1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Malnutrisi menjadi masalah penting di seluruh dunia khususnya di negara-negara berkembang (Snyder, 2001). Tingginya angka kematian akibat malnutrisi yang terjadi pada anak menjadikan kasus ini perlu mendapatkan perhatian khusus. WHO memperkirakan 54% penyebab kematian bayi dan balita didasari oleh keadaan gizi anak yang buruk. Beberapa studi yang dilakukan menunjukkan bahwa anak dengan status gizi sangat kurang (< 60% BB/usia) memiliki resiko mortalitas lebih tinggi delapan kali dibandingkan dengan anak yang memiliki status gizi normal (Heird, 2004). Selain itu, efek jangka panjang malnutrisi pada anak dapat menghambat perkembangan kognitif dan sosial, kemampuan fisik anak, produktivitas anak serta secara tidak langsung dapat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi (Husaini, 2006). Asupan gizi yang kurang dan dampak penyakit/infeksi merupakan faktor yang berperan langsung pada keadaan anak dengan gizi kurang/buruk, sedangkan secara tidak langsung disebabkan oleh pendidikan yang rendah, pola asuh ibu dan perilaku kurang mendukung kesehatan (Arvin, 2000). Indonesia pada tahun 2003 terdapat sekitar lima juta balita kurang gizi (27,5%), 3,5 juta balita (19,2%) dalam tingkat gizi kurang dan 1,5 juta balita gizi buruk (8,3%). Selain itu, tahun 2004 Indonesia tergolong negara dengan status kekurangan gizi yang tinggi karena 5.119.935 (28.47%) dari 17.983.244 balita di Indonesia termasuk dalam kelompok gizi kurang dan gizi buruk (Koalisi Untuk Indonesia Sehat, 2006). Namun, pada tahun 2005 jumlah balita dengan gizi kurang di Indonesia turun menjadi 28% (SUSENAS, 2005). Di Kota Medan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Medan (2007), jumlah bayi dan balita penderita gizi kurang dan gizi buruk pada Desember 2007 berturut-turut sebesar 3.286 dan 479 anak (DKK, 2007). Kasus gizi buruk tertinggi di Kota

2

Medan terdapat di Kecamatan Medan Belawan yang mencapai 55 orang dan kasus gizi kurang 174 orang bayi dan Balita (Dinkes, 2007). Protein dalam tubuh berperan sebagai sumber energi, pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh, dan mengatur proses tubuh. Selain itu, protein juga sangat berperan dalam peranan hubungan antarneuron di otak. Kebutuhan protein menurut FAO/WHO/UNU (1995) adalah konsumsi yang diperlukan untuk mencegah kehilangan protein tubuh dan memungkinkan produksi protein yang diperlukan dalam masa pertumbuhan, kehamilan, atau menyusui. Menurut Pusat Satistik tahun 1999, rata-rata 51,4% konsumsi protein penduduk sehari berasal dari padi-padian. Bahan makanan hewani kaya akan kandungan protein bermutu tinggi hanya merupakan 18,4% konsumsi protein rata-rata penduduk Indonesia (Almatsier, 2004). KEP merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia. KEP disebabkan karena defisiensi makronutrien (zat gizi makro). Meskipun sekarang ini terjadi pergeseran masalah gizi dari defisiensi makronutrien kepada defisiensi mikronutrien, namun beberapa daerah di Indonesia, prevalensi KEP masih tinggi (> 30%) sehingga memerlukan penanganan intensif dalam upaya penurunan prevalensi KEP (Eritonang, 2004). Penyakit akibat KEP ini dikenal dengan kwashiorkor, marasmus, dan marasmus kwashiorkor (Arvin, 2000). Kwashiorkor disebabkan karena kurang protein, marasmus disebabkan karena kurang energi, dan marasmus kwashiorkor disebabkan karena kurang energi dan protein (Gehri, 2006). KEP umumnya diderita oleh balita dengan gejala hepatomegali (hati membesar). Tanda-tanda anak yang mengalami kwashiorkor adalah badan gemuk berisi cairan, depigmentasi kulit, rambut jagung dan muka bulan (moon face). Tanda-tanda anak yang mengalami marasmus adalah badan kurus kering, rambut rontok dan plek hitam pada kulit (Arvin, 2000). Di sisi lain, Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri atas 5,8 juta km2 wilayah laut (Hamid, 2003). Kekayaan laut yang terkandung di dalamnya menjadi sebuah potensi besar dalam peningkatan dan pengembangan perekonomian,

Sumatera utara.329 ton (SIMPATIK.3 Tujuan penulisan Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah menjadikan hasil perikanan laut dalam berbagai makanan olahan yang berbeda untuk meningkatkan status gizi dalam optimalisasi tumbuh kembang anak terutama anak di Kecamatan Medan Belawan. Kurangnya peran lintas sektor dalam pengembangan potensi ini menjadi kendala utama usaha pengembangan hasil laut dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia umumnya dan masyarakat pesisir pantai khususnya.2 Rumusan masalah Untuk lebih memfokuskan pembahasan karya tulis ini. memiliki potensi yang besar dalam hasil laut.3 wisata laut dan pangan. 1. 1. Menurut data statistik nilai produksi perairan laut timur Sumatera Utara tahun 1999-2001 mencapai 236. Memberikan masukan bagi pembaca tentang tingginya kandungan protein hewani hasil perairan laut.4 Manfaat penelitian 1. khususnya pantai timur Sumatera. 2006). Memberikan pengetahuan bagi pembaca pentingnya peranan protein dalam menjaga stabilitas dan status nutrisi tubuh. maka penulis mengangkat upaya apa yang dapat dilakukan dalam memanfaatkan hasil perikanan laut untuk peningkatan status nutrisi balita mencapai tumbuh kembang yang optimal di Kecamatan Medan Belawan. Melihat adanya kesenjangan antara hasil perikanan laut yang merupakan sumber protein bermutu tinggi dengan keadaan balita dengan status gizi kurang yang terutama terjadi di Kecamatan Medan Belawan. maka saat ini masih perlu untuk dipikirkan solusi yang tepat dan terjangkau bagi masyarakat pesisir pantai pada umumnya dan masyarakat Kecamatan Medan Belawan pada khususnya guna memanfaatkan hasil perikanan laut sebagai alternatif cara peningkatan status gizi dan optimalisasi tumbuh kembang. 2. . 1.

4 3. . Memberikan bahan masukan bagi penelitian selanjutnuya untuk lebih mengembangkan potensi laut Indonesia dalam mengatasi masalah gizi kurang pada bayi/balita. Memberikan informasi kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa hasil perikanan laut yang melimpah dapat dijadikan sebagai solusi meningkatkan status gizi anak dalam optimalisasi tumbuh kembangnya 4.

tuberkulin. 2004). mengikuti mode makanan. dan lain-lain (Arvin. kehilangan berat badan. awalnya tampak kegagalan dalam peningkatan berat badan. konsumsi antibiotik. Pada anak dengan marasmus. kebiasaan diet yang jelek. Keadaan ini sering diakibatkan oleh asupan kalori makanan yang kurang. kebiasaan makan yang tidak tepat. kehilangan turgor kulit akibat penipisan lemak subkutis. kalium. klorida. Terjadi atrofi otot dengan akibat hipotoni. Kekurangan protein murni pada stadium berat menyebabkan kwashiorkor pada anak dibawah lima tahun (Almatsier. 2000) Marasmus merupakan malnutrisi akibat kekurangan kalori dan protein. . Kurang protein banyak terjadi pada masyarakat kalangan ekonomi rendah.5 BAB II LANDASAN TEORI 2. dan kelainan metabolik serta malformasi kongenital. Sedangkan malnutsisi kronik melibatkan defisit lebih dari satu nutrien.1 Malnutrisi pada Anak Malnutrisi dapat disebabkan oleh masukan makanan dan penyerapan makanan yang tidak cukup. seperti streptokinase. dan hidrogen. diare. 2006). dan faktor-faktor emosi dapat membatasi masukan makanan. Penyediaan makanan yang tidak cukup. obat-obat katabolik (Arvin. Kelainan metabolik tertentu. 2000) Malnutrisi akut diakibatkan gangguan keseimbangan air dan elektrolit. Malnutrisi dapat bersifat akut atau kronik. terutama ion natrium. kondisi stress. Abdomen dapat kembung atau datar dan usus dapat dengan mudah terlihat. lesu dan nafsu makan menghilang. dan angka metabolik basal menurun. Insufisiensi imunologis sering tampak pada anak malnutrisi dan ditunjukkan dengan angka limfosit total kurang dari 1. Suhu biasanya subnormal. tinja berisi mukus dan sedikit (Gehri.500/mm3 serta anergi tarhadap uji antigen kulit. Bayi akan tampak rewel. reversibel atau irreversibel. nadi lambat. yang berkepanjangan dapat menyebabkan malnutrisi.

penyakit yang biasanya benigna pada anak gizi baik dapat memburuk dan mematikan pada anak malnutrisi. tipis. Zat gizi memiliki tiga fungsi utama dalam menjaga stabilitas tubuh. sering terjadi infeksi dan investasi parasit. penurunan stamina. tubuh akan kekurangan zat gizi esensial tertentu. Imunodefisiensi sekunder merupakan merupakan salah satu dari manifestasi yang paling serius dan konstan. Pada anak dapat terjadi anoreksia. protein). . yakni: memberi energi (karbihidrat. dan fungsi tubuler ginjal. hepatomegali.6 Pada awal kwashiorkor. 2004 menyatakan bahwa makanan sehari-hari yang dipilih dengan baik akan memberikan berbagai kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh. kekenduran jaringan subkutan dan kehilangan tonus otot. penyakit kronis. angka filtrasi glomerulus. air). apatis atau iritabilitas. mineral. 2000). akan tampak terjadi letargi.2 Asupan Nutrisi Almatsier. mengatur proses tubuh (protein. Tetapi. dan kehilangann elastisitasnya. lemak. gangguan perkembangan mental. koma. Penurunan aliran darah ginjal. dan edema. Edema biasanya terjadi diawal baik pada organ dalam atau kulit. misalnya campak. mineral. higienis yang kurang. Jantung mengecil pada awal tetapi biasanya diikuti dengan pembesaran (kardiomegali). Keadaan malnutrisi kronik akan menggangu proses kecerdasan anak (Arvin. Kemudian akan menyebabkan gangguan pertumbuhan. Selain itu. 2. dan masalah dengan orang tua. penggelapan kulit tampak pada daerah yang teriritasi tetapi tidak ada pada daerah yang terpapar sinar matahari. stupor. Rambut akan tumbuh jarang. dan infiltrasi lemak. air. dan gangguan pertumbuhan tulang. jika makanan tidak dipilih dengan baik. Sering terjadi dermatitis. vitamin). bertambah kerentanan terhadap infeksi. Malnutrisi pada anak sesudah masa bayi juga sering terjadi. dan meninggal dapat juga terjadi pada kwashiorkor yang tidak diobati (Arvin. pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh (protein. 2000). Malnurtrisi ini sering disebabkan oleh kebiasaan diet yang buruk. kehilangan jaringan muskuler.

Peranan utama karbohidrat dalam tubuh adalah menyediakan glukosa bagi bagi sel-sel tubuh. seperti sel darah merah. seperti untuk pertumbuhan. Ketika terjadi peningkatan jumlah karbohidrat dalam tubuh akan terjadi konversi glukosa menjadi lemak. Bila glukosa memasuki sel. tetapi protein memiliki fungsi lain yang tidak dapat digantikan oleh zat gizi lain. Sumber karbohidrat adalah padi-padian atau serelia. roti. Beberapa jenis sayur mengandung sedikit karbohidrat.1 Karbohidrat Karbohidrat memegang peranan penting bagi tubuh karena merupakan sumber energi utama bagi manusia. tepungtepungan. Agar tubuh selalu memperoleh glukosa untuk kebutuhan energi. saraf dan sel darah merah tidak dapat digantikan oleh lemak. dan sebagainya.2. maka akan terjadi konversi asam amino dan gliserol menjadi glukosa untuk memenuhi kebutuhan energi otak dan sistem saraf pusat. tidak ada ketentuan tentang kebutuhan karbohidrat sehari untuk manusia. Hasil olahan bahan-bahan adalah seperti mie. tetapi sayur umbi-umbian (wortel. Glukosa memiliki peran sentral dalam metabolisme karbohidrat. Jaringan tertentu hanya memperoleh energi dari karbohidrat. Karbohidrat dalam jumlah yang cukup akan mencegah penggunaan protein sebagai energi (menghemat protein). Bila tubuh kekurangan karbohidrat dalam jumlah yang berarti. sel otak dan sistem saraf.7 2. umbi-umbian. dan lain-lain). selai. akan terjadi proses metabolisme sel untuk mengahasilkan energi (Murray. Protein dapat diubah menjadi glukosa melalui proses glukoneogenesis dalam batas-batas tertentu. 2004). serta sayur kacang-kacangan lebih banyak mengandung karbohidrat. yang kemudian diolah menjadi sumber energi. Begitu juga bahan makanan hewani memiliki kandungan karbohidrat yang sangat sedikit (Almatsier. (Almatsier. kentang. 2004). Lemak tubuh tidak dapat diubah menjadi glukosa dalam jumlah berarti. Glukosa sebagai sumber-sumber energi untuk sel otak. kacang-kacang kering. . hendaknya seseorang mengkonsumsi karbohidrat dalam selang waktu tertentu karena glikogen hanya bertahan dalam waktu beberapa jam. 2003). Oleh karena itu. dan gula.

Sumber lemak lain adalah kacang-kacangan. margarine. menghemat penggunaan protein untuk sintesis energi saat tubuh kekurangan glukosa. mentega. fosfolipid. membantu mengeluarkan sisa pencernaan. Dalam konsumsi sehari. berperan dalam pengangkutan vitamin larut lemak. Akan tetapi. dan ginjal (Peckenpaugh. jagung. Berdasarkan fungsinya lipid dapat diklasifikasikan menjadi lipid simpanan yang utama/trigliserida dan lemak struktural yang terutama terdiri atas fosfolipid dan kolesterol. kacang tanah. 2007). dan lemak hewan. 2007). Jumlah ini memenuhi kebutuhan akan asam lemak esensial dan untuk membentu penyerapan vitamin larut lemak. termasuk lemak dan minyak yang umum dikenal dalam makanan. kuning telur. karena tubuh mampu mensistesis kolesterol dalam jumlah . daging dan ayam gemuk.2 Lemak Lipid meliputi senyawa-senyawa heterogen. sumber kolesterol tambahan dari makanan dapat diperoleh dari hati. daging. sangat sedikit mengandung lemak. dianjurkan paling banyak 10% kebutuhan energi total berasal dari lemak jenuh. hati. bijibijian. keju. Kebutuhan lemak tidak dinyatakan secara mutlak. ginjal. susu penuh. memberi rasa kenyang dengan memperlambat waktu pengosongan lambung. kuning telur. Sayur dan buah. memelihara suhu tubuh melalui lemak subkutan. krim. WHO (1990) menganjurkan konsumsi lemak sebanyak 15-30% kebutuhan energi total. susu. 3-7% berasal dari lemak tidak jenuh ganda.2. yakni sebagai penghasil energi (9 kkal/gram). kelapa sawit. kecuali alpukat. dan sebagainya). 2004). serta udang. sterol. seperti jantung.8 2. kacang kedelai. malam. Sumber utama lemak adalah minyak tumbuh-tumbuhan (minyak kelapa. dan pelindung organ tubuh. Ada beberapa fungsi lemak yang sangat berperan dalam menjaga kesehatan tubuh. keju. dan ikatan jenis lain yang terdapat dalam makanan dan tubuh manusia (Almatsier. dan konsumsi kolesterol < 300 mg sehari (Peckenpaugh. dan makanan yang dimasak dengan lemak atau minyak. Selain itu.

Unsur nitrogen adalah unsur utama protein. oksigen. daya cerna Protein (DP) dan berat badan seseorang. 2003).2.5 8. Angka kecukupan protein dipengaruhi oleh mutu protein hidangan yang dinyatakan dalam Skor Asam Amino (SAA). Kebutuhan protein menurut FAO/WHO/UNU (1985) adalah konsumsi yang diperlukan untuk mencegah kehilangan protein tubuh dan memungkinkan produksi protein yang diperlukan dalam masa pertumbuhan. hidrogen. 2004). yang terikat satu sama lain dalam ikatan peptide. Unsur nitrogen merupakan 16% dari berat protein (Murray. Asam amino terdiri atas unsur-unsur karbon.5 12 18 24 Tinggi badan (cm) 60 71 90 110 120 Protein (gr) 12 15 23 32 37 Sumber : Widyakarya Pangan dan Gizi. maka dianjurkan konsumsi kolesterol dalam jumlah sedikit (Almatsier. 1998 . karena di dalam semua protein tetapi tidak terdapat pada karbohidrat dan lemak. Tabel 1. kehamilan. atau menyusui. dan nitrogen.9 yang mencukupi.3 Protein Protein adalah molekul makro yang mempunyai berat molekul antara lima ribu hingga beberapa juta. Angka Kecukupan Protein yang Dianjurkan (per orang per hari) Golongan Umur 0-6 bl 7-12 bl 1-3 th 4-6 th 7-9 th Berat badan (kg) 5. 2. dan kobalt. iodium. beberapa asam amino di samping itu mengandung unsur-unsur fosfor. besi. Protein terdiri atas rantai-rantai panjang asam amino.

2007). Fungsi protein secara garis besar dapat dibagi ke dalam dua kelompok. Makanan hewani mengandung lebih sedikit bahan pengikat mineral dari pada makanan nabati (Peckenpaugh. pemeliharaan keseimbangan asam basa. tempe dan tahu. sedangkan mineral mikro dibutuhkan kurang dari seratus miligram per hari. Keseimbangan ion-ion mineral dalam cairan tubuh diperlukan untuk pengaturan kerja enzim-enzim. daging. Mineral makro adalah mineral yang dibutuhkan oleh tubuh lebih dari seratus miligram per hari. magnesium dan fosfor penting dalam menjaga densitas tulang. Jumlah mineral mikro dalam tubuh kurang dari 15 mg (Almatsier. Mineral digolongkan ke dalam mineral makro dan mineral mikro. ikan. Hewan memperoleh mineral dari tumbuh-tumbuhan dan menumpuknya di dalam jaringan tubuhnya. unggas. 2007). besi untuk transpor oksigen dalam eritrosit. Selain itu. dan iodium dari hormon tiroksin.10 Bahan makanan hewani merupakan sumber protein yang baik dalam jumlah maupun mutu. Protein juga berfungsi dalam pertumbuhan dan pemeliharaan. Sumber mineral paling baik adalah makanan hewani. 2. seperti telur. sumber energi (Almatsier. terutama sebagai kofaktor dalam aktivitas enzim-enzim. memelihara netralitas tubuh. organ maupun fungsi tubuh secara keseluruhan. yaitu sebagai bahan struktural dan sebagai mesin yang bekerja pada tingkat molekular. pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh. jaringan. kecuali magnesium yang lebih banyak didapat dari sumber pangan nabati. berfungsi sebagai pelindung. mengangkut zat-zat gizi. . 2004). 2004). pembentukan antibodi. dan kerang. 2004). fibrousprotein. mengatur keseimbangan air. baik pada tingkat sel. Kalsium. Sumber protein nabati adalah kacang-kacangan dan hasilnya. mineral dari sumber hewani memiliki ketersediaan biologik lebih tinggi dibandingkan dari sumber nabati.2. seperti kedelai.4 Mineral Mineral memegang peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh. membantu transfer ikatan-ikatan penting melalui membran sel dan pemeliharaan kepekaan otot dan saraf terhadap rangsangan (Almatsier. Di samping itu. serta kacang-kacangan lain (Peckenpaugh. mineral juga berperan dalam berbagai tahap metabolisme. Beberapa protein struktural.

kalium.12 0. klorida.05-0. Berikut adalah tabel kebutuhan mineral mikro per hari untuk berbagai kalangan usia (Almatsier. 1998 Angka kecukupan mineral mikro (mg) Fe Zn I 3-5 3-5 0. Tabel 3. dan molibden (Mo). Komposisi Makanan Kandungan Mineral (mg/100 gram) Bahan Makanan Ikan segar Ikan ekor kuning Sardin Udang segar Teri kering Udang kering Na 59 131 185 885 Ca 354 1200 1209 F 150 434 170 1500 - Sumber: Food Composition Table for Use in East Asia. krom (Cr). 1972 Mineral mikro dibutuhkan dalam jumlah sedikit dalam tubuh.07 8-9 10 14-17 14-25 3-5 8-10 15 15 0. fluor (F).07-0.150 . mangan (Mn). fosfor. silikon (Si). dan selenium (Se). nikel (Ni). Widya Karya Gizi Nasional tahun 1998 telah menetapkan angka kecukupan rata-rata konsumsi mineral mikro besi (Fe). 2004). dan sulfur.11 Mineral makro antara lain terdiri atas natrium. seng (Zn). dan boron (Bo) masih dalam penelitian. Berikut adalah nilai kandungan mineral makro dari beberapa sumber makanan hasil perikanan laut (Peckenpaugh. FAO. kalsium. iodium (I). Tabel 2. magnesium.07-0.12 0. 2007). tetapi memiliki peranan esensial dalam menjaga stabilitas tubuh. Angka Kecukupan Mineral Mikro di Indonesia Golongan Umur Bayi Balita Anak sekolah Remaja laki-laki Remaja perempuan Sumber : Widya Karya Pangan dan Gizi.150 0. Di Amerika Serikat telah ditetapkan juga angka minimal konsumsi mineral mikro tembaga (Cu). Sedangkan kebutuhan manusia akan mineral mikro arsen (As).

dan data-data eksperimental yang telah dilakukan dan dipublikasikan.com.1 Metode Penulisan Karya tulis ini memaparkan suatu gagasan yang membahas tentang pemanfaatan hasil perikanan laut guna peningkatan status gizi untuk optimalisasi tumbuh kembang balita.google.2 Sistematika Penulisan Langkah-langkah dalam penulisan karya tulis ini antara lain : 3. Data tersebut dapat berupa data statistik dari Biro Pusat Statistik dan Dinas Kesehatan.1 Menentukan Judul Judul karya tulis adalah “Pemanfaatan Sektor Pangan Hasil Perikanan Laut dalam Peningkatan Status Gizi dan Tumbuh Kembang Balita di Kecamatan Medan Belawan”.com.2.com.search. .2 Menentukan Jenis Data yang Dikumpulkan Data-data yang dikumpulkan adalah data yang berhubungan dengan hasil perikanan laut. 3. www. dan menyimpulkan secara langsung bahanbahan yang berhubungan dangan topik karya tulis ini. literatur nutrisi dan gizi anak. hasil perikanan laut. status gizi balita dan peranan protein yang mempunyai nilai gizi terbaik untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak. buku dan koran yang berhubungan dengan nutrisi anak dan hasil perikanan laut. www. Data dari internet didapat dengan bantuan mesin pencari www.depoikan. Adapun sumber data berupa jurnal ilmiah kedokteran.12 BAB III METODE PENULISAN 3. www.com. membaca.2. dan lain-lain dengan menggunakan kata kunci berupa bahan makromolekul.yahoo. membuat ulasan/kutipan. Data dalam karya tulis ini dikumpulkan dari menemukan. tumbuh kembang balita dan lain-lain. 3.

.3 Menentukan Kerangka Penulisan Kerangka penulisan disusun berdasarkan format penulisan gagasan tertulis TEMILNAS tahun 2009 disertai penambahan beberapa subbab yang diperlukan mengikuti format yang telah ditentukan.2. 3.2.13 artikel dan jurnal yang telah dipublikasikan dan sumber informasi yang dimuat di berbagai media informasi.2.4 Menyusun Pembahasan Pembahasan disusun berdasarkan urutan permasalahan yang telah dibahas dan sumber data yang diperoleh.5 Menyimpulkan Data Kesimpulan diambil berdasarkan analisis permasalahan yang telah ada dan mengikuti alur dari penyusunan pembahasan. 3. Pada bagian pembahasan terdapat analisis pembahasan dan sintesis solusi yang seperti terdapat di bagan di bawah ini : Peningkatan status gizi balita untuk tumbuh kembang yang optimal Konsumsi sumber protein yang bermanfaat dalam tumbuh kembang Pengolahan hasil perikanan laut menjadi berbagai olahan makanan Pemanfaatan sektor pangan hasil perikanan laut 3.

Tirosin merupakan prekursor bahan yang membentuk pigmen kulit dan rambut. Satu per satu asam amino dikeluarkan dari diet semula yang terdiri atas campuran asam amino dan pengaruhnya terhadap tikus diamati.14 BAB IV PEMBAHASAN 4. Jadi protein sangat berperan dalam pembentukan organisme karena protein memiliki berbagai peran sebagai molekul-molekul yang esensial untuk kehidupan. sedangkan yang lain tidak. Dari beberapa penelitian yang ada. Pengeluaran beberapa asam amino tertentu ternyata mengganggu pertumbuhan. Dr. Hal ini terlihat dari zat penyusun protein merupakan asam amino yang sangat berperan dalam berbagai fungsi seperti Triptofan sebagai prekursor vitamin niasin dan pengantar saraf serotonin. seorang pionir dalam penelitian protein dengan mengunakan berbagai campuran asam amino dan meneliti pengaruhnya terhadap pertumbuhan tikus percobaan dan manusia. protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh setelah air. Protein juga sangat dibutuhkan dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Protein mempunyai fungsi khas yang tidak dapat digantikan oleh zat gizi lain.1 Peranan Protein dalam optimalisasi tumbuh kembang anak Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Metionin memberikan gugus metil guna sistesis kolin dan kreatinin. yaitu membangun serta memelihara sel-sel dan jaringan tubuh. membagi asam amino menjadi dua yaitu esensial dan tidak esensial. Ternyata ada sepuluh macam asam amino yang dibutuhkan tikus untuk pertumbuhan yang tidak dapat disintesis . Fenilalanin adalah prekursor tirosin dan bersama membentuk hormon-hormon tiroksin dan epinefrin. William Rose (1917). penulis akan mengambil satu penelitian yang menurut penulis paling kuat dalam membuktikan peranan protein terhadap optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan untuk manusia dan anak khususnya.

Ternyata ada sembilan jenis asam amino esensial untuk manusia yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh yaitu leusin. Satu per satu asam amino dikeluarkan dari campuran tersebut. Misalnya transportasi oksigen di dalam eritrosit oleh hemoglobin dan transportasi oksigen di dalam otot oleh mioglobin. Kedua sebagai transportasi dan penyimpanan berbagai molekul kecil dan ion-ion ditansport oleh protein spesifik. fenilalanin.1. treonin. tritofan. isoleusin. Ketiga sebagai koordinasi . dan pengaruhnya terhadap keseimbangan nitrogen pada manusia diamati.14 15 . valin. Asam amino yang lain dinamakan asam amino tidak esensial. Tabel 4.10 11 . lisin dan histidin.0 Anak 1-3 4-6 7 . Asam amino ini dinamakan asam amino esensial. Jumlah Protein yang dibutuhkan berdasar berat dan tinggi badan Kategori Umur (th) Berat Badan (kg) Bayi 0. Asam amino yang paling sesuai untuk kebutuhan manusia pada umumnya terdapat pada protein hewani misalnya pada ikan dan terdapat juga pada protein nabati.0. Akademi Sains Nasional (direvisi tahun 1989) Protein memegang peranan penting dalam berbagai proses biologi yaitu pertama sebagai katalisis enzimatik. Asam amino tidak esensial ini juga penting untuk pembentukan protein tubuh dalam pertumbuhan dan perkembangannya. metionin.15 tubuh.0 . dengan menggunakan campuran asam amino yang dianggap esensial untuk tikus.5 0.0 .18 6 9 13 20 28 45 66 (lb) 13 20 29 44 62 99 145 Tinggi Badan (cm) 60 71 90 112 132 157 176 (in) 24 28 35 44 52 62 69 Kebutuhan Protein (g) 13 14 16 24 28 45 59 Sumber : Dewan Makanan dan Nutrisi. Hampir semua reaksi kimia dalam sistem biologi dikatalisis oleh enzim dan hampir semua enzim adalah protein. Penelitian yang sama dilakukan terhadap manusia.

Misalnya faktor pertumbuhan saraf mengendalikan pertumbuhan jaringan saraf. seperti ikan. hal ini terlihat dalam keadaan balita dan anak yang asupan proteinnya cukup memiliki berat badan dan tinggi badan sesuai umurnya serta memiliki tingkatan kecerdasan yang lebih daripada balita dan anak yang kurang asupan protein. Contoh lainnya adalah protein reseptor pada sinapsis. Protein merupakan molekul tubuh yang membentuk 20% berat badan badan. Ketegangan kulit dan tulang disebabkan oleh kolagen yang merupakan protein fibrosa. Nitrogen ini juga sangat memegang peranan dalam pertumbuhan balita dan anak. Selain itu. kerang. Antibodi merupakan protein yang sangat spesifik dan dapat mengenal serta berkombinasi dengan benda asing seperti virus. pertumbuhan dan diferensiasi diatur oleh protein faktor pertumbuhan. 4. banyak hormon merupakan protein. Karena balita dan anak sedang tumbuh maka mereka harus cukup makanan nitrogen yang sumbernya merupakan protein. Karena asupan protein sangat berpengaruh.16 gerak. bakteri dan sel dari organisme lain. dalam jumlah maupun mutu. udang. Respon sel saraf terhadap rangsang spesifik diperantarai oleh oleh protein reseptor. Protein hewani pada umumnya mempunyai susunan asam amino yang paling sesuai untuk kebutuhan manusia. keseimbangan nitrogen sangat menentukan dalam pertumbuhan. Kelima sebagai proteksi imun. Kontraksi otot dapat terjadi karena pergeseran dua filamen protein. Ketujuh sebagai pengaturan pertumbuhan dan diferensiasi.2 Hasil perikanan laut sebagai sumber protein bermutu tinggi berpotensi untuk tumbuh dan kembang anak Bahan makanan hewani yang berasal dari laut merupakan sumber protein yang baik. Protein memiliki peranan yang sangat penting dalam pola pertumbuhan dan perkembangan. Keempat sebagai penunjang mekanis. Pada organisme tingkat tinggi. Bahan makanan hewani kaya dalam . Di dalam protein terdapat berupa unsur nitrogen selain asam amino yang telah dibicarakan di atas. Keenam sebagai membangkitkan dan menghantarkan impuls saraf. cumi-cumi. dan kepiting.

teripang laut.17 protein bermutu tinggi.000 jenis hidup di laut. sedang sisanya hidup di perairan tawar atau payau.4% konsumsi protein rata-rata penduduk Indonesia. Sudah jelas semua zat dan molekul yang dikandung dalam ikan sangat baik jika dijadikan konsumsi balita dan anak untuk tumbuh kembang. kerang-kerangan. Dari sejumlah itu lebih 3. berikut akan dijabarkan satu-persatu. Di samping itu. zat besi. Rendahnya teknologi perikanan akibat terbatasnya fasilitas pemanfaatan. dan rumput laut. ikan juga mengandung kalori yang rendah. hanya sebagian dari potensi tersebut yang telah dimanfaatkan. selenium. vitamin A dan B. coenzyme Q10. tetapi hanya merupakan 18. Tulang ikan mengandung mineral. pengolahan. magnesium. penanganan. Sayang. Sedangkan crustacea mengandung dua kali lebih banyak kolesterol dibanding ikan dan mollusca . Ikan merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung berbagai macam zat nutrisi. protein. Sebagai salah satu sumber protein hewani. Isi perut dari ikan mengandung vitamin dan mineral. Kulit ikan mengandung vitamin A dan B2. Potensi sumber daya perikanan sebenarnya cukup besar. Kerang mempunyai kandungan zat gizi yang hampir sama dengan ikan. ubur-ubur. yodium. ikan mengandung asam lemak tak jenuh (omega-3. Eicosapentaenoic acid /EPA. Diperkirakan tak kurang 4. Daging merah ikan mengandung asam lemak tak jenuh omega-3. cumi. Salah satu Peneliti asal Bali menyatakan hasil laut yang dapat dimanfaatkan amat beragam.000 jenis ikan hidup di perairan Indonesia. flourida. Docosahexanoic acid /DHA). terutama kalsium dan fosfor. Hasil perikanan laut memiliki berbagai macam kandungan yang berperan dalam tumbuh kembang anak dan balita. zink. penyimpanan. Mulai dari ikan. kepiting. Sebagai contoh daging putih ikan mengandung asam lemak tak jenuh omega-3 dan protein yang berisi asam amino taurin dan sepuluh jenis asam amino esensial. Kepala dan mata ikan mengandung polisakarida yang berperan dalam kelembutan kulit dan pembuluh darah. distribusi menjadi kendala meningkatkan konsumsi ikan masyarakat. taurin. udang. Masih banyak keuntungan lain dengan mengkonsumsi ikan karena setiap bagian tubuhnya bisa dimakan. landak laut.

banyak lagi zat-zat yang sangat membantu untuk meningkatkan status gizi anak sehingga tumbuh kembang anak menjadi optimal.3 Program Pemerintah dalam Peningkatan Status Nutrisi Anak pada Masyarakat Pesisir . ayam. pemanfaatannya harus tepat guna karena kandungan di dalam ikan berupa protein bermutu tinggi sangat diperlukan untuk masa pertumbuhan dan perkembangan balita dan anak. Absorbsi protein ikan lebih tinggi dibandingkan daging sapi. Jadi hasil perikan laut berupa ikan. udang. hasil perikanan laut merupakan potensi besar sebagai sumber protein. Ikan terdiri dari ikan air tawar dan ikan laut. dan lain-lain. Ikan sering disebut sebagai makanan untuk kecerdasan. 4. kerang. Bahkan beberapa ahli nutrisi juga mengungkapkan tingginya kolesterol dalam makanan tidak selalu menjadi prediksi tingginya kolesterol dalam darah. Kalau dalam menu sehari-hari kita menghidangkan ikan. komposisi asam-asam amino dalam bahan makanan hewani sesuai dengan komposisi jaringan di dalam tubuh manusia. Maka. Dengan kata lain. Selain itu. Oleh karena ada kesamaan ini maka protein dari ikan mempunyai nilai gizi yang tinggi. Namun demikian. Kekurangan asupan protein dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan serta tidak optimalnya pertumbuhan jaringan tubuh dan jaringan pembentuk otak sebagai jaringan pusat perkembangan. Protein itu sendiri sangat diperlukan sebagai pembentuk jaringan baru. dan kepiting sangat memegang peranan penting dalam penyediaan protein. Ikan mengandung 18 persen protein terdiri dari asam-asam amino esensial yang tidak rusak pada waktu pemasakan. kita memberikan sumbangan yang tinggi pada jaringan tubuh. Daging ikan mempunyai seratserat protein lebih pendek daripada serat-serat protein daging sapi atau ayam. Keduanya adalah makanan sumber protein yang sangat penting untuk pertumbuhan tubuh. Para ahli menemukan.18 diklasifikasikan makanan yang tinggi kolesterol. Oleh karena itu. mengkonsumsi crustacea dan mollusca dua kali seminggu masih memiliki efek positif yang lebih besar dibandingkan dengan efek negatifnya. kandungan omega-3 dan nutrisi lainnya dalam crustacea dan mollusca juga tinggi. cumi-cumi.

revitalisasi perikanan untuk meningkatkan nilai produksi. tetanus. pembinaan dan pengembangan sistem usaha perikanan. Kendati sebenarnya faktor ekonomi merupakan faktor yang paling potensial dalam menentukan tingkat konsumsi. Ini menunjukkan adanya respon positif yang ingin dibangun pemerintah guna meningkatkan perekonomian nelayan. peningkatan mutu dan pengembangan hasil perikanan. Faktor ekonomi sudah menjadi hal yang sangat klasik untuk dijadikan suatu alasan besar penurunan status nutrisi di negara berkembang. penyakit juga masih menjadi masalah utama penyebab tingginya mortalitas dan penurunan status gizi anak. ketersediaan variasi makanan dan pengetahuan ibu tentang status gizi anak (Arvin. revitalisasi peran posyandu diharapkan mampu mengurangi angka kejadian tersebut. sosiokultural. campak. Akan tetapi. 2000). Pemerintah dalam usaha menanggulangi masalah kemiskinan. hepatitis. dipteri. Selain penyakit infeksi yang merupakan pandemik (polio. jika kita lihat lebih jauh mengenai penyakit pada anak. Dan faktor nutrisi . Ini menunjukkan masih rendahnya tingkat perekonomian nelayan. baik masyarakat perkotaan. pedesaan. ataupun pesisir. Coral Reef Rehabilitation and Management Programe.500 hingga Rp 225. penyakit. dan lain-lain). menyatakan bahwa nelayan pada sepuluh provinsi di Indonesia hanya berpendapatan Rp 82. terutama masyarakat pesisir. peranan daya tahan/imun merupakan faktor yang penting. yang di dalamnya terdapat upaya meningkatkan sarana dan prasarana perikanan. melaksanakan Program Pengembangan Sumber Daya Perikanan. Di antaranya adalah faktor ekonomi. hal tersebut hendaknnya tidak menghentikan upaya dalam mengambil langkah-langkah yang lebih efisien untuk meningkatkan status gizi. Program imunisasi gratis.19 Banyak faktor yang berperan dalam menentukan status gizi anak.000 per bulan. Di sisi lain. Sehingga dengan perbaikan kondisi ekonomi tersebut. dan lain-lain. diharapkan akan tercapai kualitas masyarakat yang baik. penyakit infeksi saluran pernafasan atas dan infeksi saluran pencernaan masih merupakan masalah besar di negara berkembang.

dalam kenyataannya penerapan pola pangan PUGS ini masih banyak menemukan kendala karena ketergantungan . Namun. melalui program-program penyuluhan puskesmas diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya status gizi anak. Dengan adanya program ini diharapkan terjadi perubahan pola pangan baik pada anak maupun dewasa sehingga terjadi perbaikan dan peningkatan status gizi. Penganekaragaman pangan atau sering disebut diversifikasi pangan. Program ini tidak hanya merupakan tanggung jawab sekelompok orang saja. Kepercayaan masyarakat pesisir terhadap mitos berpengaruh terhadap pola konsumsi mereka. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus guna memperbaiki pola konsumsi masyarakat pesisir terhadap ikan. mineral. Selain itu. mineral. yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola pangan yang beraneka ragam untuk meningkatkan mutu gizi. program “tiada hari tanpa makan ikan” telah disosialisasikan untuk meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap hasil perikanan. yaitu sebagai zat energi (karbohidrat. zat pembangun (protein. Sehingga akhirnya potensi perikanan yang sangat dekat dengan kehidupan para nelayan dapat dimanfaatkan secara optimal terutama untuk kesehatan anak mereka. aspek sosiokultural yang masih cukup kental di kehidupan masyarakat masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi. masih perlu upaya yang lebih efisien dalam mengatasi masalah gizi. Pengelompokan bahan makanan yang ada didalamnya didasarkan pada tiga fungsi utama zat gizi. dan zat pengatur (protein. juga menjadi program yang telah dilaksanakan pemerintah sejak tahun 1960-an. air. protein. vitamin). Masyarakat pesisir cenderung percaya “jika banyak mengonsumsi ikan dapat berakibat cacingan”. PUGS berisikan anjuran konsumsi makanan empat sehat lima sempurna yang digambarkan kedalam bentuk kerucut. Program ini bertujuan menggeser pola konsumsi masyarakat yang umumnya bersumber dari karbohidrat ke arah konsumsi pangan berdasarkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). lemak). air). Oleh karena itu. tetapi merupakan masalah dan tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara. Selain itu.20 masih menjadi penentu dalam stabilitas imun. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat juga terus dilakukan pemerintah.

sehingga masyarakat cenderung mengkonsumsi ikan-ikan kecil sisa tangkapan. Sebagian besar usaha-usaha yang telah penulis paparkan di atas adalah langkah positif yang diambil pemerintah dalam upaya meningkatkan status gizi anak nasional. seperti ikan kembung. dan perikanan budi daya mencapai 1. Dan hal tersebut berpengaruh terhadap konsumsi ikan lokal.3 juta ton. Salah satu yang menjadi penyebab adalah kebiasaan masyarakat Indonesia memberikan bubur nasi saat bayi hingga akhirnya pola makan tersebut menjadi panutan sampai dewasa. Program PUGS juga didukung oleh beberapa kebijakan lain. potensi perikanan hasil laut yang ada dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan status gizi anak seiring terus dilakukan usaha peningkatan perekonomian masyarakat pesisir. di samping kebijakan dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat luas. Oleh karena itu. kebanyakan penduduk Indonesia tak menyukai ikan. dan buah-buahan. padahal jumlah produksi perikanan laut tangkapan termasuk tertinggi di dunia atau mencapai 4. merupakan langkah yang sangat baik untuk kesuksesan program ini. ikan selar. Akan tetapi. seperti penyediaan berbagai komoditas pangan dalam jumlah cukup.01 kg/kapita/tahun masih sulit dicapai.21 konsumsi beras belum dapat dihilangkan sehingga target konsumsi ikan masyarakat sebesar 26.7 juta ton pada tahun 2003 saja. tetapi juga terdapat pada ikan-ikan yang kecil dan berharga murah. memperkenalkan beragam bahan makanan sedini mungkin. Beberapa usaha khusus yang dilaksanakan di daerah pesisir masih dalam usaha meningkatkan sektor perekonomian. terutama masyarakat pesisir. 4.4 Pemanfaatan Budidaya Perikanan Laut dalam Berbagai Olahan Makanan yang murah dan mudah diolah Hasil budidaya perikanan laut Indonesia sangat melimpah ini terbukti dengan banyaknya jenis tangkapan yang didapat per hari oleh nelayan pesisir pantai. Kenyataannya. Padahal. hasil perikanan laut yang bernilai gizi tinggi (ikan-ikan besar) cenderung diekspor untuk menunjang kebutuhan ekonomi. nilai kandungan gizi tinggi tidak hanya terdapat pada ikan-ikan besar yang diekspor. sayuran. . terutama ikan dan sumber protein hewani lainnya. dan lain-lain. Tetapi. yaitu sejak masa bayi dan anak-anak.

bubur ikan. . dendeng ikan.5 Penerapan Olahan makanan Hasi Perikanan Laut Usaha pencapaian pola pangan empat sehat lima sempurna merupakan target utama yang dapat dicapai melalui penyusunan menu makan yang seimbang. dan tumbuh kembang. Mengingat juga. masyarakat cenderung mengkonsumsi ikan secara langsung. baso ikan dan bak pauw ikan. akan menjadi solusi cerdas usaha meningkatkan minat makan anak terhadap ikan sekaligus upaya meningkatkan status gizi dan tumbuh kembang optimal. sehingga memenuhi kebutuhan gizi seseorang guna pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh. hendaknya usaha olahan ikan tersebut tidak hanya terpatok pada konsumsi ikan asin saja. proses kehidupan. Mereka sering tidak memperhatikan tata cara pengolahan ikan asin. kemplang.22 Saat ini. karena masih banyak varian makanan. serta tepung ikan. Padahal jika diberikan bimbingan dan tata cara pengolahan ikan asin yang baik. konsumsi ikan asin ini dapat menjadi hambatan maupun salah satu solusi yang baik dalam usaha variasi olahan makanan laut bernilai gizi. 4. terutama ikan asin yang khusus dikonsumsi untuk keluarga nelayan. Karena erat kaitannya hasil perikanan dan protein untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun. bubur udang. seperti penjemuran yang berlebihan dan kurangnya kebersihan. Menu seimbang adalah menu yang terdiri atas beraneka ragam makanan dalam jumlah dan proporsi yang sesuai. balita dan anak-anak sangat menyukai variasi dalam tampilan menu makan mereka sehari-hari. seperti yang penulis paparkan pada kalimat sebelumnya. ikan kering. Ikan asin memang telah menjadi konsumsi harian masyarakat pesisir. Padahal ikan dapat diolah dengan mudah menjadi berbagai produk seperti ikan asin. Oleh karena itu. abon ikan. Usaha kreatif ibu dalam mengolah bahan baku ikan ini menjadi berbagai varian makanan. yang masih dapat dijadikan solusi cerdas usaha mengolah hasil perikanan laut. sehingga kualitas ikan yang seharusnya bernilai gizi tinggi menjadi ikan dengan sedikit kandungan gizi. nilai gizi tinggi yang ada pada ikan tidak akan berkurang. termasuk masyarakat nelayan yang sehari-hari biasa memakan ikan. kerupuk ikan. akan tetapi konsumsi ini tidak cukup optimal karena dalam proses pembuatannya ikan asin sudah banyak kehilangan nilai gizi.

terutama balita. Selain itu. Dengan adanya inovasi dalam penyediaan olahan makanan hasil perikanan laut yang beraneka ragam seperti yang dijelaskan sebelumnya. Anak akan lebih suka makan di sela waktu makan utama (snack) dan anak cenderung mengharapkan variasi menu makanan yang berbeda. sehingga akhirnya anak akan terbiasa untuk mengkonsumsi makanan dalam berbagai variasi. Oleh karena itu. akan mendorong upaya pemerintah untuk menyukseskan program pola makan PUGS. Sehingga hal ini tidak lagi menjadi sebuah kekhawatiran besar jika diterapkan pada masyarakat pesisir. mengingat sering menjadi permasalahan pada anak tentang minat makan dan penurunan nafsu makan saat pemberian makanan utama. Fase ini adalah fase penting dan sangat berpengaruh terhadap konsumsi makanan anak saat dewasa nantinya. Namun. Selain menambah dan memperkaya nilai gizi makanan. Tetapi.23 Anak. . adalah fase awal perubahan menu makan menuju makanan dewasa. seperti yang penulis paparkan sebelumnya. dengan adanya bimbingan dan arahan kepada ibu untuk lebih berkreasi dalam mengolah hasil laut dapat mengurangi kemungkinan kejenuhan atau penurunan nafsu makan tersebut. perubahan minat makan anat pada fase ini akan sangat menonjol. Pada beberapa referensi dikatakan bahwa konsumsi snack di antara waktu makanan utama dapat menurunkan nafsu makan anak. untuk itu usaha lain dalam bentuk snacking diharapkan menjadi solusi yang cukup efektif dalam meningkatkan status gizi dan tercapainya tumbuh kembang optimal karena snack yang dikonsumsi memiliki nilai kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan snack yang biasa ada di pasaran. sangat efektif jika dapat dimasukkan menjadi menu makan utama anak dalam sehari. hal ini juga akan membantu anak untuk lepas dari keterikatan konsumsi karbohidrat berlebih dan pengenalan awal usaha diversifikasi makanan.

bubur udang. ikan kering. 5.1 Perlu dilakukan penyuluhan dan latihan yang lebih intensif tentang tata cara pengolahan hasil perikanan laut menjadi makanan olahan kepada ibuibu rumah tangga di daerah pesisir untuk mencapai tujuan seperti yang telah dipaparkan pada isi karya tulis ini. dendeng ikan. .1. yakni: 5. bubur ikan. 5. baso ikan dan bak pauw ikan.2 Saran Adapun beberapa saran yang dapat diajukan oleh penulis terkait karya tulis ini antara lain : 5. kerupuk ikan. abon ikan.1. serta tepung ikan dapat dijadikan solusi yang efektif untuk meningkatkan status gizi dan optimalisasi tumbuh kembang balita. Pemanfaatan hasil perikanan laut dapat digunakan untuk menjadi salah satu cara pemerintah untuk menanaggulanggi permasalahan malnutrisi.3 Perlu dilakukan lagi beberapa penelitian lanjutan untuk realisasi keabsahan tulisan ini.1 Simpulan Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan dan beracuan dari masalah yang penulis ajukan maka penulis dapat menarik beberapa kesimpulan dalam penulisan karya tulis ini.2 5.2 Pengolahan hasil perikanan laut dalam bentuk makanan olahan yang berbeda seperti ikan asin. kemplang.2.24 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.2. 5.1 Hasil perikanan laut memiliki kandungan protein tinggi yang dapat membantu meningkatkan status nutrisi dan optimalisasi tumbuh kembang anak.2.

25 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful