P. 1
Sejarah Penemuan Skala

Sejarah Penemuan Skala

|Views: 611|Likes:
Published by Hanny Kruisdiarti

More info:

Published by: Hanny Kruisdiarti on Nov 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2013

pdf

text

original

Sejarah Penemuan Skala-Skala Termometer

Sebagaimana telah kita bahas sebelumnya bahwa suhu adalah derajat panas yang dimiliki oleh benda. Untuk mengukur suhu alatnya adalah thermometer. Termometer memiliki berbagai macam jenis. Namun yang sering digunakan oleh orang awam adalah jenis thermometer merkuri. Merkuri digunakan pada alat ukur suhu termometer karena koefisien muainya bisa terbilang konstan sehingga perubahan volume akibat kenaikan atau penurunan suhu hamper selalu sama. Alat ini (termometer) terdiri dari pipa kapiler yang menggunakan material kaca dengan kandungan Merkuri di ujung bawah. Untuk tujuan pengukuran, pipa ini dibuat sedemikian rupa sehingga hampa udara. Jika temperatur meningkat, Merkuri akan mengembang naik ke arah atas pipa dan memberikan petunjuk tentang suhu di sekitar alat ukur sesuai dengan skala yang telah ditentukan. Skala suhu yang paling banyak dipakai di seluruh dunia adalah Skala Celcius dengan poin 0 untuk titik beku dan poin 100 untuk titik didih. Termometer Merkuri pertama kali dibuat oleh Daniel G. Fahrenheit. Peralatan sensor panas ini menggunakan bahan Merkuri dan pipa kaca dengan skala Celsius dan Fahrenheit untuk mengukur suhu. Pada tahun 1742 Anders Celsius mempublikasikan sebuah buku berjudul “Penemuan Skala Temperatur Celsius” yang diantara isinya menjelaskan metoda kalibrasi alat termometer seperti dibawah ini: Letakkan silinder termometer di air yang sedang mencair dan tandai poin termometer disaat seluruh air tersebut berwujud cair seluruhnya. Poin ini adalah poin titik beku air. Dengan cara yang sama, tandai poin termometer disaat seluruh air tersebut mendidih seluruhnya saat dipanaskan. Bagi panjang dari dua poin diatas menjadi seratus bagian yang sama. Sampai saat ini tiga poin kalibrasi diatas masih digunakan untuk mencari rata-rata skala Celsius pada Termometer Merkuri. Poin-poin tersebut tidak dapat dijadikan metoda kalibrasi yang akurat karena titik didih dan titik beku air berbeda-beda seiring beda tekanan. Cara Kerja : Sebelum terjadi perubahan suhu, volume Merkuri berada pada kondisi awal. Perubahan suhu lingkungan di sekitar termometer direspon Merkuri dengan perubahan volume. Volume merkuri akan mengembang jika suhu meningkat dan akan menyusut jika suhu menurun. Skala pada termometer akan menunjukkan nilai suhu sesuai keadaan lingkungan. Satuan dari suhu adalah Kelvin, dan merupakan satuan yang telah ditetapkan sebagai satuan Standar Internasional. Ada beberapa macam skala yang digunakan sebagai satuan dan ukuran yang digunakan termometer dalam mengukur suhu antara lain adalah Celcius, Fahrenheit, Reamur, Kelvin, Rankine, Delisle, Newton, dan Rømer. Tetapi yang akan dibahas di dalam makalah tersebut tidak semua skalaskala suhu. Berikut ini beberapa sejarah penemuan skala-skala termometer yang akan dibahas satu persatu. Skala Celcius Anders Celsius lahir di Uppsala, adalah salah satu dari sejumlah besar ilmuwan (semua yang terkait) yang berasal dari Ovanåker di provinsi Hälsingland. Celcius, yang dikatakan telah sangat berbakat dalam matematika sejak usia dini, diangkat menjadi profesor astronomi pada tahun 1730. Dia memulai “grand wisata”, yang berlangsung selama empat tahun, pada 1732, dan ia kunjungi selama tahun-tahun ini hampir semua european observatorium terkenal hari, di mana ia bekerja dengan banyak astronom terkemuka abad ke-18. Celcius „partisipasi dalam ekspedisi ini membuatnya terkenal dan penting dalam upaya untuk menarik perhatian pihak berwenang di Swedia menyumbang sumber daya yang diperlukan untuk membangun observatorium modern di Uppsala Dia berhasil, dan observatorium Celsius sudah siap pada 1741, yang dilengkapi dengan instrumen yang dibeli selama perjalanan panjang di luar negeri, terdiri dari alat yang paling modern pada saat itu teknologi. Pada masa itu ukuran geografis, metereological pengamatan dan lain-lain, tidak dianggap sebagai astronomi hari ini, termasuk dalam pekerjaan seorang profesor astronomi. Dia membawa keluar banyak geografis pengukuran untuk Swedia peta Umum, dan juga salah satu yang pertama untuk dicatat bahwa tanah dari negara-negara nordic perlahan-lahan naik di atas permukaan laut, sebuah

Fahrenheit memutuskan bahwa suhu tubuhnya sendiri adalah 100 °F (suhu tubuh normal adalah mendekati 98. temperatur titik beku normal air (titik es) dipilih sebagai 32 derajat Fahrenheit (32o F) dan temperatur titik titik didih normal air (titik uap) dipilih sebagai 212 derajat Fahrenheit (212o F). Jadi. angka yang ditunjukkan pada skala Fahrenheit berupa bilangan pecahan. Kelvin adalah orang pertama yang mengusulkan skala mutlak dari suhu. Untuk dibangun metereological pengamatan ia terkenal di dunianya termometer Celcius. 20. that it was the water that was evaporating. Berikut perbandingan skala Fahrenheit dengan skala Celcius Skala Reamur Skala Reamur adalah skala suhu yang dinamai menurut Rene Antoine Ferchault de Reaumur. Fahrenheit menyebut bahwa pada skalanya. Dia membagi skala normalnya menjadi 12 divisi. berarti Fahrenheit saat itu sedang demam ketika bereksperimen atau termometernya tidak akurat). Hal ini berarti suhu 0 K sama dengan –273 °C. Ketika mengukur temperatur titik es dan titik uap. bahwa itu adalah air yang menguap. tidak ada skala negatif karena titik beku air ditetapkan sebesar 273 K dan titik didih air ditetapkan sebesar 373 K. Fahrenheit was born in 1686 in the Hanseatic city of Danzig (German). Skala Fahrenheit Ada beberapa perdebatan mengenai bagaimana Fahrenheit memikirkan skala temperaturnya. He believed though. dan titik didih air pada 212 °F. satu derajat Reamur sama dengan 1. tapi kemudian digantikan oleh Celsius. Akhirnya beliau mengoprek lagi skalanya sehingga temperatur titik es dan titik uap berupa bilangan bulat.proses yang telah berlangsung sejak mencairnya es dari zaman es terbaru. molekul-molekul diam atau tidak bergerak. Setelah kematiannya pada 1744 skala terbalik ke bentuk yang sekarang. Walaupun ia percaya. Karenanya. ia memilih 0 oF untuk temperatur campuran es dan air garam (temperatur terdingin yang bisa dicapai air). dengan 0 untuk titik didih air dan 100 untuk titik beku. Ada yang menyatakan bahwa Fahrenheit menentukan titik nol (0 °F) dan 100 °F pada skala temperaturnya dengan cara mencatat temperatur di luar terendah yang dapat ia ukur.8 °C). Temperatur di luar terendah ia jadikan titik nol yang ia ukur pada saat musim dingin tahun 1708 menjelang tahun 1709 di kampung halamannya. Lahir dengan nama William Thomson di Belfast. jadi termometer Reamur yang dibuat dengan raksa sebenarnya bukan termometer Reamur sejati.Untuk skala Fahrenheit. Skala Kelvin merupakan satuan internasional untuk temperatur. Gdánsk (Danzig) (-17. Saat ini skala Reamur jarang digunakan kecuali di industri permen dan keju. Fahrenheit menghendaki agar semua temperatur yang diukur bernilai positif. Reamur mungkin memilih angka 80 karena dapat dibagi-dua sebanyak 4 kali dengan hasil bilangan bulat (40. Studinya terhadap teori Carnot (teori tentang mesin ideal dengan efisiensi mendekati 100%) menuntunnya ke ide bahwa kalor tidak pernah berpindah secara spontan dari benda bersuhu rendah ke benda bersuhu tinggi. terutama di Perancis dan Jerman. 5). Fahrenheit ingin menghindari suhu negatif di mana skala Ole Rømer seringkali menunjuk temperatur negatif dalam penggunaan sehari-hari. Para ilmuwan yakin bahwa pada suhu nol mutlak. Skala Reamur digunakan secara luas di Eropa. Lord Kelvin adalah seorang fisikawan dan matematikawan Britania (1824 – 1907).6 °F. titik didih air 80 derajat.25 derajat Celsius atau kelvin. Pada skala Kelvin. teori ini dikenal sebagai hukum kedua termodinamika. Skala ini mulanya dibuat dengan alcohol. Skala Kelvin Penemu dari skala tersebut adalah Daniel Gabriel Fahrenheit. Berikut ini perbandingan skala Kelvin dengan skala Celcius . yang pertama mengusulkannya pada 1731. 25). sedangkan 100 hanya dapat dibagi 2 kali dengan hasil bilangan bulat (50. 10. dan temperatur badannya sendiri. Pembagian ini menghasilkan skala 96 derajat. Di antara titik es dan titik uap terdapat 180 derajat. Suhu ini dikenal sebagai suhu nol mutlak. Dengan alasan inilah skala Kelvin sering digunakan untuk keperluan ilmiah. berbeda 180 derajat. dan kemudian ke-12 divisi masing-masing dibagi lagi atas 8 sub-divisi. titik beku air pada 32 °F. Titik beku air adalah 0 derajat Reamur.

namun untuk menghindari kerancuan dengan skala Rankine digunakan °Rø. Skala Celcius : titik lebur = 0°C dan titik didih = 100°C 2. Ia menemukan bahwa minyak itu memuai 7. Josias Weitbrecht (1702–1747) mengkalibrasi ulang termometer Delisle sehingga 0 derajat adalah titik beku air dan 150 derajat adalah titik didih air. dan ini juga diambil sebagai titik rujukan ketiga. Skala Romer Skala suhu yang tidak digunakan lagi. Rømer kemudian mengamati bahwa titik beku air adalah 7. Lambangnya adalah °R (atau °Ra untuk membedakannya dari Rømer dan Réaumur). Untuk konversi dari nilai skala Fahrenheit T℉=5/9 (T-32)℃ T℉=4/9 (T-32)°R . Untuk konversi dari nilai skala Celcius T℃=4/5 T°R T℃=9/5 T+32℉ Untuk konversi tersebut bahwa dari skala reamur dan skala fahrenheit bisa kita konversikan ke skala Celcius. maka akan sama nilainya dengan skala Reamur. Seperti skala Kelvin. sehingga ia merasa tidak puas. satu derajat Rømer. Skala Reamur : titik lebur = 0°R dan titik didih = 80°R 3. Ia tahu bahwa banyak zat memuai jika dipanaskan. Semua konversi memiliki aturan dan nilai yang akan sama dengan nilai skala yang belum dikonversikan ke skala lainnya. nol adalah titik beku brine dan titik didih air adalah 60 derajat. adalah 40/21 kelvin (atau derajat Celsius). Ia menyebut alatnya termometer. Skala ini mirip skala Réaumur. Untuk konversi dari nilai skala Reamur T°R=5/4 T℃ T°R=9/4 T+32℉ Untuk konversi tersebut terlihat bahwa dari skala Celcius dan skala Fahrenheit dapat dikonversikan ke skala Reamur. Pendekatan ini dianggapnya terlalu kasar. jadi ia menggunakan minyak dan mengukur perubahan volumenya pada titik-titik rujukan suhunya. Lambang satuan ini biasanya °R. membuat sebuah termometer pada 1732 yang menggunakan raksa sebagai cairan ukurnya. Pada 1738. Skala Fahrenheit : titik lebur = 32°F dan titik didih = 212°F 4. Ia menetapkan skala temperaturnya dengan titik beku air sebagai 0 derajat dan titik didih air sebagai 100 derajat. yang mengusulkannya pada 1859. Skala Delisle Skala suhu yang dinamai menurut astronom Perancis Joseph-Nicolas Delisle (1688–1768).2 Konversi Masing-Masing Skala Termometer Untuk mencari nilai suatu skala dari skala yang lain perlu adanya suatu konversi yang sudah ada aturannya. Skala Rankine Skala suhu termodinamis yang dinamai menurut insinyur Skotlandia William John Macquorn Rankine. Ia melakukan percobaan-percobaan dengan meletakkan sekitar 20 titik rujukan suhu mulai dari “udara di musim dingin” sampai “arang yang membara di dapur”. Karena itu ia menempatkan “derajat panas ke-0° pada salju meleleh dan “derajat panas ke-33° pada air mendidih.Skala Newton Skala suhu yang diciptakan oleh Isaac Newton sekitar 1700. Ia menciptakan satuan ini pada 1732. tapi satu derajat Rankine didefinisikan sama dengan satu derajat Fahrenheit. Jadi satuan skala ini. titik nol pada skala Rankine adalah nol absolut.5 derajat. Dalam skala ini.25% dari suhu salju meleleh sampai suhu air mendidih. Selain itu kita juga mengetahui perbandingan antar skala. 2. maka nilainya akan sama dengan nilai di skala Celcius. dinamai menurut astronom Denmark Ole Christensen Rømer yang mengusulkannya pada 1701. Dari data diatas dapat diperoleh bahwa : 1. Skala Kelvin : titik lebur = 273 K dan titik didih = 373 K Berikut ini pengkonversian dari skala yang satu keskala yang lainnya.

5 Dari Delisle Rumus konversi suhu dari Delisle ke Rankine.Newton.8 Rømer °Rø = °C × 21/40 + 7.15) × 33/100 Réaumur °Ré = (K − 273. Begitu juga sebaliknya.15) × 0.67 Delisle °De = (100 − °C) × 1.15) × 21/40 + 7.67 Rankine °Ra = K × 1. Untuk konversi dari nilai skala Celcius ke skala Kelvin T℃=T+273 K Untuk konversi tersebut.8 + 273.8 − 459.8 Celsius °C = (°F − 32) / 1. Rømer Skala yang dinginkan Formula Kelvin K = (°F + 459. Berikut ini kami tampilkan table-tabel konversi masing-masing skala thermometer : Skala yang diinginkan Formula Celsius °C = K − 273.15 − K) × 1. bisa juga secara langsung.15 Fahrenheit °F = °C × 1.8 Delisle °De = (373. dari skala Kelvin ke skala Celcius dengan cara mengurangi 273 (-273).Kelvin.25 Rømer °Rø = (°F − 32) × 7/24 + 7.Newton..Rankine. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melihat perbandingan antara skala termometer. maka nilainya akan sama dengan nilai skala pada Fahrenheit. Rømer . Delisle. Untuk skala Reamur dan Fahrenheit jika dikonversikan ke skala Kelvin. Fahrenheit.Newton. maka akan sama nilainya dengan skala Celcius.8 Rømer °Rø = (K − 273.15 Fahrenheit °F = °Ra – 459.67 Delisle °De = (671.Kelvin.15) × 0. Rømer Skala yang diinginkan Formula Kelvin K = °Ra / 1. Celsius.5 Newton °N = °C × 33/100 Réaumur °Ré = °C × 0. maka akan sama dengan nilai pada skala Kelvin. Fahrenheit.67 Delisle °De = (212 − °F) × 5/6 Newton °N = (°F − 32) × 11/60 Réaumur °Ré = (°F − 32) / 2. Celsius.67) / 1.8 + 491. Reamur.67) × 11/60 Réaumur °Ré = (°Ra / 1.Rankine.8 + 273. Reamur. Reamur.67 − °Ra) × 5/6 Newton °N = (°Ra − 491.Delisle. dari skala Celcius dapat kita ubah ke skala Kelvin yang merupakan menjadi skala dan Satuan Internasional yaitu dengan cara menambahkan 273 (+273).8 + 32 Rankine °Ra = °C × 1.5 Dari Rankine Rumus konversi suhu dari Rankine ke Fahrenheit.5 Dari Fahrenheit Rumus konversi suhu dari Fahrenheit ke Celsius.8 Rømer °Rø = (°Ra − 491.8 Celsius °C = °Ra / 1. Reamur. Delisle.5 Rumus konversi suhu dari Celsius ke kelvin.8 Rankine °Ra = °F + 459.Newton. Rømer Skala yang diinginkan Formula Kelvin K = °C + 273.67) × 7/24 + 7.Kelvin.15 Fahrenheit °F = K × 1.5 Newton °N = (K − 273.Untuk konversi tesebut terlihat bahwa dari skala Celcis dan Reamur dapat dikonversikan ke skala Fahrenheit.

875 Newton °N = °Ré × 33/80 Rømer °Rø = °Ré × 21/32 + 7. Selain itu suatu nilai skala bisa kita konversikan dari skala yang satu ke skala lainnya dengan cara mengikuti aturan yang telah ditetapkan sesuai dengan perbandingan masing-masing skala.15 Celsius °C = °Ré / 0.Kelvin.5) × 24/7 + 32 Rankine °Ra = (°Rø − 7. Celsius. Rankine. Reamur.25 + 32 Rankine °Ra = °Ré × 2.5) × 40/21 Fahrenheit °F = (°Rø − 7. tetapi ada juga skala lainnya yang digunakan oleh thermometer untuk mengukur suhu yaitu skala Celcius. skala Delisle.35 Dari Newton Rumus konversi suhu dari Newton ke Delisle.22 Réaumur °Ré = 80 − °De × 8/15 Rømer °Rø = 60 − °De × 0.67 − °De × 1. Celsius.2 Newton °N = 33 − °De × 0.5) × 32/21 3. Fahrenheit. Celsius. Skala yang diinginkan Formula Kelvin K = (°Rø − 7.5 Dari Rømer Rumus konversi suhu dari Rømer ke Reamur. Rankine. Fahrenheit.8 + 273.Delisle.5) × 40/21 + 273.15 Celsius °C = (°Rø − 7. skala Rankine. Rømer Skala yang diinginkan Formula Kelvin K = °Ré / 0. Newton.Delisle.8 Fahrenheit °F = °Ré × 2.67 Delisle °De = (60 − °Rø) × 20/7 Newton °N = (°Rø − 7.5) × 24/7 + 491. Fahrenheit.2 Rankine °Ra = 671. Rømer Skala yang diinginkan Formula Kelvin K = °N × 100/33 + 273. .Kelvin.15 Celsius °C = °N × 100/33 Fahrenheit °F = °N x 60/11 + 32 Rankine °Ra = °N × 60/11 + 491.67 Delisle °De = (33 − °N) × 50/11 Réaumur °Ré = °N × 80/33 Rømer °Rø = °N × 35/22 + 7.1 Kesimpulan Dapat kita simpulkan bahwa skala-skala termometer tidak hanya satu seperti Kelvin.5 Dari Réaumur Rumus konversi suhu dari Reamur ke Newton.Kelvin.25 + 491. skala Reamur. Masing– masing skala memiliki memiliki nilai-nilai perbandingan.5) × 22/35 Réaumur °Ré = (°Rø − 7.15 − °De × 2/3 Celsius °C = 100 − °De × 2/3 Fahrenheit °F = 212 − °De × 1. skala Fahrenheit.Skala yang diinginkan Formula Kelvin K = 373.67 Delisle °De = (80 − °Ré) × 1. skala Newton. dan skala Rømer. Rankine.

yang ketika digunakan secara bersama-sama. B. maka akan dihasilkan pengaruh yang melebihi hasil yang yang diberikan bagian-bagiannya secara terpisah. analisis. 5. bertanya. 20 sekolah. 3. yang secara bersama-sama menghasilkan musik. atau melakukan sesuatu sesuai dengan model yang diberikan. 2. Secara bersama-sama mereka membentuk suatu sistem yang memungkinkan para siswa melihat makna di dalamnya. membimbing. 6. dan mengingat materi akademik. kemudian membangun teori. Pertanyaan guru digunakan untuk mengarahkan. A. AUTHENTIC ASSESSMENT Alternatif prosedur penilaian yang menuntut siswa untuk benar-benar menunjukkan kemampuannya secara nyata. dan lembaga-lembaga yang bergerak dalam dunia pendidikan di AS. LEARNING COMMUNITY Kelompok belajar atau sekelompok komunitas yang berfungsi sebagai wadah komunikasi untuk berbagi pengalaman dan gagasan. dan alat musik lain di dalam sebuah orkestra yang menghasilkan bunyi yang berbeda-beda. MODELING Kegiatan mendemonstrasikan suatu perbuatan agar siswa dapat mencontoh atau belajar. INQUIRY Siklus proses dalam membangun pengetahuan/konsep yang bermula dari observasi. Setiap bagian CTL yang berbeda-beda ini memberikan sumbangan dalam menolong siswa memahami tugas sekolah. demikian juga bagian-bagian CTL yang terpisah melibatkan proses-proses yang berbeda. CONSTRUCTIVISM Aliran pembelajaran yang menuntut siswa untuk menyusun dan membangun makna atas pengalaman baru yang didasarkan pada pengetahuan tertentu. Pengertian CTL adalah sebuah sistem yang menyeluruh. clarinet. Konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. cello. Sedangkan pertanyaan siswa merupakan wujud keingintahuan. Salah satu kegiatannya adalah melatih dan memberi kesempatan pada guru-guru dari enam provinsi di Indonesia untuk belajar pendekatan kontekstual di AS. 4.CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) CTL dikembangkan oleh The Washington State Concortium for Contextual Teaching and Learning yang melibatkan 11 perguruan tinggi. dan mengevaluasi cara berfikir siswa. CTL terdiri dari bagian-bagian yang saling terhubung. . Seperti halnya biola. Komponen CTL Inquiry Questioning Constructivism Learning community Authentic assessment Modeling Reflection 1. Jika bagian-bagian itu terjalin satu sama lain. melalui Direktorat SLTP Depdiknas. QUESTIONING Kegiatan bertanya yang dilakukan baik oleh guru maupun oleh siswa. investigasi. memampukan para siswa membuat hubungan yang menghasilkan makna.

PEMODELAN (MODELING) . antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas. teman sekelas. ketika menemui kesulitan. antara siswa dengan guru. Bekerja dengan kelas di atasnya. yaitu ketika kita merancang pembelajaran dalam bentuk siswa bekerja. bekerja dalam kelompok. Menempelkan gambar. Bekerja dengan kelas sederajat. questioning dapat diterapkan: antara siswa dengan siswa. Mari kita kembangkan lebih banyak lagi! 2. MASYARAKAT BELAJAR (LEARNING COMMUNITY) Prakteknya dapat terwujud dalam: Pembentukan kelompok kecil. praktek mengerjakan sesuatu. Melakukan refleksi. Mengamati dan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya tentang instansi saudara. antara guru dengan siswa. Siswa membuat paragraf deskripsi sendiri Mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca. dan hal-hal yang belum diketahui agar dapat dilakukan suatu tindakan penyempurnaan. menemukan sendiri dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya! Lakukan sejauh mungkin kegiatan inquiri untuk semua topik! Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya! Ciptakan „masyarakat belajar‟ (belajar dalam kelompok-kelompok)! Hadirkan „model‟ sebagai contoh pembelajaran! Lakukan refleksi di akhir pertemuan! Lakukan penilaian yang sebenarnya! 1. BERTANYA (QUESTIONING) Hampir pada semua aktifitas belajar. Bekerja dengan masyarakat. atau audien yang lain. berlatih secara fisik. mendemonstrasikan. REFLECTION Melihat kembali atau merespon suatu kejadian. kegiatan dan pengalaman yang bertujuan untuk mengidentifikasi hal-hal yang sudah diketahui. Bisa juga dilakukan saat berdiskusi. dsb. guru.7. Memunculkan ide-ide baru. ketika mengamati. menciptakan ide. gambar dll. Mendatangkan „ahli‟ ke kelas. KONSTRUKTIVISME Pada umumnya kita juga sudah menerapkan filosofi ini dalam pembelajaran sehari-hari. 5. dsb. Bertanya jawab dengan teman. majalah sekolah. Menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan. 3. menulis karangan. C. Penerapan CTL di kelas Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. 4. Pembentukan kelompok besar. karya tulis di mading. Disampaikan pada orang lain untuk mendapat masukan. MENEMUKAN (INQUIRY) Merumuskan masalah Bagaimanakan cara melukiskan suasana kerja di Instansi saudara? Mengamati atau melakukan observasi Membaca referensi untuk informasi pendukung. dan sebagainya.

Kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran siswa hari itu. sebagai salah satu sumber data untuk melihat kemajuan belajar siswa. Bisa juga model dari siswa yang memenangkan kontes English Speech untuk mendemonstrasikan kemampuannya. REFLEKSI (REFLECTION) Realisasinya berupa: Pernyataan langsung tentang apa-apa yang diperolehnya hari itu. Dari luar kelas oleh native speaker. buku paket. buku-buku bidang studi lain. bukan melulu hasil. penilaian yang sebenarnya. Apakah perbedaan CTL dengan CBSA. Atau juga model pembuatan berita dari teks-teks berita dari Harian Kompas. buku sejenis itu jangan digunakan sebagai satu-satunya sumber belajar. dsb. Bagaimana dengan buku siswa (buku paket)? Buku pelajaran. untuk pengumpulan data kemajuan belajar itu. dll? Jiwa dari pendekatan itu sebenarnya sama dengan pendekatan CTL. koran. termasuk Ebtanas. PENILAIAN YANG SEBENARNYA (AUTHENTIC ASSESSMENT) Kemajuan belajar dinilai dari proses. dialah yang nilainya tinggi. Jawa Pos. 7. dalam CTL tidak hanya menggunakan tes. bukan mengingat fakta. siapa yang ucapannya cas-cis-cus. Media apapun dapat digunakan sebagai sumber belajar: televisi. Student Active Learning. Cooperative Learning. 6. Hanya. Hanya. D. Bedanya pada aspek penekanannya. Prinsip yang digunakan adalah authentic assessment. buku telpon. tetapi juga bisa teman lain atau orang lain Karakteristik Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. bungkus obat-obatan. Hasil karya. dsb. Quantum Learning. yakni „bagaimana menghidupkan kelas‟. Meaningful Learning. Catatan atau jurnal di buku siswa. Diskusi. Dapat digunakan sebagai feed back.Guru bukan satu-satunya model. Work-Based Learning. Bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif. Problem-Based Learning. bukan hasil ulangan tentang grammarnya. Berkesinambungan. Dalam pembelajaran bahasa asing (English). Menilai pengetahuan dan keterampilan (performansi) yang diperoleh siswa. atau buku siswa tetap digunakan dalam kelas CTL. Terintegrasi. Oh ternyata saya pernah mengatakan we pay alone alone itu salah yang benar adalah we go halves. Pendekatam Proses. Yang diukur pengetahuan dan keterampilan. . majalah anak dan remaja. Hal-hal sebagai Dasar Penilaian: Proyek/kegiatan dan laporannya. Penilai tidak hanya guru. PR Kuis Karya siswa Presentasi atau penampilan siswa Demonstrasikan Laporan Jurnal Hasil tes tulis Karya tulis Adakah tes dalam CTL? Tes tetap dilaksanakan.

 %   %4.

 %  S# .

0.8/..:.8. .#0.078/.9507-.:808.0789080-:9907.78..70309.078.308.78..39.3 ./03./03.0..9:/03.:8 &39:8.38.:.3/33.-043.38.9072420907 $.5.7.3/3.:8/03./..70309  &39:43.0.39....25.&39:43.38..5..2..07890780-:9 /.9-.78.9:..8./03.7..3 % %  &39:43.0..3.3.0...33..3  2. 08:8S   .2:7/.80.3 -8.0.38.2..9072420907  07:93.7.38:3 .5..203..80-..8..3203.3.././.08..3./ 8.3  2.   080S0       0943S     .:-..0..90780-:9/.7.078.3 3..843.320.99..2.3$.3472:../43.83 2.9/43.29.838.0.2-..3.5.3/03.-0 9.0./..5.339073..3207:5.330S#.3.3. /.73.0..8..:8/. 203:7.2:7/.308.0782.3.9 /.3#0.3 09::.70309 2..70309S     #.308.3..

:2:7S#F       # 207S#      .  #F.

 0..330S#..70309 #0.70309SS    #.330 080 0943 # 207 $.S     080S0   S    0943SS .3/33.0788::/.708:800.    #:2:843.2:7 #.3 .3S   .3472:.

:2:7S#FS   # 207S# S .  #F.

.70309008:8 0.0788::/.3 S   .2:7 #..70309 #:2:843.7. 0.7.3 #0.3/33.3472:.    .330 080 0943 # 207 $.

  08:8S S  .

  #.S   080S0  S  .330S#.

 0943S S   .

  #F.:2:7S#F S  .

  # 207S#  S   .

2:7 080 0943 # 207 $..3300.   ..7#.3/33.3 #0.70309 08:8 0.3S#.7#.330 #:2:843. 0..0788::/.3472:.

  08:8SS#..

 .70309SS#.    .   080S0   S#.

 0943S S#.    .

.:2:7S#F S#.  #F.

    .       # 207S#  S#.

2:7 0943 # 207 .7080 #:2:843.0788::/.3 #0.70800#.330 .70309 08:8 0.   .

3472:..3/33.$. 0.3  S0 ..

 08:8S  S0 .

:2:7S#F  S0 .330S#. .  S0   0943S S0   #F.70309S S0   #.

330 . 0...3S  .0788::/.3/33. # 207S#   S0   .3472:.709430080 #.3 #0.70309 08:8 0.70943 #:2:843.2:7 # 207 $.

   08:8SS  .

70309SS . .

S  .330S#.  #.

   080S0  S   .

 #F.:2:7S#FS  .

 # 207S# S .

2:700943 080 #.330 .3/33.0788::/.3472:.7#0. 0.3S#F.   .3 # 207 $.7#F..70309 08:8 0.:2:7 #:2:843..

    08:8SS#F.

330S#.S#F     080S0   S#F    0943SS#F .70309SS#F    #.  .

  # 207S# S#F .

3/33..3472:. 0.3  $.7# 2070#0.70309 08:8 0.0788::/.3 S#      .2:7 0943 080 #..   .7# 207 #:2:843.330 .

   08:8S S#      .

 .70309S S#     .

330S#.  #. S#     .

   080S0   S#   .

 0943S S#     .

:2:7S#F S#     . #F.

3 808:.-8./909.38.39:8:.83 2..70309 8.3. 8.:./..3/3.....3.38.33. 8.5...2022023.32..3507-.3 ./03.080 8. 3.3 $0.#.9:7.9:8050790..838.8.0..90724209079/..:8 8.3409072420907:39:203::78::.203:9.5..8..# 207 .3/3. 43....9:3..507-.. #0..3/:3.7.390.3..33.5.  0825:.9:8..83 2.3 909.3-.330 8.9.8.99.3/.825:.78..2:7 8.0943 /.    .078.9:08..838./03.

.3/$ $.7309 /.38:2-.733../.3.32030:7: %907/7/.202-:.39.8. /.3.3:./03.479:214743909:..20. /.9043.2.3%..3:350309..3-:3.203..943  "&# $:8574808/.3.92..3 -. 8.-4.320-.38.309.20.25:.2..422:39 :9039./02    4254303% 36:7 ":089433 43897:.2202-.39:907.3 -..8.3/.907.7..202-039:8:../03.29:.39.35.3-0707..7./.3 2033.3//.82 0.90758.3 907:-:3 .35. 8. .380.33. .9. $0.80.2.-../$ 20.3.340%0.3/.202-:.9. $05079.92:8..3.3..88.7-.3-.80-:.9.3/ 0.8. 20-.9/.3/-07..7..  .703.9.3./:3.220344388.7.470897..2.5.38/3/4308.33.9....8/:3../.2.7.3 -..2.3.9$%!05/3.39::7:203.5-.: 70947.3507:7:.3 %..8.7:.393  804.3...-078.8.3 200-.3 202-07.80.2.20/:5.7    !03079.-078.3.3202-. 2070.2...88.9:88902.-.04  ..3.8804.92.3.%0.-078..9:-:3.3203/474388.3503.32:8 /02..3.3203.7.2/:3../.83943$9. /.7.23.3203..32070...8  43805-0./.33..733..350307.280-:.38.7503/0.3439089:.//.907.9.3202-0708025..3 /23.3202:33. :7: :7:/.3 2.9..8.3%.7. 202.380.3 5. -0/.880882039 4/03 #010.9:-:3.:39:-0.9:0. 8.7.%  %%&%#  %/02-.3-07-0/.88.3574808 574808.3/.3.9.7 .88902.3-07-0/.:.3-07-0/.3 -.503//.2574.:. $09..302-.390758.32.33.3 89:. 02-.50309. -0/.202..7.9:8.3.

3/-07.207:5.3/.33.3  .3-072:.3.:39:203:8:3/..3 5079.50309.3203:39:988.3     $%#&%'$ 7.3.3    &%%$$$$% 9073.8..324/0.3.9.7203:3:.3202-.-071788..3-079. !079.4394.:5:34088.3:39047    "&$%  0.8.7..3 202-2-3 /../.74-807./..7 -03.503.:.3//.: 20.388.3203:39:988.3..8 .7..:.8 503.9.3::/0339.3-.40:7:2.3.9157480/:7503..7 .5.:.      0.788.9.9..88 02:/..3:7: /:3.3./.9..7.3 02.80.42:3.3:32..3202-..3-.2.3808:.3502-0.:. $0/./.089.7.9:808:.9203.3-071:3880-.8.3203/0243897.3.43805....2.35..8 -079.:.7:..9.9..38:.3.9:507-:.7./03.:39:-03.9.3.  3.7.3.:-0.3.3:39:203.8 :39:-07-.3..25:.8.39079039:    # &% 04254-0.8.32030.3/.:800425442:39.

/.3503.38:.3502-0.3-079::.5. .5.7.30.3203.388..    $%#&%'$ !.02-.5..2502-0.29:8.9:0./03.32.:.336:7:39:802:./03.8-0.3.9..3./09..3 .3.3042540./03.3 .3.8 02-.9./.39.3503025:73..9.  !02-039:.5.:..38:.. 59.9.:.3.3.3 :39:203/0391.3808:.3.7.. ...25./.92.3800.70107038:39:31472.39.  #%  0.3.: /.8/.3/.:..3.880/07.7  03/.88/.8.2.83..7.3%/0.1/08758803/7 0342:3.:207085438:....8:/.380-..-/03.8 /8-  8.7.7 ./3 2..9.   & "&#  07:2:8. 902./.88.9.7./389.7.9339.3 ..3902.9 09.3 0.3 203.381.2.919.7/.:. 00.:.3  02:3..3.8.:20.3/.3.3.380../. .3.3/0 /.3.88.7..207.3.7. ...8 :7: .7..:..3/.204254 09.7 .7 ..:.7.:88.7.3 2./03.3-.32.980..3203:25:.8.3389.9    !     ....7507902:.8/.. .7 9.30907.2-..-007.3503..3.2 !02-039:.9: 09.8.3    $#%# # &%  !7.20:8./03..380.8.9-07/8:8 -007.8:..945 02-. 57.802:.3-.3  079.3.9.  007.3.388. /8-    #% "&$%   .3 24/0 80-.:.7.3:7: .3 88..7/  $8. ./.3..7:  0.07.3 //.70--072.3.7.7/.3803/7/.3    !0307..7.3.8 02-.  03.9./03.5.35. .3.7.38.80-.347.:/03 .30.5.7:3.203.3.370108/.8. -.20302: 08:9.2.3.9/..8.3:39:203/.388.20307..3/0 /0-.803/7  20302:...95..5.:7:/03..502-.3.:.3 .9:  -07.9 /.204254 04254  .2-039:88.804.370108  030250.:/./03.:/.2.2575.3.9:8/2.34-807.9.7.9907:://.7.9/907.300..3..3 203/0243897.7.9./..9039.8  007.39.3.9-0.4394502-0.:2:330./03.3.3.88. 03.8503/::3  03.3.8.903...2-..73..304254-08.-007.380-03.:203./.7  -0.35027.:.902-.9..3.7 6:089433/..3148413/.3..9:93/.38:/..3-0:2/09.3/./7.9020307.39.7.320343897:8803/750309.9.9.25.30--.18 203:8.9  007.3-0.3  8.:2:23.59.:.:.2.47..202-:.5.3-079.

70.:5:38:2.3.93 -:.83.34390838$500.   .8403.08  .:.8  .7!03.8./.8.3.8.38 .3/..33.38:39039..9.38:3 8...  .4309:8.7/3..3.9. .33.902.3.9.912.::73.:.04.5. !073.3-079.7..9/:3.30907.9.8 .3 7.8...    !$# &%%$$$$%  02.7.9: 8.3425.430.73./:3.2-:3.7.7.  !03.9.80-.5.3/::750309.!48 /8-    #$ #%   #0.39039.3/5074088.79:  9073.9:3.3.5073.25.8:.9..:7:-:.-07:5.07  9.203.9.7:.9.:47.3:.24/0/.3 -:.38..3808:/.3-./.320::.7.3.30907.-8.100/-.3  %073907.3/..:.7..7..3.3 02./.5.3 !740.3.2.3/507403.2502-0..:.:7: 909.91.:39:203/0243897..388.3.22.9.::..788..380-.90789 ./.574808502-0.3-03.5:./.  07083...8.24/0  8.3-07..5.32033.3/.8 .24/0502-:.8..  03.3.20303.3 05.:8 /.3-0.83 38  8./-::88...79:  8:8  .320203.3  ..502-0.7..8 ..8 ..33..25:.388.5.3.7.91 .25.  08.380...38.3 5071472.9/..0850..50309.7908 908-079....3.7574808 -:. .3:39: 1472.9.8.

902.3  -:3:84-.3-0.8505030.9.8.8.908/..8.8:-9.25.3/.02.5:3/.733 !74-02 .733 0.7.3.9.2% %08909.733 47 ..  9072.3./03.733 / .:-::88.8.7.3.  ..3/.733 $9:/039 .:.880882039 503.88..80/0. -::80038 9:.8.380-.9.331:0../..9/:3.3 -::90543 47.8 0/..9..3../03..2...3.3..8:2-07-0.9.:9039.00.3 -./. 0243897.3/:3.5.8 .9.9:3. :39:503:25:.3503/0.9.3/:3.:39:20.3.9:8  /.3%/03..9.507-0/.909.. 8:2-07-0.8 2./. -:: -::-/.3.9 4-.9.00.9: 8.2%9/.09  ::50.7900. 203/:5.3-::88..33.3 .73.5/. 203:3. !708039.  5....3-0.:503.7 0/.3.3908 !7385.3...380-03.39:20.8. -::5.3 :73..3702.788...79: /...80/ 0.547.2!74808 ":.9.5.547. .380-..5/:3.7.2.89089:8 .3.2..39:80-03.3 -::5.3 80-.3.3$ !03/0.9.:.09 ..733 44507.73...5.389:/.8.33.9:8:2-07/.3 /8-   .3/.20./.388..3% .8% .30.3.0.3..  !# :8 ..7503/0.

           .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->