OTOT

Secara histologis otot tubuh dapat dikepokan kedalam 3 jenis yaitu : 1. Otot rangka (seran lintang) mempunyai ciri : - multi nukleus, - terdapat pada hampir semua bagian tubuh, - melekat pada tulang, - diinervasi oleh saraf somatis (sadar) 2. Otot polos (otot licin) mempunyai ciri : - center single nukleus pada setiap sel otot, - terdapat pada antara lain saluran pencernaan, reproduksi, pembuluh darah, saluran pernafasan, saluran perkencingan, - diinervasi oleh saraf autonom (tak sadar = refleks) 3. Otot jantung (Myocardium). mempunyai ciri : - single nukleus, - terdapat hanya pada jantung, - diinervasi oleh saraf somatis (sadar)

1. Otot Rangka (Seran Lintang)
Otot rangka adalah salah satu tipe/jenis dari 3 tipe otot penyusun tubuh dengan ciri sebagai berikut : banyak inti, terdapat pada hampir semua bagian tubuh melekat pada tulang, bergaris melintang (mikroskop elektron) diinervasi oleh saraf somatik. Tiap otot rangka strukturnya terdiri atas badan dan paling sedikit 2 tempat perlekatan/pertautan. Badan otot disusun oleh kumpulan serabut otot yang tersusun dalam berkas-berkas (fasciculi). Tiap berkas tersebut dipisahkan satu sama lain oleh lapisan jaringan ikat yang disebut perimisium dan kesemua fasikulus tersebut di luarnya dibungkus oleh lapisan jaringan ikat yang tebal disebut epimisium. Jaringan otot bisa ditutup oleh selapis selaput kolagen serta jaringan ikat dan bertautan dengan tulang melalui beberapa cara. Umumnya jaringan otot tersebut dilanjutkan oleh tendon yang selanjutnya bertautan dengan

1

tulang. Namun, bisa juga jaringan otot langsung bertautan dengan tulang atau bergabung dahulu dengan jaringan ikat, akhirnya bertautan dengan tulang. Origo otot adalah tempat pertautan yang tetap/tidak dapat berpindah, sedang insersio adalah tempat pertautan pada atau dekat terjadinya gerakan tulang.

2. Otot Polos (Otot Licin)
Otot ini mempunyai sebuah inti pada setiap sel otot yang terletak di tengah serta tidak bergaris melintang, terdapat pada dinding organ berlumen, diinervasi oleh sistem saraf otonom, tak terkendali. Beberapa perbedaan pokok lainnya yang telah didapatkan adalah sebagai berikut. 1. Otot polos berkontraksi dengan lebih lambat dibandingkan dengan otot rangka dan kebanyakan otot polos bisa berkontraksi dengan spontan atau serentak. 2. Otot polos tidak mempunyai panjang yang pasti pada waktu istirahat, panjangnya bisa berubah dengan tanpa adanya suatu perubahan tenaga yang diberikan pada otot itu tanpa diregangkan bisa berubah panjangnya. Dilain pihak, otot polos memberikan respons terhadap peregangan dengan segera berkontraksi. Dalam tubuh otot polos mempertahankan sedikit gaya tegang yang disebut tonus yang menyebabkan keadaan kontraksi yang bertambah lama tanpa diikuti oleh fase relaksasi.

Pertanyaan : Kreteria apa yang Anda pakai untuk dapat membedakan otot rangka dan otot polos?

3. Otot Jantung (Miokardium)
Otot ini mempunyai sebuah inti, bergaris melintang, dan tidak dapat dikendalikan oleh kemauan karena diinervasi oleh sistem saraf otonom. Dalam banyak hal, otot jantung sangat mirip dengan otot rangka. Serabut ototnya bergabung satu sama lainnya, dan struktur yang demikian ini disebut sinsitium. Oleh karenanya, stimulasi yang diberikan pada otot jantung menyebabkan seluruh serabut otot memberikan respons, yang berbeda halnya pada otot rangka yang hanya serabut otot yang dirangsang saja yang memberikan respons. Serabut otot jantung mempunyai garis-garis melintang seperti kharakteristik otot rangka. Sebenarnya otot jantung tidak merupakan sinsitium yang sejati.

2

Jika fungsi organ dalam tubuh diperiksa akan dijumpai berbagai proses pengaturan yang bervariasi. Pada miofibril itu terdapat benyak pita gelap dan terang yang merupakan karakteristik dari sel otot seran lintang itu. Bila respons yang cepat diperlukan. jadi hanya beberapa milidetik diperlukan sebelum timbulnya efek. Baik sistem saraf maupun endokrin mengontrol berbagai proses dalam tubuh. dikoordinasikan dengan berbagai fungsi organ lainnya dan diintegrasikan sesuai dengan keinginan seluruh tubuh. saraf diperlukan karena derajat konduksi yang cepat. Hal ini disebabkan karena peningkatan jumlah serabut otot tersebut. Otot dapat meningkat ukurannya sebagai akibat pertumbuhan yang normal atau karena berbagai latihan. Impuls saraf bisa berpindah dengan kecepatanbeberapa ratus kali/detik. Panjang awalnya itu dipengaruhi oleh volume darah dalam berbagai bagian jantung sebelum kontraksi mulai. makin besar panjang awalnya dan akan makin kuat kontraksi jantung dengan akibat makin banyak darah yang dipompakan ke luar. Setiap serabut otot/sel otot mengandung sejumlah serabut kecil yang sangat teratur kerjanya disebut miofibril/miofilamen. Oleh karenanya. misalnya stimulasi otot rangka mata. Hubungan ini dikenal sebagai Hukum Starling dari jantung. Diameter setiap serabut otot berkisar antara 10 – 100 u. Kekuatan kontraksi otot jantung ditentukan oleh panjang awal dari sel otot jantung. makin banyak darah yang masuk ke dalam jantung. Miofibril itu menempati sebagaian besar volume sel otot tersebut.Otot jantung tidak berada di bawah perintah otak. 3 . dan meskipun otot jantung itu diinervasi oleh saraf maka otot itu tetap berkontraksi secara teratur bila mengalami denervasi. Anatomi Mikroskopis Otot Rangka Sel otot rangka atau disebut serabut otot adalah berinti banyak. Hubungan Fungsi Otot dan Saraf Semua fungsi dalam tubuh organisme diatur secara teliti. Miofibril itu letaknya paralel satu sama lain.

air = 75%. bagian padat (solid) = 25%. Miosin terdapat dalam otot dalam bentuk magnesiummiosinat. dan energi ini berguna dalam proses kontraksi otot. grs. fibriler = 65%. BMnya kira-kira 450. 4 . aktin = 20%.6 N larutan KCl. Dengan myosin (miosin).000. pita A dan daerah (zone) H Z A Z Sebuah sarcomer secara ideal.a. lain-lain = 20%. Serabut (sel otot) dengan garis-garis melintang Sebuah serabut otot yang mengandung myofibril Sebuah myofibril dengan garis melintang yang dibentuk oleh pita gelap dan terang I H I Sebuah saarcomer t. Aktin itu akan berikatan dengan Ca dalam bentuk Ca aktinat.000. sedang aktomiosin diaktifkan oleh kedua ion Ca dan Mg. Aktin larut dalam 0. Miosin dan aktomiosin ini berbeda dalam fungsi yakni miosin diaktifkan oleh ion Ca dan dihambat ion Mg. lain-lain 15%. protein 80%. Miosin dan aktomiosin secara in vitro merupakan enzim yang dapat memecat ATP menjadi ADP dan energi. sarkoplasmik = 35%. tersusun oleh filamen tipis dan filamen tebal Komposisi Kimia Serabut Otot Perbandingan dan komposisi otot adalah seperti berikut : seluler = 85%. Z. pita I.Otot yang disusun oleh serabut-serabut otot. miosin = 65%. ekstraseluler = 15%. Aktin dalah protein dengan BM 70. aktin membentuk aktomiosin.

lemak. Karena sebuah serabut saraf masih bercabang-cabang maka sebuah serabut saraf bisa menginervasi 5 sampai sebanyak 200 serabut saraf. Protein lain yang dijumpai pada otot adalah pigmen respiratoria mioglobin. protein (terutama globulin) 20%. Setiap serabut otot bisa mempunyai satu atau lebih motor end plate. enzim. Stimulasi otot Otot dan saraf membentuk keesaan yang fungsional karena otot tidak akan dapat mengadakan aktifitas tanpa adanya impuls yang disampaikan oleh saraf. Gabungan satu serabut saraf dengan beberapa serabut otot yang diinervasinya itu disebut satu motor unit. Tiap otot disuplai oleh beberapa urat saraf. Kemampuan spesifiknya adalah menerima O2 dari darah. Ujung serabut saraf yang berakhir dan berhubungan dengan/pada serabut otot itu atau disebut dengan hubungan neuromusculair itu disebut motor end-plate. Struktur molekulnya berbeda jauh dengan Hb dan mempunyai afinitas mengikat O2 yang lebih besar daripada Hb. dan akhirnya melepaskannya untuk dipergunakan dalam metabolisme aerobik otot rangka. Ion K lebih banyak terdapat dalam sel otot. Tiap serabut otot diinerfasi oleh ujung-ujung cabang saraf motorik pada suatu hubungan neuromusculair yang terletak dekat pertengahan serabut otot tersebut. dimana tiap urat saraf menginervasi sejumlah serabutserabut otot. menyimpannya.Otot rangka mengandung air 75%. Miofibril mengandung paling sedikit 4 macam globulin yakni : aktin. tetapi beberapa posfolipid dan kolesterol bisa ditemukan diantara serabutserabut otot (marbling). Fungsinya seperti Hb darah. Saraf yang masuk kedalam otot tersebut mengandung sejumlah besar serabut-serabut saraf yang masing-masing bercabang-cabang lagi. Hubungan polyneural terjadi bila satu erabut menerima inervasi dua atau lebih saraf efferent (motorik) Bila serabut otot diinervasi oleh beberapa cabang satu atau lebih axon serabut saraf disebut multi terminal inervation. Ca) 4%. Berbagai protein tersebut di atas tidak diketemukan dalam jaringan non muskuler. dan berbagai garam anorganik (Na. dan troponin (paramiosin). 5 . Glikogen adalah karbohidrat utama yang bisa didapatkan dalam otot. sedangkan ion Na lebih banyak terdapat di luar sel otot (ekstraseluler). K. tropomiosin. karbohidrat 1%. Mg. miosin. akhirnya inilah yang mencapai beberpa serabut otot. sedang lemak terutama ditemukan dalam jaringan ikat.

kimiawi. dan mungkin panas yang langsung. dan lain-lain. Rangsangan mekanis berupa tekanan. 2. Sering rangsangan mekanis begitu besar sehingga jaringan yang dirangsang itu menjadi rusak karenanya. 1. Reaksi yang terjadi dalam organisme disebut efek. Supaya didapatkan rangsangan kimia yang murni zat harus dalam larutan. mekanis. Menurunnya kekuatan rangsangan mekanis jauh lebih besar daripada efek yang ditimbulkannya. Bahkan otot dalam gabungannya sebagai jaringan yang mempunyai iritabilitas juga akan berkontraksi dengan adanya stimuli listrik. Berbagai cara memberikan rangsangan sebagai berikut.mononeural junction mononeural motor end-plate serabut otot serabut saraf 1 motor unit polyneural junction monoterminal inervation polyneural multi terminal inervation Kontraksi Otot Secara normal otot distimulasi untuk berkontraksi sebagai respons terhadap adanya impuls saraf. 6 . suhunya sama dengan suhu jaringan yang hendak dirangsang. dan histologis. Rangsangan kimia yang murni sukar diberikan karena sifat zat kimia yang mudah berubah. tusukan. Pemendekan yang bisa dilihat pada wakltu kontraksi otot meliputi hanya perubahan mekanis sebagi akibat akhir dari beberapa perubahan internal yang tidak bisa diketahui. cubitan. larutan harus isotinik. Dalam hal ini meliputi berbagai perubahan: kimia. termal. Rangsangan adalah perubahan keadaan luar yang dalam organisme misalnya sel otot dapat menimbulkan reaksi yang bersifat spesifik. elektris. tarikan.

tempat rangsangannya dapat ditentukan. Pada sarkomer yaitu pada pita A terdapat daerah yang kurang tebal/rapat yang disebut zone/daerah H. b). Kedua filamen itulah yang menyelenggarakan kontraksi otot (sliding filament theory). 7 . Tidak terdapatnya filamen tipis itu pada bagian pertengahan A menyebabkan terdapatnya daerah H yang kelihatan kurang tebal itu. tidak merusak jaringan. sedangkan pita terang disebut pita I atau pita Isotropik. Saraf perifir umumnya tidak peka terhadap rangsangan kalorik. Filamen tipis kira-kira 5 um diameternya. Cara rangsangan itu banyak dipakai karena mempunyai berbagai kebaikan : a). d). sehingga karenanya tenaga rangsangan harus kuat sekali. Bahan diskusi : Otot jantung tidak di bawah kehendak. akibatnya jaringan menjadi rusak. Khusus untuk mata. sedang filamen tebal kira-kira 10 um. tiap jaringan peka terhadap listrik. c). Rangsangan kalorik berupa rangsangan panas atau dingin. kekuatannya dapat diatur.3. 4. Otot rangka bila mengalami inervasi (tidak mendapat ransangan saraf) akan mengalamim paralisis. saat rangsangannya dapat ditentukan. Dengan memakai elektron mikroskop didapatkan miofibril tersusun dari 2 macam filamen. 5. e). filamen tebal dan filamen tipis. sedang filamen tipis terdapat pita I dan sebagian pada pita A. Juga otot rangka tidak bisa berkontraksi secara otomatis dan spontan. lama rangsangannya dapat ditentukan. Rangsanagn cahaya. Pada tiap pertengahan pita I terdapat garis Z dan karenanya membagi miofibril menjadi urat yang lebih kecil disebut sarkomer. Filamen tebal hanya terdapat pada pita A. Rangsangan listrik. f). apa maksudnya dan mengapa demikian? MEKANISME DAN ENERGI UNTUK KONTRAKSI OTOT Teori Pergeseran Filamen (Sliding Filament Theory) Pita gelap disebut pita A atau pita Anisotropik.

tebal Gambar mekanisme kontraksi otot.H zone Pita I Pita A Z Fil tipis Fil. Perhatkan Z line yang makin mendekat dengan adanya pergeseran filamen 8 .

hanya diajukan hipotesis Cross Bridge. Sumber energi yang segera bisa dipakai untuk kontraksi berasal dari pemecahan Adenosine Triphosphate (ATP). Pada waktu kontraksi otot. jembatan penghubung antar filamen tebal dan tipis. 2.Hipotesis Jembatan Penghubung (Cross Bridge) Menurut sliding filament theory bahwa kontraksi (pemendekan) otot terjadi karena adanya pergeseran fimamen tipis (aktin) dan filamen tebal (miosin) yang terdapat dalam sel otot. Posisi filamen tebal tetap. dan filamen tipis saling tumpang tindih. garis Z sangat dekat dengan ujung filamen tebal. Pemecahan ADP (Adenosin Diphosphate) berlangsung sebagai berukut. ATP-ase ATP ADP + P + energi. Phosphatase ADP AMP + P + energi AMP = Adenosine Mono Phosphate P = Phosphate (Fosfat). 1. Reaksi Aerobik dan Anaerobik Telah banyak dilakukan penelitian secara ekstensif tentang perubahan kimiawi dan pertukaran tenaga pada otot (otot kodok). Perubahan kimiawi dan pelepasan tenaga terutama yang berhubungan dengan kontraksi otot adalah sebagai berikut ini. Biasanya dalam otot yang berkontraksi ADP tak dipecah lagi untuk mendapatkan lebih banyak energi. asam kreatinofosforik) dihidrolisis menjadi keratin dan asam fosfat + energi. ATP dibentuk dari ADP dengan transfosforilasi kreatinfosfat yang cepat. Fosfokreatin (fosfogen. antara garis Z satu dengan lainnya akan mendekat sebagai akibat bergeser mendekatnya ujung filamen tipis. 9 . Kreatinekinase Kreatin fosfat + ADP Kreatin + ATP. mekanisme secara pasti belum diketahui. tetapi segera mengalami daur ulang membentuk ATP. Pada kontraksi maksimal.

artinya selama waktu itu stimulus ke 2 yang kuat tidak bisa menyebabkan respons kontraksi. Bila tak ada oksigen. Proses 1 dan 2 di atas adalah anaerob. Kegagalan untuk berkontraksi ini menunjukkan adanya kehilangan kepekaan sel otot. artinya selama waktu itu stimulus kuat bisa menimbulkan respons kontraksi. Oksidasi tidak hanya menghasilkan energi saja. Metabolisme karbohidrat menghasilkan piruvat. Apakah yang dimaksud dengan periode refraktori? Penggabungan Kontraksi Rangsangan listrik yang diberikan sekali pada suatu preparat otot menyebabkan otot tersebut berkontraksi dan membuat sebuah single twitch. Bagian awal periode refraktori itu disebut refraktori absolut. dan itu menunjukkan bahwa aktivitas semua protoplasma dihubungkan dengan iritabilitas selama fase tertentu dari aktivitas tersebut. tetapi juga mencegah terjadinya akumulasi asam piruvat atau laktat dalam otot yang dapat menimbulkan kejang (fatique). Pertanyaan : 1. Apakah yang dimaksud dengan sliding filament? 2. Proses lengkap merupakan proses anaerob. Energi dan asam fosfat yang dihasilkan dalam glikolisis itu dipergunakan untuk resintesis fosfokreatin dari keratin dan asam fosfat.005 detik.3. yang diubah menjadi glukose 6 – fosfat dan akhirnya ke dalam asam piruvat dan proses itu menghasilkan 8 molekul ATP untuk tiap unit glukose. maka kontraksi baru akan timbul di atas kontraksi yang pertama itu. Fase Refrakter Periode ini dapat didefinisikan sebagai interval waktu yang mengikuti stimulus mula dan selama waktu itu stimulus berikutnya tidak bisa menyebabkan respons berupa kontraksi. piruvat diubah menjadi laktat. Pada bagian akhir periode refraktori terdapat periode refraktori relatif. Misalnya periode refraktori otot kodok sangat pendek kurang-lebih 0. Apabila diberikan stimulus ke 2 sebelum kontraksi yang pertama itu berakhir. sedangkan otot jantung periode refraktorinya relatif panjang. Sumbernya berasal dari glikogen dalam otot atau glukose darah. sedangkan proses 3 bisa aerob (piruvat) atau anaerob (laktat). yang terbentuk selama waktu kontraksi dan relaksasi. Kekuatan 10 .

badan. dan kaki. Secara normal ketika otot mengalami rigor mortis. 11 . Bila hewan mati kontrol sistem saraf pusat tidak ada. lengan. suram. Penyebab rigor mortis belum diketahui dengan pasti. menjadi kaku. Makin besar frekuensi stimuli makin hampir lengkap penggabungan semua twitch itu. sedang kalau kontraksi itu karena rangsangan yang kurang sehingga penggabungan twitch itu hanya terjadi sebagian maka disebut tetanus tidak lengkap (incomplete tetanus). Peningkatan gelombang kontraksi itu disebut penggabungan kontraksi (summation). Stimuli yang terus menerus dan jika frekuensinya cukup tinggi akan menyebabkan timbulnya banyak twitch yang bergabung menjadi suatu kontraksi yang merata dan itu akan berakhir dengan berakhirnya stimuli itu. menjadi pendek. terjadi hilangnya glikogen dan terbentuknya asam laktat. Peningkatan kekuatan kontraksi disebabkan oleh makin banyaknya serabut otot yang memberi respons atas perangsangan. Rigor mortis pada umumnya timbul setelah 10 menit sampai 4 atau 5 jam setelah mati dan hilangnya dalam waktu 1 – 6 hari. tubuh mengalami rigor mortis yaitu menjadi kaku. Perubahan itu menandakan habisnya ATP dan akumulasi asam laktat. Kontraksi dengan penggabungan secara lengkap twitch itu disebut tetanus lengkap (complete tetanus).kontraksi otot yang merupakan gabungan (sumasi) kontraksi itu lebih besar daripada kekuatan kontraksi satu single twitch. Rigor mortis mulai pada otot rahang berlanjut ke leher. otot kehilangan iritabilitasnya (kepekaannya). Timbulnya rigor mortis dipengaruhi oleh keadaan mahluk sebelum mati antara lain seperti di bawah ini. C AB = periode laten BC = periode kontraksi CD = periode relaksasi A B Gambar sigle ttwitch otot rangka D Rigor Mortis Segera sesudah mati. dan tidak dapat meregang.

Dengan demikian otot tersebut akan terus dalam keadaan kontraktur. Dalam rigor mortis akan terjadi perubahan pada protein otot tetapi sebegitu jauh belum diketahui perbedaan perubahan itu. normal fatique kontraktur Suhu lebih panas Normal suhu dingin Gambar pengaruh suhu terhadap tinggi myogram Gambar penggabungan kontraksi 12 . Habisnya ATP menyebabkan tidak tersedianya energi untuk pemisahan berbagai filamen setelah terjadi sliding filament pada waktu kontraksi. tetapi dingin memperlambat terjadinya rigor mortis. 2.1. Bila glikogen dihilangkan dari otot dengan baik. Panas mempercepat. Rigor mortis akan terus berlanjut sampai terjadi perusakan protein. rigor mortis hampir terjadi segera sesudah mati. 3. Hal itulah yang menhyebabkan rigor mortis yang tiba-tiba pada mahluk yang mati setelah menderita penyakit yang lama atau karena terlalu lelah. yang biasanya disebabkan oleh autolisis yang dilakukan oleh berbagai enzim yang dihasilkan oleh lisozim.

Bagaimana komentar Anda kalau dikaitkan dengan kualitas daging tersebut dan yang mengkonsumsinya? 13 .Gambar penggabungan kontraksi Bahan diskusi : Dalam kenyataan sehari-hari banyak diantara orang Indonesia yang mengkonsumsi daging segar langsung dari rumah potong tanpa mengalami proses pelayuan terlebih dahulu.

kita akan jumpai proses-proses pengaturan yang bervariasi. Bila proses diatur oleh hormon. Neuron ini sangat berbeda-beda dalam bentuknya. c. Penonjolan serabut yang relatif pendek dan bercabang. Badan sel (soma) yang mengandung nucleus. Jika kita memeriksa fungsi dalam tubuh. saraf diperlukan karena derajat konduksi yang cepat. Dendrit jumlahnya dalam sebuah sel bervariasi dari satu sampai beberapa dendrit dan kebanyakan panjangnya 1 mm.Sel saraf dan bagiannya : Seluruh sistem saraf (jaringan saraf) disusun oleh sel-sel saraf yang disebut neuron. Badan sel saraf terdapatnya terbatas hanya pada bahan kelabu (substantia grisea).FISIOLOGI SARAF Semua fungsi dalam tubuh organisme diatur secara teliti.Tiap neuron terdiri dari : a. b. Baik sistem atau endokrin mengkontrol proses-proses dalam tubuh. Processus yang panjang disebut axon (axis cylinder). jadi hanya beberapa milli detik diperlukan sebelum timbulnya effek. Impuls saraf bisa berpindah dengan kecepatan beberapa ratus kali per detik. 14 . tetapi hormon mempengaruhi semua sel-sel sensitif yang dicapainya melalui aliran darah dengan perkataan lain semua organ atau sistem tersebut akan dipengaruhi 1.cabang banyak disebut : dendrit (dendron = pohon). Axon bisa sampai beberapa meter panjangnya. misalnya stimulasi otot-otot rangka mata. Perbedaan lain yang penting antara kontrol oleh saraf dan hormon adalah dalam besarnya target. Bila respons yang cepat diperlukan. responsnya tidak bisa timbul sebelum hormon tersebut mencapai organ targetnya melalui aliran darah. Jadi waktu untuk timbulnya respons paling cepat dalam fraksi menit dan biasanya lebih lama. Merupakan bagian penghantar dari saraf. Saraf terdiri dari ratusan bahkan ribuan axon yang timbul dari neuron yang berbeda-beda. satu serabut saraf hanya menginervasi beberapa sel efektor. yang disokong oleh jaringan ikat spesial yang disebut : neuroglia. tetapi mempunyai gambaran tertentu. Serabut saraf dipandang mulainya dari titik munculnya axon dari bahan kelabu sistem saraf pusat atau dari ganglion. dikoordinasikan dengan fungsi-fungsi organ lainnya dan diintegrasikan sesuai dengan keinginan seluruh tubuh.

5 mm myelin terputus dan membentuk bagian kecil tanpa insulasi yang disebut dengan nodus Ranvier (node of Ranvier). dan pada setiap 0. Badan sel merupakan bagian nutrisi utama dari sel saraf. Ujung axon tidak bergabung dan membentuk hubungan langsung dengan neuron selanjutnya. yang tersusun terutama dari lipid dan juga protein. bervariasi tebalnya pada serabut saraf yang berbeda-beda. sering kali dihubungkan dengan terjadinya biosinthesis material-material yang diperlukan untuk pertumbuhan dan mempertahankan fungsi neuron. yang dihasilkan oleh ujung-ujung saraf yang selanjutnya berdiffusi sehingga impuls saraf bisa melewati celah tersebut dan tiba pada membrana neuron 15 .Axon mempunyai diameter yang berkisar kurang dari 1 um sampai lebih dari 20 um.Saraf sensoris mempunyai badan sel di luar chorda spinalis sedang neuron motoris mempunyai badan sel dalam chorda spinalis. Axon-axon yang mempunyai diameter lebih dari 1 um biasanya mempunyai sarung yang disebut myelin atau sarung medullaris. Myelin adalah pembungkus yang putih dan silindris. Myelin mengandung sel-sel yang disebut dengan sel Schwann.4-2. Sel-sel saraf dengan penonjolan-penonjolannya itu membentuk perhubungan dengan sel saraf yang lain pada suatu tempat. Di luar pembungkus myelin ini terdapat lagi selubung yang tipis dan halus yang disebut neurilemma. melainkan terdapat jarak sempit 200 A lebarnya.5-0. b) Serabut saraf efferent (motoris) yaitu yang menghantarkan impuls dengan arah yang berlawanan dengan yang sebelumnya itu. Dengan adanya jarak yang sangat pendek tersebut terjadi penundaan waktu yang relatif lama (0.maka serabut saraf perifer bisa dibagi 2 yaitu: a) Serabut saraf afferent (sensoris) yaitu serabut saraf yang menghantarkan impuls dari receptor (organ indera) menuju ke sistem saraf pusat. misalnya Nissl granula. Sebagian waktu tersebut disebabkan oleh proses pengeluaran sejumlah kecil transmitter kimia. Bagian tempat dua neuron berhubungan secara fungsional disebut Synapsis.9 milli second) antara impuls pada serabut yang satu (presynaptic fibre) dengan timbulnya/terjadinya impuls pada postsynaptic fibre. yang dihubungkan dengan sinthesis dan pertukaran energi Tergantung pada arah penghantaran impuls saraf yang dilakukannya. Myelin merupakan sarung insulasi. yaitu dari sistem saraf pusat menuju ke effektor misalnya : otot glandulae dan lain-lain. Badan sel mempunyai sebuah inti yang besar dan beberapa mitochondria serta granula-granula lainnya. yang memisahkan membrana ujung axon dengan membrana dendrit atau neuron.

jadi membentuk synapsis : 1 : 1 yang lebih umum adalah : .90 mV (0. Bila impuls saraf tiba pada suatu otot.1 Konduksi pada axon : Bilamana serabut saraf distimulasi pada atau di atas intensitas ambangnya.Synapsis divergence 4.09 V) pada membran dan terutama disebabkan perbedaan dalam konsentrasi dari ion K+ di dalam dan di luar sel. artinya energi untuk kontraksi itu berasal dari serabut saraf yang melewatkan impuls tersebut. Enzyme acethyl-choline esterase yang terdapat pada hubungan synapsis itu menguraikan acetylcholine menjadi asam acetat dan choline untuk mencegah keadaan depolarisasi yang terlalu lama. kita harus mengetahui dulu situasi axon dalam keadaan normal atau istirahat. Umumnya hanya dalam jumlah yang relatif kecil satu single axon membentuk synapsis dengan single axon yang lain. mengakibatkan depolarisasi bagian post-synapsis dan aksi potensial lain dimulai.070. otot itu berkontraksi. Impuls saraf menjalar sendiri. Karena sebelah luar sekarang muatannya menjadi negatif yang sama dengan bagian dalam.Synapsis Convergence . impuls mengalir dari bagian saraf yang 16 . perubahan terjadi pada potensial yang dicatat oleh galvanometer. Acetylcholine bertindak sebagai zat transmitter (pada motor end-plate). Pembacaan menunjukkan perbedaan potensial 70 . Untuk mengetahui apakah yang timbul pada waktu kontraksi suatu impuls.Pemindahan tersebut hanya bisa terjadi dari axon ke neuron dan tidak bisa berlawanan arah. Pada stimulasi dari neuron. Membrana potensial atau resting potensial dari axon yaitu : bagian dalam dari membran mempunyai voltage negatif sedang bagian luar positif. dia akan menunjukkan phenomena excitasi/terangsang yang selanjutnya diikuti dengan pemindahan/penjalaran perubahan fisikokimia yang dikenal sebagai impuls saraf. apakah itu saraf atau otot. oleh karena itu synapsis bertindak sebagai kelep satu arah.Pada serabut saraf yang besar dari cumicumi yang diameternya 1 mm ditempatkan elektroda pada tiap-tiap sisi dari membran dan dihubungkan dengan galvanometer yang sensitif. Cara lain untuk mengetahui impuls saraf adalah dengan cara mengukur perubahan elektris yang berhubungan dengan impuls. mempunyai beda potensial elektris antara bagian dalam dan bagian luar dari membrananya. karena muatan pada permukaan luar menjadi kecil dan akhirnya bertukar.selanjutnya.1. Telah diketemukan bahwa kebanyakan jaringan yang mudah terangsang. karena itu kita bisa mengetahui impuls melalui effeknya.

istirahat menuju bagian ini dan akibatnya menimbulkan sirkuit lokal yang kecil yang selanjutnya merangsang bagian axon yang lain. yang biasanya 500-1000 impuls/sekon. dengan kecepatan lebih dari 100 m/sec.2 Kecepatan penghantaran impuls oleh saraf : Impuls saraf bergerak/berpindah dengan cepat pada axon. Bahkan jika intensitas stimulus kedua dinaikkan. Demikian pula halnya dengan perpindahan ion K. Setiap neuron mempunyai nilai ambang spesifik untuk perangsangan. Sebagai mana halnya dengan kecepatan penghantaran impuls pada saraf yang tergantung pada diameter dari serabut saraf.) dan dalam periode ini sensitivitas axon perlahan-lahan kembali ke keadaan nilai ambang yang normal. juga tidak terjadi respons. pada waktu itu respons akan terjadi apabila terdapat stimulus yang cukup kuat. Periode ini disebut : periode refractoir absolut (berkisar : 0. maka nilai ambang perangsangan saraf juga ditentukan oleh diameter saraf. Perubahan potensial yang berlangsung sepanjang serabut saraf yang berhubungan dengan lewatnya impuls elektris tersebut telah didapat disebabkan karena masuknya ion Na+ melewati membran dan selanjutnya diikuti dengan keluarnya ion K+.1. Pada saraf dikenal juga fenomena "all-or-none response". Dalam keadaan normal konsentrasi Na sebelah luar adalah tinggi dan di bagian dalam rendah. hasil percobaan menunjukkan bahwa jika stimulus kedua itu diberikan segera hanya dalam beberapa milli second sesudah stimulus pertama diberikan ternyata tidak ada respons terhadap stimulus kedua itu. Perpindahan ini disebabkan karena peningkatan yang tibatiba dalam permeabilitas membrana terhadap ion-ion. Dengan lain kata. oleh karena itu Na bisa masuk dengan mudah ke dalam serabut saraf dengan perubahan permeabilitas itu. 4. tetapi ini masih lebih lambat dibandingkan dengan kecepatan aliran listrik. sehingga akhirnya impuls tersebut mengalir mulai dari bagian yang mula-mula dirangsang. ( 10 m/ sec. Absolute refractory period kemudian diikuti oleh suatu periode yang agak lama. Jadi ada suatu limit dari frequensi impuls yang dapat dilewatkan oleh serabut saraf. jadi bersifat "all-or-none". Jika kita menstimulasi axon dengan stimulus yang kekuatannya di atas nilai ambang dan segera kemudian kita berikan stimulus kedua. neuron akan memberikan respons secara penuh atau tidak sama sekali. Periode ini disebut periode refractoir relatif. Kecepatan penghantaran oleh 17 . Makin besar diameter saraf akan makin kecil nilai ambang perangsangannya. Bila nilai ambang rangsangan tersebut terlampaui maka respons dari neuron tidak akan berubah dengan adanya peningkatan intensitas stimulus yang diberikan.2 m second).4 .

6 4.saraf pada binatang berdarah panas lebih tinggi daripada binatang berdarah dingin. Ini disebabkan karena struktur yang istimewa dari axonnya.35) 0. Dan juga lebih cepat pada binatang yang bergerak cepat daripada binatang yang bergerak lambat. sebagai berikut Nama binatang mammalia ular kodok ikan udang kecoa cumi-cumi cacing tanah siput Kecepatan pada axon (m/sec.000. 2. karena dibungkus oleh pembungkus tipis dari substansi seperti lemak yang disebut : myelin. Hal ini nampak dalam tabel kecepatan konduksi pada saraf motoris pada berbagai binatang.35 7 .4 Diameter serabut saraf juga penting artinya. Energi impuls saraf tidak didapatkan dari stimulus. sedang serabut saraf adalah konduktor yang aktif.5 1. karena semakin besar serabut sarafnya semakin cepat konduksinya. 18 .) 30 . meskipun serabut sarafnya sangat tipis/halus.120 10 . Energi arus listrik datang secara langsung dari battery atau sumber listrik lainnya di luar kawat konduktor itu. tetapi dari saraf itu sendiri. Kekuatan impuls saraf dipertahankan pada level yang konstan dari sumber energi yang internal.000 meter/detik. Hal yang extrem bisa dijumpai pada binatang yang mempunyai giant axon yang bisa mempunyai diameter lebih dari 1 mm.6 0. Serabut saraf yang terbungkus myelin menghantarkan impuls lebih cepat daripada non-myelinated nerve fiber (makin tebal myelin ---> makin cepat). giant axonnya berjalan sepanjang "tangannya" dan fungsinya untuk mengirimkan dengan cepat impuls berkontraksi ke semua bagian tangannya bila binatang itu ingin bergerak dengan cepat. 3.60 3. Perbandingan antara impuls saraf dengan arus listrik adalah sebagai berikut : 1.3 (pada giant axon : 18 . Impuls elektris berjalan dengan kecepatan : 300. Ini dikenal sebagai : "propagation without decrement" 4.5 . kecepatan impuls saraf pada manusia 100 m/detik. C!wat adalah konduktor yang pasif. Arus listrik sepanjang kawat yang terentang itu potensialnya menurun secara perlahan-lahan disebabkan karena mendapat tahanan. Contohnya adalah pada cumi-cumi.30 50 . Kebanyakan saraf mammalia. akan menghantarkan impuls dengan cepat sampai lebih dari 100 m/sec.

Barangkali sehubungan dengan aktivitas musculair. Ini dapat diketahui dengan mempergunakan alat : thermopile yang sangat sensitif dan galvanometer. Dengan alat-alat ini dapat dilihat bahwa panas yang dikeluarkan oleh saraf ada dalam 2 fase yaitu : 10% selama stimulasi dan 90% setelah stimulasi tersebut. Serabut saraf yang didinginkan menjadi 0O C tidak mampu menghantarkan impuls 4.5. Pada serabut motoris raksasa dari udang didemostrasikan bahwa impuls lewat dari bagian pre-synapsis menuju ke post-synapsis membrane. Panas yang dilepaskan selama fase permulaan rata-rata 7. pada saraf pening katan itu sedikit lebih rendah dari 2 x lipat. Sedang total panas yang dilepaskan rata-rata : 6. Berbeda dengan otot yang aktivitas maximumnya bisa meningkatkan derajat metabolisme sampai 1000 x. 19 . 4. Di sini depolarisasi menyebar sepanjang synapsis dari bagian pre-synapsis dan dapat diukur pada membrana post-synapsis. ATP adalah sumber energi yang langsung. Saraf selama stimulasi menghasilkan sejumlah panas. Nyatalah bahwa O2 dalam beberapa hal terlibat dalam konduksi impuls saraf atau dalam fase pemulihan sesudah konduksi.4 Transmisi synapsis : Menurut Sherrington (1898) synapsis adalah hubungan fungsional antara 2 neuron.1. Saraf yang distimulasi dalam keadaan tidak ada O2 kehilangan kemampuan konduksinya lebih cepat daripada saraf yang distimulasi dalam keadaan ada O2. Konsep modern menyatakan bahwa O2 digunakan untuk mengoxidasi beberapa bahan makanan.6 x 10-6 cal per gram saraf per detik stimulasi. terjadi konsumsi O2.000001o C.1. Secara pasti sumber energi untuk aktivitas saraf tidak banyak diketahui. Di antara membrana pre-synapsis dan post-synapsis terdapat celah dengan lebar beberapa "Angstrm". Baik pada waktu istirahat atau pada waktu aktivitas saraf.9 x 10-5 cal per gram saraf per detik stimulasi.3 Perubahan-perubahan kimiawi dan thermal : Oksigen diperlukan untuk mempertahankan aktivitas serabut saraf. produksi CO2 dan timbulnya panas. Dapat dihitung bahwa impuls tunggal menyebabkan peningkatan temperatur mula-mula sebesar 0.

Dalam keadaan tidak ada O2.1.4. Dalam keadaan terdapatnya enzyme acetylcholine esterase. 20 .6 Produksi panas selama konduksi saraf : Jumlah panas yang lambat laun terjadi dalam suatu single impuls diperkirakan 10µ-7µ cal/gram serabut saraf. Bila suatu serabut saraf distimulasi.1. hanya terdapat peningkatan kecil dari panasnya. acetylcholine mencetuskan (trigger) impuls saraf. 4. Pada waktu-waktu excitasi/perangsangan derajat metabolime meningkat sampai 4 kali dalam saraf bermyelin. 4. sedangkan Chloralhydrate menghasilkan pengaruh yang kurang reversible.5 Metabolisme sel-sel saraf : Selama penghantaran impuls saraf dan pada waktu istirahat gula merupakan sumber energi utama. Creatine phosphate adalah substansi lain yang memberi kan energi dengan jalan pemecahannya menjadi creatine dan fosfat. Kurang lebih 1/30 dari panas dikeluarkan/diberikan pada permulaan action potensial dan sisanya selama proses pemulihan. acetylcholine dipecah menjadi acetic acid dan choline. acetylcholine  choline + acetic acid  acetylcholine esterase Menurut Nachmansohn.1. Pada saraf-saraf bermyelin walaupun zat makanan yang digunakan tidak diketahui dengan pasti. Panas permulaan disebabkan karena pemecahan ikatan fosfat energi tinggi. Karbohidrat dioxidasi selama aktivitas dalam SSP dan saraf non-myelinated. tergantung pada lama waktu perlakuan. Substansi yang digunakan dalam selsel saraf adalah Acetylcholine. Protein dan lemak juga dikonsumsi. sel saraf memproduksi asam laktat yang menunjukkan bahwa sumber utamanya adalah glycogen.7 Pengaruh Anasthetica terhadap konduksi saraf : Anasthetica seperti misalnya Cocaine menghasilkan pengaruh bolak balik. didapatkan bahwa ribonucleic acid digunakan dan dipercaya sebagai mediator untuk pembentukan substansi-substansi yang lain. dan fase kedua selama oxidasi glukose dan ikatan lainnya ketika ikatan fosfat terbentuk kembali.

Jumlah total sel-sel saraf dalam sistem ini luar biasa. Sistem saraf pusat menerima informasi dari beberapa organ receptor melalui saraf yang disebut : saraf sensoris. rasa haus dan lain- 21 .000) sel-sel saraf. Serabut receptor ⇒ S.tl. 4. Otak dan ss. pendengaran. Konsentrasi zat itu dan area saraf yang diperlakukan merupakan faktor yang penting.S. pergerakan dari bagian-bagian tubuh dan lain-lain. pusat pengaturan temperatur.tl. assosiasi dan pikiran.1 Sistem saraf pusat vertebrata : Bagian terbesar dari otak pada vertebrata disebut : Cerebrum.Sumsum tulang belakang (ss. pengaturan pengambilan makanan (rasa lapar). menurunkan kecepatan hantaran dan meningkatkan refractory period.Saraf yang menghubungkan bagian saraf pusat dengan seluruh tubuh. misalnya pada manusia : otaknya saja mengandung 10 biiliun (10.P ⇒ effector Saraf-saraf lain yang sangat penting meskipun tidak di bawah kontrol kehendak.Kebanyakan anasthetica menghambat konduksi saraf. Perlakuan serabut-serabut saraf dengan anasthetica meningkatkan ambang untuk stimulasi.blk biasanya dinyatakan sebagai sistem saraf pusat (S.P).000.2 Sistem saraf : Sistem saraf vertebrata terdiri dari : . Bagian otak yang disebut hipothalamus : mengatur fungsi-fungsi automatis seperti misalnya.2.S. Jadi anaesthetica melemahkan kepekaan saraf (terhadap rangsangan 4. Bagian luarnya disebut dengan Cortex adalah pusat dari pengamatan yang sadar. pembicaraan.000. Effek yang lain meliputi penurunan pemberian respons terhadap konsentrasi zat kimia. Daerah-daerah yang spesifik dari cortex dihubungkan dengan penglihatan. jantung dan lain-lainnya. serta saraf pusat ini juga mengirimkan impuls-impuls ke berbagai bagian tubuh melalui saraf motoris.Otak . adalah sistem saraf autonom yang mengatur fungsi organ-organ internal seperti : kelenjar-kelenjar pencernaan.blk) .

Hypoglossus . Opticus 3. Sebagai contoh misalnya : jari-jari merasa sakit.S. Trochlearis 5. Yang tidak berada di bawah kemauan/tidak sadar (aktivitas organ). Saraf motoris bisa dibagi 2 macam : 1. Abducent 7. Trigemini 6. Facialis 8.sensoris .mixed .motoris . rasa ini pertama kali dikirim ke vertebrae cervicales VII dan dari sini baru terus ke otak.mixed . Saraf yang menghantarkan impuls ke S.mixed .P.motoris .motoris .motoris . Occulomotoris 4.lain. 2.S. Olfactorius 2. Spinal accessory 12. Glossopharyngealis 10. Ke-12 pasang saraf cranial tersebut adalah : Fungsi 1. Pada tiap level dari vertebrata satu set saraf spinalis keluar meninggalkan sumsum tulang bela kang. Yang berada di bawah kemauan/sadar : yaitu yang berhubungan dengan aktivitas otot rangka. Acusticus 9. ke organ-organ efektor.P.sensoris . Sedang saraf motoris (saraf efferen) menghantarkan impuls dari S. 22 .motoris Saraf-saraf ini timbul dari berbagai bagian otak. Dan jika kita ingin menggerakkan tangan maka impuls berjalan mulai dari otak ke segment tertentu dari spinal cord dan selanjutnya melalui saraf motoris menuju ke otot-otot tersebut.sensoris . disebut saraf sensoris (saraf afferen). Dua belas pasang saraf yang disebut sara cranial keluar dari otak yang berakhir pada berbagai bagian tubuh.mixed . Vagus 11.

Terdapat bermacam-macam receptor sensoris. 2) Chemoreceptor (receptor kimiawi). SSP untuk selanjutnya akan mengirimkan impuls saraf ke organ-organ efektor melalui serabut-serabut saraf motoris/ efferent Type neuron 1) Neuron unipolar : yaitu neuron dengan satu processus cabang). adalah dengan terjadinya gerak reflex. merupakan receptor yang mendeteksi cahaya yang jatuh/tiba pada retina mata. Signal/informasi dari receptor sensoris tersebut akan disampaikan ke SSP melalui serabut-serabut saraf sensoris/afferent.P. Neuron bipolar bisa dijumpai pada sel retina mata. ini sulit untuk dipelajari dan tidak diketahui dengan pasti. dan yang mendeteksi zat kimia seperti CO2 dalam darah). yakni axon dan dendrit. biasanya terdapat pada yang tingkat rendah. Type neuron yang demikian ini jarang terdapat pada mammalia tingkat tinggi. (misalnya : adanya bau dan rasa. Hubungan antara processus tunggal dengan badan sel tidak jelas. 2) Neuron bipolar (multipolar) : mempunyai 2 macam processus. banyak aktivitas yang tidak pernah mencapai realisasi sadar contohnya : Kontraksi pernafasan dan berjalan terjadi tanpa kita memikirkannya. Receptor sensoris bisa dibedakan atas : 1) Mechanoreceptor (receptor mekanis).Walaupun semua otot rangka bisa dikontrol secara sadar. yang menyampaikan informasi atas adanya kelainan mekanis pada jaringan tubuh. yang mempunyai sel saraf sensoris dengan axon dan dendrit yang 23 . bisa dibedakan atas receptor untuk mendeteksi temperatur panas dan dingin. 5) Pain receptor (receptor untuk mendeteksi sakit).S. 3) Thermal receptor (receptor panas). Cara yang paling sederhana untuk menunjukkan bahwa pergerakan bisa terjadi tanpa ikut campurnya S. menyampaikan informasi atas adanya zat kimia yang berkontak. Receptor sensoris adalah struktur-struktur khusus yang memberikan informasi kepada tubuh tentang keadaan dunia luar tubuh ataupun status dari tubuh itu sendiri. masing-masing memberikan respons terhadap stimulus tertentu. 4) Photoreceptor (receptor cahaya).

sedang serabut-serabut saraf autonom juga berasal dari neuron dalam S.S. sering sekali dekat atau bahkan terdapat dalam organ-organ sasarannya. dan serabut-serabut sarafnya yang panjang berjalan dengan tidak terpotong-potong menuju otot. Semua organ internal menerima serabut-serabut sistem saraf autonom dan kedua serabut ini mempunyai pengaruh yang berlawanan. 4. kelenjar pencernaan.pendek.. Serabut-serabut sekundernya/post-ganglioner lalu melanjut menuju ke organ-organ sasarannya. ke-7.P. dan mereka membentuk suatu synapsis dan serabut saraf ke-dua inilah yang membawa impuls ke effektor. tetapi bagian yang lebih di bawah mempunyai serabut-serabut autonom untuk tiap-tiap segment.2. Type neuron multipolar yang mempunyai axon yang panjang dijumpai pada neuron araf motoris (motorneuron) dari chorda spinalis. intestinum dan sebagainya. ke-9 dan k-10 (saraf ke-10/vagus yang paling penting). bila yang satu merangsang maka yang lain menghambat 24 . terdapat perbedaan yang menarik dalam struktur saraf motoris dan saraf autonom.P. tetapi mereka selalu berjalan menuju ke sel saraf lainnya di luar S. yaitu badan sel neuron motoris selalu terletak dalam S.P. Sara-saraf spinalis tidak mempunyai serabut-serabut autonom pada bagian leher. Sistem sympathis : berasal dari chorda spinalis bagian thorax dan lumbar dan saraf-sarafnya membentuk satu pasangan ganglia segera di luar columna vertebralis.2 Sistem saraf autonom : Sistem saraf autonom adalah bagian dari sistem saraf perifer yang tidak berada dalam pengawasan kehendak. Sistem parasympathis : terdiri dari saraf-saraf yang berasal dari otak dan chorda spinalis bagian sakral.S.S. 2. Organ yang diinervasi oleh sistem saraf autonom misalnya jantung. Ganglia sekundernya terletak jauh dari S.S.P. tidak bisa dikontrol oleh keinginan kita. Axon dari neuronnya muncul dari SSP pada saraf spinalis untuk selanjutnya menjadi serabut-serabut saraf motoris perifer.. lambung. Saraf-saraf autonom dijumpai pada saraf-saraf kranial ke-3. Keistimeaan fungsional dari sistem saraf autonom adalah dibaginya menjadi 2 bagian : 1..

Misalnya denyut jantung dihambat oleh n.parasympathicus (vagus) mengeluarkan acetylcholine. dan n.aktivitas organ tersebut. 25 .vagus (parasympathis) dan dipercepat oleh saraf sympathicus. yaitu n. Tetapi adrenalin tidak selamanya menstimulasi dan acetylcholine tidak selamanya menghambat.sympathicus.sympathicus mengeluarkan : adrenalin. Saraf berpengaruh terhadap cor dengan melepaskan zat kimia.parasympathicus dan dihambat oleh n. Sebagai contoh : gland. salivarius distimulasi oleh n.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful