DISKUSI TENTANG UJIAN NASONAL

Disusun Oleh : 1. Afrizhal Ramadhan 2. Kurniawan Dwi Cahyo 3. Nurhidayat 4. Putri Andriyani 5. Reni Susanti 6. Siti Maemunah 7. Widya Eka Larasati Kelas : XI Pemasaran 1

SMK NEGERI 41 JAKARTA

19 Tahun 2005 pasal 72 ayat (1) disebutkan (1) Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah : . Sedangkan bagi yang kontra. UN bukan satu-satunya persyaratan kelulusan siswa. ternyata masih di seputar “Apakah UN menjadi satu-satunya penentu kelulusan siswa?”. Ngapain tahan-tahan mereka kalau nyatanya dia lulus Ujian Nasional? 4. Dengan adanya ketentuan harus lulus ujian nasional. Oleh karena itu hasil ujian nasional adalah salah satu indikasi keberhasilan sekolah dalam menerapkan kurikulum pendidikan nasional. Ada beberapa persyaratan kelulusan siswa. 1. Dalam PP No. 5. terutama di jajaran Depdiknas atau Dinas Pendidikan. prasyarat utama kelulusan siswa. Apa masalahnya ? Masalahnya adalah pemerintah ngotot mempertahankan Ujian Nasional sebagai finalisasi seorang siswa pada jenjang pendidikan(SMA/MA dan Kejuruan) Ditinjau dari segi pemerintah bahwa Ujian Nasional dibutuhkan sebagai kontrol sejauh mana suatu sekolah telah menerapkan dengan baik program pendidikan nasional. maka sia-sialah pelajaran yang diberikan selama 3 tahun jika seorang siswa/i tidak lulus . 3. Untuk memperjelas dan mungkin memperpanjang pro dan kontra tentang UN. Yang paling mengetahui perkembangan siswa/i adalah sekolah sendiri maka logikanya yang berhak memberi ujian secara penuh adalah sekolah. Ujian Nasional yang dijadikan tolok ukur hanya ranah kognitif sedangkan sekolah mengembangkan 3 ranah pendidikan. tentu jawaban tidak. Hal yang masih diperdebatkan. Dengan kenyataan yang dikejar-kejar oleh sekolah adalah pelajaran yang diujikan secara nasional dan ada kesan yang penting lulus ujian nasional pasti lulus ujian sekolah. ada baiknya kita mempelajari beberapa peraturan perundangan terkait dengan UN tersebut. Bagi yang pro dengan UN. HAM (hak asasi murid) dilupakan. kebijakan Mendiknas tentang UN pada tahun-tahun lalu dan tahun ini nampaknya masih akan terus berlanjut. Sehingga hak guru diabaikan. Bahwa sekolah berhak menentukan siswa/i lulus-tidak lulus ditentukan oleh sekolah tetapi kenyataannya sekolah selalu bersandar pada lulus-tidak lulus Ujian Nasional. Sebaliknya jika ditinjau dari pihak sekolah maka dianggap bahwa Ujian nasional sering memperlakukan siswa/i secara tidak adil karena. yang menimbulkan pro dan kontra. Dengan alasan ini maka Ujian Nasional apapun kendalanya tetap diperlukan. tetap menganggap UN dijadikan satu-satunya penentu (determinan).UJIAN NASIONAL PRO-KONTRA UJIAN NASIONAL Sejumlah pendapat pro-kontra Ujian Nasional terus saja bergulir di kalangan masyarakat terutama dalam lingkungan pemerintah dan sekolah. hanya karena satu-dua pelajaran saja. karena UN bisa memveto kelulusan siswa. 2.

00. Persyaratan “Lulus UN” itulah yang mengundang masalah. 2. begitu banyak persyaratan untuk bisa lulus SMP/MTs dan SMA/MA/SMK menurut pasal 72 tersebut. IPA.00 dan minimal nilai 4. akan dijadikan pertimbangan kelulusan siswa SMK. dan mengikuti kegiatan belajar dalam kurun waktu yang ditentukan. Jadi. kelompok mata pelajaran estetika. 4. dan Bahasa Asing untuk SMA Jurusan Bahasa. Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ada ujian praktiknya. TIK. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. IPA (Fisika. dan kesehatan. dan Penjas-Orkes). Untuk SMK. lulus UN. Geografi. PKN. menyelesaikan seluruh program pembelajaran. lulus Ujian Nasional. dan kelompok mata pelajaran jasmani. masih ditambah persyaratan nilai mata ujian kompetensi keahlian ratarata 7. Di sini guru atau pendidik memiliki peran yang besar dalam menentukan (sebagian) kelulusan siswanya. dan 3 sudah terpenuhi. Antropologi). nilai rata-rata tiga mata pelajaran UN 5.00 dan nilai dua mata pelajaran UN lain minimal 6. Kimia. Syarat khusus SMK. dan lain-lain. kata yang pro UN. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. 4 persyaratan lulus sekolah ialah: Syarat 1 : siswa harus menyelesaikan seluruh program pembelajaran. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. artinya siswa sudah mengikuti seluruh program. tidak fiktif. IPS (Ekonomi. Sejarah. Seni Budaya. barangkali) untuk mata pelajaran kelompok IPTEK : Bahasa Indonesia.00 (kriteria 2). Dalam UN tahun 2007 ini. olah raga. Biologi). Syarat 3 : lulus ujian sekolah (dengan nilai 6. dengan nilai minimal 7. Matematika hanya UN. 2. Artinya siswa sekolah beneran. Sosiologi.00. . Ini berbeda dengan syarat kelulusan pada UN tahun 2005/2006. Bukan standar kelulusannya. Bagaimana sekolah (satuan pendidikan) bisa menetapkan kelulusan siswanya.1. TIK. Bahasa Inggris.25 (kriteria 1) atau ada satu mata pelajaran UN dengan nilai minimal 4. Di sini sekolah atau satuan pendidikan memiliki peranan yang besar dalam menentukan kelulusan siswa-siswanya. Ujian sekolah ini akan dilaksanakan setelah ujian nasional berakhir. IPS. Ini yang masih mengundang kontroversi itu. jika syarat 1. Syarat 2: memperoleh nilai hasil belajar minimal baik pada seluruh mata pelajaran non-UN (pendidikan agama. Syarat terakhir. bahasa asing lainnya diujikan dalam ujian sekolah kecuali Ekonomi yang di-UN-kan di SMA jurusan IPS. siswa harus lulus uji kompetensi keahlian sesuai dengan jurusan atau program keahliannya. 3. sehingga dilakukan ujian sekolah di samping UN.

“Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri”. 2. Memiliki nilai rata-rata minimal 5.00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN.25 untuk mata pelajaran lainnya. Dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. Peserta juga memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada SMK dan yang sederajat mulai semester I tahun pertama hingga semester I tahun terakhir. dan 4. Padal hal sebanding dengan pengorbanan kita selama 3 tahun belajar.memiliki nilai baik pada kelompok mata pelajaran non-IPTEK. . Atau dengan kata lain tidak FAIR. Hasil UN SMK digunakan sebagai: 1. atau minimal nilai 6. Karna pembelajaran selama 3 tahun hanya di tentukan seminggu dengan kelulusan dari mata pelajaran yang diujikan. Apakah siswa ini bisa diluluskan oleh sekolah? Dalam PP 19/2005 pasal 72 ayat (2) disebutkan bahwa. Peserta UN SMK merupakan siswa yang telah berada pada tahun terakhir di SMK dan yang sederajat. Bisa saja kesalahan disebabkan oleh hasil periksa computer karena system eror. Karena cara ini sangat tidak efektif dan tidak berguna. Khusus untuk SMK. nilai praktik kejuruan minimal 7. Penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. kontra dengan diadakan ujian akhir nasional. Standar Kelulusan Ujian Nasional SMK dan yang sederajat Tahun 2011 : 1. Dasar pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. UJIAN NASIONAL SMK UN SMK digelar untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. dengan nilai minimal 4. Pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. namun siswa yang bersangkutan tidak lulus UN.00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4. Pemerintah Kabupaten/Kota dan atau satuan pendidikan dapat menetapkan standar kelulusan UN lebih tinggi dari kriteria tersebut sebelum pelaksanaan UN. 3.00 pada mata pelajaran ujian sekolah. Karena memang mereka yang mengetahui seberapa kemampuan siswa nya masing masing dalam kegiatan akdemis. Yang wajib menilai kita lulus atau tidak lulus adalah dari pihak sekolah yang bersangkutan. Bukan dari pemerintah dan yang diperiksa oleh mesin. dan 2.

SMK dan MA.Mengenai Jadwal Ujian Nasional 2011 atau UN 2011 ini akan dilaksanaan Ujian Nasional untuk tingkat SMA/MA. Memang saat ini untuk nilai standarisasi UN 2011 memang sangat berat untuk siswa sekolah. . Sedangkan untuk tingkat SMP dan MTS dilakukan oleh dinas pendidikan provinsi dan kota. Menurut informasi berita mengenai Edaran dari Departemen Pendidikan Nasional bahwa untuk menentukan kelulusan siswa harus dipenuhi beberapa persyaratan seperti nilai harian. Sedangkan ujian ulangan digelar satu bulan setelah pelaksanaan UN utama yakni sekitar akhir Mei. Untuk itu saatnya mulai hari ini siswasiswa sekolah mencari kisi-kisi UN 2011 untuk belajar sebagi bekal dalam menghadapi UN 2011. SMA Luar Biasa dan SMK tahun 2011 diperkirakan akan dilaksanakan pada awal April. Penyelenggaran UN 2011 SMA. tugas-tugas yang diberikan guru/sekolah. Sampai-sampai untuk nilai standarisasi masih menjadi pro kontra karena nilainya tidak mutlak untuk standar kelulusan. dan BSNP mendelegasikan pelaksanaanya pada perguruan tinggi yang diselenggarakan pemerintah dengan dibantu oleh dinas pendidikan dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). keaktifan siswa serta hasil UN.