Sejarah Penemuan Skala-Skala Termometer

Sebagaimana telah kita bahas sebelumnya bahwa suhu adalah derajat panas yang dimiliki oleh benda. Untuk mengukur suhu alatnya adalah thermometer. Termometer memiliki berbagai macam jenis. Namun yang sering digunakan oleh orang awam adalah jenis thermometer merkuri. Merkuri digunakan pada alat ukur suhu termometer karena koefisien muainya bisa terbilang konstan sehingga perubahan volume akibat kenaikan atau penurunan suhu hamper selalu sama. Alat ini (termometer) terdiri dari pipa kapiler yang menggunakan material kaca dengan kandungan Merkuri di ujung bawah. Untuk tujuan pengukuran, pipa ini dibuat sedemikian rupa sehingga hampa udara. Jika temperatur meningkat, Merkuri akan mengembang naik ke arah atas pipa dan memberikan petunjuk tentang suhu di sekitar alat ukur sesuai dengan skala yang telah ditentukan. Skala suhu yang paling banyak dipakai di seluruh dunia adalah Skala Celcius dengan poin 0 untuk titik beku dan poin 100 untuk titik didih. Termometer Merkuri pertama kali dibuat oleh Daniel G. Fahrenheit. Peralatan sensor panas ini menggunakan bahan Merkuri dan pipa kaca dengan skala Celsius dan Fahrenheit untuk mengukur suhu. Pada tahun 1742 Anders Celsius mempublikasikan sebuah buku berjudul “Penemuan Skala Temperatur Celsius” yang diantara isinya menjelaskan metoda kalibrasi alat termometer seperti dibawah ini: Letakkan silinder termometer di air yang sedang mencair dan tandai poin termometer disaat seluruh air tersebut berwujud cair seluruhnya. Poin ini adalah poin titik beku air. Dengan cara yang sama, tandai poin termometer disaat seluruh air tersebut mendidih seluruhnya saat dipanaskan. Bagi panjang dari dua poin diatas menjadi seratus bagian yang sama. Sampai saat ini tiga poin kalibrasi diatas masih digunakan untuk mencari rata-rata skala Celsius pada Termometer Merkuri. Poin-poin tersebut tidak dapat dijadikan metoda kalibrasi yang akurat karena titik didih dan titik beku air berbeda-beda seiring beda tekanan. Cara Kerja : Sebelum terjadi perubahan suhu, volume Merkuri berada pada kondisi awal. Perubahan suhu lingkungan di sekitar termometer direspon Merkuri dengan perubahan volume. Volume merkuri akan mengembang jika suhu meningkat dan akan menyusut jika suhu menurun. Skala pada termometer akan menunjukkan nilai suhu sesuai keadaan lingkungan. Satuan dari suhu adalah Kelvin, dan merupakan satuan yang telah ditetapkan sebagai satuan Standar Internasional. Ada beberapa macam skala yang digunakan sebagai satuan dan ukuran yang digunakan termometer dalam mengukur suhu antara lain adalah Celcius, Fahrenheit, Reamur, Kelvin, Rankine, Delisle, Newton, dan Rømer. Tetapi yang akan dibahas di dalam makalah tersebut tidak semua skalaskala suhu. Berikut ini beberapa sejarah penemuan skala-skala termometer yang akan dibahas satu persatu. Skala Celcius Anders Celsius lahir di Uppsala, adalah salah satu dari sejumlah besar ilmuwan (semua yang terkait) yang berasal dari Ovanåker di provinsi Hälsingland. Celcius, yang dikatakan telah sangat berbakat dalam matematika sejak usia dini, diangkat menjadi profesor astronomi pada tahun 1730. Dia memulai “grand wisata”, yang berlangsung selama empat tahun, pada 1732, dan ia kunjungi selama tahun-tahun ini hampir semua european observatorium terkenal hari, di mana ia bekerja dengan banyak astronom terkemuka abad ke-18. Celcius „partisipasi dalam ekspedisi ini membuatnya terkenal dan penting dalam upaya untuk menarik perhatian pihak berwenang di Swedia menyumbang sumber daya yang diperlukan untuk membangun observatorium modern di Uppsala Dia berhasil, dan observatorium Celsius sudah siap pada 1741, yang dilengkapi dengan instrumen yang dibeli selama perjalanan panjang di luar negeri, terdiri dari alat yang paling modern pada saat itu teknologi. Pada masa itu ukuran geografis, metereological pengamatan dan lain-lain, tidak dianggap sebagai astronomi hari ini, termasuk dalam pekerjaan seorang profesor astronomi. Dia membawa keluar banyak geografis pengukuran untuk Swedia peta Umum, dan juga salah satu yang pertama untuk dicatat bahwa tanah dari negara-negara nordic perlahan-lahan naik di atas permukaan laut, sebuah

dan kemudian ke-12 divisi masing-masing dibagi lagi atas 8 sub-divisi. sedangkan 100 hanya dapat dibagi 2 kali dengan hasil bilangan bulat (50. Dia membagi skala normalnya menjadi 12 divisi. terutama di Perancis dan Jerman. Fahrenheit ingin menghindari suhu negatif di mana skala Ole Rømer seringkali menunjuk temperatur negatif dalam penggunaan sehari-hari. Temperatur di luar terendah ia jadikan titik nol yang ia ukur pada saat musim dingin tahun 1708 menjelang tahun 1709 di kampung halamannya. yang pertama mengusulkannya pada 1731. molekul-molekul diam atau tidak bergerak. tidak ada skala negatif karena titik beku air ditetapkan sebesar 273 K dan titik didih air ditetapkan sebesar 373 K. jadi termometer Reamur yang dibuat dengan raksa sebenarnya bukan termometer Reamur sejati. Skala Kelvin Penemu dari skala tersebut adalah Daniel Gabriel Fahrenheit. that it was the water that was evaporating. 25). ia memilih 0 oF untuk temperatur campuran es dan air garam (temperatur terdingin yang bisa dicapai air). Lord Kelvin adalah seorang fisikawan dan matematikawan Britania (1824 – 1907). Lahir dengan nama William Thomson di Belfast. Hal ini berarti suhu 0 K sama dengan –273 °C. Dengan alasan inilah skala Kelvin sering digunakan untuk keperluan ilmiah. Reamur mungkin memilih angka 80 karena dapat dibagi-dua sebanyak 4 kali dengan hasil bilangan bulat (40. Saat ini skala Reamur jarang digunakan kecuali di industri permen dan keju. Gdánsk (Danzig) (-17. Skala Fahrenheit Ada beberapa perdebatan mengenai bagaimana Fahrenheit memikirkan skala temperaturnya. Fahrenheit menghendaki agar semua temperatur yang diukur bernilai positif. Setelah kematiannya pada 1744 skala terbalik ke bentuk yang sekarang. angka yang ditunjukkan pada skala Fahrenheit berupa bilangan pecahan. Walaupun ia percaya. teori ini dikenal sebagai hukum kedua termodinamika. 20. titik beku air pada 32 °F. Fahrenheit menyebut bahwa pada skalanya. Kelvin adalah orang pertama yang mengusulkan skala mutlak dari suhu. dan titik didih air pada 212 °F. Titik beku air adalah 0 derajat Reamur. Para ilmuwan yakin bahwa pada suhu nol mutlak. Berikut ini perbandingan skala Kelvin dengan skala Celcius . berbeda 180 derajat. Jadi.6 °F. dengan 0 untuk titik didih air dan 100 untuk titik beku. Studinya terhadap teori Carnot (teori tentang mesin ideal dengan efisiensi mendekati 100%) menuntunnya ke ide bahwa kalor tidak pernah berpindah secara spontan dari benda bersuhu rendah ke benda bersuhu tinggi. Untuk dibangun metereological pengamatan ia terkenal di dunianya termometer Celcius. Skala Reamur digunakan secara luas di Eropa. He believed though. tapi kemudian digantikan oleh Celsius. Pada skala Kelvin. Ada yang menyatakan bahwa Fahrenheit menentukan titik nol (0 °F) dan 100 °F pada skala temperaturnya dengan cara mencatat temperatur di luar terendah yang dapat ia ukur. Karenanya. berarti Fahrenheit saat itu sedang demam ketika bereksperimen atau termometernya tidak akurat). 5). Berikut perbandingan skala Fahrenheit dengan skala Celcius Skala Reamur Skala Reamur adalah skala suhu yang dinamai menurut Rene Antoine Ferchault de Reaumur. Pembagian ini menghasilkan skala 96 derajat. temperatur titik beku normal air (titik es) dipilih sebagai 32 derajat Fahrenheit (32o F) dan temperatur titik titik didih normal air (titik uap) dipilih sebagai 212 derajat Fahrenheit (212o F).Untuk skala Fahrenheit. Di antara titik es dan titik uap terdapat 180 derajat. Ketika mengukur temperatur titik es dan titik uap. titik didih air 80 derajat. Akhirnya beliau mengoprek lagi skalanya sehingga temperatur titik es dan titik uap berupa bilangan bulat. 10. satu derajat Reamur sama dengan 1. dan temperatur badannya sendiri. Skala Kelvin merupakan satuan internasional untuk temperatur. Suhu ini dikenal sebagai suhu nol mutlak. Fahrenheit memutuskan bahwa suhu tubuhnya sendiri adalah 100 °F (suhu tubuh normal adalah mendekati 98.25 derajat Celsius atau kelvin. bahwa itu adalah air yang menguap.proses yang telah berlangsung sejak mencairnya es dari zaman es terbaru. Skala ini mulanya dibuat dengan alcohol. Fahrenheit was born in 1686 in the Hanseatic city of Danzig (German).8 °C).

Ia menetapkan skala temperaturnya dengan titik beku air sebagai 0 derajat dan titik didih air sebagai 100 derajat. Dari data diatas dapat diperoleh bahwa : 1. namun untuk menghindari kerancuan dengan skala Rankine digunakan °Rø. Jadi satuan skala ini. Lambangnya adalah °R (atau °Ra untuk membedakannya dari Rømer dan Réaumur). titik nol pada skala Rankine adalah nol absolut. sehingga ia merasa tidak puas. Pendekatan ini dianggapnya terlalu kasar. Dalam skala ini. adalah 40/21 kelvin (atau derajat Celsius). Seperti skala Kelvin. Skala Fahrenheit : titik lebur = 32°F dan titik didih = 212°F 4. Pada 1738. 2. Ia melakukan percobaan-percobaan dengan meletakkan sekitar 20 titik rujukan suhu mulai dari “udara di musim dingin” sampai “arang yang membara di dapur”. nol adalah titik beku brine dan titik didih air adalah 60 derajat.25% dari suhu salju meleleh sampai suhu air mendidih. Skala Romer Skala suhu yang tidak digunakan lagi. dinamai menurut astronom Denmark Ole Christensen Rømer yang mengusulkannya pada 1701. Ia tahu bahwa banyak zat memuai jika dipanaskan. Ia menemukan bahwa minyak itu memuai 7. Skala Delisle Skala suhu yang dinamai menurut astronom Perancis Joseph-Nicolas Delisle (1688–1768).2 Konversi Masing-Masing Skala Termometer Untuk mencari nilai suatu skala dari skala yang lain perlu adanya suatu konversi yang sudah ada aturannya. satu derajat Rømer. Skala Rankine Skala suhu termodinamis yang dinamai menurut insinyur Skotlandia William John Macquorn Rankine. Lambang satuan ini biasanya °R. tapi satu derajat Rankine didefinisikan sama dengan satu derajat Fahrenheit. Skala ini mirip skala Réaumur. yang mengusulkannya pada 1859. maka akan sama nilainya dengan skala Reamur. jadi ia menggunakan minyak dan mengukur perubahan volumenya pada titik-titik rujukan suhunya. Ia menyebut alatnya termometer. membuat sebuah termometer pada 1732 yang menggunakan raksa sebagai cairan ukurnya. Skala Kelvin : titik lebur = 273 K dan titik didih = 373 K Berikut ini pengkonversian dari skala yang satu keskala yang lainnya. Untuk konversi dari nilai skala Celcius T℃=4/5 T°R T℃=9/5 T+32℉ Untuk konversi tersebut bahwa dari skala reamur dan skala fahrenheit bisa kita konversikan ke skala Celcius. Rømer kemudian mengamati bahwa titik beku air adalah 7. Selain itu kita juga mengetahui perbandingan antar skala. Skala Reamur : titik lebur = 0°R dan titik didih = 80°R 3.Skala Newton Skala suhu yang diciptakan oleh Isaac Newton sekitar 1700.5 derajat. Karena itu ia menempatkan “derajat panas ke-0° pada salju meleleh dan “derajat panas ke-33° pada air mendidih. Josias Weitbrecht (1702–1747) mengkalibrasi ulang termometer Delisle sehingga 0 derajat adalah titik beku air dan 150 derajat adalah titik didih air. Untuk konversi dari nilai skala Reamur T°R=5/4 T℃ T°R=9/4 T+32℉ Untuk konversi tersebut terlihat bahwa dari skala Celcius dan skala Fahrenheit dapat dikonversikan ke skala Reamur. dan ini juga diambil sebagai titik rujukan ketiga. Ia menciptakan satuan ini pada 1732. Semua konversi memiliki aturan dan nilai yang akan sama dengan nilai skala yang belum dikonversikan ke skala lainnya. maka nilainya akan sama dengan nilai di skala Celcius. Untuk konversi dari nilai skala Fahrenheit T℉=5/9 (T-32)℃ T℉=4/9 (T-32)°R . Skala Celcius : titik lebur = 0°C dan titik didih = 100°C 2.

Delisle.8 Rankine °Ra = °F + 459. Untuk skala Reamur dan Fahrenheit jika dikonversikan ke skala Kelvin. Rømer Skala yang diinginkan Formula Kelvin K = °C + 273.15 Fahrenheit °F = K × 1. dari skala Kelvin ke skala Celcius dengan cara mengurangi 273 (-273).15) × 0.Rankine. Rømer .15 Fahrenheit °F = °C × 1.67) / 1. Celsius. Reamur.8 Rømer °Rø = °C × 21/40 + 7. maka akan sama dengan nilai pada skala Kelvin. dari skala Celcius dapat kita ubah ke skala Kelvin yang merupakan menjadi skala dan Satuan Internasional yaitu dengan cara menambahkan 273 (+273).8 + 32 Rankine °Ra = °C × 1.25 Rømer °Rø = (°F − 32) × 7/24 + 7. Celsius. Delisle.8 + 491. Reamur.8 + 273.15) × 0.5 Dari Delisle Rumus konversi suhu dari Delisle ke Rankine. Fahrenheit.Kelvin.Newton.67 Delisle °De = (671.67 − °Ra) × 5/6 Newton °N = (°Ra − 491. Reamur. Reamur. Berikut ini kami tampilkan table-tabel konversi masing-masing skala thermometer : Skala yang diinginkan Formula Celsius °C = K − 273.Kelvin.15) × 21/40 + 7.67 Delisle °De = (100 − °C) × 1.67) × 7/24 + 7.8 Delisle °De = (373.8 − 459. maka akan sama nilainya dengan skala Celcius.15 − K) × 1.Delisle.15 Fahrenheit °F = °Ra – 459. Rømer Skala yang diinginkan Formula Kelvin K = °Ra / 1.8 Rømer °Rø = (K − 273. bisa juga secara langsung.67 Delisle °De = (212 − °F) × 5/6 Newton °N = (°F − 32) × 11/60 Réaumur °Ré = (°F − 32) / 2. Rømer Skala yang dinginkan Formula Kelvin K = (°F + 459.5 Rumus konversi suhu dari Celsius ke kelvin.5 Dari Fahrenheit Rumus konversi suhu dari Fahrenheit ke Celsius. Untuk konversi dari nilai skala Celcius ke skala Kelvin T℃=T+273 K Untuk konversi tersebut.Rankine.Newton.5 Newton °N = °C × 33/100 Réaumur °Ré = °C × 0.Untuk konversi tesebut terlihat bahwa dari skala Celcis dan Reamur dapat dikonversikan ke skala Fahrenheit. maka nilainya akan sama dengan nilai skala pada Fahrenheit.Newton.15) × 33/100 Réaumur °Ré = (K − 273.67 Rankine °Ra = K × 1. Begitu juga sebaliknya..5 Newton °N = (K − 273.Newton.8 + 273. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melihat perbandingan antara skala termometer.8 Rømer °Rø = (°Ra − 491.67) × 11/60 Réaumur °Ré = (°Ra / 1. Fahrenheit.8 Celsius °C = °Ra / 1.Kelvin.8 Celsius °C = (°F − 32) / 1.5 Dari Rankine Rumus konversi suhu dari Rankine ke Fahrenheit.

25 + 491.67 Delisle °De = (60 − °Rø) × 20/7 Newton °N = (°Rø − 7. Reamur. Newton. skala Fahrenheit.15 − °De × 2/3 Celsius °C = 100 − °De × 2/3 Fahrenheit °F = 212 − °De × 1.35 Dari Newton Rumus konversi suhu dari Newton ke Delisle.1 Kesimpulan Dapat kita simpulkan bahwa skala-skala termometer tidak hanya satu seperti Kelvin.Kelvin.5 Dari Réaumur Rumus konversi suhu dari Reamur ke Newton.15 Celsius °C = (°Rø − 7. Selain itu suatu nilai skala bisa kita konversikan dari skala yang satu ke skala lainnya dengan cara mengikuti aturan yang telah ditetapkan sesuai dengan perbandingan masing-masing skala.Delisle. Fahrenheit.Kelvin.67 Delisle °De = (80 − °Ré) × 1.5) × 32/21 3. Skala yang diinginkan Formula Kelvin K = (°Rø − 7.2 Rankine °Ra = 671. Rankine.875 Newton °N = °Ré × 33/80 Rømer °Rø = °Ré × 21/32 + 7. .2 Newton °N = 33 − °De × 0.5) × 24/7 + 491.5) × 40/21 Fahrenheit °F = (°Rø − 7. Rankine. Rankine. skala Rankine. Fahrenheit.15 Celsius °C = °N × 100/33 Fahrenheit °F = °N x 60/11 + 32 Rankine °Ra = °N × 60/11 + 491. dan skala Rømer. Rømer Skala yang diinginkan Formula Kelvin K = °Ré / 0.5) × 22/35 Réaumur °Ré = (°Rø − 7.Kelvin. Fahrenheit.67 Delisle °De = (33 − °N) × 50/11 Réaumur °Ré = °N × 80/33 Rømer °Rø = °N × 35/22 + 7.5 Dari Rømer Rumus konversi suhu dari Rømer ke Reamur. tetapi ada juga skala lainnya yang digunakan oleh thermometer untuk mengukur suhu yaitu skala Celcius.15 Celsius °C = °Ré / 0.8 Fahrenheit °F = °Ré × 2. Celsius.25 + 32 Rankine °Ra = °Ré × 2.Skala yang diinginkan Formula Kelvin K = 373. skala Delisle.67 − °De × 1. skala Reamur.5) × 40/21 + 273.8 + 273. Rømer Skala yang diinginkan Formula Kelvin K = °N × 100/33 + 273.5) × 24/7 + 32 Rankine °Ra = (°Rø − 7. Celsius.22 Réaumur °Ré = 80 − °De × 8/15 Rømer °Rø = 60 − °De × 0.Delisle. Masing– masing skala memiliki memiliki nilai-nilai perbandingan. skala Newton. Celsius.

membimbing. 6. 3. B. QUESTIONING Kegiatan bertanya yang dilakukan baik oleh guru maupun oleh siswa. melalui Direktorat SLTP Depdiknas. 20 sekolah. yang ketika digunakan secara bersama-sama. CONSTRUCTIVISM Aliran pembelajaran yang menuntut siswa untuk menyusun dan membangun makna atas pengalaman baru yang didasarkan pada pengetahuan tertentu. Pengertian CTL adalah sebuah sistem yang menyeluruh. AUTHENTIC ASSESSMENT Alternatif prosedur penilaian yang menuntut siswa untuk benar-benar menunjukkan kemampuannya secara nyata. Seperti halnya biola. CTL terdiri dari bagian-bagian yang saling terhubung. Komponen CTL Inquiry Questioning Constructivism Learning community Authentic assessment Modeling Reflection 1. analisis.CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) CTL dikembangkan oleh The Washington State Concortium for Contextual Teaching and Learning yang melibatkan 11 perguruan tinggi. INQUIRY Siklus proses dalam membangun pengetahuan/konsep yang bermula dari observasi. investigasi. dan lembaga-lembaga yang bergerak dalam dunia pendidikan di AS. dan mengevaluasi cara berfikir siswa. Salah satu kegiatannya adalah melatih dan memberi kesempatan pada guru-guru dari enam provinsi di Indonesia untuk belajar pendekatan kontekstual di AS. maka akan dihasilkan pengaruh yang melebihi hasil yang yang diberikan bagian-bagiannya secara terpisah. MODELING Kegiatan mendemonstrasikan suatu perbuatan agar siswa dapat mencontoh atau belajar. 2. Secara bersama-sama mereka membentuk suatu sistem yang memungkinkan para siswa melihat makna di dalamnya. . memampukan para siswa membuat hubungan yang menghasilkan makna. Sedangkan pertanyaan siswa merupakan wujud keingintahuan. cello. dan mengingat materi akademik. yang secara bersama-sama menghasilkan musik. LEARNING COMMUNITY Kelompok belajar atau sekelompok komunitas yang berfungsi sebagai wadah komunikasi untuk berbagi pengalaman dan gagasan. A. clarinet. Setiap bagian CTL yang berbeda-beda ini memberikan sumbangan dalam menolong siswa memahami tugas sekolah. bertanya. demikian juga bagian-bagian CTL yang terpisah melibatkan proses-proses yang berbeda. Pertanyaan guru digunakan untuk mengarahkan. atau melakukan sesuatu sesuai dengan model yang diberikan. Konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. 4. kemudian membangun teori. 5. dan alat musik lain di dalam sebuah orkestra yang menghasilkan bunyi yang berbeda-beda. Jika bagian-bagian itu terjalin satu sama lain.

antara guru dengan siswa. 3. dsb. Pembentukan kelompok besar. KONSTRUKTIVISME Pada umumnya kita juga sudah menerapkan filosofi ini dalam pembelajaran sehari-hari. BERTANYA (QUESTIONING) Hampir pada semua aktifitas belajar. Melakukan refleksi. praktek mengerjakan sesuatu. Penerapan CTL di kelas Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. kegiatan dan pengalaman yang bertujuan untuk mengidentifikasi hal-hal yang sudah diketahui. Mengamati dan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya tentang instansi saudara. antara siswa dengan guru. Memunculkan ide-ide baru. 4. Menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan. majalah sekolah. berlatih secara fisik. questioning dapat diterapkan: antara siswa dengan siswa. Bisa juga dilakukan saat berdiskusi. mendemonstrasikan. menemukan sendiri dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya! Lakukan sejauh mungkin kegiatan inquiri untuk semua topik! Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya! Ciptakan „masyarakat belajar‟ (belajar dalam kelompok-kelompok)! Hadirkan „model‟ sebagai contoh pembelajaran! Lakukan refleksi di akhir pertemuan! Lakukan penilaian yang sebenarnya! 1. dan sebagainya. yaitu ketika kita merancang pembelajaran dalam bentuk siswa bekerja. MASYARAKAT BELAJAR (LEARNING COMMUNITY) Prakteknya dapat terwujud dalam: Pembentukan kelompok kecil. Mendatangkan „ahli‟ ke kelas. teman sekelas. guru. Bekerja dengan masyarakat. gambar dll. Bekerja dengan kelas di atasnya. ketika mengamati.7. ketika menemui kesulitan. Bekerja dengan kelas sederajat. C. REFLECTION Melihat kembali atau merespon suatu kejadian. atau audien yang lain. MENEMUKAN (INQUIRY) Merumuskan masalah Bagaimanakan cara melukiskan suasana kerja di Instansi saudara? Mengamati atau melakukan observasi Membaca referensi untuk informasi pendukung. PEMODELAN (MODELING) . dsb. Mari kita kembangkan lebih banyak lagi! 2. antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas. Siswa membuat paragraf deskripsi sendiri Mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca. bekerja dalam kelompok. menciptakan ide. 5. karya tulis di mading. Disampaikan pada orang lain untuk mendapat masukan. Bertanya jawab dengan teman. dan hal-hal yang belum diketahui agar dapat dilakukan suatu tindakan penyempurnaan. Menempelkan gambar. menulis karangan.

atau buku siswa tetap digunakan dalam kelas CTL. Kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran siswa hari itu. bukan mengingat fakta. Cooperative Learning. Student Active Learning. Bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif. Jawa Pos. PENILAIAN YANG SEBENARNYA (AUTHENTIC ASSESSMENT) Kemajuan belajar dinilai dari proses. koran. dsb. D. Atau juga model pembuatan berita dari teks-teks berita dari Harian Kompas. dsb. dll? Jiwa dari pendekatan itu sebenarnya sama dengan pendekatan CTL. Catatan atau jurnal di buku siswa. bungkus obat-obatan. buku-buku bidang studi lain. PR Kuis Karya siswa Presentasi atau penampilan siswa Demonstrasikan Laporan Jurnal Hasil tes tulis Karya tulis Adakah tes dalam CTL? Tes tetap dilaksanakan. yakni „bagaimana menghidupkan kelas‟. Bisa juga model dari siswa yang memenangkan kontes English Speech untuk mendemonstrasikan kemampuannya. Hanya.Guru bukan satu-satunya model. Hasil karya. Problem-Based Learning. sebagai salah satu sumber data untuk melihat kemajuan belajar siswa. Prinsip yang digunakan adalah authentic assessment. Dalam pembelajaran bahasa asing (English). Oh ternyata saya pernah mengatakan we pay alone alone itu salah yang benar adalah we go halves. Work-Based Learning. tetapi juga bisa teman lain atau orang lain Karakteristik Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. REFLEKSI (REFLECTION) Realisasinya berupa: Pernyataan langsung tentang apa-apa yang diperolehnya hari itu. buku sejenis itu jangan digunakan sebagai satu-satunya sumber belajar. siapa yang ucapannya cas-cis-cus. untuk pengumpulan data kemajuan belajar itu. majalah anak dan remaja. Media apapun dapat digunakan sebagai sumber belajar: televisi. Menilai pengetahuan dan keterampilan (performansi) yang diperoleh siswa. 7. 6. Meaningful Learning. dialah yang nilainya tinggi. buku telpon. Apakah perbedaan CTL dengan CBSA. Diskusi. penilaian yang sebenarnya. Yang diukur pengetahuan dan keterampilan. Bagaimana dengan buku siswa (buku paket)? Buku pelajaran. Pendekatam Proses. Bedanya pada aspek penekanannya. Berkesinambungan. Penilai tidak hanya guru. bukan hasil ulangan tentang grammarnya. Hanya. . dalam CTL tidak hanya menggunakan tes. buku paket. Hal-hal sebagai Dasar Penilaian: Proyek/kegiatan dan laporannya. termasuk Ebtanas. Quantum Learning. Terintegrasi. bukan melulu hasil. Dari luar kelas oleh native speaker. Dapat digunakan sebagai feed back.

 %   %4.

 %  S# .

3  2.3/33. 203:7.39./03./.3./ 8.9072420907 $..3  2.0782.5./.0.3.9:/03.3.339073.2.3.:8 &39:8.25.9/43.0.7.#0..5.9:.83 2.308.   080S0       0943S     .2.99.80-.0.33..203..5.3/3./..-0 9.0.:-.78.7.0..:8/03.70309  &39:43..38:3 .. 08:8S   .3472:..3 .78..3 -8.0.3.2-..:.843.39.3207:5...80...2:7/..../03.:8/..29..2:7/.5.0..9-.838.3#0.3 3.308.9507-...078/.3.-043..3 % %  &39:43.078./43..3.:..78.3/03.0..3.07890780-:9 /.. ..90780-:9/./03.8.70309S     #..078..3 09::.. /.7.38.73.8/..:808.5.7.8.9072420907  07:93.3203.330S#.2.320.&39:43.9 /.8.8..3$.38.0.0.38.38.308.08.70309.3.70309 2../..0789080-:9907.

:2:7S#F       # 207S#      .  #F.

 0.    #:2:843.2:7 #.S     080S0   S    0943SS .330S#.3 ...3/33.3S   .708:800.330 080 0943 # 207 $.0788::/.70309 #0.3472:.70309SS    #.

:2:7S#FS   # 207S# S .  #F.

7..3472:.    .70309008:8 0.3 S   . 0.70309 #:2:843.0788::/.3 #0.330 080 0943 # 207 $.7.2:7 #.3/33..

  08:8S S  .

S   080S0  S  .330S#.  #.

 0943S S   .

  #F.:2:7S#F S  .

  # 207S#  S   .

 0...7#.70309 08:8 0.3/33.   .3S#.0788::/.7#.3300.3 #0..3472:.330 #:2:843.2:7 080 0943 # 207 $.

  08:8SS#..

    .   080S0   S#.  .70309SS#.

    . 0943S S#.

:2:7S#F S#.  #F..

    .       # 207S#  S#.

3 #0.70800#.   .330 .2:7 0943 # 207 .70309 08:8 0.0788::/.7080 #:2:843.

 0.3472:.$.3/33.3  S0 ...

 08:8S  S0 .

70309S S0   #. .:2:7S#F  S0 .330S#.  S0   0943S S0   #F.

330 .70943 #:2:843. 0.2:7 # 207 $.709430080 #.3472:.3 #0.3/33..3S  .0788::/..70309 08:8 0. # 207S#   S0   .

   08:8SS  .

 .70309SS .

330S#.  #.S  .

   080S0  S   .

 #F.:2:7S#FS  .

 # 207S# S .

   .7#F.3/33.:2:7 #:2:843.70309 08:8 0..3S#F.2:700943 080 #.7#0.3 # 207 $.0788::/. 0.3472:..330 .

    08:8SS#F.

70309SS#F    #.  .S#F     080S0   S#F    0943SS#F .330S#.

  # 207S# S#F .

3  $.0788::/.2:7 0943 080 #. 0.7# 2070#0.70309 08:8 0.3/33.3 S#      ..   ..3472:.330 .7# 207 #:2:843.

   08:8S S#      .

 .70309S S#     .

 S#     .  #.330S#.

   080S0   S#   .

 0943S S#     .

:2:7S#F S#     . #F.

39:8:.8..0943 /.# 207 .3. 3.38..330 8./03...9:08.3409072420907:39:203::78::.99./.3 .. 8.8...3/3..-8..2:7 8./03.3.3507-...3 909.9:8050790.33...90724209079/.838.38. 43..3 $0..8.390.3 808:..#.825:.9:8. #0.    .5.5..32.078.9:7.838. 8.9:3.:.203:9.7.3/3.3/.2022023..70309 8.080 8..3/:3.5.:8 8...33...3.0.83 2.  0825:.507-.3-..9.78./909.83 2.

39.503//..3/$ $.9..2. -0/..202-:.2..3 -.  .33..-078.340%0.9.3.88902.20.2. /.9/.3203.2.9.38:2-.-..3.3/-07.7:.3:350309.3.203.-4.393  804.3.9:88902.:.90758.3 -.3202-./.2.20..8.880882039 4/03 #010.907.8804.3 89:...309.9.3%.9.3.82 0.. $0. 8. $05079..3-:3..04  .202-:..33..9$%!05/3..29:..3439089:.8.302-..3 200-.3 -.9:-:3.3.32:8 /02.-078.-078.733.35.3 %.7-.3.3 907:-:3 . /.9:8.7    !03079.7 .7.7../03.9:0.943  "&# $:8574808/..3-07-0/.479:214743909:.9.3202-0708025.3.: 70947.220344388..92.88.320-..3/.2. 8.83943$9./. 8.32070.733. 202.2.3-07-0/.3 2033.390758.7.3-07-0/.3/ 0.3 202-07.3./.7. . 02-.3 -.80-:.3/.3.23..3503.3-0707.39.20/:5..3 5.8  43805-0.38/3/4308./02    4254303% 36:7 ":089433 43897:.5..907.9..8./.9.32030:7: %907/7/.3%.8.88. :7: :7:/...3-.3 /23.39::7:203.422:39 :9039.3202:33.9:-:3.38.7.3.50309.33..33.7.2.202..35.8.3 2.-.3/.7503/0.92.80.//. /. .3203/474388.38.7309 /.280-:.2202-.88.8/:3.3..80./03... 20-.39:907. $09.32. 2070.380..7.:.3.2574.5-..3507:7:.%  %%&%#  %/02-.202-039:8:./$ 20.3203../:3.:39:-0. -0/.703...3//.470897.3:.7..7....%0.25:.3.2/:3.9043.380./.3574808 574808.7.350307.3.8.92:8.

40:7:2.8.3..7../.9:808:.8 503.: 20.88 02:/./.:800425442:39.8 ...3.43805./.3:39047    "&$%  0.3:32.7 -03.9:507-:.3203:39:988.80.      0.7 .3. !079.74-807.9.7:..39079039:    # &% 04254-0..3.:39:-03.9.3-071:3880-.3.3203:39:988..503...9203.9..:-0..3.-071788.4394.089.50309.3-.7.7203:3:.3202-..9157480/:7503.5.2.324/0.42:3.3.3/-07.3:39:203.8..8 :39:-07-.8 -079.3:7: /:3.9.7.9. $0/.3.788.:.38:.3//..2.:.8.:39:203:8:3/.32030.3 202-2-3 /..3.3202-.8.:.3.3  .9.9../.7.:5:34088..:.7.3/..7.3203/0243897.207:5.3 5079.25:.3-072:.9..3    &%%$$$$% 9073.3.8.3::/0339.3-./03.3808:.33.3-079.3 02.  3..388.3.35.3     $%#&%'$ 7..:.3/.3502-0.

8.3.3/0 /0-.32../03.:.203. 00.9.7 .8-0./03.35.7.3 :39:203/0391.3.9/907.7.3.2502-0.7.3.3.9039.25.3/.5..9.7 6:089433/..304254-08.204254 09.:.3...3...9..9907:://.4394502-0.92.:2:330.3:7: .5.9 09.9339. .380./.3-.7.9  007.3 .919.70107038:39:31472./03.3503..3902../.802:.3-079.9.3.2.07..95.3.38:.3 2..5..2 !02-039:.7.3 .88/.80-.2..7 .:..7.3503025:73.  007..320343897:8803/750309.3 0.8 02-.3.9:  -07.8.88.8 /8-  8.380-03.7  03/.380.980.9 /.88.880/07.2-039:88.:203.38:/../.34-807.8.39..9.39.30.3.3.8:.:.9.803/7  20302:.3203.7507902:.7/.7.3  8.38.3042540./03..35027.8 02-.2575.-007.25. .3.3. .7 9.3-0:2/09..5.18 203:8./03. -.20307.3803/7/.47.9:93/.:.2..3389.3502-0.:20.3./7.3.8.388....:.7.9.5.. .7.9/.8 :7: .:88.9:8/2.3%/0.:/.2.32./09.8.347.3-079::.3.: /.3/.7.3-.83..:.7.3503.202-:.8/.9.   & "&#  07:2:8.../3 2.5.8  007.9.3../03.39.903.8503/::3  03.:.3    $#%# # &%  !7.././.502-..3/0 /.:.9....3.:/.:.    $%#&%'$ !.7.:.3.3 ./..3-0.:2:23.204254 04254  ..300.7./03.9. .2.380-.29:8.902-. 03.3.3:39:203/.3 203.:.3/.3148413/.3  02:3.9-07/8:8 -007... .7/  $8.:..7. .3. 59..1/08758803/7 0342:3.8/.945 02-.7:  0.804./03.7.7/.3.../389.30..3.3/.3 24/0 80-.3808:.5.8.9-0..3203:25:.9020307.207.381./.70--072.8.2-.9.3.3 //..3.73.3. 902.3800. 57.30907..9    !     .9:0.3.:/03 .3    !0307.02-.3.7 ..8.2-.7.20302: 08:9.  #%  0.7:3.3.38:..5.. /8-    #% "&$%   .59.388.3 88.8:/.370108/.7.  03.3.  !02-039:.-007.3..9: 09...3 203/0243897.336:7:39:802:..39..:7:/03.9.:207085438:.3.3  079.3 .7  -0./.88.-/03.388.370108  030250.7..20:8..30--.7.

3.5.7.9..79:  9073.9: 8..3.2-:3.380..:47.3/.100/-.3-079.388.:7: 909.9.5:.3./.9. !073..2502-0..7!03..:.3 -:.5.3 5071472.9.  !03./-::88...3 !740...:39:203/0243897.38:39039.3 02..788.3 7.3.!48 /8-    #$ #%   #0.7.  .38:3 8.3.24/0  8.9/.::73.7.38.8.:8 /./.8:.38.:5:38:2..33.90789 .  03.380-.203.9.9.3.08  .912.  08.   .8..4309:8.22.3.::.5073.8.7.3.9.7.2...8 .8 .3  %073907.73.8403.3/.  07083.91 .04.320203.34390838$500.8.91.:..9..5.8 .574808502-0.    !$# &%%$$$$%  02.3.3/5074088.25.3/.33..83 38  8.3..0850.24/0502-:.:7:-:.320::..25:....8.80-.-8..7:.:.39039.9/:3.9:3.430.388.8 .3808:/.3-03.50309..7.30907.33.3425.3  .:.7/3.07  9.902.83.3:39: 1472.5.7..3.9./.93 -:. ..38 .3. .32033.8...79:  8:8  .25.3-.3-0.30907./.3 05.24/0/.3/507403.7908 908-079.9.3/::750309...8.3:.3-07..20303..5..502-0.8  .7.-07:5.7574808 -:..70./:3.7./.

:-::88.9.380-.3 -::5.39:80-03./..3702.2.908/.9.5.880882039 503.3./03.5/.80/0.331:0.3%/03.9.3503/0.547.8.8.9.9:8:2-07/.8:-9..3/.5.8 ..:.3  -:3:84-..733 44507.  5..3.5:3/.3 80-.3.3..9:8  /. .. 0243897.20..  !# :8 .7503/0..733 !74-02 .3.00.902.9/:3. 203:3.733 / .  .2%9/.9.9.3 -../. -::80038 9:.8.3.3/:3.:39:20.2!74808 ":.:9039.9:3.380-03...8:2-07-0.733 0.3.3 .3 /8-   ...7 0/. !708039.80/ 0.  9072.3 -::90543 47.89089:8 . -:: -::-/.33./.7900.73.3.09  ::50..389:/.02.33. :39:503:25:.3-::88.2% %08909..:.3 :73.39:20...7.. 8:2-07-0.7./03.8.73.3.7...9./.380-..3.733 47 .3.5..3-0.8% .3-0.3$ !03/0.5/:3.3/.25.. 203/:5.0.9.2.9 4-.79: /.3/:3..733 $9:/039 .507-0/.9.3..8 2.3% .3908 !7385.8.9.8505030.:503.30...3.388.3.8.547. -::5..3/..8.9: 8.9.8 0/.788.09 .88.909.2..00....

           .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful