P. 1
MIKRO

MIKRO

|Views: 1,102|Likes:
Published by Edo Sibarani

More info:

Published by: Edo Sibarani on Nov 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2013

pdf

text

original

PEMBUATAN PREPARAT DAN PENGECATANNYA

Mikroorganisme yang ada dialam ini mempunyai morfologi, struktur khas, begitu pula dengan bakteri. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air, dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan. Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan. Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan (Jaweta, 1986; Dwidjoseputro, 1994; Assani, 1994). Tujuan dari pewarnaan adalah untuk memudahkan melihat bakteri dengan mikroskop, memperjelas ukuran dan bentuk bakteri, untuk melihat struktur luar dan struktur dalam bakteri seperti dinding sel dan vakuola, menghasilkan sifat-sifat fisik dan kimia yang khas daripada bakteri dengan zat warna, serta meningkatkan kontras mikroorganisme dengan sekitarnya (Pelczar & Chan, 1986; Volk & Wheeler, 1993; Lim, 1998). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi, peluntur warna, subtrat, intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. Pewarnaan gram pertama kali mulai dikembangkan pada tahun 1884 oleh ahli histologi yaitu Cristian Gram (Cappuccino & Sherman, 1983). Contoh bakteri yang tergolong bakteri tahan asam, yaitu dari genus Mycobacterium dan beberapa spesies tertentu dari genus Nocardia. Bakteri-bakteri dari kedua genus ini diketahui memiliki sejumlah besar zat lipodial (berlemak) di dalam dinding selnya sehingga menyebabkan dinding sel tersebut relatif tidak permeabel terhadap zat-zat warna yang umum sehingga sel bakteri tersebut tidak terwarnai oleh metode pewarnaan biasa, seperti pewarnaan sederhana atau Garm (Ratna, 1993; Dwidjoseputro, 1994). Tujuan dari percobaan ini adalah dapat melakukan pembuatan preparat dari bahan yang berasal dari penderita baik itu dengan media cair dan media padat.Dapat melakukan pengecatan bakteri khususnya dapat membedakan bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Mikroorganisme merupakan populasi makhluk hidup di alam yang jumlahnya sangat besar namun, semua mikroorganisme mempunyai morfologi, struktur dan sifat-sifat yang khas,

sama halnya dengan bakteri. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air. Pengecatan dan pewarnaan merupakan salah satu cara untuk mengamati sel-sel bakteri (Sutedjo, 1991). Bakteri-bakteri dari genus Mycobacterium dan spesies tertentu dari genus Nocardia mengandung sejumlah besar zat lipoidal (berlemak) di dalam dinding selnya sehingga menyebabkan dinding sel tersebut relatif tidak permeabel terhadap zat-zat warna yang umum sehingga sel baktei tersebut tidak terwarnai oleh pewarnaan biasa, seperti pewarnaan sederhana atau Gram. Kelompok bakteri tahan asam ini juga dapat hidup sebagai flora normal pada usus ternak unggas, dengan demikian sumber tersebut memudahkan dalam upaya mendapatkan isolat bekteri yang tahan asam (Cappuccino & Sherman, 1983) Berbagai macam tipe morfologi bakteri (kokus, basil, spirilum, dan sebagainya) dapat dibedakan dengan menggunakan pewarna sederhana. Istilah ”pewarna sederhana” dapat diartikan dalam mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan satu macam zat warna saja (Gupte, 1990). Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif). Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi, peluntur warna , substrat, intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. Suatu preparat yang sudah meresap suatu zat warna, kemudian dicuci dengan asam encer maka semua zat warna terhapus. sebaliknya terdapat juga preparat yang tahan terhadap asam encer. Bakteri-bakteri seperti ini dinamakan bakteri tahan asam, dan hal ini merupakan ciri yang khas bagi suatu spesies (Dwidjoseputro, 1994). Zat warna adalah senyawa kimia berupa garam-garam yang salah satu ionnya berwarna. Garam terdiri dari ion bermuatan positif dan ion bermuatan negatif. Senyawa-senyawa kimia ini berguna untuk membedakan bakteri-bakteri karena reaksinya dengan sel bakeri akan memberikan warna berbeda. Perbedaan inilah yang digunakan sebagai dasar pewarnaan bakteri (Sutedjo, 1991). Sel-sel warna dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu asam dan basa. Jika warna terletak pada muatan positif dari zat warna, maka disebut zat warna basa. Jika warna terdapat pada ion negatif, maka disebut zat warna asam. Contoh zat warna basa adalah methylen blue, safranin, netral red, dan lain-lain. Sedangkan anionnya pada umumnya adalah Cl-, SO4-,

radiasi. dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan. pembekuan. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air. dan agent kimia lainnya sehingga diperlukan pewarnaan khusus secara mikrobiologi dan ketika kondisi lingkungan kembali normal. sel ini mempunyai kapasitas untuk mengalami sporogenesis dan memberikan reaksi untuk pembentukan struktur intraseluler baru (endospora) yang dilindungi oleh lapisan yang tidak dapat ditembus air (tahan penetrasi) dikenal sebagai jaket spora (spore coats) (Cappuccino & Sherman. spora bebas kembali untuk aktif secara metabolik dan sel vegetatif berkurang resisten melalui germinasi. Sel–sel bakteri mempunyai muatan yang agak negatif bila pH lingkungannya mendekati netral. COOHCOO. Zat warna asam umumnya mempunyai sifat dapat bersenyawa lebih cepat dengan bagian sitoplasma sel sedangkan zat warna basa mudah bereaksi dengan bagianbagian inti sel. Muatan negatif dari sel bakteri akan bergabung dengan muatan positif dari ion zat warna misalnya methylen blue. peluntur warna. Sporogenesis dan germinasi tidak dimaksudkan untuk reproduksi tetapi hanya mekanisme yang menjamin ketahanan sel dibawah kondisi lingkungan (Suriawiria. biasanya pada saat kurangnya sumber nutrisi karbon. salah satunya adalah sel vegetatif yang aktif secara metabolik. begitu pula dengan bakteri. intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup (Sutedjo. 1993). Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat . tipe-tipe sel inaktif secara metabolik disebut spora. Pewarnaan bakteri dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti: fiksasi. Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan. sehingga selnya akan berwarna. Perbedaan muatan inilah yang menyebabkan adanya ikatan atau gabungan antara zat warna dan sel bakteri (Schegel. Kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan untuk keberlangsungan aktivitas sel vegetatif. misalnya pemanasan berkelebihan. Sebagian besar dari genus anaerobik Clostridium dan Desulfotomaculum dan genus aerobik Bacillus adalah contoh-contoh organisme yang mempunyai kapasitas untuk pertahanan. 2005) dan sifat-sifat yang khas.CH3COO-. 1991). substrat. pengeringan. 1983) Kondisi yang terus memburuk membuta endospora dibebaskan dari degenerasi sel vegetatif dan menjadi sel independen yang disebut spora yang diakibatkan komposisi lapisan kimia spora bersifat tahan terhadap efek-efek merusak.

Bakteri-bakteri dari kedua genus ini diketahui memiliki sejumlah besar zat lipodial (berlemak) di dalam dinding selnya sehingga menyebabkan dinding sel tersebut relatif tidak permeabel terhadap zat-zat warna yang umum sehingga sel bakteri tersebut tidak terwarnai oleh metode pewarnaan biasa. subtrat. 1993.fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan (Jaweta. 1986. Pewarnaan gram pertama kali mulai dikembangkan pada tahun 1884 oleh ahli histologi yaitu Cristian Gram (Cappuccino & Sherman. seperti pewarnaan sederhana atau Garm (Ratna. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air. semua mikroorganisme mempunyai morfologi. Pengecatan dan pewarnaan merupakan salah satu cara untuk mengamati sel-sel bakteri (Sutedjo. 1991). 1994). menghasilkan sifat-sifat fisik dan kimia yang khas daripada bakteri dengan zat warna. Assani. Dwidjoseputro. Lim. Dwidjoseputro.Dapat melakukan pengecatan bakteri khususnya dapat membedakan bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. serta meningkatkan kontras mikroorganisme dengan sekitarnya (Pelczar & Chan. intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. sama halnya dengan bakteri. memperjelas ukuran dan bentuk bakteri. Contoh bakteri yang tergolong bakteri tahan asam. 1998). Tujuan dari pewarnaan adalah untuk memudahkan melihat bakteri dengan mikroskop. peluntur warna. 1994. Tujuan dari percobaan ini adalah dapat melakukan pembuatan preparat dari bahan yang berasal dari penderita baik itu dengan media cair dan media padat. yaitu dari genus Mycobacterium dan beberapa spesies tertentu dari genus Nocardia. Bakteri-bakteri dari genus Mycobacterium dan spesies tertentu dari genus Nocardia mengandung sejumlah besar zat lipoidal (berlemak) di dalam dinding selnya sehingga menyebabkan dinding sel tersebut relatif tidak permeabel terhadap zat-zat warna yang umum . untuk melihat struktur luar dan struktur dalam bakteri seperti dinding sel dan vakuola. Mikroorganisme merupakan populasi makhluk hidup di alam yang jumlahnya sangat besar namun. 1986. 1983). 1993. 1994). struktur dan sifat-sifat yang khas. Volk & Wheeler. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi.

dan sebagainya) dapat dibedakan dengan menggunakan pewarna sederhana. Sel–sel bakteri mempunyai muatan yang agak negatif bila pH lingkungannya mendekati netral. Kelompok bakteri tahan asam ini juga dapat hidup sebagai flora normal pada usus ternak unggas. Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif). Suatu preparat yang sudah meresap suatu zat warna. dan hal ini merupakan ciri yang khas bagi suatu spesies (Dwidjoseputro. netral red. COOHCOO. Istilah ”pewarna sederhana” dapat diartikan dalam mewarnai sel-sel bakteri hanya digunakan satu macam zat warna saja (Gupte. Pewarnaan bakteri dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti: fiksasi. seperti pewarnaan sederhana atau Gram. 1991). Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi. SO4-. peluntur warna . Zat warna adalah senyawa kimia berupa garam-garam yang salah satu ionnya berwarna. dan lain-lain. dengan demikian sumber tersebut memudahkan dalam upaya mendapatkan isolat bekteri yang tahan asam (Cappuccino & Sherman. Muatan negatif dari sel bakteri akan bergabung dengan muatan positif dari ion zat . Jika warna terletak pada muatan positif dari zat warna. CH3COO-. 1991). Perbedaan inilah yang digunakan sebagai dasar pewarnaan bakteri (Sutedjo.sehingga sel baktei tersebut tidak terwarnai oleh pewarnaan biasa. spirilum. Sedangkan anionnya pada umumnya adalah Cl-. intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup (Sutedjo. basil. Jika warna terdapat pada ion negatif. 1990). 1983) Berbagai macam tipe morfologi bakteri (kokus. kemudian dicuci dengan asam encer maka semua zat warna terhapus. 1994). substrat. Garam terdiri dari ion bermuatan positif dan ion bermuatan negatif. Zat warna asam umumnya mempunyai sifat dapat bersenyawa lebih cepat dengan bagian sitoplasma sel sedangkan zat warna basa mudah bereaksi dengan bagianbagian inti sel. Contoh zat warna basa adalah methylen blue. safranin. maka disebut zat warna basa. Sel-sel warna dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu asam dan basa. intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. peluntur warna. Bakteri-bakteri seperti ini dinamakan bakteri tahan asam. Senyawa-senyawa kimia ini berguna untuk membedakan bakteri-bakteri karena reaksinya dengan sel bakeri akan memberikan warna berbeda. maka disebut zat warna asam. sebaliknya terdapat juga preparat yang tahan terhadap asam encer. substrat.

Sporogenesis dan germinasi tidak dimaksudkan untuk reproduksi tetapi hanya mekanisme yang menjamin ketahanan sel dibawah kondisi lingkungan (Suriawiria. tipe-tipe sel inaktif secara metabolik disebut spora. Perbedaan muatan inilah yang menyebabkan adanya ikatan atau gabungan antara zat warna dan sel bakteri (Schegel. Kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan untuk keberlangsungan aktivitas sel vegetatif. radiasi. Kompleks zat iodin terperangkap antara dinding sel dan membran sitoplasma organisme gram positif. biasanya pada saat kurangnya sumber nutrisi karbon. sel ini mempunyai kapasitas untuk mengalami sporogenesis dan memberikan reaksi untuk pembentukan struktur intraseluler baru (endospora) yang dilindungi oleh lapisan yang tidak dapat ditembus air (tahan penetrasi) dikenal sebagai jaket spora (spore coats) (Cappuccino & Sherman. misalnya pemanasan berkelebihan. sehingga selnya akan berwarna. pengeringan. 1993). pembekuan. salah satunya adalah sel vegetatif yang aktif secara metabolik. Bakteri gram positif memiliki membran tunggal yang dilapisi peptidohlikan yang tebal (25-50nm) sedangkan bakteri negatif lapisan peptidoglikogennya tipis (1-3 nm). Sebagian besar dari genus anaerobik Clostridium dan Desulfotomaculum dan genus aerobik Bacillus adalah contoh-contoh organisme yang mempunyai kapasitas untuk pertahanan. sedangkan penyingkiran zat lipida dari dinding sel organisme gram negatif dengan pencucian alkohol memungkinkan hilang dari sel.warna misalnya methylen blue. 2005) Pengecatan Gram Perbedaan dasar antara bakteri gram positif dan negatif adalah pada komponen dinding selnya. spora bebas kembali untuk aktif secara metabolik dan sel vegetatif berkurang resisten melalui germinasi. dan agent kimia lainnya sehingga diperlukan pewarnaan khusus secara mikrobiologi dan ketika kondisi lingkungan kembali normal. . 1983) Kondisi yang terus memburuk membuta endospora dibebaskan dari degenerasi sel vegetatif dan menjadi sel independen yang disebut spora yang diakibatkan komposisi lapisan kimia spora bersifat tahan terhadap efek-efek merusak.

sebagai bahan peluntur untukk melunturkan cat utama 4. E. Salmonella spp. Sedangkan bakteri gram positif adalah Staphylococci. 2. Reagen-reagen yang digunakan dalam pengecatan gram adalah: 1. Ethanol 95% (secukupnya sampai cat utama luntur). Saat ditetesi iodin. Safranin (1 tetes) sebagai cat penutup untuk mewarnai kembali sel-sel yang sudah kehilangan warna cat utamanya Pada saat pemberian larutan cat kristal violet. Shigella spp. pada gram positif terbentuk kompleks iodin kristal violet sehingga sel berwarna biru. Enterococci.Sifat Komposisi dinding sel Ketahanan terhadap penisilin Penghambatan warna basa Kebutuhan nutrien Ketahanan terhadap perlakuan fisik Gram positif Kandungan lipid rendah Lebih sensitif Lebih dihambat Kompleks Lebih tahan Gram Negatif Lipid tinggi Lebih tahan Kurang dihambat Relatif sederhana Kurang tahan Genus bakteri yang termasuk gram negatif adalah Enterobactericeae. . Streptococci. Coli. bakteri gram positif dan negatif samasama berwarna ungu. bakteri gram negatif mengikatnya sedangkan gram negatif melewatkannya. Yersinia enterolitica. Namun setelah pencucian dengan etanol warna ungu yang diikat oleh bakteri gram negatif luntur. Larutan violet kristal hucker (1 tetes) sebagai cat utama yang akan diikat oleh peptidoglikan bakteri. pori berkerut dan permeabilitas rendah sehingga kompleks violet kristal-iodin terperangkap antara dinding sel dan membran sitoplasm sehingga sel tetap biru/ungu. Saat penambahan safranin. Pada gram negatif lemak terekstraksi dari dinding sel sehingga pori membesar dan kompleks violet kristal-iodin keluar sel. Clostridium. sedangkan pada bakteri gram negatif tidak. Bacillus. Iodin (1 tetes) sebagai mordan untuk mengintensifkan cat utama 3. demikian juga gram negatif. sedangkan pada gram posotif dinding sel dehidrasi.

Dengan metode pengecatan Gram. Bahan yang akan diperiksa. Metode pengecatan tersebut pertama kali ditemukan oleh Christian Gram pada tahun 1884. Oleh karena itu. dapat berasal dari : 1) langsung dari penderita dapat berupa sputum (dahak). yaitu bakteri Gram positif dan Gram negatif berdasarkan reaksi atau sifat bakteri terhadap cat tersebut. Berikut cara pembuatan preparat untuk berbagai sumber bahan. Pembuatan preparat Alat dan bahan yang diperlukan adalah : Alat :    Ose atau kapas lidi steril Gelas obyek Lampu spiritus Bahan yang akan diperiksa. Persiapan Sebelum dilakukan pengecatan Gram. Bahan langsung dari penderita . pus (nanah). Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan cepat dan biaya murah serta. dalam kasus tertentu. sebelumnya dibuat sediaan atau preparat (smear) terlebih dulu. memerlukan cara pembuatan preparat yang berbeda pula. yang selanjutnya dapat diamati di bawah mikroskop. Morfologi mikroskopik mikroorganisme yang diperiksa dan sifatnya yang khas terhadap pengecatan tertentu (pengecatan Gram) dapat digunakan untuk identifikasi awal. Spesimen yang akan dicat. discharge hidung. discharge telinga. tentu harus disiapkan bahan (spesimen) yang akan diperiksa. Pengertian preparat adalah sampel spesimen yang diletakkan atau dioleskan pada permukaan gelas obyek (object glass) atau slides. dapat membantu dokter untuk memulai terapi suatu penyakit tanpa menunggu hasil kultur.1. Bahan :  Untuk bahan yang berbeda.Teknik Pengecatan Gram Pengecatan Gram merupakan salah satu teknik pengecatan yang dikerjakan di laboratorium mikrobiologi untuk kepentingan identifikasi mikroorganisme. pengecatan Gram tidak bisa dilakukan pada mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti Mycoplasma sp. a. bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua. dengan atau tanpa pewarnaan. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya. urin dan cairan serebrospinal.

teteskan formalin 1 % tunggu selama 5 menit dan keringkan sekali lagi. Dengan ose steril. B. yaitu cat Gram A. Usahakan tidak banyak bicara pada saat kerja. preparat siap dicat.8 gram Akuades : 80 ml . Letakkan ose pada tempatnya.3. jangan diletakkan di sembarang tempat (misal di atas meja) Jangan memegang mata (ujung) ose dengan tangan. a. Setelah betul-betul kering. Ambil kuman dari biakan cair (yang sebelumnya telah diaduk secara steril) dengan menggunakan ose steril. Preparat yang sudah dibuat kemudian dikeringkan dan ditetesi formalin dengan cara seperti pembuatan preparat langsung. pada saat akan dipakai dan setelah dipakai. Setelah kering. Bahan dari biakan cair Ambil gelas obyek yang bersih dan steril.Bahan disentrifuge terlebih dulu. Bahan yang berupa endapan (pellet) hasil sentrifuge tersebut diambil dengan ose steril atau kapas lidi steril kemudian digoreskan pada gelas obyek setipis mungkin. a. Teteskan satu ose kaldu atau NaCl pada gelas obyek tersebut. sampai preparat tersebut kering.2. bebaskan dari lemak dengan memanaskan di atas nyala api spiritus. bebaskan dari lemak dengan memanaskan di atas nyala api spiritus. Bahan dari media pertumbuhan padat Ambil gelas obyek yang bersih dan steril. Panaskan gelas obyek di atas nyala api lampu spiritus sambil diayunkan secukupnya (jarak preparat sampai nyala api kira-kira 20 cm). ratakan pada gelas obyek sehingga membentuk diameter kira-kira 1-2 cm. Prinsip yang selalu harus diingat dan dipatuhi adalah :   Selalu mensterilkan ose. campur dengan kaldu tadi sampai homogen kemudian tipiskan. adalah sebagai berikut : Cat Gram A Cat ini terdiri atas : Kristal violet : 2 gram Etil alkohol 95 : 20 ml Ammonium oksalat : 0. Masingmasing mempunyai komposisi dan fungsi yang berbeda. Selanjutnya dikerjakan sebagaimana membuat preparat dengan bahan berasal dari penderita. ambil satu koloni kuman dan ratakan pada gelas obyek sehingga membentuk diameter 1 – 2 cm.   Cat Gram Cat Gram yang digunakan terdiri dari 4 macam. kemudian endapannya dibuat preparat. C dan D. Komposisi dan fungsi masingmasing cat Gram.

Cat Gram C Cat ini terdiri atas :   Aseton : 50 ml Etil alkohol 95 % : 50 ml Cat Gram C tidak berwarna. yaitu cat atau bahan kimia yang berfungsi memfiksasi cat primer yang diserap mikroorganisme target. maka pengikatan warna oleh bakteri akan lebih baik (lebih kuat). Cat Gram D Cat Gram D terdiri atas :    Safranin : 0.Cat Gram A berwarna ungu (karena mengandung kristal violet). Bakteri yang bersifat demikian dikelompokkan sebagai bakteri Gram negatif. Cat ini merupakan cat sekunder atau kontras. Cat ini berfungsi untuk melunturkan cat sebelumnya. Akibat pemberian cat Gram B. semua mikroorganisme akan berwarna ungu sesuai warna cat Gram A. karena tahan terhadap alkohol. akan terjadi 2 kemungkinan :  Bakteri Gram positif akan tetap berwarna ungu. Cat sekunder mempunyai spektrum warna yang berbeda dari cat primer. Ikatan antara cat dengan bakteri dilunturkan oleh alkohol. karena telah jenuh mengikat cat Gram A sehingga tidak mampu lagi mengikat cat Gram D. Bakteri yang bersifat demikian disebut bakteri Gram positif. Cat Gram A merupakan cat primer yang akan memberi warna mikroorganisme target. . Ikatan antara cat dengan bakteri tidak dilunturkan oleh alkohol.25 gram Etil alkohol 95 % : 10 ml Akuades : 90 ml Cat ini berwarna merah. karena tidak tahan terhadap alkohol. Pada saat diberi cat ini. Akibat pemberian cat Gram D.  Bakteri akan tidak berwarna. Akibat pemberian cat C akan terjadi 2 kemungkinan :  Mikroorganisme (bakteri) akan tetap berwarna ungu. Cat Gram B Cat ini terdiri atas : Yodium : 1 gram Kalium Yodida : 2 gram Akuades : 300 ml Cat Gram B berwarna coklat. Cat Gram B merupakan cat Mordan. Cat ini berfungsi untuk memberikan warna mikroorganisme non target.

dan kompleks kristal yodium tidak dapat keluar. Permeabilitas dinding sel lebih besar sehingga masih memungkinkan terlepasnya kompleks kristal yodium. Bakteri Gram negatif mempunyai lapisan peptidoglikan yang tipis. B. Bakteri Gram negatif akan berwarna merah. Bakteri Gram positif mengalami denaturasi protein pada dinding selnya akibat pencucian dengan alkohol. hanya 1 – 2 lapisan dan susunan dinding selnya tidak kompak. Teori permeabilitas dinding sel Teori ini berdasarkan tebal tipisnya lapisan peptidoglikan dalam dinding sel. Dasar teori cat Gram Berdasarkan sifat terhadap cat Gram. bakteri dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu bakteri Gram positif dan Gram negatif. Pastikan semua alat dan bahan yang diperlukan serta tempat untuk mencuci terletak di tempat yang terjangkau. pori-pori mengecil sehingga kompleks kristal yodium yang berwarna ungu dipertahankan dan bakteri akan tetap berwarna ungu. Alat dan bahan yang diperlukan adalah : Alat :   Rak pengecatan Kran/sumber air yang mengalir Cat Gram A. siapkan alat dan bahan yang diperlukan. Protein menjadi keras dan beku. Permeabilitas dinding sel kurang. Zat lipid ini akan larut selama pencucian dengan alkohol. Jangan sampai terlalu jauh sehingga menyulitkan dan memakan waktu. karena cat sebelumnya telah dilunturkan oleh cat Gram C maka akan mampu mengikat cat Gram D. Terdapat dua teori yang dapat menjelaskan dasar perbedaan ini yaitu : Teori Salton Teori ini berdasarkan kadar lipid yang tinggi (20 %) di dalam dinding sel bakteri Gram negatif. CARA PENGECATAN GRAM Sebelum melakukan pengecatan Gram. Bakteri Gram positif mempunyai susunan dinding yang kompak dengan lapisan peptidoglikan yang terdiri dari 30 lapisan. sehingga zat warna yang sudah diserap mudah dilepaskan dan bakteri menjadi tidak berwarna. C dan D Preparat yang telah siap untuk dicat Bahan :   . Pori-pori pada dinding sel membesar.

memerlukan prosedur sentrifuge dulu untuk mengkonsentrasikan mikroorganisme tersebut. Misalnya pada pemeriksaan Gram ditemukan Gram negatif diplococci intraseluler dari spesimen pus (nana) uretral. Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan. struktur dan sifat-sifat yang khas. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air. maka memberikan presumptive diagnosis untuk penyakit infeksi gonore. Bakteri tahan asam adalah bakteri yang pada pengecatan Ziehl-Neelsen (ZN) tetap mengikat warna pertama. sehingga tidak mampu mengikat warna kedua. Terdapat lebih dari 50 spesies Mycobacterium. tidak luntur oleh asam dan alkohol. Kekurangan : Pengecatan Gram memerlukan mikroorganisme dalam jumlah banyak yakni lebih dari 104 per ml. Pengecatan Gram penting sebagai pedoman awal untuk memutuskan terapi antibiotik.Kelebihan dan Kekurangan Pengecatan Gram Kelebihan : 1. Kadang-kadang morfologi bakteri yang telah dicat Gram mempunyai makna diagnostik. Sampel yang cair dengan jumlah kecil mikroorganisme misalnya cairan serebrospinal. sebelum tersedia bukti definitif bakteri penyebab infeksi (kultur dan tes kepekaan bakteri terhadap antibiotik). . begitu pula dengan bakteri. Hal ini karena bakteri Gram positif dan negatif mempunyai kepekaan yang berbeda terhadap berbagai jenis antibiotika. Bakteri tersebut ketika diamati dibawah mikroskop tampak berwarna merah dengan warna dasar muda. Hal tersebut juga berfungsi untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan. Pengecatan Bakteri Tahan Asam Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi. antara lain banyak yang m erupakan saprofit. dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan. 2. Pellet (endapan hasil sentrifuge) kemudian dilakukan pengecatan untuk diperiksa secara mikroskopis.

misalnya nanah. Sputum disiapkan (hati-hati. bernyanyi atau bicara. Partikel mengandung kuman ini (berukuran diameter 1-5 µm) akan terhisap oleh orang sehat dan menimbulkan infeksi di saluran napas. Mycobacterium avium-intracellulare (kompleks M. Infeksi kuman ini paling sering disebarkan melalui udara (air borne. Mycobacterium tuberculosis menyebabkan tuberculosis dan merupakan patogen yang berbahaya bagi manusia. Air kuras lambung. Tan Thiam Hok (Kinyoun-Gabbett) dan Auramin–phenol fluorochrome. Penyebaran melalui udara berupa partikel-partikel percikan dahak yang mengandung kuman berasal dari penderita saat batuk. bersin. umumnya anak-anak atau penderita yang tidak dapat mengeluarkan dahak. Bahan-bahan lain. Terdapat beberapa macam bahan spesimen dalam pemeriksaan laboratorium tuberkulosis yaitu: • • • Sputum (dahak). cairan pleura. Pewarnaan kuman BTA dapat dilakukan dengan 3 macam pewarnaan yaitu Ziehl-Neelsen. droplets infection). Umumnya pewarnaan Ziehl-Neelsen dan Tan Thiam Hok yang sering digunakan. avian) dan mikobakteria apitik lain yang sering menginfeksi pasien AIDS. pertama kali keluar merupakan urin pancaran tengah. cairan cerebrospinal. harus benar-benar dahak bukan ingus juga bukan ludah. dan usapan tenggorokan. adalah patogen ortunistik pada orang-orang dengan fungsi imun yang terganggu lainnya. 2. hindari droplet/percikan sputum). . Sumber penularan adalah penderita TB yang dahaknya mengandung kuman TB hidup (BTA positif).Mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri tahan asam. Air kemih pagi hari. Hasil yang didapat disamakan dengan penilaian IUATLD (International Union Against Tuberculose Lung Diseases) ϖ Pembuatan Sediaan Apus Sputum 1. berbentuk batang dan bersifat aerob obligat yang tumbuh lambat dengan waktu generasi 12 jam atau lebih. Ose dipanaskan di atas api spirtus sampai merah dan didinginkan. diambil sedikit dari bagian yang kental dan berwarna kuning kehijauan (purulen) menggunakan ose. tertawa. Mycobacterium leprae menyebabkan lepra. dan kadang-kadang menyebabkan penyakit pada pasien dengan system imun yang normal.

dipanaskan di atas pembakar spirtus sampai menguap tetapi jangan sampai mendidih atau kering selama 5 menit. 5. Penilaian 1.3. Digenangi dengan larutan methylen blue selama 20-30 detik. Dicari dengan adanya batang panjang atau pendek yang berwarna merah dengan latar belakang berwarna biru.3%. 8. . Diamati di bawah mikroskop cahaya. Dicuci dengan air mengalir dan dikeringkan. dilihat dengan mikroskop dengan pembesaran 100 kali. Pembacaan dan Penilaian Pembacaan 1. Dicuci dengan air mengalir dan dikeringkan. 7. Sputum dioleskan secara merata (seperti obat nyamuk) pada objek glass (dengan ukuran 2x3 cm). kemudian dibakar. Sediaan diambil dengan pinset dan difiksasi selama 3-5 menit. 4. 2. 2. 6. BTA positif : apabila dalam pengamatan dijumpai adanya BTA. jangan sampai terkena matahari langsung. b. 5. 4. digenangi dengan carbol fuchsin 0. 2. Pewarnaan/Pengecetan Ziehl-Neelsen  1. Sediaan yang telah kering ditetesi minyak imersi. 3. BTA negatif : apabila dalam 100 LP atau 15 menit pengamatan tidak dijumpai adanya BTA. Sediaan yang telah dibuat dikeringkan di udara terbuka sekitar 15-30 detik. 6. Sediaan yang telah kering dilakukan fiksasi 5 menit. Warna merah dilarutkan pada sediaan sampai bersih dengan 3% alkohol-asam. Sambil difiksasi. Ose yang telah digunakan dimasukkan ke dalam alkohol sambil digoyang-goyangkan sampai sisa-sisa sputum bersih. Dicuci dengan air mengalir dan dikeringkan.

mula-mula dikembangkan oleh Paul Ehrlich pada tahun 1882 ketika meneliti M. dinamakan menurut kedua orang peneliti yang mengembangkannya pada akhir 1800-an. Mycobacterium tuberculosis.BTA posiif apabila dibuat sediaan langsung dan diwarnai dengan Ziehl-Neelsen atau Kinyoun Gabbert maka dapat dilakukan penilaian sebagai berikut : Penilaian menurut IUATLD (International Union Against Tuberculose Lung Diseases)  Negatif : Tidak dijumpai adanya BTA. 1993).  Positif 3 : Ditemukan lebih dari 10 BTA / 1 LP. penyebab penyakit tuberculosis dan M. Penyakit yang ditularkan oleh basil tersebut dikenal dengan sebutan TBC atau Tb-paru. Bakteri-bakteri dari genus Mycobacterium dan spesies-spesies tertentu dari genus Nocardia mengandung sejumlah besar zat lipoid (berlemak) di dalam dinding-dinding selnya. termasuk Ordo Actinomycetales Familia Mycobacteriaceae. tuberculosis. yaitu pewarna Ziehl-Neelsen. leprae penyebab penyakit lepra. Genus Mycobacterium dan mempunyai banyak spesies. Hal ini mengakibatkan dinding sel tersebut relatif tidak permeable terhadap zat-zat warna yang umum sehingga sel-sel bakteri tersebut tidak terwarnai oleh metode-metode pewarna biasa. Prosedur pewarnaan yang umum digunakan pada masa kini merupakan hasil perbaikan teknik Ehrlich yang asli.tuberculosis. Kuman TBC masuk ke paru-paru melalui pernafasan aerosol (Girsang. Teknik pewarnaan khusus itu disebut juga pewarnaan tahan asam.  Positif : Ditemukan 1-9 BTA/100 LP. Menunjang diagnosis penyakit-penyakit tersebut. Prosedur ini .  Positif 2 : Ditemukan 1-10 BTA/1 LP. Akibat sifat dinding selnya yang demikian itu maka untuk memenuhi tujuan tersebut harus digunakan pewarna khusus (Hadioetomo. pertama kali ditemukan oleh Robert Koch tahun 1882. Kedua genus tersebut mengandung spesies-spesies yang patogenik bagi manusia. bakteri penyebabnya harus dapat diisolasi dari spesimen si sakit dan dibuat tampak serta mudah dibedakan dengan bakteri-bakteri yang lain. Bakteri yang paling dikenal diantaranya adalah M. 2002).  Positif 1 : Ditemukan 10-90 BTA/100 LP.

Setelah itu larutan asam alkohol 3% (hydrochloric acid-ethanol) dituang pada sediaan dan dibiarkan 2-4 menit kemudian dicuci dengan air mengalir selama 1-3 menit. Kondisi pewarnaan ini. Pewarnaan Ziehl-Neelsen akan menampakkan bakteri tahan asam yang berwarna merah dengan latar berwarna biru. kelebihan larutan dibuang. Hasil yang didapat adalah terdapatnya bakteri tahan asam. maka sel-sel organisme seperti mikobakteri menahan zat warna tersebut dengan erat. 1993). Sediaan kemudian dibiarkan dingin selama 5-7 menit lalu kelebihan zat warna dibuang dan dicuci dengan air yang mengalir perlahan. 1993). Bakteri tahan asam akan mempertahankan warna pertama yang diberikan.3% dituang pada seluruh permukaan sediaan.4x3 µm. pewarna yang mengandung bahan pembasah ini disebut pewarna Kinyoun (Hadioetomo. larutan carbol fuchsin 0. organisme yang dapat menahan zat warna itu dikatakan tahan asam dan tampak merah. dan biru metilena Loeffler sebagai pewarna tandingan. Mycobacterium tuberculosis memiliki ciri khas yaitu dalam jaringan. kemudian dipanaskan di atas nyala api sampai keluar asap tetapi tidak sampai mendidih atau kering selama 5 menit. Modifikasi teknik ini yang berkembang kemudian. Larutan methylene blue 0. perlakuan panas diganti dengan penggunaan pembasah (suatu deterjen untuk mengurangi tegangan permukaan lemak) untuk menjamin penetrasi. .1% dituang sampai menutupi seluruh permukaan. dibiarkan 1 menit lalu larutan dibuang dan dicuci dengan air mengalir. pewarna karbol fuksin yang mewarnai sel dapat dengan mudah dipucatkan oleh alkohol-asam dan karenanya dikatakan tak tahan asam. Tercucinya karbol fuksin dapat diperagakan oleh terserapnya pewarna tandingan biru metilen oleh sel. Perbenihan buatan.menggunakan pewarna utama dengan pemanasan. Bakteri biasa yang dindingnya tidak bersifat terlampau lipoidal. sehingga bakteri tersebut tampak biru (Hadioetomo. artinya tidak terpucatkan sekalipun oleh zat yang bersifat keras seperti asam alkohol (yaitu 3% HCL dalam etanol 95%). Alkohol asam ini merupakan pemucat yang sangat intensif dan jangan dikelirukan dengan alkoholaseton yang banyak digunakan dalam prosedur pewarnaan Gram. basil tuberkel merupakan batang ramping lurus berukuran kira-kira 0. Pewarnaan Ziehl Neelsen menurut Kurniawati 2005. Sekali sitoplasma terwarnai.

Mikobakteria tidak dapat diklasifikasikan sebagai Gram positif atau Gram negatif. sitoplasma bakteri mungkin mengandung inklusi sel-kepingankepingan kecil material yang tidak menjadi bagian utuh struktur sel. Disamping material nukleus. warna tersebut tidak dapat dihilangkan dengan alkohol. Granula metakhromatik sering ditemukan pada jenis-jenis kuman patogen tertentu dan berbentuk khas untuk kuman tersebut.terlihat bentuk kokus dan filamen. peluntur warna. Basil tuberkel yang sebenarnya ditandai oleh sifat tahan asam misalnya 95% etil alkohol yang mengandung 3% asam hidroklorida (asam alkohol) dengan cepat akan menghilangkan warna bakteri kecuali mikobakteria. Sekali diwarnai dengan zat warna basa. Pada spesies kuman tertentu. granula tersebut akan berwarna lain dari pada zat warna yang digunakan. Dahak atau irisan jaringan. meskipun dibubuhi iodium. 2008).granula Babes-Ernst akan berwarna coklat tua. Pengecatan Granula Kromatik Di dalam sitoplasma dapat ditemukan granula metakhromatikyang terdiri atas volutin. Misalnya kuman difteri mempunyai granula metakhromatik karena bila diwarnai dalam sediaan. Teknik pewarnaan Ziehl-Neelsen dipergunakan untuk identifikasi bakteri tahan asam. granula metakhromatik terletak pada tempat-tempat khas di dalam sel kuman. Misalnya bila diwarnai sediaan kuman difteri dengan zat warna biru metilen. 1994). Sifat tahan asam ini tergantung pada integritas struktur selubung berlilin.granula glikogen serta granula lemak. Perbedaan inilah yang digunakan sebagai dasar pewarnaan bakteri (Sutedjo. Garam terdiri dari ion bermuatan positif dan ion bermuatan negatif. mikobakteria dapat diperhatikan karena memberi fluoresensi kuning-jingga setelah diwarnai dengan zat warna fluorokrom (misalnya auramin. Butiran khusus ini yang . Di dalam sitoplasma dapat ditemukan granula metakhromatik yang tersebut di dalam sediaan mikroskopik. 1991). Senyawa-senyawa kimia ini berguna untuk membedakan bakteri-bakteri karena reaksinya dengan sel bakeri akan memberikan warna berbeda. substrat. intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup (Dwidjoseputro. Zat warna adalah senyawa kimia berupa garam-garam yang salah satu ionnya berwarna. rodamin) (Annonimous. Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi.

Misalnya kuman difteri mempunyai granula metakhromatik karena bila diwarnai dalam sediaan. Metode Much Weis (Mycobacterium tuberculose). • Dialiri dengan larutan yodium. didiamkan selama 1menit. Pewarnaan Granula Pada Bakteri Metode Albert & Christensen Di dalam sitoplasma dapat ditemukan granula metakhromatikyang terdiri atas volutin. granula tersebut akan berwarna lain dari pada zat warna yang digunakan. Misalnya bila diwarnai sediaan kuman difteri dengan zat warna biru metilen.rupanya bertindak sebagai sumber fosfat dan energi disebut butiran metakromat karena akan menyerap warna merah apabila diwarnai dengan biru metilen. Pada spesies kuman tertentu. isapkan dengan tissue. Pewarnaan Granula dapat dilakukan dengan metode selain Neisser yaitu: 1. • Cat dibuang. keringkan di udara. Cara Kerja: • Dibuat sediaan kuman dan fiksasi • Diwarnai dengan zat warna toluidin blue. Butiran metakromat disebut juga kolektif volutin. Metode Albert’s 2. Granula metakhromatik sering ditemukan pada jenis-jenis kuman patogen tertentu dan berbentuk khas untuk kuman tersebut. • Dicuci dengan air mengalir. PROSEDUR KERJA Metode : Albert & Christensen Tujuan : Untuk melihat granula bakteri Prinsip : Pada pengecatan dengan toluidine blue granula bakteri akan berwarna hitam (karena bersifat metakromatik) dan tidak akan larut oleh air sehingga pada pemberian safranin warna granula tetap hitam. Sedangkan pada badan bakteri warna dari toluidin blue akan larut oleh air dan mengambil warna merah dari safranin. granula metakhromatik terletak pada tempat-tempat khas di dalam sel kuman.granula glikogen serta granula lemak. didiamkan selama 1 menit. • Dicuci dengan air mengalir • Ditambahkan zat warna Safranin. Di dalam sitoplasma dapat ditemukan granula metakhromatik yang tersebut di dalam sediaan mikroskopik.granula Babes-Ernst akan berwarna coklat tua. .

Cara Kerja : • Dibuat sediaan kuman dan fiksasi • Diwarnai dengan zat warna toluidin blue. PROSEDUR KERJA Metode : Albert & Christensen Tujuan : Untuk melihat granula bakteri Prinsip : Pada pengecatan dengan toluidine blue granula bakteri akan berwarna hitam (karena bersifat metakromatik) dan tidak akan larut oleh air sehingga pada pemberian safranin warna granula tetap hitam. • Microbiology UJI KATALASE . keringkan di udara. sitoplasma bakteri mungkin mengandung inklusi sel-kepingankepingan kecil material yang tidak menjadi bagian utuh struktur sel.Disamping material nukleus. Butiran khusus ini yang rupanya bertindak sebagai sumber fosfat dan energi disebut butiran metakromat karena akan menyerap warna merah apabila diwarnai dengan biru metilen. Pewarnaan Granula dapat dilakukan dengan metode selain Neisser yaitu : 1. isapkan dengan tissue. Butiran metakromat disebut juga kolektif volutin. didiamkan selama 1menit. Sedangkan pada badan bakteri warna dari toluidin blue akan larut oleh air dan mengambil warna merah dari safranin. • Dicuci dengan air mengalir • Ditambahkan zat warna Safranin. Metode Albert’s 2. didiamkan selama 1 menit. • Dicuci dengan air mengalir. • Dialiri dengan larutan yodium. Metode Much Weis (Mycobacterium tuberculose). Pengecatan Endospora Related Posts : Food Technology. • Cat dibuang.

Untuk pewarnaan selanjutnya. Karena kandungan air endospora sangat rendah bila dibandingkan dengan sel vegetatifnya. pemanasan. sinar. Endospora bakteri merupakan struktur yang tahan terhadap keadaan lingkungan yang ekstrim misalnya kering. setelah diwarnai oleh suatu warna. Bakteri pembentuk spora lebih tahan terhadap desinfektan. Oleh karena itu. dan kedinginan. Struktur endospora mungkin bervariasi untuk setiap jenis spesies. tapi umumnya hamper sama. maka endospora berbentuk sangat padat dan sangat refraktil bila dilihat di bawah mikroskop. Endospora sangat sukar diwarnai dengan pewarna biasa. sehingga harus digunakan pewarna spesifik dan yang biasa digunakan adalah malachite green [1]. Kebanyakan bakteri pembentuk spora tinggal di tanah. panas. Dua jenis bakteri yang dapat membentuk spora misalnya Clostridium dan Bacillus. . sedangkan Bacillus pada umumnya bersifat aerobic. hasil pewarnaan akhir adalah merah muda dari safranin. Bakteri yang tidak berspora cenderung tidak tahan pengecatan karena hanya memiliki sel vegetatif. Setelah pewarnaan selanjutnya dengan safranin. Akhirnya warna bakteri spora adalah hijau. sel vegetatif dapat mengikat warna tetapi dapat luntur setelah dilunturkan karena ikatannya tidak kuat. akan mengikat kuat senyawa pewarna. Clostridium adalah bakteri yang bersifat anaerobic.• • • • • Pengecatan Endospora Media Pertumbuhan Mikroorganisme Pengecatan Gram Pengamatan Preparat Basah Factors Influencing The Effectiveness of Antimicrobial Agent (Faktor yang Mempengaruhi Keefektifan Antimikroba) Endospora adalah struktur spesifik yang ditemukan pada beberapa jenis bakteri. dan keadaan asam [3]. sel vegetatif mudah mengikat warna kembali. namun spora bakteri dapat tersebar di mana saja [3]. Saat diwarnai oleh malachite. kekeringan. Oleh karena itu. Pengecatan Spora Bakteri penghasil spora tahan terhadap pewarnaan. misalnya malachite green. cat tersebut (misalnya safranin) sel spora tidak dapat menerimanya karena sudah terikat dengan cat pertama.

hanya memiliki sel vegetatif. Apabila sel vegetatif membentuk endospora. jika selalu diadakan pemindahan piaraan ke medium yang baru. Saat diwarnai denga malachite. sel vegetatif dapat mengikat warna kembali sehingga warna sel menjadi merah muda. proses ini diteliti secara mendalam untuk mempelajari peristiwa apa yang memicu perubahan enzim dan morfologi. Subtilis akan berwarna hijau setelah pengecatan. sel vegetatif tidak tahan terhadap pewarnaan. Segera setelah keadaan luar baik lagi bagi mereka. endospora juga lebih tahan terhadap pewarnaan. B. Dengan kata lain sporulasi adalah bentuk sederhana diferensiasi sel. Spora lazim disebut endospora ialah karena spora itu dibentuk di dalam sel. . Subtilis memiliki endospora.Metode Klein Spora bakteri adalah bentuk bakteri yang sedang dalam usaha mengamankan diri terhadap pengaruh buruk dari luar. panas. Endospora jauh lebih tahan terhadap pengaruh luar yang buruk dari pada bakteri biasa yaitu bakteri dalam bentuk vegetatif. spora sangat sukar untuk melepaskan zat warna sehingga saat diberi warna dari safranin tetap berwarna hijau karena spora sudah mengikat malachite dan sulit mengikat warna yang diberikan kemudian. sel vegetatif tidak dapat mengikat malachite sehingga saat dilunturkan. karena itu.coli berarti tidak memiliki endospora. Eschericia coli setelah pengecatan akan berwarna merah muda dari safranin. korteks dan inti yang mengandung struktur nukleus. Kemudian saat diberi safranin. Sporulasi dapat dicegah. Endospora dibuat irisan dapat terlihat terdiri atas pembungkus luar.coli hanya memiliki sel vegetatif. memproduksi dinding sel yang sama sekali baru dan berubah bentuk. atau bahan kimia yang beracun. Karena E. maka pecahlah bungkus spora dan tumbuhlah bakteri. Hal ini berarti B. Endospora lebih tahan lama meski dalam keadaan linghkungan ekstrim seperti kering. sel ini membuat enzim baru. a.Pengecatan Spora Bakteri . Sekali berhasil diwarnai.Contoh yang paling mudah adalah untuk spesies Bacilllus subtilis dan E. E. Selain itu. Coli. warna malachite dapat hilang.

• Dipanaskan selama 6 menit pada api kecil atau pada penangas air 80oc selama 10 menit. sedangkan pada badan bakteri warna fuchsin dilepaskan dan mengambil warna biru dari methylen blue. Berdasarkan letaknya spora di dalam sel kuman. • Dibuat sediaan dan dikeringkan. Cara Kerja : • Dibuat suspensi kuman. dengan pencucian pori-pori kembali mengecil menyebabkan zat warna fuchsin tidak dapat dilepas walaupun dilunturkan dengan asam alkohol.Spora biasanya terlihat sebagai badan-badan refraktil intrasel dalam sediaan suspensi sel yang tidak diwarnai atau sebagai daerah tidak berwarna pada sel yang diwarnai secara biasa. PROSEDUR KERJA Metode : Klein Tujuan : Untuk melihat spora bakteri Prinsip : Spora kuman mempunyai dinding yang tebal sehingga diperlukan pemanasan agar pori-pori membesar zat warna fuchsin dapat masuk. sehingga menyebabkan pembengkakan sel kuman. lonjong atau silindris. Spora kuman dapat berbentuk bulat. . Spora biasanya diwarnai dengan hijau malachit atau carbol fuchsin. Sel vegetatif akhirnya dapat diberi zat warna kontras. ini pula yang mencegah hilangnya zat warna spora setelah melalui pencucian dengan alkohol yang cukup lama untuk menghilangkan zat warna sel vegetatif.subterminal dan terminal. Ada spora yang garis tengahnya lebih besar dari garis tengah sel kuman. dikenal letak sentral. ditambah dengan carbol fuchsin sama banyak. Dinding spora relatif tidak dapat ditembus.

Keringkan dan tambahkan safranin. Sumber : ripanimusyaffalab.com b.Panaskan gelas preparat selama 5 menit. biakan sel dicuci dengan air lalu ditutup dengan cat safranin.Tutup gelas preparat dengan selembar tisu dan letakkan pada rak di atas waterbath. diamkan selama 2 menit.Biarkan gelas preparat dingin lalu cuci dengan air deionisasi. Interpretasi hasil : Spora : warna merah dan Badan bakteri : warna biru. 1. tetapi sekali diwarnai. • Diperiksa dibawah mikroskop.Lakukan pengamatan preparat dengan mikroskop dengan bantuan minyak emersi. siapkan biakan bakteri dalam kondisi udara yang kering dan dengan pemanasan yang baik.• Dimasukkan kedalam H2SO4 1% selama 2 detik • Dimasukkan kedalam alkohol sehingga tidak ada lagi warna merah mengalir. Setelah perlakuan malachite green.Siapkan waterbath yang dipanaskan. 10. Hal inilah yang menjadi dasar dari metode pengecatan spora secara umum. zat warna tersebut akan sulit hilang. Larutan ini merupakan pewarna yang kuat yang dapat berpenetrasi ke dalam endospora. 8. 4. Teknik ini akan menghasilkan warna hijau pada endospora dan warna merah muda pada sel vegetatifnya [2]. • Diwarnai dengan methylen blue selama 1 menit kemudian dicuci dan dikeringkan.Gunakan teknik aseptis.Tetesi dengan malachite green 5. . 3. 9.blogspot. 6. 7. Pengecatan Endospora Endosopora tidak mudah diwarnai dengan zat pewarna pada umumnya.Cuci sisa safranin dengan air deionisasi dan keringkan noda. endospora diwarnai pertama dengan malachite green dengan proses pemanasan. Pada metode Schaeffer-Fulton yang banyak dipakai dalam pengecatan endospora. 2. • Sediaan dicuci dengan air.pindahkan gelas preparat dari waterbath dan ambil kertas tisu dari preparat. Langkah-langkahnya sebagai berikut.

Ukuran kapsul berbedabeda menurut jenis bakterinya dan juga dapat berbeda diantara jalur-jalur yang berlainan dalam satu spesies. Garam tembaga memberi pula warna pada latar belakang. . Cara Kerja : • Persiapkan 2 objek glass yang bersih dan bebas lemak • Letakkan 1 ose tinta cina pada bagian pinggir objek glass • Diambil 1 ose suspensi bakteri. dibiarkan kering dan fiksasi • Ditambahkan carbol fuchsin 1/10 selama 1 menit • Sisa cat dibuang dan dikeringkan. Komposisi kimiawi kapsul ada yang berupa glukosa ( misalnya dektrosa pada leokonostok mesendteroides). polipeptida (misalnya polimer asam D-glutamat pada Bacillus antraksis) atau kompleks polisakarida protein ( misalnya B disentri). tetapi bila tidak teratur bentuknya dan menempelnya pada sel kurang erat maka disebut selaput lendir. polimer gula amino (misalnya asam hialuronat pada Staphylococcus piogenik). Salah satu pewarnaan simpai (kapsul) ini ( metode Welch) meliputi pemberian larutan kristal ungu panas disusul kemudian dengan pencucian dengan larutan tembaga sulfat. Simpai biasanya diperlihatkan dengan cara pewarnaan negatif atau modifikasi dari cara itu.Pewarnaan Kapsul Beberapa jenis bakteri dan amoeba hijau-biru mengeluarkan bahan-bahan yang amat berlendir dan lengket pada permukaan selnya. perlindungan terhadap fagositosis ( baik dalam tubuh inang maupun dialam bebas ) atau perlindungan terhadap dehidrasi. tapi dapat berfungsi sebagai makanan cadangan. Semua kapsul bakteri tampaknya dapat larut dalam air. Bila bahan berlendir tersebut kompak dan tampak sebagai suatu bentuk yang pasti ( bundar/lonjong) maka disebut kapsul. Pada beberapa jenis bakteri adanya kapsul sebagai petunjuk virulensi. Komposisi medium juga dapat mempengaruhi ukuran kapsul. melengkungi dinding sel. Kemampuan menghasilkan kapsul merupakan sifat genetis. buat hapusan. Kapsul dan lendir tidaklah esensial bagi kehidupan sel. tetapi produksinya sangat dipengaruhi oleh komposisi medium tempat ditumbuhkannya sel-sel yang bersangkutan. PROSEDUR KERJA Metode : Burry Gins Tujuan : Untuk melihat kapsul bakteri Prinsip : Kapsul pada kuman tidak dapat mengikat zat warna. Interpretasi hasil : Kapsul: transparan dan Badan bakteri : warna merah. sehingga pada pemberian cat tinta cina dan calbol fuchsin terlihat bulatan terang atau transparan dengan latar belakang gelap dan badan kuman berwarna merah dari fuchsin. campurkan dengan tinta cina sampai homogen • Dengan ujung objek glass yang lain. sehingga sel dan latar belakang akan tampak biru tua dan simpai berwarna biru yang lebih muda. • Diperiksa dibawah mikroskop. Tembaga sulfat ini digunakan untuk menghilangkan zat warna berlebihan karena pencucian biasa dengan air akan melarutkan simpai..

Organisme aerobik Organisme aerobik atau aerob adalah organisme yang melakukan metabolisme dengan bantuan oksigen. yang disimpan dalam regenerasi 38 ATP dari 38 ADP per glukosa. • • Contoh yang dapat diberikan adalah oksidasi glukosa (monosakarida) dalam respirasi aerobik. • • Aerob obligat membutuhkan oksigen untuk melakukan respirasi sel aerobik. Akan tetapi. C6H12O6 + 6 O2 + 38 ADP + 38 fosfat → 6 CO2 + 6 H2O + 38 ATP Energi yang dilepaskan pada reaksi ini sebesar 2880 kJ per mol. Sel-sel pada manusia juga merupakan aerob fakultatif: mereka akan melakukan fermentasi asam laktat jika tidak mendapatkan oksigen. siklus Krebs. Khamir. Persamaan ini merupakan rangkuman dari apa yang sesungguhnya terjadi dalam tiga seri reaksi biokimia: glikolisis. Hampir semua hewan. tetapi mereka tetap anaerobik karena mereka tidak menggunakan oksigen sebagai terminal electron acceptor (akseptor elektron terminal). sebagian besar fungi. Organisme aerotoleran dapat hidup walaupun terdapat oksigen di sekitarnya. . dan oxidative phosphorylation. Aerob fakultatif dapat menggunakan oksigen tetapi dapat juga menghasilkan energi secara anaerobik. dalam proses dikenal sebagai respirasi sel. Menjadi aerob obligat. walaupun menguntungkan dalam memperoleh energi. dan beberapa bakteri adalah aerob obligat. berarti juga harus menghadapi stress oksidatif. adalah aerob fakultatif. Hal ini disebabkan terdapat membran yang harus dilewati oleh transport aktif. Angka ini 19 kali lebih besar daripada yang dihasilkan reaksi anaerobik. sebagai contoh. menggunakan oksigen untuk mengoksidasi substrat (sebagai contoh gula dan lemak) untuk memperoleh energi. Sebagian besar organisme anaerobik adalah bakteri. Mikroaerofil adalah organisme yang bisa menggunakan oksigen tetapi dalam konsentrasi yang sangat kecil (mikromolar). Aerob. Organisme eukariotik (semua kecuali bakteri) hanya memperoleh 36 ATP yang diregenerasi dari ADP dalam proses ini. hal ini tidak dapat berlangsung terusmenerus sehingga manusia termasuk dalam aerob obligat.

Tumbuhan dan jamur (contohnya ragi) . dan beberapa diantaranya dapat juga melakukan respirasi anaerobik. Jika terdapat oksigen. Anaerob fakultatif dapat menggunakan oksigen jika tersedia. Organisme anaerobik fermentatif biasanya menggunakan jalur fermentasi asam laktat: C6H12O6 + 2 ADP + 2 fosfat → 2 asam laktat + 2 ATP Energi yang dilepaskan pada persamaan ini sekitar 150 kJ per mol.Contoh dari bakteri aerob obligat adalah: Nocardia (Gram positif). yang disimpan dalam regenerasi dua ATP dari ADP per glukosa. Nanaerob adalah organisme yang tidak dapat tumbuh bila terdapat konsentrasi mikromolar oksigen. Pseudomonas aeruginosa (Gram negatif). anaerob fakultatif menggunakan respirasi aerobik. and Bacillus (Gram positif). Anaerob obligat dapat menggunakan fermentasi atau respirasi anaerobik. Organisme Anaerobic Organisme anaerobik atau anaerob adalah setiap organisme yang tidak memerlukan oksigen untuk tumbuh. Ini hanya 5% energi per molekul gula daripada yang dapat dihasilkan oleh reaksi aerobik. Mikroaerofil melakukan respirasi aerobik. Organisme aerotoleran hanya dapat berfermentasi. beberapa lagi menggunakan respirasi anaerobik. Organisme aerotoleran dapat hidup walaupun terdapat oksigen di sekitarnya. tetapi dapat tumbuh dan diuntungkan pada konsentrasi nanomolar oksigen. tetapi mereka tetap anaerobik karena mereka tidak menggunakan oksigen sebagai terminal electron acceptor (akseptor elektron terminal). Terdapat beberapa persamaan kimia untuk reaksi fermentasi anaerobik. tanpa oksigen beberapa diantaranya berfermentasi. Mikroaerofil adalah organisme yang dapat menggunakan oksigen. tetapi hanya pada konsentrasi yang rendah (rentang mikromolar rendah). Mycobacterium tuberculosis (Acid Fast). • • • Anaerob obligat akan mati bila terpapar pada oksigen dengan kadar atmosfer. pertumbuhannya dihambat oleh level oksigen yang normal (sekitar 200 mikromolar).

fermentasi asam campuran. . fermentasi butanediol. fermentasi Stickland.Anaerob obligat akan mati bila terdapat oksigen karena tidak adanya enzim superoksida dismutase dan katalase yang dapat mengubah superoksida berbahaya yang timbul dalam selnya karena adanya oksigen. asetogenesis atau metanogenesis.biasanya melakukan fermentasi alkohol (etanol) ketika oksigen terbatas melalui reaksi berikut: C6H12O6 + 2 ADP + 2 fosfat → 2 C2H5OH + 2 CO2 + 2 ATP Energi yang dilepaskan sekitar 180 kJ per mol. fermentasi asam butirat.Beberapa bakteri anaerobik menghasilkan toksin (racun) seperti toksin tetanus atau botulinum yang sangat berbahaya bagi organisme yang lebih besar. termasuk manusia. yang disimpan dalam regenerasi dua ATP dari ADP per glukosa. Bakteri anaerobik dan archaea menggunakan jalur ini dan beberapa jalur lainnya dalam melakukan fermentasi seperti: fermentasi asam propionat. fermentasi pelarut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->