UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : Perlu membentuk Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional. Mengingat : Pasal 20, Pasal 21, Pasal 28 C ayat (1), Pasal 31, dan Pasal 32 UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; Dengan persetujuan bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA DAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN: Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan: 1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

2. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. 3. Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. 4. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. 5. Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. 6. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. 7. Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. 8. Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. 9. Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan.

10. Satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. 11. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. 12. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. 13. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. 14. Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. 15. Pendidikan jarak jauh adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lain. 16. Pendidikan berbasis masyarakat adalah penyelenggaraan pendidikan berdasarkan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat. 17. Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. 18. Wajib belajar adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti

oleh warga negara Indonesia atas tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah. 19. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 20. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. 21. Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian, penjaminan, dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan Pendidikan. 22. Akreditasi adalah kegiatan penilaian kelayakan program dalam satuan pendidikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. 23. Sumber daya pendidikan adalah segala sesuatu yang dipergunakan dalam penyelenggaraan pendidikan yang meliputi tenaga kependidikan, masyarakat, dana, sarana, dan prasarana. 24. Dewan pendidikan adalah lembaga mandiri yang beranggotakan berbagai unsur masyarakat yang peduli pendidikan. 25. Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. 26. Warga negara adalah warga negara Indonesia baik yang tinggal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia maupun di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

FUNGSI DAN TUJUAN Pasal 2 Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. mandiri. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. cakap. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat. BAB III PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Pasal 4 . pemerintah kabupaten. berilmu. Menteri adalah menteri yang bertanggung jawab dalam bidang pendidikan nasional. atau pemerintah kota. 28. kreatif. Pasal 3 Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Masyarakat adalah kelompok warga negara Indonesia nonpemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. berakhlak mulia. 30. BAB II DASAR. Pemerintah daerah adalah pemerintah provinsi. sehat.27. 29.

nilai kultural. (3) Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.(1) Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. (2) Warga negara yang memiliki kelainan fisik. mental. MASYARAKAT. (5) Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca. dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. emosional. nilai keagamaan. BAB IV HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA. (4) Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. membangun kemauan. menulis. DAN PEMERINTAH Bagian Kesatu Hak dan Kewajiban Warga Negara Pasal 5 (1) Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. (3) Warga negara di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil berhak memperoleh pendidikan layanan khusus. (6) Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. dan kemajemukan bangsa. . ORANG TUA. (2) Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. intelektual.

berkewajiban memberikan pendidikan dasar kepada anaknya. Pasal 9 Masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan. (2) Orang tua dari anak usia wajib belajar.(4) Warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus. Bagian Ketiga Hak dan Kewajiban Masyarakat Pasal 8 Masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan. . pengawasan. dan evaluasi program pendidikan. Pasal 6 (1) Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. (5) Setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat. (2) Setiap warga negara bertanggung jawab terhadap keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan. pelaksanaan. Bagian Kedua Hak dan Kewajiban Orang Tua Pasal 7 (1) Orang tua berhak berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anaknya.

(2) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun. e. BAB V PESERTA DIDIK Pasal 12 (1) Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak: a. c. pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain .Bagian Keempat Hak dan Kewajiban Pemerintah dan Pemerintah Daerah. dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan kemampuannya. mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. minat. Pasal 10 Pemerintah dan pemerintah daerah berhak mengarahkan. membimbing. d. Pasal 11 (1) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan. mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama. membantu. serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. b. mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat.

JENJANG. menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing¬masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. BAB VI JALUR. kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. (2) Setiap peserta didik berkewajiban: a. f. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Pasal 14 . ayat (2).yang setara. dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. nonformal. DAN JENIS PENDIDIKAN Bagian Kesatu Umum Pasal 13 (1) Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal. ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan. menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. (4) Ketentuan mengenai hak dan kewajiban peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan dengan sistem terbuka melalui tatap muka dan/atau melalui jarak jauh. (3) Warga negara asing dapat menjadi peserta didik pada satuan pendidikan yang diselenggarakan dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

dan jenis pendidikan dapat diwujudkan dalam bentuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Pasal 15 Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum. dan/atau masyarakat. pendidikan menengah. (2) Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan . dan pendidikan tinggi. akademik. (2) Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs). Bagian Ketiga Pendidikan Menengah Pasal 18 (1) Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. keagamaan. (3) Ketentuan mengenai pendidikan dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. dan khusus. profesi. kejuruan.Jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar. pemerintah daerah. jenjang. Bagian Kedua Pendidikan Dasar Pasal 17 (1) Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. vokasi. atau bentuk lain yang sederajat. Pasal 16 Jalur.

dan pengabdian kepada masyarakat. (2) Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan. ayat (2). dan madrasah aliyah kejuruan (MAK). institut. dan/atau vokasi. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. magister.pendidikan menengah kejuruan. ayat (2). (4) Ketentuan mengenai pendidikan menengah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). atau bentuk lain yang sederajat. (2) Pendidikan tinggi diselenggarakan dengan sistem terbuka. (4) Ketentuan mengenai perguruan tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan doktor yang diselenggarakan oleh pendidikan tinggi. atau universitas. profesi. sarjana. (3) Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA). dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Bagian Keempat Pendidikan Tinggi Pasal 19 (1) Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma. politeknik. madrasah aliyah (MA). Pasal 21 (1) Perguruan tinggi yang memenuhi persyaratan pendirian dan dinyatakan berhak menyelenggarakan program pendidikan tertentu . sekolah menengah kejuruan (SMK). (3) Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik. Pasal 20 (1) Perguruan tinggi dapat berbentuk akademi. penelitian. sekolah tinggi. spesialis.

atau vokasi. profesi. atau vokasi hanya digunakan oleh lulusan dari perguruan tinggi yang dinyatakan berhak memberikan gelar akademik. Pasal 22 Universitas. atau vokasi. (7) Ketentuan mengenai gelar akademik. keagamaan. profesi. profesi. atau vokasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (5) Penyelenggara pendidikan yang tidak memenuhi persyaratan pendirian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) atau penyelenggara pendidikan bukan perguruan tinggi yang melakukan tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikenakan sanksi administratif berupa penutupan penyelenggaraan pendidikan. atau penyelenggara pendidikan yang bukan perguruan tinggi dilarang memberikan gelar akademik. teknologi. profesi. atau vokasi lulusan perguruan tinggi hanya dibenarkan dalam bentuk dan singkatan yang diterima dari perguruan tinggi yang bersangkutan. atau vokasi sesuai dengan program pendidikan yang diselenggarakannya. organisasi. ayat (4). kemasyarakatan. profesi. Pasal 23 . ayat (3). profesi. institut.dapat memberikan gelar akademik. ayat (5). kebudayaan. (3) Gelar akademik. atau seni. (6) Gelar akademik. dan sekolah tinggi yang memiliki program doktor berhak memberikan gelar doktor kehormatan (doktor honoris causa) kepada setiap individu yang layak memperoleh penghargaan berkenaan dengan jasa-jasa yang luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan. ayat (2). (2) Perseorangan. dan ayat (6) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. atau vokasi yang dikeluarkan oleh penyelenggara pendidikan yang tidak sesuai dengan ketentuan ayat (1) atau penyelenggara pendidikan yang bukan perguruan tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dinyatakan tidak sah. profesi. (4) Penggunaan gelar akademik.

profesi. atau vokasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. institut. (2) Perguruan tinggi memiliki otonomi untuk mengelola sendiri lembaganya sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan tinggi.(1) Pada universitas. dan pengabdian kepada masyarakat. atau vokasi terbukti merupakan jiplakan dicabut gelarnya. pada perguruan tinggi berlaku kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik serta otonomi keilmuan. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. profesi. (3) Ketentuan mengenai persyaratan kelulusan dan pencabutan gelar akademik. ayat (2). (2) Sebutan guru besar atau profesor hanya dipergunakan selama yang bersangkutan masih aktif bekerja sebagai pendidik di perguruan tinggi. . Pasal 24 (1) Dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Pasal 25 (1) Perguruan tinggi menetapkan persyaratan kelulusan untuk mendapatkan gelar akademik. atau vokasi. profesi. (4) Ketentuan mengenai penyelenggaraan pendidikan tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan sekolah tinggi dapat diangkat guru besar atau profesor sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Perguruan tinggi dapat memperoleh sumber dana dari masyarakat yang pengelolaannya dilakukan berdasarkan prinsip akuntabilitas publik. (2) Lulusan perguruan tinggi yang karya ilmiahnya digunakan untuk memperoleh gelar akademik. penelitian ilmiah.

Bagian Kelima Pendidikan Nonformal Pasal 26 (1) Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti. pendidikan anak usia dini. . (4) Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus. ayat (2). pusat kegiatan belajar masyarakat. (7) Ketentuan mengenai penyelenggaraan pendidikan nonformal sebagaimana dimaksud pada ayat (1). kecakapan hidup. dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. keterampilan. dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. pendidikan kepemudaan. dan majelis taklim. penambah. (3) Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup. kelompok belajar. (6) Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau pemerintah daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. pendidikan keaksaraan. (2) Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional. serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. serta satuan pendidikan yang sejenis. dan sikap untuk mengembangkan diri. pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja. pendidikan pemberdayaan perempuan. ayat (3). mengembangkan profesi. ayat (4). usaha mandiri. pendidikan kesetaraan. lembaga pelatihan. bekerja. ayat (5). (5) Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan. dan ayat (6) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.

nonformal.Bagian Keenam Pendidikan Informal Pasal 27 (1) Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. taman penitipan anak (TPA). ayat (3). (2) Hasil pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan. (4) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk kelompok bermain (KB). (5) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan. (3) Ketentuan mengenai pengakuan hasil pendidikan informal sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. . (6) Ketentuan mengenai pendidikan anak usia dini sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan/atau informal. (2) Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal. atau bentuk lain yang sederajat. Bagian Ketujuh Pendidikan Anak Usia Dini Pasal 28 (1) Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. ayat (2). atau bentuk lain yang sederajat. dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. (3) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk taman kanak¬kanak (TK). raudatul athfal (RA).

sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (4) Ketentuan mengenai pendidikan kedinasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pesantren. pabhaja samanera. dan bentuk lain yang sejenis. (2) Pendidikan keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu agama. dan informal. pasraman. (4) Pendidikan keagamaan berbentuk pendidikan diniyah. (5) Ketentuan mengenai pendidikan keagamaan sebagaimana dimaksud . (2) Pendidikan kedinasan berfungsi meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai dan calon pegawai negeri suatu departemen atau lembaga pemerintah nondepartemen. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Bagian Kesembilan Pendidikan Keagamaan Pasal 30 (1) Pendidikan keagamaan diselenggarakan oleh Pemerintah dan/atau kelompok masyarakat dari pemeluk agama. (3) Pendidikan kedinasan diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal dan nonformal. ayat (2).Bagian Kedelapan Pendidikan Kedinasan Pasal 29 (1) Pendidikan kedinasan merupakan pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh departemen atau lembaga pemerintah nondepartemen. nonformal. (3) Pendidikan keagamaan dapat diselenggarakan pada jalur pendidikan formal.

dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. (3) Ketentuan mengenai pelaksanaan pendidikan khusus dan pendidikan . Pasal 32 (1) Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. (3) Pendidikan jarak jauh diselenggarakan dalam berbagai bentuk. (2) Pendidikan jarak jauh berfungsi memberikan layanan pendidikan kepada kelompok masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan secara tatap muka atau reguler. dan tidak mampu dari segi ekonomi. Bagian Kesebelas Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus. masyarakat adat yang terpencil. ayat (2).pada ayat (1). (4) Ketentuan mengenai penyelenggaraan pendidikan jarak jauh sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Bagian Kesepuluh Pendidikan Jarak Jauh Pasal 31 (1) Pendidikan jarak jauh diselenggarakan pada jalur. ayat (3). sosial. (2) Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang. jenjang. dan/atau mengalami bencana alam. ayat (2). dan cakupan yang didukung oleh sarana dan layanan belajar serta sistem penilaian yang menjamin mutu lulusan sesuai dengan standar nasional pendidikan. mental. bencana sosial. dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. dan jenis pendidikan. modus. emosional.

ayat (2). (3) Wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan Pemerintah. dan masyarakat. (2) Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. (2) Bahasa daerah dapat digunakan sebagai bahasa pengantar dalam tahap awal pendidikan apabila diperlukan dalam penyampaian pengetahuan dan/atau keterampilan tertentu. (4) Ketentuan mengenai wajib belajar sebagaimana dimaksud pada ayat (1). BAB VII BAHASA PENGANTAR Pasal 33 (1) Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara menjadi bahasa pengantar dalam pendidikan nasional. (3) Bahasa asing dapat digunakan sebagai bahasa pengantar pada satuan pendidikan tertentu untuk mendukung kemampuan berbahasa asing peserta didik. . pemerintah daerah. BAB VIII WAJIB BELAJAR Pasal 34 (1) Setiap warga negara yang berusia 6 tahun dapat mengikuti program wajib belajar.layanan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.

sarana dan prasarana. (3) Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. pembiayaan. sarana dan prasarana. dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. tenaga kependidikan. (2) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. proses. (3) Pengembangan standar nasional pendidikan serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanakan oleh suatu badan standardisasi. ayat (2). tenaga kependidikan. penjaminan. peningkatan akhlak mulia. potensi daerah. pengelolaan. . dan pembiayaan. b. BAB X KURIKULUM Pasal 36 (1) Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. dan peserta didik. peningkatan iman dan takwa. (4) Ketentuan mengenai standar nasional pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). kompetensi lulusan. dan pengendalian mutu pendidikan. (2) Standar nasional pendidikan digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum. pengelolaan.BAB IX STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Pasal 35 (1) Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi.

ilmu pengetahuan sosial. perkembangan ilmu pengetahuan. bahasa.c. b. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. pendidikan kewarganegaraan. h. keterampilan/kejuruan. h. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. pendidikan jasmani dan olahraga. kecerdasan. bahasa. (4) Ketentuan mengenai pengembangan kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1). f. seni dan budaya. ayat (2). ilmu pengetahuan alam. teknologi. i. pendidikan agama. tuntutan dunia kerja. dan minat peserta didik. dinamika perkembangan global. (3) Ketentuan mengenai kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. g. pendidikan agama. dan seni. muatan lokal. c. dan j. b. Pasal 38 . matematika. e. f. dan c. keragaman potensi daerah dan lingkungan. d. (2) Kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat: a. Pasal 37 (1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: a. dan j. pendidikan kewarganegaraan. i. peningkatan potensi. agama. d. e. g.

Pasal 40 (1) Pendidik dan tenaga kependidikan berhak memperoleh: a.(1) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. pengelolaan. menilai hasil pembelajaran. (2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. melakukan pembimbingan dan pelatihan. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. (3) Kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. pengawasan. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. (2) Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. (4) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. BAB XI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Pasal 39 (1) Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi. pengembangan. penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan .

penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja. c. menyenangkan. 13. penempatan. dan c. dan penyebaran pendidik dan tenaga kependidikan diatur oleh lembaga yang mengangkatnya berdasarkan kebutuhan satuan pendidikan formal. perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual. dan dialogis. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. ayat (2).memadai. menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. profesi. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan. dan fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. (2) Pengangkatan. serta . (4) Ketentuan mengenai pendidik dan tenaga kependidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memfasilitasi satuan pendidikan dengan pendidik dan tenaga kependidikan yang diperlukan untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu. prasarana. pembinaan karier sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas. dinamis. d. Pasal 41 (1) Pendidik dan tenaga kependidikan dapat bekerja secara lintas daerah. b. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. kesempatan untuk menggunakan sarana. kreatif. b. dan e. sehat jasmani dan rohani. Pasal 42 (1) Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar. (2) Pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban: a.

pengalaman. (2) Pendidik untuk pendidikan formal pada jenjang pendidikan usia dini. Pasal 44 (1) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib membina dan mengembangkan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah. dan sertifikasi pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. pendidikan menengah. penghargaan. (3) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib membantu pembinaan dan pengembangan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan formal yang diselenggarakan oleh masyarakat. (3) Ketentuan mengenai kualifikasi pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Pasal 43 (1) Promosi dan penghargaan bagi pendidik dan tenaga kependidikan dilakukan berdasarkan latar belakang pendidikan. BAB XII SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN Pasal 45 . kemampuan.memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. pendidikan dasar. dan pendidikan tinggi dihasilkan oleh perguruan tinggi yang terakreditasi. (3) Ketentuan mengenai promosi. (2) Penyelenggara pendidikan oleh masyarakat berkewajiban membina dan mengembangkan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan yang diselenggarakannya. (2) Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi. dan prestasi kerja dalam bidang pendidikan.

dan keberlanjutan. (2) Ketentuan mengenai penyediaan sarana dan prasarana pendidikan pada semua satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. (2) Pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab menyediakan anggaran pendidikan sebagaimana diatur dalam Pasal 31 ayat (4) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. dan masyarakat. (3) Ketentuan mengenai tanggung jawab pendanaan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. dan masyarakat mengerahkan sumber daya yang ada sesuai dengan peraturan perundang-undangan .(1) Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. sosial. kecerdasan intelektual. pemerintah daerah. pemerintah daerah. (2) Pemerintah. dan kejiwaan peserta didik. emosional. kecukupan. BAB XIII PENDANAAN PENDIDIKAN Bagian Kesatu Tanggung Jawab Pendanaan Pasal 46 (1) Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah. Bagian Kedua Sumber Pendanaan Pendidikan Pasal 47 (1) Sumber pendanaan pendidikan ditentukan berdasarkan prinsip keadilan.

Bagian Ketiga Pengelolaan Dana Pendidikan Pasal 48 (1) Pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan.yang berlaku. (5) Ketentuan mengenai pengalokasian dana pendidikan sebagaimana . efisiensi. Bagian Keempat Pengalokasian Dana Pendidikan Pasal 49 (1) Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). (2) Ketentuan mengenai pengelolaan dana pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. dan akuntabilitas publik. transparansi. (2) Gaji guru dan dosen yang diangkat oleh Pemerintah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). (3) Ketentuan mengenai sumber pendanaan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. (4) Dana pendidikan dari Pemerintah kepada pemerintah daerah diberikan dalam bentuk hibah sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (3) Dana pendidikan dari Pemerintah dan pemerintah daerah untuk satuan pendidikan diberikan dalam bentuk hibah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(6) Perguruan tinggi menentukan kebijakan dan memiliki otonomi dalam mengelola pendidikan di lembaganya. ayat (3). BAB XIV PENGELOLAAN PENDIDIKAN Bagian Kesatu Umum Pasal 50 (1) Pengelolaan sistem pendidikan nasional merupakan tanggung jawab menteri. ayat (2). ayat (5). (7) Ketentuan mengenai pengelolaan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah kabupaten/kota untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. dan ayat (6) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Pasal 51 . pengembangan tenaga kependidikan.dimaksud pada ayat (1). (2) Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional. ayat (2). serta satuan pendidikan yang berbasis keunggulan lokal. ayat (3). ayat (4). (3) Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional. (5) Pemerintah kabupaten/kota mengelola pendidikan dasar dan pendidikan menengah. (4) Pemerintah daerah provinsi melakukan koordinasi atas penyelenggaraan pendidikan.

(2) Ketentuan mengenai pengelolaan satuan pendidikan nonformal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah. (4) Ketentuan tentang badan hukum pendidikan diatur dengan undangundang tersendiri. Bagian Kedua Badan Hukum Pendidikan Pasal 53 (1) Penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formal yang didirikan oleh Pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan. pendidikan dasar. akuntabilitas. (3) Badan hukum pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berprinsip nirlaba dan dapat mengelola dana secara mandiri untuk memajukan satuan pendidikan. pemerintah daerah.(1) Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini. BAB XV PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN . (2) Badan hukum pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik. dan evaluasi yang transparan. (2) Pengelolaan satuan pendidikan tinggi dilaksanakan berdasarkan prinsip otonomi. Pasal 52 (1) Pengelolaan satuan pendidikan nonformal dilakukan oleh Pemerintah. (3) Ketentuan mengenai pengelolaan satuan pendidikansebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. jaminan mutu. dan/atau masyarakat.

dan sumber daya lain secara adil dan merata dari Pemerintah dan/atau pemerintah daerah. (3) Ketentuan mengenai peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. organisasi profesi.Bagian Kesatu Umum Pasal 54 (1) Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan. Bagian Kedua Pendidikan Berbasis Masyarakat Pasal 55 (1) Masyarakat berhak menyelenggarakan pendidikan berbasis masyarakat pada pendidikan formal dan nonformal sesuai dengan kekhasan agama. pengusaha. Pemerintah. lingkungan sosial. dan organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pelayanan pendidikan. (2) Penyelenggara pendidikan berbasis masyarakat mengembangkan dan melaksanakan kurikulum dan evaluasi pendidikan. pelaksana. subsidi dana. dan pengguna hasil pendidikan. . dan budaya untuk kepentingan masyarakat. (4) Lembaga pendidikan berbasis masyarakat dapat memperoleh bantuan teknis. (2) Masyarakat dapat berperan serta sebagai sumber. serta manajemen dan pendanaannya sesuai dengan standar nasional pendidikan. keluarga. pemerintah daerah dan/atau sumber lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Dana penyelenggaraan pendidikan berbasis masyarakat dapat bersumber dari penyelenggara. 17. masyarakat. kelompok.

BAB XVI EVALUASI. serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional. ayat (3).(5) Ketentuan mengenai peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. pengawasan. (3) Komite sekolah/madrasah. ayat (2). dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. AKREDITASI. dan evaluasi program pendidikan melalui dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah. arahan dan dukungan tenaga. dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan. (2) Dewan pendidikan sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan. sebagai lembaga mandiri. ayat (2). DAN SERTIFIKASI Bagian Kesatu Evaluasi Pasal 57 (1) Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan . arahan dan dukungan tenaga. provinsi. (4) Ketentuan mengenai pembentukan dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Bagian Ketiga Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah/Madrasah Pasal 56 (1) Masyarakat berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan. sarana dan prasarana. dan kabupaten/kota yang tidak mempunyai hubungan hirarkis. sarana dan prasarana.

transparan. kemajuan. (2) Evaluasi peserta didik. dan jenis pendidikan. (2) Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik.kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Pasal 59 (1) Pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola. satuan. dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. jenjang. dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala. (2) Akreditasi terhadap program dan satuan pendidikan dilakukan oleh Pemerintah dan/atau lembaga mandiri yang berwenang sebagai bentuk akuntabilitas publik. satuan. satuan pendidikan. dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang. menyeluruh. jalur. Bagian Kedua Akreditasi Pasal 60 (1) Akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. . lembaga. (3) Ketentuan mengenai evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. dan jenis pendidikan. Pasal 58 (1) Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. (2) Masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga yang mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan.

dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. ayat (2). 19. Bagian Ketiga Sertifikasi Pasal 61 (1) Sertifikat berbentuk ijazah dan sertifikat kompetensi. sistem evaluasi dan sertifikasi. (4) Ketentuan mengenai akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta manajemen dan proses pendidikan. (3) Sertifikat kompetensi diberikan oleh penyelenggara pendidikan dan lembaga pelatihan kepada peserta didik dan warga masyarakat sebagai pengakuan terhadap kompetensi untuk melakukan pekerjaan tertentu setelah lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi atau lembaga sertifikasi. BAB XVII PENDIRIAN SATUAN PENDIDIKAN Pasal 62 (1) Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal yang didirikan wajib memperoleh izin Pemerintah atau pemerintah daerah. ayat (2). pembiayaan pendidikan. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. sarana dan prasarana pendidikan.(3) Akreditasi dilakukan atas dasar kriteria yang bersifat terbuka. (3) Pemerintah atau pemerintah daerah memberi atau mencabut izin . (2) Ijazah diberikan kepada peserta didik sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau penyelesaian suatu jenjang pendidikan setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi. jumlah dan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan. (2) Syarat-syarat untuk memperoleh izin meliputi isi pendidikan. (4) Ketentuan mengenai sertifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

dapat menggunakan ketentuan yang berlaku di negara yang bersangkutan atas persetujuan Pemerintah Republik Indonesia. Pasal 63 Satuan pendidikan yang didirikan dan diselenggarakan oleh Perwakilan Republik Indonesia di negara lain menggunakan ketentuan undangundang ini. bagi peserta didik warga negara asing. ayat (2).pendirian satuan pendidikan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. (3) Penyelenggaraan pendidikan asing wajib bekerja sama dengan lembaga pendidikan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia . BAB XVIII PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN OLEH LEMBAGA NEGARA LAIN Pasal 64 Satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh perwakilan negara asing di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. (4) Ketentuan mengenai pendirian satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Lembaga pendidikan asing pada tingkat pendidikan dasar dan menengah wajib memberikan pendidikan agama dan kewarganegaraan bagi peserta didik warga negara Indonesia. Pasal 65 (1) Lembaga pendidikan asing yang terakreditasi atau yang diakui di negaranya dapat menyelenggarakan pendidikan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

atau penyelenggara pendidikan yang memberikan ijazah. (5) Ketentuan mengenai penyelenggaraan pendidikan asing sebagaimana dimaksud pada ayat (1). profesi. organisasi.000.1.000. dan/atau vokasi tanpa hak dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. sertifikat kompetensi. dan komite sekolah/madrasah melakukan pengawasan atas penyelenggaraan pendidikan pada semua jenjang dan jenis pendidikan sesuai dengan kewenangan masing-masing. (3) Ketentuan mengenai pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. BAB XIX PENGAWASAN Pasal 66 (1) Pemerintah.000.00 (satu miliar rupiah). dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. BAB XX KETENTUAN PIDANA Pasal 67 (1) Perseorangan.dengan mengikutsertakan tenaga pendidik dan pengelola warga negara Indonesia. pemerintah daerah. (4) Kegiatan pendidikan yang menggunakan sistem pendidikan negara lain yang diselenggarakan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ayat (3). . ayat (2). gelar akademik. (2) Pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas publik. dewan pendidikan.

gelar akademik. sertifikat kompetensi. sertifikat kompetensi.1.000. dan/atau vokasi yang diperoleh dari satuan pendidikan yang tidak memenuhi persyaratan dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.000.000.000.(2) Penyelenggara perguruan tinggi yang dinyatakan ditutup berdasarkan Pasal 21 ayat (5) dan masih beroperasi dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.000. gelar akademik. (2) Setiap orang yang menggunakan ijazah.000.00 (satu miliar rupiah). Pasal 68 (1) Setiap orang yang membantu memberikan ijazah.000. profesi.00 (satu miliar rupiah).200.1.000.000.500.000. (3) Penyelenggara pendidikan yang memberikan sebutan guru besar atau profesor dengan melanggar Pasal 23 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. dan/atau vokasi dari satuan pendidikan yang tidak memenuhi persyaratan dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.00 (dua ratus juta rupiah). (4) Setiap orang yang memperoleh dan/atau menggunakan sebutan guru besar yang tidak sesuai dengan Pasal 23 ayat (1) dan/atau ayat (2) .00 (lima ratus juta rupiah).000. (4) Penyelenggara pendidikan jarak jauh yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.000.500.000. profesi.00 (lima ratus juta rupiah).1.00 (satu miliar rupiah).000. (3) Setiap orang yang menggunakan gelar lulusan yang tidak sesuai dengan bentuk dan singkatan yang diterima dari perguruan tinggi yang bersangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.000.

00 (lima ratus juta rupiah).dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. dan/atau vokasi yang terbukti palsu dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.000.00 (satu miliar rupiah). (2) Setiap orang yang dengan sengaja tanpa hak menggunakan ijazah dan/atau sertifikat kompetensi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (2) dan ayat (3) yang terbukti palsu dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.000.000.00 (lima ratus juta rupiah).000.1. profesi.200. sertifikat kompetensi.000.000. Pasal 69 (1) Setiap orang yang menggunakan ijazah. profesi. BAB XXI KETENTUAN PERALIHAN Pasal 72 .00 (lima ratus juta rupiah).500. Pasal 71 Penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan tanpa izin Pemerintah atau pemerintah daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.000.000.000. atau vokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2) terbukti merupakan jiplakan dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.000.500.000. gelar akademik.500. Pasal 70 Lulusan yang karya ilmiah yang digunakannya untuk mendapatkan gelar akademik.00 (dua ratus juta rupiah).

Penyelenggaraan pendidikan yang pada saat undang-undang ini diundangkan belum berbentuk badan hukum pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 tetap berlaku sampai dengan terbentuknya undang-undang yang mengatur badan hukum pendidikan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3390) yang ada pada saat diundangkannya undang-undang ini masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti berdasarkan undang-undang ini. Pasal 76 Pada saat mulai berlakunya undang-undang ini./1960 . BAB XXII KETENTUAN PENUTUP Pasal 75 Semua peraturan perundang-undangan yang diperlukan untuk melaksanakan undang¬undang ini harus diselesaikan paling lambat dua tahun terhitung sejak berlakunya undang-undang ini. Pasal 74 Semua peraturan perundang-undangan yang merupakan peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 1989 Nomor 6. Pasal 73 Pemerintah atau pemerintah daerah wajib memberikan izin paling lambat dua tahun kepada satuan pendidikan formal yang telah berjalan pada saat undang-undang ini diundangkan belum memiliki izin. Undang-Undang Nomor 48/Prp.

dan klik tautan berikut untuk melihat prasyarat Kontribusi .tentang Pengawasan Pendidikan dan Pengajaran Asing (Lembaran Negara Tahun 1960 Nomor 155. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3390) dinyatakan tidak berlaku. Bambang Kesowo Berikut Tautan Penjelasan lebih lanjut mengenai UU Sistem Pendidikan Nasional ! Redaktur Administrator Monday. Klik tautan berikut untuk . 2010 Category: Edukasi. Produk Hukum Terima kasih telah mengunjungi GudangMateri.com silahkan untuk mengisi Buku Tamu bagi pengunjung sekalian . memerintahkan pengundangan undang-undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. Ilmu Hukum. April 26. Agar setiap orang mengetahuinya. Tambahan Lembaran Negara Nomor 2103) dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 1989 Nomor 6. Pasal 77 Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Megawati Soekarnoputri Diundangkan di Jakarta pada tanggal 8 Juli 2003 Sekretaris Negara Republik Indonesia. Disahkan di Jakarta pada tanggal 8 Juli 2003 Presiden Republik Indonesia.

254. SDLB. MTs . kami ada di Facebook dan Twitter . SMP . SMALB Pelindung Terumbu Karang Pembuatan Laporan Lengkap Pendidikan Anti Korupsi Arsitektur dan Organisasi Komputer Pentingnya Demokrasi dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Ilmu Hukum         Permasalahan Kasus Perdagangan Anak Siri na Pacce dan Penegakan Hukum di Indonesia Kesehatan Lingkungan dalam UU Landasan Hukum Pemungutan Pajak Investigasi Hukum dalam Masyarakat Pluralisme Hukum dalam Pandangan Antropologi Prinsip dan Istilah Ilmu Hukum Sejarah Perkembangan Peradilan Agama di Indonesia . SMPLB .365 Siswa SMP 2010 Lulus Evaluasi Ujian Nasional Ki Hajar Dewantara dan Taman Siswa Penjelasan UU Sisdiknas Arti Kata Tut Wuri Handayani Hari Pendidikan Nasional 2010 Kunci Jawaban UAN SMA 2010 Biologi Kunci Jawaban UAN SMA 2010 Bahasa Indonesia Semua Berawal dari Pendidikan Jadwal Ujian Nasional 2010 : SD . MI .berlangganan bila anda ingin Follow Gudang Materi . Artikel terkait lainnya : Edukasi                  Pelantikan Pengurus Forum Wacana UNJ Analisis SWOT dalam merancang Inovasi 3. MAN . SMA . SMK .

39 Tahun 2008 Kepres tentang Organisasi Perwakilan RI di LN Nomor 108 Tahun 2003 UU Pemerintahan Daerah No. 22 Tahun 1999 UU Pornografi No. 12 Tahun 2006 UU Peradilan Agama No. 3 Tahun 2006 UU tentang Kementrian Negara No. 44 Tahun 2008 Kepres Nomor 188 Tahun 1998 tentang Tata Cara Persiapan RUU Draft RUU Praktik Keperawatan Nomor 20 Tata Cara Memperoleh Sertifikat Halal UU Pembentukan DIY No 3 Tahun 1950 UU Hak Paten No 14 Tahun 2001 UU Pelayanan Publik No 25 Tahun 2009 .                 Hukum dalam Sudut Pandang Antropologi Forex dalam Hukum dan Pandangan Islam Tinjauan Hukum terhadap Praktik Judi Landasan Hukum Perpajakan di Indonesia Penipuan Lewat Internet dalam Kajian Hukum Indonesia Kelalaian Tertanggung dalam Perjanjian Asuransi Kehidupan Prostitusi dari Segi Sosiologi Hukum Supremasi Hukum dalam Perlindungan HAM Peran Partai Politik dan Advokasi Masyarakat Gerakan Studi Hukum Kritis dan Penerapannya di Indonesia Hukum dan Organisasi Internasional Hukum Suap Menyuap dalam Islam Larangan Korupsi dan Suap dalam Islam Peran Eksternal Pemerintahan Mendorong Good Governance Sosialisasi UU KUP dan Sunset Policy Kode Etik Profesi dan Hukum Akuntan Publik UU ITE No 11 Tahun 2008 Produk Hukum             UU Kewarganegaraan RI No.

.             UU Kesehatan No 36 Tahun 2009 UU Perkawinan No 1 Tahun 1974 UU Kepailitan No 1 Tahun 1998 Keppres Tentang KPU No 54 Tahun 2003 UU Kesehatan No 23 Tahun 1992 UU Perfilman No 33 Tahun 2009 UU Pencucian Uang No 15 Tahun 2002 UU Bank Indonesia No 23 Tahun 1999 UU Perlindungan Konsumen No 8 Tahun 1999 UU Perlindungan Anak No 23 Tahun 2002 UU Hak Cipta No 19 Tahun 2002 UU HAM No 39 Tahun 1999 UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003 1 comments: Dunia iklan online said. Hubungi kami jika anda mengalami kesulitan ! Links to this post Create a Link Newer Post Older Post Home Pesan Sponsor . 2010 1:23 AM Post a Comment Tim Gudang Materi mengharapkan komentar anda sebagai kritik dan saran untuk kami .. banyak banget ya ketentuannya April 27..

[ ikutan beriklan klik disini ] arsip   ► 2011 (347) ▼ 2010 (1292) o ► December (45) o ► November (83) o ► October (157) o ► September (59) o ► August (145) o ► July (234) o ► June (104) o ► May (114) o ▼ April (137)  ► Apr 30 (6)  ► Apr 29 (7)  ► Apr 28 (4)  ► Apr 27 (6)  ▼ Apr 26 (6)  UU Sistem Pendidikan Nasional .

o o o  Arti Kata Tut Wuri Handayani  Hari Pendidikan Nasional 2010  Pengecoran  Pembuatan Cetakan Pasir dan Materialnya  Bahasa Basis Data Relasional  ► Apr 25 (5)  ► Apr 24 (8)  ► Apr 23 (3)  ► Apr 22 (1)  ► Apr 21 (1)  ► Apr 19 (1)  ► Apr 17 (1)  ► Apr 16 (5)  ► Apr 15 (1)  ► Apr 14 (7)  ► Apr 13 (7)  ► Apr 12 (2)  ► Apr 11 (2)  ► Apr 10 (3)  ► Apr 09 (10)  ► Apr 08 (13)  ► Apr 07 (1)  ► Apr 06 (9)  ► Apr 05 (5)  ► Apr 04 (2)  ► Apr 03 (9)  ► Apr 02 (7)  ► Apr 01 (5) ► March (143) ► February (54) ► January (17)  ► 2009 (120) .

   ► 2008 (47) ► 2007 (10) ► 2005 (1) artikel yang dibagikan bidang ilmu Agama Islam Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Biologi Bisnis Fisika Geografi Hubungan Internasional Ilmu Astronomi Ilmu Ekonomi Ilmu Fiqih Ilmu Hukum Ilmu Jurnalistik Ilmu Kesehatan Ilmu Komunikasi Ilmu Lingkungan Ilmu Logam Ilmu Pendidikan Ilmu Politik Ilmu Tanah Kedokteran Kedokteran Gigi Kepemimpinan Kesenian Kewarganegaraan Kimia Manajemen Matematika Otomotif Pemerintahan Psikologi Sastra Sejarah Sistem Informasi Sosiologi Teknik Elektro Teknik Industri Teknik Informatika Teknik Mesin kotak bicara my Follower Count Visitor .

8 503003.3503//.8/..3820.31..9.03.3.:5020739..574.8. ./8.3447/3.7.3503//.3 5030/.07.339.3503//.3 :7.802:.-:5.3 -079.203003.3.89.33.9.3 50302-.9:8./.139073.8503003.9:.3503//.0503//.903.7.7.9:.3 80:7.07.:./.8.843.35.07.3:39:/02-..3.7.3203..3903.3 503//..   !020739./.3 /.

   !020739.:39:93.9503//.903.8.-:5.3/.49..7/.320303.

..   09039:.3202494342/.9:...35020739.3.393203039:.3-07-...   !07:7:.30-.503//..7/.  !.3/02-..9:7.9  .9  .3/.3503//..2 20304.320303.3503//..9  /.380-.8:/ 5./2.2. 8079.8.3. .9  .8./.9:7 0-..8.503//.9  /.3:9/03.3.49.20304.3 503//.3 4.3/.320303.3507.9  .880:3:..50304.3.

9:.3503//.3/.3 503//..389.3.  !0304.3.38..3-07/.8.750./..:8.320303.8.7 /.3 232.3./03./3 503//.8.3.0203-07-.88804..3/.7.3573852.3.

.:.   !0304.9:.8...3 57385494342 .3.3503//. /..9:./..-9.38.:39.38.  !0304.8.50304./.8:/5.3:9/03.:.8.8 .3..3 97.3.3./7.380-.7.3   09039:.9:.2.2./.3503//.8.8..38..3 507..9:7.393/.  5020739.07.23.33431472.320303.7.3503//.3-07/. /2.9  /.32:9: /.340!020739.30.385.  !.9  /.35020739.9:70-.

9:70-.:2. 80-.8:/5..3 507./.3503//.3.30/:.9   09039:.7.9:7.  ./.9:.7.2..8.33431472..35020739.3::2!03//.8..9./.320303..3:9/03../2..50304.3  !.38.9  /..3.   !03003.

3   .8.9.3503//.9:7/03.2.7.3::2503//.3.3/.-.3503//../2..3907803/7  ' !#$#%$#%! .3 :3/.3::2503//.3::2503//././/   .3503//..39039.3...9:.5..2.:2.9:./.380-.305.3//7..920304.31472.8:/5.38.3/./.:./2./.350.3.9   -071:38202-07.340 !020739..9   -075738537./.3.9.3/7:39: 202..9-07-039:-.3::2503//./.3   09039:.508079.7..3:3/.8:/5.././.380-.:8..2.3-.80./.

3:7::2/.9/.38079.3..3.7.3 8079.3   .503//.88.7..   !07..8503//.3 503/. /.8.3.3.3   .507. 5020739.  .2503//. /..7.3.503003.8..503//./03.8.   .8.3 2:9:50.3 47. .30.33.0203/.203003../..88 2.3 0.808:.3205:9507.38079.8503//.3503//..9:&2:2  !.3 20.7.3/. /.8./.8.7.9   !03003.3.7.5.80-.7..3/..3-07-.307-.8.3 5020739.8:2-07 50.3 503:3.3..7.3.3   09039:.3.808:.:39:050393..882.9-07.3-07-.3.843.9-07507./...73../2.3848..8.07.38.95.9 -078:2-07/.9:7.920302-.7.8.3/...3503//.3 04254 0:.9/.3/.7.9:70-.2.882.8.7503003.5. 3:3.8.3-07-.38079.3-:/.3503//.8.7.3 2.. /.8574108 503:8.8.7.....2. 47.3507.38...9 !020739.8.8:/ 5.2503003.38079..802.9  /..389. 5078047./03.320303.3..3.9.7./.2.980-.7.7.350303/.308..9/.7..8.2. 2.2..503//.9  !.30/:.9  /.7.!03//.8.33431472.3:9/03.:.31472..

38:2-07/..3-07.3.9.3 507:3/. /.3.9.503//.3./.3507.3 207.9/.920250740 -.882..3..7!020739.9:7.39:.-079039.3..380.3..3-07-.3 :3/.7.5.39038 8:-8//.:    02-.39/..//.:8:2-07./..3/03.7.8.

  .07.9..:5020739./.

0.9  /.9  .2..3:9/03..3!03//.3.2....8:/ 5.  ./2.3 507.980-.9:7.507.34290$04.35020739.9  .7.309./.9  /.3/.8.. 09039:.320303.9:70-.3...38079..

..3205:950703.3/.9...85747.3/.320.3./7.8.25033.  !..3..3 /.:.9-07507.8.3503//.3 .8..3503//.32:9:50.   .30.3 503.7.34290804.:/0.2 503//.8...

3 /.8.3.3 .3/.3503//.25033.38 /.3. 8.3-07507.3503//.2./7...2..3/03.903.7.-:5.380-.3 50792-..3903.7.3503//.843../.93./. 574.357..3/::3.3.9.35. 503.3..3 .3/7/-039:/.02-.7.3202-07.32:9:50.8.8.   0. 8079.93.

2025:3.37.:-:3..78   4290804.39/..49.

7.32:9:50.3 50792-.9..2.8.25033.8..98.9:.3903./.3   09039:.7. 8.357.3/.93.3/.3503//...8.3...2.35.34290 804..3/7 /-039:/. 8079.3 ./7.02-. 80-.3/.3/03.502-039:.3./.3503//.3.3503//. 503.3202-07.3.3 -07507.7.3/::3.3/0..320303.

.7.:.9  .35020739.843.9:70-.:.3.3 .8/.9  /.-039:.9:7.8503003.-9..3.27..50303/.308..3/..80-.3../7.2.80-.503//..  ' '&$ #%$ $#%$  .9  /.3:9/03..8..9:.3 ..8:/5.8.:..:39.   ..8  !.3 80.3507.7.2././2.32:9:503//.

8-0.8./.:../...:.2 503//./.3  8.3/.389.3038503//.8.3   .2503//.3507-.3 /.35020739. 2030:7: 97.:.5.:..3  /.388902:39:203.2-:3.3 .73.35747.2.20.843.///.:.07.:71472.7./.// 80.// 8.3 /.:..3  !..8.05.3 /.9:.8907..385.:39:802:./.8..8508079.3... 8.35.9:.7508079.30.8/.-07.3907.:.7508079.3 /. /...3 /.3   ..9/. 5.3503//.33431472.:7 03./..3  !.:.3/780.3038503//.   .503.7...34002-.:574808 02.3./.3-07050393.9:.35747.:..03.   !020739.-07083.39.503//.7.5508079.340503//:39: 202.// 02-.8-0.3   .5.5 50304.7.

    70/9.30.3/.8.:.8574108/.0.3:9/03.3.9  /.3./..3./2.8907.:.2 !.8/.3/7:39:20.3038503//..340 !020739..31472.9   /.30.3503//.2..3/.3.9:7..35020739.  .320303.8  !.../..2/.9:70-.33431472. 809.70/9.55747.2.35747.30/:.3507..38.8.3   70/9..3503//.././.3:39:203039:.8://.2/.5.:7503//..:.8:/5.3 8..9202-039:02-.880-./2.:.5.:47./.9.32./. .9:.:.38.503.35.9:.   09039:.880-..

-9.:39...380-.3-0703.2..:02-.85:-  .-039: .3/7.9.

5 57089.35020739../.2.3907.3.3.7/.3-0781.8/..8-0../..320303.  .:.8./-07.503...77907.//80-.508079.9-07-039:./.3507.   09039:.880-.8.9:70-./.9..309.3.9  /.8/. 70/9..70/9.9   .:./2.942509038   .305..380791.9907-:.9  /.$0791..9:7.8:/5.3.8  !...   $0791.3:9/03.

::8:.3//7..380791.3 889020.8.3.3 8.3/8003.- 202507403!020739../.:02-.   $09.7.8   09039:.9...3907.///.7.320303.3408.:203.38:..80791.9 8.58..8.3/8003.3 503//..33431472.3.9.80791.0203/.3503//..8.9:03..70/9.50.:5020739.3    !020739./.8:/5.3.942509038/-07.3/.9:.:.07.3:9/03.980-.880-.8  8079.3507.2.340503003..3408./.07.3.31472.9:70-..::8:42509038.3503//.8/..1.542509038:39:20.9   .9:.:503008.7... 503//.9:7.357.3 907.3.8503///.:.7./2..9  /..2.7.3:.3574808503//..3 502-.508079.35007.  ' !#$%&!  !.9.3.9  /.3.8.7.2./.3.3503//./.202-07.7..9:.3.:5020739..9.9.. /.3503//./.7.-:93 .3 8090.8   $0791./.9:39:202507403205:98503//. 503.3907.70/9..9.3 02-..305.35020739.0503//.3903.3.39079039: 8090.   $.:.3 :2.503//.7.

7.83/ ./..3507.9:.3/8003.38.309039:.3.   02-.3.3...5.835..33  ' !#! #   !.3-07.  !.9:.9203003.3 :3/.3503//.7.3 507.503//.9  /.3:9/03.:   02-. /2.5.83. 30.508079.3507.9:.3.3/.7.08...:/ 30.7/./03.0..3.309039:.340!07.7./.3/4308.3/.9:.3/8003.3 02-.808:./03.3503//.0.30./03.   !03003.0.503//.3#05:-3/4308.3.3907..3-07.3 20303.:/30.7.3503//.3/.8.3507:3/. -.3503//.3 -078..7.3503//.//.//.3:3/.9..  !..3 #05:-3/4308.7..3203:3. 08.330..7. .8.340507./30.503//.3503//.3 :3/.83.3503//.9:...#05:-3/4308.83 /..8.8.3507:3/.3.8507809::.9.:   09039:.3808:..../.2.9:7.9:.8:/5..  $.9:70-.-202-07.7.9:7.3!020739.3.2.7.3.7.3.9  .3.08.3/.3//7.38.320303.508079.7..3.30.3#05:-3/4308.503/7.503/7..3 -.3.7.9:.7.  $.--007..9:7.70/9./.7.7.3:9.3 :3/.9503//.3.30.8.9203:3.3/.380-.8..9  /.35020739.:..3-07.7.3..3#05:-3/4308.2.93.

3:9/03.7.:.3 .9  .. 3/4308.7.3203:98079..350304.3/8003. /0.7.9:70- .388902503//.3 /.9:7.3.30..3503//.8380-.7./.35020739.330.3-07.320303.34290 804.3.3.503003.3#05:-3/4308. 5020739.9:7.3507:3/.   !020739..9  /.9  ..07.3..3503//.3808:..8..9  /.8:/5.3./.   0.503///.. /2.0..3 :3/..3.7..7.2.3903.:   09039:../03.3503//.   !$  !..9./03. /.3203:3..08.3507.3/.9:.3507.

3507.3.8.2.3:9/03./02 574108  /.03./2.9  /.7.3 003.3.3.7.32.   !078047.3.942509038 0.7.380-..8.   %%&!  !./.35020739..:39..3503.380-.38.385.:.3.8.8503003...320303.3/03.83 2.3.7.9:70-..802:..2.9./03.3808:.:.20./.8.35.3 503//.-9..85:-   09039:.3 5738597./.9  /.3.8:/5.3 202-07.8 .3 47.3/./7.38/..3.:503003.8:/5.8.83   !03..3038503//../2.503//.503..9:7. 80791.3.2.9.

.3.2.:3/.7.:.89.4..35/.5./5/. 805::9.3.3.9.35./03.503.3.

:5/.9:2.3./03/.5..77:5.9.3-. #5   8.  .3.

:3/..503.7.9.3/3.5.3!.9  /.3.35/.8-074507.32.. 805::9.393.3..507:7:.3.8/5/.7.8.8.3.2.7./03.3/9:9:5 -07/. !03003.

9  /5/.7!.3.5.7./03.3-.3. #5   8.3.8.3.503//.3202-07.:5/.9:2.7.3.: 57410847/03.9...   !03003.3.35/.805::9.3.5.2.7.3.320./03/. 503..9.:3/.380-:9.3:7:-08.77:5.

9. #5   8.5./2.3.20203: 5078.3.8://.77:5.9:2.2.3.39/.2.35/.2!.7.7..7.7.:5/..3.5. /03.503//.9...3.3..   !03003.503.3..:.3.8.380-./03/.:3/.805::9.9  /5/.3-.

77:5.:5/..3202-.3..#5   8.   $09./02 574108 /..9.9 42509038 0.39:202-07.3.3.547. 5.3.3.9:2. 80791.  !.8.3-./03/.7.

/03.5.7.3/5/.:.78.9.3.20203:5078.3.3 503//.4.7. 503.39/.2.9:.3.:3/.9..2.8/.35/.9.3.3.

7:5.3. #5   2.:5/.7.9:8:9.5.3203:3.3.   $09.942509038 0.547.3.3.3.3-...7 . 80791.9./02 574108 /.../03/.

39/.3.3/5/.3.8..5.20203:5078.:.3/50740/.7.4.3.35/.9.3. 503.:3/.9.3.78.2.9:.7.9.3 503//.2./03.

3/9072..8.3203:3.3 -078.3.393.9. /03..35/.503.2.9..3.9.808:.5.5.3./.2.3.7507:7:.3:9..547.:5/.2!./03/.9:8:9.3.3.7::8.3-039:/.3.383.7.3.3-.380-.9  /5/.3./2.8://. #5   2.39/.7:5.   $09./:.30..3.7.:3/. /03..

#5   /:.320250740/. 5.:5/.3.3.9.9:8:9.7:5.3-.3./03/.   $09.3.7.547..

9./03.:203:3.380-:9.39/...3..8..7.3:7: -08.808:.3!.9  /.

:...9   .9.

7.3.2.35/.9.3.:3/.5.3.503./5/./03.3.2.

3...5. 80791.8.#5   2.3203:3.7.942509038 0.:5/.3.   $09.3.7:5.547..9:8:9.  !.9..3.7 .3.3-. /03/./02 574108 /.

3 5/.5.3907-:95./03.8.:.3.3.3.:3/..9.9.7.4.3.2.8:/5/.503.2.

35.:5/..3..7.5.3./03/. /.203:3.   $09..9.7:5.3.3.9.9:8:9.3803...3.#5   2.3 -.547.3/03.

:3/.3.. 503.:80791.3.5.35/. .2!.3.9  /.94250903880-.9  .2.2.8://.8.2..3907-:95.9..3.8:/5/.9./03.3.7../2.3..

3.35/. #5   2../02 574108 .2!..9:8:9.3.2.3.5.3.9  907-:9207:5.9.   ::8.8.3.:39:203/.30.:5/./03/.3./2.8..9.7.880-.3.7.35.2.9.. . 5.7:5.33.3.8://.2..9.3-.:3/.7 ../:..3/:3.4.503.3/5/.3...:./03.5.7.  !.

07. #5   /:./.:5020739.7.80-./03/.3.:5/.3.503.7:5.2!.8.3503//.  !03003.3.:3/.3.3//7.35./2.8.3!020739.5./03.9:8:9.2.8://.3.3-. .9.9   /5/.7..35/.7.9:.3..8.2..3.805::9.9..39.5.3.  !..

3. .#5   8.77:5.3-.   %%&!#  !.8./03/.9:2.3..9.5.: 5/.

3  !.:3/.2. :3/.7./.-07.3.2-.33 &3/.8.9:3/.3 .9/:3/..9.:39039.3.3203. :3/./.8.34247 .39/.3 :3/.33/:3/.3 &3/./03.3::2503//.3507:3/.3-0:2-07-039:-.9:.3 :3/.9/:.3 :3/.2-.3 :3/.3::2503//.2!.3.7:8/8008.5-07.:805.3 :3/.3.34247%.8.9:3/..8.  $02:.33  !.07.3..39-07/..3.380-.3 /.33.3.3 5.-07.:3.390.3.3 :3/.35..8.909.3.:3/.7.3 :3/.3. 02-.507.3:3/.7.-07.3507:3/.3907-039:3.3507./.3.33   %%&!&%&!  !.3 02-.3..3-0:22023  !.2-.8.8.3 :3/.25.8. !03003. /2.:3.7.3 50.  !.  $02:.4247 ./.3-0:2/.:39079:380.8.3503//.507.335../..9/:.8.8.9:7.3 :3/.3..9:7.3./.8.31472.332..9./.:5020739.92:.  !020739.%.5.3207:5.3$8902 !03//.3:39: 20.. 9.33 /:3/.33.3.:8.3 :3/.-079039.8909.:34247 %./.3/507:..3.8://.3....30.9:7./.3:3/.9:7-.30..7.5-07.7.:305.3 &3/.-202-07.3&3/.843.35.8.3503//.

!75 .

  .

780.7.3 0.3   .7.7.  &3/.3 :3/.9:7/23897.7.2-.3.8.9039.9.3 &3/.30.79.3..9.&&$8902 !03//.203:3:3:/.3$8902!03//.3503025.9$40.7.547.3 :3/.7.3 :3/./:3/.2:-.30.8..:9.30.3 .:9.202-.:3.30.3 &3/.9.3!03.:9.:   !708/03#05:-3/4308.3/.33.3 /.843.3.907 . 02-./.79..8.7.%.7.3-07:9:39: .:3 4247 %.  0.3!03//.   #0/.5.332:.843.4247  /.7.94743/. 57    .3:920303.:39039.9.957..7345:97  :3/.39.7.7.34247%../..320309.7809.3!03.  .3/../.3.3..3.3503:3/.3. %.2-.7.:34247 %.39/.. 2020739.302-.: $0709.5.3:39: 2038::%.9.30844  07:9%./.3!030.2-.9047/:. #05:-3/4308.33/03.30-..3-07:9 :39:20.7.:  !. #05:-3/4308.-07.4247 /3.8 2:::2 !74/:::2 %072..-07.302-.428..8.94397-:8 9..890.503:3:380.   8.383 02-.:5..3.3/.

 /:.30730.39..!. 2:::2 O O O O O O O O !072.8.8../.3.33947:58 78909:7/.3&$  .3-.0-44/...0247.3.3.3.9.8:8!07/.9..3/./.3&$  44 :3.2207.7!03//./.7!03//.3../.3&&$8/3.2. $73..2&& ..88$ %/.3.2!.547. !030.38.2..3 ...3.. 3.303.3/4308.& 3.2.39.3.3.334.3...307-.843.8::2/.3.7.3/. 080.8.7.. .3/.3.3$8.%:9:7.8&.9.!0702-.843.&.8.3::2/3/4308.7.0/..70../ . ..2..8 79.20/:5.9 !:7.-07./.8 O O O O O O O O O O O O O O O O O !0.3!03:7:847:2.089.33974544 !7385/.33.3/..7.   :3.3!07.-.. $02:.907 .3.843.3%.3!.$!  ::8 .38..3 !02-:.3!030.33:3.8/..8425:907 !03933..07.-.8.5 !03//.3/.3%9907  790907.33.3.  $ $! $  %8   $ $ $! $ !03/:3%07:2-:.389.:.9./3/4308...820::2/.2:::2 $0.7.3344:/..8   $8./.3 7.3::2!02:3:9..3 .

7$0$4844::2 $:5702.:3   &&!020739.!49/.3.34247  %.2!07..3!.3.3.19#&&!7.8..8!07..2$:/:9!.3$9:/::2798/.38:7..5. ::2/.303/474344/4..347:58/.3 !07. 4/09!74108/.7.389073.4.3#&& 7.0250740$0791.3!..7..2!073/:3.3.3#/4247 %.8&&&!/.4 %.0 $48.3!0307./3/4308.7.3%.3!:-4%./.93907309/.:3  &&!07.3%079. 0.7.2::2/.9.28..4 %.2 ...38.33.7.:3 &&!47347.073.!.:3  057084247%.2 %3.28..7.2 !07.7.5.O O O O O O O O O O O O O O O O O ::2/.9034%.9 07.38.33974544 470/.38.30.3$:.3/.:3  !74/:::2 O O O O O O O O O O O O &&0.3...8.:3  057089039.9..2.!078.3.3#4 %..9.:39039.!020739.3::2907..79.8.4 %...3!:- &&%4%.8::2/.9.5/.3:3/. ::2$:.3/.38 0/:5.3$:3809!4.30.3!74899:8/.14 %..2.9:/ .3 7.3 7.:.3::23/4308.3::2!075.:3  &&9039.843.3..3/.5!7.3/...34%.5/.839073.:3  .3020397.503:. &&!02-039:.8.90507./..:3  &&!0.:3  &&.07. !035:.3/3/4308.3::2:39.30.

422039 %2:/.5./  -.:3  &&!03.:3   .3/..343308.:3  &&4%.:3  &&!07.3 8.7.3 007!489 /07!489420 !08.80-.3438:2034%..2 :-:3.33.7.09039:.9.:3  &&.3 3894985489 70.O O O O O O O O O O O O O &&080.:3 &&05.3:39:.3.203.90.3&.:.:3 055708%039.3$543847 .79/.7.:3 &&!0712.9.309.3/.34%.34%.3.:3  &&.:3  &&080.34%. 57    !489.4%.907203.34%..4%.33.33/4308.84 %.34%.-.3.2.34%.:3 &&!073/:3.4%.3!&4%.4220398 :3..:3 &&$8/3.:3 &&!073/:3.9.59..208:9.342039.

02-07   4 ³ .3.3-07.843.785 O ³         4 ³0.02-07   4 ³4. O .94-07   4 ³$05902-07   4 ³::89   4 ³:   4 ³:30    4 ³.   4 57    ³57     ³57    ³57    ³57    57    &&$8902!03//. :9.3/83(   .

3  .3!.309..7!03//.87/.3/..88.7   ³.%:9:7.4 4 4 79.  ³57    ³57    ³57    ³57    ³57    ³57    ³57    ³57    ³57    ³57    ³57    ³57    ³57    ³57     ³57     ³57     ³57     ³57     ³57     ³57     ³57     ³57     ³57    ³.3:.3..3  !02-:.8.7    O ³    ..3.3.907.9.   ³0-7:.9.843.  .9.7.47.#0.843.    !030.

9.2.8$4844%030974%033/:897 %0331472. 942491!020739.30803.2:89743422:43422: 62:::22::73.7.8.7.790.902..32:42:3.30.897.1:-:3.-.3!844$.339073.32: .8. 24407 4:39'8947         .0203.O ³    ³    ³    O O ..9.3/-.9.3 2.32:4..22:!03//.7....8 2:3:3.30..3.2. $0. 047.3/4308.32:!492:%. 0/4907.378448388.30/4907.30502253.7.8.$890231472.%03083 49.3 -/.892:080.843.3..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful