LAPORAN PENELITIAN

EVALUASI BAHAN AJAR SPJJ TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN (MKDK4004) PADA FKIP UNIVERSITAS TERBUKA

Oleh: Budi Hermaini Benny A. Pribadi Anis Surtiani

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA 2010

33

Abstrak
Penyelenggaraan program 51 PG-PAUD oleh UT secara spesifik dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas kemampuan guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif. Universitas Terbuka (UT) yang menerapkan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, ikut berperan serta dalam mendidik guru TK untuk mencapai jenjang kualifikasi dan kompetensi yang lebih baik. Program pendidikan 51 PG-PAUD ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menjalankan profesinya sebagai pendidik dan juga pengajar Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bahan ajar 5PJJ mata kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK4004) yang merupakan pengetahuan yang esensial untuk dimiliki oleh guru. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dan kualitatif yang dipergunakan untuk memperbaiki kualitas bahan ajar cetak pada mata kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK4004). Pengumpulan data dilakukan dengan memanfaatkan kuesioner, wawancara, dan pendapat ahli (expert opinion) tentang aspek-aspek yang terkait dengan kualitas bahan ajar jarak jauh. Responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa 51 PG-PAUD Universitas Terbuka yang sedang dan telah mengikuti mata kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK4004). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dasarnya bahan ajar cetak Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK4004) dapat digunakan sebagai bahan ajar yang efektif dan efisien oleh mahasiswa. Namun demikian untuk dapat lebih menjadikan bahan ajar ini sebagai bahan ajar yang mampu memfasilitasi proses belajar mahasiswa diperlukan adanya beberapa perbaikan atau revisi yang mencakup substansi, sistematika, dan kelengkapan bahan ajar. Uraian dalam bahan ajar ini perlu dilengkapi dengan contoh-contoh kontekstual dan operasional agar dapat mudah dipahami dan diaplikasikan. Bahan ajar ini perlu dilengkapi dengan i1ustrasi berupa gambar dan diagram yang memudahkan siswa merangkum konsep yang dipelajari dalam mata kuliah ini.

34

LEMBAR PENGESAHAN
EVALUASI BAHAN AlAR SPJJ TEORI BELAlAR DAN PEMBELAlARAN (MKDK4004) PADA FKIP UNIVERSITAS TERBUKA Pendidikan : Dra. Budi Hermaini : Perempuan : III/c/19601101 198601 2001 : Ilmu Pendidikan

1. a. ludul Penelitian

b. Bidang Ilmu 2. Ketua Peneliti a.Nama b. Gender c. Golongan/PangkatlNIP d. Bidang Keahlian Utama e. labatan Akademik f. 1abatan Struktural g. Fakultasllurusan 3. Jumlah Tim Peneliti a. Nama Anggota Peneliti b. Nama Anggota Peneliti 4. Periode Evaluasi 5. Dana Penelitian

: Lektor
: Staf Edukatif : FKIP-UTI Ilmu Pendidikan : frs.Benny A. Pribadi, MA I NIP 19610509 1987031 001 : Dra. Anis Surtiani/NIP 19620402 198903 2 001 : 2010.1 - 2010.2 : Rp. 19.990.000,Pondok Cabe, Desember Peneliti, 2010

Kerua

~-=lM'~i'Ssttaam, M.Pd .. NIP. 19650912 199010 1001

Dra. Budi Hermaini NIP. 19601101 198601 2001

t

Dra. Endang Nugraheni M.Ed.M.Si NIP. 19570422 198605 2001

............... Masalah Penelitian C...... BAB I..............DAFTAR lSI halaman JUDUL PENELITIAN ABSTRAK DAFTAR ISI. Latar Belakang Masalah B........... Responden D. Jenis Penelitian B..... Teori Belajar dan Pembelajaran 5 5 12 15 15 17 17 18 19 19 23 29 29 30 32 BAB III. PENDAHULUAN...... Bahan Ajar dan SPJJ B.......... KAJIAN PUSTAKA.. Jadual Penelitian BAB IV.... KESIMPULAN DAN SARAN A............ Analisis Data Kuesioner B.. Kesimpulan B... A.. Pendapat Ahli BAB V.... DAFTAR PUSTAKA......................... Tujuan Penelitian D..... Instrumen Penelitian C..... METODOLOGI PENELITIAN A.. A............. Saran-saran................... Manfaat Penelitian 0 0 0 1 1 3 4 4 BAB II.... . ANALISA DATA A..

Penyelenggaraan program S1 PG-PAUD oleh UT secara spesifik dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas kemampuan guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif. guru perlu menciptakan aktivitas pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam mencapai kompetensi yang perlu dimiliki setelah menempuh proses pembelajaran. Proses belajar perlu dirancang agar menjadi proses pembelajaran yang dapat memberikan dampak optimal pada siswa. ikut berperan serta dalam mendidik guru TK untuk mencapai jenjang kualifikasi dan kompetensi yang lebih baik. Untuk dapat menciptakan aktivitas pembelajaran yang efektif. Program pendidikan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menjalankan profesinya sebagai pendidik dan juga pengajar. Pemahaman tentang Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK4004) merupakan kompetensi dasar yang perlu dimiliki guru untuk dapat melaksanakan tugas dan profesinya sebagai guru. Dengan kata lain. Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK4004).BABI PENDAHULUAN A. Proses belajar pada dasarnya dilakukan melalui interaksi antara individu yang belajar dengan sumber dan bahan ajar. Dalam proses pembelajaran. Belajar pada dasarnya merupakan proses yang dilakukan untuk membangun pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan dalam meningkatkan kualitas kehidupan. guru perlu memahami tentang teori belajar dan pembelajaran. Latar Belakang Masalah Universitas Terbuka (UT). tapi juga membantu siswa mengembangkan learning how to learn. mutlak 1 . Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru untuk mencapai hal tersebut adalah melalui penguasaan kemampuan dalam mendesain dan mengembangkan bahan ajar yang merupakan bagian integral dari aktivitas pembelajaran. guru memiliki tugas penting tidak hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran. yang terdiri dari tiga rumpun. yang menerapkan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh.

Ada beragam bahan ajar yang dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Pemanfaatan bahan ajar perlu disesuaikan dengan tugas dan kompetensi atau tujuan pembelajaran yang perlu dimiliki oleh mahasiswa setelah menempuh proses belajar. Karena pertimbangan faktor biaya produksi yang harus bersifat massal. Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK4004) merupakan pengetahuan yang dapat digunakan untuk menerapkan prinsipprinsip belajar. Dalam menyelenggarakan program pendidikan bagi guru. bahan ajar cetak yang digunakan oleh UT perlu dievaluasi secara regular. UT mengeluarkan kebijakan untuk melakukan revisi bahan ajar setiap lima tahun. dan (3) memodifikasi bahan ajar yang teJahtersedia. Agar dapat digunakan secara efektif dan efisien oleh mahasiswa. Evaluasi bahan ajar cetak dilakukan baik terhadap kualitas substansi atau isi bahan ajar dan juga strategi dan metode yang digunakan oleh bahan ajar untuk menyampaikan substansi. yang bekerja sebagai guru TK. 8elain itu faktor penting yang juga perlu dinilai dalam bahan ajar cetak cetak yang digunakan untuk menyampaikan materi perkuliahan harus dirancang dengan baik agar dapat dipelajari secara efektif 2 . Mahasiswa program 81 PG-PAUD.perlu dipahami oleh guru. UT memanfaatkan beragam bahan ajar baik bahan ajar cetak maupun noncetak. Pemanfaatan bahan ajar dalam proses belajar mengajar dapat dilakukan melalui beberapa cara. UT memilih bahan ajar cetak sebagai bahan ajar utama yang perlu dipelajari oleh mahasiswa. perlu memiJiki kemampuan dalam mengembangkan bahan ajar yang dapat diimplementasikan dalam tugas belajar mengajar sehari-hari. Bahan ajar dan efisien. (2) membeli dari sumber komersial. Bahan ajar merupakan sesuatu yang memuat informasi yang dapat dipelajari oleh orang yang menggunakannya. yaitu: (1) merancang dan membuat sendiri.

yang digunakan adalah faktor penampilan bahan ajar yang dapat mempengaruhi daya tarik atau memotivasi mahasiswa untuk mempelajari isinya. Pemahaman tentang teori belajar dan pembelajaran sangat diperlukan oleh guru agar dapat menciptakan program pembelajaran yang efektif dan efisien. Faktor-faktor apa saja yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kualitas bahan ajar cetak Teori 8elajar dan Pembelajaran (MKDK4004). teori pembelajaran pada dasarnya lebih bersifat preskriptif. Penilaian terhadap bahan ajar Teori 8elajar dan Pembelajaran (MKDK 4004) dilakukan untuk memperoleh informasi tentang faktor-faktor yang dapat diperbaiki dalam bahan ajar. yaitu memberikan resep dan aturan yang dapat digunakan untuk meningkatkan makna pembelajaran. penilaian juga akan dilakukan terhadap substansi bahan ajar. Apakah strategi dan media dalam bahan ajar cetak Teori 8elajar dan Pembelajaran (MKDK4004) dapat membantu proses belajar mahasiswa? 3 . belajar yang meliputi: behavioristik. Apakah bahan ajar cetak Teori 8elajar dan Pembelajaran (MKDK4004) dapat membantu mahasiswa dalam memahami isi dan materi perkuliahan yang terdapat di dalamnya? 3. Masalah Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat eftsiensi dan efektifitas bahan ajar Teori 8elajar dan Pembelajaran (MKDK 4004) dalam menyampaikan materi atau isi perkuliahan kepada mahasiswa selain terhadap metode penyampaian.UT. Mata kuliah Teori 8elajar dan Pembelajaran berisi kognitivisme. 2. Teori belajar menjelaskan tentang bagaimana individu belajar untuk mencapai kompetensi yang diperlukan. Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk menilai kualitas bahan ajar cetak yang digunakan dalam program SPJJ . Teori belajar merupakan pengetahuan yang bersifat deskriptif. Pertanyaan penelitian yang diajukan dalam penelitian ini adalah: 1. pembahasan tentang teori dan humanistik. baik isi maupun strategi penyampaian. 8erbeda dengan teori belajar. B.

Evaluasi bahan ajar meliputi: (1) isi atau materi perkuliahan yang terdapat dalam bahan ajar. dan tampilan fisik akan digunakan untuk memperbaiki kualitas bahan ajar Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK4004) secara keseluruhan. Hasil evaluasi yang mencakup kualitas substansi atau materi. Hasil penelitian akan digunakan untuk mengembangkan bahan ajar Teori Belajar dan Pembelajaran agar lebih efektif dan efisien untuk digunakan sebagai sarana penyampai substansi mata kuliah dalam sistem pendidikan jarak jauh. dan (3) daya tarik bahan ajar untuk dipelajari oleh mahasiswa. Manfaat Penelitian Penelitian ini akan bermanfaat untuk memperoleh masukan yang diperlukan untuk memperbaiki kualitas bahan ajar yang digunakan dalam SPJJ. 4 . pemanfaatan metode dan strategi instruksional. Bahan ajar cetak yang akan dievaluasi adalah bahan ajar yang menyampaikan materi perkuliahan tentang Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK4004). C. Apakah desain dan ilustrasi dalam bahan ajar cetak Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK4004) dapat membantu meningkatkan motivasi belajar mahasiswa? c. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap bahan ajar cetak yang digunakan dalam sistem pembelajaran jarak jauh seperti yang dilakukan oleh UT.4. (2) strategi atau metode pembelajaran yang digunakan untuk menyampaikan isi atau substansi perkuliahan.

bahan ajar juga senantiasa digunakan untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang bersifat perbaikan (remedial) dan pengayaan (enrichment). Bahan ajar ini sengaja didesain untuk keperluan pembelajaran jarak jauh. sangat bergantung kepada ketersediaan bahan ajar. Bahan Ajar dalam SPJJ Bahan ajar memiliki peran penting dalam penyelenggaraan program Sistem Pendidikan Jarak Jauh (SPJJ) mengingat mahasiswa pada umumnya memiliki kontak dengan instruktur yang relatif lebih sedikit jika dibandingkan dengan mahasiswa yang mengikuti program pendidikan konvensional. Selain digunakan sebagai sarana untuk melakukan kegiatan belajar. Smaldino dan kawan-kawan (2006) mengemukakan beberapa jenis bahan ajar yang dapat digunakan dalam penyelenggaraan program SPJJ yaitu: • • • • • Bahan ajar cetak (hand out.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Ada beberapa jenis media dan teknologi yang dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk menyampaikan materi/isi program perkuliahan dari instrukturl tutor kepada mahasiswa. dengan kata lain. dan bahan bacaan suplemen) Bahan ajar audio visual (program audio dan video) Bahan ajar berbasis komputer (bahan ajar on-line) Kit (bahan percobaan di laboratorioum) Bahan pustaka (referensi dan dokumen pustaka) Verduin dan Clark (2004) berpandangan bahwa media cetak merupakan media yang utama dalam penyelenggaraan program SPJJ dan akan terus berlangsung sampai masa yang akan datang. Kegiatan belajar mahasiswa SPJJ. modul. 2001). Bahan ajar tersebut biasanya didesain dalam bentuk paket-paket pembelajaran (Rowntree. Bahan ajar atau instructional material dapat dimaknai sebagai bahan yang berisi informasi dan pengetahuan yang dapat digunakan oleh siswa untuk melakukan proses belajar dalam mencapai kompetensi spesifik. Hal ini disebabkan bahan ajar 5 .

penggunaan dikombinasikan bahan ajar cetak akan lebih efektif jika penggunaannya dengan jenis media lain.cetak mudah digunakan. Bahan ajar dalam program SPJJ harus dapat mewakili kehadiran instruktur/tutor dalam aktivitas pembelajaran. Faktor-faktor umum yang perlu dipertimbangkan dalam merancang bahan ajar agar dapat digunakan dalam program SPJJ meliputi: isi atau materi.15). bahan ajar sarana interaksi pembelajaran antara siswa sebagai dengan siswa lain yang mengikuti program SPJJ. metode dan strategi pembelajaran. Bahan ajar cetak yang digunakan dalam program SPJJ sengaja dirancang agar dapat digunakan oleh mahasiswa dalam menempuh proses pembelajaran secara mandiri. Menurut Keegan (1990) pemilihan bahan ajar cetak sebagai sarana utama yang digunakan untuk mengkomunikasikan materi pelajaran didasarkan pada beberapa keunggulan yang dimiliki oleh bahan ajar cetak yaitu: • • • • • • • • • Sudah dikenal dan digunakan sejak lama Memudahkan penggunanya mengatur kecepatan belajar Memudahkan pemakainya memilih bagian atau segmen yang akan dipelajari (random access) Distribusi dan penggunaannya tidak memerlukan jadual khusus Penggunaannya tidak memerlukan peralatan dan fasilitas Biaya produksi dan penggandaan relatif murah Dapat memuat banyak informasi dan pengetahuan untuk dipelajari Mudah direvisi dengan menggunakan desktop publishing Ukurannya dapat diperkecil sehingga dapat menghemat tempat untuk penyimpanan (p. 6 . tata letak. Bahan ajar juga digunakan sebagai sarana interaksi pembelajaran instruktur/tutor antara dengan siswa. Penggunaan dapat mengakses bahan ajar dalam program SPJJ memungkinkan isi dari semua materi yang terdapat mahasiswa Hal ini didalamnya. sudah dikenal secara luas dan mudah dibawa. Hal penting yang perlu diperhatikan media cetak yang efektif memerlukan keterampilan dan adalah penggunaan kemampuan orang yang menulisnya. Selain itu. Selain sebagai sarana interaksi pembelajaran juga dapat digunakan antara instruktur/tutor dengan siswa. bahasa. Dengan menggunakan bahan ajar siswa dapat mendiskusikan isi atau materi perkuliahan dengan siswa-siswa lain yang mengikuti program SPJJ. struktur.

synthesis Mendorong terjadinya proses belajar / stimulation Bervariasi dalam penyampaian . Unit-unit yang berisi materi pelajaran yang tersusun secara sistematik akan membantu proses belajar siswa. Tujuan pembe/ajaran yang je/as Bahan ajar yang digunakan tujuan pembelajaran dalam program SPJJ perlu mencantumkan yang perlu dicapai oleh siswa setelah melakukan proses belajar. Tujuan pembelajaran 7 . planned activities Lengkap' complete Memiliki pengulangan . variety Memungkinkan siswa melakukan adaptasi .ended Memiliki umpan balik z feedback Memiliki evaluasi yang kontinyu . Bahan ajar yang memiliki tujuan pembelajaran yang terumuskan dengan jelas akan memberi kemungkinan baik bagi instruktur maupun mahasiswa untuk dapat melakukan kegiatan belajar yang efektif dan efisien. Menurut Rowntree (2001) pengembangan perlu mempertimbangkan ajar SPJJ sebagai berikut: • • • • • • • • • • • • Struktur yang baik . bahan ajar yang tidak tersusun dan terorganisasi dengan baik akan membingungkan mahasiswa dalam menempuh proses belajar. continuous evaluation bahan ajar pad a program SPJJ prinsip-prinsip pengembangan dan karakteristik bahan Struktur yang baik Pengorganisasian isi atau materi perkuliahan dalam bahan ajar SPJJ harus dengan jelas. good structure Tujuan pembelajaran yang jelas . mengetahui dengan jelas bagian atau unit yang sedang dipelajari. repetition Memungkinkan siswa melakukan sintesis terhadap materi pelajaran . clear objectives Tersusun dalam unit-unit pembelajaran yang kecil' small units Melibatkan siswa dalam proses pembelajaran .dilakukan untuk memperoleh kompetensi yang diinginkan. secara Bagian-bagian materi yang terdapat Siswa perlu tesusun atau terstruktur didalamnya harus terangkai sistematik dan konsisten. Akses terhadap bahan ajar merupakan hal yang penting bagi kegiatan belajar mahasiswa yang mengikuti program SPJJ. Hal ini disebabkan bahan ajar mempunyai peran yang sangat penting yaitu sebagai pengganti tugas pembelajaran yang dilaksanakan oleh instruktur atau tutor. open . Sebaliknya.

Contoh aktivitas yang direncanakan dalam bahan ajar SPJJ yaitu anjuran untuk melakukan diskusi dengan sejawat dalam mempelajari konsep-konsep dan materi pembelajaran spesifik yang terdapat dalam bahan ajar. Me/ibatkan siswa da/am proses pembe/ajaran Bahan ajar yang digunakan dalam penyelenggaraan program SPJJ harus dapat memberi kesempatan bagi siswa untuk melakukan kegiatan dan berlatih dalam menerapkan konsep-konsep yang sedang dipelajari. Strategi lain yang dapat digunakan untuk dapat melibatkan siswa dalam proses pembelajaran adalah pemberian tugas yang bertujuan agar siswa mampu menggali atau mengeksplorasi sumber belajar lain yang dapat mendukung pemahaman terhadap konsep-konsep yang sedang dipelajari. Siswa dapat membuat keputusan untuk menghentikan atau melanjutkan proses belajar sesuai dengan kebutuhan. Berisi informasi dan pengetahuan yang /engkap Bahan ajar yang digunakan dalam program SPJJ harus dapat memuat materi atau isi pelajaran secara lengkap. Pertanyaan-pertanyaan kritis yang diajukan dalam bahan ajar juga akan memicu keterlibatan siswa secara mental dengan konsep-konsep yang dipelajari. 8 . Penyajian materi tersusun da/am unit-unit pembe/ajaran yang keci/ Penyajian materi atau isi perkuliahan dalam bahan ajar SPJJ perlu dipecah menjadi unit-unit kecil. tapi juga berisi petunjuk tentang bagaimana siswa harus menempuh proses belajar secara efektif dan efisien.berisi deskripsi atau uraian tentang kemampuan atau kompetensi yang perlu dimiliki oleh siswa setelah menempuh proses pembelajaran. Bahan ajar SPJJ tidak hanya berisi uraian materi secara lengkap. Konsep-konsep dan pengetahuan yang diajarkan harus dapat dipelajari secara utuh oleh mahasiswa. Unit-unit pembelajaran tersebut dirancang agar memiliki saling keterkaitan satu sarna lain. Penyusunan struktur seperti ini akan memudahkan siswa untuk mempelajari materi perkuliahan secara bertahap dan sistematik. Penyajian materi atau isi perkuliahan dalam susunan unit-unit pembelajaran yang kecil akan dapat membantu siswa melakukan otonomi dalam proses belajar.

Pengulangan konsep yang terdapat dalam bahan ajar bertujuan untuk memudahkan mahasiswa dalam mengingat dan memahami konsep .konsep yang terdapat dalam bahan ajar akan memudahkan siswa untuk melakukan sintesis terhadap isi atau materi perkuliahan yang telah dipelajari. Integrasi konsep . Penggunaan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti serta ungkapan . Mendorong terciptanya proses be/ajar Penulisan materi bahan ajar perlu dilakukan secara sistematik dengan menggunakan format yang menarik. tes. Menyampaikan informasi da/am format yang bervariasi Materi dan informasi yang ditulis dalam bahan ajar perlu dikemukakan dan disampaikan dalam format yang bervariasi. Pengulangan pembahasan konsep dalam bahan ajar SPJJ perlu dilakukan dengan cara yang bervariasi.konsep yang sulit dipelajari. Penggunaan ungkapan dan bahasa yang variatif dapat menarik minat dan meningkatkan perhatian siswa terhadap konsep . Penggunaan ilustrasi dalam bentuk 9 . 2006) Konsep-konsep atau gagasan penting yang diungkapkan dalam bahan ajar SPJJ harus dapat dikaitkan satu sama lain agar menjadi suatu pemahaman yang utuh. dan umpan balik.Memberi kesempatan untuk me/akukan pengu/angan Konsep-konsep sulit yang dipelajari biasanya memerlukan repetisi atau pengulangan agar dapat membantu dalam mengatasi keterbatasan daya ingat atau memori siswa.konsep yang dipelajari. Memberi kemungkinan bagi siswa untuk me/akukan sintesis Sintesis adalah kemampuan untuk menggabungkan elemen-elemen informasi dan pengetahuan yang telah dipelajari menjadi konsep yang baru dan orisinal (Cruickshank. Hal ini akan dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih giat dalam menempuh proses belajar. Bahan ajar pada program SPJJ perlu dilengkapi dengan bentuk latihan. Hal ini diharapkan akan mendorong mahasiswa untuk melakukan proses belajar secara berkesinambungan.ungkapan motivasi yang tepat akan dapat membantu siswa dalam menempuh proses belajar. Penggunaan tata letak atau layout dan ilustrasi gambar yang terkait dengan informasi dan pengetahuan yang disampaikan juga akan membantu terciptanya proses belajar.

Fungsi bahan ajar yang seharusnya dalam penyelenggaraan program SPJJ yaitu sarna seperti peran yang dimiliki oleh guru atau instruktur dalam situasi pembelajaran yang bersifat konvensional. Hal yang perlu diperhatikan adalah tugas-tugas yang diberikan harus terkait dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang harus dicapai oleh mahasiswa. Hal ini sesuai dengan pandangan yang dikemukakan oleh Moore dan Kearsley (1996) tentang fungsi 10 . bagan.tugas. contoh dan masalah yang tertuang dalam bahan ajar harus ditulis dalam bentuk open . Siswa perlu memperoleh umpan balik dari tugas . Memungkinkan siswa untuk melakukan adaptasi Tugas . dan tabel tidak hanya digunakan sebagai unsur estetika semata. Evaluasi dilakukan untuk menilai kekuatan . Pemberian umpan balik juga akan membantu siswa untuk memeriksa kemajuan belajar atau learning progress yang telah mereka tempuh. Dengan informasi tentang kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh suatu nahan ajar untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensinya dalam mengkomunikasikan isi atau materi pelajaran. skema. Siswa dapat belajar secara kontinyu atau menghentikan kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan. Memberikan umpan balik Umpan balik dapat dimaknai sebagai pemberian informasi tentang kegiatan dan hasil belajar yang telah ditempuh oleh siswa.kekuatan (strengths) dan kelemahan-kelemahan (weaknesses) yang terdapat dalam bahan ajar tersebut.gambar. diagram. Memiliki evaluasi yang kontinyu Semua komponen yang terdapat dalam bahan ajar SPJJ perlu dievaluasi secara berkesinambungan dengan menggunakan berbagai metode evaluasi.tugas (assignment) yang telah mereka kerjakan.ended. Umpan balik dapat digunakan sebagai bahan refleksi dalam menempuh proses pembelajaran. tapi harus menjadi bagian integral dari pengetahuan dan informasi yang dipelajari. Bahan ajar yang digunakan dalam program SPJJ memiliki peran yang sangat besar. Cara seperti ini akan memberi kemungkinan bagi siswa untuk beradaptasi dengan materi yang sedang dipelajari.

Melalui kerja tim.bahan ajar dalam penyelenggaraan program SPJJ yaitu: ". (8) mengajukan pertanyaan. ) Untuk dapat berfungsi sebagai pengganti guru dalam program pembelajaran reguler. (3) mendorong mahasiswa menggunakan atau mengaplikasikan materi yang telah dipelajari. (11) memberi pengayaan dan remedial.. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk menjamin kuialitas bahan ajar. Setiap anggota tim harus memberikan kontribusi sesuai dengan keahlian yang dimiliki.. Pengembangan bahan ajar untuk keperluan PJJ perlu melibatkan orang-orang dengan keahlian spesifik yaitu: penulis. (10) menilai pencapaian hasil belajar. (7) mengingatkan. ahli media dan illustrator. (2) menarik dan memotivasi untuk dipelajari. Selain proses pengembangan yang dilakukan secara tim bahan ajar dalam program SPJJ juga perlu dievaluasi secara berkala. ahli desain pembelajaran. bahan ajar yang digunakan dalam program SPJJ harus mempunyai peran sebagai berikut: (1) membimbing... Proses pengembangan bahan ajar pada program SPJJ perlu dilakukan secara tim. (2) memotivasi. (9) mendiskusikan alternatif jawaban. ahli materio atau subject matter expert. Rowntree (2001) mengemukakan criteria bahan ajar yang berkualitas yaitu sebagai berikut: (1) membantu siswa memahami materi yang terdapat didalamnya. Bahan ajar dalam program Pendidikan Jarak Jauh harus dapat menjalankan fungsi-fungsi seperti yang dilakukan oleh guru pada program pendidikan yang diselenggarakan secara reguler. (5) menjelaskan. (3) membangkitkan minat belajar: (4) menguraikan secara terperinci. 1996). 11 .ajar siswa." (p. (6) memprovokasi. bahan ajar SPJJ yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan dampak yang optimum terhadap proses bel.. (Moore dan Kearsley. Pengembangan dan evaluasi bahan ajar perlu dilakukan secara kontinyu agar bahan ajar yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi yang optimal terhadap proses belajar siswa.

Ketiga teori belajar diatas sangat dominan untuk digunakan dalam mempelajaritentang proses belajar yang terjadi dalam diri seseorang. Teori belajar behavioristik menjelaskan tentang peranan faktor eksternal dan dampaknya terhadap perubahan perilaku seseorang. Teori belajar yang berisi prinsip-prinsip komprehensif tentang bagaimana individu melakukan proses belajar telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap bidang desain sistem pembelajaran. Teori Belajar dan Pembelajaran Mata kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK4004) yang akan dievaluasi dalam penelitian ini sangat diperlukan oleh partisipan yang mengikuti program PJJ di Universitas Terbuka. Secara umum ada tiga teori belajar yang telah dikenal secara luas yaitu: teori belajar behavioristik. belajar adalah pemberian tanggapan atau respons terhadap stimulus yang dihadirkan. Teori belajar perlu difahami agar perancang atau desainer program pembelajaran dapat merancang proses pembelajaran yang efektif. Menurut penganut teori belajar behavioristik. Teori-teori belajar yang bersifat penjelasan atau deskriptif.B. Ketiga teori belajar ini memiliki fokus dan pandangan yang berbeda tentang belajar. dapat dijadikan sebagai bahan rujukan atau referensi untuk memahami proses belajar secara lebih baik. Teori belajar juga menjelaskan tentang bagaimana individu belajar dan cara yang perlu ditempuh untuk memperoleh pengetahuan baru. Pemahaman yang baik tentang teori-teo ri belajar dapat digunakan sebagai dasar untuk menciptakan kegiatan pembelajaranseperti yang diharapkan. Pemahaman tentang teori belajar dan pembelajaran sangat diperlukan oleh guru agar dapat menciptakan program pembelajaranyang efektif dan efisien. teori belajar kognitif. Teori belajar berisi serangkaian prinsip yang telah terorganisasi yang menjelaskan tentang bagaimana individu belajar dan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang baru. 12 . efisien dan menarik. dan teori belajar humanistik. Belajar dapat dianggap efektif apabila individu mampu memperlihatkan sebuah perilaku baru yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dalam pandangan teori belajar kognitif siswa adalah individu yang aktif mempelajari ilmu pengetahuan. Pavlov dengan teori dan B. Tokoh . mengingat dan memecahkan masalah. dan menggunakan pengetahuan. determinasi diri dan pertumbuhan individu. dengan teori connectionism. Teori belajar humanistik menggunakan pendekatan motivasi yang menekankan pada kebebasan personal. Dalam menempuh proses pembelajaran siswa tidak hanya sekedar bersifat pasif dalam menerima pengetahuan. Hal ini sesuai dengan pendapat Woolfolk (2004) yang mengemukakan bahwa teori belajar kognitif sebagai pendekatan umum yang memandang belajar sebagai proses mental aktif untuk memperoleh. Konsep penting yang dikemukakan dalam teori belajar kognitif adalah adanya pemrosesan informasi (information processing) yang menjelaskan tentang aktivitas pikiran individu dalam menerima. Siswa mencari informasi untuk mengatasi masalah yang dihadapi dan menyusun pengetahuan tersebut untuk memperoleh sebuah pemahaman baru (new insight) terhadap masalah yang sedang dihadapi. Thorndike classical conditioning. Teori belajar kognitif mempelajari model dan proses mental seperti berfikir. dan "punishmenf' yang digunakan dalam Konsep penting yang dapat disimpulkan dari ketiga teori belajar perilaku ini adalah adanya konsep "reward' Teori belajar kognitif mengukuhkan perilaku spesifik yang merupakan hasil belajar. mengingat. 13 . penentuan pilihan. berpandangan bahwa belajar merupakan proses mental aktif untuk memperoleh. dan menggunakan informasi dan pengetahuan. menyimpan dan menggunakan informasi yang dipelajari.Hasil dari proses belajar menurut penganut teori belajar behavioristik yaitu berupa perilaku yang dapat diukur (measurable) dan diamati (observable). Teori belajar humanistik berpandangan bahwa peristiwa belajar yang ada saat ini lebih banyak ditekankan pada aspek kognitif semata.F. Skinner dengan teori operant conditioning. mengingat. Proses belajar dilaksanakan dengan cara menciptakan kondisi yang dapat memberi kemungkinan bagi individu untuk mendemonstrasikan sebuah perilaku dalam jangka waktu yang relatif lama.tokoh peneliti dalam rumpun teori belajar perilaku antara lain: Edward L.

14 . Setelah mempelajari mata kuliah Teori 8elajar dan Pembelajaran (MKDK4004) mahasiswa diharapkan akan mampu menerapkan berbagai teori belajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran. Tugas utama seorang pendidik adalah membantu individu agar berkembang secara sehat dan sesuai dengan potensi yang dimilikinya.sementara aspek afektif dan psikomotor menjadi sangat terabaikan. Menurut penganut teori belajar humanistik setiap anak merupakan individu yang unik yang memiliki perasaan dan gagasan yang bersifat orisinal. Mata kuliah ini wajib diambil oleh seluruh mahasiswa di lingkungan FKIP Universitas Terbuka.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. strategi atau metode pembelajaran yang digunakan untuk menyampaikan isi atau substansi perkuliahan. Secara spesifik penilaian komponen-komponen bahan ajar cetak pada mata kuliah Teori 8elajar dan Pembelajaran (MKDK4004) oleh Moore dan Kearsley (1996) yang meliputi: Struktur penyajian yang sistematik Tujuan pembelajaran yang jelas Penggunaan konsep "small unif' Upaya melibatkan siswa dalam proses belajar Kelengkapan substansi Adanya repetisi/pengulangan Kemungkinan siswa menggunakan kemampuan berfikir tingkat tinggi Stimulasi proses belajar Penggunaan narasi penyampaian Pemberian umpan balik dan akan difokuskan pada beberapa faktor penting dalam bahan ajar jarak jauh seperti yang dikemukakan 15 . Hasil penilaian terhadap unsur-unsur bahan ajar tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kualitas bahan ajar baik dari segi substansi maupun strategi penyampaian. Evaluasi bahan ajar yang dilakukan dalam penelitian ini akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan ahli materi (subject matter expert). Jenis Penelitian Penelitian ini akan menggunakan pendekatan penelitian evaluasi yang dilakukan dengan menilai unsur-unsur bahan ajar mata kuliah Teori belajar dan Pembelajaran (MKDK4004). ahli desain sistem instruksional (instructional expert). daya tarik bahan ajar untuk dipelajari oleh mahasiswa. design Fokus penelitian mencakup: isi atau materi perkuliahan yang terdapat dalam bahan ajar. dan ahli ilustrasi serta desain grafis.

Faktor-faktor tampilan fisik bahan ajar meliputi. 4. penggunaan huruf dan ukuran fisik. Secara spesifik mata kuliah ini bertujuan agar mahasiswa kompeten dalam hal: 1. ilustrasi dan gambar. 2. 5. Menerapkan teori-teori kecerdasan ganda (multiple intelegences) dalam merancang pembelajaran. Topik-topik penting yang dibahas dalam mata kuliah ini mencakup Hakikat Belajar dan Pembelajaran. 6. 2 sks. penggunaan 16 . Multiple Intelegensi. Menjelaskan konsep dan implikasi teori belajar social. Tujuan mata kuiiah ini. Menerapkan konsep belajar dan pembelajaran secara komprehensif. Menerapkan prinsip dasar teori belajar behavioristik dalam proses pembelajaran. Teori BeJajar Kognitif.Evaluasi yang kontinyu Selain itu evaluasi bahan ajar Teori Belajar dan pembelajaran juga akan diarahkan pada tampilan fisik bahan ajar yang dapat mendukung proses belajar mahasiswa yang efektif dan efisien. Menerapkan pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran. Menerapkan prinsip dasar dan model teori belajar kognitif dalam pembelajaran. tata letak (layout). Mata kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK4004) membahas pengetahuan yang terkait dengan teori-teori yang digunakan dalam aktivitas pembelajaran. adalah untuk memperkuat pemahaman mahasiswa tentang bagaimana proses belajar terjadi dan bagaimana seharusnya aktivitas pembelajaran dirancang dan dilaksanakan agar dapat memfasilitasi berlangsungnya proses belajar dalam diri mahasiswa. 3.Konstruktivisme dalam Pembelajaran. Teori BeJajar Behavioristik. Konsep dan Implikasi Teori Belajar Sosial.

penempatan latihan dan lain-lain. Ahli materi akan dilibatkan untuk menilai akurasi substansi pada mata kuliah Teori 8elajar dan Pembelajaran . ahli bahasa. penulis. Instrumen penelitian Instrumen penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah checklist. Ahli desain instruksional akan berperan dalam memberi masukan tentang aspek-aspek perancangan aktivitas pembelajaran yang meliputi sistematika dan strategi penyampaian substansi atau isi bahan ajar. C.Responden Penelitian akan melibatkan sejumlah responden yang meliputi mahasiswa pengguna bahan ajar mata kuliah Teori 8elajar dan Pembelajaran (MKDK4004).modul MKDK 4004. dan ahli media. Ahli media akan bertanggung jawab untuk menilai hal-hal yang terkait dengan tampilan tisik bahan ajar seperti penggunaan tata letak. ahli materi. ilustrasi gratis. ahli desain instruksional. dan panduan wawancara. Checklist atau daftar check digunakan untuk menelaah dokumen berupa bahan ajar cetak . penggunaan font. 17 . Analisis data akan dilakukan melalui proses trianggulasi data dan informasi yang berhasil diperoleh tentang kualitas bahan ajar di lapangan. dan bahan ajar pendukungnya. kuesioner. Kuesioner dan panduan wawancara digunakan untuk memperoleh opini dari responden tentang kualitas bahan ajar berdasarkan indikator yang telah ditentukan sebelumnya.MKDK 4004.B. Ahli bahasa akan menilai aspek-aspek kebahasaan bahan ajar agar dapat dikomunikasikan secara efektif kepada pembaca atau pengguna bahan ajar.

Mei 18 . Jadual Penelitian NO KEGIATAN Penulisan proposal Kajian pustaka tentang bahan ajar spjj (tahap I) Februari Februari WAKTU 1 2 3 4 5 6 7 8 Kajian terhadap pemanfaatan Februari bahan ajar pada spjj (tahap II) Revisi .Agustus September Oktober April. validasi. dan uji coba (tahap III) Analisis data Penyusunan draf laporan Revisi laporan Penyerahan laporan Mei .Juni Juli .D.

(4) Keje/asan penulisan inforrnasi tentang kompetensi/ kemampuan yang harus 19 . Metode pengumpulan data lain yang digunakan dalam penelitian ini ahli tentang kualitas bahan ajar Teori 8elajar Pembelajaran(MKDK4004). Dalam kuesioner ini terdapat dua jenis kuesioner (A dan 8) yang digunakan untuk mengetahui kualitas bahan ajar Teori 8elajar dan Pembelajaran (MKDK4004) yang dipelajari oleh mahasiswa. mempunyai butir-butir pertanyaan sebagai berikut: (1) Kemudahan untuk memahami sistematika bahan ajar. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap butir-butir kuesioner yang dijawab oleh responden.BABIV ANALISIS OAT A Analisis data dalam penelitian evaluasi bahan ajar Teori 8elajar dan Pembelajaran (MKDK4004) ini dilakukan baik secara kualitatif dan kuantitatif. • Kuesioner A. Setiap butir pertanyaan dalam kuesioner A dan 8 saling melengkapi untuk digunakan dalam mengetahui kualitas bahan ajar Teori 8elajar dan Pembelajaran (MKDK4004). Purwokerto dan Surabaya. A. Analisis Data Kuesioner. • Analisis data terhadap kuesioner yang telah diisi oleh responden dllakukan dengan menghitung skor rata-rata (X) jawaban responden terhadap setiap butir pertanyaannyang terdapat dalam kuesioner. Responden yang mengisi kuesioner berjumlah 30 orang (n=30). 8andung. Analisis kualitatif dilakukan terhadap hasil wawancara dan pendapat ahli (expert opinion). (3) Ikon dan simbo/-simbo/ yang terdapat da/am bahan ajar cetak untuk membantu mempe/ajari isi bahan ajar cetak. Sedangkan analisis kualitatif dilakukan dengan menelaah dan mencatat masukan-masukan adalah pendapat yang diperoleh melalui proses wawancara dengan dan responden. Dalam penelitian ini responden mengisi kuesioner yang disebarkan ke UP8JJ-UT Semarang. (2) Ke/engkapan bagian-bagian bahan ajar.

(17) Keterkaitan bahan ajar untuk memahami materi pada bahan ajar cetak lain. (14) Teknik pemberian umpan balik dari tes atau tugas kuliah yang te/ah dise/esaikan. TABEL.29 2.62 2.29 2.37 20 . (12) terhadap prestasi be/ajar yang te/ah dicapai.70 2. Skor rata-rata butir pertanyaan kuesioner kualitas bahan ajar (A) NO BUTIR PERTANYAAN Kemudahan untuk memahami sistematika bahan ajar Kelengkapan bag ian-bag ian bahan ajar Penggunaan symbol dan bahan ajar KejeJasan penulisan informasi tentang kompetensi Efektivitas penjelasan tentang cara belajar yang terdapat dalam bahan ajar Susunan materi perkuliahan dalam unit-unit kegiatan beJajar Kejelasan tentang ajakan untuk meJakukan aktivitas/kegiatan belaiar mandiri Keutuhan uraian informasi dan pengetahuan yang terdapat dalam bahan ajar cetak Kesesuaian contoh-contoh terhadap konsep yang terdapat dalam bahan ajar Manfaat latihan dalam bahan ajar Panduan untuk motivasi pendalaman materi perkuliahan yang sedang dipeJajari Pemberian penghargaan terhadap prestasi belajar yang telah dicapai Variasi penjelasan konsep yang terdapat dalam bahan ajar cetak Teknik pemberian umpan balik dari tes atau tugas kuliah yang telah diselesaikan SKOR RATA-RATA (X) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 2. untuk motivasi penda/aman Pemberian penghargaan materi perkuliahan yang sedang dipe/ajari. (10) Latihan (11) Panduan representasi pengetahuan yang te/ah dipe/ajari. (16) Kesesuaian eva/uasi untuk mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi perkuliahan.16 2. (8) ten tang ajakan untuk me/akukan dan aktivitaslkegiatan be/ajar Keutuhan uraian informasi pengetahuan yang terdapat da/am bahan ajar cetak.12 2. (6) Susunan materi perkuliahan da/am unitunit kegiatan be/ajar.54 2. (15) Kecukupan pengetahuan informasi yang dapat membantu da/am menambah wawasan dan keterampilan. (5) Efektivitas penje/asan ten tang cara be/ajar yang terdapat da/am bahan ajar. (9) Kesesuaian contohcontoh terhadap merupakan konsep yang terdapat da/am bahan ajar.45 2. (13) Variasi penje/asan konsep yang terdapat da/am bahan ajar cetak.50 2.62 2.dicapai pada bahan ajar cetak.67 3. 1.00 2. (7) Keje/asan mandiri.46 2.

25 2.71 • Sedangkan kuesioner yang ke dua merupakan kuesioner skala sikap yang mengukur pendapat mahasiswa tentang pemantapan atau bahan ajar untuk mencapai kompetensi mata kuliah. Kuesioner ini mengukur faktor-faktor sebagai berikut: (1) Bahan ajar cetak yang saya pe/ajari memiliki sistematika yang mudah difahami. (15) Penje/asan konsep yang terdapat da/am bahan ajar cetak dilakukan secara bervariasi. (14) Bahan ajar cetak memberi reward terhadap prestasi be/ajar yang te/ah saya capai.46 2.15 16 17 informasi menambah Kecukupan dalam wawasan pengetahuan dan keterampilan Kesesuaian evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi perkuliahan Keterkaitan bahan ajar untuk memahami materi pad a bahan ajar cetak lain 2. unit-unit (6) Materi perkuliahan yang harus saya pe/ajari tersusun da/am be/ajar. (7) Bahan ajar cetak yang saya pe/ajari kegiatan mengandung Uraian yang ajakan untuk me/akukan aktivitaslkegiatan terdapat be/ajar mandiri. (2) Bahan ajar cetak yang saya pe/ajari memiliki bagian-bagian yang /engkap. (10 ) Uraian yang terdapat da/am bahan cetak ajar memungkinkan saya untuk mempero/eh penje/asan lain dari konsep yang sedang dipe/ajari. (16) Bahan ajar memberi kesempatan untuk 21 . (9) Uraian konsep yang terdapat da/am bahan ajar cetak disertai dengan contoh-contoh yang sesuai. (11) Bahan ajar yang saya pe/ajari memberi kesempatan materi perkuliahan pe/ajari memberi yang untuk merangkum yang te/ah saya pe/ajari: (12) Bahan ajar yang saya kesempatan te/ah untuk me/akukan (13) Bahan /atihan ajar terhadap dapat pengetahuan saya pe/ajari. (3) Ikon dan simbo/-simbo/ yang terdapat da/am bahan ajar cetak membantu saya da/am mempe/ajari isi bahan ajar cetak (4) /nformasi tentang kompetensi/kemampuan yang harus saya capai tertulis dengan je/as pada bahan ajar cetak (5) Bahan ajar cetak berisi penje/asan tentang cara be/ajar yang efektif. cetak memotivasi untuk menda/ami materi perkuliahan yang sedang saya pe/ajari. (8) saya da/am da/am bahan ajar cetak membantu memahami informasi dan pengetahuan secara utuh.

46 3.87 3. (19) Bahan ajar cetak memiliki unsur evaluasi yang berguna untuk mengetahui tingkat pemahaman saya terhadap materi perkuliahan.58 3.46 3.memilih materi perkuliahan yang ingin saya pelajari.54 3. TABEL.75 3.66 3.75 3.75 3. (17) Bahan ajar cetak memberi kesempatan untuk memperoleh umpan balik dari tes atau tugas kuliah yang telah saya selesaikan.54 3. (18) Bahan ajar cetak memuat infonnasi yang dapat membantu dalam menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan saya. (20) Bahan ajar cetak yang saya pelajari membantu saya dalam memahami materi pada bahan ajar cetak atau modullain.21 3.71 dari tes atau tugas kuliah 22 .42 3.75 3.87 3. Skor rata-rata butir pertanyaan kuesioner kualitas bahan ajar (B) NO BUTIR PERTANY AAN SKOR RATA-RATA (X) 1 2 3 4 5 Sistematika bahan ajar Kelengkapan unit-unit bahan ajar Penggunaan ikon dan simbol Informasi tentang kompetensi yang kan dicapai Penjelasan strategi belajar Pengunaan unit-unit bahan ajar Ajakan untuk aktif dalam kegiatan belajar Kejelasan uraian Penggunaan contoh-contoh Kemungkinan untuk mendapat penjelasan lain 3.42 3. 2.62 yang sedang 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Kesempatan untuk merangkum materi perkuliahan Kesempatan untuk melakukan latihan Memotivasi dipelajari Memberi reward terhadap prestasi belajar Memiliki variasi penjelasan konsep memberi kesempatan untuk memilih materi perkuliahan Memberi kesempatan untuk memperoleh umpan balik untuk mendalami materi 3.

(5) ajakan untuk melibatkan mahasiswa da/am me/akukan proses be/ajar. (9) kualitas tes formatif untuk mengukur pemahaman mahasiswa. (7) kesesuaian contoh dengan konsep yang dije/askan.58 menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan 19 Memiliki unsur evaluasi yang berguna untuk mengetahui tingkat pemahaman 20 membantu saya dalam memahami materi pad a bahan ajar cetak atau modul lain B. (6) penggunaan contoh untuk memperje/as konsep. 23 . (4) sistematika isilmateri. (11) penulisan referensi atau bahan pustaka atau internet yang baku. (3) keje/asan uraian atau konsep yang terdapat di da/am bahan ajar. Tujuan dari langkah ini adalah untuk mengetahui tingkat akurasi dan kebaruan (nove/ty) isi materi mata kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK4004) dan juga pemanfaatan faktor-faktor desain pembelajaran atau instruksional desain untuk memfasilitasi terjadinya proses belajar dalam diri mahasiswa.18 Memuat informasi yang dapat membantu dalam 3. (10) pemberian umpan ba/ik untuk meningkatkan aktivitas be/ajar. Pendapat Ahli Buku Materi pokok mata kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran(MKDK4004) ini dievaluasi oleh ahli materi dan juga ahli instruksional untuk melengkapi informasi tentang kualitas bahan ajar yang telah diperoleh dari responden yang mengisi kusioner. Butir-butir pertanyaan yang terdapat dalam panduan wawancara (interview guide) yang perlu dijawab oleh ahli materi dan desain pembelajaran meliputi: (1) keje/asan isi materi. (2) keje/asan isi dengan materi atau tujuan yang akan dicapai.87 3. Untuk memperoleh Informasi tentang kualitas bahan ajar dilakukan wawancara dengan ahli materi (content expert) dan ahli desain instruksional.83 3. (8) pemberian /atihan untuk membantu siswa memahami konsep yang dije/askan.

Ketiga teori belajar ini sangat diperlukan oleh mahasiswa S1 PG-PAUD untuk memahami tentang bagaimana proses belajar berlangsung dalam diri individu. 1.Wawancara dengan ahli dalam hal ini juga dilakukan untuk mengetahui keunggulan dan keterbatasan yang terdapat di dalam bahan ajar mata kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK4004). Berikut merupakan hasil wawancara yang dilakukan terhadap ahli materi dan desain pembelajaran tentang kualitas bahan ajar mata kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK4004). konstruktivisme. Kejelasan isi dengan materi atau tujuan yang akan dicapai: Tujuan penerapan (pada peta kompetensi) belum didukung dengan pada setiap pendahuluan modul. konstruktivisme. Modul 1 yang merupakan pengantar bagi mahasiswa untuk mengetahui konsep dasar tentang belajar dan pembelajaran sebaiknya sudah memasukkan pengetahuan awal atau overview tentang tiga kelompok utama teori belajar yang mencakup tentang behaviorisme. Informasi tentang keunggulan dan keterbatasan bahan ajar akan dapat dijadikan sebagai dasar untuk memperbaiki kualitas bahan ajar agar dapat lebih memfasilitasi proses belajar mahasiswa. 2. Kejelasan isi/materi: Modul 1 belum memberi overview teori-teori belajar behaviorisme. 24 . Dengan mengetahui kompetensi yang perlu dicapai. mahasiswa termotivasi untuk melakukan proses belajar untuk mencapai kompetensi tersebut. lsi materi kecukupan tujuan/kompetensi yang terdapat dalam modul sebaiknya perlu disesuaikan dengan kompetensi yang akan dicapai setelah mahasiswa melakukan proses belajar dengan bahan ajar Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK4004). dan post modern/informal. kognitivisme. kognitivisme.

5. Keberurutan isi/materi: Pada dasarnya keseluruhan isi atau materi yang terdapat dalam bahan ajar sudah sistematik dan membantu siswa untuk mempelajari isil materi secara keseluruhan. Ajakan keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar (pemanfaatan sumber belajar penunjang): Secara umum bahan ajar Teori 8elajar dan Pembelajaran (MKDK4004) ini kurang memanfaatkan strategi untuk mengajak mahasiswa melakukan proses inquiri refleksi atau menggali materi perkuliahan yang dipelajari dan melakukan terhadap materi perkuliahan. presentasi. Namun demikian pada dasarnya materi yang terdapat dalam mata kuliah ini sudah cukup jelas untuk dipelajari oleh mahasiswa. 6. untuk melakukan unjuk kompetensi kurang dilakukan secara optimal dalam bahan ajar ini. 4. simulasi. Penggunaan contoh untuk memperjelas konsep: Penggunaan contoh-contoh untuk memperjelas konsep yang terdapat dalam bahan ajar ini perlu ditambahkan agar dapat membantu mahasiswa dalam memahami konsep belajar dan pembelajaran secara lebih baik. Ajakan kepada mahasiswa untuk mencari sumber belajar lain seperti buku referensi dan jaringan internet kurang diimplementasikan dalam strategi pembelajaran pada bahan ajar ini. Kejelasan uraian konsep memudahkan untuk dipahami: Uraian konsep dan materi yang terdapat dalam bahan ajar Teori 8elajar dan Pembelajaran (MKDK4004) ini perlu ditambah dengan bagian yang menjelaskan tentang teori-teori belajar (3 teori atau 4 teori besar atau ratusan teori-teori penting turunannya). Dengan kata lain ajakan untuk melakukan diskusi. Sistematika bahan ajar yang terdapat dalam bahan ajar ini mengikuti standar penulisan sistematika bahan ajar yang dikemukakan oleh Universitas Terbuka.3. Penggunaan 25 .

26 . Tes formatif sebaiknya mampu mengukur kemampuan mahasiswa dalam mempelajari konsep-konsep esensial yang diungkapkan dalam mata kuliah ini. Sebaiknya latihan yang diberikan kepada mahasiswa lebih bersifat kasus yang dapat memberi kemungkinan kepada mahasiswa untuk berlatih menerapkan konsep-konsep yang dipelajari. 7. Namun demikian. Melalui tes formatif mahasiswa dapat melakukan refleksi tentang kemajuan belajar yang telah ditempuh dalam mempelajari mata kuliah Teori 8elajar dan Pembelajaran (MKDK4004). 8. diperlukan adanya ditambahkan dengan contoh-contoh lain yang relevan dengan konsep-konsep yang dijelaskan dalam bahan ajar.contoh dan juga non contoh dalam bahan ajar cetak atau modul pada sistem belajar jarak jauh akan membantu siswa dalam melakukan implementasi pengetahuan yang dipelajari dalam situasi riil. Latihan yang diberikan dalam bahan ajar ini sebaiknya bersifat aktivitas misalnya intelektual seperti: menulis. Kesesuaian contoh dengan konsep yang dijelaskan: Contoh-contoh yang terdapat dalam bahan ajar ini pada dasarnya sudah sesuai dengan konsep yang perlu dipelajari oleh mahasiswa. menjelaskan kepada teman atau diskusi tentang isi atau materi perkuliahan yang dipelajari. Pemberian latihan untuk membantu siswa memahami konsep yang telah dijelaskan: Latihan yang diberikan dalam modul ini pada umumnya terlalu bersifat menghafal dan seringkali tumpang tindih dengan tes formatif. Kualitas tes formatif untuk mengukur pemahaman mahasiswa: Kualitas tes formatif pada dasarnya cukup memadai untuk digunakan sebagai bahan refleksi mahasiswa dalam melakukan aktivitas pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar atau modul Teori 8elajar dan Pembelajaran (MKDK4004). 9.

Ganjaran atau reward perlu diberikan kepada mahasiswa yang mencapai prestasi dalam melakukan proses belajar. Constructivism Tujuan penerapan (pada peta kompetensi) beJum didukung dengan kecukupan tujuanlkompetensi pada setiap pendahuluan modul Perlu ada bagan tentang teori-teori belajar (3 teori atau 4 teori besar dan ratusan teori-teori penting turunannya: Behaviorism. Penulisan referensi/bahan pustaka/internet yang baku: Penulisan referensi/bahan pustaka dalam bahan ajar Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK4004) belum ditulis secara berurutan seperti lazimnya penulisan referensi dan bahan pustaka. Pemberian umpan balik untuk meningkatkan aktivitas belajar: Umpan balik yang digunakan dalam bahan ajar ini sangat bersifat standar dan bersifat monoton. 4. Pemberian umpan balik yang terdapat dalam modul ini sebaiknya bersifat orisinil yang dapat meningkatkan motivasi belajar pada mahasiswa. Constructivism dan post modern/informal) Pada dasarnya keseluruhan iSi atau materi yang terdapat dalam bahan ajar sudah sistematik dan membantu siswa untuk mempelajar. Keberurutan isi/materi 5. KOMPONEN YANG DINILAI URAIAN/DESKRIPSI HASIL PENILAIAN 1. Cognitivism. isilmateri secara keseluruhan Ajakan Inquiri (sampai refleksi) kurang. Ajakan cari 27 .10. 11. presentasi. Bahan ajar ini tidak menggunakan rujukan yang bersumber dari jaringan internet. Hasil wawancara ahli materi dan desain pembelajaran NO. 3. Ajakan keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar (pemanfaatan Modul1 belum memberi overview teori-teori belajar Behaviorism. Ajakan diskusi. Hasil wawancara yang dilakukan dengan ahli materi dan juga desain pembelajaran secara ringkas dapat dilihat dalam tabel berikut: TABEL 3. simulasi. Selain itu mahasiswa juga perlu diberikan advis untuk melakukan remedial dalam menempuh proses belajar apabila mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep yang dipelajari. kurang. Kejelasan isi/materi Kesesuaian isi/materi dengan tujuan yang perlu dicapai oleh siswa Kejelasan uraian konsep memudahkan untuk dipahami 2. Cognitivism.

8. internet) kurang Penomoran gam bar perlu diperhatikan (hal 3. Latihan berikan yang bersifat aktivitas misal: menu lis.6. 11.33 Contoh aplikasi perlu diperkaya Latihan ada yang terlalu hafalan. sumber belajar penunjang) Penggunaan contoh untuk memperielas konsep Kesesuaian contoh dengan konsep yang dijelaskan Pemberian latihan untuk membantu siswa memahami konsep yang telah dijelaskan Kualitas tes formatif untuk mengukur pemahaman mahasiswa Pemberian umpan balik untuk meningkatkan aktivitas belajar Penulisan referensi/bahan pustakalinternet yang baku sumber lain_{buku.43) belum ada sumber internet 28 . menjelaskan kepada ternan atau diskusi Cukup memadai untuk digunakan sebagai bahan refleksi mahasiswa dalam melakukan aktivitas pembelajaran dengan modul Umpan balik sangat bersifat standard dan bersifat monoton Belum urut alphabet (haI.6. 5.33) perlu direvisi gam bar halaman 3. 7.38. 9. 10.47.2.

31 . 7. Tes formatif perlu dirancang agar mahasiswa dapat melakukan refleksi tentang kemajuan belajar yang telah ditempuh dalam mempelajari mata kuliah Teori 8elajar dan Pembelajaran (MKDK4004). kesulitan dalam memahami konsep-konsep yang Referensi atau bahan pustaka dalam bahan ajar atau modul ini belum ditulis secara berurutan seperti lazimnya penulisan referensi dan bahan pustaka. 8. Ganjaran atau reward perlu diberikan kepada mahasiswa yang mencapai prestasi dalam melakukan proses belajar. Latihan yang diberikan kepada mahasiswa sebaiknya lebih bersifat kasus yang dapat memberi kemungkinan kepada mahasiswa untuk berlatih menerapkan konsep-konsep yang dipelajari.tentang isi atau materi perkuliahan yang dipelajari. Selain itu mahasiswa juga perlu diberikan advis untuk melakukan remedial dalam menempuh proses belajar apabila mengalami dipelajari. Tes formatif yang terdapat dalam bahan ajar ini sebaiknya dirancang agar mampu mengukur kemampuan mahasiswa dalam mempelajari konsepkonsep esensial yang diungkapkan dalam mata kuiiah ini. 9. Hal ini perlu dilakukan agar dapat membantu mahasiswa dalam melakukan pendalaman terhadap materi atau konsep-konsep yang terdapat di dalam bahan ajar.

Jonassen. New York: Routledge. P. P. New York: Macmillan Library Reference. USA: Open University Press. London: Kogan Page 1999. M. (2006) Strategies for Sustainable Open and Distance Learning: World review of DE and Open Learning. The Design. Illinois: Charles C. (1996). Ltd. (ed). J. Koumi. Hodgson. D (1990) Foundation 1990. and Evaluation of Instructional Software. England: Open and Flexible Learning Series. E. A.E.J. Michigan. (2008) DeSigning Video and Multimedia for Open and Flexible Learning. D. Lehman. S. B. & Russell. of Distance Education. (ed). R..M. dan Joosten. The New Educational Technology and Learning. (1988). Moore. A. New York: Routledge. Hope. (1994) Beyond Distance TeachingTowards Open Learning. J. 1996. G. Macmillan Publishing company. David H.DAFTAR PUSTAKA Hannafin. Net. M. V. J.D. 2000. 1994. (2004). dan Peck. dan Ortmer. K. (1999) Delivering Digitally: Managing the Transition to the Knowledge Media. USA: Learners Associates. & Kearsley. New Jersey: Prentice Hall Inc. Distance Education: A System View. I. & Guiton. Vo1. Integrating Computers and Using Media. Handbook of Research for Educational Communication and Technology. Hefzallah. Development. D. Inglis. New York. & Snell. Mann. Holmberg.L. London: Sage Publications. 32 . Open and Distance Learning Series.Forschung.J. 1988. Keegan. K. G. Moore.6. Belmont: Wadsworth Publishing co. Thomas peblishers. (2004) Effective Instructional Strategies: From Theory to Practice.. V. Germany: Peterlang.J. (1991) Research into Distance Education: Femlehre und Femlehr . Frankfurt. (2000). Levine.J. S.G. Instructional Technology for Teaching and Learning: Designing Instruction. Ling. T. Newby. Stepich. (2005) Making Distance Education Work: Understanding Learning and Learners at a Distance.