LANGKAH KERJA MESIN 4 TAK DAN MESIN 2 TAK Di dunia otomotif, dikenal beberapa teknologi mesin sumber tenaga

kendaraan berbahan bakar bensin, yaitu 2 tak (dua langkah) dan 4 tak (empat langkah). Namun sejak dua dekade terakhir ini, beberapa negara maju telah menetapkan pembatasan penggunaan mesin 2 tak. Bahkan AS telah melarang penjualan sepeda motor 2 tak yang berkapasitas mesin 100cc ke atas sejak tahun 1985. Yang menarik untuk diketahui adalah seberapa besar perbedaan tingkat polutsi dari kedua teknologi mesin berbahan bakar bensin itu. Sebab, sebenarnya baik 2 langkah maupun 4 langkah, sebenarnya tidak benar-benar bersih dari gas polutan. Sebagai sistem yang membakar bensin pasti mengeluarkan sisa pembakaran. Menurut catatan, Bank Dunia pernah mengadakan penelitian pada tahun 2001 hasil Penelitian Jitendra Shah dan N. Harshadeep mencatat sepeda motor 2 tak merupakan penghasil emisi gas buang yang lebih tinggi dibanding empat tak. Data survei yang dilakukan pada beberapa negara Asia itu menunjukkan sepeda motor 2tak menyumbang emisi hidrocarbon (HC) 5 gr/km. Sedangkan kendaraan roda dua yang memakai mesin 4-tak jauh lebih rendah, yaitu di bawah 1 gr/kg. Hasil yang senada pun tampak pada faktor emisi PM10. Bila sepeda motor 4 langkah hanya menghasilkan partikel di bawah 0,1 gr/km, maka sebaliknya mesin 2-tak menghasilkan emisi yang besarnya mencapai 0,5 gr/km. Penyebab dari perbedaan sisa emisi gas buang ini adalah desain ruang bakar dan cara kerja dari masing-masing mesin. Rancangan mesin 4 langkah lebih kompleks dibandingkan mesin 2 langkah. Itu dibuktikan dengan pergerakan poros engkolnya untuk menghasilkan satu tenaga adalah 2 kali putaran. Sedangkan 2 tak cukup 1 putaran saja. Mesin 4 tak, dilengkapi dengan katup pada masing-masing sistem pasokan bahan bakar dan pembuangan gas buang, sehingga hampir tidak ada campuran udara dan bensin yang terbuang percuma ke saluran gas pembuangan (knalpot).

SISTEM KERJA MESIN 4 TAK Four stroke engine adalah sebuah mesin dimana untuk menghasilkan sebuah tenaga memerlukan empat proses langkah naik-turun piston. Kruk As berputar 180 derajat 4. dan satu putaran noken as (camshaft). bahan baker masuk ke silinder 3. dua kali rotasi kruk as. Sebagaimana tenaga mesin diproduksi tergantung dari jumlah bahan-bakar yang terbakar selama proses pembakaran. 1. Rasio kompresi ini juga nantinya berhubungan erat dengan produksi tenaga.A. Noken As berputar 90 derajat 5. Tujuan dari langkah kompresi adalah untuk meningkatkan temperatur sehingga campuran udara-bahan bakar dapat bersenyawa. 2. Piston bergerak dari Titik Mati Atas (TMA) menuju Titik Mati Bawah (TMB). Prosesnya sebagai berikut : 1. Piston bergerak kembali dari TMB ke TMA 2. Tekanan negatif piston menghisap kabut udara-bahan bakar masuk ke silinder LANGKAH KOMPRESI Langkah Kompresi Dimulai saat klep inlet menutup dan piston terdorong ke arah ruang bakar akibat momentum dari kruk as dan flywheel. Empat proses tersebut terbagi dalam siklus : Langkah hisap : Bertujuan untuk memasukkan kabut udara – bahan bakar ke dalam silinder. Klep In menutup. Prosesnya adalah . Klep inlet terbuka. Klep Ex tetap tertutup .

Dengan cepat campuran yang terbakar ini merambat dan terjadilah ledakan yang tertahan oleh dinding kepala silinder sehingga menimbulkan tendangan balik bertekanan tinggi yang mendorong piston turun ke silinder bore. Klep inlet menutup penuh. sedangkan menjelang akhir langkah usaha klep buang mulai sedikit terbuka. Gerakan linier dari piston ini dirubah menjadi gerak rotasi oleh kruk as. Enersi rotasi diteruskan sebagai momentum menuju flywheel yang bukan hanya menghasilkan tenaga. Putaran Noken As 270 derajat LANGKAH BUANG . Kruk as mencapai satu rotasi penuh (360 derajat) 6. 4. Terjadi transformasi energi gerak bolak-balik piston menjadi energi rotasi kruk as 5. Bahan Bakar termampatkan ke dalam kubah pembakaran (combustion chamber) 4. Noken as mencapai 180 derajat LANGKAH TENAGA Langkah Tenaga Dimulai ketika campuran udara/bahanbakar dinyalakan oleh busi.3. Piston terlempar dari TMA menuju TMB 3. Sekitar 15 derajat sebelum TMA . counter balance weight pada kruk as membantu piston melakukan siklus berikutnya. Putaran Kruk As mencapai 540 derajat 6. Prosesnya sebagai berikut : 1. Ledakan tercipta secara sempurna di ruang bakar 2. busi mulai menyalakan bunga api dan memulai proses pembakaran 5.

5. Proses ini harus dilakukan dengan total. Derajat overlaping sangat tergantung dari desain mesin dan seberapa cepat mesin ini ingin bekerja. Counter balance weight pada kruk as memberikan gaya normal untuk menggerakkan piston dari TMB ke TMA 2. Piston bergerak mendorong gas sisa pembakaran keluar dari silinder menuju pipa knalpot. Prosesnya adalah : 1. maka sangat diperlukan untuk mulai membuka klep masuk sebelum piston mencapai TMA di akhir langkah buang untuk mempersiapkan langkah hisap. piston. Klep Inlet menutup penuh Gas sisa hasil pembakaran didesak keluar oleh piston melalui port exhaust menuju knalpot 4. Membantu exhasut scavanging (pelepasan gas buang) . Klep Ex terbuka Sempurna. klep buang tetap terbuka hingga setelah TMA. 3. Kruk as melakukan 2 rotasi penuh (720 derajat) Noken as menyelesaikan 1 rotasi penuh (360 derajat) FINISHING PENTINGNYA — OVERLAPING Overlap adalah sebuah kondisi dimana kedua klep intake dan out berada dalam possisi sedikit terbuka pada akhir langkah buang hingga awal langkah hisap.Exhaust stroke(Langkah buang) menjadi sangat penting untuk menghasilkan operasi kinerja mesin yang lembut dan efisien. Sebagai pembilasan ruang bakar. Adanya hambatan dari kinerja mekanis klep dan inersia udara di dalam manifold. dikarenakan sedikit saja terdapat gas sisa pembakaran yang tercampur bersama pemasukkan gas baru akan mereduksi potensial tenaga yang dihasilkan. Pendinginan suhu di ruang bakar 3. Berfungsi untuk efisiensi kinerja dalam mesin pembakaran dalam. Manfaat dari proses overlaping : 1. silinder dari sisa-sisa pembakaran 2. Dengan tujuan untuk menyisihkan semua gas sisa pembakaran.

Hal ini berarti dalam satu siklus kerja 2 tak hanya terdiri dari 1 kali gerakan naik dan 1 gerakan turun dari piston saja. gas campuran meledak dan memaksa piston kembali bergerak ke bawah menuju TMB. MESIN 2 TAK Pada prinsipnya motor bakar 2 langkah (2 tak) melakukan siklus Otto hanya dalam dua langkah piston atau satu putaran poros engkol. sesungguhnya juga melakukan langkah buang melalui katup buang (sisi kanan dinding silinder pada gambar) . memaksimalkan proses pemasukkan bahan-bakar B. (Anonim. Jika mesin 4 tak memerlukan 2 putaran crankshaft dalam satu siklus kerjanya. Gerakan piston yang ini disebut langkah ekspansi. Desain dari ruang bakar mesin 2 tak memungkinkan terjadunya hal semacam itu. Hal ini bisa terjadi karena gas hasil pembakaran terdorong keluar akibat campuran bahan bakar dan udara baru yang juga masuk dari sisi kiri dinding silinder. Pada saat sesaat sebelum piston mencapai TMA maka busi menyala. sehingga dalam satu gerakan piston dari TMB ke TMA menjalankan dua langkah sekaligus yaitu kompresi dan isap. Lebih jelasnya system pada motor bakar 2 tak dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Langkah Masuk (Intake). Ketika piston naik menuju TMA untuk melakukan kompresi maka katup hisap terbuka dan masuklah campuran bahan bakar dan udara. . Penemuan motor bakar 2 tak yang sukses oleh Sir Dougald Clerk tahun 1876.2008). maka untuk mesin 2-tak hanya memerlukan satu putaran saja.4. Namun sembari piston melakukan langkah ekspansi atau usaha.

Karena itu dibutuhkan pelumas yang lebih. Pada saat yang sama masuknya campuran bahan bakar dan udara tersebut mendorong sisa hasil pembakaran keluar melalui saluran pengeluaran pada sisi yang berlawanan dari lubang pemasukan. Langkah Penyaluran (Transfer/Exhaust). karena model kerja yang seperti ini membuat tenaga yang dihasilkan lebih besar. Selanjutnya piston bergerak ke atas dan menekan campuran bahan bakar dan udara. Mesin 2 tak harus memakai oli pelumas samping selain pelumas mesin sudah jelas. saluran masuk terbuka dan campuran bahan bakar dan udara masuk ke dalam silinder. Istilahnya “No Engine is Perfect !” . Langkah Tenaga (Power). Pada saat mendekati posisi titik mati bawah. sebab putaran yang dihasilkan lebih cepat. boros bahan bakar. Pada saat pendekati posisi titik mati atas busi akan menyala dan menyundut campuran bahan bakar dan udara sehingga terjadi ledakan yang mendorong piston ke bawah. Perbandingannya pada mesin 4 tak dalam 2 kali putaran crankcase = 1 x kerja sedangkan untuk 2 tak 2 kali putaran crankcase = 2 x kerja. menghasilkan asap putih dari knalpotnya.Campuran bahan bakar dan udara dihisap masuk ke dalam rumah engkol akibat tekanan vakum yang terjadi pada saat piston bergerak ke atas. Hal ini juga menjawab kenapa mesin 2 tak lebih berisik. Langkah Tekan (Compression). (pada saat yang sama terjadi langkah masuk yang berikutnya di bagian bawah piston). tetapi unggul dalam kecepatan dibandingkan mesin 4 tak.

Kerugian langkah karena tekanan balik lebih kecil dibanding mesin dua langkah sehingga pemakaian bahan bakar lebih hemat. piston 2 tak memiliki semacam kubah untuk memuluskan gas buang untuk bisa keluar sedangkan 4 tak tidak. Piston 2 tak juga memiliki slot lubang yang berhubungan dengan reed valve yang berhubungan dengan cara kerja masukan campuran bahan bakar – udara ke ruang bakar. Piston 2 tak lebih panjang dibanding piston 4 tak. boros bahan bakar. . Karena itu dibutuhkan pelumas yang lebih. jarak putaran dari rendah ke tinggi lebih lebar (500. Piston 2 tak lebih panjang dibanding piston 4 tak. Mesin 4 TAK a. kompresi.Perbedaan yang lain juga terdapat pada bentuk fisik pistonnya. Keuntungan: Karena proses pemasukan. C. piston 2 tak memiliki semacam kubah untuk memuluskan gas buang untuk bisa keluar sedangkan 4 tak tidak. KEUNTUNGAN MESIN 4 TAK DENGAN MESIN 2 TAK A. tetapi unggul dalam kecepatan dibandingkan mesin 4 tak.10000 rpm). dan buang prosesnya berdiri sendiri-sendiri sehingga lebih presisi. karena model kerja yang seperti ini membuat tenaga yang dihasilkan lebih besar. Selain itu bentuk piston head-nya juga berbeda. Istilahnya “No Engine is Perfect !” Perbedaan yang lain juga terdapat pada bentuk fisik pistonnya. Selain itu bentuk piston head-nya juga berbeda. Perbandingannya pada mesin 4 tak dalam 2 kali putaran crankcase = 1 x kerja sedangkan untuk 2 tak 2 kali putaran crankcase = 2 x kerja. Piston 2 tak juga memiliki slot lubang yang berhubungan dengan reed valve yang berhubungan dengan cara kerja masukan campuran bahan bakar – udara ke ruang bakar. kerja. Mesin 2 tak harus memakai oli pelumas samping selain pelumas mesin sudah jelas. sebab putaran yang dihasilkan lebih cepat. menghasilkan asap putih dari knalpotnya. Hal ini juga menjawab kenapa mesin 2 tak lebih berisik. efisien dan stabil.

Tidak memerlukan klep. sehingga perawatan lebih sulit Suara mekanis lebih gaduh Langkah kerja terjadi dengan 2 putaran poros engkol. sehingga keseimbangan putar tidak stabil. Kerugian: Komponen dan mekanisme gerak klep lebih banyak. piston. c. MESIN 2 TAK a. komponen part lebih sedikit. dinding silinder dan transmisi B. Ciri-ciri umum 4 TAK: Gas buang tidak berwarna (kecuali ada kerusakan) Bahan bakar lebih irit Menggunakan satu minyak pelumas untuk melumasi ruang engkol. sehingga putaran poros engkol lebih halus untuk itu putaran lebih rata. Keuntungan : Proses pembakaran terjadi setiap putaran poros engkol. perawatan lebih mudah dan relative murah . perlu jumlah silinder lebih dari satu dan sebagai peredam getaran.- Putaran rendah lebih baik dan panas mesin lebih dapat didinginkan oleh sirkulasi oli Langkah pemasukan dan buang panjang sehingga efisiensi lebih pemasukan dan tekanan efektif ratarata lebih baik Panas mesin lebih rendah dibanding mesin dua langkah b.

. piston. Memiliki dua buah ring piston. Putaran rendah sulit diperoleh Konsumsi pelumas lebih banyak. yaitu ring kompresi pertama dan ring kompresi kedua. sehingga terjadi kerugian langkah tekanan kembali gas buang lebih tinggi Karena pada bagian silinder terdapat lubang-lubang. tenaga yang dihasilkan lebih besar Proses pembakaran terjadi 2 kali. timbul gesekan antara ring piston dan lubang akibatnya ring piston akan lebih cepat aus.- Momen puntir untuk putaran lanjutan poros lebih kecil sehingga menghasilkan gerakan yang halus Bila dibandingkan dengan mesin empat langkah dalam kapasitas yang sama. Ciri-ciri umum 2 TAK: Sistem pelumasannya dicampurkan kedalam bensin maka gas buang mesin dua langkah bewarna putih Suara mesin lebih halus karena setiap dua langkah terjadi satu kali pembakaran bensin Pemakaian bahan bakar lebih boros Menggunakan dua fungsi pelumasan yaitu untuk melumasi ruang engkol. Kerugian : Langkah masuk dan buang lebih pendek. Karena lubang buang terdapat pada bagian silinder maka akan mudah timbul panas a. dan dinding silinder serta untuk melumasi transmisi. sehingga tenaga lebih besar a.

3 .PRINSIP KERJA MESIN 4 TAK DAN 2 TAK MAKALAH Disusun Oleh : AKBAR Kelas : XI.TO.

SMK TEKNOLOGI PLUS PADJADJARAN KOTA SUKABUMI .