P. 1
irigasi tetes

irigasi tetes

|Views: 246|Likes:
Published by Maya Murtidewi

More info:

Published by: Maya Murtidewi on Nov 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/12/2014

pdf

text

original

PENDAHULUAN

Dalam kegiatan budidaya pertanian, berbagai macam faktor memiliki peran serta dalam keberhasilan usaha budidaya tersebut. Salah satu faktor yang tidak dapat dilupakan dan ditinggalkan yaitu permasalahan tentang kebutuhan air yang diperlukan oleh tanaman. Air merupakan unsur kedua yang memiliki peranan penting dalam keberhasilan usaha budidaya pertanian di lahan setelah tanah. Peran tersebut sangat fundamental dan harus selalu terpenuhi. Jika kebutuhan air yang seharusnya telah diberikan pada tanaman belum juga terpenuhi, maka hal tersebut akan menjadi salah satu faktor pembatas dalam keberhasilan usaha budidaya tersebut. Beberapa literature (Roscher, 1990) mengatakan hanya sekitar 10% dari air yang diberikan yang diserap oleh akar tanaman, selebihnya (90%) terbuang melalui perkolasi, evaporasi dan lain-lain. Selain itu bila penempatan mesin pompa air terlalu berdekatan, pada beberapa hari kemudian air menjadi sulit untuk dihisap, sehingga penggunaan mesin pompa menjadi mubasir. Untuk mengatasi hal tersebut di atas maka dipilih alternatif untuk menggunakan sistem irigasi hemat air yaitu sistem irigasi tetes dengan pengadaan bahan baku jaringan seluruhnya berasal dari daerah tersebut. Sistem irigasi tetes dapat mencapai efisiensi 95% dalam penyerapan air oleh tanaman. Jaringan irigasinya menggunakan pipa-pipa PVC/Paralon yang kemudian air dikeluarkan dari pipa dengan menggunakan penetes ulir plastik sebagai regulator penetes, yang diteteskan di dekat tanaman. Sumber air berasal dari sumur bor pantek yang dihisap dengan pompa air listrik. Perhitungan jumlah keperluan air bagi kelangsungan hidup tanaman atau sering diistilahkan dengan modulus irigasi, adalah merupakan suatu tahapan perhitungan yang mengawali perancangan suatu sistem irigasi baik yang bersifat terbuka dengan mengandalkan hukum gravitasi maupun yang bersifat tertutup dengan perpipaan yang dilengkapi dengan teknik pemompaan untuk dapat memberikan tekanan yang cukup bagi pangaliran airnya. Modulus irigasi suatu tanaman, didalam perhitungannya belum memasukkan factor efisiensi karena kehilangan air akibat sistem irigasi yang digunakan seperti evaporasi, perkolasi dll. Modulus irigasi dari suatu tanaman akan berbeda dengan tanaman lainnya, juga tidak kalah pentingnya adalah keadaan curah hujan dan evapotranspirasi di lokasi kegiatan budidaya berlangsung. Analisis modulus irigasi dilakukan setelah pola tanam dan kalender tanam dari

Suatu luasan lahan yang ditanami berbagai jenis tanaman akan memerlukan penanganan managemen air irigasi yang cukup kompleks dan harus terpadu untuk dapat terpenuhinya kebutuhan air bagi pertumbuhan berbagai jenis tanaman yang dibudidayakan. Perancangan sistem irigasi tetes meliputi perancangan layout jaringan perpipaan beserta pompa air dsb. Untuk mengetahui jarak optimal penempatan pompa air untuk tujuan irigasi sistem tetes pada sumur pompa yang satu dengan yang lainnya pada luasan lahan yang sama. digunakan pendekatan persamaan aliran air ke dalam sumur dengan kondisi aliran air yang tetap pada aquifer phreatic dan semi-tertekan . dengan demikian akan mengoptimalkan pula efisiensi penggunaan air irigasi. perhitungan maximum lama penyiraman.. Pola tanam dan kalender tanam yang baik akan mengoptimalkan modulus irigasi dari setiap jenis tanaman.tanaman yang akan dibudidayakan ditentukan. perancangan kalender tanam dan pola tanam. perhitungan maximum interval irigasi. Perhitungan Reference Crop Evapotranspiration (ETo) menggunakan metoda Blaney-Criddle. perhitungan kebutuhan air irigasi pada tingkat tanaman (modulus irigasi). Oleh karena itu selain dari analisis perhitungan modulus irigasi perlu pula dilakukan analisis perhitungan interval irigasi yang tergantung dari jenis tanah lahan yang dibudidayakan terutama laju deplesi kandungan air tanahnya. perhitungan kebutuhan debit dan daya pompa untuk operasional sistem tersebut.

Komponennya utama adalah pipa paralon dengan dua ukuran yang berbeda. Drip irrigation dirancang khusus untuk pertanian bunga-bungaan. melalui jaringan katup. Namun bagi petani yang paham teknologi kegiatan menyiram tanaman menjadi hal yang mudah dan praktis. bisa menggunakan sistem ini. Pada dasarnya siapapun yang bercocok tanam yang butuh pengairan yang tepat dan efisien. Irigasi tetes adalah metode irigasi yang menghemat air dan pupuk dengan membiarkan air menetes pelan-pelan ke akar tanaman. Irigasi tetes juga menjadi sarana penting di negara-negara maju di seluruh dunia dalam mensiasati pasokan air yang terbatas. Jaringan irigasinya menggunakan pipa-pipa PVC/Paralon yang kemudian air dikeluarkan dari pipa dengan menggunakan penetes ulir plastik sebagai regulator penetes. irigasi tetes cocok untuk sistem pertanian berjajar. mengangkutnya ke kebun. Pipa utama berfungsi sebagai pembagi . Kegiatan pemenuhan kebutuhan air bagi tanaman atau menyiram tanaman di musim kemarau bagi sebagian petani tradisional menjadi rutinitas yang cukup merepotkan. Irigasi tetes telah digunakan pada zaman kuno dengan mengisi pot tanah liat yang terkubur dengan air. pipa dan emitor. juga sistem irigasi di dalam greenhouse. Permasalan tentang air menjadi sangat penting saat musim kemarau. tanaman keras. sistem mikro irigasi ini cocok untuk kebun perkotaan. hal tersebut yang selalu dianggap sebagai aktivitas yang melelahkan. yang pelanpelan merambat ke rumput. baik melalui permukaan tanah atau langsung ke akar. untuk buah-buahan. Salah satu cara mempermudah rutinitas penyiraman tersebut adalah dengan penerapan sistem irigasi tetes (drip irrigation). Selain oleh petani tradisional. Mulai dari mengambil air dari sumbernya. Pada pertanian skala besar. tinggal putar kran maka semua tanaman pun akan tersiram secara merata. hingga menyiramkannya satu per satu pada setiap tanaman. rumahan. sayuran. bedengan. Sistem irigasi tetes cepat dan mudah dirakit. Sumber air berasal dari sumur bor pantek yang dihisap dengan pompa air listrik. sementara yang lebih kecil digunakan sebagai pipa tetes. operator greenhouse. dan prinsip yang berbeda beda. Yang berdiameter lebih besar digunakan sebagai pipa utama. sekolah. yang diteteskan di dekat tanaman. Irigasi tetes pertamakali digunakan di kawasan gurun dimana air sangat langka dan berharga. patio dan tumbuhan di dak. greenhouse.ISI Berbagai macam cara yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air yang diperlukan oleh tanaman tersebut terdiri dari berbagai macam cara.

Tapi banyak alternatif yang layak dicoba selain menggunakan pipa-pipa dan pompa. siang dan untuk selama diperlukan. Untuk mengalirkan air dari sumbernya diperlukan pompa air. Sangat mudah untuk mengotomatisasi irigasi tetes dengan menambahkan baterai yang dioperasikan timer dan menghemat waktu Anda yang berharga untuk tugas-tugas lain yang lebih penting.65%. Dengan penambahan pengatur waktu (timer) yang diprogram. Contoh irigasi tetes yang paling sederhana adalah dengan menggunakan bambu yang dilubangi antar ruasnya atau memanfaatkan botol plastik bekas kemasan air mineral yang diletakkan terbalik. Diperlukan sebanyak 400 galon air per jam. Dibandingkan dengan sprinkler atau penyiram taman sistem semprot perlu jumlah air yang banyak. Sementara dengan irigasi tetes air bisa dihemat hingga 50%. Digital timer dapat diatur untuk mengaktifkan secara otomatis pada setiap saat. Pipa tetes diberi lubang-lubang untuk meneteskan air ke setiap tanaman dengan jarak sesuai jarak antar tanaman. karena sytemnya yang terus menerus mengalirkan air tetes demi tetes.air ke setiap pipa tetes. juga dilengkapi kran dan saringan air ke pipa utama. semak dan tanaman rumah kaca. Untuk instalasi sistem perpipaan memang membutuhkan biaya. Penggunaannya sangat mudah. Sistem irigasi tetes sangat bagus digunakan untuk tanaman bunga. Salah satu rahasia membuat tanaman subur dan sehat adalah dengan cara mengalirkan air yang sering sampai ke dalam akar. dengan dilengkapi baterai untuk mengotomatiskan irigasi tetes yang dioperasikan dengan timer sehingga menghemat waktu . Hasilnya irigasi tetes memiliki efisiensi hingga 95% dibanding sistem sprinkler yang hanya 50% . volume rendah penyemprot yang ideal untuk menjaga tanaman benih basah. Sistem irigasi tetes bekerja dengan tekanan rendah. tidak menyebabkan erosi dan sedikit air yang menguap. sementara tanah tidak diberi waktu untuk menyerap air. Hasilnya air lolos di permukaan mengakibatkan erosi. tidak lupa pipa konektor untuk sambungan. Drip irrigation tidak membuang-buang air. Air memiliki waktu untuk menyerap ke dalam dan secara kapiler ke seluruh area perakaran. pohon. sayuran. dengan menggunakan sytem ini kita akan banyak sekali menghemat waktu dan uang karena kita tidak perlu menyiram air berlebihan setiap waktu yang hal ini akan sangat memboroskan pasokan air dan membuat tanaman rusak. sistem irigasi mikro ini secara otomatis akan menyiram tanaman dengan jumlah air yang tepat setiap hari sementara anda bisa berleha-leha di rumah atau bisa tenang bepergian.

Dalam mengetahuinya. Pola tanam dan kalender tanam yang baik akan mengoptimalkan modulus irigasi dari setiap jenis tanaman. perhitungan maximum interval . Modulus irigasi dari suatu tanaman akan berbeda dengan tanaman lainnya. siang dan untuk selama diperlukan. Selanjutnya. dan yang terpenting (4) mengusahakan tanah tempat media tumbuh tanaman selalu basah terairi tetesan air dan cukup untuk mengairi tanaman buah atau tanaman lain di halaman belakang rumah kami yang ada di dalam pot. perkolasi dll. yang disebut modulus irigasi. Dalam upaya aplikasi penggunaan sistem irigasi tetes dalam jumlah yang besar. dengan demikian akan mengoptimalkan pula efisiensi penggunaan air irigasi. kita harus melakukan perhitungan. Oleh karena itu selain dari analisis perhitungan modulus irigasi perlu pula dilakukan analisis perhitungan interval irigasi yang tergantung dari jenis tanah lahan yang dibudidayakan terutama laju deplesi kandungan air tanahnya. Digital timer dapat diatur untuk mengaktifkan secara otomatis pada setiap saat. Untuk metodologi merancangan sistem irigasi tetes meliputi perancangan layout jaringan perpipaan beserta pompa air dsb. Modulus irigasi adalah suatu tahapan perhitungan yang mengawali perancangan suatu sistem irigasi baik yang bersifat terbuka dengan mengandalkan hukum gravitasi maupun yang bersifat tertutup dengan perpipaan yang dilengkapi dengan teknik pemompaan untuk dapat memberikan tekanan yang cukup bagi pangaliran airnya. didalam perhitungannya belum memasukkan faktor efisiensi karena kehilangan air akibat sistem irigasi yang digunakan seperti evaporasi. adalah : (1) menyediakan air selama musim kemarau.anda yang berharga untuk tugas-tugas lain yang lebih penting. (3) menyalurkan air ke tempat yang kami inginkan. juga tidak kalah pentingnya adalah keadaan curah hujan dan evapotranspirasi di lokasi kegiatan budidaya berlangsung. harus mengetahui berapa jumlah keperluan air bagi kelangsungan hidup tanaman. Modulus irigasi suatu tanaman. perancangan kalender tanam dan pola tanam. perhitungan kebutuhan air irigasi pada tingkat tanaman (modulus irigasi). Manfaat dengan melakukan irigasi tetes ini. Analisis modulus irigasi dilakukan setelah pola tanam dan kalender tanam dari tanaman yang akan dibudidayakan ditentukan. (2) membantu penyimpanan air dan menghemat persediaan air selama seminggu. suatu luasan lahan yang ditanami berbagai jenis tanaman akan memerlukan penanganan managemen air irigasi yang cukup kompleks dan harus terpadu untuk dapat terpenuhinya kebutuhan air bagi pertumbuhan berbagai jenis tanaman yang dibudidayakan. maka terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan ini.

dan Menghitung besarnya keperluan air. Prinsip dasar irigasi tetes adalah memompa air dan mengalirkannya ke tanaman dengan perantaraan pipa-pipa yang dibocorkan tiap 15 cm (tergantung jarak antartanaman). akan dapat diketahui kebutuhan air yang diperlukan. tetes demi tetes. dan modulus irigasi. Karena suplai air dari curah hujan relatif jauh lebih besar dari pada dari curah hujan itu sendiri . Tahapan perhitungan dalam analisis modulus irigasi meliputi : penentuan kalender tanam. 1. 2. 3. besarnya keperluan air irigasi (IR). . Untuk perhitungan Reference Crop Evapotranspiration (ETo) dapat dilakukan dengan menggunakan metoda Blaney-Criddle . Penentuan kalender tanam. 1983).t) + (s x a) ETm = Kc x ETo dimana : WR : keperluan air ETm : maximum evapotranspirasi a : fraksi area t : fraksi waktu s : suplai air.irigasi. Menghitung suplai air secara alamiah yaitu yang berasal dari curah hujan dan kandungan air tanah. perhitungan maximum lama penyiraman. curah hujan dan potensial efektif Menghitung besarnya keperluan air dengan menggunakan rumus : WR = (ETm x a. curah hujan dan potensial efektif dari curah hujan itu sendiri. Kc : faktor tanaman ETo : evapotranspirasi 4. perhitungan kebutuhan debit dan daya pompa untuk operasional sistem tersebut. mendapatkan data potensial evapotranspirasi. mengetahui suplai air secara alamiah. Berdasarkan keadaan curah hujan dan evapotranspirasi pada lahan yang akan dibudidayakan dibuat suatu kalender tanam yang disesuaikan dengan pola tanam dari tanaman yang akan ditanam Dari kalender tanam dan angka faktor tanaman (Kc). digunakan pendekatan persamaan aliran air ke dalam sumur dengan kondisi aliran air yang tetap pada aquifer phreatic dan semi-tertekan (ILRI. Mendapatkan data potensial evapotranspirasi. Untuk mengetahui jarak optimal penempatan pompa air untuk tujuan irigasi sistem tetes pada sumur pompa yang satu dengan yang lainnya pada luasan lahan yang sama. Sistem tekanan air rendah ini menyampaikan air secara lambat dan akurat pada akar-akar tanaman. Penyiraman dengan sistem ini biasanya dilakukan dua kali sehari pagi dan petang selama 10 menit.

3. : potensial curah hujan efektif qp : laju perkolasi. Rumus yang digunakan adalah : WS = R.eff.eff. = R. dimana : TRAM : total ketersediaan kandungan air tanah AM : kandungan air tanah yang dapat digunakan P : fraksi deplesi kandungan air tanah .116 (l/d/h) (mm/hari) Analisis interval pemberian air irigasi memerlukan data jenis tanah dari lahan yang dibudidayakan. qo = IR (mm/hari) x 0.pot.eff. ) Menghitung total ketersediaan kandungan air tanah yang siap digunakan. . dimana : qd : rata-rata laju deplesi.pot. qd = ETm . ETm : maximum evapotranspirasi R ef.WS 6.pot. maka perhitungan suplai air hanya didapatkan dari curah hujan. Analisis interval pemberian air irigasi memerlukan tahapan perhitungan sbb. Setiap jenis tanah mempunyai karakteristik sendiri seperti kadar air tanah pada titik layu dan kapasitas lapang serta memiliki laju deplesi penggunaan air tanah yang spesifik pula. dimana : WS : suplai air alamiah R. Hal ini diperlukan untuk mengetahui kadar air tanah setiap horizon tanah yang ditempati oleh akar tanaman.pot.R ef. x a.: 1. + qp . Menghitung besarnya keperluan air irigasi (IR) yang dihitung berdasarkan selisih IR = WR . TRAM = AM x P (8) Menghitung rata-rata laju deplesi kandungan air tanah. x Pot. qc : laju kapilari 2.pot. Mengetahui modulus irigasi (qo) dimana ini merupakan jumlah keperluan air irigasi pada tingkat tanaman . Menghitung maximum interval irigasi ( ni max. : potensial curah hujan efektif Potensial efektif : presentase jumlah curah hujan yang diserap tanah 5.kandungan air tanah.Eff.qc (7) dari besarnya keperluan air dengan suplai air secara alamiah.t R.

Perbedaan head antara air phreatic dan air semi-kedap air dimana-mana di dalam aquifer akan menjadi sama dengan menurunnya head hidraulik. Gambar 1. akan menimbulkan aliran air vertikal dari lapisan semi kedap air menuju aquifer ( Gambar 1 ). Skema penampang sumur pompa dari aquifer semi kedap air Berdasarkan hukum Darcy.: Vz = K’ h . yaitu dengan pemompaan air dari aquifer semi kedap air.ni max. aliran air vertikal dapat dirumuskan sbb. Diasumsikan bahwa lapisan phreatic tetap pada posisi semula dikarenakan pengisian air kembali dari air terbuka di atasnya yang melalui lapisan semi-kedap air secara kontinyu. = TRAM : qd Aliran Air Tetap ( Steady Flow ) ke dalam Sumur di Aquifer Semi Tertekan.h’ = Δh (10) D’ c Dimana Vz : laju aliran air vetikal ( m/hari) c = D’/K’ : resistansi lapisan semi-kedap air terhadap aliran air vertikal (hari) . dan laju pemberian air kembali akan proporsional terhadap perbedaan head.

D’ : ketebalan lapisan jenuh air pada lapisan semi-kedap air (m) K’ : konduktivitas hidraulik lapisan semi-kedap air untuk aliran vertikal air tanah (m/hari) h : hidrolik head air tanah tertekan di dalam aquifer (m) h’ : level phreatic. Dari keadaan ini. Pada waktu kemudian. PENUTUP . penurunan muka air tanah akan bertambah dan bentuk lengkungan depresi lapisan air semakin lama akan semakin melebar. laju pengembalian air ke dalam aquifer dari lapisan air tertekan (confining) akan semakin bertambah juga. relatif terhadap bagian dasar (m) Δh = h .dan pemenuhan kebutuhan dapat dilakukan dengan optimal. laju pengisian air kembali ke dalam aquifer akan sama dengan laju pengambilan air dari sumur dan hal ini mengakibatkan kondisi keadaan aliran air tetap ( steady state ) akan terjadi. agar benar benar didapatkan efisiensi penggunaan air .h’ : penurunan muka air tanah (m) Bila air dipompa dari aquifer. Sehingga berbagai macam perhitungan analisi harus dilakukan terlebih dahulu. Berikut merupakan ringkasan singkat penggunaan system irigasi tetes.

Untuk metodologi merancangan sistem irigasi tetes meliputi perancangan layout jaringan perpipaan beserta pompa air dsb. (2) membantu penyimpanan air dan menghemat persediaan air selama seminggu. dan yang terpenting (4) mengusahakan tanah tempat media tumbuh tanaman selalu basah terairi tetesan air dan cukup untuk mengairi tanaman buah atau tanaman lain di halaman belakang rumah kami yang ada di dalam pot. Untuk mengetahui jarak optimal penempatan pompa air untuk tujuan irigasi sistem tetes pada sumur pompa yang satu dengan yang lainnya pada luasan lahan yang sama. Manfaat dengan melakukan irigasi tetes ini. juga sistem irigasi di dalam greenhouse. Irigasi tetes juga menjadi sarana penting di negara-negara maju di seluruh dunia dalam mensiasati pasokan air yang terbatas. irigasi tetes cocok untuk sistem pertanian berjajar.Irigasi tetes adalah metode irigasi yang menghemat air dan pupuk dengan membiarkan air menetes pelan-pelan ke akar tanaman. perhitungan kebutuhan debit dan daya pompa untuk operasional sistem tersebut. perancangan kalender tanam dan pola tanam. perhitungan kebutuhan air irigasi pada tingkat tanaman (modulus irigasi). digunakan pendekatan persamaan aliran air ke dalam sumur dengan kondisi aliran air yang tetap pada aquifer phreatic dan semi-tertekan. pipa dan emitor. perhitungan maximum lama penyiraman. adalah : (1) menyediakan air selama musim kemarau. . Pada pertanian skala besar. untuk buah-buahan. Untuk perhitungan Reference Crop Evapotranspiration (ETo) dapat dilakukan dengan menggunakan metoda Blaney-Criddle . perhitungan maximum interval irigasi. baik melalui permukaan tanah atau langsung ke akar. melalui jaringan katup. (3) menyalurkan air ke tempat yang kami inginkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->