LATAR BELAKANG Keadaan geografis Indonesia yang berupa kepulauan berpengaruh terhadap mekanisme pemerintahan Negara Indonesia.

Dengan keadaan geografis yang berupa kepulauan ini menyebabkan pemmerintah sulit mengkoordinasi pemerintahan yang ada di daerah. Untuk memudahkan pengaturan atau penataan pemerintahan maka diperlukan adanya suatu sistem pemerintahan yang dapat berjalan secara efisien dan mandiri tetapi tetap terawasi dari pusat. Di era reformasi ini sangat dibutuhkan sistem pemerintahan yang memungkinkan cepatnya penyaluran aspirasi rakyat, namun tetap berada di bawah pengawasan pemerintah pusat. Hal tersebut sangat diperlukan karena mulai munculnya ancaman- ancaman terhadap keutuhan NKRI, hal tersebut ditandai dengan banyaknya daerah- daerah yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indornesia. Sumber daya alam daerah di Indoinesia yang tidak merata juga merupakan salah satu penyebab diperlukannya suatu sistem pemerintahan yang memudahkan pengelolaan sumber daya alam yang merupakan sumber pendapatan daerah sekaligus menjadi pendapatan nasional. Sebab seperti yang kita ketahui bahwa terdapat beberapa daerah yang pembangunannya memang harus lebih cepat daripada daerah lain. Karena itulah pemerintah pusat membuat suatu sistem pengelolaan pemerintahan di tingkat daerah yang disebut otonomi daerah. Pada kenyataannya, otonomi daerah itu sendiri tidak bisa diserahkan begitu saja pada pemerintah daerah. Selain diatur dalam perundang-undangan, pemerintah pusat juga harus mengawasi keputusan-keputusan yang diambil oleh pemerintah daerah. Apakah sudah sesuai dengan tujuan nasional, yaitu pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Republik Indonesia yang berdasar pada sila Kelima Pancassila, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

” UU Nomor 32 Tahun 2004 juga mendefinisikan daerah otonom sebagai berikut: “Daerah otonom. dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundangundangan. Sistem otonomi daerah sendiri tertulis secara umum dalam Pasal 18 untuk diatur lebih lanjut oleh undang-undang. dan Pasal 18B. DASAR HUKUM OTONOMI DAERAH Otonomi Daerah berpijak pada dasar Perundang-undangan yang kuat. Pasal 18 ayat (2) menyebutkan. “Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan . Sebagaimana telah disebut di atas Undang-undang Dasar 1945 merupakan landasan yang kuat untuk menyelenggarakan Otonomi Daerah.” Selanjutnya. Pasal 18A. UUD 1945 pascaamandemen itu mencantumkan permasalahan pemerintahan daerah dalam Bab VI. Pasal 18 UUD menyebutkan adanya pembagian pengelolaan pemerintahan pusat dan daerah.” Dan ayat (6) pasal yang sama menyatakan. yaitu Pasal 18. dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.PENGERTIAN OTONOMI DAERAH Sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (UU Nomor 32 Tahun 2004) definisi otonomi daerah sebagai berikut: “Otonomi daerah adalah hak. “Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat. pada ayat (5) tertulis. yakni : 1. Undang Undang Dasar. wewenang. Pemberlakuan sistem otonomi daerah merupakan amanat yang diberikan oleh Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) Amandemen Kedua tahun 2000 untuk dilaksanakan berdasarkan undang-undang yang dibentuk khusus untuk mengatur pemerintahan daerah. selanjutnya disebut daerah. “Pemerintahan daerah provinsi. adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. daerah kabupaten.

karena dianggap tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan. serta perimbangan kekuangan Pusat dan Daerah dalam rangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ketetapan MPR-RI Tap MPR-RI No. menumbuhkan prakarsa dan kreativitas. 3. 2. mengembangkan peran dan fungsi DPRD. Presiden Megawati Soekarnoputri mengesahkan Undang. maka aturan baru pun dibentuk untuk menggantikannya.undang pemerintah pusat. Namun.22/1999 tentang Pemerintahan Daerah pada prinsipnya mengatur penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang lebih mengutamakan pelaksanaan asas Desentralisasi. 2.3 WEWENANG OTONOMI DAERAH Sesuai dengan dasar hukum yang melandasi otonomi daerah. Maksudnya. ketatanegaraan. pemerintah daerah boleh menjalankan otonomi seluas-luasnya kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat. Pada 15 Oktober 2004. pelaksanaan kepemerintahan yang dilakukan oleh pemerintah daerah masih berpatokan pada undang. Pembagian dan Pemanfaatan Sumber Daya Nasional yang berkeadilan. Dari ketiga dasar perundang-undangan tersebut di atas tidak diragukan lagi bahwa pelaksanaan Otonomi Daerah memiliki dasar hukum yang kuat. dan tuntutan penyelenggaraan otonomi daerah.Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Undang-Undang Undang-undang N0. Tinggal permasalahannya adalah bagaimana dengan dasar hukum yang kuat tersebut pelaksanaan Otonomi Daerah bisa dijalankan secara optimal. Hal-hal yang mendasar dalam UU No. meningkatkan peran masyarakat.peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan.22/1999 adalah mendorong untuk pemberdayaan masyarakat. Dalam undang undang tersebut juga diatur tentang hak dan kewajiban pemerintah daerah yaitu : Pasal 21 . XV/MPR/1998 tentang penyelenggaraan Otonomi Daerah : Pengaturan.

e. meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. m. daerah mempunyai kewajiban: a. k. Pasal 22 Dalam menyelenggarakan otonomi. c. serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. d. g. i. mendapatkan hak lainnya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. f. dan h. mendapatkan bagi hasil dari pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya lainnya yang berada di daerah. kesatuan dan kerukunan nasional. f. mengelola aparatur daerah. b. mengembangkan sistem jaminan sosial. mengembangkan sumber daya produktif di daerah. mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya. mengembangkan kehidupan demokrasi. d. menyusun perencanaan dan tata ruang daerah. kewajiban lain yang diatur dalam peraturan perundang-undangan DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF OTONOMI DAERAH 2. mengelola kekayaan daerah.1 Dampak Positif . mengelola administrasi kependudukan. j. g. n. melestarikan lingkungan hidup. mewujudkan keadilan dan pemerataan. b. memilih pimpinan daerah c. menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan.Dalam menyelenggarakan otonomi. mendapatkan sumber-sumber pendapatan lain yang sah. menjaga persatuan. menyediakan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak. l. melestarikan nilai sosial budaya. memungut pajak daerah dan retribusi daerah. dan o. melindungi masyarakat. daerah mempunyai hak: a. h.4. meningkatkan pelayanan dasar pendidikan. membentuk dan menerapkan peraturan perundang-undangan sesuai dengan kewenangannya. e.

mereka biasa menkonsumsi sagu. maka pemeritah disana hanya mempergunakan dana beras meskin tersebut untuk membagikan sayur. Dana tersebut memungkinkan pemerintah lokal mendorong pembangunan daerah serta membangun program promosi kebudayaan dan juga pariwisata Dengan melakukan otonomi daerah maka kebijakan-kebijakan pemerintah akan lebih tepat sasaran.2 Dampak Negatif Dampak negatif dari otonomi daerah adalah adanya kesempatan bagi oknumoknum di pemerintah daerah untuk melakukan tindakan yang dapat merugika Negara dan rakyat seperti korupsi. denga system otonomi daerah pemerintah akan lebih cepat mengambil kebijakan-kebijakan yang dianggap perlu saat itu. Selain itu terkadang ada kebijakan-kebijakan daerah yang tidak sesuai dengan konstitusi Negara yang dapat menimbulkan pertentangan antar daerah satu dengan daerah tetangganya. hal tersebut karena sebagian penduduk disana tidak bisa menkonsumsi beras. seperti contoh pelaksanaan Undang-undang Anti Pornografi di tingkat daerah. yanpa harus melewati prosedur di tingkat pusat. hal tersebut dikarenakan pemerintah daerah cinderung lebih menegeti keadaan dan situasi daerahnya. selain itu karena memang dengan sistem. Contoh di Maluku dan Papua program beras miskin yang dicanangkan pemerintah pusat tidak begitu efektif. dan makanan yang biasa dikonsumsi masyarakat. Berkurangnya wewenang dan kendali pemerintah pusat mendapatkan respon tinggi dari pemerintah daerah dalam menghadapi masalah yang berada di daerahnya sendiri. . kolusi dan nepotisme.Dampak positif otonomi daerah adalah bahwa dengan otonomi daerah maka pemerintah daerah akan mendapatkan kesempatan untuk menampilkan identitas lokal yang ada di masyarakat.4.otonomi daerah membuat peranan pemeritah pusat tidak begitu berarti. atau bahkan daerah dengan Negara. serta potensi-potensi yang ada di daerahnya daripada pemerintah pusat. Bahkan dana yang diperoleh lebih banyak daripada yang didapatkan melalui jalur birokrasi dari pemerintah pusat. Selain itu. Hal tersebut dikarenakan dengan system otonomi daerah maka pemerintah pusat akan lebih susah mengawasi jalannya pemerintahan di daerah. umbi. 2.

3. Dampak positif otonomi daerah adalah memunculkan kesempatan identitas lokal yang ada di masyarakat.1.1 Otonomi daerah adalah Otonomi daerah adalah hak. yaitu “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.3. 3.1. Bahkan dana yang diperoleh lebih banyak daripada yang didapatkan melalui jalur birokrasi dari pemerintah pusat. maka daerah lain akan ikut melakukan hal yang sama seakan timbul persaingan bisnis antar daerah. Daerah yang kaya akan semakin gencar melakukan pembangunan sedangkan daerah pendapatannya kurang akan tetap begitu-begitu saja tanpa ada pembangunan. munculnya pertentangan antara . wewenang. Wewenang pemerintah daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah adalah pemerintah daerah melaksanakan sistem pemerintahanya sesuai dengan undang-undang pemerintah pusat.2.4 Dampak negative dari otonomi daerah adalah munculnya kesempatan bagi oknum-oknum di tingkat daerah untuk melakukan berbagai pelanggaran.1. dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang. Berkurangnya wewenang dan kendali pemerintah pusat mendapatkan respon tinggidari pemerintah daerah dalam menghadapi masalah yang berada di daerahnya sendiri.Otonomi daerah juga menimbulkan persaingan antar daerah yang terkadang dapat memicu perpecahan. Contohnya jika suatu daerah sedang mengadakan promosi pariwtsata. Hal ini sudah sangat mengkhawatirkan karena ini sudah melanggar pancasila sila ke-lima.1. Dana tersebut memungkinkan pemerintah lokal mendorong pembangunan daerah serta membangun program promosi kebudayaan dan juga pariwisata. 3. Selain itu otonomi daerah membuat kesenjangan ekonomi yang terlampau jauh antar daerah.” Kesimpulan Dari pembahasan diatas maka didapat kesimpulan sebagai berikut: 3.undangan. Kebijakan-kebijakan pemerintah daerah juga akan lebih tepat sasaran dan tidak membutuhkan waktu yang lama sehingga akan lebih efisien.

pemerintah daerah dengan pusat. . serta timbulnya kesenjangan antara daerah yang pendapatannya tinggi dangan daerah yang masih berkembang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful