”PENERAPAN HUKUM NEWTON PERTAMA, KEDUA, DAN KETIGA TERHADAP PENIMBANGAN BERAT BADAN DALAM LIFT”

DISUSUN OLEH: LUSIANA SANDRA OEY NIM : 091424044

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN MATEMATIKA DAN IPA FAKULTAS ILMU KEGURUAN DAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

2

2009

HALAMAN PENGESAHAN

Karya Tulis Ini Diajukan Kepada Dosen Bidang Studi Bahasa Indonesia untuk memenuhi salah satu persyaratan Ujian Akhir Semester

Dosen pembimbing

Mengetahui

( F. Tjandrasih Adji )

Bertolak dari masalah tersebut di atas maka penulis mengembangkannya dalam tulisan ini dengan judul ”PENERAPAN HUKUM NEWTON PERTAMA. . Penulis sadar bahwa dalam menyelesaikan tulisan ini penulis tidak dapat menyelesaikannya tanpa dukungan materi maupun moril yang diberikan oleh banyak pihak. masyarakat sering dikacaukan dengan istilah berat dan massa. padahal kedua istilah tersebut memiliki arti yang berbeda. KEDUA.Tjandrasih Adji selaku dosen pengampu yang bersedia merelakan waktu untuk memberikan bimbingan dan perbaikan-perbaikan yang berguna untuk keberhasilan penulisan ini.3 KATA PENGANTAR Segenap puji dan syukur kepada Allah yang Maha Kuasa atas segala kasih karunia serta bimbingan-Nya. muncul lagi permasalahan mengenai penerapan kedua istilah tersebut dalam kehidupan nyata yaitu perbedaan hasil berat badan dan massa yang ditimbang di dalam lift yang sedang diam dan saat bergerak ke atas maupun ke bawah dimana beratnya berubah-ubah namun massanya bernilai tetap. KETIGA TERHADAP PENIMBANGAN BERAT BADAN DALAM LIFT”. Oleh karena itu. Namun ketika orang sudah bisa membedakan pengertian kedua istilah tersebut. Di dalam kehidupan sehari-hari. secara khusus penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada: 1. Ibu F. sehingga penulis bisa menyelesaikan tulisan ini tepat pada waktunya dan demi kepentingan nilai ujian akhir semester.

4. Ibunda dan ayahanda yang senantiasa memberikan dukungan berupa do’a maupun dana yang dipergunakan dalam menulis tulisan ini. Putu Eko Adhitya Pardianto yang selalu memberikan semangat support kepada penulis. segenap pihak yang tidak bisa disebutkan satu per satu yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam penulisan ini. PENULIS . oleh karena itu penulis mengharapkan masukkan berupa kritikkan dan saran yang berguna untuk perbaikan tulisan ini. 3. Penulis pun sadar tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan.4 2. Akhirnya penulis berharap tulisan ini dapat berguna bagi pembaca dalam menambah pengetahuannya.

1. Ada yang mengatakan mungkin ketika lift bergerak ke atas ada sesuatu yang menarik tubuhnya ke bawah sehingga lebih berat.5 BAB 1 PENDAHULUAN 1.massanya adalah tetap yaitu 60 kg baik saat lift diam maupun bergerak. Salah satu contoh kasus yang dijumpai yaitu seseorang bermassa 60 kg ketika menimbang berat badannya di dalam lift yang sedang diam. hipotesa tersebut tidak bisa diterima sebab waktu .LATAR BELAKANG Seringkali orang kebingungan mengapa berat yang terbaca pada timbangan ketika ditimbang di dalam lift yang sedang diam berbeda dengan pada saat lift sedang bergerak baik ke atas maupun ke bawah dengan percepatan tertentu.sebaliknya ketika lift bergerak ke bawah ada yang menarik tubuhnya ke atas sehingga lebih ringan. Banyak anggapan yang muncul menanggapi kasus ini. Anggapan ini mungkin bisa benar namun bagaimana sinkronisasinya dengan kenyataan yang ada?. Padahal jika dilihat secara real. Seperti halnya di atas. Ketika lift bergerak ke atas dengan percepatan 2 m/s2 berat yang terbaca 706 N dan saat lift bergerak ke bawah dengan percepatan yang sama 2 m/s2 beratnya 469 N. hasil yang terbaca pada timbangan berat yaitu 589 N.entah pada saat lift diam maupun saat lift bergerak baik ke atas maupun ke bawah.Namun hal ini tidak berlaku pada massa yang bernilai tetap.

Jika demnikian apa penyebab kasus tersebut? Adakah teori ilmiah yang bisa diterapkan dalam kasus tersebut? Lalu bagaimana teori tersebut mendasari segenap proses yang ada? 1. .RUMUSAN MASALAH 1. Apa perbedaan berat dengan massa? 5.6 proses penimbangan berlangsung sama sekali tidak ada sesuatu benda yang menarik orang itu untuk memberati maupun meringankan berat tubuhnya. Bagaimana penerapan hukum-hukum Newton dalam kasus penimbangan berat badan di dalam lift? 1. Ketiga? 3. Mengetahui lebih mendalam mengenai hukum-hukum Newton dan bagaimana penerapannya dalam kasus-kasus yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari terutama mengenai perbedaan berat badan ketika ditimbang di dalam lift yang diam maupun yang sedang bergerak. Apa itu berat? 4.2. Kedua.TUJUAN PENULISAN 1.3. Kedua. Apa penyebab perbedaan hasil penimbangan berat badan lift yang sedang diam dengan saat bergerak ke atas maupun ke bawah? 2. Apa hubungan hukum Newton Pertama. Apa itu hukum Newton Pertama. Ketiga dengan hasil penimbangan berat badan yang berbeda tersebut? 6.

3. Arah percepatan sama dengan arah gaya total yang bekerja padanya” 3. penulis menggunakan metode kepustakaan. 1. Menjelaskan perbedaan berat dan massa sehingga pembaca bisa membedakan antara massa dan berat.4.5.” 2.METODE PENULISAN Dalam menyelesaikan tulisan ini. benda kedua tersebut memberikan gaya yang sama besar tetapi berlawanan arah terhadap benda yang pertama” . Di sini penulis mengembangkan tema dengan berbagai sumber ilmiah dan literature lainnya demi keberhasilan dan keabsahan tulisan ini.LANDASAN TEORI 1. Hukum pertama Newton ”Setiap benda tetap berada dalam keadaan diam atau bergerak dengan laju tetap sepanjang garis lurus kecuali diberi gaya total yang tidak nol. 1. Untuk mengembangkan lebih lanjut kemampuan menulis yang dimiliki penulis.7 2. Hukum ketiga Newton ”Ketika suatu benda memberikan gaya pada benda kedua. Hukum kedua Newton ”Percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massanya.

1.1. Kecenderungan ini digambarkan dengan mengatakan bahwa benda mempunyai kelembaman. Oleh karena itu hukum pertama Newton disebut juga Hukum Kelembaman atau Hukum inersia. Sifat benda yang cenderung mempertahankan keadaan geraknya (diam atau bergerak) inilah yang disebut kelembaman atau inersia(kemalasan).8 BAB 11 HUKUM-HUKUM NEWTON 2.1.HUKUM NEWTON PERTAMA SEBAGAI HUKUM KELEMBAMAN Hukum pertama Newton menyatakan bahwa sebuah benda dalam keadaan diam atau bergerak dengan kecepatan konstan akan tetap diam atau akan terus bergerak dengan kecepatan konstan kecuali ada gaya eksternal yang bekerja pada benda itu.HUKUM NEWTON PERTAMA 2.” 2. dan benda yang mula-mula bergerak akan mempertahankan keadaan bergeraknya (malas berhenti). Benda yang mula-mula diam akan mempertahankan keadaan diamnya (malas bergerak).BUNYI HUKUM ” Setiap benda tetap berada dalam keadaan diam atau bergerak dengan laju tetap sepanjang garis lurus kecuali diberi gaya total yang tidak nol. .1.2.

dan menghasilkan percepatan a maka F = m. Gaya adalah suatu pengaruh pada sebuah benda yang menyebabkan benda mengubah kecepatannya.a Dengan demikian konsep ini dijelaskan dalam hukum kedua Newton. artinya dipercepat.2. dan perpindahan.1.2.2. DAN HUKUM KEDUA NEWTON Hukum kedua Newton menetapkan hubungan antara besaran dinamika gaya dan massa dan besaran kinematika percepatan. .GAYA.HUKUM NEWTON KEDUA 2. Massa adalah sifat intrinsik sebuah benda mengukur resistensinya terhadap percepatan. Besarnya gaya adalah hasil kali massa benda dan besarnya percepatan yang dihasilkan gaya. MASSA. kecepatan. Arah gaya adalah arah percepatan yang disebabkannya jika gaya itu adalah satu-satunya gaya yang bekerja pada benda tersebut.2.9 2. Jika gaya F dikerjakan pada benda bermassa m. Arah percepatan sama dengan arah gaya total yang bekerja padanya” a=F/m 2.BUNYI HUKUM ”Percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massanya.

3.3. yang menyebabkannya dipercepat ke bumi. proyektil mengerjakan gaya pada bumi yang sama besar dan berlawanan arahnya.10 2. jika B mengerjakan gaya pada A.HUKUM KETIGA NEWTON SEBAGAI HUKUM AKSI REAKSI Hukum ketiga Newton menggambarkan sifat penting dari gaya. Karena bumi mempunyai massa yang sangat besar. Selanjutnya. bumi mengerjakan gaya gravitasional Fg pada sebuah benda proyektil.BUNYI HUKUM ”Ketika suatu benda memberikan gaya pada benda kedua.HUKUM KETIGA NEWTON 2.3. Jadi. Menurut hukum ketiga Newton. percepatan yang dialami akibat gaya yang dihasilkan proyektil ini sangat kecil dan teramati. yaitu bahwa gaya-gaya selalu terjadi berpasangan.Freaksi 2. Sebagai contoh. . benda kedua tersebut memberikan gaya yang sama besar tetapi berlawanan arah terhadap benda yang pertama” Faksi = . maka A harus mengerjakan gaya pada B yang sama besar dan berlawanan arahnya. Jika gaya adalah satu-satunya gaya yang bekerja pada bumi. Jika sebuah gaya dikerjakan pada sebuah benda A. proyektil mengerjakan gaya Fg’ = -Fg pada bumi ke arah proyektil. bumi akan dipercepat ke proyektil.1.2. maka harus ada benda lain B yang mengerjakan gaya itu.

maka gaya A yang dikerjakan balik pada B dinamakan reaksi A pada B. Yang penting adalah bahwa gaya-gaya selalu terjadi dalam pasangan aksi-reaksi.11 Dalam pembahasan tentang hukum ketiga Newton. Jika gaya yang dikerjakan pada benda A dinamakan aksi benda B pada A. . kata ”aksi” dan ”reaksi” seringkali digunakan. Tidaklah menjadi persoalan gaya mana dalam pasangan semacam itu dinamakan aksi dan yang mana reaksi. dan bahwa gaya reaksi adalah sama besar dan berlawanan arah dengan gaya aksi.

Dari hukum kedua Newton. Gaya tarikan bumi pada benda berubah dengan lokasi. kita dapat menulis gaya grafitasi Fg pada benda bermassa m sebagai Fg = ma Dengan menggunakan a = g dan menulis w untuk gaya grafitasi. w. Kita namakan nilai percepatan ini g. di titik-titik di atas permukaan bumi. percepatan ini sama untuk semua benda. Secara khusus. sebuah benda memiliki . kita dapat menyimpulkan bahwa berat benda sebanding dengan massanya. Gaya ini dinamakan berat benda. benda dipercepat ke bumi dengan percepatan 9. kita dapatkan w = mg Karena g adalah sama untuk semua benda di suatu titik. Pada tiap titik di ruang.12 BAB 111 PERBEDAAN BERAT DAN MASSA 3. Namun pengukuran g yang teliti di berbagai tempat menunjukkan bahwa g tidak mempunyai nilai yang sama di mana-mana.1. Jika kita menjatuhkan sebuah benda dekat permukaan bumi dan mengabaikan resistensi udara sehinngga satu-satunya gaya yang bekerja pada benda itu adalah gaya karena grafitasi (keadaan ini dinamakan jatuh bebas). Jadi. gaya karena gravitasi berubah secara terbalik dengan kuadrat jarak benda dari pusat bumi. tak tergantung massanya.81 m/s2.BERAT Gaya yang paling umum dalam pengalaman sehari-hari adalah gaya tarikan grafitasi bumi pada sebuah benda.

Dengan demikian rasio massa benda-benda itu sama dengan kebalikan rasio percepatan benda-benda itu yang dihasilkan oleh gaya yang sama: m1/m2 = a1/a2 Satuan SI untuk massa adalah kg (kilogram).MASSA Massa adalah sifat intrinsik dari sebuah benda yang menyatakan resistensinya terhadap percepatan. Massa sebuah benda dapat dibandingkan dengan massa benda lain dengan menggunakan gaya yang sama pada masingmasing benda dan dengan mengukur percepatannya.13 berat sedikit lebih kecil pada ketinggian yang sangat tinggi dibandingkan pada ketinggian laut.2. Satuan SI untuk berat adalah N (Newton).bukan sifat intrinsik benda itu sendiri. .berat tidak seperti massa. 3. Medan gravitasi juga sedikit berubah dengan garis lintang karena bumi tidak tepat bulat tetapi agak datar di kutub-kutubnya. Jadi.

Berat semu orang adalah gaya desakan telapak kaki orang pada lantai timbangan (atau lantai lift). gaya desakan ini bekerja pada orang (sering disebut gaya normal) Dengan menggunakan hukum kedua Newton. tentu saja berat semu orang sama besar gaya normal ini. Gaya desakan ini bekerja pada lantai timbangan.14 BAB 1V PENYEBAB PERBEDAAN HASIL PENIMBANGAN BERAT BADAN DI DALAM LIFT Ketika orang menimbang beratnya dengan menaruh timbangan pada lantai lift maka angka yang ditunjukkan timbangan menyatakan berat semu orang (bukan berat sesungguhnya). Karena gaya normal ini adalah reaksi dari berat semu orang. Reaksinya adalah gaya desakan lantai timbangan pada telapak kaki orang . . kita dapat menghitung gaya normal ini.

Hal ini berarti berlaku hukum ketiga Newton. Gaya normal ini bekerja pada orang. Reaksi dari gaya ini. . w=mg. yaitu berat orang.0 = N’ (sebut aksi).15 BAB V PENERAPAN HUKUM-HUKUM NEWTON TERHADAP PENIMBANGAN BERAT BADAN DI LIFT Tinjau orang bermassa m dan gambar diagram bebasnya. dan gaya normal N. yaitu gaya tekan lantai lift pada telapak kaki orang. Aksi ini tentu saja bekerja pada lantai lift.1 = N (sering disebut gaya normal). Kaki orang mendesak lantai lift dengan gaya tekan F1. F0. Perhatikan ada dua gaya yang bekerja pada orang.

Ini berarti berlaku hukum pertama Newton: ∑Fy = 0 → → Fn-mg = 0 Fn = mg 5. yang dilakukan oleh permukaan timbangan di mana ia berdiri. ia juga dipercepat ke atas.1. nilai percepatan a=0. dan gaya gravitasi w ke bawah.16 5.2. 5. .SAAT LIFT SEDANG BERGERAK Gambar: Gambar a).lift bergerak ke atas.SAAT LIFT DIAM Untuk lift diam atau bergerak dengan kecepatan tetap.2.LIFT BERGERAK KE ATAS Karena orang itu diam relatif terhadap elevator. Gaya-gaya yang bekerja pada orang adalah Fn ke atas.1. gambar b).lift sedang bergerak ke bawah.

Dengan memilih arah ke bawah adalah positif. kita sebut percepatan ini a’. gaya neto pasti ke bawah. .17 Gaya neto adalah Fn – w ke atas dalam arah percepatan a. dengan selisih sebesar ma. berat semu lebih kecil daripada mg.LIFT BERGERAK KE BAWAH Untuk kasus elevator dipercepat ke bawah. hukum kedua Newton memberikan w – Fn = ma’ atau Fn = w – ma’ = mg – ma’ Sekali lagi. besarnya sama dengan Fn. Hukum kedua Newton menghasilkan Fn – w = ma atau Fn = w + ma = mg + ma Gaya F’n yang dikerjakan oleh orang pada timbangan menentukan perubahan skala pada timbangan.2. Karena F’n dan Fn adalah pasangan dipercepat ke atas. berat semunya lebih besar dari berat sebenarnya. yang menyiratkan bahwa berat mg adalah lebih besar daripada Fn. yaitu berat semunya. 5. Dalam kasus ini. Dalam kasus ini.2. atau berat semu. pembacaan timbangan.

hasil yang terbaca pada timbangan berat yaitu 589 N.PENYELESAIAN CONTOH KASUS Seseorang bermassa 60 kg ketika menimbang berat badannya di dalam lift yang sedang diam.81 m/s2 + 60 kg.3. ∑Fy = 0 → → → Fn-mg = 0 Fn = mg Fn = 60 kg.2 m/s2 = 708.6 ≈ 589 N 2) Saat lift bergerak ke atas dengan a = 2 m/s2 Fn = w + ma = mg + ma = 60 kg. 9.18 5.6 ≈ 709 N 3) Saat lift bergerak ke bawah dengan a = 2 m/s2 .9.81 m/s2 1) Pada saat lift diam (tidak bergerak).81 m/s2 = 588. PEMBUKTIAN: Diketahui: m = 60 kg g = 9.2. Ketika lift bergerak ke atas dengan percepatan 2 m/s2 berat yang terbaca 709 N dan saat lift bergerak ke bawah dengan percepatan yang sama 2 m/s2 beratnya 469 N.

BAB VI .81 m/s2 – 60 kg.9.2 m/s2 = 468.6≈ 469 N Dengan demikian telah terjawab contoh kasus yang terjadi seputar perubahan berat badan saat ditimbang di dalam lift yang sedang diam dengan sedang bergerak baik ke atas maupun ke bawah.19 Fn = w – ma’ = mg – ma’ = 60 kg.

20 PENUTUP 6. F = ma.SARAN Penulis menyarankan agar penimbangan berat badan sebaiknya dilakukan pada lantai.Massa adalah sifat intrinsik dari sebuah benda yang menyatakan resistensinya terhadap percepatan sedangkan berat bergantung pada hakikat dan jarak benda-benda lain yang mengerjakan gaya-gaya gravitasional pada benda itu.KESIMPULAN Hukum-Hukum Newton adalah hukum yang mengatur tentang gerak. Hukum kedua Newton mengatur tentang gaya. Angka yang ditunjukkan timbangan pada saat lift bergerak menyatakan berat semu orang (bukan berat sesungguhnya). Massa berbeda dengan berat. Oleh karena itu beratnya berubah-ubah.2.karena berat yang terbaca adalah berat yang sesungguhnya.di mana jika suatu benda A memberikan aksi pada benda B maka benda B akan memberikan reaksi yang arahnya berlawanan dengan aksi yang diberikan. Hukum pertama Newton disebut juga hukum kelembaman benda yang relatif mempertahankan geraknya. BAB 7 .1. 6. Hukum ketiga Newton disebut juga hukum aksi-reaksi.

1998. 1991. M. Jakarta: Penerbit Erlangga. Fisika Jilid 1A. . P.. - Kanginan. H. Fisika Jilid 1 (Terjemahan).. - Young. 1992. 1B.. Inc. - Halliday dan Resnick. D. A. Fisika untuk sains dan tekni-jilid 1 (Terjemahan). USA: Addison Wesley Publishing Company. Jakarta: Penerbit Erlangga. Jakarta: Penerbit Erlangga Jilid 1.21 DAFTAR PUSTAKA - Tipler. University phisics.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful