PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH A.

PENGERTIAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menghadapi permasalahan. Masalah adalah sesuatu yang belum dapat terpecahkan oleh seseorang. Sedangkan pemecahan masalah adalah proses yang ditempuh oleh seseorang untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya sampai masalah itu tidak lagi menjadi masalah baginya (Hudojo, 1988). Suatu masalah biasanya memuat suatu situasi yang mendorong seseorang untuk menyelesaikannya akan tetapi tidak tahu secara lansung apa yang harus dikerjakan untuk menyelesaikannya. Jika suatu masalah diberikan kepada seseorang anak dan anak tersebut lansung mengetahui cara menyelesaikannya dengan benar, maka soal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai masalah. Pada umumnya soal-soal matematika dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu 1. Soal rutin adalah soal latihan biasa yang dapat diselesaikan dengan prosedur yang dipelajari di kelas. Soal jenis ini banyak terdapat dalam buku ajar dan dimaksudkan hanya untuk melatih siswa menggunakan prosedur yang sedang dipelajari di kelas. 2. Soal nonrutin adalah soal yang untuk menyelesaikannya diperlukan pemikiran lebih lanjut karena prosedurnya tidak sejelas atau tidak sama dengan prosedur yang dipelajari di kelas. Dengan kata lain, soal nonrutin ini menyajikan situasi baru yang belum pernah dijumpai oleh siswa sebelumnya. Memberikan soal-soal nonrutin kepada siswa berarti melatih mereka menerapkan berbagai konsep matematika dalam situasi baru sehingga pada akhirnya mereka mampu menggunakan berbagai konsep ilmu yang telah mereka pelajari untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Jadi soal nonrutin inilah yang dapat digunakan sebagai soal pemecahan masalah. Dalam membuat soal pemecahan masalah harus mempertimbangkan beberapa karakteristik soal-soal pemecahan masalah :
1. Memiliki lebih dari satu cara penyelesaian 2. Memiliki lebih dari satu jawaban 3. Melibatkan logika, penalaran, dan uji coba 4. Sesuai dengan situasi nyata dan minat siswa.

Untuk memecahkan soal-soal pemecahan masalah, diperlukan berbagai strategi dan langkahlangkah pemecahan masalah. Sedangkan untuk melatihkan siswa menggunakan strategi

Contoh: . Memeriksa ulang jawaban yang diperoleh. Ada 11 strategi pemecahan matematika (Reys. karena pemecahan masalah dapat melatih siswa untuk mampu menggunakan berbagai konsep. Strategi Act It Out Strategi ini menuntut kita melihat apa yang ada dalam masalah dan membuat hubungan antar komponen dalam masalah menjadi jelas melalui serangkaian aksi fisik atau manipulasi objek. STRATEGI PEMECAHAN MASALAH Empat tahap proses pemecahan masalah yang diusulkan oleh George Polya (dalam Hudojo. strategi pemecahan masalah matematika dapat diartikan sebagai suatu teknik penyelesaian soal-soal pemecahan masalah matematika yang bersifat praktis Untuk dapat memilih strategi yang paling tepat dalam penyelesaian soal-soal pemecahan masalah matematika. Untuk membuat rencana penyelesaian masalah. Secara sederhana.pemecahan masalah tersebut. 1988). Kemampuan menghitung juga merupakan bagian yang penting. yaitu : Memahami masalah Membuat rencana untuk menyelesaikannya 1. kita harus mengenal terlebih dahulu beberapa strategi pemecahan masalah matematika agar pemecahan masalah dapat dilakukan secara lebih efektif dan sistematis. 1978). yaitu sebagai berikut: 1. Melaksanakan rencana yang dibuat pada langkah kedua 2. diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang disebut pendekatan pemecahan masalah (Problem Solving Approach). karena hampir semua strategi pemecahan masalah matematika menuntut keterampilan menghitung. prinsip dan keterampilan matematikan yang telah atau sedang dipelajarinya untuk memecahkan masalah matematika bahkan untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari B. Pemecahan masalah penting untuk diajarkan pada siswa Sekolah Dasar. diperlukan hal-hal berikut: • • Pemahaman yang baik tentang materi.

berapa waktu yang diperlukannya untuk menempuh perjalanan pergi dan pulang. 2. Membuat Gambar atau Diagram Strategi ini digunakan untuk menyederhanakan masalah dan memperjelas hubungan yang ada. Contoh: Seseorang menempuh perjalanan dari kota A ke kota B dengan mengendarai mobil. Contoh: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyebarkan berita di sebuah kota yang berpenduduk 90. …… n 90. Dalam strategi ini.. siswa diminta untuk membuat tabel dan kemudian menggunakannya untuk menemukan pola yang relevan dengan permasalahan yang ada.Enam siswa sedang berdiri di depan kelas. Dengan dibuat gambar atau diagram tersebut dapat memudahkan siswa dalam memahami soal di atas. Pada saat pergi kecepatan kendaraannya adalah 30 km/jam dan pada saat pulang 40 km/jam. Jika jarak tempuh kendaraan adalah 210 km.000 orang jika setiap orang yang mendengar berita itu menyebarkannya kepada 3 orang setiap 15 menit ? Menit keBanyaknya orang 15 3 30 6 45 9 60 12 75 15 ….000 . Dalam pembuatan gambar tidak perlu secara detail. cukup menggambarkan yang berhubungan dengan permasalahan. 3. maka hubungan antar komponen dalam permasalahan di atas menjadi jelas. Mencari Pola Strategi ini untuk memudahkan memahami permasalahan. Berapa banyak siswa yang berdiri di depan kelas sekarang? Dengan menggunakan aksi fisik. Lima siswa ikut bergabung.

karena kadangkala tidak mungkin bagi kita untuk mengidentifikasi seluruh kemungkinan himpunan penyelesaian. . Membuat Tabel Strategi ini membantu mempermudah siswa untuk melihat pola dan memperjelas informasi yang hilang. 4. Sedangkan Andi berada di depan Doni. 6. Dan Hendi berada di belakang Roni. Berada pada urutan berapakah Totok? Urutan 1 Urutan 2 Urutan 3 Urutan 4 Urutan 5 Roni Hendi Totok Andi Doni Berdasarkan tabel di atas terlihat jelas bahwa Totok berada pada urutan ke-3.Kemudian dengan tabel di atas siswa dapat membuat pola untuk menjawab soal di atas. yang paling unggul adalah Roni dan yang paling akhir adalah Doni. Contoh: Dalam berapa cara seseorang dapat menjumlahkan 8 bilangan ganjil untuk mendapat jumlah 20? (Sebuah bilangan dapat digunakan lebih dari satu kali) Untuk memecahkan permasalahan di atas. kita dapat secara langsung menghitung semua kemungkinan jawabannya. ditambah dengan pengetahuan dari pengalaman sebelumnya. 5. Menghitung Semua Kemungkinan secara Sistematis Strategi ini sering digunakan bersamaan dengan strategi “mencari pola” dan “membuat tabel”. Contoh: Dalam perlombaan balap sepeda yang terdiri dari 5 peserta. Contoh : Potonglah daerah segitiga di bawah ini menjadi tiga bagian sedemikian hingga ketiga bagian mempunyai luas dengan perbandingan 1 : 2 : 3. Hasil tebakan harus bisa diuji kebenarannya serta diikuti oleh sejumlah alasan yang logis. Menebak dan Menguji Strategi ini didasarkan pada aspek-aspek yang relevan dengan permasalahan yang ada. Strategi ini sangat membantu dalam mengklasifikasi dan menyusun informasi atau data dalam jumlah besar.

9. Contoh: Tunjukkan bahwa jumlah dua bilangan genap adalah genap! . Contoh: Rini membuat beberapa roti. Contoh: Tentukan merek produk yang paling baik untuk tujuan tertentu. kita yaitu dengan menarik garis tinggi dan membagi alas segitiga menjadi tiga bagian yang sama panjang. Selanjutnya kita menggunakan informasi-informasi yang ada di sekitar kita untuk menjawab permasalahan sebelum kita menyelesaikannya. Mengidentifikasi Informasi yang Diinginkan. Seperdua bagian roti disimpannya untuk dimakan pada hari berikutnya. Menulis Kalimat terbuka Hal ini kita melihat hubungan antara informasi yang diberikan dan yang dicari. Untuk menyelesaikan permasalahan ini. terlebih dahulu kita harus menentukan permasalahan yang akan dijawab yaitu merek produk terbaik untuk tujuan tertentu misalnya merek sepeda motor. Untuk menjawab permasalahan di atas. Diberikan dan Diperlukan Strategi ini membantu kita menyortir informasi dan memberi mereka pengalaman dalam merumuskan pertanyaan. Bekerja mundur Strategi ini digunakan untuk menjawab permasalahan yang menyajikan kondisi (hasil) akhir dan menanyakan sesuatu yang terjadi sebelumnya. kita menggunakan strategi bekerja mundur dengan terlebih dahulu menghitung jumlah roti yang diterima semua saudara Rini dan kemudian mengalikan hasilnya dengan dua 8.Tebakan tersebut berdasarkan pengalaman dan pengetahuan tentang cara mencari luas segitiga. hasil akhir sudah diketahui yaitu 4 roti. Kemudian dia membagi roti yang tersisa kepada tiga saudaranya sehingga setiap anak memperoleh 4 roti. Berapa banyak roti yang dibuat Rini? Pada masalah di atas. kita dapat menggunakan variabel sebagai pengganti kalimat dalam soal. Namun demikian tebakan tersebut tetap harus diuji kebenarannya secara logis. Untuk menyederhanakan permasalahan. 7. yang ditanyakan adalah keadaan sebelumnya yaitu berapa banyak roti yang dimasak Ririn.

kemudian membagi hasil pengukurannya dengan 500. maka hasil akhir permasasalahan di atas dengan mudah akan diperoleh. Mengubah Pandangan Masalah yang dihadapi perlu didefinisikan dengan cara yang sama sekali berbeda. n=4 m + n = bilangan genap 2 + 4 = 6 ( 6 merupakan bilangan genap) 10. Menyelesaikan Masalah yang Lebih Sederhana atau Serupa Suatu masalah yang rumit dapat diselesaikan dengan cara menyelesaikan masalah yang serupa tetapi lebih sederhana. Oleh katena itu. . Membuat rencana untuk menyelesaikannya . kegiatan pemecahan masalah diarahkan untuk membantu siswa menetapkan apa yang diketahui pada permasalahan dan apa yang ditanyakan. Jadi yang akan ditunjukkan adalah n + m = bilangan genap. untuk menyelesaikan masalah di atas. + 49 Untuk menyelesaikan soal di atas cara yang biasa yang digunakan adalah dengan menjumlahkan semua bilangan satu persatu. Misalnya m=2. C. Karena jumlah setiap pasangan bilangan ini 50. dimana m dan n adalah bilangan genap. 11. . 2. kita dapat mengukur 500 kertas yang sama. Contoh: Ukurlah tebal selembar kertas dengan menggunakan mistar Untuk mengukur selembar kertas dengan menggunakan mistar pasti sangat sulit. LANGKAH-LANGKAH PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH 1. Memahami masalah Pada tahap ini. Yang akan dicari adalah menunjukkan jumlahnya adalah genap. Pandangan ini dapat diubah dengan menggunakan cara yang lebih sederhana yaitu dengan menjumlahkan 1 dan 49. 2 dan 48. Contoh: Tentukan hasil dari 1 + 2 + 3 + .Dua bilangan genap dapat dimisalkan dengan menggunakan variabel yaitu m dan n. dan seterusnya.

hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah apakah strategi tersebut berkaitan dengan permasalahan yang akan dipecahkan. 4.Dalam perencanaan pemecahan masalah. Melaksanakan rencana yang dibuat pada langkah kedua Jika siswa telah memahami permasalahan dengan baik dan sudah menentukan strategi pemecahannya. langkah selanjutnya adalah melaksanakan penyelesaian soal sesuai dengan yang telah direncanakan. Langkah ini merupakan langkah terakhir dari pendekatan pemecahan masalah matematika. Langkah ini dilakukan untuk mengecek apakah hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan ketentuan atau tidak. tentukan kedua bilangan cacah tersebut. Langkah-langkah: . Dalam mengidentifikasi strategi-strategi pemecahan masalah ini. CONTOH PENERAPAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD Contoh Masalah: Hasil bagi dua buah bilangan cacah adalah 5. yaitu: • • • • Mencocokkan hasil yang diperoleh dengan hal yang ditanyakan Menginterpretasikan jawaban yang diperoleh Mengidentifikasi adakah cara lain untuk mendapatkan penyelesaian masalah Mengidentifikasi adakah jawaban atau hasil lain yang memenuhi. D. Memeriksa ulang jawaban yang diperoleh. pemecahan siswa diarahkan yang untuk sesuai dapat untuk mengidentifikasi strategi-strategi masalah menyelesaikan masalah. 3. Jika jumlah kedua bilangan cacah adalah 36. Ada empat langkah penting yang dapat dijadikan pedoman untuk dalam melaksanakan langkah ini.

Diketahui: ba = 5 a + b = 36 Ditanya : a = . hasil yang diperoleh adalah bilangan 30 dan 6. KESIMPULAN .? b = .? 2. Hal ini menunjukkan bahwa hasil yang kita peroleh sudah sesuai dengan yang diketahui. . Jika bilangan-bilangan 30 dan 6 kita gantikan ke = 5. Dalam masalah di atas tahap melaksanakan rencana adalah sebagai berikut: 4. langkah selanjutnya adalah melaksanakan penyelesaian soal sesuai dengan yang telah direncanakan. Membuat rencana untuk menyelesaikannya Strategi yang kemungkinan paling tepat digunakan untuk masalah di atas adalah strategi bekerja mundur dan menggunakan kalimat terbuka.1. . . Melaksanakan rencana yang dibuat pada langkah kedua Jika permasalahan sudah dipahami dengan baik dan sudah menentukan strategi pemecahannya. . kita dapatkan =5 bernilai benar. . . Memahami masalah Misalkan bilangan tersebut adalah a dan b. 3. Sedangkan unsur yang diketahui adalah bahwa = 5. Memeriksa ulang jawaban yang diperoleh.

. lebih memudahkan siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam soal-soal. Dan terdapat 4 langkah pemecahan masalah yaitu: Memahami masalah Membuat rencana untuk menyelesaikannya 1.Pendektan pemecahan masalah merupakan pendekatan yang melatih siswa untuk menggunakan strategi pemecahan masalah untuk menyelesaikan soal-soal pemecahan masalah. Memeriksa ulang jawaban yang diperoleh. Dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah. Melaksanakan rencana yang dibuat pada langkah kedua 2.