P. 1
Analisis Rasio Keuangan Sebagai Pengambilan Keputusanpada Pt Intraco Penta Tbk

Analisis Rasio Keuangan Sebagai Pengambilan Keputusanpada Pt Intraco Penta Tbk

|Views: 315|Likes:
Published by Rezy Pratama Putra

More info:

Published by: Rezy Pratama Putra on Nov 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/14/2014

pdf

text

original

ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI PENGAMBILAN KEPUTUSANPADA PT INTRACO PENTA Tbk. MEDAN Abstract Research was conducted at PT.

Intraco Penta, Tbk. Jl. S.M. Raja No. 115 Medan for the use of financial ratio analysis of PT. Intraco Penta, Tbk. Medan in decisionmaking. Research conducted a research that is descriptive research that will explain the circumstances and characteristics of the actual object of research based on the information obtained. From the results of the research note that the company has been using financial ratio analysis as a decision-making. The ratio of financial companies that have experienced a decline but there is also increased. In 2005, current ratio to decrease of 8.51% and in 2006 increased by 66.95%. Cash ratio in 2005 decreased as much as 66.57% and in 2006 increased by 116.6%. Debt to equity ratio in 2005 and 2006 was 61.96% and 6.67%. Debt to asset ratio in 2005 and 2006 decline of 22.1% and 2.5%. Gross profit in 2005 increased by 8.51% and the year of 2006 decreased 4.9%. The ratio of the income growth to decline from 2005 until the year 2006 amounting to (75.15%) and (287.6%). Keywords: decision making and the ratio 1. Pendahuluan

Laporan keuangan adalah hasil akhir proses akuntansi keuangan, yang dikomunikasikan secara periodik kepada pemakainya. Laporan keuangan menunjukkan apa yang telah dilakukan oleh manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Jadi di dalam laporan keuangan terdapat informasi yang bermanfaat bagi para pemakai dalam pengambilan keputusan. Pada dasarnya informasi yang terdapat dalam laporan keuangan dibutuhkan oleh dua pihak yaitu pihak internal dan eksternal . Pihak internal adalah pihak yang terlibat langsung dalam kegiatan perusahaan atau secara langsung mengendalikan perusahaan seperti manajemen perusahaan. Sedangkan pihak eksternal adalah pihak yang berada di luar perusahaan yang mempunyai kepentingan dalam perusahaan seperti, investor, pemegang saham, pemberi pinjaman, pemasok, pelanggan, pemerintah, dan masyarakat. Manajemen berkepentingan dengan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan untuk membuat perencanaan dan pengawasan terhadap operasi perusahaan, serta untuk menilai hasil kerja yang telah dilaksanakan. Karyawan berkepentingan dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam pemberian balas jasa, manfaat pensiun dan kesempatan kerja. Investor membutuhkan informasi untuk menentukan apakah harus membeli atau menahan investasinya. Pemegang saham tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar deviden. Pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka mengambil keputusan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo. Pelanggan berkepentingan dengan

karena pembaca laporan keuangan eksternal perusahaan adalah juga merupakan sumber daya yang potensial bagi perusahaan. karena mereka tidak tahu analisis apa yang digunakan perusahaan dan cara perusahaan menggunakan analisis rasio keuangan dalam perhitungan. maka penulis tertarik untuk memilih judul untuk skripsi ini yaitu: “Analisis Rasio Keuangan sebagai Pengambilan Keputusan pada PT. Pemasok tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Hal ini dapat saja merupakan suatu kerugian bagi perusahaan. sehingga dengan adanya pengukuran ini manajemen perusahaan dapat mengambil keputusan yang tepat untuk langkah ke depannya. maka hal ini akan membuat kebingungan bagi para pembaca laporan keuangan. 2. Medan”. Pemerintah dan berbagai lembaga yang di bawahnya berkepentingan dengan informasi untuk menetapkan pajak. Adapun maksudnya adalah untuk memudahkan pembaca laporan keuangan dalam menganalisis laporan keuangan dengan menggunakan analisis rasio keuangan yang dipakai oleh perusahaan. 2. Dengan adanya analisis rasio keuangan maka diharapkan perusahaan dapat mengukur kenerja perusahaan.1 engertian Laporan Keuangan Menurut Farah (2005:12) laporan keuangan adalah “laporan yang memberikan gambaran akuntansi atas operasi serta posisi keuangan perusahaan”. Tinjauan Pustaka 2. Masyarakat berkepentingan dengan informasi seberapa besar kontribusi perusahaan pada perekonomian nasional dan kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya. Untuk lebih memudahkan pembaca laporan keuangan mengenai analisis laporan keuangan yang digunakan oleh perusahaan. Dari penjelasan ini. antara lain: .2 Komponen-komponen Laporan Keuangan Menurutsi SAK Laporan Keuangan yang lengkap terdiri-dari komponenkomponen.informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang atau tergantung pada perusahaan. Menurut Ridwan (2002:68) laporan keuangan adalah “suatu laporan yang menggambarkan hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat komunikasi antar data keuangan / aktivitas perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data-data / aktivitas tersebut”. Intraco Penta Tbk. Hal ini juga berdampak kepada keengganan pembaca laporan keuangan untuk mengambil keputusan karena keragu-raguan ataupun ketidakpastian akan keadaan keuangan perusahaan. Namun apabila laporan keuangan perusahaan tersebut tidak dilengkapi dengan uraian tentang analisis rasio keuangan beserta dengan perhitungannya. lazimnya laporan keuangan perusahaan tersebut juga dilengkapi dengan uraian mengenai analisis rasio keuangan beserta dengan hasil perhitungannya.

Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Atau rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membiayai dan memenuhi kewajiban / hutang pada saat ditagih. d. Modal kerja tersebut terdiri-dari pengurangan antara aktiva lancar dengan hutang lancar dan biasanya dinyatakan dalam decimal”. quick ratio (acid test ratio) Menurut Sofyan (2008:302) “rasio ini menunjukkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid mampu menutupi utang lancar. inventory to net workingc capital Menurut Kasmir (2003:185) Merupakan “rasio yang mengukur atau membandingkan antara jumlah persediaan yang ada dengan modal kerja perusahaan. b. c. Hal ini dapat ditunjukkan dari tersedianya dana kas atau yang setara dengan kas seperti . laporan laba rugi.3 Jenis-jenis Rasio Keuangan 1) Rasio Likuiditas (liquidity ratio) Rasio likuiditas atau sering juga disebut dengan nama rasio modal kerja menurut Kasmir (2003:182) Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan. c.a. 2. Rasio ini dapat dibuat dalam bentuk berapa kali atau dalam bentuk persentasi. laporan arus kas. Rasio ini juga menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutang (kewajiban) jangka pendeknya yang jatuh tempo. Caranya adalah dengan membandingkan seluruh komponen yang ada di aktiva lancar dengan komponen di pasiva lancar (hutang jangka pendek). Artinya aktiva lancar harus jauh di atas jumlah utang lancar. Rasio lancar yang lebih aman adalah jika berada di atas 1 atau di atas 100%. e. Rasio likuiditas. current ratio (rasio lancar) Menurut Sofyan (2008:301) Rasio ini menunjukkan sejauh mana aktiva lancar menutupi kewajiban-kewajiban lancar. Semakin besar rasio ini semakin baik. cash ratio Cash ratio menurut Kasmir (2003:187) merupakan “alat untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar hutang. d. Apabila rasio lancar ini 1:1 atau 100% ini berarti bahwa aktiva lancar dapat menutupi semua utang lancar. antara lain: a. neraca. Angka rasio ini tidak harus 100 % atau 1:1”. b. catatan atas laporan keuangan. Rasio ini disebut juga Acid Test Rasio. laporan perubahan ekuitas.

namun bagi perusahaan justru semakin besar rasio akan semakin baik. Sebaliknya jika rasio semakin rendah maka ada over investment dalam piutang. persediaan. Rasio ini menunjukkan kemampuan sesungguhnya bagi perusahaan untuk membayar hutang-hutang jangka pendeknya”. .rekening giro. Dari hasil pengukuran dengan rasio ini akan terlihat apakah perusahaan lebih efisien atau sebaliknya dalam mengelola aset yang dimilikinya”. Rasio leverage. Atau rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari. b. Dengan kata lain seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang atau seberapa besar hutang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva dan biasanya dinyatakan dalam persentase”. debt to equity ratio Debt to equity ratio menurut Kasmir (2003:190) merupakanRasio yang digunakan untuk mengetahui perbandingan antara total hutang dengan modal sendiri. dan lainnya). turnover receivable (perputaran piutang) Menurut Kasmir (2003:195) merupakanRasio yang digunakan untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu periode. karena semakin besar resiko yang ditanggung atas kegagalan yang mungkin terjadi di perusahaan. Dengan kata lain rasio ini untuk mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan hutang dan biasanya rasio ini dinyatakan dalam persentase. Semakin tinggi rasio menunjukkan bahwa modal kerja yang ditanamkan dalam piutang semakin rendah (bandingkan dengan tahun sebelumnya) dan tentunya kondisi ini bagi perusahaan semakin baik. penagihan piutang. Sumber-sumber dana yang dapat diperoleh adalah dari sumber pinjaman atau modal sendiri”. 2) Rasio solvabilitas (leverage ratio) Rasio solvabilitas menurut Kasmir (2003:188) merupakan “rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang. perusahaan memiliki beberapa sumber dana. Bagi bank semakin besar rasio ini akan semakin tidak menguntungkan. Rasio aktivitas terdiri-dari: a. 3) Rasio aktivitas (Activity Ratio) Rasio aktivitas menurut Kasmir (2003:195) merupakan “rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi pemanfaatan sumber daya perusahaan (penjualan. Seperti diketahui dalam mendanai usahanya. antara lain: a. Atau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu peride. debt to asset ratio (debt ratio) Debt ratio menurut Kasmir (2003:188) merupakan “rasio yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total hutang dengan total aktiva. Rasio ini berguna untuk mengetahui seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai dari hutang.

profit margin ( margin laba) Menurut Kasmir (2003:204) “rasio ini diukur antara profit margin dengan penjualan dan diukur dalam persentase”. Rasio profitabilitas. Semakin kecil (rendah) rasio ini semakin tidak baik. Rasio ini dikenal dengan nama rasio perputaran persediaan (inventory turnover). Semakin kecil rasio ini maka semakin jelek. demikian pula sebaliknya. modal. semakin tinggi semakin baik”.4 Analisis Rasio Keuangan Sebagai Pengambilan Keputusan Menurut Sofyan (2008:39) pengambilan keputusan adalah “proses memilih satu alternatif dari beberapa alternatif yang ada”. b. dan sebagainya”. Rasio ini menunjukkan hasil dari seluruh aktiva yang dikendalikannya dengan mengabaikan sumber pendanaan dan biasanya rasio ini dikukur dengan persentase. demikian pula sebaliknya”. Rasio ini juga menunjukkan berapa kali jumlah barang persediaan diganti dalam satu tahun. dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan. Jenis-jenis rasio pertumbuhan. kas.kenaikan laba bersih Menurut Sofyan (2008:310) “rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan meningkatkan laba bersih dibanding tahun lalu”. jumlah karyawan.Menurut Richard . 4) Rasio profitabilitas / rentabilitas (profitability Rasio profitabilitas menurut Sofyan (2008:304) “menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan. Rasio ini menunjukkan produktifitas dari seluruh dana perusahaan baik modal pinjaman maupun modal sendiri. antara lain: a. 5) Rasio pertumbuhan ( growth ) Menurut Sofyan (2008:309) “rasio ini menggambarkan persentasi pertumbuhan pos-pos perusahaan dari tahun ke tahun.b. b. Inventory turnover (perputaran persediaan) Menurut Kasmir (2003:198) merupakan “rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanam dalam inventory ini berputar dalam satu periode. return on investment (ROI) ROI menurut Kasmir (2003:206) merupakan Rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen. 2. kenaikan penjualan Menurut sofyan (2008:310) “rasio ini menunjukkan persentasi kenaikan penjualan tahun ini dibanding dengan tahun lalu”. Artinya rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas dari keseluruhan operasi perusahaan. antara lain: a.

d. Medan Kerangka Konseptual Laporan keuangan merupakan media informasi yang merangkum semua aktivitas perusahaan bagi manajemen. Agar seorang manajer mampu mengambil keputusan yang tepat.5 Kerangka Konseptual Berikut disajikan kerangka konseptual sebagai pendukung dalam penelitian ini. Proses pengambilan keputusan ini didasarkan pada informasi. Kegiatan analisis laporan keuangan merupakan salah satu media untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak. mengumpulkan informasi mengenai semua putusan yang mungkin diambil. Dalam proses pengambilan keputusan yang baik. secara berkala mengevaluasi keputusan yang sebelumnya untuk menentukan apakah perlu diubah. keputusan yang salah . Selain itu. Menurut Jeff Madura (2001:233) langkah-langkah dalam proses pengambilan keputusan. 2. Sehingga dari hasil analisis tersebut dapat diketahui kondisi keuangan dan hasil usaha persahaan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.Menurut Richard (2002:343) keputusan merupakan “pilihan yang dibuat dari beberapa alternatif yang tersedia”. Setiap tindakan yang dilakukan orang sebenarnya sudah melalui proses pengambilan keputusan. bank. lebih baik. PT. hasil analisis laporan keuangan dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan bagi perusahaan untuk menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan selanjutnya. dan masyarakat umum. dan dijadikan sebagai bahan dalam proses pengambilan keputusan. peranan model dan informasi sangat penting. investor. Semakin banyak dan akurat informasi mestinya semakin baik keputusan yang diambil. pemerintah. mengidentifikasi keputusan yang mungkin diambil. Dalam proses pengambilan keputusan informasi memegang peranan penting. e. buatlah keputusan dan melaksanakannya. Proses pengambilan keputusan adalah kegiatan memilih tindakan yang tepat dari beberapa alternatif yang dianggap tepat untuk menyelesaikan suatu persoalan .(2002:343) pengambilan keputusan adalah “proses identifikasi masalah dan kesempatan dan kemudian memecahkannya”. perkirakan biaya dan manfaat dari semua keputusan yang mungkin diambil. b. Dalam dunia bisnis. Salah satu tugas penting yang dilakukan manajemen atau investor setelah akhir tahun adalah menganalisis laporan keuangan perusahaan dengan tujuan menggali informasi yang lebih luas dan mendalam dari laporan keuangan. Intraco Penta Tbk. c. manajer perlu mencari dan mengumpulkan berbagai bahan informasi sehingga dalam proses pengambilan keputusannya manajer dapat menghasilkan yang terbaik. akurat. antara lain: a.

Kemudian bagian keuangannya memberikan data – data yang penulis perlukan untuk diolah. 2006. maka yang menjadi hipotesis dari penelitian ini adalah PT. 3. dan dianalisis sehingga memberikan keterangan yang lengkap bagi pemecahan masalah yang dihadapi dan metode komparatif. 4. yaitu data yang belum diolah yang diperoleh langsung dari perusahaan dan juga data sekunder.1 Analisis Rasio Keuangan Perusahaan Perusahaan telah melakukan analisis rasio keuangan. dan rasio pertumbuhan (growth). rasio profitabilitas/rentabilitas (profitability ratio). Rasio likuiditas Current ratio pada tahun 2005 mengalami penurunan sebesar 8.61 % yang lebih kecil dibanding dengan persentase penurunan kewajiban lancar 46.47 %. Metode Penelitian Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang akan menjelaskan keadaan dan karakteristik yang sebenarnya dari objek penelitian berdasarkan informasi yang diperoleh. Intraco Penta Tbk.51 % disebabkan oleh persentase kenaikan aktiva lancar sebesar 13.48 % sedangkan pada tahun 2006 current ratio meningkat sebesar 66.akan menghasilkan kerugian bagi perusahaan sedangkan keputusan yang benar akan menghasilkan keuntungan (laba) bagi perusahaan.89 % yang lebih kecil dibanding persentase kenaikan kewajiban lancar sebesar 24. 2. diinterpretasikan. yaitu: rasio likuiditas (liquidity ratio). Medan telah menggunakan analisis rasio keuangan sebagai pengambilan keputusan. a. Tbk Medan. Cabang Medan. 2005. yaitu metode dengan cara mengumpulkan data kemudian disusun. Adapun analisis rasio keuangan yang digunakan. yaitu metode dengan cara membandingkan rasio keuangan pada tahun 2004.Dalam penelitian ini penulis menggunakan data primer. Berdasarkan uraian di . yaitu data yang telah diolah dan telah menjadi dokumentasi di perusahaan. Metode analisis data yang digunakan metode deskriptif.95 % disebabkan oleh persentase penurunan aktiva lancar sebesar 10. rasio solvabilitas (leverage ratio). Analisis Hasil Penelitian 3.6 Hipotesis Berdasarkan perumusan masalah. Data yang digunakan adalah data keuangan yang berupa neraca dan laporan laba rugi yang diperoleh langsung dari PT. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah teknik wawancara yaitu dengan mengadakan tanya jawab secara langsung dan tidak langsung dengan bagian keuangan PT Intraco Penta. Intraco Penta Tbk.

24 % yang lebih kecil dibanding persentase kenaikan total equity sebesar 128. gross profit mengalami naik turun dimana peningkatan terjadi pada tahun 2005 dan penurunan pada tahun 2006. Cash ratio pada tahun 2005 mengalami penurunan sebesar 66. d.57 % disebabkan oleh persentase penurunan total kas sebesar 41.08 %. Berdasarkan uraian di atas.48 %.03 %.24 % yang lebih besar dibanding persentase kenaikan total aktiva sebesar 11.51 % disebabkan oleh persentase kenaikan laba kotor sebesar 21. b.47 %.9 % disebabkan oleh persentase penurunan laba kotor sebesar 26. Rasio Pertumbuhan (growth) . debt to equity ratio dari tahun 2005 sampai 2006 mengalami penurunan. Hal ini dapat dikatakan bahwa debt to equity ratio semakin tidak baik untuk dapat menutupi kewajiban-kewajiban kepada pihak luar. Hal ini dapat dikatakan bahwa rasio ini berada dalam posisi aman karena jumlah kewajiban terhadap aktiva lebih kecil.atas bahwa semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya atau aktiva lancar dapat menutupi semua kewajiban lancar dan rasio lancar perusahaan dapat dikatakan aman. Rasio solvabilitas Debt to equity ratio pada tahun 2005 mengalami penurunan sebesar 61.68 % yang lebih besar dibandingkan persentase penurunan total equity sebesar 0.57 % yang lebih kecil dibanding persentase penurunan kewajiban lancar sebesar 46.43 %.85 % yang lebih besar dibanding persentase kenaikan kewajiban lancar sebesar 24.5 % disebabkan oleh persentase penurunan total debt sebesar 6.68 % yang lebih besar dibandingkan dengan persentase penurunan total aktiva sebesar 4.30 %. Debt to asset ratio pada tahun 2005 mengalami penurunan sebesar 22. c.1 % disebabkan oleh persentase penurunan total debt sebesar 13. Pada tahun 2006 debt to equity ratio menurun sebesar 6.67 % disebabkan oleh persentase penurunan total debt sebesar 6. Berdasarkan uraian di atas. Pada tahun 2006 cash ratio meningkat sebesar 116.6 % disebabkan oleh persentase kenaikan kas sebesar 17.16 % yang lebih kecil dibanding persentase penurunan pendapatan usaha sebesar 22. Rasio profitabilitas Gross profit pada tahun 2005 meningkat sebesar 8.96 % disebabkan oleh persentase penurunan total debt sebesar 13.10 % yang lebih besar dibanding persentase kenaikan pendapatan usaha sebesar 12. debt to asset ratio dari tahun 2005 sampai 2006 mengalami penurunan. Pada tahun 2006 gross profit menurun sebesar 4.66 %. Rasio ini sangat menguntungkan bagi pihak luar misalnya bank namun bagi perusahaan rasio ini kurang menguntungkan. Pada tahun 2006 debt to asset ratio menurun sebesar 2.02 %. Berdasarkan uraian di atas.

Intraco Penta Tbk.6% pada 2004 menjadi 179. serta meningkatkan profitabilitas. meski pertumbuhan penjualan tidak terlalu signifikan. 3. perusahaan berhasil mencetak prestasi dari segi tingkat efisiensi operasional. melakukan efisiensi. serta menurunkan rasio utang terhadap modal secara signifikan. Malaupun kinerja keuangan pada tahun 2006 kurang baik.8 % pada 2005.Rasio pertumbuhan pendapatan semakin menurun dari tahun 2005 sampai 2006 sehingga tidak baik bagi perusahaan. serta kompetisi yang semakin ketat di industri alat berat. Medan. Hal ini disebabkan pendapatan perusahaan dari tahun 2005 sampai 2006 mengalami penurunan. Perusahaan ini juga berusaha mengendalikan biaya. maka diperoleh enam kesimpulan. masing-masing sebesar 21. Perusahaan ini memprediksikan kinerja keuangan yang lebih baik pada tahun 2007.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai analisis rasio keuangan sebagai pengambilan keputusan pada PT. perusahaan tetap berusaha untuk meningkatkan kinerja keuangan pada tahun 2006 di tengah ketidakmenentuan kondisi perekonomian.83 %.64 %.45 miliar pada tahun 2005. melayani pelanggan. Bahkan manajemen berhasil meningkatkan modal sebesar 132 % dari Rp 136. Manajemen perusahaan ini berharap bahwa kinerja keuangan untuk tahun-tahun selanjutnya akan lebih baik. laba usaha.23 miliar pada 2004 menjadi Rp 315. menurunkan rasio kewajiban terhadap aktiva.1 %. Kesimpulan dan Saran 4. 5. Secara umum. Rencana perusahaan ini ke depan adalah bagaimana perusahaan ini mencari celah pasar baru. Secara riil perusahaan berhasil meningkatkan kinerja keuangan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. . serta mempertahankan loyalitas pelanggan dengan pelayanan yang prima sebagai perusahaan yang memberikan solusi total. Hal ini merupakan keputusan yang diambil manajemen yaitu untuk meningkatkan marjin pendapatan dengan cara menekan biaya operasional serta memperbaiki struktur permodalan perseroan guna meningkatkan daya saing dan daya tahan terhadap situasi perekonomian global yang tidak menentu. 53. perusahaan tetap melakukan upaya memperkuat struktur neraca seperti yang ditunjukkan oleh semakin baiknya rasio likuiditas mapun solvabilitas. Walaupun perusahaan telah menunjukkan kinerja keuangan yang baik pada tahun 2005. indikatornya bisa dilihat pada kenaikan dari pos laba kotor. dari 472. PT Intraco Penta terus mengupayakan keseimbangan struktur keuangannya. serta laba bersih. dan 230. kinerja perusahaan ini pada tahun 2006 masih memberikan harapan yang baik untuk pertumbuhan jangka panjang.2 Analisis Rasio Keuangan Sebagai Pengambilan Keputusan Sepanjang tahun 2005.

dan rasio pertumbuhan. dapat dilihat dari gross profit margin yang meningkat sebesar 8. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan perusahaan yang dibiayai oleh pinjaman semakin menurun. Perusahaan telah menggunakan analisis rasio keuangan sebagai alat pengambilan keputusan yaitu meningkatkan marjin pendapatan dengan cara menekan biaya operasional serta memperbaiki struktur permodalan perseroan serta meningkatkan profitabilitas. Rasio ini sangat menguntungkan bagi pihak luar misalnya bank namun bagi perusahaan rasio ini kurang menguntungkan. Rasio profitabilitas perusahaan pada tahun 2005 baik. agar pihak manajemen dapat lebih mengetahui keadaan sebenarnya dari perusahaan dan juga agar dapat mengambil keputusan yang lebih tepat. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya atau aktiva lancar dapat menutupi semua kewajiban lancar. dapat dilihat dari rasio lancar yang tetap meningkat di kisaran 200 % yaitu tahun 2005 sebesar 202. Hal ini disebabkan oleh persentase kenaikan laba kotor sebesar 21. .1 % pada tahun 2005 dan persentase penurunan laba kotor sebesar 2. Rasio likuiditas perusahaan aman.2 Saran Saran yang dapat penulis berikan dalam kaitannya dengan penelitian ini adalah ditujukan bagi perusahaan dan peneliti selanjutnya. perusahaan sebaiknya meningkatkan pendapatan • Perusahaan sebaiknya menggunakan rasio profit margin untuk mengetahui berapa besar persentase pendapatan bersih yang diperoleh dari setiap penjualan.• • • • • Perusahaan telah melakukan analisis rasio keuangan yang terdiri dari empat rasio yaitu rasio likuiditas. • Perusahaan sebaiknya memperbaiki kinerja keuangan tahun 2006 dengan meningkatkan laba bersih pada tahun 2007.62 % yang lebih kecil dibanding persentase penurunan pendapatan usaha sebesar 22. • Rasio keuangan sebaiknya ditambah lagi misalnya rasio aktivitas sebagai pelengkap dari rasio keuangan yang ada.51 % sedangkan tahun 2006 menurun sebesar (4.65 % pada tahun 2006. • Untuk memperbaiki pertumbuhan perusahaan dari tahun 2005 sampai tahun 2006. rasio solvabilitas.67%.9 %). rasio profitabilitas.1 % dan tahun 2006 sebesar 337. Rasio solvabilitas perusahaan tidak baik. dapat dilihat dari debt to equity ratio yang mengalami penurunan dari tahun 2005 sampai tahun 2006 sebesar 6.4 %. 4.1 % yang lebih kecil dibanding persentase kenaikan pendapatan usaha sebesar 12.19% dan 0.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->