P. 1
bunga tunggal

bunga tunggal

|Views: 234|Likes:
Published by Indah Kurniawati

More info:

Published by: Indah Kurniawati on Nov 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2015

pdf

text

original

Bunga Tunggal 

BAB – I

BUNGA TUNGGAL
1.1 BEBERAPA ISTILAH DALAM PERDAGANGAN Sebelum membahas cara-cara perhitungan yang berhubungan dengan bunga tunggal, dan bunga majemuk terlebih dahulu diberikan istilah yang sering dijumpai dalam bidang ekonomi, bidang keuangan dan perbankan, dan perdagangan.

1.1.1 Laba, Rugi, Pulang Pokok Misalkan seseorang yang membeli suatu barang dengan harga x rupiah dan jika barang itu dijual dengan harga y rupiah, maka ada tiga kemungkinan yang terjadi: Jika x < y, maka dikatakan pedagang itu memperoleh laba. Jika x > y, maka dikatakan pedagang itu merugi. Jika x = y, maka dikatakan pedagang itu pulang pokok atau tidak rugi juga tidak untung.

1.1.2 Menyimpan dan Memanfaatkan Uang Jika seseorang atau suatu badan usaha memiliki uang dalam jumlah yang banyak, maka ia menghendaki agar uang itu dapat tersimpan dengan aman dan bila mungkin dapat menjadi lebih banyak. Untuk tujuan itu ada berbagai cara yang dapat dilakukan, diantaranya adalah: 1. Menyimpan uang di Bank dalam bentuk tabungan, misalnya Tabanas atau dalam bentuk Deposito atau Giro. Kebanyakan masyarakat beranggapan bahwa menyimpan uang di suatu Bank dapat terjamin keamanannya dan juga mendapatkan bunga atau jasa. Besarnya jasa yang diperoleh akan tergantung besarnya uang yang disimpan dan besarnya suku bunga yang diterapkan terhadap simpanan tersebut. 2. Memanfaatkan uang dalam kegiatan usaha perdagangan, misalnya adanya transaksi jual-beli kendaraan bermotor, transaksi jual-beli rumah, transaksi jual-beli tanah dan lain sebagainya.
Matematika Keuangan 1

Bunga Tunggal 

3. Memanfaatkan uang dalam bentuk investasi tetap, misalnya pembelian mesin-mesin peralatan, pembelian kendaraan niaga, rumah, tanah dan lain sebagainya. 4. Memanfaatkan uang yang diinvestasikan dalam jual beli efek atau surat-surat berharga atau menyimpan di suatu perusahaan dalam bentuk Obligasi, Saham (baik saham preferen maupun saham biasa).

1.1.3 Kredit, Bunga Tunggal, Bunga Majemuk, dan Diskonto Kredit adalah penyediaan sejumlah uang berdasarkan persetujuan pinjammeminjam antara seseorang atau badan usaha menurut aturan tertentu dengan pembayaran bunga yang telah ditetapkan. Besarnya bunga dapat dihitung dengan aturan bunga tunggal atau bunga majemuk. Dan pembayaran bunga dapat dilaksanakan pada saat awal peminjaman (disebut diskonto) atau pada akhir peminjaman. Hal ini bergantung pada perjanjian yang telah disepakati bersama.

1.1.4 Inflasi, Deflasi, Devaluasi, dan Revaluasi Apabila arus uang yang beredar dalam masyarakat melampaui arus barang, sedangkan alat-alat produksi telah dimanfaatkan sepenuhnya, maka penambahan peredaran barang tidak mampu mengimbangi penambahan peredaran uang. Akibatnya adalah harga cenderung naik. Keadaan demikian disebut inflasi dan pemerintah biasanya melakukan tindakan devaluasi terhadap nilai uang yang beredar pada saat itu. Hal sebaliknya, jika terjadi gejala-gejala kegiatan produksi yang anjlok dan kesempatan bekerja berkurang, maka harga barang cenderung turun. Keadaan demikian disebut deflasi dan pemerintah biasanya mengambil kebijaksanaan untuk mengadakan revaluasi.

1.2

BUNGA TUNGGAL

1.2.1 Bunga (Jasa) Di dalam kehidupan sehari-hari, sering kita mendengar suatu ucapan yang berbunyi “Tuan X dapat pinjaman modal dari suatu Bank dengan bunga 2% per bulan” atau “Tuan Y membeli kendaraan secara angsuran dengan suku bunga sebesar 15%” dan
2 Matematika Keuangan

1. 120.000 1. .00 dan telah disepakati bahwa dalam jangka waktu satu tahun orang tersebut harus mengembalikannya sejumlah Rp.000. . Secara matematika “bunga” dapat ditafsirkan sebagai suatu jasa yang berbentuk uang yang diberikan oleh seseorang peminjam atau pembeli terhadap orang yang meminjamkan modal atau penjual atas dasar persetujuan bersama. Besarnya bunga sering dinyatakan dalam % (dibaca persen) dan disebut sebagai suku bunga yaitu menyatakan perbandingan antara bunga dengan modal dalam satuan waktu tertentu (1 bulan atau 1 tahun). (2) .620.500.000. Dalam masalah di atas kita menemukan sebuah istilah yang sudah cukup dikenal dalam masyarakat yaitu kata bunga.00. .00 disebut modal dan uang kelebihan sebesar Rp.000.000 x 100 % = 8 % Dalam bentuk yang lebih umum. .2. 1. 1.500.500.00 disebut bunga atau jasa atas pinjaman modal itu. jika suatu modal sebesar M0 dibungakan dengan mendapat jasa modal sebesar B maka besarnya suku bunga persatuan waktu dapat ditentukan dengan memakai rumus: b= B x 100 % M0 . Dalam persoalan diatas suku bunga per tahunnya dapat dinyatakan dengan: 120.000.Bunga Tunggal  lain sebagainya. 1. (1) Modal akhir dapat ditulis: M = M0 + B M1 = M 0 + atau b ⎞ ⎛ M 1 = M 0 ⎜1 + ⎟ ⎝ 100 ⎠ Matematika Keuangan 3 b M0 100 .2 Pengertian Bunga Tunggal Misalkan seseorang meminjam uang pada sebuah Bank sejumlah Rp. Uang Rp.

M0 Secara umum dapat ditulis: .b ⎞ ⎛ M n = M 0 ⎜1 + ⎟ ⎝ 100 ⎠ Selanjutnya rumus (3) atau (4) dapat diartikan bahwa: M1 = M0 (1 + 1. maka rumus menentukan besar modal itu beserta bunganya adalah: Untuk periode pertama: M 1 = M 0 (1 + b ) Untuk periode kedua: M 1 = M 0 + B = M 0 + b.M 0 M 2 = M 0 (1 + 2. . Seterusnya dapat dijelaskan bahwa: M3 – M2 = M2 – M1 = M1 – M0 = B = b. (5) 4 Matematika Keuangan . M1 M0 = besarnya uang yang dikembalikan setelah satu periode = besarnya modal yang dipinjamkan b % = suku bunga persatuan waktu Jika modal M0 dibungakan selama n periode (bulan atau tahun) dan suku bunga b% (per bulan atau per tahun) dengan cara bunga tunggal.M 0 M 3 = M 0 (1 + 3. .b) M2 = M0 (1 + 2.b) M3 = M0 (1 + 3.b ) Dan seterusnya untuk period ke – n adalah: M n = M 0 (1 + n.M 0 .b) + b. . . .M 0 M 2 = M 1 + B = M 0 (1 + b) + b. . (4) M n − M n−1 = B = b.b) Atau .Bunga Tunggal  dengan.b ) Untuk periode ketiga: M 3 = M 2 + B = M 0 (1 + 2. (3) n.b) dst.

Hitunglah besarnya bunga dan modal akhir. besarnya bunga dalam 1 tahun adalah: B= 10 x Rp.000. 12% dalam jangka waktu 6 bulan e. 10% dalam jangka waktu 3 tahun c. Suku bunga 8% per tahun. 2. 2.160.00 100 Matematika Keuangan 5 .000 . 2.000.000. (6) Contoh 1. 200 . jika suku bunga per tahun dan lamanya peminjaman adalah: a.000. 15% dalam jangka waktu 8 bulan Penyelesaian: a. Suku bunga 10% per tahun.Bunga Tunggal  Catatan: Rumus menentukan modal akhir dengan sistem suku bunga tunggal merupakan bentuk barisan aritmetika dengan: M0 B = b.M0 Mn = modal awal (suku pertama) = beda (bunga tetap sama besarnya setiap periode) = modal setelah periode ke-n Jadi rumus (3) sama dengan: U n = a + (n − 1).000 .000. .000 .00 M = Rp. 160 .n . 8% dalam jangka waktu 1 tahun b.00 100 Modal seluruhnya: M = Rp.00 b. 2.000.00 + Rp.00 = Rp.00 = Rp. 11% dalam jangka waktu 5 tahun d.00 dipinjamkan dengan perjanjian bunga tunggal. 160.000. Modal sebesar Rp. .000 . besarnya bunga dalam 1 tahun adalah: B= 8 x Rp. 2.000 .b di mana: a b Un = suku awal (suku pertama) = beda = suku ke .

000. besarnya bunga dalam 1 tahun adalah: B= 11 x Rp.000.000.100.000.000.b ⎞ ⎛ M = M 0 ⎜1 + ⎟ ⎝ 100 ⎠ ⎛ 5.00 Atau: n.000. besarnya bunga dalam 1 tahun adalah: B= 12 x Rp.3) M = Rp.000 . 2.000.10 ⎞ M = 2.00 d. 2.b ⎞ ⎛ M = M 0 ⎜1 + ⎟ ⎝ 100 ⎠ ⎛ 3.Bunga Tunggal  Jadi besarnya bunga dalam jangka waktu 3 tahun adalah: B = 3 x Rp.00 Modal seluruhnya: M = Rp. Suku bunga 11% per tahun.00 ⎜1 + ⎟ ⎝ 100 ⎠ M = 2.000.000.55) M = Rp.000 .00 = Rp. 200.00 (1.00 = Rp.100. 2.100.00 c.000.000. 600. 220 .000.00 100 6 x Rp.000. 240 .00 (1.00 = Rp.00 Modal seluruhnya: M = Rp.000 .000.00 + Rp.00 ⎜1 + ⎟ 100 ⎠ ⎝ M = 2.00 M = Rp.600.00 12 Matematika Keuangan Jadi besarnya bunga dalam jangka waktu 6 bulan adalah: B= 6 .000.000. Suku bunga 12% per tahun. 120.000.100. 240.00 + Rp. 220.000. 2.00 = Rp.00 = Rp.000. 1.00 Atau: n. 600.600.000. 3.11 ⎞ M = 2. 2.000.000.000. 3.00 100 Jadi besarnya bunga dalam jangka waktu 5 tahun adalah: B = 5 x Rp.00 M = Rp.000. 1.000.000 .000. 2.

120.000. Berapakah besarnya uang yang harus dikembalikan oleh orang itu kepada Bank jika: a. 200.200.06) M = Rp. p ⎞ M = M 0 ⎜1 + ⎟ ⎝ 100 ⎠ 1 .00 = Rp.000.000.000.Bunga Tunggal  Modal seluruhnya: M = Rp. 200.00 + Rp.000.000.000.000.000. lamanya peminjaman 4 bulan Matematika Keuangan 7 . 3000.000. 2. Suku bunga 15% per tahun.00 dengan aturan bunga tunggal dan suku bunga 2% per bulan.000.000. p ⎞ M = M 0 ⎜1 + ⎟ ⎝ 100 ⎠ 8 .00 Contoh 2. 300 . 2.00 100 8 x Rp.12 ⎞ ⎛ ⎜1 + 2 ⎟ M = 2.00 ⎜ 100 ⎟ ⎝ ⎠ M = 2.000 .000.00 12 Jadi besarnya bunga dalam jangka waktu 8 bulan adalah: B= Modal seluruhnya: M = Rp.120.200.000. lamanya peminjaman 1 bulan b.000.00 (1.15 ⎞ ⎛ ⎟ M = 2.000.00 M = Rp.000.00 ⎜1 + 12 ⎜ 100 ⎟ ⎝ ⎠ M = 2.00 + Rp. 2.1) M = Rp. 2.00 e.00 M = Rp. 2. 2.00 (1.000.000.00 = Rp. 2. besarnya bunga dalam 1 tahun adalah: B= 15 x Rp. 200.000.000. 120.000.00 Atau: ⎛ n.00 Atau: ⎛ n.000 . Seorang pedagang meminjam uang di Bank sebesar Rp.

00 = Rp. 4.08) M = Rp.00 ⎜1 + ⎟ ⎝ 100 ⎠ M = 200.00 = Rp.000. Besarnya bunga dalam 4 bulan = 4 x Rp.000. Dalam jangka waktu satu tahun. 200. 200.00 Jadi uang yang harus dikembalikan = Rp.000. 200. 16. 216. 216.Bunga Tunggal  Penyelesaian: a.00 + Rp.000 .000. 216.00 + Rp.000.000. 4.00.000.00 Atau: ⎛ n.000. sedangkan uang semula yang dipinjam oleh Carli adalah Rp.00 = Rp.00 – Rp.00 Contoh 3.00 Besarnya suku bunga per tahun: b= b= B x 100 % M0 16 .2 ⎞ ⎛ M = 200. 204. 16.000.00 b.000. Suku bunga 2% per bulan.000 (1.00.00 = Rp.000. Carli harus mengembalikan uang ke Bank sebesar Rp. 4.000 8 Matematika Keuangan . 16. 216.000.000. 200 .00 = Rp. maka besarnya bunga dalam 1 bulan adalah: B= 2 x Rp.000 x 100 % = 8 % 200 . 200. p ⎞ M = M 0 ⎜1 + ⎟ ⎝ 100 ⎠ 4 . Tentukan besarnya bunga dan suku bunga per tahunnya.000.00 100 Jadi uang yang harus dikembalikan = Rp.000. Penyelesaian: Besarnya suku bunga dalam 1 tahun: B = M – M0 B = Rp.000.

00 Besarnya bunga: B = M – M0 B = Rp.000. berapakah besarnya suku bunga per tahun. 400.00 – Rp. Jika jumlah uang yang dikembalikan itu besarnya sama dengan semula.00 = Rp. Besarnya bunga per bulan B= 4 x M0 100 4 x M0 x n 100 Besarnya bunga dalam jangka waktu n bulan: B= Jumlah uang yang harus dikembalikan: M = M0 + B M = M0 + 4 x M0 x n 100 9 Matematika Keuangan . 400.000. Penyelesaian: Misalkan modal semula adalah M0 dan lamanya peminjaman adalah n bulan. 500.000.000.00 harus dikembalikan dalam jangka waktu satu tahun.000 x 100 % = 25 % 400 . 100. agar uang yang dikembalikan menjadi 3 kali modal semula? Diketahui suku bunga tunggal 4% per bulan.00 B = Rp. Dalam jangka waktu berapa tahunkah suatu modal harus dipinjamkan.000. 400.000.Bunga Tunggal  Contoh 4.000 Contoh 5. 500. Modal pinjaman sebesar Rp. 5 4 kali modal Penyelesaian: Besarnya uang yang dikembalikan: M= 5 4 x Rp.00 Jadi besarnya suku bunga per tahun: b= 100 .

Suatu modal dipinjamkan dengan aturan bunga tunggal.M 0 = M 0 (1 + 3 = (1 + 4 xn=2 100 4 x n) 100 n = 50 Jadi lamanya modal itu dipinjamkan adalah 50 bulan.Bunga Tunggal  M = M 0 (1 + 4 x n) 100 4 x n) 100 Karena M harus sama dengan 3 x M0. Penyelesaian: Misalkan besarnya modal semula adalah M0 dan besarnya suku bunga per bulan adalah b = p%. maka: M 0 = M 0 (1 + p x 36) 100 10 Matematika Keuangan . Setelah 3 tahun modal itu menjadi 5 3 kali modal semula. Besarnya bunga dalam 3 tahun: B= p x M 0 x 36 100 Besarnya uang setelah 3 tahun menjadi: M = M0 + B M = M0 + p x M 0 x 36 100 p x 36) 100 5 3 M = M 0 (1 + Karena M harus sama dengan 5 3 M0. Tentukan besarnya suku bunga per bulan. Contoh 6. maka: 3 .

49 = Rp. Besar suku bunga c.725. M10 Penyelesaian: a. Modal awal b. 1. dan Rp.725.45 – Rp. 1. empat dan lima bulan dibungakan maka modal itu masing-masing menjadi Rp.96 = Rp. Besar suku bunga (b%) c.725. 1.Bunga Tunggal  5 3 = (1 + p x 36 ) 100 36 p 2 = 100 3 p = 1.719. Besar Modal (M) b.470.49) Matematika Keuangan 11 .47 = M0 + 3 (66.006.719. 1.45 Ditanya: a.47 M4 = Rp.404.49 = bM0 M3 = M0 + 3bM0 1.404.96 – Rp.536.   Diketahui: M3 = Rp. 1. 1. 66006.404.96.732.536.85 Jadi suku bunga per bulannya adalah b = 1. Rp. Setelah tiga.47 = Rp.470.725. M dibungakan secara bunga tunggal dengan suku bunga sebesar b% per bulan. Besar Modal itu setelah 10 bulan.732. 1.45. 66.536. Maka tentukan: a.404.470.719.719.47.96 M5 = Rp. 1.732.470. Sebuah Modal sebesar Rp. 1.006. 1.49 B = Rp. 66006.85% Contoh 7. Untuk bunga tunggal: Mn = M0 (1 + nb) M3 = M0 (1 + 3b) M4 = M0 (1 + 4b) M5 = M0 (1 + 5b) B = M4 – M3 = M5 – M4 = bM0 = Rp.

700. M10 = M0 (1 + 10. Besar suku bunga: B = bM0 b= b= B x 100% M0 66.3 BUNGA TUNGGAL EKSAK DAN BUNGA TUNGGAL BIASA Bunga Tunggal Eksak adalah bunga tunggal yang dihitung berdasarkan perhitungan bahwa satu tahun terdiri atas 365 hari untuk tahun biasa dan satu tahun terdiri atas 366 hari untuk tahun kabisat (tahun yang habis dibagi oleh 4).47 M0 = Rp.206.019.700. Perhitungan bunga tunggal eksak dipergunakan rumus: 1.547) M10 = 1. .469998 1.0547)] M10 = 1. B = t p x x M0 365 100 t p x x M0 366 100 untuk tahun biasa untuk tahun kabisat . (9) 12 Matematika Keuangan .90 1.764.700 b = 5.700. (8) Perhitungan bunga tunggal biasa 3.00 b.206.Bunga Tunggal  M0 = 1. .719. 1.547) M10 = Rp.47 % c.47 x 100% = 5.206.00 [1 + 10 (0.700.00 (1. .006.404. 1.47 – 198. . B = 2.00 (1 + 0. . Bunga Tunggal Biasa adalah bunga tunggal yang dihitung berdasarkan perhitungan bahwa satu tahun terdiri atas 360 hari.b) M10 = 1.206.866. . B = t p x x M0 360 100 .206. (7) .

Tahun 1999 bukan merupakan tahun kabisat.000 .000 .00 dipinjamkan selama 40 hari dengan suku bunga 18% per tahun. 500 . sehingga bunga tunggal eksaknya dihitung berdasarkan 1 tahun = 365 hari.000. 10. 500 . 9.000 . 9. Pada tahun 1999 b.836.Bunga Tunggal  Contoh 8.000.000.00 365 100 Bunga tunggal eksak = B = Rp. Tentukan besarnya bunga tunggal eksak dan bunga tunggal biasa. Pada tahun 2004 Penyelesaian: a. Rumus: B= t p x x M0 365 100 40 18 x x Rp.00 360 100 Bunga tunggal biasa = = Rp. Rumus: B= t p x x M0 366 100 40 18 x x Rp.07 Rumus: B= t p x x M0 360 100 40 18 x x Rp.863. sehingga bunga tunggal eksaknya dihitung berdasarkan 1 tahun = 366 hari. 500 .00 b.000 . 10.00 Matematika Keuangan 13 .01 Rumus: B= t p x x M0 360 100 40 18 x x Rp.00 360 100 Bunga tunggal biasa = B = Rp. Modal sebesar Rp. jika modal itu dipinjamkan: a. 500.00 366 100 Bunga tunggal eksak = B = Rp. 500 . Tahun 2004 merupakan tahun kabisat.

Untuk menentukan banyaknya hari di antara 2 tanggal. Hitunglah banyaknya hari pada bulan terakhir. b dan c. ini berarti bahwa kita harus dapat menentukan banyaknya hari secara tepat. kita akan menggunakan dua metode perhitungan. Untuk bulan Januari diberi nomor 1 s/d 31. Hitunglah banyaknya hari sisa pada bulan permulaan peminjaman (awal). yaitu waktu eksak dan waktu rata-rata. di mana perbedaan 1 hari antara tahun kabisat dan tahun biasa akan menghasilkan besar perolehan bunga berbeda. Untuk bulan Februari diberi nomor dari 32 s/d 59 (tahun biasa) dan 60 (tahun kabisat) Untuk bulan Maret diberi nomor dari 60 s/d 87 Dan seterusnya Untuk bulan Desember diberi nomor dari 335 s/d 365 14 Matematika Keuangan .4 WAKTU EKSAK DAN WAKTU RATA-RATA Setelah kita mengetahui bahwa masalah yang terjadi pada bunga tunggal eksak. Banyaknya hari yang dicari sama dengan jumlah hari dari perhitungan a. yaitu sama dengan batas tanggal peminjaman. banyaknya hari pada bulan yang bersangkutan – tanggal peminjaman. Menghitung Waktu Eksak Untuk menentukan banyaknya hari antara dua tanggal dengan waktu eksak dapat dipakai dua cara perhitungan sebagai berikut: Cara 1: a. Waktu Rata-rata memakai dasar perhitungan bahwa banyaknya hari dalam satu bulan sama dengan 30 hari. Cara 2: Dengan memakai tabel. khususnya untuk menentukan banyaknya hari antara 2 (dua) tanggal yang berbeda. d. Waktu Eksak memakai dasar perhitungan bahwa banyaknya hari dalam satu bulan sesuai dengan banyaknya hari dalam 1 bulan yang telah dijalani. yaitu dibuat tabel untuk bulan Januari sampai dengan bulan Desember. Hitunglah banyaknya hari pada bulan-bulan berikutnya sesuai dengan banyaknya hari.Bunga Tunggal  1. b. c.

yaitu 30 – tanggal peminjaman. Penyelesaian: Cara 1 : Waktu eksak dari tanggal 6 Oktober 1989 sampai dengan 8 Februari 1990 adalah: (31 – 6) + (30 + 31 + 31) + 8 = 125 hari. Tentukan waktu eksak dari tanggal 6 Oktober 1989 sampai dengan tanggal 8 Februari 1990. Matematika Keuangan 15 . Menghitung Waktu Rata-rata Untuk menentukan banyaknya hari antara dua tanggal dengan waktu rata-rata. Cara 1 : a. Penyelesian: Cara 1 : Waktu eksak dari tanggal 26 Mei 1989 sampai dengan 9 Juli 1989 adalah: (31 – 26) + 30 + 9 = 44 hari Cara 2 : Dari tabel tampak bahwa 26 Mei mempunyai nomor 146 dan 9 Juli mempunyai nomor 190. sehingga waktu eksaknya: 404 – 279 = 125 hari. sebab adanya perbedaan 1 tahun). Hitunglah banyaknya hari pada bulan-bulan berikutnya. di mana untuk 1 bulan dihitung 30 hari. sehingga waktu eksaknya adalah: 190 – 146 = 44 hari Contoh 10. Cara 2 : Pada tabel. Tentukan waktu eksak dari tanggal 26 Mei 1989 sampai dengan tanggal 9 Juli 1989.Bunga Tunggal  Contoh 9. tanggal 6 Oktober 1989 bernomor 279 dan tanggal 8 Februari 1990 bernomor 39 + 365 = 404 (harus ditambah 365. b. dapat dilakukan dengan dua cara pula. Hitunglah banyaknya hari sisa pada bulan permulaan peminjaman (awal).

yaitu sama dengan batas tanggal peminjaman. 16 Matematika Keuangan terdiri atas 0 tahun 2 bulan dan 5 hari. bulan.Bunga Tunggal  c. Cara 2 : a.) menunjukkan bahwa dari tanggal 12 Mei 1989 sampai dengan 17 Juli 1989 (0 x 360) + (2 x 30) + (5 x 1) = 65 hari. bulan. b dan c. tanggal akhir tahun dengan tahun. Banyaknya hari yang dicari sama dengan jumlah hari dari perhitungan a. bulan. yaitu tahun. b. bulan. tahun pada awal dan akhir perjanjian dalam urutan yang dibalik. tanggal. Penyelesaian: Cara 1: Waktu rata-rata dari tanggal 12 Mei 1989 sampai dengan tanggal 17 Juli 1989 adalah: (30 – 12) + 30 + 17 = 65 hari Cara 2: 17 Juli 1989 ditulis 12 Mei 1989 ditulis : 1989 : 1989 0 0 2 5 7 5 2 17 12 5 _____________________________________________ ( . Banyaknya hari yang dicari dapat ditentukan dari selisih antara tahun. Dalam bentuk yang sederhana perhitungan waktu rata-rata dengan cara 2 ini dapat disajikan sebagai berikut: tahun. tanggal permulaan. d. m2 m1 d2 d1 (-) (m2 – m1) (d2 – d1) bulan tanggal Tentukanlah waktu rata-rata dari tanggal 12 Mei 1989 sampai dengan tanggal 17 Juli 1989. tanggal awal : : y2 y1 (y2 – y1) tahun Contoh 11. bulan. Tuliskan tanggal. bulan. Jadi waktu rata-ratanya adalah: . tanggal akhir tahun. Hitunglah banyaknya hari pada bulan terakhir.

2.5 DISKONTO Dalam praktek sering terjadi bunga atas pinjaman dibayarkan terlebih dulu pada saat awal peminjaman.) menunjukkan bahwa dari tanggal 6 Oktober 1989 sampai dengan 8 Februari (1 x 360) . Seseorang meminjam uang di Bank sebesar Rp. Penyelesaian: Cara 1: Waktu rata-rata dari tanggal 6 Oktober 1989 sampai dengan tanggal 8 Februari 1990 adalah: Cara 2: 8 Februari 1990 ditulis 6 Oktober 1989 ditulis : 1990 : 1989 1 1 -8 2 2 10 -8 8 6 2 (30 – 6) + (30 + 30 + 30) + 8 = 122 hari ___________________________________________________ ( . Sedangkan besarnya uang yang harus dikembalikan harus sesuai dengan besarnya pinjaman berdasarkan perjanjian. Contoh 13.Bunga Tunggal  Contoh 12. sehingga besarnya uang yang diterima oleh peminjam merupakan selisih antara besarnya pinjaman dengan besarnya bunga. Tentukan waktu rata-rata dari tanggal 6 Oktober 1989 sampai dengan tanggal 8 Februari 1990.00 dengan perjanjian diskonto 9% dalam waktu satu tahun.(8 x 30) + (2 x 1) = 122 hari. Jadi waktu rata-ratanya adalah: 1. 1990 terdiri atas 1 tahun kurang 8 bulan ditambah 2 hari.000.000. Bunga yang dibayar di muka itu disebut diskonto. Berapakah besarnya uang yang diterima oleh sipeminjam tersebut? Penyelesaian: Besarnya bunga berdasarkan diskonto 9%: t p (waktu 1 tahun = 365 hari) B= x x M0 365 100 Matematika Keuangan 17 .

00 Contoh 14. Penyelesaian: Misalkan besarnya pinjaman itu M0 dengan diskonto 20% akan memberikan bunga sebesar: B= B= t p x x M0 365 100 20 1 x M0 = M0 100 5 Besarnya uang yang diterima: 1 M 0 − M 0 = 400. Besar suku bunga 18 Matematika Keuangan . Pak Kadir meminjam uang di Bank dengan diskonto 20% selama satu tahun.000. 577.34 sedangkan setelah dibungakan selama 290 hari modal itu beserta bunga menjadi Rp. Modal sebesar Rp. 400. 1.000 . Jika uang yang diterima pak Kadir pada saat awal peminjaman adalah Rp.000 .000.820.602.Bunga Tunggal  B= 9 x Rp.000.000.00 – Rp. Maka tentukan: a.925. Modal awal b.00. berapakah besarnya uang yang dipinjam oleh pak Kadir?.000. M dibungakan sejak tanggal 5 Agustus 2007 dengan bunga tunggal sebesar p % per tahun.00 Contoh 15. 500. 2.180 .00 = Rp.000 .00 100 Jadi besarnya uang yang diterima oleh orang tersebut dari Bank adalah: Rp.08.000. 180.000 5 4 M 0 = 400. 2. Setelah 100 hari modal itu beserta bunga menjadi Rp.000 Jadi besarnya uang yang dipinjam oleh pak Kadir adalah Rp.381.000 5 M 0 = 500.00 = Rp.

Diketahui : Mn = Rp. Mn untuk waktu rata-rata (n = 290 hari) dan tanggal jatuh tempo.925. .34 = M 0 ⎜1 + ⎟ ⎝ 365 ⎠ 577.Bunga Tunggal  c.753 M0 = 3660 + 29 p M0 = Matematika Keuangan .34 untuk 100 hari Mn = Rp.204. 577.08 = M o ⎜1 + ⎟ ⎝ 3660 ⎠ 602.925. (II) 19 . .381. Modal awal b. 602. .381.381. (I) Untuk 290 hari: B = M0 x B = M0 x p t x 366 100 290 p x 366 100 . Penyelesaian: B = M0 x t p x 365 100 . M n = M 0 (1 + B ) → B = M0 x 29 p 3660 29 p ⎞ ⎛ 607.34 M0 = ⎛ 365 + p ⎞ ⎜ ⎟ ⎝ 365 ⎠ 210.714.942.08 ⎛ 3660 + 29 p ⎞ ⎟ ⎜ 3660 ⎠ ⎝ 2.925. Besar modal akhir jika selama waktu bunga 290 hari digunakan waktu rata-rata dan tentukan tanggal jatuh tempo.10 M0 = 365 + p .749. Besar suku bunga c. M n = M 0 (1 + B ) Untuk t = 100 hari: B = M0 x p 100 p x → B = M0 x 365 100 365 p ⎞ ⎛ 577.08 untuk 290 hari Awal perjanjian tanggal 5 Agustus 2007 Ditanya : a. .

204 .942. 565.314 p = 8.000.714 . Sebuah modal sebesar Rp. 603.10 M n = Rp. sehingga diperoleh: 2. 3.Bunga Tunggal  Persamaan (II) = (I).004.10 M n = 565.10 365 + 8.004.749 .750.971 p = 3.000. 38.267 .00 x 0. M n = M 0 (1 + B ) B = 565.753 210 .624 .929.123.35 M 0 = Rp.067263888 B = Rp.912 .10 Dan tanggal jatuh tempo adalah: Agustus ’07 = (30 – 5) September ‘07 Oktober ‘07 Nopember ‘07 Desember ‘07 Januari ‘08 Februari ‘08 Maret ‘08 April ‘08 Mei ‘08 Jumlah Pada tanggal 25 Mei 2008 25 30 30 30 30 30 30 30 30 25 290 hari Contoh 16.00 dibungakan dengan bunga tunggal sebesar p % per tahun mulai dari tanggal 12 Januari 2004 sampai dengan 25 Juli 2004.00 M0 = Untuk waktu 290 hari (waktu rata-rata): B = M0 x 290 8.00 + 38.35 % 210.004.749.042 .000. 20 Matematika Keuangan .10 = 3660 + 29 p 365 + p 3.942 . Pada akhir jatuh tempo modal akhir adalah Rp.98 maka tentukan besar suku bunga jika berdasarkan waktu exact.35 x 360 100 .000. 3.

02. Matematika Keuangan 21 .00 Waktu: 12 Januari 2004 s/d 25 Juli 2004 (exact) Mn = Rp.750.937.25% per tahun.582.250.555.123. 2.929.123.750.98 – 3. 179.555.98 179. Budi melunasi hutangnya beserta bunga pada akhir perjanjian sebesar Rp.97 % p= Contoh 17.00 = Rp.000.250.575.668 = 731.668 = 8. 3. 98 = p 195 x x 3. Tentukan tanggal jatuh tempo bila waktu bunga berdasarkan waktu exact dan waktu rata-rata.750. Ali meminjam uang kepada Budi pada tanggal 18 Maret 2006 sebesar Rp.000 p 6.000.98 Ditanya : Besar suku bunga (p %) Penyelesaian: Hari Bunga dapat ditentukan dengan: Januari Februari Maret April Mei Juni Juli (31 – 12) 19 29 31 30 31 30 25 195 hari Jumlah Mn = M0 + B B = Mn – M0 B= t p x x M0 366 100 B = 3. 00 100 366 6.929.000 p = 8. 3. 2.000.00 dengan suku bunga 13.781.000.123.123.937.Bunga Tunggal  Diketahui : M0 = Rp.9653 731.

00 100 360 13 30 31 30 31 31 30 25 221 hari 7.25% Ditanya Penyelesaian: : Tanggal jatuh tempo jika waktu exact dan waktu rata-rata Mn = M0 + B .243.00 = Rp.9999 34. 206.582.000.582.243.00 100 365 7.436. Waktu Exact 206 . 2.575.781.02 a.540. B = Mn – M0 .730 = 220. 2.750 t 22 Matematika Keuangan .582 .000 .118.02 Suku bunga 13.575 .25 t x x 2.750 t t= 7.02 – 2.02 = 13.730 = 34.25 t x x 2.582.575.750 t = 221 hari Jadi tanggal jatuh tempo dapat ditentukan dengan: Maret ‘06 = (31 – 18) April ‘06 Mei ‘06 Juni ‘06 Juli ‘06 Agustus ‘06 September ‘06 Oktober ‘06 Jumlah Yaitu pada tanggal 25 Oktober 2006 b.540.118.781.00 Tanggal peminjaman 18 Maret 2006 Mn = Rp.118.952.02 = 13. B = p x L x M0 B = 2.000 .Bunga Tunggal  Diketahui : M0 = Rp.720 = 34.575 . Waktu Rata-rata 206 .582 .000.

4.00 Waktu: 18 Januari 2004 s/d 25 Juli 2004 (exact) Mn = Rp.250. 4.118. Diketahui : M0 = Rp.250.453.17 maka tentukan besar suku bunga jika berdasarkan waktu exact.17 Ditanya : Besar suku bunga (p %) Penyelesaian: Jadi tanggal jatuh tempo dapat ditentukan dengan: Januari ‘04 Februari ‘04 Maret ‘04 April ‘04 Mei ‘04 Juni ‘04 Juli ‘04 = (31 – 18) 13 29 31 30 31 30 25 189 hari Jumlah Matematika Keuangan 23 . Sebuah modal sebesar Rp.9726 34. 4. Pada akhir jatuh tempo modal akhir adalah Rp. 4.Bunga Tunggal  t= 7.00 dibungakan dengan bunga tunggal sebesar p % per tahun mulai dari tanggal 18 Januari 2004 sampai dengan 25 Juli 2004.007.720 = 217.007.453.952.750 t = 218 hari Jadi tanggal jatuh tempo dapat ditentukan dengan: Maret = (30 – 18) April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Jumlah Yaitu pada tanggal 26 Oktober 2006 12 30 30 30 30 30 30 26 218 hari Contoh 18.000.000.436.

780.430. 3.250.519.000 p = 9.00 B = Rp.780.00 Tanggal peminjaman 21 Maret 2006 Mn = Rp.000.00 dengan suku bunga 14.32 Suku bunga 14. 203.062.015. Ali meminjam uang kepada Budi pada tanggal 21 Maret 2006 sebesar Rp.007. 3. Diketahui : M0 = Rp.32.422 = 9. Tentukan tanggal jatuh tempo bila waktu bunga berdasarkan waktu exact dan waktu rata-rata. Budi melunasi hutangnya beserta bunga pada akhir perjanjian sebesar Rp.25% per tahun.32 – 2.015.250.Bunga Tunggal  Selanjutnya kita tentukan besar suku bunga: Mn = M0 + B B = Mn – M0 B= t p x x M0 366 100 B = 4.000.000 p 7.015.24999 803.519.007.519.17 – 4.780.422 = 803. 2.250. 2. 00 100 366 7.519.007.32 24 Matematika Keuangan .25% Ditanya : Tanggal jatuh tempo jika waktu exact dan waktu rata-rata Penyelesaian: Mn = M0 + B B = Mn – M0 B = p x L x M0 B = 3.000.000.453.17 = p 189 x x 4.430.062.00 = Rp.25 % p= Contoh 19.000.17 203.250. 235.

596.Bunga Tunggal  a.32 = 14.519 .615.000 t = 215 hari Jadi tanggal jatuh tempo dapat ditentukan dengan: Maret ‘06 = (30 – 21) April ‘06 Mei ‘06 Juni ‘06 Juli ‘06 Agustus ‘06 September ‘06 Oktober ‘06 Jumlah 9 30 30 30 30 30 30 26 215 hari Yaitu pada tanggal 26 Oktober 2006 Matematika Keuangan 25 .180 = 217.615.519 .478.695.596.780 .00 100 360 8.000 t t= 8. Waktu Rata-rata 235 .32 = 14.780 .520 = 39.000004 39.00 100 365 8.000 t t= 8.455.180 = 39.25 t x x 2.478.615.455.520 = 214.000 .000 t = 217 hari Jadi tanggal jatuh tempo dapat ditentukan dengan: Maret ‘06 = (31 – 21) April ‘06 Mei ‘06 Juni ‘06 Juli ‘06 Agustus ‘06 September ‘06 Oktober ‘06 Jumlah Yaitu pada tanggal 24 Oktober 2006 10 30 31 30 31 31 30 24 217 hari b. Waktu Exact 235 .25 t x x 2.615.027 39.695.000 .

bila suku bunga per tahun dan jangka waktu peminjamannya adalah: a. Hitunglah besarnya bunga tunggal eksak.000. 2.00 dibungakan 8% selama 125 hari.00. Badu menyimpan uang di Bank sebesar Rp. Suku bunga 8% per tahun selama 146 hari. 8.00. 400. 800. 5. Matematika Keuangan 7. 4.5% dalam jangka waktu 3 tahun. agar uang yang dikembalikan nantinya menjadi dua kali semula? Modal sebesar Rp. 12. 105.00.000.00. Modal II sebesar Rp.000. b. 500.00 dipinjamkan dengan aturan bunga tunggal pada awal tahun 1990.000.00 dibungakan 8% selama 80 hari.00 dan Bank itu memberikan bunga tunggal sebesar 15% per tahun. Jika uang yang dikembalikan itu besarnya 9 kali modal semula berapakah suku bungan per 8 tahun? 6.00 dan sisanya boleh dilunasi dalam jangka waktu 10 bulan sebesar Rp. Modal sebesar M0 dipinjamkan dengan suku bunga tunggal 5% per bulan. Suku bunga 5% setahun.00 dengan perjanjian bunga tunggal 2% per bulan. 1. jika diketahui: a. 8. 2.000.000.00 harus dilunasi dalam jangka waktu 10 bulan.00. Suku bunga 5% per tahun selama 73 hari.000. 600. Berapakah jumlah uang dari orang tersebut setelah 4 tahun? Sebuah mobil sedan harganya Rp. Suatu pinjaman besarnya Rp.000. Dalam jangka waktu berapakah uang Badu itu akan menjadi Rp. Tentukanlah besarnya bunga tunggal dari suatu modal Rp. dipinjamkan dari tanggal 14 Agustus 2002 sampai dengan 1 Januari 2003.Bunga Tunggal  SOAL . Dalam jangka waktu berapa tahunkah modal itu harus dipinjamkan. Jika diterapkan aturan suku bunga tunggal. Hitunglah besarnya bunga tunggal biasa jika: a. 3. Hitunglah jumlah bunga tunggal biasa untuk kedua modal itu. berapakah besarnya suku bunga per tahun dalam persoalan tersebut.000.000. Suku bunga 2 ½% setahun. b. Modal pinjaman sebesar Rp.000.000. dipinjamkan dari tanggal 20 Juli 2001 sampai dengan 7 Desember 2001.300.000. 9. Modal I sebesar Rp. 780.000. 26 . 18% dalam jangka waktu 10 bulan Seseorang menabung uang di Bank sebesar Rp.SOAL 1. Untuk pembelian mobil sedan itu ditetapkan uang mukanya adalah Rp.000. 10.800. 800. b. 1.

Setelah 100 hari modal itu beserta bunga menjadi Rp. 13.437. Maka tentukan: a. Jika orang itu menghendaki uang yang diterima pada awal peminjaman sebesar Rp. empat. Besar modal akhir jika waktu 290 hari dibungakan dengan waktu rata-rata dan tanggal jatuh tempo. 14. Seseorang meminjam uang di Bank dengan diskonto 25% dalam jangka waktu satu tahun.649.381. M dibungakan sejak tanggal 5 Agustus 2007 dengan bunga tunggal sebesar p % per tahun.24.350. Sebuah Modal sebesar Rp.110. Modal sebesar Rp. lima dan enam bulan dibungakan maka modal itu masing-masing menjadi Rp. Besar suku bunga (b %) c.772.00 dengan suku bunga tunggal 14. 19.700.16. Tentukan tanggal jatuh tempo bila waktu bunga berdasarkan waktu exact dan waktu rata-rata.00. Maka tentukan: a.000. Rp.Bunga Tunggal  10. 600.500.227. 2. dan lima bulan dibungakan maka modal itu masing-masing menjadi Rp. Besar Modal (M) b. dan Rp.925. 18. Besar Modal itu setelah 15 bulan.20. Besar Modal (M) b.34 sedangkan setelah dibungakan selama 290 hari modal beserta bunga menjadi Rp. 13. 12. M dibungakan secara bunga tunggal dengan suku bunga sebesar b % per bulan. Sebuah Modal sebesar Rp.575.19.262. Budi melunasi hutangnya beserta bunga pada akhir perjanjian sebesar Rp. Besar suku bunga c.08. Rp.500.070. Matematika Keuangan 27 . berapakah besarnya uang pinjaman yang harus dikembalikan? 11. 577.25% per tahun.00.448. Besar Modal itu setelah 10 bulan. 14. M dibungakan secara bunga tunggal dengan suku bunga sebesar b % per bulan.00.000. Ali meminjam uang kepada Budi pada tanggal 16 Maret 2006 sebesar Rp. Modal awal b. 2.793.911. 13. dan Rp. Tentukan: a. Setelah tiga. Besar suku bunga (b %) c. Setelah empat. 20.00. 602.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->