P. 1
uu no 20 t.a 2003

uu no 20 t.a 2003

|Views: 56|Likes:
Published by Indah Lestari

More info:

Published by: Indah Lestari on Nov 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/26/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB I KETENTUAN UMUM
  • BAB II DASAR, FUNGSI DAN TUJUAN
  • BAB III PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
  • BAB VII BAHASA PENGANTAR
  • BAB VIII WAJIB BELAJAR
  • BAB IX STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
  • BAB X KURIKULUM
  • BAB XI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
  • BAB XII SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN
  • BAB XIII PENDANAAN PENDIDIKAN
  • BAB XIV PENGELOLAAN PENDIDIKAN
  • BAB XVII PENDIRIAN SATUAN PENDIDIKAN
  • BAB XVIII PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN OLEH LEMBAGA NEGARA LAIN
  • BAB XIX PENGAWASAN
  • BAB XX KETENTUAN PIDANA
  • BAB XXI KETENTUAN PERALIHAN
  • BAB XXII KETENTUAN PENUTUP
  • Edukasi
  • Ilmu Hukum
  • Produk Hukum
  • 1 comments:
  • Post a Comment
  • Links to this post
  • arsip
  • artikel yang dibagikan
  • bidang ilmu
  • kotak bicara
  • my Follower

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : Perlu membentuk Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional. Mengingat : Pasal 20, Pasal 21, Pasal 28 C ayat (1), Pasal 31, dan Pasal 32 UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; Dengan persetujuan bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA DAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN: Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan: 1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

2. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. 3. Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. 4. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. 5. Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. 6. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. 7. Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. 8. Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. 9. Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan.

10. Satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. 11. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. 12. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. 13. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. 14. Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. 15. Pendidikan jarak jauh adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lain. 16. Pendidikan berbasis masyarakat adalah penyelenggaraan pendidikan berdasarkan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat. 17. Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. 18. Wajib belajar adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti

oleh warga negara Indonesia atas tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah. 19. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 20. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. 21. Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian, penjaminan, dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan Pendidikan. 22. Akreditasi adalah kegiatan penilaian kelayakan program dalam satuan pendidikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. 23. Sumber daya pendidikan adalah segala sesuatu yang dipergunakan dalam penyelenggaraan pendidikan yang meliputi tenaga kependidikan, masyarakat, dana, sarana, dan prasarana. 24. Dewan pendidikan adalah lembaga mandiri yang beranggotakan berbagai unsur masyarakat yang peduli pendidikan. 25. Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. 26. Warga negara adalah warga negara Indonesia baik yang tinggal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia maupun di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

mandiri. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pemerintah daerah adalah pemerintah provinsi. Masyarakat adalah kelompok warga negara Indonesia nonpemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. berilmu. sehat. cakap. BAB III PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pasal 4 . FUNGSI DAN TUJUAN Pasal 2 Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Menteri adalah menteri yang bertanggung jawab dalam bidang pendidikan nasional.27. BAB II DASAR. kreatif. atau pemerintah kota. berakhlak mulia. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pasal 3 Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. pemerintah kabupaten. 28. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat. 30. 29.

membangun kemauan. (2) Warga negara yang memiliki kelainan fisik. emosional. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. (5) Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. nilai keagamaan. ORANG TUA. (3) Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. (4) Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. DAN PEMERINTAH Bagian Kesatu Hak dan Kewajiban Warga Negara Pasal 5 (1) Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. intelektual. (6) Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. mental. menulis. .(1) Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. (2) Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. MASYARAKAT. BAB IV HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA. dan kemajemukan bangsa. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. nilai kultural. (3) Warga negara di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil berhak memperoleh pendidikan layanan khusus.

Bagian Ketiga Hak dan Kewajiban Masyarakat Pasal 8 Masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan. (5) Setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat. pelaksanaan. . Pasal 9 Masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan. berkewajiban memberikan pendidikan dasar kepada anaknya. Bagian Kedua Hak dan Kewajiban Orang Tua Pasal 7 (1) Orang tua berhak berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anaknya. (2) Orang tua dari anak usia wajib belajar. pengawasan. (2) Setiap warga negara bertanggung jawab terhadap keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan. Pasal 6 (1) Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar.(4) Warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus. dan evaluasi program pendidikan.

mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. d. (2) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun. dan kemampuannya. BAB V PESERTA DIDIK Pasal 12 (1) Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak: a.Bagian Keempat Hak dan Kewajiban Pemerintah dan Pemerintah Daerah. mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama. membantu. c. mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. Pasal 10 Pemerintah dan pemerintah daerah berhak mengarahkan. dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. membimbing. minat. e. mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain . serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. b. Pasal 11 (1) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan.

f. kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan dengan sistem terbuka melalui tatap muka dan/atau melalui jarak jauh. DAN JENIS PENDIDIKAN Bagian Kesatu Umum Pasal 13 (1) Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal.yang setara. b. JENJANG. ayat (2). (4) Ketentuan mengenai hak dan kewajiban peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan. BAB VI JALUR. (3) Warga negara asing dapat menjadi peserta didik pada satuan pendidikan yang diselenggarakan dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pasal 14 . (2) Setiap peserta didik berkewajiban: a. menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing¬masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. nonformal. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya.

vokasi.Jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar. Bagian Ketiga Pendidikan Menengah Pasal 18 (1) Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. (2) Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan . profesi. Pasal 15 Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum. dan khusus. (2) Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs). kejuruan. dan jenis pendidikan dapat diwujudkan dalam bentuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah. akademik. Pasal 16 Jalur. pendidikan menengah. keagamaan. dan/atau masyarakat. Bagian Kedua Pendidikan Dasar Pasal 17 (1) Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. dan pendidikan tinggi. (3) Ketentuan mengenai pendidikan dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. atau bentuk lain yang sederajat. jenjang. pemerintah daerah.

dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. profesi. Pasal 20 (1) Perguruan tinggi dapat berbentuk akademi.pendidikan menengah kejuruan. madrasah aliyah (MA). dan madrasah aliyah kejuruan (MAK). dan pengabdian kepada masyarakat. sekolah menengah kejuruan (SMK). (2) Pendidikan tinggi diselenggarakan dengan sistem terbuka. Bagian Keempat Pendidikan Tinggi Pasal 19 (1) Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma. Pasal 21 (1) Perguruan tinggi yang memenuhi persyaratan pendirian dan dinyatakan berhak menyelenggarakan program pendidikan tertentu . dan/atau vokasi. dan doktor yang diselenggarakan oleh pendidikan tinggi. sekolah tinggi. (3) Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA). sarjana. ayat (2). magister. atau bentuk lain yang sederajat. (2) Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan. ayat (2). atau universitas. (3) Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik. spesialis. penelitian. (4) Ketentuan mengenai perguruan tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). politeknik. (4) Ketentuan mengenai pendidikan menengah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. institut.

kemasyarakatan. dan sekolah tinggi yang memiliki program doktor berhak memberikan gelar doktor kehormatan (doktor honoris causa) kepada setiap individu yang layak memperoleh penghargaan berkenaan dengan jasa-jasa yang luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan. profesi. (5) Penyelenggara pendidikan yang tidak memenuhi persyaratan pendirian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) atau penyelenggara pendidikan bukan perguruan tinggi yang melakukan tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikenakan sanksi administratif berupa penutupan penyelenggaraan pendidikan. keagamaan. profesi. profesi. (3) Gelar akademik. atau vokasi yang dikeluarkan oleh penyelenggara pendidikan yang tidak sesuai dengan ketentuan ayat (1) atau penyelenggara pendidikan yang bukan perguruan tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dinyatakan tidak sah. atau vokasi sesuai dengan program pendidikan yang diselenggarakannya. Pasal 23 . atau vokasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 22 Universitas. atau vokasi hanya digunakan oleh lulusan dari perguruan tinggi yang dinyatakan berhak memberikan gelar akademik. atau vokasi. (6) Gelar akademik. atau vokasi. profesi. kebudayaan. (2) Perseorangan. teknologi. ayat (4). ayat (2). profesi. organisasi. dan ayat (6) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.dapat memberikan gelar akademik. institut. (4) Penggunaan gelar akademik. ayat (5). profesi. profesi. atau vokasi lulusan perguruan tinggi hanya dibenarkan dalam bentuk dan singkatan yang diterima dari perguruan tinggi yang bersangkutan. ayat (3). atau penyelenggara pendidikan yang bukan perguruan tinggi dilarang memberikan gelar akademik. (7) Ketentuan mengenai gelar akademik. atau seni.

(3) Perguruan tinggi dapat memperoleh sumber dana dari masyarakat yang pengelolaannya dilakukan berdasarkan prinsip akuntabilitas publik. . (4) Ketentuan mengenai penyelenggaraan pendidikan tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). profesi. atau vokasi terbukti merupakan jiplakan dicabut gelarnya.(1) Pada universitas. Pasal 25 (1) Perguruan tinggi menetapkan persyaratan kelulusan untuk mendapatkan gelar akademik. penelitian ilmiah. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. profesi. profesi. institut. (3) Ketentuan mengenai persyaratan kelulusan dan pencabutan gelar akademik. atau vokasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. ayat (2). (2) Perguruan tinggi memiliki otonomi untuk mengelola sendiri lembaganya sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan tinggi. dan sekolah tinggi dapat diangkat guru besar atau profesor sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 24 (1) Dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. (2) Lulusan perguruan tinggi yang karya ilmiahnya digunakan untuk memperoleh gelar akademik. atau vokasi. pada perguruan tinggi berlaku kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik serta otonomi keilmuan. dan pengabdian kepada masyarakat. (2) Sebutan guru besar atau profesor hanya dipergunakan selama yang bersangkutan masih aktif bekerja sebagai pendidik di perguruan tinggi.

(4) Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus. dan majelis taklim. pendidikan pemberdayaan perempuan. (5) Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan. (6) Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau pemerintah daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. kelompok belajar. ayat (4). pendidikan anak usia dini. (3) Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup. dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. keterampilan. penambah. dan sikap untuk mengembangkan diri. lembaga pelatihan. bekerja. pusat kegiatan belajar masyarakat. . pendidikan keaksaraan. pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja. dan ayat (6) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. ayat (2). (7) Ketentuan mengenai penyelenggaraan pendidikan nonformal sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. pendidikan kepemudaan. ayat (5). (2) Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional. ayat (3). pendidikan kesetaraan. kecakapan hidup. usaha mandiri. serta satuan pendidikan yang sejenis. mengembangkan profesi.Bagian Kelima Pendidikan Nonformal Pasal 26 (1) Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti.

dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. atau bentuk lain yang sederajat. (2) Hasil pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.Bagian Keenam Pendidikan Informal Pasal 27 (1) Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. ayat (2). (5) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan. (4) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk kelompok bermain (KB). (3) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk taman kanak¬kanak (TK). (3) Ketentuan mengenai pengakuan hasil pendidikan informal sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. . Bagian Ketujuh Pendidikan Anak Usia Dini Pasal 28 (1) Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. nonformal. (6) Ketentuan mengenai pendidikan anak usia dini sebagaimana dimaksud pada ayat (1). taman penitipan anak (TPA). raudatul athfal (RA). dan/atau informal. (2) Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal. atau bentuk lain yang sederajat. ayat (3).

Bagian Kesembilan Pendidikan Keagamaan Pasal 30 (1) Pendidikan keagamaan diselenggarakan oleh Pemerintah dan/atau kelompok masyarakat dari pemeluk agama. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. pesantren. (3) Pendidikan keagamaan dapat diselenggarakan pada jalur pendidikan formal. ayat (2). dan informal. nonformal. dan bentuk lain yang sejenis. sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (5) Ketentuan mengenai pendidikan keagamaan sebagaimana dimaksud . (3) Pendidikan kedinasan diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal dan nonformal. pasraman. (4) Pendidikan keagamaan berbentuk pendidikan diniyah. (2) Pendidikan keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu agama. (4) Ketentuan mengenai pendidikan kedinasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Pendidikan Kedinasan Pasal 29 (1) Pendidikan kedinasan merupakan pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh departemen atau lembaga pemerintah nondepartemen. (2) Pendidikan kedinasan berfungsi meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai dan calon pegawai negeri suatu departemen atau lembaga pemerintah nondepartemen. pabhaja samanera.

sosial. ayat (3).pada ayat (1). Bagian Kesepuluh Pendidikan Jarak Jauh Pasal 31 (1) Pendidikan jarak jauh diselenggarakan pada jalur. dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. dan tidak mampu dari segi ekonomi. mental. jenjang. (3) Pendidikan jarak jauh diselenggarakan dalam berbagai bentuk. ayat (2). modus. ayat (2). (4) Ketentuan mengenai penyelenggaraan pendidikan jarak jauh sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. masyarakat adat yang terpencil. dan jenis pendidikan. Pasal 32 (1) Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. dan/atau mengalami bencana alam. (2) Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang. (2) Pendidikan jarak jauh berfungsi memberikan layanan pendidikan kepada kelompok masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan secara tatap muka atau reguler. dan cakupan yang didukung oleh sarana dan layanan belajar serta sistem penilaian yang menjamin mutu lulusan sesuai dengan standar nasional pendidikan. emosional. Bagian Kesebelas Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus. (3) Ketentuan mengenai pelaksanaan pendidikan khusus dan pendidikan . dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. bencana sosial.

(4) Ketentuan mengenai wajib belajar sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan Pemerintah. pemerintah daerah. (3) Bahasa asing dapat digunakan sebagai bahasa pengantar pada satuan pendidikan tertentu untuk mendukung kemampuan berbahasa asing peserta didik.layanan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. dan masyarakat. BAB VIII WAJIB BELAJAR Pasal 34 (1) Setiap warga negara yang berusia 6 tahun dapat mengikuti program wajib belajar. ayat (2). BAB VII BAHASA PENGANTAR Pasal 33 (1) Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara menjadi bahasa pengantar dalam pendidikan nasional. (2) Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. . (2) Bahasa daerah dapat digunakan sebagai bahasa pengantar dalam tahap awal pendidikan apabila diperlukan dalam penyampaian pengetahuan dan/atau keterampilan tertentu.

(3) Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi. pengelolaan. sarana dan prasarana. (4) Ketentuan mengenai standar nasional pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. tenaga kependidikan. b. pengelolaan. peningkatan iman dan takwa. ayat (2). proses. dan pengendalian mutu pendidikan. (2) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. sarana dan prasarana. dan peserta didik. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. pembiayaan. BAB X KURIKULUM Pasal 36 (1) Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. peningkatan akhlak mulia. dan pembiayaan. potensi daerah. tenaga kependidikan. dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala.BAB IX STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Pasal 35 (1) Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. kompetensi lulusan. penjaminan. (2) Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. .

pendidikan agama. f. teknologi. f. g. ilmu pengetahuan sosial. e. c. pendidikan jasmani dan olahraga. dan seni. agama. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. i. tuntutan dunia kerja. ilmu pengetahuan alam. seni dan budaya. kecerdasan. e. d. g. dan minat peserta didik. d. Pasal 37 (1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: a. muatan lokal. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. i. bahasa. peningkatan potensi. pendidikan agama. (4) Ketentuan mengenai pengembangan kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1). bahasa. h. (2) Kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat: a. pendidikan kewarganegaraan. ayat (2). dan j. b. dan c. (3) Ketentuan mengenai kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Pasal 38 . matematika. keterampilan/kejuruan. h. b. perkembangan ilmu pengetahuan. dinamika perkembangan global. pendidikan kewarganegaraan. keragaman potensi daerah dan lingkungan.c. dan j.

(1) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. (4) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. menilai hasil pembelajaran. BAB XI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Pasal 39 (1) Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi. pengelolaan. (2) Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan . Pasal 40 (1) Pendidik dan tenaga kependidikan berhak memperoleh: a. pengembangan. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. (3) Kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. pengawasan. (2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. melakukan pembimbingan dan pelatihan.

ayat (2). d. pembinaan karier sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas. b. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. dinamis. (2) Pengangkatan. Pasal 42 (1) Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. dan c. dan fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. dan e. dan dialogis. kesempatan untuk menggunakan sarana. mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan. (2) Pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban: a. penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. Pasal 41 (1) Pendidik dan tenaga kependidikan dapat bekerja secara lintas daerah. (4) Ketentuan mengenai pendidik dan tenaga kependidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). kreatif.memadai. dan penyebaran pendidik dan tenaga kependidikan diatur oleh lembaga yang mengangkatnya berdasarkan kebutuhan satuan pendidikan formal. b. 13. perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual. sehat jasmani dan rohani. penempatan. (3) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memfasilitasi satuan pendidikan dengan pendidik dan tenaga kependidikan yang diperlukan untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu. profesi. menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. serta . menyenangkan. prasarana. c.

(2) Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi. pendidikan dasar. BAB XII SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN Pasal 45 . Pasal 44 (1) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib membina dan mengembangkan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah. kemampuan. dan pendidikan tinggi dihasilkan oleh perguruan tinggi yang terakreditasi. pendidikan menengah.memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (3) Ketentuan mengenai promosi. (3) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib membantu pembinaan dan pengembangan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan formal yang diselenggarakan oleh masyarakat. (3) Ketentuan mengenai kualifikasi pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. dan sertifikasi pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Pasal 43 (1) Promosi dan penghargaan bagi pendidik dan tenaga kependidikan dilakukan berdasarkan latar belakang pendidikan. (2) Pendidik untuk pendidikan formal pada jenjang pendidikan usia dini. (2) Penyelenggara pendidikan oleh masyarakat berkewajiban membina dan mengembangkan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan yang diselenggarakannya. dan prestasi kerja dalam bidang pendidikan. penghargaan. pengalaman.

dan kejiwaan peserta didik. (3) Ketentuan mengenai tanggung jawab pendanaan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. kecerdasan intelektual. sosial. dan masyarakat. pemerintah daerah.(1) Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. BAB XIII PENDANAAN PENDIDIKAN Bagian Kesatu Tanggung Jawab Pendanaan Pasal 46 (1) Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah. pemerintah daerah. emosional. dan keberlanjutan. dan masyarakat mengerahkan sumber daya yang ada sesuai dengan peraturan perundang-undangan . (2) Pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab menyediakan anggaran pendidikan sebagaimana diatur dalam Pasal 31 ayat (4) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. kecukupan. (2) Pemerintah. (2) Ketentuan mengenai penyediaan sarana dan prasarana pendidikan pada semua satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Bagian Kedua Sumber Pendanaan Pendidikan Pasal 47 (1) Sumber pendanaan pendidikan ditentukan berdasarkan prinsip keadilan.

(2) Gaji guru dan dosen yang diangkat oleh Pemerintah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). (3) Dana pendidikan dari Pemerintah dan pemerintah daerah untuk satuan pendidikan diberikan dalam bentuk hibah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagian Keempat Pengalokasian Dana Pendidikan Pasal 49 (1) Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). (5) Ketentuan mengenai pengalokasian dana pendidikan sebagaimana . Bagian Ketiga Pengelolaan Dana Pendidikan Pasal 48 (1) Pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan. (3) Ketentuan mengenai sumber pendanaan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. efisiensi. (4) Dana pendidikan dari Pemerintah kepada pemerintah daerah diberikan dalam bentuk hibah sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.yang berlaku. dan akuntabilitas publik. (2) Ketentuan mengenai pengelolaan dana pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. transparansi.

(3) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional. dan ayat (6) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. (4) Pemerintah daerah provinsi melakukan koordinasi atas penyelenggaraan pendidikan. ayat (3). (2) Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional. ayat (2). BAB XIV PENGELOLAAN PENDIDIKAN Bagian Kesatu Umum Pasal 50 (1) Pengelolaan sistem pendidikan nasional merupakan tanggung jawab menteri. ayat (4). (5) Pemerintah kabupaten/kota mengelola pendidikan dasar dan pendidikan menengah. ayat (5). (6) Perguruan tinggi menentukan kebijakan dan memiliki otonomi dalam mengelola pendidikan di lembaganya. dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah kabupaten/kota untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. pengembangan tenaga kependidikan. Pasal 51 .dimaksud pada ayat (1). serta satuan pendidikan yang berbasis keunggulan lokal. (7) Ketentuan mengenai pengelolaan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ayat (3). ayat (2). dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.

Bagian Kedua Badan Hukum Pendidikan Pasal 53 (1) Penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formal yang didirikan oleh Pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan. pendidikan dasar. dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah. dan evaluasi yang transparan. (4) Ketentuan tentang badan hukum pendidikan diatur dengan undangundang tersendiri. BAB XV PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN . Pasal 52 (1) Pengelolaan satuan pendidikan nonformal dilakukan oleh Pemerintah. (2) Badan hukum pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik. (3) Badan hukum pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berprinsip nirlaba dan dapat mengelola dana secara mandiri untuk memajukan satuan pendidikan. akuntabilitas. (2) Ketentuan mengenai pengelolaan satuan pendidikan nonformal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. (3) Ketentuan mengenai pengelolaan satuan pendidikansebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. dan/atau masyarakat. jaminan mutu. pemerintah daerah.(1) Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini. (2) Pengelolaan satuan pendidikan tinggi dilaksanakan berdasarkan prinsip otonomi.

(3) Dana penyelenggaraan pendidikan berbasis masyarakat dapat bersumber dari penyelenggara.Bagian Kesatu Umum Pasal 54 (1) Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan. dan pengguna hasil pendidikan. keluarga. pelaksana. (2) Masyarakat dapat berperan serta sebagai sumber. 17. (2) Penyelenggara pendidikan berbasis masyarakat mengembangkan dan melaksanakan kurikulum dan evaluasi pendidikan. organisasi profesi. pengusaha. dan sumber daya lain secara adil dan merata dari Pemerintah dan/atau pemerintah daerah. (3) Ketentuan mengenai peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. lingkungan sosial. (4) Lembaga pendidikan berbasis masyarakat dapat memperoleh bantuan teknis. masyarakat. pemerintah daerah dan/atau sumber lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. kelompok. Bagian Kedua Pendidikan Berbasis Masyarakat Pasal 55 (1) Masyarakat berhak menyelenggarakan pendidikan berbasis masyarakat pada pendidikan formal dan nonformal sesuai dengan kekhasan agama. subsidi dana. Pemerintah. . serta manajemen dan pendanaannya sesuai dengan standar nasional pendidikan. dan organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pelayanan pendidikan. dan budaya untuk kepentingan masyarakat.

dan kabupaten/kota yang tidak mempunyai hubungan hirarkis. sarana dan prasarana. ayat (2). dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan. serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. AKREDITASI. dan evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah. sebagai lembaga mandiri. Bagian Ketiga Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah/Madrasah Pasal 56 (1) Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan. (3) Komite sekolah/madrasah. arahan dan dukungan tenaga. ayat (2). pengawasan. DAN SERTIFIKASI Bagian Kesatu Evaluasi Pasal 57 (1) Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan . ayat (3). serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional. provinsi. (2) Dewan pendidikan sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan. (4) Ketentuan mengenai pembentukan dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(5) Ketentuan mengenai peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). sarana dan prasarana. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. BAB XVI EVALUASI. dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. arahan dan dukungan tenaga.

transparan. lembaga. dan jenis pendidikan. jalur. satuan. . (2) Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik. dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan.kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Pasal 59 (1) Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola. dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. menyeluruh. Pasal 58 (1) Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. Bagian Kedua Akreditasi Pasal 60 (1) Akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. jenjang. (3) Ketentuan mengenai evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. (2) Evaluasi peserta didik. (2) Akreditasi terhadap program dan satuan pendidikan dilakukan oleh Pemerintah dan/atau lembaga mandiri yang berwenang sebagai bentuk akuntabilitas publik. satuan pendidikan. dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang. dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala. dan jenis pendidikan. kemajuan. satuan. (2) Masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga yang mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58.

(4) Ketentuan mengenai akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Ketentuan mengenai sertifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(3) Akreditasi dilakukan atas dasar kriteria yang bersifat terbuka. Bagian Ketiga Sertifikasi Pasal 61 (1) Sertifikat berbentuk ijazah dan sertifikat kompetensi. ayat (2). (2) Syarat-syarat untuk memperoleh izin meliputi isi pendidikan. sistem evaluasi dan sertifikasi. jumlah dan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. sarana dan prasarana pendidikan. 19. BAB XVII PENDIRIAN SATUAN PENDIDIKAN Pasal 62 (1) Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau pemerintah daerah. (3) Sertifikat kompetensi diberikan oleh penyelenggara pendidikan dan lembaga pelatihan kepada peserta didik dan warga masyarakat sebagai pengakuan terhadap kompetensi untuk melakukan pekerjaan tertentu setelah lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi atau lembaga sertifikasi. ayat (2). (3) Pemerintah atau pemerintah daerah memberi atau mencabut izin . serta manajemen dan proses pendidikan. (2) Ijazah diberikan kepada peserta didik sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau penyelesaian suatu jenjang pendidikan setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. pembiayaan pendidikan.

bagi peserta didik warga negara asing. Pasal 63 Satuan pendidikan yang didirikan dan diselenggarakan oleh Perwakilan Republik Indonesia di negara lain menggunakan ketentuan undangundang ini. dapat menggunakan ketentuan yang berlaku di negara yang bersangkutan atas persetujuan Pemerintah Republik Indonesia. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.pendirian satuan pendidikan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (3) Penyelenggaraan pendidikan asing wajib bekerja sama dengan lembaga pendidikan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia . Pasal 65 (1) Lembaga pendidikan asing yang terakreditasi atau yang diakui di negaranya dapat menyelenggarakan pendidikan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (4) Ketentuan mengenai pendirian satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Lembaga pendidikan asing pada tingkat pendidikan dasar dan menengah wajib memberikan pendidikan agama dan kewarganegaraan bagi peserta didik warga negara Indonesia. BAB XVIII PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN OLEH LEMBAGA NEGARA LAIN Pasal 64 Satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh perwakilan negara asing di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. ayat (2).

ayat (3).000. (3) Ketentuan mengenai pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. gelar akademik. dan komite sekolah/madrasah melakukan pengawasan atas penyelenggaraan pendidikan pada semua jenjang dan jenis pendidikan sesuai dengan kewenangan masing-masing. (2) Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas publik.1. . profesi. BAB XIX PENGAWASAN Pasal 66 (1) Pemerintah. dan/atau vokasi tanpa hak dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. organisasi. atau penyelenggara pendidikan yang memberikan ijazah.00 (satu miliar rupiah). (4) Kegiatan pendidikan yang menggunakan sistem pendidikan negara lain yang diselenggarakan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pemerintah daerah. dewan pendidikan.000.dengan mengikutsertakan tenaga pendidik dan pengelola warga negara Indonesia. (5) Ketentuan mengenai penyelenggaraan pendidikan asing sebagaimana dimaksud pada ayat (1). BAB XX KETENTUAN PIDANA Pasal 67 (1) Perseorangan. sertifikat kompetensi.000. ayat (2).

00 (lima ratus juta rupiah).000.00 (satu miliar rupiah).1.000.000.500. (4) Penyelenggara pendidikan jarak jauh yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.000.00 (satu miliar rupiah).000. dan/atau vokasi yang diperoleh dari satuan pendidikan yang tidak memenuhi persyaratan dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. sertifikat kompetensi.000.000. (3) Setiap orang yang menggunakan gelar lulusan yang tidak sesuai dengan bentuk dan singkatan yang diterima dari perguruan tinggi yang bersangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.000.000.000.200.00 (dua ratus juta rupiah). sertifikat kompetensi. dan/atau vokasi dari satuan pendidikan yang tidak memenuhi persyaratan dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. Pasal 68 (1) Setiap orang yang membantu memberikan ijazah.1.(2) Penyelenggara perguruan tinggi yang dinyatakan ditutup berdasarkan Pasal 21 ayat (5) dan masih beroperasi dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.1.000.00 (satu miliar rupiah).500.000. profesi. gelar akademik.000.00 (lima ratus juta rupiah).000. gelar akademik. (2) Setiap orang yang menggunakan ijazah. profesi.000. (4) Setiap orang yang memperoleh dan/atau menggunakan sebutan guru besar yang tidak sesuai dengan Pasal 23 ayat (1) dan/atau ayat (2) . (3) Penyelenggara pendidikan yang memberikan sebutan guru besar atau profesor dengan melanggar Pasal 23 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.

000. Pasal 71 Penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan tanpa izin Pemerintah atau pemerintah daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. Pasal 69 (1) Setiap orang yang menggunakan ijazah.00 (lima ratus juta rupiah).500. BAB XXI KETENTUAN PERALIHAN Pasal 72 .000.000.200.00 (satu miliar rupiah). profesi. (2) Setiap orang yang dengan sengaja tanpa hak menggunakan ijazah dan/atau sertifikat kompetensi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (2) dan ayat (3) yang terbukti palsu dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. profesi.dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.000.000. gelar akademik. dan/atau vokasi yang terbukti palsu dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.000.500.00 (dua ratus juta rupiah).00 (lima ratus juta rupiah).000.00 (lima ratus juta rupiah).500.000.000.000.1. sertifikat kompetensi.000. Pasal 70 Lulusan yang karya ilmiah yang digunakannya untuk mendapatkan gelar akademik. atau vokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2) terbukti merupakan jiplakan dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.

BAB XXII KETENTUAN PENUTUP Pasal 75 Semua peraturan perundang-undangan yang diperlukan untuk melaksanakan undang¬undang ini harus diselesaikan paling lambat dua tahun terhitung sejak berlakunya undang-undang ini. Pasal 74 Semua peraturan perundang-undangan yang merupakan peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 1989 Nomor 6. Pasal 73 Pemerintah atau pemerintah daerah wajib memberikan izin paling lambat dua tahun kepada satuan pendidikan formal yang telah berjalan pada saat undang-undang ini diundangkan belum memiliki izin. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3390) yang ada pada saat diundangkannya undang-undang ini masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti berdasarkan undang-undang ini.Penyelenggaraan pendidikan yang pada saat undang-undang ini diundangkan belum berbentuk badan hukum pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 tetap berlaku sampai dengan terbentuknya undang-undang yang mengatur badan hukum pendidikan./1960 . Undang-Undang Nomor 48/Prp. Pasal 76 Pada saat mulai berlakunya undang-undang ini.

Agar setiap orang mengetahuinya.com silahkan untuk mengisi Buku Tamu bagi pengunjung sekalian . Tambahan Lembaran Negara Nomor 2103) dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 1989 Nomor 6. Klik tautan berikut untuk . Ilmu Hukum. Pasal 77 Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Bambang Kesowo Berikut Tautan Penjelasan lebih lanjut mengenai UU Sistem Pendidikan Nasional ! Redaktur Administrator Monday. Megawati Soekarnoputri Diundangkan di Jakarta pada tanggal 8 Juli 2003 Sekretaris Negara Republik Indonesia.tentang Pengawasan Pendidikan dan Pengajaran Asing (Lembaran Negara Tahun 1960 Nomor 155. Disahkan di Jakarta pada tanggal 8 Juli 2003 Presiden Republik Indonesia. memerintahkan pengundangan undang-undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. Produk Hukum Terima kasih telah mengunjungi GudangMateri. April 26. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3390) dinyatakan tidak berlaku. 2010 Category: Edukasi. dan klik tautan berikut untuk melihat prasyarat Kontribusi .

SMP .365 Siswa SMP 2010 Lulus Evaluasi Ujian Nasional Ki Hajar Dewantara dan Taman Siswa Penjelasan UU Sisdiknas Arti Kata Tut Wuri Handayani Hari Pendidikan Nasional 2010 Kunci Jawaban UAN SMA 2010 Biologi Kunci Jawaban UAN SMA 2010 Bahasa Indonesia Semua Berawal dari Pendidikan Jadwal Ujian Nasional 2010 : SD .berlangganan bila anda ingin Follow Gudang Materi . SMK . MI . MAN . kami ada di Facebook dan Twitter . SMALB Pelindung Terumbu Karang Pembuatan Laporan Lengkap Pendidikan Anti Korupsi Arsitektur dan Organisasi Komputer Pentingnya Demokrasi dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Ilmu Hukum         Permasalahan Kasus Perdagangan Anak Siri na Pacce dan Penegakan Hukum di Indonesia Kesehatan Lingkungan dalam UU Landasan Hukum Pemungutan Pajak Investigasi Hukum dalam Masyarakat Pluralisme Hukum dalam Pandangan Antropologi Prinsip dan Istilah Ilmu Hukum Sejarah Perkembangan Peradilan Agama di Indonesia . Artikel terkait lainnya : Edukasi                  Pelantikan Pengurus Forum Wacana UNJ Analisis SWOT dalam merancang Inovasi 3. SMA . SMPLB .254. SDLB. MTs .

39 Tahun 2008 Kepres tentang Organisasi Perwakilan RI di LN Nomor 108 Tahun 2003 UU Pemerintahan Daerah No. 44 Tahun 2008 Kepres Nomor 188 Tahun 1998 tentang Tata Cara Persiapan RUU Draft RUU Praktik Keperawatan Nomor 20 Tata Cara Memperoleh Sertifikat Halal UU Pembentukan DIY No 3 Tahun 1950 UU Hak Paten No 14 Tahun 2001 UU Pelayanan Publik No 25 Tahun 2009 . 3 Tahun 2006 UU tentang Kementrian Negara No. 12 Tahun 2006 UU Peradilan Agama No.                 Hukum dalam Sudut Pandang Antropologi Forex dalam Hukum dan Pandangan Islam Tinjauan Hukum terhadap Praktik Judi Landasan Hukum Perpajakan di Indonesia Penipuan Lewat Internet dalam Kajian Hukum Indonesia Kelalaian Tertanggung dalam Perjanjian Asuransi Kehidupan Prostitusi dari Segi Sosiologi Hukum Supremasi Hukum dalam Perlindungan HAM Peran Partai Politik dan Advokasi Masyarakat Gerakan Studi Hukum Kritis dan Penerapannya di Indonesia Hukum dan Organisasi Internasional Hukum Suap Menyuap dalam Islam Larangan Korupsi dan Suap dalam Islam Peran Eksternal Pemerintahan Mendorong Good Governance Sosialisasi UU KUP dan Sunset Policy Kode Etik Profesi dan Hukum Akuntan Publik UU ITE No 11 Tahun 2008 Produk Hukum             UU Kewarganegaraan RI No. 22 Tahun 1999 UU Pornografi No.

2010 1:23 AM Post a Comment Tim Gudang Materi mengharapkan komentar anda sebagai kritik dan saran untuk kami .             UU Kesehatan No 36 Tahun 2009 UU Perkawinan No 1 Tahun 1974 UU Kepailitan No 1 Tahun 1998 Keppres Tentang KPU No 54 Tahun 2003 UU Kesehatan No 23 Tahun 1992 UU Perfilman No 33 Tahun 2009 UU Pencucian Uang No 15 Tahun 2002 UU Bank Indonesia No 23 Tahun 1999 UU Perlindungan Konsumen No 8 Tahun 1999 UU Perlindungan Anak No 23 Tahun 2002 UU Hak Cipta No 19 Tahun 2002 UU HAM No 39 Tahun 1999 UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003 1 comments: Dunia iklan online said. Hubungi kami jika anda mengalami kesulitan ! Links to this post Create a Link Newer Post Older Post Home Pesan Sponsor .. banyak banget ya ketentuannya April 27...

[ ikutan beriklan klik disini ] arsip   ► 2011 (347) ▼ 2010 (1292) o ► December (45) o ► November (83) o ► October (157) o ► September (59) o ► August (145) o ► July (234) o ► June (104) o ► May (114) o ▼ April (137)  ► Apr 30 (6)  ► Apr 29 (7)  ► Apr 28 (4)  ► Apr 27 (6)  ▼ Apr 26 (6)  UU Sistem Pendidikan Nasional .

o o o  Arti Kata Tut Wuri Handayani  Hari Pendidikan Nasional 2010  Pengecoran  Pembuatan Cetakan Pasir dan Materialnya  Bahasa Basis Data Relasional  ► Apr 25 (5)  ► Apr 24 (8)  ► Apr 23 (3)  ► Apr 22 (1)  ► Apr 21 (1)  ► Apr 19 (1)  ► Apr 17 (1)  ► Apr 16 (5)  ► Apr 15 (1)  ► Apr 14 (7)  ► Apr 13 (7)  ► Apr 12 (2)  ► Apr 11 (2)  ► Apr 10 (3)  ► Apr 09 (10)  ► Apr 08 (13)  ► Apr 07 (1)  ► Apr 06 (9)  ► Apr 05 (5)  ► Apr 04 (2)  ► Apr 03 (9)  ► Apr 02 (7)  ► Apr 01 (5) ► March (143) ► February (54) ► January (17)  ► 2009 (120) .

   ► 2008 (47) ► 2007 (10) ► 2005 (1) artikel yang dibagikan bidang ilmu Agama Islam Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Biologi Bisnis Fisika Geografi Hubungan Internasional Ilmu Astronomi Ilmu Ekonomi Ilmu Fiqih Ilmu Hukum Ilmu Jurnalistik Ilmu Kesehatan Ilmu Komunikasi Ilmu Lingkungan Ilmu Logam Ilmu Pendidikan Ilmu Politik Ilmu Tanah Kedokteran Kedokteran Gigi Kepemimpinan Kesenian Kewarganegaraan Kimia Manajemen Matematika Otomotif Pemerintahan Psikologi Sastra Sejarah Sistem Informasi Sosiologi Teknik Elektro Teknik Industri Teknik Informatika Teknik Mesin kotak bicara my Follower Count Visitor .

3203.31.3 -079.574.3820.3 /.3 503//.3503//.3:39:/02-.7.7.802:.3.3503//.3 80:7.843.3 5030/.8.07.3503//.3447/3.9:.3 :7.7. ..3./.8.3 50302-.8/.903.03.35...8 503003.3503//./8.07.9:8.9.8503003.89..:5020739.   !020739./.3903..139073.9:.33.0503//.3./.9.:.203003.07..7.-:5.339.

8.3/..7/.-:5.320303.903.:39:93.   !020739.49.9503//.

  !.3503//.3 503//.2..3.9:7 0-.2 20304.503//.3/02-.880:3:.3/.503//.9  .   09039:.8:/ 5.3503//.8.3./2.. 8079.49.50304.8.35020739.9  .7/.9  /.20304..9  .3507..   !07:7:.9:7.3..9:.9  /.320303.../..3-07-...320303..380-.30-. ..9  .3:9/03.3/.3 4.3202494342/.393203039:.8.3.

3.7 /.3 232.3.8...  !0304.3/./.:8.38.9:..7.8.8./03.3573852.389.320303.3/./3 503//.3-07/.3.0203-07-.88804.3.3503//.3 503//.3..750.

/.3-07/.3   09039:.393/.  5020739. /..3503//.3 97.9:..38.8.3.9:70-.38.3.3503//.30./7.  !0304..8.07....2.-9./.380-.3.9:7.9:.385.3 57385494342 .  !.   !0304.23.8 .320303./.35020739..3503//.9  /.3:9/03.8.:.:39.2.8. /2.8..340!020739.7.3 507.38.9:.7..9  /.33431472.:.50304.3.8:/5.32:9: /.

9.3 507./2...320303.9  /..:2.9:70-.7.9:7.8./.7./..3./.3503//.3::2!03//.3  !.   !03003.3.  ..8.. 80-..35020739.33431472.2.38.3:9/03..30/:.9:.9   09039:.8:/5.50304.

8..3.3././..//   ../.380-.3503//...-.3503//.3::2503//./.508079./.39039.3   .3-..3::2503//.3::2503//././.9-07-039:-.7..3/7:39: 202.3/.9.2.9..2..3   09039:./2./.9:7/03.8:/5.380-.3//7.9   -075738537.3..:8.80.350..3:3/.9:..7./2.305.3::2503//.3.3907803/7  ' !#$#%$#%! .31472.3/.3 :3/.38.9:.9   -071:38202-07.3503//.920304.:2.5./.340 !020739.2.:.8:/5.

.. /.8503//.88..3.9:7.308. 2.5.31472.:39:050393.203003./03.9:&2:2  !.7.808:.9 !020739..2.3.3   09039:. .2.38079.9.8. /.7.9-07.3   ...38..7.7..8.30.3 2.503//./.88 2..843.3-07-.30/:.7.3-:/.882.3.8574108 503:8.389.3 503/.7.80-.3507.38079.7.0203/..33431472.9 -078:2-07/.!03//.38079..3:7::2/.7.2503003.503//..2.3 5020739.8503//.3 47.3 8079. 47.7.320303.8...8.3.9-07507..7.38079.3.3:9/03.3503//.7./.3848..3/.7503003..9  /.3 20..3/.8:2-07 50.3 0.3503//.8.808:.503//..3   ..882.9  /.3503//..   !07.8. /.8.2503//.3.38.3 2:9:50.350303/./.9  !.9:70-.3.:.3-07-.980-..95.7.8:/ 5..33.503003.3/.  .7.802.8.07. 3:3.8.7..8.   .3 04254 0:.3205:9507.3 503:3.3-07-.73./.7..8..7.3.3..9   !03003./2.8./03..2.307-.8..9/.3.920302-. 5078047.5.8.. /.9/.7.3.507.2.3/..3..9/. 5020739.8.8.

39:..:    02-..//. /.3-07-.3507./.3 :3/.9.39038 8:-8//.5..380.9:7.882.3-07.:8:2-07.3 507:3/.7!020739.3.38:2-07/.920250740 -.7..3.3 207.7.3/03.503//.3.9/..3.39/.8.3./.9.3.-079039...

07.  .:5020739./..9.

9:70-.9  /..3:9/03.8.3/.2...0...3.507. 09039:.2.8:/ 5.9  /./.9  ..309./2.9:7..35020739..3 507.38079.34290$04.3!03//.7..980-.  .320303.3.9  .

32:9:50.  !.3.3503//.8../7.85747.:.8.:/0.   .9-07507.3503//...3 /..3.25033..30.3 .2 503//.7.3/..8..34290804.8.3 503.9.3/..3205:950703..320.

   0.../. 8079.3.3.7..32:9:50.3/03.3503//.7.8.843.3503//.3/::3..3202-07.2.3 ..3-07507.-:5.3503//.38 /.7. 574.8.3.9.35.3/7/-039:/./.380-. 8.3 50792-../7. 503.8.93.25033.3.3903.93.02-.3 /..357.903.3/.2.3 .

2025:3.39/.:-:3.37.49..78   4290804..

7.7..502-039:.93..3 50792-..3/.3/.3/0.2.3202-07.98.3 .3/::3./7.34290 804.35.9:.3. 80-.7.3/7 /-039:/./.8..3503//.3   09039:.25033. 8.3503//.3.8.320303.3..2.3/03.9.8.3903.32:9:50.3.3/...3 -07507.02-. 8079./.357.. 503.3503//.

..:.32:9:503//.7.9  /.27.-039:.3 .80-.9  /....9:70-..3507./7.3 80.:.8.8  !.8/...8503003..8..308.3.:39./.:.7.  ' '&$ #%$ $#%$  .2.8:/5.-9..35020739.9:.3 .9:7.50303/.3..9  ./2.3:9/03.80-.3/.843.   .503//.2.3.

3.5.3038503//.:.20.8.:39:802:..8907.385.// 8.8/..   .3/780.7.7..39.503.9:.389../.:.7. /.8..9/.9:.3907.-07..:7 03.:./.:.3..:...35747.30.73.8-0.:. 5.3 /.3   .8.340503//:39: 202.///.843. 8.3   .// 02-.503//.03.34002-.3 /..388902:39:203.7508079.// 80.3 /.2.8-0.5508079.3507-..3-07050393.3  !..2 503//.3  !.3 /.5 50304.35020739.35747.3 .:.8508079. 2030:7: 97.:71472.5..3038503//./.:../.35..   !020739.2-:3.3503//.7./.9:.-07083.2503//.07.05.7508079..3 /.:.:574808 02.3/./.33431472..3  /.8.3  8.3   ./.

340 !020739.:...3.    70/9.32.3:9/03. .8907.3507./.9./....2 !.3/..3/7:39:20.5.:7503//.320303.55747.503.3.31472.3.3503//..8/.8..880-.9:7.35747.0.2.2/.3.  .   09039:.2.8  !.3:39:203039:.9:./..35020739. 809.8://.9:..880-.2/.9:70-.:././.9202-039:02-.:47.30.35./.:.38.:.9   /.3 8.30/:../2...8:/5.30.5.3038503//.9  /.8.8574108/.38.3/.70/9.3503//./2.:.3   70/9.33431472..

:02-.2..380-.9.-039: .85:-  .3/7.:39...3-0703.-9.

2./. 70/9.   09039:.8:/5.//80-./-07.942509038   .305.:.508079..8/..   $0791.  .3907./.8/.3.503.9  /..320303.$0791.3507...3..3:9/03.8.8  !.3-0781.:.9  /..309..9907-:..8-0.77907./2.70/9.3..9:7.380791.9.7/.9-07-039:..5 57089.9   .9:70-./../.3.8.880-.35020739.

3503//.8   $0791..3.3//7..3..9:7.8   09039:.:503008. 503.3 907..   $09.8...3.35007.9.9   ..9:..9:03.508079..- 202507403!020739.8503///.:.:5020739.320303.3/8003.880-.3    !020739.07.9:70-.:.7.8.:02-.7./.3.::8:../. 503//.7.2...33431472.3503//.340503003.2.9:.3 503//.07.9  /.305.9 8./..9.3:.58.9./.3574808503//.503//. /.9:39:202507403205:98503//.3907.1.357.7.:203.8.38:.942509038/-07.  ' !#$%&!  !.202-07.70/9.3.8  8079.31472.7.3 02-./2.0203/.9.80791.0503//.3.50.3507.9.542509038:39:20./.3/../.2.380791..3503//.3408.3 8.3:9/03.3./.3.35020739.3503//..:.7.7.   $.::8:42509038.3..7..8:/5..3.7.9.8.3907.80791.3/8003.8/.70/9..3 :2.9:.3903.-:93 ..39079039: 8090.:5020739.3 502-.9  /.3 889020.980-..3 8090.///.3408.

08.9  .3. .83 /.8. /2.808:.:/ 30.   02-.340!07./03.3 20303.08.7.8.9  /.3.7.3503//..2.3:3/.3!020739...9.3 :3/.   !03003.3.7..9:..9:./03.309039:.5.3.9.3503//.38.3503//.30.83./.:/30..3/..3 #05:-3/4308.3.9:70-...7.3 :3/.8.7.7.7.3507.3507:3/.9503//.3 507..3.3/8003.3/8003.8.8.5.30.8.7.0.7/.3//7.-202-07..503/7.83.3 -.7. -.3503//.3507.7.2.503//.7.3:9.3507:3/.  $.70/9.3#05:-3/4308.503//.  !./03./.9:.9203003.2..508079..0.7.30.35020739.9:.3.83/ .309039:.3..9:7.#05:-3/4308.:   02-.7.7.9:.3/.503/7.  !.7..9203:3./30.3203:3.3 02-.9:.3..//.3907.8:/5..835.--007.3/.340507.38.3.//.3#05:-3/4308.3.3#05:-3/4308.3./. 30. 08.3-07.3 -078.9:..3.380-.3..7..3503//.93.3/.503//.8507809::.3503//.3-07.:.3 :3/...330.3.320303..7.9:7.508079.3808:..3-07.:   09039:.9:7.3:9/03.0.3503//.  $.3/4308../.33  ' !#! #   !.9  /..3/.

3-07.503003.3.35020739..388902503//.9  /.0.9:7.. /.7.3/. /2.07.   !$  !.9.8:/5. /0.7.503///.3 .350304...9  .320303.7.3503//..3507.8380-. 3/4308..9:7.3507:3/..9  ..34290 804.   !020739.3503//.3.7.3.8..3503//./03.3 :3/.9:70- .7./.3203:3...3:9/03.:   09039:.2.3.3.3203:98079.7.   0.3903../.08.3 /.330./03.9  /. 5020739.9:.3808:.3.:.3#05:-3/4308..30..3507.3/8003..

385..3.3808:..7.8.8503003.2.35020739.3 202-07.3 003.8.   %%&!  !.:503003.8..-9.38.802:.8 .3038503//./.9:70-.20.8.3507.3.83   !03.942509038 0..320303.3.9:7.9  /.3 5738597.85:-   09039:.503//.2.3 503//..9  /.3.7.3.3/03./.   !078047./7.03./02 574108  /.7..32.:39..3503. 80791./03.3../2.8.35.3/.3.9.8:/5.3:9/03.9.:././2.38/.503....3.83 2.3..:.7.8:/5.2.380-.380-.3 47.

503.4.35/.3.7./5/.:.89..3..2.:3/.35.9. 805::9.5.3.3./03.

  .5.:5/.3-.3.3../03/.9:2.77:5. #5   8.9.

 805::9.35/.9.8.8-074507.8.503.3..3.8/5/. !03003.507:7:.7.32./03.393.3.5...3.3/3.9  /.2.7.:3/.3/9:9:5 -07/.3!.7.

.3./03/.:3/.9.9.3.9:2.5.3-.7.35/...805::9. 503.:5/.3202-07.7.320./03.5.3.503//.7!.3.9  /5/.8.77:5.3.3.7.3.   !03003.3:7:-08. #5   8.2.380-:9.: 57410847/03.3.

.. /03.3.7...3.2.   !03003.9  /5/.8.3-.3.9:2.77:5.3./2./03/.9.20203: 5078.:3/.3.503.805::9.5.:.7.9.3.7.:5/.2!.380-.5... #5   8.503//.3.8://.7.39/.2.35/.3.

.3.3-../02 574108 /.3202-.77:5.:5/./03/.3.   $09.  !.9 42509038 0.3.3.39:202-07.7.9:2. 80791.547.#5   8.3.8.9. 5..

9.7.3.39/.:..9.2.78.:3/.2.9:.3.9./03.35/.7. 503.3.20203:5078.8/.3/5/.3 503//.4.3.5.3.

547.3..   $09.3203:3.7:5./03/.7.942509038 0.3.7 ./02 574108 /.9:8:9.3-...9.3.3.5..3. #5   2.:5/. 80791.

9:.9.5.7.7.3 503//.:.39/.3.:3/./03.3. 503.2.3.9.3/50740/.4.2.3..35/.78.20203:5078.8.3/5/.3.9.

2.2!.3.7507:7:. #5   2..808:..9.3/9072.:3/.. /03.3.7.3203:3.3 -078.3.3:9.9.547.5.9  /5/.3.8://.   $09.3-.380-.3.9.503../03/.7:5.3.39/..383.7::8.5.2.393.9:8:9.3.35/./2./.:5/.3.3-039:/.30.8. /03..3.3.7./:.

3.3.9:8:9.7:5..547.320250740/.   $09.7.:5/.3.9./03/.3-.#5   /:.3. 5.

:203:3.7..9  /.808:.380-:9.3:7: -08.39/..3..8..9./03.3!.

9..:..9   .

3./5/./03.2.:3/.5.503.7.3.3.9.2.35/.3.

3.3. /03/..7 .8.  !..9:8:9.:5/.5.#5   2..3203:3.. 80791.942509038 0.7:5.547.9.3-.   $09.3.3./02 574108 /.3.7.

9.8.503.9.3..3.4./03.3 5/.2.3.3.8:/5/.3907-:95.5.:.:3/.2.7.

.3 -.:5/.5.3803.   $09./03/.547.9:8:9.3.3. /.7.203:3..3.9.3/03..#5   2.9.3.3.35.7:5...

7..3907-:95.8:/5/.9  .3.2.9.2..3.3..9  /.8://.2.9.3.:3/.:80791.3../03./2.5.94250903880-.. . 503.8.35/.2!.3.

3.8.3.9.2..35.9:8:9..3.3/:3.:./03/.8://.   ::8.30.880-.3.3.7.2.5./2./:.8.3/5/.3.:5/.4.  !.7./03..3.3.2!.33.7:5..9.5...7.7 .35/.9.3-..9. ...:39:203/.503.9  907-:9207:5. 5. #5   2.:3/.2./02 574108 .3.

..7.3.:5020739.2.39.9.7.3.9   /5/.5.3//7.80-.5.35.  !03003.3.7:5./2./.3.3.07.805::9.9:8:9../03.:3/. .3!020739..8://.3-.503.35/.3.:5/.  !..7.8.3./03/.3.8.3503//.9:.9.8. #5   /:.2.2!.

9:2.#5   8.3.   %%&!#  !..3-.77:5. .: 5/.3.5./03/.8.9.

3 :3/.. :3/../.34247 .:3/.35.8.33 &3/.8.390./03..33/:3/./.:3/. 9.3././.3.3507:3/./.3503//.9.3 :3/.9.8.%.2!.-07.:5020739.8.3.9:..7...:39039.:8.3.33  !..3907-039:3.33 /:3/.7. :3/.30.843.8://.3  !.3&3/.3 :3/..3:3/.-202-07./.8.3.9/:.507.9/:3/.-07.3 02-.34247%.8.3$8902 !03//.7.25.9:3/.5-07.3.-07.3.5.3 :3/.8.3 50.3.  $02:.3207:5.8. !03003.8.9:7.3 :3/.7.3 .3503//.3:3/.:3.3 :3/.3.3.7.:805.  !020739.9:7.3...3-0:22023  !.2-.3 5.9/:.3 /.35.8.332.3::2503//.  $02:.3.-079039.3.7.3507.8.2-.3.8../.33.3203./.4247 ..380-.3 :3/.:39079:380.3:39: 20.9:7.33.07.8909.2-.3/507:.  !.3 :3/.. /2.335.3.31472.3 :3/.507.3-0:2/. 02-.5-07.3507:3/.9:3/.39/./.8.909.3 &3/.7:8/8008.92:.9:7-.3::2503//..3 &3/.:34247 %.33   %%&!&%&!  !.30.39-07/..:305.2.:3.3.3.3 :3/.3-0:2-07-039:-..

!75 .

  .

&&$8902 !03//.%. #05:-3/4308.3-07:9:39: .4247  /..503:3:380./.7.3.. %.-07.8.34247%.7809./..7.843. #05:-3/4308./:3/.8 2:::2 !74/:::2 %072.  .957.547.3 0.3 /. 02-..7..:3..2-.907 .2-.3.-07.30-.302-.3 :3/.3!030.3..3$8902!03//.203:3:3:/.320309.33.7.9..39.3503025.3 .428.79.3.9$40.30.79.302-.:9.:34247 %.9..843.2:-.890.33/03.: $0709.9047/:.5..7.39/.3!03//.780.94397-:8 9.3:39: 2038::%.2-.9.8.  &3/. 2020739.7.94743/.:  !.:9.3.332:.3..7.3/..7.   #0/.8.7.9.383 02-.30./.3/.:39039.3-07:9 :39:20.30844  07:9%./.7.9039.:9.3/.4247 /3.3!03.9:7/23897.3 &3/.30.7.  0.3!03..30.3   .7345:97  :3/.:   !708/03#05:-3/4308.3.   8..3503:3/.9.:3 4247 %.5.202-.3.3 :3/.7.7.3 &3/.3 :3/.3:920303. 57    .:5.8.

  $ $! $  %8   $ $ $! $ !03/:3%07:2-:...3344:/.8.3.39././ .!0702-.2.3.3 7.30730.843.38.2207..3!030././. .3!.70.7.3&$  44 :3..8/.3.8.3/.8 O O O O O O O O O O O O O O O O O !0.8.5 !03//.-.2.8..8425:907 !03933..7.3 .3.8&.3 .9.3.3::2!02:3:9. /:.7!03//. !030.843.3-. .2:::2 $0.-.389.820::2/.3.38..9.907 ..3::2/3/4308..3/.3.9 !:7.3/.7!03//.7..3.843.3/.3!07.33:3.   :3./.3/.3/4308..%:9:7.$!  ::8 .33974544 !7385/... 080.33...334..3$8./.9.3.33947:58 78909:7/.&.:.0-44/.9./.2&& .7.2.3.20/:5.3&&$8/3.3!03:7:847:2.& 3.0/..!.8:8!07/.. $73.0247...-07..3.547.3&$  . 3..307-.3%.39.2!...089.8::2/.7.8.33.2.303.8   $8. $02:..3%9907  790907..3.3..07.3 !02-:.8 79../3/4308.3.88$ %/. 2:::2 O O O O O O O O !072.

3!.:3  .4 %.303/474344/4.9.34%.9.!020739.2::2/.:3  &&!0...7$0$4844::2 $:5702.:3  &&!07.38.9:/ .4.8::2/../.2!07..347:58/../3/4308.3%079.8.:3  057084247%.:3 &&!47347..8&&&!/.93907309/..7..7.:.:3   &&!020739.5.3!0307.3.9 07.30.0250740$0791.3$9:/::2798/.3.3/.4 %..!078.2 .3!74899:8/.90507.3%.5/..7.3#4 %..34247  %.!49/./.7.!.3.38:7.839073.8.843.38.9.389073.3!:- &&%4%.3/.33974544 470/.3.3#&& 7.3::23/4308.3.28.2!073/:3.3020397.2 %3.3.O O O O O O O O O O O O O O O O O ::2/..79..3::2907.2. &&!02-039:.8!07.2$:/:9!.3/.33..3/3/4308.3$:3809!4.5!7.3$:.3 !07.2..8.7.503:.30.7...8.073.:3  057089039.5.14 %.3.3!..:3  &&..4 %. 0.07.38.3 7.2 !07.3::2:39.3:3/.3::2!075.:3  !74/:::2 O O O O O O O O O O O O &&0.0 $48. 4/09!74108/. !035:.:3  &&9039..:39039.30.3#/4247 %.19#&&!7.5/. ::2/.7.3/.3 7..9.9034%.. ::2$:..38 0/:5.3!:-4%.28.

342039.3&.3438:2034%.09039:.84 %.:3  &&!03.O O O O O O O O O O O O O &&080.:3  &&4%..33.80-.3:39:.33.3 3894985489 70.3!&4%.4%.:.34%.4220398 :3.:3  &&080.:3 &&!0712.203.3$543847 .34%.34%.4%.3 007!489 /07!489420 !08.34%.9.7..59.34%.:3 &&$8/3.:3 &&05.3..:3 055708%039.79/.4%.3/.34%.:3  &&!07.33/4308..7.:3   .2.-.90./  -.:3  &&.3.9.:3  &&.309.907203.9.:3 &&!073/:3.5.208:9.422039 %2:/.3.2 :-:3.7.:3 &&!073/:3..3/.343308.3 8. 57    !489.

843. :9.02-07   4 ³4.02-07   4 ³ .94-07   4 ³$05902-07   4 ³::89   4 ³:   4 ³:30    4 ³.3-07.3/83(   .   4 57    ³57     ³57    ³57    ³57    57    &&$8902!03//.785 O ³         4 ³0. O .3.

3.9.7..9.907.3  .  .3  !02-:.9.    !030.   ³0-7:.7!03//.7   ³.3!..4 4 4 79.88...87/.47.309.3:.  ³57    ³57    ³57    ³57    ³57    ³57    ³57    ³57    ³57    ³57    ³57    ³57    ³57    ³57     ³57     ³57     ³57     ³57     ³57     ³57     ³57     ³57     ³57    ³.%:9:7.8.3.3/.843.3.843.#0.7    O ³    .

2. 0/4907.3 -/..32:!492:%.8.902.32: .8.339073.9.3/4308.790.3/-..897.8 2:3:3.-.30.O ³    ³    ³    O O .3..32:42:3.0203.1:-:3.8.9.8$4844%030974%033/:897 %0331472.7..22:!03//.%03083 49..7.2.30.378448388.30/4907.2:89743422:43422: 62:::22::73.$890231472. 047.3!844$.892:080.7.843.3 2. 942491!020739.30803.. 24407 4:39'8947         .30502253.3.7.9. $0..32:4..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->