P. 1
Dampak Kesehatan Dan Sosial Penyalahgunaan Napza

Dampak Kesehatan Dan Sosial Penyalahgunaan Napza

|Views: 141|Likes:
Published by Fadil Ahmad

More info:

Published by: Fadil Ahmad on Nov 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2015

pdf

text

original

DAMPAK KESEHATAN DAN SOSIAL PENYALAHGUNAAN ALKOHOL DAN GANJA Oleh: Luqman Effendi, S.Sos., M.Kes A.

PENDAHULUAN Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan 7,4 juta orang di Asia telah terinfeksi virus HIV dengan lebih dari 50% orang berasal dari penyalahgunaan NAPZA dengan jarum suntik. Kasus HIV di Indonesia sendiri setelah beberapa tahun hanya sedikit yang terinfeksi lewat penggunaan jarum suntik penyalahgunaan NAPZA, namun mulai tahun 1990 meningkat sangat pesat dimana saat ini diperkirakan 80% kasus baru berasal dari penggunaan jarum suntik (WHO, 2005). Selain risiko penyakit, perilaku penyalahgunaan NAPZA dapat menyebabkan kematian mendadak akibat dosis yang berlebihan disamping akibat lain seperti kecelakaan saat mengendarai kendaraan. Secara sosial perilaku penyalahgunaan NAPZA juga mengakibatkan meningkatnya angka kejahatan (Karofi,2005), angka kecelakaan, dan juga biaya-biaya sosial lainnya. Pertumbuhan dan perkembangan lembaga-lembaga yang diharapkan mampu mengurangi masalah penyalahgunaan NAPZA, dalam kenyataannya masih sangat tertinggal dengan pertumbuhan dan perkembangan penyalahgunaan NAPZA itu sendiri. Data Kasus Tindak Pidana Narkoba di Indonesia sebagaimana dilaporkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Tahun 2006 menyebutkan bahwa antara Tahun 2001 sampai dengan Tahun 2005 telah terjadi peningkatan yaitu kasus narkotika dari 1.907 tahun 2001 meningkat menjadi 8.171 tahun 2005, kasus psikotropika dari 1.648 tahun 2001 meningkat menjadi 6.733 tahun 2005, dan kasus bahan adiktif dari 62 tahun 2001 meningkat menjadi 1.348 tahun 2005 (BNN, 2006). Beberapa penelitian menginformasikan adanya hubungan antara faktor keturunan, karakteristik personal, tekanan kelompok, tekanan-tekanan psikologis, praktek-praktek budaya dan lingkungan sosial dengan perilaku penyalahgunaan NAPZA. Perilaku merokok dalam beberapa penelitian juga dianggap sebagai pintu masuk dari perilaku penyalahgunaan NAPZA, sebagaimana dikenal sebagai “the gateway theory”. Perilaku merokok dalam konteks masyarakat Indonesia acapkali sudah dianggap sebagai bagian dari kebudayaan, sehingga kajian tentang NAPZA di Indonesia tidak bisa dilepaskan dengan perilaku merokok. Dengan demikian adalah tidak mengherankan apabila berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Mackay & Eriksen (2002) prevalensi perokok di Indonesia sebesar 59% untuk laki-laki dewasa dimana menduduki urutan ketiga setelah Cina (66,9) dan Kenya (66,8%). Namun demikian prevalensi perokok untuk laki-laki usia remaja menduduki urutan pertama yaitu sebesar 38%. Sementara itu meskipun angka prevalensi perokok perempuan dewasa hanya 3,7% namun jika dibandingkan dengan prevalensi perokok perempuan usia remaja ternyata angkanya lebih besar yaitu 5,3% yang berarti kedepan sangat dimungkinkan prevalensinya akan naik (WHO, 2004).

DAMPAK KESEHATAN DAN SOSIAL PENYALAHGUNAAN GANJA Ganja adalah nama pohon yang didalam ilmu tumbu-tumbuhan disebut cannabis sativa. Lebih dari itu diketahui bahwa alkohol dan ganja merupakan zat adiktif yang biasanya dikonsumsi pada tahap awal (anak dan remaja) selain rokok (tembakau). sebagaimana dinyatakan oleh Centre for Addiction and Mental Health (1999) bahwa pengalaman mengkonsumsi NAPZA adalah hal yang biasa terjadi pada anak muda karena banyak yang mencoba NAPZA tidak berlanjut pada ketergantungan terhadap NAPZA. 1996 dalam National Health Committee. 2001 ). Brown (2006) mengatakan bahwa remaja yang mengkonsumsi alkohol sebelum usia 14 tahun kemungkinan menjadi dependen terhadap alkohol 4 kali dibandingkan yang mulai minum alkohol usia 21 tahun atau lebih tua. Persentase menjadi naik saat remaja usia 18 tahun menjadi 80% dan 62% yang pernah mengalami masalah dengan miras. kedua minuman keras (miras) sebesar 18. Hasil penelitian pada masyarakat dengan budaya Barat persentase remaja yang pernah mencoba alkohol dan ganja jauh lebih tinggi. Kajian yang sistematik dan berlangsung lama menunjukkan bahwa remaja yang menjadi dependen terhadap heroin dan kokain pada usia dewasa hampir selalu ketika remaja mengkonsumsi rokok dan miras pada saat awal dan kemudian ganja yang juga disebut sebagai “the gate way theory” (Goldstein. maka dalam perkembangan kehidupannya akan memiliki masalah berkenaan dengan alkohol. Remaja usia 14 tahun 52% pernah mencoba miras dan 25% telah bermasalah dengan miras (mabuk). Hal ini perlu dilakukan karena data menunjukkan bahwa 10 sampai 30 persen dari semua remaja yang pernah mengkonsumsi NAPZA akan memiliki masalah yang berkenaan dengan NAPZA pada kehidupan selanjutnya (Brown et al. Hall. B. Brown et al (1996) juga menyatakan bahwa mencoba NAPZA merupakan sesuatu bagian yang normal dari perkembangan remaja (National Health Committee.2%.Penyalahgunaan NAPZA dalam banyak dimensi merupakan masalah. namun kajian ilmiah tentang NAPZA dalam konteks masyarakat Indonesia sampai saat ini masih sangat sedikit. 2002) agar mereka yang pernah mencoba dan menyalahgunakan NAPZA tidak meningkat menjadi perilaku ketergantungan NAPZA (addiction or physical dependence). namun demikian para ilmuwan sepakat bahwa perilaku penyalahgunaan NAPZA tidak selalu berlanjut pada perilaku ketergantungan terhadap NAPZA. Alkohol dan Ganja menjadi 2 zat adiktif yang dikaji karena berdasarkan Laporan Statistik Diskriptif Quiz BNN 2003. Penjelasan tentang faktor-faktor yang menyebabkan pertama kali seseorang menyalahgunakan NAPZA merupakan masalah yang kompleks. 2001. 2003). 2001). Louise & Michael. 1999). jenis NAPZA yang menjadi masalah utama di masyarakat yang pertama adalah heroin (putaw) sebesar 29%. Pohon ini dibedakan menjadi 2 jenis yaitu ganja jantan dan ganja betina. dan ketiga adalah ganja sebesar 17. 1999). Departemen Kesehatan Amerika Serikat (2004) juga melaporkan bahwa seorang perempuan yang memulai minum alkohol lebih muda.6% (BNN. Ganja jantan tidak berbunga maupun . Berdasarkan kenyataan di atas maka promosi kesehatan tentang NAPZA tidak hanya pada upaya “say no to drug” sebagai pencegahan primer namun juga melakukan pencegahan sekunder (Ghodse. Sedangkan sebesar 22% remaja usia 14 tahun telah pernah mencoba ganja dan meningkat menjadi 50 % pada usia 18 tahun (Goldstein.

THC dengan sangat cepat masuk aliran darah melalui paru yang mana membawa zat-zat kimia ke seluruh organ tubuh termasuk otak. namun yang terpenting adalah delta-9 tetrahydrocannabinol (THC). Dalam bentuk “joint” tertentu biasanya berisi antara 0. Kandungan THC dalam ganja menjadi pembagi bentuk ganja menjadi tiga yaitu marijuana (bhang..THC tidak dapat dilarutkan dalam air sehingga tidak memungkinkan dengan cara menyuntikan. sebagian .Hall. 2001). Kandungan THC untuk marijuana berkisar antara 0. 2003). Ketika tanaman telah tumbuh dengan sempurna maka seluruh bagiannya mengandung zat psikoaktif yang secara keseluruhan dikenal sebagaicannabinoids. Louise & Michael. Louise & Michael. Beberapa bagian dari otak memiliki banyak cannabinoid receptor. 1997. Sedangkan hashish kandungan THC berkisar antara 2 sampai 8% dan hashish oil antara 15 sampai 50% (Diaz.5 sampai 1. Lebih dari 50 zat yang terkandung dalam ganja. dan hash oil (liquid cannabis).. Hashish juga dimakan dalam makanan yang sudah dimasak. kemudian menurun pada pucuk daun dan menurun lagi pada daun yang dibawahnya. Tembakau sering juga ditambahkan untuk memudahkan dalam membakarnya. Hal ini dapat dilihat dari adanya sebutan yang berbeda di satu negara dengan negara lainnya. 2001. Didalam otak THC terhubungan dengan tempat spesifik yang dinamakancannabinoid receptor pada sel-sel saraf dan akhirnya mempengaruhi aktifitas sel-sel tersebut. Namun demikian pemakai ganja yang sudah kronis memerlukan lima atau lebih lebihjoint setiap harinya (Hall. cannabis resin). namun lebih banyak yang menggunakan pipa air yang lebih dikenal dengan “bong”.5 sampai 5% namun untuk sinsemilla berkisar antara 7 sampai 14%. Bagi pemakai yang sifatnya occasional 2 sampai 3 mg THC sudah cukup untuk mengasilkan efek yang diinginkan sehingga satujoint cukup untuk digunakan 2 sampai 3 pemakai. Ghodse. 2002).berbuah sehingga tidak dapat diambil hasilnya kecuali seratnya digunakan untuk tali. Dalam perkembangannya dengan teknologi hidroponik dan pemilihan tanaman ganja yang tepat dapat menghasilkan kandungan THC yang sangat tinggi (20-30%) (Ghodse. ganja. Pemakaian hashish juga sering dicampur dengan tembakau dan dengan cara merokok seperti juga cigaret. Kandungan THC tertinggi ada dalam pucuk bunga. kondisi lingkungan terutama iklim dimana tanaman ganja tumbuh. 2002). hashish (charas. Sedangkan ganja betina berbunga dan berbuah (Sudiro. Ganja merupakan tanaman yang dapat tumbuh hampir di seluruh dunia. Ketika seseorang merokok ganja.. Pemakaian ganja/cannabis paling sering dilakukan dengan cara merokok dalam bentuk seperti sigaret dan sering disebut “joint”. Marijuana merupakan hasil dari pengeringan pucuk bunga dan daun ganja.0 gram material tanaman ganja dan antara 5 sampai 150 mg THC. Efek psikoaktif THC akan lebih cepat dengan cara dihisap daripada dimakan. THC yang bereaksi dengan aliran darah hanya 5 sampai 24% ketika ganja dirokok. sinsemilla). ganga. Kandungan THC akan tergantung pada bagian dari tumbuhan.

& Michael L. 2005). Cannabinoid receptor paling banyak yang terdapat pada bagian otak berhubungan dengan fungsi koordinasi gerak tubuh (Cerebellum). melihat film. bronchitis. Disamping itu dalam konsentrasi moderatcannabinoid receptor terdapat pada Hypothalamus. Efek tidak nyaman yang biasa terjadi dari ganja adalah gelisah. Amygdala. peningkatan resiko terkena batuk kronis. relaksasi. dan perasaan tertekan. Keracunan secara cepat pada pengguna ganja sangat rendah dan tidak ditemukan kasus yang fatal dari keracunan akibat penyalahgunaan ganja pada manusia. Dalam jangka yang lebih lama akan mengakibatkan penurunan daya ingat dan ketrampilan belajar dan dalam jangka panjang dapat menjadi adiksi atau ketagihan. Hal ini akan berlangsung sampai 3 jam. Efek kardiovaskuler akan lebih dirasakan pada pasien dengan penyakit jantung (Hall.. frontal danparietal). W. serta meningkatnya denyut jantung. fungsi daya tangkap dan ingatan (hippocampus). dan intensifikasi dari pengalaman pancaindra yang luarbiasa. fungsi reward (Nucleus accumbens) dan fungsi kontrol gerakan (Basal ganglia). 2005) Efek psikologis dan kesehatan yang segera setelah seseorang mengkonsumsi ganja adalah euphoria. Tentu saja ini juga dipengaruhi oleh cara penggunaan dengan merokok dan ditelan yang mengakibatkan lambatnya reaksi dalam tubuh. leher. penyalahgunaan ganja akan membawa konsekuensi pada kesehatan baik selama intoksikasi (akut). Brain stem. panik. seperti makan. dan mendengarkan musik. THC akan meningkatkan denyut jantung antara 20% sampai 50% setelah beberapa menit sampai seperempat jam setelah seseorang merokok atau menelan ganja. dan yang berlangsung lama (kronis). Beberapa penelitian sampai saat ini masih lebih banyak menunjukkan betapa penggunaan ganja dalam kehidupan manusia tetap merugikan. dan paru (NIDA. dan episema. kerusakan koordinasi dan keseimbangan. Dampak yang diakibatkan selama intoksikasi adalah penurunan ingatan jangka pendek. ketrampilan dan reaksi motoriknya juga mengalami kemunduran.sedikit dan sebagian lainnya tidak memiliki sama sekali. Spinal cord. disamping juga ditentukan oleh kandungan THC dari ganja yang dikonsumsi. Louise D. Herning dan Cadet (2001) bersama National Institute on Drug Abuse (NIDA) melaporkan hasil penelitiannya dimana bukti-bukti awal menunjukkan bahwa . Tekanan darah akan naik ketika orang duduk dan akan turun ketika berdiri. Bagi mereka yang telah terbiasa dengan ganja maka mereka akan menginginkan harapan-harapan yang lebih tinggi lagi dengan konsumsi yang lebih banyak sehingga menimbulkan efek delusi dan halusinasi. Efek kognitifnya meliputi berkurangnya memori jangka pendek dan kehilangan hubungan. Pengaruh ini hanya terjadi pada mereka yang belum terbiasa dengan ganja dan pasien yang diberikan THC untuk tujuan pengobatan. pertimbangan dan fungsi kognitif lainnya). fungsi-fungsi kognitif lebih tinggi (Cerebral cortex terutama cingulated.. Cenral gray. 2001). Menurut National Institute on Drug Abuse (NIDA). serta peningkatan resiko terkena kanker pada bagian kepala. penurunan (perhatian. menetap (berjalan lama tetapi tidak permanen). dan Nucleus of the solitary tract (NIDA. perubahan persepsi..

2005) Dalam kaitannya dengan kehidupan remaja. Penelitian kohort tentang penggunaan ganja dan kesehatan mental pada remaja menemukan bahwa konsumsi ganja secara reguler terutama pada remaja perempuan kemungkinan mengalami depresi dan anxiety pada dewasa muda 4 kali lebih besar daripada yang tidak mengkonsumsi ganja. hasil penelitian yang dilakukan oleh National Survey on Drug Use and Health (NSDUH) menemukan adanya hubungan antara frekuensi penggunaan ganja pada remaja dengan masalah-masalah perilaku. Konsumsi ganja secara reguler mingguan terutama pada remaja perempuan kemungkinan mengalami depresi dananxiety pada dewasa muda 2 kali lebih besar daripada yang tidak mengkonsumsi ganja.penyalahgunaan ganja yang kronis dapat menghambat aliran darah ke otak dan meningkatkan resiko terkena stroke pria dengan usia 18 sampai 30 tahun. Alkohol atau Miras merupakan bagian tidak terpisahkan dalam budaya masyarakat Barat dan selalu hadir dalam berbagai pertemuan dan acara-acara seremonial (Diaz. 2004). Dalam konteks kebudayaan Indonesia. Alkohol menurut Diaz (1997) dibagi menjadi 3 tipe. et al. Bukti. DAMPAK KESEHATAN DAN SOSIAL PENYALAHGUNAAN ALKOHOL Alkohol dalam masyarakat Indonesia disebut sebagai Minuman Keras (Miras) adalah jenis NAPZA dalam bentuk minuman yang mengandung alkohol tidak peduli kadar alkohol didalamnya (Hawari. peningkatan keluhan fisik. Penyalahgunaan ganja berhubungan dengan rendahnya prestasi akademik dan meningkatkan drop out sekolah. Hasil ini sesuai dengan kesimpulan dari beberapa penelitian serta kajian tentang penggunaan ganja dan performa remaja yang menyatakan bahwa ganja adalah zat adiktif yang dikonsumsi secara luas pada remaja dan banyak diantara mereka mempersepsikan resiko yang kecil dari perilaku ini. ADHD. Peningkatan perilaku kenakalan remaja berhubungan dengan meningkatnya frekuensi penyalahgunaan ganja pada remaja (NSDUH. Penggunaan ganja bulanan dapat sebagai suatu indikator meningkatnya tekanan biopsikososial (Brodbeck. dan sulit untuk menerima pelajaran. Sebagai negara yang mayoritas beragama Islam. 2006). dan kecelakaan lalulintas. 2006).bukti menunjukkan bahwa penyalahgunaan ganja merupakan penyebab penyalahgunaan zat yang lebih berat seperti heroin dan kokain (Malhorta & Parthasarathy. 2006). Jeannete. 1997). 2002). Tipe yang pertama adalah methyl alcohol atau sering disebut sebagai methanol yang digunakan untuk kepentingan industri. Penelitian juga menemukan bahwa aliran darah dalam otak orang dewasa muda yang menyalahgunakan ganja sebanding dengan orang tua berumur 60 tahun yang tidak menyalahgunakan ganja (NIDA. and Franz Moggi. Metanol ini bisa . Perilaku ini juga berhubungan dengan perilaku beresiko tinggi pada remaja seperti kriminalitas. peningkatan konsumsi alkohol reguler. 2002).. Beberapa remaja memiliki kelakuan yang tidak sehat. alkohol dalam beberapa bagian suku bangsa juga menjadi budaya sebagaimana masyarakat Barat. Monika Matter. kekerasan. Sebaliknya Depresi dan anxiety pada remaja tidak dapat untuk meramalkan penggunaan ganja pada dewasa muda (Patton.. namun secara mayoritas budaya minum-minuman beralkohol ini bukan menjadi budaya masyarakat. Selain itu penggunaan ganja 1-3 kali setiap bulan berhubungan dengan peningkatan perilaku merokok harian. bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa setetes alkohol saja dalam minuman hukumnya sudah haram (Hawari.. George J. C. peningkatan tekanan psikososial dan pada wanita dengan berkurangnya sikap hidup positif. perilaku seks tak aman.

. otot. bahwa laki-laki yang pernah melakukan tindak kekerasan. Alkohol termasuk zat adiktif. endokrin. 2002). and Sara M.. alat pencernakan. dan kejadian kejadian yang sangat menekan( stressfu ll) (Windle M. janin. nutrisi. Whisky (40-50 persen) dan yang lebih rendah adalah anggur (wines) yang mengandung alkohol 12-20 persen.. pankreas. berperasaan dan berperilaku. Hawari. Kedua. Dalam jangka panjang konsumsi alkohol dapat menimbulkan gangguan pada organ otak. atau kedua-duanya meningkatkan terjadinya perilaku seksual oleh seorang laki-laki yang dikenalnya (Abbey. 2002). 2004). Alkohol merupakan NAPZA yang sudah sangat tua dimana teknik fermentasi yang menghasilkan alkohol telah dimulai sejak awal peradaban bercocok tanam. 2004). 2006). . Ketiga. Beberapa hasil penelitian juga menemukan akibat lain dari penyalahgunaan alkohol ini. Konsumsi alkohol pada remaja berhubungan dengan perilaku seks beresiko tinggi (hubungan seks dengan banyak pasangan dan kegagalan untuk menggunakan kondom) (Grossman. J. dan tipe yang ketiga adalah Ethyl alcohol atau etanol yang digunakan si seluruh dunia untuk obat dan yang biasa dicampurkan dalam berbagai jenis minuman keras. A. and Zeeshan AB. Perilaku seks yang beresiko tinggi ini mengakibatkan resiko terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan. penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS (Grunbaum. Kelebihan dalam mengkonsumsi alkohol dapat mengakibatkan keracunan atau intoksikasi (mabuk). dan bir (beer) dengan kandungan alkohol 3-6 persen (Goldstein. Bagi mereka yang sudah ketagihan atau ketergantungan maka bila pemakaiannya dihentikan akan menimbulkan sindrom putul alkohol.. James CO. M.. Dalam kehidupan perempuan meskipun dalam takaran sedang sebuah penelitian menemukan adanya hubungan antara konsumsi alkohol dengan terjadinya kanker payudara terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tersebut (NIAAAs.. 2002). 2003). Spero M M. dalam kasus pelecehan seksual.. 2004). Dalam perkembangannya saat ini minuman keras ini beredar di masyarakat dengan kadar alkohol yang bervariasi.. Robert K. 2001. metabolisme dan resiko kanker (Goldstein. et al. bahwa peminum alkohol berat berhubungan secara signifikan dengan depresi yang lebih berat dibandingkan dengan peminum alkohol ringan dan yang tidak minum sama sekali dalam kaitannya dengan status usaha bunuh diri (Danielson.mengakibatkan keracunan yang bisa sampai menjadikan kematian. korban. faktor-faktor psikososial. Keempat. bahwa perilaku bunuh diri pada remaja dipengaruhi oleh banyak faktor dengan faktor yang utama adalah konsumsi alkohol dan zat adiktif lainnya disamping faktor lain seperti gejala depresif yang berlangsung lama. Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menimbulkan gangguan mental organik yaitu gangguan dalam berpikir.. konsumsi alkohol oleh pelaku.. Gin. and Dedra B. artinya zat tersebut dapat menimbulkan adiksi yaitu ketagihan dan dependensi..Tipe yang kedua adalah Isoprophyl alcohol atau propanol yang biasanya digunakan untukdisinfecta nt andgermicide. Jenis minuman yang mengandung kadar alkohol paling tinggi adalahVodka.. liver. Pertama. 2001). CK. dan perasaan depresi berhubungan dengan penyalahgunaan alkohol (Shore.

W. serta ditemukan ganja dengan kandungan THC 20% ke atas mulai tahun 1999. sehingga kita belum bisa memprediksi jika kemudahan mendapatkan ganja ini menjadi semudah mendapatkan tembakau maka bagaimana dampaknya terhadap kesehatan masyarakat (Hall. pertumbuhan dari periode kesehatan akut (the growth of acute health episodes).Informasi di atas menunjukkan betapa banyaknya dampak negatif dari konsumsi alkohol sebagaimana hasil penelitian yang telah dipaparkan. 2001). Louise D. Fakta di lapangan menunjukkan semakin meningkatnya jumlah ganja dengan kandungan THC yang semakin tinggi.. Peningkatan kadar THC akan berakibat semakin banyaknya pengguna ganja yang kemungkinan menjadi adiksi dan ketergantungan yang pada akhirnya memerlukan tempat untuk rehabilitasi. D. Kandungan THC yang tinggi tentunya membawa konsekuensi yang berbeda dengan pengguna ganja dengan THC yang rendah. Beberapa opini masyarakat saat ini telah mengalami perubahan dimana mengkonsumsi ganja hanya sedikit bahayanya. Meskipun demikian National Insitute on Alcohol Abuse and Alcoholism (NIAAA) menasehatkan untuk tidak mengajak orang mengkonsumsi alkohol dengan alasan kesehatan. Sedangkan alasan ketiga adalah terjadinya perubahan pemahaman tentang dampak kesehatan dari konsumsi ganja. MASA DEPAN PENYALAHGUNAAN GANJA DAN ALKOHOL Dalam perkembangannya potensi masalah penyalahgunaan ganja saat sudah lebih berat lagi daripada 30 tahun yang lalu (NIDA. Walaupun ada pandangan yang baru. . Menurut World Drug Report (2006) ada tiga alasan yang mengkhawatirkan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat: Pertama. pertumbuhan kebutuhan tempat rehabilitasi. 2001).. Meskipun secara teoritis konsumsi bisa saja dikurangi untuk mendapatkan efek yang sama. namun jika ia minum jangan lebih dari 1 atau 2 kali sehari (Goldstein. Pandangan di atas tentu saja tidak sepenuhnya benar karena posisi ganja dengan tembakau dan alkohol adalah berbeda. Sampel ganja di Kanada sebagaimana dikutip World Drug Report (2006) mencatat penurunan persentasi ganja dengan kandungan THC kurang dari 5% dan peningkatan persentasi ganja dengan kandungan THC antara 10% sampai dibawah 20% dari tahun 1989 – 2003. Menurut Diaz (1997) tidak ada yang perlu ditakutkan masyarakat dari penggunaan ganja dan tidak ada bahayanya dengan penggunaan ganja ini Lebih dari itu kampanye penggunaan ganja sebagai obat di kalangan medis semakin meningkatkan perdebatan tentang sisi negatif dan positif dari ganja ini. namun dalam kenyataannya sangat sulit untuk dilakukan.. 2002). namun World Drug Report (2006) masih tetap dengan keyakinan bahwa ganja adalah tidak baik untuk kesehatan. Akibatnya prosedur penanganannyapun harus dilakukan koreksi dan kajian-kajian baru. Alasan kedua. Kualitas ganja yang semakin tinggi merupakan tantangan karena akan membawa perubahan yang dalam berbagai hal. & Michael L. Opini ini sesungguhnya cukup beralasan karena banyak ilmuwan menemukan kenyataan bahwa bahaya tembakau dan alkohol jauh lebih besar dari bahaya ganja. meskipun beberapa penelitian juga menginformasikan yang sebaliknya yaitu bahwa kebiasaan minum alkohol dengan dosis ringan berhubungan dengan penurunan resiko terkena penyakit jantung koroner.

Journal of Studies on Alcohol (Suppl. Published by Oxford University Press. 1997.com/zshop. Carla Kmett. Addiction From Biology to Drug Policy. Cambridge CB2 2RU.homedrugtestingkit... Prentice-Hall.. American Psychological Association Publishing 2006. Avram. Jakarta BNN. New York 10016. UK Goldstein. No 11. 2003. 2003. A. Jakarta Brodbeck. Danielson. Ghodse.” Frequency of cannabis use and biopsychosocial correlates among Swiss adolescents” in Zeitschrift fur Klinische Psychologie und Psychotherapie. 2005. 2002. and Franz Moggi. Monika Matter. The Edinburgh Building.. Inc.Sementara itu dalam konteks penyalahgunaan alcohol ke depan nampaknya kecenderungan peningkatan akan tetap terjadi mengingat arus globalisasi yang cenderung membawa masyarakat kita menuju masyarakat dengan pola perilaku dan tata nilai masyarakat barat dimana alcohol merupakan salah satu bagian dari kebudayaan yang dimilikinya. Jg. Cambridge University Press. New York. and Zeeshan A Butt. Drugs and Addictive Behavior A Guide to Treatment. 198 Madison Avenue. Laporan Hasil Penelitian Penyalahgunaan NAPZA di Indonesia. 2006. Sandra A. Badan Narkotika Nasional. Kebanggaan sebagai bangsa yang beragama dan mengaplikasikan dalam seluruh tata nilai kehidupan harus terus dikumandangkan karena tanpa langkahlangkah yang sistematis maka penyalahgunaan alcohol dan jenis NAPZA lainnya bisa dipastikan akan sulit terbendung. “ Alcohol-related sexual assault: A common problem among college student”.. Juli 2005. . Jeannete. Inc. Second Edition. 34. James C. Hamid. 2001. Third Edition. Vol 48. Diaz. 2002. 2006. BNN.How drugs influence behavior:a neuro behavioral approach. Heft 3. Data Kasus Tindak Pidana Narkoba di Indonesia Tahun 2001 . 14) : 118-128. Desember 2003. DAFTAR PUSTAKA Abbey.” Association Of Substance Abuse and Depression Among Adolescent Psychiatric Inpatients” in Can J Psychiatriy.2005.. http://www. New Jersey 07458. Jaime. Providing Substance Abuse Prevention and Treatment Services to Adolescent. Simon & Schuster/A Viacom Company Upper Saddle River. Badan Narkotika Nasional. 188-195 Brown. Overholser.

in MMWR: Morbidity and Mortality Weekly Report 51(SSO 4): 1-62. Department of Health & Human Services. 3 (April 2002) NIDA. New Zealand. No..” Marijuana Use and Delinquent Behaviors among Youths” in The NSDUH Report January 9. 2004.http://www.”New Research Report Present Marijuana Facts” in Research Findings Vol. in Alcohol Alert Number 62 July 2004. Bangladesh e-Journal of Sociology. Kinchen S.Grossman.. Grunbaum. Printed July 2005. J.. Patton.. Penyalahgunaan dan Ketergantungan NAZA (Narkotika. PO Box 5013 Wellington. 2005.” Marijuana Abuse” in Research Report Series.”Drug Abuse and Criminal Behavior In Penang. 2002. 2002.” Youth risk behavior surveillance: United State 2001”. and Sara M.. 1195-1198 (23 November). National Institute of Health. Assessing and Treating Alcohol and Cannabis Abuse in Primary Care.” Cannabis Use and Performance in Adolescents” (Review Articles) in J. Louise Degenhardt. 59-67.g ov. Indian Assoc.2. U. Hawari.A..”Chronic Marijuana Abuse May Increase Risk of Stroke” inResearch Findings Vol.. Kann. Balai Penerbit FK-UI. The health and psychological effects of cannabis use. NIAAAs. National Drug and Alcohol Research Centre. Robert K. Dadang. Jakarta Karofi. National Institute of Health. 2001. 2004. Ment. Anil & Parthasarathy Biswas. Guidelines for Recognizing. 2002. 17. M. L. University of New South Wales. National Health Committee. No. . Department of Health and Human Services. 2002.DrugAbuseStat istics. 2006. July 2005. An Investigation of the Effects of Alcohol Policies on Youth STDs. Wayne. Hall. et al. No. Malhorta.S.S. Usman Ahmad. Goerge C. 2005.A. NIH Publication Number 05-3879. NSDUH. Vol. samsha. Papers pp 1199. 1 (April 2002) NIDA. Alkohol & Zat Adiktif). and Michael Lynskey. Edisi ke-2 Cetakan ke-I.” Cannabis Use and Mental Health in Young People: Cohort Study” in BMJ 2002: 325. U... 2004. 1999. 2. Health 2006. et al. “Alcohol – An Important Women‟s Health Issue”.. NIDA. Child Adolesc. 17. Malaysia: A Multivariate Analysis”. 2004. 2006. National Institute on Drug Abuse (NIDA) to the National Bureau of Economic Research. 1212.

1211 Geneva 27. Sudiro. Volume I. Windle M. 2003. Jay. 2006..Biregional strategy for harm reduction 2005 – 2009: HIV and injecting drug. Neuroscience of psychoactive substance use and dependence. Masruhi. 2002. 2004. 1211 Geneva 27. 2004.Publications of the World Health Organization. Manson. WHO. Juni 2002. and Dedra Buchwald. World Drug Report. 2005.”Suicidal behaviors and alcohol use among adolescents: a developmental psychopathology perspective”.”Screening for Alcohol Abuse Among Native Americans in a Primary Care Setting” in Psychiatr Serv 53:757-760. Publications of the World Health Organization.Shore. Yogyakarta. 20 Avenue Appia. 172-185 . Cetakan Kedua. Spero M.Switzerland. in Alcohol Clin Exp Res 28(5) Supplement:29S-37S. Copyright 2002 American Psychiatric Association. 20 Avenue Appia.”The emergence of „new cannabis‟ and reassessment of health risks. Analysis. Penerbit Madani Pustaka Hikmah. Switzerland. WHO. Islam Melawan Narkoba.

2004.”Screening for Alcohol Abuse Among Native Americans in a Primary Care Setting” in Psychiatr Serv 53:757-760.”Suicidal behaviors and alcohol use among adolescents: a developmental psychopathology perspective”..Switzerland.. Sudiro. 2003. Publications of the World Health Organization. 2006.” Marijuana Use and Delinquent Behaviors among Youths” in The NSDUH Report January 9. Shore. 1195-1198 (23 November). 2004.” Cannabis Use and Mental Health in Young People: Cohort Study” in BMJ 2002: 325. Juni 2002.. 1212.Biregional strategy for harm reduction 2005 – 2009: HIV and injecting drug.Publications of the World Health Organization.g ov. Masruhi.”The emergence of ‘new cannabis’ and reassessment of health risks. Papers pp 1199. Jay. 1211 Geneva 27. World Drug Report. et al. in Alcohol Clin Exp Res 28(5) Supplement:29S-37S. 172-185 . Penerbit Madani Pustaka Hikmah.DrugAbuseStat istics. Yogyakarta. Analysis. WHO. Windle M. WHO. Islam Melawan Narkoba. 2004. and Dedra Buchwald. Goerge C. 1211 Geneva 27. samsha. 20 Avenue Appia. 2004. Manson. Spero M. 2005. 20 Avenue Appia. Neuroscience of psychoactive substance use and dependence.. Volume I. Patton. 2002. Copyright 2002 American Psychiatric Association. Cetakan Kedua. Switzerland. 2002.NSDUH.http://www.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->