Format-1. Contoh Persyaratan Teknis Bantuan Sosial Per Subsektor 1.

Contoh Persyaratan Teknis Penerima Bantuan Sosial Kelompok Tanaman Pangan Penerima Bantuan Sosial adalah Kelompok tani/Gapoktan yang berada pada lokasi-lokasi sentra pengembangan komoditas tanaman pangan yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dan telah diseleksi oleh Tim Teknis Kabupaten/Kota. Bantuan Sosial diberikan kepada Kelompok tani/Gapoktan, dengan persyaratan seperti berikut : a. Memiliki atau mengusahakan lahan dalam satu hamparan dan mengelompok seluas 10-25 ha sesuai dengan komoditasnya. b. Mempunyai keterampilan dan kemampuan dalam berusahatani tanaman pangan. c. Memiliki potensi dan kemauan untuk mengembangkan usahanya secara berkelompok. d. Berminat mengembangkan usahanya namun menghadapi masalah dibidang permodalan, peralatan, pengetahuan maupun teknologi. e. Mau menerima teknologi dan mampu menerapkannya. f. Bersedia melakukan usahataninya secara berkelanjutan dari musim ke musim. g. Khusus untuk SLPTT, diutamakan kepada kelompok yang belum menerima bantuan pada Tahun Anggaran 2010. 1. Contoh Persyaratan Teknis Penerima Bantuan Sosial Kelompok Hortikultura Penerima Bantuan Sosial adalah Kelompok tani/Gapoktan/Asosiasi Pembina Gapoktan yang berada pada lokasi-lokasi sentra pengembangan komoditas hortikultura (buah-buahan, sayuran, florikultura dan tanaman obat) yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dan telah diseleksi oleh Tim Teknis Kabupaten/Kota. Bantuan Sosial diberikan kepada Kelompok tani/Gapoktan/Asosiasi Pembina Gapoktan, dengan persyaratan seperti berikut : a. Kelompok Tani: 1) Berkelompok. 2) Mempunyai anggota (petani) yang memiliki lahan usaha yang sesuai peruntukannya guna pengembangan budidaya hortikultura. 3) Mampu dan mau menerapkan GAP/SOP dan adopsi teknologi. 4) Memiliki komitmen untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu hortikultura. 5) Memiliki keterbatasan modal usaha. 6) Mempunyai target untuk pengembangan usaha. 7) Mempunyai jaringan kerjasama/kemitraan dengan pelaku usaha/rantai pasok. 8) Mempunyai kemauan untuk menerapkan prinsip-prinsip PHT. 9) Memiliki struktur dan rencana kerja kelompok yang jelas dan melaksanakan rencana kerja secara konsisten. b. Gabungan Kelompok Tani/Asosiasi Pembina Gapoktan: 1) Berkelompok atau sedang dalam proses membentuk suatu Gapoktan. 2) Mempunyai anggota (kelompok tani) yang memiliki lahan usaha yang sesuai peruntukannya guna pengembangan budidaya hortikultura. 3) Mampu dan mau menerapkan GAP/SOP dan adopsi teknologi. 4) Mempunyai kepedulian untuk meningkatkan produksi, produktivitas, dan mutu hortikultura. 5) Memiliki keterbatasan modal usaha. 6) Mempunyai target untuk pengembangan usaha.

7) Mempunyai jaringan kerjasama/kemitraan dengan pelaku usaha/rantai pasok. adalah petani seperti pada butir 2.000 s/d 3.000 mm/th  Bulan kering (curah hujan < 60 mm/bulan) selama ± 3 bulan  Suhu udara rata-rata 30o – 33o C b) Tanah  Kemiringan tanah kurang dari 25% . Contoh Persyaratan Teknis Penerima Bantuan Sosial Kelompok Perkebunan (Tanaman Tahunan): Peremajaan Tanaman Kelapa: Hal-hal yang perlu dilakukan pada kegiatan peremajaan kelapa adalah sebagai berikut: a. Kriteria calon lahan/maupun calon petani adalah sebagai berikut: 1) Calon lahan/tanaman  Tanaman kelapa telah berumur > 60 tahun. Calon Lahan (CL).  Tanaman kelapa yang rusak karena serangan hama penyakit. Daerah sasaran kegiatan Rehabilitasi Kopi Robusta adalah daerah sentra produksi kopi robusta. 4. 3. Standar Teknis: Rehabilitasi kopi robusta dapat dilakukan pada kebun-kebun yang jumlah tegakannya masih diatas 70% dan masih produktif. 4.  Lokasi cocok untuk penanaman tanaman kelapa.  Calon petani terdaftar dalam kelompok tani. daerah miskin.  Tanaman tidak produktif atau produksi buahnya kurang dari 30 butir/pohon/tahun. Contoh Persyaratan Teknis Penerima Bantuan Sosial Kelompok Perkebunan (Tanaman Rempah dan Penyegar): Rehabilitasi Tanaman Kopi Robusta: A. daerah perbatasan dan daerah konflik. 2) Calon petani  Tergabung dalam kelompok tani. Petani/kelompok tani sasaran adalah petani/pekebun di daerah sasaran seperti pada butir 1. 8) Mempunyai kemauan untuk menerapkan prinsip-prinsip PHT. yang tidak salam sengketa dan secara teknis memenuhi persyaratan agroklimat. 2.  Tidak merupakan daerah penyebaran hama dan penyakit utama tanaman kelapa.0 ha disesuaikan dengan kondisi setempat. Inventarisasi calon petani lahan (CP/CL) b. 2. 9) Memiliki struktur dan rencana kerja kelompok yang jelas dan melaksanakan rencana kerja secara konsisten.  Merupakan pekebun dan penduduk setempat dengan identitas beserta KTP dan KK.  Petani memiliki lahan dengan luasan sampai 2. Secara teknis dapat memenuhi persyaratan sebagai berikut: a) Iklim  Garis lintang 0o – 10o LS sampai 0o – 5o LU  Tinggi tempat 400 s/d 800 m dpl  Curah hujan 2. Prinsip Pendekatan Pelaksanaan Kegiatan 1.

Kadar bahan organik 3. BP 288.5 . drainase dan aerasi baik Sifat kimia tanah (terutama pada lapisan 0 – 30 cm) . BP 409. mempunyai potensi mengembangkan ternak dan mempunyai prestasi sesuai dengan saran dan rekomendasi Kepala Dinas Peternakan Kabupaten/Kota setempat.5 % B. c. Bersedia melaksanakan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. yaitu: Varietas BP 42.Kapasitas Pertukaran Kation (KPK) untuk Topsoil ≤12 me/100 g tanah dan lapisan Subsoil ≤ 5 me/100g tanah.Kandungan CaCO3 ≤ 1% dan CaCO4 ≤ 0. Peternak yang mempunyai potensi sebagai pembibit ternak. b. Anggota kelompok peternak yang aktif. Spesifikasi teknis sambung pucuk a) Batang atas (entres) Entres diambil dari pohon yang sehat. Merupakan kelompok peternak yang sesuai dengan jenis ternak yang ditetapkan.pH tanah 5. silsilah ternak dan catatan perkembangan produksi ternak). Contoh Persyaratan Teknis Penerima Bantuan Sosial Usaha Peternakan Syarat penerima Bantuan Sosial usaha peternakan adalah : Syarat Kelompok Peternak. IP2MB atau UPTD Perbenihan). b) Batang bawah Tempat penumbuhan wiwilan pada cabang utama yang letaknya menyebar pada 3 posisis dengan ketinggian antara 80 – 100 cm.   Kedalaman tanah efektif lebih dari 100 cm Tekstur tanah lempung berdebu berpasir bersifat gembur. a. mutasi. Dilakukan pengujian sertifikasi benih (pengujian mutu benih) oleh Institusi yang berwenang (BP2MB. Bersedia melakukan pencatatan ternak sesuai petunjuk Kepala Dinas Peternakan Kabupaten/Kota setempat (misalnya catatan kelahiran.Kejenuhan basa > 35% . d.5 5 – 10 % . Memiliki kemampuan mengembangkan Dana Bantuan Sosial sesuai ketentuan yang ditetapkan. Menggunakan varietas unggul yang telahh dilepas melalui Keputusan Menteri Pertanian. Syarat Peternak: a. Spesifikasi teknis benih/bibit Kopi Robusta secara setek siap tanam: a) Ukuran polybag : 15 cm x 25 cm b) Ukuran bibit : 7 – 12 bulan c) Jumlah daun : 6 – 8 pasang daun normal dengan sepasang cabang primer 2. BP 237 dan varietas unggul lokal yang sesuai dengan wilayah dan sudah direkomendasikan Instasi terkait. BP 534. subur dan produksi tinggi berupa cabang orthotrop (wiwilan) atau plagiatrop (laterla) berumur ± 4 bulan.5 – 6. 120 – 140 cm dan 160 – 180 cm (seperti sistem pengkasan batang tunggal) 4. . 5. b. 3. . Spesifikasi Teknis Benih/bibit kopi robusta yang digunakan adalah benih unggul dalam polybag dengan kriteria sebagai berikut: 1. c. Bersedia memenuhi ketentuan yang ditetapkan.

(3) relatif kompak dalam skala ekonomi. Lokasi memiliki agroekosistem sesui untuk pengembangan peternakan. c. peternakan maupun perkebunan antara lain: (1) secara agroklimat cocok untuk budidaya pertanian yang akan dikembangkan. Contoh Persyaratan Teknis Penerima Bantuan Sosial Bidang Ketahanan Pangan untuk Pengembangan Desa Mandiri Pangan Penerima Bantuan Sosial bidang Ketahanan Pangan untuk Desa Mandiri Pangan adalah kelompok afinitas yang berada pada desa rawan pangan sesuai dengan Data Dasar Rumah Tangga dan Survei Rumah Tangga. Mempunyai potensi dan kemauan untuk memantapkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dengan prinsip-prinsip agribisnis d. dan (4) diupayakan merupakan daerah/sentra produksi yang telah/akan berkembang.Kriteria umum Calon lokasi penerima bansos: a. b. dan telah diseleksi oleh Tim Teknis Kabupaten/Kota. Lokasi tersebut tidak bertentangan dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Memiliki potensi pengembangan usaha bagi kebutuhan anggota kelompok. hortikultura. Tidak bermasalah dengan perbankan. 6. distribusi atau konsumsi (pengolahan pangan) dan/atau usaha produktif lainnya. e. Kelompok berada pada kawasan sentra produksi ternak. memenuhi persyaratan. b. d. d. Contoh Persyaratan Teknis Penerima Bantuan Sosial Bidang Ketahanan Pangan untuk Diversifikasi Pangan melalui Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) . Memiliki SDM yang mampu mengelola pemasaran dan pengolahan pangan. 7. 8. c. b. Contoh Persyaratan Teknis Penerima Bantuan Sosial Bidang Ketahanan Pangan untuk Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (PLDPM) Penerima Bantuan Sosial bidang Ketahanan Pangan untuk PLDPM adalah gabungan kelompok tani di daerah sentra produksi pangan (padi dan jagung) yang berpengalaman dalam pendistribusian produk petani kepada mitra usahanya dan penguatan cadangan pangan gabungan kelompok. c. Bersedia melakukan usaha secara berkesinambungan serta mau mengembangkan dalam wadah gabungan kelompok dalam satu desa. kredit atau sumber permodalan lainnya. Memiliki usaha di bidang ketersediaan. padang penggembalaan sampai penunjang pemasaran). Memiliki organisasi gabungan kelompok tani (gapoktan) yang aktif. f. Mau menerima manajemen dan teknologi serta sanggup menerapkannya e. Adapun kriterianya antara lain: a. Ketua gapoktan sanggup mengirimkan laporan perkembangan usaha pemasaran dan pengolahan pangan. Secara umum merupakan lokasi yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi wilayah peternakan (tersedia banyak sumber pakan ternak. dengan persyaratan sebagai berikut : a. (2) lahan telah tersedia dan siap untuk dilakukan usaha pertanian. Bantuan Sosial diberikan kepada kelompok afinitas. Lokasi kelompok berada di desa dengan status rawan pangan (hasil identifikasi). Kriteria umum calon lokasi/lahan baik untuk pengembangan tanaman pangan. Memiliki pengalaman dalam pemasaran dan pengolahan pangan.

d. Bersedia dibina oleh SPP dan membuat laporan perkembangan usaha secara reguler. d. b. c. Bersedia menyerahkan ijazah asli SPP kepada SPP sebagai jaminan. 10. Lulus dalam kajian TIM Penilai. m. i. f. Belum memiliki ikatan kerja dengan instansi/lembaga. dst). inovatif. l. k. Contoh persyaratan teknis penerima Bansos untuk Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) Penerima Bantuan Sosial untuk pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) adalah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) pada desa miskin dan mempunyai potensi pertanian. Mengajukan permohonan bantuan modal kerja usaha kepada Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian melalui Kepala SPP. Gapoktan mempunyai usaha produktif pertanian baik on-farm maupun off-farm. mempunyai potensi pengembangan pekarangan. f. Memiliki aturan-aturan dalam mengelola dana bantuan sosial dan sistem pelaporan yang dikelola oleh Gapoktan. d. Memiliki jiwa kewirausahaan (jujur. c. g. Bersedia menandatangani perjanjian. Gapoktan mempunyai semangat keswadayaan untuk tumbuh menjadi kelembagaan ekonomi dalam format lembaga keuangan mikro. Memiliki nilai kepribadian BAIK. h. Memiliki struktur kepengurusan aktif yang diketahui dan dibina oleh penyuluh/BPP dan ditetapkan oleh Bupati/Walikota. lokasi cukup jauh dari pasar khususnya akses pangan. b.Penerima Bantuan Sosial Bidang Ketahanan Pangan untuk P2KP adalah Kelompok Wanita (Dasa Wisma) dengan kriteria yaitu : a. j. memiliki ketrampilan pengolahan pangan rumah tangga. anggota kelompok mempunyai motivasi untuk mewujudkan ketahanan pangan keluarga. e. adapun kriteria sasaran PUAP antara lain: a. kreatif. Memiliki rekening di Bank Pemerintah. 9. kooperatif. Berprestasi dalam berwirausaha (kegiatan swakarya. Memiliki lokasi usaha sesuai dengan komoditas. c. b. Lulusan SPP dan membentuk kelompok usaha bersama. . e. Bersedia membuat surat pernyataan. memiliki kelembagaan yang sudah eksis. Kelompok Mahasiswa Peminat Agribisnis). Contoh persyaratan teknis penerima bantuan modal usaha (seed money): a. mempunyai kemampuan bercocok tanam sedehana. rajin. Gapoktan berada pada desa miskin berbasis pertanian. e.

Butir-butir Pokok Penyusunan Juknis yang diterbitkan oleh Tim Teknis Kabupaten/Kota 1) Memuat penjabaran Pedoman Umum sesuai kondisi kebutuhan setempat.Format-2. standar minimal kualitas proposal serta prosedur penilaian usulan/proposal/rencana usaha kelompok. . 2) Memuat hasil inventarisasi kelompok yang pernah mendapat penguatan modal pada tahun-tahun sebelumnya. 5) Memuat kriteria. 4) Memuat kriteria spesifik calon kelompok sasaran dan mekanisme rinci seleksi kelompok sasaran. 9) Memuat penjelasan pola pemberdayaan kelompok sasaran secara berkelanjutan. Butir-butir Pokok Penyusunan Juknis A. 7) Memuat mekanisme rinci pengembangan usaha produktif. 8) Memuat profil lembaga ekonomi di perdesaan tingkat kabupaten/kota. 3) Memuat penjelasan model-model pemberdayaan masyarakat pertanian (agribisnis dan ketahanan pangan). 6) Memuat hasil inventarisasi data dasar kelompok sasaran sebelum dan sesudah menerima penguatan modal/bantuan sosial.

.................................................................. Kecamatan :.......... Desa/Kelurahan :........... *) Bupati/Walikota atau Kepala Dinas lingkup Pertanian atau pejabat yang ditunjuk **) Format ini dapat disesuaikan untuk kegiatan pada DIPA Pusat dan DIPA Provinsi ..............................................................................................................................................di............ REKAPITULASI RENCANA USAHA KELOMPOK/RENCANA USAHA BERSAMA ............. Kabupaten/Kota :.... Pejabat Pembuat Komitmen Kabupaten/Kota....... .................................. NIP...... 2............... Kab/Kota................................................................ MENYETUJUI Ketua Tim teknis............(terbilang........ pada cabang/unit Bank.....tentang penetapan kelompok sasaran kegiatan................ 5..No.............dengan ini kami mengajukan permohonan Dana Bantuan Sosial untuk Pertanian sebesar Rp... Sesuai dengan Surat Keputusan *).. Provinsi :.................................... Ds t........................................ ......... Kepada Yth : Kuasa Pengguna Anggaran.....................tanggal....... 3...... Rekening.) sesuai Rencana Usaha Kelompok (RUK)/Rencana Usaha Bersama (RUB) terlampir dengan rekapitulasi kegiatan sebagai berikut: No Kegiatan Jumlah Biaya (Rupiah) 1 2 3 1... Jumlah Selanjutnya kegiatan tersebut akan dilaksanakan sesuai dengan Surat Perjanjian Kerjasama Nomor........................ 4.................................... Rekapitulasi RUK/RUB Kelompok :.. NIP . Ketua kelompok... No........ MENGETAHUI/MENYETUJUI......................... Dana Bantuan Sosial kelompok tersebut agar dipindahbukukan ke rekening petani/Kelompok..Format-3.tanggal...

............000 ........ di Desa/Kelurahan.............................................................. .... Kabupaten/Kota. ...... Pejabat Pembuat Komitmen Kabupaten/Kota...... :................. :..............tanggal..................... ........ Kecamatan............................ NIP. NIP...A :......... Kuasa Pengguna Anggaran....................2011 Mengetahui/Menyetujui...... KUITANSI No :.......................................................... NIP............. Bendaharawan.................... Kabupaten/Kota....................... Uang sebanyak : Untuk pembayaran : Dana Bantuan Sosial untuk Pertanian.. Setuju dibayar........................................... 6........................................ : .......... Kuitansi Dana Bantuan Sosial NPWP MAK T............................. Yang menerima.................................................................. Terbilang Rp.......................................................... Tgl................................................ Petani/Ketua Kelompok Meterai Rp....Format-4.............. *) Format kuitansi ini dapat disesuaikan untuk kegiatan pada DIPA Pusat dan DIPA Provinsi ..... Sudah Terima dari : Kuasa Pengguna Anggaran..... Sesuai Surat Perjanjian Kerjasama No.............................................

..... 5. 4. Nomor............tanggal....... dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama kelompok .................... ................2011.........................yang berkedudukan di jalan............. Dengan KELOMPOK......DIPA Tahun Anggaran 2011 No.........Jalan........... Tentang PEMANFAATAN DANA BANTUAN SOSIAL UNTUK PERTANIAN Pada hari ini........ 2...yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA..... Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor : SE................Tahun................... tentang Penyaluran Dana Bantuan Sosial untuk Pertanian Tahun Anggaran 2011............... ...... 2..tahun dua ribu delapan bertempat di Kantor..... dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)...........tanggal ............ Keputusan Presiden No........... Nomor :. 3...yang untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA................ Pasal 2 LINGKUP PEKERJAAN PIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA telah setuju untuk menerima dan memanfaatkan Dana Bantuan Sosial untuk Pertanian tersebut sesuai dengan Rencana Usaha Kelompok (dirinci sesuai dengan bidang usaha kelompok masing-masing sebagaimana terlampir).................tanggal... Peraturan Menteri Pertanian Nomor :................ Surat Perjanjian Kerjasama SURAT PERJANJIAN KERJASAMA Nomor: Antara PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN....... ..........Format-5..tanggal........ dengan ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 DASAR PELAKSANAAN 1......................bulan.. kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1........ Surat Keputusan Bupati/Walikota atau Kepala Dinas atau pejabat yang ditunjuk..Kecamatan....yang berkedudukan di Desa/Kelurahan.................. 6.. Pedoman/Petunjuk Teknis tentang Kegiatan. Kementerian Pertanian........................ KABUPATEN/KOTA.............................. Tahun Anggaran 2011 yang diterbitkan oleh Dirjen/Kepala Badan....: Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)......... DIPA.............: Ketua Kelompok.................................Kabupaten/Kota............................. Kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan Perjanjian Kerjasama yang mengikat dan berakibat hukum bagi kedua belah pihak untuk melaksanakan pemanfaatan Dana Bantuan Sosial untuk Pertanian.... tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara...........tanggal.tentang Penyediaan dan Pencairan Dana Bantuan Sosial untuk Pertanian Tahun Anggaran 2011..........tanggal.tentang Penetapan Kelompok Sasaran.........

Sumber dana sebagaimana tertuang dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)... b.. . Perubahan kebijakan moneter berdasarkan Peraturan Pemerintah.. Keadaan memaksa (force majeure) yang dimaksud pasal 7 ayat (1) adalah : a........... dengan cara pembayaran langsung ke rekening petani............... 3.......... 2. Apabila terjadi perselisihan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sehubungan dengan surat perjanjian kerjasama ini............ Pasal 4 PEMBAYARAN Pembayaran Dana Bantuan Sosial untuk Pertanian dimaksud pada pasal 3 ayat (2) Surat Perjanjian Kerjasama ini akan dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA setelah perjanjian kerjasama ini ditandatangani....... maka kedua belah pihak menyerahkan perselisihan ini kepada Pengadilan Negeri. pada Bank.. dilaksanakan melalui Surat Perintah Membayar (SPM) yang disampaikan oleh KPA kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.. Rek :.... Peperangan.... maka PIHAK KEDUA harus memberitahukan secara tertulis kepada PPK/KPA dengan tembusan kepada Tim Teknis dalam waktu 4 X 24 jam kepada PIHAK PERTAMA..... maka akan diselesaikan secara musyawarah untuk memperoleh mufakat. Pasal 5 SANKSI Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat melaksanakan pemanfaatan Dana Bantuan Sosial kapada petani sesuai dengan pasal 2..... c.Kabupaten/Kota.. Bencana alam seperti gempa bumi..............(dengan huruf).....Pasal 3 SUMBER DAN JUMLAH DANA Sumber dan jumlah Dana Bantuan Sosial untuk Pertanian yang diterima oleh PIHAK KEDUA adalah : 1.tanggal................ Jumlah dana yang disepakati kedua belah pihak sebesar Rp........... 2. maka PIHAK PERTAMA berhak secara sepihak mencabut seluruh dana yang diterima PIHAK KEDUA yang mengakibatkan surat perjanjian kerjasama batal...... Jika timbul keadaan memaksa (force majeure) yaitu hal-hal yang diluar kekuasaan PIHAK KEDUA sehingga tertundanya pelaksanaan kegiatan..Desa/Kelurahan........ angin topan............. kebakaran yang bukan disebabkan kelalaian PIHAK KEDUA....... Apabila dengan cara musyawarah belum dapat dicapai suatu penyelesaian...... Keputusan Pengadilan Negeri yang telah mempunyai kekuatan hukum adalah mengikat kedua belah pihak.................Nomor :.... banjir besar... Pasal 6 PERSELISIHAN 1. sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku...No........Kecamatan... 2.. Pasal 7 FORCE MAJEURE 1..

*)Format Surat Perjanjian Kerjasama ini dapat disesuaikan untuk kegiatan pada DIPA Pusat dan DIPA Provinsi PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen Kabupaten/Kota............Pasal 8 LAIN – LAIN 1.............................. NIP... Segala lampiran yang melengkapi surat perjanjian kerjasama ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dan mempunyai kekuatan hukum yang sama......... 3.................... Bea meterai yang timbul karena pembuatan surat perjanjian kerjasama ini menjadi beban PIHAK KEDUA........... MENGETAHUI/MENYETUJUI : Kuasa Pengguna Anggaran Kabupaten/Kota...000 ...... 2................ ............ Meterai Rp.... 6. PIHAK KEDUA Ketua Kelompok .................................. Perubahan atas surat perjanjian kerjasama ini tidak berlaku kecuali terlebih dahulu harus dengan persetujuan kedua belah pihak. NIP.... Pasal 9 PENUTUP Surat perjanjian kerjasama ini ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab tanpa adanya paksaan dari manapun dan dibuat rangkap 6 (enam) yang kesemuanya mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk digunakan sebagaimana mestinya........... ..................... ...........