P. 1
Anc i,II,III,IV,V

Anc i,II,III,IV,V

|Views: 3,738|Likes:
Published by Akay Punyaan Novy

More info:

Published by: Akay Punyaan Novy on Nov 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/20/2013

pdf

text

original

Sections

Kehamilan melibatkan perubahan fisik, yang terjadi adalah :

1). Uterus

a). Ukuran : untuk akomodasi pertumbuhan janin, rahim membesar akibat

hipertrofi dan hiperplasia otot polos rahim, serabut-serabut kolagennya

menjadi higroskopik. Endometrium menjadi desidua. Ukuran pada

kehamilan cukup bulan 30x25x20 cm dengan kapasitas > 4000 cc.

17

b). Berat : berat uterus naik secara luar biasa, dari 30 gram menjadi 1000

gram pada akhir kehamilan (40 pekan)

c). Bentuk dan konsistensi : pada bulan-bulan pertama kehamilan, bentuk

rahim seperti buah alpukat, pada kehamilan 4 bulan berbentuk bulat

dan akhir kehamilan seperti bujur telur. Rahim yang tidak hamil kira-

kira sebesar telur bebek dan kehamilan 3 bulan sebesar telur angsa.

Pada minggu pertama, isthmus rahim mengadakan hipertrofi dan

bertambah panjang, sehingga bila diraba terasa lebih lunak (soft)

disebut tanda Hegar. Pada kehamilan 5 bulan rahim terasa seperti

berisi cairan ketuban, dinding rahim terasa tipis, karena itu bagian-

bagian janin dapat diraba melalui dinding perut dan dinding rahim.

d). Dinding rahim dalam kehamilan :

(1). Pada permulaan kehamilan, dalam letak antefleksi atau

retrofleksi.

(2). Pada 4 bulan kehamilan, rahim tetap berada dalam rongga pelvis.

(3). Setelah itu, mulai memasuki rongga perut yang dalam

pembesarannya dapat mencapai batas hati.

(4). Rahim yang hamil biasanya lebih mengisi rongga abdomen kanan

atau kiri.

(5). Vaskularisasi : uterina dan ovarika bertambah dalam

diameter,panjang dan anak-anak cabangnya. Pembuluh darah

balik (vena) mengembang dan bertambah.

18

(6). Servik uteri : servik bertambah vaskularisasinya dan menjadi

lunak (soft) disebut tanda goodel, akibat estrogen meningkat.

Kelenjar endoservikal membesar dan mengeluarkan banyak

cairan mukus. Karena pertambahan dan pelebaran pembuluh

darah warnanya menjadi livid disebut tanda chadwick.

(7). Pembesaran uterus sesuai usia kehamilan.

(a)Kehamilan 16 minggu, uterus sebesar kepala bayi

dengan tinggi fundus uteri pertengahan simfisis-pusat.

(b)Kehamilan 20 minggu, uterus sebesar kepala dewasa

dengan tinggi fundus uteri 2-3 jari dibawah pusat.

(c)Kehamilan 24 minggu, uterus sebesar kepala dewasa

dengan tinggi fundus uteri setinggi pusat

(d)Kehamilan 28 minggu, uterus sebesar kepala dewasa

dengan tinggi fundus uteri 2-3 jari diatas pusat.

(e)Kehamilan 32 minggu, uterus sebesar kepala dewasa

dengan tinggi fundus uteri pertengahan pusat-

proc.xyphoideus.

(f)Kehamilan 36 minggu, uterus sebesar kepala dewasa

dengan tinggi fundus uteri 3 jari dibawah Px/setinggi Px.

(g)Kehamilan 40 minggu, uterus sebesar kepala dewasa

dengan tinggi fundus uteri sama dengan kehamilan 8 bulan

tapi melebar kesamping.

19

Menurut spiegelberg, mengukur TFU dari simfisis:

a.Kehamilan 22 - 28 minggu : 24 - 25 cm dari simfisis

b.Kehamilan 28 minggu : 26,7 cm dari simfisis

c.Kehamilan 30 minggu : 29,5 - 30 cm dari simfisis

d.Kehamilan 34 minggu : 31 cm dari simfisis

e.Kehamilan 36 minggu : 32 cm dari simfisis

f.Kehamilan 38 minggu : 33 cm dari simfisis

g.Kehamilan 40 minggu : 37,7 cm dari simfisis

2). Indung telur (ovarium)

Ovulasi terhenti, masih terdapat korpus luteum graviditas sampai

terbentuknya plasenta sempurna pada umur 16 minggu yang mengambil

alih pengeluaran estrogen dan progesteron.

3). Vagina dan vulva

Karena pengaruh estrogen terjadi perubahan pada vagina dan vulva

akibat hipervaskularisasi, vagina dan vulva terlihat merah atau kebiruan.

Warna livid pada vagina dan portio servik disebut tanda chadwick.

4). Dinding perut (Abdominall Wall)

Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan

robeknya serabut elastik dibawah kulit, sehingga timbul striae gravidarum.

Bila terjadi peregangan yang hebat, misalnya pada hidramnion dan

kehamilan ganda, dapat terjadi diastasis rekti bahkan hernia. Kulit perut

pada linea alba bertambah pigmentasinya disebut linea nigra.

20

5). Sistem sirkulasi darah

a). Volume darah : volume darah total dan volume plasma darah naik pesat

sejak akhir trimester pertama. Kenaikan plasma darah dapat mencapai

40 % saat mendekati cukup bulan.

b). Protein darah : Betaglobulin dan Fibrinogen terus meningkat

c).Hitung jenis dan Hemoglobin = Hematrokit cenderung menurun

kenaikan relatif volume plasma darah.

d). Nadi dan tekanan darah, nadi biasanya naik rata-ratanya 84 x/menit

e). Jantung, 3 bulan pertama pompa jantung naik kira-kira 30 % setelah

kehamilan 3 bulan dan menurun pada minggu terakhir kehamilan.

6). Sistem pernafasan

Ibu hamil selalu bernafas lebih dalam, yang lebih menonjol adalah

pernafasan dada (thoracic breathing). Ibu hamil akan bernafas sekitar 20-

25% dari biasanya, karena kebutuhan Oksigen meningkat dikarenakan

terjadi desakan rahim pada diafragma.

7). Saluran pencernaan (Traktus Digestivus)

Progesteron menimbulkan tonus otot-otot saluran pencernaan

melemah sehingga motilitas dan makanan akan lebih lama berada dalam

saluran makanan (obstipasi), karena pengaruh estrogen, pengeluaran asam

lambung meningkat yang dapat menyebabkan : hipersalivasi terjadi pada

trimester 1, daerah lambung terasa panas, terjadi mual, sakit, pusing pada

pagi hari (morning sickness), emesis/hiperemesis gravidarum.

21

8). Sistem endokrin

a)Kelenjar tiroid : dapat membesar sedikit

b)Kelenjar hipofisis : dapat membesar terutama lobus anterior

c)Kelenjar adrenal : tidak begitu terpengaruh

9). Gingivitis (tulang dan gigi)

Gangguan yang disebabkan oleh faktor misalnya hygiene yang buruk

disekitar mulut, jadi kebutuhan kalsium harus tercukupi.

10). Kulit

a). Pada daerah kulit tertentu terjadi hiperpigmentasi karena terdapat deposit

pigmen yang disebabkan oleh pengaruh melanophore stimulating

hormon lobus hipofisis anterior dan kelenjar suprarenalis meningkat.

b). Muka, disebut masker kehamilan (chloasma gravidarum)

c). Payudara, puting susu dan aerola payudara

d). Perut, linea nigra, linea alba dan striae gravidarum

11). Metabolisme

Dengan terjadinya kehamilan metabolisme tubuh akan mengalami

perubahan yang besar, dimana kebutuhan nutrisi semakin tinggi untuk

pertumbuhan janin dan persiapan ASI. Berat badan ibu hamil akan

bertambah normalnya antara 6,5-16,5 kg selama hamil/terjadinya kenaikan

BB sekitar ½ kg/minggu

a).Trimester I : penambahan BB 1 kg

b).Trimester II : penambahan BB 5 kg

c).Trimester III : penambahan BB 5,5 kg

22

Penambahan ini disebabkan oleh :

Janin 3-3,5 kg, plasenta 0,5 kg, air ketuban 1 kg, rahim 1 kg, timbunan

lemak 1,5 kg, timbunan protein 2 kg, retensi air garam 1,5 kg.

12). Sistem perkemihan (traktus urinarius)

Karena pengaruh desakan hamil muda dan turunnya kepala bayi pada

waktu hamil tua, terjadi gangguan meskipun dalam bentuk sering kencing.

Desakan tersebut dapat menyebabkan kandung kemih terasa penuh.

Terjadinya hemodelusi menyebabkan metabolisme air semakin lancar

sehingga pembentukan air seni pun bertambah.

13). Sistem kekebalan

Sistem kekebalan wanita hamil banyak menurun karena daya tahan

tubuh dipersiapkan untuk menopang kehamilan, sehingga wanita hamil

rentan dengan penyakit.

14). Muskulo skeletal (otot dan persendian)

Persendian panggul akan terasa lebih longgar karena ligamen-ligamen

melunak. Bentuk tubuh berubah akibat beratnya uterus sehingga pada titik

pusat gaya tarik bumi, sehingga tulang belakang melengkung.

(Wiknjosastro, 2007).

2.5

Tanda-tanda bahaya kehamilan

1).

Perdarahan vagina

Pada awal kehamilan, perdarahan yang tidak normal adalah merah,

perdarahan banyak, atau perdarahan dengan nyeri (berarti abortus, KET,

23

mola hidatidosa). Pada kehamilan lanjut, perdarahan yang tidak normal

adalah merah, banyak/sedikit, nyeri (berarti plasenta previa dan solusio

plasenta).

2).

Sakit kepala yang hebat

Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit

kepala hebat, yang menetap dan tidak hilang dengan istirahat. Kadang-

kadang, dengan sakit kepala yang hebat tersebut, penglihatannya menjadi

kabur atau berbayang. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan adalah

gejala dari preeklampsia.

3).

Perubahan visual secara tiba-tiba (pandangan kabur, rabun senja)

Masalah visual yang mengindikasikan keadaan yang mengancam jiwa

adalah perubahan visual mendadak, misalnya pandangan kabur atau

berbayang.

4).

Bengkak pada muka dan tangan

Bengkak bisa menunjukkan adanya masalah serius jika muncul pada

muka dan tangan tidak hilang setelah istirahat, dan disertai dengan

keluhan fisik yang lain. Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagal

jantung atau preeklampsia.

5).

Nyeri abdomen yang hebat

Nyeri abdomen yang hebat, menetap dan tidak hilang setelah beristirahat.

Hal ini bisa berarti appendicities, kehamilan ektopik, aborsi, penyakit

radang panggul, persalinan preterm, gastritis, penyakit kantong empedu,

abrupsi plasenta, infeksi saluran kemih, atau infeksi lain.

24

6).

Bayi kurang bergerak seperti biasa

Ibu mulai merasakan gerakan bayinya pada bulan ke-5 atau ke-6,

beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi tidur

gerakannya akan melemah. Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali

dalam periode 3 jam. Gerakan bayi akan lebih mudah terasa jika ibu

berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik.

(Rukiyah, 2009).

7).

Muntah dan BAB terus-menerus

Mual dan muntah penampakan gejala yang fisiologis pada kehamilan

muda (Trimester I) dan akan hilang pada usia kehamilan 4 bulan. Jika

terjadi muntah terus-menerus dan menyebabkan kekurangan makanan

yang dapat mempengaruhi perkembangan janin. Dan BAB yang terus

menerus mengakibatkan tubuh ibu hamil menjadi lemah dan berat badan

semakin berkurang.

8).

Urin keruh dan ada darah

Jika urin keruh dan ada darah mungkin dapat terjadi preeklampsia atau

infeksi saluran kemih.

(Salmah, 2006).

25

2.6 Penatalaksanaan dalam kehamilan

Antenatal care (ANC)

Antenatal care adalah pengawasan pada ibu hamil selama kehamilan atau

sebelum melahirkan, terutama ditujukan pada pertumbuhan dan

perkembangan janin dalam rahim (Salmah, 2006).

2). Tujuan antenatal care

a)Tujuan Umum

(1)Mempersiapkan dan meningkatkan kesehatan sebelum

perkawinan.

(2). Memberikan pengertian tentang :

a.Konsep keluarga sebagai unit kecil kehidupan

b.Pengertian keluarga dalam kedudukan sosial budaya

c.Meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi

d.Menanamkan pengertian tentang program keluarga berencana

dan merencanakan keluarga.

b). Tujuan Khusus

(1)Mengenal dan menangani sedini mungkin penyulit yang terdapat

saat kehamilan, saat persalinan, dan kala nifas.

(2)Mengenal dan menangani penyakit yang menyertai hamil,

persalinan, dan kala nifas

(3)Memberikan nasehat dan petunjuk yang berkaitan dengan

kehamilan, persalinan, kala nifas, laktasi dan aspek keluarga

berencana.

26

(4)Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal.

(Salmah, 2006).

3). Lima prinsip ANC

a)

Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling

sedikit 4 kali selama kehamilan :

(1)Satu kali pada triwulan pertama

(2)Satu kali pada triwulan kedua

(3)Dua kali pada triwulan ketiga

Pelayanan atau asuhan standar minimal termasuk 7 T

a).Timbang berat badan dan ukur TB

b).Ukur tekanan darah

c).Ukur TFU

d).Beri Imunisasi TT

e).Beri tablet Fe (minimal 90 tablet selama hamil)

f).Tes PMS

g).Temu wicara

b.Mengupayakan kehamilan sehat.

c.

Melakukan diteksi dini komplikasi, melakukan

penatalaksanan awal serta rujukan bila diperlukan.

d.

Persiapan persalinan yang bersih dan aman dengan

prinsip yang aman 3 B yaitu :

1)

Bersih alatnya

2)

Bersih penolongnya

27

3)

Bersih lingkungannya

e.Perencanaan antipasi dan persiapan dini untuk melakukan rujukan jika

terjadi komplikasi

(Winkjosastro, 2006).

4).Teknik pemeriksaan palpasi dalam kehamilan

Pemeriksaan palpasi dapat dipergunkan untuk menetapkan keadaan

janin dalam rahim dan tuanya kehamilan dengan cara ibu hamil tidur

terlentang dengan kepala lebih tinggi dari kaki. Kedudukan tangan pada

saat pemeriksaan dapat diatas kepala atau membusur disamping badan,

kaki ditekuk.

Bagian perut dibuka, pemeriksa berdiri disebelah kanan itu, kemudian

dilakukan palpasi terutama pada pemeriksaan perut dan payudara.

Palpasi perut untuk menentukan :

a)Besar dan konsistensi rahim

b)Bagian janin, letak dan presentasi

c)Gerakan janin

d)Kontraksi rahim Braxton Hicks dan His.

Cara palpasi bermacam – macam :

1.Menurut Leopold

2.Menurut Kneble

3.Menurut Buddin

4.Menurut Ahfel

28

Cara yang sering dipakai adalah menurut Leopold

1.Leopold I

a.

Pemeriksa menghadap arah muka ibu hamil

b.

Menentukan TFU dan bagian janin dalam fundus

c.

Konsistensi uterus

Menentukan letak kepala atau bokong dengan satu tangan di fundus

dan tangan lain diatas simfisis (menurut Knebel) (Mochtar, 2008).

2.Leoplold II

a.Menentukan batas samping rahim kanan dan kiri

b.Menentukan letak punggung janin

c.Pada letak lintang tentukan dimana kepala janin

Menentukan letak punggung dengan 1 tangan menekan di fundus

(menurut Buddin) (Mochtar, 2008).

3.Leoplold III

a.Menentukan bagian terbawah janin

b.Apakah bagian terbawah tersebut sudah masuk atau masih goyang

Menentukan letak punggung dengan pinggir tangan kiri diletakkan

tegak ditengah perut (menurut Ahlfeld) (Mochtar, 2008).

4.Leopold IV

a.Pemeriksa menghadap kearah kaki ibu hamil

b.Bisa juga menentukan bagian terbawah janin apa dan berapa jauh

sudah masuk PAP.

29

c.Auskultasi

DJJ normal 60 x/menit. Didengarkan selama 1 menit penuh dengan

stetoskop.

1.Dari janin

a.DJJ pada bulan ke 4 sampai ke 5

b.Bising tali pusat

c.Gerakan dan tendangan janin

2.Dari Ibu

a.Bising rahim (uterine souffle)

b.Bising aorta

c.Peristaltik usus

d). Pemeriksaan dalam (PD)

Kegunaan pemeriksaan dalam adalah untuk mengetahui

1.Bagian terbawah janin

2.Pembukaan serviks

3.Pelunakan Serviks

4.Pelvimetri klinik

PD memakai jari tulunjuk dan jari tengah dengan menggunakan

handscone untuk perlindungan diri (Manuaba, 2008).

5). Kebutuhan dasar ibu hamil

a)Kebutuhan fisik ibu hamil

(1)Oksigen

30

Kebutuhan oksigen adalah yang utama pada manusia termasuk ibu

hamil. Berbagai gangguan pernafasan bisa terjadi pada saat hamil

sehingga akan mengganggu pemenuhan kebutuhan oksigen pada

ibu yang akan berpengaruh pada bayi yang dikandung. Untuk

mencegah hal tersebut diatas dan untuk memenuhi kebutuhan

oksigen maka ibu hamil perlu :

(a)Latihan nafas melalui senam hamil

(b)Tidur dengan bantal yang lebih tinggi

(c)Makan tidak terlalu banyak

(d)Kurangi atau hentikan merokok

(e)

Konsul ke dokter bila ada kelainan atau gangguan

pernafasan seperti asma dan lain-lain.

Posisi miring kiri di anjurkan untuk meningkatkan perfusi

uterus dan oksigenasi fetoplasenta dengan mengurangi

tekanan pada vena asenden (hipotensi supine).

(2)Nutrisi

Gizi pada waktu hamil harus ditingkatkan hingga 300 kalori

perhari. Kebutuhan zat gizi pada Ibu hamil secara garis besar

adalah :

(a)

Asam Folat

Menurut konsep evidence bahwa pemakaian asam folat pada

masa pre dan perikonsepsi menurunkan resiko kerusakan

otak, kelainan neural, spina bifida dan anensepalus baik pada

31

Ibu hamil yang normal maupun beresiko. Dan juga untuk

membantu produksi sel darah merah, sintesis DNA pada janin

dan pertumbuhan plasenta. Minimal pemberian asam folat

dimulai dari 2 bulan sebelum konsepsi dan berlanjut hingga 3

bulan pertama kehamilan. Dosisnya untuk preventif 500

mikrogram atau 0,5-0,8 mg, sedangkan untuk kelompok

faktor resiko 4 mg/hari.

(b)

Energi

Kebutuhan energi Ibu hamil adalah 285 kalori untuk proses

tumbuh kembang janin dan perubahan pada tubuh Ibu.

Contohnya Nasi, roti, mie, ubi, jagung, kentang, tepung dan

lain-lain.

(c)

Protein

Pembentukan jaringan baru dari janin dan untuk tubuh Ibu

dibutuhkan protein sebesar 910 gram dalam 6 bulan terakhir

kehamilan. Dibutuhkan tambahan 12 gram protein sehari

untuk Ibu hamil. Contohnya Daging, ikan, telor, ayam,

kacang-kacangan, tahu dan tempe.

(d)

Zat besi (Fe)

Pemberian suplemen tablet tambah darah adalah untuk

membangun cadangan besi, sintesa sel darah merah, sintesa

darah otot. Setiap tablet besi mengandung FeSO4 320 mg (zat

besi 30 mg), minimal 90 tablet selama hamil. Contohnya

32

Daging, hati, sayuran hijau, bayam, kangkung, daun pepaya,

daun katuk.

(e)

Kalsium

Untuk pembentukan tulang dan gigi bayi. Kebutuhan kalsium

Ibu hamil adalah sebesar 500 mg sehari. Contohnya Susu,

ikan teri, sayuran hijau, kacang-kacangan kering.

(f)

Pemberian suplemen vitamin D terutama pada

kelompok beresiko penyakit seksual (IMS) dan di negara

dengan musim dingin yang panjang.

(g)

Pemberian yodium pada daerah dengan endemik

kretinisme.

(h)

Tidak ada rekomendasi rutin untuk pemberian Zinc,

Magnesium dan minyak ikan selama hamil.

(Kusmiyati, 2009).

(3)Personal hygiene

Mandi dianjurkan sedikitnya dua kali sehari karena ibu hamil

cenderung mengeluarkan banyak keringat, menjaga kebersihan

diri terutama lipatan kulit (ketiak, bawah buah dada, daerah

genetalia) dengan cara dibersihkan dengan air dan dikeringkan.

Kebersihan gigi dan mulut, perlu mendapat perhatian karena

seringkali mudah terjadi gigi berlubang, terutama pada ibu yang

kekurangan kalsium. Rasa mual selama masa hamil dapat

33

mengakibatkan perburukan hygiene mulut dan dapat menimbulkan

karies gigi.

(4)Pakaian

Baju hendaknya yang longgar dan mudah dipakai serta bahan

yang mudah menyerap keringat. Yang harus diperhatikan dan

dihindari yaitu : sabuk dan stoking yang terlalu ketat, karena akan

mengganggu aliran balik, sepatu dengan hak tinggi, akan

menambah lordosis sehingga sakit pinggang akan bertambah.

Payudara perlu ditopang dengan BH yang memadai untuk

mengurangi rasa tidak enak karena pembesaran dan

kecenderungan menjadi pendulans.

(5)Eliminasi (BAB/BAK)

Dengan kehamilan terjadi perubahan hormonal, sehingga daerah

kelamin menjadi lebih basah. Situasi basah ini menyebabkan

jamur (trikomonas) tumbuh sehingga wanita hamil mengeluh gatal

dan mengeluarkan keputihan. Rasa gatal sangat mengganggu,

sehingga sering digaruk dan menyebabkan saat berkemih terdapat

residu (sisa) yang memudahkan infeksi kandung kemih. Untuk

melancarkan dan mengurangi infeksi kandung kemih yaitu dengan

minum dan menjaga kebersihan sekitar alat kelamin. Wanita perlu

mempelajari cara membersihkan alat kelamin yaitu dengan

gerakan dari depan ke belakang setiap kali selesai berkemih atau

buang air besar dan harus menggunakan tisu atau lap atau handuk

34

yang bersih setiap kali melakukannya. Wanita harus sering

mengganti pelapis atau pelindung celana dalam. Dianjurkan

minum 8-12 gelas cairan setiap hari agar produksi air kemihnya

cukup. Menahan berkemih akan membuat bakteri di dalam

kandung kemih berlipat ganda. Akibat pengaruh progesteron, otot-

otot tractus digestivus tonusnya menurun, akibatnya motilitas

saluran pencernaan berkurang dan menyebabkan obstipasi. Untuk

mengatasi hal itu, ibu hamil dianjurkan minum ± 8 gelas sehari.

(6)Seksual

Selama kehamilan berjalan normal, koitus diperbolehkan sampai

akhir kehamilan, meskipun beberapa ahli berpendapat sebaiknya

tidak lagi berhubungan seks selama 14 hari menjelang kelahiran.

Koitus tidak dibenarkan jika :

(a)Terdapat perdarahan pervaginam

(b)

Terdapat riwayat abortus berulang

(c)

Abortus/partus prematurus imminens

(d)

Ketuban pecah

(e)

Serviks telah membuka

Pada saat orgasme dapat dibuktikan adanya fetal bradycardia

karena kontraksi uterus dan para peneliti berpendapat wanita yang

melakukan hubungan seks dengan aktif menunjukan insidensi

fetal distress yang lebih tinggi. Posisi wanita diatas membuatnya

dapat mengatur sudut dan kedalaman penetrasi penis serta

35

melindungi perut dan payudaranya. The National Family Planning

and Reproductive Health Assosiation, Washington, DC

menyatakan bahwa untuk beberapa wanita, pemakaian kondom

harus tetap dilanjutkan sepanjang masa hamil. Tujuannya ialah

mencegah penularan penyakit menular seksual.

(7)Mobilisasi dan body mekanik

Ibu hamil boleh melakukan kegiatan/aktifitas fisik biasa selama

tidak terlalu melelahkan. Ibu hamil dapat melakukan pekerjaan

seperti menyapu, mengepel, masak dan mengajar. Semua

pekerjaan tersebut harus sesui dengan kemampuan wanita tersebut

dan mempunyai cukup waktu untuk istirahat. Sikap tubuh yang

perlu diperhatikan oleh ibu hamil : Duduk, berdiri (sikap berdiri

yang benar sangat membantu sewaktu hamil di saat berat janin

semakin bertambah, jangan berdiri untuk jangka waktu yang

lama), berjalan (hindari sepatu bertumit runcing karena mudah

menghilangkan keseimbangan), tidur (sebaiknya setelah usia

kehamilan 6 bulan, hindari tidur terlentang, karena tekanan rahim

pada pembuluh darah utama dapat menyebabkan pingsan. Tidur

dengan kedua tungkai kaki lebih tinggi dari badan dapat

mengurangi rasa lelah), bangun dari berbaring, membungkuk dan

mengangkat (hindari membungkuk yang dapat membuat

punggung tegang, termasuk untuk mengambil sesuatu yang ringan

sekalipun).

36

(8)Exercise/Senam hamil

Ibu hamil perlu menjaga kesehatan tubuhnya dengan cara

berjalan-jalan di pagi hari, renang, olahraga ringan dan senam

hamil.

(a)Berjalan-jalan di pagi hari

Jalan-jalan saat hamil di pagi hari mempunyai arti penting

untuk dapat menghirup udara pagi yang bersih dan segar,

menguatkan otot dasar panggul, dapat mempercepat turunnya

kepala bayi ke dalam posisi optimal atau normal dan

mempersiapkan mental menghadapi persalinan.

(b)Senam hamil

Senam hamil dimulai pada umur kehamilan setelah 22

minggu. Bertujuan untuk mempersiapkan dan melatih otot-

otot sehingga dapat berfungsi secara optimal dalam persalinan

normal serta mengimbangi perubahan titik berat tubuh.

Ditujukan bagi ibu hamil tanpa kelainan atau tidak terdapat

penyakit yang menyertai kehamilan, yaitu penyakit jantung,

ginjal dan penyulit dalam kehamilan (hamil dengan

perdarahan, kelainan letak dan kehamilan yang disertai

dengan anemia).

(9)Istirahat/tidur

37

Istirahat dan tidur yang teratur dapat meningkatkan kesehatan

jasmani dan rohani untuk kepentingan perkembangan dan

pertumbuhan janin. Tidur pada malam hari selama ± 8 jam dan

istirahat dalam keadaan rileks pada siang hari selama 1 jam.

b)Kebutuhan psikologis ibu hamil

(1) Suport keluarga

Reaksi ibu terhadap kehamilan anaknya menandakan

penerimaannya terhadap cucu dan anak perempuannya dan ini

sangat membantu ibu dalam menghadapi kehamilannya dengan

lebih tenang. Tugas keluarga yang saling melengkapi dan dapat

menghindari konflik adalah dengan cara pasangan merencanakan

untuk kedatangan anaknya, mencari informasi bagaimana menjadi

ibu dan ayah, suami mempersiapkan peran sebagai ibu rumah

tangga. Agar kehamilan dapat berjalan lancar dan ibu dapat

mengadakan hubungan yang sehat dengan bayinya, maka reaksi

ibu terhadap kehamilan seharusnya menerima kehamilan,

menghilangkan rasa takut terhadap persalinan, menerima peran

ibu, menciptakan ikatan antara ibu dan bayinya.

(2) Suport dari tenaga kesehatan

Peran bidan dalam perubahan dan adaptasi psikologis adalah

dengan memberi suport atau dukungan moral bagi klien,

meyakinkan bahwa klien dapat menghadapi kehamilannya dan

perubahan yang dirasakannya adalah sesuatu yang normal. Bidan

38

harus bekerjasama dan membangun hubungan yang baik dengan

klien agar terjalin hubungan yang terbuka antara bidan dan klien.

Bidan sebagai fasilitator bagi kliennya. Bidan dapat membagi

pengalaman yang pernah dirasakan bidan itu sendiri, misalnya jika

bidan tersebut juga pernah mengalami kehamilan, hal ini akan

membuat klien mengerti akan fungsi bidan yang di satu sisi

sebagai seorang bidan dan di sisi lain sebagai manusia biasa yang

juga merasakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam siklus

kehidupan. Bidan juga dapat menceritakan pengalaman orang lain

sehingga klien mampu membayangkan bagaimana cara mereka

sendiri untuk menyelesaikan dan menghadapi masalahnya. Bidan

sebagai seorang pendidik, bidan yang memutuskan apa yang harus

diberitahukan kepada klien dalam menghadapi kehamilannya agar

selalu waspada terhadap perubahan yang terjadi, perilakunya dan

bagaimana menghadapi permasalahan yang timbul akibat

kehamilannya.

(3) Rasa aman dan nyaman selama kehamilan

Wanita yang diperhatikan dan dikasihi oleh pasangan prianya

selama hamil akan menunjukkan lebih sedikit gejala emosi dan

fisik, lebih sedikit komplikasi persalinan dan lebih mudah

melakukan penyesuaian selama masa nifas (Grossman, eichler,

Winckoff, 1980; May, 1982 dalam buku perawatan ibu hamil,

2009). Ada dua kebutuhan utama yang di tunjukan wanita selama

39

ia hamil (Richardson,1983 dalam buku perawatan ibu hamil,

2009). kebutuhan pertama ialah menerima tanda-tanda bahwa ia

dicintai dan dihargai, kebutuhan yang kedua ialah merasa yakin

akan penerimaan pasangannya terhadap sang anak dan

mengasimilasi bayi tersebut kedalam keluarga.

(4) Persiapan menjadi orang tua

Untuk pasangan baru, kehamilan merupakan kondisi perubahan

dari masa anak menjadi orangtua, dan apabila kehamilan berakhir

maka akan bertambah tanggung jawab keluarga. Steele dan

pollack (1968) menyatakan bahwa menjadi orangtua merupakan

proses yang terdiri dari dua komponen penting untuk

perkembangan dan keberadaan bayi.

(a) Keterampilan kognitif-motorik (bersifat praktis atau

mekanis).

Komponen pertama dalam proses menjadi orang tua

melibatkan aktivitas perawatan anak, seperti memberi makan,

menjaganya dari bahaya, memungkinkannya untuk bisa

bergerak (Steele, Polack, 1968 dalam buku perawatan ibu

hamil, 2009). Hampir semua orang tua yang memiliki

keinginan untuk belajar dan dibantu dukungan orang lain

menjadi terbiasa dengan aktivitas merawat anak.

(b)

Keterampilan kognitif-afektif (besifat emosional).

40

Komponen psikologis dalam menjadi orang tua, sifat keibuan

atau kebapakan tampaknya berakar dari pengalaman orang tua

dimasa kecil saat mengalami dan menerima kasih sayang dari

ibunya. Keterampilan kognitif-afektif menjadi orang tua ini

meliputi sikap yang lembut, waspada dan memberi perhatian

kepada bayinya.

(5)Persiapan sibling

Kehadiran seorang adik yang baru dapat merupakan krisis utama

bagi seorang anak. Anak sering mengalami perasaan kehilangan

atau merasa cemburu karena digantikan oleh bayi yang baru.

Dengan diberi penjelasan dan pengertian anak biasanya tidak akan

merasa disisihkan dan akan merasa senang dengan kehadiran

adiknya yang bisa dijadikan teman (Kusmiyati, 2009).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->