P. 1
JARINGAN TANAMAN

JARINGAN TANAMAN

|Views: 1,438|Likes:
Published by Fitri Utami Hasan
BAB I PENDAHULUAN

I.

LATAR BELAKANG Jaringan adalah suatu rangkaian kesatuan (kumpulan) sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Sel-sel dalam jaringan tertentu mempunyai bentuk, ukuran, dan fungsi yang khusus. Jaringan hanya terdapat dalam tumbuhan tingkat tinggi, sedangkan pada tumbuhan tingkat rendah hanya berupa jaringan semu. Pada tumbuhan tingkat tinggi umumnya jaringan dibagi dalam dua golongan, yaitu jaringan muda (meristem) dan jaringan dewasa (permanen). Jaringan muda, sel
BAB I PENDAHULUAN

I.

LATAR BELAKANG Jaringan adalah suatu rangkaian kesatuan (kumpulan) sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Sel-sel dalam jaringan tertentu mempunyai bentuk, ukuran, dan fungsi yang khusus. Jaringan hanya terdapat dalam tumbuhan tingkat tinggi, sedangkan pada tumbuhan tingkat rendah hanya berupa jaringan semu. Pada tumbuhan tingkat tinggi umumnya jaringan dibagi dalam dua golongan, yaitu jaringan muda (meristem) dan jaringan dewasa (permanen). Jaringan muda, sel

More info:

Published by: Fitri Utami Hasan on Nov 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/21/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

I.

LATAR BELAKANG Jaringan adalah suatu rangkaian kesatuan (kumpulan) sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Sel-sel dalam jaringan tertentu mempunyai bentuk, ukuran, dan fungsi yang khusus. Jaringan hanya terdapat dalam tumbuhan tingkat tinggi, sedangkan pada tumbuhan tingkat rendah hanya berupa jaringan semu. Pada tumbuhan tingkat tinggi umumnya jaringan dibagi dalam dua golongan, yaitu jaringan muda (meristem) dan jaringan dewasa (permanen). Jaringan muda, sel-selnya selalu muda (meristematis), sedangkan jaringan dewasa, sel-selnya telah terdiferensiasi serta telah mempunyai bentuk dan susunan yang tetap. Selain itu, juga telah mempunyai khusus. Fungsi jaringan meristem yang utama ialah memperbanyak sel, yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan dan perkembangan. Jaringan meristem dalam perkembangannya dapat berdiferensiasi membentuk bermacam-macam jaringan dengan fungsi-fungsi yang khusus. Berdasarkan asal dan jaringan yang dihasilkan, jaringan meristem dibagi menjadi meristem primer dan meristem sekunder, sedangkan berdasrkan posisi dalam organ tumbuhan dibagi menjadi meristem apical, meristem interkalar, dan meristem samping. Berdasarkan tipe sel penyusunnya, jaringan permanen dibagi menjadi jaringan sederhana dan jaringan kompleks, sedangkan berdasarkan fungsinya dibagi menjadi jaringan dasar, jaringan pelindung, jaringan mekanik, jaringan pembuluh, dan jaringan idioblas.

II.

TUJUAN Tujuan dibuatnya makalah ini yaitu untuk mampu memahami struktur dan fungsi jarinagan tanaman dalam kaitannya dengan proses produksi tanaman yang efektif dan produktif serta penanganan pasca panen.

Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 1

III. RUMUSAN MASALAH 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Definisi Jaringan Jaringan Maristem Jaringan Parenkim Jaringan Pelindung Jaringan Mekanik Jaringan Pembuluh Jaringan Idioblas

Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 2

BAB II

I. Definisi Jaringan Jaringan adalah suatu rangkaian kesatuan (kumpulan) sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Sel-sel dalam suatu jaringan tertentu mempunyai bentuk, ukuran, dan fungsi yang khusus. Beberapa macam jaringan berangkai membentuk suatu kesatuan dalam bentuk, susunan, dan fungsi yang disebut organ atau alat tumbuhan. Jaringan hanya terdapat pada tumbuhan tingkat tinggi, pada tumbuhan tingkat rendah hanya berupa jaringan semu.

II. Jaringan Maristem

Jaringan

meristem

adalah

jaringan

yang

terus

menerus

membelah.

Jaringan meristem dapat dibagi 2 macam

1. Jaringan Meristem Primer

Jaringan meristem yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan embrio. Contoh: ujung batang, ujung akar. Meristem yang terdapat di ujung batang dan ujung akar disebut meristem apikal. Kegiatan jaringan meristem primer menimbulkan batang
Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 3

dan

akar

bertambang

panjang.

Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.

2. Jaringan Meristem Sekunder

Jaringan meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berasal dari jaringan dewasa yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan. Contoh jaringan meristem skunder yaitu kambium. Kambium adalah lapisan sel-sel tumbuhan yang aktif membelah dan terdapat diantara xilem dan floem.

Aktivitas kambium menyebabkan pertumbuhan skunder, sehingga batang tumbuhan menjadi besar . Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae(tumbuhan berbiji terbuka ). Pertumbuhan kambium kearah luar akan membentuk kulit batang, sedangkan kearah dalam akan membentuk kayu.Pada masa pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis dibandingkan kayu. Berdasarkan letaknya jaringan meristem dibedakan menjadi tiga yaitu meristem apikal, meristem interkalar dan meristem lateral.

Meristem apikal adalah meristem yang terdapat pada ujung akar dan pada ujung batang. Meristem apikal selalu menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang.Pertumbuhan memanjang akibat aktivitas meristem apikal disebut pertumbuhan primer. Jaringan yang terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer. Meristem interkalar atau meristem antara adalah meristem yang terletak diantara jaringan meristem primer dan jaringan dewasa. Contoh tumbuhan yang memiliki meristem interkalar adalah batang rumput-rumputan (Graminae). Pertumbuhan sel meristem interkalar menyebabkan pemanjangan batang lebih cepat, sebelum tumbuhnya
Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 4

bunga. Meristem lateral atau meristem samping adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan skunder. Pertumbuhan skunder adalah proses pertumbuhan yang menyebabkan bertambah besarnya akar dan batang tumbuhan. Meristem lateral disebut juga sebagai kambium. Kambium terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang dan membentuk jaringan skunder pada bidang yang sejajar dengan akar dan batang.

III. Jaringan Parenkim

Nama lain dari jaringan parenkim adalah jaringan dasar. Jaringan parenkim dijumpai pada kulit batang, kulit akar, daging, daun, daging buah dan endosperm. Bentuk sel parenkim bermacam-macam. Sel parenkim yang mengandung klorofil disebut klorenkim, yang mengandung rongga-rongga udara disebut aerenkim. Penyimpanan cadangan makanan dan air oleh tubuh tumbuhan dilakukan oleh jaringan parenkim. Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim dibedakan menjadi beberapa macam antara lain:

1. Parenkim asimilasi (klorenkim). Parenkim asimilasi (klorenkim) adalah sel parenkim yang mengandung klorofil dan berfungsi untuk fotosintesis.

Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 5

2. Parenkim penimbun. Parenkim penimbun adalah sel parenkim ini dapat menyimpan cadangan makanan yang berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma.

3. Parenkim air Parenkim air adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.

4. Parenkim penyimpan udara (aerenkim). Parenkim udara (aerenkim) adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit.

IV. Jaringan Pelindung Jaringan pelindung merupakan lapisan terluar dari tubuh tumbuhan yang berasal dari protoderm. Cirri-cirinya adalah tersusun atas selapis atau beberapa lapis sel, bentuk dan penebalan dinding epidermis bervariasi tetapi semuanya tersusun rapat satu sama lain, selnya ada yang melebar, memanjang atau tegak lurus permukaan tubuh, dinding seln epidermis pucuk umumnya mengandung kitin yang mengendap di permukaan membentuk lapisan kutikula dan di luarnya masih mungkin terdapat lapisan lilin.

Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 6

a. Stoma merupakan lapisan epidermis yang membetnuk bangunan khusus, tersiri dari dua sel penutup yang mengapit celah dsan dikelilingi oleh epidermis lain yang disebut sel tetangga b. Trikoma adalah tonjolan epidermis yang terdiri dari satu atau lebih sel, yang berfungsi sebagai pelindung dan penyerap unsure hara. c. Exodermis dan endodermis terbentuk dari lapisan sel-sel di sebelah dalam epidermis yang mengalami penebalan dengan lignin. Penebalan tersebut dapat merata atau hanya berupa pita (pita caspary) d. Sel gabus merupakan hasil pembelahan cambium gabus. Sel-selnya mati. Dindingnya terdiri dari suberin sehingga tidak tembus udara dan air.

V. Jaringan Mekanik 1. Kolenkim Merupakan sel hidup dan mempunyai sifat yang sama dengan parenkim. Sel-selnya ada yang mengandung kloroflas. Umunya terletak di bagian dekat permukaan dan di bawah epidermis pada batang, tangkai daun, tangkai bunga dan ibu tulang daun. Sel kolenkim biasanya memanjang sejajar dengan pusat organ tempat kolenkim itu terdapat. Dinding kolenkim mengandung hemiselulosa dan mengalami penebalan yang tidak merata, biasanya terjadi di sudut-sudut sel. Berdasarkan penebalan dinding selnya kolenkim dibedakan atas: a. Kolenkim angular (kolenkim sudut) adalah penebalan dinding yang terdapat pada sudut sel dan memanjang mengikuti sumbu sel. Pada irisan melintang, epenbalan itu terlihat di sudut sel tempat bertemunya tiga atau lebih sel. b. Kolenkim lemelar (kolenkim lempeng) adalah penebalan dinding sel terutama pada dinding tengestial (sejajar permukaan organ) sehingga pada irisan melintang terlihat seperti papan berderet-deret c. Kolenkim lakunar adalah penebalan yang terdapat pada bagian dinding sel yang menghadap ruang antar sel d. Kolenkim anular (tubular) adalah penebalan dinding yang merata sehingga ruang antar sel (lumen) menjadi bentuk pipa
Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 7

Fungsi jaringan kolenkim adalah sebgaai penyokong bagian tubuh tumbuhna muda yang sedang tumbuh 2. Sklerenkim Merupakan jaringan yang sel-selnya mengalami penebalan sekunder dengan lignin atau senyawa lain. Biasanya skelereid terdiri dari sel-sel mati. Menurut bentuk selnya, sklerenkim dapat dibedakan menjadi: a. Serabut Terdapat di berbagai bagian tubuh tumbuhan, dapat juga berada diantara jaringan dasar tetapi pad umumnya terdapat pada berkas pengangkut. Dapat berupa sel tunggal di antara jaringan dasar tetapi pad umumnya bergerombol membentuk pipa, anyaman berbentuk silinder yang sejajar dengan permukaan tubuh. • Serabut xilar: strukturnya sangat bervariasi karena ukuran, bentuk, tebal dinding selnya berbeda-beda. Umumnya sulit dibedakan dengan trakeid karena letak serta fungsinya sangat erat • Serabut extraxilar: umumnya berupa unsure panjag dengan ujung runcing, tumpul atau bercabang dan dindingnya sangat tebal yang berupa lignin. b. Sklereid

Terdapat di berbagai tubuh tumbuhan. Sel-selnya dapat mengumpul menjadi jaringan keras diantara jaringan yang lain yang lunak atau menyusun seluruh bangunan keras, misalnya kulit biji. Sel sklereid dapat pula membentuk iodoblas yaitu sel yang jelas berbeda dari sel-sel lain yang mengelilinginya baik bentuk, ukuran, maupun tebal dinding selnya.

-

Brankesklereid (sel batu): bentuknya membulat, biasanya terdapat pada Makroskereid berbentuk seperti batang, sering membentuk deretan tegak Osteosklereid: bentuknya seperti tulang paha, ujungnya membesar, kadang-

floem, korteks, kulit batang serta daging buah. Contoh: buah pear. lurus dengan permukaan biji. Misalnya pada biji Leguminosae yang keras

Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 8

kadang bercabang, terdapat pada kulit biji dan mesofil beberapa daun Asteroskelereid: bentuknya seperti binatng atau bercabang-cabang, terdapat di daun. Trikosklereid: benttuknya relative panjang dan bercabang, biasanya terutama

terdapat pada mesofil daun. Fungsi skerenkim adalah sebagai penguat bagian tubuh tumbuhan yang sudah dewasa dan melindungi bagian-bagian lunak lebih dalam.

VI. Jaringan Pembuluh 1. Xilem

Pada dasarnya xylem merupakan jaringan kompleks Karen aterdiri dari beberapa tipe sel yang berbeda baik hidup maupun tidak hidup. Dinding sel xylem tebal karena dilapisi oleh lignin. Fungsi dari xylem adalah mengangkut air dan mineral dari akar ke daun.

a. Trakeid dan trakea

Trakeid tidak terdapat perforasi (lubang-lubang) sehingga transport air dan mineral berlangsung lewat noktah antara sel-selnya. Trakea, lubang-lubang terdapat pada ujung-ujungnya sehingga transport air dan mineral atau unsure hara lainnya dapat berlangsung antara sel yang satu dengan yang lain secra bebas melalui perforasi.

b.

Serabut xylem

Strukturnya serupa serabut sklerenkim. Meskipun asalnya dari trakeid yang berdiferensiasi lebih lanjut dengan dinding yang tebal dan noktah sederhana.
Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 9

Serabut dan trakeid saling melekat sehingga sulit dipisahkan tetapi pada umunya sel serabut lebih panjang dari trakeid karena ujungnya yang runcing dapat masuk diantara sel sewaktu memanjang.

c. Parenkim xylem

Sel-sel ini merupakan sel hidup, terdapat baik pada xylem primer maupun xylem skunder. Pada xylem skunder parenkim tersebut berasal dari cambium yang membentuk sel jari-jari sehingga diperoleh sel-sel yang sumbu panjangnya mengikuti arah jari-jari organ

2.

Floem

Floem merupakan jaringan kompleks. Kadang-kadang ada sel atau jaringan sekretori yang bergabung di dalamnya. Fungsi floem adalah sebagai jaringan translokasi bahan organic yang terutama berisi karbohidrat. Unsur-unsur penyusun floem:

a. Pembuluh

Unsurnya terdiri dari dua bentuk yaitu sel tapisan yaitu sel tunggal dan membentuk memanjang dengan bidang tapisan yang terletak di samping atau ujung sel. Dan buluh tapisan yang berupa berkas-berkas sel memanjang yang masing-masing merupakan bagian dari buluh itu dan dihubungkan oleh satu atau lebih tapisan, biasanya terletak di ujung sel. Dinding sel pembuluh adalah selulosa dan tidakj pernah dijumpai penebalan lignin.

b.

Sel-sel pengiring

Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 10

Adalah sel-sel pembuluh yang diikuti oleh sel parenkim khusus. Sel pengiring tetap mempunyai nucleus pada waktu dewasa. Tidak dijumpai pada Gymnospermae dan Pterydophyta

c. Parenkim floem

Secara fungsional sel parenkim ini berintegrasi dengan sel pengiring. Bentuk selnya memanjang dan sumbu panjangnya sejajar dengan sumbu berkas pengangkut. Pada saat floem aktif, sel parenkim tidak mengalami penebalan dinding. Kemudian bila floem tidak berfungsi maka parenkim ini akan berubah menjadi skelrenkim atau felogen

d.

Serabut

Serabut

ini

membentuk

dinding

sekunder

setelah

selesai

pertumbuhan

memanjangnya. Umumnya penebalan ini berupa lignin atau selulosa.

3.

Berkas Pengangkut

Merupakan cirri khas dari jaringan pengangkut. Tipe-tipe berkas pengangkut: a. Kolateral dimana xylem dan floem letaknya saling berdampingan, umunya floem di sebelah luar xylem

-

Kolateral tertutup: bila xylem dan floem berdampingan langsung dan berkas itu oleh serabut Kolateral terbuka: bila xylem dan floem terdapat cambium

dikelilingi

Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 11

b.

Bikolateral dimana mempunyai urutan floem dalam, xylem, cambium dan

floem luar. Contoh; batang Curcubitacea

c. -

Konsentris

dimana

xylem

membungkus

floem

atau

sebaliknya

Konsentris amfibikral: bila floem mengelilingi xylem. Contoh: batang Konsentris amfifasal: bila xylem mengelilingi floem. Contoh: batang Aloe vera

Pterydophyta

d.

Radial jika xylem dan floem tidak membentuk suatu berkas karena dipisahkan

oleh jaringan dasar

VII. Jaringan Idioblas Jaringan idioblas adalah suatu sel atau kumpulan sel yang terdapat dalam suatu jaringan yang mempunyai bentuk, susunan, dan fungsi yang berbeda dengan jaringan di sekitarnya. Idioblas umumnya menghasilkan zat-zat tertentu berupa cair atau kristal padat. Ada 2 macam idioblas : a. Jaringan sekresi Idioblas yang menghasilkan suatu zat, tetapi zat tersebut tidak dikeluarkan oleh tumbuhan tersebut. Yang termasuk sekresi : 1) Saluran getah Merupakan sel yang sangat panjang atau deretan sel yang berisi cairan getah. Dalam organ tumbuhan menembus jaringan-jaringan sistem saluran getah. Getah yang dihasilkan untuk tiap jenis tumbuhan berbeda susunan dan komposisinya. Cairan getah campuran larutan molekuler dan larutan
Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 12

koloidal. Zat-zat yang terkandung di dalamnya karobidrat, asam-asam organik, garam-garam alkaloid, rubber, dll. 2) Sel resin dan minyak Menghasilkan resin (damar) atau minyak-minyak eteris. Sel-sel resin biasanya lebih besar dari sel disekitarnya. Sel-sel yang menghasilkan resin sering larut oleh zat-zat yang dihasilkan terbentuk rongga-rongga yang berisi resin atau minyak eteris. 3) Sel lendir Merupakan deretan sel atau kelompok sel dalam organ tumbuhan. Dinding selnya sering dilarutkan oleh zat yang dihasilkannya, terbentuk ruangruang lendir di dalam organ tumbuhan. 4) Sel penyamak Merupakan sel tersendiri atau deretan sel yang menghasilkan zat penyamak (tannin). Banyak terdapat pada pinang (Areca catechu), atau pada pohon gambir (Uncaria gambir). 5) Sel mirosin Sel-sel yang mengandung protein berupa irosin. Banyak terdapat pada tanaman lobak (Raphanus sativus) dan kubis (Brassica oleraceae). 6) Sel kristal Sel-sel mengandung kristal-kristal berupa Ca-oksalat. Kristal Ca-oksalat bentuknya bermacam-macam :
a) Bentuk pasir : daun bayam (Amaranthus sp) b) Bentuk prisma : daun jeruk (Citrus sp) c) Bentuk jarum : daun Mirabilis jalapa d) Bentuk rafida : endocarp buah aren (Arengan pinnata) e) Bentuk kelenjar (druse) : tangkai daun pepaya (Carica papaya) Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 13

Sel kristal mempunyai bentuk khusus yaitu litosis (epidermis yang tumbuh membesar menembus jaringan dibawahnya). Kristal yang terbentuk di dalam sel litosis yaitu sistolit berbentuk sarang tawon yang tersusun dari zat pektin, selulosa, dan Ca-carbonat terdapat pada epidermis daun karet munding (Ficus elastica). b. Jaringan ekskresi (kelenjar) Idioblas yang menghasilkan suatu zat, kemudian zat tersebut dikeluarkan dari tumbuhan tersebut. Yang termasuk jaringan ekskresi antara lain : 1) Kelenjar epitel : merupakan lapisan sel yang banyak terdapat pada epidermis dari organ-organ tumbuhan. 2) Kelenjar rambut : merupakan kelenjar yang menjorok keluar permukaan organ, berupa rambut-rambut (trikhomata) yang dibentuk oleh sel-sel epidermis dan sel-sel di bawah epidermis. Ada yang bersel satu dan ada yang bersel banyak. 3) Hidatoda rambut : merupakan rambut-rambut (trikhomata) dan zat yang dikeluarkannya hanya air. 4) Hidatoda epidermis : merupakan sel-sel epidermis suatu organ yang mempunyai celah-celah yang selalu terbuka dan zat yang dikeluarkannya hanya air. 5) Nectaria floral : merupakan kelenjar yang banyak mengeluarkan zat gula menjadi nektar (madu) pada bunga. Cairan nektar dapat menarik serangga melakukan polinasi. Dibentuk oleh sel epidermis yang menghasilkan amilum gula (nektar).
6) Nectaria extrafloral : merupakan kelenjar nektar yang terdapat di luar

bungan, daun, ranting. Berfungsi untuk menarik serangga tetapi tidak terjadi polinasi. Serangga ditangkap dengan alat/perangkap sehingga kelenjar-kelenjar yang mengeluarkan enzim-enzim proteolitik untuk
Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 14

menghancurkan tubuh serangga. Terdapat pada golongan insectivora : kantung semar (Nephentes sp), rumput gelembung (Drosera sp), Ulticularia sp. Sel lendir pada kaktus Matucana grandiflora_lendir (karbohidrat) akan mengikat air sehingga dapat digunakan mencegah terjadinya penguapan yang berlebihan

Idioblas pada daun Magnolia Sel minyak pada daun Magnolia sel yang memproduksi dan menyimpan minyak

Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 15

Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 16

BAB III

I.

PERTANYAAN-PERTANYAAN 1. Fungsi jaringan meristem yang utama adalah memperbanyak sel, artinya selnya selalu membelah-belah diri, tetapi dalam keadaan tertentu sel meristem dapat bersifat dorman. Jelaskan dengan disertai contohnya!

2. Sebutkan dan jelaskan penggolongan jaringan meristem berdasarkan posisi/letaknya dalam organ tumbuhan! Disertai contoh-contohnya!

3. Sebutkan dan jelaskan secara singkat penggolongan jaringan parenkhim berdasarkan fungsinya!

4. Jelaskan perbedaan antara parenkhim pengangkut dengan jaringan pengangkut! 5. Jelaskan tentang karakteristik jaringan pelindung dan jelaskan 2 macam jaringan pelindung yang dinding selnya mengandung zat gabus (suberin)!

6. Jelaskan penggolongan jaringan kollenkhim berdasarkan letak penebalannya dan lengkapi dengan gambar!

7. Jelaskan fungsi dari jaringan pembuluh dalam kaitannya dengan proses fotosintesis dan tulis reaksi kimia dari proses fotosintesis tersebut!

8. Apa yang dimaksud dengan idioblas? Ada berapa macam jaringan idioblas? Berikan masing-masing 2 macam contohnya!
Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 17

II.

JAWABAN
1. Pada tahap pertumbuhan dan perkembangan lebih lanjut, pembelahan sel dan

perlipatgandaannya menjadi terbatas di bagian-bagian khusus tumbuhan yang menunjukkan diferensiasi sangat dikit. Jaringan tetap bersifat embrionik dan sel-sel tersebut mempertahankan kemampuannya membelah diri. Sel meristem melakukan pembelahan diri secara tidak terbatas, sel-sel baru terus menerus bertambah pada tubuh tumbuhan. Sel meristem juga ditemukan dalam fase istirahat sementara. Contohnya tumbuhan yang menjadi dorman pada musim tertentu atau kuncup aksiler yang tetap dorman walaupun selama fase aktif tumbuhan tersebut. 2. Maristem Apical Yaitu jaringan meristem yang letaknya di ujung-ujung organ tumbuhan. Contohnya : pada ujung akar, ujung batang, ujung cabang, ujung ranting. Meristem Interkalar Yaitu jaringan meristem yang letaknya di antara jaringan-jaringan dewasa pada tumbuhan. Contohnya : jaringan meristem pada bagian dekat buku / pangkal ruas batang rumput-rumputan. Meristem Lateral Yaitu jaringan meristem yang letaknya di bagian pinggir organ tumbuhan yang sejajar dengan lingkaran organ tempat ditemukannya. Contohnya : cambium pembuluh dan kambium gabus.

3.

Penggolongan jaringan parenkhim berdasarkan fungsinya : a. parenkim assimilasi

Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 18

parenkim ini terletak di perifir (pinggir) sehingga mudah menerima sinar matahari.

parenkim terdiri dari sel-sel yang banyak mengandung kloroplas yang digunakn dalam proses fotosintesis.

b.

parenkim makanan • • parenkim ini terletak di bagian dalam dari dalam organ tanaman terdiri dari sel-sel yang banyak mengandung cadangan makanan seperti amilum, protein, lemak (padat dan cair) • • di dalam sitoplasma terdapat plastid dan tidak berwarna banyak terdapat dalam akar, umbi, ubi, dan buah.

c.

Paret arah nkim air • • • • merupakan deretan sel-sel dan berlapis-lapis di bawah epidermis terdiri dari sel-sel yang berukuran besar dengan dinding sel relative tipis Sel-selnya memiliki vakuola yang besar dan penuh berisi air cadangan Banyak ditemukan pada golongan xerofit

d.

parenkim tannin (zat penyamak) • • terdiri dari sel-sel menyendiri atau berkelompok dalam organ tanaman mengandung zat penyamak dalam vakuola khusus yaitu vakuola tannin yang terdapat di dalam daun, kulit batang, dan buah, dll. • Tannin berguna untuk mencegah masuknya penyakit.

e.

parenkim udara (aerenkim) • terdiri dari parenkim yang mempunyai ruang-ruang antar sel yang sangat besar dan dipenuhi oleh udara.

Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 19

Ruang-ruang antar sel tersebut saling berhubungan satu sama lain dan berhubungan dengan ruang antar sel lainnya, yaitu sistem ruang antar sel

Umumnya terdapat pada tumbuhan hidrofit (tumbuhan yang hidup terapung di permukaan air)

f.

parenkim pengangkut • • terdiri dari sel-sel yang bentuknya memanjang terletak di dalam organ tumbuhan menurut arah pengankutan horizontal yang menghubungkan bagian luar dan bagian dalam organ tumbuhan. Contoh : parenkim jari-jari empulur pada batang tanaman.

4.

JARINGAN PENGANGKUT • Jaringan xylem Terletak dibagian paling dalam.memiliki trakeid yang mengalami penebalan. Berfungsi untuk mengangkut air, garam mineral dan unsure hara dari akar ke daun dan seluruh jaringan tubuh • Jaringan floem Merupakan sel pengganti epidermis yang telah mati. Mengandung zat suberin/zat gabus. Berfungsi sebagai pelindung dan jalur transportasi air. PARENKHIM PENGANGKUT • Parenkim yang sel-sel penyusunnya berbentuk memanjang menurut arah pengangkutnya. Umumnya terdapat pada batang. Parenkhim pengangkut fungsinya untuk mengangkut air dari unsure hara serta parenkhim yang mengedarkan zat-zat makanan hasil fotosintesis.

5.

Karakteristik jaringan pelindung :

Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 20

• • •

Terdiri dari satu lapisa sel atau beberapa lapisan sel Biasanya letaknya perifer pada organ tumbuhan Berfungsi untuk melindungi tumbuhan dari pengaruh lingkungan yang merugikan.

Jaringan pelindung : a. Epidermis • • • • Umumnya terdiri dari satu lapisan sel Letaknya perifer dan menutupi seluruh permukaan organ tumbuhan Letak sel-selnya sangat rapat tanpa ruang antar sel Sel-selnya tetap hidup dengan protoplasma tinggal sedikit melekat pada dinding selnya • Di tengah sel terdapat vakoula yang besar berisi cairan sel yang mengandung zat warna antosian yang berwarna ungu, merah, kuning. • • Biasanya berupa dinding sel dimana penebalan primer Pada dinding sel yang berbatasan dengan udara luar melakukan penebalan dari kutikula atau zat lillin. b. Eksodermis • • Terdiri dari satu lapis sela yang letaknya di bawah epidermis Pada waktu masih muda, sel-selnya hidup, setelah dewasa sel-selanya mati dan akhirnya melakukan penebalan suberin • • • Letak selnya sangat rapat sehingga tidak ada ruang antar sel Umumnya terdapat pada akar Berfungsi sebagai jaringan pelindung mengandungepidermis

Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 21

c.

Endodermis • • • • • • • Terdiri dari satu lapis sel yang letaknya di sebelah dalam eksodermis Pada waktu muda sel-sel hidup, sesudah dewasa sel-selnya mati Penebalan suberin/lignin berupa pita/garis Penebalan caspary Letak sel sangat rapat Befungsi melindung jaringan sebelah dalamnya Terdapat pada akar

6. a. Kolenkim angular (kolenkim sudut) adalah penebalan dinding yang terdapat pada sudut sel dan memanjang mengikuti sumbu sel. Pada irisan melintang, epenbalan itu terlihat di sudut sel tempat bertemunya tiga atau lebih sel. b. Kolenkim lemelar (kolenkim lempeng) adalah penebalan dinding sel terutama pada dinding tengestial (sejajar permukaan organ) sehingga pada irisan melintang terlihat seperti papan berderet-deret c. Kolenkim lakunar adalah penebalan yang terdapat pada bagian dinding sel yang menghadap ruang antar sel d. Kolenkim anular (tubular) adalah penebalan dinding yang merata sehingga ruang antar sel (lumen) menjadi bentuk pipa

7.

Floem bagian dari jaringan pembuluh yang berfungsi untuk mengangkut zat-zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke bagian lain dari tumbuhan. CO2 + H2O C6H12O6 + O2

Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 22

8.

Jaringan idioblas adalah suatu sel atau kumpulan sel yang terdapat dalam suatu jaringan yang mempunyai bentuk, susunan, dan fungsi yang berbeda dengan jaringan di sekitarnya. Idioblas umumnya menghasilkan zat-zat tertentu berupa cair atau kristal padat. Ada 2 macam idioblas :

a.

Jaringan sekresi Contohnya : daun bayam (Amaranthus sp), daun jeruk (Citrus sp)

b.

Jaringan ekskresi (kelenjar) Contohnya : kantung semar (Nephentes sp), Ulticularia sp

BAB IV

I.

KESIMPULAN Jaringan adalah suatu rangkaian kesatuan (kumpulan) sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Sel-sel dalam suatu jaringan tertentu mempunyai bentuk, ukuran, dan fungsi yang khusus. Jaringan meristem adalah jaringan yang terus menerus membelah. Berdasarkan letaknya jaringan meristem dibedakan menjadi tiga yaitu meristem apikal, meristem interkalar dan meristem lateral. Jaringan parenkim dijumpai pada kulit batang, kulit akar, daging, daun, daging buah dan endosperm. Bentuk sel parenkim bermacam-macam. Sel parenkim yang mengandung klorofil disebut klorenkim, yang mengandung rongga-rongga udara disebut aerenkim. Penyimpanan cadangan makanan dan air oleh tubuh tumbuhan dilakukan oleh jaringan parenkim. Jaringan pelindung merupakan lapisan terluar dari tubuh tumbuhan yang berasal dari protoderm. Ciri-cirinya adalah tersusun atas selapis atau beberapa lapis sel, bentuk dan penebalan dinding epidermis bervariasi tetapi semuanya tersusun rapat satu

Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 23

sama lain, selnya ada yang melebar, memanjang atau tegak lurus permukaan tubuh, dinding seln epidermis pucuk umumnya mengandung kitin yang mengendap di permukaan membentuk lapisan kutikula dan di luarnya masih mungkin terdapat lapisan lilin. Jaringan idioblas adalah suatu sel atau kumpulan sel yang terdapat dalam suatu jaringan yang mempunyai bentuk, susunan, dan fungsi yang berbeda dengan jaringan di sekitarnya. Idioblas umumnya menghasilkan zat-zat tertentu berupa cair atau kristal padat.

Kelompok 7 | Jaringan Tanaman 24

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->