Pemeriksaan serologi untuk Salmonella typhi telah banyak berkembang, diantaranya yaitu : (a) Tubex® TF (mendeteksi antibodi IgM tehadap

antigen 09 IPS Salmonella typhi) (b) Typhidot (mendeteksi Antibodi IgG dan IgM terhadap antigen 50 kD Salmonella typhi) (c) Typhidot M (mendeteksi antibodi IgM terhadap antigen 50 kD Salmonella typhi) (d) Dipstick test (mendeteksi antibodi IgM terhadap antigen LPS Salmonella typhi) TUBEX ® TF (ANTI Salmonella typhi IgM) Tubex® TF adalah pemeriksaan diagnostik in vitro semikuantitatif yang cepat dan mudah untuk deteksi demam tifoid akut. Pemeriksaan ini mendeteksi antibodi IgM terhadap antigen 09 LPS Salmonella typhi. Sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan adalah > 95% dan > 93%. Prinsip Pemeriksaan Metode pemeriksaan yang digunakan adalah Inhibition Magnetic Binding Immunoassay (IMBI). Antibodi IgM terhadap antigen 09 LPS dideteksi melalui kemampuannya untuk menghambat interaksi antara kedua tipe partikel reagen yaitu indikator mikrosfer lateks yang disensitisasi dengan antibodi monoklonal anti 09 (reagen berwarna biru) dan mikrosfer magnetik yang disensitisasi dengan LPS Salmonella typhi (reagen berwarna coklat). Setelah sedimentasi partikel dengan kekuatan magnetik, konsentrasi partikel indikator yang tersisa dalam cairan menunjukkan daya inhibisi. Tingkat inhibisi yang dihasilkan adalah setara dengan konsentrasi antibodi IgM Salmonella typhi dalam sampel. Hasil dibaca secara visual dengan membandingkan warna akhir reaksi terhadap skala warna.¹

Interpretasi Hasil 4 Skala Interpretasi Keterangan <23 Negatif Borderline Tidak menunjukkan infeksi Demam Tifoid Pengukuran tidak dapat disimpulkan. Lakukan pengambilan darah ulang 3-5 hari kemudian 4-5 Positif Indikasi infeksi Demam Tifoid >6 Positif Indikasi kuat infeksi Demam Tifoid Pemeriksaan Tubex sangat sensitif dan spesifik untuk deteksi demam tifoid. Hal ini disebabkan karena penggunaan antigen 09 LPS yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut ¹ : 1. Immunodominan dan kuat 2. Antigen 09 (atau LPS secara umum) bersifat thymus independent type 1, imunogenik pada bayi (antigen Vi dan H kurang imunogenik), dan merupakan mitogen yang sangat kuat terhadap sel B. 3. Antigen 09 dapat menstimulasi sel-sel B tanpa bantuan sel T (tidak seperti antigen-antigen protein) sehingga respon anti-09 dapat terdeteksi lebih cepat. 4. LPS dapat menimbulkan respon antibodi yang kuat dan cepat melalui aktivasi sel B via reseptor sel B dan reseptor lain (Toll like receptor 4) 5. Spesifisitas yang tinggi (>90%) karena antigen 09 yang sangat jarang ditemukan baik di alam ataupun di antara mikroorganisme.

TUBEX bersifat semikwantitatif dengan pengukuran berdasarkan perubahan warna yg terjadi. paratyphi A ► Tubex tak mendeteksi IgG sehingga hasilnya menyatakan hanya infeksi saat ini yg terdiagnosa ► Typhidot® test (dot EIA) mudah dikerjakan dengan sensitiviti 95% dan spesifisiti 75% ► Typhidot-M® deteksi IgM dalam 3 jam untuk infeksi typhoid akut. typhi. Mempunya sensitivitas yang tinggi terhadap kuman Salmonella ( > 95 %) 3. 2. Selain itu reagen lebih stabil dan dapat disimpan lebih dari 2 tahun pada suhu kamar ► Sensitivitas pemeriksaan dipstick 65. Sehingga dibanding Widal lebih sensitif dan spesifik sedangkan dibanding kultur lebih cepat ► Typhidot-M® bermanfaat untuk diagnostik di daerah endemis mengingat nilai NPV (Negative Predictive Value) yang tinggi ► Metode dipstick (Netherland) bisa untuk deteksi Antibodi IgM untuk S. Hanya dibutuhkan sample darah sedikit 4. Hasil dapat diperoleh lebih cepat. Sensitiviti tertinggi pada sampel serum pada minggu ke dua demam ► Keterbatasan Tubex terletak pada reaksi kolorimetrik yang berpotensi timbul kesalahan jika sampel hemolisa ► Tubex tidak menimbulkan reaksi silang terhadap spesies Salmonella lainya seperti S. karena antibody IgM muncul pada hari ke 3 terjadinya demam. Mendeteksi secara dini infeksi akut akibat Salmonella typhi. typhi .3% terhadap pasien dengan hasil kulturnya positif pasien S.Keunggulan pemeriksaan TUBEX TF : 1. Secara tehnik lebih mudah dibanding ELISA dan tanpa membutuhkan peralatan.

tidak memerlukan alat yang spesifik dan dapat digunakan di tempat yang tidak mempunyai fasilitas laboratorium yang lengkap. Uji serologis dengan pemeriksaan dipstik dikembangkan di Belanda dimana dapat mendeteksi antibodi IgM spesifik terhadap antigen LPS S. typhi sebagai pita pendeteksi dan antibodi IgM anti-human immobilized sebagai reagen kontrol. Pemeriksaan terhadap antigen Vi urine ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut akan tetapi tampaknya cukup menjanjikan. typhi dengan menggunakan membran nitroselulosa yang mengandung antigen S. typhi. Spesifisitas ditingkatkan dengan menggunakan antigen O9 yang benar-benar spesifik yang hanya ditemukan pada Salmonella serogrup D. Uji ELISA yang sering dipakai untuk mendeteksi adanya antigen S.8 Dikatakan bahwa Typhidot-M® ini dapat menggantikan uji Widal bila digunakan bersama dengan kultur untuk mendapatkan diagnosis demam tifoid akut yang cepat dan akurat. terutama bila dilakukan pada minggu pertama sesudah panas timbul. IgM dan IgA terhadap antigen LPS O9. hasilnya cepat dan dapat diandalkan dan mungkin lebih besar manfaatnya pada penderita yang menunjukkan gambaran klinis tifoid dengan hasil kultur negatif atau di tempat dimana penggunaan antibiotika tinggi dan tidak tersedia perangkat pemeriksaan kultur secara luas. Metode Enzyme Immunoassay Dot didasarkan pada metode untuk melacak antibodi spesifik IgM dan IgG terhadap antigen OMP 50 kD S. typhi. Keuntungan lain adalah bahwa antigen pada membran lempengan nitroselulosa yang belum ditandai dan diblok dapat tetap stabil selama 6 bulan bila disimpan pada suhu 4°C dan bila hasil didapatkan dalam waktu 3 jam setelah penerimaan serum pasien. Walaupun belum banyak penelitian yang menggunakan tes TUBEX® ini. tidak menggunakan alat yang khusus sehingga dapat digunakan secara luas di tempat yang hanya mempunyai fasilitas kesehatan sederhana dan belum tersedia sarana biakan kuman. typhi dalam spesimen klinis adalah double antibody sandwich ELISA. Deteksi terhadap IgM menunjukkan fase awal infeksi pada demam tifoid akut sedangkan deteksi terhadap IgM dan IgG menunjukkan demam tifoid pada fase pertengahan infeksi. . konvalesen dan reinfeksi.4 Uji dot EIA tidak mengadakan reaksi silang dengan salmonellosis non-tifoid bila dibandingkan dengan Widal. beberapa penelitian pendahuluan menyimpulkan bahwa tes ini mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang lebih baik daripada uji Widal. Uji Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) dipakai untuk melacak antibodi IgG. Pemeriksaan ini menggunakan komponen yang sudah distabilkan. murah (karena menggunakan antigen dan membran nitroselulosa sedikit). Uji ini terbukti mudah dilakukan.       Tes TUBEX® merupakan tes aglutinasi kompetitif semi kuantitatif yang sederhana dan cepat (kurang lebih 2 menit) dengan menggunakan partikel yang berwarna untuk meningkatkan sensitivitas. Beberapa keuntungan metode ini adalah memberikan sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi dengan kecil kemungkinan untuk terjadinya reaksi silang dengan penyakit demam lain. Tes ini sangat akurat dalam diagnosis infeksi akut karena hanya mendeteksi adanya antibodi IgM dan tidak mendeteksi antibodi IgG dalam waktu beberapa menit. sensitivitas uji dot EIA lebih tinggi oleh karena kultur positif yang bermakna tidak selalu diikuti dengan uji Widal positif. Dengan demikian bila dibandingkan dengan uji Widal. Pada metode Typhidot-M® yang merupakan modifikasi dari metode Typhidot® telah dilakukan inaktivasi dari IgG total sehingga menghilangkan pengikatan kompetitif dan memungkinkan pengikatan antigen terhadap Ig M spesifik.2. namun juga perlu diperhitungkan adanya nilai positif juga pada kasus dengan Brucellosis. antibodi IgG terhadap antigen flagella d (Hd) dan antibodi terhadap antigen Vi S. Pada daerah endemis dimana didapatkan tingkat transmisi demam tifoid yang tinggi akan terjadi peningkatan deteksi IgG spesifik akan tetapi tidak dapat membedakan antara kasus akut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful