P. 1
Tugas Makalah Ilmu Sosial Dasar Kb

Tugas Makalah Ilmu Sosial Dasar Kb

|Views: 623|Likes:
Published by Dany Saputra

More info:

Published by: Dany Saputra on Nov 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2012

pdf

text

original

TUGAS MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR “PERAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA UNTUK MENSEJAHTERAKAN KELUARGA”

NAMA NPM KELAS

: : :

DANY SAPUTRA WIBOWO 19111025 1KA40

KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, Sehingga Makalah Mata Kuliah Ilmu Sosial Dasar ini dapat saya selesaikan guna sebagai salah satu tugas yang diberikan dosen mata kuliah Ilmu Sosial Dasar sebagai salah satu mata kuliah softskill. Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pengajar mata kuliah Ilmu Sosial Dasar yang telah memberi kesempatan kapada saya untuk mengumpulkan tugas makalah ini, serta seluruh pihak yang telah memberikan motivasi kepada saya untuk menyelesaikan makalah ini. Tugas makalah yang berjudul “Peran Program Keluarga Berencana Untuk Mensejahterakan Keluarga”. Sebuah makalah yang mengupas hal-hal yang berkaitan dengan peran program keluarga berencana di Indonesia. Saya sadar, bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu, saya terus mengharapkan bimbingan dari dosen pengajar mata kuliah Ilmu Sosial Dasar. Agar dilain waktu, tugas – tugas yang diberikan oleh Dosen Pengajar Mata Kuliah Ilmu Sosial Dasar dapat saya kerjakan lebih baik lagi. Harapan saya, semoga makalah ini dapat berguna bagi para pembacanya. Akhirnya saya ucapkan terima kasih. Akhir kata. Wassalamualaikum.

Jakarta,

Oktober 2011

Penulis

i

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................................................................................ i DATAR ISI ................................................................................................................. ii BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG .......................................................................................... 1 1.2. TUJUAN ............................................................................................................... 1 1.3. SASARAN ............................................................................................................ 2 BAB II PERMASALAHAN 2.1. KEKUATAN KELUARGA BERENCANA (STRENGHT) ................................ 3 2.2. KELEMAHAN KELUARGA BERENCANA (WEAKNESS)...........................3 2.3 PELUANG KELUARGA BERENCANA (OPPORTUNITY)...............................3 2.4. TANTANGAN KELUARGA BERENCANA (THREAT)....................................4 BAB III PENUTUP 3.1. KESIMPULAN .................................................................................................... 5 3.2. REKOMENDASI ................................................................................................ 5 BAB IV REFERENSI................................................................................................ 6

ii

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang memiliki jumlah penduduk yang padat. Keadaan yang demikian telah mempersulit usaha peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Karena semakin tinggi tingkat

pertumbuhan penduduk, maka semakin besar pula usaha serta peran pemerintah untuk mempertahankan kesejahteraan masyarakat atau warga negaranya. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan suatu tindakan untuk menekan laju angka pertumbuhan penduduk dengan terus melakukan penyuluhan atau sosialisasi tentang program keluarga berencana. Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui demikian. Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita. Banyak wanita harus menentukan pilihan kontrasepsi yang sulit, tidak hanya karena terbatasnya jumlah metode yang tersedia tetapi juga karena metode-metode tertentu mungkin tidak dapat diterima sehubungan dengan kebijakan nasional KB, kesehatan individual dan seksualitas wanita atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi (Depkes RI, 1998). 1.2. TUJUAN Program Keluarga Berencana (KB) adalah suatu program nasional yang dilakukan oleh pemerintah yang memiliki suatu tujuan untuk mengurangi jumlah kepadatan sehingga dapat mensejahterakan penduduk. Selain tujuan tersebut pemerintah masih memiliki suatu tujuan atau program yang dapat dicapai melalui peran keluarga berencana. Tujuan Keluarga Berencana Nasional di Indonesia adalah :

1

Tujuan Umum Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Normal Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk Tujuan Khusus
  

Meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi. Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi. Meningkatnya kesehatan Keluarga Berencana dengan cara penjarangan kelahiran

1.3 SASARAN Sasaran program keluarga berencana (KB) tertuang dalam RPJMN 2004-2009 yang meliputi: 1. Menurunnya rata-rata laju pertumbuhan penduduk menjadi sekitar 1,14 persen per tahun. 2. Menurunnya angka kelahiran total (TFR) menjadi sekitar 2,2 per perempuan. 3. Menurunnya PUS yang tidak ingin punya anak lagi dan ingin menjarangkan kelahiran berikutnya, tetapi tidak memakai alat/cara kontrasepsi (unmet need) menjadi 6 persen. 4. Meningkatnya pesertaKB laki-laki menjadi 4,5persen. 5. Meningkatnya penggunaan metode kontrasepsi yang rasional, efektif, dan efisien. 6. Meningkatnya rata-rata usia perkawinan pertama perempuan menjadi 21 tahun. 7. Meningkatnya partisipasi keluarga dalam pembinaan tumbuh kembang anak. 8. Meningkatnya jumlah keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera-1 yang aktif dalam usaha ekonomi produktif. 9. Meningkatnya jumlah institusi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan program KB Nasional.

2

BAB II PERMASALAHAN Analisis permasalahan keluarga berencana dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari sisi : 2.1. KEKUATAN KELUARGA BERENCANA (STRENGHT) 1. Komitmen nasional dalam pelaksanaan program KB yang tinggi. 2. Jumlah PLKB/PKB, IMP dan Poktan cukup banyak. 3. Pemberdayaan ekonomi keluarga melalui Kelompok UPPKS. 4. BKKBN sebagai instansi pembina PKB 2.2. KELEMAHAN KELUARGA BERENCANA (WEAKNESS) 1. Dukungan komitmen politis dan operasional di beberapa Kabupaten/Kota masih rendah. 2. Keterpaduan dan koordinasi penggarapan program keluarga sejahtera dan pemberdayaan keluarga belum optimal. 3. Tidak semua lembaga pengelola program KB di Kab/Kota mempunyai perangkat yang menangani bidang KS. 4. Mekanisme operasional belum sesuai yang diharapkan. 2.3. PELUANG KELUARGA BERENCANA (OPPORTUNITY) 1. Keterpaduan dalam kegiatan momentum. 2. Media informasi yang dapat dimanfaatkan semakin berkembang. 3. Meningkatnya dukungan operasional lini lapangan dan pemberdayaan keluarga. Kondisi krisis ekonomi yang berkepanjangan berdampak pada dukungan anggaran khususnya untuk operasional lini lapangan menjadi kecil.
3

4. Dukungan Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Mitra Kerja yang tinggi. 2.4. TANTANGAN/ ANCAMAN KELUARGA BERENCANA (THREAT) 1. Program KB Nasional masih dianggap sebagai beban daerah. 2. Jumlah keluarga miskin (Pra Sejahtera dan KS I) meningkat. 3. Banyak keluarga miskin yang menjadi anggota kelompok UPPKS belum mendapatkan modal dan pendampingan. 4. Selling point (Nilai Jual) Program KB Nasional menurun.

4

BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 3.1. KESIMPULAN
1. Mengembangkan model-model pemberdayaan keluarga. 2. Mengembangkan pola kemitraan. 3. Memanfaatkan program-program keterpaduan. 4. Mendorong kemandirian.

3.2. REKOMENDASI
1. Memantapkan Komitmen Politis dan Operasional dengan lintas sektor dalam Peningkatan Program Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga. 2. Menggali sumber-sumber daya, dana dan sarana. 3. Memberikan peluang kepada mitra kerja untuk berperan serta dalam program pemberdayaan keluarga. 4. Memantapkan Pelaksanaan Advokasi KIE KB Nasional.

5

BAB IV REFERENSI Sumber: http://www.sambas.go.id/component/content/article/102-pemerintah-daerah/2279-peranserta-kb-dalam-membentuk-keluarga-sejahtera.html http://www.bantulkab.go.id/berita/931.html kgm.bappenas.go.id/document/makalah/17_makalah.pdf http://www.bkkbn.go.id/Webs/index.php/rubrik/detail/380 http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga_Berencana

6

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->