P. 1
Syarat Umum Kontrak

Syarat Umum Kontrak

|Views: 1,031|Likes:

More info:

Published by: Gusti Putu Sila Adnyana on Nov 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/24/2013

pdf

text

original

A. KETENTUAN UMUM 1. DEFINISI 1.1.

Dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak ini kata-kata dan ungkapan-ungkapan harus mempunyai arti seperti yang dimaksudkan atau didefinisikan disini. a. Jasa Konstruksi adalah layanan jasa konsultan perencanaan pekerjaan konstruksi, layanan jasa pelaksanaan konstruksi, layanan jasa konsultansi pengawasan pekerjaan konstruksi. b. Jasa konsultansi adalah layanan jasa keahlian profesional dalam berbagai bidang konstruksi yang meliputi jasa perencanaan konstruksi dan jasa pengawasan konstruksi dan non konstruksi, dalam rangka mencapai sasaran tertentu yang keluarannya berbentuk piranti lunak yang disusun secara sistematis berdasarkan kerangka acuan kerja yang ditetapkan Kuasa Pengguna Anggaran; c. Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang diangkat oleh Pengguna Anggaran sebagai pemilik pekerjaan, yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa. d. Penyedia jasa adalah badan usaha atau orang perseorangan yang kegiatan usahanya menyediakan layanan jasa; e. Surat Perjanjian/Kontrak adalah perikatan hukum antara Kuasa Pengguna Anggaran dengan penyedia jasa; f. Kontrak Kerja Konstruksi adalah keseluruhan dokumen yang mengatur hubungan hukum antara Kuasa Pengguna Anggaran dan penyedia jasa dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi. g. Dokumen Kontrak Kerja Konstruksi adalah keseluruhan dokumen berdasarkan kesepakatan bersama yang mengatur hubungan hukum antara Kuasa Pengguna Anggaran dan penyedia jasa untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan, yang terdiri dari: 1). Surat Perjanjian kerja konstruksi; 2). Surat Penunjukan Penyedia Jasa; 3). Berita Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi; 4). Surat Penawaran; 5). Adendum Dokumen Seleksi (bila ada); 6). Syarat-Syarat Khusus Kontrak; 7). Syarat-Syarat Umum Kontrak; 8). Rencana Kerja dan Syarat; 9). Kerangka Acuan Kerja; 10). Dokumen lain yang tercantum dalam lampiran kontrak. h. Tanggal mulai kerja adalah tanggal mulai kerja penyedia jasa yang dinyatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), yang dikeluarkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran; i. Tanggal penyelesaian pekerjaan adalah tanggal penyerahan pekerjaan selesai (penyerahan laporan akhir). j. Harga kontrak Kerja Konstruksi adalah harga yang tercantum dalam Surat Penunjukan Penyedia Jasa yang selanjutnya disesuaikan menurut ketentuan-ketentuan kontrak;

Syarat-syarat Umum Kontrak

k. Hari adalah hari kalender; bulan adalah bulan kalender; l. Pemimpin tim adalah orang yang ditunjuk oleh penyedia jasa untuk bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan dan berkedudukan di tempat tugas/lokasi dimana personil penyedia jasa akan melaksanakan tugas pokoknya; m. Tenaga Ahli tetap adalah tenaga ahli yang bekerja pada badan usaha/Penyedia jasa (Perusahaan berbadan hukum/Perusahaan tidak berbadan hukum) secara penuh dan diangkat sebagai pegawai tetap berdasarkan keputusan pimpinan perusahaan/Direksi dan telah bekerja sekurang-kurangnya selama 3 (tiga) bulan n. Mediator adalah orang yang ditunjuk atas kesepakatan Kuasa Pengguna Anggaran dan penyedia jasa untuk menyelesaikan perselisihan pada kesempatan pertama; o. Konsiliator adalah orang yang ditunjuk atas kesepakatan Kuasa Pengguna Anggaran dan penyedia jasa untuk menyelesaikan perselisihan pada kesempatan kedua; p. Arbiter adalah orang yang ditunjuk atas kesepakatan Kuasa Pengguna Anggaran dan penyedia jasa, atau ditunjuk oleh pengadilan negeri, atau ditunjuk oleh lembaga arbitrase, untuk memberikan putusan mengenai sengketa tertentu yang diserahkan penyelesaiannya melalui arbitrase; q. Kegagalan bangunan adalah keadaan bangunan/atau bentuk lain, yang setelah diserahterimakan oleh penyedia jasa kepada Kuasa Pengguna Anggaran menjadi tidak berfungsi, baik secara keseluruhan maupun sebagian dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak, dari segi teknis, manfaat, keselamatan dan kesehatan kerja, dan/atau keselamatan umum. 2. PENERAPAN 2.1. Ketentuan-ketentuan pada syarat-syarat umum kontrak harus diterapkan secara luas tanpa melanggar ketentuan yang ada dalam dokumen kontrak keseluruhan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2.2. Dokumen kontrak harus diinterpretasikan dalam urutan kekuatan hukum sebagai berikut: a. Surat Perjanjian/Kontrak kerja konstruksi; b. Surat Penunjukan Penyedia Jasa; c. Berita Acara Hasil Klarifikasi dan Negosiasi; d. Surat Penawaran; e. Adendum Dokumen Seleksi (bila ada); f. Syarat-Syarat Khusus Kontrak; g. Syarat-Syarat Umum Kontrak; h. Rencana Kerja dan Syarat; i. Kerangka Acuan Kerja; j. Dokumen lain yang tercantum dalam lampiran kontrak dan merupakan bagian dari kontrak. 3. ASAL JASA
Syarat-syarat Umum Kontrak

3.1.

Jasa

konsultansi

untuk

pekerjaan

ini

adalah

merupakan layanan jasa dari penyedia jasa nasional yang berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3.2. Bagi penyedia jasa asing harus mempunyai kantor perwakilan di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan memenuhi peraturan perundangundangan yang berlaku. 4. PENGGUNAAN DOKUMEN KONTRAK DAN INFORMASI

4.1. Penyedia jasa tidak diperkenankan menggunakan
dokumen kontrak dan informasi yang ada kaitannya dengan kontrak di luar keperluan dari pekerjaan yang tersebut dalam kontrak, kecuali lebih dahulu mendapat ijin tertulis dari Kuasa Pengguna Anggaran.

5. HAK PATEN, HAK CIPTA, DAN MEREK

5.1. Apabila penyedia jasa menggunakan hak paten, hak
cipta dan merek dalam pelaksanaan pekerjaan, maka menjadi tanggungjawab penyedia jasa sepenuhnya dan Kuasa Pengguna Anggaran dibebaskan dari segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga atas pelanggaran hak paten, hak cipta dan merek.

6. JAMINAN

6.1. Kuasa Pengguna Anggaran wajib membayar uang
muka kepada penyedia jasa sejumlah tertentu dalam waktu yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak, setelah penyedia jasa menyerahkan jaminan uang muka yang bernilai sekurang-kurangnya sama dengan jumlah uang muka dalam bentuk jaminan bank atau surety bond kepada Kuasa Pengguna Anggaran.

7. ASURANSI

7.1. Asuransi yang harus disediakan oleh penyedia jasa dalam rangka pelaksanaan pekerjaan yaitu: a. Penyedia jasa harus mengasuransikan semua barang dan peralatan-peralatan yang mempunyai resiko tinggi terjadi kecelakaan, pelaksanaan pekerjaan, serta personil untuk pelaksanaan pekerjaan kontrak atas segala resiko yaitu kecelakaan, kerusakan-kerusakan, kehilangan, serta resiko lain yang tidak dapat diduga; b. Penyedia jasa harus mengasuransikan pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerja; c. Besarnya asuransi ditentukan di dalam syaratsyarat khusus kontrak. 8.1.Cara pembayaran a. Uang muka 1). Uang muka dibayar untuk membiayai mobilisasi peralatan, personil, dan pengeluaran bulan pertama. Besaran uang muka ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak dan dibayar setelah penyedia jasa menyerahkan jaminan uang muka sekurang-kurangnya sama dengan besarnya uang muka; 2). Penyedia jasa mengajukan permohonan pembayaran uang muka secara tertulis kepada Kuasa Pengguna Anggaran disertai dengan rencana penggunaan uang muka; 3). Kuasa Pengguna Anggaran mengajukan surat permintaan pembayaran untuk permohonan tersebut pada butir 2)., paling lambat 7 (tujuh) hari setelah jaminan uang muka diterima;

8. PEMBAYARAN

Syarat-syarat Umum Kontrak

4).

Jaminan uang muka harus diterbitkan oleh bank umum atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (surety bond) yang harus direasuransikan sesuai dengan ketentuan Menteri Keuangan;

5).

Pengembalian uang muka diperhitungkan berangsur-angsur secara proporsional pada setiap pembayaran prestasi pekerjaan dan paling lambat harus lunas pada saat pekerjaan mencapai prestasi 100% (seratus persen); 6). Untuk kontrak tahun jamak (multy years) nilai jaminan uang muka secara bertahap dapat dikurangi sesuai dengan pencapaian prestasi pekerjaan. b. Pembayaran Angsuran 1). Penyedia jasa harus mengajukan perhitungan tagihan pembayaran secara angsuran selama jangka waktu pelaksanaan kontrak. Selang waktu angsuran sesuai dengan ketentuan dalam syarat-syarat khusus kontrak; 2). Perhitungan tagihan untuk setiap angsuran terdiri dari biaya langsung personil dan biaya langsung non personil. Tagihan untuk biaya langsung personil diperhitungkan berdasarkan jumlah orang bulan nyata yang telah dilaksanakan, disertai dengan tanda bukti daftar hadir yang telah diperiksa dan disahkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran. Tagihan untuk biaya langsung non personil diperhitungkan berdasarkan semua pengeluaran nyata yang telah dilaksanakan, disertai dengan tanda bukti penerimaan barang/pekerjaan, kuitansi, dan dokumen asli lainnya, yang telah diperiksa dan disahkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran atau yang bersifat lump sum berdasarkan harga yang ditetapkan dalam kontrak. 3). Kuasa Pengguna Anggaran mengajukan surat permintaan pembayaran paling lambat 7 (tujuh) hari setelah penyedia jasa mengajukan permohonan pembayaran yang telah disetujui oleh Kuasa Pengguna Anggaran; 4). Pembayaran tagihan angsuran harus dilaksanakan dalam waktu sebagaimana ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak; 5). Pembayaran angsuran terakhir hanya dilakukan setelah penyerahan dan persetujuan laporan akhir. 9. HARGA DAN SUMBER DANA Kuasa Pengguna Anggaran membayar kepada penyedia jasa atas pelaksanaan pekerjaan berdasarkan ketentuan kontrak. Kontrak pekerjaan ini dibiayai dengan sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Rincian harga kontrak sesuai dengan hasil negosiasi biaya.

Syarat-syarat Umum Kontrak

10. PERSIAPAN PELAKSANAAN KONTRAK

Kuasa Pengguna Anggaran bersama penyedia jasa melakukan persiapan pelaksanaan kontrak mencakup penyusunan organisasi, mobilisasi, rencana pengadaan peralatan, bahan, waktu dan tata cara pelaksanaan pekerjaan serta pelaporan kemajuan pekerjaan. Persiapan pelaksanaan kontrak tersebut harus dibahas pada rapat persiapan pelaksanaan kontrak selambatlambatnya 7 (tujuh) hari sejak tanggal diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

11. PEMERIKSAAN PERSONIL DAN PERALATAN

11.1. Pemeriksaan personil dan peralatan dilaksanakan setelah personil dan peralatan tiba di lokasi pekerjaan dan dibuat berita acara hasil pemeriksaan yang ditandatangani oleh Kuasa Pengguna Anggaran dan penyedia jasa. 11.2. Bila hasil pemeriksaan personil dan peralatan belum memenuhi persyaratan namun tidak mengganggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan, maka penyedia jasa dapat melanjutkan pekerjaan dengan syarat personil dan peralatan yang belum memenuhi persyaratan harus segera diganti sesuai dengan waktu yang disepakati bersama.

12. AMANDEMEN KONTRAK

12.1. Amandemen kontrak perubahan kontrak.

harus

dibuat

bila

terjadi

Perubahan kontrak dapat terjadi apabila : a. Perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam kontrak; b. Perubahan Jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan; c. Perubahan harga kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan dan perubahan pelaksanaan pekerjaan. Amandemen bisa dibuat apabila disetujui oleh para pihak yang membuat kontrak tersebut. 12.2. Prosedur amandemen kontrak dilakukan sebagai berikut: a. Kuasa Pengguna Anggaran memberikan perintah tertulis kepada penyedia jasa untuk melaksanakan perubahan kontrak, atau penyedia jasa mengusulkan perubahan kontrak; b. Penyedia jasa memberikan tanggapan atas perintah perubahan dari Kuasa Pengguna Anggaran dan mengusulkan perubahan harga; c. Atas usulan perubahan harga dilakukan negosiasi dan dibuat berita acara hasil negosiasi; d. Berdasarkan berita acara hasil negosiasi dibuat amandemen kontrak. 13. HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK

13.1. Hak dan Kewajiban Kuasa Pengguna Anggaran
a. Mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia jasa. b. Meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh

Syarat-syarat Umum Kontrak

penyedia jasa. Membayar pekerjaan sesuai dengan harga kontrak yang telah ditetapkan kepada penyedia jasa. d. Memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh penyedia jasa untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran 2 (barang dan fasilitas yang disediakan oleh Kuasa Pengguna Anggaran ). e. Membayar ganti rugi, melindungi dan membela penyedia jasa terhadap semua tuntutan hukum, tuntutan lainnya, dan tanggungan yang timbul karena kesalahan, kecerobohan dan pelanggaran kontrak yang dilakukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran. c.

13.2. Hak dan kewajiban penyedia jasa a. Menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah ditentukan dalam kontrak. b. Meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari Kuasa Pengguna Anggaran untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran 2 (barang dan fasilitas yang disediakan oleh Kuasa Pengguna Anggaran ). c. Melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada Kuasa Pengguna Anggaran. d. Melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan Jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak. e. Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan Kuasa Pengguna Anggaran . f. Menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan Jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak. 14. JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

14.1. Waktu pelaksanaan kontrak adalah jangka waktu yang
ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak dihitung sejak tanggal yang tercantum dalam Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan harus selesai sesuai dengan Jadwal yang ditetapkan dalam Lampiran 5c (contoh Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan) dan Lampiran 5d (contoh Jadwal Penugasan Personil).

14.2. Kuasa Pengguna Anggaran harus menerbitkan SPMK
selambat- lambatnya 14 (empat belas) hari sejak tanggal penandatanganan kontrak. 14.3. Mobilisasi harus mulai dilaksanakan selambatlambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterbitkan SPMK, yaitu mendatangkan tenaga ahli dan menyiapkan peralatan pendukung dan dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan.

14.4. Pekerjaan dinyatakan selesai apabila penyedia jasa
telah menyerahkan laporan akhir pekerjaan disetujui oleh Kuasa Pengguna Anggaran. menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal dan

14.5. Apabila penyedia jasa berpendapat tidak dapat
karena

Syarat-syarat Umum Kontrak

keadaan di luar pengendaliannya dan penyedia jasa telah melaporkan kejadian tersebut kepada Kuasa Pengguna Anggaran, maka Kuasa Pengguna Anggaran melakukan penjadwalan kembali pelaksanaan tugas penyedia jasa dengan amandemen kontrak. 15. PENGAWASAN

15.1. Apabila diperlukan, Kuasa Pengguna Anggaran dapat
memerintahkan tim teknis untuk melakukan penilaian atas laporan-laporan yang disampaikan oleh penyedia jasa dan melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang sedang atau telah dilaksanakan oleh penyedia jasa.

16. KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN

16.1. Bila penyedia jasa terlambat melaksanakan pekerjaan,
maka dikenakan sanksi penangguhan pembayaran setelah Kuasa Pengguna Anggaran memberitahukan penangguhan pembayaran tersebut secara tertulis. 16.2. Pemberitahuan penangguhan pembayaran memuat rincian keterlambatan dan keharusan penyedia jasa untuk menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu sebagaimana tercantum dalam surat pemberitahuan penangguhan pembayaran tersebut.

16.3. Bila penyedia jasa terlambat melaksanakan pekerjaan
disebabkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran, maka Kuasa Pengguna Anggaran dikenakan sanksi perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan. 16.4. Bila keterlambatan terjadi karena keadaan kahar, maka pasal 16.1 tidak diberlakukan. 17. KEADAAN KAHAR 17.1. Yang dimaksud keadaan kahar adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak sehingga kewajiban yang ditentukan dalam kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi.

17.2. Yang digolongkan keadaan kahar adalah : a. Peperangan; b. Kerusuhan; c. Revolusi; d. Bencana alam : banjir, gempa bumi, badai, gunung meletus, tanah longsor, wabah penyakit, dan angin topan; e. Pemogokan; f. Kebakaran; g. Gangguan industri lainnya. 17.3. Keadaan kahar ini tidak termasuk hal-hal yang merugikan yang disebabkan oleh perbuatan atau kelalaian para pihak. 17.4. Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan yang diakibatkan oleh karena terjadinya keadaan kahar tidak dapat dikenai sanksi. 17.5. Tindakan yang diambil untuk mengatasi terjadinya keadaan kahar dan yang menanggung kerugian akibat terjadinya keadaan kahar, ditentukan berdasar kesepakatan dari para pihak.

17.6. Bila terjadi keadaan kahar, maka penyedia jasa
memberitahukan kepada Kuasa Pengguna Anggaran selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas)

Syarat-syarat Umum Kontrak

hari setelah terjadinya keadaan kahar.

17.7. Bila keadaan sudah pulih normal, maka secepat
mungkin penyedia jasa memberitahukan kepada Kuasa Pengguna Anggaran bahwa keadaan telah kembali normal dan kegiatan dapat dilanjutkan, dengan ketentuan: a. Jangka waktu pelaksanaan yang ditetapkan dalam kontrak tetap mengikat. Apabila harus diperpanjang, maka waktu perpanjangan sama dengan waktu selama tidak dapat melaksanakan pekerjaan akibat keadaan kahar; b. Selama tidak dapat melaksanakan pekerjaan akibat keadaan kahar, penyedia jasa berhak menerima pembayaran sebagaimana ditentukan dalam kontrak dan mendapat penggantian biaya yang wajar sesuai yang telah dikeluarkan selama jangka waktu tersebut untuk melaksanakan tindakan yang disepakati; c. Bila sebagai akibat dari keadaan kahar penyedia jasa tidak dapat melaksanakan sebagian besar pekerjaan selama jangka waktu 60 (enam puluh) hari, maka salah satu pihak dapat memutus kontrak dengan pemberitahuan tertulis 30 (tiga puluh) hari sebelumnya dan setelah itu penyedia jasa berhak atas sejumlah uang yang harus dibayar sesuai dengan ketentuan pemutusan kontrak Pasal 19.8. 18. ITIKAD BAIK 18.1. Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak dan kewajiban yang terdapat dalam kontrak. 18.2. Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masingmasing pihak. Bila selama kontrak salah satu pihak merasa dirugikan, maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. 19. PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN KONTRAK 19.1. Penghentian kontrak dapat pekerjaan sudah selesai. dilakukan karena

19.2. Penghentian kontrak dilakukan karena terjadinya halhal diluar kekuasaan (keadaan kahar) kedua belah pihak sehingga para pihak tidak dapat melaksanakan kewajiban yang ditentukan di dalam kontrak. Dalam hal kontrak dihentikan, maka Kuasa Pengguna Anggaran wajib membayar kepada penyedia jasa sesuai dengan kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai. 19.3. Pemutusan kontrak dilakukan bilamana penyedia jasa cidera janji atau tidak memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur di dalam kontrak. Kepada penyedia jasa dikenakan sanksi sesuai Pasal 19.5. 19.4. Pemutusan kontrak dilakukan bilamana para pihak terbukti melakukan kolusi, kecurangan atau tindak korupsi baik dalam proses seleksi maupun pelaksanaan pekerjaan,dalam hal ini : a. Penyedia jasa dapat dikenakan sanksi yaitu : 1). Sisa uang muka harus dilunasi oleh penyedia

Syarat-syarat Umum Kontrak

jasa; 2). Pengenaan daftar hitam untuk jangka waktu 2 (dua) tahun. b. Kuasa Pengguna Anggaran dikenakan sanksi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disipilin Pegawai Negeri Sipil atau ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku.

19.5. Pemutusan kontrak oleh Kuasa Pengguna Anggaran
sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari atau ditentukan lain sehubungan dengan berakhirnya tahun anggaran berjalan setelah Kuasa Pengguna Anggaran menyampaikan pemberitahuan rencana pemutusan kontrak secara tertulis kepada penyedia jasa untuk kejadian tersebut di bawah ini, Kuasa Pengguna Anggaran dapat memutuskan kontrak. Kejadian dimaksud adalah : a. Penyedia jasa tidak mulai melaksanakan pekerjaan berdasarkan kontrak pada tanggal mulai kerja sesuai dengan Pasal 14.; b. Penyedia jasa tidak berhasil memperbaiki suatu kegagalan pelaksanaan, sebagaimana dirinci dalam surat pemberitahuan penangguhan pembayaran sesuai dengan Pasal 16.2.; c. Penyedia jasa tidak mampu lagi melaksanakan pekerjaan atau bangkrut; d. Penyedia jasa gagal mematuhi keputusan akhir penyelesaian perselisihan; e. Penyedia jasa menyampaikan pernyataan yang tidak benar kepada Kuasa Pengguna Anggaran dan pernyataan tersebut berpengaruh besar pada hak, kewajiban, atau kepentingan Kuasa Pengguna Anggaran; f. Terjadi keadaan kahar dan penyedia jasa tidak dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan Pasal 17.7.c. Terhadap pemutusan kontrak yang timbul karena terjadinya salah satu kejadian sebagaimana dirinci dalam huruf a. sampai f. diatas, Pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tidak diberlakukan. Atas pemutusan kontrak yang timbul karena salah satu kejadian yang diuraikan dalam huruf a. sampai e. penyedia jasa dimasukkan dalam daftar hitam. 19.6. Pemutusan kontrak oleh penyedia jasa Sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari setelah penyedia jasa menyampaikan pemberitahuan rencana pemutusan kontrak secara tertulis kepada Kuasa Pengguna Anggaran untuk kejadian tersebut di bawah ini, penyedia jasa dapat memutuskan kontrak. Kejadian dimaksud adalah : a. Sebagai akibat keadaan kahar, penyedia jasa tidak dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan Pasal 17.7.c.; b. Kuasa Pengguna Anggaran gagal keputusan akhir penyelesaian perselisihan.
Syarat-syarat Umum Kontrak

mematuhi

19.7. Prosedur pemutusan kontrak Setelah salah satu pihak menyampaikan atau menerima pemberitahuan pemutusan kontrak, sebelum tanggal berlakunya pemutusan tersebut penyedia jasa harus: a. Mengakhiri pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang ditetapkan dalam pemberitahuan pemutusan kontrak; b. Mengalihkan hak dan menyerahkan semua laporan, desain, spesifikasi, dan perhitungan, baik yang sudah selesai atau selesai sebagian. Pengalihan hak dan penyerahan tersebut harus dilakukan dengan cara dan pada waktu yang ditentukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran; c. Menyerahkan semua fasilitas yang disediakan oleh Kuasa Pengguna Anggaran.

19.8. Dalam hal terjadi pemutusan kontrak sesuai dengan
Pasal 19.5., Kuasa Pengguna Anggaran tetap membayar hak penyedia sampai dengan batas tanggal pemutusan, dan jika terjadi pemutusan kontrak sesuai dengan Pasal 19.6., selain pembayaran tersebut di atas Kuasa Pengguna Anggaran harus membayar pengeluaran langsung yang dikeluarkan oleh penyedia jasa sehubungan dengan pemutusan kontrak. 19.9. Sejak tanggal berlakunya pemutusan kontrak, penyedia jasa tidak bertanggung jawab lagi atas pelaksanaan kontrak.

20. PENYELESAIAN PERSELISIHAN

20.1. Penyelesaian perselisihan dapat melalui: a. Di luar pengadilan, yaitu dengan cara musyawarah, mediasi, konsiliasi atau arbitrase di Indonesia; b. Pengadilan. 20.2. Penyelesaian perselisihan lebih lanjut diatur dalam syarat-syarat khusus kontrak. 20.3. Pengeluaran biaya untuk penyelesaian perselisihan ditanggung kedua belah pihak sesuai keputusan akhir.

21. BAHASA DAN HUKUM 22. PERPAJAKAN

21.1. Kontrak dibuat dalam bahasa Indonesia serta tunduk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. 22.1. Penyedia jasa harus mengetahui, memahami dan patuh terhadap semua peraturan perundangundangan tentang pajak yang berlaku di Indonesia dan sudah diperhitungkan dalam penawaran biaya.

22.2. Dalam hal terjadi perubahan peraturan perundangundangan tentang pajak yang terjadi setelah pembukaan penawaran biaya harus dilakukan penyesuaian. 23. KORESPONDENSI 23.1. Komunikasi antara para pihak hanya berlaku bila

Syarat-syarat Umum Kontrak

dibuat secara tertulis. 23.2. Korespondensi dapat dikirim langsung, atau melalui pos, telex/facimile , kawat. 23.3. Alamat para pihak ditetapkan sebelum tanda tangan kontrak. 23.4. Korespondensi Indonesia. 24. PENGGUNAAN PENYEDIA JASA SEBAGAI SUB LETTING/SUB KONTRAK harus menggunakan bahasa

24.1. Apabila penyedia jasa yang ditunjuk adalah penyedia jasa usaha kecil/koperasi kecil, maka pekerjaan tersebut harus dilaksanakan sendiri oleh penyedia jasa yang ditunjuk dan dilarang diserahkan atau disubkontrakkan kepada pihak lain. 24.2. Penyedia jasa yang ditunjuk dapat bekerja sama dengan penyedia jasa lainnya, dengan ketentuan: a. Bentuk kerjasama tersebut hanya untuk sebagian pekerjaan, dilarang mensubkontrakkan seluruh pekerjaan (bukan pekerjaan utama); b. Penyedia jasa yang ditunjuk tetap bertanggungjawab penuh atas pelaksanaan keseluruhan pekerjaan; c. Apabila ketentuan tersebut di atas dilanggar, maka kontrak akan batal dan penyedia jasa dimasukkan dalam daftar hitam selama 2 (dua) tahun. 25.1. Penyesuaian harga dilakukan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam syarat-syarat khusus kontrak. Penyesuaian harga diberlakukan terhadap kontrak jangka panjang lebih dari 12 (dua belas) bulan.

25. PENYESUAIAN HARGA

26. DENDA DAN GANTI RUGI

26.1. Denda adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada
penyedia jasa, sedangkan ganti rugi adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada Kuasa Pengguna Anggaran, karena terjadinya cidera janji terhadap ketentuan yang tercantum dalam kontrak. 26.2. Besarnya denda kepada penyedia jasa atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan adalah 1 ‰ (per seribu) dari harga kontrak untuk setiap hari keterlambatan.

26.3. Besarnya ganti rugi yang dibayar oleh Kuasa
Pengguna Anggaran atas keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar, berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia. 27. KEGAGALAN BANGUNAN

27.1. Dalam hal pekerjaan dilaksanakan oleh Penyedia jasa
(perencana konstruksi dan pengawasan konstruksi) , kegagalan bangunan yang menjadi tanggungjawab penyedia jasa ditentukan terhitung sejak penyerahan laporan akhir pekerjaan sesuai dengan umur konstruksi yang direncanakan dan secara tegas dinyatakan dalam dokumen perencanaan paling lama 10 (sepuluh) tahun. Jangka waktu pertanggungjawaban atas kegagalan bangunan ditetapkan dalam syarat-syarat khusus kontrak.

Syarat-syarat Umum Kontrak

27.2. Pelaksanaan ganti rugi atas kegagalan bangunan
dapat dilakukan melalui mekanisme pertanggungan (asuransi) sesuai dengan Pasal 27.1. B. KETENTUAN KHUSUS 28. KEWENANGAN ANGGOTA KONSULTAN

28.1. Apabila penyedia jasa adalah sebuah perusahaan
kerja sama operasi (KSO) yang beranggotakan lebih dari sebuah penyedia jasa, anggota KSO tersebut memberi kuasa kepada salah satu anggota KSO untuk bertindak dan mewakili hak-hak dan kewajibankewajiban anggota penyedia jasa lainnya terhadap Kuasa Pengguna Anggaran. 29.1. Umum a. Standar pelaksanaan jasa Penyedia jasa harus melaksanakan kontrak kerja konstruksi dengan penuh tanggungjawab, ketekunan, efisien dan ekonomis serta memenuhi kriteria teknik profesinoal dan melindungi secara efektif semua fasilitas yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan. b. Hukum Penyedia jasa dalam melaksanakan layanan jasa sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Kuasa Pengguna Anggaran secara tertulis akan memberitahukan kepada penyedia jasa mengenai kebiasaan-kebiasaan setempat. 29.2. Pertentangan Kepentingan

29. KEWAJIBAN PENYEDIA JASA

a. Penyedia jasa tidak akan mengambil keuntungan
untuk mereka sendiri dari komisi usaha (trade commission), rabat (discount) atau pembayaranpembayaran lain yang berhubungan dengan kegiatan pelaksanaan pekerjaan. b. Penyedia jasa setuju bahwa selama pelaksanaan kontrak, penyedia jasa dinyatakan tidak berwenang untuk melaksanakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak. c. Penyedia jasa, sub penyedia jasa, dan personil penyedia jasa harus menentang secara langsung atau tidak langsung kegiatan yang akan menimbulkan pertentangan kepentingan (conflict of interest) dengan kegiatan yang merupakan tugas penyedia jasa.

29.3. Pemeriksaan Keuangan a. Penyedia jasa harus menyimpan catatan dan perhitungan biaya yang akurat dan sistematis dalam bentuk dan rincian yang dapat digunakan untuk menetapkan secara akurat bahwa telah dikeluarkan biaya. b. Catatan tersebut disusun penyedia jasa yang memuat pelaksanaan tugas bulanan dan rincian jenis tugas setiap hari, digunakan untuk menyusun tagihan atas imbalan jasa dari masingmasing personil. Catatan ini harus ditandatangani oleh pemimpin tim dan Kuasa Pengguna Anggaran
Syarat-syarat Umum Kontrak

c.

sebelum Kuasa Pengguna Anggaran mengesahkan pembayaran. Kuasa Pengguna Anggaran berhak memeriksa catatan dan perhitungan biaya dan membuat rekaman catatan dan perhitungan biaya tersebut sampai 12 (dua belas) bulan setelah tanggal penyelesaian pekerjaan.

Tindakan penyedia jasa yang perlu mendapat persetujuan Kuasa Pengguna Anggaran Penyedia jasa harus mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Kuasa Pengguna Anggaran untuk: a. Memobilisasi personil; b. Membuat subkontrak dengan cara seleksi, waktu, dan kualifikasi dari sub penyedia jasa. 29.5. Hak pemilikan atas laporan, data, dan dokumen lainnya a. Semua laporan, data, dan dokumen lainnya yang terkait dengan pekerjaan yang dihimpun atau disusun selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan harus dirahasiakan dan setelah penyelesaian pekerjaan menjadi milik Kuasa Pengguna Anggaran. b. Penyedia jasa dapat menyimpan satu rekaman laporan, data, dan dokumen lainnya dan penyedia jasa dilarang menggunakannya untuk keperluan yang tidak ada kaitannya dengan kontrak tanpa mendapatkan pesetujuan tertulis terlebih dahulu dari Kuasa Pengguna Anggaran. 29.6. Hak pemilikan, pemeliharaan, dan pengembalian peralatan a. Peralatan yang disediakan oleh Kuasa Pengguna Anggaran atau dibeli oleh penyedia jasa atas nama Kuasa Pengguna Anggaran adalah milik Kuasa Pengguna Anggaran. b. Peralatan yang disediakan oleh Kuasa Pengguna Anggaran dan digunakan oleh penyedia jasa dalam rangka pelaksanaan pekerjaan harus dipelihara oleh penyedia jasa dan dalam keadaan siap digunakan, atas beban biaya penyedia jasa. c. Segera setelah penyelesaian pekerjaan, semua peralatan milik Kuasa Pengguna Anggaran yang digunakan penyedia jasa harus dikembalikan kepada Kuasa Pengguna Anggaran dalam keadaan baik dan berfungsi. 30.TANGGUNGJAWAB PENYEDIA JASA

29.4.

30.1. Penyedia

jasa harus bertanggungjawab secara profesional (profesional responsibilities/liabilities) terhadap pekerjaan yang dilaksanakan.

30.2. Apabila terjadi kegagalan dalam melaksanakan pekerjaan, penyedia jasa harus memperbaiki tanpa mendapat tambahan biaya dan apabila hasil perbaikan tidak dapat diterima, maka penyedia jasa harus mengembalikan biaya sebesar biaya langsung personil tenaga ahli dan sub tenaga ahli yang telah diterima. 30.3. Penyedia jasa harus mengganti kerugian yang timbul akibat kelalaian penyedia jasa dalam pelaksanaan
Syarat-syarat Umum Kontrak

pekerjaan. 31.PERSONIL KONSULTAN DAN SUBKONSULTAN 31.1. Umum Pekerjaan harus dilaksanakan oleh personil penyedia jasa atau sub penyedia jasa berdasarkan kualifikasi dan pengalamannya yang disetujui oleh Kuasa Pengguna Anggaran sesuai ketentuan dalam Jadwal penugasan personil. 31.2. Personil Inti a. Pemimpin Tim (Team Leader) Penyedia jasa harus menunjuk seorang pemimpin tim yang memenuhi persyaratan, dan bertempat tinggal tetap di tempat tugas sepanjang waktu pelaksanaan pekerjaan, kecuali selama cuti atau bila diijinkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran. Pemimpin tim harus selalu berhubungan dengan Kuasa Pengguna Anggaran selama pelaksanaan pekerjaan. Pemimpin tim adalah wakil sah penyedia jasa, kecuali ditentukan lain oleh penyedia jasa dengan persetujuan Kuasa Pengguna Anggaran. b. Tenaga Ahli Penyedia jasa harus : 1). Mempekerjakan tenaga ahli yang ditunjuk dalam Jadwal penugasan personil, kecuali bila diperlukan lain untuk kepentingan pekerjaan; 2). Menjamin bahwa tenaga ahli hanya akan dipekerjakan untuk memenuhi penugasan berdasarkan kontrak kerja konstruksi , kecuali bila diperlukan untuk pelaksanaan tugas tambahan berdasar instruksi Kuasa Pengguna Anggaran; 3). Mengadakan tenaga ahli pengganti dengan kualifikasi setara atau lebih tinggi, dengan biaya langsung per orang bulan yang telah disepakati dalam kontrak kerja konstruksi bila ada tenaga ahli yang ditunjuk tidak sanggup untuk melaksanakan penugasan dalam waktu selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari. Biaya mobilisasi dan demobilisasi tenaga ahli pengganti adalah tanggungjawab penyedia jasa. 31.3. Persetujuan Personil Personil inti dan sub konsultan yang telah disetujui oleh Kuasa Pengguna Anggaran harus memberikan data dirinya dan surat keterangan dan tidak mengidap penyakit berbahaya/ menular serta tercantum dalam daftar personalia penyedia jasa. 31.4. Mobillisasi Personil a. Personil yang namanya tercantum dalam Jadwal penugasan personil atau personil pengganti yang disetujui, dapat dimobilisasi setelah dikeluarkan Surat Perintah Mulai Kerja oleh Kuasa Pengguna Anggaran. b. Sebelum mobilisasi personil, penyedia jasa harus memberitahukan secara tertulis kepada Kuasa Pengguna Anggaran. Bila ada mobilisasi personil yang tidak dilaksanakan, penyedia jasa harus memberitahukan alasannya secara tertulis.

Syarat-syarat Umum Kontrak

c. Bila terjadi perubahan mobilisasi, penyedia jasa
harus menyampaikan perubahan Jadwal kepada Kuasa Pengguna Anggaran untuk mendapatkan persetujuan. 31.5. Tanggungjawab atas personil a. Penyedia jasa bertanggungjawab atas kemampuan personilnya dan menjamin tingkah laku pribadi mereka dengan memilih dan mempekerjakan personil yang kualifikasi dan kemampuannya baik. b. Penyedia jasa harus memegang teguh rahasia pekerjaan. Penyedia jasa harus melarang dan mencegah personilnya memberitahu kepada seseorang atau suatu badan hukum mengenai informasi yang bersifat rahasia selama pelaksanaan pekerjaan, kecuali dengan persetujuan Kuasa Pengguna Anggaran. c. Penyedia jasa dan personilnya harus menjaga kepentingan pekerjaan dengan menyimpan semua informasi, dokumentasi, data, peta, gambar, dan laporan. d. Personil penyedia jasa yang ditugaskan tidak diperkenankan terlibat dalam kegiatan usaha lain selama jadual waktu penugasannya bersamaan dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut. 31.6. Waktu kerja dan lembur a. Jam kerja dan waktu cuti untuk personil inti mengikuti ketentuan syarat-syarat khusus kontrak. b. Waktu kerja tenaga kerja asing yang dimobilisasi ke Indonesia dihitung sejak kedatangannya di Indonesia sesuai dengan surat perintah mobilisasi. c. Tenaga kerja tidak berhak untuk dibayar atas pekerjaan lembur atau sakit atau libur, karena perhitungan upah sudah mencakup hal tersebut. d. Kuasa Pengguna Anggaran dan penyedia jasa harus bersama-sama menetapkan pengaturan kerja, agar pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan dengan efisien dan efektif. e. Penyedia jasa harus bertanggung jawab atas kepatuhan personilnya pada jam kerja, dengan mengisi daftar hadir yang diketahui oleh Kuasa Pengguna Anggaran. f. Pelaksanaan tugas dan perjalanan dinas di luar waktu kerja harus mendapat ijin dari Kuasa Pengguna Anggaran, dan personil penyedia jasa harus melaksanakan tugas tambahan yang diperlukan, tanpa dibayar. 31.7. Penggantian dan Perpindahan Tenaga Kerja a. Penggantian dan perpindahan tenaga inti hanya dapat dilaksanakan dengan persetujuan tertulis Kuasa Pengguna Anggaran. Bila terdapat hal-hal penting yang mengharuskan penggantian, maka atas persetujuan Kuasa Pengguna Anggaran dapat dilakukan penggantian tenaga inti dengan yang kualifikasinya setara atau lebih baik tanpa tambahan biaya. b. Apabila Kuasa Pengguna Anggaran menilai bahwa personil dari penyedia jasa tidak mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik atau berkelakuan tidak baik, Kuasa Pengguna Anggaran segera memerintahkan secara tertulis kepada penyedia jasa untuk mengganti personil dengan
Syarat-syarat Umum Kontrak

kualifikasi keahlian yang setara atau lebih tinggi.

c.

Bila Kuasa Pengguna Anggaran menemukan personil dari penyedia jasa yang melakukan kesalahan serius atau terlibat tindak kejahatan, atau mengabaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya, maka Kuasa Pengguna Anggaran dapat secara tertulis meminta penggantian. d. Dalam waktu tidak lebih dari 14 (empat belas) hari sejak diterimanya surat perintah penggantian personil, penyedia jasa harus mengganti personil tanpa penambahan biaya. Apabila waktu 14 (empat belas) hari terlampaui, maka penyedia jasa harus melaporkan kepada Kuasa Pengguna Anggaran disertai alasannya.

32. PENANGGUHAN HAK
PEMBAYARAN

32.1. Kuasa Pengguna Anggaran memberitahukan secara
tertulis kepada penyedia jasa tentang penangguhan hak pembayaran sesuai dengan proporsi, bila penyedia jasa tidak melakukan kewajiban sebagaimana mestinya, disertai alasan-alasan yang dapat diterima dan diberi kesempatan kepada penyedia jasa untuk memperbaiki dalam jangka waktu tertentu.

32.2. Penyedia jasa harus segera melaporkan kepada
Kuasa Pengguna Anggaran apabila timbul kejadian atau keadaan yang dapat menghambat atau menghalangi penyelesaian pekerjaan sesuai dengan Jadwal pelaksanaan pekerjaan dengan mengusulkan tindakan yang perlu dilakukan.

Syarat-syarat Umum Kontrak

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->