BAB 4 LIKUIDASI PENGERTIAN DAN PROSE LIKUIDASI 1.

Pengertian dan proses likuidasi Dalam bab 3 sudah dijelaskan pembububaran persekutuan yang disebabkan oleh perubahan keemilikan, akan terjadi jika ada sekutu baru yang masuk atau sekutu lama yang keluar. Di dalam pembubaran persekutuan karena perubahan pemilikan tersebut persektuan lama bubar dan persekutuan baru berdiri, akan tetapi perusahahan masih jalan. Terdapat beberapa pengertian tentang likuidasi diantaranya adalah sebagai berikut ini: Black’s Law Dictionary memberikan definisi likuidasi : “Liquidation is (1) the act of determining by agreement or by litigation the exact amount of something (as debt or damages) that before was not certain (2) The act of settling a debt by payment or other satisfaction (3) The act or process of converting asets into cash, to settle debts. Menurut Rachmadi Usman, Liquidation adalah pembubaran perusahaan diikuti dengan proses penjualan harta perusahaan, penagihan piutang, pelunasan utang, serta penyelesaian sisa harta atau utang antara para pemegang saham. Namun secara umum likuidasi didefinisikan sebagai proses penjualan aktiva non-kas dari persekutuan karena perusahaan persekutuan sudah tidak memungkinkan untuk melunasi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjangnya dan operasional perusahaan juga sudah tidak menguntungkan. Jadi perusahaan tetap berjalan hanya sekutu atau pemilikannya yang berubah yaitu:
a) Sekutu bertambah, hal ini terjadi dengan masuknya sekutu baru.

b) Sekutu berkurang, hal ini terjadi seubungan pengunduran sekutu.

Asumsi dasar: Solvensi vs Insolvensi. Persekutuan likuidasi akan terjadi pada persekutuan yang solven dan tidak solven (insolven). Persekutuan dianggap tidak solven apabila aktiva tercatat tidak memadai untuk

melunasi kewajiban persekutuan yang ada. Hal ini merupakan pendekatan entitas terhadap masalahinsolvensi. Dari segi hukum insolvensi persekutuan dilihat dari sisi agregat atau kumpulan yaitu persekutuan yang dinyatakan tidak solven jika harta masing-masing sekutu ditambah harta persekutuan tidak mencukupi untuk melunasi kewajiban persekutuan. Didalam likuidasi semua sekutu mengundurkan diri sehingga baik persekutuan maupun perusahaan bubar. Proses likuidasi terdiri atas 4 tahap yaitu: i. Menghitung dan membagi laba atau rugi persekutuan sampai saat likuidasi. Pembagian laba ini dilakukan sesuai dengan metode pembagian laba. Tahap ini hanya diperlukan apabila likuidasi tidak dilakukan pada awal atau akhir periode.
ii.

Menguangkan (menjual semua aktiva selain kas). Tahap yang kedua ini sering disebut dengan istilah realisasi. Apaabila nilai realisasi aktiva tersebut tidak sama (berbeda) dengan nilai bukunya, maka selisihnya dakui sebagai laba atau rugi realisasi. Laba atau rugi realisasi ini dibagikan pada para sekutu sesuai dengan rasio atau metode pembagian laba yang dipakai.

iii.

Melunasi utang kepada pihak ketiga. Setelah tersedia kas, maka kas tersebut pertam-tama dipakai untuk melunaasi utang. Menurut kitab undang-undang hukum dagang (KUHD) urutan pelunasan utang dalam hal likuidasi dalam pelunasan utang adalah: a. utang pada pihak ketiga (bukan sekutu) utang yang mempunyai hak prioritas untuk dilunasi terlebih dahulu adalah utang kepada pihak ketiga. Utang pada pihak ketiga ini pun mempunyai prioritas yang tidak sama.
b. Utang kepada sekutu.

Setelah semua utang utang kepada pihak ketiga dilunasi maka yang mempunyai prioritas berikutnya adalah utang kepada sekutu. Dalam praktek sering kali kepada sekutu ini dilakukan secara bersama-sama dengan pengembalian modal.hal ini dilakukan karena sesuai dengan sifat persekutuan, yaitu tanggung jawab tidak terbatas maka apabila kemudian terbukti bhawa

Secara bertahap sesuai dengan tersedianya kas tanpa menunggu selesainya realisasi. Kas yang dibagikan kepada para sekutu terdiri atas dua unsur yaitu pembayaran utang dan pengembalian modal kepada sekutu. Setelah semua utang dilinasi maka semua kas yang tersedia tersebut selalu dibagi sama sengan jumlah modal bersih persekutuan. Membagi sisa kas yang masih ada kepada para sekutu setelah semua utang pada pihak ketiga dilunasi. pembayaran utang kepada sekutu lebih diprioritaskan daripada pengembalian modal. Penggolongan likuidasi Berdasarkan saat dan frekuensi pembagian atau distribusi kas dilaksanakan maka likuidasi dapat dilelompaokkan menjadi 2 yaitu: • • Likuidasi sederhana (simple liquidation) Likidasi berangsur (installment lliquidation)  Likudasi sekaligus atau sederhana Likuidasi sedarhana sering juga disebut dengan istilah likuidasi tunggal Likuidasi sekaligus atau likuidasi serentak. Oleh karena itu kas tersebut akan dibagikan kepada para sekutu sesuai dengan saldo modal bersih masing-masing sekutu diperhitungan . Mengingat tanggung jawab para sekutu adalah tidak terbatas dan untuk melindungi kepentingan sekutu yang lain. pada umunya pembayaran utang kepada sekutu dan pengembalian modal dilaksakan bersama. Secara serentak atau sekaligus yaitu setelah realisasi selesai b.modalnya tidak cukup untuk menanggung rugi sekutu yang bersangutan harus membayar dengan harta pribadi. setelah semua aktiva non kas berhasil direalisir dan semua utang pada pihak ketiga dilunasi. Pembagian kas ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: a. Didalam likudasi sekaligus ini pembagian kas hanya dilakukan sekali saja. 2. iv. sisa kas yang ada akan dibagi kepada para sekutu sesuai dengan isi perjanjian persekutuan. Secara hukum.

Ada sekutu yang harus menyetor modal dalam keadaan tidak mampu. Kas yang tersedia tidak cukup untuk melunasi utang pada pihak ketiga. B. D membagi laba atau rugi dengan ratio 15:20:35:30. Semua sekutu modalnya bersaldo positif. Contoh 1 Persekuuan ABCD dengan para sekutu A. Dalam keadaan seperti ini masing-masing sekutu akan menerima bagian kas terbesar saldo modal bersih sekutu yang bersangkutan. Neraca persekutuan per 31 Desember 1990 sebagai berikut: Neraca persekutuan ABCD Persekutuan ABCD NERACA Per 31 Desember 1990 Aktiva kas 25. C.000 .000. yaitu: • • • • • Semua sektu modalnya bersaldo positif Ada sekutu yang modalnya bersaldo negtif Ada sekutu yang modalnya bersaldo negatif dan tidak dapat ditutup. Modal bersih masingmasing sekutu tersebut ada 5 kemungkinan. Pada awal tahun 1991 persekutuan tersebut sepakat untuk dilikuidasi. Apabila setelah rugi realisasi saldo modal semua sekutu adalah poositif maka semua sekutu akan menerima bagian kas.dengan laba atau rugi realisasi dan utang piutang kepada persekutuan.

000.000 (275.000 85.000.00 . Laporan likuidasinya dapat dilihat sebagai berikut: PERSEKUTUAN ABCD Laporan Likuidasi Daam ribuan rupiah Aktiva kterangan kas Akiva non kas Utang dagang utangA Modal A(15%) Pasiva Modal B (20%) Sblum realisasi Realisasi 235.000 13. 235.000 13.000 70.000 ) (6.000.000 Pasiva Utang dagang Utang A Modal A Modal B Modal C Modal D Total Pasiva 90. Semua utang dilunasi dan sisa kas yang akan dibagikan kepada para sekutu.000.000 90.000 75.000) 25.000 ) (12.000 20.000) 8.000.000 75000 Moda C Modal (35%) (30%) D .000.000 300.000 32.000 20. persediaan.000 100.Aktiva non-Kas Piutang dagang Persediaan Aktiva Tetap Total aktiva 90.000.000. aktiva tetap) dapat terealisasi bersih sekitar Rp.000.000 70.000.000 Dalam likuidasi tersebut semua aktiva non kas (piutang dagang.000.000 275.000 300.000.000) (14.000 32.000.

000 12.000.000 plunasan utang Pembgian 170.000.000 8.000 ) - (63.000) - - - - Jurnal yang dibuat oleh perusahaan sehubungan dengan likuidasi tersebut adalh:  Untuk mencatat realisasi aktiva non kas Kas Modal A Modal B Modal C Modal D 235.000 63.000 realisasi Pelunasan (90.000 63.000 56.000 100.000.000 - - (13.000.000 24.000 kas Setelah slsai pmbgian kas - - - 13.000 .000 13.000 ) - - - -- -- Saldo stlh 170.000 14.000 Piutang Persediaan Aktiva tetap Keterangan: Besarnya rugi realisasi adalah: Niaibku aktiva non kas yang terealisir: 90.000.000.000 ) - (24.000 ) - (56.000 24.000.000.000 56.000 - (90.000 14.000 ) (14.000 utang ) - 90.Saldo stlh 260.000 6.000 14.00 85.

000.000.000.000 63.000.000 Kas  90.000.000 100.000 Mencatat pembagian kas: utangA modal A modal B modal C modal D 13.000 56.000.000.000  Mencatat pelunasan piutang kpda pihk ketiga: Utang dagang 90.000.000 14.000.000.000= 8.000 Pembagian rugi realisasi: A= 15% x 40.000 235.000.000.000 _40.000.000.000.000 B= 20% x 40.000= 14.000.000 D=30% x 40.000.000 kas 170.000 85.000 + 275.000 .000.Piutang Persediaan Aktiva tetap Jumlah Nilai realisasi: Rugi realisasi: 90.000 C=35% x 40.000.000.000.000.000= 6.000 24.000= 12.

000) 160.000) 90.000) 1.000 275.000) (28.000 21.000.000.000 Saldo stlh realisasi Pelunasa n utang Saldo stlh plunasan utang Mnutup modal defist (1.000 (1.000) (21.000 (30%) 75000 dngan rasio 15:20:35:30 dengan neraca seperti pada tabel dilikuidasi dan seluru aktiva non kas hanya .Ada Sekutu yang Modalnya Bersaldo Negatif Akan Tetapi Dapat Ditutup dengan Utang kepada Sekutu yang Bersangkutan Kadang-kadang rugi realisasi demikian besarnya sehingga ada sekutu yang modalnya defissit. laporan likuidasi nya sebagai berikut: PERSEKUTUAN ABCD Laporan Likuidasi ket kas Akiva non kas Sblum realisasi Realisasi 135.000) (42.000) (90.000 70.000 Utang dagang 90.000 Modal B Moda C Modal D (20%) 32.000) 25.000) (49.000) 4.000 13.000 (35%) 70.000 utangA Modal A(15%) 20.000) (1.000 13.000 (90.000 33.000 13.000 (21.000) (4.000) (33. Apabila persekutuan mempunyai utang kepada sekutu yang bersangkutan (sekutu yang modalnya defisit mempunyai piutang kepada persekutuan) maka modal defisit tersebut akan ditutup (diperhitungkan ) dengan utang kepada sekutu Contoh 2 Dari data pada contoh 1 yaitu persekutuan ABCD ang membagi rgi laba dapat direalisasi sebesar 135.000 (275.

000.000.000 (70.000 28.000 21.000 85.000.000) - (4.000 -- 4.000.000.000 33.000.000 .000) - - - - - - - - Jurnal yang dibuat oleh perusahaan dalam rangka likuidasi adalah :  Untuk mecatat ralisasi dan mengakui rugi realisasi: Kas Modal A Modal B Modal C Modal D 135.000 - - 12.000.000) (33.000.000) -- - (12.000 Piutang dagang Persediaan Aktiva tetap keterangan: dalam realisasi tersebut terjadi rugi: piutang dagang persediaan aktiva tetap 90.000) (21.000 100.000 + 90.000.000 42.000 100.Saldo stelh dfisit dittup Pembgia n kas Setelah slse pmbgian kas 70.000 49.000.000 85.000 21.000.

000.000 kas 70.000.000 21.000.000  pembagian rugi realisasi: A= 15% x 140.000= 21.000 .000= 49.000= 28.000 Mentransfer utang kepada A ke Modal A Utang A Modal A 1000.000.000.000= 42.jumlah nilai realisasi rugi realisasi 275.000.000 140.000 1.000.000.000.000.000.000 C=35% x 140.000  Untuk mencatat pelunasan piutang Utang dagang 90.000 4.000 D=30% x 140.000.000.000.000 33.000  Mencatat pembagian kas: Utang kepada A moal B modal C modal D 12.000.000 Kas  90.000.000 B= 20% x 140.000.000 135.000.000.

000 13.000 D .000 (35%) 70.000 (27.000 ) 13.Ada sekutu yang modalnya bersaldo negatif akan tetapi tidak dapat di tutup dengan utang piutang.000 ) Saldo stlh 120. Moda yang defisit tersebut harus ditutup dengan modal kepada sekutu yang bersangkutan apabila utang kepada sekutu tidak cukup untuk menutup defisit atau persektuan tidak mempunyai utang kepada sekutu yang modalnya defisit maka sekutu yang bersangkutan harus menutup dengan cara menyetorkna kas atau aktiva yang lain asal disetuji oleh sekutu yang lain. Contoh 3 Dari data pada contoh 1 yaitu persekutuan ABCD ang membagi rugi laba dengan rasio 15:20:35:30 dengan neraca seperti pada tabel dilikuidasi dan seluru aktiva non kas hanya dapat direalisasi sebesar 95.000 13.000) (54.000) (21.000 ) (7.000) (36.000 utangA Modal A(15%) 20.000 ) (7.000) 7.000) 25. Pembagian kas yang ada dapat menunggu setoran dari sekutu yang defisit dan dapat juga langsung dilakukan tergantung pada perjanjian persekutuan.000) (4.000 275.000) (63.000 (7.000 (275.000 realisasi Pelunasan (90.000.000) (4. Laporan likuidasi nya sebagai berikut: PERSEKUTUAN ABCD Laporan Likuidasi Ket kas Akiva non kas Sblum realisasi Realisasi 95.000 90.000 Modal B Moda C Modal (20%) 32.000 (90. Seperti telah diuraikan dimuka bahwa apabila kerugian realisasi sangat besar dapat berakibat modal sekutu dapat defisit.000 21.000) utang Saldo stlh 30.000 dan semua sekutu dalam keadaan mampu.000 Utang dagang 90.000 (30%) 75. Apabila kas dibagi tanpa menunggu setoran kas maka saldo defisit tersebut untuk sementara ditanggung oleh sekutu yang lain. Penyetoran dapat saat langsung kepada sekutu yang lain dan dapat juga melaui persekutuan.

000.250) - - (5.000 27.000 63.000 - - - - 750 - - 1.000 - - 6.000.000 storn B Pmbagian (4.000) kas dari B Stlh pmbgian kas dri B jurnal yang dibuat oleh perusahaan dalam angka likuidasi adalah :  - - - (7.000) 7.250) (19.750) (1.500) - - - 750 - (4.750 1.000 36.000) kas Saldo setelah pmbgian kas Setoran kas dariB Saldo stlh 4.000 21.000 -- (4.000.000) 7.000 - - - 30.000 - - - - 4.000.000 -- - (5.plunasan utang penutupn defistA Saldo stelh dfisitA dittup Pembgian (30.500) - - - - - - - - Untuk mecatat ralisasi dan mengakui rugi realisasi: Kas modalA modal B modal C 95.500 4.000) 1.500 - - (750) - - (1.000 .750 1.

000 Menutup defisit A seesar 7.000  Untuk mencatat pelunasan piutang Utang dagag 90.000 + 275.000 keterangan: dalam realisasi tersebut terjadi rugi: - nilai buku aktiva non kas yang direalisir 90.000.000.000.000 dengan utang A dengan jumlah sama: .000.000 95.000.000 C=35% x 180.modal D 54.000.000= 36.000 B= 20% x 180.000.000= 27.000.000= 63.000 100.000 piutang dagang persediaan aktva tetap jumlah - nilai realisasi rugi realisasi  pembagian rugi realisasi: A= 15% x 180.000.000.000.000.000.000 85.000 piutang dagang persediaan aktva tetap 90.000.000 180.000 Kas  90.000.000.000.000 D=30% x 180.000.000 100.000.000= 54.000 85.000.000.

500.750.000 1.000.500.000 modal B 4.000 Modal B 4.000.000 1.000 7.000.000  mencatat pembagian kas dari B: Utang kepada A modal C modal D 750.000 kas 30.000 1.000  Mencatat setoran kas dari B Kas 4.500.Utang A Modal A 7.250.000.000.000.maka akan dicatat: Utang kepada A modal C modal D 750.250.000 19.000 1.000 .000.750.000 5.000 kas 4.000  Mencatat pembagian kas kepada para sekutu: Utang kepada A modal C modal D 5.000 apabila setoran kas B tersebut langsung pada sekutu yang lain.

000) (7.000) 25.000 30.Sekutu yang Harus Menyetor Modal Secara Pribadi dalam Keadaan Tidak Mampu Apabila sekutu yang saldonya defisit tersebut secara pribadi dalam keadaan tidak mampu maka kewajibanya akan ditanggung oleh sekutu yang lain yang mampu.000 (1.000) (63.750) (1. contoh 4 Dari data contoh 3 akan tetapi sekutu B secara pribadi dalam keadaan tidak mampu dalam bidang ekonomi.000) (4.000 13.000 120.000 21.000 Modal B Modal C Modal D (20%) 32.000) 95.000 dagang 90.000 (35%) 70.000) 7.000) 7.500) 30.000 275.000 (275.000) (36.000 (27.000) (7.000 13.000) (21.000 -(4.000 6. Laporan likuidasinya sebagai berikut: ket kas Akiva non Utang kas Sblum realisasi Realisasi Saldo stlh realisasi Pelunasa n utang Saldo stlh plunasan utang penutupn defistA Saldo stelh dfisitA dittup Defisit yg -(750) 4.000 .000 (90.000 (30%) 75.000) 90.000) (54.000 (7. masingmasing secara proporsional dengan rasio perbandingan rugi laba .000 13.000 (7.000 utangA Modal A(15%) 20.000) (90.000) (4.000) 7.000 21.

000 100.500 (19.250 (5.000.250) - - 5.500 - 30.000.000.000.000 piutang dagang persediaan aktiva tetap 90.250 - 1.000 27.000 Kas yang Ada Tidak Cukup untuk Melunasi Utang Pihak Ketiga Kadang-kadang hasil realisasi pihak ketiga sangat kecil sehingga untuk melunasi hutang kepada pihak ketiga saja tidak cukup.000 (30.ditanggu ng A C D Saldo Pnutupn dfisit A dg utang Saldo Pmbagia n kas Stlh pmbgian kas dri B jurnal yang dibuat oleh perusahaan dalam rangka likuidasi adalah :  30.000.250) 19.000.000 85.000) - - 5.000 - - - 6.000 63.000 750 (750) 750 - 5.000 36.000.000 54.000. jumlah modal secara .500) - - - - - - - - Untuk mencatat realisasi dan mengaki rugi realisasi: Kas modalA modal B modal C modal D 95. Daam keadaan demikian.250 (5.

Menghitung rugi potensial Membagi rugi potensial d) Menghitung saldo modal bersih masing-masing sekutu seteah diperhitungkan dengan c) rugi potensial. Ketidakpraktisan cara pertama tersebut dimuka dapat diatasi dengan membuat program (rencana) pembagian kas. Setelah semua utang pada pihak ketiga selesai berarti sisa kas yang ada adalah hak sekutu. Walaupun demkian ada kemungkinan ada sekutu tertentu yang modalnya positif. Progam Pembagian kas Membuat perhitungan pembagian kas setiap saat akan dilakuakn pembagian kas adalah tidak praktis. Dalam keadaan seperti ini sebaiknya pembagian kas tidak usah menunggu selesainya relisasi. Prosedur penyusunan rencana (program) pembagian kas adalah sbb: . Besarnya bagian kas dengan cara yang kedua ini tidak berbeda dengan cara yang pertama.  Likuidasi berangsur Seringkali proses realisasi memerlukan waktu yang cukup lama. Untuk menentukan besarnya bagian kas masingmasing sekutu dapat dihitung dengan2 cara yaitu: o Membuat perhitungan pembagian o Membuat program pembagian Perhitungan pembagian kas Prosedur perhitungan pembagian kas adaah: a) b) Menghitung saldo modal bersih masing-masing sekutu. e) Membagi modal bersih sekutu yang defisit. Dalam cara yang kedua ini rencana pmbagian kas cukup dibuat sekali saja yaitu sebelum pembagian kas. tanpa menunggu selesainya realisasi. Oleh karena itu pembagian kas akan dilakukan setiap saat tersedia kas.keseluruhan sudah pasti negatif.

Hasil pembagian kas dengan membuat program pembagian kas ini akan sama dengan hasil pembagian kas dengan cara membuat perhitungan setiap saat akan dilakukan pembagian kas. Besarnya rugi maksimal persekutuan yang masih dapat ditanggung oleh masngmasing sekutu adalah sama dengan : saldo modal bersih (hasil langkah 1) dibagi dengan rasio pembagian laba sekutu. d) Menyusun urutan prioritas pembagian kas dan besarna bagian kas untuk masing- masing sekutu. b) Menghitung kemampuan masing-masing sekutu untuk menanggung rugi persekutuan. maka pembagiannya dapat dilakukan sesuai dengan program trsebut. BAB III KESIMPULAN . c) Menyusun urutan rangking kemampuan masing-masing sekutu didalam mengnggng rugi dan menghitung selisih antar rangking tersebut. Setelah selesai menyusun program distribusi kas ini maka setiap tersedia kas yang siap dibagi.a) Menghitung saldo modal bersih masing-masing sekutu.

. to settle debts. Menguangkan (menjual semua aktiva selain kas). Pembagian laba ini dilakukan sesuai dengan metode pembagian laba. Modal bersih masing-masing sekutu tersebut ada 5 kemungkinan. yaitu: • • • • • Semua sektu modalnya bersaldo positif Ada sekutu yang modalnya bersaldo negtif Ada sekutu yang modalnya bersaldo negatif dan tidak dapat ditutup. sisa kas yang ada akan dibagi kepada para sekutu sesuai dengan isi perjanjian persekutuan. Proses likuidasi terdiri atas 4 tahap yaitu: 1. 4. Tahp yang kedua ini sering disebut dengan istilah realisasi. 2.Liquidation is (1) the act of determining by agreement or by litigation the exact amount of something (as debt or damages) that before was not certain (2) The act of settling a debt by payment or other satisfaction (3) The act or process of converting asets into cash. Membagi sisa kas yang masih ada kepada para sekutu setelah semua utang pada pihak ketiga dilunasi. Menurut kitab undang-undang hukum dagang (KUHD) urutan pelunasan utang dalam hal likuidasi dalam pelunasan utang adalah:   utang pada pihak ketiga (bukan sekutu) Utang kepada sekutu. Menghitung dan membagi laba atau rugi persekutuan sampai saat likuidasi. Kas yang tersedia tidak cukup untuk melunasi utang pada pihak ketiga. Untuk menentukan besarnya bagian kas masing-masing sekutu dapat dihitung dengan 2 cara yaitu: o Membuat perhitungan pembagian . Ada sekutu yang harus menyetor modal dalam keadaan tidak mampu. 3. Melunasi utang kepada pihak ketiga.

Jakarta. hlm. 2001. 197. Tesis Magister Kenotariatan Universitas Indonesia. Paul Minn. Akuntansi Keuangan Lanjutan Bagian I. St. Jakarta. 2009. Gramedia Pustaka Utama.. Aspek-Aspek Hukum Perbankan di Indonesia.) Black’s Law Dictionary Seventh Edition. West Publishing Co. Bryan A. 1999. Yogyakarta : BPFEYogyakarta. 942. Rachmadi Usman. 35-36. 2004. suparwoto. hlm. hlm. Msc. Fransisca PoPeraturan Pemerintahy Melati. Likuidasi Bank dan Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Penyimpan Dana.o Membuat program pembagian BAB IV DAFTAR PUSTAKA L. Garner (ed. .

Dengan bubarnya perusahaan tersebut akan diperhitungkan berapa jumlah utang piutang yang dimiliki dan apabila mempunyai utang kepada pihak ketiga. Perusahaan yang memiliki likuiditas sehat paling tidak memiliki rasio lancar sebesar 100%. Jika suatu perusahaan sudah tidak dapat menghasilkan laba dan cenderung merugi maka para sekutu dalam perusahaan tersebut dapat membubarkan perusahaan.BAB I PENDAHULUAN Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Jika masih ada sisa kas selanjutnya akan dibagikan kepada para sekut. . proses ikuidasi dan macam-macam likuidasi tersebut beserta contohnya. Untuki tu dalam bab ini kita akan membahas lebih lanjut tentang likuidasi. Rasio likuiditas antara lain terdiri dari: Current Ratio : adalah membandingkan antara total aktiva lancar dengan kewajiban lancar. seluruh aktiva yang ada harus dijual untuk membayar semua kewajiban perusahaan. Pengertian lain adalah kemampuan seseorang atau perusahaan untuk memenuhi kewajiban atau utang yang segera harus dibayar dengan harta lancarnya Menurut PP 25 tahun 1999 pasal 1 Likuiditas diukur dengan rasio aktiva lancar dibagi dengan kewajiban lancar. Quick Ratio: adalah membandingkan antara (total aktiva lancar – inventory) dengan kewajiban lancar. Ukuran likuiditas perusahaan yang lebih menggambarkan tingkat likuiditas perusahaan ditunjukkan dengan rasio kas (kas terhadap kewajiban lancar).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful