Makalah

”MEROKOK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM”
Disusun guna memenuhi tugas; Mata kuliah Dosen Pengampu : Masail Fiqiyah : Dr. Makrum Kholil, M.Ag

Disusun oleh : Daryanti Nur Aziyah Ridwan 232107119 232107122 232107123

JURUSAN TARBIYAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) PEKALONGAN 2010

1

Jika demikian bukankah berarti merokok sama dengan bunuh diri? Para perokok berargumen bahwa merokok dapat merangsang imajinasi kreatif. namun disisi lain banyak juga yang menolak.MEROKOK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM A. No. No. Para perokok bukan tidak tahu dampak dari merokok bahkan seharusnya mereka yang paling tahu karena pada setiap bungkus telah tertulis dengan jelas dampak merokok. Berdasarkan penelitian KPAI angka kematian yang diakibatkan oleh rokok adalah 427. Fatwa haram merokok yang dikeluarkan MUI bukan hal yang baru pertama kali muncul. tidak hanya bagi perokok aktif tapi juga bagi perokok pasif.923 jiwa/tahun. Meski sudah tahu bahwa rokok mengancam kesehatan tapi tetap saja rokok mendapat dukungan yang besar terutama dari kalangan perokok sendiri. Pendahuluan Fatwa haram merokok yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam ijma’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia III. Disatu sisi ada yang setuju. Dampak yang lebih besar justru dialami oleh perokok pasif karena kepulan asap rokok mengandung dua kali lipat racun dari rokok yang dihisap sendiri. Meski tidak sedikit yang mengatakan bahwa merokok merupakan perbuatan yang sia-sia. 19/2003 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Dan dampak buruk ini menjadi penyebab timbulnya berbagai penyakit yang mematikan. ada pula yang mengatakan merokok dapat menenangkan. Seperti sudah kita ketahui bersama bahwa rokok memang memiliki dampak negatif yang cukup besar. Tentu saja angka ini akan bertambah selama kebiasaan merokok tidak segera ditekan. Bukan tanpa alasan mengeluarkan fatwa ini. Rokok memang merupakan salah satu fenomena sosial yang cukup unik. telah memunculkan realsi yang beragam dari masyarakat. yang berlangsung di Padang Panjang Sumatera Barat pada tanggal 23-26 Januari 2009. yang disertai 2 . Larangan merokok juga pernah diatur oleh pemerintah DKI Jakarta dalam PP. 81 tahun 1999 tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan yang kemudian diubah menjadi PP.

000 orang penduduk Inggris berhenti merokok (Kompas. UU ini baru direalisasikan pada 1 Juli 2007 dan cukup berhasil untuk menekan jumlah angka perokok. dam lain sebagainya. alat transportasi umum. Di Cina larangan merokok disebagian besar fasilitas umum dikeluarkan menjelang Olimpiade yaitu pada Juli 2008. Setelah Amerika merdeka maka banyak bangsa Eropa yang berkunjung. Sudah seharusnya peraturan ini menjadi urusan pemerintah yang mempunyai kekuatan hukum yang lebih kuat. pabrik. 30/05/07). Mengapa kemudian peraturan yang telah dikeluarkan negara lain membuahkan hasil. di negara-negara lain juga pernah melakukan hal yang sama. salah satu versi mengatakan bahwa rokok pertama kali ditemukan di Amerika. Di Skotlandia angka pengidap serangan jantung turun hingga 17 persen dalam setahun pada 2006 setelah diberlakukan larangan merokok ditempat umum.dengan hukuman bagi yang melanggarnya berupa kurungan selama enam bulan ditambah denda sebesar 50 juta (Suara Merdeka. 02/02/2006). Di India pada bulan November 2001 pernah mengeluarkan keputusan tentang larangan merokok ditempat-tempat umum serta pembatasan iklan sponsao dari perusahaan rokok. Tujuan semula untuk melihat perkembangan masyarakat Amerika. toko. ditambah lagi yang mengeluarkan fatwa adalah MUI yang katanya hanya mewakili satu agama saja padahal Indonesia adalah negara yang majemuk. Semenjak dikeluarkan peraturan tersebut konsumsi rokok di India mengalami penurunan dari 97 juta pada tahun 2000 menjadi hanya 92 juta pada tahun berikutnya. pemerintah Inggris mengelaurkan UU tentang larangan merokok ditempat kerja yang meliputi kantor. juga untuk mengenal gaya hidup masyarakat Amerika. sementara di Indonesia tidak? Memang perlu dipertanyakan. Keunikan gaya hidup masyarakat Amerika tampaknya mengundang simpatik yang begitu besar bagi pengunjung dari Eropa tersebut. Bukan hanya di Indonesia. pub. Sejarah Rokok Tidak ada yang menyebutkan sejarah rokok secara pasti. Hal ini dibuktikan dengan adanya kkurang lebih 600. B. termasuk dalam 3 . Pada tahun 2006.

1 Hingga akhirnya lambat laun bangsa-bangsa Eropa mulai mengadopsinya. 17 4 . Yaitu. Kitab Rokok: Nikmat dan Mudhorot yang Menghalalkan atau yang Mengharakam (Yogyakarta:Kutub. Eksportir bibit-bibit tembakau kedaratan Eropa mulai berlangsung pada tahun 1518 M/935 H. tahun 1996 1 Muhammad Yunus BS.h. Baru pada akhir abad 19 rokok berubah menjadi cigaret seperti sekarang ini. Dan mulai rame memasuki tahun 1560 M/977 H. pada saat itu berada dibawah kekhalifahan Utsmaniyah yang berpusat di Turki. Maka setelah mereka kembali kenegara masing-masing mereka membawa bibit-bibit tembakau.h. Tidak terkecuali di Indonesia. 3 Dari tahun ke tahun industri rokok mengalamu perkembangan disusul dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan rokok. Romli. Ia beserta temantemannya menginginkan adanya persamaan antara laki-laki dan perempuan dalam merokok. salah seorang tokoh gerakan emansipasi wanita di Jerman pada waktu itu. Wanita yang pertama kali melakukan perlawannan rokok tersebut adalah George Sand dan Lola Montez. Kemudian bergeser menjadi cerutu pada pertengahan abad ke19. Dunia Islam. M.9 triliun. 14 3 Ibid. 2009) h. salah seorang auditor LPPOM MUI menyatakan. Rokok kemudian tersebar dengan cepatnya ke semenanjung Siberia dan daerah Mediterania. Ir. Setelah diketahui adanya sebagian orang Islam yang mulai terpengaruh dan mengikuti kebiasaan merokok. Sejak saat itu perempuan diperbolehkan merokok hingga sekarang. bahwa budaya merokok termasuk gejala yang relatif baru di dunia Islam. maka dipandang perlu oleh penguasa Islam saat itu untuk menetapkan hukum tentang merokok.hal merokok. pada tahun 1994 penerimaan negara dari cukai rokok mencapai 2. 13 2 Ibid.2 Pada abad ke-17 sampai dengan sekitar abad ke-18. Mulai abad ke-19 ini penikmat rokok tidak hanya dari kalangan laki-laki tapi juga dari kalangan wanita. tak lama setelah Christopher Columbus dan penjelajah-penjelajah Spanyol lainya mendapati kebiasaan bangsa Aztec ini pada 1500. Awalnya merokok bagi kaum wanita hanyalah bentuk atau simbol perlawanan kepada kaum pria. merokok masih menggunakan pipa.

Akan tetapi yang menjadi persoalan adalah apakah merokok itu membawa mudarat ataukah tidak.meningkat lagi menjadi 4. Pada dasarnya terdapat nash bersifat umum yang menjadi patokan hukum merokok. No. (HR. (Al-Baqarah: 195) As-Sunnah : Dari Ibnu ‘Abbas ra. Bahkan diantara para ulama sendiripun mengalami perbedaan pendapat. kemudaratan atau kemafsadatan sebagaimana termaktub di dalam AlQur’an dan As-Sunnah sebagai berikut: Al-Qur’an : Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. 5 . yakni larangan melakukan segala sesuatu yang dapat membawa kerusakan. Ibnu Majah. Hukum Merokok Jika berbicara mengenai hukum merokok maka akan banyak pendapat yang bermunculan.153 triliun bahkan pada tahun 1997 yang merupakan awal dari krisis ekonomi penerimaan cukai negara dari industri rokok menjadi 4. C. Perbedaan persepsi ini merupakan babak baru munculnya beberapa pendapat mengenai hukum merokok dengan berbagai argumennya. ulama’ sepakat mengenai segala sesuatu yang membawa mudarat adalah haram. dan terdapat pula manfaat ataukah tidak. ia berkata .2331) Bertolak dari dua nash di atas. dan berbuat baiklah. karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.391 triliun (Bambang Sumarno). dan tidak boleh berbuat kemudaratan (pada diri orang lain). Rasulullah SAW.792 triliun dan tahun 1998 melonjak lagi menjadi 7. Dalam hal ini terdapat persepsi yang berbeda dalam meneliti dan mencermati substansi rokok dari aspek kemaslahatan dan kemafsadatan. bersabda: Tidak boleh berbuat kemudaratan (pada diri sendiri).

makruh ataukah haram hukumnya. Kedua. kemudian ditentukan mubah. ternyata secara medis dipandang tidak steril untuk dikonsumsi. Betapa tidak. kemudaratan yang sebenarnya kecil dan terkesan jauh lebih besar itu (hanya dalam bayangan) dijadikan dasar untuk menetapkan hukum haram. Hal seperti ini kemungkinan dapat terjadi khususnya dalam membahas dan menetapkan hukum merokok. sepuluh tahun lebih seseorang merokok dalam setiap hari merokok belum tentu menderita penyakit akibat merokok. pandangan sebagian ulama sekarang yang cenderung mengharamkan merokok karena lebih bertendensi pada informasi (bukan bukti) mengenai hasil penelitian medis yang sangat detail dalam menemukan sekecil apa pun kemudaratan yang kemudian terkesan menjadi lebih besar. Tidakkah banyak pula makanan dan minuman yang dinyatakan halal. berbeda dengan pandangan sebagian besar ulama’ terdahulu. Mungkinkah setiap makanan dan minuman yang dinyatakan tidak steril itu kemudian dihukumi haram. Sedangkan selama tiga bulan saja seseorang dalam setiap hari makan durian. sebagian besar ulama’ terdahulu berpandangan. kemungkinan besar dia akan terjangkit penyakit berat. ataukah harus dicermati seberapa besar kemudaratannya. KH Arwani Faishal Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masa’il PBNU Pertama. Apabila karakter penelitian medis semacam ini kurang dicermati. bahwa merokok itu mubah atau makruh. kemudaratan merokok akan cenderung dipahami jauh lebih besar dari apa yang sebenarnya.Pendapat ulama tentang hukum merokok a. 6 . Selanjutnya. Barangkali dalam gambaran kita sekarang. bahwa kemudaratan merokok dapat pula dinyaakan tidak lebih besar dari kemudaratan durian yang jelas berkadar kolesterol tinggi. Mereka pada masa itu lebih bertendensi pada bukti. kemudaratan yang relatif kecil itu seharusnya dijadikan dasar untuk menetapkan hukum makruh. atau membawa mudarat tetapi relatif kecil. Padahal. bahwa merokok tidak membawa mudarat.

kemudian di balik kemudaratan itu terdapat kemaslahatan yang lebih besar. hukum merokok itu bisa jadi bersifat relatif dan seimbang dengan apa yang diakibatkannya mengingat hukum itu berporos pada ‘illah yang mendasarinya.4 b. Hal ini selama tidak berlebihan yang dapat membawa mudarat cukup besar. Dalil dari Al-Qur’an adalah firmanNya.nu.id 7 . Apa pun yang dikonsumsi secara berlebihan dan jika membawa mudarat cukup besar. Berbeda dengan benda yang secara jelas memabukkan. bahwa mengalokasikan harta dengan 4 www. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Merokok haram hukumnya berdasarkan makna yang terindikasi dari zhahir ayat AlQur’an dan As-Sunnah serta i’tibar (logika) yang benar. Keempat. Adapun bentuk kemaslahatan itu seperti membangkitkan semangat berpikir dan bekerja sebagaimana biasa dirasakan oleh para perokok.Ketiga. kalaulah merokok itu membawa mudarat relatif kecil dengan hukum makruh. maka hukum makruh itu dapat berubah menjadi mubah.or. Sebagaimana dimaklumi. Dengan demikian. Akan tetapi merokok itu mubah atau makruh bagi orang tertentu yang tidak terkena mudaratnya atau terkena mudaratnya tetapi kadarnya kecil. pada satu sisi dapat dipahami bahwa merokok itu haram bagi orang tertentu yang dimungkinkan dapat terkena mudaratnya. Makna menyia-nyiakan harta adalah mengalokasikannya kepada hal yang tidak bermanfaat. hukumnya tetap haram meskipun terdapat manfaat apa pun bentuknya karena kemudaratannya tentu lebih besar dari manfaatnya. maka haram hukumnya. “Artinya : Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” [Al-Baqarah : 195] Sedangkan dalil dari As-Sunnah adalah hadits yang berasal dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara shahih bahwa beliau melarang menyia-nyiakan harta.

yang menunjukkan keharaman merokok adalah karena (dengan perbuatannya itu) si perokok mencampakkan dirinya sendiri ke dalam hal yang menimbulkan hal yang berbahaya. dan Rasul-Nya saw. Allah swt. 2. Orang yang berakal tentunya tidak rela hal itu terjadi terhadap dirinya sendiri. Pendapat yang membolehkan merokok 1.5 c. dari itu jika seseorang merokok dalam keadaan membutuhkannya maka ia tidaklah pemboros karena rokok ternyata kebutuhan sehari-harinya juga. Allah berfirman : “Makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan” dan Allah telah menyebutkan makanan5 http://www. Alangkah tragisnya kondisi dan demikian sesak dada si perokok.or. anda akan melihat dirinya demikian tidak karuan bila duduk-duduk bersama mereka dan berinteraksi dengan mereka. 4. maka ia halal selama tidak berlebihan. Rokok adalah bagian dari makanan atau minuman sebab ia dikonsumsi melalui mulut. Adapun dalil dari i’tibar (logika) yang benar. Hukum asal setiap sesuatu adalah halal kecuali ada nash yang dengan tegas mengharamkan. Alangkah berat dirinya berpuasa dan melakukan ibadah-ibadah lainnya karena hal itu meghalangi dirinya dari merokok.membeli rokok adalah termasuk pengalokasiannya kepada hal yang tidak bermanfaat bahkan pengalokasian kepada hal yang di dalamnya terdapat kemudharatan. Bahkan. 3. tidak pernah menegaskan bahwa tembakau atau rokok itu haram. rasa cemas dan keletihan jiwa. Boros adalah: menggunakan sesuatu tanpa membutuhkannya.almanhaj.id/content/263/slash/0 8 . bila dirinya tidak menghisapnya. alangkah berat dirinya berinteraksi dengan orang-orang yang shalih karena tidak mungkin mereka membiarkan rokok mengepul di hadapan mereka. Karenanya.

dll. 8. lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan sebagiannya halal. Katakanlah: Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu tentang ini atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?” 6. Qiyas kepada khamr tidak benar karena rokok tidak memabukkan dan tidak menghilangkan akal. hanya tembakaulah yang membuat para penduduknya dapat makan. maka adakah orang yang sengaja membunuh dirinya dengan menghisap rokok? kalaupun ada jenis rokok yang sengaja dibuat untuk bunuh diri maka tetap yang haram bukan rokoknya akan tetapi yang haram adalah bunuh dirinya. Sebagian hasil pertaniannya adalah tembakau. 9. maka yang haram bukan menggunakan pisaunya tetapi bunuh dirinya. di pulau Lombok misalnya. Adapun ayat “Dan janganlah kamu membunuh dirimu” maksudnya adalah bunuh diri. babi.makanan dan minuman-minuman yang haram seperti arak. Jember. Allah berfirman: “Katakanlah hai Muhammad: Terangkanlah kepadaku tentang rezki yang diturunkan Allah kepadamu. Banyak ulama’ dan auliya’ yang juga perokok bahkan perokok berat. justru seringnya melancarkan daya berfikir. jika rokok diharamkan maka mayoritas penduduk Lombok tidak tahan hidup. Dan yang paling penting adalah haramnya khamr karena ada nash. Di sebagian daerah Kendal. dan tidak haramnya rokok karena tidak ada nash. Kemudian qiyas tidak boleh digunakan dengan sembarangan. dan ternyata Allah tidak menyebut rokok di antaranya. Sebagaimana seseorang membunuh dirinya dengan pisau. apakah kita menyamakan mereka dengan para bajingan yang minum arak di pinggir jalan? Allah berfirman: “Apakah patut Kami jadikan orang-orang islam itu sama dengan orangorang yang berdosa? Mengapa kamu berbuat demikian? bagaimanakah kamu 9 . Realita menunjukkan bahwa rokok ternyata memberi banyak manfaat terutama dalam menghasilkan uang. Temanggung. Terdapat banyak cara untuk mengurangi dan mencegah bahaya-bahaya rokok. 7. 5.

Syekh Muhammad Alawi al-Maliki.. bahwa rokok dapat menyebabkan berbagai macam penyakit dalam.. Kedua . Allah juga berfirman: “Apakah orang yang beriman itu sama seperti orang yang fasik? Sesungguhnya mereka tidak sama”.co. Syekh Alawi al-Saqqaf. Ketiga. Syekh Muhammad al-Salami. hukum merokok adalah makruh karena rokok membawa mudarat relatif kecil yang tidak signifikan untuk dijadikan dasar hukum haram. Berdasarkan informasi mengenai hasil penelitian medis. Syekh Izzuddin al-Qasysyar.260) menyatakan bahwa: 6 http://mutiarahadis. Syekh Muhammad bin Isma’il.com/2009/01/31/hukum-merokok/ 10 . Syekh Muhammad Utsman Abduh al-Burhani ra. Banyak ulama’ yang tidak mengharamkan rokok seperti : Syekh Syehristani. 10. hukum merokok adalah mubah atau boleh karena rokok dipandang tidak membawa mudarat. seperti kanker. Syekh Yasin al-Fadani. hukum merokok adalah haram karena rokok secara mutlak dipandang membawa banyak mudarat. Allah juga berfirman: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”.wordpress. Syekh al-Ziadi. Syekh Abdul-Ghani alNabulsi ra. Syekh Abbas al-Maliki. Syekh Hasan alSyennawi. Maulana Syekh Mukhtar ra.. jantung dan lainnya setelah sekian lama membiasakannya. paru-paru. bahwa hakikat rokok bukanlah benda yang memabukkan.cc/?p=215 7 http://atifhidayat.mengambil keputusan?”.7 ‘Abdur Rahman ibn Muhammad ibn Husain ibn ‘Umar Ba’alawiy di dalam Bughyatul Mustarsyidin (hal. Syekh alDajawi. Pertama . Syekh Mur’i al-Hanbali. Syekh Ahmad bin Abdul-Aziz al-Maghribi.6 Beberapa pendapat itu serta argumennya dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam hukum. Syekh Umar al-Mahresi. dll. Secara tegas dapat dinyatakan. Syekh al-Sistani.

Mungkin akan lebih efektif jika saja pemerintah yang turun tangan yaitu dengan mengaktifkan kembali 11 . Hingga akhirnya MUI mengeluarkan fatwa ”haram merokok”. D. jangan sampai hal ini memicu pertikaian antara sesama umat Islam. Namun kadangkala terdapat unsur-unsur yang mubah tetapi berubah menjadi sunnah sebagaimana bila sesuatu yang mubah itu dimaksudkan untuk pengobatan berdasarkan keterangan terpercaya atau pengalaman dirinya bahwa sesuatu itu dapat menjadi obat untuk penyakit yang diderita sebagaimana berobat dengan benda najis selain khamr. Upaya untuk mengurangi dampak negatif ini sudah dilakukan oleh negara dengan mengeluarkan UU tentang larangan merokok ditempat umum.Tidak ada hadits mengenai tembakau dan tidak ada atsar (ucapan dan tindakan) dari seorang pun di antara para shahabat Nabi SAW. Karena para ulama tersebut mempunyai dasar sendiri yang mereka yakini kebenarannya. Penutup Berdasarkan uraian diatas terdapat hal-hal yang dapat kami garis bawahi terkait hukum merokok. … Jelasnya. Meski telah menjadi Undang-undang namun dalam pelaksanaannya tidak efektif. Menurut kami. Merokok yang pada dasarnya sekarang ini sudah menjadi kebiasaan sebagian besar warga Indonesia menjadikan merokok tidak bisa dengan serta merta untuk dihentikan meski sudah terbukti begitu banyak dampak negatif yang ditimbulkan. maka hukumnya adalah haram sebagaimana madu itu haram bagi orang yang sedang sakit demam. jika terdapat unsur-unsur yang membawa mudarat bagi seseorang pada akal atau badannya. Sekiranya terbebas dari unsur-unsur haram dan mubah. yaitu sesuatu yang boleh dilakukan namun lebih baik untuk dihindarkan. apa yang dilakukan oleh MUI merupakan upaya untuk perbaikan hanya saja cara yang digunakan terlalu berlebihan dengan mengatakan ”haram” terhadap merokok. maka hukumnya makruh karena bila terdapat unsur-unsur yang bertolak belakang dengan unsur-unsur haram itu dapat difahami makruh hukumnya. Dari serangkaian hukum merokok yang telah dipaparkan diatas mulai dari nash Al-Qur’an. dan lumpur itu haram bila membawa mudarat bagi seseorang. hadits hingga pendapat para ulama maka kesimpulan yang penulis dapat adalah bahwa hukum merokok pada dasarnya adalah makruh. Apapun hukum merokok menurut ulama.

http://atifhidayat. Wallahu’alam bish showab DAFTAR PUSTAKA Yunus.UU yang telah terbengkalai.almanhaj. 2009.id/content/263/slash/0 www.or.wordpress.id http://mutiarahadis.Yogyakarta:Kutub. Karena bagaimanapun tetap saja rokok membawa dampat negatif karena itu harus diminimalisir.cc/?p=215 12 .co. Kitab Rokok: Nikmat dan Mudhorot yang Menghalalkan atau yang Mengharakam.or. Muhammad.com/2009/01/31/hukum-merokok/ http://www.nu.