hal 2 dari 18 .000. b.Pasal 5. meninggal dunia.

TUGAS DAN WEWENANG PEMBINA Pasal 9. dan e. atau Pengawas. d. (4)Rapat Pembina diadakan di tempat kedudukan Yayasan. RAPAT PEMBINA Pasal 10. diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Pembina. penetapan kebijakan umum Yayasan berdasarkan Anggaran Dasar Yayasan. (2)Kewenangan Pembina meliputi : a. atau melalui surat dengan mendapat tanda terima. (3)Panggilan rapat itu harus mencantumkan hari. b. dan jika Ketua Pembina tidak hadir atau berhalangan. penunjukkan likuidator dalam hal Yayasan dibubarkan (3)Dalam hal hanya ada seorang anggota Pembina. (2)Panggilan Rapat Pembina dilakukan oleh Pembina secara langsung. sebagaimana dimaksud dalam pasal 12. panggilan tersebut tidak disyaratkan dan Rapat Pembina dapat diadakan dimanapun juga dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat. atau diwakili. (1)Pembina berwenang bertindak untuk dan atas nama Pembina. (1)Rapat Pembina diadakan paling sedikit dalam 1 (satu) tahun. tanggal. (3)Anggota Pembina tidak boleh merangkap sebagai anggota Pengurus dan atau anggota Pengawas. dinyatakan pailit atau ditaruh di bawah pengampunan berdasarkan suatu penetapan pengadilan. tidak lagi memenuhi persyaratan peraturan perundangundangan yang berlaku. dan acara rapat. keputusan mengenai perubahan Anggaran Dasar. Pembina dapat juga mengadakan rapat setiap waktu bila dianggap perlu atas permintaan tertulis dari seorang atau lebih anggota Pembina. f.c. (6)Rapat Pembina dipimpin oleh Ketua Pembina. g. atau di tempat kegiatan Yayasan. paling lambat 7(tujuh) hari sebelum rapat diadakan dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. pengangkatan dan pemberhentian anggota Pengurus dan anggota Pengawas. c. (5)Dalam hal semua anggota Pembina hadir. pengesahan laporan tahunan. paling lambat dalam waktu 5 (lima) bulan setelah akhir tahun buku sebagai rapat tahunan. waktu. pengesahan program kerja dan rancangan anggaran tahunan Yayasan. atau di tempat lain dalam wilayah hukum Republik Indonesia. e. maka Rapat Pembina akan dipimpin oleh seorang yang dipilih oleh dan dari anggota Pembina yang hadir. tempat. maka segala tugas dan wewenang yang diberikan kepada Ketua Pembina atau anggota Pembina berlaku pula baginya. penetapan keputusan mengenai penggabungan atau pembubaran Yayasan. Hal 3 dari 18 . d. anggota Pengurus. dilarang untuk menjadi anggota Pembina karena peraturan perundang-undangan yang berlaku. f.

d. Rapat Pembina kedua adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat. pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda tangan. harus dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum rapat diselenggarakan. pemanggilan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b. kecuali Ketua Rapat menentukan lain dan tidak ada keberatan dari yang hadir. b. mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Pembina. sedangkan pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan secara terbuka dan ditandatangani. setiap anggota Pembina yang hadir berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu) suara untuk setiap anggota Pembina lain yang diwakilinya. maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah suara yang sah. (6)Setiap Rapat Pembina dibuat berita acara rapat yang ditandatangani oleh ketua rapat dan sekretaris rapat. (4)Dalam hal suara setuju dan tidak setuju sama banyaknya. c.(7)Seorang anggota Pembina hanya dapat diwakili oleh anggota Pembina lainnya dalam Rapat Pembina berdasarkan surat kuasa. Hal 4 dari 18 . (2)Keputusan Rapat Pembina diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. (8)Pembina dapat mengambil keputusan yang sah tanpa mengadakan Rapat Pembina. dengan ketentuan semua anggota Pembina telah diberitahu secara tertulis dan semua anggota Pembina memberikan persetujuan mengenai usul yang diajukan secara tertulis serta menandatangani persetujuan tersebut. (7)Penandatanganan sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) tidak disyaratkan apabila berita acara rapat dibuat dengan akta notaris. c. dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a tidak tercapai. apabila dihadiri lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah anggota Pembina. dihadiri paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota pembina. suara yang abstain dan suara yang tidak sah tidak dihitung dalam menentukan jumlah suara yang dikeluarkan. (1)Rapat Pembina adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila: a. b. (9)Keputusan yang diambil sebagaimana dimaksud dalam ayat (8). (3)Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai. e. dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. Pasal 11. maka dapat diadakan pemanggilan Rapat Pembina kedua. Rapat Pembina kedua diselenggarakan paling cepat 10 (sepuluh) hari dan paling lambat 21 (dua puluh satu) hari terhitung sejak Rapat Pembina pertama. (5)Tata cara pemungutan suara dilakukan sebagai berikut : a. maka usul ditolak.

b. dalam jangka 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal putusan tersebut berkekuatan hukum tetap. RAPAT TAHUNAN Pasal 12 (1)Pembina wajib menyelenggarakan rapat tahunan setiap tahun. penetapan kebijakan umum Yayasan. seorang Sekretaris. (1)Pengurus adalah organ yayasan yang melaksanakan yayasan yang sekurang-kurangnya terdiri dari : a. (2)Pengurus diangkat oleh Pembina melalui Rapat Pembina untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali. atau negara berdasarkan putusan pengadilan. upah atau honorarium apabila Pengurus Yayasan: a. (3)Pengesahan Laporan tahunan oleh Pembina dalam Rapat tahunan. orang diantaranya diangkat sebagai Bendahara umum. (2)Dalam hal diangkat lebih dari 1 (satu) orang Ketua. (4)Dalam hal diangkat lebih dari 1 (satu) orang Bendahara. maka dia dapat mengambil keputusan yang sah dan mengikat. Pembina dan Pengawas. hak dan kewajiban Yayasan tahun yang lampau sebagai dasar pertimbangan Yayasan untuk tahun yang akan datang. sejauh tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan. melaksanakan kepengurusan Yayasan secara langsung dan penuh. c.(10) Dalam hal hanya ada 1 (satu) orang Pembina. bukan pendiri Yayasan dan tidak terafiliasi dengan-dengan Pendiri. evaluasi tentang harta kekayaan. orang diantaranya diangkat sebagai Sekretaris umum. paling lambat 5 (lima) bulan setelah tahun buku Yayasan ditutup. d. kepengurusan 1 (satu) orang maka 1 (satu) maka 1 (satu) Pasal 14. (2)Dalam rapat tahunan. berarti memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada para anggota Pengurus dan Pengawas atas pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku yang lalu. seorang Ketua. (3)Pengurus dapat menerima gaji. Hal 5 dari 18 . (3)Dalam hal diangkat lebih dari 1 (satu) orang Sekretaris. (1)Yang dapat diangkat sebagai anggota Pengurus adalah orang perseorangan yang mampu melakukan perbuatan hukum dan tidak dinyatakan bersalah dalam melakukan pengurusan Yayasan yang menyebabkan kerugian bagi Yayasan. PENGURUS Pasal 13. masyarakat. pengesahan Laporan Tahunan yang diajukan Pengurus. b. maka diantaranya diangkat sebagai Ketua umum. pengesahan program kerja dan rancangan anggaran tahunan Yayasan. dan c. Pembina melakukan : a. dan b. seorang Bendahara.

menjual atau dengan cara lain melepaskan kekayaan Yayasan serta mengagunkan/membebani kekayaan Yayasan. Pembina harus menyelenggarakan rapat. maka dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal dilakukannya penggantian pengurus yayasan. dengan memberitahukan secara tertulis mengenai maksudnya tersebut kepada Pembina paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal pengunduran dirinya. (4)Setiap anggota Pengurus wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugasnya dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3)bersalah melakukan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan yang diancam dengan hukuman penjara paling sedikit 5 (lima) tahun. (5)masa jabatan berakhir. Pembina harus menyelenggarakan rapat. (4)diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Pembina. Pengawas atau Pelaksana Kegiatan. dan untuk sementara Yayasan diurus oleh Pengawas. (8)Pengurus tidak dapat merangkap sebagai Pembina. mendirikan suatu usaha baru atau melakukan penyertaan dalam brbagai bentuk usaha baik di dalam maupun di luar negeri. untuk mengangkat Pengurus baru. (6)Pengurus berhak mengundurkan diri dari jabatannya. maka dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak terjadinya kekosongan. (3)Pengurus wajib memberikan penjelasan tentang segala hal yang ditanyakan oleh Pengawas. (5)Pengurus berhak mewakili Yayasan di dalam dan di luar pengadilan tentang segala hal dan dalam segala kejadian. e. pembina wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan instansi terkait. maka dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak terjadinya kekosongan tersebut. c. (7)Dalam hal terdapat penggantian Pengurus Yayasan. (2)Pengurus wajib menyusun program kerja dan rancangan anggaran tahunan Yayasan untuk disahkan Pembina. dengan pembatasan terhadap hal-hal sebagai berikut : a. d. (2)mengundurkan diri.(4)Dalam hal jabatan Pengurus kosong. b. untuk mengisi kekosongan itu. meminjam atau meminjamkan uang atas nama Yayasan (tidak termasuk mengambil uang Yayasan di Bank). (5)Dalam hal semua jabatan Pengurus kosong. (1)Pengurus bertanggungjawab penuh atas kepengurusan Yayasan untuk kepentingan Yayasan. member atau menerima pengalihan atas harta tetap. Jabatan anggota Pengurus berakhir apabila : (1)meninggal dunia. Pasal 15. Hal 6 dari 18 . TUGAS DAN WEWENANG PENGURUS Pasal 16. membeli atau dengan cara lain mendapatkan/memperoleh harta tetap atas nama Yayasan.

dalam jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal putusan tersebut berkekuatan hukum tetap. (3)mengadakan perjanjian yang diuraikan pada pasal 16 ayat (5) huruf f tersebut di atas. Pembina. maka segala tugas dan wewenang yang diberikan kepada Ketua (-Umum) berlaku juga baginya. yang perjanjian tersebut bermanfaat bagi tercapainya maksud dan tujuan Yayasan. e. (4)Sekretaris (-Umum) bertugas mengelola administrasi Yayasan. seorang Ketua lainnya bersama-sama dengan seorang Sekretaris lainnya berwenang bertindak untuk dan atas nama Pengurus serta mewakili Yayasan. Pasal 17.f. (1)Pengurus berwenang mengangkat dan memberhentikan Pelaksana Kegiatan Yayasan berdasarkan keputusan Rapat Pengurus. hal tersebut tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga. (2)Dalam hal Ketua (-Umum) tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun juga. mengadakan perjanjian dengan organisasi yang terafiliasi dengan Yayasan. (1)Ketua (-Umum) bersama-sama dengan salah seorang anggota Pengurus lainnya berwenang bertindak untuk dan atas nama pengurus serta mewakili Yayasan. dalam hal hanya ada seorang Sekretaris. (6)Pembagian tugas dan wewenang setiap anggota Pengurus ditetapkan oleh Pembina melalui Rapat Pembina. Pasal 18. Pengurus dan atau seorang yang bekerja pada Yayasan. b. Pengurus tidak berwenang mewakili Yayasan dalam hal : (1)mengikat Yayasan sebagai penjamin utang. (2)membebani kekayaan Yayasan untuk kepentingan pihak lain. dan f harus mendapat persetujuan Pembina. PELAKSANA KEGIATAN Pasal 19. maka segala tugas dan wewenang yang diberikan kepada Sekretaris (-Umum) berlaku juga baginya. d. atau negara berdasarkan keputusan pengadilan. (6)Perbuatan Pengurus sebagaimana diatur dalam ayat (5) huruf a. masyarakat. maka segala tugas dan wewenang yang diberikan kepada Bendahara Umum berlaku juga baginya. maka seorang Ketua lainnya bersama-sama dengan Sekretaris (-Umum) atau apabila Sekretaris (-Umum) tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun juga. hal tersebut tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga. c. (7)Pengurus untuk perbuatan tertentu berhak mengangkat seorang atau lebih wakil atau kuasanya berdasarkan surat kuasa. (5)Bendahara Umum bertugas mengelola keuangan Yayasan. (3)Pelaksana Kegiatan Yayasan diangkat oleh Pengurus berdasarkan keputusan Rapat Pengurus untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun dan dapat Hal 7 dari 18 . dalam hal hanya ada seorang Bendahara. (3)Dalam hal hanya ada seorang Ketua. (2)Yang dapat diangkat sebagai Pelaksana Kegiatan Yayasan adalah orangperseorangan yang mampu melakukan perbuatan hukum dan tidak pernah dinyatakan pailit atau dipidana karena melakukan tindakan yang merugikan Yayasan.

Pasal 22. atau melalui surat dengan mendapat tanda terima. (3)Satu orang Pengurus hanya dapat diwakili oleh Pengurus lainnya dalam Rapat Pengurus berdasarkan surat kuasa. maka Yayasan diwakili oleh Pengawas. upah. dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) huruf a tidak tercapai. (3)Panggilan Rapat Pengurus disampaikan kepada setiap anggota Pengurus secara langsung. maka anggota Pengurus yang bersangkutan tidak berwenang bertindak untuk dan atas nama Pengurus serta mewakili Yayasan. harus dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum rapat diselenggarakan. (2)Panggilan Rapat Pengurus dilakukan oleh Pengurus yang berhak mewakili Pengurus. dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. Pengawas. atau Pembina. (4)Rapat Pengurus sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila : a. Hal 8 dari 18 . maka dapat diadakan pemanggilan Rapat Pengurus kedua. c. (1)Rapat Pengurus dipimpin oleh Ketua (-Umum). (5)Pelaksana Kegiatan Yayasan menerima gaji. waktu. tempat. Pasal 20. dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum rapat di adakan. b.diangkat kembali dengan tidak mengurangi Rapat Pengurus untuk memberhentikan sewaktu-waktu. dihadiri paling sedikit 2/3 (dua per tiga) jumlah Pengurus. maka anggota Pengurus lainnya bertindak untuk dan atas nama Pengurus serta mewakili Yayasan. (2)Dalam hal Ketua (-Umum) tidak dapat hadir atau berhalangan. pemanggilan sebagaimana yang dimaksud ayat (4) huruf b. maka Rapat Pengurus akan dipimpin oleh seorang anggota Pengurus yang dipilih oleh dan dari Pengurus yang hadir. (6)Rapat Pengurus dapat diadakan di tempat lain dalam wilayah Republik Indonesia dengan persetujuan Pembina. atau honorarium yang jumlahnya ditentukan berdasarkan Rapat Pengurus. (5)Rapat Pengurus diadakan di tempat kedudukan Yayasan atau di tempat kegiatan Yayasan. dan acara rapat. (4)Pelaksana Kegiatan Yayasan bertanggung jawab kepada Pengurus. RAPAT PENGURUS Pasal 21. (2)Dalam hal Yayasan mempunyai kepentingan yang bertentangan dengan kepentingan seluruh Pengurus. (1)Rapat Pengurus dapat diadakan setiap waktu bila dipandang perlu atas permintaan terulis dari satu orang atau lebih Pengurus. (4)Panggilan Rapat Pengurus itu harus mencantumkan tanggal. (1)Dalam hal terjadi perkara di pengadilan antara Yayasan dengan anggota Pengurus atau apabila kepentingan pribadi seorang anggota Pengurus bertentangan dengan Yayasan.

(9)Keputusan yang diambil sebagaimana dimaksud dalam ayat (8). Pasal 25 (1)Yang dapat diangkat sebagai anggota Pengawas adalah orang perseorangan yang mampu melakukan perbuatan hukum dan tidak dinyatakan bersalah dalam melakukan pengawasan Yayasan yang menyebabkan kerugian bagi Yayasan. dengan ketentuan semua anggota Pengurus telah diberitahu secara tertulis dan semua anggota Pengurus telah diberitahu secara tertulis memberikan persetujuan mengenai usul yang diajukan secara tertulis serta menandatangani persetujuan tersebut. (1)Keputusan Rapat Pengurus harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. (7)Penandatanganan sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) tidak disyaratkan apabila Berita Acara Rapat dibuat dengan akta notaris. apabila dihadiri lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah Pengurus. maka 1 (satu) orang di antaranya dapat diangkat sebagai Ketua Pengawas. (4)Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda tangan. (2)Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai. dalam jangka 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal putusan tersebut berkekuatan hukum tetap.d. e. maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah suara yang sah. (5)Suara yang abstain dan suara yang tidak sah tidak dihitung dalam menentukan jumlah suara yang dikeluarkan. mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Pengurus. sedangkan pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan secara terbuka. (6)Setiap Rapat Pengurus dibuat berita acara rapat yang ditandatangani oleh ketua rapat dan 1 (satu) orang anggota pengurus lainnya yang ditunjuk oleh rapat sebagai sekretaris rapat. Pasal 23. masyarakat atau negara berdasarkan putusan pengadilan. kecuali Ketua Rapat menentukan lain dan tidak ada keberatan dari yang hadir. (3)Dalam hal suara setuju dan tidak setuju sama banyaknya maka usul ditolak. Rapat Pengurus kedua diselenggarakan paling cepat 10 (sepuluh) hari dan paling lambat 21 (dua puluh satu) hari terhitung sejak Rapat Pengurus pertama. (8)Pengurus dapat juga mengambil keputusan yang sah tanpa mengadakan Rapat Pengurus. Rapat Pengurus kedua sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat. (2)Pengawas terdiri dari 1 (satu) orang atau lebih anggota pengawas. (3)Dalam hal diangkat lebih dari 1 (satu) orang Pengawas. PENGAWAS Pasal 24 (1)Pengawas adalah organ yayasan yang bertugas melakukan pengawasan dan memberi nasihat kepada Pengurus dalam menjalankan kegiatan Yayasan. Hal 9 dari 18 .

(3)Dalam hal jabatan Pengawas kosong. mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan oleh Pengurus. (3)bersalah melakukan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan yang diancam dengan hukuman penjara paling sedikit 5 (lima) tahun. atau d. dengan memberitahukan secara tertulis mengenai maksudnya tersebut kepada Pembina paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal pengunduran dirinya. Pembina wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan instansi terkait. memeriksa dokumen. memasuki bangunan. c. e. maka dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak terjadinya kekosongan. Pengurus atau Pelaksana Kegiatan. memeriksa pembukuan dan mencocokkannya dengan uang kas. (4)Pengawas berhak mengundurkan diri dari jabatannya. untuk mengangkat Pengawas baru. (4)Pengawas dapat memberhentikan untuk sementara 1 (satu) orang atau lebih Pengurus.(2)Pengawas diangkat oleh Pembina melalui Rapat Pembina untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali. Pasal 26 Jabatan Pengawas berakhir apabila : (1)meninggal dunia. halaman. Pengawas diwajibkan untuk melaporkan secara tertulis kepada Pembina. maka dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal dilakukannya penggantian Pembina Yayasan. (5)Dalam hal terdapat penggantian Pengawas Yayasan. (5)masa jabatan berakhir. atau tempat lain yang dipergunakan Yayasan. Pembina harus menyelenggarakan rapat. Hal 10 dari 18 . memberi peringatan kepada Pengurus. (5)Pemberhentian sementara itu harus diberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan disertai alasannya. apabila Pengurus tersebut bertindak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2)mengundurkan diri. (3)Pengawas berwenang : a. (4)diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Pembina. b. dan untuk sementara Yayasan diurus oleh Pengurus. TUGAS DAN WEWENANG PENGAWAS Pasal 27 (1)Pengawas wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas Pengawas an untuk kepentingan Yayasan. (6)Pengawas tidak dapat merangkap sebagai Pembina. (6)Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal pemberhentian sementara itu. (2)Ketua Pengawas dan satu anggota Pengawas berwenang bertindak untuk dan atas nama Pengawas.

maka Pembina wajib memanggil anggota Pengurus yang bersangkutan untuk diberi kesempatan membela diri. Hal 11 dari 18 . RAPAT PENGAWAS Pasal 28 (1)Rapat Pengawas dapat diadakan setiap waktu bila dipandang perlu atas permintaan terulis dari satu orang atau lebih Pengawas atau Pembina. dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) huruf a tidak tercapai. maka untuk sementara Pengawas diwajibkan mengurus Yayasan. dihadiri paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Pengawas. dan acara rapat. mencabut keputusan pemberhentian sementara. waktu. memberhentikan anggota Pengurus yang bersangkutan. harus dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum rapat diselenggarakan.(7)Dalam jangka 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal laporan diterima oleh Pembina sebagaimana dimaksud dalam ayat (6). (4)Panggilan Rapat Pengurus itu harus mencantumkan tanggal. (9)Dalam hal Pembina tidak melakukan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (7) dan ayat (8). (2)Panggilan Rapat Pengawas dilakukan oleh Pengawas yang berhak mewakili Pengawas. dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. c. dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. tempat. (5)Rapat Pengawas diadakan di tempat kedudukan Yayasan atau di tempat kegiatan Yayasan. Pembina dengan keputusan Rapat Pembina wajib : a. maka dapat diadakan pemanggilan Rapat Pengawas kedua. (3)Satu orang anggota Pengawas hanya diwakili oleh Pengawas lainnya dalam Rapat Pengawas berdasarkan surat kuasa. (3)Panggilan Rapat Pengawas disampaikan kepada setiap Pengawas secara langsung. paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum rapat diadakan. maka pemberhentian sementara batal demi hukum. (2)Dalam hal Ketua Pengawas tidak dapat hadir atau berhalangan. b. (8)Dalam jangka 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal pembelaan diri sebagaimana dimaksud dalam ayat (7). atau melalui surat dengan mendapat tanda terima. pemanggilan sebagaimana yang dimaksud ayat (4) huruf b. Pasal 29 (1)Rapat Pengawas dipimpin oleh Ketua Pengawas. dan yang bersangkutan menjabat kembali jabatannya semula. Rapat Pengawas kedua diselenggarakan paling cepat 10 (sepuluh) hari dan paling lambat 21 (dua puluh satu) hari terhitung sejak Rapat Pengawas pertama. atau b. (6)Rapat Pengawas dapat diadakan di tempat lain dalam wilayah hukum Republik Indonesia dengan persetujuan Pembina. d. (10) Dalam seluruh Pengurus diberhentikan sementara. (4)Rapat Pengawas sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila : a. maka Rapat Pengawas akan dipimpin oleh satu orang Pengawas yang dipilih oleh dan dari Pengawas yang hadir.

(9)Dalam hal Ketua Pengurus dan Ketua Pengawas tidak ada atau berhalangan hadir. dan acara rapat. (2)Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai. maka Rapat Gabungan dipimpin oleh Ketua Pengawas. (4)Panggilan Rapat Gabungan disampaikan kepada setiap Pengurus dan Pengawas secara langsung. maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah suara yang sah. kecuali Ketua Rapat menentukan lain dan tidak ada keberatan dari yang hadir. (2)Satu orang Pengawas hanya dapat diwakili oleh Pengawas dalam Rapat Gabungan berdasarkan surat kuasa. (8)Dalam hal Ketua Pengurus tidak ada atau berhalangan hadir. Rapat Pengawas kedua adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat. Pasal 32. Hal 12 dari 18 . tempat. (2)Rapat Gabungan diadakan paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak Yayasan tidak lagi mempunyai Pembina. (1)Satu orang Pengurus hanya dapat diwakili oleh Pengurus dalam Rapat Gabungan berdasarkan surat kuasa. (5)Suara yang abstain dan suara yang tidak sah tidak dihitung dalam menentukan jumlah suara yang dikeluarkan. apabila dihadiri oleh lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah Pengawas. (3)Panggilan Rapat Gabungan dilakukan oleh Pengurus. (6)Setiap Rapat Pengawas dibuat berita acara rapat yang ditandatangani oleh ketua rapat dan 1 (satu) orang anggota pengurus lainnya yang ditunjuk oleh rapat sebagai sekretaris rapat. sedangkan pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan secara terbuka. (4)Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda tangan. (7)Rapat Gabungan dipimpin oleh Ketua Pengurus. (5)Panggilan Rapat Gabungan harus mencantumkan tanggal. dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. maka Rapat Gabungan dipimpin oleh Pengurus atau Pengawas yang dipilih oleh dan dari Pengurus dan Pengawas yang hadir. atau melalui surat dengan mendapat tanda terima. Pasal 30 (1)Keputusan Rapat Pengawas harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. RAPAT GABUNGAN Pasal 31. (1)Rapat Gabungan adalah rapat yang diadakan oleh Pengurus dan Pengawas untuk mengangkat Pembina. waktu. (6)Rapat Gabungan diadakan di tempat kedudukan Yayasan atau di tempat kegiatan Yayasan.e. apabila Yayasan tidak lagi mempunyai Pembina. (3)Dalam hal suara setuju dan tidak setuju sama banyaknya maka usul ditolak. paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum rapat diadakan.

Rapat Gabungan kedua adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat. maka keputusan diambil berdasarkan suara setuju paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah suara setuju paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam rapat. (7)Anggota Pengurus dan anggota Pengawas dapat juga mengambil keputusan yang sah tanpa mengadakan Rapat Gabungan. (5)Suara yang abstain dan suara yang tidak sah dianggap tidak dikeluarkan. (6)Penandatanganan sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) tidak disyaratkan apabila Berita Acara Rapat dibuat dengan akta notaris. (2)Keputusan Rapat Gabungan sebagaimana tersebut diatas ditetapkan berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a tidak tercapai. dan dianggap tidak ada. sedangkan pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan secara terbuka. (1) a. (4)Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda tangan. maka dapat diadakan pemanggilan Rapat Gabungan kedua. e. (4)Setiap Rapat Gabungan dibuat Berita Acara Rapat yang untuk pengesahannya ditandatangani oleh Ketua Rapat dan 1 (satu) orang anggota Pengurus atau anggota Pengawas yang ditunjuk oleh rapat. c. kecuali Ketua Rapat menentukan lain dan tidak ada keberatan dari yang hadir. harus dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum rapat diselenggarakan. dengan menandatangani usul tersebut. Hal 13 dari 18 .(3)Setiap Pengurus atau Pengawas yang hadir berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu) suara untuk setiap Pengurus atau Pengawas lain yang diwakilinya. Pemanggilan sebagaimana yang dimaksud ayat (1) huruf b. dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. d. (3)Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai. Rapat Gabunganadalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila dihadiri paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota Pengurus dan 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota Pengawas. apabila dihadiri paling sedikit 1/2 (satu per dua) jumlah anggota Pengawas. b. Rapat Gabungan kedua diselenggarakan paling cepat 10 (sepuluh) hari dan paling lambat 21 (dua puluh satu) hari terhitung sejak Rapat Gabungan pertama. dengan ketentuan semua Pengurus dan semua Pengawas telah diberitahu secara tertulis dan semua Pengurus dan semua Pengawas memberikan persetujuan mengenai usul yang diajukan secara tertulis. (5)Berita Acara Rapat sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) menjadi bukti yang sah terhadap Yayasan atau pihak ketiga tentang keputusan dan segala sesuatu yang terjadi dalam rapat. KORUM PUTUSAN RAPAT GABUNGAN Pasal 33.

(8)Keputusan yang diambil dengan cara sebagaimana dimaksud dalam ayat (7). apabila dihadiri oleh lebih dari 1/2 (satu per dua) dari seluruh Pembina. (6)Ikhtisar laporan tahunan Yayasan disusun dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku dan diumumkan pada papan pengumuman di kantor Yayasan. (1)Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dilaksanakan berdasarkan keputusan Rapat Pembina. laporan aktivitas. Hal 14 dari 18 . (1)Tahun buku Yayasan dimulai dari tanggal 1 (satu) Januari sampai dengan tanggal 31 (tiga puluh satu) Desember. Pasal 37. yang dihadiri paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari jumlah Pembina. maka diadakan pemanggilan Rapat Pembina yang kedua paling cepat 3 (tiga) haris terhitung sejak tanggal Rapat Pembina yang pertam. (5)Rapat Pembina kedua tersebut sah. (2)Pada akhir Desember tiap tahun. (4)Dalam hal terdapat anggota Pengurus atau Pengawas yang tidak menandatangani laporan tersebut. apabila diambil berdasarkan persetujuan suara terbanyak dari jumlah Pembina yang hadir atau yang diwakili. (4)Dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak tercapai. b. TAHUN BUKU Pasal 34. (3)Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai. laporan keuangan yang terdiri atas laporan posisi keuangan pada akhir periode. (2)Keputusan diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. laporan arus kas dan catatan laporan keuangan. (1)Pengurus wajib menyusun secara tertulis laporan tahunan paling lambat 5 (lima) bulan setelah berakhirnya tahun buku yayasan. PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 36. maka yang bersangkutan harus menyebutkan alasan tertulis. (2)Laporan tahunan memuat sekurang-kurangnya : a. (5)Laporan tahunan disahkan oleh Pembina dalam rapat tahunan. (3)Laporan tahunan wajib ditandatangani oleh Pengurus dan Pengawas. maka keputusan ditetapkan berdasarkan persetujuan paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari seluruh jumlah Pembina yang hadir atau yang diwakili. (6)Keputusan Rapat Pembina kedua sah. (3)Untuk pertama kalinya tahun buku Yayasan dimulai pada tanggal dari Akta Pendirian Yayasan dan ditutup tanggal 31 (tiga puluh satu) Desember duaribu empat (2004). buku Yayasan ditutup. LAPORAN TAHUNAN Pasal 35. mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Gabungan. laporan keadaan dan kegiatan Yayasan selama tahun buku yang lalu serta hasil yang telah dicapai.

(3)Perubahan Anggaran Dasar yang menyangkut perubahan nama dan kegiatan Yayasan.(1)Perubahan Anggaran Dasar dilakukan dengan akta notaris dan dibuat dalam bahasa Indonesia. Yayasan yang menggabungkan diri tidak pernah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan Anggaran Dasarnya. dan mengakibatkan Yayasan yang menggabungkan diri menjadi bubar. Pasal 39. Yayasan yang menerima penggabungan dan yang bergabung kegiatannya sejenis. (7)Dalam hal penggabungan Yayasan diikuti dengan peruban Anggaran Dasar yang memerlukan persetujuan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. ketidakmampuan Yayasan melaksanakan kegiatan usaha tanpa dukungan yayasan lain. (5)Rancangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) dituangkan dalam akta penggabungan yang dibuat di hadapan notaris dalam bahasa Indonesia. harus mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. kecuali atas persetujuan kurator. (1)Penggabungan Yayasan dapat dilakukan dengan menggabungkan 1 (satu) atau lebih Yayasan dengan yayasan lain. (3)Usul penggabungan Yayasan dapat disampaikan oleh Pengurus kepada Pembina. (6)Pengurus Yayasan hasil penggabungan dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak penggabungan selesai dilakukan. (2)Pengurus dari masing-masing Yayasan yang akan menggabungkan diri dan yang akan menerima penggabungan menyusun usul rencana penggabungan. maka akta perubahan Anggaran Dasar Hal 15 dari 18 . PENGGABUNGAN Pasal 38. (2)Penggabungan Yayasan sebagaimana dimaksud ayat (1) dapat dilakukan dengan memperhatikan : a. (4)Rancangan akta penggabungan harus mendapat persetujuan dari Pembina masing-masing Yayasan. b. (4)Perubahan Anggaran Dasar selain yang menyangkut hal-hal sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) cukup diberitahukan kepada Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. (3)Usul rencana penggabungan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dituangkan dalam rancangan akta penggabungan oleh Pengurus dari yayasan yang akan menggabungkan diri dan yang akan menerima penggabungan. (1)Penggabungan Yayasan hanya dapat dilakukan berdasarkan Rapat Pembina yang dihadiri paling sedikit 3/4 (tiga per empat) dari jumlah anggota Pembina dan disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) dari jumlah anggota Pembina yang hadir. (5)Perubahan Anggaran Dasar tidak dapat dilakukan pada saat Yayasan dinyatakan pailit. atau c. ketertiban umum dan kesusilaan. (2)Perubahan Anggaran Dasar tidak dapat dilakukan terhadap maksud dan tujuan Yayasan.

berlaku juga bagi likuidator. maka Pengurus bertindak sebagai likuidator. wewenang. Pembina menunjuk likuidator untuk membereskan kekayaan Yayasan. (7)Likuidator atau kurator dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal proses likuidasi berakhir. wajib mengumumkan hasil likuidasi dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia. atau 3) harta kekayaan Yayasan tidak cukup untuk melunasi utangnya setelah pernyataan pailit dicabut. tujuan Yayasan yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar telah tercapai atau tidak tercapai. (2)Dalam hal Yayasan sedang dalam proses likuidasi. c. pengangkatan. serta pengawasan terhadap Pengurus. kewajiban. pemberhentian sementara. putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap berdasarkan alasan : 1) Yayasan melanggar ketertiban umum dan kesusilaan 2) tidak mampu membayar utangnya setelah dinyatakan pailit. untuk semua surat keluar dicantumkan frasa “dalam likuidasi” di belakang nama Yayasan. Keputusan Rapat diambil dengan pemungutan suara berdasarkan suara setuju sekurang-kurangnya 3/4 (tiga per empat) dari jumlah suara yang dikeluarkan secara sah dalam rapat). Pasal 41. b. (5)Ketentuan mengenai penunjukkan. (1)Yayasan bubar karena : a.Yayasan wajib disampaokan kepada Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia untuk memperoleh persetujuan dengan dilampiri akta penggabungan. PEMBUBARAN Pasal 40. Yayasan tidak dapat melakukan perbuatan hukum. berlaku peraturan perundang-undangan di bidang kepailitan. (3)Dalam hal Yayasan bubar karena putusan pengadilan. kecuali untuk membereskan kekayaannya dalam proses likuidasi. (2)Keputusan untuk membubarkan Yayasan adalah sah jika dalam rapat dihadiri atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) dari seluruh jumlah anggota Pembina. (6)Likuidator atau kurator yang ditunjuk untuk melakukan pemberesan kekayaan Yayasan yang bubar atau dibubarkan paling lambat 5 (lima) hari terhitung sejak tanggal penunjukan wajib mengumumkan pembubaran Yayasan dan proses likuidasinya dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia. alasan sebagaimana dimaksud dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar berakhir. (4)Dalam hal pembubaran Yayasan karena pailit. Hal 16 dari 18 . maka pengadilan juga menunjuk likuidator. (3)Dalam hal Yayasan bubar sebagaimana diatur dalam ayat (1) huruf a dan huruf b. tugas dan tanggung jawab. pemberhentian. (4)Dalam hal tidak ditunjuk likuidator. (1)Dalam hal Yayasan bubar.

Gang Gegersuni I Nomor 47. (3)Dalam hal kekayaan sisa hasil likuidasi tidak diserahkan kepada yayasan lain atau kepada badan hukum lain sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2). PENGAWAS Ketua tuan Haji HARRY RUDYONO SOEDARSONO. Anggota tuan Haji ENGKUS KUSWARA. dan Pengawas susunan Pembina. (2)Kekayaan sisa hasil likuidasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat diserahkan kepada badan hukum lain yang melakukan kegiatan yang sama dengan Yayasan yang bubar. swasta. dan Pengawas Yayasan dengan adalah sebagai berikut : a. CARA PENGGUNAAN KEKAYAAN SISA LIKUIDASI Pasal 42. Pengurus. Sekretaris tuan Haji ABDURRAHMAN YURI RAMDHO : GANENDRA. Warga Negara Indonesia.(8)Likuidator atau kurator dalam jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal proses likuidasi berakhir. (9)Dalam hal laporan mengenai pembubaran Yayasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (8) dan pengumuman hasil likuidasi sebagaimana dimaksud ayat (7) tidak dilakukan. PEMBINA Ketua tuan Kyai Haji ABDULLAH GYMNASTIAR. Gegerkalong. wajib melaporkan Pembubaran Yayasan kepada Pembina. c. : lahir di Bandung pada tanggal duapuluh lima Maret seribu sembilan ratus enampuluh dua Hal 17 dari 18 b. lahir di Bandung pada tanggal duapuluh lima Januari seribu sembilanratus enampuluh empat (25-1-1964). : tersebut. Pengurus. Pasal 13 ayat (1). Bendahara penghadap tuan Haji ABUDZAR FERI : SUSANTO. dan Pasal 24 ayat (1) Anggaran Dasar ini mengenai tata cara pengangkatan Pembina. (1)Kekayaan sisa hasil likuidasi diserahkan kepada yayasan lain yang mempunyai maksud dan tujuan yang sama dengan Yayasan yang bubar. bertempat tinggal di Bandung. apabila hal tersebut diatur dalam Undang-Undang yang berlaku yang berlaku bagi badan hukum tersebut. maka bubarnya Yayasan tidak berlaku bagi pihak ketiga. tersebut. pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor 1050012501640001. (2)Menyimpang dari ketentuan dalam Pasal 7 ayat 94). PERATURAN PENUTUP Pasal 43. . : PENGURUS Ketua Penghadap tuan Doktorandus Haji SHOLIH : SOFYAN ISKANDAR. kekayaan tersebut diserahkan kepada Negara dan penggunaannya dilakukan sesuai dengan maksud dan tujuan Yayasan yang bubar. (1)Hal-hal yang tidak diatur atau belum cukup diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diputuskan oleh Rapat Pembina.

anggota Pengurus Yayasan dan anggota Pengawas Yayasan tersebut telah diterima oleh masing-masing yang bersangkutan dan harus disahkan dalam Rapat Pembina pertama kali diadakan. Anggota tuan ANWAR HADI ISNIANTO. Catatan: Warna merah: temuan berupa kesalahan ketik atau tanda baca sesuai kaidah bahasa Indonesia EYD yang ditemukan di dok akta notaris. Kecamatan Pasar Minggu. swasta. Jalan Cigadung Selatan Nomor 99A. bertempat tinggal di Bandung. Kelurahan Kebagusan. pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor 09. lahir di Tuban : pada tanggal sepuluh Mei seribu sembilanratus enampuluh sembilan (10-51969). Yys DT] Hal 18 dari 18 . bertempat tinggal di Jakarta. Diperiksa terakhir kali pada: 14 Februari 2010 Oleh: Fredy Rizaldy [Kabag Adum & Kelembagaan. Warga Negara Indonesia.(25-3-1962).5304. (3)Pengangkatan anggota Pembina Yayasan. Rukun Tetangga 002. namun sebagian telah langsung dikoreksi di dok tambahan berita negara.0358. pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor 105022503623001. Rukun Warga 003. swasta. setelah Akta Pendirian ini mendapat pengesahan atau didaftarkan pada instansi yang berwenang.100569. Jakarta Selatan. Kebagusan Kecil.