I PERALATAN KERJA BENGKEL

A. Tujuan 1) peserta diklat dapat mengetahui jenis-jenis peralatan kerja 2) peserta diklat dapat mengetahui dan menjelaskan fungsi dari peralatan kerja 3) peserta diklat dapat mengetahui cara penggunaan peralatan kerja yang benar dan sesuai fungsinya. Pendahuluan Dalam melakukan suatu pekerjaan, manusia memiliki keterbatasan dimana terdapatnya pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan sevara efektif dan efisien tanpa adanya factor penunjang. Oleh karena itu dibutuhkan yang namanya fasilitas penunjang agar pekerjaan yang rumit bisa menjadi lebih mudah dan dapat terselesaikan dengan waktu yang relative singkat. Peralatan Kerja bengkel adalah sekumpulan alat/perkakas yang sering dipakai oleh mekanik dalam melakukan pekerjaan di bengkel, misalnya dalam kegiatan-kegiatan produksi, perawatan, perbaikan dan reparasi. Bagi seorang mekanik yang sehari-harinya melakukan aktifitas tersebut, jelas memerlukan peralatan guna membantu agar pekerjaannya keharusan. Secara umum peralatan kerja dapat diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) bagian utama, yaitu : alat-alat tangan (basic hand tools), alatalat ukur (measuring tools) dan alat-alat khusus (special service toolsSST). bisa terselesaikan secara efektif dan efisien. Penggunaan peralatan yang benar dan sesuai fungsinya merupakan

1

B. Alat-alat Tangan (Basic Hand Tool) Alat-alat tangan merupakan peralatan sederhana yang biasa digunakan dalam pekerjaan di bengkel, baik itu dalam kegiatan kerja bangku maupun kegiatan perawatan/reparasi kendaraan, yang penggunaannya cukup sederhana. Alat tangan di bengkkel otomotif merupakan alat yang paling sering dipakai, sebab itu disimpan dalam tool box agar mudah dijangkau. Terdapat banyak ragam alat-alat tangan, berikut: 1. Pembuka baut/mur (Kunci) Komponen kendaraan seperti sepeda motor dapat dilepas dan dipisahkan karena komponen tersebut umumnya dirakit satu sama lainnya. Melepaskan/ merakit komponen atau bagianbagian kendaraan tersebut membutuhkan alat pembukan baut/ mur. Alat pembuka baut/ mur terdiri dari kunci yang dirancang secara khusus untuk dapat lebih memudahkan dalam membuka dan mengencangkan baut. Konstruksinya dapat terdiri dari 6 sudut dan 12 Sudut. Sedangkan ukurannya juga bervariasi mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar sesuai kebutuhan, namun yang umum dipakai pada bengkel kendaraan adalah ukuran 6 mm s/d 32 mm. terdapat beberapa bentuk kunci pembuka baut/ mur, diantaranya: a. Kunci pas Merupakan kunci yang berfungsi untuk membuka baut/ mur yang tidak membutuhkan momen pengencangan tinggi. Ukuran kunci pas bervariasi dalam satuan metric (mm) dan inchi (in). pada sebuuah kunci pas terdapat dua ukuran mulut kunci akan tetapi yang biasa dipakai dalam pengerjaan pemeliharaan dan perbaikan kendaraan diantaranya adalah sebagai

2

pas yang berbeda misalnya 6mm dan 8mm, 10mm dan 12mm, dan sebagainya. Sesuai bentuk mulutnya, pada waktu digunakan sebuah kunci pas dengan kuat akan memegang dua sisi kepala baut/ mur. Pada saat digunakan pastikan bahawa kunci pas yang dipilih sesuai atau tepat dengan ukuran baut/ mur. Masukkan mulut kunci pas ke kepala baut. Penjepitan yang tidak tepat akan mengakibatkan kerusakan pada kepala baut dan mulut kunci pas.

Gambar 1.1 Kunci Pas

A

B

Gambar 1.2 Penggunaan Kunci Pas. A) Penggunaan yang salah. b) Penggunaan yang benar

Mulut kunci pas dibuat miring 15° terhadap pegangannya sehingga dalam penggunaannya dapat dipakai secara bolakbalik pada posisi menarik kea rah dalam atau posisi mendorong keluar. Penting:

3

Gambar 1. Sambungan. tidak benar menggunakan kunci pas berukuran lebih kecil atau lebih besar dibandngkan ukuran baut atau mur yang akan dipasang/dilepas. dan handle yang terpaket dalam satu set 4 .3 Kunci Ring c. Biasanya kunci socket terdiri dari Socket.  Dalam usaha untuk membuka baut/ mur. jangan memperpanjang kunci pas dengan sambungan atau memukulnya kunci pas akan slip dan merusakkan kepala baut/ mur sebaliknya dapat mematahkan mulut kunci pas itu sendiri. Bedanya adalah mulut kunci jenis ini berbentuk bulat dan memiliki 12 lekukan ((sudut) yang dapat memegang dengan kuat 6 sisi mur atau kepala baut sehingga tidak mudah slip ketika digunakan. Kunci shock Kunci shock berfungsi untuk mengendorkan/ mengencangkan baut/mur. Kunci Ring Kunci ring adalah juga dengan berfungsi momen mengendorkan/mengencangkan baut/mur kekencangan yang tidak terlalu tinggi. b.

8. Set kunci shick terdiri atau ukuran 10-33 mm. atau 12 lekukan (point deep).6 Bentuk Mulut Kunci Shock 5 .4 Kunci normal shock Gambar 1. Setiap kunci shock memiliki ukuran sendiri-sendiri.(box) dengan ukuran shocket yang bermacam-macam dalam satuan mm atau inchi. Gambar 1. Model kunci shock bervariasi seperti mulut kunci shock standar (standart point) dengan 6. Ketiga model kunci shock pada saat digunakan dapat memegang dengan kuat 6 sisi baut/mur.5 panjang Kunci Shock Gambar 1.

Sehingga rachet handle sangat cocok dipakai untuk memutar baut/mur pada tempat yang sempit. karena tidak memiliki pasangan langsung. kunci shock bisa digunakan setelah disambungkan dengan pegangannya. Speed handle Gambar 1. Adapun model handle kunci shock antara lain: Rachet Handle Gambar 1.8 Speed Handle Speed handle merupakan tangkai kunci shockpanjang untuk melepaskan atau mengencangkan baut yang ulirnya panjang dan dalam.7 Rachet handle Handle kunci shock ini arah putarannya dapat disetel sesuai dengan keperluan (arah untuk mengencangkan atau mengendorkan baut/mur) tanpa mengubah arah putaran tangan. 6 .Berbeda dengan kunci ring dan kunci pas.

10 “L” handle Kunci shock yang dipasangkan pada L handle dapat bergerak bebas sehingga kemungkinan untuk digunakan pada posisi-posisi rumit. Penyambung (extension) ini diggunakan untuk menghubungkan handle dengan kunci shock jika mur/baut tidak dapat dijangkau tangkai ada. adaptor solid extension bar. Model penyambung kunci shock adalah universal joint.Sliding Handle Gambar 1. L Handle Gambar 1. yang 7 . dan flexible extension bar. Set shock juga telah dilengkapi dengan penyambung (extension).9 Slidiing Handle Sliding handle merupakan tangkai yang biasa digunakan untuk melepaskan atau mengencangkan mur/baut yang memiliki momen pengencangan yang cukup tinggi.

12 Kunci L e. Kunci L (Allen Wrench) Kunci L biasanya digunakan untuk membuka/ mengencangkan baut yang yang pada kepala bautnya menjorok ke dalam. Kunci ini memiliki rahang tetap dan rahang yang dapatt disetel. Penampang kunci L yang banyak di pasaran adala penampang berbentuk segi enam (hexagonal) dan berbentuk gerigi (L bintang).Gambar 1. Gambar dan penggunaannya 1. Salah satu bentuk 8 . Terdapat berbagai ukuran kunci L yang biasanya terdiri dari 2-22mm.11 Model-model penyambung (extension) d. Kunci Inggris (adjustable wrench) Kunci Inggris (adjustable wrench) merupakan kunci untuk mebuka/ mengencangkan baut yang ukurannya dapat diubahubah sesuai dengan limit maksimumnya.

Sedangkan ditinjau dari segi 9 . Kunci kombinasi/pas-ring Kunci kombinasi adalah gabungan dari kunci pas dan kunci ring dimana pada kedua bagiannya terdiri dari kunci pas dan knci ring Gambar 1. Terdapat 3 (tiga) jenis obeng yaitu obeng biasa. Obeng Obeng merupakan alat yang berfungsi untuk membuka sekrup atau baut yang kekuatan momennya relative rendah. Gambar 1.13 Kunci inggris f.kunci inggris dibuat bersudut 15° antara mulut kunci dengan pegangannya dengan lebar mulut 13-35 mm. Cara penggunaannya dengan jalan memutarkan penyetel rahang sementara mulut kunci ditempatkanpada kepala baut atau mur. obeng offset dan obeng Tumbuk (obeng ketok). pada model lain. Mulut kunci disetel membesar dan mengecil sesuai ukuran baut/mur.14 Kunci Kombinasi 2. mulut kunci dibuat besudut 45° terhadap pegangannya dan mempunyai ukuran mulut 26-83mm.

penampangnya. Pilihlah mata obeng yang sesuai dengan alur kepala baut/sekrup. Obeng offset berfungsi untuk mengencangkan baut dangan kepala beralur 10 . terdapat bentuk plus (+) dan obeng pipih/min (-).16 Obeng Offset Obeng offset mempunyai bilah yang sekaligus sebagai tangkainya. Penggunaan mata obeng yang besar dari alur kepala baut dapat menyebabkan kerusakan alur baut dan juga kerusakan mata oobeng itu sendiri. Obeng ini memiliki mata pada kedua ujungnya berbentuk kembang/Philips (+) atau minus (-). Obeng biasa sekrup digunakan atau baut untuk sesuai mengendorkan/mengencangkan ukurannya. Ada obeng biasa yang tangkai dan bilah obengnya tidak dapat dilepas. namun ada pula yang bilahnya dapat dilepas dan diganti-ganti. Obeng Offset Gambar 1. a. Obeng Biasa Gambar 1. b.15 Obeng biasa dan baut Obeng biasa terdiri dari tangkai dan bilah obeng.

maka perlu dipilih bilah obeng ketok yang sesuai dengan ukuran dan bentuk sekrup atau bautnya. Gambar 1. maka baut atau sekrup 11 . Dengan memutar blade obeng secara tiba-tiba. Posisi antara biilah obeng dengan sekrup atau baut diupayakan harus tetap tegak. Obeng ini terdiri dari tangkai dan bilah yang dapat dilepas. Bila digunakan.17 dan Palu Obeng Ketok Cara menggunakan obeng ketok dengan jalan memukul ujung bodi obeng dengan palu sambil tangkai obeng ketok diputar sehingga blade dapat memutar ke kanan atau ke kiri (mengeraskan atau mengendorkan).atau sekrup yang letaknya tidak dapat dijangkau oleh jenis obeng biasa. c. Obeng Ketok Obeng ketok berfungsi untuk mengeraskan atau mengendoorkan baut kepala beralur atau sekkrup yang momen pengencangannya relative lebih tinggi.

Tang kombinasi memiliki sisi potong. 12 . sesuai Penggunaan dapat menyesuaikan dengan bentuk mulut. Tang Kombinasi Adalah tang yang berfungsi ganda karena dapat digunakan sebagai alat menjepit dan memotong. tang kombinasi. kawat lunak dan dapat berfungsi sebagai kunci pipa kecil. Begitu pula sebaliknya pada saat mengencangkan. dan sebagainya. Tang kombinasi tidak berfungsi sebagai pangganti kunci pas untuk membuka/ mengencangkan baut/mur. memotong. tang kuat. memotong kabel. pisau potong dan penyetel. Perawatan tang sangat mudah yakni dengan selalu membersihkan permukaan. tang snap ring. a. Jenis-jenis tang yang digunakan dalam servis kendaraan bervariasi sepperti tang potong. tang memasang yang komponen. sedangkan sambungan yang bergesekan harus senantiasa diberi pelumas. memegang benda berpenampang bulat.yang kencang dapat dikendorkan dengan mudah. Penggunaan tang tidak menyebabkan kerusakan pada komponen. Tang Tang dalam bengkel otomotif digunakan untuk bermacammacam melepas pekerjaan dan misalnya untuk memegang. rahang bergerigi sehingga dapat dipakai untuk membengkokkan kawat ukuran tertentu. tang pegas torak. 3.

Tang ini juga sering disebut tang bethet. 13 . Gambar 1. Tang Poligrip (griping pliers) Tang poligrip berfungsi untuk memegang/menahan benda kerja.18 Tang Kombinasi b.19 Tang poligriph c.Gambar 1. Tang kuat (vice grip) Vice grip berfungssi untuk mengendorkan mur/baut yang telah rusak dan tidak dapat lagi dibuka dengan kunci ring atau kunci shock. Daya cengkraman mulut tang jenis ini relative lebih kuat dari tang lainnya karena memiliki penyetel yang mengatur besar kecilnya mulut tang kuat. Tang ini dilengkapi dengan pengatur rahang yang berfungsi untuk mengatur besar kecilnya rahang sehingga memungkinkan untuk memegang benda kerja dalam berbagai ukuran. Tang poligrip tidak digunakan arena untuk akan mengencangkan/mengendorkan baut/murk mengakibatkan kerusakan pada sisi-sisi baut/mur itu.

tang potong diagonal.20 Tang Kuat (Vice Grip) d.Gambar 1. tang potong ujung (end cutting). dan tang potong baut. tang potong sisi (side cutting). Tang potong dibedakan menjadi tang potong khusus kelistrikan (multipurpose electrician’s). A 14 . atau plat tipis. kabel/kawat. Tang Potong Adalah jenis tang yang dapat digunakan untuk memotong logam lunak misalnya.

a) tang diagonal. d) end cutting.B C D Gambar 1. b) Multipurpose electrician’s.21 Tang diagonal. c) side cutting. 15 .

tempatkan ring torak pada rahang tang ring torak dan pasanglah ring torak pada alur ring torak. sisi penahan tang ring torak harus dipasangkan tepat pada kedua ujung ring torak. Tang Ring Torak (Piston ring expander) Tang ini dibuat dengan bentuk khusus untuk melepas dan memasang ring piston/torak.22 Piston ring ekspander dan penggunaannya Ketika digunakan. maka saat memasang dan melepas diupayakan ring torak tidak boleh melengkung terlalu lebar. bersamaan dengan itu ring torak melebar. Gambar 1. Tetap pada posisi ini keluarkan ring torak dari alurnya. Kedua tangkai tang ditekan perlahan. 16 . Rahang tang ini didesain dengan bentuk khusus agar dapat menahan kedua ujung ring piston dengan aman pada saat dipasang atau dilepas dari alur piston.e. Karena sifat yang mudah patah. Untuk pemasangan ring torak.

f. a dan tang snap b Gambar 1. Tang Snap Ring Tang Snap Ring merupakan tang yang khusus digunakan untuk membuka/ memasang snap ring. a) internal snap ring. 17 . meletakkan dan mengambil benda-benda kecil di kedalaman tertentu tanpa merusak benda kerja. Tang snap ring terdiri dari tang snap ring buka (eksternal snap ring) ring tutup (internal snap ring). Snap ring merupakan penahan atau cincin pengunci dari baja. g. b) eksternal snap ring. Tang moncong panjang mempunyai bentuk rahang panjan dan sempit. Tang Moncong panjang (long nose) Tang moncong panjang (long nose pliers) berfungsi Manahan atau memegang.22 Tang snap ring. Tang ini ada yang berbentuk lurus dan bengkok.

24 Tang moncong panjang model bengkok (curved long nose) 4. Gambar 1.23 Tang moncong panjang model lurus Gambar 1.Gambar 1. Pembuka katup (valve spring compressor) Adalah alat yang khusus digunakan untuk membuka/ memasang katup pada motor 4 tak.25 valve spring compressor dann penggunaannya 18 . Konstruksi dan ukuran alat ini bermacam-macam bentuk. Terdapat model rahang (jaw) dapat dilepas dan digantikan dengan ukuran yang sesuai dan model expansion.

Piston ring compressor dibuat dalam berbagai ukuran. menyerupai silinder linear yang telah dilengkapi dengan penyetel. 5. selanjutnya katup dapat dikeluarkan.Cara penggunaannya adalah dengan cara menekan ujung penekan valve spring kompresor pada pegas katup dan rahang dipasangkan pada sisi dalam daun katup. Atur posisi penekan pegas (thread adjustment) pegas katup yang baik. Penyetel berfungsi menyesuaikan diameter piston ring compressor (membesar dan mengecil) ketika digunakan Gambar 1. Pada kondisi ini pegas katup ikut memendek sehinggakuku penehan dan pegas katup dapat dilepas dengan mudah. Ring compressor Piston ring compressor adalah alat yang dipakai untuk menekan ring piston pada waktu pemasangan ring piston dan pisto ke dalam silinder. kemudian tuas/ gagang (clamping lever) ditekan penuh.26 Piston ring compressor dan penggunaannya 19 .

dapat berhenti di tengah-tengahpada satu titik pukulan. Pada bengkel otomotif palu bisa dikategorikan ke dalam 2 (dua) kategori besar yaitu. Sedangkan palu kepala menyilang dimaksudkan untuk membentuk tekukan pada benda kerja. Kepala palu Palu keras/ palu besi dibuat dari baja yang kedua ujungnya dikeraskan. Palu kepala bulat seperti konde dimaksudkan agar waktu digunakan untuk memukul. Ukuran palu ditentukan oleh berat. Palu Palu merupakan alat yang dipakai sebagai pemukul untuk memasang dan melepaskan komponen-komponen mesin seperti pada pemasangan bearing.3 – 1. dan sebagainya. rata.4 kg.6. palu keras dan palu lunak. a b c 20 . melepas sambungan pada propeller shaft. biasanya antara 0.bagian muka palu dibuat dalam berbagai bentuk seperti bulat. Palu kepala rata digunakan untuk membentuk pemukulan benda kerja menjadi rata. dan menyilang pada kedua ujungnya. a.

Penggunaan palu lunak yang tidak benar dapat mengakibatkan kerusakan pada muka palu.28 Penggunaan palu besi b. mengembang 21 . karet dan tembaga.27 berbagai bentuk kepala palu besi. misalnya bearing.Gambar 1. c) kepala rata Gambar 1. dan komponen lainya. plastic. kepala silinder. poros komponen. b) kepala menyilang. kepala blok silinder. a) kepala bulat. Palu Lunak Palu lunak (malet) dibuat dari bahan kayu. Kapala palu lunak plastic dapat dilepas atau diganti karena menggunakan sekrup sebagai pengikat palu. Palu lunak dipakai untuk memasang dan membongkar komponen mesin yang dihindarkan dari bekas pukulan.

c) palu tembaga. a b c d Gambar 1. a) palu kayu. 22 . d) palu plastic. Tap digunakan untuk membuat ulir dalam sadangkan snai digunakan untuk membuat ulir luar. 7. Tap dan Snai Tap dan snai adalah alat yang digunakan untuk membuat ulir. b) palu karet.seperti cendawan. Jika ditemukan hal seperti ini terlebih dahulu gerinda atau kikir sisi-sisi permukaan palu sebelum digunakan.29 Berbagai jenis palu lunak.

ulir dengan tap menengah.Gambar 1. dan sebagainya. Dalam penggunaannya pembacaan hasil pengukuran dengan alat ukur mekanik dapat langsung dibaca pada skala alat ukurnya atau dengan 23 . Kiri. snai Tap terdiri dari 3 bagian yaitu tap pembentuk (tap 1). Kanan. tap. pembentukkan ukuran dan bentuk tap akhir. Alat-alat ukur Alat ukur (measuring tool) merupakan suatu alat untuk mengetahui besaran baik itu besaran. Alat Ukur Mekanik Alat ukur mekanik adalah alat ukur yang biasanya digunakan untuk mengetahui ukuran atau dimensi dan kondisi fisik suatu komponen seperti panjang. kerataan. tap dipakai secara berurutan pada pembuatan ulirnya.30 Tap dan Snai. ukuran atau dimensi dan kondisi fisik suatu komponen. Agar menghasilkan ulir yang sempurna. Tahap awal pembentukan ulir kasar gunakan tap pembentuk. tap menengah (tap 2). 1. Lubang pengeboran yang terlalu kecil akan mengakibatkan kerusakan pada alat tap selama proses penguliran. kemudian untuk menyempurnakan ukuran dan bentuk ulir dengan menggunakan C. Pembuatan ulir dengan menggunakan tap adalah terlebih dahulu melubangi benda kerja dengan bor dengan ukuran yang tepat. lebar. dan tap akhir (tap 3). Sebaliknya lubang bor yang terlalu besar akan menghasilkan pembuatan bentuk ulir dalam yang tidak sempurna. tinggi. Sacara umum alat ukur yang sering digunakan terdiri atas alat ukur mekanik dan alat ukur listrik.

31 Mistar baja b. Dalam bidang otomotif.bantuan alat ukur lain yang memiliki skalau ukur. misalnya kerataan kepala silindermotor/mobil. Adapun alat ukur mekanik diantaranya adalah: a. 1/32”. Mistar Baja Mistar baja digunakan di bengkel untuk panjang. 1/16”. sedangkanpada ukuran inchi/ dim. di bengkel juga sering digunakan mistar gulung untuk mengukur bagian yang cembung. lebar atau tebal suatu benda. Bentuk straight edge tampak seperti mistar baja. Straight Edge Straight edge merupakan alat ukur untuk mengukur kerataan atau kebengkokan permukaan dari suatu komponen. Selain mistar baja. cekung dan benda-benda yang panjang dan tak bisa diukur dengan mistar baja. Gambar 1. menyudut. tetapi tidak terdapat skala ukuran pada permukaannya serta lebih tebal. straight edge digunakan misalnya untuk mengukur kerataan permukaan blok silinder dan kepala silinder 24 . Mistar baja juga bisa dipakai menggantikan straight edge untuk memeriksa kerataan. Permukaan dan bagian sisi rata mistar baja terdapat guratan-guratan sebagai sisi ukur. 1 inchi dibagi menjadi 16 atau 32 bagian sehingga berjarak 1/8”. Untuk ukuran metrik : 1 cm dibagi dalam 10 bagian atau 20 bagian yang sama.

32 Straight edge c. Kunci Momen Kunci momen (torgue wrench) digunakan untuk mengukur gaya punter pada baut dan mur agar mencapai momen kekencangan tertentu. diinginkan kekencangan dengan Pada dapat besarnya model diatur lain. model dial indicator. dan model setting micrometer. Kunci momen model deflecting beam. Untuk mengetahui kerataan dan keausan dari plat penekan. Gambar 1. momen momen cara pada pengencangan kekencangan menyetel dengan ukuran (setting micrometer) tangkai kunci momen. 25 . Jenis kunci momen yang ada terdiri atas model deflecting beam (batang jarum). Batang oenunjuk akan bergerak dan menunjuk pada skala tertentu yang yang seiring dilakukan.sepeda motor atau mobil. Kunci shock dengan ukuran tertentu mengencangkan baut atau mur. masukkan feeler gauge ukuran tertentu di antara permukaan plat dan straight edge . menunjukkan besar ukuran momen kekencangan oleh sebuah batang penunjuk.

Agar penggunaannya sesuai dengan fungsinya dan supaya alat ini tetap awet.Gambar 1. Kunci momen hanya dipakai pada pengerasan akhir yang serta mengetahui sesuai besarnya momen kekencangan diharapkan spesifikasi kekencangan baut atau mur. pada tahap awal pengerasan sebuah baut atau mur gunakanlah kunci biasa seperti kunci ring. pas atau shock. Contoh penggunaan kunci momen misalnya pada penyetelan baut kepala silinder dan baut-baut pada unit differensial (pada mobil). Untuk ukuran kekencangan baut atau mur yang lebih besar. momemn yang memiliki momen batas maksimum tertinggi merupakan kekencangan yang dapat diukur oleh kunci momen.33 Kunci momen Agar kunci momen dapat digunakan sesuai fungsinya. mekanik 26 . Setiap (maximum kunci torque). Cara menggunakan kunci momen adalah kepala kunci momen ditahan agar kunci shock tetap pada posisi yang benar sambil menarik gagang kunci momen searah jarum jam. Penyetelan momen kekencangan baut/mur yang baik dilakukan secara bertahap sampai diperoleh momen kekencangan yang sesuai. gunakan kunci momen dengan ukuran kekencangan di bawah batas maksimum momen kekencangannya.

Konstruksi micrometer luar secara umum sama.001 mm). pin. Micrometer terbagi dalam 3 (tiga) jenis. yaitu: poros engkol. Gambar 1.34 Penggunaan Kunci momen d. Micrometer Micrometer adalah alat ukur untuk mengukur diameter (dalam/luar) maupun kedalaman lubang dangan tingkat akurasi bisa mencapai 3 (empat) angka di belakang koma (0. tetapi untuk setiap jenisnya dilengkapi dengan perangkat tambahan yang membantu menunjukkan tingkat ketelitian pengukuran alatnya. dll.dapat menggunakan kunci momen lain dengan momen maksimum lebih besar.001 mm). 27 .01 mm) dan 1/1000 mm (0. yaitu 1/100 mm (0. Tingkat ketelitian micrometer luar bervariasi. outside micrometer. digunakan untuk mengukur diameter luar sepperti pada piston.

konstruksi mikrometer dalam pengukur dua titik tampak seperti mikrometer dalam tanpa rangka. Inside Mikrometer terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu micrometer dalam dengan dua titik dan mikrometer dalam pengukur tiga titik.005 mm.01 mm sedangkan mikrometer dalam pengukur tiga titik memiliki tingkat ketelitian sampai dengan 0. Tingkat ketelitian mikrometer dalam pengukur dua titik adalah sampai 0. tromol rem dll. Tingkat pengukuran sebuah mikrometer dalam pengukur dua titik ialah 25 mm. 28 .Gambar 1.35 Outside Micrometer Pembacaan hasil pengukuran dilakukan dengan memperhatikan penunjukan antara skala pada tabung ukur dengan skala nonius pada tabung putar yang segaris dengan skala tabung ukur. Mikrometer Dalam (Inside Micrometer). digunakan untuk mengukur diameter dalam misalnya pada silinder. Jika diperhatikan. Bila disambungkan dengan alat bantu tongkat ukuran tertentu dalam dapat diperoleh batas ukur sampai 1500 mm.

Skala tetap pada bagian tabung ukur (outer Sleeve) memiliki pembagian dalam ukuran milimeter (mm). Di antara jarak tiap mm terdapat gurat ukur sebesar 0.5 mm. Gambar berikut memperlihatkan konstruksi mikrometer kedalaman. Gambar 1. Jarak antara masing-masing garis sebesar 1 mm.37 Micrometer pengukur kedalaman Prinsip Pengukuran dan Pembacaan Hasil Pengukuran Mikrometer. Pada bagian tabung ukur maupun tabung putar terdapat garisgaris dan angka yang berfungsi membantu pembacaan ukuran pengukuran. Landasan micrometer ini harus tepat berada pada permukaan lubang komponen. Garis 1 mm terdapat pada 29 . ujung ukur harus menyentuh bagian terdalam lubang yang diukur. digunakan untuk mengukur kedalaman lubang. Agar diperoleh hasil pengukuran yang tepat.Gambar 1.36 inside micrometer - Mikrometer Kedalaman (Micrometer depth Gauge).

Jadi. maka poros geser atau landasan (spindel) akan bergerak sejauh 0.5 mm diletakkan di tengah bawah antara gurat (strip) bawah skala milimeter. spindle bergerak sebanyak satu ulir.01 mm (0. Jika tabung putar bergerak satu kali. Sorong Vernier Caliper/ sketmat/ Jangka Vernier caliper atau sketmat merupakan alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur diameter (luar dan dalam) dan/atau 30 .5 mm sehingga apabila tabung putar (thimble) diputar satu kal.37a Pembacaan hasil pengukuran pada mikrometer e.5 x 1/50). Jumlah garis dan angka pengukuran pada tabung putar dibagi dalam 50 bagian yang sama.5 mm : 50 bagian = 0. Perhatikan contoh pembacaan di bawah ini : Gambar 1.5 mm. besarnya nilai skala pada tabung putar adalah 0. Hasil pengukuran pada mikrometer diketahui dari penunjukan ukuran skala ukur pada tabung ukur dan tabung putar. landasan bergerak sebanyak satu gurat garis).01 mm. Jadi. Landasan bergerak satu gurat (garis) dari tabung putar yang berarti telah bergerak sebesar 0. Prinsip pengukuran mikrometer adalah inner sleeve bergerak dan memutarkan spindle melalui ulirnya. jika inner sleeve bergerak satu kali. Jarak ulir inner sleeve ialah 0. Di sekeliling tabung putar terdapat skala ukur yang terbagi dalam 50 bagian (50 gurat ukur).bagian atas sedangkan garis 0. maka satu bagian gurat ukur pada tabung putar (thimlbe) jaraknya 0.01 mm.

gambar 1. 0. jangka sorong pengukur jarak sumbu dll. dan 0.02 mm. Tingkat ketelitian jangka sorong yang ada adalah 0. jangka sorong pengukur ketinggian. jangka sorong dengan ujung yang dapat berputar.kedalaman nonius.05 mm. jangka sorong dapat dibedakan seperti jangka sorong universal. yaitu skala utama dan skala vernier atau skala Berdasarkan konstruksinya. lubang.1 mm. jangka sorong penukur kedalaman.38 Vernier caliper (universal vernier Caliper) Gambar 1. Vernier caliper mempunyai 2 skala pengukuran.39 Caliper pengukur ketinggian Vernier 31 .

40 Vernier Caliper pengukur kedalaman Metode pengukuran jangka sorong menggunakan skala utama dan skala vernier (skala nonius). Untuk menentukan hasil pengukuran tetap harus memperhatikan pembacaan dua skala tersebut. : 19 mm x 1 : 6 x 0.1 mm = 19.41 Skala ukur Vernier caliper dengan ketelitian 0. Gambar 1.1 mm Dari gambar di atas. Metode ini disebut pengukuran vernier.Gambar 1. Skala vernier Hasil Pengukuran f. Skala vernier digunakan untuk mengukur jarak kecil dengan cara mencari perbedaan antara dua tanda.6 mm + 32 . hasil pengukuran yang ditunjukkan oleh jangka sorong ketelitian 0.6 mm Dial Indicator = 19 mm = 0. Di bawah ini gambar skala ukur pada jangka sorong.1 mm adalah sebagai berikut : 1. skala utama 2.

kehalusan. dan baut penjepit.42 Dial indikator Konstruksi sebuah alat dial indikator seperti terlihat pada gambar di atas. Dial indicator dapat melakukan pengukuran dengan ketelitian hingga mencapai 0. kesejajaran. dan ketirusan dari suatu benda. kebundaran. Gambar 1. kebengkokan.0005 mm. batang penyangga. kelurusan. penjepit. Skala dan ring dial 33 . terdiri atas jam ukur (dial gauge) yang di lengkapi dengan alat penopang seperti blok alas magnet.Dial indikator digunakan untuk mengukur atau memeriksa karataan.

42a salah satu bentuk penggunaan dial indikator untuk mengukur kebengkokan poros engkol sepeda motor 34 . benda kerja tetap pada posisi diam. Penghitung putaran ukur jam berfungsi menghitung jumlah putaran penunjuk. Gambar 1. posisi spindel dial (ujung peraba) tegak lurus pada permukaan komponen yang diperiksa. 0.002mm. dan metode pengukuran yang digunakan. Pada dial indikator jarak garis ukurannya berbeda-beda seperti 0. kemampuan putaran. dan jarak pembagian garis ukuran. Ukuran yang dapat dibaca oleh sebuah dial indikator ditentukan oleh besar garis tengahnya.001mm.indikator dapat berputar ke angka 0 agar lurus dengan penunjuk. Adapun metode pengukuran yang digunakan dial indikator adalah sebagai berikut: benda kerja yang dipindahkan. Dial indikator yang dipindahkan. Benda kerja diputar. dial indikator tetap pada posisi diam. dan 0. Yang perlu diperhatikan dalam menggunakan dial indicator adalah keadaan permukaan benda yang akan diukur harus bersih. dial indikator tetap pada posisi diam.0005mm.

alat ini biasanya digunakan untuk mengukur diameter silinder dan komponen lain secara teliti.43 Cylinder bore gauge 35 .g. Dalam pengukuran komponen-komponen otomotif. Cylinder Bore Gauge Cylinder bore gauge termasuk dalam jenis alat ukur yang menggunakan jam ukur (dial gauge). Diameter daerah pengukuran yang dapat dijangkau oleh cylinder bore gauge berkisar antara 50 mm sampai dengan 300 mm. Gambar 1.

maka pilihan untuk batang pengganti adalah spesifikasi 50 mm. lihat angka di belakang koma jangka sorong apakah lebih besar atau lebih kecil dari 0.86 mm. Tetapi. Bila hasil pengukuran dengan jangka sorong dalam pengukuran ini adalah 52. bila setelah pemilihan hasil pengukuran pertama dari cincin pengganti 3 mm dan batang pengganti 50 mm. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengukur diameter silinder dengan jangka sorong (vernier caliper) untuk mengetahui ukuran dari silinder dan untuk pemilihan spesifikasi cincin pengganti dan batang pengganti. maka langkah selanjutnya adalah kalibrasi cylinder bore gauge dengan menggunakan micrometer luar (outside micrometer). Caranya adalah micrometer luar diset pada ukuran 52. sedangkan cincin pengganti adalah 3 mm. Contoh penggunaan cylinder bore gauge adalah dalam pengukuran diameter silinder. Misalnya setelah dilakukan pengukuran hasil akhir pengukurannya diketahui diameter silinder adalah 52. Tempatkan batang pengganti dan runcing pengukur ke dalam 36 . kejelian dalam memilih spesifikasi ukuran kedua komponen ini sangat membantu dan mempermudah kita dalam melakukan pengukuran itu sendiri. Adapun komponen lain adalah cincin pengganti (replacement washer) dan batang pengganti (replacement rod).Seperti terlihat pada gambar di atas konstruksi alat ini terdiri dari sebuah jam ukur dan pada ujung lain terdapar runcing pengukur (measuring point). Kedua kompenen ini baik cincin pengganti maupun batang pengganti tealah memiliki spesifikasi ukuran tertentu.86 mm. Selanjutnya.5 mm.22 mm maka alternative pilihan batang pengganti adalah ukuran 50 mm dan cincin pengganti 2 mm. Oleh karana itu.

03 mm). Gambar 1.44 Penggunaan Cylinder bore gauge pada silinder Seperti terlihat pada gambar di atas. Feeler gauge Feeler Gauge atau lidah ukur sering dipakai untuk mengukur celah yang sulit dijangkau oleh alat ukur lainnya.86 – 0. Misalnya diperoleh angka pengukuran terkecil 0. misalnya celah katup. hal ini berarti diameter silinder yang diukur tersebut 0.03 mm.micrometer luar tersebut dan dial gauge alat ini diset pada nol ke jarum penunjukannya. dsb. hasil pengukuran adalah 52. Feeler gauge sering juga disebut dengan thicknes gauge.86 mm. Dengan demikian. celah bantalan. Alat ini terdiri dari beberapa lembaran baja tipis yang memiliki 37 . celah samping ring piston.83 mm (52.03 lebih kecil dari 52. gerakkan cylinder bore gauge secara perlahan-lahan sampai diperoleh hasil angka pengukuran terkecil. cylinder bore gauge dimasukkan ke dalam silinder yang hendak di ukur. h.

i. Gantilah ukuran feeler gauge dengan lembaran yang berbeda hingga dirasakan ukuran adanya hambatan berupa gesekan antara lembar feeler gauge dengan sisi komponen yang diukur saat ditarik keluar. Bila feeler gauge terasa mudah masuk dan keluar.03 mm sampai 1. hal tersebut menunjukkan bahwa ukuran celah tersebut masih belum sesuai. satu set alat ini terdiri dari beberapa bilah dengan bentuk yang berbeda. Screw Picth Gauge Merupakan alat yang digunakan untuk mengukur jarak ulir baut. Sama seperti feeler gauge. Umumnya thicknes gauge memiliki ketebalan antara 0. 38 . Gambar 1. Ukuran tebal feeler gauge sama dengan besar celah di antara dua komponen tersebut. yaitu dengan menyisipkan bilah atau lembar feeler gauge ukuran tertentu di antara dua komponen yang akan diukur.presisi ukuran sampai 0.45 feeler Gauge Cara menggunaka feeler gauge sangat mudah.00 mm.01 mm. Ukuran setiap bilah tercantm pada tiap bilahnya.

46 screw pitch gauge dan penggunaannya j. dan sebagainya. Bentuk sebuah hidrometer lengkap dengan pengukur aero dapat dilihat pada gambar di bawah ini.Gambar 1. Ketika aki digunakan untuk starter. Akibatnya berat jenis turun karena konsentrasi elektrolitnya berkurang. lampu. Hidrometer Hydrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur berat jenis elektrolit dalam aki. 39 . terjadi reaksi pengosongan atau baterai mengeluarkan arus listrik yang menyebabkan asam sulfat (H2So4) sedikit demi sedikit berubah menjadi H2O.

47 Hidrometer Untuk mengukur berat jenis baterai.220.Gambar 1.229.28 pada suhu 20°C. berat jenisnya harus 1.26 sampai 1. Gambar Pengukuran berat jenis aki 1.48 Berat jenis elektrolit yang diijinkan untuk aki antara 1.220 – 1. Namun bila berat jenis aki melebihi batas maksimum 40 . maka hal yang perlu dilakukan adalah aki perlu diisi atau di-charge sampai penuh. masukkan hidrometer ke dalam sel baterai. lalu hisaplah elektrolit ke dalam tabung gelas hidrometer sampai pelampung tidak menyentuh tabung gelas. Bacalah hasil berat jenis elektorlit setinggi mata. Jika ditemukan berat jenis elektrolit dari hasil pengukuran kurang dari 1. bila aki dalam keadaan isi penuh.

Manometer pada alat ini berfungsi untuk menunjukkan besar tekanan kompresi silinder ketika dilakukan pengukuran.290 maka tambahkan air suling untuk menurunkan berat jenis aki sampai kondisi normal. Pengukur tekanan Alat ini Tekanan kompresi dibedakan piston menjadi kompresi digunakan pengukur Compression Tester) Compression tekanan kompresi untuk motor bensin dan pengukur tekanan kompresi motor diesel. Gambar 1. Untuk mengukur tester. k.atau di atas 1. Gambar 41 .49 Compression Tester Di dalam manometer terdapat jarum penunjuk dan skala tekanan kompresi dalam beberapa satuan ukuran.

Gambar Pengukuran tekanan kompresi 1. masukkan ujung slang compression tester pada rumah busi Starter mesin beberapa saat sampai mesin berputar 200 rpm. lalu baca besar tekanan kompresi pada manometer Tekanan kompresi yang rendah menunjukkan ring piston yang aus. 42 .model alat pengukur tekanan kompresi ddan cara penggunaan dapat dilihat pada gambar di bawah ini.50 Prosedur berikut : - pengukuran tekanan kompresi adalah sebagai Lepaskan busi dari rumahnya. dan penyetelan celah katup yang terlalu renggang. kebocoran pada packing.

51 Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur besar arus listrik pada jaringan atau instalasi kelistrikan. alat ukur listrik yang biasa digunakan pada bengkel otomotif adalah multimeter/ Avometer (Ampere-Volt-Ohm meter).2. Ampreremeter Gambar Amperemeter 1. 43 . Pemakaian amperemeter yang benar adalah dihubungkan secara seri dengan rangkaian yang hendak diukur arusnya. Arus (I). tahanan (Ω) dan daya (W). a. Alat Ukur Elektrik Alat ukur listrik adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur besaran listrik seperti tegangan (V).

52 Penggunaan Amperemeter Tahanan dalam amperemeter sangat kecil sehingga apabila dihubungkan secara paralel pada pengukuran arus listrik akan terjadi hubungan singkat yang mengakibatkan rrusaknya amperemeter. lihat Tidak gambar 1. menghubungkan amperemeter akan digunakan untuk mengukur kuat arus aki sepeda dibenarkan langsung terminal positif aki dengan salah satu kabel terminal amperemeter dan menghubungkan kabel terminal amperemeter lain dengan terminal negatif aki (dihubungkan secara paralel). Penyambungan amperemeter. b.Gambar 1.52. klakson. dan sebagainya yang menggunakan aki sebagai sumber arus. amperemeter. baru kemudian dapat diukur arus baterai yang dipakai untuk yang sistem benar penerangan dengan itu. Voltmeter Voltmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur besar tegangan listrik yang mengalir dalam sebuah rangkaian listrik 44 . terlebih dahulu harus memeriksa rangkaian listrik sepeda motor seperti sistem penerangan. Kemudian hubungkan terminal positif amperemeter dengan kabel sistem penerangan. Penggunaan amperemeter adalah menghubungkan secara langsung ini akan mengakibatkan terjadinya hubungan singkat yang menyebabkan kerusakan pada terminal negatif amperemeter pada kabel arus positif aki. Jika hendak mengukur arus aki. Sebagai sebuah contoh motor.

generator. Gambar 1. Terminal positif voltmeter dihubungkan dengan sumber arus listrik. Berbeda dengan amperemeter yang dihubungkan secara seri.53 Voltmeter Gambar 1. alternator. sedangkan terminal negative dihubungkan dengan massa atau terminal negative. dan sebagainya.54 Penggunaan Voltmeter Pada contoh pengukuran seperti pada gambar di atas. untuk mengetahui besarnya arus listrik yang mengalir pada rangkaian sistem penerangan maka prosedur pengukurannya dengan menghubungkan kabel terminal positif voltmeter pada 45 . penggunaan voltmeter dilakukan dengan menghubungkan secara paralel terhadap kedua ujung rangkaiannya.pada sebuah sumber arus seperti aki.

terlebih dahulu dilakukan kalibrasi ohmmeter. 46 .kabel arus sistem penerangan. ketika dipakai untuk mengukur tahanan suatu rangkaian komponen listrik atau lainnya. tahanan resistor pada system pengapian konvensional (pada mbil). Sedangkan kabel negatif voltmeter dihubungkan dengan massa atau terminal negatif aki. atau sumber arus listriknya telah diputuskan.55 Ohmmeter Pemakaian ohmmeter yang lama akan membuat baterainya menjadi lemah dan mengakibatkan pembacaan pengukuran menjadi tidak tepat. Pengukuran hambatan ini dilakukan pada saat mesin mati. dsb. dalam keadaan tanpa arus listrik. c. Ohm-meter Ohmmeter adalah alat pengukur hambatan atau tahanan suatu komponen. tahanan lilitan dalam alternator. seperti mengukur tahanan kabel tegangan tinggi. Penggunaan ohmmeter untuk pemeriksaan tahanan system kelistrikan otomotif cukup banyak. Sebab itu. Gambar 1.

Multimeter (AVO) Gambar Multimeter 1. d. Bacalah nilai tahanan resistor hasil pengukuran dan sesuaikan dengan spesifikasi pabrik.56 salah satu penggunaan ohmmeter Misalnya pengukuran resistor pada koil pengapian. kemudian hubungkan terminal positif dan negative ohmmeter pada kedua ujung resistor.Gambar 1. Selector tahanan alat ohmmeter diarahkan pada nilai tahanan yang sesuai.57 47 .

Multitester atau multimeter sering juga disebut AVO meter yang dimana AVO ini merupakan singkatan dari Ampere-VoltOhm. Avo meter adalah alat uku yang berfungsi untuk mengukur kuat arus listrik, tegangan dan tahanan rangkaian kelistrikan, dan hubungan singkat komponen system kelistrikan. Terdapat dua jenis multimeter, yaitu jenis digital yang penunjukan hasil pengukurannya langsung dengan angka-angka, dan multimeter analog yang menggunakan jarum penunjuk sebagai penunjuk hasil pengukuran. Multimeter merupakan alat yang peka terhadap medan magnet. Dengan demikian, multimeter tidak boleh disimpan dalam suatu lapangan magnit yang kuat sebab dapat mengurasingi sensitivitas alat ukur. Baterai yang telah habis yang dibiarkan tinggal dalam alat ke multimeter dalam dapat menyebabkan masuknya elektrolit komponen

sehingga menyebabkan kerusakan.

Gambar digital

1.58 multimeter

48

Gambar 1.59 Multimeter Analog

Ketika hendak menggunakan multimeter terlebih dahulu selector diarahkan pada pilihan jenis pengukuran yang akan dilakukan misalnya tahanan (Ω), arus (A), voltase (V) dan sesuaikan dengan pilihan range nilai pengukuran tiap-tiap jenispengukuran misalnya 25 V, 50 V, 250 mA, X1 Ω, X10 Ω, lalu kalibrasi agar alat penunjukan ukuran hasil pengukuran dengan tepat. Selanjutnya pembacaan hasil pengukuran pada skala ukur disesuaikan dengan pilihan pengukuran yang diarahkan selector.

D. Alat-alat khusus Pemilihan alat dalam servis kendaraan sebaiknya disesuaikan dengan tingkat kesulitan kerja. Seorang mekanik akan menggunakan alat-alat tangan (basic hand tools) pada pekerjaan yang relatif mudah dikerjakan, sedangkan menghadapi pekerjaan yang sukar, mekanik dapat menggunakan alat-alat khusus yang disebut special service tool (SST). Dengan menggunakan SST, pekerjaan servis kendaraan di bengkel dapat diselesaikan dengan cepat, tepat, dan efisieen tanpa merusak bagian-bagian yang dikerjakan. Pemilihan SST dalam kerja servis kendaraan di bengkel sagat ditentukan oleh 49

jenis kendaraan dan model serta spesifikasi kendaraannya. Jenis pekerjaan yang dimaksudkan adalah pekerjaan pembongkaran, pekerjaan perakitan, penyetelan, dan sebagainya. Alat Pembongkar Alat pembongkar (remover) adalah alat khusus (SST) yang dipakai untuk melepas atau membongkar komponen seperti bearing, sil oli (oil seal), bushing, dan sebagainya. Contoh SST pembongkar adalah bearing remover, puller, bearing separator, dan sebagainya. Sedangkan replacer adalah alat yang dipakai untuk memasang atau mengganti. Kedua kategori alat tersebut dalam penggunaannya harus disesuaikan dengan ukuran bagian yang akan dikerjakan. 1. Bearing Splitter Bearing Splitter adalah puller khusus yang didesain untuk melepas bantalan yang berada pada posisi tidak dapat dijangkau oleh kaki puler biasa. Bantalan ini dapat dilepas dengan cara bearing spliter dipasang sedemikian rupa hingga memisahkan bantalan ini. Keraskan baut pengikat bearing spliter hingga mendesak bantalan lepas dari tempatnya. 2. Puler Perapat Oli (Oil Seal Puller) Puller jenis ini berfungsi melepas perapat oli pada transmisi, poros belakang (pada kendaraan roda empat) dsb. Kaki (jaw) puller jenis ini dibuat dengan bentuk khusus untuk dapat menegeluarkan perapat oli (oil seal) yang dipasangkan. Puller dimasukkan pada tempat pemasangan perapat oli, atau kaki (jaw) puller pada posisi yang benar, kemudian lepas perapat oli. 3. Puller Bantalan (Bearing Puller) Terlebih dahulu kaki puler dipasangkan pada sisi-sisi roda gigi. Putarlah baut penekan yang ujungnya telah dipasangkan tepat di tengah roda gigi sampai bentalan terlepas dari poros cam.

50

Kunci Khusus Selain kunci umum seperti kunci pas. Punch dengan unjung runcingn (long tapered punch) digunakan untuk menggaris permukaan benda kerja. ring. Fungsi punch dapat langsung diketahui dari bentuk ujungnya. d. Punch Pena (pin punch). misalnya permukaan plat baja yang akan dipotong.4. Bentuk kunci khusus ini agak berbeda dengan kunci-kunci biasa lainnya. 5. digunakan untuk membuat titik guna mempermudah pengerjaan oengeboran. Jenisjenis kunci khusus (wrench) ada bermacam-macam dengan fungsi yang berbedabeda pula. Center punch. Penandaan dengan center punch dimaksudkan agar posisi mata bor pada saat awal pengeboran tidak melenceng dan tetap berada pada posisi tengah (center) komponen yang akan dilubangi. digunakan untuk membuka atau memasang pin. b. Banyak digunakan pada pembongkaran komponen transmisi. Torque wrench atau kunci momen untuk mengencangkan baut atau mur pada momen. 6. Punch Punch biasanya dipakai untuk menandai suatu kmponen. c. Universal Puller Universal puller atau tracker poros roda belakang dan tromol dipakai untuk pekerjaan umum seperti melapas tromol roda depan (pada kendaraan roda empat) dan sebagainya. Macam-macam punch dengan fungsinya : a. terdapat beberapa kunci yang dibuat khusus untuk mengencangkan /membuka mur/baut dengan bentuk khusus. II PEMELIHARAAN PERALATAN BENGKEL 51 . shock. Solid Punch digunakan untuk mendorong keluar komponen dari tempatnya.

yaitu : pemeliharaan terencana dan pemeliharaan tak terencana. dan pemeliharaan korektif. Pemeliharaan terencana merupakan bagian dari sistem manajemen pemeliharaan yang terdiri atas pemeliharaan preventif. Tujuannya untuk mencegah dan mengurangi kemungkinan suatu komponen tidak memenuhi kondisi normal. Pekerjaan yang dilakukan dalam 52 . Pemeliharaan Terencana (planned maintenance) Pemeliharaan terencana adalah porses pemeliharaan yang diatur dan diorganisasikan untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi terhadap peralatan di waktu yang akan datang. 3) Peserta diklat dapat menjelaskan sistem pemeliharaan rutin 4) Peserta diklat dapat menjelaskan rambu-rambu pemeliharaan peralatan Pendahuluan Pemeliharaan adalah suatu bentuk tindakan yang dilakukan dengan sadar untuk menjaga agar suatu peralatan selalu dalam keadaan siap pakai atau tindakan melakukan perbaikan sampai pada kondisi peralatan tersebut dapat bekerja kembali. Secara garis besar pemeliharaan dapat dibedakan menjadi dua. Tujuan 1) Peserta diklat dapat menjelaskan jenis-jenis pemeliharaan peralatan 2) Peserta diklat dapat menjelaskan tujuan pemeliharaan rutin. Dalam pemeliharaan terencana terdapat unsur pengendalian dan unsur pencatatan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Pemeliharaan preventif adalah pemeliharaan yang dilakukan pada selang waktu tertentu dan pelaksanaannya dilakukan secara rutin dengan beberapa kriteria yang dilakukan sebelumnya. B.A. pemeliharaan prediktif.

dan pekerjaan tambahan di luar pekerjaan biasanya. Pemeliharaan preventif membantu agar peralatan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan apa yang menjadi ketentuan pabrik pembuatnya. tenaga. Semua pekerjaan yang masuk dalam lingkup pemeliharaan preventif dilakukan secara rutin dengan berdasarkan pada hasil kinerja alat yang diperoleh dari pekerjaan pemeliharaan prediktif atau adanya anjuran dari pabrik pembuat alat tersebut. mengkalibrasi. maka akan lebih mudah dalam menangani pemeliharaan setiap peralatan sehingga diharapkan dapat memiliki efisiensi yang tinggi. dan pekerjaan lain yang bukan penggantian suku cadang berat. Pada tersebut pemeliharaan dalam terencana atau darurat (emergency maintenance). menyetel. Metode 53 . umumnya metode yang digunakan penerapan pemeliharaan adalah metode darurat dan tak terencana. Namun berdasarkan pengalaman. Apabila pemeliharaan preventif dikelola dengan baik maka akan dapat memberikan informasi tentang kapan mesin atau alat akan diganti sebagian komponennya. B. Seringkali terjadi bahwa peralatan baru digunakan sampai rusak tanpa ada perawatan yang berarti. melumasi. hal tersebut akan terjadi pada awal pekerjaan saja dan selanjutnya apabila sistem tersebut telah berjalan. melihat.pemeliharaan preventif adalah : mengecek. Pemeliharaan tak terencana Pemeliharaan tak terencana adalah jenis pemeliharaan yang dilakukan secara tiba-tiba karena suatu alat atau peralatan akan segera digunakan. dikenal Dalam dengan manajemen system tak pemeliharaan. Proses peralihan dari pemeliharaan yang bersifat kadang-kadang dan sembarangan atau bahkan tidak ada pemeliharaan sama sekali menuju kepada pemeliharaan terencana yang dengan sengaja melakukan pemeliharaan secara rutin memerlukan waktu. baru kemudian dilakukan perbaikan apabila cara akan digunakan.

standardisasi. Apabila peralatan dioperasikan hingga mendekati rusak atau bahkan rusak sama sekali tanpa adanya pemeliharaan. C.tersebut membiarkan kerusakan alat yang terjadi tanpa atau dengan sengaja sehingga untuk menggunakan kembali peralatan tersebut harus dilakukan perbaikan atau reparasi. 54 . Reliabilitas alat dan kinerja yang baik hanya dapat dicapai dengan melakukan program pemeliharaan yang terencana. Pemeliharaan tak terencana jelas akan mengganggu proses produksi dan biasanya biaya yang dikeluarkan untuk perbaikan jauh lebih banyak disbanding dengan pemeliharaan rutin. Tujuan Pemeliharaan Rutin Dalam setiap tindakan pemeliharaan. tujuan pokoknya adalah untuk mencegah terjadinya kerusakan peralatan dan mencegah adanya perubahan fungsi alat serta mengoptimalkan usia pakai peralatan. Banyak kerugian yang timbul akibat kecelakaan. perencanaan. maka mungkin saja dapat membahayakan dan mencelakakan. bukan hanya manusia. Hal tersebut juga akan berakibat terhadap perencanaan fasilitas lainnya tidak mungkin dapat berjalan tanpa didukung peralatan yang bekerja secara efisien. program pemeliharaan terencana juga mempunyai beberapa keuntungan yaitu dalam hal efisiensi keuangan. Pada aspek keuangan sudah jelas bahwa kerusakan yang terlalu cepat pada peralatan akan mengakibatkan pengeluaran yang tidak terencana. tenaga dan biaya. keamanan kerja dan semangat kerja. tetapi hilangnya waktu. Selain untuk alasan reliabilitas dan kinerja alat. Rendahnya tingkat pemeliharaan dan tingginya resiko kecelakaan berakibat kurang bergairahnya orang lain untuk melanjutkan pekerjaan dan akan menurunkan produktivitas kerja.

harus diketahui peralatan apa saja yang sudah ada dan berapa jumlahnya. Hal tersebut merupakan persyaratan utama dan layak dijadikan sebagai tugas pertama untuk 55 . 2. harus disiapkan data pemeliharaan dan mulai dengan pertanyaan sederhana yaitu : peralatan apa yang akan dirawat ? dimana lokasi penyimpanan alat ? bagaimana merawatnya ? dan kapan akan dirawat ? 1. 4.Secara garis besar terdapat empat tujuan pokok pemeliharaan preventif yaitu : 1. Hal tersebut sangat penting terutama apabila dilihat dari aspek biaya. Peralatan yang perlu pemeliharaan Sebelum sistem pemeliharaan terencana diterapkan. Untuk itu. Menjamin kesiapan operasional peralatan yang diperlukan terutama dalam keadaan darurat. pekerjaan dapat dimulai dengan suatu daftar inventaris yang lengkap untuk menjawab pertanyaan di atas. Menjamin peralatan selalu siap dengan optimal untuk mendukung kegiatan kerja. Walaupun disadari bahwa kadangkadang untuk jenis barang tertentu membeli dapat lebih murah apabila alat yang akan dirawat sudah sedemikian rusak. karena untuk membeli satu peralatan jauh lebih mahal apabila dibandingkan dengan memelihara sebagian dari peralatan tersebut. adanya unit cadangan. pemadam kebakaran dan penyelamat. Memperpanjang usia pakai peralatan. D. Sistem Pemeliharaan Rutin Untuk memenuhi prosedur pemeliharaan baku. Menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan tersebut. sehingga diharapkan akan diperoleh hasil yang optimal pula 3.

Selanjutnya dengan jenisnya. ruang gudang. pengelompokannya sehingga memudahkan dalam pencarian alat Apabila pemindahan sementara dan setelah selesai digunakan dapat dikembalikan pada tempat semula. Dengan panel alat tersebut petugas peminjaman alat lebih mudah mengontrolnya. Penyimpanan alat dan perkakas dapat dilakukan pada : panel alat. dan kit alat-alat. 2. Sebagai contoh : kelompok alat-alat tangan. Pada umumnya yang diletakkan pada panel alat adalah sekelompok alat sejenis tetapi yang berbeda ukurannya misal obeng atau tang dari berbagai ukuran. (1) Panel alat (tool panel) Banyak pekerja yang lebih senang menggunakan panel alat untuk menyimpan dan meletakkan alat-alat. Lokasi penyimpanan alat tiap peralatan terjadi harus jelas alat sesuai hendaknya dengan bersifat daftar inventaris peralatan tersebut dikelompokkan menjadi sejumlah kelompok yang sesuai Penempatan tersebut.menyusun system pemeliharaan yang baik. (2) Ruang gudang alat Kadang-kadang tidak cukup dinding untuk meletakkan panel alat tersebut. alat-alat ukur dan sebagainya. Disamping itu penggunaan panel alat juga tidak sesuai dengan sifat alat karena ada alat yang tidak baik untuk disimpan di 56 . ruang pusat penyimpanan. alat-alat khusus (Special service tool/SST). Daftar inventaris yang akurat dan rinci dari segi teknis akan sangat berguna untuk sistem pemeliharaan terencana. Panel alat dapat diatur letaknya menurut keseringan penggunaan yang disusun dalam rentangan warna yang kontras atau dalam warna-warna kombinasi yang serasi.

Kelemahannya ruang pusat tersebut tidak dapat dekat dengan semua jenis kegiatan yang memerlukan. dan 57 . Untuk memberikan informasi kepada bagian pemeliharaan. Pada setiap jadwal pemeliharaan dituliskan identifikasi alat dengan nomor sandi. peralatan khusus (apabila diperlukan). nomor pengganti. (3) Ruang pusat penyimpanan Cara lain untuk menyimpan alat dan perkakas adalah menggunakan ruang pusat penyimpanan alat dan perkakas. keterangan pengisian pelumas. mencakup : jadwal pemeliharaan peralatan. Ruangan tersebut dapat digunakan untuk menyimpan berbagai alat untuk keperluan semua jenis alat yang ada. berisi sejumlah alat yuang lengkap untuk suatu kegiatan perbaikan/servis. (4) Kit alat-alat Kit alat-alat didesain untuk pekerja secara individual. Prosedur pemeliharaannya Pemeliharaan preventif memerlukan suatu daftar seperti halnya pekerjaan rutin. nama alat. buku petunjuk pemeliharaan. Penyimpanan dengan cara ini lebih baik karena petugas peminjaman alat dapat dengan mudah mengadakan pengawasan. Untuk menyimpan alat yang mempunyai sifat demikian diperlukan almari kecil atau ruangan penyimpanan. maka tiap jadwal pemeliharaan dibuat pada kartu control atau formulir yang dapat memberi informasi dengan jelas. tingkat pengetahuan pekerja terhadap pekerjaan tersebut.udara terbuka. Kebaikan kit alat alat tersebut bahwa siapa saja yang membutuhkan dapat dipenuhi dengan segera tanpa harus memilih jenis-jenis alat yang diperlukan untuk saat itu. data hasil pengetesan. 3.

a) Perbaikan alat dibedakan antara perbaikan ringan yang dapat dikerjakan sendiri oleh pekerja dan perbaikan khusus yang harus dilakukan oleh ahlinya.000 jam. Informasi yang dicatat termasuk waktu pakai alat. 3 bulanan = 3 B.tanggal pemasangan pertama serta pengerjaan perawatan yang telah dilakukan. 6 bulanan = 6 B atau periodik waktu 120. Tanggal pekerjaan pemeliharaan dicatat pada papan kontrol yang diletakkan di ruang penaggung jawab dan pencatatan tanggal pekerjaan dilakukan pula pada lembar data peralatan. Peralatan yang diketahui rusak harus dipisahkan dan ditindaklanjuti. Selang waktu hari atau bulanan dicatat seperti : periodik 1 bulanan = 1 B.000 jam. Dari data yang dicatat tersebut dapat diproyeksikan dan diramalkan waktu pakai alat. Rambu-rambu Pemeliharaan Peralatan perbaikan. Rambu-rambu penyimpanan peralatan adalah sebagai berikut : 58 . dan kinerja peralatan. 5. Kebersihan mencakup persyaratan sifat kering dan tidak lembab. dan penyimpanan serta Pemeliharaan peralatan sangat erat kaitannya dengan masalah pengadministrasiannya. 5.000 jam. pemakaian. sehingga dapat direncanakan untuk menggantinya pada saat yang ditentukan. 4. atau 1. hari atau jam. b) Penyimpanan peralatan berorientasi pada prinsip kebersihan dan prinsip identifikasi. Waktu pemeliharaan Pemeliharaan rutin dilakukan secara periodic dengan selang waktu tertentu berdasarkan hitungan bulan. komponen yang diganti.

mingguan. c) Pemeliharaan dan pencegahan kerusakan dilakukan dengan pemeriksan secara rutin dengan penjadwalan yang pasti. (6) Peralatan yang berbentuk memanjang dan rapuh.) alat aneka guna disimpan di tempat khusus yang mudah dan cepat mendapatkannya. dalam mobilitas pemindahannya harus selalu dibawa dalam posisi tegak. Kimia. Dengan pemeriksaan yang rutin dan terus menerus. (3) Peralatan yang memerlukan perlindungan dengan lapisan cat atau pelumas perlu selalu diperiksa fungsi pelapisannya. (4) harus Peralatan yang mempersyaratkan kondisi kering selalu diperiksa tentang kelembaban tempat peyimpanannya. lembar dan kartu. atau kayu yang pipih dan relatif panjang disimpan dalam posisi terletak mendatar/tidur untuk menghindari pelengkungan tetap. dsb. perbaikan. Pengendalian pengelolaan dan pengadmistrasian memerlukan perangkat instrument yang berupa buku. d) Pengadministrasian peralatan dilakukan untuk mempermudah pengendalian dalam hal pemakaian/penggunaan. (5) Peralatan yang terbuat dari logam.(1) (2) Peralatan percobaan disimpan menurut jenisnya (alat Peralatan percobaan yang bersifat umum sebagai percobaan Fisika. maka setiap gejala kerusakan akan segera dapat dideteksi dan ditindaklanjuti. penyimpanan. meliputi : 59 . perawatan dan pengadaan peralatan baru. bulanan dan seterusnya. Dibedakan antara pemeriksaan harian. plastik.

warna kartu dibedakan untuk masingmasing Buku inventaris . jumlah dan. digunakan untuk mencatat setiap kejadian jenis peralatan sesuai dengan pengelompokkannya. E. dan pemeliharaan korektif. nama alat. ukuran. 11. Label dipasang di tempat penyimpanan alat. Label . 7. nama alat. Dalam manajemen sistem pemeliharaan. pemeliharaan prediktif. nama alat. 8. cara tersebut dikenal dengan pemeliharaan tak terencana atau darurat. kondisi yang terjadi dan yang berkaitan dengan kegiatan di tempat kerja. memuat nomor sandi. memuat kode alat. Pemeliharaan tak terencana adalah jenis pemeliharaan yang dilakukan secara tiba-tiba karena suatu alat atau peralatan akan segera digunakan. dan jumlah Buku harian . 10. Rangkuman 1) Secara garis besar pemeliharaan dapat dibedakan menjadi : pemeliharaan terencana dan pemeliharaan tak dua. Pemeliharaan tak terencana jelas akan mengganggu proses produksi dan biasanya 60 . yaitu terencana. Daftar peralatan .6. merek/tipe. alat 9. asal tahun. jumlah dan kondisi Format permintaan alat alat. Pemeliharaan terencana adalah porses pemeliharaan yang diatur dan diorganisasikan untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi terhadap peralatan di waktu yang akan datang. Kartu stok . memuat kode. Pemeliharaan terencana merupakan bagian dari sistem manajemen pemeliharaan yang terdiri atas pemeliharaan preventif. produsen.

Selanjutnya daftar inventaris peralatan tersebut dikelompokkan menjadi sejumlah kelompok yang sesuai dengan jenisnya. pekerjaan dapat dimulai dengan suatu daftar inventaris yang lengkap. d) Menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan tersebut. adanya unit cadangan. pemadam kebakaran dan penyelamat.biaya 2) yang dikeluarkan garis untuk perbaikan jauh lebih tujuan banyak pokok dibanding dengan pemeliharaan rutin. Secara besar terdapat empat pemeliharaan preventif yaitu: a) Memperpanjang usia pakai peralatan. b) Lokasi penyimpanan alat Penempatan tiap peralatan harus jelas sesuai dengan 61 . karena untuk membeli satu peralatan jauh lebih mahal apabila dibandingkan dengan memelihara sebagian dari peralatan tersebut. Sebagai contoh : kelompok alat-alat tangan. alat-alat khusus (Special service tool/SST). c) Menjamin kesiapan operasional peralatan yang diperlukan terutama dalam keadaan darurat. Hal tersebut sangat penting terutama apabila dilihat dari aspek biaya. sehingga diharapkan akan diperoleh hasil yang optimal pula. 3) Sistem pemeliharaan rutin meliputi : a) Peralatan yang perlu pemeliharaan Sebelum sistem pemeliharaan terencana diterapkan. b) Menjamin peralatan selalu siap dengan optimal untuk mendukung kegiatan kerja. alat-alat ukur dan sebagainya. Daftar inventaris yang akurat dan rinci dari segi teknis akan sangat berguna untuk sistem pemeliharaan terencana.

peralatan khusus (apabila diperlukan). 4) Rambu-rambu Pemeliharaan Peralatan Pemeliharaan pemakaian. Informasi yang dicatat termasuk waktu pakai alat. dan kinerja peralatan. 62 . Peralatan yang diketahui rusak harus dipisahkan dan ditindaklanjuti. hari atau jam. Apabila terjadi pemindahan alat hendaknya bersifat sementara dan setelah selesai digunakan dapat dikembalikan pada tempat semula. dan penyimpanan serta pengadministrasiannya. Tanggal pekerjaan pemeliharaan dicatat pada papan kontrol yang diletakkan di ruang penaggung jawab dan pencatatan tanggal pekerjaan dilakukan pula pada lembar data peralatan. tingkat pengetahuan pekerja terhadap pekerjaan tersebut. ruang gudang. a) Perbaikan alat dibedakan antara perbaikan ringan yang dapat dikerjakan sendiri oleh pekerja dan perbaikan khusus yang harus dilakukan oleh ahlinya. Penyimpanan alat dan perkakas dapat dilakukan pada : panel alat. d) Waktu pemeliharaan Pemeliharaan rutin dilakukan secara periodic dengan selang waktu tertentu berdasarkan hitungan bulan. komponen yang diganti. mencakup : jadwal pemeliharaan peralatan.pengelompokannya sehingga memudahkan dalam pencarian alat tersebut. c) Prosedur pemeliharaannya Pemeliharaan preventif memerlukan suatu daftar seperti halnya pekerjaan rutin. data hasil pengetesan. ruang pusat penyimpanan. buku petunjuk pemeliharaan. keterangan pengisian pelumas. peralatan sangat erat kaitannya dengan masalah perbaikan. dan kit alat-alat.

Kebersihan mencakup persyaratan sifat kering dan tidak lembab. perawatan dan pengadaan peralatan baru. lembar dan kartu. bulanan dan 63 . secara rutin dengan penjadwalan yang pasti. mingguan. penyimpanan.b) Penyimpanan peralatan berorientasi pada prinsip kebersihan dan prinsip identifikasi. Dibedakan antara pemeriksaan harian. d) Pengadministrasian peralatan dilakukan untuk mempermudah pengendalian dalam hal pemakaian/penggunaan. c) Pemeliharaan dan pencegahan kerusakan dilakukan dengan pemeriksan seterusnya. Pengendalian pengelolaan dan pengadmistrasian memerlukan perangkat instrument yang berupa buku. perbaikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful