P. 1
Inersia

Inersia

|Views: 204|Likes:
Published by Rangga Tagari

More info:

Published by: Rangga Tagari on Nov 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2015

pdf

text

original

Kalkulus – 2

MODUL - 13
INTEGRAL GANDA
INTEGRAL GANDA DUA
Cara lain memperluas konsep integral Riemann

b
a
dx x f ) ( adalah
dalam integral ganda, yaitu integral ganda dua, integral ganda tiga dan yang
serupa itu.
Jika integran pada integral kita yang terdahulu adalah fungsi satu variabel
dalam suatu selang tertutup pada sumbu x, integran integral ganda dua yang
akan kita bicarakan di sini adalah fungsi dua variabel pada suatu daerah tertutup
di bidang xy, yang batas-batasnya adalah yang dikenal dengan nama
lengkungan (kurva) mulus bagian demi bagian (piecewise smooth curve) yang
tertutup.
Kita ingat dari 15.1.1 bahwa suatu busur sederhana di bidang xy adalah
grafik persamaan parameter.
, ), ( ), ( b t a t g y t f x ≤ ≤ · ·
dengan f dan g kontinu, sedemikian sehingga untuk semua t antara a dan b ada
padanannya titik-titik pada grafik tersebut. Jadi suatu busur sederhana tidak
memotong busur itu sendiri.
Jika, tambahan pula, turunan pertamanya f’ dan g’ kontinu untuk a ≤ t
≤ b, maka busur sederhana tadi dikatakan mulus (Gambar 19-1(a)]. Garis
singgungnya bergerak terus menerus jika t bertambah dari a ke b.
Suatu lengkungan mulus bagian demi bagian adalah suatu busur
sederhana yang mulus, atau seurutan busur-busur sederhana yang masing-
masing mulus yang bersambungan ujung-ujungnya, sedemikian sehingga untuk
semua nilai t dalam [a, b] (kecuali mungkin a dan b itu sendiri) ada titik-titik
padanannya pada grafiknya.
Jika titik-titik yang berpadanan dengan t = a dan t = adalah identik maka
kurva mulus bagian demi bagian iu dikatakan tertutup.
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS II 1
Andaikan f suatu fungsi dua perubahan yang didefinisikan dalam suatu
daerah siku empat terbuka H. andaikan pula C suatu lengkungan mulus bagian
demi bagian yang seluruhnya terletak di dalam H.
Pandang daerah tertututp R yang terdiri dari semua titik di dalam atau
pada lengungan mulus bagian demi bagian C. dengan garis-garis lurus yang
sejajar sumbu koordinat, daerah R ditutup suatu kisi-kisi yang terdiri dari
sejumlah hingga siku empat. siku-siku empat itu yang terletak di dalam atau pada
batas R, memebntuk partisi p untuk; siku-siku empat itu diberi nomor dari 1
hingga n menurut cara terbaik yang dipilih sebarang. Siku-siku empat partisi
kelihatan diarsir dalam Gambar 19-3. Tandai panjang sisi-sisi siku empat partisi
ke-I dengan lambang ∆ x1 dan ∆ y1 dan luasnya adalah ∆ Ai = ∆ xi∆ yi (I =
1,2….,n). yang dimaksudkan dengan norma [p] suatu partisi p untuk R, adalah
garis diagonal terpanjang dari semua siku-siku empat di dalam partisi p itu.
Karena f didefinisikan di dalam H, ia didefinisikan di dalam dan pada
batas R Andaikan (x1, y1) suatu titik sebarang yang dipilih di dalam siku empat
partisi ke-I, I = 1,2,……,n. maka jumlah

·

n
i
Ai y x f
1
1 1
) , ( ) 1 (
dinamakan jumlah Riemann untuk f(x, y) pada R.
Tampak bahwa ruang-ruang putih kosong di dalam daerah R di dalam
gambar 19-3 dapat dibuat sekecil mungkin dengan menggunakan banyak garis
untuk membentuk kisi-kisi; dengan demikian norma [p] partisi akan cukup kecil.
Mislkan L suatu bilangan. Jika untuk tipe ε > 0 ada suatu δ > 0
sedemikian sehingga

<∈ − ∆

·
n
i
i
L A y x f
1
1 1
) , (
untuk tiap partisi p untuk R dengan norma [p] <δ , maka L disebut limit jumlah
Riemann (1) untuk [p] → 0. Ini ditulis
L Ai y x f
n
i
p
· ∆

·

1
1 1
0
) , ( lim
Definisi Integral Ganda Dua.
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS II 2
Andaikan R suatu daerah tertutup di dalam bidang xy yang dibatasi suatu kurva
yang mulus bagian demi bagian. Jika f suatu fungsi dua perubah yang
terdefinisikan pada daerah R, maka integral ganda dua f pada R, ditulis
∫∫ ∫∫
R R
dxdy y x f atau dA y x f , ) , ( ) , (
didefinisikan sebagai
∫ ∫

·


R
n
i
P
A y x f atau dA y x f
1
1 1 1
0
) , ( lim ) , (
asalkan limit ini ada. Jika limit ini ada, fungsi f dikatakan terintegralkan
pada daerah R.
Dapat dibuktikan* bahwa jika f kontinu di dalam suatu daerah siku empat
terbuka H dan oleh karena itu di dalam dan pada batas daerah tertutup R, maka
integral ganda dua ini ada.
Eksistensi Integral Ganda Dua. Jika f suatu fungsi dua perubah pada suatu
daerah tertututp R yang batasnya suatu lengkungan tertututp yang mulus bagian
demi bagian pada bidang xy, maka integral ganda dua f pada R.
∫∫
R
dA y x f ) , (
ada.
Teorema ini memberikan syarat cukup untuk integral ganda dua itu agar
ada, tetapi tidak memberikan syarat perlu. Persyaratan yang lebih longgar
biasanya dibicarakan dalam buku-buku yang lebih mendalam.
Integral ganda dua memiliki sifat-sifat dasar yang serupa dengan sifat-
sifat integral fungsi suatu perubah.
Sifat-sifat Integral Ganda Dua. Andaikan R suatu daerah tertutup pada bidang xy.
(i) Jika c suatu konstanta dan f suatu fungsi dua perubah yang terintegralkan
pada R, maka cf terintegralkan pada R dan
∫∫ ∫∫
R R
dA y x f c atau dA y x cf . ) , ( ) , (
(ii) Jika f dan g fungsi terintegralkan pada R, maka
[ ]
∫∫ ∫∫ ∫∫
+ · ·
R R
dA y x g dA y x f dA y x g y x f ) , ( ) , ( ) , ( ) , (
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS II 3
(iii) Jika f dan g fungsi terintegralkan pada R dan f(x,y) ≤ g(x, y) untuk semua
(x, y) di dalam R, maka
∫∫ ∫∫

R R
dA y x g dA y x f . ) , ( ) , (
Bukti keempat sifat teorema ini serupa dengan bukti sifat-sifat yangs
erupa pada integral fungsi satu perubah.
Seperti halnya integral tentu fungsi satu perubah dapat ditafsirkan
sebagai suatu luas daerah datar, maka integral ganda dua dapat ditafsirkan
sebagai volume.
Seperti halnya integral tentu fungsi satu perubah dapat ditafsirkan
sebagai suatu luas daerah datar, maka integral ganda dua dapat ditafsirkan
sebagai volume.
Adaikan f(x, y) ≥ 0 untuk semua (x, y) di dalam daerah tertututp R. maka
f(xi, yi)∆ Ai, yaitu suku ke-I di dalam jumlah Riemann (1), adalah volume suatu
balok genjang (paralelepipedum) yang berluas alas ∆ Ai dan tingginya f(xi; yi).
Jumlah (1) merupakan volume suatu jumlah balok genjang semacam itu. dengan
mengambil norma lpl partisi cukup kecil, kita dapat membuat jumlah balok-balok
genjang itu mendekati sedekat mungkin benda pejal di bawah permukaan z = f(x,
y) yang alasnya adalah R dan yang sisinya adalah tabung-tabung yang tegak-
lurus pada bidang xy.
Definisi Volume. Andaikan f fungsi dua perubah yang kontinu pada suatu
daerah tertututp R yang dibatasi suatu kurva tertutup yang mulus bagian demi
bagian di bidang xy. Jika f(x, y) ≥ 0 untuk (x, y) di dalam R maka volume V
benda pejal di bawah permukaan z = f(x, y) dan di atas daerah R didefinisikan
sebagai nilai integral ganda dua f(x, y) pada R :
∫∫
·
R
dA y x f V ) , (
Contoh : Tentukan hampiran volume benda yang terbentuk di dalam oktan
pertama, dibatasi bidang-bidang koordinat, bidang x = 4 dan y = 8 dan
permukaan.
16
8 64
) , (
2
y x
y x f z
+ −
· ·
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS II 4
Solusi. Bentuk tersebut ditunjukkan dalam gambar 19-5. Untuk
menyederhanakan penghitungan, kita buatkan partisi alas siku empatnya,R,
yang terdiri dari 8 bujur sangkar yang sama luas; kita pilih titik-titik (xi, yi), I = 1,2,
….8, sebagai titik-titik tengah bujur-bujur sangkar tadi. Jadi
(x1, y1) = (1, 1), f(x1, y1) = 57/16.
(x2, y2) = (1, 3), f(x2, y2) = 65/16.
(x3, y3) = (1, 5), f(x3, y3) = 81/16.
(x4 y4) = (1, 7), f(x4, y4) = 105/16.
(x5, y5) = (3 1), f(x5, y5) = 41/16.
(x6, y6) = (3, 3), f(x6, y6) = 49/16.
(x7, y7) = (3, 5), f(x7, y7) = 65/16.
(x8, y8) = (3, 7), f(x8, y8) = 89/16.
Maka

∫ ∫
·
∆ · ·
8
1
) , ( ) , (
i
i i i
R
A y x f dA y x f V
138
16
) 89 65 49 41 105 81 65 57 ( 4
) , ( 4 ) , (
8
1
8
1
·
+ + + + + + +
· · ∆
∑ ∑
· · i i
yi xi f Ai yi xi f
Jadi hampiran volume benda diberikan adalah
∫∫
· ·
R
dA y x f V ) , (
138 satuan volume.
Dalam bagian 19.2 kita pelajari bagaimana menentukan secara eksak volume
benda ini. volumenya
3
2
138 satuan volume.
Latihan :
Dalam soal 1 sampai 4, R merupakan suatu daerah siku empat di bidang
xy, yang dibatasi garis x = 0, x = 6, y = 0, y = 4 dan p partisi R menjadi 6 bujur
sangkar sama luas yang dibuat oleh garis x = 2, x = 4 dan y = 2. Titik-titik (I, yi)
adalah titik-titik tengah 6 bujur sangkar itu. tentukan nilai hampiran integral ganda
dua ∫∫
R
dA y x f ) , (
untuk partisi ini pada R dan untuk pilihan (xi, yi) ini I = 1,2,
….,6. Buatlah sketsanya.
1. ) 3 4 48 (
6
1
) , ( y x y x f − − ·
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS II 5
2. ) 72 (
9
1
) , (
2
y y x f − ·
3. ) 3 36 (
6
1
) , (
2
y x y x f + − ·
4. ) 24 3 2 (
12
1
) , (
2 2
+ + · y x y x f
dalam soal 5 sampai 8, R dan p sama seperti pada soal 1 sampai 4, tetapi dalam
tiap bujur sangkar, (xi, yi) dipilih titik sudut tiap bujur sangkar yang terdekat ke
titik asal, I = 1,2,….,6. Hitung nilai hampiran integral ganda dua ∫∫
R
dA y x f ) , (

untuk partisi ini pada R dan untuk pilihan titik-titik (xi, yi) ini.
5. ) 3 4 48 (
6
1
) , ( y x y x f − − ·
6. ) 72 (
9
1
) , (
2
y y x f − ·
7. ) 3 36 (
6
1
) , (
2
y x y x f + − ·
8. ) 24 3 2 (
12
1
) , (
2 2
+ + · y x y x f
9. Tentukan hampiran volume benda yang dibatasi bidang z = 0, x = 0, x = 2, y
= -1, y = 2 dan permukaan z = ) 2 12 (
2
1
2
y x + − , jika alasnya yang siku
empat dibuat partisi terdiri dari 6 bujur sangkar sama luas dan titik-titik (xi, yi)
pada tiap bujur sangkar dipilih titik-titik sudut yang terdekat ke titik asal.
10. Tentukan hampiran volume benda yang dibatasi bidang z = 0, x = 3, x = -1,
x3 – y2), jika alasnya, R, dibuat partisi terdiri dari 3 siku empat yang dibentuk
garis y = 0 dan y = 1 dan titik-titik (xi, yi) dipilih titik-titik tengah 3 siku empat
itu.
MENGHITUNG INTEGRAL GANDA DUA DENGAN INTEGRAL BERULANG
Dalam bagian terdahulu telah kita definisikan integral ganda dua pada
suatu daerah tertutup R yang umum. Daerah R dibatasi suatu lengkungan
sebarang yang tertutup dan mulus bagian demi bagian di bidang xy. Tetapi
daerah datar yang dihadapi dalam mata kuliah pertama kalkulus, bisanya adalah
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS II 6
dua macam seperti yang ditunjukkan dalam gambar 19-6, atau daerah yang
dapat diuraikan menjadi sejumlah hingga daerah-daerah seperti itu.
Suatu daerah macam I di bidang xy adalah suatu daerah tertutup R yang
dibatasi garis x = a dan x = b dan kurva-kurva mulus y = φ 1(x) dan y = φ 2(x)
dengan φ 1(x) ≤ φ 2(x) untuk semua x dalam [a, b]. Jadi
(1)
)} ( ) ( , ) , {(
2 1
x y x b x a y x R φ φ ≤ ≤ ≤ ≤ ·
suatu daerah macam II di bidang xy adalah suatu daerah tertutup R yang
dibatasi garis y = c dan y = d, dengan c < d, dan dibatasi lengkungan-lengkungan
mulus x = ψ 1(y) dan x = ψ 2(y) denganψ 1(y) ≤ ψ 2(y) untuk semua y di dalam {c,
d}. jadi jika R daerah macam II.
(2)
} ), ( ) ( ) , {(
2 1
d y c y x y y x R ≤ ≤ ≤ ≤ · ψ ψ
Untuk selanjutnya dalam bab ini, lambang R akan selalu menyatakan
suatu daerah salah satu macam tadi. Perhatikan bahwa batas-batas daerah-
daerah tadi merupakan contoh sederhana lengkungan yang tertututp dan mulus
bagian demi bagian.
Seperti pada fungsi satu perubah, biasanya sukar sekali menentukan nilai
integral ganda dua dengan definisi saja. Pada fungsi satu perubah, teorema
dasar kalkulus membantu kita menghitung suatu integral tentu dengan
menggunakan anti turunan integrannya. Suatu integral ganda dua dapat dihitung
dengan apa yang dimaksud suatu integral berulang.
Pada membentuk turunan parsial kedua campuran suatu fungsi dua
perubah, mula-mula kita turunkan terhadap satu perubah dan menahan perubah
lainnya sebagai konstanta, kemudian hasilnya diturunkan terhadap perubah yang
lain itu. suatu integral berulang melibatkan prosedur yang serupa pada proses
kebalikannya yaitu pengintegralan. Suatu fungsi dua perubah diintegralkan
pertama kali terhadap satu perubahnya dengan menahan perubah yang lain
sebagai konstanta, kemudian hasilnya diintegralkan terhadap perubah yang lain
itu.
Lambang
∫ ∫
b
a
x
x
dx dy y x f
) ( 2
) ( 1
) , (
φ
φ
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS II 7
menyatakan integral berulang. Ini cara yang lebih pendek untuk menulis
( )
∫ ∫
b
a
x
x
dx dy y x f
) ( 2
) ( 1
) , (
φ
φ
yang artinya integral tentu yang di dalam

) ( 2
) ( 1
) , (
x
x
dy y x f
φ
φ
dihitung dulu
dengan mengganggap x sebagai konstanta selama pengintegralan terhadap y
ini. setelah disubstitusikan φ 1(x) dan φ 2(x) untuk y, hasilnya suatu fungsi x saja,
misalnya F(x), yang sekarang menjadi integran bagi integral tentu yang diluar

b
a
dx x F ) (
Contoh 1. Hitung integral berulang
∫ ∫

+
5
3
2
) 10 4 (
x
x
dx dy y x
solusi
∫ ∫ ∫ ∫

,
_

¸
¸
+ · +
− −
5
3
2 5
3
2
. ) 10 4 ( ) 10 4 ( dx dy y x dx dy y x
x
x
x
x
Mula-mula kita lakukan penintegralan bagian dalam terhadap y, sementara
menganggap x sebagai konstanta dan diperoleh.
[ ]
∫ ∫ ∫


+ · +
5
3
2
2
5
3
2
5 4 ) 10 4 ( dx y xy dx dy y x
x
x
x
x
=

+ − − +
5
3
2 2 4 3
)] 5 4 ( ) 5 4 [( dx x x x x
=
∫ 1
]
1

¸

− + · − +
5
3
5
3
3
4 5 2 3 4
3
) 4 5 [(
x
x x dx x x x
=
3
1
3393
Perhatikan pada integral berulang, integral bagian luar memiliki batas-batas
konstanta; jadi pengintegralan terakhir memiliki batas-batas konstanta.
Hitung integral berulang
∫ ∫
1
0
1
0
2
y
x
dy dx ye
∫ ∫ ∫ ∫

,
_

¸
¸
·
1
0 0
1
0 0
2 1
2 2
y y
x x
dy dx ye dxdy ye
= [ ]
∫ ∫
− ·
1
0
1
0
0 1
0
) 2 2 ( 2
1
dy ye ye dy ye
y
y
x
=
∫ ∫

1
0
1
0
2 2
2 ) ( dy y y d e
y
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS II 8
= [ ] 2
2
1
2 1
2
2
1
0
2
1
0
1
− ·
,
_

¸
¸
− − ·
1
]
1

¸

− e e
y
e
y
minat utama kita pada integral berulang berpangkal pada kenyataan bahwa
dalam keadaan yang tepat ia akan dapat dipakai untuk menghitung integral
ganda dua. Kita nyatakan di sini, tanpa bukti, suatu teorema dasar.
Penentuan Integral Ganda Dua. Misalkan f suatu fungsi dua perubah yang
kontinu di dalam daerah dan pada batas daerah R di bidang xy.
Jika R daerah macam 1, maka :
∫∫ ∫ ∫
·
R
b
a
x
x
dx dy y x f dA y x f
) (
) (
2
1
. ) , ( ) , (
φ
φ
Jika R daerah macam II, maka
∫∫ ∫ ∫
·
R
d
c
x
x
dy dx y x f dA y x f
) (
) (
2
1
. ) , ( ) , (
φ
φ
Menarik dan bermanfaat menafsirkan integral berulang secara geometri.
Misalkan R daerah macam; dan f(x,y) suatu fungsi yang kontinu dan tak negatif
pada R.
Perpotongan permukaan z = f(x, y) dan suatu bidang x = x dengan
b x a ≤ ≤ adalah suatu lengkungan K, yang sebagian dariapdanya di atas
daerah R. luas daerah rata di bawah lengkungan ini dan di atas bidang xy
diberikan oleh.

·
) (
) (
2
1
) , ( ) (
x
x
dy y x f x A
φ
φ
Jadi, dengan 8.3.4, integral berulang itu menjadi :
∫ ∫ ∫ ∫

,
_

¸
¸
·
b
a
x
x
b
a
x
x
dx dy y x f dx dy y x f
) (
) (
) (
) (
2
1
2
1
) , ( ) , (
φ
φ
ϕ
φ
=


·

∆ ·
b
a
n
i
p
x x A dx x A
1
1 1
0
) ( lim ) (
Tetapi A(x1)∆ xi merupakan volume suatu benda (suatu “keping”) yang memiliki
muka-muka sejajar berluas

) 1 (
) (
2
1 1
) , (
x
x
i
dy y x f
φ
φ
dan dengan ketebalan ∆ xi.
Jumlah volume-volume benda-benda ini (I = 1, 2, …, n) menghampiri volume
benda yang di bawah permukaan z = f(x,y), di atas bidang xy, di antara bidang x
= a dan x = b dan di antara permukaan-permukaan tabung y = φ 1(x) dan y =
φ 2(x). tambahan pula, penghampiran ini dapat dibuat sebaik mungkin dengan
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS II 9
membuat lpl cukup kecil. Tidaklah mengherankan bahwa integral ganda dua,
yang sama dengan volume benda itu (dengan 19.1.4) dapat dihitung dengan
integral berulang tadi.
Pembaca perlu memperhatikan bahwa ini suatu perumusan dari prosedur
yang digunakan untuk menentukan volume benda putar dengan metoda cincin
(Pasal 9.2). pengintegralan pertama pada integral berulang di atas memberikan
A(x) sebagai luas suatu penampang umum benda itu. langkah ini tidak
diperlukan pada benda putar karena penampang umumnya dalah suatu
lingkaran yang luasnya kita ketahui, π [f(x)]2. Pengintegralan kedua dalam
integral berulang,

b
a
dx x A , ) ( berpadanan dengan satu-satunya
pengintegralan dalam 9.2.1,

b
a
dx x f
2
)] ( [ π .
Contoh 3
Gunakan pengintegralan ganda dua untuk menentukan volume suatu
tetrahedron yang dibatasi bidang-bidang koordinat dan bidang 3x + 6y + 4z – 12
= 0
Solusi :
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS II 10
Kalkulus – 2
MODUL – 14
V O L U M E B E N D A
Pandang R daerah segitiga di bidang xy yang menjadi alas tetrahedron itu. kita
cari volume benda di bawah permukaan ) 2 4 (
4
3
y x z − − · dan di atas daerah R.
Bidang yang diberikan memotong bidang xy pada garis x + 2y – 4 = 0 dan
sebagian dari apdanya menjadi batas R. karena persamaan ini dapat ditulis y = 2
– x/2 dan x = 4 – 2y, R dapat dianggap daerah macam I.
(3)
¹
)
¹
¹
'
¹
− ≤ ≤ ≤ ·
2
2 0 , 4 0 ) , (
x
y x y x R
atau sebagai daerah macam II
{ } 2 0 , 2 4 0 ) , ( ≤ ≤ − ≤ ≤ · y y x y x R
Kita akan perlakukan R sebagai daerah macam I. hasilnya akan sama saja jika
kita anggap R daerah macam II. Pembaca boleh menyimaknya.
Dari.19.1.4, V volume benda itu adalah :
∫ ∫
− − ·
R
dA y x V ) 2 4 (
4
3
Pada menuliskan suatu integral berulang untuk menghitung integral ganda dua
ini, akan mudah menentukan batas-batas pengintegralan dari (3) jika kita ingat
bahwa integral bagian luar memiliki limit konstanta dan bahwa pengintegralan ini
dilakukan terakhir. Jadi
∫ ∫

− − ·
4
0
2 / 2
0
) 2 4 (
4
3
x
dx dy y x V
=
∫ ∫

,
_

¸
¸
− −
− 4
0
2 / 2
0
) 2 4 (
4
3
dx dy y x
x
= [ ]


− −
4
0
2 / 2
0
2
4
4
3
dx y xy y
x
=

+ −
4
0
2
) 8 16 (
16
3
dx x x
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS II 11
= . 4
3
4 16
16
3
4
0
3
2
·
1
]
1

¸

+ −
x
x x
Contoh 4
Tentukan volume benda di dalam oktan pertama (x ≥ 0, y ≥ 0, z ≥ 0) yang
dibatasi paraboloid bundar z = x
2
+ y
2
, tabung x
2
+ y
2
= 4 dan bidang-bidang
koordinat.
Solusi.
Daerah R dalam kuadran pertama di bidang xy dibatasi seperempat dari
lingkaran x
2
+ y
2
= 4 dan garis-garis x = 0 dan y = 0. Walaupun R dapat
dipandang sebagai daerah macam I ataupun daerah macam II, kita akan
perlakukan R sebagai daerah macam II dan kita tulis kurva-kurva batasnya
sebagai 0 , 4
2
· − · x y x dan y = 0. Maka
(4)
} 2 0 , 4 0 ) , {(
2
≤ ≤ − ≤ ≤ · y y x y x R
Kita hitung integral gadna dua ini dengan suatu integral berulang. Dengan
mengingat bahwa integral bagian luar pada suatu integral ebrulang memiliki
batas-batas konstanta, mudah dibaca batas-batas itu dari (4) dan kita tulis.
∫∫ ∫ ∫

+ · + ·
R
x
dy dx y x dA y x V
2
0
4
0
2 2 2 2
2
) ( ) (
=
dy y y y
∫ 1
]
1

¸

− + −
2
0
2 2 2 / 3 2
4 ) 4 (
3
1
Dengan substitui trigonometri y = 2 sin θ , integral terakhir dapat ditulis kembali
sebagai
∫ 1
]
1

¸

+
2 /
0
2 3
cos 2 cos sin 8 cos
3
8
x
dθ θ θ θ θ
=
∫ 1
]
1

¸

+
2 /
0
2 2 4
cos sin 16 cos
3
16
x
dθ θ θ θ
=

+ −
2 /
0
2 2 2
) sin 3 sin 1 ( cos
3
16
x
dθ θ θ θ
=

+
2 /
0
2 2 2
) cos sin 2 (cos
3
16
x
d n θ θ θ θ
= π θ θ θ 2 ) 2 sin
2
1
(cos
3
16
2 /
0
2 2
· +

x
d
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS II 12
Latihan :
Hitung integral berulang dalam soal 1 hingga 12.
1.
∫ ∫
−1
0
3
0
4
dx dy x
2.
∫ ∫
− 2
1
1
0
x
dx dy y
3.
∫ ∫

+
3
1
3
0
2 2
) (
y
dy dx y x
4.
∫ ∫


1
3
4
0
3 3
) (
x
dx dy y x
5.
∫ ∫

3
1
2
2
y
y
dy dx xey
6.
∫ ∫
+
5
1 0
2 2
3
x
dx dy
y x
7.
∫ ∫
1
2 / 1
2
0
2
) cos(
x
dx dy x π
8.
∫ ∫
4 /
0
cos 2
0
x
d dr r
θ
θ
9.
∫ ∫
2 /
4 / 2 /
2
csc
x
x
r
x
dr dθ θ
10.
∫ ∫
9 /
0
3
4 /
2
sec
x r
x
dr dθ θ
11.
∫ ∫
2 /
0
2
0
)
2
1
sin(
x y
dy dx x y
12.
∫ ∫
2 /
6 /
sin
0
cos 6
x
x
d dr r
θ
θ θ
13. Dengan pengintegralan ganda dua, tentukan volume tertrahedron yang
dibatasi bidang-bidang koordinat dan bidang 20x + 12y + 15z – 60 = 0.
14. Dengan pengintegralan ganda dua, tentukan volume tetrahedron yang
dibatasi bidang-bidang koordinat dan bidang 3x + 4y + 2z – 12 = 0.
15. Dengan pengintegralan ganda dua, tentukan volume tetrahedron yang
dibatasi bidang-bidang koordinat dan bidang x= 5 dan y + 2z – 4 = 0.
16. Tentukan volume benda dalam oktan pertama yang dibatasi bidang-bidang
koordinat dan bidang 2x + y – 4 = 0 dan 8x + y – 4z = 0.
17. Tentukan volume benda dalam oktan pertama yang dibatasi permukaan 9x
2
+
4y
2
= 36 dan bidang 9x + 4y – 6z = 0.
18. Tentukan volume benda dalam oktan pertama yang dibatasi permukaan 9x
2

x
2
– y
2
dan bidang-bidang koordinat.
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS II 13
19. Tentukan volume daerah yang dibatasi tabung parabol x2 = 4y dan bidang r
dan bidang x = 0, z = 0 dan 5y + 9z – 45 = 0
20. Tentukan volume daerah dalam oktan pertama yang dibatasi permukaan 16x
2
+ 9y
2
– 144 = 0, bidang 16x + 9y – 12z = 0 dan bidang-bidang koordinat.
TERAPAN LAIN INTEGRAL GANDA DUA
Dalam seluruh bagian ini f diandaikan fungsi kontinu dua perubah pada
suatu daerah tertutup R di bidang xy.
Jika f fungsi konstan yang nilainya 1, sehingga f(x, y) = 1 untuk semua (x,
y) dalam R, maka integral ganda dua menjadi ∫∫
R
dA.
Jika dihitung dengan
integral berulang, ia menjadi.
∫∫ ∫ ∫ ∫
− · ·
R
b
a
x
x
b
a
dx x x dx dy dA
) ( 2
) ( 1
)) ( 1 ) ( 2 (
φ
φ
φ φ
atau
∫∫ ∫ ∫ ∫
− · ·
R
d
c
y
y
d
c
dy x y dy dx dA
) ( 2
) ( 1
)) ( 1 ) ( 2 (
ψ
ψ
ψ ψ
Pada kedua kasus itu, ruas kanan integral memberikan luas daerah R.
Jadi luas R adalah
∫∫
·
R
dA A
Perhatikan bahwa apabila f(x, y) = 1 untuk semua (x, y) dalam R, ∫∫
R
dA 1
dapat
juga ditafsirkan sebagai volume suatu tabung tegak dengan alas R dan tinggi 1.
Banyaknya satuan volume dalam volume benda inia dalah sama dengan
banyaknya satuan luas dalam luas alas R.
Contoh 1
Tentukan luas daerah R di bidang xy, di antara sumbu y dan garis x = π /4, di
bawah kurva y = cos x dan di atas y = sin x.
Solusi karena
¹
)
¹
¹
'
¹
≤ ≤ ≤ ≤ · x y x x y x R cos sin ,
4
0 ) , (
π
maka dapat ditulis
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS II 14
∫∫ ∫ ∫
· ·
R
x
x
dx dy dA A
4 /
0
cos
sin
π
= [ ]
∫ ∫
− ·
4 /
0
4 /
0
cos
sin
) sin (cos
π π
dx x x dx y
x
x
= [ ] 1 2 cos sin
4 /
0
− · +
π
x x
Pandang suatu lamina L (uatu pelat tipis yang berketebalan seragam)
yang alasnya adalahd aerah R di bidang xy. Jika lamina itu homogen maka
kepadatannya didefinisikan sebagai massanya untuk tiap satuan luas R.
Dalam bagian 9.8 telah kiya bicarakan momen suatu lamina homogen
terhadap sumbu x atau sumbu y dan juga pusat massanya. Kita ingin
mendefinisikan momen terhadap sumbu-sumbu koordinat, serta juga pusat
massa, dari suatu lamina tak homogen, yaitu yang kepadatannya berubah-ubah
dari titik ke titik dalam R. tetapi, pertama, kita harus melihat apa yang dimaksud
dengan kepadatan pada suatu titik pada suatu lamina tak homogen.
Andaikan P : (x, y) suatu titik yang dipilih sebarang (tetapi tetap) dalam
suatu daerah R dan andaikan Q: (x + ∆ x, y + ∆ y) suatu titik sebarang dalam R
sedemikian sehingga daerah siku empat terbuka yang memiliki titik P dan Q
sebagai dua titik sudut yang berseberangan, seluruhnya etrletak dalam R.
nyatakan panjang lPQL diagonal siku empat itu dengan d, luas siku empat itu
∆ A, serta massa lamina siku empat dengan alas siku empat itu dengan ∆ m.
Maka
A
m


disebuty kepadatan rata-rata tiap satuan luas lamina siku empat tadi.
Jika
A
m
d


→0
lim
ada, maka limit ini dinamakan kepadatan lamina L di titik P: (x,y).
Suatu fungsi p berperubah dua disebut suatu fungsi kepadatan suatu
daerah datar R jika :
1. p kontinu pada R.
2. p(x, y) ≥ o untuk semua (x, y) dalam R;
3. jika p suatu fungsi konstan yang nilainya k, maka massa ∆ m suatu lamina
sebarang dalam R, seperti diterangkan terdahulu, adalah k ∆ A.
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS II 15
Massa total lamina yang beralas R didefinisikan sebagai
∫∫
·
R
dA y x p M ) , (
dengan p(x,y) sebagai kepadatannya pada titik (x, y) pada R.
Sekarang akan kita definisikan momen terhadap sumbu koordinat dan juga
massa dari suatu lamina tak homogen.
Definisi Momen (atau momen pertama) massa M lamina terhadap sumbu x
adalah :
; ) , (
∫∫
·
R
x
dA y x p y M
momen (atau momen pertama) dari M terhadap sumbu y adalah
; ) , (
∫∫
·
R
y
dA y x p x M
dan pusat massa lamina, atau titik pusat (sentroid) daerah R adalah titik (x, y)
dengan
∫ ∫
∫ ∫
· ·
R
R
y
dA y x p
dA y x xp
M
M
x
) , (
) , (
∫ ∫
∫ ∫
· ·
R
R x
dA y x p
dA y x yp
M
M
y
) , (
) , (
Jadi, My = Mx dan Mx = My, yang dapat ditafsirkan bahwa momen
pertama lamina terhadap sumbu koordinat adalah sama dengan massa lamina
dikalikan panjang “tangkai lengannya” yaitu jarak tegak-lurus dari sumbu itu ke
sentoridnya. Dapat disimpulkan bahwa dalam diskusi momen pertama suatu
lamina, massa lamina itu dapat, untuk mudahnya, dianggap terpusat pada
sentroid itu.
Contoh 2
Suatu lamina yang kepadatannya yang berubah-ubah diberikan sebagai p(x, y) =
xy, dibatasi sumbu x, garis y = 8, lengkungnya y = x
2/3
. Tentukan massanya M,
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS II 16
momen-momen pertamanya terhadap sumbu-sumbu koordinat, My dan Mx, dan
pusat massanya (x, y).
Solusi : Daerah R adalah
} 0 , 8 0 ) , {(
3 / 2
x y x y x R ≤ ≤ ≤ ≤ ·
Maka :
∫∫ ∫ ∫ ∫
· · · ·
R
x
dx x dx dy xy dA y x p M
8
0 0
8
0
3 / 7
3 / 2
5
768
2
1
) , (

∫∫ ∫ ∫ ∫
· · · ·
R
x
dx x dx dy xy dA y x yp M
8
0 0
8
0
3 2
3 / 2
3
1024
3
1
) , (
∫∫ ∫ ∫ ∫
· · · ·
R
x
y
dx x dx dy y x dA y x xp M
8
0 0
8
0
3 / 10 2
3 / 2
13
288 , 12
2
1
) , (
9
2
2 ,
13
2
6 · · · ·
M
M
y
M
M
x
x
y
Dalam bab 9 telah kita definisikan momen pertama suatu lamina
homogen terhadap sumbu koordinat. Definisi-definisi dalam Bab 9 itu dapat
dengan mudah dilihat sebagai pengkhususan definisi yang lebih umum dalam
bagian ini. karena lamina homogen, p(x, y) = k dengan k suatu konstanta, untuk
semua (x, y) dalam R. jadi 19,3.1 akan memberikan ∫ ∫
·
R
x
kydA M
.
Jika kita nyatakan R sebagai suatu daerah macam II, maka
∫∫ ∫ ∫ ∫
− · · ·
R
d
c
y
y
d
c
x
dy y y y k dy dx ky kydA M
) ( 2
) ( 1
1 2
; )] ( ) ( [
ψ
ψ
ψ ψ
dan jika kita nyatakan R sebagai daerah macam I, maka
∫∫ ∫ ∫ ∫
− · · ·
R
b
a
x
x
b
a
y
dx x x x k dx dy kx kxdA M
) ( 2
) ( 1
1 2
; )] ( ) ( [
φ
φ
φ φ
Integral untuk My ini identik dengan yang tercakup dalam 9.8.4 (I); integral untuk
Mx dengan eprubah y bebas dalam [c, d], dapat diperoleh dari 9.8.4 (I) dengan
menukar x dengan y dan mengganti a dan b dengan c dan d.
Kita telah melihat bahwa energi kinetis suatu partikel bermassa m dengan
kecepatan v yang bergerak pada suatu garis lurus adalah
KE =
2
2
1
kmv
Dengan k suatu konstanta.
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS II 17
Jika tidak bergerak sepanjang suatu garis lurus tetapi partikel itu berputar
terhadap suatu sumbu dengan suatu kecepatan sudut ω radian per detik, maka
kecepatan linearnya adalah v = rω dengan r merupakan radius lintasnya yang
berbentuk lingkaran. Dengan mensubstitusikan ini ke dalam (2), kita peroleh
2 2 2
) (
2
1
) (
2
1
ω ω m r k r km KE · ·
Ungkapan r
2
m pada ruas kanan disebut momen inesia partikel tersebut dan
ditandai dengan I, yaitu :
I = r
2
m.
Jadi untuk partikel yang berputar itu,
2
2
1
ω kI KE ·
Jelas dari (2) dan (3) bahwa momen insersia suatu benda dalam gerakan
putar, memainkan peran yang serupa dengan momen inersia massa benda itu
dalam gerak rektilinear.
Untuk suatu sistem n partikel pada suatu bidang, yang bermassa m1, m2,
…, mn dan yang berjarak r1, r2,…rn dari suatu garis I di bidang itu, maka momen
inersia sistem itu terhadap l didefinisikan sebagai

·
· + + + ·
n
i
i n n
r m r m r m r m I
1
2
1
2
2 1
...
2
2
1
2
Jika L suatu lamina pada suatu daerah R di bidang xy, maka wajar untuk
mendefinisikan momen inersianya terhadap sumbu-sumbu koordinat sebagai
berikut.
Definisi. Andikan L suatu lamina pada suatu daerah R di bidang xy dan memiliki
fungsi kepadatan p. momen inersia (atau momen kedua) L terhadap sumbu x
dan y adalah masing-masing.
∫∫ ∫∫
· ·
R R
y x
dA y x p x I dan dA y x p y I . ) , ( ) , (
2 2
Momen inersia terhadap sumbu z (atau momen inersia kutub terhadap titik asal
0) adalah :
∫ ∫
+ · + ·
R
y x
dA y x P y x I I I ) , ( ) (
2 2
0
Contoh 3. Tentukan momen inersia terhadap sumbu x dan y untuk lamina pada
Contoh 2 dan juga tentukan momen inersia kutubnya.
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS II 18
Solusi. Dari 19.3.3
∫ ∫ ∫ ∫ ∫
· · · ·
R
x
x
dx x dx dy xy dA xy I
8
0 0
8
0
3 / 11 3 2
3 / 2
7
6144
4
1
∫∫ ∫ ∫ ∫
· · · ·
R
x
y
dx x dx dy y x ydA x I
8
0 0
8
0
3 / 11 3 2
3 / 2
6144
2
1
7
152 . 49
0
· + ·
y x
I I I
Jika kita bandingkan definisi momen (untuk massa) dengan definisi
momen inersia, dapat kita lihat bahwa yang terdahulu itu menggunakan kuasa
(pangkat) satu dari jarak ke sumbu sedangkan yang kedua menggunakan kuasa
(pangkat) dau. Untuk inilah maka momen (untuk massa) acapkali dinamakan
momen pertama dan momen inersia disebut momen kedua.
Walaupun kita perkenalkan konsep momen pertama dan kedua melalui
penggunannya dalam mekanik, ini juga penting dalam bidang-bidang lain,
terutama dalam statistika dan teori kemungkinan.
Jari-jari kitaran suatu lamina L terhadap suatu sumbu adalah suatu
bilangan sedemikian sehingga.
M
I
r ·
2
dengan I momen inersia L terhadap sumbu itu dan M massa lamina L.
biasanya lebih mudah pada pembicaraan momen inersia lamina, jika dipandang
seluruh massa lamina itu seolah-olah terpusatkan apda suatu titik pada lamina
itu, yang jaraknya dari sumbu tadi adalah r, yaitu jari-jari kitaran.
TEOREMA GREEN
Ada sebuah teorema penting yang menunjukkan suatu integral ganda
dua pada suatu daerah R, sebagai suatu integral lengkungan sepanjang
lengkungan batas daerah itu, yang memungkinkan kita menyatakan yang satud
engan yang lainnya. Teorema ini mendapat nama dari George Green (1793-
1841), seorang matematikawan Inggris yang maju karena belajar sendiri yang
menulis tentang teori matematika untuk kelistrikan dan kemagnetan, aliran fluida,
cahaya dan suara.
Teorema Green. Misalkan P dan Q dua fungsi dua perubah yang kontinu dan
memiliki turunan parsial pertama yang kontinu di dalam suatu daerah siku emapt
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS II 19
H di bidang xy. Jika C suatu kurva yang mulus bagian demi bagian sederhana
dan tertutup, serta seluruhnya terletak did alam H dan jika R daerah berbatas
yang dikurung C, maka
∫ ∫∫

,
_

¸
¸





· +
c
R
dA
y
P
x
Q
dy y x Q dx y x P ) , ( ) , (
Lambang

c
berarti bahwa integral lengkungan diambil satu kali seputar
lintas C yang etrtututp dalam arah lawan jarum jam seperti ditunjukkan
panahnya.
Teorema Green mudah dimengerti dan diterapkan. Tetapi bukti teorema
itu untuk tiap daerah yang mempunyai lengkungan yang sederhana, tertutup dan
m,ulus bagian demi bagian sebagai batasnya, adalah terlalu sukar untuk suatu
mata kuliah pertama kalkulus.
Namun demikian, agak mudah membuktikan teorema Green untuk
daerah R yang berbentuk macam I dan macam II, maupun untukd aerah yang
dapat diuraikan dengan beberapa ruas garis atau ruas lengkungan yang menjadi
sejumlah hingga daerah-daerah yang lebih kecil, yang masing-masing daerah
macam I dan macam II.
Suatu bukti teorema Green untuk daerah-daerah semacam itu diajukan
berikut ini.
Bukti. Anggap R suatu daerah di bidang xy yang macam I dan macam II
sekaligus. Jika diperlukan sebagai daerah macam I kita peroleh :
∫ ∫ ∫
− ·
c
b
a
b
a
dx x x P dx x x P dx y x P )) ( , ( )) ( , ( ) , (
2 1
φ φ
= -
∫ ∫ ∫∫


− ·


b
a
x
x
R
dA y x P
y
dydx y x P
y
) ( 2
) ( 1
) , ( ) , (
φ
φ
dengan x parameter C, yaitu
∫ ∫∫


− ·
c
R
dA y x P
y
dx y x P ) , ( ) , (
Serupa itu pula, dengan memperlakukan R sbagai daerah macam II dan dengan
mengambil y sebagai parameter C, dapat kita tulis
∫ ∫ ∫
− ·
c
d
c
d
c
dy y y Q dy y y Q dy y x Q ) ), ( ( ) ), ( ( ) , (
1 2
ψ ψ
=
∫ ∫ ∫∫


·


d
c
y
y
R
dA y x Q
x
dy dx y x Q
x
) ( 2
) ( 1
) , ( ) , (
ψ
ψ
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS II 20
atau
∫ ∫∫


·
c
R
dA y x Q
x
dy y x Q ) , ( ) , (
Jika kita jumlahkan persamaan (1) dan (2), suku dengan suku, kita peroleh
teorema Green untuk daerah R yang dipersederhana.
Apabila R suatu daerah yang dapat diuraikan dengan potongan-potongan
garis atau kurva menjadi sejumlah hingga daerah-daerah lebih kecil, masing-
masing macam I dan macam II, maka untuk teorema Green yang
disederhanakan, yang baru saja kita buktikan, dapat diterapkan pada tiap daerah
yang lebih kecil itu. Karena integral lengkungang diambil menelusuri batas tiap
daerah bagian itu dengan arah lawan jarum jam, maka integral itu diambil
sepanjang tiap garis putus-putus dua kali, sekali pada suatu arah dan sekali lagi
dalam arah yang berlawanan sehingga saling menidakan. Jadi jumlah integral-
integral lengkungan seputar batas-batas daerah-daerah bagian itu adalah tak lain
daipada nilai integral kurva seputar C.
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS II 21

Andaikan f suatu fungsi dua perubahan yang didefinisikan dalam suatu daerah siku empat terbuka H. andaikan pula C suatu lengkungan mulus bagian demi bagian yang seluruhnya terletak di dalam H. Pandang daerah tertututp R yang terdiri dari semua titik di dalam atau pada lengungan mulus bagian demi bagian C. dengan garis-garis lurus yang sejajar sumbu koordinat, daerah R ditutup suatu kisi-kisi yang terdiri dari sejumlah hingga siku empat. siku-siku empat itu yang terletak di dalam atau pada batas R, memebntuk partisi p untuk; siku-siku empat itu diberi nomor dari 1 hingga n menurut cara terbaik yang dipilih sebarang. Siku-siku empat partisi kelihatan diarsir dalam Gambar 19-3. Tandai panjang sisi-sisi siku empat partisi ke-I dengan lambang ∆ x1 dan ∆ y1 dan luasnya adalah ∆ Ai = ∆ xi∆ yi (I = 1,2….,n). yang dimaksudkan dengan norma [p] suatu partisi p untuk R, adalah garis diagonal terpanjang dari semua siku-siku empat di dalam partisi p itu. Karena f didefinisikan di dalam H, ia didefinisikan di dalam dan pada batas R Andaikan (x1, y1) suatu titik sebarang yang dipilih di dalam siku empat partisi ke-I, I = 1,2,……,n. maka jumlah
n

(1)

∑ f ( x , y )∆Ai
i =1 1 1

dinamakan jumlah Riemann untuk f(x, y) pada R. Tampak bahwa ruang-ruang putih kosong di dalam daerah R di dalam gambar 19-3 dapat dibuat sekecil mungkin dengan menggunakan banyak garis untuk membentuk kisi-kisi; dengan demikian norma [p] partisi akan cukup kecil. Mislkan L suatu bilangan. Jika untuk tipe ε sedemikian sehingga
n

> 0 ada suatu δ

> 0

∑ f ( x , y )∆A
i 1 i =1

1

−L < ∈

untuk tiap partisi p untuk R dengan norma [p] <δ , maka L disebut limit jumlah Riemann (1) untuk [p] → 0. Ini ditulis

lim

p →0

∑ f ( x , y )∆Ai = L
i =1 1 1

n

Definisi Integral Ganda Dua.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Sonny Koeswara M.Sc. KALKULUS II

2

y )dxdy . R didefinisikan sebagai n ∫ ∫f ( x. maka integral ganda dua ini ada. KALKULUS II 3 . fungsi f dikatakan terintegralkan pada daerah R. y )dA R ada. Jika f suatu fungsi dua perubah yang terdefinisikan pada daerah R. (i) Jika c suatu konstanta dan f suatu fungsi dua perubah yang terintegralkan pada R. y )∆A i =1 1 1 1 asalkan limit ini ada. Teorema ini memberikan syarat cukup untuk integral ganda dua itu agar ada. y )dA + ∫∫g ( x. maka integral ganda dua f pada R. y ) ] dA =∫∫ f ( x. ∫∫ f ( x. y)dA R atau lim P →0 ∑ f ( x . Integral ganda dua memiliki sifat-sifat dasar yang serupa dengan sifatsifat integral fungsi suatu perubah. y)dA R atau c ∫∫ f ( x. Andaikan R suatu daerah tertutup pada bidang xy. tetapi tidak memberikan syarat perlu. Dapat dibuktikan* bahwa jika f kontinu di dalam suatu daerah siku empat terbuka H dan oleh karena itu di dalam dan pada batas daerah tertutup R. R (ii) Jika f dan g fungsi terintegralkan pada R. Persyaratan yang lebih longgar biasanya dibicarakan dalam buku-buku yang lebih mendalam. Eksistensi Integral Ganda Dua. maka ∫∫[ R f ( x. y ) dA. y )dA R atau ∫∫ f ( x. ditulis ∫∫ f ( x. y ) = g ( x. Jika f suatu fungsi dua perubah pada suatu daerah tertututp R yang batasnya suatu lengkungan tertututp yang mulus bagian demi bagian pada bidang xy.Sc. y )dA R PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sifat-sifat Integral Ganda Dua. maka cf terintegralkan pada R dan ∫∫cf ( x. maka integral ganda dua f pada R. Jika limit ini ada.Andaikan R suatu daerah tertutup di dalam bidang xy yang dibatasi suatu kurva yang mulus bagian demi bagian. Sonny Koeswara M.

adalah volume suatu balok genjang (paralelepipedum) yang berluas alas ∆ Ai dan tingginya f(xi. y) ≥ 0 untuk (x. Jumlah (1) merupakan volume suatu jumlah balok genjang semacam itu. KALKULUS II 4 . y )dA R Contoh : Tentukan hampiran volume benda yang terbentuk di dalam oktan pertama. dengan mengambil norma lpl partisi cukup kecil. yaitu suku ke-I di dalam jumlah Riemann (1). kita dapat membuat jumlah balok-balok genjang itu mendekati sedekat mungkin benda pejal di bawah permukaan z = f(x. bidang x = 4 dan y = 8 dan permukaan. Andaikan f fungsi dua perubah yang kontinu pada suatu daerah tertututp R yang dibatasi suatu kurva tertutup yang mulus bagian demi bagian di bidang xy. y) pada R : V = ∫∫ f ( x. z = f ( x. y) di dalam daerah tertututp R. y )dA R ≤ ∫∫g ( x.(iii) Jika f dan g fungsi terintegralkan pada R dan f(x. y) untuk semua (x. maka integral ganda dua dapat ditafsirkan sebagai volume. Definisi Volume. y )dA . Seperti halnya integral tentu fungsi satu perubah dapat ditafsirkan sebagai suatu luas daerah datar. R Bukti keempat sifat teorema ini serupa dengan bukti sifat-sifat yangs erupa pada integral fungsi satu perubah. Seperti halnya integral tentu fungsi satu perubah dapat ditafsirkan sebagai suatu luas daerah datar. maka f(xi. Jika f(x. dibatasi bidang-bidang koordinat. y) dan di atas daerah R didefinisikan sebagai nilai integral ganda dua f(x.y) ≤ g(x. y) di dalam R. yi)∆ Ai. y) yang alasnya adalah R dan yang sisinya adalah tabung-tabung yang tegaklurus pada bidang xy. Adaikan f(x. y ) = 64 − 8 x + y 2 16 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. maka ∫∫ f ( x. maka integral ganda dua dapat ditafsirkan sebagai volume.Sc. Sonny Koeswara M. yi). y) di dalam R maka volume V benda pejal di bawah permukaan z = f(x. y) ≥ 0 untuk semua (x.

kita buatkan partisi alas siku empatnya. …. 1). y ) = 1 (48 − 4 x − 3 y ) 6 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. y8) = 89/16. 7). (x3. yi). (x8. 3 ∫∫ f ( x. y6) = 49/16. 3).2. y = 0. I = 1. f(x3. R Dalam bagian 19. (x2.6. f(x5.R. y1) = (1. f ( x. y7) = (3. sebagai titik-titik tengah bujur-bujur sangkar tadi.Solusi. 8 V = ∫ ∫f ( x. y2) = (1. (x7. y5) = (3 1). y ) dA = 138 satuan volume. Bentuk tersebut ditunjukkan dalam gambar 19-5. y = 4 dan p partisi R menjadi 6 bujur sangkar sama luas yang dibuat oleh garis x = 2. Maka f(x1. (x4 y4) = (1. tentukan nilai hampiran integral ganda dua 2 satuan volume. f(x6. y8) = (3. f(x8.Sc.. y2) = 65/16. f(x2. yang dibatasi garis x = 0. x = 6. 5). KALKULUS II 5 . y i ) ∆Ai R i =1 ∑ f ( xi. …. Buatlah sketsanya. yi) ini I = 1. y3) = 81/16. 1. y )dA R untuk partisi ini pada R dan untuk pilihan (xi. (x5. Titik-titik (I. yi) = i =1 i =1 8 8 4(57 + 65 + 81 + 105 + 41 + 49 + 65 + 89) = 138 16 Jadi hampiran volume benda diberikan adalah V = ∫∫ f ( x. kita pilih titik-titik (xi. Sonny Koeswara M. Jadi (x1. Untuk menyederhanakan penghitungan. volumenya 138 Latihan : Dalam soal 1 sampai 4. (x6. f(x4.2 kita pelajari bagaimana menentukan secara eksak volume benda ini. y5) = 41/16. y ) dA =∑ f ( xi . y3) = (1. y4) = 105/16. R merupakan suatu daerah siku empat di bidang xy. 5). y7) = 65/16.2. f(x7. yi)∆Ai = 4∑ f ( xi.8. y6) = (3. x = 4 dan y = 2. y1) = 57/16. 7). yang terdiri dari 8 bujur sangkar yang sama luas. 3). yi) adalah titik-titik tengah 6 bujur sangkar itu.

Tentukan hampiran volume benda yang dibatasi bidang z = 0.. 3. R. 9.2. x3 – y2). y ) = f ( x. yi) dipilih titik sudut tiap bujur sangkar yang terdekat ke titik asal. MENGHITUNG INTEGRAL GANDA DUA DENGAN INTEGRAL BERULANG Dalam bagian terdahulu telah kita definisikan integral ganda dua pada suatu daerah tertutup R yang umum. 7.2. Daerah R dibatasi suatu lengkungan sebarang yang tertutup dan mulus bagian demi bagian di bidang xy. yi) ini. jika alasnya. yi) pada tiap bujur sangkar dipilih titik-titik sudut yang terdekat ke titik asal. y )dA R f ( x. y ) = 1 (2 x 2 + 3 y 2 + 24 ) 12 Tentukan hampiran volume benda yang dibatasi bidang z = 0. Hitung nilai hampiran integral ganda dua untuk partisi ini pada R dan untuk pilihan titik-titik (xi.Sc. y ) = 1 (2 x 2 + 3 y 2 + 24 ) 12 dalam soal 5 sampai 8. ∫∫ f ( x. 10. y = 2 dan permukaan z = 1 (12 − 2 x + y 2 ) .…. I = 1. yi) dipilih titik-titik tengah 3 siku empat itu. 6. 8. tetapi dalam tiap bujur sangkar. x = 0. x = 2. y ) = 1 (72 − y 2 ) 9 1 (36 − x 2 + 3 y ) 6 f ( x. y ) = f ( x. x = 3. Sonny Koeswara M.6. jika alasnya yang siku 2 empat dibuat partisi terdiri dari 6 bujur sangkar sama luas dan titik-titik (xi. (xi. R dan p sama seperti pada soal 1 sampai 4. KALKULUS II 6 . x = -1. dibuat partisi terdiri dari 3 siku empat yang dibentuk garis y = 0 dan y = 1 dan titik-titik (xi. Tetapi daerah datar yang dihadapi dalam mata kuliah pertama kalkulus. 4. y ) = 1 (72 − y 2 ) 9 1 (36 − x 2 + 3 y ) 6 f ( x. y ) = 1 (48 − 4 x − 3 y ) 6 f ( x. y = -1. bisanya adalah PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. f ( x. 5.

kemudian hasilnya diturunkan terhadap perubah yang lain itu. Suatu daerah macam I di bidang xy adalah suatu daerah tertutup R yang dibatasi garis x = a dan x = b dan kurva-kurva mulus y = φ 1(x) dan y = φ 2(x) dengan φ 1(x) ≤ φ 2(x) untuk semua x dalam [a. Pada fungsi satu perubah. c ≤ y ≤ d } Untuk selanjutnya dalam bab ini. dan dibatasi lengkungan-lengkungan mulus x = ψ 1(y) dan x = ψ 2(y) denganψ 1(y) ≤ ψ 2(y) untuk semua y di dalam {c. mula-mula kita turunkan terhadap satu perubah dan menahan perubah lainnya sebagai konstanta. biasanya sukar sekali menentukan nilai integral ganda dua dengan definisi saja.dua macam seperti yang ditunjukkan dalam gambar 19-6. b]. suatu integral berulang melibatkan prosedur yang serupa pada proses kebalikannya yaitu pengintegralan. teorema dasar kalkulus membantu kita menghitung suatu integral tentu dengan menggunakan anti turunan integrannya. y ) a ≤ x ≤ b. φ1 ( x ) ≤ y ≤φ2 ( x )} suatu daerah macam II di bidang xy adalah suatu daerah tertutup R yang dibatasi garis y = c dan y = d. Sonny Koeswara M. KALKULUS II 7 . Lambang b ∫∫ φ a φ2 ( x ) 1( x ) f ( x. Pada membentuk turunan parsial kedua campuran suatu fungsi dua perubah. jadi jika R daerah macam II. Perhatikan bahwa batas-batas daerahdaerah tadi merupakan contoh sederhana lengkungan yang tertututp dan mulus bagian demi bagian. Seperti pada fungsi satu perubah. atau daerah yang dapat diuraikan menjadi sejumlah hingga daerah-daerah seperti itu. (2) R ={( x. kemudian hasilnya diintegralkan terhadap perubah yang lain itu. lambang R akan selalu menyatakan suatu daerah salah satu macam tadi.Sc. d}. Jadi (1) R ={( x. Suatu integral ganda dua dapat dihitung dengan apa yang dimaksud suatu integral berulang. dengan c < d. y ) ψ1 ( y ) ≤ x ≤ψ2 ( y ). Suatu fungsi dua perubah diintegralkan pertama kali terhadap satu perubahnya dengan menahan perubah yang lain sebagai konstanta. y ) d d y x PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.

Sc.menyatakan integral berulang. Ini cara yang lebih pendek untuk menulis ∫( ∫ φ b a φ2 ( x ) 1( x ) f ( x. misalnya F(x). Sonny Koeswara M. Hitung integral berulang 1 y1 ∫∫ 0 0 2 ye x d d x y 1 ∫∫ 0 1 y2 0 1 y 2 ye x dxdy = ∫ ∫ 2 ye x dx  dy   0 0  = = ∫ [2 ye ] 1 0 1 x y 0 dy = ∫ ( 2 ye y1 − 2 ye 0 ) dy 0 1 0 1 ∫e 0 1 y2 d ( y 2 ) −2 ∫ y dy PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. setelah disubstitusikan φ 1(x) dan φ 2(x) untuk y. sementara menganggap x sebagai konstanta dan diperoleh. yang sekarang menjadi integran bagi integral tentu yang diluar ∫ b a F ( x )d x Contoh 1. jadi pengintegralan terakhir memiliki batas-batas konstanta. Hitung integral berulang ∫∫ 3 5 x2 −x ( 4 x +10 y ) dy dx solusi ∫∫ 3 5 x2 −x 5 x2 ( 4 x +10 y ) dy dx = ∫ ∫ ( 4 x +10 y ) dy dx . y ) dy ) dx yang artinya integral tentu yang di dalam ∫ φ φ2 ( x ) 1( x ) f ( x. KALKULUS II 8 . integral bagian luar memiliki batas-batas konstanta.   3  −x  Mula-mula kita lakukan penintegralan bagian dalam terhadap y. y ) d y dihitung dulu dengan mengganggap x sebagai konstanta selama pengintegralan terhadap y ini. 5 x2 5 ∫∫ 3 −x ( 4 x +10 y )dy dx = ∫ 4 xy + 5 y 2 3 [ ] x2 −x dx = ∫ [( 4 x 3 5 5 3 + 5 x 4 ) − (−4 x 2 + 5 x 2 )] dx 5  x3  = ∫3 [(5 x 4 + 4 x 3 − x 2 )dx = x 5 + x 4 −  3 3  = 3393 1 3 Perhatikan pada integral berulang. hasilnya suatu fungsi x saja.

n) menghampiri volume benda yang di bawah permukaan z = f(x. y )dA R =∫ d c ∫ φ φ2 ( x ) 1 ( x) f ( x. luas daerah rata di bawah lengkungan ini dan di atas bidang xy diberikan oleh. y) dan suatu bidang x = x dengan a ≤ x ≤ b adalah suatu lengkungan K. Misalkan R daerah macam. tanpa bukti. y )dA R =∫ a ∫ φ φ2 ( x ) 1 ( x) f ( x. Jumlah volume-volume benda-benda ini (I = 1. Jika R daerah macam 1.Sc.y) suatu fungsi yang kontinu dan tak negatif pada R. y ) dx dy . Perpotongan permukaan z = f(x. y ) dy dx . Kita nyatakan di sini. A( x ) = ∫ φ2 ( x ) φ1 ( x ) f ( x .y). dan f(x.3. Menarik dan bermanfaat menafsirkan integral berulang secara geometri. Jika R daerah macam II.4.= [e y1 ] 0 − 2   = e −1 − 2  = e − 2 2  2 0 1  y2  1 1 minat utama kita pada integral berulang berpangkal pada kenyataan bahwa dalam keadaan yang tepat ia akan dapat dipakai untuk menghitung integral ganda dua. y ) dy Jadi. maka ∫∫ f ( x. di antara bidang x = a dan x = b dan di antara permukaan-permukaan tabung y = φ 1(x) dan y = φ 2(x). maka : b ∫∫ f ( x. KALKULUS II 9 . Misalkan f suatu fungsi dua perubah yang kontinu di dalam daerah dan pada batas daerah R di bidang xy. 2. penghampiran ini dapat dibuat sebaik mungkin dengan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. di atas bidang xy. yang sebagian dariapdanya di atas daerah R. y ) dy dx = ∫  ∫  φ ( x ) f ( x. y ) dy dx  a  1  = ∫ b a A( x)dx = lim p →0 ∑ A( x )∆x i =1 1 n 1 Tetapi A(x1)∆ xi merupakan volume suatu benda (suatu “keping”) yang memiliki muka-muka sejajar berluas ∫ φ φ2 ( x1) 1 ( x1 ) f ( x i . suatu teorema dasar. tambahan pula. integral berulang itu menjadi : ∫∫ φ a b φ2 ( x ) 1 ( x) b ϕ2 ( x ) f ( x. y ) dy dan dengan ketebalan ∆ xi. …. Sonny Koeswara M. Penentuan Integral Ganda Dua. dengan 8.

1.membuat lpl cukup kecil. ganda dua untuk menentukan volume suatu tetrahedron yang dibatasi bidang-bidang koordinat dan bidang 3x + 6y + 4z – 12 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. pengintegralan pertama pada integral berulang di atas memberikan A(x) sebagai luas suatu penampang umum benda itu.4) dapat dihitung dengan integral berulang tadi.2). [f(x)]2. KALKULUS II 10 . langkah ini tidak diperlukan pada benda putar karena penampang umumnya dalah suatu lingkaran yang luasnya kita ketahui. Pembaca perlu memperhatikan bahwa ini suatu perumusan dari prosedur yang digunakan untuk menentukan volume benda putar dengan metoda cincin (Pasal 9.2.Sc. Contoh 3 Gunakan =0 Solusi : pengintegralan ∫ π[ f ( x)] a b dx . Pengintegralan kedua dalam berpadanan 2 ∫ a b A( x ) d . x dengan satu-satunya pengintegralan dalam 9. yang sama dengan volume benda itu (dengan 19.1. π integral berulang. Sonny Koeswara M. Tidaklah mengherankan bahwa integral ganda dua.

 x R = ( x.Kalkulus – 2 MODUL – 14 VOLUME BENDA Pandang R daerah segitiga di bidang xy yang menjadi alas tetrahedron itu.0 ≤ y ≤ 2 −  2  R = {( x. Pembaca boleh menyimaknya. Dari. Sonny Koeswara M.19. karena persamaan ini dapat ditulis y = 2 – x/2 dan x = 4 – 2y. hasilnya akan sama saja jika kita anggap R daerah macam II. KALKULUS II 11 .0 ≤ y ≤ 2} (3) atau sebagai daerah macam II Kita akan perlakukan R sebagai daerah macam I. V volume benda itu adalah : 3 V = ∫ ∫ ( 4 − x − 2 y ) dA 4 R Pada menuliskan suatu integral berulang untuk menghitung integral ganda dua ini. Jadi V =∫ = = = 0 4 0 4 ∫ 2 −x / 2 0 3 ( 4 − x − 2 y ) dy dx 4  (4 − x − 2 y )dy dx  2 2 −x / 2 0 ∫ 4 ∫  4 0 3 2 −x / 2 0 3 ∫ 4 [4 y − xy − y ] 3 16 dx ∫ 4 0 (16 − 8 x + x 2 )dx PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. y ) 0 ≤ x ≤ 4 − 2 y . akan mudah menentukan batas-batas pengintegralan dari (3) jika kita ingat bahwa integral bagian luar memiliki limit konstanta dan bahwa pengintegralan ini dilakukan terakhir.4. kita cari volume benda di bawah permukaan z = 3 ( 4 − x − 2 y ) dan di atas daerah R.1.Sc. y ) 0  x ≤ 4. 4 Bidang yang diberikan memotong bidang xy pada garis x + 2y – 4 = 0 dan sebagian dari apdanya menjadi batas R. R dapat dianggap daerah macam I.

z ≥ 0) yang dibatasi paraboloid bundar z = x2 + y2. Walaupun R dapat dipandang sebagai daerah macam I ataupun daerah macam II. tabung x2 + y2 = 4 dan bidang-bidang koordinat. x = 0 dan y = 0. Maka (4) R = ( x. Solusi.Sc. Dengan mengingat bahwa integral bagian luar pada suatu integral ebrulang memiliki batas-batas konstanta. y ≥ 0. KALKULUS II 12 . integral terakhir dapat ditulis kembali sebagai 8  3 2  3 cos θ + 8 sin θ cos θ 2 cos θdθ   16  4 2 2  3 cos θ + 16 sin θ cos θ dθ   ∫ x/2 0 = ∫0 = = = x/2 16 3 16 3 ∫ x/2 0 x/2 cos 2 θ (1 − sin 2 θ + 3 sin 2 θ )dθ (cos 2 θ + 2 sin 2 θ cos n 2θ )dθ ∫ 0 16 x / 2 1 2 2 ∫0 (cos θ + 2 sin 2θ )dθ = 2π 3 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.= 3 16  x3  16 x − 4 x 2 +   = 4. Daerah R dalam kuadran pertama di bidang xy dibatasi seperempat dari lingkaran x2 + y2 = 4 dan garis-garis x = 0 dan y = 0. kita akan perlakukan R sebagai daerah macam II dan kita tulis kurva-kurva batasnya sebagai x = 4 − y 2 . y ) 0 ≤x ≤ 4 −y 2 . 0 ≤y ≤2} { Kita hitung integral gadna dua ini dengan suatu integral berulang. mudah dibaca batas-batas itu dari (4) dan kita tulis. Sonny Koeswara M. V = ∫∫( x 2 + y 2 )dA = ∫ R 2 0 ∫ 4 −x 2 0 ( x 2 + y 2 )dx dy = ∫ 2 0 1 2 3/ 2 2 2   3 ( 4 − y ) + y 4 − y dy   Dengan substitui trigonometri y = 2 sin θ . 3 0  4 Contoh 4 Tentukan volume benda di dalam oktan pertama (x ≥ 0.

18. 8. 14. 1. 17. Tentukan volume benda dalam oktan pertama yang dibatasi bidang-bidang koordinat dan bidang 2x + y – 4 = 0 dan 8x + y – 4z = 0. KALKULUS II 13 . 6. 7.Latihan : Hitung integral berulang dalam soal 1 hingga 12. 9. 5. tentukan volume tetrahedron yang dibatasi bidang-bidang koordinat dan bidang x= 5 dan y + 2z – 4 = 0. tentukan volume tertrahedron yang dibatasi bidang-bidang koordinat dan bidang 20x + 12y + 15z – 60 = 0. 15.Sc. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. 12. tentukan volume tetrahedron yang dibatasi bidang-bidang koordinat dan bidang 3x + 4y + 2z – 12 = 0. Tentukan volume benda dalam oktan pertama yang dibatasi permukaan 9x2 – x2 – y2 dan bidang-bidang koordinat. 16. 2. Tentukan volume benda dalam oktan pertama yang dibatasi permukaan 9x2 + 4y2 = 36 dan bidang 9x + 4y – 6z = 0. Dengan pengintegralan ganda dua. Sonny Koeswara M. 11. 10. 3. − 1 3 ∫ ∫x 0 0 4 d d y x ∫∫ 1 0 2 x− 1 yd d y x ∫ ∫ 1 3 3 3y − 0 1 4x ( x 2 + y 2 ) dx dy ( x 3 − y 3 ) dy dx xy e 2 ∫ ∫ 1 −3 0 2y ∫∫ − y d d x y ∫∫ 1 1 1/ 2 5 x 0 3 dy dx x + y2 2 2x 0 ∫ ∫ x/4 0 cos( π 2 ) dy dx x 2 cos θ ∫ ∫ x/2 x/4 x/9 0 r dr dθ ∫ ∫ csc x/2 3r r 2 θ θr d d θθ d dr 1 x )dx dy 2 ∫ ∫ 0 x/4 sec 2 ∫ ∫ 0 x/2 2y 0 y sin( ∫ ∫ x/6 x / 2 sin θ 0 6r cos θ dθ dr 13. Dengan pengintegralan ganda dua. Dengan pengintegralan ganda dua. 4.

Banyaknya satuan volume dalam volume benda inia dalah sama dengan banyaknya satuan luas dalam luas alas R. Solusi karena  π R = ( x. y) = 1 untuk semua (x. ∫ 1dA ∫ R dapat juga ditafsirkan sebagai volume suatu tabung tegak dengan alas R dan tinggi 1. y) = 1 untuk semua (x. z = 0 dan 5y + 9z – 45 = 0 20. y ) 0 ≤ x ≤ . di antara sumbu y dan garis x = π /4. Jadi luas R adalah A = ∫∫dA R Perhatikan bahwa apabila f(x. di bawah kurva y = cos x dan di atas y = sin x. Tentukan volume daerah dalam oktan pertama yang dibatasi permukaan 16x2 + 9y2 – 144 = 0. maka integral ganda dua menjadi integral berulang. Sonny Koeswara M.Sc. ia menjadi. y) dalam R.19. ∫ R Jika dihitung dengan ∫∫dA = ∫ ∫ φ R a b φ2( x ) 1( x ) dy dx = ∫ (φ2( x ) −φ1( x)) dx a b atau ∫∫dA = ∫ ∫ ψ R c d ψ 2( y ) 1( y ) dx dy = ∫ (ψ 2( y ) −ψ1( x)) dy c d Pada kedua kasus itu. Jika f fungsi konstan yang nilainya 1. sin x ≤ y ≤ cos 4   x  maka dapat ditulis PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. TERAPAN LAIN INTEGRAL GANDA DUA Dalam seluruh bagian ini f diandaikan fungsi kontinu dua perubah pada suatu daerah tertutup R di bidang xy. y) dalam R. Contoh 1 Tentukan luas daerah R di bidang xy. KALKULUS II 14 . sehingga f(x. ∫ dA . ruas kanan integral memberikan luas daerah R. Tentukan volume daerah yang dibatasi tabung parabol x2 = 4y dan bidang r dan bidang x = 0. bidang 16x + 9y – 12z = 0 dan bidang-bidang koordinat.

maka limit ini dinamakan kepadatan lamina L di titik P: (x. 2. Sonny Koeswara M. Andaikan P : (x. 3. maka massa ∆ m suatu lamina sebarang dalam R. kita harus melihat apa yang dimaksud dengan kepadatan pada suatu titik pada suatu lamina tak homogen.8 telah kiya bicarakan momen suatu lamina homogen terhadap sumbu x atau sumbu y dan juga pusat massanya. y + ∆ y) suatu titik sebarang dalam R sedemikian sehingga daerah siku empat terbuka yang memiliki titik P dan Q sebagai dua titik sudut yang berseberangan. seperti diterangkan terdahulu. jika p suatu fungsi konstan yang nilainya k.y). Kita ingin mendefinisikan momen terhadap sumbu-sumbu koordinat. Jika lim d→ 0 ∆m ∆A ada. seluruhnya etrletak dalam R. serta juga pusat massa. y) dalam R. Suatu fungsi p berperubah dua disebut suatu fungsi kepadatan suatu daerah datar R jika : 1. Maka ∆ m ∆ A disebuty kepadatan rata-rata tiap satuan luas lamina siku empat tadi. yaitu yang kepadatannya berubah-ubah dari titik ke titik dalam R. p(x. Dalam bagian 9.A = ∫∫dA = ∫ R π/4 0 ∫ cos x sin x dy dx (cos x − sin x) dx = ∫ [ y] 0 π/4 cos x sin x dx = ∫ π /4 π/4 0 = [ sin x + cos x ] 0 = 2 −1 Pandang suatu lamina L (uatu pelat tipis yang berketebalan seragam) yang alasnya adalahd aerah R di bidang xy. nyatakan panjang lPQL diagonal siku empat itu dengan d. y) suatu titik yang dipilih sebarang (tetapi tetap) dalam suatu daerah R dan andaikan Q: (x + ∆ x. y) ≥ o untuk semua (x. pertama.Sc. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. tetapi. luas siku empat itu ∆ A. adalah k ∆ A. KALKULUS II 15 . p kontinu pada R. dari suatu lamina tak homogen. Jika lamina itu homogen maka kepadatannya didefinisikan sebagai massanya untuk tiap satuan luas R. serta massa lamina siku empat dengan alas siku empat itu dengan ∆ m.

untuk mudahnya. lengkungnya y = x2/3.Sc. y )dA R Jadi. y) pada R. dibatasi sumbu x. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Contoh 2 Suatu lamina yang kepadatannya yang berubah-ubah diberikan sebagai p(x. Sonny Koeswara M. y) = xy. Dapat disimpulkan bahwa dalam diskusi momen pertama suatu lamina. y) dengan x= My M = ∫ ∫xp ( x. My = Mx dan Mx = My. atau titik pusat (sentroid) daerah R adalah titik (x. y )dA R M y= x = M ∫ ∫yp ( x. y )dA R ∫ ∫p( x. massa lamina itu dapat. KALKULUS II 16 . y ) dA . y ) dA . yang dapat ditafsirkan bahwa momen pertama lamina terhadap sumbu koordinat adalah sama dengan massa lamina dikalikan panjang “tangkai lengannya” yaitu jarak tegak-lurus dari sumbu itu ke sentoridnya. dianggap terpusat pada sentroid itu. R dan pusat massa lamina.y) sebagai kepadatannya pada titik (x. y ) dA R dengan p(x. y )dA R ∫ ∫p( x.Massa total lamina yang beralas R didefinisikan sebagai M = ∫∫p ( x. Tentukan massanya M. garis y = 8. Definisi Momen (atau momen pertama) massa M lamina terhadap sumbu x adalah : M x = ∫∫y p ( x. R momen (atau momen pertama) dari M terhadap sumbu y adalah M y = ∫∫x p ( x. Sekarang akan kita definisikan momen terhadap sumbu koordinat dan juga massa dari suatu lamina tak homogen.

8. a b Integral untuk My ini identik dengan yang tercakup dalam 9. y) dalam R.momen-momen pertamanya terhadap sumbu-sumbu koordinat. untuk kydA .0 ≤ y ≤ x 2 / 3 } Maka : M = ∫∫p ( x. semua (x. maka M x = ∫ ∫kydA = ∫ R d c ∫ ψ ψ 2( y ) 1( y ) ky dx dy = k ∫ y[ψ 2 ( y ) −ψ1 ( y )] dy . c d dan jika kita nyatakan R sebagai daerah macam I. dan pusat massanya (x. 13 y= Mx 2 =2 M 9 Dalam bab 9 telah kita definisikan momen pertama suatu lamina homogen terhadap sumbu koordinat.4 (I) dengan menukar x dengan y dan mengganti a dan b dengan c dan d. maka M y = ∫∫kxdA = ∫ R b a ∫φ φ2( x ) 1( x ) kx dy dx = k ∫ x[φ2 ( x) −φ1 ( x)] dx .1 akan memberikan M x = ∫ ∫ R Jika kita nyatakan R sebagai suatu daerah macam II. Kita telah melihat bahwa energi kinetis suatu partikel bermassa m dengan kecepatan v yang bergerak pada suatu garis lurus adalah KE = 1 kmv 2 2 Dengan k suatu konstanta. jadi 19.Sc. y ) dA = ∫ R 8 0 ∫ 8 x2 / 3 0 xy dy dx = 1 8 7/3 768 ∫0 x dx = 5 2 1 8 3 1024 ∫0 x dx = 3 3 1 8 10 / 3 12 . PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.8. p(x. Definisi-definisi dalam Bab 9 itu dapat dengan mudah dilihat sebagai pengkhususan definisi yang lebih umum dalam bagian ini. y ) 0 ≤ x ≤8. y) = k dengan k suatu konstanta. Sonny Koeswara M. y ) dA = ∫ R 0 ∫ 8 0 x2 / 3 0 xy 2 dy dx = M y = ∫∫xp ( x. karena lamina homogen.3. KALKULUS II 17 . Solusi : Daerah R adalah R ={( x. y ) dA = ∫ R ∫ x2 / 3 0 x 2 y dy dx = x= My M =6 2 .4 (I). y). integral untuk Mx dengan eprubah y bebas dalam [c. dapat diperoleh dari 9. d]. My dan Mx.288 x dx = 0 2∫ 13 M = ∫∫yp ( x.

y )dA. KALKULUS II 18 . maka kecepatan linearnya adalah v = rω dengan r merupakan radius lintasnya yang berbentuk lingkaran. R Momen inersia terhadap sumbu z (atau momen inersia kutub terhadap titik asal 0) adalah : I 0 = I x + I y = ∫ ∫ x 2 + y 2 ) P( x. KE = 1 kI ω 2 2 Jelas dari (2) dan (3) bahwa momen insersia suatu benda dalam gerakan putar.. maka wajar untuk mendefinisikan momen inersianya terhadap sumbu-sumbu koordinat sebagai berikut. I x = ∫ ∫y 2 p ( x. Dengan mensubstitusikan ini ke dalam (2). maka momen inersia sistem itu terhadap l didefinisikan sebagai n 2 2 2 I = m1 r + m 2 r + . momen inersia (atau momen kedua) L terhadap sumbu x dan y adalah masing-masing. kita peroleh KE = 1 1 km (rω) 2 = k (r 2 m)ω 2 2 2 Ungkapan r2 m pada ruas kanan disebut momen inesia partikel tersebut dan ditandai dengan I. yang bermassa m1. Jadi untuk partikel yang berputar itu.Jika tidak bergerak sepanjang suatu garis lurus tetapi partikel itu berputar terhadap suatu sumbu dengan suatu kecepatan sudut ω radian per detik. m2.…rn dari suatu garis I di bidang itu. mn dan yang berjarak r1. + mn r n = ∑ mi r12 1 2 i =1 Jika L suatu lamina pada suatu daerah R di bidang xy. r2. y ) dA R dan I y = ∫ ∫x 2 p ( x. Sonny Koeswara M. …. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. memainkan peran yang serupa dengan momen inersia massa benda itu dalam gerak rektilinear.Sc. Tentukan momen inersia terhadap sumbu x dan y untuk lamina pada Contoh 2 dan juga tentukan momen inersia kutubnya. yaitu : I = r2m. Definisi.. Untuk suatu sistem n partikel pada suatu bidang. y )dA ( R Contoh 3. Andikan L suatu lamina pada suatu daerah R di bidang xy dan memiliki fungsi kepadatan p.

3 I x = ∫ ∫xy 2 dA = ∫ R 8 0 ∫ x2 / 3 0 x2 / 3 xy 3 dy dx = 1 8 11 / 3 6144 ∫0 x dx = 7 4 1 8 11 / 3 x dx = 6144 0 2∫ I y = ∫ ∫x 2 ydA = ∫ R 8 0 ∫ 0 x 3 y dy dx = I0 = I x + I y = 49 .Sc. Jari-jari kitaran suatu lamina L terhadap suatu sumbu adalah suatu bilangan sedemikian sehingga. terutama dalam statistika dan teori kemungkinan. Sonny Koeswara M. yaitu jari-jari kitaran. Misalkan P dan Q dua fungsi dua perubah yang kontinu dan memiliki turunan parsial pertama yang kontinu di dalam suatu daerah siku emapt PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Dari 19.152 7 Jika kita bandingkan definisi momen (untuk massa) dengan definisi momen inersia.3. yang memungkinkan kita menyatakan yang satud engan yang lainnya. Walaupun kita perkenalkan konsep momen pertama dan kedua melalui penggunannya dalam mekanik. yang jaraknya dari sumbu tadi adalah r. aliran fluida. Teorema Green. Untuk inilah maka momen (untuk massa) acapkali dinamakan momen pertama dan momen inersia disebut momen kedua. ini juga penting dalam bidang-bidang lain. dapat kita lihat bahwa yang terdahulu itu menggunakan kuasa (pangkat) satu dari jarak ke sumbu sedangkan yang kedua menggunakan kuasa (pangkat) dau. KALKULUS II 19 . biasanya lebih mudah pada pembicaraan momen inersia lamina. Teorema ini mendapat nama dari George Green (17931841).Solusi. jika dipandang seluruh massa lamina itu seolah-olah terpusatkan apda suatu titik pada lamina itu. r2 = I M dengan I momen inersia L terhadap sumbu itu dan M massa lamina L. cahaya dan suara. sebagai suatu integral lengkungan sepanjang lengkungan batas daerah itu. TEOREMA GREEN Ada sebuah teorema penting yang menunjukkan suatu integral ganda dua pada suatu daerah R. seorang matematikawan Inggris yang maju karena belajar sendiri yang menulis tentang teori matematika untuk kelistrikan dan kemagnetan.

KALKULUS II 20 . y ) dydx = −∫∫ P ( x. y)dy c = ∫ Q (ψ2 ( y ). Namun demikian. yaitu ∫ P( x. serta seluruhnya terletak did alam H dan jika R daerah berbatas yang dikurung C. φ2 ( x )) dx 1 a a =- ∫∫ φ a b φ2 ( x ) 1( x ) ∂ ∂ P ( x. Tetapi bukti teorema itu untuk tiap daerah yang mempunyai lengkungan yang sederhana. maka  ∂Q ∂P  = ∫∫  ∂x − ∂y dA   R  ∫ P( x. dengan memperlakukan R sbagai daerah macam II dan dengan mengambil y sebagai parameter C. y ) dx dy = ∫∫ Q ( x. Bukti. y )dy c Lambang ∫ c berarti bahwa integral lengkungan diambil satu kali seputar lintas C yang etrtututp dalam arah lawan jarum jam seperti ditunjukkan panahnya. y ) dA ∂ x ∂ x R PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. y ) dA ∂ y ∂ y R ∂ = −∫∫ P ( x. Anggap R suatu daerah di bidang xy yang macam I dan macam II sekaligus.Sc. φ ( x )) dx −∫ P ( x. y )dx c = ∫ P ( x. Jika diperlukan sebagai daerah macam I kita peroleh : b b ∫ P( x. dapat kita tulis d d ∫Q( x. agak mudah membuktikan teorema Green untuk daerah R yang berbentuk macam I dan macam II. Teorema Green mudah dimengerti dan diterapkan.H di bidang xy.ulus bagian demi bagian sebagai batasnya. y ) dA ∂ y R dengan x parameter C. y )dx + Q( x. adalah terlalu sukar untuk suatu mata kuliah pertama kalkulus. Jika C suatu kurva yang mulus bagian demi bagian sederhana dan tertutup. y ) dy − ∫ Q (ψ1 ( y ). y )dx c Serupa itu pula. maupun untukd aerah yang dapat diuraikan dengan beberapa ruas garis atau ruas lengkungan yang menjadi sejumlah hingga daerah-daerah yang lebih kecil. yang masing-masing daerah macam I dan macam II. y ) dy c c = ∫∫ ψ c d ψ2 ( y ) 1( y ) ∂ ∂ Q ( x. Suatu bukti teorema Green untuk daerah-daerah semacam itu diajukan berikut ini. tertutup dan m. Sonny Koeswara M.

y ) dA ∂ x R Jika kita jumlahkan persamaan (1) dan (2). sekali pada suatu arah dan sekali lagi dalam arah yang berlawanan sehingga saling menidakan. Sonny Koeswara M. kita peroleh teorema Green untuk daerah R yang dipersederhana.Sc. yang baru saja kita buktikan. maka untuk teorema Green yang disederhanakan. y )dy c ∂ = ∫∫ Q ( x. masingmasing macam I dan macam II. Karena integral lengkungang diambil menelusuri batas tiap daerah bagian itu dengan arah lawan jarum jam. dapat diterapkan pada tiap daerah yang lebih kecil itu. maka integral itu diambil sepanjang tiap garis putus-putus dua kali. suku dengan suku. Jadi jumlah integralintegral lengkungan seputar batas-batas daerah-daerah bagian itu adalah tak lain daipada nilai integral kurva seputar C. KALKULUS II 21 .atau ∫Q( x. Apabila R suatu daerah yang dapat diuraikan dengan potongan-potongan garis atau kurva menjadi sejumlah hingga daerah-daerah lebih kecil. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->