P. 1
ayat pendidikan

ayat pendidikan

|Views: 263|Likes:
Published by Zhebenk Sahid

More info:

Published by: Zhebenk Sahid on Nov 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2014

pdf

text

original

I. TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM Ada beberapa ayat yang mengandung tujuan pendidikan islam, antara lain: 1.

Surah al-Baqarah ayat 1-5

ِ ْ َ ْ ِ َ ُِ ْ ُ َ ِ ّ ‫الم )1( ذلك الكتاب ل ريب فيه هدى للمتقين )2( الذين يؤمنون بالغيب‬ َ ِ ّ ُ ْ ِ ً ُ ِ ِ َ ْ َ َ ُ َ ِ ْ َ َِ ‫ويقيمون الصلة ومما‬ ّ ِ َ َ َ ّ َ ُ ِ َُ ِ َ ‫َ ّ ِ َ ُ ْ ِ ُ َ ِ َ ُ ْ ِ َ َِ ْ َ َ َ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ ِْ َ َ ِ لخ‬ ‫رزقناهم ينفقون )3( والذين يؤمنون بما أنزل إليك وما أنزل من قبلك وبا َْ ِرة‬ َ ُِ ْ ُ ْ ُ َْ َ َ 4) ‫)هم يوقنون‬ َ ُِ ُ ْ ُ
1. Alif laam miim. 2. Kitab (al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi rnereka yang bertaqwa, 3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki, yang Kami anugerahkan kepada mereka, 4. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu; serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. 5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb-nya, dan rnerekalah orangorang yang beruntung. Syarh dan Tafsir singkat - Orang yang bertakwa adalah orang yang mempersiapkan jiwa mereka untuk menerima petunjuk Ciri orang yang bertaqwa: mengimani yang ghaib, mendirikan shalat, serta menafkahkan sebagian rezeki. - Yuqinun (yakin) adalah pengetahuan yang mantap tentang sesuatu dibarengi dengan tersingkirnya keraguan maupun dalih-dalih yang dikemukakan lawan. Mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dari hal diatas dapat dipahami bahwa surah al-baqarah ayat 1-5 kalaulah dikaitkan dengan tujuan pendidikan sebagai berikut : 1. Mewujudkan manusia yang taqwa dan banyak beramal shaleh 2. Agar manusia mempercayai akan keberadaan Allah 3. Mewujudkan manusia yang percaya akan hari akhir 4. Mewujudkan kesuksesan dalam hidup. Pendidikan sebagaimana pengertiannya yang disebutkan dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas adalah "usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara". Pendidikan yang dimaksud dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas di atas adalah pendidikan yang mengarah pada pembentukan manusia yang berkualitas atau manusia seutuhnya yang lebih dikenal dengan istilah insan kamil. Untuk menuju terciptanya insan kamil di atas, maka pendidikan yang dikembangkan menurut Mendiknas (2006: xix) adalah pendidikan yang memiliki empat segi yaitu : olah kalbu,

olah pikir, olah rasa, dan olah raga. 2. Surah al-Hajj ayat 41

ِ ُ ْ َ ْ ِ ُ َ ََ َ َ ّ ُ َ ََ َ َ ّ ‫الذين إن مكناهم في الرض أقاموا الصلة وآتوا الزكاة وأمروا بالمعروف‬ ُ َ َ ِ ْ َْ ِ ْ ُ ّ ّ َ ْ ِ َ ِ ّ ِ َ ْ ُ ْ ِ َ ْ َ ََ ‫ونهوا عن المنكر‬ 41)‫) َل عاقبة المور‬ ِ ُ ُْ ُ َ ِ َ ّ ‫و‬ ِ
"(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan Zakat, menyuruh berbuat yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan ". (QS. 22:47). Kaitannya dengan tujuan pendidikan sebagai berikut: 1. Mewujudkan seorang yang selalu menegakkan kebenaran dan mencegah kemunkaran. 2. Mewujudkan manusia yang selalu bertawakkal pada Allah. II. SUBJEK PENDIDIKAN 1. Ar-Rahman ayat 1-4

4) ‫)الرحمن )1( علم القرآن )2( خلق النسان )3( علمه البيان‬ َ َ َ ْ ُ َ َّ َ َ ْ ِْ َ ََ َ َْ ُ ْ َ َّ ُ َْ ّ
1. (Rabb) Yang Maha Pemurah, 2. Yang telab mengajarkan al Qur'an. 3. Dia menciptakan manusia 4. Mengajarnya pandai berbicara /AI-Bayan Syarh dan Tafsir singkat Allah adalah dzat yang Maha Mendidik. Dalam surat ini digunakan kata ar-Rahman salah satu asma` al-Husna yang berarti Maha pemurah. Al-Qur'an adalah firman-firman Allah yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW dengan lafal dan maknanya yang beribadah siapa yang membacanya, menjadi bukti kebenaran mukjizat Nabi Muhammad SAW AI-Bayan berarti jelas. Namun ia tidak terbatas pada ucapan, tetapi mencakup segala bentuk ekspresi, termasuk seni dan raut muka. Kaitannya dengan Subjek Pendidikan sebagai berikut: 1. Kata ar-Rahman menunjukkan bahwa sifat-sifat pendidik adalah murah hati, penyayang dan lemah lembut, santun dan berakhlak mulia kepada anak didiknya dan siapa saja (Kompetensi Personal) 2. Seorang guru hendaknya memiliki kompetensi paedagogis yang baik sebagaimana Allah mengajarkan al-Quran kepada Nabi-NYA 3. Al-Quran menunjukkan sebagai materi yang diberikan kepada anak didik adalah kebenaran/ilmu dari Allah (Kompetensi Profesional) 4. Keberhasilan pendidik adalah ketika anak didik mampu menerima dan mengembangkan ilmu yang diberikan, sehingga anak didik menjadi generasi yang memiliki kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual, sebagaimana penjelasan AIBayan.

di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku. Abu Lahab pun datang. Surah al-Kahf ayat 66 66) ‫)قال له موسى هل أتبعك على أن تعلمن مما علمت رشدا‬ ً ْ ُ َ ْ ُّ ّ ِ ِ َ َّ ُ ْ َ ََ َ ُ ِ ّ َ ْ َ َ ُ ُ َ َ َ ”Musa berkata kepada Khidhr "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu" (QS. menyatakan bahwa Nabi Musa tidak akan sanggup untuk sabar bersamanya. apakah kalian mempercayai aku?" mereka berkata: "Ya. 18: 66)”. jika aku berkata bahwa:di belakang lembah ini ada pasukan berkuda bermaksud menyerang kalian. Memberi tahu kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi dalam menuntut ilmu. Dari ayat tersebut dapat kita ambil pokok pikiran sebagai berikut: 1. janganlah kamu mempersekutukan Allah. 3. Ialu Nabi SAW bersabda: "bagaimana pendapat kalian. 26: 214). OBJEK PENDIDIKAN 1. pendidikan akidah diutamakan sebagai kerangka dasar/landasan dalam membentuk pribadi anak yang soleh (Kompetensi Profesional). 3. Syarh dan Tafsir singkat Dalam pertemuan kedua tokoh pada ayat ini diceritakan Nabi Musa yang terkesan banyak menanyakan sesuatu kepada Khidhr yang memiliki ilmu khusus. 2.s. seruan tersebut menyiratkan muatan kasih sayang/sentuhan kelembutan dan kemesraan. sesuai makna seruan Lukman kepada anak-anaknya. bukan berarti mendidik dengan keras. tetapi dalam koridor ketegasan dan kedisplinan. Semua keluarga hadir atau mengirim utusan. Dan bagaimana Nabi Musa dapat sabar atas sesuatu. di Mekah. yaitu “Yaa Bunayyaa” (Wahai anakanakku). lalu menyeru keluarga dekat beliau dari keluarga besar 'Ady dan Fihr yang berinduk pada suku Quraisy. Kaitan ayat ini dengan aspek pendidikan bahwa seorang pendidik hendaknya: 1. Sementara jawaban dari Khidhr a. Rasul SAW naik ke puncak bukit Shafa. sementara ia belum menjangkau secara menyeluruh beritanya. Dalam mendidik hendaknya menggunakan pendekatan yang bersifat kasih sayang. Luqman: 13 ) ‫وإذ قال لقمان لبنه وهو يعظه يا بني ل تشرك بال إن الشرك لظلم عظيم‬ ٌ ِ َ ٌ ْ ُ َ َ ْ ّ ّ ِ ّ ِ ْ ِ ْ ُ َ ّ َ ُ َ ُ ُ ِ َ َ ُ َ ِ ِ ْ ِ ُ َ ْ ُ َ َ ْ َِ ِ 13) ”Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya. Prioritas pertama adalah penanaman akidah. III. kami belum pernah mendapatkan darimu kecuali kebenaran". Surah. Menuntun anak didiknya 2. Syarh dan Tafsir singkat Ketika ayat ini turun. Mengarahkannya untuk tidak mempelajari sesuatu jika sang pendidik mengetahui bahwa potensi anak didiknya tidak sesuai dengan bidang ilmu yang akan dipelajarinya.2. Lalu . Orang tua wajib memberi pendidikan kepada anak-anaknya. Surah asy-Syu'ara: 214 214) ‫) َأنذر عشيرتك القربين‬ َ ِ َ ْ َْ َ َ َ ِ َ ْ ِ ْ َ‫و‬ "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat"( QS. (Kompetensi Personal). Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. 3.

agama maupun kondisi pribadi/fisik dan perekonomiannya. Pelajaran yang dapat kita petik adalah: 1. Abu Lahab yang mendengar sabda beliau itu. IV. Melakukan pembelajaran. kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Serentak oleh Allah Rasulullah ditegur dengan turunnya surat ini. namun kedatangan seorang buta bernama Abdullah bin Ummi Maktum disambut Rasulullah dengan muka masam dan berpaling darinya (cuek). maupun dari peninggalan lama yang masih tersisa puing-puingnya. “Sesungguhnya. atau memberi kemudahan kepada keluarga dalam hal pemberian peringatan dan pendidikan 2.Nabi bersabda: "Aku menyampaikan kepada kamu semua sebuah peringatan. 2. tanpa mengenal ras. 29: 99) Katakanlah: "Berjalanlah di (muka) bumi. dan percobaan (eksperimen) dengan . Setiap insan berhak memperoleh pendidikan. penelitian.yang demikian itu mudah bagi Allah. Ahmad dan lain-lain melalui Ibn Abbas). Misal tingkatkan pula pelayanan pendidikan pada peserta didik yang difabel.Bukhori. Dari ayat tersebut di atas (al-Ankabut: 20) memerintahkan untuk: 1. Dia (Muhammad ) bermuka masam dan berpaling 2. (QS. bahwa di hadapan sana (masa datang) ada siksa yang pedih". Muslim. KEWAJIBAN BELAJAR MENGAJAR 1. kemudian mengulanginya (kembali)”.Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS 29: 20”). dengannya seseorang akan menemukan banyak pelajaran berharga baik melalui ciptaan Allah yang terhampar dan beraneka ragam. Karena telah datang seorang buta kepadanya 3. Surah al-Ankabut: 19-20 ‫أ َلم يروا كيف يبدئ ال الخلق ثم يعيده إن ذلك على ال يسير )91( قل سيروا‬ ُ ِ ُْ ٌ ِ َ ّ َ َ َ ِ َ ّ ِ ُ ُ ِ ُ ّ ُ َ ْ َ ْ ّ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ ‫َو‬ ِ ُ ِ ْ َْ ِ ‫في الرض‬ ) ‫فانظروا كيف بدأ الخلق ثم ال ينشئ النشأة الخرة إن ال على كل شيء قدير‬ ٌ ِ َ ٍ ْ َ ّ ُ ََ ّ ّ ِ َ َ ِ َْ َ َْ ّ ُ ِ ْ ُ ّ ّ ُ َ ْ َ ْ ََ َ َ ْ َ ُ ُ ْ َ َ ُ 20) “Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya. Demikianlah ayat ini mengajarkan kepada rasul SAW dan umatnya agar stidak pilih kasih. maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya. 2. Sebagai seorang pendidik harus bijak dalam menghadapi anak didiknya dan tidak membeda-bedakan hanya karena fisik yang tidak sempurna. berteriak kepada Nabi SAW berkata: "celakalah engkau sepanjang hari. Surah ‘Abasa ayat 1-3 3) ‫)عبس وتولى )1( أن جاءه العمى )2( وما يدريك لعله يزكى‬ ّ ّ َ ُ َّ َ َ ِ ْ ُ َ َ َ ْ َْ ُ َ َ ْ َ َّ َ َ َ َ َ 1. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya dari dosa Syarah dan tafsir singkat Ketika itu Rasulullah sedang berdakwah ditengah para pembesar Quraisy dengan harapan mereka masuk Islam. padahal sibuta itu ingin memperoleh pelajaran tentang ajaran-ajaran Islam. Melakukan perjalanan. suku bangsa. Sesungguhnya. apakah untuk maksud itu engkau mengumpulkan kami?" Maka turunlah surah Tabbat Yada Abi Lahab" (HR.

terdapat 3 (tiga) jenis paradigma 1. dus. Dengan demikian menurut tafsir ini dalam sistem pendidikan Islam tidak dikenal . berdasarkan tinjauan ideologi yang mendasari hubungan keduanya. Agama itu tidak ada.agama telah dipisahkan dari kehidupan (fashl al-din ‘an al-hayah). Hubungan agama dan iptek? Secara garis besar. Syarh dan Tafsir singkat Ayat ini memberi anjuran tegas (tah}d}>id}) kepada umat Islam agar ada sebagian dari umat Islam untuk memperdalam agama. sebagai aktivitas intelektual dalam arti yang luas. Paradigma sosialis. Paradagima sekuler: paradigma yang memandang agama dan iptek adalah terpisah satu sama lain. nilai dan keterampilan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Iqra` bisa berarti membaca atau mengkaji. dan bahwa di balik peristiwa dan ciptaan itu. supaya mereka itu dapat menjaga dirinya". 2.tidak ada hubungan dan kaitan apa pun dengan iptek. Surah At-Taubah ayat 122 ‫وما كان المؤمنون لينفروا كافة فلول نفر من كل فرقة منهم طائفة ليتفقهوا في‬ ِ ُ ّ َ َ َ ِ ٌ َ ِ َ ْ ُ ْ ِ ٍ َ ْ ِ ّ ُ ْ ِ َ َ َ َ ْ ََ ً ّ َ ُ ِ ْ َ ِ َ ُ ِ ْ ُ ْ َ َ َ َ ‫الدين ولينذروا‬ ُ ِ ْ ُ َِ ِ ّ 122) ‫)قومهم إذا رجعوا إليهم لعلهم يحذرون‬ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َّ َ ْ ِ ْ َِ ُ َ َ َ ِ ْ ُ َ ْ َ "Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang muKmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Surat al-‘Alaq (ayat 1-5) 3) ‫)اقرأ باسم ربك الذي خلق )1( خلق النسان من علق )2( اقرأ وربك الكرم‬ ُ َ ْ َْ َ ّ َ َ ْ َ ْ ٍ ََ ْ ِ َ َ ْ ِْ َ ََ َ ََ ِ ّ َ ّ َ ِ ْ ِ ْ َ ْ 5) ‫)الذي علم بالقلم )4( علم النسان ما لم يعلم‬ ْ َْ َ ْ َ َ َ َ ْ ِْ َ َّ ِ ََ ْ ِ َ َّ ِ ّ Kaitan dengan pendidikan: 1. dalam ideologi sekularisme Barat. karena iqra` haruslah dengan bismi rabbika 2. V. yaitu paradigma dari ideologi sosialisme yang menafikan eksistensi agama sama sekali. 3. yaitu paradigma yang memandang bahwa agama adalah dasar dan pengatur kehidupan. Tetapi segala pemikirannya itu tidak boleh lepas dari Aqidah Islam. Dalam S}afwah al-Tafsi>r dikatakan bahwa yang dimaksud kata tafaqquh fi al-di>n adalah menjadi seorang yang mendalam ilmunya dan selalu memiliki tanggung jawab dalam pencarian ilmu Allah. Kata ini merupakan simbol abadi sejak manusia mengenal baca-tulis hingga dewasa ini. Proses transfer budaya dan peradaban tidak akan terjadi tanpa peran penting tradisi tulis–menulis yang dilambangkan dengan al-qalam. Kata al-qalam adalah simbol transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi.menggunakan akalnya untuk sampai kepada kesimpulan bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini. guna memperoleh berbagai pemikiran dan pemahaman. wujud satu kekuatan dan kekuasaan Yang Maha Besar 2. MATERI PENDIDIKAN 1. Sebab. Paradigma Islam. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapaorang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya. Eksistensi agama tidak dinafikan hanya dibatasi perannya.

orang tua perlu menekankan pendidikan pada aspek ibadah seperti salat. Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. Setelah akidah anak kuat. Diskusi 2. Kesenjangan antara sistem pendidikan Islam dan ajaran Islam yang memisahkan antara ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum (Kuntowijoyo. janganlah kamu mempersekutukan Allah. Surat Al-‘Araf ayat 35 َ َ َ َْ ََ َ ّ ِ َ َ ِ َ َ ْ ُ ْ ََ َ ّ ُ َ ْ ُ ْ ِ ٌ ُ ُ ْ ُ ّ َ ِ ْ َ ّ ِ َ َ َ ِ َ َ ‫يا بني آدم إما يأتينكم رسل منكم يقصون عليكم آياتي فمن اتقى وأصلح فل‬ 35) ‫)خوف عليهم ول هم يحزنون‬ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ْ ََ ٌ ْ َ “Hai anak cucu Adam! Jika datang kepadamu Rasul-rasul sebangsamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-KU. Surat An-Nahl ayat 125 ّ ِ ُ َ ْ َ َ ِ ِ ّ ِ ْ ُ ْ ِ َ َ ِ َ َ َ ْ ِ َ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ َ ّ َ ِ ِ َ َِ ُ ْ ‫ادع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة وجادلهم بالتي هي أحسن إن‬ ُ َْ َ َ ُ َ ّ َ ‫ربك هو أعلم‬ 125) ‫)بمن ضل عن سبيله وهو أعلم بالمهتدين‬ َ ِ َ ْ ُ ْ ِ ُ َْ َ َ ُ َ ِ ِ ِ َ ْ َ ّ َ ْ َ ِ “Ajaklah kepada jalan Tuhan mu dengan cara yang bijaksana dan dengan mengajarkan yang baik. berdakwah dengan memberi contoh terlebih dahulu. Setelah itu memberi nasehat kepada orang lain untuk meninggalkan kemungkaran dan mengerjakan kebaikan. Surat Luqman ayat 13 ) ‫وإذ قال لقمان لبنه وهو يعظه يا بني ل تشرك بال إن الشرك لظلم عظيم‬ ٌ ِ َ ٌ ْ ُ َ َ ْ ّ ّ ِ ّ ِ ْ ِ ْ ُ َ ّ َ ُ َ ُ ُ ِ َ َ ُ َ ِ ِ ْ ِ ُ َ ْ ُ َ َ ْ َِ ِ 13) ”Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya. maka barangsiapa yang bertaqwa dan mengadakan perbaikan. karena akan menimbulkan dampak sebagai berikut : 1. Akidah yang kuat akan membentengi anak dari pengaruh negatif kehidupan dunia. Disintregasi sistem pendidikan Islam. niscaya mereka tidak merasa ketakutan” Metode cerita / ceramah ini digunakan oleh Rasulullah untuk menyampaikan perintahperintah Allah. Ceramah 2. 1991: 352). kenapa dalam mendidik perlu diutamakan akidah terlebih dahulu? Kenapa tidak yang lain? Jawabnya adalah karena akidah merupakan pondasi dasar bagi manusia untuk mengarungi kehidupan ini.dikhotomi pendidikan. . dan berdiskusilah dengan mereka secara lebih baik”. dengan penyampaian lembut dan penuh kasih sayang. Ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik dari ayat ini bahwa metode yang di lakukan dalam proses pendidikan diantaranya: 1. METODE PENDIDIKAN 1. Dan tidak kalah pentingnya adalah mendidik akhlak anak V. di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku. 2. Berdasarkan surat Luqman ayat 13 materi pendidikan yang di prioritaskan adalah pendidikan akidah terlebih dahulu. 2. seperti mencegah diri dari yang mungkar dan selalu melakukan kebaikan.

SIKAP-SIKAP INTELEKTUAL 1. dan manusia) dengan cara bertanya dan menyuruh menjelaskan seluruh materi pelajaran yang diberikan. Surat Al-Isra’ ayat 36 “Dan janganlah engkau ikuti sesuatu yang tiada padamu pengetahuan tentangnya. menggunakan daya nazhar (nalar) semaksimal mungkin. DAFTAR PUSTAKA thejargon. Surat Ar-Rahman ayat 47-48 48 ‫َ َ َ َ ْ َ ن‬ َ ) ٍ ‫)بأي آلء ربكما تكذبان )74( ذواتا أفنا‬ ِ َ ّ َ ُ َ ُ َّ ِ َ َ ّ َِ “ Nikmat yang manalagi yang akan kamu dustakan? Kedua surga itu mempunyai serba macam pohon dan buah-buahan”. dan ternyata Adam lah (dari golongan manusia) yang berhasil menjadi juara dalam ujian tersebut. lalu mengikuti yang terbaik. Malaikat. Surat Az-Zumar ayat 18 “Maka gembirakanlah hamba-hamba-Ku yang menginventarisasi pendapat-pendapat. VII. VI.multiply. semua itu akan diminta pertanggungjawabannya”. Surat Yunus ayat 101 “Katakan: nalarilah apa yang ada di langit dan di bumi. sedangkan Allah SWT bertindak sebagai "Maha Guru" nya. dan Manusia (Adam Alaihissalam) sebagai "mahasiswa" nya. Proses pendidikan terhadap manusia terjadi pertama kali ketika Allah SWT selesai menciptakan Adam Alaihissalam. kritis terhadap permasalahan yang dihadapi 2.3. kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman:”Sebutkanlah kepadaKu nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar”.com/reviews/item/33 . lalu Allah SWT mengumpulkan tiga golongan mahluk yang diciptakan-Nya untuk diadakan Proses Belajar Mengajar (PBM). Setelah selesai PBM maka Allah SWT mengadakan evaluasi kepada seluruh mahasiswa ( jin.48k – diakses May 22. malaikat. Dalam surat Ar-Rahman ayat 47-48 tergambarkan bahwa Tanya jawab merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pendidikan. Dan tidaklah berguna segala ayat dan peringatan itu bagi kaum yang tidak percaya”. bersedia menerima kebenaran dari mana pun datangnya 3 . EVALUASI PENDIDIKAN Surah al-Baqarah: 31 ْ ِ ِ َ ُ َ ِ َ ْ ‫َ َّ َ َ َ َ َْ ْ َ َ ُّ َ ُ ّ َ َ َ ُ ْ ََ ْ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ ْ ِ ُ ِ ِأ‬ ‫وعلم آدم السماء كلها ثم عرضهم على الملئكة فقال أنبئوني بَسماء هؤلء إن‬ 31) ‫)كنتم صادقين‬ َ ِ ِ َ ْ ُْ ُ “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya. penglihatan dan isi hati. '08 10:06 PM . Sesungguhnya pendengaran. Mereka itulah yang memperoleh petunjuk Allah dan mereka itulah kaum intelektual”. Tiga golongan mahluk ciptaan Allah dimaksud yaitu Jin.

com/2008/03/islam-dan-ilmu-pengetahuan. diakses pada tanggal May 22.html. Tafsir Al-Misbah. Alif laam miim. Posted on april 15th. Islam dan Ilmu Pengetahuan Tuesday. yang Kami anugerahkan kepada mereka. Semarang. Jakarta: Lentera Hati. PT Karya Toha Putra. irfananshory. Tujuan Pendidikan Islam A. Kitab (al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya. 2. Surah al-Baqarah (1-5) 1. M. 1991. petunjuk bagi rnereka yang bertaqwa. Download Postingan Lainnya Kedua TAFSIR AI QUR’AN Kajian tentang Ayat-Ayat Pendidikan I. Hadari Nawawi 1991. Al-Quran Dan Terjemahnya dengan Transliterasi. dan Keserasian al-Qur'an. Landasan Profetik Pendidikan Islam.Quraish 2001. Jakarta. .re-searchengines.blogspot. 2008. Zuhairini dkk. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib. Kesan. '08 10:15 PM. Pendidikan Dalam Islam. '08 10:15 PM. 2008.net/comments.hayatulislam. Bumi Aksara.DEPAG RI. '08 10:15 PM. diakses pada tanggal May 22. Surabaya: Al-Ikhlas.php?id=480_0_1_0_C7. Ajang kusmana. Filsafat Pendidikan Islam. http://www. Pesan. 3. yang mendirikan shalat.34k. in 10 telaah pendidikan by redaksi.com/0408maman. diakses pada tanggal May 22. Shihab.html . dan menafkahkan sebagian rezki. March 11.

Tampaknya jawaban Allabu A'lam yakni Allah lebih mengetahui masih diangap jawaban yang relevan sampai saat ini. Semua ayat yang menunjuk kepada firman-firman Allah dengan nama al-Qur'an (bukan al-Kitab) yang mengarah pada isyarat dekat "hadzal Qur'an”. Itu sebabnya pengetahuan Allah tidak dinamai mencapai tingkat yakin. miim. baik berupa keraguan maupun dalih-dalih yang dikemukakan lawan. tetapi sangat dalam maknanya. 5. karena pengetahuan Yang Maha Mengetahui itu sedemikian jelas sehingga tidak pernah sesat atau sedikitpun disentuh oleh keraguan. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu. (QS. serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Allahu A'lam. Alif. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Rabbmu dan lebib baik kesudahannya". dan rnerekalah orang-orang yang beruntung. sedang penggunaan kata "hadza ini" untuk menunjukkan betapa dekat tuntunan-tuntunannya pada fitrah manusia. serta menafkahkan sebagian rezeki yang telah dianugerahkan-Nya. hanya Allah yang mengetahui. Penggunaan isyarat jauh ini bertujuan memberi kesan bahwa kitab suci ini berada dalam kedudukan tinggi dan sangat jauh dari jangkauan makhluk.4. hanya Allah yang tahu rahasianya. Pada ayat ini menggunakan isyarat jauh untuk menunjuk al-Qur'an. 99:76) Pada Ayat ke-3 dari surah al-Baqarah ini mengisyaratkan bahwa yang bertaqwa hendaknya mengimani yang ghaib. Berbeda dengan manusia yang yakin. karena ia bersumber dari Allah Yang Maha Tinggi Maha Bijaksana. ayat yang cukup singkat. Sudah cukup lama para ulama al-Qur'an berbeda pendapat. meskipun demikian jawaban itu masih dianggap kurang memuaskan. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb-nya. Lam. itulah jawaban yang dikemukakan oleh para ulama abad pertama hingga abad ketiga. ia terlebih dahulu disentuh oleh keraguan. Dalam al-Qur'an disebutkan "Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Yuqinun atau yakin adalah pengetahuan yang mantap tentang sesuatu dibarengi dengan tersingkirnya apa yang mengeruhkan pengetahuan itu. Sebelum tiba keyakinannya. Dalam hal ini pula yang dimaksud dengan orang-orang bertakwa adalah orang yang mempersiapkan jiwa mereka untuk menerima petunjuk atau yang telah mendapatkannya tetapi masih mengharapkan kelebihan. mendirikan shalat. karena petunjuk Allah tidak terbatas. namun ketika ia sampai pada .

Kitab tersebut berfungsi mengubah masyarakat dan mengeluarkan anggotanya dari kegelapan menuju terang benderang dari kehidupan negative menuju kehidupan positif. Mewujudkan manusia yang percaya akan hari akhir 5. Dia tidak menyiksa manusia secara mendadak. Surah A1i lmran: 138-139 138. B. Al-Qur'an memang adalah penerangan bagi seluruh manusia. maka keraguan yang tadinya ada langsung sirna. atau dengan kata lain ayat ini memberikan informasi tentang keutamaan al-Qur'an yang mengungkap adanya hukum-hukum yang mengatur kehidupan masyarakat. juga mengandung makna bahwa Allah tidak menjatuhkan sanksi sebelum manusia mengetahui sanksi tersebut.tahap yakin. jika kamu orang-orang yang beriman. dan dalam perang badar mereka dengan gemilang meraih kemenangan dan berhasil melawan dan membunuh sekian banyak lawan mereka. Menambah ketaqwaan manusia pada Allah 2. dan janganlah (Pula) kamu bersedih hati. 139. Dari hal diatas dapat dipahami bahwa surah al-baqarah ayat 1-5 ini sangat dalam pesan moralnya. petunjuk. dimana kalaulah dikaitkan dengan tujuan pendidikan itu sendiri dapat penulis simpulkan sebagai berikut: 1. karena ini adalah petunjuk. Pernyataan Allah ini adalah penjelasan bagi manusia. bahwa al-Qur’an secara keseluruhan adalah penerangan yang memberi keterangan dan menghilangkan kesangsian serta keraguan bagi manusia. serta peringatan bagi orang-orang yang bertaqwa. Agar manusia mempercayai akan keberadaan Allah 3. Mereka itulah orang-orang yang sungguh jauh dan tinggi kedudukannya berada di atas yakni memperoleh dengan mantap petunjuk dari Tuhan Pembimbing mereka dan mereka itulah orang beruntung "muflihun" memperoleh apa yang mereka dambakan. Janganlah kamu bersikap lemah. Mewujudkan kesuksesan dalam hidup. Pada ayat 138 dalam surah Ali Imran ini mengandung pesan-pesan yang sangat jelas. (al Qur an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia. padahal kamulah orang-orang yang paling tingi (derajatnya). dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertagwa. lagi peringatan. maka itu merupakan bagian dari . Pada perang uhud mereka tidak meraih kemenangan bahkan menderita luka dan poembunuhan. mewujudkan manusia yang banyak beramal shaleh 4. Pada ayat 139 ini membicarakan tentang kelompok pada perang uhud.

Mengapa kamu lemah atau bersedih padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) di sisi Allah.sunnatullah. menjadikan manusia yang intelek dan mempunyai derajat yang tinggi c. tanaman itu menyenangkan hati penanam penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan orang-orang mu'min). 48:29) Pada ayat ini Allah menjelaskan sifat dan sikap Nabi Muhammad SAW beserta pengikut-pengikut beliau. Namun demikian. Di dunia kamu memperjuangkan agama Allah itulah sebuah kebenaran. di akherat kamu mendapatkan surga Allah. Walau mereka memiliki sikap tegas itu namun mereka berkasih sayang antar sesama mereka. tanda-tanda meraka tampak pada muka mereka dari bekas sujud Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam lnjil. Ini jika kamu orang-orang mukmin.Allab menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan menegakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pabala yang besar". Mewujudkan kebahagiaan pada hambanya 3. janganlah kamu melemah menghadapi musuhmu dan musuh Allah. atau peristiwa lain yang seupa. di dunia dan di akherat. Bila kita kaitkan dengan tujuan dari pendidikan itu sendiri dapat kita ketahui sebagai berikut 1. Allah berfirman: Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang diutusnya membawa rahmat bagi seluruh alam dan orang-orang yang bersama dengannya yakni sahabat-sahabat Nabi serta pengikut-pengikut setia beliau adalah orang-orang yang bersikap keras yakni tegas tidak berbasa-basi yang mengorbankan akidahnya terhadap orang-orang kafir. kuatkanlah mentalmu. Mereka juga ruku' . yakni benar-benar keimanan telah mantap dalam hatimu. kuatkan jasmanimu dan janganlah (pula) kamu bersedih akibat dari apa yang kamu alami dalam perang uhud. Mewujudkan bimbingan pada manusia agar tidak binasa dengan hukum-hukum alam 2. Surah al-Fath: 29 "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. apa yang mereka alami dalam perang uhud tidak perlu menjadikan mereka berputus asa. (QS. yaitu seperti tanaman mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya. Karena itu.

. dan yang telah terbukti dalam sejarah melalui masyarakat Nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau. menunaikan Zakat. maka itu dalam konteks peperangan dan penegakan sanksi hukum yang dibenarkan agama. jika kamu beriman kepada Allah.. kapan dan di manapun. dan kepada Allah-lah kembali segala urusan ". menyuruh berbuat yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. niscaya mereka mendirikan shalat. syarat. yakni Kami berikan mereka kekuasaan mengelola satu wilayah dalam keadaan mereka yang merdeka niscaya mereka melaksanakan shalat secara sempurna rukun. Serta mereka menyuruh anggota masyarakatnya agar berbuat yang ma'ruf serta mencegah dari yang munkar. Mewujudkan seorang hamba yang ahli sujud dan taubat 3. (QS. Kalaupun dipahami sebagai sikap keras. Ayat di atas mencerminkan sekelumit dari ciri-ciri masyarakat yang diidamkan Islam. Demikian itulah keadaan orang mukmin pengikut Nabi Muhammad SAW. senantiasa mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya yang agung." (QS.dan sujud dengan tulus ikhlas karena Allah. 24:2) Dari hal diatas dapat kita ketahui makna yang terkandung dari ayat diatas sbagai berikut 1. dan sunnah-sunnahnya dan mereka juga menunaikan zakat sesuai kadarnya. Kalimat asyidda'u 'ala al-kuffar sering kali dijadikan oleh sementara orang sebagai bukti keharusan bersikap keras terhadap non muslim.. Mewujudkan manusia yang selalu menyenangkan orang lain d Surah al-Hajj: 41 "(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi. 22:47) Ayat ini menerangkan tentang keadaan orang-orang yang diberikan kemenangan dan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi. dan hari akherat . Al-Qur'an mengisyaratkan kedua nilai di atas dalam firman-Nya dalam . Ini serupa dengan firman-Nya "… dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah.. Allah menjanjikan untuk orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shaleh di antara mereka yang bersama Nabi serta siapapun yang mengikuti cara hidup mereka dapat mencapai kesempurnaan atau luput dari kesalahan atau dosa.. Mewujudkan rasa hormat dan rasa kasih saying sesama manusia 2. demikian itulah sifat-sifat yang agung dan luhur serta tinggi.

Mewujudkan seorang yang selalu menegakkan kebenaran dan mencegah kemunkaran 2. 59:50) Ayat di atas menggunakan bentuk persona pertama (Aku). mereka adalah orang-orang yang beruntung". Didahulukannya penyebutan kata al jin/jin dari kata al-ins/manusia karena jin lebih dahulu diciptakan Allah dari pada manusia. f. Ini bukan saja bertujuan menekankan pesan yang di kandungnya tetapi juga untuk mengisyaratkan bahwa perbuatan-perbuatan Allah tidak melibatkan malaikat atau sebab-sebab lainnya. Kedua. sekali kali tidak ada bagimu Ilah selain Dia Dia telah meciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan pemakmurnya.surah Ali Imran. Mengarah kepada Allah dengan setiap gerak pada nurani. (QS. karena itu mohanlah ampunan-Nya kemudian bertobatlah kepada-Nya. maka redaksi yang digunakan berbentuk tunggal dan tertuju kepada-Nya semata-mata tanpa memheri kesan adanya keterlibatan selain Allah S WT. Surah . ayat 104 yang berbunyi "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. e. pada setiap anggota badan dan setiap gerak dalam hidup. sembahlah Allah. Mewujudkan manusia yang selalu bertawaqqal pada Allah. Dengan demikian. Shaleh berkata "Hai kaumku. terlaksanalah makna ibadah. menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar. Surah adz-Dzariyat: 56 "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku". Di sini penekanannya adalah beribadah kepada-Nya semata-mata. Tidak ada dalam wujud ini kecuali satu Tuhan dan selainNya adalah hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rahmat Nya) lagi . Semuanya mengarah hanya kepada Allah secara tulus. Kaitannya dengan tujuan pendidikan itu sendiri dapat kita pahami sebagai berikut: Pertama. kemantapan makna penghambaan diri kepada Allah dalam hati setiap insan. (QS 3:104) Kaitannya dengan tujuan pendidikan sebagai berikut 1.Hud: 61 "Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh.

Pada masa itulah. Mewujudkan akan keesaan Tuhan 3. Subjek Pendidikan a. (QS. 55:4) Al-Qur'an adalah firman-firman Allah yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW dengan lafal dan maknanya yang beribadah siapa yang membacanya. 55:3) Mengajarnya pandai berbicara (QS. 11:61) Setelah selesai kisah Ad kini giliran kisah suku Tsamud. (QS. . (QS. Kata al-Insan disini mencakup semua jenis manusia. Dengan demikian silsilah keturunan mereka bertemu dengan Ad pada kakek yang sama yaitu Imran. menjadi bukti kebenaran mukjizat Nabi Muhammad SAW. 55:1) Yang telab mengajarkan al Qur'an. merekapun berhasil membangun peradaban yang cukup megah. Ibnu Iram Ibnu Sam. Tsamud juga merupakan satu suku terbesar yang telah punah. Mewujudkan seorang hamba yang shaleh 2. (QS. Mereka adalah keturunan Tsamud Ibnu Jatsar. dan dapat juga digunakan untuk menunjuk walau satu ayat saja bagian dari satu ayat. 55:2) Dia menciptakan manusia. Menunjukkan akan luasnya ilmu Tuhan II.untuk membangun bumi dalam kedudukannya sebagai khalifah. Kata al-Qur'an dapat dipahami sebagai keseluruhan ayat-ayatnya yang enam ribu lebih itu. Ketika itulah Allah mengutus Nabi Shaleh as mengingatkan mereka agar tidak mempersekutukan Allah tetapi tuntunan dan peringatan beliau tidak disambut baik oleh mayoritas kaum Tsamud. karena itu mereka beriman kepada Allah SWT. Ibnu Nuh. Kaitannya dengan tujuan pendidikan sebagai berikut: 1. tetapi keberhasilan itu menjadikan mereka lengah sehingga mereka kembali menyembah berhala serupa dengan berhala yang disembah kaum Ad. Ar-Rahman: 1-4 (Rabb) Yang Maha Pemurah. sekaligus menjadi alasan mengapa manusia harus menyembah Allah SWT semata-mata. Ayat ini mengandung perintah yang jelas kepada manusia --langsung maupun tidak langsung-. Kaum Tsamud pada mulanya menarik pelajaran berharga dari pengalaman buruk kaum Ad. sejak Adam as. Mewujudkan manusia yang ahli do’a 4.memperkenankan (do'a hamba Nya)".

16:43) keteraqan-keterangan (mujizat) dan kitab-kitab.Hingga akhir zaman. mereka akui. Kata ahl dzikr pada ayat ini dipahami oleh banyak ulama dalam arti para pemuka Yahudi dan Nasrani. yakni objek pertanyaan. Mereka wajar ditanyai karena mereka tidak dapat dituduh berpihak pada informasi al-Qur'an sebab mereka juga termasuk yang tidak mempercayainya. maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka. maka ia dapat dipahami pula sebagai perintah bertanya apa saja yang tidak diketahui atau diragukan . Walaupun penggalan ayat ini turun dalam konteks tertentu. 16:44) Pada ayat ini diuraikan kesesatan pandangan kaum musyrikin menyangkut kerasulan Nabi Muhammad SAW. (QS. Ada juga yang memahami istilah ini dalam arti sejarawan. Dimulainya surah ini dengan kata ar-Rahman bertujuan mengundang rasa ingin tahu mereka dengan harapan akan tergugah untuk mengakui nikmat-nikmat dan beriman kepada Allah. namun karena redaksinya yang bersifat umum. Maka wahai orang-orang yang ragu atau tidak tahu bertanyalah kepada ahl dzikr yakni orang-orang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahui. Namun ia tidak terbatas pada ucapan. Dalam penolakan terhadap apa yang diturunkan Allah SWT mereka selalu berkata bahwa manusia tidak wajar menjadi rasul atau utusan Allah. Mereka adalah orang-orang yang dapat memberi infonnasi tentang kemanusiaan para rasul yang diutus Allah. b. atau paling tidak ia harus disertai oleh malaikat. baik muslim ataupun non muslim. ayat ini menegaskan bahwa: Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu kepada umat manusia kapan dan di manapun kecuali orang-orang lelaki yakni jenis manusia pilihan. kendati demikian persoalan kemanusiaan para rasul. (QS. serta siapa yang ditanya tertentu pula. bukan malaikat yang Kami beri wahyu kepada mereka antara lain melalui malaikat Jibril. termasuk seni dan raut muka. makhluk yang paling membutuhkan tuntunannya. Nah. agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka supaya meraka memikirkan. tetapi mencakup segala bentuk ekspresi. Allah ar-Rahman yang mengajarkan al-Qur’an itu ialah yang menciptakan manusia. AI-Bayan berarti jelas. Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur'an. Surah an Nahl: 43-44 Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu.

dalam hal ini adalah Nabi Muhammad SAW. maka aku mengharap menjadi yang paling banyak pengikutnya di hari kemudian". Ucapan hamba Allah ini. sementara ia belum menjangkau secara menyeluruh beritanya. Dan sesungguhnya aku dianugerahi wahyu (al-Qur'an) yang bersifat immaterial dan kekal sepanjang masa.Bukhori). Penyebutan anugerah Allah kepada Nabi Muhammad secara khusus dan bahwa yang dianugerahkan-Nya itu adalah adz-dzikr mengesankan perbedaan kedudukan beliau dengan para nabi dan para rasul sebelumnya. Ayat di atas mengubah redaksinya dari persona ketiga menjadi persona kedua yang ditujukan langsung kepada mitra bicara. 18: 66) Dalam pertemuan kedua tokoh pada ayat ini diceritakan Nabi Musa yang terkesan banyak menanyakan sesuatu kepada salah satu hamba Allah yang memiliki ilmu khusus. Yang pertama sekedar menguatkan atau menggarisbawahi kembali apa yang terdapat dalam Al-Qur'an. Surah al-Kahf: 66 Musa berkata kepada Khidhr "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu" (QS. Ayat ini juga menugaskan Nabi Muhammad SAW untuk menjelaskan alQur'an. bahkan membatasi pengertian lahir dari ayat-ayat al-Qur'an. Bayan atau penjelasan Nabi Muhammad itu bermacam-macam dan bertingkat-tingkat. merinci.kebenarannya kepada siapapun yang tahu dan tidak tertuduh objektivitasnya. Dalam konteks ini Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidak seorang nabipun kecuali telah dianugerahkan Allah apa (buktibukti indrawi) yang menjadikan manusia percaya padanya. Agaknya hal ini mengisyaratkan penghormatan kepada beliau dan bahwa beliau termasuk dalam kelompok rasul-rasul yang diutus Allah. Ada dua fungsi penjelasan Nabi Muhammad dalam kaitannya dengan al-Qur'an yaitu Bayan Ta'kid dan Bayan Tafsir. Dan bagaimana Nabi Musa dapat sabar atas sesuatu. bahkan mengarahkannya untuk tidak mempelajari sesuatu jika sang pendidik . sedang yang kedua memperjelas. c. bahkan kedudukan beliau tidak kurang. memberi isyarat bahwa seorang pendidik hendaknya menuntun anak didiknya dan rnemberi tahu kesulitankesulitan yang akan dihadapi dalam menuntut ilmu. (HR. Memang as-Sunah mempunyai fungsi yang berhubungan dengan al-Qur'an dan fungsi sehubungan dengan pembinaan hokum syara'. Sementara jawaban dari orang tersebut menyatakan bahwa Nabi Musa tidak akan sanggup untuk sabar bersamanya.

kami belum pernah mendapatkan darimu kecuali kebenaran". karena semua adalah hamba Allah. Surah an Nisa: 170 Wahai manusia. lalu menyeru keluarga dekat beliau dari keluarga besar 'Ady dan Fihr yang berinduk pada suku Quraisy. Ialu Nabi SAW bersabda: "bagaimana pendapat kalian.Bukhori. atau memberi kemudahan kepada keluarga dalam hal pemberian peringatan.Allah sedikitpun) karena sesunguhnya apa di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah. (QS 4: 170) . Semua keluarga hadir atau mengirim utusan. bahwa di hadapan sana (masa datang) ada siksa yang pedih". apakah untuk maksud itu engkau mengumpulkan kami?" Maka turunlah surah Tabbat Yada Abi Lahab" (HR. apakah kalian mempercayai aku?" mereka berkata: "Ya. Objek Pendidikan a Surah asy-Syu'ara: 214 "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat" QS. Mereka tidak memiliki hak berlebih atas dasar kekerabatan kepada rasul SAW. Muslim. maka berimanlah kamu. tidak juga terbebaskan dari kewajiban. 26: 214) Ketika ayat ini turun.mengetahui bahwa potensi anak didiknya tidak sesuai dengan bidang ilmu yang akan dipelajarinya. b. Abu Lahab yang mendengar sabda beliau itu. Bila ada kelebihan yang berhak mereka peroleh. (maka kekafiran itu tidak merugikan . Ahmad dan lain-lain melalui Ibn Abbas). sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dan Rabbmu. maka itu disebabkan karena keberhasilan mereka mendekat kepada Allah dan menghiasi diri dengan ilmu serta akhlak yang mulia. di Mekah. Dan jika kamu kafir. Abu Lahab pun datang. berteriak kepada Nabi SAW berkata: "celakalah engkau sepanjang hari. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Demikianlah ayat ini mengajarkan kepada rasul SAW dan umatnya agar tidak pilih kasih. jika aku berkata bahwa:di belakang lembah ini ada pasukan berkuda bermaksud menyerang kalian. tidak ada perbedaan antara keluarga atau orang lain. itulah yang lebih baik bagimu. III. Lalu Nabi bersabda: "Aku menyampaikan kepada kamu semua sebuah peringatan. Rasul SAW naik ke puncak bukit Shafa. Ini berarti Nabi Muhammad SAW dan keluarga beliau tidak kebal hukum.

sesungguhnya telah datang kepada kamu rasul yakni Muhammad SAW. Ini mengadung arti bahwa Allah ada sebelum sesuatu itu ada. Dia yang mencipta dari tiada. kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun.yang demikian itu mudah bagi Allah. Itulah. maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya. IV.Rasul SAW telah membawa kebenaran dari Allah sambil membuktikan keliruan bahkan kesesatan pandangan ahl kitab. Allah yang pertama kali mewujudkan sesuatu kalau bukan Dia siapa lagi yang mewujudkankannya? Sebagaimana firman-Nya: Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri) (QS. kemudian mengulanginya (kembali). serta pernyataan bahwa yang beliau bawa adalah tuntunan dari Tuhan pembimbing dan pemelihara kamu dimaksudkan sebagai rangsangan kepada mitra bicara. karena sesurgguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah di bawah kendali-Nya. kini menjadi sangat wajar menyampaikan ajakan kepada seluruh manusia bukan hanya ahl kitab: wahai seluruh manusia. Kewajiban Belajar Mengajar a Surah al-Ankabut: 19-20 Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya. Dan jika kamu terus menerus kafir. Sesungguhnya.Sesungguhnya. 29: 99) Katakanlah: "Berjalanlah di (muka) bumi. maka wujudlah segala sesuatu yang dikehendakiNya. agar menerima siapa yang datang dan menerima apa yang di bawanya. dengan membawa tuntunan al-Qur'an dan syari'at yang mengandung kebenaran dari Tuhan Pembimbing dan Pemelihara kamu.Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS 29: 20) Allah yang memulai penciptaan dipahami dalam arti "Dia Yang menciptakan segala sesuatu pertama kali dan tanpa contoh sebelumnya". Kehadiran rasul yang dinyatakan dating kepadamu. maka karena itu berimanlah dengan iman yang benar. (QS. 52:35) . tidak juga mengurangi kekuasaan dan kepemilikan-Nya. yakni keimanan itu yang baik bagimu.

17:50) atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu". wujud satu kekuatan dan kekuasaan Yang Maha Besar lagi Maha Esa yaitu Allah SWT: V. Keduanya adalah memberi wujud kepada sesuatu. maka penciptaan kedua juga memberi wujud dan ini dalam logika manusia tentu lebih mudah serta lebih logis dari pada penciptaan pertama itu. berarti) kamu hendak menyampatkan amanat-Nya. 17:51) Dari ayat tersebut di atas (al-Ankabut: 20) memerintahkan untuk melakukan perjalanan. dan bahwa di balik peristiwa dan ciptaan itu. dengannya seseorang akan menemukan banyak pelajaran berharga baik melalui ciptaan Allah yang terhampar dan beraneka ragam. sama saja bagi Allah dengan menghidupkan kembali. apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru" (QS. (QS. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu. sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu. Kaum musyrikin terheran mendengar pernyataan al-Qur'an bahwa setelah kematian mereka akan dihidupkan lagi: Dan mereka berkata: “Apakah bila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur. (QS. Allah memelihara kamu dan . Maka mereka akan bertanya "Siapa yang akan menghidupkan kami kembali". Metode Pendidikan a Surah al-Maidah: 67 Hai Rasul. Lalu mereka akan menggelenggelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: "Kapan (akan terjadi)" Katakanlah: "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat". 17:49) Al-Qur'an memerintahkan Nabi Muhammad SAW menjawab mereka: Katakanlah: “Jadilah kamu sekalian batu atau besi. Sebenarnya menciptakan pertama kali. dan ternyata dapat wujud.Begitu antara lain al-Qur'an membuktikan wujud Allah dan sifat-Nya sebagai Mubdi'. Katakanlah: "Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama". maupun dari peninggalan lama yang masih tersisa puing-puingnya. Pandangan kepada hal-hal itu akan mengantarkan seseorang yang menggunakan akalnya untuk sampai kepada kesimpulan bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini. Kalau pada penciptaan pertama yang wujud belum pernah ada.

bermujadalah dengan yang terbaik. tetapi dia mengekal yakni cenderung menetap terus menerus di dunia menikmati gemerlapnya serta merasa bahagia dan tenang menghadapinya dan menurutkan dengan antusias hawa nafsunya . Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. 7:177) Ayat ini menguraikan keadaan siapapun yang melepaskan diri dari pengetahuan yang telah dimilikinya. (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Tetapi di sini Allah memerintahkan bersikap lebih tegas menerapkan pengecualian yang diperintahkan-Nya pada Qur'an surah an-Nisa ayat 148: Allah tidak menyukai ucapan buruk. Allah SWT menyatakan bahwa sekiranya Kami menghendaki. bahwa ayat ini merupakan janji Allah kepada nabiNya Muhammad SAW bahwa beliau akan dipelihara Allah dari gangguan dan tipu daya orang-orang Yahudi dan Nasrani. 5: 67) Ar-Razi berpendapat. Surah al A'raf: 176-177 Dan kalau Kami menghendaki. 4: 148) b. (QS. Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami Maka ceritakanlan (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir (QS. maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya juga).gangguan) manusia Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir (QS. (QS. 7:176) Amat buruklah perummpamaan orang-orang yang mendustakan ayatayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim. sesungguhnya Kami tingikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu. Teguran keras ini pada hakikatnya tidak sejalan dengan sifat nabi yang cenderung memilih sikap lembut. Thahir ibn Asyur menambahkan bahwa ayat ini mengingatkan rasul agar menyampaikan ajaran agama kepada ahl kitab tanpa menghiraukan kritik dan ancaman mereka. tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan bawa nafsunya yang rendah. pasti Kami menyucikan jiwanya dan meninggikan derajatnya dengannya yakni melalui pengamalannya terhadap ayat-ayat itu. karena ayatayat yang mendahuluinya demikian juga sesudahnya berbicara tentang mereka. apalagi teguran-teguran pada ayat-ayat yang lalu merupakan teguran yang keras.

M. Pesan. 1990) Tafsir Ibnu Katsir. Tafsir al-Maragi ( Mesir: Mustafa al-Babi alHalabi. 1997) Departemen agama. (yaitu) memberi makan seorang miskin. VI. maka (wajiblab baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Tafsir al-Qur-an al-Karim ( Bandung: : Pustaka Hidayah. Kesan. al-Qur’an dan Tafsirnya ( Jakarta: Proyek pengadaan Kitab Suci Al-Qur’an. (Jakarta: Lentera Hati. 2001) _______________. Bina Ilmu. (Surabaya: PT.yang rendah. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya jika mereka tidak berpuasa). Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan. 1974) . membayar fidyab.Quraish. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetabui. Tafsir Al-Misbah. 2: 184) REFERENSI Shihab. Evaluasi Pendidikan a. Surah al-Baqarah: 184 (yaitu) dalam beberapa hari yang tertextu. maka perumpamaannya adalah seperti anjing yang selalu menjulurkan lidahnya. dan Keserasian alQur'an. 1992)A Ahmad Mustafa al-Maragi. (QS. Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka). maka itulah yang lebib baik baginya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->