P. 1
artikel IPS

artikel IPS

|Views: 1,212|Likes:
Published by Bunda Rey

More info:

Published by: Bunda Rey on Nov 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/04/2013

pdf

text

original

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) KELAS VII Oleh

: I Gde Wawan S Abstract This research aims: 1) to yield computer-based instructional media for social studies in year seven; and 2) to reveal the quality of the developed instructional media viewed from the aspects of content, appearance, and attraction for instruction. This research is research and development. In the production step, the initial product was developed. This product was validated by an expert in subject matter and an expert in media. The next step was trying out the product to the students in three steps, namely, one-to-one try-out, small group try-out, and field try-out. The subjects were students of SMP Negeri 1 Denpasar in year seven. The subjects in this research consisted of three students for one-to-one try-out, ten students for the small-group try-out, and 25 students for the field try-out. The data collected in this research included the data from the subject matter expert, the evaluation data from the media specialist, and data from the students on the aspect of attraction. The data were collected using an evaluation sheet for the subject matter expert, the media expert, and questionnaire sheet for the one-to-one try-out, the small group try-out, and the field try-out. The data were analyzed using the statistic descriptive technique. The research results show that: 1) developing computer-based instruction media was in some stages, namely, need analysis, design, production, try-out, and revision; 2) the quality of the developed instructional media viewed from the content aspects is very good with the a mean score of 4.38; 3) the quality of the developed instructional media in terms of the appearance aspects is good with a mean score of 4.00; 4) the quality of the developed instructional media in regard to the attraction aspects is interesting with a mean score of 4.10; and 5) there is an increase of the mean score of the pre-test as many as 34.40 among students in the field try-out, 19 (76%) of whom have accomplished mastery learning. Key words: social studies, computer-based instructional media.

1

Abstrak Penelitian ini bertujuan: 1) menghasilkan media pembelajaran berbasis komputer untuk mata pelajaran IPS kelas VII; dan 2) mengetahui kelayakan media pembelajaran dari aspek materi, aspek tampilan, dan aspek daya tarik untuk pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development). Setelah melalui tahap produksi dihasilkan produk awal kemudian dilakukan validasi oleh ahli materi dan ahli media. Selanjutnya, produk diujicobakan kepada siswa melalui tiga tahap, yaitu uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Subjek uji coba produk adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Denpasar. Subjek uji coba penelitian ini terdiri dari tiga siswa untuk uji coba perorangan, sepuluh siswa untuk uji coba kelompok kecil, dan 25 siswa untuk uji coba lapangan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data dari ahli materi, data ahli media, dan tanggapan siswa terhadap daya tarik media. Instrumen pengumpulan data berupa lembar evaluasi untuk ahli materi dan ahli media serta lembar angket untuk subjek uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini adalah: 1) pengembangan media pembelajaran berbasis komputer melalui tahap analisis kebutuhan, desain, produksi, uji coba, dan revisi; 2) kualitas media ditinjau dari aspek materi termasuk kriteria sangat baik dengan rata-rata skor 4,38; 3) kualitas media ditinjau dari aspek tampilan termasuk kriteria baik dengan rata-rata skor 4,00; 4) tanggapan siswa tentang daya tarik media termasuk kriteria menarik dengan rata-rata total skor 4,10; dan 5) terjadi peningkatan rata-rata skor pre-test sebesar 34,40 dari 25 siswa pada uji coba lapangan, dengan 19 siswa (76%) telah mencapai ketuntasan belajar. Kata kunci: Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), media pembelajaran berbasis komputer.

2

Suatu sistem pendidikan disebut bermutu dari segi proses. Dengan kata lain. pemilihan dan penyusunan materi pelajaran yang akan diajarkan dan konsisten dengan kompetensi. baik proses maupun hasilnya. 3 . Esensi dari desain pembelajaran adalah merancang seperangkat tindakan yang bertujuan untuk mengubah situasi yang ada ke situasi yang diinginkan. Secara nyata bentuk dari usaha-usaha tersebut ditandai dengan perumusan kompetensi yang operasional. karena pembelajaran merupakan inti dari proses peningkatan kualitas pendidikan. Upaya pengembangan desain pembelajaran ini amat penting untuk dilakukan oleh seorang guru. makin efektif pembelajaran yang dilaksanakan. Perancangan setiap kegiatan pembelajaran harus dilakukan secara sistematik. Keefektifan pembelajaran digambarkan oleh hasil belajar yang dicapai siswa. maka makin meningkat dan baik hasil belajar siswa. Demikian pula pengembangan bahan pembelajaran. jika pembelajaran berlangsung secara efektif dan siswa mengalami pembelajaran yang bermakna serta ditunjang oleh sumber daya yang memadai. pengelolaan kegiatan pembelajaran dan evaluasi. Peningkatan kualitas pendidikan menunjuk pada upaya peningkatan kualitas proses dan hasil belajar.Pendahuluan Masalah pendidikan tidak dapat lepas dari masalah pembelajaran. Jelaslah bahwa fungsi desain pembelajaran merupakan fungsi yang sangat esensial karena pengelolaan dan evaluasi pembelajaran pada hakikatnya tergantung pada desain pembelajaran yang telah dibuat oleh guru.

Siswa dipaksa menghafal konsep-konsep yang tidak tahu penerapannya. Guru harus pandai mengaitkan materi pelajaran dengan realita yang ada. seolah mempelajari sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan kehidupan seharihari. Dalam proses pembelajaran IPS cenderung berpusat pada guru (teacher centre). Banyak siswa mengganggap proses pembelajaran IPS sebagai sesuatu yang membosankan.Ilmu Pengetahuan Sosial adalah sebuah mata pelajaran di Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mempelajari fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. monoton. Akibatnya IPS menjadi suatu mata pelajaran yang tidak disukai siswa dan seakanakan menjadi nomor dua untuk ditekuni. dan pelbagai keluhan lainnya. Seiring dengan pesatnya perkembangan media informasi dan komunikasi. telah mengakibatkan bergesernya peran guru termasuk guru IPS sebagai penyampai 4 . Strategi pembelajaran yang digunakan adalah strategi yang berkaitan langsung dengan hal-hal yang terjadi dan dialami oleh siswa. baik perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). sehingga akan meningkatkan performansi mereka sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai. terlalu banyak hafalan. Kenyataan yang terjadi selama ini belajar IPS penuh dengan hafalan dan membahas hal-hal yang abstrak. kurang menyenangkan. Penggunaan media secara kreatif akan memungkinkan siswa untuk belajar lebih banyak dan dapat memahami materi pelajaran lebih baik. kurang variatif. Salah satu kendala yang dihadapi oleh guru untuk menghasilkan metode atau model pembelajaran IPS yang efektif ialah fakta bahwa guru berhadapan dengan materi IPS yang memiliki cakupan sangat kompleks.

5 . Namun sampai saat ini media pembelajaran berbasis komputer untuk mata pelajaran IPS masih terbatas.pesan/informasi. seperti video. animasi. Padahal dari berbagai studi menunjukkan bahwa program pembelajaran yang dirancang dengan menggunakan komputer lebih efektif dibandingkan dengan paket pengajaran lainnya. Berbagai macam pendekatan instruksional yang dikemas dalam bentuk program pembelajaran berbasis komputer atau computer based instruction (CBI) seperti: drill and practice. dan suara sehingga dapat merangsang lebih banyak indra. Materi yang disajikan dengan animasi akan membantu pemahaman materi serta belajar menjadi lebih menarik. Komputer mampu menampilkan berbagai komponen media. simulasi. Guru tidak bisa lagi berperan sebagai satu-satunya sumber informasi bagi kegiatan pembelajaran para siswanya. karena komputer memiliki sejumlah potensi yang dapat dimanfaat untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajaran. Saat ini para pendidik sudah mulai mendapatkan akses untuk menggunakan berbagai macam produk teknologi guna meningkatkan efektifitas pembelajaran. teks. Komputer sebagai salah satu produk teknologi dinilai tepat digunakan sebagai alat bantu pembelajaran dan memiliki potensi yang cukup besar untuk dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Melalui video dan gambar. dapat ditampilkan kejadian nyata yang berkaitan dengan materi yang dipelajari sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan siswa lebih mudah memahami materi. tutorial dan permainan. gambar. Dengan memanfaatkan teknologi komputer untuk mendukung kegiatan pembelajaran diharapkan dapat membantu memecahkan masalah belajar yang dihadapi siswa.

politik. ekonomi. arkeologi. dan budaya. merupakan bidang ajaran di sekolah dengan tujuan mengembangkan pengetahuan. economics. geografi. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa IPS adalah pengetahuan yang terintegrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti antropologi. ekonomi. ilmu-ilmu politik. religion. dan juga memuat isi dari humaniora. hukum. archaeology. arkeologi. matematika. sosiologi. agama. dan ilmu-ilmu alam. as well as appropriate content from the humanities. systematic study drawing upon such disciplines as anthropology. hukum. Within the school program. sejarah. psychology. social studies provides coordinated. Departemen Pendidikan Nasional (Pusat Kurikulum. dan keterampilan sosial dalam bentuk konsep dan pengalaman belajar yang dipilih atau terorganisir dalam rangka kajian ilmu sosial. geografi. Artinya studi sosial merupakan studi terintegrasi dari ilmu-ilmu sosial untuk mengembangkan potensi kewarganegaraan yang dikoordinasikan dalam program sekolah sebagai pembahasan sistematis yang dibangun di atas disiplin ilmu seperti antropologi. sejarah. Menurut National Council for the Social Studies (NCSS) definisi IPS sebagai berikut: Social studies is the integrated study of the social sciences and humanities to promote civic competence. political science. hukum. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang. sejarah. geography. history. mathematics.ilmu sosial seperti: sosiologi. politik. and sociology.Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Studies). filsafat. 6 . geografi. law. dan budaya). 2006: 7) mendefinisikan IPS sebagai berikut: Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu. ekonomi. psikologi. and natural sciences. philosophy. sikap.cabang ilmu-ilmu sosial (sosiologi.

g) mengembangkan dan memilih materi pembelajaran. Ada berbagai model pengembangan desain pembelajaran antara lain model Dick & Carey (2005: 6 – 8). serta sistem penilaian. kegiatan belajar mengajar. sejarah. c) analisis siswa dan konteks. yaitu: 1) diarahkan untuk membantu proses belajar secara individual. dan 5) dilakukan dengan menerapkan pendekatan sistem (system approach). 4) didasarkan pada pengetahuan tentang cara belajar manusia. Dengan merancang terlebih dahulu apa yang harus dipelajari siswa. matematika. Model yang dikembangkan oleh Dick & Carey terdiri dari sepuluh langkah. i) perbaikan/revisi pembelajaran. dan juga memuat isi dari humaniora. psikologi. b) analisis instruksional. h) merancang dan melakukan evaluasi. dan ilmu-ilmu alam serta mempelajari manusia dan hubungannya dengan lingkungan sekitar. yaitu: a) mengidentifikasi tujuan pembelajaran. ilmu-ilmu politik. agama. geografi. 2) desain pembelajaran mempunyai fase-fase jangka pendek dan jangka panjang. Menurut Mukminan (2006: 19) setidaknya terdapat lima asumsi dasar yang mendasari perlunya desain pembelajaran. sosiologi. Desain Pembelajaran Desain pembelajaran atau desain instruksional menggambarkan program pembelajaran dalam satuan-satuan tertentu yang berisi antara lain: standar kompetensi. kompetensi dasar mata pelajaran. 3) dapat mempengaruhi perkembangan individu secara maksimal. e) mengembangkan instrument penilaian.ekonomi. diharapkan pembelajaran dapat berfungsi secara efektif. j) merancang dan 7 . hukum. filsafat. materi pokok. f) mengembangkan strategi pembelajaran. d) menentukan kompetensi dasar.

2005: 1) Mukminan (2006: 28) memberikan kriteria yang dapat dijadikan pedoman dalam memilih model desain pembelajaran.melakukan evaluasi sumatif. tersebarnya informasi yang makin meluas dan seketika. luas. dan teruji. serta tersajinya informasi dalam berbagai bentuk dalam waktu yang cepat. yang ditandai dengan tersedianya informasi yang semakin banyak dan bervariasi. Pengembangan model Dick & Carey ini dapat dilihat pada gambar berikut: Conduct instructional analysis Revise instructional Identify instructional goal(s) Write performance objectives Develop assessment instruments Develop instructional strategy Develop & select instruction materials Design & conduct formative evaluation Analyze learners and contexts Design & conduct summative evaluation Gambar 1 Model pengembangan instruksional Dick & Carey (Dick & Carey. yakni sederhana. lengkap. mungkin diterapkan. Pada tahun-tahun belakangan komputer mendapat perhatian besar karena kemampuannya yang dapat digunakan dalam bidang kegiatan pembelajaran. Media Pembelajaran Berbasis Komputer Kita sekarang ini hidup dalam era informasi. Kemajuan media komputer memberikan beberapa kelebihan untuk kegiatan produksi audio visual. Menurut Criswell (1989: 1) menyatakan bahwa computer based instruction (CBI) merupakan penggunaan komputer untuk menyajikan materi pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dan 8 .

dan skor jawaban siswa. to simulate a process which is being studied. 4) pencapaian belajar siswa harus dinilai. 2) siswa harus diarahkan. latihan soal. Marsh. It includes using a computer to present information. Sistem komputer menyajikan serangkaian program pengajaran kepada siswa baik berupa informasi maupun latihan soal untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu dan siswa melakukan aktivitas belajar dengan cara berinteraksi dengan sistem komputer.merespon aktivitas siswa. 1991: 516) beberapa penelitian (Bradley. 1983. to provide practice for developing a skill. 3) siswa diberi latihan-latihan. Istilah computer based instruction (CBI) umumnya menunjuk pada semua software pendidikan yang diakses melalui komputer dimana siswa dapat berinteraksi dengannya. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis komputer adalah penggunaan komputer sebagai media penyampaian informasi pembelajaran. to tutor a learner. 9 . yaitu: 1) informasi (materi pelajaran) harus diberikan. Berbagai hasil penelitian eksperimen menunjukkan bahwa belajar IPS dengan menggunakan alat bantu komputer dalam bentuk program CBI ternyata lebih efektif dibanding dengan alat bantu lainnya. Pendapat lain dikemukakan oleh Kemp & Dayton (1985: 40) sebagai berikut: Computer Based Instruction refers to any application of computer technology to the instructional process. Komputer berfungsi sebagai sumber belajar yang dapat digunakan secara mandiri oleh siswa. Menurut Ehman & Glenn (Shaver. 1984. umpan balik. Menurut Alessi & Trollip (1985: 60) bahwa program CBI yang baik haruslah meliputi empat aktivitas. and manipulate to solve problem.

3) Menggunakan komputer untuk membantu mengajar dalam menyiapkan urutan program untuk pengembangan dan perluasan konsep dan pengetahuan yang diharapkan utuk dipelajari siswa. situasi pengambilan keputusan.1986. antara lain: 1) Menggunakan komputer untuk menemukan informasi yang diperlukan atau menemukan kembali informasi yang disimpan dalam komputer. 2) Menggunakan komputer untuk latihan dan menerapkan keterampilan dalam IPS. yaitu: 1) membangkitkan motivasi kepada siswa dalam belajar. 1985) menyatakan bahwa penggunaan media berbasis komputer sangat potensial untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran IPS. musik. Feldhausen. 4) kemampuan memori memungkinkan penampilan siswa yang telah lampau direkam dan dipakai dalam merencanakan langkah-langkah selanjutnya di 10 . 1987. dan grafis animasi dapat menambahkan kesan realisme. analisis data. Menurut Jarolimek (1986: 96) komputer mempunyai kontribusi dalam pembelajaran IPS. Bellows. 3) menghasilkan penguatan yang tinggi. membaca grafik. menafsirkan informasi yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah atau serangkaian masalah. misalnya membaca peta. Menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2002: 137 – 138) ada beberapa keuntungan dalam mendayagunakan komputer dalam pembelajaran. 2) warna. 4) Menggunakan komputer untuk penyampaian program khusus seperti simulasi. berpikir dan memecahkan masalah. menerjemahkan tabel.

and 10) computer managed instruction. yaitu: 1) contiguity. 4) game. yaitu: 1) lesson or tutorials. 11 . dan membantu pengawasan lebih dekat kepada kontak langsung dengan para siswa. 4) prompting and fading. 3) feedback and reinforcement. 5) berguna sekali untuk siswa yang lamban. 8) embedded training. 5) instructional games. peran dan tanggung jawab lainnya. 2) drill and practice. Komputer dapat digunakan sebagai alat mengajar utama untuk memberi penguatan belajar awal. and 9) affective consideration. 6) kemampuan daya rekamnya memungkinkan pengajaran individual bisa dilaksanakan. 8) academic learning time.kemudian hari. merangsang dan memotivasi belajar. 5) orientation and recall. audio. 7) expert systems. elemen-elemen grafis. 2) reinforced drill and practice. 2) repetition. 7) individualization. 4) training simulations. Banyak manfaat yang diperoleh dari fleksibelitas komputer ini karena dapat memasukan video. bentuk-bentuk. 9) adaptive testing. Prinsip-prinsip dari teori belajar tersebut dapat digunakan untuk merancang media pembelajaran berbasis komputer sebagaimana dinyatakan oleh Hannafin & Peck (1988: 46 – 49). proses. 3) simulasi. 7) rentang pengawasan guru diperlebar sejalan dengan banyaknya informasi yang disajikan dengan mudah yang diatur oleh guru. 6) training simulators. atau untuk berbagai jenis kemungkinan lainnya. dan 5) hybrid (model gabungan). Menurut Hannafin & Peck (1998: 139 – 158) model-model CBI sebagai berikut: 1) tutorial. 6) intellectual skills. Criswell (1989: 6 – 7) membagi aplikasi CBI kedalam sepuluh model pembelajaran. 3) intelligent CBI.

3) keterlibatan keaktifan siswa dalam belajar. seperti pada gambar berikut: design concept material collecting distribution testing assembly Gambar 2 Tahap pengembangan media pembelajaran berbasis komputer Luther (Ariesto Hadi Sutopo. yaitu concept. Menurut Arief S. 2) desain navigasi. assembly. 2003: 32 – 48) terdapat enam tahap sebagai langkah pengembangan media pembelajaran berbasis komputer. 12 . yaitu: 1) desain dokumentasi. dan 4) games. 3) simulasi. material collecting. Sadiman (2006: 182) ada dua macam evaluasi media. Menurut Heinich (1996: 73 – 74) menyatakan bahwa beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merancang desain visual. testing. yaitu: 1) kejelasan tampilan visual. 2003: 32) Proses evaluasi digunakan untuk memberikan suatu nilai kepada objek yang dievaluasi sehingga manfaat atau nilai intrinsiknya dapat disampaikan kepada orang lain. 1997: 59 – 104) terdapat tiga macam desain computer based instruction (CBI). design. dan distribution. 2) drill and practice. Menurut Luther (Ariesto Hadi Sutopo. dan 3) desain grafis. Menurut Philips & DiGiorgio (Philips.Dari pendapat tersebut secara umum model-model CBI sebagai berikut: 1) tutorial. dan 4) fokus perhatian pada bagian penting dari pesan. 2) energi yang diperlukan untuk menginterprestasikan pesan.

usia. 3) evaluasi lapangan (field evaluation) adalah evaluasi tahap akhir. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis komputer mata pelajaran IPS kelas VII. Evaluasi formatif adalah proses mengumpulkan tentang efektivitas dan efisiensi bahan-bahan pembelajaran (termasuk media) dan evaluasi sumatif adalah menentukan apakah media yang dibuat dapat digunakan dalam situasi tertentu dan untuk menentukan apakah media tersebut benar-benar efektif. kelas. Dalam pengembangan media menggunakan model Luther. Selain itu dapat juga dicobakan kepada ahli bidang studi (content expert). Penelitian dan pengembangan di sini mencakup proses pengembangan dan validasi produk sebagaimana dikemukakan oleh Borg & Gall. Sadiman (2006:182 – 186) menyatakan ada tiga tahap evaluasi formatif yaitu: 1) evaluasi satu lawan satu (one to one) melibatkan dua siswa atau lebih yang dapat mewakili populasi target dari media yang dibuat. evaluasi ini dilakukan terhadap tiga puluh orang siswa dengan berbagai karakteristik (tingkat kepandaian. Pada tahap ini media dicobakan kepada 10-20 orang siswa yang dapat mewakili populasi target. Desain pembelajaran yang digunakan dalam mengembangkan media pembelajaran ini model Dick & Carey (2005).yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. jenis kelamin. dan sebagainya) sesuai dengan karakteristik populasi sasaran. kemajuan belajar. Desain evaluasi produk menggunakan evaluasi formatif yang meliputi uji 13 . 2) evaluasi kelompok kecil (small group evaluation). Arief S. latar belakang.

dan Luther (1994)) 14 . dan uji coba lapangan. Subjek uji coba produk adalah siswa kelas VII SMP Media Pembelajaran Berbasis Komputer Pada Mata Pelajaran IPS (Diadaptasi dari Borg & Gall (1983). Model-model tersebut digunakan karena sederhana. dan sudah teruji. Dick & Carey (2005).coba perorangan. lengkap. uji coba kelompok kecil. Prosedur pengembangan media pembelajaran berbasis komputer dalam penelitian ini tampak pada Gambar 3 berikut. Analisis Kebutuhan Studi Pustaka Studi Lapangan Desain Pembelajaran Menganalisis & menetapkan kompetensi dasar Mengidentifikasi standar kompetensi Merumuskan indikator keberhasilan Mengembangkan butir tes acuan patokan Mengembangkan & memilih materi pembelajaran Menyusun strategi pembelajaran Mengidentifikasi Karakter awal siswa Produksi Media Mengumpulkan bahan Membuat flowchart view Membuat storyboard Memasukkan materi ke dalam komputer Tes secara modular Evaluasi Validasi ahli materi & ahli media Analisis Revisi Uji coba perorangan Analisis Revisi Uji coba kelompok kecil Analisis Revisi Uji coba lapangan Analisis Revisi Produk Final Gambar 3 Prosedur Pengembangan Negeri 1 Denpasar.

0. dan uji coba lapangan. hasil penjumlahan dikelompokkan ke dalam kriteria penilaian dengan interval sebagai berikut: Tabel 1 Konversi Data Kuantitatif ke Data Kualitatif Interval Skor X > X i +1. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data dari ahli materi.80 Sb i < X ≤ X i .60 Sbi X i -1.60 X ≤ 1.79 < X ≤ 2. uji coba kelompok kecil. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan mengubah data hasil penilaian ahli media dan ahli materi pada angket kedalam interval skor dengan skala Likert sebagai berikut: Skor dari angket kemudian dijumlahkan.80 Sbi X i .skor minimal) =5 =1 = ½ x (5+1) = 3 = 1/6 x (5 – 1) = 0. dan 25 siswa untuk uji coba lapangan.80 Sbi Keterangan: Rerata ideal ( X i ) Sbi Skor maksimal Skor minimal Rerata skor ideal ( X i ) Simpangan baku skor ideal (Sbi) : 1/2 x (skor maksimal + skor minimal) : 1/6 x (skor maksimal .Subjek uji coba penelitian ini terdiri dari tiga siswa untuk uji coba perorangan.60 Sbi < X ≤ X i + 0.60 < X ≤ 3. Instrumen pengumpulan data berupa lembar evaluasi untuk ahli materi dan ahli media serta lembar angket untuk subjek uji coba perorangan.80 Sbi X i + 0.60 Sbi < X ≤ X i + 1.21 2.67 15 .21 3.79 Kriteria Sangat Baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang baik X ≤ X i -1. data ahli media.60 Sbi X > 4.40 < X ≤ 4. sepuluh siswa untuk uji coba kelompok kecil.0. dan tanggapan siswa terhadap daya tarik media.40 1.

yaitu 1) membuat flowchart. Pengumpulan informasi dilakukan dengan studi pustaka dan studi lapangan. 16 . 4) memproduksi media pembelajaran menggunakan Macromedia Flash 8 dengan didukung oleh beberapa program seperti: CorelDRAW 12.0. diawali dengan pengembangan silabus.Hasil Penelitian dan Pengembangan Media pembelajaran berbasis komputer mata pelajaran IPS Kelas VII dikembangkan berdasarkan hasil analisis kebutuhan. dan uji coba lapangan dilanjutkan revisi produk akhir. Adobe Photoshop 7. 3) mengumpulkan bahan-bahan pendukung. diperoleh data bahwa siswa kurang antusias dalam pembelajaran IPS. yaitu validasi oleh ahli materi dan ahli media dilanjutkan revisi produk tahap pertama. Hasil validasi oleh ahli materi dan ahli media dapat dilihat pada Tabel 2 berikut ini. dan 5) tes program untuk memastikan apakah hasilnya seperti yang diinginkan. uji coba kelompok kecil dilanjutkan revisi produk tahap ke tiga. guru tidak pernah menggunakan media pembelajaran berbasis komputer dalam proses pembelajaran. uji coba perorangan dilanjutkan revisi produk tahap ke dua. Berdasarkan silabus tersebut kemudian dikembangkan media pembelajaran. dilanjutkan pada tahap validasi. dan SWISHmax. Setelah produk awal dapat dijalankan dengan lancar. 2) membuat storyboard. Adapun data yang diperoleh dari kegiatan ini adalah bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis komputer mempunyai dampak yang sangat baik terhadap proses dan hasil pembelajaran dan hasil studi lapangan. Pengembangan produk awal media pembelajaran berbasis komputer mata pelajaran IPS Kelas VII.

38 4. Komponen Penilaian Aspek materi Aspek tampilan Jumlah Rata-rata skor Rata-rata Skor 4.13 3.19 Kriteria Sangat baik Baik Baik Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui bahwa kualitas media pembelajaran dari aspek materi termasuk kriteria sangat baik dengan rata-rata skor 4.38 apabila dikonsultasikan dengan tabel kriteria penilian aspek materi termasuk kriteria sangat baik. 17 .38.38 4. maka uji coba lapangan perlu diawali dengan menyelenggarakan pre-test dan diakhiri dengan post-test. Rata-rata skor 4. Tabel 3 Kualitas Media Pembelajaran Hasil Uji Coba Pada Aspek Daya Tarik Tahap Uji Coba Perorangan Kelompok Kecil Lapangan Untuk mengetahui Rerata Skor 4. Dari aspek tampilan menunjukkan bahwa kualitas media pembelajaran ini baik dengan rata-rata skor 4.10 produk Kriteria Menarik Menarik Menarik media pembelajaran yang efektifitas dikembangkan. 2. Secara keseluruhan kualitas media pembelajaran ini dapat disimpulkan termasuk kriteria baik.00 apabila dikonsultasikan dengan tabel penilaian aspek tampilan termasuk kriteria baik.00 8.Tabel 2 Kualitas Media Pembelajaran Hasil Validasi Oleh Ahli Materi dan Ahli Media No 1. Hasil uji coba media pembelajaran kepada siswa dapat dilihat pada Tabel 3 berikut ini. Berikut tabel skor dari pre-test dan post-test pada uji coba lapangan.93 4.00. Rata-rata skor 4.

25. 23. 10. 16. 7. 18. 4. 12. 19.40. 8. Jumlah Rata-rata Skor Pre-Test 40 50 50 60 40 50 40 50 40 40 40 50 40 30 30 40 40 40 50 40 50 50 60 40 40 1100 44. 22. 24. Dari kegiatan uji coba yang 18 . 3. 17. 21. 11.00 Skor Post-Test 80 80 90 90 70 80 80 80 70 80 70 80 80 70 70 80 80 70 80 80 80 80 80 80 80 1960 78. 5. dan terjadi kenaikan rata-rata skor dari pre-test sebesar 34. 9. 2. Kemudian dari data post-test dapat diketahui bahwa enam siswa (24%) yang tidak tuntas. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan efektif dan dapat digunakan dalam pembelajaran karena sudah lebih dari 70% siswa dapat mencapai kompetensi. 19 siswa (76%) yang tuntas. 6. 15. 14.40 Tuntas/Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Data tersebut menunjukkan bahwa secara keseluruhan pada hasil pre-test untuk materi tersebut belum mencapai kompetensi atau belum tuntas. Siswa 1. 13. 20.Tabel 4 Data skor pre-test dan post-test No.

2) penyusunan desain pembelajaran. yaitu: 1) analisis kebutuhan. dengan 19 siswa (76%) telah mencapai ketuntasan belajar. 3) produksi media. Pengembangan media pembelajaran berbasis komputer ini melalui lima tahap.00. Media pembelajaran berbasis komputer yang dikembangkan.telah dilaksanakan tampak sekali bahwa siswa sangat antusias belajar dengan media yang telah dikembangkan tersebut. Dengan demikian maka produk media pembelajaran layak untuk digunakan. Hal ini karena evaluasi yang 19 . Evaluasi media pembelajaran berbasis komputer ini dapat dikembangkan lebih lanjut agar menjadi lebih sempurna. hal ini terjadi ketika diskusi dan tanya jawab antara peneliti dan siswa. dan 5) revisi produk.40 dari 25 siswa pada uji coba lapangan. 3. jika dimanfaatkan dengan baik akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 2.10. 2.38. Simpulan dan Saran Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: 1. Saran Pemanfaatan dan Pengembangan Produk Lebih Lanjut 1. Terjadi peningkatan rata-rata skor pre-test sebesar 34. Kualitas media ditinjau dari aspek materi termasuk kriteria sangat baik dengan rata-rata skor 4. Kualitas media ditinjau dari aspek tampilan termasuk kriteria baik dengan rata-rata skor 4. Tanggapan siswa tentang daya tarik media termasuk kriteria menarik dengan rata-rata total skor 4. 5. 4. 4) uji coba produk.

Computer-based instruction: methods and development.& Peck. et al. Kyle L. New York: Longman Inc. W. Jarolimek. Sadiman. New Jersey: Prentice-Hall. Inc. dan aspek daya tarik. Yogyakarta: Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta. London: Kogan Page Ltd. J. Jakarta: PT. (2003). Social studies in elementary education (7th ed.htm. Macmillan Publishing Company. aspek tampilan. K. (2005). Nana Sudjana & Ahmad Rivai. New York. Phillips. Introduction. Ariesto Hadi Sutopo. The design of computer based instruction.). New York: Harper & Row Publisher Cambridge. & Dayton. dari http://www. John. (1989). (2006). Teknologi pengajaran. Yogyakarta: Graha Ilmu. Raja Grafindo Persada. Borg. Multimedia interaktif dengan flash. Micahel J.socialstudies. Hannafin. (1985). E. Arief S. D.dilakukan oleh pengembang masih terbatas pada evaluasi formatif yang mencakup aspek materi. New York: Macmillan Publishing Company. (1983). The design. The systematic design of instruction (6 th ed. (1985).). Boston: Pearson. Media pendidikan: pengertian. New York: Macmillan Publishing Company. (1988). Walter R. Planning and producing instructional media. Meredith D. (2006). & Carey. Stephen M. Kemp. L. Eleanor L. (2002).). (1997). Stanley R. Rob. and evaluation of instructional software. Daftar Pustaka Alessi. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Dick. Mukminan. Curriculum Standards for Social Studies: I. Desain Pembelajaran.org/standards/introduction. development. pengembangan dan pemanfaatannya. National Council for the Social Studies (NCSS). & Gall. Diambil pada tanggal 31 Agustus 2007. & Trollip. (1986). Criswell. Educational research. 20 . The developer’s handbook to interactive multimedia: a practical guide for educational applications. an introduction (4th ed.

James P.puskur. Shaver. (1991). Handbook of research on social studies teaching and learning: a project of the national council for social studies. dari http://www.Pusat Kurikulum. Departemen Pendidikan Nasional.net/inc/mdl/060_Model_IPS_Trpd. Pendidikan Administrasi Perkantoran. Setelah lulus SMA.pdf. New York: Macmillan Publishing Company. Prodi. (2006). dan menyelesaikan studi S1 tahun 2005. Tahun 2006 melanjutkan studi ke Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta. (Ed). Dari TK hingga lulus SMA semuanya diselesaikan di kota Denpasar. melanjutkan kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada tahun 2001 di Prodi. Biodata Penulis I Gde Wawan Sudatha lahir di Denpasar pada tanggal 14 Februari 1982. Diambil pada tanggal 21 September 2007. Model pembelajaran terpadu IPS SMP. Teknologi Pembelajaran dan menyeselaikan studi S2 tahun 2008. 21 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->