PENGGUNAAN MEDIA KARET UNTUK MENUMBUHKAN KEBERANIAN, KESENANGAN DAN PERCAYA DIRI DALAM PEMBELAJARAN LOMPAT TINGGI DI KELAS

IV SDN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap cabang olah raga memerlukan keterampilan, keberanian, kesenangan dan percaya diri tertentu dalam melakukan agar hasilnya bisa maksimal. Seperti tinju, pencak silat, karate, sepak bola dan cabang olah raga yang lain memerlukan hal tersebut. Demikian juga halnya dengan cabang olah raga lompat tinggi, agar hasilnya optimal perlu memiliki keberanian, kesenangan, dan percaya diri dalam melakukannya. Namun kenyataannya tidak semua murid memiliki keberanian, kesenangan dan percaya diri dalam melakukan gerak dalam cabang olahraga lompat tinggi, seperti yang penulis amati ketika mengajar lompat tinggi di kelas IV SDN Pandeglang 06. Dalam pre tes hasil belajar siswa menunjukkan bahwa 86 % siswa belum mencapai KKM yaitu 60 (Hasil lengkap pre tes terdapat pada lampiran 3). Hal ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran lompat tinggi mengalami masalah yang harus dicari solusinya. Salah satu tugas seorang guru olahraga adalah meyiapkan diri untuk melatih para siswanya yang mempunyai minat dan bakat di bidang olahraga tertentu, guna mencapai prestasi optimalnya kelak. Berangkat dari permasalahan tersebut, penulis mencoba menerapkan salah satu media yaitu ‘”Penggunaan media karet” yang penulis anggap efektif dan efisien untuk menumbuhkan keberanian, kesenangan dan percaya diri dalam pembelajaran lompat tinggi di kelas IV SDN Pandeglang 06. Diharapkan dengan cara memodifikasi alat pembelajaran dengan menggunakan media karet siswa akan lebih konsentrasi pada lompatan dibandingkan dengan menggunakan media standar pada lompat tinggi, sehingga akan terhindar dari rasa takut, timbul kesenangan dan rasa percaya diri yang menuju pada perubahan dan perbaikan sesuai yang diharapkan. Adapun yang menjadi dasar penulis dalam melakukan penelitian tindakan ini sesuai dengan ilmu perkembangan yang penulis ketahui diantaranya: Terminologi dalam perkembangan gerak. Ada beberapa istilah dalam perkembangan gerak yang perlu dijelaskan pengertiannya yaitu istilah-istilah : 1. Pertumbuhan (growth) 2. Perkembangan (development) 3. Kematangan (maturation) Pertumbuhan adalah proses peningkatan yang ada pada diri seseorang yang bersifat kuantitatif atau peningkatan urutan, misalnya mengenai pertumbuhan fisik. Perkembangan adalah proses perubahan kapasitas fungsional atau kemampuan kerja organorgan tubuh semakin bisa dikendalikan sesuai dengan fungsiya masing-masing. Perkembangan gerak pasti terjadi dengan memberikan media latihan fisik yang disesuaikan dengan tingkat keberanian, kesenangan sehingga timbul kepercayaan diri secara bertahap. Kematangan adalah kemajuan dalam proses meningkatkan individu menjadi matang, seperti halnya dalam pertumbuhan dan perkembangan juga berlangsung secara berangsurangsur. Proses peningkatan kemampuan berhubungan dengan dengan terjadinya masa-masa sensitif untuk munculnya atau berkembangnya perilaku baru. Proses belajar akan meyempurnakan peguasaan perilaku yang munculnya dalam proses kematangan. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah sebagaimana tersebut di atas, masalah-masalah yang berkenaan dengan menumbuhkan keberanian, kesenangan dan percaya diri dalam pembelajaran lompat tinggi dapat diidentifikasi sebagai berikut : 1. Apakah penggunaan metode belajar dapat meningkatkan, menumbuhkan keberanian, kesenangan dan percaya diri dalam pembelajaran lompat tinggi ? 2. Apakah penampilan, gaya bicara seorang guru dapat memberikan motivasi yang bisa menumbuhkan keberanian, kesenangan dan percaya diri dalam pembelajaran lompat tinggi ? 3. Apakah penggunaan media karet dapat menumbuhkan keberanian, kesenangan dan percaya diri dalam pembelajaran lompat tinggi ?

Sesuai dengan pembatasan masalah tersebut di atas. kesenangan dan percaya diri dalam pembelajaran lompat tinggi. kesenangan dan percaya diri dalam pembelajaran lompat tinggi di kelas IV SDN Pandeglang 06. . . Bagi siswa : Bermanfaat bagi siswa yang kurang menyenangi dan kesulitan dalam melakukan olahraga lompat tinggi yang manggunakan alat yang sebenarnya (standar). Apakah penggunaan media karet akan mendapatkan hasil yang baik untuk menumbuhkan keberanian. dalam penelitian ini akan dibatasi pada masalah penggunaan media karet untuk menumbuhkan keberanian. kesenangan dan percaya diri dalam pembelajaran lompat tinggi ? C. kesenangan dan percaya diri dalam pembelajaran lompat tinggi secara efektif di kelas IV SDN Pandeglang 06 ? 2. Namun karena keterbatasan waktu dan tenaga. Pembatasan dan Perumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah sebagaimana tersebut di atas. .Menerapkan metode pembelajaran yang dapat disenangi siswa sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan. c. Sebagai penggunaan media karet untuk menumbuhkan keberanian. otot-otot tumbuh cepat dan butuh latihan. Bagi sekolah : . Media Pembelajaran Ketepatan penggunaan media pembelajaran dalam menumbuhkan dan meningkatkan minat dan bakat siswa untuk menerima pelajaran dan tidak membosankan dalam mengikuti pelajaran olahraga di lapangan. Pada periode umur 9-11 tahun dalam periode ini pertumbuhannya lancar. postur tubuh cenderung belum bagus. kesenangan dan rasa percaya diri bagi siswa belajar.Meningkatkan keberanian.Meminimalkan kesulitan belajar melalui penggunaan media pembelajaran yang disenangi siswa dengan bahan yang mudah didapat dan murah. Apakah media karet dapat dijadikan salah satu alternatif untuk menumbuhkan keberanian. Bagaimanakah penggunaan media karet dapat menumbuhkan keberanian. b.Dapat dimasukan RAPBS pada program anggaran tahun depan.Dapat dijadikan motifasi guru bidang lain dalam menciptakan media pembelajaran yang berfariatif untuk meningkatkan minat belajar dan prestasi siswa guru dan sekolah. Apakah intensitas latihan dapat menumbuhkan keberanian. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang dapat diperoleh dalam pengunaan media karet dalam pembelajaran lompat tinggi adalah sebagai berikut : a. dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut : 1.Memperkenalkan media karet untuk menumbuhkan keberanian. kesenangan dan percaya diri. F. Bagi guru : Bermanfaat untuk mempermudah dalam meningkatkan minat belajar khususnya dalam pelajaran olahraga di SD dan lebih berpariatif dalam menggunakan media pembelajaran. karena itu memerlukan latihan-latihan pembentukan tubuh. .Dapat dijadikan acuan dan memotivasi guru lain yang belum melaksanakan tindakan kelas. kesenangan dan percaya diri dalam pembelajaran lompat tinggi di kelas IV SDN Pandeglang 06. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. kesenangan dan percaya diri dalam pembelajaran lompat tinggi di kelas IV ? E.4.Dapat dijadikan program tindak lanjut dalam meningkatkan prestasi siswa dengan biaya yang murah dan mudah didapat. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian tindakan ini maka tujuan yang hendak dicapai adalah : . kesenangan dan percaya diri dalam pembelajaran lompat tinggi di kelas IV ? 3. . siswa diarahkan secara beragam dan bertahap untuk lebih mampu menghadapi setiap rintangan mulai dari terendah sampai standar tertinggi. . banyak faktor yang dapat menumbuhkan keberanian. .

tidak tertekan dalam melakukan apapun. menulis. cognitive strategy. tidak kecewa). seperti senam. Usia SD 9-11 tahun menyenangi aktifitas yang dramatis. b. Aktivitas Visual. Waharsono (2003) Perkembangan dan belajar gerak Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Aktivitas Gerak (Motoric Actifitis). membuat makalah. Dari pendapat tersebut. Aktivitas Menulis (Writen Activities ) seperti mengarang. Pengertian Keberanian Keberanian berasal dari kata berani = 1. mengemukakan bahwa aktivitas siswa dalam proses belajar adalah aktivitas jasmani maupun mental yang digolongkan dalam 5 hal : a. lega. Pestalozi. B. “Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Usia Dini”. atletik. ini saat yang baik untuk mendidik moral dan prilaku sosial yang baik. Sajoto (2003) Bio mekanika. dan attitude ). BALAI PUSTAKA Jakarta 1984). imajinatif. Sifat batin ( hati ) yang tak takut menghadapi bahaya (kesulitan. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Frobel dan Montesory. tidak susah. c. penuh energi tetapi mudah lelah timbul minat untuk mahir dalam suatu keterampilan fisik tertentu dan permainan-permainan yang terorganisir tetapi belum siap untuk mengerti peraturan yang rumit. (merasa puas. melakukan eksperimen dan demonstrasi. Dengan demikian sebaiknya memperhatikan atau menata pembelajaran yang memungkinkan mengaktifkan memori siswa yang sesuai agar informasi yang baru dapat diterima. Kesenangan : 2. 3. Departemen Pendidikan Nasional. kesukaan dsb). kelegaan. Beberapa teori yang berhubungan dengan penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar siswa yang sesuai dengan usia dan psikologi gerak. seperti bercerita. dapat penulis simpulkan bahwa keberanian adalah sifat batin yang dimiliki seseorang yang tidakgentar atau mundur dalam menghadapi rintangan sesulit apapun. kenyamanan : 4 (kebahagiaan hidup). diskusi menyanyi. kesulitan dsb) tidak penakut misalnya orang tidak akan mundur mengahadapi rintangan sesulit apapun. Gagne (1985:67) Pembelajaran dapat dibagi ke dalam lima bagian : (Intelectual skill. kesenangan dan percaya diri dalam pembelajaran lompat tinggi di kelas IV SD Pandeglang 06. ritmis. Gagne menekankan pentingnya kondisi internal dan kondisi eksternal dan suatu pembelajaran agar siswa memperoleh hasil belajar yang diharapkan. membaca sajak. Poerwadarminta PN. minat berprestasi individu. kompetitif. motor skill. Keenakan. kreatif. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa kesenangan adalah keadaan hati seseorang yang merasa puas. Aktivitas Mendengarkan (Listening Activities) mendengakan penjelasan guru dan ceramah. Direktorat Pendidikan Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar. John Dewey “Learning by doing” didukung oleh Rouseau. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. (Kamus B. Dari judul penelitian tindakan kelas yaitu “Penggunaan media karet untuk menumbuhkan keberanian. kondisi fisik sekolah biasa. menari dan melukis. BALAI PUSTAKA Jakarta 1984). Pengertian Percaya Diri . Pengertian Kesenangan Kesenangan berasal dari kata senang : 1. Aktivitas Lisan (Oral Activitis). (DEPDIKNAS. seperti membaca. C.Usia SD 9-11 tahun. Tanya jawab. nyaman. (kepuasan hati. Poerwadarminta PN. Indonesia WJS. Indonesia WJS. : 3. d. (Kamus B. Direktorat Pendidikan Taman Kanak-kanak SD Jakarta 2003). Direktorat Pendidikan Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar. punya idola. rentang perhatian lebih mana.

tidak berbahaya) boleh diharapkan kebenarannya. (tidak jahat. Masalah ini kurang problematik bagi guru penjaskes. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa percaya diri adalah keyakinan yang tumbuh dari diri sendiri akan kekuatan atau kemampuan yang ada pada diri sendiri. Masalah-masalah pembelajaran di lapangan seperti inilah yang bisa digolongkan sebagai masalah nyata karena didukung dengan data yang betul-betul dapat dipertanggung jawabkan dan dipuyai oleh guru. Suhardjono dan Supardi (2006:16) 1) Perencanaan (Planning ) Kegiatan perencanaan mencakup (1) identifikasi masalah (2) analisis peyebab adanya masalah. tidak jahat. Indonesia WJS. misalnya. (Kamus B. Diri adalah : 1. kesenangan dan percaya diri dalam pembelajaran lompat tinggi di kelas IV SDN Pandeglang 06. ada dua variabel yang akan diungkapkan dalam penelitian ini yaitu : 1. 2. . Poerwadarminta PN. saimin.Percaya adalah : 1 ( menganggap. wawancara dan angket untuk data kualitatif dan penilaian hasil tes pembelajaran siswa sebagai data kuantitatif. artinya masalah perlu dipecahkan berkaitan dengan tanggung jawab. apapun. pelaksanaan tindakan. Untuk keperluan analisis data kuantitatif diperoleh dari hasil tes perbuatan dalam proses pembelajaran yang dilakukan dua kali penilaian terhadap materi olahraga (lompat tinggi). Adapun empat langkah prosedur penelitian kelas yang dapat dilaksanakan yaitu perencanaan tindakan. merapi-cicurug dsb). meskipun mayoritas siswa tidak lancar membaca teks bahasa inggris. b. mengakui. Perencanaan Penelitian Penelitian ini adalah jenis Penelitaian Tindakan Kelas (PTK) yang membahas masalah penggunaan media karet untuk menumbuhkan keberanian. BALAI PUSTAKA Jakarta 1984). kesenangan dan percaya diri (75%) siswa belum mencapai batas ketuntasan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Pandeglang 06 Kec. kewewenangan dan tugas seorang guru. BALAI PUSTAKA Jakarta 1984). Variabel kemampuan siswa melewati rintangan (lompatan) dengan menggunakan alat lompatan standar yang biasa dipakai untuk lomba. Hal tersebut sebagaimana dikemukakan Suharsisi. tiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan tindakan observasi dan refleksi. (sesuatu) jujur. Variabel kemampuan siswa melewati rintangan (lompatan) dengan menggunakan media karet. Orang seseorang (terasing : diri yang lain). Problematik. observasi dan refleksi. Indonesia WJS. badan misal : hikayat ku tak tahu-akan-nya nama (peng) ganti aku orang benda (seperti. sebagai contoh setelah diberikan tugas awal diperoleh data bahwa : (1) Sebagian besar siswa (70%) tidak mampu melakukan lompatan setinggi 70 cm dalam pembelajaran lompat tinggi. tidak berbahagia dsb misal : Ia. Pandeglang tahun ajaran 2008/2009 dengan jumlah siswa sebanyak 45 siswa. Empat langkah utama yang saling berkaitan itu dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas sering disebut dengan siklus. Karena tidak semua masalah pembelajaran yang terjadi secara nyata (riil) bisa dikategorikan sebagai masalah problematik. yakin) : 2 menanggap orang. Poerwadarminta PN. Melaksanakan tindakan (getting) Pengamatan Merepleksikan hasil pengamatan. yaitu nilai 60. dan (3) pengembangan bentuk tindakan (aksi) sebagai pemecahan masalah. Untuk keperluan identifikasi masalah dalam penelitian tindakan kelas ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu : Masalah harus benar-benar terjadi dan dirasakan oleh guru pada saat melaksanakan tugas. Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus. (Kamus B. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan teknik observasi. Dalam prakteknya penelitian tindakan kelas adalah tindakan yang bermakna melalui prosedur penelitian yang mencakup empat langkah yaitu : Merumuskan masalah dan merencanakan tindakan. (2) Tingkat kemampuan siswa terhadap keberanian. BAB III METODE PENELITIAN A.

Melalui refleksi inilah maka peneliti akan menentukan . Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan data berkaitan dengan observasi ini adalah : Jenis data yang dihimpun memang diperlukan dalam rangka implementasi tindakan perbaikan. Kesesuaian prosedur pengambilan data. d. Setelah guru menemukan masalah. baik secara kajian teoritis maupun konsep? Apakah alternative tidakan (aksi) yang dipilih dipercayai dapat menjawab permasalahan yang muncul? Bagaimanakah cara melaksanakan tindakan dalam bentuk langkah-langkah setiap siklus dalam proses pembelajaran di lapangan? Bagaimana cara menguji tindakan sehingga dapat dibuktikan telah terjadi perbaikan kondisi dan peningkatan proses dalam kegiatan pembelajaran di lapangan yang diteliti? Jawaban dari seluruh pertanyaan di atas adalah hipotesis tindakan yakni alternatif tindakan yang dipandang paling tepat atau dipercaya oleh peneliti akan mampu memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Penelitian yang diperoleh dari analisis data sebagai bentuk dari pengaruh tindakan yang telah dirancang pada kegiatan refleksi ini juga ditelaah aspek-aspek mengapa. 4) Refleksi Refleksi dilakukan untuk mengadakan evaluasi yang dilakukan guru dan tim pengamat dalam penelitian tindakan lapangan. bagaimana. tidak haya menggunakan satu instrumen saja. Memiliki manfaat yang jelas. Dokumentasi (nontes) gambar atau foto proses belajar mengajar. Nilai ulangan (nontes) penelitian hasil tugas yang dilakukan guru. Berdasarkan masalah-masalah yang muncul pada refleksi hasil perlakukan tindakan pada siklus pertama maka akan ditentukan oleh peneliti apakah tindakan yang dilaksanakan sebagai pemecahan masalah sudah mencapai tujuan atau belum. bagaimana anak mempersiapkan alat dan bahan ? dan bagaimana mengunakan alat ? serta bagaimana sikap anak ketika mengejarkan tugasya ? b. c. perlu segera melaksanakan langkah identifikasi penyebab munculnya masalah. Refleksi dilakukan dengan cara berdiskusi terhadap berbagai masalah yang muncul di lapangan. Pemanfaatan data dalam analisis dan refleksi. Indikator-indikator yang ditetapkan harus tergambarkan pada perilaku siswa dan guru secara terukur. artinya pemecahan masalah yang dilakukan akan memberikan manfaat yang jelas bagi siswa dan guru karena ada kemungkinan kalau masalah tidak segera diatasi akan mengganggu penguasaan kompetensi berikutnya dalam proses pembelajaran yang mempunyai sifat berkesinambungan. maka langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan dalam proses pembelajaran sesuai dengan scenario pembelajaran yang sudah dibuat oleh guru. Wawancara (nontes) dengan beberapa orang anak yang berbeda tingkat penguasaan pada pelajaran lompat tinggi dilakukan secara lisan. dan sejauh mana tindakan yang dilakukan mampu memperbaikan masalah secara bermakna. 3) Observasi Kegiatan observasi atau pengamatan dalam penelitian tindakan kelas dilakukan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran lengkap secara objektif tentang pengembangan proses pembelajaran dan pengaruh dari tindakan yang dipilih terhadap kondisi kelas dalam bentuk data. Kegiatan pengambilan data dapat dilakukan diantaranya dengan cara : Observasi atau pengamatan (nontes). e. Setelah ditetapkan bentuk tindakan. Pengambilan data harus bersifat keseluruhan data. Angket (not-tes) sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa secara tertulis yang berguna untuk mengungkapkan tanggapan balik siswa dan dampak dari aktifitas tindakan selama proses pembelajaran berlangsung. 2) Tindakan (Acting) Untuk menentukan bentuk tindakan (aksi) yang dipilih perlu mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut : Apakah tindakan (aksi) yang dipilih telah mempunyai landasan berpikir yang mantap.c. yang dipilih sesuai dengan rencana pelaksanaan tindakan. Dapat dipecahkan oleh guru selaku pelaksanaan penelitian tindakan kelas. Data yang dihimpun melalui pengamatan (observasi) ini meliputi data kuantitatif dan kualitatif sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. d.

• Merencanakan program tindakan yang akan diambil (dilakukan) dalam proses pembelajaran berikutya. Perencanaan tindakan b. jumlah dan waktu dari setiap macam tindakan. tempat dimana penelitian dilaksanakan. pembahasan metode tidak boleh dilupakan. Pelaksanaan tindakan c. • Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi untuk digunakan pada siklus berikutnya. Subjek. Perencanaan siklus I : RPP siklus I Instrumen : Format lembar pengamatan pembelajaran siswa siklus I Instrumen : Format rumusan observasi siklus 1 Instrumen : Format rumusan penilaian siklus 1 Perencanaan siklus II : RPP siklus II Instrumen : Format lembar pengamatan pembelajaran siklus II Instrumen : Format rumusan observasi pembelajaran siklus II Instrumen : Format rumusan penilaian (evaluasi) siklus II Instrumen : Format rumusan observasi pembelajaran siklus II Kesimpulan dan saran. Metode Penelitian Sederhana apapun penelitian. B.keputusan untuk melakukan siklus lanjutan ataukah berhenti karena masalahnya telah terpecahkan. tempat dan waktu Penelitian Subyek : Siswa Kelas IV SDN 06 Pandeglang berjumlah 46 orang Tempat : SD Negeri Pandeglang 06 Kecamatan Pandeglang Waktu : Bulan Februari Minggu ke-2 tahun 2008 Lama tindakan : + 2 bulan 2. Tindakan : • Melaksanakan alternatif tindakan pembelajaran yang mengacu pada RPP dan lembar pengamatan. Misalnya target yang telah ditetapkan anak harus mendapat nilai 70 ternyata hasil pada siklus 1 baru mencapai 60 maka perlu dilakukan tindakan perbaikan siklus II. Pengamatan : • Mengolah data hasil pengamatan dalam pembelajaran di lapangan. Pelaksanaan Penelitian 1. meliputi evaluasi mutu. karena bagian ini menjelaskan uraian langkah-langkah penelitian yang dapat memberikan informasi tentang rencana dan pelaksanaan tindakan yang mengambarkan unsur-unsur sebagai berikut : 1) Setting penelitian. Metode penelitian yang dilaksanakan di SDN 06 Pandeglang kelas IV ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Observasi dan refleksi Dalam hal ini untuk memudahkan penulisan secara rinci penulis akan menetapkan pokokpokok rencana kegiatan sebagai berikut : Siklus I Perencanaan : • Merencanakan pembelajaran yang akan ditetapkan dalam PBM • Menentukan pokok bahasan • Mengembangkan skenario pembelajaran • Menyusun lembar pengamat • Menyiapkan sumber belajar • Mengembangkan format observasi pembelajaran Tindakan 1 : • Menerapkan tindakan yang mengacu dalam skenario yang direncanakan dalam lembar pengamatan dan RPP lembar penilaian. . masing-masing siklus terdiri dari : a. Refleksi : • Melakukan evaluasi dari hasil tindakan dari pengamatan proses pembelajaran. Siklus II Perencanaan : • Mencatat masalah yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran di lapangan. Prosedur Langkah-langkah Penelitian a. Pengamatan : • Melakukan pengamatan pada waktu PBM berlangsung dengan menggunakan alat ukur berupa lembar pengamatan dan evaluasi (daftar nilai) Refleksi 1 : • Melakukan evaluasi tindakan telah dilakukan.

Perencanaan / identifikasi masalah dan alternative pemecahan masalah. Kepala sekolah sebagai pengamat dan tempat untuk berkonsultasi. a. maka akan memutuskan untuk melakukan silkus lanjutan yaitu Evaluasi tindakan II. Teman sejawat bertugas sebagai teman untuk berkolaborasi atau bekerja sama untuk mengamati proses belajar mengajar di kelas dan teman berdiskusi. b. Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi yang digunakan pada siklus berikutnya. Perencanaan : identifikasi masalah dan alternative pemecahan masalah. Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar. Menyiapkan sumber belajar. Identifikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah. 3) Desain penelitian yaitu rancangan tentang langkah-langkah tindakan. Perencanaan a. 3. Menentukan pokok bahasan. Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan meliputi evaluasi mutu. c. Siklus Kedua : 1. Menentukan langkah-langkah pemecahan masalah 2. Refleksi a. b. Pengamatan (observasi) a. Mengembangkan alternatif tindakan b. 5) Analisis data dan refleksi.2) Sasaran penelitian. Menganalisis penyebab munculnya masalah 3. c. Pembagian Tugas a. b. Tim Peneliti dan Pembagian Tugas Tim peneliti terdiri dari penulis sebagai ketua peneliti. Pengamatan : Pengumpulan data 4. Refleksi : berdasarkan masalah-masalah yang muncul pada siklus pertama. 4) Pengumpulan data secara lengkap dengan jenis instrumen yang dipakai. Metode yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah metode ilmiah dengan langkah-langkah sebagai berikut : Siklus Pertama : 1. Mengembangkan skenario pembelajaran d. Evaluasi tindakan a. 5. serta 4. Mengembangkan format observasi pembelajaran. Merumuskan masalah. teman sejawat dan kepala sekolah. f. Menyusun Lembar Kerja Siswa e. Tindakan : Pelaksanaan program tindakan II 3. pengembangan program 2. Tindakan : menerapkan tindakan mengacu pada skenario 3. Melakukan observasi dengan memakai format observasi b. . Mengembangkan format evaluasi g. jumlah dan waktu dari setiap tindakan. 4. b. Ketua Peneliti bertugas sebagai : 1. Dalam pelaksanaan proses pembelajaran penulis menggunakan lembaran pengamatan sebagai bahan acuan dalam penelitian tindakan kelas di kelas IV SDN Pandeglang 06. 2. Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Menilai hasil tindakan 4. Berikut ini adalah salah satu alat ukur keberhasilan pengunaan metode pembelajaran sebelumnya dan metode pembelajaran yang dimodifikasikasi.