MODUL LEARNING SKILLS

Pelatihan ini akan meliputi pengenalan kepada 4 ketrampilan yang digunakan di dalam proses belajar, terutama menuju pembelajaran yang mandiri dan aktif. Keempat ketrampilan tersebut adalah :

I.

MENGENALI GAYA BELAJAR 1. Permainan Angka 2. Membangun Harapan 3. Permainan Mana yang Lebih Penting: MATA atau TELINGA 4. Mengenal Gaya Belajar MEMBUAT CATATAN 1. Permainan Sebuah Gambar Bernilai 1000 Kata 2. Mengenali Kebiasaan Mencatat 3. Pengenalan Metode Mind-Maps 4. Latihan Metode Mind-Maps MEMBACA CEPAT 1. Melatih Konsentrasi 2. Melatih Persepsi 3. Melatih Fiksasi 4. Melatih Membaca Cepat dengan Pemahaman Tinggi BELAJAR DENGAN PEMIKIRAN KRITIS 1. Pengenalan terhadap Pertanyaan Kritis 2. Latihan membuat Pertanyaan Kritis

II.

III.

IV.

Pelatihan Learning Skills

PROGRAM PPKB UGM

HARI PERTAMA

PROSEDUR 1

KEGIATAN HARI PERTAMA: 1. PERMAINAN ANGKA 2. MEMBANGUN HARAPAN 3. PERMAINAN MANA YANG LEBIH PENTING: MATA ATAU TELINGA 4. MENGENAL GAYA BELAJAR

PERMAINAN ANGKA
TUJUAN  Membantu peserta saling berkenalan dengan lebih akrab.  Menumbuhkan iklim belajar sambil memahami proses belajar. MATERIAL ♦ Worksheet ANGKA ACAK (Lembar Kerja 1) ♦ Worksheet KURVA BELAJAR (Lembar Kerja 2)

PROSEDUR 1. Co-Trainer membagikan lembar kerja angka acak satu persatu kepada seluruh peserta 2. Peserta diminta untuk menghubungkan angka-angka secara urut mulai dari angka terkecil (1) sampai terbesar, selama 1 menit. 3. Kemudian co-trainer kembali membagikan lembar kerja angka acak kedua kepada seluruh peserta, dan kembali mengulang proses (2) 4. Sampai pada lembar kerja angka acak ke-empat proses tersebut terus diulang. 5. Peserta diminta untuk memindahkan angka terakhir yang dicapai pada tiap percobaan pada lembar kerja kurva belajar. 6. Beberapa peserta diminta untuk menyajikan kurva belajarnya, dan menceriterakan pengalamannya pada proses tersebut. 7. Trainer menjelaskan mengenai konsep proses belajar.

Pelatihan Learning Skills

PROGRAM PPKB UGM

WAKTU ♦ Peserta mengerjakan lembar kerja angka acak (10 menit) ♦ Peserta menyajikan gaya belajarnya (20 menit) ♦ Pelatih mendiskusikan proses (30 menit) TOTAL WAKTU 60 menit JUMLAH PESERTA 50 peserta

Pelatihan Learning Skills

PROGRAM PPKB UGM

Lembar Kerja 1

ANGKA ACAK

Pelatihan Learning Skills

PROGRAM PPKB UGM

Lembar Kerja 2

KURVA BELAJAR 50 49 48 47 46 45 44 43 42 41 40 39 38 37 36 35 34 33 32 31 30 29 28 27 26 25 24 23 22 21 Angka terakhir 20 yang 19 dicapai 18 17 16 I
Pelatihan Learning Skills

II
Percobaan

III

IV

V

PROGRAM PPKB UGM

Trainer meminta peserta pelatihan untuk menuliskan harapan pribadi mereka dalam mengikuti pelatihan ini pada lembar kerja 3. sehingga harapan peserta dapat selaras dengan tujuan pelatihan. Pada pembukaan. trainer menyatakan tujuan pelatihan secara umum dan memberikan tinjauan sekilas terhadap pelatihan yang akan diberikan (Bacaan Pendukung 1) (15 menit) 2. Dalam hal ini peserta diminta untuk menyatakan 3 harapan yang ingin dicapai dari pelatihan yang akan dilaksanakan.PROSEDUR 2 MEMBANGUN HARAPAN TUJUAN Untuk membantu mempertegas tujuan pelatihan yang telah ditentukan kepada peserta pelatihan MATERIAL ♦ Lembar Kerja 3 ♦ Bacaan Pendukung 1 PROSEDUR 1. (15 menit) WAKTU Kurang lebih 30 menit JUMLAH PESERTA 50 peserta Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM .

…………… ……………………………………………………………….Merasa lebih positif terhadap diri sendiri B. saya berharap : • Mengetahui tentang: ……………………………………… ……………………………………………………………… …………………………………………………………….... …………………………………………………………. • Mampu ….Lembar Kerja 3 Setelah pelatihan ini. • Merasa (pilih pernyataan yang sesuai dengan melingkari huruf di depan pilihan) Jawaban: A. Merasa lebih mengenal diri pribadi D.…………………………………. Merasa lebih percaya diri menghadapi kuliah C.Merasa lebih optimis menghadapi ujian BACAAN PENDUKUNG 1 Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM .

Kecepatan membaca dengan pemahaman yang tinggi merupakan suatu ketrampilan yang perlu dilatihkan pada mahasiswa. dalam hal pengambilan keputusan. ada pula yang berbentuk suara (auditory) bahkan tidak jarang terdapat pula orang yang lebih peka menerima informasi dari gerakan (kinestetik) 2.TUJUAN PELATIHAN Di akhir pelatihan ini diharapkan peserta akan mampu: 1. Belajar adalah suatu proses yang sangat bersifat pribadi. Belajar dengan metode “critical thinking”. Pada pelatihan ini akan dikenalkan cara mencatat dengan menggunakan model ”peta pikiran”. Dengan mengajarkan mahasiswa belajar secara kritis. PROSEDUR 3 Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . yang menggunakan prinsip kerja otak kiri dan kanan. harus mengikuti pola kerja otak. 4. Mengenal model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dirinya (learning how to learn). Tulisan/pencatatan perlu diselaraskan dengan otak yang bekerja dengan model cabang. Ada sebagian orang yang lebih peka menerima informasi dalam bentuk tulisan (visual). penyelesaian masalah dan kreativitas. 3. Membaca dengan kecepatan memadai dan pemahaman tinggi (Power Reading). Mencatat dengan mengaktifkan 2 belahan otak (Mind-mapping). Model pencatatan yang dapat melibatkan kerja dua belahan otak. Siswa perlu mengenal terlebih dahulu karakteristik belajar yang dia miliki. Kecepatan membaca ideal seseorang adalah 250 kpm (kata per menit). maka diharapkan juga akan dapat meningkatkan ketrampilan berpikir mahasiswa. Proses belajar yang dapat mengakibatkan proses renovasi mental diperlukan untuk dapat mengarahkan mahasiswa menjadi pembelajar yang aktif. Setiap orang memiliki kepekaan yang berbeda-beda di dalam route penyerapan informasi yang diterimanya. untuk mengoptimalkan proses pembelajarannya. Kecepatan membaca merupakan suatu modal bagi siswa untuk dapat menambah pengetahuannya.

Trainer bertanya kepada peserta mengenai pesan yang terkandung dalam permainan mana yang lebih penting mata atau telinga. (15 menit) WAKTU 50 menit PESERTA 50 orang Lembar Kerja 4 Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . Trainer membagi peserta kedalam dua kelompok berdasarkan pilihan mereka. Peserta tidak boleh menulis objek tersebut. Kelompok Telinga ditutup telinganya dan diminta membaca objek yang ada didepannya dengan menggunakan matanya. (15 menit) 6. (5 menit) 5. Trainer meminta peserta untuk mengungkapkan apa yang dialami dan dirasakan selama kegiatan diatas. (5 menit) 2.PERMAINAN MANA YANG LEBIH PENTING: MATA ATAU TELINGA TUJUAN Membantu peserta mengenal jalur informasi pada dirinya yang lebih peka (mata atau telinga) MATERIAL ♦ Lembar Kerja 4 ♦ Lembar Kerja 5 ♦ Bacaan Pendukung 2 PROSEDUR 1. yakni kelompok Mata dan kelompok Telinga. (5 menit) 3. Trainer meminta masing-masing peserta untuk memilih panca indera mana yang lebih penting ”Mata atau telinga” dengan disertai alasannya. Kelompok Mata ditutup matanya dan diminta untuk mendengarkan nama objek yang dibacakan oleh pelatih. (5 menit) 4.

Lembar Kerja 5 Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM .

SEPEDA MOTOR 3. KOMPUTER 8. DOMPET 6. JAM DINDING 4. BUNGA 2. MAWAR 5. PIRING 10. MELON BACAAN PENDUKUNG 2 Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . KUDA 9. BUKU 7.1.

kita lebih suka bermain daripada belajar atau bekerja. mengkaitkan informasi itu dengan konsep-konsep lain. Pada umumnya kita tidak senang atau merasa terpaksa mengerjakan tugas membaca buku atau membuat pekerjaan rumah yang diberikan oleh dosen atau guru. Salah satu sebab mengapa sebuah buku teks itu membosankan oleh karena penulisan buku-buku teks kebanyakan tidak disertai dengan pemberian ketrampilan belajar bagaimana belajar (learning how to learn). Rasa bosan akan berakibat (a) tidak banyak informasi dari buku itu yang dapat diingat. & Vos. tenggat (deadline). musik. Dilain pihak. Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . mahasiswa dan siswa akan merasa senang dan tidak terpaksa untuk bermain. Mengembangkan sikap bahwa “Belajar itu menyenangkan”. bagaimana kita dapat menyimpan informasi. Mengapa demikian ? Bermain biasanya akan dapat membuat kita rileks. tidak ada ketakutan gagal. Sebaliknya. dan tak ada penilaian orang lain.STRATEGI BELAJAR Membaca sebuah buku teks kuliah seringkali membosankan. serta rasa bosan yang tidak mampu kita hindari. mengambil kembali informasi itu. kemungkinan gagal. Dalam kehidupan sehari-hari belajar dan bekerja seringkali tidak membuat hati kita senang. bagaimana memori kita bekerja. Memberikan kepada pembaca ketrampilan belajar bagaimana belajar akan memberi peluang lebih besar bagi pembaca untuk mengingat lebih banyak dan mengelaborasi lebih jauh informasi-informasi yang ada dalam sebuah buku teks. maupun internet. Hal ini karena membaca buku dan mengerjakan pekerjaan rumah kita anggap sebagai pekerjaan. Tidak jarang kita menunda pekerjaan dan belajar. sepakbola. keterbatasan pilihan. dan (b) tidak ada upaya mengelaborasi lebih jauh gagasan-gagasan yang ada dalam buku teks tersebut. serta mencari pengetahuan baru apabila kita membutuhkannya secara cepat (instant) (Dryden. Belajar bagaimana belajar dirumuskan sebagai belajar bagaimana otak kita bekerja. apakah itu bermain kartu remi. 1999). Pekerjaan dan belajar seringkali kita kaitkan dengan tekanan-tekanan.

but the difficulty stems from the mindset and not the activity”. “Learning is fun” (dalam Learning Revolution. 1999). changing to a mindful attitude may be difficult.Apakah kita bisa mengubah sesuatu yang dianggap sebagai pekerjaan menjadi sesuatu yang lebih menyenangkan yaitu bermain. h. Dari pendapat Langer diatas maka marilah kita merubah pola berfikir kita mengenai kegiatan mempelajari pelajaran bukan lagi sebagai “pekerjaan” namun lebih sebagai “permainan”. Langer (1997. If we have long held a mindset that a particular activity is arduous. Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . 61) menulis:”Virtually any task can be made pleasurable if we approach it with different attitude. Sikap yang lebih produktif ialah bahwa mempelajari pelajaran itu lebih merupakan aktivitas bermain daripada bekerja.

Trainer menjelaskan bagaimana memanfaatkan gaya belajar (Bacaan Pendukung 3) (35 menit) WAKTU YANG DIBUTUHKAN 90 menit JUMLAH PESERTA 50 peserta Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . dan kemudian menjumlahkannya ke bawah. Co-Trainer membagikan lembar kerja 6 (5 menit) 2. Gaya belajar adalah angka yang paling tinggi (10 menit) 4. Setelah diketahui jumlah masingmasing kolom (I -IV) maka angka tersebut dikalikan 4.PROSEDUR 4 MENGENALI GAYA BELAJAR TUJUAN Untuk membantu peserta lebih mengenal macam-macam gaya belajar. Co-trainer membagikan lembar kerja 7. MATERIAL ♦ Bacaan Pendukung 3 ♦ Lembar Kerja 6 ♦ Lembar Kerja 7 ♦ Bacaan Pendukung 4 ♦ Bacaan Pendukung 5 PROSEDUR 1. dan mengetahui gaya belajar yang dimilikinya. untuk mengetahui gaya belajarnya dengan cara memilih 2 pilihan pada masing-masing nomor (10 menit) 3. Trainer memberi penjelasan mengenai hasil inventori gaya belajar (30 menit) 5. dilanjutkan dengan pengisian lembar kerja tersebut dengan memindah huruf jawaban. Trainer meminta peserta untuk mengisi inventori gaya belajar (lembar kerja 6).

BACAAN PENDUKUNG 3 GAYA BELAJAR Berbagai penelitian telah dilakukan untuk membuktikan bahwa ternyata seseorang memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Konteks (Context). Satu orang akan merasa lebih efektif dan lebih baik dengan menggunakan lebih banyak mendengarkan. Kita memiliki lima panca indera untuk memproses input belajar kita. Otak manusia sangatlah kompleks. Pada saat ini terdapat bermacam-macam model gaya belajar. penglihatan. Untuk lebih memahami bagaimana kita belajar. Hal inilah yang kemudian kita kenal sebagai Gaya Belajar. 2. Bagaimana cara kita belajar akan sangat mempengaruhi struktur otak kita. Input (Input). yaitu lingkungan di sekitar proses belajar yang menyediakan tanda-tanda yang penting selama proses belajar berlangsung. 3. maka proses belajar ini kemudian dibagi menjadi 4 bagian kecil. yang lain melihat cognitive filter-nya. namun orang lain merasa lebih baik dengan membaca dan bahkan ada yang merasa bahwa hasilnya akan optimal jika kita belajar dengan langsung mempraktekkan apa yang akan dipelajari. Kita dapat memproses Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . Berbagai penelitian juga telah dilakukan untuk membuktikan bahwa gaya belajar tertentu untuk seorang murid akan dapat menjamin kesuksesannya. pada proses inilah kita mulai untuk memproses input belajar kita. Pemrosesan (Processing). yaitu : 1. yaitu bahan yang akan dikelola dalam proses belajar. Gaya Belajar kita akan sangat mempengaruhi bagian dari otak kita yang akan diaktifkan selama belajar. Pada awalnya input ini harus kita indera dahullu untuk dapat kita proses dalam belajar. beberapa ahli melihat proses inputnya. melalui manipulasi data yang masuk. sementara yang lain melihat response-stylenya. Otak manusia tidak hanya memiliki gaya belajar tunggal. Keragaman ini didasarkan pada penekanan yang berbeda dari para ahli dalam tiap penelitiannya. Seseorang akan memasukkan input dengan lebih baik melalui pendengaran. ataukah kinestetinya. Input ini yang akan menandai dimulainya balajar.

multi-task atau single-task.secara global atau analistis. Namun jika kita lihat. ataupun referensi internal dan eksternal. dan lain sebagainya. Seorang ilmuwan besar kita yang bernama Albert Einstein. dimana setelah kita melakukan pemrosesan terhadap informasi yang masuk. yang perlu diingat adalah bahwa setiap orang adalah unik dan memiliki gaya yang berbeda-beda. Kondisi yang terjadi kemudian adalah terjadi ketidakcocokan diantara apa yang akan diberikan sebagai bahan belajar dengan penerima pelajaran. saat ini banyak lembaga pendidikan yang menerapkan sistem seolah-olah semua orang memiliki gaya belajar yang sama. waktu yang dimiliki. Semakin nyata bahwa setiap orang akan memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. tetapi lebih sebagai seorang fasilitator belajar mereka. Di dalam metode balajar ini. Kita akan cenderung berperilaku berdasarkan perhitungan resiko. Prestasi belajar yang selalu jelek dan gurunya yang selalu mengatakan bahwa Einstein adalah seorang pengacau di kelas. konkrit atau abstrak. sehingga peran guru bukan lagi sebagai seorang yang harus menyamakan gaya belajar mereka. maka kita cenderung untuk melakukan sesuatu berdasarkan proses belajar yang kita lakukan. dahulunya dia dikenal sebagai seorang yang poor-learner di sekolah. dapat dikembangkan melalui kombinasi dari keempat faktor di atas. yaitu : • • • • Bagaimana kita dapat menerima informasi dengan lebih mudah ? Bagaimana kita mengatur dan memproses informasi yang masuk ? Bagaimana persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan untuk membantu menyimpan informasi yang ada ? Bagaimana kita dapat mengeluarkan informasi yang telah kita proses ? PROGRAM PPKB UGM Pelatihan Learning Skills . 4. Kedua orang tokoh tersebut ternyata memiliki gaya belajar yang berbeda dengan yang ada di sekolah mereka. Bagaimana kita dapat mengetahui gaya belajar kita masing-masing. Di lain pihak Winston Churchill yang merupakan pemimpin besar di dunia. Saringan respons (Response Filter). Churchill dianggap sebagai seorang murid dengan prestasi yang jelek oleh gurunya. juga mengalami hal yang sama.

Mendapat gagasan d. Kooperatif d. Suka membuat perencanaan 10. a. Sensitive c. Kreatif 11. a. Suka berdebat b. a. Penemu 6. 1. Tepat b. Logis 8. Kritis d. Berasosiasi c. Peduli d. Suka menghubung-hubungkan 4. Suka tantangan b. Suka bertualang 5.Lembar Kerja 6 INVENTORI GAYA BELAJAR PETUNJUK : Bacalah setiap kelompok kata ini dan tandailah dua buah yang paling sesuai dengan diri anda. Menyelesaikan pekerjaan b. a. Suka membaca b. a. a. Bersifat realistis d. Sistematis d. a. Suka mencipta d. Spontan d. Mau mengambil resiko 9. a. a. a. a. Suka membuat penilaian c. Suka berbagi b. Menemukan c. a. Mudah beradaptasi c. Suka berlatih/practicing c. Berpikir mendalam d. Suka menyelidik c. a. Mandiri 7. Suka/jago menghafal b. Kerja keras d. Menafsirkan 15. Waspada/hati-hati d. Intelektual b. Mampu memecahkan masalah d. Mengharapkan arahan 12. Perfeksionis c. Teratur c. Reformis b. Mengerjakan b. Suka menganalisis 2. Langsung pada permasalahan c. Berpikir d. Kompetitif b. Berkomunikasi b. Melihat kemungkinan-kemungkinan c. a. Memeriksa 14. Penuh perasaan d. Teratur b. a. Penuh rasa ingin tahu 3. Praktis c. Suka berimajinasi b. Menggunakan nalar 13. Akademis d. Suka bergaul c. Bereksperimen Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . Berperasaan c. Feksibel c. Personal/pribadi b.

2. x 4 = C A B B A B B C D A D C B A A II D C A C C C D A A C B D D C C III A B D A B A C B B B C A C D B IV B D C D D D A D C D A B A B D Sekuensial Konkret Sekuensial Abstrak Acak Abstrak Acak Konkret PROGRAM PPKB UGM Pelatihan Learning Skills . 11. 13. 7. TOTAL I……….. 6. 3.. 15. 14. III dan IV • Kalikan masing-masing jumlah tadi dengan 4 I 1. II.Lembar Kerja 7 Petunjuk : • Lingkari dua huruf yang anda pilih untuk setiap jawaban pada kolom yang tersedia • Jumlahkan total kolom I. x 4 = IV……. 8. 4. 10. 5. X 4 = II……… x 4 = III……. 9. 12.

mempunyai sikap eksperimental yang diiringi perilaku yang kurang terstruktur. Dapat memperhatikan dan mengingat fakta-fakta. c. Memproses informasi dan berpikir dengan cara yang teratur. suka mencoba dengan trial and error. b. c. atau aturan-aturan khusus dengan mudah.BACAAN PENDUKUNG 4 TERMASUK YANG MANAKAH ANDA? Oleh: DePorter &Hernacki Setelah mengisi inventori gaya belajar. Siapkan diri Anda untuk memecahkan masalah. Gunakan kemampuan divergen Anda. adalah seseorang yang … a. memiliki dorongan kuat untuk menemukan alternatif dan mengerjakan segala sesuatu dengan caranya sendiri. Cermati waktu Anda. b. rumus-rumus Lebih mudah belajar dengan catatan atau makalah. Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . Menyukai pengarahan dan prosedur khusus. adalah seseorang yang … a. Kiat-kiat jitu bagi pemikir SK: Bangunlah kekuatan organisasional Anda Cari tahu detail yang Anda perlukan Bagilah proyek Anda menjadi beberapa tahapan Tatalah lingkungan kerja yang tenang ♦ Pemikir Acak Konkret (AK). dan sekuensial. d. lebih berorientasi pada proses daripada hasil sehingga tidak terlalu mementingkan waktu dalam mengerjakan sesuatu. Kiat-kiat jitu bagi pemikir AK: a. linear. c. Anda perlu mempelajari penjelasan berikut ini : ♦ Pemikir Sekuensial Konkret (SK). b.

Kiat-kiat jitu bagi pemikir AA: a. Ketahuilah betapa kuat emosi mempengaruhi konsentrasi Anda. d. ♦ Pemikir Sekuensial Abstrak (SA). e. c.d. Upayakan keteraturan d. Menyerap ide-ide. dan kesan. Gunakan kemampuan alamiah Anda untuk bekerjasama dengan orang lain. lebih suka berpikir dalam konsep dan menganalisis informasi. c. memiliki proses berpikir yang logis. Terimalah kebutuhan Anda untuk berubah. dan mengaturnya dengan refleksi. bukan bertahap. adalah seseorang yang … a. menghargai keteraturan dan kerapihan. Lihatlah gambaran besar e. informasi. Melihat segala sesuatu dengan holistik/keseluruhan. d. Melihat segala sesuatu secara keseluruhannya sebelum melihat detilnya. b. Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . e. rasional dan intelektual. Carilah dukungan bagi diri Anda. c. b. Analisislah orang-orang yang berhubungan dengan Anda. Kiat-kiat bagi pemikir Sekuensial Konkret (SK): a. Gunakan isyarat isyarat visual. Suburkan kecerdasan Anda c. ♦ Pemikir Acak Abstrak (AA). Waspadalah teeerhadap waktu f. Penuh dengan perasaan dan emosi b. lebih suka bekerja sendiri daripada bekerja berkelompok. Latihlah logika Anda b. Mampu mengingat dengan sangat baik jika informasi dipersonifikasikan. d. adalah seseorang yang … a. Bangunlah kekuatan belajar Anda dengan berasosiasi.

Anda bisa meletakkan tape recorder untuk memutar musik yang membantu Anda relaks selama belajar. Menggantungkan foto-foto atau kenangan saat-saat puncak Anda atau penghargaan-penghargaan yang telah Anda terima. Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . pencahayaan. EMOSIONAL: motivasi. kelompok belajar. tata-ruang Aturlah ruang belajar Anda menurut selera Anda sendiri dengan memperhatikan hal-hal yang Anda sukai. Pikirkanlah suasana yang dapat membuat Anda mampu berkonsentrasi dengan mudah dan belajar tanpa menjadi stres. 2. sekarang saatnya untuk menata diri Anda sebelum mulai belajar. tanggungjawab. lampu. persistensi. seperti meja. Terlebih dahulu. Sehingga penting untuk diperhatikan barang-barang yang ada didalam ruang. atau jika Anda suka. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk memotivasi diri Anda : a. kursi. Setelah menata ruang belajar Anda sedemikian rupa sehingga membuat Anda nyaman berada didalamnya.BACAAN PENDUKUNG 5 STIMULUS DALAM BELAJAR Oleh: DePorter & Hernacki Salah satu hal yang akan menunjang keberhasilan Anda dalam belajar adalah jika Anda menganggap bahwa ”Belajar itu Menyenangkan”. b. SOSIOLOGIS: teman sebaya. tumbuhkan motivasi Anda untuk belajar. suhu. orang dewasa. 3. LINGKUNGAN: suara. Menempelkan atau menggantungkan kata-kata positif pemacu semangat seperti slogan atau kata-kata mutiara ditempat strategis yang dapat Anda lihat dengan leluasa. Sehingga diperlukan upaya-upaya yang dapat menghadirkan suasana menyenangkan tersebut. 1. rak buku. antara lain dengan menata ruang dan lingkungan tempat Anda belajar.

Namun ada pula orang yang tidak bermasalah belajar di tempat yang ramai di waktu siang karena mereka memiliki toleransi yang lebih besar terhadap suasana seperti itu. UNSUR FISIK: persepsi. Beberapa orang menyukai belajar pada malam hari saat suasana hening sehingga lebih mudah berkonsentrasi. orang-orang yang lebih dewasa atau dari kelompok belajar yang Anda miliki. Anda akan mendapatkan banyak informasi dari teman-teman sebaya. Yang terpenting: Andalah yang paling memahami diri Anda sendiri! Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . sehingga mereka tetap dapat berkonsentrasi. Masukan-masukan dari orang-orang disekitar Anda berarti kesempatan untuk melakukan perubahan-perubahan yang positif dan memperluas wawasan Anda.Berinteraksi dengan lingkungan dan orang lain akan membantu Anda belajar lebih banyak hal. Jadi: perluas zona nyaman Anda dengan lebih banyak berinteraksi dengan orang lain. 4. waktu Anda dapat mengatur waktu yang paling tepat untuk waktu belajar Anda.

Peserta diminta menyimak ceritera tersebut. 5. 4. PERMAINAN SEBUAH GAMBAR BERNILAI 1000 KATA 2. Co-trainer meminta kertas jawaban peserta dan mengambil beberapa lembar jawaban peserta untuk dibahas di depan kelas. Peserta tidak diperbolehkan membuat coretan untuk membantu menghafal. Co-trainer meminta kertas jawaban peserta dan mengambil beberapa lembar jawaban peserta untuk dibahas di depan kelas. Sesudah transparansi selesai ditayangkan. LATIHAN METODE MIND-MAPS SEBUAH GAMBAR BERNILAI 1000 KATA TUJUAN Mendemonstrasikan bahwa informasi yang menggunakan gambar dan warna akan lebih mudah disimpan dalam pikiran dan diingat kembali. 2. Co-trainer meminta peserta menggambar kembali suasana dalam ceritera diatas kertas. Peserta diminta menyimak ceritera tersebut. Co-trainer menayangkan dengan OHP sebuah transparansi yang berisi satu ceritera tentang suasana di sebuah kamar (transparansi 1) Transparansi ditayangkan selama 1 menit. Co-trainer menayangkan dengan OHP sebuah transparansi yang berisi satu gambar berwarna tentang suasana di sebuah kamar (transparansi 2) Transparansi ditayangkan selama 1 menit. 3. Co-trainer meminta peserta menuliskan kembali isi ceritera diatas kertas. 6. MENGENALI KEBIASAAN MENCATAT 3.HARI KEDUA PROSEDUR 5 KEGIATAN HARI KEDUA 1. Waktu yang diberikan untuk menuliskan kembali adalah 2 menit. PENGENALAN METODE MIND-MAPS 4. Waktu yang diberikan untuk menuliskan kembali adalah 2 menit. Pembahasan mencakup seberapa banyak peserta mampu mengingat dan menuliskan kembali isi ceritera yang telah dilihatnya. MATERIAL ♦ Lembar Kerja 8 ♦ Lembar Kerja 9 PROSEDUR 1. Sesudah transparansi selesai ditayangkan. Pembahasan Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM .

mencakup seberapa banyak peserta mampu mengingat dan menggambarkan kembali isi ceritera yang telah dilihatnya. WAKTU 20 menit PESERTA 50 menit Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . Trainer menanyakan kepada peserta apa yang dialami dan dirasakan selama melakukan dua kegiatan diatas. 7.

Baju itu tergantung di bagian tengah cantelan tersebut. Sebuah baju tergantung pada cantelan baju. Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM .Lembar Kerja 8 NARASI CERITA (TRANSPARANSI 1) Sebuah almari terletak di sebelah kanan meja yang berada di satu sudut ruangan. Sebuah bunga yang sedang mekar ditempatkan di dalam vas. Vas bunga yang ada disebelah kiri cantelan baju berada diatas meja.

kemudian ceritakan isi gambar dengan baik. tanpa melihat gambarnya. Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM .Lembar Kerja 9 Gambar Pandanglah gambar yang ada di bawah ini selama 1 menit.

gambar. Trainer menjelaskan mengenai kelebihan model pencatatan mind-map. MATERIAL ♦ Worksheet mencatat mind-maps ♦ Transparansi PROSEDUR 1. bacaan pendukung 6 (15 menit) WAKTU 30 menit JUMLAH PESERTA 50 peserta Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . Trainer memperkenalkan kepada peserta macam-macam kebiasaan mencatat (linear.PROSEDUR 6 MEMBUAT CATATAN TUJUAN Untuk membantu peserta untuk dapat menggunakan prinsip – prinsip pencatatan berdasarkan kerja otak. Trainer meminta peserta menulis kebiasaan mencatatnya (10 menit) 3. agar lebih mempermudah proses mengingat. diagram) (5 menit) 2.

Namun ternyata otak tidak bekerja dengan cara tersebut. atau secara khusus Buzan (1989. Bertahun-tahun. bahwa cara otak memahami informasi melalui pola diskriminasi.90) menyebutnya sebagai list-like affair. h.BACAAN PENDUKUNG 6 Metode Pencatatan Mind-Mapping Oleh: Tony Buzan Di dalam proses belajar mengajar tentu tidak akan pernah luput dari masalah “pencatatan”. lebih khusus lagi pada proses recalling. h. Oleh karenanya dibutuhkan suatu metode pencatatan yang mampu meningkatkan kemampuan recalling kita. Hart (1975) menggambarkan pentingnya menyajikan materi Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . Pencatatan sangat berkaitan dengan ingatan. 165). Tidaklah berguna apabila kita mencatat sesuatu namun pada akhirnya kita tidak berhasil mengingat hal tersebut. Edelman (1992) menyatakan bahwa otak kita membentuk peta dari setiap aktivitasnya. yaitu dengan pola dan asosiasi. Otak kita memiliki prinsip kerja mentransfer data yang masuk menjadi lebih berarti. yang menyebutkan bahwa otak kita bekerja seperti garis linear. maka kita perlu bekerja sesuai dengan cara otak kita bekerja. baik yang berasal dari stimulus eksternal maupun dari persepsi. 1999. atau pada beberapa bahasa tertentu dengan kolom per kolom. namun menyimpannya dalam bentuk pola dan asosiasi (Dryden & Vos. apabila kita ingin mencatat sambil menghafal dengan lebih efektif. Model pencatatan ini didasarkan pada asumsi tradisional tentang kerja otak kita. bukan melalui daftar fakta-fakta. hingga sekarang sebagian besar dari siswa kita diajarkan bagaimana mencatat dengan cara linear (dalam bentuk baris per baris). Otak tidak menyimpan informasi dalam bentuk baris-baris atau kolom-kolom yang rapi. Oleh karenanya. Diperkuat lagi dengan pernyataan Karl Pribram (seorang neurologist).

Dengan mengaktifkan kedua belahan otak. Buzan (1989) menyebutkan bahwa setiap kata memiliki prinsip multi-ordinate. Buzan (1989) juga menyebutkan bahwa di dalam otak manusia jumlah tautan kata yang dibuat tidak terbatas. sementara otak kanan kita gunakan untuk membuat gambar. Oleh karena prinsip di atas. Berikut ini Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . tetapi dapat menceritakan dengan sekuensi logisnya. mengajukan suatu metode pencatatan dengan menggunakan keywords atau kata-kata kunci yang mempunyai arti individual. Buzan kemudian. Di bawah ini adalah prinsip yang digunakan untuk membuat pencatatan berdasarkan brain-mapping. warna dan peta yang kita buat. Pada saat ingin menggunakan hasil olahan informasi ini. Untuk itu di dalam proses pencatatan siswa juga disarankan mencatat dalam bentuk mapping. daripada dalam bentuk pencatatan linear. diketahui bahwa setiap kata selalu memiliki tautan asosiasi. maka tentu saja kita tidak hanya mencatat tetapi juga melakukan proses peningkatan kemampuan berpikir secara kreatif dan meningkatkan memori/ingatan. Lebih jauh. Dari berbagai penelitian di atas. Dari penelitian Buzan ini. siswa tidak perlu lagi terlalu berat menghafal. kita gunakan untuk membuat hubungan yang logis dari bahan yang kita catat. yaitu suatu prinsip dimana satu kata merupakan sebuah pusat dari beberapa tautan kata lain yang berhubungan. Selain itu. pada saat menggunakan peta pikiran. Selain itu. maka kita dapat menyimpulkan bahwa otak kita akan lebih mudah bekerja dengan menggunakan mapping. sehingga siswa akan mudah untuk menyusun kembali bagian-bagian yang terpisah menjadi suatu kesatuan yang berarti. Otak kiri. sehingga sembari mencatat otak juga sudah menganalisa dan memproses informasi yang diterima. maka kita akan mencatat dengan mengaktifkan kedua belahan otak. Setiap tautan asosiasi dapat didekatkan pada kata yang lain dan membentuk suatu pengertian yang berbeda. Setiap individu satu dengan yang lain akan memiliki pengalaman tautan kata yang berbeda-beda. sehingga lebih menimbulkan makna bagi setiap individu.pelajaran dalam pola urutan logis.

Kemudian buatlah cabang-cabang utama untuk setiap sub tema. biarkan pikiran kita sebebasnya. Di bawah ini adalah contoh pencatatan mind-maps : Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . • • • Digunakan single words untuk setiap kata kunci dari sebuah konsep Jika memungkinkan buat hubungan imajinatif dari keseluruhan mind-map Setiap cabang yang dibuat harus saling berhubungan. buat dari kata kunci dan beri gambar dan warna yang dapat memperkuat koneksi. hal ini digunakan untuk memastikan bahwa mind-map yang dibuat memiliki struktur dasar sesuai konsep • Gunakan kreativitas. dengan menggunakan kata kunci serta gambar dan warna yang dapat memperkuat koneksi.adalah prinsip yang digunakan untuk membuat pencatatan Mind-maps yang dikembangkan oleh Buzan (1989): • • Mulai dengan tema utama ada di tengah.

Pelatih menyampaikan kebiasaan-kebiasaan mencatat dan pengaruhnya pada pemahaman catatan serta cara penyimpanan informasi (Bacaan Pendukung 4) (30 menit) WAKTU 90 menit PESERTA 50 peserta Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . Pelatih membuka sesi dengan pengenalan kembali mengenai kebiasaan mencatat (10 menit) 2.PROSEDUR 6 MENGENALI KEBIASAAN MENCATAT TUJUAN  Membantu peserta mengenali kebiasaan mencatat yang telah dilakukan sampai saat ini  Membantu peserta memahami keuntungan dan kekurangan dari kebiasaan mencatat yang dilakukan BAHAN Teks pencatatan (sesuai dengan ilmu yang diajarkan). Pelatih meminta peserta untuk mencatat atau membuat rangkuman teks (hand-out) yang ada (20 menit) 3. Pelatih meminta beberapa peserta menyajikan hasil catatannya (15 menit) 4. Pelatih meminta peserta menyampaikan keuntungan dan kerugian selama mencatat (15 menit) 5. kertas+alat tulis PROSEDUR 1.

2. Pelatih meminta peserta menjelaskan apa yang dialami saat memvisualisasikan (15 menit) 4. Sub sesi I : Pembuatan kata kunci (KEYWORDS) 1. Sub sesi II : Pengenalan Penggunaan Gambar dan warna 1. Pelatih meminta peserta untuk mempresentasikan visualisasinya (15 menit) 3. Pelatih menjelaskan mengenai fungsi keyword (asosiasi – organisasi) (60 menit).PROSEDUR 7 PENGENALAN METODE MIND MAPS (pencatatan – note taking) TUJUAN  Memperkenalkan pada peserta mengenai metode pencatatan “mind-maps”  Membantu peserta memahami prinsip-prinsip pencatatan mind-maps BAHAN ♦ Sekelompok stimulus kata (sesuai dengan ilmu yang dipelajari) ♦ Teks catatan ♦ Kertas dan Alat tulis PROSEDUR Pada sesi ini dibagi menjadi beberapa sub sesi. Pelatih meminta peserta untuk mencari keywords dari teks bacaan yang diberikan (15 menit). Pelatih meminta peserta untuk memvisualisasikan/menggambarkan teks bacaan yang ada (15 menit) 2. Pelatih menjelaskan fungsi gambar dan warna dalam penyimpanan informasi (30 menit) WAKTU 60 menit PESERTA 50 peserta Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . Pelatih meminta peserta untuk menyampaikan keywords yang mereka buat dan cara pencapaiannya (10 menit) 3.

Peserta diminta mempresentasikan hasil pencatatan mereka (15 menit) 3.PROSEDUR 8 LATIHAN METODE MIND-MAPS TUJUAN Membantu peserta untuk lebih mendalami metode pencatatan mind-maps BAHAN ♦ Teks bacaan ♦ Kertas dan Alat tulis PROSEDUR 1. Pelatih meminta peserta untuk membuat pencatatan dengan metode mind mapping dari bacaan yang diberikan (15 menit) 2. Pelatih memotivasi peserta dalam penggunaan pencatatan ini. dan sekaligus menutup pelatihan (10 menit) WAKTU 60 menit PESERTA 50 peserta Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . Pelatih membantu mendiskusikan hasil pencatatan yang telah dibuat (20 menit) 4.

HARI KETIGA POWER READING PROSEDUR 9 TUJUAN  Untuk membantu peserta agar dapat menggunakan prinsip – prinsip membaca cepat dengan pemahaman yang tinggi  Untuk membantu peserta memperbaiki kebiasaan membacanya MATERIAL ♦ Teks bacaan (sesuai dengan bidang ilmu masing-masing) ♦ Arloji ♦ Kertas dan alat tulis ♦ Lembar Kerja 10 ♦ Lembar Kerja 11 ♦ Lembar Kerja 12 ♦ Lembar Kerja 13 ♦ Lembar Kerja 14 ♦ Lembar Kerja 15 ♦ Lembar Kerja 16 PROSEDUR 1. Pelatih mengajak menggunakan kebiasaan membaca yang efektif. Pelebaran jangkauan mata (10 menit) d. Pelatih memperkenalkan macam-macam kebiasaan buruk dalam membaca kepada peserta (30 menit) 3. Pelatih melatihkan kebiasaan membaca efektif : a. WAKTU YANG DIBUTUHKAN 180 menit JUMLAH PESERTA 50 peserta Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . Konsentrasi (10 menit) b. dengan latihan secara rutin. Kecepatan mengartikan/pemaknaan kata (10 menit) c. Pelatih meminta peserta untuk mengukur kecepatan membacanya (20 menit) 2. Fiksasi (10 menit) 4.

gerakan kepala. 5. Pembaca mengenali kata-kata dengan lambat. Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . Membaca dengan sangat lambat dan terlalu banyak berhenti 8. Materi yang dibaca terlalu sulit. gerakan bibir. pembaca tidak memiliki latar belakang pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk memahami apa yang dibaca. 9.BACAAN PENDUKUNG 7 KEBIASAAN BURUK DALAM MEMBACA Dechant (1982) menyebutkan faktor-faktor yang menyebabkan terhambatnya kecapatan membaca. Gerakan mata pembaca tidak memiliki ritme yang tepat dan membuat kesalahan dalam melakukan sapuan ke belakang 7. 10. Pembaca menyuarakan setiap kata 4. Pembaca mengalami kesulitan untuk meneropong dan menyatukan bacaan. karena sempitnya jangkauan mata. Pembaca menggerakkan bibirnya ketika membaca di dalam diam (membaca dalam hati. Hal ini mengindikasikan adanya vokalisasi di dalam pembacaan kata per kata 2. 6. yaitu: 1. regresi (mundur ke belakang). subvokalisasi dan menunjuk dengan jari. Pembaca membaca kata per kata 3. Pembaca terlalu banyak melakukan lompatan kembali ke kata-kata atau kalimat sebelumnya 11. Gerakan mata (eye-movement) pembaca yang tidak fleksibel. Pembaca tidak dapat membaca di dalam thought units (perhatian secara keseluruhan) Soedarso (1999) menyebutkan beberapa hal yang menghambat kecepatan membaca seseorang adalah adanya vokalisasi.

jika hal tersebut tidak dilakukan untuk menunjuk kata per kata tetapi digunakan untuk menuntun mata sehingga lebih bergerak cepat. jangkauan mata kita akan dapat menangkap beberapa kata sekaligus. Selanjutnya proses dilakukan di dalam otak. MENGARTIKAN/PEMAKNAAN KATA Kegiatan membaca dilakukan bersama-sama oleh mata dan otak. Apabila persepsinya kuat. Pada proses ini kita memahami bahwa mata melihat dan menginterpretasikan pada saat yang bersamaan. Jangkauan mata Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . lihatlah sebuah pensil di atas meja. Proses persepsi dan interpretasi otak terhadap tulisan yang dibaca dapat dilihat dari proses lamanya fiksasi mata (lama mata berhenti). sehingga kita mampu memahami ”hasil penglihatan” kita. maka pada saat yang bersamaan ternyata kita juga dapat melihat benda lain yang tergeletak di sekitarnya.De Porter dan Hernacki (1992) menjelaskan bahwa membaca dengan menggerakkan jari justru merupakan suatu cara yang dapat mempercepat membaca. Cara yang digunakan adalah dengan menggerakkan jari lebih cepat dari perkiraan membaca seseorang. Kata-kata dalam jangkauan mata tersebut dapat dikenali sekalipun pembaca tidak memfokuskan terhadap setiap kata. Sehingga Soedarso (1999) menyatakan bahwa yang terpenting di dalam mempercepat kebiasaan membaca adalah memperkuat persepsi. Mata bekerja seperti kamera. maka fiksasi akan berlangsung dengan cepat. Apabila seseorang membaca baris kalimat yang terdiri dari 12 kata dan ia berhenti 3-4 kali. yaitu memotret dengan hasil film negatif. Hasil film negatif tersebut diubah menjadi film positif. Untuk membuktikan hal ini. Pembaca tidak akan berhenti lama di suatu titik bacaan. maka jangkauan matanya adalah 2 – 5 kata. JANGKAUAN MATA Pada saat mata berhenti. Persepsi didefinisikan sebagai proses mengenali objek dan kejadian dengan bantuan indera.

Mengingat jangkauan mata ini bersifat fisiologis. Hal-hal yang berkaitan dengan emosi. Kurangnya minat perhatian terhadao apa yang dibaca. maka akan dapat dilatih untuk diperlebar. karena tidak menarik atau terlalu sulit. Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . Hal-hal fisik. Kebiasaan. yaitu: 1. 2. antara lain adalah sebagai berikut : 1. dimana ada seseornag yang memerlukan tempat tenang untuk membaca. hanya pias kanan dan kiri. Kurangnya daya konsentrasi pada seseorang mempunyai penyebab yang berbeda-beda. Menghilangkan atau menjauhi hal-hal yang menyebabkan pikiran menjadi kusut 2. maka gagasan dan gambaran tentang isi bacaan akan nampak lebih jelas dan mudah dipahami Koordinasi atau kerja sama antara otak dan mata menjadi sangat menentukan dalam membaca konsentrasi ini. tetapi ada juga orang yang harus membaca dengan ditemani suara radio.ini tidak diagonal. KONSENTRASI Menurut Soedarso (1999) apabila perhatian kita fokuskan pada bahan yang kita baca. Dalam hal ini termasuk mengenali kebiasaan membaca yang nyaman bagi dirinya dan tempat serta bahan bacaan yang menarik. misalnya terlalu banyak pikiram atau sedang bingung. 3. atau mungkin juga karena terlalu mudah sehingga membosankan. seperti badan capek atau sedang sakit 4. Memusatkan perhatian secara sungguh-sungguh. Menurut penelitian yang dilakukan Soedarso (1999) jangkauan mata lebih banyak pias kanan daripada pias kiri. Untuk meningkatkan daya konsentrasi ada dua hal yang dapat dilakukan. kerjasama dua organ tubuh tersebut menjadi mutlak perlu dilakukan. Sekalipun bahan yang dibaca mudah.

RUMUS MENGHITUNG KECEPATAN MEMBACA JUMLAH KATA YANG DIBACA X 60 DETIK TOTAL WAKTU MEMBACA Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM .

Waktu : 1 menit Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM .Lembar Kerja 10 Latihan Konsentrasi (1) Telusurilah garis yang ada dari awal hingga akhir.

... 4.... berakhir di ujung . berakhir di ujung ......... Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM .......Lembar Kerja 11 Latihan Konsentrasi (2) Temukan tiap-tiap ujung benang / garis berikut ini: 1.... 3. berakhir di ujung . berakhir di ujung ........................... 2...

Hitung titik-titik yang berderet vertikal maupun horisontal satu demi satu dari atas sampai bawah dalam waktu 2 menit. hitunglah satu demi satu dari titik paling kiri sampai titik paling kanan. 2. Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . Demikian juga dengan titik-titik yang berderet horisontal.Lembar Kerja 12 Latihan Konsentrasi 3 1. dalam waktu 2 menit.

kemudian temukan pasangan kata yang sama di sebelah kanan. strategi 7.Lembar Kerja 13 Latihan Persepsi 1 Lakukan secepat-cepatnya. karoseri 13. tertulis 21. publikasi 4. ungkapan 25. majalah 18. akuarium 19. Setelah anda temukan kemudian langsung dilingkari. suzuki 11. Waktu yang anda miliki hanya 30 detik 1. kandungan 23. kemampuan kerawatan 20. manajemen 22. ikatan 10. lingkungan 3. optimis 16. rongsokan 14. kekuatan debutan 17. Pandangklh kata kunci yang terdapat di belakang nomor (sebelah kiri). keluarga 15. gerhana 2. berhala geraham berhala sahaja gerhana gerakan tikungan lengkungan cekungan lingkungan purifikasi publikasi aplikasi sublimasi canting mantik canang antik cantik pustakawan berbusana perpustakaan pustaka alergi strategik strategi stratosfir melimbang menimbang merambang merimbang bayangan kayangan rangsangan langganan pikatan sikatan rakitan ikatan kaitan sukuri susuku suzuki isuzu asaki ragawi bagasi sumawi surgawi surati serikaya karoseri batakaro seterika rongsokan rongrongan soksokan onggokan keluar keluang keluan kelubung keluarga optimistris optimis pesimis gerimis kekuatan kekukuhan kebutuhan kerusuhan makanan masalah majalengka jalanan majalah herbarium sanatorium akuasur akuarium perempuan kemampuan kemalaman kekuatan tuliskan bertuliskan tertulis tertatih tersirat manamungkin manager manajemen manikam bendungan kerudungan kondangan kandungan penguasaan pengetahuan perempuan ungkapan urapan unggukan angkatan sangkutan bergadang berkala berhala berkarat beri Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . layangan layangan 9. surgawi 12. pengetahuan pembangunan 24. menimbang 8. cantik 5. perpustakaan 6.

kemudian perlahan-lahan biarkan mata anda menjangkau angka yang ada di sisi kanan dan kiri. Dianjurkan untuk melatihnya sebelum anda memulai membaca.Lembar Kerja 14 Latihan Pelebaran Jangkauan Mata (1) Fokuskan pandangan anda pada garis tengah. Lakukan latihan ini sampai beberapa kali. Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . maka jangkauan mata kita akan dapat melebar.

RUMAH IBU RUMAH MERAH ANAK ROKOK KACA ORANG TIDAK RUMAH BANK TELUR MINUM TEH MINGGU PASAR HARI KOPI DANG HARIAN MEJA KATA SAKIT KITA SAKIT PUTIH ANAK CAP MATA ORANG MARAH MAKAN BUMI MATA AIR BOTOL SENIN RAYA RABU SUSU DING MINGGU KURSI KATA MATA KARTINI SARDJITO BIRU KITA BENTOEL HITAM GILA LAGI PADANG DAYA SAPI JERUK SOSRO SELASA SARINAH PAGI PANAS DUNG PAGI LEMARI SULIT Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . Perhatikan kata yang ada di tengah dan sekaligus usahakan untuk menjangkau kata di sebelah kiri dan kanannya.Lembar Kerja 15 Latihan Pelebaran Jangkauan Mata (2) Latihan berikutnya terdiri dari 3 kata yang saling berhubungan dan besar kemungkinan anda sudah akrab dengan frase atau ungkapan kata tersebut.

pekerjaan yang berat sakit demam bohong (1) berteriak-teriak keras Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . berkata jujur 10. pucat (1) 9. nyata(1) 8. dilarang(1) 5. abad pertengahan 3. Gerakkan mata anda dalam tiga fiksasi. mahal (1) 6. dan pada saat anda beralih ke baris berikutnya tuliskan angka (1) atau (2) sesuai dengan pilihan kata yang berkaitan dengan kata yang ada. contoh : miskin (1) kaya (2) tidak punya apa-apa maka jawaban anda adalah (1) 1. di sana(1) 2. lembut(1) berada jauh sekali dulu(1) sekarang(2) mendaki bukit-bukit di bawah(2) gratis(2) abstrak(2) di sini(2) dengan izin anda meluluskan(2) tidak membayar sepeserpun di dunia impian mudah(1) melelahkan(2) segar (2) terus terang (2) tidak sopan (2) 7. 2. di atas(1) 4.Lembar Kerja 16 Latihan Fiksasi 1.

Melatih peserta menggunakan pertanyaan kritis dalam membahas satu konsep yang akan dipelajarinya (30 menit) WAKTU YANG DIBUTUHKAN 60 menit JUMLAH PESERTA 50 peserta Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM .  Untuk meningkatkan ketrampilan berpikir peserta MATERIAL ♦ Teks bacaan (sesuai dengan bidang ilmu masing-masing) ♦ Daftar Kata Tanya ♦ Kertas dan alat tulis PROSEDUR 1. Pelatih memperkenalkan pada peserta daftar pertanyaan kritis dan cara penggunaannya (15 menit) 3. Pelatih memperkenalkan pada peserta mengenai prinsip belajar dengan kritis (Bacaan pendukung 6) (15 menit) 2.HARI KEEMPAT PROSEDUR 10 BELAJAR DENGAN CRITICAL THINKING TUJUAN  Untuk membantu peserta agar dapat memahami konsep yang dipelajarinya dengan lebih kritis dan lebih dalam.

Seorang pemikir kritis adalah seseorang yang mempunyai fikiran yang senantiasa ingin tahu (inquiry mind) atau seorang penanya yang baik (good questioner) (King. dicari penjelasan-penjelasannya.BACAAN PENDUKUNG 8 Model pengembangan berfikir kritis dari Alison King Kita mungkin sudah cukup sering melakukan kegiatan membaca. dikaji penting-tidaknya. termasuk membaca buku-buku teks psikologi. Kebiasaan berfikir kritis ini diharapkan akan dapat diterapkan juga dalam kehidupan mereka sehari-hari. 1995. Dosen dapat mengajukan satu pertanyaan tertentu kepada mahasiswa untuk menimbulkan proses berfikir tertentu yang diinginkan oleh dosen tersebut. maka ada kecenderungan hanya fakta yang akan diingat. didengar. 13). atau dialaminya akan senantiasa dianalisis. serta dicari kemungkinan-kemungkinan hubungan antara pengalaman tersebut dengan apa yang telah diketahuinya. Akan tetapi jika pertanyaannya benar-benar memprovokasi pemikiran. Tingkatan berfikir yang terjadi pada seseorang sangat dipengaruhi oleh tingkatan pertanyaan yang diajukan orang lain. Seseorang yang berfikir kritis akan selalu memunculkan dan menggunakan pertanyaan-pertanyaan seperti berikut ini untuk memahami dunia disekitarnya: Apa itu artinya? Apa hakekatnya? Apakah ada cara pandang yang lain mengenai hal itu? Mengapa ini terjadi? Apa buktinya? Bagaimana saya bisa yakin? (King. 1995. Bagi seorang pemikir kritis. misalnya guru atau dosen. h. Persoalannya ialah apakah kita sudah membaca dengan fikiran yang kritis. Dalam model ini orang akan dibantu untuk mengembangkan kebiasaan ingin tahu sehingga mereka mampu belajar mengajukan pertanyan-pertanyaan yang merangsang fikiran menyangkut bahan-bahan yang mereka baca. 13). h. Misalnya. maka apa yang dilihat. (thought-provoking) seperti “Jelaskan bagaimana Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . jika pertanyaannya bersifat faktual. seperti “Apakah reinforsemen negatif itu ?”. dibaca. dengar dan temui dalam kuliah.

mempengaruhi ……. diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ? Analisis/pengambilan kesimpulan Pembandingan-pembedaan Analisis Prediksi/membuat hipotesis Analisis Analisis/pengambilan kesimpulan Aplikasi Aplikasi Analisis/pengambilan kesimpulan Identifikasi dan penciptaan analogi serta metapora Pengaktifan pengetahuan lampau Analisis hubungan sebabakibat Pengaktifan pengetahuan lampau Analisis Analisis signifikansi Pembandingan-pembedaan Aplikasi pada dunia nyata Ketrampilan berfikir khusus Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM ..? Apa saja yang dapat dianalogikan dengan ………. berhubungan dengan apa yang telah kita pelajari sebelumnya ? Apa artinya ……… ? Mengapa ……….reinforsemen negatif dapat diterapkan dalam bidang psikologi konsumen ?”. Untuk dapat mengembangkan pemikiran kritis maka mahasiswa diminta membuat pertanyaan-pertanyaan yang mampu memprovokasi pemikiran seperti terlihat dalam tabel 1..? Bagaimana ……… dapat digunakan untuk ………? Apa saja implikasi-implikasi dari ………….? Bagaimana ……. ? Apa hakekat dari ………...dengan ……………? Jelaskan mengapa …… (Jelaskan bagaimana ……) Apa yang akan terjadi jika ………. Tabel 1. bersifat penting ? Bagaimana kesamaan ……… dan ……. ? Mengapa ………..? Apa yang telah kita ketahui tentang …………? Bagaimana ……. maka berfikir kritis akan dapat terjadi. Pemandu Berfikir Kritis =============================================================== Pertanyaan-pertanyaan generik yang diinduksi =============================================================== Apa saja kekuatan-kekuatan dan kelemahankelemahan dari ……… ? Apa perbedaan antara ……….. terjadi ? Apa satu contoh baru mengenai ………. ? Bagaimana …….

) King ( 1995. 22. no.Apa argumen yang bertentangan dengan ……. Meminta mahasiswa untuk melakukan tugas membaca bahan kuliah sebelum kuliah dimulai merupakan problem abadi yang dihadapi dosen. Masing-masing mahasiswa akan mengajukan pertanyaan kepada mahasiswa lain.. mahasiswa diminta menulis tiga pertanyaan (berdasarkan daftar pertanyaan-pertanyaan yang ada pada tabel 1) tentang bahan kuliah yang diajarkan tadi. 1995.? Apa yang terbaik mengenai ……. Pada tahap terakhir keseluruhan kelas akan menjawab sebagian dari pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan dan mendiskusikan lebih lanjut hal-hal yang muncul dalam sesi tanya-jawab.. Inquiry Minds Really Do Want to Know: Using Questioning to Teach Critical Thinking. 13-17. yakni: (a) Tanya-jawab dengan teman secara timbal-balik Pertama. Kemudian mahasiswa dibagi dalam pasangan-pasangan atau dalam kelompok kecil untuk melakukan tanya-jawab secara timbal balik. dosen memberikan kuliah mengenai satu topik.? Bukti apakah yang mendukung pendapat anda ? Cara lain apa untuk meninjau ……….1.14) mengajukan tiga cara untuk mengembangkan pemikiran kritis mahasiswa. maka sebelum kuliah berlangsung mahasiswa diwajibkan mengumpulkan tiga atau empat pertanyaan generik (lihat tabel 1). Vol. Setelah itu. Pertanyaanpertanyaan yang dikumpulkan mahasiswa tersebut dapat dipakai dalam diskusi dikelas. ?Mengapa? Apa satu pemecahan terhadap problem ………? Bandingkan ……dengan …… dalam hal ………? Apa pendapat anda penyebab-penyebab ……? Mengapa? Apakah anda setuju/tidak setuju dengan pendapat…. dan pada gilirannya mahasiswa itu akan menjawab pertanyaan dari mahasiswa lain. Teaching of Psychology. Untuk memotivasi mahasiswa membaca bahan kuliah. h. Pertanyaan-pertanyaan mahasiswa tersebut juga dapat menggambarkan tingkat Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . (b) Pertanyaan-pertanyaan pembaca.? Bantahan terhadap pendapat Evaluasi bukti Sintesis ide-ide Pembandingan-pembedaan Analisis hubungan sebabakibat Evaluasi dan penyediaan bukti Pengambilan perspektif lain dan penyediaan =============================================================== (Diambil dari Alison King.

Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . c) Penerapan untuk mahasiswa perorangan Dalam cara ini sesudah mendengarkan kuliah atau membaca bahan kuliah maka seseorang mahasiswa diminta membuat sejumlah pertanyaan-pertanyaan seperti dalam tabel 1.pemahaman mahasiswa. Soal-soal ujian akhir bisa juga diambil dari kumpulan pertanyaanpertanyaan yang diajukan mahasiswa. atau bahkan apakah mahasiswa sudah membaca tugas bacaan atau belum. Mahasiswa tersebut kemudian sekaligus diminta membuat jawaban-jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sendiri.

? (Jelaskan bagaimana ……) Apa yang akan terjadi jika ……? Apa hakekat dari ……….terjadi? Apa satu contoh baru mengenai ……….. ? Mengapa……….Pertanyaan-pertanyaan generik Ketrampilan berfikir khusus yang diinduksi Analisis/Pengambilan Apa saja kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan dari ………? Apa perbedaan antara ……… kesimpulan Pembandingan - dengan ……………? Jelaskan mengapa …….? Bagaimana ……… dapat Pelatihan Learning Skills pembedaan Analisis Prediksi/membuat hipotesis Analisis Analisis/pengambilan kesimpulan Aplikasi Aplikasi PROGRAM PPKB UGM ..

.digunakan untuk ………? Apa saja implikasi-implikasi dari …………. diterapkan Pelatihan Learning Skills ..? Analisis/Pengam bilan kesimpulan Identifikasi dan penciptaan analogi serta metapora Pengaktifan Pengetahuan lampau Analisis hubungan sebab-akibat Pengaktifan pengetahuan lampau Analisis Analisis signifikansi Pembandinganpembedaan Aplikasi pada dunia PROGRAM PPKB UGM Apa yang telah kita ketahui tentang …………? Bagaimana ……. bersifat penting ? Bagaimana kesamaan ……… dan ……..? Apa saja yang dapat dianalogikan dengan ………. mempengaruhi …….? Bagaimana ……. ? Bagaimana ……. berhubungan dengan apa yang telah kita pelajari sebelumnya ? Apa artinya ……… ? Mengapa ….

22.? Apa yang terbaik mengenai ….? Bukti apakah yang mendukung pendapat anda ? Cara lain apa untuk meninjau ………..dalam kehidupan sehari-hari ? nyata Apa argumen yang bertentangan dengan …….? Bantahan terhadap pendapat Evaluasi dan penyediaan bukti Sintesis ide-ide Pembandinganpembedaan Analisis hubungan sebab-akibat Evaluasi dan penyediaan bukti Pengambilan perspektif lain (Diambil dari Alison King. Vol.1. ) Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . Inquiry Minds Really Do Want to Know: Using Questioning to Teach Critical Thinking. 13-17. no. Teaching of Psychology. ? Mengapa ? Apa satu pemecahan terhadap problem ………? Bandingkan ……dengan …… dalam hal ………? Apa pendapat anda penyebabpenyebab ……?Mengapa? Apakah anda setuju/tidak setuju dengan pendapat……. 1995..

Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . kemudian tukarkan dengan teman anda. Mintalah dia untuk menjawab pertanyaan yang ada.Lembar Kerja 17 Buatlah pertanyaan kritis dari bacaan yang anda baca saat ini.

1999. Buzan. 2002. T. Hernacki.REFERENSI DePorter.. Bandung: Kaifa. B. Pelatihan Learning Skills PROGRAM PPKB UGM . Quantum Learning. Mind-Mapping. M.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.