EKSTERNALITAS

Dalam suatu perekonomian moderen setiap aktifitas mempunyai keterkaitan dengan aktifitas mempunyai keterkaitan dengan aktifitas lainya dan semakin moderen suatu perekonomian semakin besar dan semakin banyak kaitannya dengan kegiatan kegiatan lainya.Apabila semua keterkaitanya antara suatu kegiatan dengan kegiatan lainnya dilaksanakan melalui mekanisme pasar atau melalui suatu sistem,maka keterkaitan antara berbagai aktifitas tersebut tidak menimbulkan masalah.Akan tetapi banyak pula keterkaitan antara kegiatan yang tidak melalui mekanisme pasar sehingga timbul berbagai macam masalah.Keterkaitan suatu kegiatan dengan kegiatan lain yang tidak melalui mekanisme pasar adalah apa yang disebut dengan eksternalitas. Ekstenalitas adalah dampak atau pengaruh yang dirasakan pihak luar atau orang akibat tidakan orang lain tanpa ada kompensasi (Ganti Rugi) dari pihak yang merugikan.Disini eksternalitas dibagi menjadi dua yaitu Eksternalitas positif dan Eksternalitas negatif. yang di maksud Eksternalitas positif adalah adalah dampak yang menguntungkan pihak luar tanpa ada konpensasi dari pihak yang di untungkan,sedangkan eksternalitas negatif. Contoh, eksternalitas positif dan eksternalitas negatif (-) suatu limba pabrik membuat masyarat sakit dan pabrik tersebut tidak memberi konpensasi kepada masyarakat setempat,eksternalitas (+) yaitu suatu perusahaan madu memelihara lebah untuk mendapatkan madu ini menunjukan ada kedua belak pihak yang saling menguntungkan ada sektor lain yang di untungkan tumbuhan yang berbunga di sekitar pabrik pun ikut subur. JENIS-JENIS EKSTERNALITAS 1.Eksternalitas Produsen-produsen Seorang produsen dapat menimbulkan eksternalitas pasitif ataupun aksternalitas negatif terhadap produsen lainnya. Contoh eksternalitas positif misalnya adalah tindakan seorang produsen contoh: (1) melatih tenaga kerjanya. (2) menerima eksternalitas positif karena bisa memperoleh tenaga kerja terdidik tanpa harus memberikan pendidikan pada tenaga kerja tersebut. Dalam hal ini,eksternalitas positif yang ditumbulkan karena penggunan faktor produksi. Produsen A dan B dalam aktifitas mereka menggunakan faktor faktor produksi, misalnya saja modal (K) dan tenaga kerja (L). 2.Eksternalitas Produsen-Konsumen Aktivitas seseorang produsen dapat pula menimbulakan efek terhadap utilitas individu tanpa mendapat suatu kkompensasi apapun juga. Misalkan saja suatu pabrik yang mengeluarkan asap yang menyebabkan polisi udarah. Udara kotor tersebut terpaksa dihirup oleh masyarkat yang tinggal disekitar pabrik sehingga neyebabkan utilitas mereka untuk tinggal disrkitar pabrik turun. Dalam hal ini pabrik tidak memberikan ganti rugi dalam bentuk apapun juga kepada masyarakat dan pabrik tersebut akan meningkatkan tingkat produksi di mana harga barang produksi sama dengan biaya marjinal, atau Pх = PMCх. 3.Eksternalitas Konsuman-Produsen Misalnya,seorang setiap hari makan nasi dan sisanya di buang ke dalam sungai aliran sungai tersebut masuk kedalam kolam sehingga ikan dalam kolam tersebut menjadi cepat besar tanpa pemilik kolam tersebut memberi makan lagi kepada ikan ikannya. Dalam hal ini maka pemilik kolam yang menghasilkan ikan menerima manfaat eksternalitas positif dari tindakan konsumen yang makan nasi tersebut.

Karakteristik barang atau sumber daya publik. mendorong sebagain masyarakat sebagai “free rider”. common property resources). jika si A mengetahui bahwa barang tersebut akan disediakan oleh si B. Eksternalitas konsumen konsumen dapat di bedakan dampaknya antara dampak fisik dan kejiwaan (psychic). public goods. 1. Tapi dalam menetapkan harga ini menjadi masalah tersendiri dalam analisa ekonomi lingkungan. barang publik dimanfaatkan berlebihan dan tidak mempunyai insentif untuk melestarikannya. Sebagai contoh.4. Dalam pandangan ekonomi. Dalam hal ini. maka si A tidak mau membayar untuk penyediaan barang tersebut dengan harapan bahwa barang itu akan disediakan oleh si B. Bagaimana mekanisme timbulnya eksternalitas dan ketidakefisienan dari alokasi sumber daya sebagai akibat dari adanya faktor diatas diuraikan satu per satu berikut ini. Eksternaltas konsumen-konsumen ini tidak banyak mendapat perhatian para ahli ekonomi lingkungan karena tidak ada pengaruh yang nyata dalam perekonomian. barang publik tidak diperjualbelikan sehingga tidak memiliki harga. hidup yang nyaman dan sejenisnya. air bersih. Misalnya seorang pengendara sepeda montor yang mengeluarkan asap tebal dan menyebabkan orang orang disekitar menjadi sesak napas dampak inilah yang disebut dampak fisik. maka eksternalitas dan ketidakefisienan ini tidak bisa dihindari. Keberadaan Barang Publik Barang publik (public goods) adalah barang yang apabila dikonsumsi oleh individu tertentu tidak akan mengurangi konsumsi orang lain akan barang tersebut. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB EKSTERNALITAS Eksternalitas timbul pada dasarnya karena aktivitas manusia yang tidak mengikuti prinsip-prinsip ekonomi yang berwawasan lingkungan. rekreasi.Eksternalitas Konsumen-Konsumen Aktifitas seseorang dapat secara langsung mempengaruhi tingkat kepuasan/utilitas orang lain tanpa ada suatu kompensasi (dalam hal eksternalitas positif) atau biaya (dalam hal Eksternalitas negatif) apapun juga. pemandangan yang indah. barang publik sempurna (pure public good) didefinisikan sebagai barang yang harus disediakan dalam jumlah dan kualitas yang sama terhadap seluruh anggota masyarakat. maka si . Masyarakat atau konsumen cenderung acuh tak acuh untuk menentukan harga sesungguhnya dari barang publik ini. kegagalan pemerintah merupakan keadaan-keadaan dimana unsur hak pemilikan atau pengusahaan sumber daya (property rights) tidak terpenuhi. Ada dua ciri utama dari barang publik ini. Pertama. Misalnya seorang yang merasa tidak senang atau iri karena melihat tetangganya mempunyai mobil mewah rasa kejiwaan adalah rasa tidak langsung mempengaruhi keadaan seseorang kerena aktivitas konsumsi orang lain. Satu-satunya mekanisme yang membedakannya adalah dengan menetapkan harga (nilai moneter) terhadap barang publik tersebut sehingga menjadi bidang privat (dagang) sehingga benefit yang diperoleh dari harga itu bisa dipakai untuk mengendalikan atau memperbaiki kualitas lingkungan itu sendiri. ketidaksempurnaan pasar. Kajian ekonomi sumber daya dan lingkungan salah satunya menitikberatkan pada persoalan barang publik atau barang umum ini (common consumption. eksternalitas dan ketidakefisienan timbul karena salah satu atau lebih dari prinsip-prinsip alokasi sumber daya yang efisien tidak terpenuhi. Ciri kedua adalah tidak ekslusif (non-exclusion) dalam pengertian bahwa penawaran tidak hanya diperuntukkan untuk seseorang dan mengabaikan yang lainnya. barang ini merupakan konsumsi umum yang dicirikan oleh penawaran gabungan (joint supply) dan tidak bersaing dalam mengkonsumsinya (non-rivalry in consumption). Sejauh semua faktor ini tidak ditangani dengan baik. Kalau ini dibiarkan. Selanjutnya. Dampak kejiwaan menyangkut masalah perasaaan. Barang publik yang berkaitan dengan lingkungan meliputi udara segar. maka ini akan memberikan dampak yang tidak menguntungkan terhadap ekonomi terutama dalam jangka panjang. Karena ciri-cirinya diatas.

Jika akhirnya si B berkeputusan untuk menyediakan barang tersebut. tidak ekskludabel. Ketidaksempurnaan pasar ini misalnya terjadi pada praktek monopoli dan kartel. pemerintah juga perlu mempertimbangkan seberapa banyak pemanfaatannya yang efisien. sehingga pihak-pihak yang berkepentingan bisa memberikan uang jasa atau uang pelicin untuk keperluan tertentu. sama halnya dengan barang-barang publik. Sumber-sumber daya ini terbuka bagi siapa saja yang ingin memanfaatkannya. Jadi. Kegagalan Pemerintah Sumber ketidakefisienan dan atau eksternalitas tidak saja diakibatkan oleh kegagalan pasar tetapi juga karena kegagalan pemerintah (government failure). Kelompok tertentu ini memanfaatkan pemerintah untuk mencari keuntungan (rent seeking) melalui proses politik. maka sumbangan itu tidaklah cukup besar untuk membiayai penyediaan barang publik yang efisien.A tidak mau membayar untuk penyediaan barang tersebut dengan harapan bahwa barang itu akan disediakan oleh si B. untuk menghindari resiko yang lebih besar kalau ketentuan atau aturan diberlakukan dengan sebenarnya. 2. Pemanfaatannya oleh seseorang. melalui kebijaksanaan dan sebagainya. akan mengurangi peluang bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama. sumber daya milik bersama memiliki sifat bersaingan. Ketidaksempurnaan Pasar Masalah lingkungan bisa juga terjadi ketika salah satu partisipan didalam suatu tukar manukar hak-hak kepemilikan (property rights) mampu mempengaruhi hasil yang terjadi (outcome). dan Cuma-Cuma. Hal ini bisa terjadi pada pasar yang tidak sempuna (Inperfect Market) seperti pada kasus monopoli (penjual tunggal). Contoh klasik tentang bagaimana eksternalitas terjadi pada kasus SDB ini adalah seperti yang diperkenalkan oleh Hardin (1968) yang dikenal dengan istilah Tragedi Barang Umum (the Tragedy of the Commons). karena masyarakat cenderung memberikan nilai yang lebih rendah dari yang seharusnya (undervalued). praktek monopoli ini merugikan masyarakat (worse-off).Sumber Daya Bersama Keberadaan sumber daya bersama–SDB (common resources) atau akses terbuka terhadap sumber daya tertentu ini tidak jauh berbeda dengan keberadaan barang publik diatas. Aksi pencarian keuntungan (rent seeking) bisa dalam berbagai bentuk : 1. maka si A bisa ikut menikmatinya karena tidak seorangpun yang bisa menghalanginya untuk mengkonsumsi barang tersebut. 3. Sumber-sumber daya milik bersama. sehingga secara keseluruhan. keberadaan sumber daya milik bersama ini. Praktek mencari keuntungan ini membuat alokasi sumber daya menjadi tidak efisien dan pelaksanaan atuan-aturan yang mendorong efisiensi tidak berjalan dengan . Keadaan seperti ini akhirnya cenderung mengakibatkan berkurangnya insentif atau rangsangan untuk memberikan kontribusi terhadap penyediaan dan pengelolaan barang publik. Kalaupun ada kontribusi. karena sifat barang publik yang tidak ekslusif dan merupakan konsumsi umum. 4. Pada kondisi yang demikian akan hanya berakibat terjadinya penignkatan surplus produsen yang nilainya jauh lebih kecil dari kehilangan surplus konsumen. Praktek mencari keuntungan ini bisa juga dilakukan oleh aparat atau oknum tertentu yang emmpunyai otoritas tertentu. Namun tidak seperti barang publik. Kegagalan pemerintah banyak diakibatkan tarikan kepentinan pemerintah sendiri atau kelompok tertentu (interest groups) yang tidak mendorong efisiensi. Kelompok yang punya kepentingan tertentu (interest groups) melakukan loby dan usaha-usaha lain yang memungkinkan diberlakukannya aturan yang melindungi serta menguntungkan mereka Praktek mencari keuntungan bisa juga berasal dari pemerintah sendiri secara sah misalnya memberlakukan proteksi berlebihan untuk barang-barang tertentu seperti menegnakan pajak impor yang tinggi dengan alasan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam negeri. Contoh konkrit dari praktek kartel ini adalah Organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) dengan memproduksi dalam jumlah yang lebih sedikit sehingga mengakibatkan meningkatknya harga yang lebih tinggi dari normal.

Seandainya saja hal ini benarbenar terjadi. Biaya sosial (social sost) untuk setiap unit aluminium yang diproduksikan. Perusahaaan A yang mengeluarkan limbah yang merusak lingkungan. jika produksi melebihi tingkat optimum tersebut. Namun ia juga mengetahui bahwa biaya produksi aluminium juga mencakup biaya-biaya eksternal seperti halnya polusi. Artinya. maka biaya sosial produksi aluminium akan melebihi nilainya bagi konsumen. dan penyebabnya adalah kuantitas produksi dalam kondisi ekuilibrium pasar itu hanya mencerminkan biaya produksi pribadi (yang hanya ditanggung produsen). maka permintaan akan melemah. Untuk setiap aluminium yang mereka produksi. sekali lagi kita perlu membayangkan apa yang akan dilakukan oleh si pejabat pemerintah yang serba kuasa. Praktek jenis ini bisa mendorong terjadinya eksternalitas. dan harga akan turun sehingga biaya produksi aluminium menjadi terlalu berat bagi produsen. yakni QPASAR lebih besar dari pada kuantitas produksi yang secara sosial optimum atau QOPTIMUM Ini merupakan inefisiensi. Andaikan hal ini yang terjadi. Sebaliknya. sejumlah asap kotor yang mengotori atmosfer tersembur dari tanur pabrik-pabrik tersebut. Dalam ekuilibrium pasar tersebut. mencakup biaya produksi yang dipikul produsen – biasa disebut “biaya pribadi” (private cost) – plus biaya yang harus ditanggung oleh pihak lain yang ikut mengalami kerugian akibat polusi. maka nilai aluminium bagi konsumennya (diukur oleh ketinggian kurva permintaan) akan melampaui biaya sosial produksinya (diukur oleh ketinggian kurva biaya sosial). Si pejabat memang harus mencapai tingkat produksi itu. Titik perpotongan inilah yang melambangkan jumlah produksi aluminium yang optimum bagi masyarakat secara keseluruhan. biaya yang harus dipikul masyrakat yang bersangkutan secara keseluruhan dalam memproduksi aluminium lebih tinggi dari pada biaya yang dipikul oleh produsennya.yakni nilai bagi konsumen aluminium dikurangi biaya produksi aluminium. nilai aluminium bagi konsumen marginal lebih rendah dari pada biaya sosial produksinya. dan denda informal ini belum tentu menjadi revenue pemerintah. pabrik-pabrik aluminium itu menimbulkan polusi. maka asap itu merupakan eksternalitas negatif dalam produksi aluminium. Berdasarkan perhitungan atau estimasi perusahaan A harus mengeluarkan biaya (denda) yang besar (misalnya Rp. Pencari keuntungan (rent seeker) bisa dari perusahaan itu sendiri atau dari pemerintah atau oknum memungkinkan membayar kurang dari 1 milyar agar peraturan sesungguhnya tidak diberlakukan.semestinya. EKSTERNALITAS DALAM PRODUKSI Dalam melangsungkan kegiatan produksinya. Bagaimana pengaruh eksternalitas negatif ini terhadap efisiensi hasil kerja pasar? Akibat adanya eksternalitas tersebut. penurunan konsumsi dan produksi aluminium hingga dibawah tingkat ekuilibriumnya. Untuk menjawab pertanyaan ini. Perhatikanlah bahwa kuantitas produksi aluminium pada kondisi ekuilibrium. Pada situasi ini. Si pejabat ini ingin memaksimalkan surplus total yang dimunculkan pasar. Karena asap itu membahayakan kesehatan siapa saja yang menghirupnya. karena jika produksi ternyata dibawah tingkat itu. pada QPASAR kurva permintaan terletak dibawah biaya kurva sosial. 1 milyar) untuk menanggulangi efek dari limbah yang dihasilkan itu. justru akan . Sehingga akhirnya dampak lingkungan yang seharusnya diselidiki dan ditangani tidak dilaksanakan dengan semestinya sehingga masalahnya menjadi bertambah serius dari waktu ke waktu. Sebagi contoh. Perencana itu ingin mencapai tingkat produksi aluminium yang yang dilambangkan oleh titik perpotongan antara kurva permintaan dan kurva biaya sosial. maka toleransi terhadap kelebihan produksi seperti polusi itu akan lebih besar sehingga polusi akan cenderung meningkat atau bahkan tidak terkendali.

ada pula pasar-pasar yang justru sebaliknya. eksternalitasnya bersifat positif. dalam arti menguntungkan pihak lain (selain produsen dan konsumen). mengandung eksternalitas negatif jika si peminum lantas mengemudikan mobil dalam keadaan mabuk atau setengah mabuk. yakni biaya pribadi para produsen malahan lebih besar dari pada biaya sosialnya.menikkan kesejahteraan ekonomi total (baik bagi konsumen maupun produsen). Agar ekuilibrium pasar yang baru itu sama dengan titik optimum sosial. akan berkesempatan besar menemukan rancangan-rancangan rekayasa baru yang serba lebih baik. Meskipun banyak pasar dimana biaya sosial produksinya melebihi biaya pribadi. Contohnya adalah konsumsi pendidikan. pemerintah dapat membantu dengan melakukan internalisasi eksternalitas positif tersebut. Analisis atas eksternalitas positif tidak banyak berbeda dari analisis tentang eksternalitas negatif. Pemerintah akan lebih mudah merekrut tenaga-tenaga cakap. Semakin banyak orang yang terdidik. sehingga pemerintah lebih mampu menjalankan fungsinya dalam melayani masyarakat. namun juga masyarakat secara keseluruhan karena pada akhirnya rancangan itu akan menjadi pengetahuan umum yang bermanfaat. Sebuah perusahaan yang mampu membuat robot. . Sebuah perusahaan yang mampu membuat robot. pemerintah tentu saja ingin lebih banyak memproduksi robot dibanding produsernya sendiri. Dalam kasus ini. Rancangan ini tidak hanya akan menguntungkan perusahaan yang bersangkutan. Di pasar inilah. kita dapat memetik beberapa kesimpulan umum. Robot adalah ujung tombak kemajuan teknologi yang mutakhir. dan pergeseran ini akan menaikkan ekuilibrium kuantitas produksi robot. Contoh yang dapat dikemukakan disini adalah pasar robot industri (robot yang khusus dirancang untuk melakukan kegiatan atau fungsi tertentu di pabrik-pabrik). Rancangan ini tidak hanya akan menguntungkan perusahaan yang bersangkutan. Robot adalah ujung tombak kemajuan teknologi yang mutakhir. biaya sosial untuk memproduksi sebuah robot lebih kecil dari pda biaya pribadinya. Di pasar inilah. Konsumsi minuman beralkohol. Melalui subsidi ini. Eksternalitas dalam konsumsi ini juga ada yang bersifat positif. yakni biaya pribadi para produsen malahan lebih besar dari pada biaya sosialnya. EKSTERNALITAS DALAM KOMSUMSI Selain itu masih ada eksternalitas yang terkandung dalam kegiatan konsumsi. Caranya misalnya dengan memberikan subsidi untuk setiap unit robot yang dibuat. maka subsidinya harus diusahakan sama dengan nilai imbasan teknologi. misalnya. Berkat adanya imbasan teknologi. akan berkesempatan besar menemukan rancangan-rancangan rekayasa baru yang serba lebih baik. Oleh karena itu. Contoh yang dapat dikemukakan disini adalah pasar robot industri (robot yang khusus dirancang untuk melakukan kegiatan atau fungsi tertentu di pabrik-pabrik). namun juga masyarakat secara keseluruhan karena pada akhirnya rancangan itu akan menjadi pengetahuan umum yang bermanfaat. Meskipun banyak pasar dimana biaya sosial produksinya melebihi biaya pribadi. sehingga membahayakan pemakai jalan lainnya. masyarakat atau pemerintahnya akan diuntungkan. dalam arti menguntungkan pihak lain (selain produsen dan konsumen). ada pula pasar-pasar yang justru sebaliknya. eksternalitasnya bersifat positif. Dari beberapa contoh yang diutarakan diatas. Yakni. Eksternalitas positif seperti ini biasa disebut “imbasan teknologi” (technology spillover). kurva penawaran akan terdorong ke bawah sebesar subsidi.

sebuah organisasi sosial swasta yang sengaja dibentuk untuk turut melestarikan lingkungan hidup. namun di banyak tempat. berkenaan dengan penanggulangan eksternalitas itu sama saja. bahwa kita boleh melakukan sesuatu moral inilah yang kemudian membatasi perilaku dan tindakan kita. Coba renungkan. dengan membiarkan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengatasinya. peraturan semacam itu tidak dijalankan secara sungguh-sungguh. Sebaliknya. untuk kemudian disalurkan sebagai beasiswa. mereka membantu penyerbukan dan mempercepat pohon-pohon apel itu berbuah. tujuan yang hendak dicapai oleh pemerintah maupun pihak swasta (perorangan dan kelompok). Contohnya adalah Sierra Club. serta memberikan subsidi bagi produksi barang-barang yang mengandung eksternalitas positif. atau pihak-pihak lain. perusahaan. adalah derma atau amal yang seringkali sengaja diorganisasikan untuk mengatasi suatu eksternalitas. keberadaan eksternalitas positif dalam konsumsi maupun produksi mendorong pasar menghasilkan output produksi dalam kuantitas lebih sedikit dibanding yang diinginkan secara sosial. Kita tidak mau membuang sampah disembarang tempat juga bukan karena takut dengan peraturan-peraturan semacam itu. kita mengetahui banyak perguruan tinggi yang membentuk yayasan yang menghimpun sumbangan dari para alumni. agar sedapat mungkin tidak merugikan orang lain. Motif utama mereka memang untuk memenuhi kepentingannya sendiri. namun dalam melakukan suatu tindakan . Pada saat lebah-lebah itu mencari madu dari satu bunga apel ke bunga lainnya. JENIS-JENIS SOLUSI SWASTA Inefisiensi pasar akibat eksternalitas tidak perlu selalu harus atau bisa diatasi dengan penegakan atau peningkatan standar moral. pemerintah perlu campur tangan dengan melakukan internalisasi eksternalitas melalui pemberlakuan pajak terhadap barang-barang yang mengandung eksternaliatas negatif. Pasar swasta terkadang juga mampu mengatasi masalah eksternalitas. kita lihat saja apa yang akan dilakukan oleh seorang petani apel dan seorang peternak lebah yang hidup berdekatan. Sedangkan si peternak juga untung karena ia tidak perlu memberi makan lebah-lebahnya. jika lebah yang dipelihara si peternak terlalul sedikit. Sebagai contoh. SOLUSI SWASTA TERHADAP EKSTERNALITAS Pada dasarnya. Si petani membeli seluruh atau sebagian usaha peternakan lebah. mendorong pasar menghasilkan output produksi dalam kualitas lebih banyak dari pada yang diinginkan secara sosial. maka lebah-lebah itu akan kekurangan makanan. maka kedua belah pihak bisa merugi. mengapa orangorang secara sadar tidak mau membuang sampah sembarangan? Peraturan resmi yang mengatur tentang sampah memang ada. ajaran agama itu meminta kita untuk melakukan internalisasi eksternalitas. Namun jika kerja sama terselubung yang saling menguntungakan itu tidak dipehitungkan. Untuk mengatasi persoalan ini. Ini menguntungkan si petani apel. Eksternalitas ini dapat diinternalisasikan dengan cara penggabungan kedua usaha. Sedangkan untuk eksternalitas positif. namun karena kita mengetahui atau menyadari bahwa tidaklah baik dan tidak patut sejak kita masih kanak-kanak. Dalam bahasa ekonomi. atau ancaman penerapan sanksi sosial. Organisasi ini mengandalkan pemasukannya dari donasi pihak-pihak yang bersimpati atau iuran anggota. Pada bagian pembahasan berikut kita akan menelaah solusi-solusi atau upaya-upaya yang dilakukan oleh pribadi atau swasta (private solutions) dalam mengatasi persoalan eksternalitas. Jika pohon apel yang ditanam si petani terlalu sedikit. Sebaliknya. Contoh lain solusi swasta.keberadaan eksternalitas negatif dalam konsumsi maupun produksi. maka proses penyerbukan tidak lancar. Jika . atau sebaliknya si peternak membeli seluruh atau sebagian pohon apel. yakni untuk mendorong alokasi sumber daya agar mendekati kondisi yang optimum secara sosial. Hal ini sebagai contoh untuk eksternalitas negatif. mereka juga sekaligus mengatasi eksternalitas.

berupa rasa aman dan nyaman. kita perkirakan dahulu seperti apa pemecahan yang dalam secara sosial (untuk semua pihak). ataukah Jane yang harus dipaksa rela begadang sepanjang malam. Bagaimana caranya ? Sebagai satu contoh. Menurut teorema Coase. hanya jika syarat itu terpenuhi. maka kemungkinan terjadinya inefisiensi yang bersumber darai eksternalitas negatif bisa dihindari. Namun pemeliharaannya atas Spot itu menimbulkan eksternalitas negatif terhadap Jane. Cara lain di pasar swasta dalam mengatasi eksternalitas adalah.kedua usaha itu disatukan. niat untuk mengupayakan internalisasi eksternalisasi seperti itulah. yang merupakan penyebab mengapa banyak perusahaan yang menekuni lebih dari satu bidang/ jenis usaha sekaligus. Dalam contoh di atas. si petani apel dan si peternak lebah dapat membuat perjanjian kerja sama. dan berapa banyak. yakni ekonom Ronald Coase-yang menyatakan bahwa solusi swasta bisa sangat efektif seandainya memenuhi satu syarat. maka pemecahan yang efisien secara sosial adalah Dick dibiarkan terus memelihara anjingnya. tanpa menimbulkan biaya khusus yang memberatkan alokasi sumber daya yang sudah ada. berapa banyak pohon yang harus ditanam si petani. Dick memetik manfaat dengan memelihara Spot. maka bisa juga diatur siapa perlu membayar siapa. jika nilai kerugiannya melampaui nilai keuntungannya. Dalam kenyataannya. dan kedua belah pihak akan sama-sama lebih untung dibanding kalau keduanya menjalankan usahanya sendiri-sendiri. maka pihak swasta itu akan mampu mengatasi masalah eksternalitas dan meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya. maka pengelolanya akan lebih mudah menentukan berapa banyak pohn apel yang harus ditanam. Haruskah Dick dipaksa mengirim anjing ke lokasi khusus penitipan hewan. dan untuk itu diperlukan perhitungan atas seberapa banyak nilai keuntungan bagi Dick dengan memelihara Spot. jika uang yang ditawarkan melebihi nilai keuntungannya dalam memelihara Spot. Menurut teorema Coase. Dick dan Jane akhirnya akan dapat menyepakati jumlah imbalan yang dapat diterima kedua belah pihak. Melalui kontrak seperti ini. Melalui tawar-menawar. Untuk lebih memahami makna teorema Coase. Ada dua alternatif yang perlu dipertimbangkan. dan berapa kerugian yang harus ditanggung Jane. sekaligus menghilangkan eksternalitas negatifnya (jumlah pohon atau jumlah lebah yang terlalu sedikit). dan berapa ekor lebah yang harus dipelihara. Jika biaya yang dipikul keduanya tidak sama. simaklah contoh berikut : Di sebuah kota tinggal seseorang bernama Dick. pasar swasta dapat menciptakan sendiri pemecahan yang efisien. tanpa memperhitungkan kepentingan pihak lain. Jika keuntungannya melebihi kerugiannya. ditemani anjingnya yang bernama Spot. demi membuahkan hasil yang maksimal. dan seandainya kesepakatan tersebut benar-benar dapat dicapai. tetangga Dick. Sebaliknya. penyusunan kontrak atau perjanjian di antara pihak-pihak yang menaruh kepentingan. sedangkan Jane harus rela tidur diiringi gongongan. karena tidak bisa tidur akibat gonggongan Spot ? Pertama-tama. maka Dick harus menyingkirkan anjingnya. Dalam perjanjian itu bisa diatur. dan berapa ekor lebah yang harus dipelihara si peternak. DICk akan terima tawaran itu. Syarat itu adalah pihak-pihak yang berkepentingan dapat melakukan negosiasi atau merundingkan langkah-langkah penanggulangan masalah eksternalitas yang ada diantara mereka. . Spot ini terusterusan menggonggong sehingga sangat mengganggu Jane. Jane dapat menawarkan sejumlah uang kepada Dick agar menyingkirkan anjingnya. agar masing-masing dapat memberikan eksternalitas positif yang optimal. maka itu berarti mereka dapat menciptakan sendiri pemecahan atas masalah eksternalitas yang mereka hadapi. TEORAMA COASE Ada sebuah pemikiran yang disebut teorema Coase (Coase therem) mengambil nama perumusnya.

maka keduanya akan dapat mencapai suatu kesepakatan yang memungkinkan Dick terus memelihara Spot. karena tidak ada pengaruhnya terhadap kemampuan pasar dalam mencapai hasil yang efisien. sedangkan kerugian Jane bernilai $800. karena kebijakan berdasarkan pendekatan pasar akan mendorong para pembuat keputusan di pasar swasta. maka tentu saja Dick akan menolak tawaran imbalan yang lebih kecil dari $1. karena distribusi awal itulah yang menentukan distribusi kesejahteraan ekonomi. pemerintah dalam melakukan salah satu dari dua pilihan tindakan yang ada. atau menerapkan kebijakan-kebijakan berdasarkan pendekatan pasar (marketbase policies). Dalam kasus ini. untuk secara sukarela memilih . Pada akhirnya. Dick dapat menawarkan sejumlah imbalan kepada Jane agar ia dapat terus memelihara anjingnya. Misalkan saja. hukum berpihak pada Jane. kesepakatan tetap dapat dibuat dalam rangka mengatasi masalah eksternalitas. dan merupakan pemecahan yang efisien. Jane secara hukum dapat menggugat Dick agar menyingkirkan anjingnya. Ditinjau dari perhitungan untung-ruginya. Andaikata nilai keuntungan Dick lebih besar daripada kerugian Jane. Dick hanya akan terus memelihara anjingnya jika nilai keuntungannya melebihi nilai kerugiannya. Jika ini kasusnya. nilai keuntungan bagi Dick dari memelihara Spot adalah $500. yakni jika ternyata nilai keuntungan Dick lebih besar dari pada nilai kerugiannya. dan Dick dengan senang hati akan menyingkirkan anjingnya. dan Jane harus memberinya imbalan agar Dick menyingkirkan anjingnya itu secara sukarela. Menurut teorema Coase. sedangkan kerugian Jane akibat gonggongan Spot hanya $800. Pilihan pertama adalah menerapkan kebijakan-kebijakan atau pendekatan komando dan kontrol (commandand-control policies). dapat mengatasi sendiri masalah eksternalitas yang muncul diantara mereka. Dalam kasus ini. maka Dick yang harus memberi imbalan. kita berasumsi bahwa Dick dapat memelihara Spot dengan bebas. Sebaliknya. Namun dalam kedua kasus ini. Lantas bagaimana jika ternyata hukum berpihak pada Jane. pihak-pihak yang berkepentingan selalu berpeluang mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak. Bagi para ekonom. kondisi tersebut juga terhitung efisien. maka Janelah yang harus memberi imbalan dalam kesepakatan yang mereka buat. Artinya. Dick akan tetap memelihara Spot. Dick dan Jane tetap berpeluang mencapai kesepakatan. Jane dapat menawarkan imbalan sebanyak $600. Jadi. padahal Jane tidak akan mau membayar lebih dari $800. Jika Dick yang memiliki hak awal untuk memelihara Spot. Meskipun demikian. dan pemecahan efisien pun tercipta. Jadi. jika Jane yang mempunyai hak awal untuk hidup tenang. tentu saja bertumpu pada asumsi bahwa Dick secara hukum memang dibenarkan memelihara anjingnya yang berisik itu. KEBIJAKAN PUBLIK UNTUK MENGATASI EKSTERNALITAS Setiap kali eksternalitas muncul sehingga mengakibatkan alokasi sumber daya yang dilakukan pasar tidak efisien.000. dapat disimpulkan bahwa : Teorema Coase menyatakan bahwa pelaku-pelaku ekonomi pribadi/swasta. namun hasil akhirnya tidak akan berubah. Kedua belah pihak akan lebih sejahtera dibanding sebelumnya. nilai keuntungan Dick dari memelihara Spot ternyata $1.Umpamakan saja. terlepas dari distribusi hak pada awalnya. pilihan kedua lebih baik. Terlepas dari distribusi hak pada awalnya. atau jika Jane secara hukum berhak untuk menikmati ketenangan dan ketenteraman di rumahnya sendiri. Namun ada pula kemungkinan Jane tidak dapat membayar imbalan itu. distribusi awal hak atau perlindungan hukum itu tidak menjadi persoalan. Akibatnya.000. Misalkan saja. soal distribusi hak itu bukannya sama sekali tidak relevan. sehingga Jane tidak bisa mengganggugugat. Dalam kasus ini. Semua uraian dalam contoh diatas.

pemerintah juga dapat menerapkan kebijakan-kebijakan yang didasarkan pada pendekatan pasar. seperti telah disinggung diatas pemerintah dapat menginternalisasikan eksternalitas dengan menggunakan pajak terhadap kegiatan-kegiatan yang menimbulkan eksternalitas negatif. Sama halnya dengan kerja pasar yang mengalokasikan berbagai barang ke pembeli. dan sebaliknya memberi subsidi untuk kegiatan-kegiatan yang memunculkan eksternalitas positif. informasi seperti ini sulit didapatkan. yang harus diupayakan bukan penghapusan polusi secara total. Sebagai contoh. yakni Arthur Pigou (1877-1959). Environmental Protection Agency) adalah lembaga yang diserahi wewenang dan tugas untuk merumuskan. Bentuk regulasi dibidang lingkungan hidup itu sendiri bisa bermacam–macam. yang biaya sosialnya jauh lebih besar dari pada keuntungan pihak-pihak yang melakukannya. yang memberikan penilaian paling tinggi pajak Pigovian ini juga mengalokasikan hak berpolusi kepada perusahaan atau pabrik. maka segala bentuk kendaraan bermotor harus dilarang oleh pemerintah. yang paling sulit menurunkan polusinya atau yang dihadapkan pada biaya paling tinggi untuk menurunkan polusi (misalkan karena biaya alat penyaring polusinya sangat mahal). mengambil nama ekonom pertama yang merumuskan dan menganjurkannya. Jadi. Tuntutan para pecinta lingkungan untuk menghapuskan segala bentuk polusi. Terkadang EPA mewajibkan pemakaian teknologi atau peralalatan tertentu untuk mengurangi polusi di pabrik-pabrik. dimana kita mengetahui bahwa pajak pada . pajak Pigovian secara langsung menetapkan harga atas hak berpolusi. Pajak yang khusus diterapkan untuk mengoreksi dampak dari suatu eksternalitas negatif lazim disebut sebagai Pajak Pigovian (Pigovian tax). untuk mengatasi kebiasaan membuang limbah beracun ke sungai. Di semua kasus. dan hal ini tidak mungkin dilakukan. Dalam kasus ini pemerintah menggunakan regulasi atau pendekatan komando dan kontrol untuk melenyapkan eksternalitas tadi. sehingga tidak terlalu merusak lingkungan namun tidak juga menghalangi kegiatan produksi. kita harus menghitung segala untung ruginya secara cermat. Badan Perlindungan Lingkungan Hidup (EPA. sesungguhnya tidak mungkin terpenuhi. Masalahnya. untuk mengatasi eksternalitas. melaksanakan. dan berbagai alternatif teknologi yang dapat diterapkan oleh industri yang bersangkutan.mengatasi masalahnya sendiri. Adakalanya EPA langsung menetapakan batasan polusi yang diperbolehkan untuk suatu perusahaan. Contoh yang sederhana. dalam rangka mengurangi atau membatasi polusi. dan mengawasi berbagai regulasi yang dimaksudkan untuk melindungi lingkungan hidup. PAJAK PIGOVIAN DAN SUBSIDI Selain menerapkan regulasi. para pejabat pemerintah harus mengetahui spesifikasi dari setiap jenis/sektor industri. Sebagi contoh. demi memperoleh suatu peraturan yang baik dan tepat guna. Pajak Pigovian tidaklah sama dengan pajak-pajak lain. melainkan pembatasan polusi hingga ambang tertentu. yang dapat memadukan insentif pribadi/swasta dengan efisiensi sosial. Pada dasarnya. Jika polusi ini hendak dihapus sepenuhnya. Namun kasus-kasus polusi umumnya tidak sesederhana itu. REGULASI Pemerintah dapat mengatasi suatu eksternalitas dengan melarang atau mewajibkan perilaku tertentu dari pihak-pihak tertentu. Untuk menentukan ambang aman tersebut. pemerintah dapat menyatakannya sebagai tindakan kriminal dan akan mengadili serta menghukum pelakunya. karena polusi merupakan efek sampingan tak terelakkan dari kegiatan produksi industri. semua kendaraan bermotor sesungguhnya mengeluarkan polusi.Di Amerika Serikat.

yang nilainya lebih besar dari pada pendapatan yang diperoleh pemerintah dari pajak tersebut. . sehingga tidak seperti pajak-pajak lainnya.umumnya akan mendistorsikan insentif dan mendorong alokasi sumber daya menjauhi titik optimum sosialnya. pajak Pigovian itu justru mendorong alokasi sumber daya mendekati titik optimum sosial. Pajak umumnya juga menimbulkan beban baku berupa penurunan kesejahteraan ekonomis (turunnya surplus produsen dan surplus konsumen). Akibat adanya eksternalitas. Pajak Pigovian diterapkan untuk mengoreksi insentif ditengah adanya eksternalitas. Jadi. masyarakat harus memperhitungkan kesejahteraan pihak lain. pajak Pigovian ini juga meningkatkan efisiensi ekonomi. Pajak Pigovian tidak seperti itu karena pajak ini memang khusus diterapkan untuk mengatasi masalah eksternalitas. selain memberi pendapatan tambahan pada pemerintah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful