P. 1
likuidasi AKL

likuidasi AKL

|Views: 1,182|Likes:
Published by Beeika ALive

More info:

Published by: Beeika ALive on Nov 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/15/2015

pdf

text

original

BAB 4 LIKUIDASI PENGERTIAN DAN PROSE LIKUIDASI 1.

Pengertian dan proses likuidasi Dalam bab 3 sudah dijelaskan pembububaran persekutuan yang disebabkan oleh perubahan keemilikan, akan terjadi jika ada sekutu baru yang masuk atau sekutu lama yang keluar. Di dalam pembubaran persekutuan karena perubahan pemilikan tersebut persektuan lama bubar dan persekutuan baru berdiri, akan tetapi perusahahan masih jalan. Terdapat beberapa pengertian tentang likuidasi diantaranya adalah sebagai berikut ini: Black’s Law Dictionary memberikan definisi likuidasi : “Liquidation is (1) the act of determining by agreement or by litigation the exact amount of something (as debt or damages) that before was not certain (2) The act of settling a debt by payment or other satisfaction (3) The act or process of converting asets into cash, to settle debts. Menurut Rachmadi Usman, Liquidation adalah pembubaran perusahaan diikuti dengan proses penjualan harta perusahaan, penagihan piutang, pelunasan utang, serta penyelesaian sisa harta atau utang antara para pemegang saham. Namun secara umum likuidasi didefinisikan sebagai proses penjualan aktiva non-kas dari persekutuan karena perusahaan persekutuan sudah tidak memungkinkan untuk melunasi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjangnya dan operasional perusahaan juga sudah tidak menguntungkan. Jadi perusahaan tetap berjalan hanya sekutu atau pemilikannya yang berubah yaitu:
a) Sekutu bertambah, hal ini terjadi dengan masuknya sekutu baru.

b) Sekutu berkurang, hal ini terjadi seubungan pengunduran sekutu.

Asumsi dasar: Solvensi vs Insolvensi. Persekutuan likuidasi akan terjadi pada persekutuan yang solven dan tidak solven (insolven). Persekutuan dianggap tidak solven apabila aktiva tercatat tidak memadai untuk

melunasi kewajiban persekutuan yang ada. Hal ini merupakan pendekatan entitas terhadap masalahinsolvensi. Dari segi hukum insolvensi persekutuan dilihat dari sisi agregat atau kumpulan yaitu persekutuan yang dinyatakan tidak solven jika harta masing-masing sekutu ditambah harta persekutuan tidak mencukupi untuk melunasi kewajiban persekutuan. Didalam likuidasi semua sekutu mengundurkan diri sehingga baik persekutuan maupun perusahaan bubar. Proses likuidasi terdiri atas 4 tahap yaitu: i. Menghitung dan membagi laba atau rugi persekutuan sampai saat likuidasi. Pembagian laba ini dilakukan sesuai dengan metode pembagian laba. Tahap ini hanya diperlukan apabila likuidasi tidak dilakukan pada awal atau akhir periode.
ii.

Menguangkan (menjual semua aktiva selain kas). Tahap yang kedua ini sering disebut dengan istilah realisasi. Apaabila nilai realisasi aktiva tersebut tidak sama (berbeda) dengan nilai bukunya, maka selisihnya dakui sebagai laba atau rugi realisasi. Laba atau rugi realisasi ini dibagikan pada para sekutu sesuai dengan rasio atau metode pembagian laba yang dipakai.

iii.

Melunasi utang kepada pihak ketiga. Setelah tersedia kas, maka kas tersebut pertam-tama dipakai untuk melunaasi utang. Menurut kitab undang-undang hukum dagang (KUHD) urutan pelunasan utang dalam hal likuidasi dalam pelunasan utang adalah: a. utang pada pihak ketiga (bukan sekutu) utang yang mempunyai hak prioritas untuk dilunasi terlebih dahulu adalah utang kepada pihak ketiga. Utang pada pihak ketiga ini pun mempunyai prioritas yang tidak sama.
b. Utang kepada sekutu.

Setelah semua utang utang kepada pihak ketiga dilunasi maka yang mempunyai prioritas berikutnya adalah utang kepada sekutu. Dalam praktek sering kali kepada sekutu ini dilakukan secara bersama-sama dengan pengembalian modal.hal ini dilakukan karena sesuai dengan sifat persekutuan, yaitu tanggung jawab tidak terbatas maka apabila kemudian terbukti bhawa

pembayaran utang kepada sekutu lebih diprioritaskan daripada pengembalian modal. Pembagian kas ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: a. Secara serentak atau sekaligus yaitu setelah realisasi selesai b. 2. Membagi sisa kas yang masih ada kepada para sekutu setelah semua utang pada pihak ketiga dilunasi. sisa kas yang ada akan dibagi kepada para sekutu sesuai dengan isi perjanjian persekutuan.modalnya tidak cukup untuk menanggung rugi sekutu yang bersangutan harus membayar dengan harta pribadi. setelah semua aktiva non kas berhasil direalisir dan semua utang pada pihak ketiga dilunasi. Secara bertahap sesuai dengan tersedianya kas tanpa menunggu selesainya realisasi. Oleh karena itu kas tersebut akan dibagikan kepada para sekutu sesuai dengan saldo modal bersih masing-masing sekutu diperhitungan . Mengingat tanggung jawab para sekutu adalah tidak terbatas dan untuk melindungi kepentingan sekutu yang lain. Setelah semua utang dilinasi maka semua kas yang tersedia tersebut selalu dibagi sama sengan jumlah modal bersih persekutuan. Secara hukum. Didalam likudasi sekaligus ini pembagian kas hanya dilakukan sekali saja. pada umunya pembayaran utang kepada sekutu dan pengembalian modal dilaksakan bersama. Kas yang dibagikan kepada para sekutu terdiri atas dua unsur yaitu pembayaran utang dan pengembalian modal kepada sekutu. iv. Penggolongan likuidasi Berdasarkan saat dan frekuensi pembagian atau distribusi kas dilaksanakan maka likuidasi dapat dilelompaokkan menjadi 2 yaitu: • • Likuidasi sederhana (simple liquidation) Likidasi berangsur (installment lliquidation)  Likudasi sekaligus atau sederhana Likuidasi sedarhana sering juga disebut dengan istilah likuidasi tunggal Likuidasi sekaligus atau likuidasi serentak.

B.000 . D membagi laba atau rugi dengan ratio 15:20:35:30. C. Apabila setelah rugi realisasi saldo modal semua sekutu adalah poositif maka semua sekutu akan menerima bagian kas.000. Pada awal tahun 1991 persekutuan tersebut sepakat untuk dilikuidasi. Kas yang tersedia tidak cukup untuk melunasi utang pada pihak ketiga. Contoh 1 Persekuuan ABCD dengan para sekutu A. Neraca persekutuan per 31 Desember 1990 sebagai berikut: Neraca persekutuan ABCD Persekutuan ABCD NERACA Per 31 Desember 1990 Aktiva kas 25. Semua sekutu modalnya bersaldo positif. yaitu: • • • • • Semua sektu modalnya bersaldo positif Ada sekutu yang modalnya bersaldo negtif Ada sekutu yang modalnya bersaldo negatif dan tidak dapat ditutup. Ada sekutu yang harus menyetor modal dalam keadaan tidak mampu.dengan laba atau rugi realisasi dan utang piutang kepada persekutuan. Dalam keadaan seperti ini masing-masing sekutu akan menerima bagian kas terbesar saldo modal bersih sekutu yang bersangkutan. Modal bersih masingmasing sekutu tersebut ada 5 kemungkinan.

000 70.000) 8.000 Pasiva Utang dagang Utang A Modal A Modal B Modal C Modal D Total Pasiva 90.000 32.000 ) (12.000) 25. 235.000.000 (275. persediaan.000.000.000 13.000 100.000 ) (6.000 90.000 300.000. Laporan likuidasinya dapat dilihat sebagai berikut: PERSEKUTUAN ABCD Laporan Likuidasi Daam ribuan rupiah Aktiva kterangan kas Akiva non kas Utang dagang utangA Modal A(15%) Pasiva Modal B (20%) Sblum realisasi Realisasi 235.000.000.Aktiva non-Kas Piutang dagang Persediaan Aktiva Tetap Total aktiva 90.000 75000 Moda C Modal (35%) (30%) D .000 70.000 Dalam likuidasi tersebut semua aktiva non kas (piutang dagang.00 .000 20.000 300.000. aktiva tetap) dapat terealisasi bersih sekitar Rp. Semua utang dilunasi dan sisa kas yang akan dibagikan kepada para sekutu.000.000 85.000.000 275.000 20.000.000 13.000.000 32.000.000 75.000.000) (14.

000 24.000 12.000 realisasi Pelunasan (90.000.000 6.000 14.000.000 56.00 85.000.000 100.000.000 ) - (56.000 14.000 ) - - - -- -- Saldo stlh 170.000 14.000.000.000 .000 13.000 kas Setelah slsai pmbgian kas - - - 13.000.000 56.000 - - (13.000) - - - - Jurnal yang dibuat oleh perusahaan sehubungan dengan likuidasi tersebut adalh:  Untuk mencatat realisasi aktiva non kas Kas Modal A Modal B Modal C Modal D 235.000 Piutang Persediaan Aktiva tetap Keterangan: Besarnya rugi realisasi adalah: Niaibku aktiva non kas yang terealisir: 90.000 24.000 ) (14.000 plunasan utang Pembgian 170.000 63.000.000 8.000 ) - (63.000 - (90.000 63.000 utang ) - 90.000 ) - (24.Saldo stlh 260.

000.000.000.000= 14.000.000.000.000= 12.000 100.000 B= 20% x 40.000 235.000 85.000.000.000 kas 170.000 D=30% x 40.000.000.000.000 24.000 Kas  90.000 _40.000 C=35% x 40.000.000 Mencatat pembagian kas: utangA modal A modal B modal C modal D 13.000.000.Piutang Persediaan Aktiva tetap Jumlah Nilai realisasi: Rugi realisasi: 90.000 Pembagian rugi realisasi: A= 15% x 40.000.000.000 63.000.000.000.000 + 275.000  Mencatat pelunasan piutang kpda pihk ketiga: Utang dagang 90.000.000.000 .000 14.000.000= 8.000 56.000= 6.

000) 90.000) (33.000 Saldo stlh realisasi Pelunasa n utang Saldo stlh plunasan utang Mnutup modal defist (1.Ada Sekutu yang Modalnya Bersaldo Negatif Akan Tetapi Dapat Ditutup dengan Utang kepada Sekutu yang Bersangkutan Kadang-kadang rugi realisasi demikian besarnya sehingga ada sekutu yang modalnya defissit.000 70.000 (90.000 (1.000 13.000) (49.000) 1.000 Utang dagang 90.000.000.000 Modal B Moda C Modal D (20%) 32. Apabila persekutuan mempunyai utang kepada sekutu yang bersangkutan (sekutu yang modalnya defisit mempunyai piutang kepada persekutuan) maka modal defisit tersebut akan ditutup (diperhitungkan ) dengan utang kepada sekutu Contoh 2 Dari data pada contoh 1 yaitu persekutuan ABCD ang membagi rgi laba dapat direalisasi sebesar 135.000 33.000 13.000) (1.000 275.000) (21.000) 25.000 13.000 (275.000) (28. laporan likuidasi nya sebagai berikut: PERSEKUTUAN ABCD Laporan Likuidasi ket kas Akiva non kas Sblum realisasi Realisasi 135.000 (35%) 70.000) 4.000) 160.000 (30%) 75000 dngan rasio 15:20:35:30 dengan neraca seperti pada tabel dilikuidasi dan seluru aktiva non kas hanya .000 21.000 (21.000) (42.000) (90.000 utangA Modal A(15%) 20.000) (4.

000.000.000 49.000 + 90.000.000.Saldo stelh dfisit dittup Pembgia n kas Setelah slse pmbgian kas 70.000) (33.000.000.000 100.000) - (4.000 21.000) -- - (12.000) - - - - - - - - Jurnal yang dibuat oleh perusahaan dalam rangka likuidasi adalah :  Untuk mecatat ralisasi dan mengakui rugi realisasi: Kas Modal A Modal B Modal C Modal D 135.000.000.000 -- 4.000 (70.000 100.000 21.000 28.000 Piutang dagang Persediaan Aktiva tetap keterangan: dalam realisasi tersebut terjadi rugi: piutang dagang persediaan aktiva tetap 90.000 33.000 42.000.000.000 .000 85.000) (21.000.000 - - 12.000 85.

000= 28.000  pembagian rugi realisasi: A= 15% x 140.000 C=35% x 140.000.000 21.000.000.000.000  Mencatat pembagian kas: Utang kepada A moal B modal C modal D 12.000.000 1.000.jumlah nilai realisasi rugi realisasi 275.000.000 kas 70.000.000 B= 20% x 140.000.000.000.000.000 Mentransfer utang kepada A ke Modal A Utang A Modal A 1000.000 D=30% x 140.000.000 135.000.000 33.000.000 4.000.000= 49.000.000  Untuk mencatat pelunasan piutang Utang dagang 90.000 Kas  90.000.000.000 .000 140.000= 21.000= 42.

000) (36.000) utang Saldo stlh 30.000 13.Ada sekutu yang modalnya bersaldo negatif akan tetapi tidak dapat di tutup dengan utang piutang.000 ) Saldo stlh 120.000) 25.000 realisasi Pelunasan (90.000 (275.000. Laporan likuidasi nya sebagai berikut: PERSEKUTUAN ABCD Laporan Likuidasi Ket kas Akiva non kas Sblum realisasi Realisasi 95.000 (90.000 90. Moda yang defisit tersebut harus ditutup dengan modal kepada sekutu yang bersangkutan apabila utang kepada sekutu tidak cukup untuk menutup defisit atau persektuan tidak mempunyai utang kepada sekutu yang modalnya defisit maka sekutu yang bersangkutan harus menutup dengan cara menyetorkna kas atau aktiva yang lain asal disetuji oleh sekutu yang lain. Seperti telah diuraikan dimuka bahwa apabila kerugian realisasi sangat besar dapat berakibat modal sekutu dapat defisit.000 13.000 21.000 Modal B Moda C Modal (20%) 32.000 (7.000) (4. Contoh 3 Dari data pada contoh 1 yaitu persekutuan ABCD ang membagi rugi laba dengan rasio 15:20:35:30 dengan neraca seperti pada tabel dilikuidasi dan seluru aktiva non kas hanya dapat direalisasi sebesar 95.000 (30%) 75.000 Utang dagang 90. Pembagian kas yang ada dapat menunggu setoran dari sekutu yang defisit dan dapat juga langsung dilakukan tergantung pada perjanjian persekutuan.000 ) (7.000 275.000) (4.000 (35%) 70.000 utangA Modal A(15%) 20.000) (54.000 D .000 ) 13. Penyetoran dapat saat langsung kepada sekutu yang lain dan dapat juga melaui persekutuan.000) (63. Apabila kas dibagi tanpa menunggu setoran kas maka saldo defisit tersebut untuk sementara ditanggung oleh sekutu yang lain.000 (27.000) 7.000 dan semua sekutu dalam keadaan mampu.000 ) (7.000) (21.

750 1.250) - - (5.000 -- - (5.000 36.500) - - - 750 - (4.250) (19.000 storn B Pmbagian (4.000) 1.750) (1.000 - - 6.000.plunasan utang penutupn defistA Saldo stelh dfisitA dittup Pembgian (30.000 21.000.000) 7.000) kas dari B Stlh pmbgian kas dri B jurnal yang dibuat oleh perusahaan dalam angka likuidasi adalah :  - - - (7.000 -- (4.750 1.000) kas Saldo setelah pmbgian kas Setoran kas dariB Saldo stlh 4.000.000.000 - - - - 4.000 63.000 - - - - 750 - - 1.000 .000 - - - 30.000) 7.000 27.500 4.500) - - - - - - - - Untuk mecatat ralisasi dan mengakui rugi realisasi: Kas modalA modal B modal C 95.500 - - (750) - - (1.

000 Kas  90.000.000 C=35% x 180.000= 27.000 keterangan: dalam realisasi tersebut terjadi rugi: - nilai buku aktiva non kas yang direalisir 90.000.000.000.modal D 54.000= 54.000.000.000.000.000 dengan utang A dengan jumlah sama: .000 piutang dagang persediaan aktva tetap jumlah - nilai realisasi rugi realisasi  pembagian rugi realisasi: A= 15% x 180.000.000.000 piutang dagang persediaan aktva tetap 90.000.000 D=30% x 180.000.000 100.000  Untuk mencatat pelunasan piutang Utang dagag 90.000.000.000.000 180.000 85.000 B= 20% x 180.000= 36.000 + 275.000 100.000.000.000.000 95.000.000 Menutup defisit A seesar 7.000.000.000 85.000= 63.

000 19.000 7.000 5.000.000.Utang A Modal A 7.000 modal B 4.000.000 1.250.000.000.500.500.000  Mencatat setoran kas dari B Kas 4.250.000 1.000 1.750.750.000 Modal B 4.500.000  mencatat pembagian kas dari B: Utang kepada A modal C modal D 750.000 kas 30.000 1.000 .000  Mencatat pembagian kas kepada para sekutu: Utang kepada A modal C modal D 5.000.000 apabila setoran kas B tersebut langsung pada sekutu yang lain.000.000 kas 4.maka akan dicatat: Utang kepada A modal C modal D 750.

000 13.000) 90.000 (7.000) (36.000) 7. contoh 4 Dari data contoh 3 akan tetapi sekutu B secara pribadi dalam keadaan tidak mampu dalam bidang ekonomi.000 13.750) (1.000) (90.000 6.000 (1.000) (54.000 275.000) (63.000 (275.Sekutu yang Harus Menyetor Modal Secara Pribadi dalam Keadaan Tidak Mampu Apabila sekutu yang saldonya defisit tersebut secara pribadi dalam keadaan tidak mampu maka kewajibanya akan ditanggung oleh sekutu yang lain yang mampu.000 30.000 utangA Modal A(15%) 20.000 Modal B Modal C Modal D (20%) 32.000 13.000 .000 21.000 120. Laporan likuidasinya sebagai berikut: ket kas Akiva non Utang kas Sblum realisasi Realisasi Saldo stlh realisasi Pelunasa n utang Saldo stlh plunasan utang penutupn defistA Saldo stelh dfisitA dittup Defisit yg -(750) 4.000 21.000 (7.000) (7.000) (4.000 (35%) 70.000 dagang 90.000) 95.000) 7.000 (30%) 75.000 -(4.500) 30.000) (7.000) (4.000 (27.000) 25.000 (90.000) 7.000) (21. masingmasing secara proporsional dengan rasio perbandingan rugi laba .

500 - 30.000 (30.250 (5.250 - 1.000 85.000.000 36.000 63.250) - - 5.000 100.000.000.000.000 27.000. jumlah modal secara .000.000 - - - 6.000 750 (750) 750 - 5.000.000 54. Daam keadaan demikian.000 piutang dagang persediaan aktiva tetap 90.000.ditanggu ng A C D Saldo Pnutupn dfisit A dg utang Saldo Pmbagia n kas Stlh pmbgian kas dri B jurnal yang dibuat oleh perusahaan dalam rangka likuidasi adalah :  30.500) - - - - - - - - Untuk mencatat realisasi dan mengaki rugi realisasi: Kas modalA modal B modal C modal D 95.000 Kas yang Ada Tidak Cukup untuk Melunasi Utang Pihak Ketiga Kadang-kadang hasil realisasi pihak ketiga sangat kecil sehingga untuk melunasi hutang kepada pihak ketiga saja tidak cukup.250) 19.500 (19.000) - - 5.250 (5.

Progam Pembagian kas Membuat perhitungan pembagian kas setiap saat akan dilakuakn pembagian kas adalah tidak praktis.keseluruhan sudah pasti negatif. tanpa menunggu selesainya realisasi. Dalam cara yang kedua ini rencana pmbagian kas cukup dibuat sekali saja yaitu sebelum pembagian kas. Ketidakpraktisan cara pertama tersebut dimuka dapat diatasi dengan membuat program (rencana) pembagian kas. Oleh karena itu pembagian kas akan dilakukan setiap saat tersedia kas. Untuk menentukan besarnya bagian kas masingmasing sekutu dapat dihitung dengan2 cara yaitu: o Membuat perhitungan pembagian o Membuat program pembagian Perhitungan pembagian kas Prosedur perhitungan pembagian kas adaah: a) b) Menghitung saldo modal bersih masing-masing sekutu.  Likuidasi berangsur Seringkali proses realisasi memerlukan waktu yang cukup lama. Prosedur penyusunan rencana (program) pembagian kas adalah sbb: . Besarnya bagian kas dengan cara yang kedua ini tidak berbeda dengan cara yang pertama. Setelah semua utang pada pihak ketiga selesai berarti sisa kas yang ada adalah hak sekutu. e) Membagi modal bersih sekutu yang defisit. Menghitung rugi potensial Membagi rugi potensial d) Menghitung saldo modal bersih masing-masing sekutu seteah diperhitungkan dengan c) rugi potensial. Dalam keadaan seperti ini sebaiknya pembagian kas tidak usah menunggu selesainya relisasi. Walaupun demkian ada kemungkinan ada sekutu tertentu yang modalnya positif.

c) Menyusun urutan rangking kemampuan masing-masing sekutu didalam mengnggng rugi dan menghitung selisih antar rangking tersebut. BAB III KESIMPULAN . maka pembagiannya dapat dilakukan sesuai dengan program trsebut. Besarnya rugi maksimal persekutuan yang masih dapat ditanggung oleh masngmasing sekutu adalah sama dengan : saldo modal bersih (hasil langkah 1) dibagi dengan rasio pembagian laba sekutu.a) Menghitung saldo modal bersih masing-masing sekutu. Hasil pembagian kas dengan membuat program pembagian kas ini akan sama dengan hasil pembagian kas dengan cara membuat perhitungan setiap saat akan dilakukan pembagian kas. d) Menyusun urutan prioritas pembagian kas dan besarna bagian kas untuk masing- masing sekutu. Setelah selesai menyusun program distribusi kas ini maka setiap tersedia kas yang siap dibagi. b) Menghitung kemampuan masing-masing sekutu untuk menanggung rugi persekutuan.

Untuk menentukan besarnya bagian kas masing-masing sekutu dapat dihitung dengan 2 cara yaitu: o Membuat perhitungan pembagian .Liquidation is (1) the act of determining by agreement or by litigation the exact amount of something (as debt or damages) that before was not certain (2) The act of settling a debt by payment or other satisfaction (3) The act or process of converting asets into cash. Melunasi utang kepada pihak ketiga. Tahp yang kedua ini sering disebut dengan istilah realisasi. Ada sekutu yang harus menyetor modal dalam keadaan tidak mampu. 3. yaitu: • • • • • Semua sektu modalnya bersaldo positif Ada sekutu yang modalnya bersaldo negtif Ada sekutu yang modalnya bersaldo negatif dan tidak dapat ditutup. Pembagian laba ini dilakukan sesuai dengan metode pembagian laba. Kas yang tersedia tidak cukup untuk melunasi utang pada pihak ketiga. Menguangkan (menjual semua aktiva selain kas). Menurut kitab undang-undang hukum dagang (KUHD) urutan pelunasan utang dalam hal likuidasi dalam pelunasan utang adalah:   utang pada pihak ketiga (bukan sekutu) Utang kepada sekutu. 4. Membagi sisa kas yang masih ada kepada para sekutu setelah semua utang pada pihak ketiga dilunasi. Menghitung dan membagi laba atau rugi persekutuan sampai saat likuidasi. Proses likuidasi terdiri atas 4 tahap yaitu: 1. to settle debts. sisa kas yang ada akan dibagi kepada para sekutu sesuai dengan isi perjanjian persekutuan. 2.. Modal bersih masing-masing sekutu tersebut ada 5 kemungkinan.

Garner (ed. Akuntansi Keuangan Lanjutan Bagian I. hlm. Gramedia Pustaka Utama. 1999. 2004. Aspek-Aspek Hukum Perbankan di Indonesia. Jakarta. Fransisca PoPeraturan Pemerintahy Melati. Yogyakarta : BPFEYogyakarta.) Black’s Law Dictionary Seventh Edition. Likuidasi Bank dan Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Penyimpan Dana. 2001. West Publishing Co.o Membuat program pembagian BAB IV DAFTAR PUSTAKA L. Jakarta. 2009. Tesis Magister Kenotariatan Universitas Indonesia. St. Msc. hlm.. Paul Minn. 942. Bryan A. Rachmadi Usman. suparwoto. . hlm. 35-36. 197.

Ukuran likuiditas perusahaan yang lebih menggambarkan tingkat likuiditas perusahaan ditunjukkan dengan rasio kas (kas terhadap kewajiban lancar). Quick Ratio: adalah membandingkan antara (total aktiva lancar – inventory) dengan kewajiban lancar. proses ikuidasi dan macam-macam likuidasi tersebut beserta contohnya.BAB I PENDAHULUAN Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pengertian lain adalah kemampuan seseorang atau perusahaan untuk memenuhi kewajiban atau utang yang segera harus dibayar dengan harta lancarnya Menurut PP 25 tahun 1999 pasal 1 Likuiditas diukur dengan rasio aktiva lancar dibagi dengan kewajiban lancar. Untuki tu dalam bab ini kita akan membahas lebih lanjut tentang likuidasi. Jika masih ada sisa kas selanjutnya akan dibagikan kepada para sekut. seluruh aktiva yang ada harus dijual untuk membayar semua kewajiban perusahaan. Dengan bubarnya perusahaan tersebut akan diperhitungkan berapa jumlah utang piutang yang dimiliki dan apabila mempunyai utang kepada pihak ketiga. Perusahaan yang memiliki likuiditas sehat paling tidak memiliki rasio lancar sebesar 100%. . Rasio likuiditas antara lain terdiri dari: Current Ratio : adalah membandingkan antara total aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Jika suatu perusahaan sudah tidak dapat menghasilkan laba dan cenderung merugi maka para sekutu dalam perusahaan tersebut dapat membubarkan perusahaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->