P. 1
matematika1

matematika1

4.0

|Views: 2,003|Likes:
Published by api-3830148

More info:

Published by: api-3830148 on Oct 18, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2014

pdf

text

original

PANDUAN

PENGEMBANGAN SILABUS

MATA PELAJARAN

MATEMATIKA

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA JAKARTA, 2006

1

I.

PENDAHULUAN

Α. Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV Pasal 10 menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan, membimbing, dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selanjutnya, Pasal 11 Ayat (1) juga menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. Dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, maka wewenang Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan pendidikan di daerah menjadi semakin besar. Lahirnya kedua undang-undang tersebut menandai sistem baru dalam penyelenggaraan pendidikan dari sistem yang cenderung sentralistik menjadi lebih desentralistik. Kurikulum sebagai salah satu substansi pendidikan perlu didesentralisasikan terutama dalam pengembangan silabus dan pelaksanaannya yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa, keadaan sekolah, dan kondisi sekolah atau daerah. Dengan demikian, sekolah atau daerah memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan materi pokok/pembelajaran, kegiatan pem belajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh daerah karena sebagian besar kebijakan yang berkaitan dengan implementasi Standar Nasional Pendidikan dilaksanakan oleh sekolah atau daerah. Sekolah harus menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan KTSP, kalender pendidikan, dan silabus dengan cara melakukan penjabaran dan penyesuaian Standar Isi yang ditetapkan dengan Permendiknas No. 22 Tahun 2006 dan Standar Kompetensi Lulusan yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 23 Tahun 2006 Di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dijelaskan: • Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan di bawah supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang bertangung jawab terhadap pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, serta Departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK ( Pasal 17 Ayat 2) • Perencanan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi

2

ajar, metode pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar (Pasal 20) Berdasarkan ketentuan di atas, daerah atau sekolah memiliki ruang gerak yang luas untuk melakukan modifikasi dan mengembangkan variasi-variasi penyelengaraan pendidikan sesuai dengan keadaan, potensi, dan kebutuhan daerah, serta kondisi siswa. Untuk keperluan di atas, perlu adanya panduan pengembangan silabus untuk setiap mata pelajaran, agar daerah atau sekolah tidak mengalami kesulitan.

Β. Karakteristik Mata Pelajaran
Penyelenggaraan pembelajaran matematika tidaklah mudah karena fakta menunjukkan bahwa para siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari matematika (Jaworski, 1994). Agar pembelajaran matematika sesuai dengan harapan maka perlu kiranya dibedakan antara matematika dan matematika sekolah. 1. Hakekat dan Karakteristik Matematika Sekolah Pandangan tentang hakekat dan karakteristik matematika sekolah akan memberikan karakteristik mata pelajaran matematika secara keseluruhan. Ebbutt dan Straker (1995: 10-63) mendefinisikan matematika sekolah yang selanjutnya disebut sebagai matematika, sebagai berikut : a. Matematika sebagai kegiatan penelusuran pola dan hubungan Implikasi dari pandangan ini terhadap pembelajaran matematika adalah guru perlu: (1) memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan penemuan dan penyelidikan pola-pola untuk menentukan hubungan, (2) memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan percobaan dengan berbagai cara, (3) mendorong siswa untuk menemukan adanya urutan, perbedaan, perbandingan, pengelompokan, dsb, (4) mendorong siswa menarik kesimpulan umum, (5) membantu siswa memahami dan menemukan hubungan antara pengertian satu dengan yang lainnya. b. Matematika sebagai kreativitas yang memerlukan imajinasi, intuisi dan penemuan Implikasi dari pandangan ini terhadap pembelajaran matematika adalah guru perlu : (1) mendorong inisiatif siswa dan memberikan kesempatan berpikir berbeda, (2) mendorong rasa ingin tahu, keinginan bertanya, kemampuan menyanggah dan kemampuan memperkirakan, (3) menghargai penemuan yang diluar perkiraan sebagai hal bermanfaat daripada menganggapnya sebagai kesalahan, (4) mendorong siswa menemukan struktur dan desain matematika, (5) mendorong siswa menghargai penemuan siswa yang

3

lainnya, (6) mendorong siswa berfikir refleksif, dan (7) tidak menyarankan hanya menggunakan satu metode saja. c. Matematika sebagai kegiatan pemecahan masalah (problem solving) Implikasi dari pandangan ini terhadap pembelajaran matematika adalah guru perlu: (1) menyediakan lingkungan belajar matematika yang merangsang timbulnya persoalan matematika, (2) membantu siswa memecahkan persoalan matematika menggunakan caranya sendiri, (3) membantu siswa mengetahui informasi yang diperlukan untuk memecahkan persoalan matematika, (4) mendorong siswa untuk berpikir logis, konsisten, sistematis dan mengembangkan sistem dokumentasi/catatan, (5) mengembangkan kemampuan dan ketrampilan untuk memecahkan persoalan, (6) membantu siswa mengetahui bagaimana dan kapan menggunakan berbagai alat peraga/media pendidikan matematika seperti : jangka, penggaris, kalkulator, dsb. d. Matematika sebagai alat berkomunikasi Implikasi dari pandangan ini terhadap pembelajaran matematika adalah guru perlu: (1) mendorong siswa mengenal sifat-sifat matematika, (2) mendorong siswa membuat contoh sifat matematika, (3) mendorong siswa menjelaskan sifat matematika, (4) mendorong siswa memberikan alasan perlunya kegiatan matematika, (5) mendorong siswa membicarakan persoalan matematika, (6) mendorong siswa membaca dan menulis matematika, (7) menghargai bahasa ibu siswa dalam membicarakan matematika. 2. Klasifikasi Materi Pembelajaran Matematika Untuk semua jenjang pendidikan, materi pembelajaran matematika meliputi (Ebbutt dan Straker, 1995) : a. Fakta (facts), meliputi: (1) informasi, (2) nama, (3) istilah dan (4) konvensi tentang lambang-lambang. b. Pengertian (concepts), meliputi: (1) struktur pengertian, (2) peranan struktur pengertian, (3) berbagai macam pola, urutan, (4) model matematika, (5) operasi dan algoritma. c. Keterampilan penalaran, meliputi: (1) memahami pengertian , (2) berfikir logis, (3) memahami contoh negatif, (4) berpikir deduksi, (5) berpikir induksi, (6) berpikir sistematis dan konsisten, (7) menarik kesimpulan, (8) menentukan metode dan membuat alasan, dan (9) menentukan strategi. d. Keterampian algoritmik, meliputi: (1) keterampilan untuk memahami dan mengikuti langkah yang dibuat orang lain, (2) merancang dan membuat 4

langkah, (3) menggunakan langkah, (4) mendefinisikan dan menjelaskan langkah sehingga dapat dipahami orang lain, (5) membandingkan dan memilih langkah yang efektif dan efisien, serta (6) memperbaiki langkah. e Keterampilan menyelesaikan masalah matematika (problem solving) meliputi: (1) memahami pokok persoalan, (2) mendiskusikan alternatif pemecahannya, (3) memecah persoalan utama menjadi bagian-bagian kecil, (4) menyederhanakan persoalan, (5) menggunakan pengalaman masa lampau dan menggunakan intuisi untuk menemukan alternatif pemecahannya, (6) mencoba berbagai cara, bekerja secara sistematis, mencatat apa yang terjadi, mengecek hasilnya dengan mengulang kembali langkah-langkahnya, dan (7) mencoba memahami dan menyelesaikan persoalan yang lain. f. Keterampilan melakukan penyelidikan (investigation), meliputi: (1) mengajukan pertanyaan dan mencari bagaimana cara memperoleh jawabannya, (2) membuat dan menguji hipotesis, (3) mencari dan menentukan informasi yang cocok dan memberi penjelasan mengapa suatu informasi diperlukan, (4) mengumpulkan, mengelompokkan, menyusun, mengurutkan dan membandingkan serta mengolah informasi secara sistematis, (5) mencoba metode alternatif, (6) mengenali pola dan hubungan, dan (7) menyimpulkan.

Χ. Karakteristik Peserta Didik
1. Perkembangan Aspek Kognitif Ebbutt dan Straker (1995: 60-75), memberikan pandangannya bahwa agar potensi siswa dapat berkembang dan mempelajari matematika secara optimal, asumsi tentang karakteristik subjek didik dan impikasi terhadap pembelajaran matematika diberikan sebagai berikut: a. Murid akan mempelajari matematika jika mereka mempunyai motivasi Implikasi pandangan ini terhadap pembelajaran matematika adalah guru perlu : (1) menyediakan kegiatan yang menyenangkan, (2) memperhatikan keinginan siswa, (3) membangun pengertian melalui apa yang diketahui oleh siswa, (4) menciptakan suasana kelas yang mendukung kegiatan belajar, (5) memberikan kegiatan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, (6) memberikan kegiatan yang menantang, (7) memberikan kegiatan yang memberikan harapan keberhasilan, (8) menghargai setiap pencapaian siswa. b. Murid mempelajari matematika dengan caranya sendiri Pernyataan tersebut mengandung makna: (1) siswa belajar dengan cara yang unik dan kemungkinan berbeda dengan teman yang lain, (2) tiap siswa

5

memerlukan pengalaman tersendiri yang terhubung dengan pengalamannya di waktu lampau, (3) tiap siswa mempunyai latar belakang sosial-ekonomi-budaya yang berbeda. Oleh karena itu, implikasi terhadap pembelajaran matematika adalah guru perlu: (1) mengetahui kelebihan dan kekurangan para siswanya, (2) merencanakan kegiatan yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, (3) membangun pengetahuan dan ketrampilan siswa baik yang dia peroleh di sekolah maupun di rumah, (4) menggunakan catatan kemajuan siswa (assessment) c. Murid mempelajari matematika baik secara mandiri maupun melalui kerja sama dengan temannya Implikasi pandangan ini bagi pembelajaran matematika adalah guru perlu: (1) memberikan kesempatan belajar dalam kelompok untuk melatih kerjasama, (2) memberikan kesempatan belajar secara klasikal untuk memberi kesempatan saling bertukar gagasan, (3) memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatannya secara mandiri, (4) melibatkan siswa dalam pengambilan keputusan tentang kegiatan yang akan dilakukannya, dan (5) mengajarkan bagaimana cara mempelajari matematika. d. Murid memerlukan konteks dan situasi yang berbeda-beda dalam mempelajari matematika Implikasi pandangan ini bagi pembelajaran matematika adalah guru perlu: (1) menyediakan dan menggunakan berbagai alat peraga, (2) memberi kesempatan belajar matematika di berbagai tempat dan keadaan, (3) memberikan kesempatan menggunakan matematika untuk berbagai keperluan, (4) mengembangkan sikap menggunakan matematika sebagai alat untuk memecahkan problematika baik di sekolah maupun di rumah, (5) menghargai sumbangan tradisi, budaya dan seni dalam pengembangan matematika, dan (6) membantu siswa menilai sendiri kegiatan matematikanya. 2. Hierarki Aspek Afektif Ada beberapa penggolongan (taksonomi) aspek afektif, misalnya taksonomi oleh Krathwhol, dkk (1981) dan taksonomi oleh Wilson (1971). Hierarki kategori aspek afektif menurut Krathwhol meliputi menerima keadaan (receiving), merespon (responding), pembentukan nilai (valuing), organisasi dan karakterisasi. Hierarki tersebut tampak seperti pada diagram berikut:

6

Penerimaan

Karakterisasi Perangkat tergeneralisasi Organisasi Organisasi nilai Konseptualisasi nilai s Nilai Komitmen i Preferensi nilai m k Penerimaan nilai i a Respon Kepuasan merespon n p Kemauan untuk merespon a Kesudian untuk merespon t Perhatian terpusatkan Kesudian untuk menerima Kesadaran

Karakter

Menurut Krathwhol aspek sikap muncul bila ada komitmen, preferensi nilai, penerimaan nilai, kepuasan merespon dan kemauan untuk merespon dari seseorang. Aspek minat muncul bia ada preferensi nilai, penerimaan nilai, kepuasan merespon, kemauan untuk merespon, kerelaan untuk merespon, perhatian terpusatkan, kerelaan untuk menerima dan kesadaran dari seseorang. Proses internaisasi terjadi bila aspek-aspek taksonomi tersebut menyatu secara hierekis. Menurut Paul ( 1963: 519) sikap merupakan suatu kesiapan individu untuk bereaksi sehingga merupakan disposisi yang secara relatif tetap yang telah dimiliki melalui pengalaman yang berlangsung secara reguler dan terarah. Krech (1962 : 139) menyatakan bahwa sikap merupakan suatu sistem yang terdiri dari komponen kognitif, perasaan dan kecenderungan untuk bertindak. Sikap merupakan tingkat perasaan positif atau negatif yang ditujukan ke objek-objek psikologi. Dengan demikian sikap kecenderungan perasaan terhadap objek psikologi yakni sikap positif dan sikap negatif sedangkan derajat perasaan dimaksudkan sebagai derajat penilaian terhadap objek. 3. Perkembangan Aspek Psikomotorik Di samping aspek kognitif dan aspek afektif. Aspek ketrampilan motorik ( unjuk kerja)juga mempunyai peranan yang tak kalah penting untuk mengetahui keterampilan siswa dalam memecahkan permasalahan.Dalam kegiatan ini siswa diminta mendemonstrasikan kemampuan dan ketrampilan melakukan kegiatan 7

fisik misalnya melukis segitiga, melukis persegi, melukis lingkaran, dsb. Untuk mengetahui tingkat ketrampilan siswa, perlu penilai dapat menggunakan lembar pengamatan.

II.

PENGERTIAN, PRINSIP, DAN TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN SILABUS

A. Pengertian Silabus
Silabus disusun berdasarkan Standar Isi, yang di dalamnya berisikan Identitas Mata Pelajaran, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD), Materi Pokok/Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Indikator, Penilaian, Alokasi Waktu, dan Sumber Belajar. Dengan demikian, silabus pada dasarnya menjawab permasalahan-permasalahan sebagai berikut. 1. Kompetensi apa saja yang harus dicapai siswa sesuai dengan yang dirumuskan oleh Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar). 2. Materi Pokok/Pembelajaran apa saja yang perlu dibahas dan dipelajari peserta didik untuk mencapai Standar Isi. 3. Kegiatan Pembelajaran apa yang seharusnya diskenariokan oleh guru sehingga peserta didik mampu berinteraksi dengan sumber-sumber belajar. 4. Indikator apa saja yang harus dirumuskan untuk mengetahui ketercapaian KD dan SK. 5. Bagaimanakah cara mengetahui ketercapaian kompetensi berdasarkan Indikator sebagai acuan dalam menentukan jenis dan aspek yang akan dinilai. 6. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai Standar Isi tertentu. 7. Sumber Belajar apa yang dapat diberdayakan untuk mencapai Standar Isi tertentu.

B. Pengembang Silabus
Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan Dinas Pendidikan. 1. Sekolah dan komite sekolah Pengembang silabus adalah sekolah bersama komite sekolah. Untuk menghasilkan silabus yang bermutu, sekolah bersama komite sekolah dapat meminta bimbingan teknis dari perguruan tinggi, LPMP, dan lembaga terkait seperti Balitbang Depdiknas.

8

2. Kelompok Sekolah Apabila guru kelas atau guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri, maka pihak sekolah dapat mengusahakan untuk membentuk kelompok guru kelas atau guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan dipergunakan oleh sekolah tersebut 3. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Beberapa sekolah atau sekolah-sekolah dalam sebuah yayasan dapat bergabung untuk menyusun silabus. Hal ini dimungkinkankarena sekolah dan komite sekolah karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan penyusunan silabus. Kelompok sekolah ini juga dapat meminta bimbingan teknis dari perguruan tinggi, LPMP, dan lembaga terkait seperti Balitbang Depdiknas dalam menyusun silabus. 4 Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing. Dalam pengembangan silabus ini sekolah, kelompok kerja guru, atau dinas pendidikan dapat meminta bimbingan teknis dari perguruan tinggi, LPMP, atau unit utama terkait yang ada di Departemen Pendidikan Nasional

C. Prinsip Pengembangan Silabus
1. Ilmiah: Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertangungjawabkan secara keilmuan. 2. Relevan: Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran, dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik. 3. Sistematis: Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.

9

4. Konsisten: Ada hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian. 5. Memadai: Cakupan indikator, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapain kompetensi dasar. 6. Aktual dan Kontekstual: Cakupan indikator, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi. 7. Fleksibel: Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi variasi peserta didik, pendidikan, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. Sementara itu, materi ajar ditentukan berdasarkan dan atau memperhatikan kultur daerah masing-masing. Hal ini dimaksudkan agar kehidupan peserta didik tidak tercerabut dari lingkungannya. 8. Menyeluruh: Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor). 9. Desentralistik: Pengembangan silabus ini bersifat desentralistik, maksudnya bahwa kewenangan pengembangan silabus bergantung pada daerah masing-masing atau bahkan sekolah masing-masing.

D. Tahap-tahap Pengembangan Silabus
1. Perencanaan: Tim yang ditugaskan untuk menyusun silabus terlebih dahulu perlu mengumpulkan informasi dan mempersiapkan kepustakaan atau referensi yang sesuai untuk mengembangkan silabus. Pencarian informasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan perangkat teknologi dan informasi seperti multi media dan internet. 2. Pelaksanaan: Dalam melaksanakan penyusunan silabus, penyusun silabus perlu memahami semua perangkat yang berhubungan dengan penyusunan silabus, seperti Standar Isi yang berhubungan dengan mata pelajaran yang bersangkutan dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 3. Perbaikan: Buram silabus perlu dikaji ulang sebelum digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Pengkajian dapat melibatkan para spesialis kurikulum, ahli mata pelajaran, ahli didaktik-metodik, ahli penilaian, psikolog, guru/instruktur, kepala sekolah, pengawas, staf profesional dinas pendidikan, perwakilan orang tua siswa, dan siswa itu sendiri.

1

4. Pemantapan: Masukan dari pengkajian ulang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk memperbaiki buram awal. Apabila telah memenuhi kriteria rancangan silabus dapat segera disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya. 5. Penilaian silabus: Penilaian pelaksanaan silabus perlu dilakukan secara berkala dengan mengunakaan model-model penilaian kurikulum.

III.

KOMPONEN DAN LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS A. Komponen silabus
Silabus memuat sekurang-kurangnya komponen-komponen berikut ini. 1. Identitas Silabus 2. Standar Kompentensi 3. Kompetensi Dasar 4. Materi Pokok/Pembelajaran 5. Kegiatan Pembelajaran 6. Indikator 7. Penilaian 8. Alokasi Waktu 9. Sumber Belajar Komponen-komponen silabus di atas, selanjutnya dapat disajikan dalam contoh format silabus secara horisontal atau vertikal sebagai berikut.

Format 1: Horizontal SILABUS
Sekolah Kelas Mata Pelajaran Semester Standar Kompetensi : SMP : ...... : ........ : ....... : 1........... 2............

1

Kegiatan Materi Kompetensi Pembelajaran Pokok/ Dasar Pembelajaran 1.1.

Indikator

Teknik

Penilaian Alokasi Sumber Bentuk Contoh Waktu Belajar Instrumen Instrumen

Format 2: Vertikal SILABUS
Nama Sekolah :.................................... Mata Pelajaran:.................................... Kelas/Semester :.................................... 1. Standar Kompetensi 2. Kompetensi Dasar 3.Materi Pokok/Pembelajaran 4. Kegiatan Pembelajaran 5. Indikator 6. Penilaian 7. Alokasi Waktu 8. Sumber Belajar Catatan: * Kegiatan Pembelajaran: kegiatan-kegiatan yang spesifik yang dilakukan siswa untuk mencapai SK dan KD * Alokasi waktu: termasuk alokasi penilaian yang terintegrasi dengan pembelajaran (n x 40 menit) * Sumber belajar: buku teks, alat, bahan, nara sumber,atau lainnya. : ....................... : ....................... : ....................... : ....................... : ....................... : ....................... : ....................... : .......................

B. Langkah-langkah Pengembangan Silabus
1. Mengisi identitas Silabus Identitas terdiri dari nama sekolah, kelas, mata pelajaran, dan semester. Identitas silabus ditulis di atas matriks silabus.

1

2. Menuliskan Standar Kompetensi Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada mata pelajaran tertentu. Standar Kompetensi diambil dari Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar) Mata Pelajaran. Sebelum menuliskan Standar Kompetensi, penyusun terlebih dahulu mengkaji Standar Isi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut: a. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau SK dan KD; b. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran; c. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. Standar Kompetensi dituliskan di atas matrik silabus di bawah tulisan semester. 3. Menuliskan Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang harus dimiliki peserta didik dalam rangka menguasai SK mata pelajaran tertentu. Kompetensi dasar dipilih dari yang tercantum dalam Standar Isi. Sebelum menentukan atau memilih Kompetensi Dasar, penyusun terlebih dahulu mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan Kompetensi Dasar; b. keterkaitan antar Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam mata pelajaran; dan c. keterkaitan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar antarmata pelajaran. 4. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Dalam mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran harus dipertimbangkan: a. relevansi materi pokok dengan SK dan KD; b. tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik; c. kebermanfaatan bagi peserta didik; d. struktur keilmuan; e. kedalaman dan keluasan materi; f. relevansi dengan kebutuhan peseta didik dan tuntutan lingkungan; dan g. alokasi waktu. Selain itu harus diperhatikan:

1

a. kesahihan (validity): materi memang benar-benar teruji kebenaran dan kesahihannya; b. tingkat kepentingan (significance): materi yang diajarkan memang benarbenar diperlukan oleh siswa diperlukan oleh siswa; c. kebermanfaatan (utility): materi tersebut memberikan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan pada jenjang berikutnya; d. layak dipelajari (learnability): materi layak dipelajari baik dari aspek tingkat kesulitan maupun aspek pemanfaatan bahan ajar dan kondisi setempat; e. menarik minat (interest): materinya menarik minat siswa dan memotivasinya untuk mempelajari lebih lanjut. 5. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Kegiatan pembelajaran yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan pembelajaran memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Kriteria dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran sebagai berikut. a. Kegiatan pembelajaran disusun bertujuan untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar mereka dapat bekerja dan melaksanakan proses pembelajaran secara profesional sesuai dengan tuntutan kurikulum. b. Kegiatan pembelajaran disusun berdasarkan atas satu tuntutan kompetensi dasar secara utuh. c. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. d. Kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa (student-centered). Guru harus selalu berpikir kegiatan apa yang bisa dilakukan agar siswa memiliki kompetensi yang telah ditetapkan. e. Materi kegiatan pembelajaran dapat berupa pengetahuan, sikap, dan keterampilan. f. Perumusan kegiatan pembelajaran harus jelas memuat materi yang harus dikuasai untuk mencapai Kompetensi Dasar. g. Penentuan urutan langkah pembelajaran sangat penting artinya bagi KDKD yang memerlukan prasyarat tertentu. h. Pembelajaran bersifat spiral (terjadi pengulangan-pengulangan pembelajaran materi tertentu). i. Rumusan pernyataan dalam Kegiatan Pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan kegiatan pembeljaran siswa, yaitu kegiatan dan objek belajar.

1

Pemilihan kegiatan pembelajaran mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: a. memberikan peluang bagi siswa untuk mencari, mengolah, dan menemukan sendiri pengetahuan, di bawah bimbingan guru; b. mencerminkan ciri khas dalam pegembangan kemapuan mata pelajaran; c. disesuaikan dengan kemampuan siswa, sumber belajar dan sarana yang tersedia; d. bervariasi dengan mengombinasikan kegiatan individu/perorangan, berpasangan, kelompok, dan klasikal; dan e. memperhatikan pelayanan terhadap perbedaan individual siswa seperti: bakat, minat, kemampuan, latar belakang keluarga, sosial-ekomomi, dan budaya, serta masalah khusus yang dihadapi siswa yang bersangkutan. 6. Merumuskan Indikator Untuk mengembangkan instrumen penilaian, terlebih dahulu diperhatikan indikator. Oleh karena itu, di dalam penentuan indikator diperlukan kriteriakriteria berikut ini. Kriteria indikator adalah sebagai berikut. a. Sesuai tingkat perkembangan berpikir siswa. b. Berkaitan dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. c. Memperhatikan aspek manfaat dalam kehidupan sehari-hari (life skills). d. Harus dapat menunjukkan pencapaian hasil belajar siswa secara utuh (kognitif, afektif, dan psikomotor). e. Memperhatikan sumber-sumber belajar yang relevan. f. Dapat diukur/dapat dikuantifikasikan/dapat diamati. g. Menggunakan kata kerja operasional. 7. Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Di dalam kegiatan penilaian ini terdapat tiga komponen penting, yang meliputi: (a) teknik penilaian, (b) bentuk instrumen, dan (c) contoh instrumen. a. Teknik Penilaian Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan untuk menentukan tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan. Adapun yang dimaksud dengan teknik penilaian adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik.

1

Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan dalam rangka penilaian ini, yang secara garis besar dapat dikategorikan sebagai teknik tes dan teknik nontes.Teknik tes merupakan cara untuk memperoleh informasi melalui pertanyaan yang memerlukan jawaban betul atau salah, sedangkan teknik nontes adalah suatu cara untuk memperoleh informasi melalui pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban betul atau salah. Dalam melaksanakan penilaian, penyusun silabus perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini. 1) Pemilihan jenis penilaian harus disertai dengan aspek-aspek yang akan dinilai sehingga memudahkan dalam penyusunan soal. 2) Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian indikator. 3) Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan siswa setelah siswa mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. 4) Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan siswa. 5) Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan, berupa program remedi. Apabila siswa belum menguasai suatu kompetensi dasar, ia harus mengikuti proses pembelajaran lagi, dan bila telah menguasai kompetensi dasar, ia diberi tugas pengayaan. 6) Siswa yang telah menguasai semua atau hampir semua kompetensi dasar dapat diberi tugas untuk mempelajari kompetensi dasar berikutnya. 7) Dalam sistem penilaian berkelanjutan, guru harus membuat kisi-kisi penilaian dan rancangan penilaian secara menyeluruh untuk satu semester dengan menggunakan teknik penilaian yang tepat. 8) Penilaian dilakukan untuk menyeimbangkan berbagai aspek pembelajaran: kognitif, afektif dan psikomotor dengan menggunakan berbagai model penilaian, baik formal maupun nonformal secara berkesinambungan. 9) Penilaian merupakan suatu proses pengumpulan dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip berkelanjutan, bukti-bukti otentik, akurat, dan konsisten sebagai akuntabilitas publik. 10)Penilaian merupakan proses identifikasi pencapaian kompetensi dan hasil belajar yang dikemukakan melalui pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai disertai dengan peta kemajuan hasil belajar siswa. 11) Penilaian berorientasi pada Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator. Dengan demikian, hasilnya akan memberikan gambaran mengenai perkembangan pencapaian kompetensi. 12)Penilaian dilakukan secara berkelanjutan (direncanakan dan dilakukan terus menerus) guna mendapatkan gambaran yang utuh mengenai

1

perkembangan penguasaan kompetensi siswa, baik sebagai efek langsung (main effect) maupun efek pengiring (nurturant effect) dari proses pembelajaran. 13)Sistem penilaian harus disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan, penilaian harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil dengan melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.

b. Bentuk Instrumen Bentuk instrumen yang dipilih harus sesuai dengan teknik penilaiannya. Oleh karena itu, bentuk instrumen yang dikembangkan dapat berupa bentuk instrumen yang tergolong teknik: 1) Tes tulis, dapat berupa tes esai/uraian, pilihan ganda, isian, menjodohkan dan sebagainya. 2) Tes lisan, yaitu berbentuk daftar pertanyaan. 3) Tes unjuk kerja, dapat berupa tes identifikasi, tes simulasi, dan uji petik kerja produk, uji petik kerja prosedur, atau uji petik kerja prosedur dan produk. 4) Penugasan, seperti tugas proyek atau tugas rumah. 5) Observasi yaitu dengan menggunakan lembar observasi. 6) Wawancara yaitu dengan menggunakan pedoman wawancara 7) Portofolio dengan menggunakan dokumen pekerjaan, karya, dan atau prestasi siswa. 8) Penilaian diri dengan menggunakan lembar penilaian diri Sesudah penentuan instrumen tes telah dipandang tepat, selanjutnya instrumen tes itu dituliskan di dalam kolom matriks silabus yang tersedia. Berikut ini disajikan ragam teknik penilaian beserta bentuk instrumen yang dapat digunakan. Tabel 1. Ragam Teknik Penilaian beserta Ragam Bentuk Instrumennya
Teknik • Tes tulis Bentuk Instrumen • Tes isian • Tes uraian • Tes pilihan ganda • Tes menjodohkan • Dll. • Daftar pertanyaan

Tes lisan

1

Tes unjuk kerja

• • • •
• • • • • • •

Penugasan Observasi Wawancara Portofolio Penilaian diri


• • •

Tes identifikasi Tes simulasi Uji petik kerja produk Uji petik kerja prosedur Uji petik kerja prosedur dan produk Tugas proyek Tugas rumah Lembar observasi Pedoman wawancara Dokumen pekerjaan, karya, dan/atau prestasi siswa Lembar penilaian diri

c. Contoh Instrumen Setelah ditetapkan bentuk instrumennya, selanjutnya dibuat contohnya. Contoh instrumen dapat dituliskan di dalam kolom matriks silabus yang tersedia. Namun, apabila dipandang hal itu menyulitkan karena kolom yang tersedia tidak mencukupi, selanjutnya contoh instrumen penilaian diletakkan di dalam lampiran. 7. Menentukan Alokasi Waktu Alokasi waktu adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk ketercapaian suatu Kompetensi Dasar tertentu, dengan memperhatikan: a. minggu efektif per semester, b. alokasi waktu mata pelajaran, dan c. jumlah kompetensi per semester. 8. Menentukan Sumber Belajar Sumber belajar merupakan segala sesuatu yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran, yang dapat berupa: buku teks, media cetak, media elektronika, nara sumber, lingkungan alam sekitar, dan sebagainya.

IV. PENUTUP
Contoh silabus yang terdapat di dalam Lampiran 3 bukan contoh satu-satunya di dalam pengembangan silabus yang disusun berdasarkan Standar Isi. Untuk itu, diharapkan sekolah atau daerah dapat mengembangkan sendiri bentuk silabus yang lain.

1

DAFTAR PUSTAKA
Brady, L. (1992). Curriculum development. (4th ed.) New York: Prentice-Hall. Direktorat PLP,(2002) Pendekatankontekstual(Contextual learning(CTL)), Jakarta: Ditjen Dikdasmen, Depdiknas teaching and

Ebbut, s. & Straker, A (1995) Children and mathematics: Mathematic in primary school, Part 1. London: Collins Educational Ernest, P (1991), The philosophy of mathematics education. London: The Falmer Press. Gronlund, N.E. (1976) Measurement & Evaluation in Teaching, New York: Macmillan publishing Co., Inc. Mukminan dkk. (2002). Pedoman Umum Pengembangan Silabus Berbasis Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Yogyakarta: Program Pascasarjana UNY. Paul, T, Y, (1963) . Motivation and emotion. London : John Willey and Son Jarworski, B, (1994), Investigating mathematics teaching : A constructivist enquiry. London : The Falmer Press.

1

Lampiran I GLOSARIUM
Contextual teaching and learning: pembelajaran /pengajaran kontekstual merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan sehari-hari sehingga siswa memiliki pengetahuan/ketrampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan dari satu konteks ke konteks lainnya. evaluasi: kegiatan untuk menentukan mutu atau nilai suatu program yang didalamnya ada unsur pembuat keputusan Indikator: karakteristik , ciri, tanda-tanda , perbuatan atau respon yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh oleh siswa untuk menunjukkan bahwa siswa telah mencapai kompetensi dasar tertentu Kecakapan hidup (life skill): kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan ,kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya. Kompetensi dasar: kemampuan minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan; kemampuan minimum yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa untuk standar kompetensi tertentu dari suatu mata pelajaran. kompetensi kognitif: kompetensi berfikir , kompetensi memperoleh pengetahuan , kompetensi yang berkaitan dengan perolehan pengetahuan , pengenalan , pemahaman, konseptualisasi , penentuan dan penalaran. Kompetensi lulusan: kemampuan yang dapat dilakukan atau ditampilkan lulusan suatu jenjang pendidikan yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. kompetensi psikomotor: kompetensi melakukan pekerjaan dengan melibatkan anggota badan, kompetensi yang melibatkan anggota fisik kompetensi tamatan SMP: kompetensi yang dapat dilakukan atau ditampilkan siswa SMP yang meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. kuis : ulangan singkat atau ujian singkat baik lisan maupun tertulis. materi pembelaran : bahan ajar minimal yang harus dipelajari siswa untuk menguasai kompetensi dasar materi pokok: materi pokok dan submateri pokok dari kompetensi dasar oleh tamatan , kompetensi minimal dalam mata pelajaran yang harus ditampilkan atau dapat dilakukan oleh siswa dari standar kompetensi suatu mata pelajaran. Pembelajaran berbasis kompetensi: pembelajaran yang mensyaratkan dirumuskannya secara jelas kompetensi yang harus dimiliki atau ditampilkan oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Pemecahan masalah: proses menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum dikenal.

2

pengalaman belajar : menunjukkan aktivitas belajar yang dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan objek belajar untuk mencapai kompetensi dasar . Pengalaman belajar dapat dipilih sesuai dengan kompetensinya , dapat dicapai di dalam kelas dan di luar kelas. Bentuknya dapat berupa kegiatan mendemonstrasikan , mempraktikkan , mensimulasikan, megadakan eksperimen, menganalisis, mengaplikasikan, menemukan, mengamati, meneliti, menelaah, dll., dan bukan kegiatan interaksi guru-murid seperti mendengarkan uraian guru, berdiskusi di bawah bimbingan guru , dll. penilain: metode yang digunakan untuk menentukan mutu unjuk kerja individu ,pernyataan berdasarkan sejumlah fakta untuk menjelaskan karakteristik seseorang atau karakteristik sesuatu , penafsiran data hasil pengukuran. portofolio; kumpulan hasil karya seseorang , sejumlah hasil karya seorang siswa yang sengaja dikumpulkan untuk digunakan sebagai bukti prestasi siswa , perkembangan siswa itu dalam kompetensi berfikir , pemahaman siswa itu atas materi pelajaran, kompetensi siswa itu terhadap mata pelajaran tertentu, laporan singkat yang dibuat seseorang sesudah melaksanakan kegiatan. proses penilaian : pemilihan dan pengembangan teknik penilaian silabus: susunan teratur materi pembelajaran mata pelajaran tertentu pada kelas/semester tertentu sintesis: paduan berbagai pengertian atau hal yang merupakan kesatuan yang sejenis sistem penilaian : uraian keterangan yang teratur sebagai penjelasan tentang prosedur dan cara mengembangkan ke mampuan dasar menjadi indikator pencapaian kompetensi itu dan cara mengembangkan indikator menjadi soal ujian standar isi:standar isi mencakup ingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu standar kompetensi: kompetensi yang dapat dilakukan atau ditampilkan untuk satu mata pelajaran, atau kompetensi dalam mata pelajaran tertentu yang harus dimiliki siswa, atau kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan dalam suatu mata pelajaran standar kompetensi lulusan: standar kompetensi yang menentukan kelulusan peserta didik yang meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah, standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran, dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran tes acuan kriteria : tes yang berdasarkan anggapan bahwa kompetensi penempuh tes itu merupakan variabel yang mengikuti distribusi normal.hampir semua tes acuan norma : tes yang didasarkan anggapan bahwa kompetensi peserta tes merupakan variabel yang mengikuti distribusi nomal. tes objektif : jenis ujian penskoran objektif yang penilaiannya tidak tergantung pada subjektivitas pemberi skor tes pilihan ganda : jenis ujian bagi setiap butir soal yang setiap butirnya mempunyai sejumlah jawaban yang harus dipilih oleh salah satu pengguna tes karena hanya satu jawaban yang tepat benar.

2

Lampiran II DAFTAR KATA KERJA OPERASIONAL PADA PENYUSUNAN STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR STANDAR KOMPETENSI
Contoh: mendefinisikan menerapkan mengkonstruksikan mengidentifikasikan mendeskripsikan mengenal menyusun menyelesaikan

KOMPETENSI DASAR
Contoh: mengidentifikasikan menunjukkan membaca menghitung menggambarkan melafalkan mengucapkan membedakan mendemonstrasikan menafsirkan menerapkan menceritakan menggunakan menentukan menyusun menyimpulkan membuat menerjemahkan merumuskan menyelesaikan menganalisis mensintesis mengevaluasi

KETERANGAN:
1. Satu kata kerja tertentu, seperti mengidentifikasikan, dapat dipakai baik pada standar kompetensi maupun kompetensi dasar; perbedaannya terletak bahwa pada standar kompetensi cakupannya lebih luas daripada pada kompetensi dasar. 2. Satu butir standar kompetensi dapat dipecah menjadi beberapa butir kompetensi dasar. 3. Satu butir kompetensi dasar, nantinya harus dipecah menjadi minimal 2 indikator. 4. Standar kompetensi dan kompetensi dasar belum memuat atau bukan merupakan indikator.

2

Lampiran III

SILABUS
Sekolah Kelas Mata Pelajaran Semester : : VII : Matematika : I(satu)

Standar Kompetensi : BILANGAN 1. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah
Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembelajaran Alokasi Sumber Waktu Belajar Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Tulislah 5 bilangan 1x40 menit Buku teks bulat yang lebih dari Garis -3 dan kurang dari 10 bilangan Termometer Tangga rumah Kue yang bulat, Lingkungan Buahbuahan Tes uraian 1x40 menit Penilaian

Kegiatan Pembelajaran Melakukan diskusi tentang • jenis-jenis bilangan bulat (pengulangan) Menyebutkan bilangan bulat Mengidentifikasikan besaran sehari-hari yang menggunakan bilangan bulat

Indikator Memberikan contoh bilangan bulat

Teknik Tes tulis

1.1 Melakukan Bilangan Bulat operasi dan Bilangan hitung Pecah bilangan bulat dan pecahan

Membuat garis bilangan dan • menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan

Menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan

Tes tulis

Letakkanlah bilangan -1, 0, dan 3 pada garis bilangan tersebut

2

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran Melakukan diskusi tentang • jenis-jenis bilangan bulat (pengulangan) Menyebutkan bilangan bulat Mengidentifikasikan besaran sehari-hari yang menggunakan bilangan bulat

Indikator Memberikan contoh bilangan bulat

Teknik Tes tulis

1.1 Melakukan Bilangan Bulat operasi dan Bilangan hitung Pecah bilangan bulat dan pecahan

Mendiskusikan cara • melakukan operasi tambah, kurang, kali, dan bagi pada bilangan bulat termasuk operasi campuran Mendiskusikan cara menentukan sifat-sifat perkalian dan pembagian bilangan bulat negatif dengan negatif dan positif dengan negatif Mendiskusikan untuk menentukan kuadrat dan pangkat tiga, serta akar kuadrat dan akar pangkat tiga

Tes tulis Melakukan operasi tambah, kurang, kali, dan bagi bilangan bulat termasuk operasi campuran.

Alokasi Sumber Waktu Belajar Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Tulislah 5 bilangan 1x40 menit Buku teks bulat yang lebih dari Garis -3 dan kurang dari 10 bilangan Termometer Tangga rumah Kue yang bulat, Lingkungan Buahbuahan A. Hitunglah Tes isian 2x40 menit Tes uraian 1. 62-125 = ... 2. (9+12)x6=... 3. (-36):4=... 5. 8x(-12)=... B. Sebuah kotak memuat 25 buah jeruk. Kalau ada 140 buah jeruk, berapa banyak kotak yang harus disediakan? Tes uraian Berapakah a.
12

Penilaian

Menghitung kuadrat dan pangkat tiga bilangan bulat.

Tes tulis

2x40 menit

b. 43

2

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran Melakukan diskusi tentang • jenis-jenis bilangan bulat (pengulangan) Menyebutkan bilangan bulat Mengidentifikasikan besaran sehari-hari yang menggunakan bilangan bulat

Indikator Memberikan contoh bilangan bulat

Teknik Tes tulis

1.1 Melakukan Bilangan Bulat operasi dan Bilangan hitung Pecah bilangan bulat dan pecahan

Mendiskusikan jenis-jenis • bilangan pecahan Menyebutkan bilangan pecahan Membuat garis bilangan dan menentukan letak bilangan pecahan pada garis bilangan

Memberikan contoh Tes tulis berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan :biasa, campuran desimal, persen dan permil.

Mendiskusikan bilangan • pecahan senilai Mendiskusikan cara mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan yang lain

Mengubah bentuk pecahan ke bentuk pecahan yang lain.

Tes tulis

Alokasi Sumber Bentuk Contoh Waktu Belajar Instrumen Instrumen Tes uraian Tulislah 5 bilangan 1x40 menit Buku teks bulat yang lebih dari Garis -3 dan kurang dari 10 bilangan Termometer Tangga rumah Kue yang bulat, Lingkungan Buahbuahan 1. Dua buah roti bolu 2x40 menit Tes isian dibagikan kepada 4 anak secara merata. Masing-masing anak memperoleh ...... bagian 2. Setengah bagian hasil panen diberikan kepada Surya. Bagian surya kalau dinyatakan dalam persen adalah ...% 1. Ubahlah dalam Tes isian 2x40 menit bentuk desimal 1

Penilaian

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Melakukan diskusi tentang • jenis-jenis bilangan bulat (pengulangan) Menyebutkan bilangan bulat Mengidentifikasikan besaran sehari-hari yang menggunakan bilangan bulat Indikator Memberikan contoh bilangan bulat Teknik Tes tulis Bentuk Instrumen Tes uraian Contoh Instrumen

Alokasi Waktu 1x40 menit

Sumber Belajar

1.1 Melakukan Bilangan Bulat operasi dan Bilangan hitung Pecah bilangan bulat dan pecahan

Melakukan operasi hitung tambah, kurang, kali, bagi bilangan pecahan Menuliskan bentuk baku (misal amuba yang panjangnya 0,000001 mikron) Mendiskusikan cara membulatkan bilangan pecahan sampai satu atau dua desimal

Tes tulis Menyelesaikan operasi hitung tambah, kurang, kali, bagi bilangan pecahan.

Tes uraian

4x40 menit

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Melakukan diskusi tentang • jenis-jenis bilangan bulat (pengulangan) Menyebutkan bilangan bulat Mengidentifikasikan besaran sehari-hari yang menggunakan bilangan bulat Indikator Memberikan contoh bilangan bulat Teknik Tes tulis Bentuk Instrumen Tes uraian Contoh Instrumen

Alokasi Waktu 1x40 menit

Sumber Belajar

1.1 Melakukan Bilangan Bulat operasi dan Bilangan hitung Pecah bilangan bulat dan pecahan

1.2 Menggunak Bilangan Bulat an sifatdan Bilangan sifat Pecah operasi hitung bilangan bulat dan pecahan dalam pemeca han masalah.

Melakukan diskusi tentang sifat-sifat operasi tambah, kurang, kali, bagi pada bilangan bulat(pengulangan)

Menemukan sifat- Tes tulis sifat operasi tambah, kurang, kali, bagi, pada bilangan bulat.

Tes isian

Isilah titik-titik berikut ini 2x40 menit Buku teks, 1. a. 9 + 6 = .... lingkungan b. 6 + 9 = .... Jadi 9 + 6 = .....+ ..... 2. a. 3 x (5 x 4) = .... b. (3 x 5) x 4 = ... Jadi 3 x (5 x 4) = (...x...) x ...

Menyelasaikan masalah yang • berkaitan dengan bilangan bulat dengan menggunakan sifat-sifat penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian

Menggunakan sifat- Tes tulis sifat operasi tambah, kurang, kali, dan bagi pada bilangan bulat (pengulangan)

Tes uraian Pada hari Sabtu Candra 2x40 menit memberi kelereng pada Aan sebanyak 25 butir dan kepada Yudha 17 butir. Hari Minggu Candra memberi kelereng kepada Novan sebanyak 13 butir. Berapakah banyak semua kelereng yang diberikan Candra kepada Aan,

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Melakukan diskusi tentang • jenis-jenis bilangan bulat (pengulangan) Menyebutkan bilangan bulat Mengidentifikasikan besaran sehari-hari yang menggunakan bilangan bulat Indikator Memberikan contoh bilangan bulat Teknik Tes tulis Bentuk Instrumen Tes uraian Contoh Instrumen

Alokasi Waktu 1x40 menit

Sumber Belajar

1.1 Melakukan Bilangan Bulat operasi dan Bilangan hitung Pecah bilangan bulat dan pecahan

Yudha, dan Novan?

Melakukan diskusi cara menggunakan operasi hitung tambah, kurang, kali atau bagi dalam menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pecahan

Tes tulis Menggunakan sifat-sifat operasi hitung tambah, kurang, kali, atau bagi dengan melibatkan pecahan serta mengaitkannya dalam kejadian sehari-hari.

Tes uraian Dalam sebuah karung 4x40 menit beras ada 25 kg beras yang akan dibagikan kepada 10 orang. Berapa kg beras bagian dari masing-masing orang tersebut?

ALJABAR
Memahami bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel Materi Pokok/ Pembelajaran Penilaian

Kompetensi Dasar

Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan pengertian bentuk aljabar Mendiskusikan tentang variabel, konstanta, koefisien,faktor, suku dan suku sejenis •

Indikator Menjelaskan pengertian, variabel, konstanta, faktor , suku dan suku sejenis.

2.1 Mengenali Bentuk aljabar bentuk aljabar dan unsur unsurnya

Alokasi Sumber Waktu Belajar Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes lisan Daftar Dari bentuk aljabar 2x + 2x40 menit Buku Teks, pertanyaan 3, manakah yang lingkungan merupakan variabel dan manakah yang merupakan konstantan? Teknik

2. 2 Melakukan Bentuk aljabar Melakukan operasi tambah, • operasi kurang, kali, bagi dan pangkat pada pada bentuk aljabar bentuk aljabar

Melakukan operasi hitung, tambah, kurang, kali, bagi dan pangkat pada bentuk aljabar.

Tes tulis

Tes uraian Hitunglah: 1. 2x+3+ 5x-6 2. (4x -1)(-2x+5) 3. (3x – 4)2

4x40 menit Buku teks, lingkungan

Menggunakan sifat operasi hitung untuk menyelesaikan soal yang dinyatakan dalam bentuk aljabar. Melakukan operasi hitung pada pecahan biasa untuk

Menerapkan operasi hitung pada bentuk aljabar untuk menyelesaikan soal

Tes tulis Tes uraian . Perusahaan “Langsung 2x40 menit Sadar” memberi bantuan korban gempa sebanyak 20 dus mie, 40 liter minyak goreng. Satu dos mie berisi 144 bungkus dengan harga Rp 900,00

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan pengertian bentuk aljabar Mendiskusikan tentang variabel, konstanta, koefisien,faktor, suku dan suku sejenis menyelesaikan pecahan aljabar dengan penyebut satu suku •

Indikator Menjelaskan pengertian, variabel, konstanta, faktor , suku dan suku sejenis.

2.1 Mengenali Bentuk aljabar bentuk aljabar dan unsur unsurnya

Alokasi Sumber Waktu Belajar Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes lisan Daftar Dari bentuk aljabar 2x + 2x40 menit Buku Teks, pertanyaan 3, manakah yang lingkungan merupakan variabel dan manakah yang merupakan konstantan? Teknik

Penilaian

per bungkus, dan harga minyak goreng Rp 4.500,00 per liter. Berapa rupiah jumlah bantuan di atas? • Mengenali PLSV dalam berbagai bentuk dan variabel Tes lisan Daftar Manakah yang pertanyaan merupakah PLSV? a. 2x = 5 b. 5y c. 9g – 4 = 10 d. 6 – 5m = 2 1x40 menit Buku teks

2.3.Menyelesai Persamaan kan pesamaan linear satu linear satu variabel variabel.

Mendiskusikan PLSV dalam berbagai bentuk dan variabel

Mendiskusikan cara • menentukan bentuk setara dari PLSV dengan cara kedua ruas ditambah, dikurangi, dikalikan, atau dibagi dengan bilangan yang sama

Tes tulis Tes pilihan Menentukan bentuk ganda setara dari PLSV dengan cara kedua ruas ditambah,dikurangi, dikalikan atau dibagi dengan bilangan yang sama

Manakah yang setara dengan -5x + 2 = 4? a. 5x – 2 = -4 b. 10x + 4 = 8 c. -10x – 4 = 8 d. 10x – 4 = -8

2x40 menit

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan pengertian bentuk aljabar Mendiskusikan tentang variabel, konstanta, koefisien,faktor, suku dan suku sejenis Menyelesaikan PLSV untuk mencari penyelesaiannya •

Indikator Menjelaskan pengertian, variabel, konstanta, faktor , suku dan suku sejenis.

2.1 Mengenali Bentuk aljabar bentuk aljabar dan unsur unsurnya

Alokasi Sumber Waktu Belajar Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes lisan Daftar Dari bentuk aljabar 2x + 2x40 menit Buku Teks, pertanyaan 3, manakah yang lingkungan merupakan variabel dan manakah yang merupakan konstantan? Teknik

Penilaian

Menentukan penyelesaian PLSV Mengenali PtLSV dalam berbagai bentuk dan variabel

Tes tulis Tes isian

Penyelesaian dari 5y – 12 = 8 adalah ....

2x40 menit

2.1 Menyelesai Pertidaksama kan an linear satu pertidaksa variabel maan linear satu variabel.

Mendiskusikan pertidaksamaan linear satu variabel dalam berbagai bentuk dan variabel

Mendiskusikan cara menentukan bentuk setara dari PtLSV dengan cara kedua ruas ditambah , dikurangi, dikalikan, atau dibagi dengan bilangan yang sama

Tes lisan Daftar Manakah yang Pertanyaan merupakan PtLSV? a 3a + 5 > 2 b.-4h + 4 ≤ 5 a. 8x -7 = 10 b. 5y ≥ 10 e. –p = -5 Tes tulis Tes pilihan Bentuk yang setara Menentukan ganda dengan 6x – 8 ≥ 10 bentuk setara dari adalah PtLSV dengan a. 5x – 7 ≥ 9 cara kedua ruas b. 6x + 8 ≥ 10 ditambah, c. 3x – 4 ≥ 5 dikurangi, d. -3x + 4 ≥ -5 dikalikan, atau dibagi dengan bilangan yang sama. Menentukan penyelesaian PtLSV Tes tulis

1x40 menit Buku teks, lingkungan

2x40 menit

Menyelesaikan PtLSV untuk mencari akar persamaan

Tes isian Penyelesaian dari 3m – 2 2x40 menit ≤ 10 adalah ......

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan pengertian bentuk aljabar Mendiskusikan tentang variabel, konstanta, koefisien,faktor, suku dan suku sejenis •

Indikator Menjelaskan pengertian, variabel, konstanta, faktor , suku dan suku sejenis.

2.1 Mengenali Bentuk aljabar bentuk aljabar dan unsur unsurnya

Alokasi Sumber Waktu Belajar Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes lisan Daftar Dari bentuk aljabar 2x + 2x40 menit Buku Teks, pertanyaan 3, manakah yang lingkungan merupakan variabel dan manakah yang merupakan konstantan? Teknik

Penilaian

ALJABAR
Menggunakan bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel, dan perbandingan dalam pemecahan masalah

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran • Indikator Teknik Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Nyatakanlah ke dalam model matematika. Dian membeli 3 kg gula pasir. Dia membayar dengan selembar uang dua puluh ribuan dan menerima uang kembalian sebesar Rp3.500,00

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

3.1 Membuat Persamaan dan Mendiskusikan model model pertidaksamaan matematika matematika linear satu dari variabel Mengubah masalah ke dalam masalah model matematika berbentuk yang persamaan linear satu variabel berkaitan dengan persamaan dan pertidaksam aan linear satu variabel Membuat model matematika suatu masalah sehari-hari dalam bentuk pertidaksamaan linear satu variabel

Tes tulis Mengubah masalah ke dalam model matematika berbentuk persamaan linear satu variabel

2x40 menit Buku teks, lingkungan

3.2 Menyelesai Persamaan dan kan model pertidaksamaan matematika dari linear satu masalah yang variabel berkaitan dengan persamaan linear satu variabel

Menyelesaikan masalah sehari-hari yang diubah ke dalam model matematika berbentuk persamaan linear satu variabel

Tes tulis Mengubah masalah kedalam model matematika berbentuk pertidaksamaan linear satu variabel Tes tulis Menyelesaikan model matematika suatu masalah yang berkaitan dengan persamaan linear satu variabel

Tes uraian Nyatakanlah ke dalam 1x40 menit model matematika. Umur Ita 5 tahun mendatang lebih dari 20 tahun.

Tes pilihan Surya membeli 2 buku. 2x40 menit Buku teks, ganda Uang Surya sepuluh lingkungan ribuan, dan dia mendapat uang kembali sebesar Rp4.000,00. Harga 1 buku adalah a. Rp2.000,00 b. Rp3.000,00 c. Rp4.000,00 d. Rp6.000,00

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran • Indikator Teknik Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Nyatakanlah ke dalam model matematika. Dian membeli 3 kg gula pasir. Dia membayar dengan selembar uang dua puluh ribuan dan menerima uang kembalian sebesar Rp3.500,00

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

3.1 Membuat Persamaan dan Mendiskusikan model model pertidaksamaan matematika matematika linear satu dari variabel Mengubah masalah ke dalam masalah model matematika berbentuk yang persamaan linear satu variabel berkaitan dengan persamaan dan pertidaksam aan linear satu variabel Menyelesaikan masalah sehari-hari yang diubah ke dalam model matematika berbentuk pertidaksamaan linear satu variabel

Tes tulis Mengubah masalah ke dalam model matematika berbentuk persamaan linear satu variabel

2x40 menit Buku teks, lingkungan

Menyelesaikan model matematika suatu masalah yang berkaitan dengan pertidaksamaan linear satu variabel Menghitung nilai keseluruhan, nilai per-unit, dan nilai sebagian.

Tes tulis

3.3 Perbandingan Mengunakan dan aritmetika konsep aljabar sosial dalam pemecahan masalah aritmetika sosial yang sederhana

Melakukan simulasi kegiatan ekonomi sehari-hari(jual beli) Mendiskusikan penertian dan menghitung nilai keseluruhan,nilai per-unit,dan nilai sebagian

Tes tulis

Tes pilihan Umur Candra 3 tahun 2x40 menit ganda yang lalu kurang dari 25 tahun. Umur Candra sekarang: a. kurang dari 28 tahun b. 28 tahun c. 25 tahun d. 22 tahun Tes uraian Harga 1 losin pensil 2x40 menit Buku teks, adalah Rp18.000,00. uang, baranga. Berapakah harga barang yang 1 buah pensil? bias b. Berapakah harga diperjualbelika 5 buah pensil? n, bank

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran • Indikator Teknik Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Nyatakanlah ke dalam model matematika. Dian membeli 3 kg gula pasir. Dia membayar dengan selembar uang dua puluh ribuan dan menerima uang kembalian sebesar Rp3.500,00

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

3.1 Membuat Persamaan dan Mendiskusikan model model pertidaksamaan matematika matematika linear satu dari variabel Mengubah masalah ke dalam masalah model matematika berbentuk yang persamaan linear satu variabel berkaitan dengan persamaan dan pertidaksam aan linear satu variabel Mendiskusikan dan menghitung besar laba, persentase laba,rugi, harga jual, harga beli,rabat, dan bunga tunggal dalam kegiatan ekonomi

Tes tulis Mengubah masalah ke dalam model matematika berbentuk persamaan linear satu variabel

2x40 menit Buku teks, lingkungan

Menentukan besar dan persentase laba, rugi, harga jual, harga beli, rabat, bunga tunggal dalam kegiatan ekonomi.

Tes tulis

Tes pilihan Seorang pedagang, Pak 2x40 menit ganda Rifki menjual sebuah televisi seharga Rp1.650.000,00. Dari penjualan itu pak Rifki mengambil untung sebesar 10%. Harga beli televisi itu adalah: a. Rp1.815.000,00 b. Rp1.600.000,00 c. Rp1.500.000,00 d. Rp1.485.000,00

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran • Indikator Teknik Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Nyatakanlah ke dalam model matematika. Dian membeli 3 kg gula pasir. Dia membayar dengan selembar uang dua puluh ribuan dan menerima uang kembalian sebesar Rp3.500,00

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

3.1 Membuat Persamaan dan Mendiskusikan model model pertidaksamaan matematika matematika linear satu dari variabel Mengubah masalah ke dalam masalah model matematika berbentuk yang persamaan linear satu variabel berkaitan dengan persamaan dan pertidaksam aan linear satu variabel 3.4 Mengguna Perbandingan kan perbanding an untuk pemecahan masalah Mendiskusikan pengertian skala sebagai suatu perbandingan Menyebutkan contoh-contoh gambar berskala

Tes tulis Mengubah masalah ke dalam model matematika berbentuk persamaan linear satu variabel

2x40 menit Buku teks, lingkungan

Menjelaskan pengertian skala sebagai suatu perbandingan.

Tes tulis

Tes uraian Pada suatu peta tertulis: 1x40 menit Buku teks, skala 1 : 100.000. peta, foto Apakah arti skala 1 : 100.000 tersebut?

Mengidentifikasi faktor pembesaran dan pengecilan pada gambar berskala Melakukan penghitungan faktor pembesaran dan pengecilan pada gambar berskala

Menghitung faktor Tes tulis perbesaran dan pengecilan pada gambar berskala.

Tes uraian Suatu jalan yang panjangnya 5 km digambar sepanjang 5 cm. Berapakah faktor pengecilannya?

2x40 menit

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran • Indikator Teknik Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Nyatakanlah ke dalam model matematika. Dian membeli 3 kg gula pasir. Dia membayar dengan selembar uang dua puluh ribuan dan menerima uang kembalian sebesar Rp3.500,00

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

3.1 Membuat Persamaan dan Mendiskusikan model model pertidaksamaan matematika matematika linear satu dari variabel Mengubah masalah ke dalam masalah model matematika berbentuk yang persamaan linear satu variabel berkaitan dengan persamaan dan pertidaksam aan linear satu variabel Mendiskusikan perbandingan seharga(senilai) dan berbalik harga(nilai) Menyebutkan contoh-contoh masalah sehari-hari yang merupakan perbandingan seharga(senilai) dan berbalik harga(nilai) Menggunakan perbandingan seharga(senilai) dan berbalik harga(nilai) untuk menyelesaikan soal/ masalah sehari-hari

Tes tulis Mengubah masalah ke dalam model matematika berbentuk persamaan linear satu variabel

2x40 menit Buku teks, lingkungan

Memberikan contoh masalah sehari-hari yang merupakan perbandingan seharga(senilai) dan berbalik harga(nilai) Menyelesaikan soal yang melibatkan perbandingan seharga(senilai) dan berbalik harga(nilai)

Tes tulis

Tes tulis

Tes pilihan Kalau sebuah pensil 2x40 menit ganda harganya Rp2.000,00, maka 5 buah pensil harganya Rp10.000,00. Pernyataan tersebut merupakan: a. perbandingan senilai b. perbandingan berbalik nilai Tes isian Pembangunan sebuah 2x40 menit gedung memakan waktu 6 bulan jika dikerjakan oleh 100 orang. Kalau dikerjakan oleh 50 orang, maka waktu yang diperlukan untuk membangun gedung tersebut adalah ....

SILABUS
Sekolah Kelas Mata Pelajaran Semester : : VII : Matematika : I(satu)

Standar Kompetensi : BILANGAN c. Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Teknik Bentuk Instrumen Tes uraian Contoh Instrumen

Alok Wak

1. Bilangan Bulat Melakukan diskusi tentang jenis-jenis Memberikan contoh bilangan bulat Tes tulis a. dan Bilangan bilangan bulat (pengulangan) Pecah Menyebutkan bilangan bulat Mengidentifikasikan besaran seharihari yang menggunakan bilangan bulat

1x40 m

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Teknik Bentuk Instrumen Tes uraian Contoh Instrumen

Alok Wak

1. Bilangan Bulat Melakukan diskusi tentang jenis-jenis Memberikan contoh bilangan bulat Tes tulis a. dan Bilangan bilangan bulat (pengulangan) Pecah Menyebutkan bilangan bulat Mengidentifikasikan besaran seharihari yang menggunakan bilangan bulat

1x40 m

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Teknik Bentuk Instrumen Tes uraian Contoh Instrumen

Alok Wak

1. Bilangan Bulat Melakukan diskusi tentang jenis-jenis Memberikan contoh bilangan bulat Tes tulis a. dan Bilangan bilangan bulat (pengulangan) Pecah Menyebutkan bilangan bulat Mengidentifikasikan besaran seharihari yang menggunakan bilangan bulat

1x40 m

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Teknik Bentuk Instrumen Tes uraian Contoh Instrumen

Alok Wak

1. Bilangan Bulat Melakukan diskusi tentang jenis-jenis Memberikan contoh bilangan bulat Tes tulis a. dan Bilangan bilangan bulat (pengulangan) Pecah Menyebutkan bilangan bulat Mengidentifikasikan besaran seharihari yang menggunakan bilangan bulat

1x40 m

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Teknik Bentuk Instrumen Tes uraian Contoh Instrumen

Alok Wak

1. Bilangan Bulat Melakukan diskusi tentang jenis-jenis Memberikan contoh bilangan bulat Tes tulis a. dan Bilangan bilangan bulat (pengulangan) Pecah Menyebutkan bilangan bulat Mengidentifikasikan besaran seharihari yang menggunakan bilangan bulat

1x40 m

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Teknik Bentuk Instrumen Tes uraian Contoh Instrumen

Alok Wak

1. Bilangan Bulat Melakukan diskusi tentang jenis-jenis Memberikan contoh bilangan bulat Tes tulis a. dan Bilangan bilangan bulat (pengulangan) Pecah Menyebutkan bilangan bulat Mengidentifikasikan besaran seharihari yang menggunakan bilangan bulat

1x40 m

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Teknik Bentuk Instrumen Tes uraian Contoh Instrumen

Alok Wak

1. Bilangan Bulat Melakukan diskusi tentang jenis-jenis Memberikan contoh bilangan bulat Tes tulis a. dan Bilangan bilangan bulat (pengulangan) Pecah Menyebutkan bilangan bulat Mengidentifikasikan besaran seharihari yang menggunakan bilangan bulat

1x40 m

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator Teknik Bentuk Instrumen Tes uraian Contoh Instrumen

Alok Wak

1. Bilangan Bulat Melakukan diskusi tentang jenis-jenis Memberikan contoh bilangan bulat Tes tulis a. dan Bilangan bilangan bulat (pengulangan) Pecah Menyebutkan bilangan bulat Mengidentifikasikan besaran seharihari yang menggunakan bilangan bulat

1x40 m

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran Melakukan diskusi cara menggunakan operasi hitung tambah, kurang, kali atau bagi dalam menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pecahan 5

Indikator

Teknik

Menggunakan sifat-sifat Tes tulis operasi hitung tambah, kurang, kali, atau bagi dengan melibatkan pecahan serta mengaitkannya dalam kejadian sehari-hari.

Alok Wak Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Dalam sebuah karung beras ada 25 4x40 m kg beras yang akan dibagikan kepada 10 orang. Berapa kg beras bagian dari masing-masing orang tersebut?

Penilaian

ALJABAR
Memahami bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan pengertian bentuk aljabar Mendiskusikan tentang variabel, konstanta, koefisien,faktor, suku dan suku sejenis f.

2.1 Mengenali Bentuk aljabar bentuk aljabar dan unsur unsurnya

Alok Wak Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Menjelaskan pengertian, variabel, Tes lisan Daftar Dari bentuk aljabar 2x + 3, 2x40 m konstanta, faktor , suku dan suku pertanyaan manakah yang merupakan variabel sejenis. dan manakah yang merupakan konstantan? Indikator Teknik

Penilaian

2. 2 Melakukan Bentuk aljabar Melakukan operasi tambah, kurang, g. Melakukan operasi hitung, operasi kali, bagi dan pangkat pada bentuk tambah, kurang, kali, bagi dan pada aljabar pangkat pada bentuk aljabar. bentuk aljabar Menggunakan sifat operasi hitung untuk menyelesaikan soal yang dinyatakan dalam bentuk aljabar. Melakukan operasi hitung pada pecahan biasa untuk menyelesaikan pecahan aljabar dengan penyebut satu suku 2.3.Menyelesai Persamaan kan pesamaan linear satu linear satu variabel variabel. Mendiskusikan PLSV dalam berbagaiMengenali PLSV dalam berbagai • bentuk dan variabel bentuk dan variabel 6 Menerapkan operasi hitung pada bentuk aljabar untuk menyelesaikan soal

Tes tulis

Tes uraian Hitunglah: 1. 2x+3+ 5x-6 2. (4x -1)(-2x+5) 3. (3x – 4)2

4x40 m

Tes tulis Tes uraian . Perusahaan “Langsung Sadar” 2x40 m memberi bantuan korban gempa sebanyak 20 dus mie, 40 liter minyak goreng. Satu dos mie berisi 144 bungkus dengan harga Rp 900,00 per bungkus, dan harga minyak goreng Rp 4.500,00 per liter. Berapa rupiah jumlah bantuan di atas?

Tes lisan Daftar Manakah yang merupakah PLSV? 1x40 m pertanyaan c. 2x = 5 d. 5y e. 9g – 4 = 10 f. 6 – 5m = 2

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan pengertian bentuk aljabar Mendiskusikan tentang variabel, konstanta, koefisien,faktor, suku dan suku sejenis f.

2.1 Mengenali Bentuk aljabar bentuk aljabar dan unsur unsurnya

Alok Wak Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Menjelaskan pengertian, variabel, Tes lisan Daftar Dari bentuk aljabar 2x + 3, 2x40 m konstanta, faktor , suku dan suku pertanyaan manakah yang merupakan variabel sejenis. dan manakah yang merupakan konstantan? Indikator Teknik

Penilaian

Mendiskusikan cara menentukan • Menentukan bentuk setara dari bentuk setara dari PLSV dengan PLSV dengan cara kedua ruas cara kedua ruas ditambah, dikurangi, ditambah,dikurangi, dikalikan atau dikalikan, atau dibagi dengan dibagi dengan bilangan yang sama bilangan yang sama Menyelesaikan PLSV untuk mencari • penyelesaiannya A.Menyelesaikan Pertidaksama pertidaksamaan an linear satu linear satu variabel variabel. Mendiskusikan pertidaksamaan linear satu variabel dalam berbagai bentuk dan variabel • Menentukan penyelesaian PLSV Mengenali PtLSV dalam berbagai bentuk dan variabel

Tes tulis Tes pilihan Manakah yang setara dengan ganda -5x + 2 = 4? a. 5x – 2 = -4 b. 10x + 4 = 8 c. -10x – 4 = 8 d. 10x – 4 = -8 Tes tulis Tes isian Penyelesaian dari 5y – 12 = 8 adalah ....

2x40 m

2x40 m

Mendiskusikan cara menentukan bentuk setara dari PtLSV dengan cara kedua ruas ditambah , dikurangi, dikalikan, atau dibagi dengan bilangan yang sama

Menentukan bentuk setara dari PtLSV dengan cara kedua ruas ditambah, dikurangi, dikalikan, atau dibagi dengan bilangan yang sama. Menentukan penyelesaian PtLSV

Menyelesaikan PtLSV untuk mencari • akar persamaan

Tes lisan Daftar Manakah yang merupakan PtLSV? 1x40 m Pertanyaan a 3a + 5 > 2 b.-4h + 4 ≤ 5 2. 8x -7 = 10 3. 5y ≥ 10 e. –p = -5 Tes tulis Tes pilihan Bentuk yang setara dengan 6x – 8 ≥ 2x40 m ganda 10 adalah e. 5x – 7 ≥ 9 f. 6x + 8 ≥ 10 g. 3x – 4 ≥ 5 h. -3x + 4 ≥ -5 Tes tulis Tes isian Penyelesaian dari 3m – 2 ≤ 10 2x40 m adalah ......

ALJABAR
Menggunakan bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel, dan perbandingan dalam pemecahan masalah

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Indikator h. Mengubah masalah ke dalam model matematika berbentuk persamaan linear satu variabel

Teknik Tes tulis

3.1 Membuat Persamaan dan Mendiskusikan model model pertidaksamaan matematika matematika linear satu dari variabel Mengubah masalah ke dalam masalah model matematika berbentuk yang persamaan linear satu variabel berkaitan dengan persamaan dan pertidaksam aan linear satu variabel Membuat model matematika suatu masalah sehari-hari dalam bentuk pertidaksamaan linear satu variabel 3.2 Menyelesai Persamaan dan kan model pertidaksamaan matematika dari linear satu masalah yang variabel berkaitan dengan persamaan linear satu Menyelesaikan masalah sehari-hari • yang diubah ke dalam model matematika berbentuk persamaan linear satu variabel

Alok Wak Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Nyatakanlah ke dalam model 2x40 m matematika. Dian membeli 3 kg gula pasir. Dia membayar dengan selembar uang dua puluh ribuan dan menerima uang kembalian sebesar Rp3.500,00

Penilaian

i.

Mengubah masalah kedalam model matematika berbentuk pertidaksamaan linear satu variabel

Tes tulis

Tes uraian Nyatakanlah ke dalam model matematika. Umur Ita 5 tahun mendatang lebih dari 20 tahun.

1x40 m

Tes tulis Menyelesaikan model matematika suatu masalah yang berkaitan dengan persamaan linear satu variabel

Tes pilihan Surya membeli 2 buku. Uang Surya 2x40 m ganda sepuluh ribuan, dan dia mendapat uang kembali sebesar Rp4.000,00. Harga 1 buku adalah • Rp2.000,00 • Rp3.000,00 • Rp4.000,00 • Rp6.000,00

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Indikator h. Mengubah masalah ke dalam model matematika berbentuk persamaan linear satu variabel

Teknik Tes tulis

3.1 Membuat Persamaan dan Mendiskusikan model model pertidaksamaan matematika matematika linear satu dari variabel Mengubah masalah ke dalam masalah model matematika berbentuk yang persamaan linear satu variabel berkaitan dengan persamaan dan pertidaksam aan linear satu variabel variabel

Alok Wak Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Nyatakanlah ke dalam model 2x40 m matematika. Dian membeli 3 kg gula pasir. Dia membayar dengan selembar uang dua puluh ribuan dan menerima uang kembalian sebesar Rp3.500,00

Penilaian

Menyelesaikan masalah sehari-hari • yang diubah ke dalam model matematika berbentuk pertidaksamaan linear satu variabel

Menyelesaikan model matematika suatu masalah yang berkaitan dengan pertidaksamaan linear satu variabel

Tes tulis

Tes pilihan Umur Candra 3 tahun yang lalu ganda kurang dari 25 tahun. Umur Candra sekarang: c. kurang dari 28 tahun d. 28 tahun e. 25 tahun f. 22 tahun

2x40 m

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Indikator h. Mengubah masalah ke dalam model matematika berbentuk persamaan linear satu variabel

Teknik Tes tulis

3.1 Membuat Persamaan dan Mendiskusikan model model pertidaksamaan matematika matematika linear satu dari variabel Mengubah masalah ke dalam masalah model matematika berbentuk yang persamaan linear satu variabel berkaitan dengan persamaan dan pertidaksam aan linear satu variabel 3.3 Perbandingan Mengunakan dan aritmetika konsep aljabar sosial dalam pemecahan masalah aritmetika sosial yang sederhana Melakukan simulasi kegiatan ekonomi sehari-hari(jual beli) Mendiskusikan penertian dan menghitung nilai keseluruhan,nilai per-unit,dan nilai sebagian •

Alok Wak Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Nyatakanlah ke dalam model 2x40 m matematika. Dian membeli 3 kg gula pasir. Dia membayar dengan selembar uang dua puluh ribuan dan menerima uang kembalian sebesar Rp3.500,00

Penilaian

Tes tulis Menghitung nilai keseluruhan, nilai per-unit, dan nilai sebagian.

Tes uraian Harga 1 losin pensil adalah Rp18.000,00. • Berapakah harga 1 buah pensil? • Berapakah harga 5 buah pensil?

2x40 m

Mendiskusikan dan menghitung besar laba, persentase laba,rugi, harga jual, harga beli,rabat, dan bunga tunggal dalam kegiatan ekonomi

Menentukan besar dan persentase laba, rugi, harga jual, harga beli, rabat, bunga tunggal dalam kegiatan ekonomi.

Tes tulis

Tes pilihan Seorang pedagang, Pak Rifki 2x40 m ganda menjual sebuah televisi seharga Rp1.650.000,00. Dari penjualan itu pak Rifki mengambil untung sebesar 10%. Harga beli televisi itu adalah: • Rp1.815.000,00 • Rp1.600.000,00 • Rp1.500.000,00

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Indikator h. Mengubah masalah ke dalam model matematika berbentuk persamaan linear satu variabel

Teknik Tes tulis

3.1 Membuat Persamaan dan Mendiskusikan model model pertidaksamaan matematika matematika linear satu dari variabel Mengubah masalah ke dalam masalah model matematika berbentuk yang persamaan linear satu variabel berkaitan dengan persamaan dan pertidaksam aan linear satu variabel

Alok Wak Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Nyatakanlah ke dalam model 2x40 m matematika. Dian membeli 3 kg gula pasir. Dia membayar dengan selembar uang dua puluh ribuan dan menerima uang kembalian sebesar Rp3.500,00

Penilaian

Rp1.485.000,00

3.4 Mengguna Perbandingan kan perbanding an untuk pemecahan masalah

Mendiskusikan pengertian skala sebagai suatu perbandingan Menyebutkan contoh-contoh gambar berskala

Menjelaskan pengertian skala sebagai suatu perbandingan.

Tes tulis

Tes uraian Pada suatu peta tertulis: skala 1 : 100.000. Apakah arti skala 1 : 100.000 tersebut?

1x40 m

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Indikator h. Mengubah masalah ke dalam model matematika berbentuk persamaan linear satu variabel

Teknik Tes tulis

3.1 Membuat Persamaan dan Mendiskusikan model model pertidaksamaan matematika matematika linear satu dari variabel Mengubah masalah ke dalam masalah model matematika berbentuk yang persamaan linear satu variabel berkaitan dengan persamaan dan pertidaksam aan linear satu variabel Mengidentifikasi faktor pembesaran • dan pengecilan pada gambar berskala Melakukan penghitungan faktor pembesaran dan pengecilan pada gambar berskala Mendiskusikan perbandingan seharga(senilai) dan berbalik harga(nilai) Menyebutkan contoh-contoh masalah sehari-hari yang merupakan perbandingan seharga(senilai) dan berbalik harga(nilai)

Alok Wak Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Nyatakanlah ke dalam model 2x40 m matematika. Dian membeli 3 kg gula pasir. Dia membayar dengan selembar uang dua puluh ribuan dan menerima uang kembalian sebesar Rp3.500,00

Penilaian

Menghitung faktor perbesaran dan pengecilan pada gambar berskala.

Tes tulis

Tes uraian Suatu jalan yang panjangnya 5 km 2x40 m digambar sepanjang 5 cm. Berapakah faktor pengecilannya?

Memberikan contoh masalah sehari-hari yang merupakan perbandingan seharga(senilai) dan berbalik harga(nilai)

Tes tulis

Tes pilihan Kalau sebuah pensil harganya 2x40 m ganda Rp2.000,00, maka 5 buah pensil harganya Rp10.000,00. Pernyataan tersebut merupakan: II. perbandingan senilai III. perbandingan berbalik nilai

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Indikator h. Mengubah masalah ke dalam model matematika berbentuk persamaan linear satu variabel

Teknik Tes tulis

3.1 Membuat Persamaan dan Mendiskusikan model model pertidaksamaan matematika matematika linear satu dari variabel Mengubah masalah ke dalam masalah model matematika berbentuk yang persamaan linear satu variabel berkaitan dengan persamaan dan pertidaksam aan linear satu variabel Menggunakan perbandingan seharga(senilai) dan berbalik harga(nilai) untuk menyelesaikan soal/ masalah sehari-hari

Alok Wak Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Nyatakanlah ke dalam model 2x40 m matematika. Dian membeli 3 kg gula pasir. Dia membayar dengan selembar uang dua puluh ribuan dan menerima uang kembalian sebesar Rp3.500,00

Penilaian

Menyelesaikan soal yang melibatkan perbandingan seharga(senilai) dan berbalik harga(nilai)

Tes tulis

Tes isian Pembangunan sebuah gedung memakan waktu 6 bulan jika dikerjakan oleh 100 orang. Kalau dikerjakan oleh 50 orang, maka waktu yang diperlukan untuk membangun gedung tersebut adalah ....

2x40 m

SILABUS
Sekolah Kelas Mata Pelajaran Semester

: : VII : Matematika : II(dua)
Menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah

Standar Kompetensi : ALJABAR

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan masalah sehari-hari yang merupakan himpunan • Indikator Menyatakan masalah seharihari dalam bentuk himpunan dan mendata anggotanya Teknik Tes tulis Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Di dalam kelasmu ini sebutkan kumpulan obyek yang merupakan himpunan

Alok Wak

2.2 Memah Himpunan ami pengerti an dan notasi himpun an, serta penyaji annya

1x40 m

Menyebutkan anggota dan bukan anggota suatu himpunan

Menyebutkan anggota dan bukan anggota himpunan

Tes lisan

Daftar Di kelasmu, ada himpunan siswa 1x40 m pertanyaan yang tingginya lebih dari 150 cm. Sebutkan anggota-anggotanya dan sebutkan pula yang bukan merupakan anggota.

Menyatakan notasi himpunan

Menyatakan notasi himpunan

Tes tulis

Membedakan himpunan kosong, nol • dan notasinya

Mengenal himpunan kosong dan notasinya

Tes lisan

Tes uraian Nyatakan dengan notasi himpunan: 1x40 m himpunan bilangan prima kurang dari 20 Daftar Manakah yang merupakan 1x40 m pertanyaan himpunan kosong? 0 atau {0} atau Ø atau {Ø}

4.2 Memahami Himpunan konsep himpun an bagian

Mendiskusikan pengertian himpunan • bagian Mengidentifikasi himpunan bagian suatu himpunan

Menentukan himpunan bagian Tes tulis dari suatu himpunan

Tes pilihan Manakah yang bukan merupakan 1x40 m ganda himpunan bagian dari {2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16} e. {0, 2, 4, 6} f. {8, 10, 12, 14, 16} g. {10}

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan masalah sehari-hari yang merupakan himpunan • Indikator Menyatakan masalah seharihari dalam bentuk himpunan dan mendata anggotanya Teknik Tes tulis Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Di dalam kelasmu ini sebutkan kumpulan obyek yang merupakan himpunan

Alok Wak

2.2 Memah Himpunan ami pengerti an dan notasi himpun an, serta penyaji annya

1x40 m

Menentukan banyak himpunan bagian suatu himpunan Menemukan rumus banyak himpunan bagian suatu himpunan

Menentukan banyak himpunan Tes tulis bagian suatu himpunan

Tes uraian Tulislah semua himpunan bagian dari {a, e, i, u, o}

1x40 m

Mendiskusikan pengertian himpunan • semesta Menyebutkan anggota dan bukan anggota himpunan semesta 4.3 Melaku kan Himpunan operasi irisan, gabungan, kurang (difference), dan komplemen pada himpunan Mendiskusikan pengertian irisan dan • gabungan dua himpunan. Menuliskan irisan, gabungan, kurang, dari dua himpunan. Mnuliskan notasi gabungan dua himpunan Menyatakan notasi irisan dua himpunan

Mengenal pengertian himpunan Tes tulis semesta, serta dapat menyebutkan anggotanya

Tes uraian Kalau obyek yang dibicarakan adalah bilangan bulat, maka himpunan semestanya adalah ....

1x40 m

Menjelaskan pengertian irisan dan gabungan dua himpunan

Tes tulis

Tes isian

Jika A = Himpunan bilangan prima 2x40 m kurang dari 10 dan B = Himpunan bilangan bulat antara 5 dan 15 maka: A ∩ B = .... A U B = ...

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan masalah sehari-hari yang merupakan himpunan • Indikator Menyatakan masalah seharihari dalam bentuk himpunan dan mendata anggotanya Teknik Tes tulis Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Di dalam kelasmu ini sebutkan kumpulan obyek yang merupakan himpunan

Alok Wak

2.2 Memah Himpunan ami pengerti an dan notasi himpun an, serta penyaji annya

1x40 m

a. Meny Himpunan aji kan himp unan deng an diagr am Venn

Mendiskusikan pengertian kurang • dari suatu himpunan dari himpunan lainnya Menuliskan kurang(difference) suatu himpunan dari himpunan lainnya Menuliskan notasi kurang suatu himpunan dari himpunan lainnya Mendiskusikan komplemen suatu • himpunan Menulisan komplemen suatu himpunan Menuliskan notasi komplemen suatu himpunan Mendiskusikan cara-cara menyajikan • himpunan termasuk menggunakan diagram Menggambar diagram Venn untuk berbagai himpunan Menggunakan diagram Venn untuk menyajikan irisan atau gabungan dua himpunan

Menjelaskan kurang(difference) Tes tulis suatu himpinan dari himpunan lainnya

Tes isian

Kalau A = Himpunan bilangan bulat 2x40 m antara -5 dan 5, B = Himpunan bilangan ganjil kurang dari 0, maka A\B = A – B = ....

Menjelaskan komplemen dari suatu himpunan

Tes tulis

Menyajikan gabungan atau irisan dua himpunan dengan diagram Venn

Tes tulis

Tes uraian Tulislah komplemen dari X = {2, 4, 2x40 m 6, 8, 10} jika himpunan semestanya adalah S = Himpunan bilangan bulat lebih dari atau sama dengan 0 dan kurang dari atau sama dengan 10 Tes uraian Gambarlah pada satu diagram Venn 2x40 m himpunan-himpunan berikut ini. P = {k, l, m, n, o, p, q, r, s, t} Q = {h, i, j, k, l, m} Manakah yang merupakan P ∩ Q? Manakah yang merupakan P U Q?

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan masalah sehari-hari yang merupakan himpunan • Indikator Menyatakan masalah seharihari dalam bentuk himpunan dan mendata anggotanya Teknik Tes tulis Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Di dalam kelasmu ini sebutkan kumpulan obyek yang merupakan himpunan

Alok Wak

2.2 Memah Himpunan ami pengerti an dan notasi himpun an, serta penyaji annya

1x40 m

Menggunakan diagram Venn untuk menyajian kurang(difference) suatu himpunan dari himpunan

Menyajikan kurang(difference) Tes tulis suatu himpunan dari himpunan lainnya dengan diagram Venn

Tes uraian Gambarlah pada satu diagram Venn 1x40 m himpunan-himpunan berikut ini. P = {k, l, m, n, o, p, q, r, s, t} Q = {h, i, j, k, l, m} Manakah yang merupakan P-Q?

Menggunakan diagram Venn untuk menyajikan komplemen suatu himpunan

Menyajikan komplemen suatu himpunan

Tes tulis

b. Me Himpunan ngg u nak an kon sep

Menggunakan diagram Venn untuk • menyelesaikan masalah sehari-hari

Menyelesaikan masalah dengan Tes tulis menggunakan diagram Venn dan konsep himpunan

Tes uraian Gambarlah pada satu diagram Venn 2x40 m jika himpunan semesta S = Himpunan semua bilangan bulat, dan A = Himpunan bilangan bulat antara 0 dan 10. Manakah yang merupakan Ac? Tes uraian Di dalam suatu kelas ada 30 siswa, 2x40 m 20 siswa diantaranya senang matematika, 15 siswa senang bahasa, sedang 10 siswa tidak senang matematika juga tidak senang bahasa. Berapa siswakah yang senang matematika dan

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan masalah sehari-hari yang merupakan himpunan • Indikator Menyatakan masalah seharihari dalam bentuk himpunan dan mendata anggotanya Teknik Tes tulis Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Di dalam kelasmu ini sebutkan kumpulan obyek yang merupakan himpunan

Alok Wak

2.2 Memah Himpunan ami pengerti an dan notasi himpun an, serta penyaji annya him pun an dala m pe mec aha n mas alah

1x40 m

senang bahasa?

Standar Kompetensi : GEOMETRI • Memahami hubungan garis dengan garis, garis dengan sudut, sudut dengan sudut, serta menentukan ukurannya

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan kedudukan dua garis • pada masalah kontekstual Indikator Menjelaskan kedudukan dua garis (sejajar, berimpit berpotongan, bersilangan) melalui benda kongkrit Teknik Tes lisan Bentuk Instrumen Contoh Instrumen Dari masalah kontekstual ini manakah yang menunjukkan konsep sejajar ? a. Tapak 2 ban delman di pasir b. Jalan layang Dua jalan yang bertemu dipersimpangan Untuk mengukur besar sudut, apakah satuan yang digunakan? Ukurlah dengan busur derajat sudut-sudut berikut : a. ........... b. ........... Mendiskusikan jenis-jenis sudut Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan kedudukan garis dan besar sudut • Menjelaskan perbedaan jenis sudut (siku, lancip, tumpul) Jenis sudut apakah gambar sudut berikut ini?

Alok Wak

5.1Menentukan Garis dan hubungan Sudut antara dua garis, serta besar dan jenis sudut

1x40 m

Mendiskusikan satuan sudut yang sering digunakan

Mengenal satuan sudut yang sering digunakan Mengukur besar sudut dengan busur derajat

Tes lisan

1x40 m

Melakukan pengukuran sudut dengan • menggunakan busur derajat

1x40 m

1x40 m

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan kedudukan dua garis • pada masalah kontekstual Indikator Menjelaskan kedudukan dua garis (sejajar, berimpit berpotongan, bersilangan) melalui benda kongkrit Teknik Tes lisan Bentuk Instrumen Contoh Instrumen Dari masalah kontekstual ini manakah yang menunjukkan konsep sejajar ? a. Tapak 2 ban delman di pasir b. Jalan layang Dua jalan yang bertemu dipersimpangan

Alok Wak

5.1Menentukan Garis dan hubungan Sudut antara dua garis, serta besar dan jenis sudut

1x40 m

5.2 Mema Garis dan sudut hami sifatsifat sudut yang terbentuk jika dua garis berpotongan atau dua garis sejajar berpotongan dengan garis lain

Mengidentifikasi kedudukan sudutsudut yang terjadi jika dua garis dipotong garis lain Mendiskusikan kedudukan dua garis sejajar yang dipotong garis lain untuk menemukan sifat-sifat sudut yang terjadi

Menemukan sifat sudut jika dua Tes tulis garis sejajar dipotong garis ketiga ( garis lain)

Tes uraian

2x40 m

Dari gambar tersebut, sudut-sudut manakah yang sama besar?

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan kedudukan dua garis • pada masalah kontekstual Indikator Menjelaskan kedudukan dua garis (sejajar, berimpit berpotongan, bersilangan) melalui benda kongkrit Teknik Tes lisan Bentuk Instrumen Contoh Instrumen Dari masalah kontekstual ini manakah yang menunjukkan konsep sejajar ? a. Tapak 2 ban delman di pasir b. Jalan layang Dua jalan yang bertemu dipersimpangan

Alok Wak

5.1Menentukan Garis dan hubungan Sudut antara dua garis, serta besar dan jenis sudut

1x40 m

Menyelesaikan soal dengan • menggunakan sifat-sifat sudut yang terjadi jika dua garis sejajar dipotong oleh garis lain

Menggunakan sifat-sifat sudut dan garis untuk menyelesaikan soal

2x40 m

Sudut manakah yang sama dengan sudut A?

5.3 Melukis sudut

Garis dan sudut Melukis sudut dengan menggunakan • penggaris dan busur derajat Memindahkan sudut dengan menggunakan penggaris dan jangka

Melukis sudut yang besarnya Tes tulis sama dengan sudut yang diketahui dengan menggunakan busur dan jangka

Tes uraian

2x40 m

Lukislah sudut yang besarnya sama dengan sudut yang ada pada gambar

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan kedudukan dua garis • pada masalah kontekstual Indikator Menjelaskan kedudukan dua garis (sejajar, berimpit berpotongan, bersilangan) melalui benda kongkrit Teknik Tes lisan Bentuk Instrumen Contoh Instrumen Dari masalah kontekstual ini manakah yang menunjukkan konsep sejajar ? a. Tapak 2 ban delman di pasir b. Jalan layang Dua jalan yang bertemu dipersimpangan

Alok Wak

5.1Menentukan Garis dan hubungan Sudut antara dua garis, serta besar dan jenis sudut

1x40 m

Menggunakan jangka dan penggaris untuk melukis sudut 60 0 dan 90 0 Melukis sudut siku-siku dengan menggunakan sepasang penggaris berbentuk segitiga siku-siku 5.4 Membagi sudut

Melukis sudut 600 dan 900.

Tes tulis

Tes uraian Dengan penggaris dan jangka, lukislah sudut yang besarnya 600.

2x40 m

Garis dan sudut Menggunakan penggaris dan jangka • untuk membagi sudut menjadi dua sama besar

Membagi sudut menjadi 2 sama Tes tulis besar

Tes uraian

2x40 m

Dengan penggaris dan jangka, bagilah sudut pada gambar menjadi 2 bagian yang sama besar Menggunakan penggaris dan jangka untuk melukis sudut 300, 450, 1200, dan 1500.

Melukis sudut 300, 450, dan 1500.

1200, Tes tulis

Tes uraian Dengan penggaris dan jangka, 2x40 m lukislah sudut yang besarnya 1500.

Standar Kompetensi : GEOMETRI
• Memahami konsep segi empat dan segitiga serta menentukan ukurannya Penilaian

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran •

Indikator Menjelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan sisi-sisinya

Teknik

Bentuk Instrumen

6.1 Mengidenti Segiempat dan Mendiskusikan jenis-jenis segitiga fikasi sifat- segitiga berdasarkan sisi-sisinya dengan sifat menggunakan model segitiga segitiga berdasarka n sisi dan sudutnya

Alok Wak Contoh Instrumen Dari segitiga ABC diketahui sisi AB 1x40 m = BC, Segitiga ABC merupakan segitiga .......

Mendiskusikan jenis-jenis segitiga • berdasarkan sudut-sudutnya dengan menggunakan model segitiga

Menjelaskan jenis-jenis segitiga Tes tulis berdasarkan besar sudutnya

Tes isian

Pada segitiga PQR diketahui sudut 1x40 m P = 600 dan sudut Q = 800. Segitiga PQR merupakan segitiga ......

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran •

Indikator Menjelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan sisi-sisinya

Teknik

Bentuk Instrumen

6.1 Mengidenti Segiempat dan Mendiskusikan jenis-jenis segitiga fikasi sifat- segitiga berdasarkan sisi-sisinya dengan sifat menggunakan model segitiga segitiga berdasarka n sisi dan sudutnya 6.2 Menginden Segiempat dan ti fikasi segitiga sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang , belah ketupat dan layanglayang

Alok Wak Contoh Instrumen Dari segitiga ABC diketahui sisi AB 1x40 m = BC, Segitiga ABC merupakan segitiga .......

Penilaian

Menggunakan lingkungan • untuk mendiskusikan pengertian jajargenjang, persegi, persegi panjang, belah ketupat, trapesium, dan layang-layang menurut sifatnya

Menjelaskan pengertian jajargenjang, persegi, persegi panjang, belah ketupat, trapesium dan layang-layang menurut sifatnya.

Tes lisan

Daftar Lihatlah di seluruh ruang kelasmu! 2x40 m pertanyaan Benda-benda manakah yang berbentuk persegi? Benda-benda manakah yang berbentuk persegipanjang?

Mendiskusikan sifat-sifat segi empat • ditinjau dari diagonal, sisi, dan sudutnya

Menjelaskan sifat sifat segi empat ditinjau dari sisi, sudut, dandiagonalnya.

Tes lisan

Daftar Apakah panjang semua sisi pertanyaan jajargenjang sama panjang? Apakah kedua diagonal persegi saling tegak lurus?

2x40 m

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran •

Indikator Menjelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan sisi-sisinya

Teknik

Bentuk Instrumen

6.1 Mengidenti Segiempat dan Mendiskusikan jenis-jenis segitiga fikasi sifat- segitiga berdasarkan sisi-sisinya dengan sifat menggunakan model segitiga segitiga berdasarka n sisi dan sudutnya

Alok Wak Contoh Instrumen Dari segitiga ABC diketahui sisi AB 1x40 m = BC, Segitiga ABC merupakan segitiga .......

Penilaian

6.3 Menghi Segiempat dan Menemukan rumus keliling bangun • tung keliling segitiga segitiga dan segi empat dengan cara dan luas mengukur panjang sisinya bangun segitiga dan segi empat serta menggunak annya dalam pemecahan masalah

Tes tulis Menurunkan rumus keliling bangun segitiga dan segi empat

Tes isian

2x40 m

Keliling segitga PQR sama dengan .........

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran •

Indikator Menjelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan sisi-sisinya

Teknik

Bentuk Instrumen

6.1 Mengidenti Segiempat dan Mendiskusikan jenis-jenis segitiga fikasi sifat- segitiga berdasarkan sisi-sisinya dengan sifat menggunakan model segitiga segitiga berdasarka n sisi dan sudutnya Menemukan luas persegi dan persegi panjang menggunakan petak-petak(satuan luas) Menemukan luas segitiga dengan menggunakan luas persegi panjang Menemukan luas jajargenjang, trapesium, layang-layang, dan belah ketupat dengan menggunakan luas segitiga dan luas persegi atau persegi panjang

Alok Wak Contoh Instrumen Dari segitiga ABC diketahui sisi AB 1x40 m = BC, Segitiga ABC merupakan segitiga .......

Penilaian

Menurunkan rumus luas bangun segitiga dan segiempat

4x40 m

Luas persegipanjang ABCD adalah .......

Menggunakan rumus keliling dan • luas bangun segitiga dan segi empat untuk menyelesaikan masalah

Menyelesaikan masalah yang Tes tulis berkaitan dengan menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segi empat

Tes uraian Pak Surya mempunyai kebun 2x40 m berbentuk persegipanjang dengan panjang 1 km dan lebar 0,75 km. Kebun tersebut akan ditanami pohon kelapa yang berjarak 10 m satu dengan yang lain. Berapa banyak bibit pohon kelapa yang diperlukan pak Surya?

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran •

Indikator Menjelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan sisi-sisinya

Teknik

Bentuk Instrumen

6.1 Mengidenti Segiempat dan Mendiskusikan jenis-jenis segitiga fikasi sifat- segitiga berdasarkan sisi-sisinya dengan sifat menggunakan model segitiga segitiga berdasarka n sisi dan sudutnya 6.4 Melukis Segitiga segitiga, garis tinggi, garis bagi, garis berat dan garis sumbu

Alok Wak Contoh Instrumen Dari segitiga ABC diketahui sisi AB 1x40 m = BC, Segitiga ABC merupakan segitiga .......

Penilaian

Menggunakan penggaris, jangka, • dan busur untuk melukis segitiga jika diketahui: -ketiga sisinya - dua sisi dan satu sudut apitnya - satu sisi dan dua sudut Melukis segitiga samasisi dan segitiga • samakaki dengan menggunakan penggaris, jangka dan busur derajat

Melukis segitiga yang diketahui Tes tulis tiga sisinya, dua sisi satu sudut apitnya atau satu sisi dan dua sudut

Tes uraian Lukislah sebuah segitiga jika 2x40 m diketahui panjang sisi-sisinya 2 cm, 3 cm, dan 1,5 cm.

Melukis segitiga samasisi dan segitiga samakaki

Tes tulis

Tes uraian Lukislah sebuah segitiga ABC dengan AC = BC = 3 cm.

2x40 m

Menggunakan penggaris dan jangka • untuk melukis garis sumbu, garis bagi, garis berat, dan garis tinggi suatu segitiga

Melukis garis tinggi, garis bagi, Tes tulis garis berat, dan garis sumbu.

Tes kinerja

2x40 m

Lukislah ketiga garis tinggi dari masing-masing segitiga tersebut. Apakah yang kalian dapatkan?

SILABUS
Sekolah Kelas Mata Pelajaran Semester : SMP ..... : VIII : Matematika : I(satu)

Standar Kompetensi : ALJABAR
1. Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis lurus

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan hasil operasi tambah, i. kurang pada bentuk aljabar (pengulangan) Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Menyelesaikan operasi tambah, Tes tulis Tes uraian Berapakah: kurang pada bentuk aljabar (2x + 3) + (-5x – 4) Indikator Teknik

Alok Wak

1.1 Melakukan Bentuk aljabar operasi aljabar

2x40

Mendiskusikan hasil operasi kali, bagi dan pangkat pada bentuk aljabar (pengulangan) 1.2 Mengurai Bentuk aljabar kan bentuk aljabar ke dalam faktorfaktornya Mendata faktor suku aljabar berupa konstanta atau variabel

j.

Menyelesaikan operasi kali, bagi dan pangkat pada bentuk aljabar

Tes tulis Tes uraian Berapakah (-x + 6)(6x – 2)

2x40m

k.

Menentukan faktor suku aljabar Tes lisan Pertanyaan Sebutkan variabel pada bentuk berikut: h. 4x + 3 i. 2p – 5 j. (5a – 6)(4a+1)

2x40m

Menentukan faktor-faktor bentuk aljabar dengan cara menguraikan bentuk aljabar tersebut Relasi dan 1.3 Memahami fungsi relasi dan fungsi

l.

Menguraikan bentuk aljabar ke dalam faktor-faktornya

Tes tulis Tes uraian Faktorkanlah 6a - 3b + 12

2x40

Menyebutkan hubungan yang m. Menjelaskan dengan kata-kata merupakan suatu fungsi melalui dan menyatakan masalah masalah sehari-hari, misal hubungan sehari-hari yang berkaitan antara nama kota dengan dengan relasi dan fungsi negara/propinsi, nama siswa dengan ukuran sepatu

Tes lisan Pertanyaan Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan fungsi!

2x40

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan hasil operasi tambah, i. kurang pada bentuk aljabar (pengulangan) Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Menyelesaikan operasi tambah, Tes tulis Tes uraian Berapakah: kurang pada bentuk aljabar (2x + 3) + (-5x – 4) Indikator Teknik

Alok Wak

1.1 Melakukan Bentuk aljabar operasi aljabar

2x40

Menuliskan suatu fungsi menggunakan notasi

n. Menyatakan suatu fungsi dengan notasi

Tes tulis

Tes uraian Harga gula 1 kg Rp 5600,00. Harga a kg gula 5600 a rupiah.Nyatakan dalam bentuk fungsi a ! Jika f(x) = 4x -2 maka nilai f(3)=....

1x40

1.4 Menentu kan nilai fungsi

Fungsi

Mencermati cara menghitung nilai fungsi dan menghitungnya

o. Menghitung nilai fungsi

Tes tulis Tes isian

1x40

Menyusun suatu fungsi jika nilai fungsi dan data fungsi diketahui

p. Menentukan bentuk fungsi jika nilai dan data fungsi diketahui

Tes tulis

Tes uraian Jika f(x) = px + q, f(1) = 3 dan f(2) = 4 tentukan f(x).

2x40

1.5 Membuat sketsa grafik fungsi aljabar sederhana pada sistem koordinat Cartesius

Fungsi

2.1 Membuat tabel pasangan antara q. Menyusun tabel pasangan nilai nilai peubah dengan nilai fungsi peubah dengan nilai fungsi

Tes tulis Tes isian

Diketahui f(x) = 2x + 3. Lengkapilah tabel berikut: x f(x) 0 .... 1 .... 2 .... 3 ....

2x40

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan hasil operasi tambah, i. kurang pada bentuk aljabar (pengulangan) Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Menyelesaikan operasi tambah, Tes tulis Tes uraian Berapakah: kurang pada bentuk aljabar (2x + 3) + (-5x – 4) Indikator Teknik

Alok Wak

1.1 Melakukan Bentuk aljabar operasi aljabar

2x40

Menggambar grafik fungsi aljabar dengan cara menentukan koordinat titik-titik pada sistem koordinat Cartesius

Menggambar grafik fungsi pada koordinat Cartesius

Dengan menggunakan tabel gambarlah grafik fungsi yang Tes tulis Tes uraian dinyatakan f(x) = 3x -2

2x40

1.6 Menentu kan gradien, persamaan garis lurus

Garis Lurus

Menemukan pengertian dan nilai gradien suatu garis dengan cara menggambar beberapa garis lurus pada kertas berpetak Menemukan cara menentukan persamaan garis yang melalui dua titik, melalui satu titik dengan gradien tertentu Menggambar garis lurus jika • melalui dua titik • melalui satu titik dengan gradien tertentu • persamaan garisnya diketahui

Mengenal pengertian dan menentukan gradien garis lurus dalam berbagai bentuk

Tes tulis

Tes uraian Disajikan gambar beberapa garis pada kertas berpetak. Tentukan gradien garis-garis tersebut!

2x40

r.

s.

Menentukan persamaan Tes tulis Tes isian Persamaan garis yang melalui titik garis lurus yang melalui dua (2,3) dan mempunyai gradien 2 titik, melalui satu titik adalah ... . dengan gradien tertentu Menggambar grafik garis Tes tulis Tes uraian Gambarlah garis lurus dengan lurus persamaan y = 2x - 4

2x40

2x40

Standar Kompetensi : ALJABAR
2. Memahami sistem persamaan linear dua variabel dan menggunakannya dalam pemecahan masalah Materi Pokok/ Pembelajaran Sistem Persamaan Linear Dua variabel Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan pengertian PLDV dan t. SPLDV Indikator Menyebutkan perbedaan PLDV dan SPLDV Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes lisan Daftar Bentuk pertanyaan 4x + 2 y = 2 x – 2y = 4 a. Apakah merupakan sistem persamaan? b. Ada berapa variabel? c. Apakah variabelnya? d. Disebut apakah bentuk tersebut? Teknik

Kompetensi Dasar 2.1 Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel

Alok Wak

2x40

Mengidentifikasi SPLDV dalam berbagai bentuk dan variabel

u. Mengenal SPLDV dalam berbagai bentuk dan variabel

Tes tulis Tes uraian Manakah yang merupakan SPLDV? 2x40 2) 4x + 2y = 2 x – 2y = 4 4x + 2y ≤ 2 x – 2y = 4 c. 4x + 2y > 2 x – 2y = 4 4x + 2y – 2 = 0 x – 2y – 4 = 0

Menyelesaikan SPLDV dengan cara v. substitusi dan eliminasi

Menentukan akar SPLDV dengan substitusi dan eliminasi

Tes tulis Tes uraian Selesaikan SPLDV berikut ini 3x – 2y = -1 -x + 3y = 12

2x40

Kompetensi Dasar 2.1 Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel

Materi Pokok/ Pembelajaran Sistem Persamaan Linear Dua variabel

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan pengertian PLDV dan t. SPLDV Indikator Menyebutkan perbedaan PLDV dan SPLDV Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes lisan Daftar Bentuk pertanyaan 4x + 2 y = 2 x – 2y = 4 a. Apakah merupakan sistem persamaan? b. Ada berapa variabel? c. Apakah variabelnya? d. Disebut apakah bentuk tersebut? Tes tulis Tes uraian Harga 4 pensil dan 5 buku tulis Rp19 000,00 sedangkan harga 3 pensil dan 4 buku tulis Rp 15 000,00. Tulislah model matematikanya. Teknik

Alok Wak

2x40

Sistem 2.2 Membuat Persamaan model Linear Dua matemati Variabel ka dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel Sistem 2.3Menyelesai Persamaan kan model Linear Dua matematika Variabel dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya

1. Mengubah w. Membuat model matematika masalah seharidari masalah sehari-hari yang hari ke dalam berkaitan dengan SPLDV model matematika berbentuk SPLDV

2x40

Mencari penyelesaian suatu masalah yang dinyatakan dalam model matematika dalam bentuk SPLDV

Menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel dan penafsirannya

Tes tulis Tes uraian Selesaikan SPLDV berikut: 2x + 3y = 8 5x - 2y =1

2x40

Kompetensi Dasar 2.1 Menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel

Materi Pokok/ Pembelajaran Sistem Persamaan Linear Dua variabel

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan pengertian PLDV dan t. SPLDV Indikator Menyebutkan perbedaan PLDV dan SPLDV Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes lisan Daftar Bentuk pertanyaan 4x + 2 y = 2 x – 2y = 4 a. Apakah merupakan sistem persamaan? b. Ada berapa variabel? c. Apakah variabelnya? d. Disebut apakah bentuk tersebut? Teknik

Alok Wak

2x40

Menggunakan grafik garis lurus untuk menyelesaikan model matematika yang berkaitan dengan SPLDV dan menafsirkan hasilnya

Tes tulis

Tes uraian Selesaikan SPLDV 4x40 4x + 5y = 19 3x + 4y = 15 dengan menggunakan grafik garis lurus dan merupakan apakah hasilnya?

Standar Kompetensi : GEOMETRI DAN PENGUKURAN
3. Menggunakan Teorema Pythagoras dalam pemecahan masalah

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Menemukan Teorema Pythagoras 7 dengan menggunakan persegipersegi Indikator Menemukan Teorema Pythagoras Teknik Tes tulis Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Jika panjang sisi siku-siku suatu segitiga adalah a cm dan b cm, dan panjang sisi miring c cm, maka tuliskan hubungan antara a, b, dan c.

Alok Wak

Teorema Geometri dan Pythagoras Pengukuran 3.1 Mengguna kan Teorema Pythagoras dalam pemecahan masalah

2x40

Menuliskan rumus Teorema 8 Pythagoras pada segitiga siku-siku

Menghitung panjang sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lain diketahui

Tes tulis Tes uraian Panjang salah satu sisi siku-siku 12 cm, dan panjang sisi miring 13 cm. Hitunglah panjang sisi siku-siku yang lain

2x40

Menerapkan Teorema Pythagoras Menghitung perbandingan sisi sisi pada segitiga siku-siku dengan sudut segitiga siku-siku istimewa (salah istimewa satu sudutnya 300, 450, 600) Teorema 3.2 Pythagoras Memecahkan masalah pada bangun datar yang berkaitan dengan Teorema Pythagoras Mencari perbandingan sisi-sisi 10 Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku istimewa dengan segitiga siku-siku istimewa menggunakan teorema Pythagoras

Tes tulis Tes uraian Segitiga ABC siku-siku di B. Sudut A 4x40 = 300 dan panjang AC = 6 cm. Hitunglah panjang sisi AB dan BC. Tes tulis Tes Uraian Suatu segitiga ABC siku-siku di B. Sudut A = 300 Panjang sisi AB = c cm. Hitung panjang sisi-sisi BC dan AC.

2x40

Menggunakan teorema Pythagoras 11 untuk menghitung panjang diagonal ,sisi, pada bangun datar, misal persegi, persegi panjang, belah ketupat, dsb

Menghitung panjang diagonal pada Tes tulis bangun datar, misal persegi, persegi panjang, belah ketupat, dsb

Tes uraian Suatu persegi panjang mempunyai panjang 8 cm dan lebar 6 cm. Hitunglah panjang diagonalnya.

6x40

SILABUS
Sekolah Kelas Mata Pelajaran Semester : SMP .... : VIII : Matematika : II(dua)

Standar Kompetensi : GEOMETRI DAN PENGUKURAN
4. Menentukan unsur, bagian lingkaran serta ukurannya

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan unsur-unsur dan bagian-bagian lingkaran dengan menggunakan model Bentuk Instrumen g. Menyebutkan unsur-unsur dan Tes lisan Daftar bagian-bagian lingkaran : pertanyaan pusat lingkaran, jari-jari, diameter, busur, talibusur, juring dan tembereng. Indikator Teknik Contoh Instrumen C D Disebut apakah garis CD?

Alok Wak

4.1 Menentu Lingkaran kan unsur dan bagianbagian lingkaran

2x40

4.2 Menghitung keliling dan luas lingkaran

Lingkaran

Menyimpulkan nilai phi dengan h. Menemukan nilai phi menggunakan benda yang berbentuk lingkaran

Tes unjuk Uji petik kerja kerja produk

Ukurlah keliling (K) sebuah benda berbentuk lingkaran dan juga diameternya (d). Berapakah nilai

2x40

k d

Menemukan rumus keliling dan luas lingkaran dengan menggunakan alat peraga Menggunakan rumus keliling dan luas lingkaran dalam pemecahan masalah 4.3 Menggunak an hubungan sudut pusat, panjang busur, luas juring dalam Lingkaran Mengamati hubungan sudut pusat dan sudut keliling yang menghadap busur yang sama

i.

Menentukan rumus keliling dan luas lingkaran

Tes lisan Pertanyaan Sebutkan rumus keliling lingkaran yang berjari-jari p. Sebutkan rumus luas lingkaran yang berjari-jari q. Tes tulis Tes uraian Hitunglah luas lingkaran jika ukuran jari-jarinya 14 cm.

4x40

j.

Menghitung keliling dan luas lingkaran.

4x40

k.

Mengenal hubungan sudut pusat dan sudut keliling jika menghadap busur yang sama

Tes lisan Tes isian

Jika sudut A adalah sudut pusat dan 2x40 sudut B adalah sudut keliling, sebutkan hubungan antara sudut A dan sudut B jika kedua sudut itu menghadap busur yang sama.

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan unsur-unsur dan bagian-bagian lingkaran dengan menggunakan model Bentuk Instrumen g. Menyebutkan unsur-unsur dan Tes lisan Daftar bagian-bagian lingkaran : pertanyaan pusat lingkaran, jari-jari, diameter, busur, talibusur, juring dan tembereng. Indikator Teknik Contoh Instrumen C D Disebut apakah garis CD?

Alok Wak

4.1 Menentu Lingkaran kan unsur dan bagianbagian lingkaran

2x40

pemecahan masalah

Menghitung besar sudut keliling jika menghadap diameter atau busur yang sama

l.

Menentukan besar sudut keliling jika menghadap diameter dan busur yang sama.

Tes lisan Pertanyaan Berapa besar sudut keliling jika menghadap diameter lingkaran?

2x40

Menghitung panjang busur, luas juring dan tembereng

m. Menentukan panjang busur, luas juring dan luas tembereng.

Tes tulis

Tes uraian Di dalam lingkaran dengan jari-jari 12 cm, terdapat sudut pusat yang besarnya 900 Hitunglah: a. Panjang busur kecil b. luas juring kecil

4x40

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan unsur-unsur dan bagian-bagian lingkaran dengan menggunakan model Bentuk Instrumen g. Menyebutkan unsur-unsur dan Tes lisan Daftar bagian-bagian lingkaran : pertanyaan pusat lingkaran, jari-jari, diameter, busur, talibusur, juring dan tembereng. Indikator Teknik Contoh Instrumen C D Disebut apakah garis CD? Menemukan hubungan sudut pusat, panjang busur, luas juring dan menggunakannya dalam pemecahan masalah n. Menggunakan hubungan sudut pusat, panjang busur, luas juring dalam pemecahan masalah

Alok Wak

4.1 Menentu Lingkaran kan unsur dan bagianbagian lingkaran

2x40

4.4 Menghitung panjang garis singgung persekutua n dua lingkaran

Lingkaran

Mengamati sifat sudut yang dibentuk o. Menemukan sifat sudut yang oleh garis singgung dan garis yang dibentuk oleh garis singgung melalui titik pusat. dan garis yang melalui titik pusat.

Tes tulis Tes uraian Seorang anak harus minum tablet 4x40 yang berbentuk lingkaran. Jika anak tersebut harus minum 1/3 tablet itu dan ternyata jari-jari tablet 0,7 cm. Berapakah luas tablet yang diminum? Tes tulis Tes uraian Perhatikan gambar! 2x40 O P

Q Berapakah besar sudut R? Mengapa? Mencermati garis singgung p. Mengenali garis singgung persekutuan dalam dan persekutuan persekutuan dalam dan luar dua lingkaran persekutuan luar dua lingkaran. Tes tulis Tes uraian Perhatikan gambar! A K B P. Q. L Disebut apakah:a) garis AB? b) garis KL?

2x40

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan unsur-unsur dan bagian-bagian lingkaran dengan menggunakan model Bentuk Instrumen g. Menyebutkan unsur-unsur dan Tes lisan Daftar bagian-bagian lingkaran : pertanyaan pusat lingkaran, jari-jari, diameter, busur, talibusur, juring dan tembereng. Indikator Teknik Contoh Instrumen C D Disebut apakah garis CD? Menghitung panjang garis singgung q. Menentukan panjang garis persekutuan dalam dan persekutuan singgung persekutuan dalam luar dua lingkaran dan persekutuan luar Tes tulis Tes uraian Panjang jari-jari dua lingkaran masing-masing 7cm dan 1cm. Jika jarak antara titik pusatnya 10cm, berapakah panjang garis singgung: 4. persekutuan dalam 5. persekutuan luar Tes tulis Tes uraian Dengan menggunakan jangka dan penggaris, lukislah lingkaran: II. dalam suatu segitiga III. luar suatu segitiga

Alok Wak

4.1 Menentu Lingkaran kan unsur dan bagianbagian lingkaran

2x40

4x40

4.5 Melukis lingkaran dalam dan lingkaran luar suatu segitiga

Lingkaran

Menggunakan jangka dan penggaris untuk melukis lingkaran dalam dan lingkaran luar segitiga

r.

Melukis lingkaran dalam dan lingkaran luar segitiga

4x40

Standar Kompetensi : GEOMETRI DAN PENGUKURAN
5. Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagian-bagiannya, serta menentukan ukurannya Materi Pokok/ Pembelajaran Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan unsur-unsur kubus, balok, prisma dan limas dengan menggunakan model Indikator d. Menyebutkan unsur-unsur kubus, balok, prisma, dan limas : rusuk, bidang sisi, diagonal bidang, diagonal ruang, bidang diagonal. Bentuk Instrumen Tes lisan Daftar pertanyaan
T S P Q

Kompetensi Dasar

Teknik

Contoh Instrumen
W U R V

Alok Wak

Kubus, balok, 5.1 Mengiden prisma tegak, tifikasi sifatlimas sifat kubus, balok, prisma dan limas serta bagianbagiannya Kubus, balok, 5.2 Membuat prisma tegak, jaring-jaring limas kubus, balok, prisma dan limas Kubus, balok, 5.3 Menghitung prisma tegak, luas limas permukaan dan volume kubus,balok , prisma dan limas

2x40

Merancang jaring-jaring a. kubus b. balok c. prisma tegak d. limas

e. Membuat jaring-jaring a. kubus b. balok c. prisma tegak d. limas Menemukan rumus luas permukaan kubus, balok, limas dan prisma tegak

Tes unjuk Uji petik kerja kerja produk

Perhatikan balok PQRS-TUVW d. Sebutkan rusuk-rusuk tegaknya e. Sebutkan diagonal ruangnya Sebutkan bidang alas dan atasnya Buatlah model balok menggunakan 4x40 karton manila

Mencari rumus luas permukaan f. kubus, balok, limas dan prisma tegak

Tes lisan Daftar 1.Sebutkan rumus luas permukaan pertanyaan kubus jika rusuknya x cm. 2. Sebutkan rumus luas permukaan prisma yang alasnya jajargenjang dengan panjang alasnya a cm dan tingginya b cm. Tinggi prisma t cm.

4x40

Menggunakan rumus untuk menghitung luas permukaan kubus, balok, prisma dan limas

g. Menghitung luas permukaan Tes tulis Tes uraian Suatu prisma tegak sisi – 3 kubus, balok, prisma dan limas mempunyai panjang rusuk alas 6 cm dan tingginya 8 cm. Hitunglah luas permukaan prisma

2x40

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan unsur-unsur kubus, balok, prisma dan limas dengan menggunakan model Indikator d. Menyebutkan unsur-unsur kubus, balok, prisma, dan limas : rusuk, bidang sisi, diagonal bidang, diagonal ruang, bidang diagonal. Bentuk Instrumen Tes lisan Daftar pertanyaan
T S P Q

Teknik

Contoh Instrumen
W U R V

Alok Wak

Kubus, balok, 5.1 Mengiden prisma tegak, tifikasi sifatlimas sifat kubus, balok, prisma dan limas serta bagianbagiannya

2x40

Mencari rumus volume kubus, balok, prisma, limas.

h. Menentukan rumus volum kubus, balok, prisma, limas

Perhatikan balok PQRS-TUVW d. Sebutkan rusuk-rusuk tegaknya e. Sebutkan diagonal ruangnya Sebutkan bidang alas dan atasnya Tes lisan Pertanyaan 1. Sebutkan rumus volum: 2x40 a) kubus dengan panjang rusuk x cm. b) balok dengan panjang pcm, lebar lcm, dan tinggi tcm.

Menggunakan rumus untuk menghitung volume kubus, balok, prisma, limas.

i.

Menghitung volume kubus, balok, prisma, limas.

Tes tulis Tes pilihan Suatu limas tegak sisi-4 alasnya 6x40 ganda berupa persegi dengan panjang sisi 9 cm. Jika tinggi limas 8 cm maka volume limas : 1. 206 cm 2. 216 cm 3. 261 cm 4. 648 cm

SILABUS
Sekolah Kelas Mata Pelajaran Semester : : IX : Matematika : I(satu)

Standar Kompetensi : GEOMETRI DAN PENGUKURAN
1. Memahami kesebangunan bangun datar dan penggunaannya dalam pemecahan masalah

Kompetensi Dasar 1.1 Mengiden tifikasi bangunbangun datar yang sebangun dan kongruen

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran • Indikator Mendiskusikan dua bangun yang sebangun atau kongruen melalui model bangun datar Teknik Tes tulis Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Bangun-bangun manakah yang sebangun? Mengapa?

Alokas Waktu

Kesebangunan Mendiskusikan dua bangun yang sebangun atau kongruen melalui model bangun datar

2x40 me

Mengidentifikasikan dua bangun datar sebangun atau kongruen

Mengidentifikasikan dua bangun datar sebangun atau kongruen

Tes lisan Daftar Apakah kedua bangun berikut ini 2x40 me pertanyaan kongruen? Mengapa?

Kompetensi Dasar 1.1 Mengiden tifikasi bangunbangun datar yang sebangun dan kongruen

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran • Indikator Mendiskusikan dua bangun yang sebangun atau kongruen melalui model bangun datar Teknik Tes tulis Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Bangun-bangun manakah yang sebangun? Mengapa?

Alokas Waktu

Kesebangunan Mendiskusikan dua bangun yang sebangun atau kongruen melalui model bangun datar

2x40 me

1.2 Mengiden tifikasi sifatsifat dua segitiga sebangun dan kongruen

Kesebangunan Mencermati perbedaan dua segitiga sebangun atau kongruen

IV.

Membedakan pengertian sebangun dan kongruen dua segitiga.

Tes lisan Daftar Kalau ΔABC sebangun dengan 2x40 me pertanyaan ΔPQR, apakah 6. sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang? 7. sudut-sudut yang bersesuaian sama besar? Kalau dua segitiga kongruen, apakah dua segitiga tersebut tentu sebangun?

Kompetensi Dasar 1.1 Mengiden tifikasi bangunbangun datar yang sebangun dan kongruen

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran • Indikator Mendiskusikan dua bangun yang sebangun atau kongruen melalui model bangun datar Teknik Tes tulis Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Bangun-bangun manakah yang sebangun? Mengapa?

Alokas Waktu

Kesebangunan Mendiskusikan dua bangun yang sebangun atau kongruen melalui model bangun datar

2x40 me

Mengidentifikasi sifat-sifat dua segitiga sebangun dan kongruen.

• .

Tes tulis Tes isian Menyebutkan sifat-sifat dua segitiga sebangun dan kongruen.

Diketahui ΔABC dan ΔPQR, sebangun

2x40 me

panjang AB panjang  = panjang PQ panjang  panjang  = panjang 
Sudut A = sudut ….

Kompetensi Dasar 1.1 Mengiden tifikasi bangunbangun datar yang sebangun dan kongruen

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran • Indikator Mendiskusikan dua bangun yang sebangun atau kongruen melalui model bangun datar Teknik Tes tulis Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes uraian Bangun-bangun manakah yang sebangun? Mengapa?

Alokas Waktu

Kesebangunan Mendiskusikan dua bangun yang sebangun atau kongruen melalui model bangun datar

2x40 me

1.3 Mengguna Kesebangunan kan konsep kesebangunan segitiga dalam pemecahan masalah

Mengamati perbandingan sisi-sisi dua segitiga yang sebangun dan menghitung panjangnya.

Menentukan perbandingan sisisisi dua segitiga yang sebangun dan menghitung panjangnya

Menggunakan kesebangunan untuk • memecahkan masalah

Memecahkan masalah yang melibatkan kesebangunan.

Tes tulis Tes uraian ∆ABC sebangun dengan ∆PQR. 4x40men Panjang AB = 4 cm. Sisi yang bersesuaian dengan AB adalah sisi PQ, dan panjang PQ = 6 cm. Jika panjang sisi BC = 5 cm, maka panjang sisi QR adalah …. Tes tulis Tes uraian Sebuah foto ukuran 3 X 4 akan 4x40men diperbesar sehingga lebar foto tersebut menjadi 60 cm. Kertas foto yang diperlukan untuk membuat foto yang diperbesar tersebut adalah …..cm2.

Standar Kompetensi : GEOMETRI DAN PENGUKURAN
2. Memahami sifat-sifat tabung, kerucut dan bola, serta menentukan ukurannya

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan unsur-unsur tabung, • kerucut, dan bola dengan menggunakan model bangun ruang sisi lengkung (model kerangka dan padat) Indikator Menyebutkan unsur-unsur: jarijari/diameter, tinggi, sisi, alas dari tabung, kerucut dan bola Bentuk Instrumen Tes tulis Tes uraian Teknik Contoh Instrumen

Alok Wak

Tabung, 2.1 Mengiden kerucut, dan tifikasi bola unsur-unsur tabung, kerucut dan bola

2x40 m

• • Tabung, 2.2 Menghitung kerucut, dan luas selimut bola dan volume tabung, kerucut dan bola Menentukan luas selimut tabung, • kerucut, dan bola Menghitung luas selimut tabung, kerucut, dan bola.

Arsirlah alas kerucut Gambarlah tinggi kerucut

Tes tulis Tes uraian Sebuah bola berjari-jari 10 cm. 4x40 m Hitunglah luas selimut bola tersebut

Mencari volume tabung, kerucut, dan Menghitung volume tabung, • bola kerucut dan bola.

Tes tulis Tes uraian Sebuah tabung jari-jari alasnya 10 4x40 m cm dan tinggi tabung 30 cm. Berapakah volum tabung tersebut?

Menggunakan rumus volume untuk• menghitung unsur-unsur tabung, kerucut dan bola jika volumenya diketahui.

Menghitung unsur-unsur tabung, kerucut dan bola jika volumenya diketahui

Tes tulis Tes uraian Sebuah tabung volumenya 1540 cm3. Berapakah jari-jari tabung tersebut?

4x40 m

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan unsur-unsur tabung, • kerucut, dan bola dengan menggunakan model bangun ruang sisi lengkung (model kerangka dan padat) Indikator Menyebutkan unsur-unsur: jarijari/diameter, tinggi, sisi, alas dari tabung, kerucut dan bola Bentuk Instrumen Tes tulis Tes uraian Teknik Contoh Instrumen

Alok Wak

Tabung, 2.1 Mengiden kerucut, dan tifikasi bola unsur-unsur tabung, kerucut dan bola

2x40 m

• • Tabung, 2.3 Memecah kerucut, dan kan masalah bola yang berkaitan dengan tabung, kerucut dan bola Memecahkan masalah yang berkaitan dengan tabung, kerucut,dan bola dengan menggunakan rumus luas dan volume • Menggunakan rumus luas selimut dan volume untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan tabung, kerucut dan bola. Tes tulis Tes isian

Arsirlah alas kerucut Gambarlah tinggi kerucut

Pak Candra akan membuat tabung 4x40 m dari kaleng, yang jari-jari alasnya sama dengan 30 cm dan tingginya 1 m. Kaleng yang diperlukan untuk membuat tabung tersebut sebanyak ..... cm2.

Standar Kompetensi : STATISTIKA DAN PELUANG
3. Melakukan pengolahan dan penyajian data

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Indikator

3.1 Menentu Statistika kan rata-rata, median, dan modus data tunggal serta penafsirannya

Melakukan pengumpulan data e. Mengumpulkan data dengan dengan mengukur dan mencatat data mencacah, mengukur dan (menurus/tally) dengan objek mencatat data dengan lingkungan turus/tally.

Mengidentifikasi data berdasar urutan

f.

Mengurutkan data tunggal, mengenal data terkecil, terbesar dan jangkauan data.

Alok Wak Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes tulis Tes uraian Perolehan 12 siswa adalah sebagai 2x40 m berikut. 54, 66, 72, 80, 72, 76, 72, 76, 72, 76, 64, 76 Buatlah tabel skor dengan turus. Berapa banyak siswa yang mendapat nilai 72? Tes tulis Tes uraian Umur 10 siswa SD adalah sebagai 1x40 m berikut. 6, 6, 10, 9, 7, 8, 10, 6, 8, 9. a. Urutkan umur ke sepuluh siswa tersebut dari yang terkecil ke yang terbesar b. Berapakah selisih antara umur siswa yang termuda dan yang tertua Teknik

Penilaian

Melakukan perhitungan rata-rata, median, modus data tunggal serta menafsirkan maknanya

g. Menentukan rata-rata, median, Tes tulis Tes uraian Hasil ulangan 8 siswa adalah 5x40 m modus data tunggal serta sebagai berikut. penafsirannya. 7, 6, 6, 5, 7, 8, 8, 7. a. Hitunglah rata-rata, median dan modus. b. Apakah makna nilai rata-rata, median, modus tersebut?

3.2.Menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis, dan lingkaran

Statistika

Membuat tabel, diagram batang, h. Menyajikan data tunggal diagram garis, dan diagram lingkaran dalam bentuk tabel, diagram dari data tunggal batang, garis dan lingkaran.

Tes tulis Tes uraian Berikut ini data umur 20 siswa SMP 4x40 m Bina Taruna (dalam tahun). 13, 14, 13, 16, 13, 14, 15, 16, 14, 13, 13. 16, 15, 13, 14, 15, 13, 15, 13, 14. Gambarlah diagram batang dari data tersebut.

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Indikator

3.1 Menentu Statistika kan rata-rata, median, dan modus data tunggal serta penafsirannya

Melakukan pengumpulan data e. Mengumpulkan data dengan dengan mengukur dan mencatat data mencacah, mengukur dan (menurus/tally) dengan objek mencatat data dengan lingkungan turus/tally.

Alok Wak Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes tulis Tes uraian Perolehan 12 siswa adalah sebagai 2x40 m berikut. 54, 66, 72, 80, 72, 76, 72, 76, 72, 76, 64, 76 Buatlah tabel skor dengan turus. Berapa banyak siswa yang mendapat nilai 72? Teknik

Penilaian

Menafsirkan diagram suatu data

i.

Membaca diagram suatu data

Tes tulis Tes uraian

H O B I 1 00 S I SW A S M P

2x40 m

j. sepakbola k. renang l. senam m. voli n. basket Berapa persen siswa yang hobinya main sepakbola?

Standar Kompetensi : STATISTIKA DAN PELUANG
4. Memahami peluang kejadian sederhana

Kompetensi Dasar 1. M en en tu ka n ru an g sa m pe l su at u pe rc ob aa n

Materi Pokok/ Pembelajaran Peluang

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan pengertian ruang sampel, dan titik sampel suatu percobaan Indikator g. Menjelaskan pengertian ruang sampel, titik sampel suatu percobaan. Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes lisan Daftar Kalau satu mata uang pertanyaan dilambungkan satu kali, maka: II.apa sajakah titik sampelnya? III.apakah ruang sampelnya? Teknik

Alok Wak

1x40 m

Mendiskusikan untuk menentukan ruang sampel suatu percobaan dengan mendata titik sampelnya

h. Menentukan ruang sampel suatu percobaan dengan mendata titik sampelnya.

Tes tulis Tes isian

Dua dadu dilambungkan satu kali. Titik sampelnya adalah ..... Ruang sampelnya adalah .....

1x40 m

4.2 Menentukan peluang suatu kejadian sederhana

Peluang

Menentukan peluang masing-masing i. titik sampel pada ruang sampel suatu percobaan misal melambungkan uang logam, dadu

Menghitung peluang masingmasing titik sampel pada ruang sampel suatu percobaan

Tes tulis Tes isian

Sebuah dadu dilambungkan satu 2x40 m kali. Peluang muncul mata 4 adalah ......

Kompetensi Dasar 1. M en en tu ka n ru an g sa m pe l su at u pe rc ob aa n

Materi Pokok/ Pembelajaran Peluang

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Mendiskusikan pengertian ruang sampel, dan titik sampel suatu percobaan Indikator g. Menjelaskan pengertian ruang sampel, titik sampel suatu percobaan. Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes lisan Daftar Kalau satu mata uang pertanyaan dilambungkan satu kali, maka: II.apa sajakah titik sampelnya? III.apakah ruang sampelnya? Teknik

Alok Wak

1x40 m

Mencari nilai peluang suatu kejadian

j.

Menghitung nilai peluang suatu kejadian.

Tes tulis Tes uraian Dua buah dadu dilambungkan satu 4x40 m kali. A adalah kejadian muncul jumlah mata dadu sama dengan 9. Berapakah peluang terjadinya peristiwa A?

SILABUS
Sekolah Kelas Mata Pelajaran Semester : : IX : Matematika : II(dua)

Standar Kompetensi : BILANGAN
5. Memahami sifat-sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar serta penggunaannya dalam pemecahan masalah sederhana

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator e. Menjelaskan pengertian bilangan berpangkat bilangan bulat positif, negatif dan nol. Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes tulis Tes isian Hitunglah: 1. 43 = ..... 2. 8-2 = .... 3. 250 = .... 4. (-3)4 = ... 5. (-6)-2 = .... 6. ( )2 = .... Teknik

Alok Wak

Bilangan Mendiskusikan pengertian bilangan 5.1 Mengiden berpangkat dan berpangkat bulat positif, negatif dan tifikasi sifatBentuk Akar nol. sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar

2x40 m

Mendiskusikan untuk menentukan bilangan berpangkat positif dari bilangan berpangkat negatif.

f.

Mengubah bilangan berpangkat bulat negatif menjadi pangkat positif.

Tes tulis Tes isian

Ubahlah menjadi bilangan berpangkat positif 1. 5-4 = ...... 2. (-3)-5 = .... 3. ( )-2 = .....

2x40 m

Mendiskusikan arti bilangan g. Mengenal arti bilangan berpangkat pecahan dan bentuk akar berpangkat pecahan dan bentuk akar.

Tes tulis Tes isian

1. Ubahlah dalam bentuk akar 61/2 = ...... 2. Ubahlah menjadi pangkat pecahan = .....

4x40 m

Bilangan 5.2 Melakukan berpangkat dan operasi Bentuk Akar aljabar yang melibatkan bilangan berpangkat bulat dan

Menentukan hasil operasi tambah, h. Menyelesaikan operasi kurang, kali, bagi dan pangkat pada tambah, kurang, kali, bagi dan suatu bilangan berpangkat bulat dan pangkat pada suatu bilangan bentuk akar. berpangkat bulat dan bentuk akar.

Tes tulis Tes uraian Hitunglah 35 x 32

6x40 m

14 3√5 + 6√5 15 4√3 x 8√5

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Penilaian Kegiatan Pembelajaran Indikator e. Menjelaskan pengertian bilangan berpangkat bilangan bulat positif, negatif dan nol. Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes tulis Tes isian Hitunglah: 1. 43 = ..... 2. 8-2 = .... 3. 250 = .... 4. (-3)4 = ... 5. (-6)-2 = .... 6. ( )2 = .... Teknik

Alok Wak

Bilangan Mendiskusikan pengertian bilangan 5.1 Mengiden berpangkat dan berpangkat bulat positif, negatif dan tifikasi sifatBentuk Akar nol. sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar

2x40 m

bentuk akar

Bilangan 5.3 Memecah berpangkat dan kan Bentuk Akar masalah sederhana yang berkaitan dengan bilangan berpangkat dan bentuk akar

i. Memecahkan masalah dengan menggunakan sifat-sifat dan operasi hitung pada bilangan berpangkat dan bentuk akar

Menggunakan sifat-sifat dan Tes tulis Tes uraian operasi hitung pada bilangan berpangkat dan bentuk akar untuk memecahkan masalah

Misal sejenis amuba membelah diri 4x40 m setiap 2 menit sekali. Berapa banyak amuba dalam waktu 30 menit?

Standar Kompetensi : BILANGAN
6. Memahami barisan dan deret bilangan serta penggunaannya dalam pemecahan masalah Materi Pokok/ Pembelajaran Penilaian

Kompetensi Dasar

Kegiatan Pembelajaran •

Indikator Menyatakan masalah seharihari yang berkaitan dengan barisan bilangan.

Barisan dan Mendiskusikan masalah sehari-hari 6.1 Menentu Deret Aritmetika yang berkaitan dengan barisan kan pola bilangan barisan Barisan dan bilangan Deret Geometri sederhana. Mendiskusikan unsur-unsur pada berisan dan deret dengan menggunakan soal atau lingkungan (peraga)

Alok Wak Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes tulis Tes uraian Dalam permainan baris berbaris, 2x40 m baris berikutnya berdiri 2 anak lebih banyak dari pada baris sebelumnya. Jika baris pertama ada 2 anak, berapakah banyak anak pada baris ke-6? Teknik Diketahui barisan: 5, 8, 11, 14, 17, 20, ... a. Suku pertama adalah .... b. Bedanya adalah ..... c. Suku ke-10 adalah ....

Tes tulis Tes isian Mengenal unsur-unsur barisan dan deret, misalnya; suku pertama, suku berikutnya, suku ke –n, beda, rasio. Menentukan pola barisan bilangan.

2x40 m

Mendiskusikan cara memperoleh pola barisan bilangan

Tes tulis Tes uraian Diketahui barisan 3, 6, 9, ... g. Tentukan suku ke-4, ke-5, dan ke-6 h. Tentukan suku ke-n

2x40 m

Barisan dan Mendiskusikan pengertian barisan 6.2 Menentu Deret Aritmetika aritmetika dan barisan geometri kan suku ke-n barisan Barisan dan aritmatika dan Deret Geometri

Mengenal pengertian barisan aritmatika dan barisan geometri.

Tes tulis Tes pilihan Manakah yang merupakan barisan 2x40 m ganda aritmetika? 4) 1, 3, 5, 7, 9, ... 5) 1, 2, 4, 5, 7, ... 6) 1, 4, 6, 8, ...

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran •

Indikator Menyatakan masalah seharihari yang berkaitan dengan barisan bilangan.

Barisan dan Mendiskusikan masalah sehari-hari 6.1 Menentu Deret Aritmetika yang berkaitan dengan barisan kan pola bilangan barisan Barisan dan bilangan Deret Geometri sederhana. barisan geometri

Alok Wak Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes tulis Tes uraian Dalam permainan baris berbaris, 2x40 m baris berikutnya berdiri 2 anak lebih banyak dari pada baris sebelumnya. Jika baris pertama ada 2 anak, berapakah banyak anak pada baris ke-6? Teknik

Penilaian

6.3 Menentu kan jumlah n suku pertama Barisan dan deret aritmatika Deret Geometri dan deret geometri

Menemukan rumus suku ke-n barisan aritmetika dan barisan geometri dengan menggunakan alat peraga atau lingkungan , misal nomor urut rumah di salah satu sisi jalan Barisan dan Mencermati deret aritmetika dan Deret Aritmetika deret geometri naik atau turun

Menentukan rumus suku ken barisan aritmatika dan barisan geometri.

Tes tulis Tes isian

Suku ke-10 dari deret 2, 5, 8, 11, 14, ... adalah .....

2x40 m

• Mengenal pengertian deret aritmatika dan deret geometri naik atau turun.

Tes tulis Tes uraian Manakah yang merupakan deret aritmetika? • 3 + 6 + 9 + ... • 3 + 2 + 4 + 2 + ... • 1 + 5 + 9 + 13 + ...

4x40 m

Menemukan rumus jumlah n suku pertama deret aritmetika dan deret geometri

Menentukan rumus jumlah n suku pertama deret aritmetika dan deret geometri.

Tes tulis Tes uraian Hitunglah jumlah 10 suku pertama 4x40 m dari deret: 3 + 6 + 9 + 12 + ...

Kompetensi Dasar

Materi Pokok/ Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran •

Indikator Menyatakan masalah seharihari yang berkaitan dengan barisan bilangan.

Barisan dan Mendiskusikan masalah sehari-hari 6.1 Menentu Deret Aritmetika yang berkaitan dengan barisan kan pola bilangan barisan Barisan dan bilangan Deret Geometri sederhana. Barisan dan 6.4 Memecah Deret Aritmetika kan masalah yang berkaitan Barisan dan dengan barisan Deret Geometri dan deret Memecahkan masalah yang berkaitan dengan barisan dan deret dengan menggunakan rumus pada deret aritmetika , deret geometri

Alok Wak Bentuk Contoh Instrumen Instrumen Tes tulis Tes uraian Dalam permainan baris berbaris, 2x40 m baris berikutnya berdiri 2 anak lebih banyak dari pada baris sebelumnya. Jika baris pertama ada 2 anak, berapakah banyak anak pada baris ke-6? Teknik Tes tulis Tes uraian Di sebuah ruangan disusun kursikursi seperti berikut.Pada barisan pertama terdapat 5 kursi, barisan kedua 8 kursi, barisan ketiga 11 kursi, dan seterusnya. Berapa banyak kursi yang dibutuhkan supaya bisa terdapat 10 baris?

Penilaian

Menggunakan sifat-sifat dan rumus pada deret aritmetika dan deret geometri untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan deret.

4x40 m

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

Alokasi Waktu • Tujuan Pembelajaran

Materi Ajar

• •

Metode Pembelajaran Langkah-langkah kegiatan Pertemuan pertama

Pertemuan Kedua

Pertemuan Ketiga

• •

Alat dan Sumber Belajar Penilaian

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Alokasi waktu A. Tujuan Pembelajaran

B. Materi Ajar

C. MetodePembelajaran D. Langkah-langkah Pembelajaran

EAlat dan Sumber Belajar F. Penilaian

Contoh rubrik

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->