ARTIKEL MINYAK BUMI ASAL USUL MINYAK BUMI Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin

petrus – karang dan oleum – minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak Bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya. Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak adalah zat abiotik, yang berarti zat ini tidak berasal dari fosil tetapi berasal dari zat anorganik yang dihasilkan secara alami dalam perut bumi. Namun, pandangan ini diragukan dalam lingkungan ilmiah. 1. Pembentukan Minyak Bumi, Gas Alam, dan Batu Bara Sumber energi yang banyak digunakan untuk memasak, kendaraan bermotor danindustri berasal dari minyak bumi,gas alam dan batu bara. Ketiga jenis tersebut bahan bakar tersebut berasal dari pelapukan sisa-sisa organisme sehinggga disebut bahan bakar fosil. Minyak bumi dan gas alam berasal dari jasad renik lautan, tumbuhan dan hewan yang mati sekitar 150 juta tahun yang lampau.Sisa-sisa organisme itu mengendap di dasar lautan yang kemudian ditutupi oleh lumpur. Lapisan lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh suhu dan tekanan lapisan di atasnya. Sementara itu,dengan meningkatnya tekanan dan suhu, bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa jasad renik itu dan mengubahnya menjadi minyak dan gas. Proses pembentukan minyak dan gas ini memakan waktu jutaan tahun.Minyak dan gas yang terbentuk meresap dalam batuan yang berpori bagaikan air dalam batu karang .Minyak dan gas dapat pula bermigrasi dari suatu daerah ke daerah lain, kemudian terkonsentrasi jika terhalang oleh lapisan yang kedap. Walaupun minyak bumi dan gas alam terbentuk di dasar lautan, banyak sumber minyak dan gas yang terdapat di daratan. Hal ini terjadi karena pergerakan kulit bumi, seingga sebagian lautan menjadi daratan. Adapun batu bara yang dipercaya berasal dari pohon-pohon dan pakis yang hidup sekitar 3 juta tahun yang lalu, kemudian terkubur mungkin karena gempa bumi atau letusan gunung berapi. 2. Komposisi Gas Alam, Minyak Bumi, dan Batu Bara Gas alam terdiri dari alkana suhu rendah yaitu metana,etana,propana,dan butana dengan metana sebagai komponen utamanya. Selain itu alkana juga terdapat berbagai gas lain seperti karbon dioksida (CO2) dan hidrogen sulfida (H2S). Alkana adalah golongan senyawa yang kurang reaktif karena sukar bereaksi sehinggga disebut parafin yang artinya afinitas kecil. Reaksi penting dari alkana adalah pembakaran, substitusi, dan perengkahan (Cracking). Pembakaran sempurna menghasilkan CO2 dan H2O Reaksi pembakaran propana C3H8 + 5O2 → 3CO2 + 4H2O Jika pembakaran tidak sempurna menghasilkan CO dan H2O,atau jelaga (partikel karbon ) Beberapa sumur gas juga mengfandung helium. Etana dalam gas alam biasanya dipisahkan untuk keperluan industri.Propana dan Butana juga dipisahkan kemudian dicairkan yang dikenal dengan LPG. Metana terutama digunakan sebagai bahan bakar,sumber hidrogen dan untuk pembuatan metanol. Minyak bumi adalah suatu capuran kompleks yang sebagian besar terdiri atas hidrokarbon.Hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi terutama alkana, kemudian sikloalkana. Komponen lainnya adalah hidrokarbon aromatik, sedikit alkena dan berbagai senyawa karbon yang mengandung oksigen, nitrogen, dan belerang. Komposisi minyak bumi sngat bervariasi dari suatu sumur ke sumur lainnya dan dari suatu daerah ke daerah lain. CARA PENAMBANGAN MINYAK BUMI Minyak bumi biasanya berada 3-4 km di bawah permukaan. Minyak bumi diperoleh dengan membuat sumur bor. Di Indonesia penambangan minyak terdapat di berbagai tempat, misalnya Aceh, Sumatera Utara , Kalimantan , dan Irian Jaya.Minyak mentah (crude oil ) berbentuk cairan kental hitam dan berbau kurang sedap. Minyak mentah belum dapat digunakan sebagai bahan bakar maupun untuk keperluan lainnya, tetapi harus diolah terlebih dahulu. Minyak mentah (cruide oil ) mengandung sekitar 500 jenis hidrokarbon dengan jumlah atom C-1 hinggga 50, karena titik didih karbon telah meningkat seiring bertambahnya jumlah atom C dalam molekulnya.Oleh karena itu pengolahan (pemurnian =refining ) minyak bumi dilakukan melalui distilasi bertingkat, dimana minyak mentah dipisahkan ke dalam kelompok-kelompok (fraksi) dengan titik didih yang mirip.Mula-mula minyak mentah pada suhu sekitar 400°C, kemudian dialirkan ke dalam menara fraksionasi. Komponen yang titik didihnya tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke bawah,sedangkan yang titik didihnya lebih rendah akan menguap dan naik ke bagian atas melalui sungkup. PROSES PENYULINGAN MINYAK BUMI DAN HASILNYA

minyak dengan berat jenis tinggi dari bahan bakar. kereta api.Pengilangan/penyulingan (refining) adalah proses perubahan minyak mentah menjadi produk yang dapat dijual (marketeble product) melalui kombinasi proses fisika dan kimia. 4.Pelarut dry cleaning (pencuci) . a.Bahan bakar jet untuk air plane 2. Proses konversi (convertion processes) Proses pengilangan (refines) pertama-tama adalah mengubah komponen minyak menjadi fraksi-fraksi yang laku dijual berupa beberapa tipe dari destilasi. Pengurangan tekanan diperoleh dengan menggunakan sebuah pompa vakum(vacuum pump). proses ini disebut cracking. Steam stripping pada . Light destilates adalah komponen dengan berat molekul terkecil. Naphta adalah material yang memiliki titik didih antara gasolin dan kerasin. Molekul besar menjadi yang lebih kecil dalam range titik didih gasolin. Beberapa naphta digunakan sebagai : . Proses pemisahan (separation processes) 2. Proses pemisahan tersebut adalah : 1. a. Misalnya pada tahun 1912 permintaan gasolin melebihi supply dan untuk memenuhi permintaan tersebut maka digunakan proses "pemanasan" dan "tekanan" yang tinggi untuk mengubah fraksi yang tidak diharapkan. Destilasi Bensin.Residu termasuk aspal.Dalam kemileteran digunakan sebagai bahan bakar jet dikenanl sebagai jP-4 c.Bahan awal etilen . kerasin dan minyak gas biasanya disuling pada tekanan atmosfer. Absorpsi Umumnya digunakan untuk memisahkan zat yang bertitik didih tinggi dengan gas. Pemrosesan Minyak Bumi Pada pemrosesan minyak bumi melibatkan 2 proses utama. peralatan pertanian dan lain-lain. residu bahan bakar minyak dan petrolatum. Ø Produk yang dihasilkan dari proses pengilangan/penyulingan tersebut antara lain: 1.Heavy destilates merupakan komponen dengan berat molekul tinggi.Pelarut karet . Beberapa perlakuan kimia dan pemanasan dilakukan untuk memperbaiki kualitas dari produk minyak mentah yang diperoleh. fraksi-fraksi minyak pelumas akan mencapai suhu yang lebih tinggi dimana zat-zathidrokarbon mulai terurai (biasanya kira-kira antara suhu 375 -400°C) karena itu lebih baik jika minyak pelumas disuling dengan tekanan yang diturunkan. yaitu : 1. Gas-gas dikeluarkan dari tank penyimpanan gas sebagai hasil dari pemanasan matahari yang kemudian diserap ulang oleh tanaman. Fraksi ini biasanya dirubah menjadi minyak pelumas (lubricant oils). Gasoline (Amerika Serikat) atau motor spirit (Inggris) atau bensin (Indonesia) memiliki titik didih terendah dan merupakan produk kunci dalam penyulingan yang digunakan sebagai bahan pembakar motor (:t 45% dari minyak mentah diproses untuk menghasilkan gasolin. kapal kecil komersial. 3. Kerosin memiliki titik didih tertinggi dan biasanya digunakan sebagai . Proses Pemisahan (Separation Processes) Unit operasi yang digunakan dalam penyulingan minyak biasanya sederhana tetapi yang kompleks adalah interkoneksi dan interaksinya. Intermediate destilates merupakan minyak gas atau bahan bakar diesel yang penggunaannya sebagai bahan bakar transportasi truk-truk berat. Minyak gas digunakan untuk menyerap gasolin alami dari gas-gas basah.Minyak tanah . 2. lilin dan stock cracking. b.

biasanya selain menghasilkan bensin (gasoline) juga mengandung molekul-molekul yang lebih kecil (gas) dan molekul-molekul yang lebih besar (memiliki titik didih yang lebih tinggi dari bensin).yaitu: . Adsorpsi Proses adsorpsi digunakan untuk memperoleh material berat dari gas. . Filtrasi Digunakan untuk memindahkan endapan lilin dari lilin yang mengandung destilat.Untuk menghilangkan bagian-bagian yang memberikan warna dan hal-hal lain yang tidak dikehendaki dari minyak.Untuk pemisahan gas-gas rekahan dalam suatu fraksi yang sangat ringan (misalnya fraksi yang terdiri dari zat hidrogen. dalam hal ini digunakan arang aktif. Kristalisasi Sebelum di filtrasi lilin harus dikristalisasi untuk menyesuaikan ukuran kristal dengan cooling dan stirring. digunakan tanah liat untuk menghilangkan warna dan bauxiet (biji oksida-aluminium). Lilin yang tidak diinginkan dipindahkan dan menjadi lilin mikrokristalin yang diperdagangkan. 3. . 5. Proses ini dilakukan terutama dalam hal-hal sebagai berikut: .Untuk menghasilkan bensin-bensin yang dapat dipakai dari berbagai gas ampas dari suatu instalasi penghalus. Proses Konversi (conversion processes) Hampir 70% dari minyak mentah di proses secara konversi di USA. Cracking atau Pyrolisis Cracking atau pyirolisis merupakan proses pemecahan molekul-molekul hidrokarbon besar menjadi molekul-molekul yang lebih kecil dengan adanya pemanasan atau katalis. mekanisme yang terjadi berupa pembentukan "ion karbonium" dan "radikal bebas". Pemakaian terpenting proses adsorpsi pada perindustrian minyak adalah : . b. etana) dan fraksi yang lebih berat yaitu yang mempunyai komponen-komponen yang lebih tinggi. 6. Semua reaksi cracking adalah endotermik dan melibatkan energi yang tinggi. Maka pada cracking bensin berat akan diperoleh suatu perbaikan dalam kualitas bahan pembakarnya yang disebabkan oleh 2 hal. Filtrasi dengan tanah liat digunakan untuk decolorisasi fraksi. . Dibawah ini ada beberapa contoh reaksi konversi dasar yang penting: 1.Untuk mendapatkan bagian-bagian berisi bensin (natural gasoline) dari gas-gas buni. Pada pelaksanaannya tidak mungkin mengatur produk yang dihasilkan pada Suatu proses crackingi. metana.umumnya digunakan untuk mengabsorpsi hidrokarbon fraksi ringan dan memperbaiki kapasitas absorpsi minyak gas. Ekstraksi Pengerjaan ini didasarkan pada pembagian dari suatu bahan tertentu dalam dua bagian yang mempunyai sifat dapat larut yang berbeda. Proses cracking dilakukan untuk menghasilkan fraksi-fraksi bensin yang berat yaitu yang mempunyai bilangan oktan yang buruk karena umunya bilangan oktan itu meningkat jika titik didihnya turun. C7H15C15H30C7H15 C7H16 + C6H12CH2 + C14H28CH2 Minyak gas berat gasolin gasalin (anti knock) recycle stockDengan adanya pemanasan yang cukup dan katalis maka hidrokarbon paraffin akan pecah menjadi dua atau lebih fragmen dan salah satunya berupa olefin.Untuk mendapatkan fraksi-fraksi gasolin alami yang dapat dicampurkan pada bensin. Proses cracking meliputi: * Proses cracking thermis murni Proses ini merupakan proses pemecahan molekul-molekul besar dari zat hidrokarbon yang dilakukan pada suhu tinggi yang bekerja pada bahan awal selama waktu tertentu. 4.

Perbandingan antara bensin terhadap gas adalah sangat baik karena disebabkan oleh pendeknya waktu cracking pada suhu yang lebih rendah. hal ini mungkin disebabkan kerena sebagian besar alkena bercabang. isobutilen. Kerugian dari proses ini adalah : . Contohnya: Propilen.Bensin yang dihasilkan menunjukkan angka oktan yang lebih baik.C . Polimerisasi Terbentuknya polimer antara ikatan molekul yang sama yaitu ikatan bersama darilight gasoline. selanjtnya terjadi aromatik-aromatik dalam fraksi bensin yang lebih tinggi yang juga dapat mempengaruhi bilangan oktan.C = CH2 C12H24 CH3 tetramer atau tetrapropilen Isobutelin diisobutilen (campuran isomer) 3.Penurunan titik didih rata-rata . C C katalis C C C &ndash.C suhu /tekanan C C C rantai pendek tidak jenuh rantai lebih panjang Proses polimerisasi merubah produk samping gas hirokarbon yang dihasilkan pada cracking menjadi hidrokarbok liquid yang bisa digunakan sebagai: .C. C = C + C &ndash.C = C . 2.Pada saat reaksi berlangsung. C &ndash.. * Proses cracking dengan chlorida-aluminium (AlCl3) yang bebas air Bila minyak dengan kadar aromatik rendah dipanaskan dengan AlCl3 bebas air pada suhu 180-2000C maka akan terbentuk bensin dalam keadaan dan waktu Tertentu.Bahan-bahan yang dapat dikerjakan terbatas. Bahan yang tidak mengandung aromatik (misalnya parafin murni) dengan 2 atau 5% AlCl3 dapat merubah sebagian besar (90%) dari bahan itu menjadi bensin. bagian lain akan ditingga/ sebagai arang dalam ketel. . misalnya dari 45-50 hingga 75-80. n-butilen.C. * Proses cracking thermis dengan katalisator Dengan adanya katalisator maka reaksi cracking dapat terjadi pada suhu yang lebih rendah.CH2 .Terbentuknya alken Oleh karena itu bilangan oktan dapat meningkat dengan sangat tinggi.Mahal karena AlCl3 yang dipakai akan menyublim dan mengurai.CH2 CH3 .Bahan bakar motor dan penerbangan yang memiliki bilangan oktan yang tinggi. . C . . C &ndash. C = C+ C .Bahan baku petrokimia. banyak sekali gas asam garam maka harus memakai alat-alat yang tahan korosi. CH3 CH3 CH3 H3PO4 2CH3 &ndash. Anehnya pada proses ini bensin yang dihasilkan tidak mengandung alkena-alkena tetapi masih memiliki bilangan oktan yang lumayan. Alkilasi Proses alkilasi merupakan proses penggabungan olefin dari aromat atau . Bahan dasar utama dalam proses polimerisasi adalah olefin (hidrokarbon tidak jenuh) yang diperoleh dari cracking still. . C = C C &ndash. dimana alkena alkena dengan rantai luru dirubah menjadi hidrokarbon bercabang. Keuntungan dari proses thermis-katalisator adalah: . Dengan adanya katalisator dapat terjadi proses isomerisasi.

CH3 panas CH3 . Reforming atau Aromatisasi Reforming merupakan proses konversi dari naptha untuk memperoleh produk yang memiliki bilangan oktan yang tinggi. C &ndash. dan Cu. dalam proses ini biasanya menggunakan katalis rhenium.CH3 + 4H2 Cr2O3 dlm Al2O3 Penentuan Mutu Bensin . Pd. C katalis C C=C+C-C-CC-C-C-C C etilen isobutan 2.CH2 . hanya berbeda pada bagian-bagian dari charging stock need be unsaturated. C = C .CH . C . misalnya Pt. Ni. Sebagai hasilnya adalah produk alkilat yang tidak mengandung olefin dan memiliki bilangan oktan yang tinggi.2-dimetilbutan atau neoheksan (unsaturated) (isounsaturated) ( saturated branched chain) Proses alkilasi adalah eksotermik dan pada dasarnya sama dengan polimerisasi. Metode ini didasarkan pada reaktifitas dari karbon tersier dari isobutan dengan olefin. Katalis hidrogen adalah logam yang dipilih tergantung pada senyawa yang akan di reduksi dan pada kondisi hidrogenasi.hidrokarbon parafin. elemen ini termasuk oksigen. halogen dan sulfur. Isomerisasi Proses isomerisasi merubah struktur dari atom dalam molekul tanpa adanya perubahan nomor atom. 5.CH2 . C H2 C C &ndash. seperti propilen.CH3 CH3 .C C katalis C C diisobutilen isooktan Disamping untuk menjenuhkan ikatan ganda. C17H15C15H30C7H15 + H2 C7H16 + C7H16 + C15H32 heavy gas oil straight chain branched chain recycle stock 6. C &ndash.CH3 n-butana iso-butana 7.CH2 .CH2 . nitrogen.CH2 . butilen dan amilen. CH3 CH3 . hidrogenasi dapat digunakan untuk mengeliminasi elemenelemen lain dari molekul. Hydrocracking Proses hydrocracking merupakan penambahan hidrogen pada proses cracking.C &ndash. platinum dan chromium.CH2 .CH2 .C C . Hidrogenasi Proses ini adalah penambahan hidrogen pada olefin. 3000C C-C-C-CC-C-C AlCl3 Proses ini menjadi penting karena dapat menghasilkan iso-butana yang dibutuhkan untuk membuat alkilat sebagai dasar gasoline penerbangan. 4.

Variable Valve Timing Intelligent (VVTI). Nilai mutu jenis BBM bensin ini dihitung berdasarkan nilai RON (Randon Otcane Number). Pertamax Plus sangat direkomendasikan untuk kendaraan yang memiliki kompresi ratio > 10. Berdasarkan RON tersebut maka BBM bensin dibedakan menjadi 3 jenis yaitu: . Di Indonesia terdapat beberapa jenis bahan bakar jenis bensin yang memiliki nilai mutu pembakaran berbeda. Turbochargers dan catalytic converters. Pertamax juga direkomendasikan untuk kendaraan yang diproduksi diatas tahun 1990 terutama yang telah menggunakan teknologi setara dengan electronic fuel injection dan catalytic converters. seperti : mobil.Premium (RON 88) : Premium adalah bahan bakar minyak jenis distilat berwarna kekuningan yang jernih. sepeda motor. (VTI). . Bahan bakar ini sering juga disebut motor gasoline atau petrol. Warna kuning tersebut akibat adanya zat pewarna tambahan (dye). Penggunaan premium pada umumnya adalah untuk bahan bakar kendaraan bermotor bermesin bensin.Pertamax Plus (RON 95) : Jenis BBM ini telah memenuhi standar performance International World Wide Fuel Charter (WWFC). .Jenis Bahan Bakar Minyak Bensin merupakan nama umum untuk beberapa jenis BBM yang diperuntukkan untuk mesin dengan pembakaran dengan pengapian.5 dan juga yang menggunakan teknologi Electronic Fuel Injection (EFI). Ditujukan untuk kendaraan yang berteknologi mutakhir yang mempersyaratkan penggunaan bahan bakar beroktan tinggi dan ramah lingkungan. .Pertamax (RON 92) : ditujukan untuk kendaraan yang mempersyaratkan penggunaan bahan bakar beroktan tinggi dan tanpa timbal (unleaded). motor tempel dan lain-lain.

Crude oil mengandung sejumlah senyawaan non hidrokarbon.05-1. Nitrogen mempunyai sifat racun terhadap katalis dan dapat membentuk gum / getah pada fuel oil.0 % Nitrogen : 0.1-2.9 %. Berdasarkan atas hasil analisa. eter. natrium. senyawa monosiklo dan disiklo dan phenol. anhidrida. isomer. merkaptan. vanadium Ditulis oleh EG Giwangkara S pada 24-05-2007 Oleh EG Giwangkara S. naften. Keberadaan Sulfur dalam minyak bumi sering banyak menimbulkan akibat. misalnya dalam gasoline dapat menyebabkan korosi (khususnya dalam keadaan dingin atau berair). oil. 2. gasoline. ester. senyawaan Oksigen. kilang.0 % Oksigen : 0.1-0. keton. sulfur. 1.0-14. yaitu 0. organik. nikel. Sebagai asam karboksilat berupa asam Naphthenat (asam alisiklik) dan asam alifatik.0 % Komponen hidrokarbon dalam minyak bumi diklasifikasikan atas tiga golongan. melainkan berkomposisi yang sangat bervariasi. fraksinasi. oksigen. 3. diperoleh data sebagai berikut : • • • • • Karbon : 83. Nitrogen dan senyawa-senyawa yang mengandung konstituen logam terutama Nikel.05-6. minyak bumi. Besi dan Tembaga. yaitu : • • • • golongan parafinik golongan naphthenik golongan aromatik sedangkan golongan olefinik umumnya tidak ditemukan dalam crude oil. logam. besi. Senyawaan Sulfur Crude oil yang densitynya lebih tinggi mempunyai kandungan Sulfur yang lebih tinggu pula. senyawaan Organo Metalik (dalam jumlah kecil/trace sebagai larutan) dan garam-garam anorganik (sebagai suspensi koloidal).0-87. tembaga. terutama senyawaan Sulfur. umur lapangan minyak dan juga kedalaman sumur. Dalam minyak bumi parafinik ringan mengandung hidrokarbon tidak kurang dari 97 % sedangkan dalam jenis asphaltik berat paling rendah 50 %. karena terbentuknya asam yang dihasilkan dari oksida sulfur (sebagai hasil pembakaran gasoline) dan air. senyawaan Nitrogen. Oksigen dalam minyak bumi berada dalam bentuk ikatan sebagai asam karboksilat. Senyawaan Nitrogen Umumnya kandungan nitrogen dalam minyak bumi sangat rendah. Oksigen. olefin.5 % Sulfur : 0. Kandungan nitrogen terbanyak terdapat pada fraksi titik didih tinggi. Kandungan oksigen bisa menaik apabila produk itu lama berhubungan dengan udara. Minyak bumi sendiri bukan merupakan bahan yang uniform. katalis.0 % Hidrogen : 10. Nitrogen . Kandungan tertinggi terdapat pada tipe Asphalitik. nitrogen. klorida. hidrokarbon. demikian juga hidrokarbon asetilenik sangat jarang. Minyak bumi adalah campuran komplek hidrokarbon plus senyawaan organik dari Sulfur. tergantung pada lokasi. Komponen Hidrokarbon Perbandingan unsur-unsur yang terdapat dalam minyak bumi sangat bervariasi.Apa komposisi dari minyak bumi? Kata Kunci: aspaltin. parafin. halogen. Senyawaan Oksigen Kandungan total oksigen dalam minyak bumi adalah kurang dari 2 % dan menaik dengan naiknya titik didih fraksi. butana.

misal : 0-50°C : Gas 50-85°C : Gasoline 85-105°C : Kerosin 105-135°C : Solar > 135°C : Residu (Umpan proses lebih lanjut) Jadi yang namanya minyak bumi atau sering juga disebut crude oil adalah merupakan campuran dari ratusan jenis hidrokarbon dari rentang yang paling kecil. Keduanya memiliki rumus kimia yang sama. seperti metan. yaitu Parafin. 4. pipa. adanya konstituen logam terutama vanadium dapat membentuk kerak pada rotor turbine. Secara garis besar minyak bumi dikelompokkan berdasarkan komposisi kimianya menjadi empat jenis. dimana gas berada pada puncak kolom fraksinasi dan residu (aspal) berada pada dasar kolom fraksinasi. atau kadang disebut juga iso-butana. minyak bumi diolah menjadi produk yang kita kenal secara fisika berdasarkan trayek titik didihnya (distilasi). Setiap trayek titik didih disebut “Fraksi”. yaitu : 1. Kandungan utama dari campuran hidrokarbon ini adalah parafin atau senyawa isomernya. Konstituen Metalik Logam-logam seperti besi. Abu yang dihasilkan dari pembakaran fuel yang mengandung natrium dan terutama vanadium dapat bereaksi dengan refactory furnace (bata tahan api). 3.klas dasar yang mempunyai berat molekul yang relatif rendah dapat diekstrak dengan asam mineral encer. mobil tanki atau kereta api. yang memiliki satu atom karbon sampai dengan jenis hidrokarbon yang paling besar yang mengandung 200 atom karbon bahkan lebih. Didalam Kilang. misalnya oil-fired gas turbine. Naften dan Aromat. 2. menyebabkan turunnya titik lebur campuran sehingga merusakkan refractory itu. yaitu C4H10 tetapi memiliki rumus bangun yang berbeda seperti tampak pada gambar. Parafin Olefin Naften Aromat Tetapi karena di alam bisa dikatakan tidak pernah ditemukan minnyak bumi dalam bentuk olefin. maka minyak bumi kemudian dikelompokkan menjadi tiga jenis saja. Isomer sendiri adalah bentuk lain dari suatu senyawa hidrokarbon yang memiliki rumus kimia yang sama. terutama nikel dan vanadium pada proses catalytic cracking mempengaruhi aktifitas katalis. tembaga. minyak bumi dari sumur diangkut ke Kilang menggunakan kapal. Jika atom karon (C) dinotasikan sebagai bola berwarna hitam dan atom hidrogen (H) dinotasikan sebagai bola berwarna merah maka gambar dari normal-butan dan iso-butan akan tampak seperti gambar berikut : . sedangkan yang mempunyai berat molekul yang tinggi tidak dapat diekstrak dengan asam mineral encer. Misal pada normal-butana pada gambar berikut memiliki isomer 2metil propana. 4. sebab dapat menurunkan produk gasoline. Pada power generator temperatur tinggi. menghasilkan banyak gas dan pembentukkan coke. Agar dapat diolah menjadi produk-produknya.

Berikut adalah contoh dari siklo-parafin dan aromat. Keduanya merupakan jenis minyak bumi jenis parafin. Sedangkan sisa kandungan hidrokarbon lainnya dalam minyak bumi adalah senyawa siklo-parafin yang disebut juga naften dan/atau senyawa aromat. . sedangkan senyawa isomernya atau ‘iso’ sering juga disebut sebagai senyawa hidrokarbon rantai cabang.Senyawa hidrokarbon ‘normal’ sering juga disebut sebagai senyawa hidrokarbon rantai lurus.

produk dari minyak bumi dikelompokkan berdasarkan rentang titik didihnya. Pengelompokan produk berdasarkan titik didih ini lebih sering dilakukan dibandingkan pengelompokan berdasarkan komposisinya. Pengelompokan minyak bumi menjadi minyak bumi jenis parafin dan minyak bumi jenis aspaltin berdasarkan banyak atau dominasi minyak parafin atau aspaltin dalam minyak bumi. Campuran siklo parafin dan aromat dalam rantai hidrokarbon panjang dalam minyak bumi membuat minyak bumi tersebut digolongkan menjadi minyak bumi jenis aspaltin. Begitu juga sebaliknya. tetapi selalu dalam bentuk campuran antara parafin dan aspaltin. Minyak bumi di alam tidak pernah terdapat dalam bentuk parafin murni maupun aspaltin murni. Artinya minyak bumi dikatakan jenis parafin jika senyawa parafinnya lebih dominan dibandingkan aromat dan/atau siklo parafinnya. atau berdasarkan trayek titik didihnya. karena sebagian besar kandungan yang ada dalam minyak bumi tersebut dapat dipisahkan kedalam beberapa jenis kemurnian untuk keperluan komersial. Dalam skala industri. tetapi hanya untuk keperluan di laboratorium. Pada umumnya kandungan tersebut dapat dipisahkan dan diidentifikasi.‘Keluarga hidrokarbon’ terebut diatas disebut homologis. di dalam kilang minyak bumi. . Secara umum. pemisahan perbandingan kemurnian dilakukan terhadap hidrokarbon yang memiliki kandungan karbon yang lebih kecil dari C7.

karena sangat bervariasi. terutama klorida. Pada umumnya zat pengotor yang banyak terdapat dalam minyak bumi adalah senyawa sulfur organik yang disebut merkaptan. yaitu natrium (Na). Vanadium (V) dan nikel (Ni). sedangkan jika memiliki hidrokarbon rantai panjang dimana memiliki jumlah atom karbon lebih banyak maka titik didihnya lebih tinggi. Titik didih minyak bumi parafin dan aspaltin tidak dapat ditentukan secara pasti. Merkaptan ini mirip dengan hidrokarbon pada umumnya. . Selain itu zat pengotor lainnya yang terdapat dalam minyak bumi adalah berupa senyawa halogen organik. tetapi ada penambahan satu atau lebih atom sulfur dalam molekulnya. Jika minyak bumi tersebut banyak mengandung hidrokarbon rantai pendek dimana memiliki jumlah atom karbon lebih sedikit maka titik didihnya lebih rendah. tergantung bagaimana komposisi jumlah dari rantai hidrokarbonnya. Dalam minyak bumi terdapat juga zat pengotor (impurities) berupa sulfur (belerang). dan logam organik. nitrogen dan logam. Tiofen dan disulfida ini banyak terdapat dalam rantai hidrokarbon panjang atau pada produk distilat pertengahan (middle distillate). seperti pada gambar berikut : Senyawa sulfur yang lebih kompleks dalam minyak bumi terdapat dalam bentuk tiofen dan disulfida.Minyak bumi tidak seluruhnya terdiri dari hidrokarbon murni.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful