P. 1
Koran Padang Ekspres | Minggu, 6 November 2011

Koran Padang Ekspres | Minggu, 6 November 2011

|Views: 717|Likes:
Published by All Faceminang
baca selengkapnya di faceminang.com
baca selengkapnya di faceminang.com

More info:

Published by: All Faceminang on Nov 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2012

pdf

text

original

REDAKSI 0751-778886 IKLAN 0751-778882 KORAN 0751-778884

MINGGU

6 NOVEMBER 2011

10 DZUHIJJAH 1432 H

www.padangekspres.co.id

redaksi@padangekspres.co.id Rp

3.000

Luar Kota + Ongkos Kirim

Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. (QS Al Hijr : 22)

Haji Teladan bagi Rakyat
Mekkah, Padek—Ibadah haji yang idealnya dilaksanakan semata karena Allah, harus mempunyai bekal. Menurut Naib Amirul Haj Abdul Mukti bekal tersebut meliputi lima hal. Pertama, iman. “Bekal iman menjadi motivasi utama melaksanakan ibadah haji. Mereka rela berangkat meninggalkan negara dan keluarga. Bekal iman menjadi spirit,” ujarnya dalam obrolan santai di lantai 1 kantor Misi Haji Indonesia, kemarin. Kedua, bekal harta. Orang pergi haji, lanjutnya, memiliki kecukupan. Baik untuk dirinya selama di tanah suci, termasuk biaya naik haji, maupun kecukupan harta untuk keluarga yang ditinggalkan.”Orang miskin tidak wajib pergi haji, kecuali ada yang nanggung,” imbuh pria yang juga menjabat sekretaris PP Muhammadiyah itu. Harta itu harus diperoleh dengan cara-cara halal. Tidak boleh harta yang diperoleh dengan cara-cara yang batil.”Seperti korupsi dan money laundry,” tambahnya. Ketiga, bekal kesehatan. Baik rohani maupun jasmani. Orang yang melaksanakan haji tidak hanya dituntut berakal sehat, tapi juga bermental sehat. Ibadah haji butuh stamina yang prima. Ini tentunya ditunjang gizi yang tinggi. “Kalau tidak sehat, bisa menimbulkan kesulitan, baik bagi dirinya maupun orang lain. Istitha`ah (mampu) itu juga bermakna mampu secara jasmani dan rohani. Oleh karena itu, mengapa orang yang mau pergi haji diperiksa dulu kesehatannya,” jelasnya.

SUBUH ........ 04.53 ZUHUR ........ 12.14 ASHAR ........ 15.16 MAGHRIB .... 18.18 ISYA ............. 19.26

Koreksi Waktu: Alahanpanjang -1 menit, Air Bangis + 4 menit, Balai Selasa -1 menit, Batusangkar -1 menit, Dharmasraya –3 menit, Muara Labuh -2 menit, Painan -1 menit, Sijunjung -2 menit, Sawahlunto -1 menit, Simp Empat +2 menit, Solok -1 menit, Sei Limau + 1 menit

MONTOSORI

WARTAWAN PADANG EKSPRES

Teladan
KITA kehilangan sosok yang bisa menjadi teladan. Kita seperti tak punya panutan yang berkarakter. Para pemimpin hari ini, lebih banyak memberi contoh buruk: korupsi dan zalim. Mereka yang jadi pemimpin, lebih sering berperilaku yang mesti kita hindari. Apa memang demikian kondisinya, dan itu benar terjadi sekarang? Sebagian menilai, memang seperti itu betul sekarang ini. Sebagian lagi berpendapat, masih ada pemimpin yang baik, dan masih ada sosok teladan itu. Tinggal kita mau meneladani atau tidak. Sebagian yang lain mengungkapkan, bahwa sosok teladan itu memang masih ada, tetapi bukan pemimpin. Mereka yang memberikan teladan itu justru orang biasa tetapi berperilaku dan bertindak luar biasa. Mereka antara lain adalah guru, petani, buruh, bidan, dan pedagang kecil. Kalau mau jujur, sebetulnya kita tak pernah kehilangan sosok yang menjadi teladan. Boleh jadi memang banyak pemimpin saat ini yang semestinya memberi contoh maslahat, tapi berperilaku tak berbeda dengan penjahat. Mungkin pula ada pemimpin yang bertopeng malaikat, tapi sering bertindak bejat. Di tengah kondisi seperti itu, kita lalu putus asa. Padahal sebetulnya teladan itu tak selamanya berwujud. Ia awalnya memang melekat pada sosok. Tapi pada akhirnya, ia akan menjadi nilai-nilai, dan makna. Kita dan siapapun juga bisa mewarisinya. Tak mesti jadi pemimpin dulu, baru berbuat baik. Tak harus jadi anggota dewan, baru bisa dermawan. Tak perlu hidup mewah, baru bersedekah.
AFP

Baca Haji...Hal 7

AFP

BAWA DOMBA: Seorang pria Mesir membawa domba yang ia beli dari pasar ternak jelang Idul Adha di Kairo, kemarin.

Dibuka, Korupsi Lama di Daerah
DATARAN ARAFAT: Jamaah haji dari Mekkah dan Mina membanjiri dataran Arafat sebelum fajar, Jumat (4/11). Dataran sebelah tenggara Mekkah ini, dikenal sebagai tempat Nabi Muhammad memberikan khutbah perpisahan sebelum ia meninggal. Dari fajar sampai matahari terbenam, para jamaah haji menghabiskan waktu di Gunung Arafat membacakan doa dan meminta pengampunan serta dan rahmat dari Allah.
Jakarta, Padek—Bidang pengawasan Kejaksaan Agung akan membuka kembali kasus korupsi lama di daerah yang terhenti di tengah jalan tanpa alasan jelas. Langkah ini dimaksudkan agar para penyidik kembali ke standar operasional prosedur (SOP) kerja yang sudah ada bahwa tiap tahapan penyidikan memiliki batas waktu. “Terutama juga menghindari tuduhan praktik perkara ATM,” tegas Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Marwan Effendy, Jumat (4/11). Perkara ATM adalah kasus yang diduga sengaja “digantung” atau tak dilanjutkan penyidikannya oleh oknum kejaksaan setelah mendapatkan sesuatu seperti uang dan barang dalam jumlah tertentu dari tersangka. Agar kasus tidak dilanjutkan, tersangka terus-menerus memberikan setoran kepada jaksa.

Baca Teladan...Hal 7

SEMENTARA ITU...

Ranking IPM Indonesia Melorot
Disalip Afsel dan Suriah
Jakarta, Padek—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meradang. Penyebabnya, kementerian berslogan Tut Wuri Handayani tidak terima jika sektor pendidikan dituding menjadi biang kerok, melorotnya ranking Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia. Kemendikbud menyatakan jika IPM ini berkaitan erat dengan kualitas SDM. Beberapa waktu lalu, United Nations Development Programme (UNDP) melansir data terbaru terkait IPM negara-negara di dunia. Data yang dilansir UNDP ini menyebutkan, posisi IPM Indonesia tahun ini melorot jika dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun ini, IPM Indonesia berada dirangking 124 di antara 187 negara. Sementara tahun lalu, IPM Indonesia berada diurutan ke 108 dari 169 negara. Di tingkat ASEAN, Posisi Indonesia tahun ini kalah jauh jika

Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia Melorot

Rangking Indeks

Baca Dibuka...Hal 7

Putus Doktrin Senioritas
Padang, Padek—Permasalahan tawuran pelajar, bak kaset kusut yang terus diputar hingga bosan. Hampir setiap waktu, tawuran pelajar terus terjadi di kota besar, tak terkecuali Kota Padang. Bukan rahasia umum lagi, tawuran sering dilakukan siswa SMK. Kuatnya doktrin senior terhadap junior, menjadi faktor dominan penyebab tawuran anak SMK. Doktrin tersebut, selalu ditanamkan senior (kakak kelas) terhadap adik kelasnya, I. Junior dalam hal ini, telah mulai didoktrin sejak mengikuti penerimaan siswa baru (PSB). Doktrin yang dimaksud di sini, lebih banyak bercerita soal power (kekuatan) anak SMK lebih unggul segalanya diban-

RAMAH LINGKUNGAN, TAK RAMAH API
LAZIMNYA sebuah mobil, pasti terdiri dari berbagai bahan logam yang dirakit menjadi sebuah mobil. Selain bahan logam, bahan karet juga digunakan untuk pelapis kabel-kabel dan bahan plastik untuk interior mobil. Bagaimana jika bahan kayu digunakan sebagai bodi mobil? Seperti yang terlihat dalam foto, mobil pick up ini menggunakan kayu sebagai bahan utama bodinya. Memang ramah lingkungan sih, karena meminimalisir limbah besi. Tapi tidak bakal ramah api jika mobil tersebut tersulut api sedikit saja. (iwan)

Baca Ranking...Hal 7

Baca juga Hal 5

Nggak Gaul, Kalau Tawuran!
ding anak SMA. Selain itu, doktrin kekompakan sesama SMK dan doktrin senioritas (junior

Sumber: United Nations Development Programme (UNDP)
GRAFIS: ORTA

Baca Putus...Hal 7

Paspor Indonesia, tapi Masuk Jamaah Oman
Wartawan Jawa Pos, Bahari tiba di Bandara King Abdul Aziz dua jam sebelum pintu masuk bagi para pemegang visa haji ditutup. Beruntung, Bahari bisa lolos dari batas deadline yang diperlakukan dengan sangat ketat itu. AKHIRNYA DI TANAH SUCI: Bahari di depan Kakbah di antara para calon jamaah haji yang tawaf.
celana jins yang telah saya pakai berhari-hari. Mungkin karena pakaian saya seperti itu, petugas memasukkannya ke dalam kelompok penumpang umum. Tapi, setelah saya beri tahu bahwa saya akan berhaji dengan menunjukkan visa haji, petugas menyuruh saya bertahan di bus. Seperti diketahui, ide “Haji Jalur Darat Jawa Pos” ini muncul dari para redaktur Jawa Pos yang punya adat istiadat ngobrol lewat tengah malam di ruang redaksi selepas deadline. Selain untuk tujuan jurnalistik, lamanya daftar antrean tunggu haji lewat jalur udara juga seba-

Wartawan Jawa Pos tiba di Bandara King Abdul Aziz

PAGI itu (1/11), suasana di pintu kedatangan King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah, Arab Saudi, sangat ramai. Ribuan calon haji dari seluruh dunia terus berdatangan. Umumnya mengenakan pakaian ihram. Hanya

JPNN

sebagian kecil jamaah yang mengenakan pakaian biasa. Begitu sampai di terminal haji (biasa disebut demikian

karena hanya dibuka saat musim haji), penumpang langsung diseleksi petugas. Yang punya visa haji

dikelompokan menjadi satu. Penumpang umum dipisahkan. Saya hanya mengenakan baju koko dan

Baca Paspor...Hal 7

2
TERGENANG BANJIR
Warga Seberang Padang Utara membersihkan rumahnya yang tergenang banjir, Jumat (4/11). Banjir disebabkan tersumbatnya drainase dan polongan di Jalan Sutan Syahrir.

UTAMA

MINGGU

6 NOVEMBER 2011

SANNY ARDHY/PADEK

Pengangguran Didominasi Sarjana
Sinkronkan Link and Match Pasar Kerja
Jakarta, Padek—Tingginya tingkat pengangguran di republik ini sepertinya sudah masuk pada tahap “lampu kuning”. Bayangkan saja, dari 230 juta jiwa penduduk Indonesia, dimana 119,4 juta jiwa merupakan angkatan kerja, sebagiannya pengangguran. Dari pengangguran tersebut didominasi lulusan sarjana. “Penyebabnya karena belum ada link and match antara supply dan demand di dunia kerja. Ini menyebabkan banyaknya pengangguran tingkat sarjana,” kata Agus Muharam, Deputi Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM saat pembukaan acara Program Magang Nasional 2011 di Jakarta, kemarin. Karena itu, lanjut Agus, pihaknya menawarkan solusi untuk mengatasi tingkat pengangguran dengan membangkitkan jiwa kewirausahaan melalui program pemagangan secara intensif. “Program ini merupakan bentuk public private partnership, yaitu kerjasama antara pemerintah maupun swasta dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan serta memberikan wawasan dunia usaha secara realistis bagi pemuda peserta magang,” kata Agus seraya menyebutkan banyak perusahaan yang ambil bagian dalam program tersebut. Dalam program magang tersebut, kata Agus, para peserta mendapatkan pelatihan mental dan attitude sebagai seorang wirausaha. “Setelah itu kita ciptakan pertemuanpertemuan untuk menghasilkan networking. Dalam dunia usaha, networking itu menjadi amat penting perannya,” katanya. Program, ini akan serentak dilakukan secara nasional. Dalam program magang tersebut, peserta akan dibina untuk mendapatkan akses permodalan, akses teknologi, dan kemitraan. Termasuk menambah keterampilan dan pengetahuan yang berkaitan dengan bisnis. “Juga memberikan pemahaman kepada peserta magang mengenai sektor atau bisnis yang digeluti perusahaan tempat mereka magang,” rincinya. Program ini digagas menindaklanjuti Program Gerakan Kewirausahaan Nasional yang sudah dicanangkan Presiden Yudhoyono awal Februari lalu. “Beberapa agenda gerakan ini antara lain menggelar program 1.000 sarjana wirausaha, program kemitraan, dan bina lingkungan (PKBL), termasuk program pembiayaan corporate social responsibility,” ujarnya. Selain itu, tantangan masa mendatang adalah bagaimana dunia pendidikan bisa menyediakan SDM yang dibutuhkan dunia usaha. Namun, jumlah institusi bisnis formal cukup sedikit, hanya 592.467 atau 0,25 persen dari total jumlah penduduk Indonesia,” katanya. (jpnn)

ANYAK MERUP UPAKAN SATU BANYAK KENCING MERUPAKAN SALAH SATU GEJALA AWAL DIABETES GEJALA
Jika Anda sering kali buang air kecil, terutama di malam hari, berhatihatilah Bisa jadi itu merupakan gejala awal diabetes. Diabetes adalah peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik yang sifatnya absolut maupun relatif atau resistensi reseptor insulin. Diabetes melitus sangat erat kaitannya dengan mekanisme pengaturan gula normal. Poliuria (banyak kencing) adalah salah satu gejala awal diabetes. Hal ini terjadi ketika kadar gula melebihi ambang ginjal yang mengakibatkan glukosa dalam urin menarik air sehingga urin menjadi banyak. Penuturan Yohanes Alri, 51 thn, yang telah 5 tahun lamanya menderita diabetes kiranya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Anda bagaimana mengatasi penyakit yang sering kali disebut sebagai ibu dari segala penyakit ini. Bertahun-tahun menderita diabetes, tentu sangat mengganggu kenyaman ayah 2 orang anak ini. Berbagai upaya pun telah dilakukan untuk mengatasi penyakitnya itu, namun belum menunjukkan perubahan yang berarti. Sampai akhirnya, 3 bulan yang lalu, ia mendapat informasi mengenai Gentong Mas. “Karena penyakit ini, saya sering kali kencing, badan pun sering lemas,” terang Yohanes Alri membuka percakapan. Dosen salah satu Universitas di Sumatera Barat ini mengaku, kesehatannya mulai membaik sejak ia mengkonsumsi Gentong Mas secara teratur, “Alhamdulillah Setelah saya minum, manfaatnya benar-benar terasa. Badan terasa sehat, keluhan-keluhan yang dulu saya rasakan sudah tidak terasa lagi.” Ungkapnya dengan bahagia. Di akhir percakapannya, warga Komplek Lubuk Gading Permai, Padang, Sumatera Barat ini berujar, “Mudah-mudahan pengalaman saya dengan Gentong Mas ini dapat bermanfaat bagi orang lain.” Harapnya. Gentong Mas adalah minuman kesehatan herbal alami dengan bahan utama Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) yang terbukti manfaatnya bagi penderita dari berbagai penyakit, termasuk diabetes. Habbatussauda dipercaya dapat meningkatkan fungsi insulin dan mengurangi resistensi reseptor insulin, sedangkan Gula Aren berperan dalam optimalisasi kerja reseptor insulin. Gentong Mas juga mengandung Chromium yang efektif memperlancar metabolisme gula darah dan mengatur kepekaan sel terhadap insulin sehingga meringankan kerja pankreas. Selain itu, indeks glisemik dalam Gentong Mas yang sangat aman bagi kesehatan yaitu hanya 35 (aman jika indeks glisemik dibawah 50), mampu menjaga dan merawat pankreas agar tetap berfungsi dengan baik. Meski demikian, untuk mendapatkan hasil maksimal, disarankan untuk mengatur pola makan, olahraga, pengaturan berat badan seideal mungkin, diet rendah lemak, kontrol stress, dan menghindari rokok serta alkohol. Dengan aturan penggunaan yang tepat, manfaat bagi kesehatan dan kelezatan rasanya membuat semakin banyak masyarakat yang mengkonsumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi: Padang: 081283307337/ 07519879924, 082173008999 BukitTinggi/Agam :081266649000 , Pasaman Timur : 085263468003, Payakumbuh: 085274663871. Sawahlunto: 081374119996. Solok: 085274751679. Painan: 081266944088. Pariaman: 087820250088. Pasaman Barat: 082170517000. Padangpanjang/ Bt.Sangkar : 085363446614 Limapuluh Kota : 085216048020, Solok Selatan : 082174562792 Depkes:PIRT: 812320501114.

Kasus Munir Dibuka Lagi
Kejagung Siapkan Novum
Jakarta, Padek—Kejaksaan Agung (Kejagung) siap membuka kembali kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib. Jaksa Agung Basrief Arief kemarin (4/11) menyatakan terdapat satu novum yang bisa digunakan untuk menjerat mantan Kepala Deputi V Badan Intelejen Negara (BIN), Muchdi PR. "Ada tiga bukti baru atau novum yang disiapkan. Tapi, dari tiga novum tersebut, dua sudah digunakan. Satu yang belum. Itu akan kami teliti dan pelajari untuk dipakai dalam pengajuan PK (Peninjauan Kembali, red)," kata Basrief usai menerima aktivis Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (Kasum) di Kejagung. Selain mengajukan beberapa alternatif novum, mereka juga meminta agar kasus pembunuhan yang terjadi September 2004 itu kembali dibuka. Sebab, novum baru tersebut menunjukkan saat menghubungi Pollycarpus Budihari Prayitno, Muchdi ternyata tidak di Jakarta. Koordinator Kasum Choirul Anam mengatakan, salah satu bukti baru itu adalah pernyataan BIN, Muchdi PR tidak pernah ditugaskan ke Malaysia pada 6-12 September 2004 itu. Padahal, sebelumnya, dalam sidang mantan Danjen Kopassus itu dianggap tidak bersalah lantaran saat menelpon Pollycarpus dia berada di Malaysia. "Itu semacam alibi soal hubungan telepon dengan Pollycarpus pada waktu itu yang dia katakan dia sedang tidak ada di Jakarta. Kami punya bukti waktu itu Muchdi tidak ada di Malaysia," katanya. Choirul mengatakan, Kejagung menunjukkan optimisme untuk menjerat Muchdi yang diduga sebagai otak pembunuhan tersebut. Sebab, sebelumnya September lalu, korps Adhyaksa itu sudah patah arang dan menyatakan kasus Munir sudah selesai dengan ditolaknya kasasi Mahkamah Agung (MA). Dalam pertemuan tersebut, Basrief akan melakukan PK. "Apa yang beliau sampaikan September lalu akan dievaluasi ulang dengan berbagai berkas yang ada saat ini juga dengan novum yang sudah berkembang dan argumentasi hukum yang sudah ditemukan," katanya. Muchdi pernah didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Munir. Pada 2008, Muchdi diputus bebas oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Putusan bebas ini karena adanya alibi bahwa 6-12 September 2004, Muchdi berada di Malaysia. (jpnn)

Apakah anda yang kami butuhkan ?

LUX INDONESIA

Kami salah satu Perusahaan VORWERK GROUP membutuhkan tenaga kerja yang siap untuk di didik menjadi “FIELD SUPERVISOR” Dengan Syarat : Pria/Wanita usia 18 s/d 3 Thn Pendidikan min. SMU/Sederajat Disiplin & menyukai tantangan Berpenampilan rapi dan menarik Tidak sedang Sekolah/kuliah Mau berkerja keras Pengalaman tidak diutamakan Fasilitas : Allowance selama training Transport, bonus, komisi, incentive, dll kendaraan kerja diberikan Perusahaan Jenjang karier terbuka Trip Luar & dalam Negeri Medical dan Asuransi Karir terbuka

bagi anda yang berminat dan sesuai dengan Kriteria diatas segera datang dan bawa Langsung Anda Ke :

PT. Luxindo Raya
Jl. Veteran no 48 Padang (Depan HYUNDAI/JAMSOSTEK)

KAMI TUNGGU PALING LAMBAT Hari Senin tgl 7 November 2011 Tertanda Management

Padang Ekspres
www.padangekspres.co.id Terbit Sejak 25 Januari 1999 Badan Penerbit: PT Padang Intermedia Pers Jawa Pos Media Group Chairman: H. Rida K Liamsi Presiden Komisaris: H. Makmur Kasim Wakil Presiden Komisaris: H. Wiztian Yoetri Komisaris: H. Darmawi Kahar Direktur Utama: H. Sutan Zaili Asril Wakil Direktur Utama: H. Marah Suryanto Direktur: H. Jayusdi Effendi Wakil Direktur: Rita Arianti, Montosori Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: H. Marah Suryanto Wakil Pemimpin Umum Bidang Redaksi: Montosori Wakil Pemimpin Umum Bidang Usaha: Two Effly Pemimpin Redaksi: Montosori Pemimpin Perusahaan: Two Efly Wapemred Bidang Produksi: Nashrian Bahzein Wapemred Bidang Liputan: Heri Sugiarto Dewan Redaksi: H. Sutan Zaili Asril (Ketua), H. Marah Suryanto, H. Jayusdi Effendi, H. Wiztian Yoetri, Rahmat Wartira, Montosori, Nashrian Bahzein, Heri Sugiarto, Suryani, Hendri Parjiga. Ombudsman: Rahmat Wartira

Redaktur Pelaksana: Suryani; Penjab Minggu: Hendri Parjiga; Koordinator Liputan: Rommy Delfiano (Pj). Ass Koord Liputan: Hendri Parjiga Redaktur: Zetrizal, Fajril Mubarak, Sanny Ardhy, Arzil, S Metron Masdison. Asisten Redaktur: Gebril Daulai, Zikriniati ZN; Liputan Padang: Gusti Ayu Gayatri, Heldi Satria, Syamsu Ridwan (Fotografer). Perwakilan Daerah: Bukittinggi-Agam: Nasrul Tanjung, Edison Janis; Payakumbuh-Limapuluh Kota: Jonres Marianto (Kepala), Fajar Rillah Vesky; Pesisir Selatan: Yoni Syafrizal, Pasaman & Pasaman Barat: Ahmad Zubeir (Kepala), Eri Mardinal, Sawahlunto: Herry, Sijunjung: Ganda Cipta, Dharmasraya: Zulfia Anita, Kota Solok: Rijal Islamy, Kabupaten Solok: Ilham Safutra; Solok Selatan: Nenengsih, Pariaman & Padangpariaman: Yurisman Malalak, Adiansyah Lubis; Padangpanjang: Jayusman; Tanahdatar: Mustafa Akmal, Jakarta: Zulfasli ZB; Manajer IT/ Pracetak: Yonaldi. Manager Keuangan: Ivo Fitriyana; Manager HRD dan General Affair: Nurhelwarni; Manajer Iklan: Mukhtisar: Manager Pemasaran: Sarbidin; Ass. Manager Adm & Piutang Iklan: Fitra. Manajer Iklan Area Jakarta: M.Iqbal, Alamat: Gedung Graha Pena Lt 6 Ruang 601 Jl. Kebayoran Lama No 12 Jakarta Selatan Telepon (021) 53699560, Fax (021) 5333048, E-mail, Padangekspresjakarta@Yahoo.co.id Website: padangekspres.co.id, Edisi Digital: epaper.padangekspres.co.id

DIVISI PRODUKSI

(BW), Rp32.400/mmk (SC), Rp40.500/mmk (FC); Display Halaman Belakang: Rp14.850/mmk (BW), Rp18.900/mmk (SC), Rp27.000/mmk (FC); Iklan Sosial: Rp6.000/ mmk; Iklan Jitu: Rp20.000/muat. Harga iklan ditambah pajak 10 persen. Harga Langganan: Rp75.000/bulan (Padang dan sekitarnya), luar kota tambah ongkos kirim. Kantor Perwakilan Iklan Jakarta: Liliek Ediyono, Gedung Graha Pena Lt. 6 Ruang 601 Jl. Raya Kebayoran Lama No. 12 Jakarta Selatan Telepon: (021) 53699560 Fax: (021) 5333048 Jakarta Selatan.

PERCETAKAN:
PT Padang Graindo Mediatama; Direktur Utama: Suryanto, General Manager: Syukron Putra; Isi di luar tanggung jawab percetakan. Alamat: Jl. Adinegoro No. 17 A Lubukbuaya, Padang. Sumatera Barat. Telepon/fax, (0751) 481222

DIVISI USAHA

KANTOR IKLAN JAKARTA:

ALAMAT
Redaksi/Usaha: Jl. By Pass KM. 7 No. 2 Padang, Sumatra Barat, Telepon: (0751) 778882 - Fax: (0751) 778883; E-mail: redaksi@padangekspres.co.id Tarif Iklan: Iklan Display Halaman Pertama: Rp20.250/mmk (BW), Rp27.500/mmk (SC), Rp 40.500/mmk (FC). Display Halaman Depan: Rp24.300/mmk

Redaksi menerima tulisan karya asli, terjemahan atau saduran (dengan sumber asli bagi karya terjemahan dan saduran). Panjang tulisan 3 hingga 5 halaman, diketik spasi rangkap, sertakan identitas diri. Naskah yang dimuat akan diberi imbalan. Redaksi berhak menyunting selagi tidak mengubah maksud tulisan.
Wartawan Harian Pagi Padang Ekspres dibekali identitas (kartu pers), dan tidak menerima pemberian berbentuk uang atau apa pun yang berhubungan dengan profesinya

LAYANAN IKLAN DAN PELANGGAN

876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 21098765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 3212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654310 10 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876542109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543221987654321 2109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321

LAUNCHING ISUZU: General Marketing PT IAMI, Edy Jusuf Oekasah memaparkan produk andalan Isuzu di hadapan customer di Hotel Mercure Padang, akhir pekan lalu.

MINGGU

Jakarta, Padek—Banjir Thailand telah mengganggu pasokan Ford untuk pasar Asean, termasuk Indonesia. Meski kedua pabrik perkitan Ford tidak direndam banjir, namun karena tidak ada pasokan komponen, produksi pun lumpuh. "Kami tidak bisa berproduksi sampai saat ini dan telah berlangsung selama dua pekan. Kami kehilangan produksi mencapai 30.000 unit. Jumlah yang besar," beber Joe Hinrichs, President Asia Pacific and Africa Ford Motor Company kepada Kompas.com di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Jumat (4/11). Hinrichs berkunjung ke Indonesia untuk mempelajari rencana investasi untuk mendirikan pabrik baru. Peter Fleet President Ford ASEAN yang berkantor pusat di Bangkok, Thailand menambahkan, bencana mengganggu produksi Ford, namun dampaknya tidak terlalu besar. Pabrik Ford diharapkan kembali beroperasi pertengahan November ini dan segera mengisi pesanan yang belum terpenuhi. Bagus Susanto, Managing Director PT Ford Motor Indonesia (FMI) mengatakan, stok unit yang tersedia untuk Indonesia masih aman sampai November 2011. Diperkirakan, gangguan mulai terjadi Desember 2011 jika pabrik belum juga berproduksi. Hal tersebut wajar karena sampai kini semua produk Ford dipasok dari Thailand, yaitu Fiesta, Ranger dan Everest. Sedangkan Focus dan Escape dari Filipina. Di sisi lain, Joe Hinrichs memastikan kunjungannya ke Indonesia tak ada hubungannya dengan banjir di Thailand dan sudah dijawalkan sejak jauh-jauh hari. "Ini kunjungan saya yang pertama di Indonesia dan tak ada kaitannya dengan banjir. Mau mengetahui potensi Indonesia sampai sejauh mana," jelas Hinrichs. (*)

Tokyo, Padek—Nissan Motor Company punya kesempatan menjadi produsen otomotif Jepang terbesar, melangkahi Toyota dari segi keuntungan perusahaan. Prestasi ini bisa diraih karena proses pemulihan akibat banjir dan gempa bumi (Maret lalu) lebih cepat ketimbang Toyota. Karena itu, Nissan memperbesar target pendapatan bersih perusahaan hingga 7,4 persen menjadi 290 miilar yen tahun fiskal 2011 yang berakhir 31 Maret 2012. Keberanian ini dilatari meningkatnya penjualan pada kuartal kedua, sehingga Nissan berani menaikkan target penjualan global dari 4,6 juta unit menjadi 4,75 juta. Pasar China yang naik 8,7 persen menjadi penopang kenaikan pendapatan, disusul Eropa bertambah 6 persen dan Jepang 4,9 persen. Penjualan unit sepanjang kuartal kedua naik 11 persen menjadi 1,17 juta unit. Penjualan sedan Sunny di China melonjak cukup besar di saat Toyota dan Honda diterpa kesulitan pasokan produk. Chief Executive Officer Nissan Carlos Ghosn mengatakan mau menaikkan target jualannya di China untuk menggerek pangsa pasar otomotif global mencapai 10 persen pada 2016. "Manajemen Nissan sangat cepat merespon bencana alam dan ini nilai positif. Ini lebih sekadar keberuntungan," jelas Takeshi Miyao, analis dari Lembaga Konsultasi Carnorama di Tokyo, seperti dilansir Bloomberg (2/11). Sampai kuartal kedua tahun fiskal 2011 (April-September), Nissan mengantongi keuntungan 98,4 miliar yen sekaligus mematahkan prediksi 8 analis Bloomberg yang menargetkan hanya 82,5 miliar yen. "Meski kurs masih fluktuatif, ekonomi global mudah menguap, kami tetap berada di jalur yang tepat memberikan keuntungan setahun secara signifikan," ujar Ghosn. Nissan juga mengarahkan peningkatkan penjualan produk-produk premiumnya melalui Infiniti di China. Bahkan, Nissan telah memindahkan markasnya dari Yokohama ke Hongkong dan fokus menggarap pasar Asia dimotori China. (dtc)

Nissan Siap Salip Toyota

Ford Kehilangan 30.000 Unit

6 NOVEMBER 2011

Pasar Truk Potensial di Sumbar

Padang, Padek—Dalam dua tahun berturut-turut, Suzuki SX4 berhasil mempertahankan prestasinya sebagai mobil yang memiliki permasalahan terendah di segmen hatchback premium. Ini sesuai hasil Indonesia Initial Quality Study (IQS) 2010 yang dilakukan JD Powers and Associates. Sukses

Jakarta, Padek—Musim hujan telah tiba. Bagi para pengendara motor, guyuran hujan air dari langit yang bisa datang sewaktu-waktu akan menimbulkan persoalan tersendiri. Selain badan basah, potensi mengalami kecelakaan semakin tinggi. “Tergelincir karena jalanan licin, melibas genangan, pandangan ter-

OTOMOTIF

Varian SX4 Terbaru Hadir di Padang

6 Perlengkapan Wajib Pengendara saat Hujan

INT

kedua SX4 tahun ini mengungguli saudaranya, Suzuki Swift dan Honda Jazz. Dan dengan pengakuan itu, menjadikan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) dan segenap jajarannya di tanah air termasuk jajaran PT Elang Perkasa Motor (EPM), dealer Suzuki di Sumbar ikut gembira atas penghargaan itu. “Perolehan dua tahun penghargaan

ganggu, hingga mesin mati secara tiba-tiba adalah beberapa penyebab kecelakaan pengendara motor,” tutur Edo Rusyanto, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Road Safety Association di Jakarta, Jumat (4/11). Karena itu, kata Edo, para pengguna motor wajib mengantisipasi hujan sebelum berkendara. Langkah antisipasi tak cukup hanya menyiapkan kondisi kendaraan dan menerapkan cara berkendara yang benar. “Menyiapkan perlengkapan pendukung keselamatan dan kenyamanan berkendara juga tak kalah penting,” kata Edo. Apa saja perlengkapan tersebut? Berikut penjelasan Edo: 1. Helm berstandar keamanan Helm merupakan peranti pelindung kepala pengendara motor untuk mengurangi risiko fatal bila terjadi kecelakaan. Namun sebaiknya jangan asal memilih helm. Pilihlah helm yang memenuhi standar keamanan dengan jaminan telah mendapat sertifikasi dari lembaga resmi yang diakui oleh pemerintah. “Kualitas helm ini sangat penting karena perlindungan terhadap kepala bukan persoalan mainmain,” ujar Edo. Fakta menunjukkan, dari total kecelakaan lalu lintas di tanah air 70 persen di antaranya merupakan kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor. Sedangkan 80-85 persen kematian akibat kecelakaan itu dikarenakan luka fatal di kepala. “Karena tidak menggunakan
ARZIL/PADEK

Isuzu GIGA Diluncurkan

Padang, Padek—Pembatasan tonase yang diterapkan Pemprov Sumbar untuk kendaraan jenis truk tidak membuat pihak PT Isuzu Astra Motor Indonesian (IAMI) cemas bakal hilang peluang pasarnya. Justru kebijakan itu, jadi peluang besar bagi Isuzu untuk bisa meraih market share penjualan truk lebih besar di wilayah Sumbar. “Sebagai ahli produksi mesin diesel di Tanah Air, kami yakin produk kami bakal punya peluang bagus di Sumbar. Pasalnya kami meluncurkan produk baru yang cocok untuk iklim angkutan barang di Sumbar, yang kapasitasnya disesuaikan kondisi fisik jalan dan juga hemat bahan bakar, “ ungkap General Marketing PT IAMI, Edy Jusuf Oekasah kepada Padang Ekspres usai memaparkan produk termasuk Isuzu kepada customernya, di Hotel Mercure, Rabu (2/11). Edy didampingi Direktur Marketing Takeo Shindo, General Sales Daisuke Yamada dan Christoforus Ronny Ng (Regional Head Sumatera) menambahkan, produk baru

redaksi@padangekspres.co.id

ARZIL

ini menjadi bukti kualitas SX4. Kami berharap prestasi ini bisa dipertahankan,” ujar Sales manajer PT EPM Liswendi Kamar kepada Padang Ekspres di kantornya, Kamis (3/11). Seiring dengan kegembiraan itu, PT SIS meluncurkan varian terbaru dari Suzuki SX4, yakni RC1 ke pasaran otomotif Indonesia saat ini. Varian terbaru itu sejatinya memiliki beberapa keunggulan dengan Suzuki SX4, yang paling menonjol adalah bentuknya yang lebih sporty,” beber Liswendi. Untuk memacu performa, terang Wen, panggilan akrabnya, SX4 menggunakan suspensi depan  Mac Pherson Strut yang mampu meredam getaran secara signifkan, dan suspensi belakang menggunakan Torsion Beam yang mampu meminimalisir guncangan juga masih dilengkapi ventilated disc (ABS EBD BA). Dari sisi interior, desainnya sangat nyaman dengan kualitas yang terjaga. Ruang kabinnya pun tergolong lega, termasuk ruang bagasi yang luas. “Suzuki SX4, berbasis crossover yang memadukan DNA Sporty Compact Car dengan Light SUV yang dilengka-

helm atau helm tidak memenuhi standar,” jelas Edo. 2. Sarung tangan berkualitas Sarung tangan yang berkualitas tak harus mahal, tapi yang penting tidak licin saat terkena air. Penggunaan sarung tangan itu juga bermaksud agar cengkeraman tangan terhadap karet di setang tidak meleset atau terlepas karena licin. 3. Jas hujan Pemakaian jas hujan selain untuk mencegah badan basah seiring dengan guyuran air hujan, juga sebagai tanda bagi pengguna jalan lainnya atas keberadaan kita. ”Dengan kata lain, pakaian khusus di saat hujan itu juga menjadi sarana pencegah kecelakaan,” ucap Edo. Satu hal yang patut dicatat, pastikan kepala tetap leluasa digerakkan kala jas tersebut dikenakan. Pastikan jas hujan tidak menutupi Anda untuk melihat ke belakang melalui kaca spion. Selain itu, hindari menggunakan jas hujan jenis ponco karena ujung bagian bawah jas itu rawan tersangkut di jeruji motor. Sebaiknya Anda juga memilih jas yang berbahan PVC dengan warna cerah (Baca juga artikel memilih jas hujan yang tepat di tempointeraktif.com, Minggu, 30 Oktober). 4. Sepatu Agar selama berkendara tetap aman di tengah guyuran hujan, sangat disarankan menggunakan sepatu. Bila memungkinkan gunakan sepatu boot khusus bagi pengendara motor. Hal itu dimaksudkan agar saat
IST

Isuzu yang diluncurkan ke pasar otomotif tanah air, di antaranya kendaraan dobel kabin yang diberi seri Isuzu DMax, Kelas medium truck yakni Isuzu GIGA dengan berbagai tipe di antaranya FVZ dan FRR. Dia menilai, dengan adanya medium truck yang mengusung mesin berkapasitas 210 PS dan empat silinder itu, memungkinkan Isuzu mampu meraih pasar/market share yang rata-rata 20 persen. “Angka penjualan itu sudah kami peroleh pada tahun penjualan 2010 lalu untuk produk Isuzu light truck untuk regional Sumatera dan Sumbar,” tambah Edy. Edy menjelaskan, sebelum meluncurkan Isuzu GIGA, pihaknya sudah melakukan serangkaian tes sejak dua tahun belakangan. Tidak itu saja, dalam tes tersebut juga digandeng sejumlah para insinyur dari Jepang dan Indonesia. Dalam tes yang dilakukan, diuji tingkat konsumsi bahan bakar kendaraan, lalu, performa mesin, chasis, suspensi hingga ke daya angkut kendaraan. Dan hasilnya cukup memuaskan dan cocok untuk kebutuhan pasar Indonesia. “Yang membuat medium truk Isuzu jadi pilihan utama pelaku usaha di sini, karena truk itu menggunakan teknologi mesin mutakhir yaitu commonrail, yang cukup efisien mengkonsumsi bahan

pi mesin berkapasitas 1500 CC, DOHC, VVT sehingga menghasilkan akselerasi responsif namun ekonomis pemakaian bahan bakar. SX4 juga mampu dipacu di berbagai cuaca, kondisi, dan dapat dipacu di medan light off road,” katanya. SX4 RC1 tersedia dalam beberapa warna pilihan Silky Silver, Graphite Grey, dan Pearlt White, dan ditawarkan dalam dua tipe, yaitu bertransmisi manual dan versi otomatis. Selanjutnya menyinggung penghargaan yang didapat SX4, lanjut Liswendi, diukur dalam delapan kategori, yaitu eksterior, fitur, pengalaman berkendara, audio sistem hiburan, navigasi, tempat duduk, pendingin ruangan, mesin dan transmisi. “Nah, dengan hasil itu pula, PT SIS kemudian lebih menyempurnakan utility vehicle itu ke varian RC1. Jadi bisa dipahami, bila RC1, yang kami hadirkan untuk customer yang ada di Padang saat ini bisa dikatakan akumilasi pernyempurnaan ter-update dengan segala keunggulan yang dimilikinya,” lanjut Wen. Ditanya seputar minat customer atas produk baru Suzuki itu, Liswendi menyebutkan cukup banyak, bahkan dari beberapa unit kendaraan yang tiba di showroom kami di Jalan Khatib Sulaiman ini, sudah laku terjual. (zil)

memindah gigi transmisi atau saat kaki menginjak lintasan untuk mendapat titik tumpuan kala Anda bermanuver tidak meleset. Maklum guyuran air hujan menjadikan lintasan atau jalan dan bagian-bagian motor licin. “Sebisa mungkin hindari menggunakan sandal,” katanya. 5. Busi cadangan dan bohlam Faktor utama yang sering menyebabkan sepeda motor mogok tatkala musim hujan adalah busi yang basah. Karena itu sediakan busi cadangan. Memang, Anda bisa memperbaiki busi lama di motor. Namun itu perlu waktu dan hasilnya belum tentu memuaskan karena bisa saja busi lama tersebut telah aus, sehingga rentan bermasalah bila terkena air. Selain busi komponen yang juga wajib Anda bawa adalah bohlam lampu, khususnya lampu utama. Pasalnya bila Anda berkendara di malam hari dan tiba-tiba lampu utama bermasalah, selain berisiko kecelakaan juga membuat perjalanan Anda tidak nyaman. 6. Peralatan servis ringan Saat hujan, potensi munculnya masalah pada motor sangat besar. Mogok karena busi dan karburator terkena air adalah masalah yang kerap muncul. Agar tak kesulitan mengatasi permasalahan itu sebaiknya sediakan beberapa peralatan servis ringan. Obeng, kunci pas, grease, isolasi, lem, kertas ampelas, kunci busi adalah beberapa peralatan yang perlu Anda bawa. (dtc) bakar. Dan hal itu mampu menekan tingkat penggeluaran biaya lebih besar oleh pemilik atau pengguna truk Isuzu,” klaim Edy. Sedangkan Regional Head Sumatera, Christoforus Ronny Ng menerangkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan meluncurkan varian Isuzu GIGA lainnya, dengan tipe FVR 34, FVM 34, FTR 90 dan FRR 90. Ketiga tipe truk itu, sebut Ronny, dirancang khusus untuk angkutan barang untuk jarak menengah (FVR 34 dan FVM 34) serta untuk jarak jauh (tipe FTR 90 dan FRR 90). Ronny menambahkan, Isuzu tidak sekadar mengejar margin penjualan semata, malah juga menempatkan dirinya sebagai partner usaha bagi customernya, yang memberikan raya aman dan nyaman, mulai dari proses pembelian, perawatan hingga purna jual yang meliputi maintenance hingga spare parts (suku cadang). Sejalan dengan itu, lanjut Ronny, pihak PT IAMI juga akan membuka 4 depo baru di Medan, Pekanbaru, Samarinda dan Banjarmasin. Dengan begitu operasional customer jadi lebih terjaga,” tukas Ronny. Sementara Zainuddin, salah satu customer menyebutkan bila dirinya akan mencoba menggunakan truk Isuzu GIGA. Alasannya, untuk membuktikan ketangguhan truk buatan PT PT IAMI tersebut. (*)

3

4

WAJAH
Drs H Ismail Usman, Kepala Kantor Kemenag Sumbar

MINGGU

6 NOVEMBER 2011

Tingkatkan Kualitas Kehidupan Beragama
26 Oktober lalu, Ismail Usman dilantik menjadi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumbar. Sebagai institusi yang mengurusi bidang keagamaan tentu saja tugas berat sudah menanti, sementara tantangannya semakin berat. Apa peran Kemenag di tengah-tengah masyarakat? Berikut petikan wawancara wartawan Padang Ekspres Hijrah Adi Sukrial dengan Ismail Usman, beberapa waktu lalu. Masyarakat umum mengetahui bahwa Kemenag mempunyai tugas yang berkaitan dengan keagamaan, seperti naik haji, menikah, menyelenggarakan pendidikan agama. Anda melihat bagaimana kehidupan beragama masyarakat pada umumnya saat ini?Apakah masyarakat sudah menjalankan agama sebagaimana mestinya? Kelihatannya memang sepele, agama seakan tidak terlalu penting. Terbukti saat ini banyaknya pendidikan yang hanya berorientasi pada kecerdasan. Hasilnya, tawuran terjadi di mana-mana, mental siswa bobrok, agama yang seharusnya menjadi filter bagi mereka tidak diajarkan dengan baik, orientasi pendidikan hanya untuk dunia. Kemudian, ibadah tidak terlalu prioritas bagi masyarakat Indonesia. Lihat saja, betapa banyak orang yang mempunyai pakaian bagus, namun pakaian untuk shalat tidak terlalu diperhatikan. Banyak ibadah masyarakat yang tidak optimal, dan tidak sampai pada sasaran. Misalnya, shalat tidak khusyuk, zakat tidak ikhlas atau ria, puasa tidak menjaga sikap, haji tidak menjalankan rukun dengan baik. Hasilnya, ya ibadah ikut-ikutan. Apa akibatnya dari ibadah yang ikut-ikutan tadi? Lihat saja, ibadah tidak berpengaruh dalam perilaku sehari-hari. Dan, kita harus mengakui hanya sebagian kecil orang beribadah yang mengerti cara beribadah dengan benar, mengerti tujuan beribadah dan mendapat manfaat dari ibadah itu sendiri. Orang berzakat, yang miskin semakin banyak. Orang shalat tapi tidak bisa membendungnya melakukan perbuatan dosa. Seharusnya agama bisa menjadi benteng bagi orang untuk tidak hanya berpikir duniawi, namun juga berpikir kebahagiaan dunia akhirat. Lalu apa peran dari Kemenag, khususnya Kanwil Kemenag Sumbar untuk mengatasi hal ini? Sesuai arahan dari pusat, dan hasil pembicaraan dengan menteri agama, Kemenag mempunyai beberapa tugas pokok yang harus dilaksanakan. Di antaranya, peningkatan kualitas kehidupan beragama, peningkatan kerukunan umat beragama, peningkatan kualitas lembaga pendidikan keagamaan, peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji. Bisa Anda jelaskan penjabaran tugas tersebut dan langkah konkrit untuk mewujudkannya? Peningkatan kualitas kehidupan beragama adalah hal mendesak yang harus dilakukan. Di Sumatera Barat saat ini, kita mempunyai 3.500 orang penyuluh agama. Kita akan konsolidasi dan maksimalkan peran penyuluh agama yang ada saat ini. sehingga kehadiran mereka betul-betul dirasakan oleh masyarakat. Walaupun begitu, yang paling utama kita harus lakukan adalah menjadikan diri sendiri sebagai contoh atau suri tauladan. Artinya, seluruh pegawai Kemenag mempunyai tanggungjawab pada negara, agama, dunia akhirat. Kita akan kembangkan program Gemar mengaji ke masjid. Pegawai Kemenag harus jadi garda terdepan untuk membiasakan diri mengaji dan ke masjid. Nantinya, kebiasaan ini akan jadi penilaian tersirat terhadap kinerja pegawai. Kemudian, kita akan berusaha bagaimana yang muda-muda mau datang ke masjid beribadah dan membaca Al-Quran. Terus terang, saya miris melihat jamaah shalat yang itu-itu saja, jamaah wirid pengajian itu-itu saja. Sementara anak muda menghabiskan waktunya untuk mengejar dunia, yang berujung dengan tawuran, video porno, dan kegiatan negatif lainnya. Saya juga imbau seluruh pegawai Kemenag untuk melaksanakan puasa Arafah melaksanakan puasa sunat Arafah untuk menyambut Hari Raya Idul Adha. Tadi Anda menyebut peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan. Banyak anggapan bahwa madrasah, seperti MTsn dan MAN, tidak lagi menjadi favorit di tengah-tengah masyarakat. Bagaimana Anda menyikapi itu? Itu salah besar. Lihatlah madrasah yang ada selalu kewalahan melayani penerimaan mahasiswa baru. Hanya 20 persen pendaftar yang bisa diterima. Selebihnya terpaksa ditolak karena kekurangan lokal dan tenaga pengajar untuk melayani mereka. Saya merasa banyak orangtua yang menginginkan anaknya sekolah di madrasah karena selain mendapatkan pendidikan umum, mereka juga mendapatkan pendidikan agama. Kita juga bisa lihat pondok pesantren kian digemari, orang antre mendaftarkan anaknya untuk menuntut ilmu di pesantren. Sayangnya daya tampung belum mencukupi. Untuk itu, kita akan usahakan bagaimana infrastruktur madrasah dan pesantren bisa dikembangkan, sehingga bisa menerima siswa lebih banyak. Apakah itu bentuk keinginan orangtua agar anaknya mendapatkan pendidikan yang seimbang antara dunia dan akhirat? Seharusnya memang sekolah agama itu digemari. Agar anak yang cerdas secara akademik, juga cerdas secara emosional dan spiritual. Saya heran, ilmu agama hanya diajarkan dua jam di sekolah-sekolah, itu pun tidak maksimal. Bagaimana anak-anak bisa memahami dan menjalankan agama dalam kehidupan seharihari? Untuk itulah kita berharap agar program gemar mengaji dan ke masjid ini bisa berjalan dengan baik, sehingga kekurangan pelajaran agama di sekolah bisa didapat di masjid. Setidaknya melalui pengajian. Kita akan rangkul tokoh masyarakat dan orangtua untuk mengarahkan anak untuk gemar mengaji dan ke masjid ini. Jika ke mall bisa berjam-jam, ke masjid satu jam saja tidak sempat. Saya yakin, kalau orangtua menyadari efek positifnya, maka tanpa diminta pun mereka akan mengarahkan anaknya untuk mengaji dan ke masjid. Beberapa hari yang lalu saya juga sudah mengumpulkan 252 kepala madrasah se-Sumbar. Saya minta mereka bisa menjadi contoh di tengah masyarakat. Saya juga minta mereka berperan aktif untuk bisa membuat suasana gemar mengaji dan ke masjid ini jadi semarak. Selain itu, saya minta mereka menyiapkan formula yang bisa dipakai untuk membuat siswasiswa bisa menjadi lebih berprestasi dan baik akhlaknya. Kementerian Agama adalah instansi yang setiap tahun melaksanakan pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji. Apa evaluasi Anda terhadap tugas Kemenag yang melibatkan berbagai instansi ini? Secara manajerial tidak ada masalah. Kita tidak ada masalah, karena sudah melakukannya berkali-kali. Selama ini semakin tahun kita semakin baik. Namun, ada yang harus kita tingkatkan. Bukan pada pelayanan jamaah dan proses pemberangkatan dan pemulangan saja. Saya rasa semua instansi, maupun swasta bisa melaksanakan kalau hanya sekadar itu. Namun kita harus sadari kenapa pemerintah menunjuk Kemenag untuk melaksanakannya. Karena, haji bukan sekadar pergi jalanjalan. Haji adalah perjalanan untuk beribadah. Tanpa bekal ilmu yang cukup, perjalanan dengan biaya yang besar itu akan jadi sia-sia. Bisa-bisa kita hanya jadi hajihajian, karena ada rukun yang tidak tuntas dilaksanakan, dan lainnya. Untuk itu, ke depan kita akan tingkatkan pelayanan dari segi ibadah. Kita akan maksimalkan peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji yang ada, terutama yang berada di bawah bimbingan kita. Apa pesan Anda pada masyarakat dan seluruh pegawai Kemenag? Sadarilah dalam hidup ini kita bekerja dan berprilaku bukan hanya untuk mengejar dunia. Namun, kita harus memikirkan akhirat. Sehingga apa pun yang kita lakukan hendaknya memikirkan bagaimana kita bisa bahagia dunia akhirat. Terutama bagi pegawai Kemenag. Perbaikan kesadaran agama masyarakat adalah tanggungjawab kita. Memang berat, namun apabila dikerjakan dengan ikhlas maka akan membawa hasil. Yang paling penting, mari kita menjaga kerukunan antar umat beragama. Apa hasil yang Anda inginkan berkaitan dengan agama ini? Tentu saja meningkatnya kualitas pemahaman dan pengamalan agama masyarakat, kemudian berkembangnya kehidupan sosial yang harmonis, rukun, dan damai di kalangan umat beragama. (*)

Dakwah yang Utama Adalah Suri Tauladan
Dakwah adalah bagian dari kehidupan Ismail Usman. Walaupun bukan dai kondang, namun dia sudah puluhan tahun mengabdi sebagai juru dakwah. Bagi Ismail, dakwah tidak hanya memberikan ceramah yang berapi-api di mimbar masjid atau di pengajian. Namun, yang paling utama adalah memberi keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Suatu kali, Ismail Usman yang kala itu masih mengajar sebagai guru Agama Islam di STM 1 Padang terpilih sebagai satu-satunya wakil dari Sumbar untuk pertukaran budaya dengan salah satu negara di Asia Timur (tidak disebutkan dengan alasan etika). Bagian dari perjalanan itu, dia pun menemui Azwar Anas yang kala itu menjabat Gubernur Sumbar. Tokoh Sumbar itu kemudian berpesan pada pria kelahiran 5 Desember ini agar selalu menjaga nama baik Sumbar. ”Sebagai duta Sumbar, kamu harus senantiasa menjaga nama baik Ranah Minang,” kata Azwar Anas seperti diceritakan kembali oleh Ismail. Mantan guru MAN Koto Marapak ini pun berangkat dengan harapan akan mendapat banyak ilmu dan pengalaman. Setelah dilepas Menteri Pemuda dan Olahraga, dia pun berangkat dengan pesawat. Setiba di negara tersebut, suasana langsung berubah. Ujian demi ujian pun harus dilalui Ismail Usman yang menurutnya sangat berkesan dan merusak suasana perjalanannya. Mungkin bagi sebagian orang mendapatkan rezeki, namun dia justru merasa mendapat petaka. Sebagai seorang Muslim, sebagai orang guru agama Islam, sebagai seorang Minang yang sudah diwantiwanti untuk menjaga nama baik Sumbar, yang paling penting demi menjaga iman dan menghindarkan diri dari dosa, dia harus rela dikucilkan dari teman-temannya selama perjalanan itu. Betapa tidak, baru saja turun dari tangga pesawat, dia sudah disambut wanita-wanita cantik dan berpakaian seksi. Semua anggota rombongan disambut dengan ciuman di tangga pesawat. Melihat hal itu dia pun kaget dan memutuskan untuk tidak ikut-ikutan menerima sambutan itu. Setibanya dekat wanita seksi dan akan dicium, dia meminta maaf dan mengatakan bahwa dia adalah Muslim yang tidak diizinkan bersentuhan

Harmonis: Ismail Usman bersama istri Hj Mulyarti, anakanak Hj Nilam Melani Putri, S.Kep, Ismusadli dan Khairia Melanie Putri.

HIJRAH A SUKRIAL—Padang
DALAM berdakwah, menjaga konsistensi sebagai muslim yang menjaga diri dari perbuatan yang bisa menjerumuskan memang sulit. Menurut alumni IAIN Imam Bonjol ini, berbagai pengalaman yang menguji konsistensinya memberi contoh dan teladan pun telah dia alami.

dengan wanita yang bukan muhrim, apalagi dicium dekat orang ramai. Setelah acara temu ramah, rombongan diajak mandi bersama-sama dalam keadaan berpakaian seksi

bahkan ada yang tanpa pakaian. Teman-temannya banyak yang menasehati agar dia mau ikut dan beradaptasi. Bahkan ketua rombongan setengah memaksanya untuk ikut.

Tidak sampai di situ, selanjutnya ada acara permainan yang lagi-lagi menguji imannya. Yaitu permainan bola di dada, bergoyang dengan perempuan bermata sipit, cantik dan musik yang hidup. Akibatnya, jika tidak hati-hati besar kemungkinan tubuh akan bersentuhan dengan wanita yang memakai pakaian sangat seksi itu. Tidak terima, Ismail Usman pun meninggalkan acara itu dan memilih untuk tetap berdiam diri di penginapan. Teman-temannya mengucilkannya. Mereka melaporkan Ismail ke Jakarta karena dianggap tidak bersedia mengikuti kegiatan dan tidak beradaptasi. Sampai acara perpisahan hal yang sama dialami oleh Ismail. Lagilagi dia harus mengucilkan diri. Betapa tidak, hatinya memberontak. Karenanya, mantan Kabid Penamas Kemenag Sumbar ini berpesan pada generasi muda untuk senantiasa berpikir jauh ke depan, melangkah berhati-hati. (a)

MINGGU

6 NOVEMBER 2011

NAN PADEK

5

KEJAR-KEJARAN: Entah apa yang ada di benak siswa ini. Kejar-kejaran melempar batu terhadap sesamanya. Aksi ini tak jarang menimbulkan korban jiwa. Dibutuhkan langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan ini. Salah satunya, meningkatkan pengawasan guru, orangtua dan masyarakat sekitar.

SY RIDWAN/PADEK

SY RIDWAN/PADEK

Nggak Gaul, Kalo Tawuran!
Bermula dari kongkowkongkow di satu tempat sepulang sekolah. Kemudian saling ejek mengenai hal-hal sepele. Lalu terjadilah perkelahian satu lawan satu yang akhirnya berubah jadi tawuran, melibatkan tiga hingga empat sekolah sekaligus.
DI Padang, yang demikian bukanlah barang baru. RTH Imam Bonjol, GOR H Agus Salim, Jalan Permindo, merupakan tiga tempat di Kota Padang yang menjadi tempat favorit siswa berkumpul dan bertemu satu sama lain. Hampir setiap tahun terjadi. Dapat dikatakan, pelakonnya yang itu-itu juga, didominasi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Tahun ini saja, dalam catatan Padang Ekspres, sudah terjadi 15 peristiwa tawuran. “Awal mulanya saling ejek dan mempermasalahkan hal yang sepele. Seperti gaya rambut, rokok hingga soal cewek,” ungkap Rahmadi Putra, siswa salah satu SMK swasta di Kota Padang. Untuk memulai tawuran sangat gampang. Apalagi dengan sekolah yang memang sudah menjadi musuh bebuyutan. Cukup dengan satu orang siswa saja yang bermasalah, semuanya akan ikut. Sebenarnya, banyak pula para pelajar yang tidak mau terlibat tawuran. Hanya saja mereka yang tidak mau itu, sering mendapat tekanan dari temantemang sekolahnya, yang pada akhir mereka pun terpaksa tawuran.

KORBAN TAWURAN: Salah seorang korban tawuran dirawat di rumah sakit.
“Dari pada dikucilkan teman-teman, lebih baik ikut,” kata Bobi, salah seorang siswa SMK negeri di Padang. Tapi, rasanya tidak fair jika menyalahkan siswa semata. Guru, pemerintah, dan orangtua juga memiliki andil dalam persoalan ini. Saat ini, banyak guru yang menjadi seorang pekerja, bukan pendidik. Mereka semata-mata sekadar mentransfer bidang ilmu yang mereka kuasai kepada anak didik. Di luar itu, hubungan guru dan murid, seperti hubungan orang yang tak saling kenal saja. Hal ini diakui siswa SMK swasta lainnya, Andri Juliandri. Dari pengakuannya, kadang kala guru tak memberikan contoh yang baik kepada anak didiknya. Bersikap seperti orang bengkel yang keras dan suka memanggil siswa dengan perkataan kasar. Ini semua menyebabkan pendidikan karakter yang saat ini digadang-gadangk pemerintah provinsi, menemui jalan buntu. Sebab, dasar dari pendidikan karakter adalah suri tauladan dari pendidik. Dalam hal ini, sebenarnya tidak hanya guru, tapi juga orangtua, sebagai ujung tombak dalam hal pendidikan berkarater tersebut. “Pendidikan karakter adalah memberikan contoh dengan sikap jujur, disiplin, kesadaran, dan tanggung jawab. Guru harus memberikan contoh pada siswa, tidak hanya di kelas di lingkungan pun harus diperlihatkan guru. Jika guru telah memberikan contoh yang baik, tentu siswa akan ikut, sehingga pengawasan pada siswa akan lebih mudah,” ujar Prayitno, pengamat pendidikan dari Universitas Negeri

SY RIDWAN/PADEK

TAK JERA: Berkali-kali tawuran, berkali-kali pula para pelajar ini ditangkap polisi.
Jangan Cari Siapa yang Salah Terpisah, Kepala SMKN 1 Padang, Sofrizal menjelaskan banyak sebab terjadi tawuran, saat ini bukan mencari siapa yang salah untuk menghindari atau mencegahnya. Yang diperlukan adalah solusi. “Langkah yang harus dilakukan saat ini adalah menamkan kepedulian, kesadaran dan tanggung jawab. Ini tidak saja dibebankan pada siswa atau sekolah, masyarakat dan petugas terkaitpun harus memiliki rasa tiga sikap tersebut,” ujarnya. Sebagaiman digambarkannya, sebelum terjadi tawuran pasti terlihat gerombolan siswa. Seharusnya, pada saat itu masyarakat yang berada di sekitar lokasi atau yang melihat itu, harus mengantisipasi dengan menghalau atau membubarkan kerumunan tersebut. Lebih baiknya, melapor pada pihak yang berwenang atau sekolah. Selain itu, petugas terkait seperti Sat Pol PP dan kepolisian diharapkan tanggap dengan informasi yang diberikan masyarakat. Sofrizal berharap, petugas ini bisa langsung membubarkan kerumunan siswa yang dicurigai akan melakukan tawuran. “Langkah yang juga perlu dilakukan adalah pembuatan Perwako, yang memberi hukuman kepada para pelaku tawuran atau pemicunya, akan dikeluarkan dari sekolah dan tidak diizinkan bersekolah di Padang. Hal ini dirasa penting untuk memeberikan efek jera pada siswa yang terlibat tawuran,” sebut Sofrizal. Dengan adaya Perwako, sekolah tidak lagi disalahkan kalau mengeluarkan siswa karena terlibat tawuran. Untuk mengeluarkan siswa tentu ti-

HIJRAH ADI SUKRIAL/PADEK

Padang. Namun ternyata, alumni sekolah, juga memiliki peranan dalam aksi tawuran para pelajar tersebut. Bahkan ada juga yang ikut serta. Ini diakui Febrian, salah seorang alumni sekolah kejuruan negeri. Khususnya para alumni yang baru saja tamat Hingga kini, alumni tahun 2010 masih sering diminta pendapat oleh juniornya di sekolah dulu. Ketika ada permasalahan dengan sekolah musuh, dia akan datang ke sekolah atau ke salah satu warung dekat sekolah untuk memberikan pendapat. Biasanya peran alumni untuk memberikan semangat. Kalau permasalahannya riskan dan berat, alumni ini akan ikut membantu tapi tidak mengenakan baju seragam. Cara seperti itu sudah terjadi sejak lama dan turun temurun.

dak dilakukan secara sepihak, sekolah tetap melakukan pembinaan pada siswa karena prinsipnya sekolah adalah untuk mendidik dan mengajar siswa. “Perwako dibuat berdasarkan turunan dari undangundang pendidikan yang ada, kalau ada peraturan resmi tentu sekolah tidak lagi disalahkan jika mengeluarkan siswa. Selama ini, sekolah selalu disalahkan kalau mengeluarkan siswa karena tawuran,” imbuhnya. Sofrizal yakin dengan adanya k esadaran, kepedulian, tanggung jawab masyarakat, ditambah Perwako, tawuran pelajar bisa diatasi. Untuk itu dia mengharapkan adanya duduk bersama antara Disdik, DPRD, Komnas HAM, dan dewan pendidikan untuk membicarakan hal ini, demi kemajuan mutu pendidikan di Padang. (ganda/eka/riki)

Prof. Dr Azwar Ananda, MA

Drop Out bukan Solusi
MENURUT saya, harus ada penanggulangan jangka panjang dan jangka pendek yang harus segera dilakukan oleh sekolah. Jangka panjang, sekolah harus bisa menyatukan siswa dalam bentuk kegiatan antar sekolah. Misalnya, seminar bersama, kemah bersama dan bentuk lainnya. Selama ini, sekolah sepertinya hanya sibuk mempersiapkan siswa untuk Ujian Nasional saja. Hal-hal seperti ini jadi terabaikan. Padahal kan dulu seperti itu. Ada kegiatankegiatan bersama yang bisa membangun rasa kebersamaan dan persatuan dari siswa. Untuk jangka pendek, harus segera dilakukan dialog antar siswa. Panggil tokoh-tokoh siswa yang sering bermasalah antar sekolah, kemudian bangun situasi kondusif yang bisa membangun persahabatan. Jadi, siswa ini merasa diperhatikan. Jangan malah diancam Drop Out. Hal itu justru tidak akan menyelesaikan masalah. Dengan adanya dialog, mereka terbiasa menyelesaikan masalah secara jantan, sportif, dan terdidik. Dialog-dialog seperti ini bisa difasilitasi Dinas Pendidikan. Saya yakin, dengan dua jalan ini, akan terbentuk sebuah pemahaman dan kesadaran baru dalam diri siswa. Masalah tawuran ini juga bisa diselesaikan dengan lebih terdidik. (indra)

Sosiolog Universitas Negeri Padang

Berikan Contoh sebelum Tegakkan Aturan
DETA Mahendra nama guru ini. Sejak diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) 2006 lalu dan ditempatkan di SMKN 1 Palembayan, Kabupaten Agam, dia tak jarang mengunjungi rumah siswanya. Kebiasaan itulah yang membuat dirinya paham bagaimana mengatasi perilaku nakal siswa. Kepada Padang Ekspres yang mengunjunginya kemarin (4/11), Deta bercerita bagaimana sulitnya bertugas di daerah terpencil. Apalagi harus berhadapan dengan siswa yang berasal dari kampung-kampung yang jauh. “Perangai mereka macam-macam. Saya harus berpandai-pandai, makanya saya datangi rumah anakanak yang bandel itu,” katanya. Dari sana, ia mempelajari bagaimana latar belakang keluarga anak didiknya, sehingga kemudian bisa mengambil tindakan untuk menyelesaikan kenakalan yang dilakukan siswa. “Kalau kita tahu seperti apa latar belakang mereka, pasti lebih mudah mengambil tindakan,” kata alumni IKIP Padang (kini UNP) itu. Tak jarang, dia harus menyusuri kampung-kampung untuk mencari keberadaan keluarga siswa yang dianggapnya nakal. “Yang saya datangi itu, anak-anak yang bandel, yang sering bolos. Kalau hukuman di sekolah saja mereka tidak jera, makanya saya datangi keluarganya baik-baik. Dibicarakan masalah anak, biasanya orangtua menyerahkan kepada saya. Dari sana baru diambil tindakan,” sebut Deta. Namun itu dulu, sebelum dia berhenti dari sekolah tersebut. Kini, saat dia dipercaya menjadi Wakil Kepala Bidang Kesiswaan di SMKN 5 Padang, dia mengaku sudah jarang melakukan kebiasaan mengunjungi rumah siswa. Karena, mau tidak mau pekerjaannya semakin banyak. “Tapi, bukan berarti saya tidak memperhatikan siswa. Di luar, saya tetap mengawasi siswa-siswa saya, waktu saja yang agak kurang,” tutur lelaki kelahiran Pesisir Selatan, 6 Juni 1974 itu. nya SMKN 5 semakin disiplin dan jarang terjadi aksi kenakalan siswa. “Saya gunakan ini,” katanya menunjukkan handy talky dan camera digital yang digunakannya untuk mengawasi siswa. Jadi tak jarang kerjanya seperti intelijen yang menyusup ke sana sini untuk menjaring siswa yang suka bolos. Foto-foto siswa yang dia tangkap kemudian ditempelkan di papan pengumuman. Ada foto siswa bolos, memanjat pagar, berkeliaran di jam sekolah, pacaran, dan macam-macam. “Itu tujuannya untuk membuat mereka malu dengan apa yang mereka lakukan,” katanya. Bahkan siswa-siswa yang kedapatan bolos, tawuran, atau aksi nakal lainnya, langsung dipanggil orangtuanya. Sehingga mampu mengurangi kenakalan siswa. Tapi, tak jarang pula, akibat kedisiplinan yang diterapkannya, dia dikerjai siswa. Dia mengaku ban mobilnya sampai ditusuk siswa dengan pisau. “Itu resiko jadi pendidik,” katanya. Meski banyak siswa yang tidak suka dengan disiplin yang dia terapkan, banyak pula siswa yang mendukung. Aji, siswa jurusan Teknik Elektro menyebut sekolahnya tak lagi dicap sebagai sekolah yang suka tawuran. Suasana sekolah pun kembali bergairah dengan banyaknya kegiatan ekstra kurikuler yang diberikan. Pembina OSIS SMKN 5, Marteti menyebut, Deta adalah contoh pendidik yang patut ditiru. “Memang tampak dari luar dia galak, siswa banyak yang takut. Tapi ketakutan siswa saya rasa bukan ditujukan kepadanya tapi kepada kedisiplinannya. Itu tak masalah, karena kita menginginkan kebaikan bersama,” ujarnya. Dia mengatakan banyak perubahan dan pendekatan yang dilakukan Deta kepada siswanya. Seperti menerapkan kedisiplinan selama jam sekolah, namun tetap memberikan kelonggaran kepada siswa untuk berkreatifitas. “Disiplin tetapi tetap bersahabat dengan siswa,” katanya. (heri)

Deta Mahendra, Wakil Kepala SMK Negeri 5 Padang

Namun, sejak dirinya menduduki jabatan Wakepsek itulah banyak terobosan baru yang dia buat. Yang utama sekali adalah menerapkan kedisiplinan di sekolah tersebut dengan memberikan contoh. “Kita mau siswa rapi, kita dulu yang harus rapi. Makanya saya terapkan dalam diri saya, bahwa saya harus rapi, bersih, dan tidak merokok. Baru siswa saya ajak meniru pola seperti itu,” ujarnya. Disiplin yang diterapkannya ketat, tapi tidak keras, atau tidak main tangan. Meski banyak siswa dongkol dengan peraturannya, tetapi dampak-

6

KISAH
Melirik Usaha Keluarga ”Lotek Puskud”
lotek yang telah diracik. Kepada Padang Ekspres, wanita itu memperkenalkan namanya Yulia Santi, akrab dipanggil Santi. Ia bercerita, sejak 1994 lalu, ia telah berjualan lotek. Untuk racikan bumbu lotek, ia mendapatkan resep rahasia dari orangtua laki-lakinya, Yusrizal Datuak Singorajo. Usaha lotek sudah menjadi usaha warisan keluarganya. Tahun 1985 lalu, orangtuanya Yusrizal membuka usaha lotek ini. Semasa orangtuanya masih lajang, orangtuanya sempat merantau ke Medan. Di sana, orangtuanya mendapatkan tambatan hati gadis asal Pulau Jawa. Dari gadis itulah, bapaknya mendapat ilmu meracik bumbu lotek. “Bapak saya sangat menyukai lotek, namun rasa lotek yang dibuat gadis tambatan hati bapak, rasanya manis. Pulang merantau, bapak saya pulang ke Padang. Setelah sampai di Padang, bapak menikah,” ucapnya. Setelah menikah, bapak bekerja serabutan mulai dari menjual es cendol hingga menjadi kuli bangunan. Namun pekerjaan itu, tak mampu menopang kehidupan keluarganya. Setelah mencoba melakoni sejumlah pekerjaan, orangtuanya teringat akan racikan lotek, mantan kekasihnya, asal Pulau Jawa, lalu bapaknya memutuskan untuk membuka usaha lotek di Kota Padang. Bapaknya melakukan kombinasi perpaduan dua rasa, yakni rasa manis dan pedas. “Orang Padang kan tak suka manis, makanya bapak mencoba memadukan dua rasa itu. Ternyata banyak masyarakat yang menyukai lotek buatan bapak. Tahun 1985 lalu, bapak menyewa tempat usaha di Jalan Jakarta, kawasan Asratek, Ulakkarang. Karena kelezatan lotek bapaknya, banyak masyarakat yang tertarik dan menjadi langganan. Bahkan dalam satu hari, pernah bapaknya mendapatkan order sebanyak 1.000 lotek,” ucapnya. Dari usaha lotek itulah, bapaknya berhasil membangun empat unit rumah. Bapaknya menyiapkan satu rumah untuk satu orang anak. “Alhamdulillah, usaha bapak maju, tak pernah berhutang untuk membuat rumah atau memodali usahanya. Bapak, orangnya pekerja keras, makanya bapak sukses,” ucapnya. Sebelum meninggal, bapak mengajarkan membuat racikan lotek. ”Untuk bumbu lotek, tak bisa dilakukan secara sembarangan. Harus tepat takarannya, kalau tidak rasanya akan tidak enak. Bapak baru bisa melepas saya untuk membuka usaha sendiri, setelah cita rasa racikan bumbu saya sama dengan bapak,” sebutnya. Wanita kelahiran 18 Agustus 1979 ini menambahkan, setelah ia dinilai lulus dalam meracik bumbu, orangtuanya lalu mengajarkan adiknya meracik bumbu lotek. Santi menyebutkan usaha loteknya dibuka pukul 07.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Saat merintis usahanya, ia menjual mobil pick-up miliknya seharga Rp16 juta. Bermodalkan uang itulah ia merintis usahanya tersebut. Awalnya, ia hanya mendapatkan keuntungan sehari sebanyak Rp200 ribu, namun setelah banyak pelanggan yang tahu, dengan lotek yang dibuatnya, pelanggan pun mulai banyak yang datang ke tempat usahanya. Praktis, keuntungan yang didapatnya pun juga bertambah. “Jika biasanya hanya Rp200 ribu, kini penghasilan saya bisa mencapai Rp2,5 juta per hari. Saya juga punya cabang di Akper Mercubuana Siteba. Usaha lotek itu dikelola suami saya. Meski baru dua minggu, Alhamdulillah penghasilan yang didapatkan dari usaha itu, juga cukup besar,” tuturnya. Dari usaha loteknya, ia telah dapat membeli satu unit rumah, 1 petak tanah, 4 sepeda motor dan satu mobil. Ia mengaku tak menyesalkan telah meninggalkan bangku kuliahnya karena ia telah menikmati buah kerjakerasnya. Sebelum meninggal, bapaknya telah memberikan tiga tips agar usaha yang dikelola kian sukses. Tiga kunci sukses itu ramah, rasa dan kebersihan makanan. Salah memilih racikan bumbu, akan mempengaruhi rasa lotek yang dijualnya. Untuk kacang, kencur dan gula aren didatangkan langsung dari Pasaman. Alasan ia lebih memilih kacang, kencur dan gula aren dari Pasaman karena kualitas bahannya jauh lebih baik. ”Di setiap cabang, rasanya sama dan tak berbeda,” ucapnya. Santi mengaku kerap mendapatkan tawaran dari orang lain untuk join usaha. Namun, ia masih ragu dengan tawaran kerja sama tersebut. Ia belum yakin, tawaran kerjasama tersebut akan membuat usaha lotek Puskud yang telah menjadi warisan turun –temurun keluarganya itu dapat berkembang lebih baik. “Saya lebih memilih menjalankan usaha ini sekeluarga saja. Saya berencana akan mempatenkan usaha lotek ini. Usaha ini tentunya sangat besar artinya bagi saya. Selain menopang kehidupan keluarga saya, tapi juga warisan usaha keluarga yang harus saya pertahankan,” ucapnya. Perempuan berambut lurus sebahu itu melanjutkan ceritanya, orangtuanya tak meninggalkan harta berlimpah untuk anak-anaknya, selain 1 unit rumah untuk anak-anaknya. Bumbu racikan lotek yang ditinggalkan orangtuanya itu,

MINGGU

6 NOVEMBER 2011

Sukses Berkat Jalankan Tiga Wasiat Bapak
Siapa yang tak mengenal kelezatan lotek Puskud, rasa bumbunya yang menyajikan manis pedas, membuat usaha keluarga yang dirintis Yusrizal Datuak Singorajo sejak 1985 lalu tetap bertahan, di tengah gempuran makanan siap yang kian menjamur di Kota Padang. Berbekal resep rahasia warisan keluarga, lotek Puskud ini mampu mencuri perhatian pecinta makanan di Kota Padang. Berawal dari satu tempat usaha, kini lotek Puskud telah memiliki empat cabang di tempat berbeda. Laporan: GUSTI AYU GAYATRI
SEORANG wanita di jalan Jhoni Anwar terlihat asyik mengulek bumbu kacang, tangannya begitu telaten menyiapkan racikan bumbu lotek. Dengan ramah, wanita itu melayani pembeli, yang datang satu persatu membeli lotek di kedai miliknya. Silih berganti orang yang masuk ke kedainya, untuk mencicipi rasa

WARISAN KELUARGA: Yulia Santi berpose di depan usaha lotek yang sudah menjadi usaha warisan keluarganya di Jalan Jhoni Anwar.
merupakan harta paling berharga yang tak ternilai harganya. Dengan bumbu rahasia racikan bapaknya itu, dapat menopang kehidupan keluarganya. “Kepandaian meracik bumbu inilah harta yang paling berharga yang ditinggalkan orangtua saya. Dengan ini, saya bisa menghidupi keluarga. Nama Puskud sendiri adalah pemberian pelanggan karena lokasinya di depan Puskud, Jalan Jakarta Ulakkarang. Ternyata nama yang diberikan pelanggan itu membawa hoki buat saya,” jelasnya. Salah seorang pelanggan lotek Puskud, Helsi mengaku sangat menyukai kelezatan resep lotek Puskud. Karena racikan bumbunya berbeda dengan lotek kebanyakan. Katanya, ia pernah menikmati lotek dari penjual lotek yang lain, namun cita rasa bumbunya berbeda dengan yang dijual lotek Puskud. “Rasanya beda saja, kalau yang lain memiliki satu rasa saja, yakni kalau tidak pedas, ya rasanya manis. Kalau lotek Puskud rasanya antara rasa manis dan pedas. Kuah kacangnya beda dengan kuah kacang lotek yang dijual penjual lainnya. Telah banyak saya mencoba lotek yang lain, namun lotek Puskud punya ciri khas tersendiri,” ucapnya. (***)

UNDANGAN
13 November 2011
TARAGAK BASUO ALUMNI SMP-N10 PADANG ANGKATAN 86,87, dan 88
Hari Tanggal Jam Tempat Acara : : : : : Minggu 13 November 2011 08.00 Wib Pagi Lapangan SMP-N 10 Padang Jln. DR M. Hatta 1. kata sambutan dari Ketua pelaksana 2. Silahturahmi 3. Makan siang 4. Hiburan

Demikianlah, Atas kehadiran saudara saudari, sebelumnya kami ucapkan terima kasih. Wassalam Panitia Pelaksana

Yandri, Spd. Mpd Ketua

Alizar, S,Ag Sekretaris

Contak Person : 1. Yandri : 0812 6602 6371 2. Alizar : 0813 6333 5627 3. Bahrayanti : 0821 7023 3008

7 SAMBUNGAN Ketua MK Dukung Gubernur Dipilih DPRD
MINGGU
6 NOVEMBER 2011
Jakarta, Padek—Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mendukung keinginan pemerintah untuk mengembalikan mekanisme Pemilihan Gubernur dari secara langsung ke Pemilihan oleh Dewan Perwakiln Rakyat Daerah (DPRD). Menurutnya, berdasarkan pengalaman dan banyaknya sengketa Pilkada yang masuk ke MK, memang pemilihan langsung banyak merusak kehidupan bermasyarakat dan menimbulkan perpecahan dalam masyarakat, utamanya hal itu terkait dengan tidak terhindarkannya permainan politik uang. “Sehingga saya menganggap setuju hal itu (Pilgub dipilih oleh DPRD),” kata Mahfud, kemarin. Seandainya jika nantinya Pemilihan Gubernur di kembalikan ke DPRD, menurut Mahfud, KPK tak perlu ikut terlibat dalam pengawasan secara langsung karena itu bukan kewenangan KPK. “KPK ndak usah ikuti, kalau mau mengawasi, secara diam-diam ketika akan jadi masalah di pengadilan. Karena kalau diawasi langsung akan menjadi conflict of interest,” jelas Mahfud. Namun, dasarnya jika mau dilakukan pemilihan langsung atau pemilihan oleh DPRD semuanya disahkan dalam Konstitusi. “Jadi bagi saya (Pilgub langsung oleh masyarakat) boleh saja, mau dikembalikan (ke pemilihan oleh DPRD) boleh juga. Itu menurut konstitusi dan tidak bisa dibatalkan oleh Konstitusi. Sah-sah saja,” tandas Mahfud. Seperti diketahui, Pemerintah melalui Rancangan Undangundang (RUU) Pilkada ingin mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah provinsi (gubernur) dari secara langsung ke pemilihan oleh DPRD. Pertimbangan mengembalikan mekanisme pemilihan gubernur (Pilgub) ke DPRD adalah demi memudahkan pengawasan dan menekan politik uang (money politics). Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri, Djohermansyah Djohan, menyatakan bahwa guna mencegah politik uang itu pula, sangat terbuka kemungkinan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi Pilgub oleh DPRD. Menurutnya, RUU Pilkada yang kini tengah disiapkan pemerintah akan membuka ruang bagi KPK agar secara aktif mengawasi Pilgub, termasuk melakukan penyadapan terhadap para anggota DPRD. Tidak Selesaikan Masalah Sementara itu, Direktur Eksekutif Central for Electoral Reform (Cetro), Hadar Gumay mengatakan keinginan Pemerintah untuk mengembalikan mekanisme Pemilihan Gubernur dari secara langsung ke Pemilihan oleh Dewan perwakiln Rakyat Daerah (DPRD) tidak bisa dibenarkan. Menurutnya, pengalihan itu bukan menyelesaikan masalah Pilkada, tetapi yang harus dipikirkan bagaimana menyelesaikan masalah pelanggaran Pilkada yang sudah ada dalam proses penyelenggaraan saat ini. “Dicari penyelesaian masalahnya, bukan menghindari masalah dengan mencari masalah baru,” kata Chaidar saat ditemui di Gedung MK, Jakarta, Jumat (4/11). Dikatakannya, Indonesia merupakan negara demokrasi yang berkedaulatan rakyat. Mengingat pengalaman sebelumnya, saat Pilgub masih dilakukan oleh DPRD, politik uang tetap saja terjadi dan itu sangat menyakiti masyarakat. “Kita gampang melupakan persoalan yang lalu, karena money politic di DPRD waktu itu sangat besar,” ujarnya. Menurutnya, pemerintah harusnya melibatkan masyarakat dalam kehidupan Demokrasi. Sebab, bila rakyat dipisahkan akan berdampak pada keterbelakangan pengetahuan dalam dunia politik. Parahnya, masyarakat akan menjadi boneka oleh DPRD. “Sekarang apakah bisa kita jamin, (pemimpinya) sesuai keinginan masyarakat setempat. Kalau tidak sesuai keinginan, masyarakat juga akan protes dan malah jadi masalah besar,” tandasnya. Diketahui, Pemerintah melalui Rancangan Undang-undang (RUU) Pilkada ingin mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah provinsi (gubernur) dari secara langsung ke pemilihan oleh DPRD. Pertimbangan mengembalikan mekanisme pemilihan gubernur (Pilgub) ke DPRD adalah demi memudahkan pengawasan dan me-

780 Ribu Tewas Akibat Gempa
Paris, Padek—Gempa yang terjadi dalam sepuluh tahun terakhir telah membunuh lebih dari 780.000 orang, sama dengan 60 persen kematian akibat bencana alam. Hal itu terungkap dari studi yang dilansir The Lancet, Jumat (4/ 11). Studi tersebut juga menyebutkan, selain mengakibatkan kematian, gempa secara langsung berdampak terhadap dua miliar orang lainnya. Paling banyak korban adalah ketika terjadi gempa bumi di Haiti pada 12 Januari 2010. Gempa berkekuatan 7,0 itu menewaskan 316.000 orang. Disusul gempa 9 SR pada 26 Desember 2004 yang memicu gelombang tsunami di Samudra Hindia. Bencana alam tersebut menewaskan 227.000 orang dengan sebagian besar korban adalah warga Aceh. Sementara itu, gempa 7,9 yang mengguncang Provinsi Sichuan, China pada 12 Mei 2008 menyebabkan 87.000 orang tewas. Studi ini dipimpin Susan Bartels dari Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston, Amerika Serikat, dan Michael van Rooyen dari Brigham and Women’s Hospital, Boston. Keduanya mengingatkan, ancaman dari gempa akan menguat dengan pertumbuhan populasi dunia dan perluasan kota ke kawasan-kawasan rawan gempa. Kotakota besar dunia yang masuk jalur gempa adalah Tokyo yang berpenduduk 32 juta jiwa, Mexico City (20 juta), Los Angeles (15 juta), dan Istanbul (9 juta). Tujuan studi ini untuk memberi gambaran pada pembuat kebijakan, tim penolong tentang skala gempa dan prioritas kesehatan. Bagi para dokter, studi ini untuk menunjukkan berbagai jenis luka atau cedera yang dialami korban. “Gempa besar bisa menyebabkan jumlah korban jiwa yang berdampak pada populasi, antara 1-8 persen,” tulis laporan itu. Hasil penelitian itu juga menunjukkan rasio antara kematian dan cedera bervariasi, tetapi biasanya berkisar satu banding tiga. Angka kematian terungkap secara bergelombang, dari kematian langsung seperti tertimpa bangunan, disusul kematian beberapa jam kemudian ketika warga terluka parah meninggal akibat luka dalam. Kematian berikutnya biasanya terjadi beberapa hari hingga beberapa pekan setelah

Pastikan Ketepatan Layanan di SPBU
Jakarta, Padek—PT Pertamina (Persero) memastikan ketepatan layanan di SPBU. Penegasan dilakukan ini menyusul broadcast message di beberapa group BlackBerry Messenger (BBM), mengenai keluhan atas pelayanan SPBU Pasti Pas. Juru bicara Pertamina M. Harun mengatakan, broadcast tersebut merupakan upaya kali kesekian yang secara sengaja dilakukan untuk mendiskreditkan dan memojokkan Pertamina dengan memberikan informasi yang tidak berdasar, tanpa bukti, dan dengan identitas pengirim yang tidak jelas. “Informasi yang menyatakan bahwa dengan memainkan handle selang karyawan pompa bensin dapat mencurangi pembeli adalah tidak benar. Proses pengisian handle telah di set sesuai program volume atau besaran jumlah pengisian,” kata Harun dalam keterangannya di Jakarta, kemarin. Ia menjelaskan, nozzle pompa SPBU memiliki sensor yang otomatis dapat berhenti apabila akan mencapai jumlah tertentu sesuai program pengisian. Apabila nozzle Pompa BBM berhenti secara otomatis maka angka penunjuk liter di pompa ikut berhenti dan operator akan langsung menekan kembali nozzle tersebut agar pelayanan tetap lancar hingga mencapai jumlah sesuai program. Pompa SPBU Pertamina saat ini telah menggunakan sistem digital dan pengamanan yang ketat serta telah menjadi kesadaran para pengelola SPBU bahwa pelaku yang melakukan kecurangan akan ditinggalkan oleh pelanggan. “Pertamina juga memberlakukan sistem kompetisi diantara SPBU Pertamina, sehingga semuanya berupaya untuk memberikan layanan yang terbaik merebut pelanggan,” lanjutnya. Ia menambahkan, guna memastikan kesesuaian takaran di SPBU, Tim Kualitas dan Kuantitas Pertamina dengan dibantu Dinas Metrologi dan auditor independen, secara rutin melakukan pengecekan dan pengujian di lapangan sebagai perwujudan memberikan pelayanan yang

Pulau Komodo telah Didukung 100 Juta SMS
Sambungan dari hal. 1
Di tingkat ASEAN, Posisi Indonesia tahun ini kalah jauh jika dibandingkan dengan Malaysia yang duduk di posisi Singapura (26), Brunei Darussalam (33), atau Malaysia (61). Negara ASEAN yang rangking IPM-nya di bawah Indonesia adalah Vietnam (128), Timor Leste (147), dan Myanmar (149). Staf ahli Mendikbud Bidang Sosial dan Ekonomi Pendidikan Taufik Hanafi menuturkan, anjloknya posisi IPM Indonesia ini disebabkan karena ada penambahan negara yang diteliti UNDP. Selain itu, Hanafi mengatakan ada sejumlah negara yang laju peningkatan IPM-nya lebih cepat dibanding Indonesia. Diantara negara berkembang yang menyalip Indonesia adalah Afrika Selatan, Kiribati (Oceania), dan Suriah. Taufik menuturkan, jika dilihat dari urutan posisi IPM Indonesia memang menurun. Namu, jika dilihat dari nominalnya, IPM Indonesia tahun ini meningkat jika dibandingkan tahun lalu. IPM Indonesia tahun ini tercatat 0,617. Sedangkan tahun lalu hanya 0,600. “Selisihnya memang sedikit. Tapi dengan penduduk Indonesia yang banyak, upaya menaikkan nol koma sekian cukup sulit,” papar Taufik. Selanjutnya, Taufik mengelak jika dunia pendidikan menjadi faktor posisi IPM Indonesia melorot. Dia menyebutkan, pembangunan kualitas pendidikan di Indonesia menjadi penyumbang nomor dua dari tiga faktor penentu IPM. Dia menyebutkan, penyumbang terbesar IPM adalah dunia kesehatan. Sedangkan penyumbang IPM paling kecil adalah pendapatan nasional bruto atau kotor. Dalam urusan pendidikan penelitian UNDP mengamati tingkat rata-rata lama penduduk mengenyam pendidikan (mean years of schooling). Data dari UNDP menyebutkan, tahun ini rata-rata penduduk Indonesia mengenyam pendidikan hanya 5,8 tahun. Itu artinya, versi UNDP banyak penduduk Indonesia yang tidak lulus SD. Sebab, lama belajar di tingkat SD adalah enam tahun. Capaian peningkatan partisipasi belajar tadi, tidak jauh jika berbeda dibandingkan dengan tahun lalu. Catatan UNDP 2010 menyebutkan, tahun lalu rata-rata penduduk Indonesia hanya mengenyam pendidikan dalam tempo 5,7 tahun. Dengan peningkatan anggaran APBN untuk pendidikan yang mencapai Rp36 triliun, capaian sektor pendidikan tadi patut dipertanyakan. Lagi-lagi, pihak Kemendikbud menggunakan banyaknya jumlah penduduk Indonesia sebagai tameng. Taufik menuturkan, secara hitunghitungan di atas kertas memang peningkatan IPM Indonesia tidak banyak. “Tapi sekali lagi saya tuturnya, penduduk Indonesia banyak. Pemerintah sudah berupaya keras,” kata dia. Taufik menandaskan, yang

Pulau Komodo telah Didukung 100 Juta
Sambungan dari hal. 1
Namun, banyak juga ketika tersangka tidak memiliki duit lagi untuk disetorkan, perkara akhirnya dilanjutkan ke pengadilan. “Mereka (penyidik kejaksaan) tak perhitungkan dampak sosial setelah seorang ditetapkan jadi tersangka. Jangan sampai seenaknya dinaikkan ke penyidikan kemudian kasusnya dibiarkan,” tegas mantan JAM Pidana Khusus ini. Bisa saja, lanjut dia, perkara ATM itu tak ada. Dimungkinkan suatu kasus terburuburu dijadikan penyidikan, karena penyidik mengejar target penyidikan korupsi yang sempat diperintahkan pimpinan kejaksaan. “Jumlahnya sedang kita inventarisir,” tambahnya. Pengawasan terhadap perkara lama yang terhenti seperti ini, lanjut Marwan, akan menjadi agenda jajarannya tahun 2012. Meski tak menyebut jumlah, Marwan mengaku praktik berbau “perkara ATM” banyak dilaporkan masyarakat ke pihaknya. Terdakwa Korupsi Bebas Sebelumnya, Jaksa Agung Basrief Arief mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi kasus bebasnya 14 terdakwa korupsi yang terjadi di Pengadilan Tipikor Samarinda, Kaltim. Hal ini dilakukan untuk menepis tudingan bahwa jaksa ikut berperan dalam pembebasan para terdakwa dengan cara membuat dakwaan yang lemah secara hukum. ”Apakah ada kekeliruan, nanti secara komprehensif kita lakukan evaluasi-evaluasi terhadap putusan,” kata Basrief, Jumat (4/11). Dilihat dari perkaranya, kasus korupsi dana operasional DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) merupakan satu paket dengan jumlah tersangka mencapai 40 orang. “Jadi kasusnya satu (korupsi dana operasional) sebetulnya, tapi tersangkanya 40 orang,” tambah dia. Terkait isi putusannya sendiri, Basrief mengaku hanya bisa menghormati karena sepenuhnya merupakan kewenangan pengadilan. “Tapi kita akan kasasi,” saat ditanya sikap kejaksaan selanjutnya. Putusan bebas terakhir Tipikor Samarinda dialami mantan anggota DPRD Kukar: Mahdalena, Sutopo Gasip, Idrus Tanjung, dan Saiful Aduar, Kamis (3/11). Sebelumnya, sejak Senin, Selasa, dan Rabu pekan ini 10 terdakwa lain juga mengalami hal serupa. Hakim berpandangan perbuatan ke-14 orang tersebut tak ditemukan tindak pidana korupsinya (onslaq van rech vervolging) atau bebas dar segala tuntutan jaksa. Kejaksan sendiri menuntut mereka dengan hukuman pidana masing-masing selama 1 tahun 6 bulan, denda Rp 50 juta

Pulau Komodo telah Didukung 100 Juta SMS
Sambungan dari hal. 1
*** Hari ini, 10 Dzulhijjah 1432 Hijriyah, kita berkesempatan mewarisi nilai-nilai dan maknaketeladanan dari sosok sentral di balik perayaan Idhul Adha. Ia adalah Nabi dan Rasul Ibrahim AS. Di saat para pemimpin negeri ini menghimpun kekuatan mempertahankan kekuasaan, Nabi Ibrahim telah memberi contoh betapa amat pentingnya regenerasi. Ketika di zaman ini semuanya bisa dibeli dengan uang, dan segala cara dihalalkan untuk mendapatkan sesuatu, Nabi Ibrahim AS menunjukkan bagaimana memperkokoh idealisme kebenaran. Dan, sewaktu pemimpin negeri ini berlomba-lomba menumpuk harta, Nabi Ibrahim AS telah mempraktikkan bagaimana menjadi pemimpin yang bertindak adil dan bijaksana, membawa rakyatnya menjadi masyarakat yang bermartabat dan berwibawa. Begitu pula, ketika banyak di antara kita yang kikir, Nabi Ibrahim AS tak ragu untuk “mengorbankan” anaknya. Sejarah Nabi Ibrahim AS, selalu dikenang dan telah menjadi khotbah wajib para penceramah. Setiap tahun, terus diulang-ulang. Nilai-nilai dan makna keteladanan Nabi Ibrahim AS tak pernah luntur. Namun, nilainilai itu seperti sulit sekali “melekat” pada kita. Khotbah tentang Nabi Ibrahim AS yang disampaikan begitu berapi-api di atas mimbar, hanya dianggap seperti kaset usang yang terus diputar. Nilai-nilai dan makna itu, hilang seiring berlalunya Idul Adha. Di saat itu kita kembali mengatakan, bahwa kita telah kehilangan keteladanan. Kita tak punya panutan. Lalu bertanya seperti orang bodoh, “Siapa yang bisa dicontoh?” (*)

Pulau Komodo telah Didukung 100 Juta
Sambungan dari hal. 1
Keempat, bekal sosial. Kemampuan ini sangat penting dimiliki oleh orang yang hendak pergi haji. Jika biasanya di rumah, mereka tidur sendiri di tempat tidurnya dengan leluasa dan mandi juga demikian, saat pergi haji, mereka sharing dengan temannya yang satu kamar. Demikian juga saat menggunakan kamar mandi. “Rasa empati, simpati, tenggang rasa, suka menolong, dan bekerja sama akan terlihat dengan bekal sosial. Kalau ini tidak dimiliki, bisa berantem dengan teman satu kamarnya. Bekal sosial harus dimiliki. Jika tidak, bisa melakukan halhal yang tidak diperbolehkan, misalnya bertengkar. Lagi tawaf disodok orang melotot. Lagi minum zamzam disenggol orang melotot. Mungkin orang itu bisa memenuhi rukun-rukun haji, tapi tidak sempurna, karena sikap itu tidak terpenuhi,” terangnya. Kelima, bekal ilmu. Orang yang mau pergi haji harus mengetahui tata cara manasik haji seperti tawaf, sai, dan lainnya. Demikian juga larangan-larangannya. “Kalau sudah pakai ihram itu bagaimana? Kalau melanggar bagaimana? Kalau tidak punya bekal ilmu, bisa tidak sah hajinya. Boleh jadi dia dipanggil oleh masyarakat dengan sebutan haji, tapi di hadapan Allah tidak, karena hajinya tidak sah,” ungkapnya. Termasuk bekal ilmu juga, orang yang pergi haji harus memahami di mana mereka tinggal. “Mengerti ilmu alam atau yang berkaitan dengan alam. Ini penting. Misalnya siang-siang tawaf, padahal panas, dia tidak mengukur kemampuan dirinya,” imbuhnya. Juga memahami ilmu terkait kecakapan hidup. Apalagi dalam perkembangan teknologi seperti saat ini. Dulu, mandi pakai gayung. Saat ini sudah menggunakan shower. ”Bagaimana naik lift. Janganjangan masuk lift tidak tahu caranya. Tidak bisa menggunakan alat-alat yang disediakan. Berakal sehat itu tidak hanya waras, tapi punya ilmu,” jelasnya. Tak kalah pentingnya adalah ilmu komunikasi. Saat ini, masih ada sejumlah calon haji yang tidak bisa bahasa Indonesia. Apalagi bahasa Arab atau Inggris. Padahal, komunikasi sangat penting. “Makanya kalau mau berangkat harus dibekali dulu, diajari dulu. Bekal ilmu merupakan cara berhaji yang beradab. Sebelum haji harus ada pembinaan 5 bekal tersebut. Dari waktu ke waktu pelaksanaan ibadah haji makin beradab,” pungkasnya. Naib Amirul Haj, KH Hasyim Muzadi menyebutkan, pembuktikan mabrur dan tidaknya haji seseorang itu memang tanda-tandanya dapat dilihat ketika sudah kembali ke tanah air. Bila sikapnya semakin baik dan berguna bagi lingkungan, sesama, dan negaranya maka dia menjadi haji yang mabrur. “Namun, bila sebaliknya yang terjadi, bahkan mesti sudah bolak-balik ke Mekkah, gelar haji yang disandangnya itu tak ada artinya,” kata Hasyim Muzadi. Saat melakukan wukuf di Arafah, para jamaah agar menyerahkan diri kepada Allah agar segala dosa-dosanya diampuni. “Berdoalah seikhlas mungkin agar dapat membawa ketenangan hati dan untuk kebaikan diri sendiri. Sebab, bila doa kita dikabulkan, maka jiwa kita diharapkan bisa bersih dan akan menjadi tameng jika kita akan melakukan perbuatan tidak baik,” katanya. Hasyim mengatakan, dengan jiwa yang bersih diharapkan jamaah haji Indonesia saat pulang ke Tanah Air bisa menjadi mabrur dan meninggalkan segala hal yang dilarang. Bahkan ajang wukuf yang dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini juga banyak diikuti oleh sejumlah pejabat tinggi baik di pusat dan daerah, maka wukuf ini juga bisa dimanfaatkan untuk introspeksi diri. “Selama ini yang masih kurang itu ada suri teladan dari

Pulau Komodo telah Didukung 100 Juta SMS
Sambungan dari hal. 1
Di sana sudah ada ratusan jamaah dari berbagai negara yang juga menunggu pemeriksaan. Di sini para calon haji mengisi formulir yang berisi identitas calon jamaah haji. Untuk mempercepat proses pemeriksaan, jamaah dibagi berdasar asal negara atau kelompok terbang. Misalnya, kelompok calon haji yang terbang dari Muscat, Oman, diperiksa secara berkelompok bersama jamaah dari Oman. Jadi, yang antre hanya calon haji dari Oman. Setelah selesai, ganti calon haji dari negara lain yang mendapat giliran diperiksa. Begitu seterusnya. Tapi, karena jumlah calon jamaah begitu banyak, antrean menjadi panjang. Meski saya jamaah dari Indonesia, saya masuk Jeddah melalui Muscat, Oman. Jadi, saat diperiksa petugas imigrasi, saya diikutkan dalam kelompok calon jamaah haji dari Oman. Nah, ketika giliran saya akan ditempeli striker, petugas tadi kebingungan karena harus mencari konter khusus imigrasi yang mengurusi jamaah asal Indonesia. Jadinya, saya harus menunggu sekitar setengah jam baru urusan kelar. Setelah itu dibantu Awad, petugas airport travel Shafira untuk mengurusi kendaraan ke Makkah. Karena masih dini hari, saya memlih beristirahat dulu di Bandara Jeddah sambil menunggu calon jamah haji asal Indonesia lainnya datang. Saya juga memanfaatkan waktu menunggu beberapa saat itu untuk mandi. Di dalam bandara memang disediakan banyak kamar mandi bagi calon jamaah haji yang bermiqod di Jeddah atau berniat ihram untuk umrah, sebagai rangkaian haji tamattu. Saya pun baru mengenakan ihram di bandara ini. Pagi itu gelombang calon haji terus berdatangan ke Bandara Jeddah. Termasuk jamaah haji asal Indonesia. Setelah melalui pemeriksaan imigrasi, calon jamaah mendatangi tempat pemberangkatan bus. Setiap kelompok didata, dicatat petugas transportasi. Namun, giliran hendak naik bus, prosesnya berjalan sangat lamban. Menunggu sejak pukul 06.00, baru berangkat pukul 09.00. Baru dua jam kemudian barang dinaikkan. Karena barang bawaan calon haji sangat banyak, perlu waktu sedikitnya satu jam untuk menaikkan barang tersebut. Sekitar pukul 09.00 bus bergerak meninggalkan terminal haji Jeddah menuju Makkah. Alamak! Bus yang kami tumpangi ternyata melaju lamban. Itu karena bus sudah uzur. Sering, saat melaju atau gigi persneling dipindah terdengar bunyi gemertak pertanda suara mesin soak. geregeg... geregeg.... Saat kopling dilepas, bukannya bus tambah melaju cepat, tapi malah melambat terseok-seok. Jadinya, selama perjalanan Jeddah- Makkah bus yang saya tumpangi kerap disalip kendaraan lain. ”Seharusnya bus sudah masuk museum,” protes saya. ”Sabar Pak, ini ujian bagi calon haji,” kata penumpang di sebelah saya dengan nada menghibur. Konon bus-bus tua seperti yang saya tumpangi hanya beroperasi saat musim haji. Di luar musim haji, bus hanya diparkir di garasi perusahaan bus. Karena permintaan akan transportasi sangat tinggi di musim haji, busbus uzur tadi pun dioperasikan. Sepanjang perjalanan JeddahMakah banyak pemeriksaan alias check point. Bahkan, baru keluar 100 meter dari areal bandara sudah diperiksa polisi dan tentara bersenjata. Tapi, karena ada stiker khusus angkutan jamaah haji, pemeriksaan bus tidak lama. Hanya dilihat petugas, lalu bus diperbolehkan berjalan. Tapi, tidak bagi kendaraan yang dicurigai mengangkut penumpang, apalagi calon jamaah haji ilegal. Kendaraan pribadi tadi akan diperiksa cukup lama. Baru setelah bisa menunjukkan suratsurat secara lengkap, kendaraan boleh melintas. ”Hari-hari ini pemeriksaan sangat ketat,” kata salah satu petugas haji Indonesia di Jeddah. Pemeriksaan atau check point terakhir sekitar 23 kilometer menjelang memasuki Kota Makkah. Semua kendaraan yang melintas diperiksa secara ketat. Bagasi juga dibuka. Tapi, bus dengan stiker khusus yang mengangkut calon jamaah haji boleh melintas tanpa ditanya bermacam- macam. Sekitar pukul 12.30 bus baru sampai di Makkah atau sekitar 3,5 jam perjalanan dari Jeddah. Selain bus berjalan pelan, jalanan Jeddah–Makkah juga padat karena banyak kendaraan calon jamaah haji berbondong- bondong menuju Makkah. Rasanya hati ini plong begitu masuk Makkah. Alhamdulillah, Allah telah membuka rumah-Nya

8

CUCU MAGEK DIRIH

MINGGU

6 NOVEMBER 2011

Teologi Saling Menolong, Bahagia Ketika Membantu
H. Sutan Zaili Asril
DI ANTARA amalan sunat bernilai tinggi pada saat menyambut Idul Adha, bagi umat Islam yang tidak sedang mengerjakan ibadah haji: pertama shalat 'Id dan mendengarkan kotbah. Kedua puasa tasyrik (puasa saat jamaah haji wukuf di Padang Arafah). Ketiga berkurban (yaitu menyembelih seekor kambing atau domba) dan keempat, bersedekah. Berkurban dan bersedekah, selain bernilai ibadahilahiyah, juga berdimensi/ merupakan ibadah sosial. Yaitu, membantu orang fakir/miskin dan atau yang sangat membutuhkan bantuan dalam berbagai keadaan yang dihadapi. MEMANG, Islam termasuk agama yang sangat mementingkan kebersamaan dan atau persaudaraan (alikhwan) -- termasuk persaudaraan atas penggunaan nikmat yang diberikan Allah (faasbahtum bi nikmati ikhwana). Islam termasuk agama yang memandang semua rezeki yang didapatkan atas ridha Allah, dan pada rezeki itu terdapat hak fakir/miskin dan yang dikategorikan sebagai membutuhkan dalam berbagai kondisi. Bentuk pengeluaran bagian itu dilakukan melalui amalan yang disebut, zakat (termasuk fitrah) dan infaq-sadaqah. Tiga rukun Islam, seperti zakat, puasa, dan haji, memiliki dimensi ibadah sosial. Idul Adha yang berada dalam konteks haji sangat menekan dimensi berkurban -- baik dalam bentuk menyembelih hewan seekor kambing/domba atau sapi atau onta maupun dalam makna mendekatkan diri kepada Allah. Berkurban dalam hal menyebelih hewan ternak, merupakan bentuk yang sudah tua -- sudah berlaku sejak Nabi Adam saat mereka mengorbankan sebagian dari hasil panen sebagai bentuk bersyukur. Daging ternak, walau dapat dimakan sebagian oleh yang berkurban, sebagian besarnya dibagikan kepada fakir/miskin yang boleh jadi tidak pernah memakan daging atau amat jarang memakan daging. Yang direferensi oleh Islam adalah peristiwa Nabi Ibrahim mengurbankan dan atau dengan menyembelih anaknya, Ismail, sebagai ujian ketaatan terhadap Allah. Sebagaimana kita mengetahui, ketika Ibrahim akan menyembelih leher Ismail, maka Allah menggantikannya menjadi seekor domba -- Ismail selamat. Jadi, berkurban adalah bentuk upaya mendekatkan diri pada al-Khalik, yang tanpa perhitungan pamrih menunaikan perintah Allah. Ketaatan dan kepatuhan pada Allah tanpa batas/mutlak adalah nilai tertinggi bagi umat Islam dalam perspektif keberimanan/ ketaqwaan kepada Allah. MEMBANTU sesama -yang dalam Islam lebih ditampilkan dalam perpeksitif dan konteks saling membantu/saling bertolong-tolongan (taawanu ala al-bieri wa al = taqwa) adalah di antara nilai kemuliaan hati/berpikiran/ perbuatan dan menekankan keindahan kebersamaan/ persaudaraan -- betapa banyak contoh yang dapat dikemukakan, solidaritas/kesetiakawanan sosial/toleransi -betapa banyak nilai kebersatuan (umatan wahidatan), dan keselamatan/kedamaian -- betapa nilai utama Islam adalah membawa rahmat/ kedamaian kepada seluruh alam dan isinya (rahmatan li al-alamin). Membantu dalam Islam adalah ibadah kauniyah. Ibadah adalah memang perbuatan yang berdimensi ilahiyah -- betapa pun berdimensi sosial (yang mendapatkan bantuan merasa bahagia karena dapat mengatasi kekurangan kebutuhan minimal mereka) dan yang memberi pula kiranya pun juga bersukacita sudah membantu. Dalam Islam, saling membantu/saling bertolongan seakan menonjolkan aspek equalitas. Konotasi saling dapat berarti: yang dibantu pula akan membalas bantuan yang diterimanya, dan atau yang memberi bantuan pula merasa akan menerima bantuan pula kelak dari orang yang pernah dibantunya. Bilamana ada dari kita yang memahaminya demikian, maka itu berarti pamrih. Membantu dan atau menolong dalam Islam bukan dalam perspektif/kerangka pamrih tadi. Tapi, dalam pengertian keberimanan/ketaqwaan dan dalam perspektif lebih teologis (ketauhidan). Saling membantu/saling bertolongan dalam Islam lebih ditampilkan di dalam perspektif/dimensi ibadah. Ibadah lebih menekankan keikhlasan. Ibaratnya, tangan kanan yang memberi, tangan kiri tidak mengetahuinya. Tidak boleh ria dengan menunjukkan sudah memberi bantuan/sudah menolong sesama. Kalau ada konotasi yang dibantu/ditolong pula akan balik membantu/menolong, itu artinya mereka yang dibantu/ditolong akan mendoakan yang membantu/menolong mereka kepada Allah, kiranya selalu sehat dan murah rezekinya. Lalu, Allah yang akan membalas keadaan yang membantu/menolong. Jadi, tidak secara linier yang dibantu/ditolong membalasnya secara langsung. Jadi, dalam teologi saling membantu/saling betolongtolongan terhadap pada sesama, adalah ibadah yang dilakukan dengan tulus dengan mengharap redla Allah, dan nilai kelipatgandaan dari amalan baik tersebut dari Allah yang akan memberikan bentuk balasan kepada yang suka atau bahagia membantu atau bersukacita sudah menolong sesama. Allah akan membalas secara langsung pada mereka dalam bentuk kemudahan kehidupan, kesehatan tubuh baik, kemurahan rezeki, dan secara tidak langsung memperoleh balasan melalui orang-orang lain pula yang membantu/menolong atau memberi kemudahan pada kelancaran urusan mereka. BAGI Cucu Magek Dirih, mungkin memang mudah untuk mengatakan, dan rupanya tidak mudah untuk melakukan. Mungkin saja masih banyak dari yang menolong dengan ria dan atau mengharapkan pamrih/ada maksud dan tujuan singkat atau ada udang di balik batu. Banyak contoh dapat dikemukakan bagaimana sebagian dari kita membantu sebagai bentuk show tertentu. Atau, ada sebagian kita pula membantu, padahal bukan yang bersangkutan, tapi, justru kewajibannya sebagai pemegang amanah apa. Katakan pejabat publik yang melakukan tugas tidak dapat disebut membantu/menolong rakyat. Atau, ada sebagian kita yang karena hendak mendapat kesan baik di mata masyarakat, lalu ia memberikan bantuan supaya pada saatnya nanti yang membantu akan memetik buah dari bantuan yang diberikannya. Karena itu, membantu/ menolong mungkin dilakukan dengan senang hati dan atau dilakukan dengan mengupat, yang memang dapat berbeda motif, berbeda bentuk perbuatan, dan berbeda maksud/tujuan, dan sudah pasti tidak ada keikhlasan dan apalagi mengharap keredhaan Allah. Rupanya memang harus pula dibedakan perbuatan membantu/menolong, kendati bukan merupakan pelaksanaan tugasnya yang dimanipulasi sebagai dikatakan membantu rakyat/ menolong masyarakat karena materi yang dijadikan media membantu/menolong memang bukan bentuk yang diterima/dambilnya karena jabatannya pun, dari bentuk yang memiliki pamrih dengan membantu/menolong secara tulus ikhlas karena mengharapkan keredlaan Allah. Masalahnya, perbuatan membantu/menolong sudah tercemar dari posisi/konteks ibadah kauniyah. Jadi, tidak dapat diharapkan/dikaitkan dengan perbuatan masuk kategori ibadah kauniyah. Aspek dan dimensi ibadahnya sudah tak ada lagi, dan semata menjadi nisbi: perbuatan manusia yang menampilkan dirinya sebagai orang baik yang membantu/ menolong dengan mengharapkan balasan dari yang dibantu/ditolong. Bahkan, kalau dalam perspektif kekuasaan, seperti dikatakan filsuf Inggris Betrand Russel, ada orang yang rezekinya melimpah menyisihkan sedikit hasil usahanya untuk diberikan bagi perbuatan mulia -- seperti membantu program pemerintah dan atau langsung mebantu masyarakat yang membutuhkan -di antaranya jadi faktor pertimbangan raja memberikan gelar air kepada yang berhati/berbuat mulia itu. Mungkin dapat dianalogikan dalam perspektif Corporate Social Responsibility (CSR -- dahulu bernama community developmnent/ CD) seperti diatur dalam UU (Undang-undang) No 40/ 2007 tentang Perseroan Terbatas. Artinya, kewajiban bagi entitas bisnis yang mengeksplorasi sumberdaya alam di satu tempat, yang diharuskan menyisihkan/ memberikan sedikit biayanya dan atau labanya untuk masyarakat sekitarnya. Betapa pun, CSR (atau CD) dari entitas bisnis yang melakukan lebih menjadi kewajiban. Katakan seperti perusahaan Amerika Serikat (AS) PT Freeport di Timika lebih ringan membantu polisi sebesar 14 juta dolar AS -- polisi bertugas sudah dibiayai negara, misalnya, tidak memiliki semangat sama/lebih besar terhadap rakyat sekitar perusahaan dan atau tidak memberikan upah buruh yang selayaknya. MUNGKIN, merasa bahagia sudah dapat membantu dan menolong dalam perspektif Islam, lebih menekankan aspek/dimensi ibadah (kauniyah) -- semua perbuatan baik (al-amal al-ashalihat) bernilai ibadah dengan niat berbuat baik dan membaca nama/dilakukan atasnama Allah, yang menekankan ketulus-ikhlasan dan mengharap keredlaan Allah. Menurut Cucu Magek Dirih, bukanlah termasuk membantu/menolong (saling membantu/saling bertalongtolongan) dalam arti dan makna ibadah kauniyah dalam agama Islam. mengambil momentum merayakan Idul-Adha, marilah kita bersukacita/merasa bahagia dapat membantu sesama dan atau menolong mereka yang membutuhkan. Betapa pun, semangat membantu/menolong sudah banyak tercemar, dan mereka yang memiliki kemampuan untuk membantu/menolong sesama dan atau yang amat mebutuhkan sesuai situasi/kondisi tertentutidak merasa terpanggil -- sebut saja hartanya melimpah, tetaplah kita mengetuk semua yang punya kondisi kemampuan berlebih dari kebutuhannya, terketuk hatinya untuk berkurban dan bersedekah, membantu/menolong sesama, insya Allah. Merasa bahagia karena dapat membantu/bersukacita karena dapat menolong, membantu/ menolong sesama sebagai perbuatan baik lagi mulia. Syukran! Syukran laka, syukran laki, syukran lakum jami'a.
H. Sutan Zaili Asril

TX TRAVEL
= Ticket

= Hotel = Tour = Cruise

Penerbangan Tujuan

Jadwal

Penerbangan Tujuan Jadwal Penerbangan Tujuan
14.45 PDG-JKT 13.05 -- 19.50 18.10 09.15 - 10.55

Jadwal

Penerbangan Tujuan Jadwal Tujuan

Jadwal Penerbangan Tujuan

Jadwal Penerbangan Tujuan

Jadwal
17.55 - 19.40

Penerbangan

Tujuan

Jadwal

PDG-KUL
Air Asia

08.30-10.40 15.35-17.45 07.50-08.00 15.00-15.10
Batavia Air

08.45 - 10.30 PDG - JKT 12.40 - 14.25 17.45 - 19.30 Garuda Lion Air 06.30 - 08.10 JKT - PDG 10.20 - 12.05 15.30 - 17.10

06.00 - 07.40 13.25-14.30 10.05 - 11.45 PDG - MES 17.35 - 19.20 PDG - JKT 13.05-14.45 15.35-17.15 MES - PDG 08.35-0940 18.55-20.35 07.45 - 09.25 12.30 - 14.00 JKT - PDG 16.35 - 18.15 19.00 - 20.40

PDG - BTH 17.45-18.20 BTH - PDG 12.30 - 13.35
Mandala

KUL-PDG

JKT-PDG

07.00 - 08.40 10.50 - 12.30 15.55 - 17.35

PDG - BTH

10.15-11.15

PDG - MES 14.05 - 15.10 MES - PDG 15.40 - 16.45

PDG - CGK 17.55 - 19.40 PDG - CGK 16.10 - 17.50 19.05 - 20.50 CGK - PDG 06.50 - 08.30 13.45 - 15.20 14.00 - 15.40 Sriwijaya CGK - PDG 15.50 - 17.25 Kartika PDG - BTH 16.25 - 17.20 14.30 - 15.25 PDG - MES 13.45 - 14.50 PDG - MES 09.00 - 10.00

Semua Airlines - Online Semua
Sementara Kami Beroperasi di Jl. Kampung Nias No.1 (Hau's Tea D' Junction) TX Andalas HP : ( 0751 ) 9732 199 Telp : ( 0751 ) 890066 , ( 0751 ) 891199 Fax : ( 0751 ) 34708 Dan Telah Hadir Di Bukittinggi Jl. A Yani No. 70 , Kampung China Bukittinggi (Hau's Tea Bukittinggi) Telp : (0752) 33199 , (0752) 35799

TERBANG HEMAT

BTH-PDG

11.50-12.50

MES - PDG

16.00 - 17.05

MES - PDG 10.30 - 11.30 * Jadwal dapat berubah sewaktu - waktu

Iklan Baris 1 Hari

Rp. 25.000,per 4 baris

PADEK JITU
Onde........Capek Lakunyo!!!
OPTIK MANDIRI
Jl. M. Yamin No. 136 Padang Telp. 0751-30199
BUKITTINGGI
DIGITAL PRINTING • ADVERTISING

Iklan Baris 1 Hari

Rp. 25.000,-/4 baris
POSKO IKLAN
Jl. Gajah Mada K13 No. 42 (samping MAN 2 )

email iklan : padek_iklan@yahoo.com

COUNTER IKLAN

KANTOR PADANG TV
Jln. Proklamasi No. 52 D buka pukul 08.00 - 16.30 WIB
Telp. 0751 - 9927799

Jl. Mandiangin No. 83 Telp. (0752) 628 477 email : abangadek_bkt@yahoo.co.id

STAR CELL

KLIN KAR

WARNET 99 POS
Jl. Sudirman Bukittinggi Telp. (0752) 626241, Fax. (0752) 62642

PADANG
Jl. Jhoni Anwar No. 3A Telp. (0751) 447 337 email : abangadek_adv@yahoo.co.id

PAYAKUMBUH
Jl. Sudirman No. 24 Telp. (0752) 92577 email : abangadek_pyk@yahoo.co.id

Jl. Khatib Sulaiman No. 83 Padang Jln. Dt. Perpatih Nan Sabatang (Samping Honda Gajah Motor) No. 287 Air Mati - Kota Solok, Telp. 081363622225, 085274777666 Ph : 0751-446291 Hp. 085274732286

PHOTOCOPY HAMKAMUDA CV. IWAN MANDIRI PRAGA GAMA TEKNOLOGI Komp. GOR Sibinuang
Muaro Sijunjung HP. 0812 6768 154 E-mail : alzam_derisip@yahoo.co.id

0816352488

Jl. Apel Raya No. 84E Belimbing Telp. 0751-495752

GARIS ARTA
Jl. Alai Timur HP 08126609848

Jl. S. Parman No. 254 Ulak Karang Telp. 0751-7056550

TOYOTA
DIJUAL : Fortuner Matic solar Th '10, wrn silver, plat BA, buka hrg Rp. 345 Jt. Grand Vitara '08, manual, jlx silver, Rp. 250 Jt. Hub : 0811669169 DIJUAL : KJG LGX TH 2002.2003 dan 1999 .Ba CANTIK Pw.Ps.Pr .Ac doble .Acecoris lkp.Tape., terawat, Pjk hidup. Hub.0852 74 666 800

HONDA
DIJUAL : Honda CRV '05, hitam, sangat mulus, BA (plat 2 angka), ban baru, pemakai wanita. Hub : Edo 07517898562 DIJUAL : Honda All New City Th '06, wrn silver, pajak & asuransi all risk baru, satu tangan, harga nego. Hub : 0812 661 9948

RUMAH
DIJUAL RUMAH : LT 300m2, kamar 4, KM3, PDAM, listrik 1300W, dkt kampus STKIP PGRI & Akper Aisyiah, harga 550 Jt. Hub : 081363358095
DIJUAL RUMAH : Di Komplek Pola Mas 1 Andalas, LT 11x11.50m, LB lt 1 = 79.88m, lt II=83.06m, lt III (Shelter)= + 50m, 3KT + AC, 4KM (1 kmr+air panas) menghadap ke timur, air PDAM + bak air + 6000 ltr, listrik 2200 W + genset + 4000W, garase mobil, hrg nego. Hub : 081947459501 DIJUAL SEGERA RUMAH : Perum Syadza Lestari Blok B3 Samping Perum, Taruko Korong Gadang 3 KT, 3 KM, LT 177m2, Sdh Pakai Pagar, Rangka, Baja Ringan, Minimalis, Posisi di Hook, Hub : 08126639215 Tdk melayani SMS DIJUAL : 2(dua) unit rumah di komplek filano jaya blok.A2 no. 11 dan 12 parak karakah padang. SHM. masing2 LT.132.M2, LB.110M2, PLN 2200 WATT, PDAM, GARACE, bebas banjir, zona hijau aman tsunami. HUB. 1. indra 085374472405. dan 2. Emrizal.SH. 0751-9065050 hp 08126635050

SERBA-SERBI
"INGIN TURUN/NAIK BERAT BADAN 0-30 kg dalam waktu 90 hari ke depan" HUB : 081267342485
Bisnis Buku + VCD pelajaran baca tulis, hitung, mewarnai kesekolah PG/TK/RA, cari agen tetap kota, modal Rp. 15 Rb/set, paket sampel Rp. 210 Rb + pendidikan usaha. Hub Penerbit : 081263515133

OPEL
DIJUAL : Opel Blazer Th '96, wrn biru, BA Padang, kondisi mulus, siap pakai. Hub : 081267026369, 0751-8214339

MITSUBISHI
DIJUAL CEPAT (BU) : Mits Colt Diesel Canter Dump Truck HD 125 Th '07, knds OK, pjk baru, 228 Jt. Hub : 0751-7812661, 7996663, 08116666889 DIJUAL : Evo 3 Th '97 wrn biru malam, BA Pdg, pajak panjang, terawat, almt Jl. Singgalang II No. 15 Gn Pangilun Pdg. Hub : 0812 763 6477

TANAH
DIJUAL TANAH : Luas 320m2, SHM, blkg Kntr Perindustrian Kota Madya/ Gapensi Kh. Sulaiman. Hub : 081266217028 (Nong) DIJUAL : Kavling Kosong siap bangun, uk + 200m, lokasi Perum. Taman Citra Berlindo thp II Kel. Bt. Kabung Ganting plus IMB. Hub : 0811663936 DIJUAL TANAH : 1236M DI DEKAT SIMPANG ANDURING,SHM,TEPI JALAN,TP,HUB 085365336845 DIJUAL TANAH : Luas 1.500 M2, Lok. Pinggir Jalan Anak Aia Bypass, TP, Hub : 085214152578, 08126791196, 081267083149. DIJUAL : Tanah 400m3 & 158m2, di Bypas Blkng Perabot Ratna, SHM, Hrg nego, Hub : 08126720376, Dekat Siff FM

NISSAN
DIJUAL : Nissan Livina XR MT Th 2008 Wrn Hitam Met, Hrg 140 Jt Nego, Hub : 081363460025, 085376740148, 0751-497190 DIJUAL : Nissan grand livina th 2011 ,angs sdh 10 x @4.386.000 ,sisa 38 x lg ,terawat,jok kuli hub 0812 672 99779/ 0815 35267676

MOTOR
DIJUAL : Suzuki Skywave 2007 warna merah hitam, tangan pertama, kondisi bersih dan terawat, hrg 8 Jt nego. Hub : 0812 66 881 946

DIJUAL RUMAH : Komp. Tarok Indah Permai Blok B No. 29 Balai Baru, 3KT, 2KM, full keramik, garase bisa 2 mobil, telp, PDAM. Hub : 0811665363
DIJUAL RUMAH : LT + 240 M2, KT 4, KM 2, GARASE 2 MOBIL, GUDANG, LISTRIK 900 WATT, PAM, SANYO, TERAS, ALAMAT BIRUGO TANGAH JUA RT 2 RW 1 NO 45 B, DEKAT SMPT 6 BUKITTINGGI. HUB EVI 085213006061, EDI 081363935502, TIDAK MENERIMA SMS

TOYOTA / BMW / OPEL
DIJUAL CEPAT / SALAH SATU Toyota Vios th. 2004, BMW th97. BA ctk, TV, DVD, pwr dll, Opel Blazer Th 2000, Hub 08576 6023785/ 08126619000

RUKO & TOKO

DIKONTRAKKAN KIOS : Untuk rave berikut alat2nya di Jl. Sumatera No. 19 Wisma Warta, dkt kampus Bung Hatta. Hub : 081275615959
DIKONTRAKAN 2 Ruko ukuran 5x 17 m dan 4x10 m Parkir luas. Alamat jl Tan Malaka no.30 Bunian depan Smea dan SMA PGRi payakumbuh. Lok. Strategis, hrg terjangkauHp no.0852 74 666 800.

DIJUAL : Rumah LT 126m2, LB 80m2, 3 KT, 2KM, Komp. Wisma Bumi Lestari Indah Blok E 4, Korong Gadang Kuranji, Hub : 085274875885, 08126646611, 8523339, 7735234.

MINGGU

6 NOVEMBER 2011

BUKU

9

Keajaiban Mestakung dan Keberhasilan Menaklukkan Rintangan
BIASANYA buku-buku motivasi ditulis oleh seorang motivator, namun, buku yang satu ini unik. Ditulis oleh seorang profesor Fisika, yang berkali-kali berhasil membawa pelajar-pelajar cerdas Indonesia meraih medali di olimpiade Fisika. Tak seperti buku-buku motivasi umumnya, buku yang satu ini ditulis dengan pendekatan Fisika. Keunikan inilah yang membuat buku Mestakung karya Profesor Yohanes Surya yang akrab disapa Profesor Yo tampil beda. Namun, meski ditulis dengan pendekatan ilmu pasti, materi buku ini sama sekali tidak berat. Sebaliknya, buku ini sangat ringan, enak dibaca dan membakar semangat. Profesor Yo memulai tulisannya dengan beberapa peristiwa unik yang ia temukan di alam. Ia menyebutkan, apapun benda di alam ini, jika mencapai titik kritis tertentu, secara ajaib, seluruh molekul yang ada dalam diri benda tersebut akan berubah, menyesuaikan diri. Contohnya adalah pasir. Bila kita menuangkan segenggam pasir ke lantai, pasir akan membentuk bukit kecil. Mungkin itu hal biasa. Tetapi apa yang terjadi bila kita terus menuangkan pasir? Ketika pasir telah mencapai ketinggian tertentu (yang disebut Profesor Yo sebagai ketinggian kritis), dan kita masih terus menuangkan pasir, secara menakjubkan butir-butir pasir ini akan mengatur dirinya, mempertahankan kemiringan bukit agar tetap sama. Hal menakjubkan juga terjadi pada air. Ketika air dipanaskan pada suhu 374 derajat Celcius, air akan berada dalam dua wujud sekaligus, cair dan gas. Namun, bila suhu diturunkan sedikit saja, air segera berada pada kondisi kritis. Untuk
Judul Pengarang Penerbit Harga Resensiator : Mestakung : Profesor Yohannes Surya : Hikmah Populer : Rp. 44.000,: Maya Lestari Gf

menyesuaikan diri, seluruh molekul air secara serempak mengubah diri menjadi cair kembali. Proses penyesuaian diri terhadap tekanan dan perubahan ini terjadi pada jutaan benda dan makhluk di alam. Tekanan akan membuat benda dan makhluk mengatur diri sendiri. Pengaturan ini menghasilkan sesuatu yang baru. Sesuatu yang berbeda dari keadaan sebelumnya. Proses ini disebut Profesor Yo sebagai Mestakung, singkatan dari Semesta Mendukung. Merupakan suatu keadaan dimana setiap benda dan makhluk didorong dan mendorong diri sendiri untuk menjadi sesuatu yang berbeda. Kondisi kritis yang dialami akan membuat benda atau makhluk memaksa diri sendiri mencari jalan keluar. Mestakung adalah suatu pemikiran yang meyakini bahwa manusia, siapapun dia bisa mencapai titik tertinggi (baca: prestasi) dalam hidup, asal dia menyiapkan diri berada dalam kondisi kritis. Kekritisan akan membuat daya kreativitas manusia meningkat. Otak akan bekerja lebih keras untuk mencari jalan keluar. Ini dianalogikan pada seorang siswa yang ketika ujian menemukan soal sulit. Untuk menjawab pertanyaan, siswa tersebut pasti akan memeras sel-sel ingatan di otaknya, mencari lagi memori yang kira-kira

berhubungan dengan soal itu. Proses ini akan membangkitkan kembali ingatan yang lama terpendam. Bisa jadi, ingatan tersebut akan membantu si siswa dalam menjawab soal. Ada tiga teori hukum mestakung, sebagaimana yang dikemukakan Profesor Yo. Tiga hukum ini disebut sebagai Krilangkun, singkatan dari Kritis, Langkah dan Tekun. Hukum Kritis berbunyi “pada setiap kondisi kritis ada jalan keluar.” Hukum ini mirip dengan apa yang tertulis dalam QS. Al Insyirah ayat empat yang diulang lagi di ayat lima, berbunyi ‘dalam setiap kesulitan pasti ada kemudahan’. Tuhan tidak memberikan kesulitan tanpa pemecahan, selalu ada jalan keluar dari setiap permasalahan. Hukum Langkah berbunyi “Ketika seorang melangkah, ia akan melihat jalan keluar.” Maksudnya, pada saat seseorang mulai mengerahkan daya kreativitas dan energinya untuk keluar dari masalah, ia akan menemukan ide-ide baru untuk memecahkan masalahnya. Adapun yang ketiga, yakni Hukum Tekun berbunyi “Ketika seorang tekun melangkah ia akan mengalami mestakung.” Maksudnya, ketika seseorang sungguh-sungguh mengerahkan segala daya upaya untuk keluar dari permasalahannya, maka orang-orang

di sekitarnya akan terpengaruh oleh semangatnya, dan ikut membantunya keluar dari permasalahan tersebut. Hukum ini mirip pepatah Arab yang berbunyi man jadda wa jadda (siapa yang bersungguh-sungguh akan mendapatkan apa yang diinginkan). Prinsip-prinsip dalam mestakung ini berkali-kali terjadi dalam tim olimpiade Indonesia. Tim ini berkali-kali bersua kondisi kritis. Mulai dari minimnya dana keberangkatan, belum ada izin mengikuti pertandingan dari panitia olimpiade, hingga mundurnya salah satu anggota tim yang diharapkan mampu merebut medali emas olimpiade. Namun, berkat keyakinan akan mestakung yang ditularkan Profesor Yo pada seluruh anggota tim, keajaiban selalu terjadi. Mereka bukan hanya berhasil melewati rintangan, tapi juga beroleh hasil maksimal. Salah satu buah keajaiban mestakung ini adalah keberhasilan Jonathan Mailoa meraih gelar juara dunia Olimpiade Fisika Internasional di Singapura tahun 2006. Keberhasilan ini membuat nama Indonesia dikenal hingga ke Eropa sebagai negaranya pelajar-pelajar berbakat. Mestakung termasuk buku yang enak dibaca dan perlu dimiliki. Setelah membacanya, dunia baru seolah terbentang di depan kita. Semangat pembaharuan akan tumbuh dalam diri. Tak ada yang tak mungkin diraih di dunia ini. Selama kita yakin dan berusaha untuk mendapatkannya. (*)

TOTAL SPORT
Los Angeles, Padek— Motivasi tinggi tengah menyelimuti Manny Pacquiao jelang pertarungannya melawan Juan Manuel Marquez pekan depan. Bahkan, Freddie Roach pelatih petinju Filipina itu, mengakui tak pernah melihat petinjunya begitu termotivasi seperti saat ini. Pacman, julukan Pacquiao, bakal menjalani pertarungan untuk mempertahankan gelar kelas welter versi WBO melawan Marquez, 13 November di Las Vegas, Amerika Serikat (AS). Terlepas dari mempertahankan gelar, pertarungan itu sarat emosi karena itu adalah pertemuan ketiga di antara mereka. Sebelumnya, pertarungan berakhir draw pada 2004 dan Pacman menang angka tipis pada 2008. Marquez kerap berkoar, dia adalah pemenang dua duel terdahulu. Dia merasa, para juri merampok kemenangan-

MINGGU

6 NOVEMBER 2011

10

PEMBUKTIAN
nya. Petinju Meksiko itu berani datang ke Filipina, negara asal Pacman, dengan mengenakan kaus bertulisan “I beat Pacquiao twice” atau “Saya mengalahkan Pacquiao dua kali” saat promo pertarungan itu bulan lalu. “Dia mengklaim telah dirampok di dua pertarungan terdahulu. Pertarungan ketiga akan menjadi jawaban atas itu semua,” ujar Pacman seperti dikutip AFP. “Saya tak mengatakan bahwa saya akan membuatnya KO (knockout), tapi saya sudah berlatih sangat keras untuk pertarungan ini. Saya siap untuk pertarungan yang keras,” lanjutnya. Pacman sudah berlatih di sasana milik Roach yang terletak di Hollywood, Los Angeles, sejak awal Oktober. Saat ini, persiapan sudah memasuki fase akhir. “Saya tak pernah melihat dia (Pacman) termotivasi seperti sekarang. Marquez ke Filipina dan mempermalukan dia dengan perkataannya. Manny sedikit terletup karena itu,” ujar Roach. Saat ini, Pacquiao sudah mengantongi 53 kemenangan dengan tiga kekalahan dan dua kali draw. Dalam 14 pertarungan terakhir, dia selalu menang. Tujuh kemenangan di antaranya diraihnya setelah kemenangan angka atas Marquez. Tapi, tujuh kemenangan itu diraihnya di antaranya melawan para petinju besar seperti Oscar de La Hoya, Ricky Hatton dan Shane Mosley. “Saya yakin duel melawan Marquez menjadi pertarungan yang sangat menarik. Gaya bertinju kami sangat mirip. Akan ada banyak pukulan, tapi saya akan menggunakan kekuatan saya. Dia mengalami perubahan, jadi pertarungan akan jauh lebih baik,” ujar Pacman. (ady/jpnn)

Manny Pacquiao
NET

Juan Manuel Marquez
NET

Simoncelli Jadi Nama Sirkuit Misano
San Marino, Padek—Penghormatan pada Marco Simoncelli bakal abadi di Sirkuit Misano, San Marino. Sirkuit itu akan berubah nama, untuk menghormati mendiang Simoncelli. Ini sudah dikonfirmasikan pengelola sirkuit, setelah menyetujui sebuah proposal perubahan nama. Sebelumnya, memang tersebar rumor bahwa Misano akan mengubah nama sirkuit usai kematian tragis Simoncelli di Sepang, Malaysia, 23 Oktober. Kini, hal itu akan menjadi kenyataan, setelah dewan direksi sepakat untuk mengubah nama arena, yang sebelumnya bernama Misano World Circuit. “Demi mengenang Sic, kami berutang penghormatan padanya. Kami juga berutang kepada keluarganya dan juga ratusan ribu fans yang mengagumi keberanian dan juga rasa kemanusiaannya,” tutur Lucas ColaiaSimoncelli, seorang juara dalam olahraga dan kehidupan,” tambahnya. Untuk mempercepat hal tersebut, dewan direksi akan mengumumkan hal ini sesegera mungkin, tak lupa mereka akan menghubungi pihak keluarga untuk memberitahu niat baik itu. “Dalam beberapa jam ke depan, kami akan mengontak keluarganya dan mengumumkan keputusan kami ini. Marco akan selalu bersama kami,” lanjut Colaiacovo. Langkah lain telah ditempuh dewan direksi, untuk meminta dewan kota Santamonica Spa, bahwa nama Simoncelli tak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan marketing atau brand tertentu, terkait aktivitas komersial di Sirkuit Misano. (ady/jpnn)

NET

BERUBAH NAMA: Sirkuit Misano, San Marino akan berubah nama untuk menghormati mendiang Simoncelli.
covo, Wakil Presiden Sirkuit Misano seperti dikutip Autosport. “Kami juga berutang kepada setiap individu yang menyokong dunia olahraga dan media yang selalu mendukung proposal yang spontan dan menyentuh ini. Kami senang dan bangga bisa mengabadikan nama Marco

Duka Pessel, Duka The Kmers
Padang, Padek—Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan, membuat membuat seluruh masyarakat Sumbar turut berduka cita atas peristiwa tersebut. Tak terkecuali kelompok suporter fanatik Semen Padang The Kmer’s. Anggota The Kmer’s langsung melakukan aksi sosial untuk menggalang dana dengan turun keperempatan jalan-jalan utama di Kota Padang, sejak Jumat (4/11). Humas The Kmer’s, Yogi Yolanda mengatakan kegiatan ini bentuk respon anggota The Kmer’s peduli bencana. Karena duka di Pesisir Selatan merupakan duka The Kmers. Menurut Yogi, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membuktikan bahwa suporter tidak hanya bisa bersoraksorak di lapangan. Tapi suporter juga mempunyai kepedulian sosial yang ditunjukkan kepada masyarakat. Yogi mengungkapkan pihaknya mengetahui bencana tersebut dari berita di media, 17.000 rumah terendam dan 17 orang menjadi korban dalam peristiwa itu. “Begitu kita tahu bencana terjadi, kita langsung mengumpulkan 40 koordinator wilayah di Padang dan menggelar rapat darurat,” ujarnya kepada Padang Ekspres, kemarin (4/11). Yogi mengungkapkan, The Kmer’s mengumpulkan sumbangan di empat titik Kota Padang, yaitu di bundaran DPRD Sumbar Khatib Sulaiman, perempatan PT Telkom, pertigaan Jalan Pasar Pagi dan perempatan jalan By Pass Ketaping. “Rencananya kita mengumpulkan sumbangan ini hingga Selasa depan. Sehari tadi kita berhasil mengumpulkan dana Rp2 juta,” ujar mahasiswa Unand jurusan Sejarah itu. Bantuan yang dikumpulkan menurut Yogi, akan dibelikan beberapa keperluan logistik seperti selimut dan obatobatan. “Kami juga akan membuka posko utama di sekre dan Korwil Lubukkilangan untuk menerima semua bentuk sumbangan warga Kota Padang,” tukasnya. (h)

MINGGU

6 NOVEMBER 2011

OLAHRAGA
Padang Goal Keeper, Satu-satunya Sekolah Kiper di Sumbar
anak usia dini itu melemparkannya kembali, kemudian melompat lagi. Air yang turun dari langit tidak mengurangi semangat mereka, bahkan sepertinya mereka menjadi lebih asyik melompatlompat, walaupun tetap serius mendengat arahan pelatihnya. Ya, mereka adalah anakanak yang tergabung dalam Padang Goal Keeper. Yaitu, peserta privat khusus kiper yang dilakukan mantan kiper PSP Padang era 80-an. Pesertanya baru 8 orang, dengan usia 10-20 tahun. Tapi dengan pola latihan khusus seperti itu, diharapkan mereka bisa menjadi kiper andalan Sumbar dan Indonesia di masa yang akan datang. Di sela–sela kesibukannya melatih tim PSP Padang dan bekerja di PT Telkom, Abin – panggilan Agus Suardi menyempatkan diri untuk melatih anakanak yang memang berminat menjadi kiper ini. Ia sangat optimis, peserta yang sedikit ini lebih mudah dibentuk dan dipantau perkembangannya. “Apa gunanya membuka privat dengan banyak murid, tapi kita sulit memantau perkembangan mereka,” tukasnya. Dia berharap, dari anak didiknya nanti akan lahir kiper yang bisa diandalkan timnya. Petang itu hari sedikit gelap disertai hujan gerimis. Di lapangan PJKA Sawahan, Padang terlihat anak-anak sedang sibuk kegiatannya mengolah si kulit bundar. Ada yang meloncat sambil menangkap bola. Sebagian lainnya menjatuhkan badan sambil menangkap bola. Setelah bola berhasil ditangkap, anak-

11

Pendidikan khusus Sejak Dini, Ciptakan Kiper Profesional
Jika mantan pemain sepakbola mendirikan akademi sepakbola atau sekolah sepak bola (SSB), sudah biasa. Namun, jika mantan kiper mendirikan sekolah khusus kiper bagaimana? Inilah yang coba dilakukan Agus Suardi. Mantan kiper PSP era 80-an ini mendirikan Padang Goal Keeper untuk mencetak kiper berkualitas dan mengasah bakat kiper potensial sejak dini. Seperti apa?

Hendra Satria

Padang

HENDRA SATRIA/PADEK

PRIVAT: Padang Goal Keeper mencetak talenta kiper di Sumbar. Privat ini diasuh Mantan kiper PSP era 80an, Agus Suardi.
Walaupun begitu, pria yang rambutnya mulai memutih ini tidak menutup kemungkinan untuk menambah anak didik. Walaupun begitu, dia berkomitmen juga akan menambah pelatih, jika anak didiknya bertambah. Sedikitnya pendidikan yang didapat anak-anak di SSB untuk menjadi kiper membuat hanya sedikit orang yang bersedia menjadi kiper. Pasalnya, selain posisinya yang sedikit, jarang sekali ada pelatih khusus kiper yang profesional. Mantan kiper Semen Padang dan PSP di era 90-an, Ruben Christof juga ambil bagian dalam melatih anak-anak muda ini. Katanya, seorang kiper harus memiliki menu latihan yang khusus. Di Padang Goal Keeper, anak-anak akan diajar khusus teknik yang harus dimiliki seorang kiper. Di antaranya, tangkapan, reflek, back pass, dan pelatihan dasar lainnya. Jika dilatih sejak dini, anakanak akan lebih mudah menguasai teknik jadi kiper. Selain itu mental dan keberanian mereka juga lebih terasah. “Melatih refleks kiper memang sebaiknya dilakukan pada usia dini. Mudah-mudahan mereka bisa mempraktikkan ilmu yang telah kita berikan. Bagi yang mengikuti kursus penjaga gawang, datang aja langsung ke lapangan PJKA Sawahan Selasa, Kamis, Jumat,” tukasnya. Muhammad Mulki Alhadi, 10, peserta privat paling muda mengakui privat penjaga gawang ini bermanfaat untuk dirinya. Karena posisi penjaga gawang merupakan posisi yang diidamkannya untuk menjadi seorang pesepakbola. “Saya menyukai posisi penjaga gawang karena saya mengidolakan pemain Real Madrid Iker Cassilas. Saya ingin seperti sehebat Iker Cassilas,” ujarnya lugu. (***)

harga mulai
COUNTER IKLAN
KANTOR PADANG TV
Jln. Proklamasi No. 52 D buka pukul 08.00 - 16.30 WIB
Telp. 0751 - 9927799

Simpang By Pass Pisang Padang KM 7
BUKITTINGGI

email : padek_iklan@yahoo.com
PHOTOCOPY HAMKAMUDA CV. IWAN MANDIRI PRAGA GAMA TEKNOLOGI Komp. GOR Sibinuang
Muaro Sijunjung HP. 0812 6768 154 E-mail : alzam_derisip@yahoo.co.id

OPTIK MANDIRI
Jl. M. Yamin No. 136 Padang Telp. 0751-30199

DIGITAL PRINTING • ADVERTISING

Jl. Mandiangin No. 83 Telp. (0752) 628 477 email : abangadek_bkt@yahoo.co.id

STAR CELL

KLIN KAR

WARNET 99 POS
Jl. Sudirman Bukittinggi Telp. (0752) 626241, Fax. (0752) 62642

POSKO IKLAN
Jl. Gajah Mada K13 No. 42 (samping MAN 2 )

PADANG
Jl. Jhoni Anwar No. 3A Telp. (0751) 447 337 email : abangadek_adv@yahoo.co.id

PAYAKUMBUH
Jl. Sudirman No. 24 Telp. (0752) 92577 email : abangadek_pyk@yahoo.co.id

Jl. Khatib Sulaiman No. 83 Padang Jln. Dt. Perpatih Nan Sabatang (Samping Honda Gajah Motor) No. 287 Air Mati - Kota Solok, Telp. 081363622225, 085274777666 Ph : 0751-446291 Hp. 085274732286

0816352488

Jl. Apel Raya No. 84E Belimbing Telp. 0751-495752

GARIS ARTA
Jl. Alai Timur HP 08126609848

Jl. S. Parman No. 254 Ulak Karang Telp. 0751-7056550

ata Bukti Ny
- 0,4 STANDAR - 0,5 STANDAR - 0,6 STANDAR UKIR - 0.8 STANDAR SUPER - 0,3 CAT OVEN

CV.JATI TEKNIK
INDUSTRI FOLDING GATE HARGA PABRIK
- 0,4 CAT OVEN - 0,5 CAT OVEN - 0,6 CAT OVEN (SUPER) - 0,8 CAT OVEN (SUPER) RP380.000,-/M2 RP400.000,-/M2 RP420.000,-/M2 RP490.000,-/M2

MAU PENGHASILAN

JUTAAN RUPIAH
PER HARI ? SIMAS AGENCY

200 RIBU s/d

PINDAHAN (MOVERS) / PENGANGKUTAN ???

PINTU PANEL BESITEBAL PLAT 2,1 M2 RP.975.000,-/M2
JL.BY PASS BATO KOTA PARIAMAN TLP.(0751)91538. HP. 081363846132 ESIA. 08286680425. HP. 081363818001 FAX: (0751) 91538

Rp.370.000,- /M2 Rp.380.000,-/M2 Rp.400.000,-/M2 Rp.470.000,-/M2 RP370.000,-/M2

Movers
Pindah Kost, Rumah, Toko, Kantor, Pabrik (Skala Besar/Kecil) & Pengangkutan (Lokal dan Domestik)

ATAKA

INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI : Jl. Damar No. 67 A/B Padang Telp. 0751-9933388, 08116606739
* SITEBA : Jl. Raya Nanggalo No. 44 HP 08126638191, 0751-7806287 * TABING : Jl. Adinegoro No. 9 Simpang Kalumpang HP 0811665671, 0751-8535983 * MARAPALAM : Jl. Dr. Sutomo HP 0751-9040404, 08116623008 * ANDURING : Jl. Raya Andalas No. 7D Simpang Anduring HP. 08116622799, 0751-8230751

Ingat Pindah Ingat Zataka ZATAKA EXPRESS
DIVISI JASA PINDAHAN (MOVERS) Jl. Teknologi Raya No. 104 Siteba Padang Telp. 0751 - 7871716 HP. 08126786259 Email : zataka_ku@yahoo.com Klik kami di http://www.zatakagroup.com

TEGUH CONSTRUKSI RANGKA ATAP
CV. TEGUH BAJA LESTARI

DIJUAL RUMAH SIAP HUNI

BAJA RINGAN

Bahan Menggunakan TASO (KASO METAL)
Garansi
Dikerjakan oleh TENAGA PROFESIONAL Sbg Satu2nya APLIKATOR di SUMBAR & mengantongi sertifikat dari PT. TATA LOGAM LESTARI sebagai

SaloN

Spesialis :

5

Th

harga bersaing

PRODUSEN TUNGGAL TESO
Kami juga melayani PEMASANGAN PALFON GYPSUM & PARTISI Menggunakan Rangka Oke Frame

MAKE UP PENGANTEN MAKE UP WISUDA/PESTA PERAWATAN RAMBUT
Ditangani oleh Stylish Profesional

Luas Bangunan + 180 M2, Luas Tanah 281 M2, SHM, Fasilitas : 5 KT, 4 KM, 2 RT, Garase dan Dapur, Lokasi : Jl. Parak Karakah Gang Baru No 2 RT/RW I/7 Kel. Kubu Dalam Parak Karakah Kec Padang Utara

JL. RAYA LUBUK BEGALUNG NO. 23A TELP. 0751-7734413, HP 0852 7423 9393

Jl. Dr. Sutomo No. 29 Padang-Sumbar
Prabu Siliwangi Group
Untuk nilai sebuah keindahan
Landscape Solution Padang

Hub : 085263638380 - 085218773388

Konsultan Pertamanan
· · · · · TAMAN & AREA PARKIR Kolam Hias, SWIMMING POOL SPORT CENTRE, REST AREA Drainase & Jaringan Pengairan Penghijauan & Tata Lingkungan

Hotline : 0812 666 1972
CALL CENTRE

442111

Jl. Pramuka No. 20 C Padang Kota Khatib Sulaiman, Padang 25000 Sumbar email : prabu_siliwangi_group@yahoo.co.id website : www.prabusiliwangi.com

INGIN MEMBUKA DEPOT AIR MINUM..???
Pemasangan dan instalasi yang didukung dengan pemakaian produk berkualitas yang telah terstandarisasi, Konsultasi, dan teknisi yang telah berpengalaman
Kami juga menyediakan Pengolahan Air Minum untuk Kantor, Hotel, Rumah Sakit, Pabrik, Dll

Air ditempat anda keruh, berwarna, bau, banyak endapan atau masalah air lainnya..?? TEMUKAN SOLUSINYA PADA KAMI, Tersedia untuk kebutuhan Rumah Tangga hingga Industri

Jl. Jati No. 48 Padang, Telp. 0751-9012809, 0811662809

Amankan Aset Anda
Dengan Memakai

JAMINAN KUALITAS & KUANTITAS

CCTV CAMERA

Bisa ONLINE ke BLACKBERRY & PC

Layanan Prima dan Profesioanal MENJAWAB KEBUTUHAN MITRA KAMI MELUNCURKAN NEW...!!! SERVER TEKNOLOGI TERCANGGIH

COUNTER IKLAN
Kepada Pelanggan, Pembaca, dan Relasi Harian Pagi Padang Ekspres yang ingin memasang iklan Kami siap Melayani anda di :

RMW AUTO SERVER
Automatis Lancar & Automatis Nyaman

4 Kamera + DVR
Hanya

CCTV

Promo

4,5
Gratis Instal Network (Bisa Kontrol Jarak Jauh) Garansi 1 Tahun Alarm Setting DVR Spare Part Teknisi Berpengalaman

Jt

SOFTWARE “ AUDISYS SMART SERVER ” Server Tercanggih Dari Yang Pernah Ada FULL MODEM & KOMPUTER BUILD-UP Komputer Khusus Server (Xeon) Bukan Rakitan TRX TIDAK PERLU HAFAL KODE PRODUK Transaksi Lebih Praktis, Cepat, & Nyaman BISA SET NAMA MASTER SENDIRI Seolah-olah Anda Memiliki Server dgn Kendali Sendiri DAFTAR BISA KAPAN & DIMANA SAJA Daftar Sbg Agen Ketik : Daftar.Nama.Kota
Kirim ke Nomor : 085274185008 (panduan trx via SMS)

Kantor Padang Today / M LINK
Jln. Proklamasi No. 52 D (Samping padang TV)
buka pukul 08.00 - 16.30 WIB

PLUS PEMASANGAN
(Masih Bisa Nego)

Daftar Sbg Master : Login Website / Datang Langsung

DEPOSIT BEBAS & BONUS LANGSUNG Daftar Sekarang Langsung Dapat Bonus Deposit Bonus Saldo 0,5% + Spanduk Digital + Dibuatkan Brosur Khusus BISA DEPOSIT SYSTEM TIKET AUTOMATIS
Transfer via ATM, Validasi Cepat, Nyaman & Tidak Repot

Customer Service Kami Siap Membantu anda
Untuk Informasi Temui / Hubungi Mita :

HARGA MODAL STABIL & KOMPETITIF

Jujur...!! Bukan Strategi Menjebak Calon Mitra - Non Real

PONDOK ELEKTRONIK

Anda Bisa Cek Status Trx Melalui Internet : Web Report: http://rmwautoreport.dyndns.info Website: www.rmwautoserver.com Facebook: rmwpulsa
GROSIR MURAH TANPA PAKET M - KIOS SD Sendiri Order Kpn Saja

Tampil Beda...!!!

0751 - 9927799
Pastikan hanya sebagai Media Promosi yang TEPAT bagi Anda

CCTV Kamera sangat cocok digunakan pada Mini Market - SPBU - ATM - KANTOR GUDANG - HOTEL - PABRIK - TOKO PERUMAHAN dan lain-lain

TIDAK PUAS...? Garansi 100% Uang Kembali...!

PERDANA & VOUCHER = LENGKAP HP NOMOR CANTIK DLL ,

Jln. Jhoni Anwar No. 18 Lapai - Padang
HP. 081374111111 Telp /Fax. 0751 - 41044

TERBIT NON STOP

Padang Ekspres MINGGU 6 NOVEMBER 2011

NAN MENAWAN
TREN model busana muslim, dewasa ini kian variatif. Salah satunya busana muslim kaftan. Busana yang identik dengan kesan longgar ini telah menjadi primadona untuk busana muslim bagi kaum hawa saat ini. Detail busana yang berasal dari Timur Tengah ini, mampu memberi kenyamanan pada pemakainya. Selain modelnya sederhana, jika dikenakan di tubuh, Anda akan terlihat semakin mempesona.

Balutan Kaftan

Bentuk Kaftan yang sangat modis membuat kaftan banyak menjadi pilihan wanita. Bahkan wanita yang bertubuh lebih pun bisa bersembunyi di balik busana ini. Apalagi bagi mereka yang bertubuh kurus, kaftan membuat penampilan makin cantik dan langsing. Yang jelas, busana ini lebih Islami sehingga tak salah kalau dijadikan sebagai trend busana muslimah Saat ini, busana kaftan banyak memiliki modifikasi. Untuk mempercantik busana kaftan, anda dapat menambahkan aksesoris payet pada busana kaftan. Penggunaan payet dan batu swaravsky pada busana kaftan harus tepat, supaya tidak menumpuk pada satu tempat. Sehingga kaftan yang Anda kenakan tidak memperburuk gaya tampilan di hari nan istimewa. Busana kaftan dapat digunakan siapa saja. Busana kaftan dapat dipakai pada acara-acara resmi. Siapa saja boleh menggunakannya, baik wanita muslim ataupun non muslim. Baju kaftan itu sendiri merupakan long dress dengan hiasan peyet dan manik manik di bagian depan dengan lengan yang menyambung. Busana kaftan ini biasanya berasal dari bahan sutera. Keindahan bahan sutera ini tentunya membuat busana kaftan semakin istimewa. (ayu) Sumber Foto : Net

Kulit Sehat dan Cantik dengan Vitamin
MEMILIKI kulit sehat dan cantik merupakan suatu prestasi besar yang di dambakan oleh siapapun. Kulit jika dirawat dengan baik maka akan membuat kita tampil lebih percaya diri, begitupun sebaliknya malah akan menajadi boomerang bagi kita jika lalai merawatnya. Lalu bagaimana, supaya kulit kita tetap sehat dan cantik? selain mengkonsumsi makanan yang sehat, anda bisa menggunakan vitamin. banyak kegunaan dan manfaat yang terkandungdalam vitamin tersebut. diantaranya. 1. Vitamin A Mendukung perkembangan dan regenerasi sel-sel kulit. Saripati dari vitamin ini, biasa dikenal Retinol. Vitamin ini umumnya biasa dikemas dalam bentuk siap pakai, seperti pelembab dan pelindung kulit. vitamin ini sangat baik untuk mencegah kulit kering dan bersisik. 2. Vitamin B Vitamin ini, bisa menjaga keremajaan kulit dan untuk melembabkan nya. Zat panthenol yang diproduksi dari vitamin ini, bisa diserap kulit bagian luar dan dalam. Karena efeknya yang ringan, jadinya vitamin ini sering dikemas dalam bentuk day cream night cream. 3. Vitamin C Untuk melawan zat radikal bebas, yang diakibatkan sinar matahari dan stress. Vitamin memang jelas diperlukan. Vitamin C, juga mengurangi kerusakan sel dan menguatkan jaringan kolagen (jaringan pembuat elastisitas kulit) dan proses penyembuhannya. 4. Vitamin E Jika kekurangan vitamin ini, kulit anda akan kelihatan berkerut. fungsinya hampir sama dengan vitamin C, diantaranya memperbaiki penuaan dini pada kulit. Kelebihan lain, bisa memelihara bahkan memperbaiki kelembaban kulit agar lenih kencang. vitamin E, cocok untuk kulit anda yang sensitif. Jika anda, keberatan menggunakan beragam produk vitamin, ada alternatif lain dengan mengkonsumsi buah dan sayuran segar, yang bermanfaat untuk membantu perawatan dan kesehatan kulit. (perem-

puan.com/ayu)

MINGGU

6 NOVEMBER 2011

13
All New Sirion

Mungil Maksimalis
MENDENGAR kabar yang merebak bahwa di Negara tetangga Malaysia tentang Perodua Myvi atau di Indonesia dikenal dengan nama Daihatsu Sirion begitu populer, rasanya sedikit penasaran bukan kalau tak menjajal dan mereviewnya dari dekat mobil city car idola anak muda negeri Jiran ini. Eksterior Seperti biasa, siklus 4-5 tahunan masih menjadi tradisi produsen mobil untuk mengeluarkan model facelift. Semenjak kemunculan perdana pada 2007, akhirnya Daihatsu Sirion melakukan full model change pada bulan Juli 2011. Berkat pembaharuan tersebut All New Sirion tampil jauh lebih stylish, lebih sporty dan modern. Desain bumper depan sporty dengan grille baru yang diberi setuhan chrome membuatnya lebih eye catching dan berkesan mewah. Sementara bagian lampu utama menggunakan projector headlamp, berbeda dengan model sebelumnya yang hanya menggunakan refektor lamp. Alhasil All New Sirion kini lebih maksimal dalam hal penerangan di malam hari. Garis-garis tajam di sekujur tubuh mulai dari kap mesin, fender roda yang menonjol keluar, hingga ke bagian belakang membuat mobil ini tampil lebih agresif. Aroma sporty bertambah kuat dengan desain lampu belakang memanjang vertical dan menggunakan bohlam LED serta velg baru berdesain multispoke berukuran 14 inch. Namun perubahan yang banyak itu sayangnya tak disertai dengan beragam fitur lain di bagian bodinya seperti, spoiler dan lip spoiler yang pastinya kian membuatnya makin gahar. Interior Beranjak masuk ke dalam kabin, mata anda akan diberi pemandangan aksen two tone di hampir semua bagian. Nilai
Global Positioning System (GPS) bagi para bikers menjadi kebutuhan yang bisa dianggap mutlak. Apalagi bikers selama ini terkesan dengan doyan touring. Menyambangi daerah yang kadangkadang tidak bisa dilewati kendaraan roda empat atau jenis kendaraan lainnya. Sistem navigasi yang digunakan GPS bisa untuk panduan dalam per-jalanan tersebut. Pada mulanya GPS dirancang untuk mengatasi permasalahan pasukan Amerika dalam perang Vietnam. Perkembangan selanjutnya GPS dipakai untuk navigasi sepeda motor sebagai alat untuk mencari rute perjalanan. Selain itu, juga untuk keselamatan dalam berkendara jarak jauh. GPS bekerja memanfaatkan satelit. Ada 24 unit satelit GPS yang mengelilingi bumi yang disebar mengelilingi bumi 2 kali sehari. Cara kerjanya, unit GPS menerima sinyal dari satelit-satelit tadi, minimal diperlukan 3 satelit agar unit GPS bisa menerjemahkan dan menghitung posisi atau lokasi kita di bumi, berupa data Longitude dan Latitude. Jika ada 4 sinyal satelit, maka unit GPS dapat menghasilkan informasi altitude (ketinggian dari permukaan laut). Jika kita bergerak dari satu posisi ke posisi lain, GPS akan menghitungnya dan akan menampilkan informasi kecepatan. Nah, untuk keperluan sepeda motor agar bisa menerima sinyal GPS, dibutuhkan bebe-rapa peralatan dan perlengkapan, yaitu; GPS Device (hardware) GPS yang tepat digunakan untuk bikers adalah jenis automotive GPS. GPS jenis ini dapat menangkap sampai dengan 20 chan-nel satelite dan sudah dilengkapi dengan peta jalan. GPS Mounting Sesuai namanya adalah alat yang digu-nakan untuk meletakkan GPS di tempat yang strategis di bagian dashboard motor. Saat ini belum banyak jenis GPS mounting yang dirancang untuk motor. Karena getaran di motor lebih keras, maka pilihlah mounting yang mampu menjepit erat GPS anda agar tidak mudah jatuh GPS Charger (optional) GPS memerlukan suplai listrik selama bekerja, jadi jika perjalanan anda jauh ada baiknya memasang perangkat pengisian tenaga yang berguna untuk mempertahankan baterai GPS yang hanya dapat bertahan kurang lebih 4 jam non stop. GPS Map (software) Software yang digunakan untuk menampilkan peta-peta jalan yang bisa diakses melalui sinyal GPS. Sementara itu, jika bikers ingin memasang GPS ditunggangannya, beberapa hal yang perlu diperhatikan, pilih GPS anti air atau yang khusus dirancang untuk sepeda motor, lengkapi GPS dengan dudukannya, sehingga mudah dibongkar-pasang. Kemudian, lengkapi motor dengan kabel power agar GPS tidak boros baterai, serta perhatikan kapasitas memory yang dapat di isi peta baru. (*)

SPORTY: Daihatsu Sirion tampil dengan full model change. Berkat pembaharuan tersebut, All New Sirion tampil jauh lebih stylish, lebih sporty dan modern.
minus mungkin ketika melihat bentuk dashboardnya yang kaku, tetapi ada hal menarik di bagian in-car-entertaiment yang dibalut dengan nuansa karbon lengkap dengan fasilitas MP3, bluetooth, caller ID, dan CD serta peletakan tuas perseneling pada bagian dashboard yang terkesan sangat simpel. Untuk masalah keluasan kabin, sepertinya anda tak perlu khawatir, meskipun terlihat mungil tetapi mobil yang lahir dengan maskot Jo The Plant ini cukup menyediakan ruang yang lapang untuk pengemudi maupun penumpang bagian belakang tanpa mengorbankan lutut anda. Sedangkan meter cluster memiliki pencahayaan optriton ditambah Multi Information Display (MID). Kabin yang nyaman untuk pengemudi maupun penumpang bukan berarti mengorbankan barang bawaan, karena mobil compact ini menyediakan konsul penyimpanan cukup unik tersembunyi di bawah jok penumang depan dan belakang yang dapat ditarik seperti rak. Serta jok belakang dapat dilipat sejajar dengan bagasi untuk menciptakan ruang bagasi yang lebih luas lagi. Perfomance Lintasan sepanjang kurang lebih 130 km Jakarta-Bandung dengan berbagai jenis karakter jalan dan kondisi lalu lintas yang beragam menjadi sarana pengujian kehandalan mesin All New Sirion yang mengusung mesin 1.298 cc dengan 4 silinder segaris 16-valve DOHC. Dengan transmisi otomatis 4 percepatan, mobil yang diklaim pabrikan dapat menyemburkan tenaga sebesar 60 PS di 6.000 RPM dengan torsi 11.9 di 4.400 RPM, dirasa cukup mumpuni bergelut di keramaian jalan bebas hambatan. Ketika mendapati jalan yang lengang pedal gas mulai di injak dalam-dalam, alhasil kecepatan mobil cukup tertahan diangka 140 km/jam dengan sedikit limbung. Begitu juga pada putaran atasnya yang di rasa agak kurang nendang alias kurang tenaga. Untuk masalah handling di bawah kecepatan 100km/jam mobil berkapasitas 5 penumpang ini masih bisa diandalkan. Sementara untuk komsumsi bahan bakar rata-rata pemakain, dari monitor display yang terdapat di dalam panel spidometer menunjukan angka 10,6 km/liter. Price & Style Berbekal tampilan baru yang lebih stylish, lebih sporty dan lebih modern dari model sebelumnya menjadi bekal berharga Daihatsu All New Sirion bertarung dikelas city car di bawah 1500 cc. Dan membludaknya penjualan di negara tetengga semoga berdampak positif bagi pasar nasional, ditambah harga yang cukup kompetitif. PT Astra Daihatsu Motor melego All New Sirion 1.3 D FMC AT dengan harga Rp150,5 juta. (bosmobil)

Cadillac Elvis Presley Dilelang
HAMPIR seluruh orang di penjuru dunia pasti kenal siapa Elvis Presley. Apalagi para pecinta musik. Walaupun si Raja Rock’n’Roll ini telah lama meninggalkan dunia, namun kharismanya dan karya musiknya masih terus dikenang sepanjang masa. Nah, masih berhubungan dengan si musisi terhebat di dunia ini, sebuah kendaraan yang pernah digunakannya di masa silam akan dilelang di acara Bonham’s Classic California Auction, yang akan diadakan pada 12 November mendatang. Sebut saja Cadillac Fleetwood Limo kelahiran 1955. Sejarahnya, eight-passenger limo ini pernah dikendarai sang Raja bersama band-nya untuk berkeliling Amerika Serikat bagian selatan selama tur yang diadakannya. Bisa dipastikan juga bahwa mobil yang berwarna orisinil biru muda ini dijamin telah menghabiskan masa jayanya bersama Elvis. Namun sayangnya, pada Januari 1956 Series 75 Fleetwood ini di cat ulang dengan warna hitam. Diprediksi, limo asal negara Paman Sam ini bernilai sekitar Rp900 juta-Rp1,35 milyar. Wah…mahal sekali ya, untuk ukuran mobil seumur 56 tahun! (bosmobil)

Baby Racer, BMW untuk Si Kecil
ANDA salah seorang penggila mobil BMW dan memiliki beberapa koleksi kendaraan asal Jerman itu? Tak ada salahnya menularkan minat tersebut kepada buah hati Anda, bukan? Tapi bila sang anak belum mengerti tentang mesin, velg, atau audio, jangan berkecil hati. Anda bisa tanamkan kecintaan akan BMW pada kids stuff yang satu ini. Namanya Baby Racer, bentuknya imut, namun didesain menyerupai mobil asli lansiran BMW. Dibanderol Rp1,18 juta, mainan keluaran PT BMW Indonesia tersebut cocok buat buah hati Anda untuk mengenalkan bagaimana caranya mengemudikan kendaraan. Kalau mau yan g dilengkapi motor elektrik, maka bisa pilih beberapa model lainnya seperti Baby Racer BMW 328 roadster (Rp. 4,9juta), Baby Racer BMW M3 GTZ (Rp4,9juta) atau Baby Racer BMW 3 Series Convertible (Rp4,5juta). Motor listrik pada Baby Racer Electric Version itu menggunakan baterai listrik yang bisa di isi ulang hanya dalam waktu 30 menit. (bosmobil)

14
Padang Ekspres bekerja sama
Asosiasi Pers Mahasiswa (Aspem) Sumbar mengisi halaman Kampus. Edisi kali ini, diisi oleh Medika STKIP PGRI Sumbar

KAMPUS
GALANG
STIE DHARMA ANDALAS

MINGGU

6 NOVEMBER 2011

ESPN STAIN
Bukittinggi

KOMENTAR

Penampilan Seorang Calon Guru
Rober Kenedi
RAPI, adalah kata yang singkat namun memiliki banyak makna. Guru harus merapikan dulu hatinya sebelum mengajar. Artinya guru harus siap dari dalam diri dulu. Rapi dalam penampilan meliputi pakaian, sepatu dan juga baunya. Guru juga harus rapi administrasi seperti pembelajaran harus mengisi data dan absensi. Terakhir guru juga harus rapi waktunya, masuk dan pulang tepat waktu. (*)

Pakaian Menunjukkan Jati Diri Mahasiswa
Fenomena fashion atau gaya berpakaian selalu mengalami perubahan. Setiap hari ada-ada saja model dan gaya berpakain terbaru yang muncul. Hal ini juga dirasakan mahasiswa. Sehingga, kita bisa melihat mahasiswa yang berpenampilan dengan ciri, gaya, dandanan yang berbeda-beda.
TREN pakaian mahasiswa saat ini berbeda-beda. Ada yang mengenakan celana jeans dengan mode yang berbeda. Ada yang model pensil, ada yang robek-robek dan sebagainya. Begitu juga dengan baju, banyak yang mengenakan baju kaos dengan motif dan model yang berbeda. Sedangkan untuk mahasiswi, celana jeans juga menjadi tren saat ini. Model baju pun hadir gaya yang bermacam-macam. Bila tren seperti ini dianggap mode, tentu saja bagi segelintir orang, pakaian mahasiswa keguruan yang akrab dengan rok, baju kemeja, celana dasar dan sepatu mengkilat dianggap sebagai gaya berpakaian yang kuno, norak dan kampungan. Anggapan demikian memang sering melekat kepada mahasiswa keguruan. Namun, bukan berarti mahasiswa keguruan juga ikut larut dengan mode berpakaian yang terlihat tidak mencermikan seorang guru. Sebab bagi mahasiswa keguruan, selain kepandaian dan kemampuan akademis, gaya berpakaian juga menjadi modal. Sebab dengan gaya berpakaian akan menunjukkan kesopanan dan jati diri seseorang. Menyikapi gaya berpakaian tersebut, Pembantu Ketua I STKIP PGRI Sumbar, Dr Zusmelia menuturkan, mahasiswa calon pendidik memang harus mencerminkan penampilannya dari dini. Ia juga menambahkan jika, yang dibebankan gaya berpakaian demikian memang hanya mahasiswa keguruan. Sementara itu, mahasiswa ilmu murni menurutnya diberi kebebasan dalam berpakaian asalkan masih dalam koridor norma dan agama. “Tidak harus memakai rok, baju kemeja, ataupun celana dasar. Pemberian peraturan untuk mahasiswa keguruan ini dimaksudkan agar terlihat perbedaan antara mahasiswa keguruan dan mahasiswa jurusan lainnya,” tutur Zusmelia. Ia juga menambahkan, jika gaya berpakaian mahasiswa jurusan keguruan yang sudah ditetapkan merupakan harga mati yang tidak bisa disepelekan. “Sangat janggal rasanya bila seorang calon guru berpakaian ketat atau tidak semestinya,” tambahnya. Bila mahasiswa keguruan memperhatikan gaya berpakaian tentunya pepatah yang menyebutkan, Guru digugu dan ditiru patut untuk diimplikasikan. Artinya seorang guru harus bisa dipercaya dan ditiru dalam hal positif, baik dari segi keilmuan yang dikuasainya maupun dari cara berpakaian. Murid tentunya akan berkaca kepada guru. Bila guru berpenampilan acak-acakkan atau tidak sesuai dengan penampilan guru maka jangan salahkan dengan apa yang dipakai oleh muridnya. Pepatah kuno juga menyebutkan “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.” Menyadari hal ini, mahasiswa keguruan mestinya harus paham jika pakaian adalah hal yang juga mesti diperhatikan oleh calon pendidik. Trend atau mode terbaru bukan menjadi alasan untuk berpenampilan asalan. Pakaian yang dipakai oleh calon guru juga bisa dimodifikasi asalkan masih menunjukkan karakter dari calon pendidik. Berpenampilan layaknya guru bukanlah sesuatu yang kuno. Tidak ada salahnya kita sebagai mahasiswa keguruan, harus berpakaian sebagaimana guru adanya. Kita tetap terlihat keren, gaul, dan bebas berekspresi seperti yang kita inginkan, asal masih dalam kontes keguruan. (sari, debi, dian)

Khoridah Sativa
RAPI tidak hanya urusan pakaian, tapi juga dalam urusan profesi. Rapi secara penampilan, artinya penampilannya tidak berlebihan dan sewajarnya seorang guru. Rapi dalam profesi artinya jangan sampai terlihat bahwa kita tidak siap saat di kelas.

Harvey Moningka
RAPI itu meletakkan sesuatu pada tempatnya, baik dari berpakaian, bertutur, disiplin, berprilaku, dan sebagainya harus sesuai dengan porsinya. Sebuah kata yang simple, tapi terkadang agak sulit mengamalkannya. Tapi ini sebuah keharusan maka, mulai dari calon guru kita belajar untuk rapi, sehingga ketika sudah jadi guru kita bukan belajar lagi, tapi kita sudah mengajarkan apa itu rapi kepada anak didik kita nantinya.

Yeni Marini
BIASANYA penampilan mencerminkan perilaku seseorang. Perhatikan sikap perilaku guru yang benar seperti apa, maka penampilan pakaian biasanya akan ikut sempurna.

Mimbar Bebas

Dilematisasi Pers Mahasiswa
Oleh: Sari Fitria
“MANUSIA terkadang tersandung kebenaran, tetapi kebanyakan dari mereka berdiri dan bergegas seolah-olah tidak terjadi apa-apa”. Ungkapan dari Sir Winston Churchill di atas seharusnya tak berlaku bagi kalangan pers. Hal ini dikarenakan kewajiban utama jurnalisme adalah pada pencarian kebenaran. Hal ini diungkapkan Bill Kovach dalam bukunya yang berjudul The Elements of Journalism. Dengan gamblang, Kovach yang telah memulai karirnya sebagai wartawan sejak 1959 ini menjelaskan kalau setiap jurnalis harus menyampaikan kebenaran yang praktis dan fungsionalis. Namun, nampaknya elemen pertama jurnalisme yang diusung Kovach ini belum bisa diaplikasikan secara utuh oleh pers mahasiswa. Memang, UU Pokok Pers tidak lagi membedakan pers umum dan pers mahasiswa. Namun, Permenpen no.01/ per/menpen/1975 yang menyatakan pers mahasiswa adalah penerbitan khusus yang berada dalam koordinasi birokrat kampus dan rektor sebagai penanggung jawab menjadi sebuah benteng yang membatasi gerakan pers mahasiswa. Idealnya, sebuah pers haruslah merupakan sebuah lembaga independen yang tidak menerima intervensi dari pihak manapun. Tetapi, pers mahasiswa tak bisa dikatakan independen karena ia berada di bawah bayang-bayang rektorat kampus. Hal ini jugalah yang membuat pers mahasiswa tak bisa secara blak-blakan menyampaikan kebenaran sesuai dengan yang tertera di dalam elemen jurnalisme. Pada satu sisi, orang-orang yang tergabung dalam pers mahasiswa memiliki idealisme menggebu-gebu untuk mengaplikasikan setiap elemen jurnalisme yang seharusnya memang menjadi buku panduan bagi seorang jurnalis. Namun di sisi lain, status sebagai mahasiswa yang masih terikat dengan birokrasi kampus, membuat orang-orang yang bergabung di dalam pers mahasiswa memiliki batasan dalam pengamalan elemen jurnalisme. Drop out menjadi salah satu ancaman bagi para anggota pers mahasiswa yang berani mengusik para pejabat kampus yang berkuasa. Dalam hal ini pun, satu lagi fungsi pers sebagai pengontrol kekuasaan juga tak mampu dilaksanakan secara utuh oleh pers mahasiswa. Alhasil, pers mahasiswa menjadi apatis terhadap beberapa kasus yang melibatkan para pejabat kampus. Misalnya saja kasus korupsi yang mungkin saja dilakukan pejabat rektorat kampus. Hal ini sunggu berbeda dengan pers umum yang dengan berani bisa mengusut kasus korupsi para menteri. Pada kenyatannya, fakta ini menggiring pers mahasiswa pada sebuah kemandulan dalam memenuhi tuntutan jurnalisme yang profesional. Pers mahasiswa seakan-akan tidak memiliki posisi yang jelas tentang kedudukannya sebagai pers. Jika pada UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 4, ayat 1 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga Negara, namun hal ini tidak berlaku bagi orang-orang yang tergabung di dalam pers mahasiswa. Maka, sudah selayaknyalah pers mahasiswa memiliki posisi yang jelas dalam tatanan pers Indonesia. Apabila hal ini terwujud, tentunya pers mahasiswa akan lebih bisa konsisten dalam menjalankan fungsi pers yang sesungguhnya. (Divisi Etik Asosiasi Pers Mahasiswa Sumatera Barat)

Profesi Guru Semakin Diminati
BEBERAPA tahun terakhir, minat calon mahasiswa memasuki Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) meningkat. Artinya, profesi guru di masa depan dianggap menarik. Hal ini terbukti dari bertambahnya volume calon mahasiswa yang mendaftarkan dirinya di perguruan tinggi keguruan yang meningkat dari tahun ke tahun. Sifat-sifat guru yang mulia juga menjadi pendorong utama minat masyarakat untuk mempercayakan anak-anak mereka menuntut ilmu di fakultas keguruan. Slogan guru digugu dan ditiru semakin membuat masyarakat tertarik pada profesi ini. Mutu perguruan tinggi juga mempengaruhi minat masyarakat. Jika perguruan tinggi tersebut berhasil menciptakan lulusan terbaik, masyarakatpun tak pelak akan langsung melirik perguruan tinggi tersebut. Hal senada juga diungkapkan Ketua STKIP PGRI PADANG Sumbar, Ristapawa Indra. Ia menyatakan, minat calon mahasiswa masuk ke PT yang memiliki fakultas keguruan semakin tinggi. STKIP PGRI pun selalu berbenah untuk menghasilkan lulusan yang terbaik. Hal ini juga ditunjang dengan

Oleh: Rio
kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan guru yang semakin tinggi. Gaji guru yang diberikan pemerintah, dianggap cukup tinggi oleh sebagian kalangan. Upaya pemerintah dalam meningkatkan peran guru dalam pendidikan dapat dilihat antara lain melalui program sertifikasi guru yang dilaksanakan mulai 2006. Upaya ini patut mendapat apresiasi dan dukungan, meski dalam praktiknya diperlukan evaluasi secara bertahap. Implementasi program sertifikasi bagi guru perlu pengawalan dan masukan perbaikan terutama dari pemangku kepentingan. Usaha meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan profesionalisme guru merupakan kebijakan yang strategis. Hal ini ini juga menjadi pertimbangan oleh beberapa calon mahasiswa untuk memilih fakultas keguruan dan ilmu pendidikan di berbagai perguruan tinggi. Patut diingat, profesi tenaga pengajar nantinya akan memikul tanggung jawab yang tidak ringan. Selain harus melakukan proses belajar mengajar penyiapan, pelaksanaan, sampai evaluasi, mereka juga mesti

melakukan berbagai aktifitas lain yang terkait dengan profesi keguruan secara profesional, mengingat guru merupakan profesi khusus yang diakui kompetensinya, sebagaimana dokter, perawat, dan sebagainya Sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan, saat ini tenaga pengajar diberikan wewenang yang lebih dibandingkan pada masa-masa sebelumnya. Kurikulum pun dirancang sedemikian rupa agar para guru lebih mampu berimprovisasi dalam proses pembelajaran. Selain itu, di tengah kondisi zaman yang semakin modern dengan dinamika kehidupan yang semakin kompleks, tentu bukanlah hal yang mudah untuk menghasilkan anak didik yang berkualitas, baik secara keilmuan maupun kepribadian. Beragam tantangan akan siap menghadang. Meski begitu, peran guru sebagai ujung tombak keberhasilan proses belajar mengajar karena ia yang langsung berhadapan dengan anak didik tetap merupakan ujung tombak keberhasilan proses pembelajaran di sekolah-sekolah. Terbukti dengan masih adanya segelintir guru yang memiliki prestasi membanggakan di tengah karut marutnya sistem pendidikan nasional kita. (***)

STKIP Wisuda 459 Mahasiswa
SEBANYAK 459 mahasiswa STKIP PGRI Padang, Sumbar diwisuda di UPI Convention Center, Minggu (30/10) lalu. Acara widuda ke-43 ini tutur dihadiri sejumlah petinggi perguruan tinggi Sumatera Barat, Koordinator Kopertis Wilayah X dan Dinas Pendidikan. 459 mahasiswa yang diwisuda berasal dari berbagai jurusan. Di antaranya, Prodi Bahasa Inggris 157 orang, Prodi Biologi 94 Orang, Prodi Sejarah 70 orang, Prodi Geografi 48, Prodi Matematika 59 orang dan Prodi Bimbingan Konseling 31 orang. Dari semua wisudawan, juga disebutkan mahasiswa yang memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) paling tinggi. Tujuh orang tersebut adalah yakni Rosi Febrianti (Prodi Geografi), Agus Nofiantoro (Prodi Geografi), Istiqomah Rahmi (Prodi Bahasa Inggris), Eni (Prodi Sejarah), Mardalena (Prodi Matematika), Dewi Citra Rusadi (Prodi Biologi) dan Eliya Mayasari (Prodi Bimbingan dan Konseling). Koordinator Kopertis Wilayah X, Damsar dalam pidatonya mengucapkan selamat kepada STKIP PGRI karena telah mewisuda sebanyak 6378 sejak berdiri hingga sekarang. Selain itu, beliau juga memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada STKIP PGRI atas peningkatan jumlah peminat untuk masuk ke kampus tersebut. (rio/riski)

Menilai Pertunjukan dari Kacamata Teater Kampus dan Kampus Teater
ADA 12 pertunjukan yang tersaji di hadapan kami selama dua hari berturut-turut ketika mengikuti Temu Teman Teater Nusantara (TTTN) IX lalu di Riau. Penikmatnya jelas adalah peserta TTTN, teater kampus dan kampus teater. Teater kampus yang yakni UKM teater, sedangkan kampus teater adalah perguruan tinggi yang memiliki jurusan teater. Ketika pertunjukan telah usai, penonton wajib memberikan komentar terhadap pertunjukan tersebut, baik kelemahan maupun kelebihannya. Di sinilah terjadi perbedaan yang kentara antara komentar dari teater kampus dan kampus teater. Penonton dari kampus teater cendrung menilai sebuah pertunjukan dari ilmu yang mereka miliki yang tidak dimiliki teater kampus. Mereka akan mengkaji pertunjukan tersebut hingga hal yang terkecil. Uniknya lagi, ketika pertunjukan itu bagus menurut teater kampus, belum tentu bagus menurut kampus teater. Hal ini terjadi pada hari kedua ketika sebuah UKM teater dari pulau seberang menampilkan sebuah pertunjukan. Ketika teater kampus terkagumkagum dengan kejutan yang mereka buat, teman-teman kampus teater malah menganggap penampilan mereka tidak bagus. Yang menjadi permasalahan di sini, dapatkah temanteman teater kampus menerima penilaian tersebut meskipun semua yang diuraikan oleh kampus teater benar adanya? Ternyata tidak. Beberapa dari teman teater kampus tampak tidak menerima. Mereka kurang senang dengan komentar yang diluncurkan. Akibatnya adu mulut tak terelakkan meski akhirnya salah satu mengalah. Ini tentu jadi pengajaran bagi kita bersama. Dalam pertunjukkan yang kita ciptakan, kita harus berjiwa besar dan mau menerima segala komentar yang pada hakikatnya tentu membangun. (rizki)

Cata tan TTTN

BEDA KOMENTAR: Salah satu penampilan teater kampus yang dipertunjukkan dalam Temu Teman Teater Nasional di Pekanbaru, beberapa waktu lalu. Masing-masing peserta mempunyai komentar yang berbeda terhadap penampilan teater yang disajikan.

MINGGU

6 NOVEMBER 2011

REMAJA
Rian Lingga Septiani
Gerimis Idul Adha
KARYA : EGA ROMILIA

15

Siap untuk Berbagi Ilmu
KALIAN pasti pernah menghadiri sebuah acara. Acara apapun, baik acara formal maupun nonformal. Dari sekian banyak unsur di dalam acara tersebut, ada salah satunya yang tak kalah penting. Apa itu? Pembawa acara atau pewara, atau saat ini nge-trend disebut MC. Kata MC sendiri berasal dari bahasa asing, yaitu Master of Ceremony. Sebenarnya, apa sih gunanya pewara atau MC dalam sebuah acara? Sesuai dengan namanya, pembawa acara, maka tugasnya adalah membawakan acara tersebut dari awal acara dimulai hingga acara tersebut berakhir. Pewara pula yang mengatur bagaimana jalannya acara tersebut. Bisa dibilang, jika pewara kacau dalam membawakan acara, maka acara tersebut juga akan kacau. Karena perannya yang begitu penting, maka tak sembarang orang yang bisa jadi pewara. Pun, tak banyak orang yang mau untuk jadi pewara. Pasalnya, tak cukup dengan modal tampang semata. Menjadi pewara juga harus memiliki karakter suara yang baik, sikap dan gerak tubuh yang pas. Satu lagi yang tak boleh tertinggal, yaitu rasa percaya diri untuk tampil membawakan acara. Hal inilah yang sudah cukup lama digeluti oleh Rian Lingga Septiani. Gadis berdarah Lintau ini sudah beberapa kali tampil menjadi pewara pada beberapa acara. Akan tetapi, Lingga lebih mengkhususkan diri untuk menjadi pewara pada acara formal saja. Lingga sendiri sudah pernah beberapa kali menjadi pewara dalam acara wisuda di Universitas Negeri Padang dan di Universitas Terbuka. Jumat (4/11), Padang Ekspres berkesempatan untuk menemui gadis ini di kampusnya. Kebetulan pada hari itu Lingga sedang seminar proposal di jurusannya. Usai seminar proposal, Lingga pun menyempatkan diri untuk diwawancarai. Kesan hangat dan bersahabat langsung terasa saat percakapan dimulai. Lingga mengaku, sejak masih duduk di kelas satu SMA dia sudah mulai dekat dengan dunia pewara. Para guru di sekolahnya yang saat itu mengajarkannya berbagai cara dan trik untuk menjadi pewara yang baik. Di saat masih SMA, Lingga juga pernah mengkuti lomba baca puisi dan berhasil menggondol juara satu. Kini, saat duduk di bangku perguruan tinggi, Lingga lebih fokus pada dunia pewara saja. “Saat ini hanya fokus pada pewara saja. Di kampus, materi pewara diajarkan oleh dosen,” ujar gadis yang hobi memasak ini. Bukan hanya dengan dosen, Lingga pun menimba ilmu tentang pewara dari para seniornya di kampus. Baginya, ilmu bisa diperoleh dari siapa saja. Bahkan dari yang lebih muda sekalipun. Di saat masih SMA dulu, Lingga terbiasa menjadi pewara untuk beberapa acara sekolahnya. Lalu, menjadi protokol pada upacara bendera Senin pagi juga sering dilakoninya. Kini, tentu terjadi peningkatan dalam hal membawakan acara. Bahkan Lingga mengatakan, dia siap untuk berbagi ilmunya dalam hal pewara. “Meski belum sehebat para senior, tapi aku siap berbagi ilmu pada orang lain. Dengan begitu, bukan hanya ilmu orang yang bertambah, ilmu aku juga bertambah.” Ditanya mengenai suka duka menjadi pewara pada acara formal, Lingga menjawab dengan tenang. “Sebenarnya setiap hal pasti punya suka dan duka. Tapi kalau sudah mencintai suatu pekerjaan, bawaannya pasti suka terus,” katanya. “Karena membawakan acara formal, jadi apa yang diucapkan terarah dengan pas. Semua yang diucapkan sesuai dengan skrip acara. Tak perlu pusing untuk terlalu berimprovisasi pada saat membawa acara,” tambahnya. Gadis yang kuliah pada program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini bukan hanya sibuk kuliah. Saat ini, dia sedang melaksanakan program PL sebagai guru Bahasa dan Sastra Indonesia di salah satu sekolah di Sumatera Barat. Sebagai guru Bahasa dan Sastra Indonesia, Lingga juga mengajarkan materi dengan aspek berbicara pada siswa-siswinya. “Meski belum ke arah berbicara sebagai pewara, paling tidak dasarnya sudah diperkenalkan. Saat ini masih pada tahap berbicara dalam forum formal ataupun diskusi. Siswa bukan hanya diajar mahir menulis, tapi juga mahir mempresentasikan hasil tulisannya dan menanggapi presentasi dari siswa lainnya,” ujarnya mengakhiri pembicaraan dengan Padang Ekspres. (iwan)

Jejalanan purba, Kayu-kayu beranting lembab Berantai sayu takbir dalam dekap Langkah bergerimis, ramai riang gelegar qurban Gemuruh, Berganti aroma bawang, bumbu rempah, Menyatu, Gerimis hujan Idul Adha, masih riak syukur dan tengadah Silaut 06 November 2011

Berguguran
KARYA : EGA ROMILIA
Telah berlariku menghentikan angin, Menutup awan dengan telapak tangan Ternyata masih merajam, Satu persatu puisi ku berguguran Menguning dipinang tanah nan lembab Tersisa ranting, Ingin kuundang musim semi Agar mereka tahu, Semuanya tak pupus meski menggugur Pesisir, 27 September 2011

Selamat Jalan Kenangan
KARYA : EGA ROMILIA
Dalam jejalanan berserabut Kusapa bayangmu nan masih acap datang Bersama gerimis, kubasuh kerinduan Lalu kemarau memupuknya kembali Selamat jalan kenangan, Kutulis namamu pada daun jati yang kering, berjatuhan. Sarang Gagak, 27 Oktober 2011

BIODATA Nama: Rian Lingga Septiani (Lingga) Lahir: Lubuk Jantan, 9 September 1990 Alamat: Jalan Rajawali 1, Air Tawar Orangtua: Z. A. Rolly (Ayah) Erlismidawati (Ibu) Pendidikan: SDN 29 Lintau SMPN 1 Lintau SMAN 1 Lintau Universitas Negeri Padang Hobi: Masak dan makan Motto: God always give good way for me

Terkenang Emak (Idul Adha di Rantau)
KARYA : EGA ROMILIA
Bayang mu masih harum, Kugigit dalam menjulangnya desak kerinduan Di kampung berawan itu, Dalam kasih sepanjang jalan Kau abdikan, arti harimu Aku belum berani bertandang, jenguk Kucumbui saja rindu menyayat padamu.. Padang, 05 November 2011

Hujan
Oleh: Khairatul Hamdah
PERNAHKAH kau memperhatikan bulir-bulir kecil yang berlomba untuk mendarat di tanah saat hujan turun? Nyanyian indah saat bulir-bulir itu mendarat di tanah, pernahkah kau mendengarnya? Aroma khas yang memabukkan, pernahkah kau merasakannya? Aku selalu bahagia ketika hujan turun, hujan selalu ada disetiap momen penting dalam hidupku. Namaku Hope Agape Rain. Aku dilahirkan saat hujan turun. Di hari yang sama ketika aku dilahirkan, kecelakaan hebat merenggut nyawa ayahku dalam perjalanan menuju rumah sakit tempat aku dilahirkan. Hujan menyertai tangisan ibu ketika melihat jasad ayah terbujur kaku. Hari itu adalah hari paling bersejarah dalam hidup ibu. Aku bisa merasakan kesedihan ibu saat beliau menceritakan kisah lama ini. Ada cinta dan harapan saat hujan turun, itulah arti namaku. Harapan aku akan tumbuh menjadi gadis yang penuh cinta dan ketabahan walau mendung yang disertai hujan menghiasi wajahku. Aku sangat senang menghirup aroma tubuh ibu, menenangkan. Aku sering bertanya-tanya, seperti apa aroma tubuh ayah. Setiap kali hujan turun, aku seakan merasakan kehadiran ayah di sampingku. Aromanya sangat memabukkan. Nya-

nyiannya ketika menyentuh tanah bagaikan suara-suara penuntun yang selama ini ingin kudengar. Hawa dingin yang menusuk sampai ketulang bagaikan pelukan hangat yang selama ini tak pernah kurasakan. Mungkin hujan adalah sesuatu yang ditinggalkan ayah untukku sampai tiba saatnya ketika aku bisa merasakan aroma tubuh ayah. *** “Rain, sudah bangun, nak?” Ibu perlahan membuka pintu kamarku. Aku tersenyum melihat kehadiran ibu. “Pagi ini Ibu ada rapat mendadak, Ibu tidak bisa mengantarmu ke sekolah untuk kali ini saja. Sarapan sudah Ibu siapkan, bergegaslah karena lewat dari jam 7 bus akan sangat jarang melewati sekolahmu.” Ibu tersenyum dan mengecup keningku. “Ibu bisa mengandalkanku,” aku bangkit dari tempat tidur mengikuti langkah kaki ibu. “Ibu pergi dulu, hati-hati di jalan. Jangan lupa sarapan dulu sebelum berangkat,” segera ku cium tangan ibu. Setelah mobil ibu tak tampak lagi, aku bergegas menuju kamar mandi. Sekitar 15 menit kuhabiskan untuk mengaktifkan saraf-sarafku kembali. Butuh waktu kira-kira 30 menit bagiku untuk benar-benar siap melangkahkan kaki ke sekolah. Sarapan pagi ini adalah taco dan segelas susu. Taco adalah sejenis makanan khas spanyol yang sangat disukai ayah. Ibu pernah bercerita padaku bahwa ayah jatuh cinta pada ibu karena taco yang diberikan ibu 16 tahun yang lalu saat ayah lupa membawa bekal makan siangnya. Aku tetap mengulang ce-

rita-cerita ibu di kepalaku sampai sebuah mobil sedan hitam menyerempetku. Aku sangat terkejut. Sang pengemudi mobil memakiku karena berjalan terlalu ke tengah. Sesampainya di halte yang tidak terlalu jauh dari rumahku, aku bertemu Sri yang juga sedang menunggu bus untuk berangkat ke sekolah. “Hai, apa yang kamu lakukan disini?” Sri tersenyum menghampiriku, “Pagi ini Ibuku ada rapat mendadak, jadi beliau tidak bisa mengantarku ke sekolah. Ini adalah kali pertama bagiku pergi sendiri ke sekolah,” jawabku sambil membalas senyumnya. “Kamu tidak sendirian, setiap pagi aku berangkat dengan bus dan itu sangat menyenangkan,” ucapnya lagi seraya menuntunku menaiki bus yang baru saja berhenti di depan kami. Sekitar 10 menit dalam

perjalanan, aku mulai gelisah. Laju bus yang tidak terlalu kencang membuatku kesal karena aku takut terlambat. “Tenang saja, kita tidak akan terlambat,” Sri tersenyum seakan bisa merasakan kegelisahanku. Kami sampai di gerbang sekolah setelah 15 menit berlalu. Murid-murid lain telah mulai memenuhi gerbang sekolah. Untung saja aku tidak terlambat. Aku dan Sri segera bergegas menuju kelas kami. Tepat saat aku meletakkan tas di mejaku, bel berbunyi. Aku harus segera menuju lapangan upacara. *** Upacara pagi ini berjalan lancar. Pelajaran pertama pagi ini adalah Bahasa Inggris, pelajaran yang sangat aku senangi. Setelah 30 menit menunggu untuk memulai proses pembelajaran, kelas yang semula ribut tiba-tiba

menjadi diam saat Pak Budi melangkahkan kaki ke dalam kelas. “Selamat pagi anak-anak, berhubung guru Bahasa Inggris kalian Mr. Erick tidak dapat hadir, tolong kerjakan tugas yang beliau tinggalkan. Kerjakan latihan halaman 37, yang tidak mengumpulkan tugas ini dianggap alfa. Tolong nanti tugasnya dikumpulkan kepada Hujan,” semua siswa melihat ke arahku, aku hanya tertawa kecil saat Pak Budi menyebut namaku Hujan. Semua siswa bergegas untuk segera mengerjakan tugas tersebut. Saat bel pertukaran pelajaran berbunyi, tidak ada yang tidak mengumpulkan tugas itu. Pelajaran kedua adalah matematika. Pelajaran yang tidak terlalu kusukai. Sebelum Bu Ani memasuki kelas, aku meminta Adam yang duduk di dekat jendela untuk duduk di tempatku. Adam menyetujui

hal tersebut. Bu Ani memasuki ruang kelas dan pelajaran pun segera dimulai. Aku tidak terlalu memperhatikan apa yang diterangkan Bu Ani di depan kelas. Tiba-tiba hujan turun, udara seketika menjadi sangat dingin. Beruntung ada jaket di dalam tasku. Hujan deras dan udara dingin serta penjelasan dari Bu Ani tentang aljabar sangat mendukung untuk tidur. Aku perlahan mulai menutup mataku dan perlahan mulai masuk ke alam bawah sadarku. Belum sempat bermimpi tiba-tiba Bu Ani memanggil namaku, “Rain, tolong kerjakan soal ini,” aku terbangun dari tidur singkatku dan sangat kebingungan ketika diminta untuk mengerjakan soal aljabar yang tidak kumengerti. Aku hanya diam di tempat. “Tolong perhatikan ke depan,” Bu Ani memulai penjelasannya lagi. Hujan mulai mereda. Udara pun kembali hangat. Hal itu membuatku fokus menatap papan tulis dan mendengarkan penjelasan dari Bu Ani. Bel pulang berbunyi tepat saat aku diminta untuk mengerjakan soal yang sama untuk kedua kalinya. Aku merasa sangat beruntung karena tidak jadi mengerjakan soal tersebut. “Baiklah anak-anak, sekian untuk hari ini dan tolong pelajarannya diulang di rumah,” Bu Ani mengakhiri pelajaran matematika untuk hari ini dan melangkah meninggalkan kelas. Semua siswa berlarian keluar kelas karena tidak sabar untuk cepat sampai di rumah. Saat berjalan menuju halte

bus, hujan kembali turun. Aku merasakan aroma yang tidak biasa. Ya, aku pernah mencium aroma ini ketika ayah datang dalam mimpiku. Kuperhatikan sekitarku, berharap aku bisa menemukan ayah. Aroma itu kian memabukkan. Aroma itu seakan menarikku. Perlahan aku berjalan mengikuti aroma itu. Saat aroma itu sempurna tercium olehku, tiba-tiba sebuah mobil menabrakku. Aku bisa merasakan tubuhku terpental dan jatuh ke aspal. Aroma itu kian menyengat seiring dengan darah yang mengalir dari kepalaku. Orangorang mengerubungiku, berusaha untuk memberikan pertolongan. Aku bisa melihat sesosok pria yang tersenyum padaku. Aroma itu menjadi sangat kental saat pria tersebut mendekat dan tiba-tiba menghilang. Saat itu aku tahu bahwa, ia adalah ayah. Aroma hujan yang memabukkan, udara dingin yang menghangatkan hatiku, dan nyanyian kecil itu…. Ya, itu adalah ayah. (*)
Catatan: Untuk rubrik ini, redaksi menerima cerpen dengan panjang maksimal 1-2 halaman, satu spasi. Redaksi berhak mengedit karya tanpa bermaksud mengubah isi.

remajasanggar@yahoo.com

Kirim artikel/esei/cerpen/ puisi ke email:

16
Pastikan Iklan Anda Terbit di

N

PADEK IKLAN
Harian Pagi Padang Ekspres
BUKITTINGGI
DIGITAL PRINTING • ADVERTISING

MINGGU

6 NOVEMBER 2011

Simpang By Pass Pisang (Samping Rili Swalayan)
0751 - 778882, Fax : 778883
e-mail Iklan : padek_iklan@yahoo.com

COUNTER IKLAN

KANTOR PADANG TV
Jln. Proklamasi No. 52 D buka pukul 08.00 - 16.30 WIB
Telp. 0751 - 9927799

OPTIK MANDIRI
Jl. M. Yamin No. 136 Padang Telp. 0751-30199

Jl. Mandiangin No. 83 Telp. (0752) 628 477 email : abangadek_bkt@yahoo.co.id

STAR CELL

KLIN KAR

WARNET 99 POS
Jl. Sudirman Bukittinggi Telp. (0752) 626241, Fax. (0752) 62642

POSKO IKLAN
Jl. Gajah Mada K13 No. 42 (samping MAN 2 )

PADANG
Jl. Jhoni Anwar No. 3A Telp. (0751) 447 337 email : abangadek_adv@yahoo.co.id

PAYAKUMBUH
Jl. Sudirman No. 24 Telp. (0752) 92577 email : abangadek_pyk@yahoo.co.id

Jl. Khatib Sulaiman No. 83 Padang Jln. Dt. Perpatih Nan Sabatang (Samping Honda Gajah Motor) No. 287 Air Mati - Kota Solok, Telp. 081363622225, 085274777666 Ph : 0751-446291 Hp. 085274732286

PHOTOCOPY HAMKAMUDA CV. IWAN MANDIRI PRAGA GAMA TEKNOLOGI GARIS ARTA Komp. GOR Sibinuang
Muaro Sijunjung HP. 0812 6768 154 E-mail : alzam_derisip@yahoo.co.id

0816352488

Jl. Apel Raya No. 84E Belimbing Telp. 0751-495752

Jl. S. Parman No. 254 Ulak Karang Telp. 0751-7056550

Jl. Alai Timur HP 08126609848

WALLPAPER
Menjual & Menerima Pemasangan WALLPAPER dengan kualitas terbaik dan harga yang terjangkau
JL. RANAH BINUANG NO. 14 (Samping H. Symon)

PEMASANGAN

ZT
PADANG

SPESIALIS AIR CONDITIONER (AC)
Menerima : Alamat : Ø Penjualan Baru Ø Pemasangan Baru Maransi Indah 7 No. 33 Siteba Padang Ø Bongkar Pasang Ø Service Semua Merk Ø Reparasi (Perbaikan), dll

ZAHRA TEKNIK
081363568833
RANGKA BAJA RINGAN JAYA BERSAMA TRUSS
Jl. Veteran No. 36 C Padang

MUARA KARYA (0751) 7872535 (0751) 35667
PROMO
CUMA

Hubungi :

(0751) 812547

DISTRIBUTOR
RANGKA ATAP BAJA RINGAN
Hub : (0751) 38555, 38573, 495411, 495412, 499262, 497403 Jl. Andalas No. 7 Petak 1 Simp. Haru Padang

150

Rp. 85 Rb/bln
085268044669

LANGSUNG PASANG

Menyediakan Pemasangan :
- Rangka Baja Ringan - Plafond - Atap zinc alume - Dinding Partisi

RB (free HBO & SPORT 3 BLN)

Hub : ARIZ 087792044144

HARGA G BERSAIN

0751 - 7977999 0811613078

HADIR NON STOP
Koran anda tidak sampai hubungi agen, loper atau Pemasaran Padang Ekspres Kantor Winda Hasral Sarbidin Jhon Edi : 0751 - 778884 : 0751 - 9939020 : 081363245107 : 081363403524 : 081266586780

DEX’S AC
Terima Service : - AC Rumah - AC kantor - Swalayan - Mesin Cuci - Kulkas

TERIMA JUAL BELI AC BARU & BEKAS
Hub : 081947777190, 0751-7841882, 081267806090, 081267326666

JITU PADEK o t o m o t i f
COUNTER IKLAN
KANTOR PADANG TV
Jln. Proklamasi No. 52 D buka pukul 08.00 - 16.30 WIB
Telp. 0751 - 9927799

INGIN JUAL KENDARAAN ANDA..?? DISINI TEMPATNYA
KLIN KAR
WARNET 99 POS
Jl. Sudirman Bukittinggi Telp. (0752) 626241, Fax. (0752) 62642

Untuk Informasi Segera Hubungi :

0751 - 778882, FAX. 778883

OPTIK MANDIRI
Jl. M. Yamin No. 136 Padang Telp. 0751-30199

BUKITTINGGI
DIGITAL PRINTING • ADVERTISING

Jl. Mandiangin No. 83 Telp. (0752) 628 477 email : abangadek_bkt@yahoo.co.id

STAR CELL

POSKO IKLAN
Jl. Gajah Mada K13 No. 42 (samping MAN 2 )

PADANG
Jl. Jhoni Anwar No. 3A Telp. (0751) 447 337 email : abangadek_adv@yahoo.co.id

PAYAKUMBUH
Jl. Sudirman No. 24 Telp. (0752) 92577 email : abangadek_pyk@yahoo.co.id

Jl. Khatib Sulaiman No. 83 Padang Jln. Dt. Perpatih Nan Sabatang (Samping Honda Gajah Motor) No. 287 Air Mati - Kota Solok, Telp. 081363622225, 085274777666 Ph : 0751-446291 Hp. 085274732286

PHOTOCOPY HAMKAMUDA CV. IWAN MANDIRI PRAGA GAMA TEKNOLOGI GARIS ARTA Komp. GOR Sibinuang
Muaro Sijunjung HP. 0812 6768 154 E-mail : alzam_derisip@yahoo.co.id

0816352488
Way Of Life !

Jl. Apel Raya No. 84E Belimbing Telp. 0751-495752

Jl. S. Parman No. 254 Ulak Karang Telp. 0751-7056550

Jl. Alai Timur HP 08126609848

PAKET ASTRA DAIHATSU
Xenia Terios All New Sirion Luxio GranMax PU GranMax MB TDP 14 Jt an TDP 20 Jt an TDP 20 Jt an TDP 14 Jt an TDP 9 Jt an TDP 12 Jt an
DAPATKAN CASH BACK & GRATIS FULL SERVICE Selama 1 Th
* * * * * * * *

SUZUKI
DP
Pick Up Realvan Karimun Splash APV Arena Swift SX 4 Grand Vitara 6 13 7 12 9 15 18 25 Jt Jt Jt Jt Jt Jt Jt Jt an an SYARAT MUDAH an PROSES CEPAT an DATA BISA an DIJEMPUT an an an 1 s / d 5 T h

MENERIMA TUKAR TAMBAH

DAIHATSU
Xenia 1.0 DLX Xenia 1.3 DLX Terios Luxio D GM Minibus GM Pick Up DP 16.261.000 DP 17.419.000 DP 19.600.000 DP 22.370.000 DP 19.510.000 DP 11.880.500 Angs 3.368.000 Angs 3.606.000 Angs 4.199.000 Angs 3.812.000 Angs 3.231.000 Angs 2.201.000

angsuran
pertama

GRATIS

Hub : ANDI ASTRA 085263371818 / 0751-9889305

DP MULAI DARI

10 % 081267799651 ICHA 085274099799

Hub :

Hub :

081266115060

MUKHLIS 0751 - 8200228

* AVANZA E * AVANZA G * INNOVA G * RUSH G * FORTUNER DIESEL

TDP 32.726.300 TDP 36.397.500 TDP 55.414.700 TDP 46.407.800 TDP 87.041.700

ANGS 3.289.600/47x ANGS 3.667.600/47x ANGS 5.625.800/47x ANGS 4.698.400/47x ANGS 8.882.500/47x

PROTON
*EXORA-MPV *GEN 2 *SAVVY *NEO *PERSONA *SAGA

TERSEDIA TANPA INDENT
Hub

proses mudah/ ANGSURAN PERTAMA mobil langsung BISA Tukar Tambah keluar
081266022119 085274100757 087895074840

GRATIS

VITA 0751 - 7806068 082170803322
HONDA GAJAH MOTOR

ROHANDA

Honda Freed
TDP 24 JT Angs/bln 8,1 Jt an

Avanza 20 Jt an Yaris 30 Jt an

MAU PUNYA KENDARAAN NYAMAN

NAYA Punya solusinya
dengan DP Rendah dan cicilan RINGAN

Honda Civic
TDP 35 JT Angs/bln 10,1 Jt an
Hub :

semua bisa punya TOYOTA
Hubungi :

Flexi: 7861997 IKRAR 081374359920, 081947429930

NAYA
DAIHATSU
Xenia 1.0 Xenia 1.3 Terios Luxio Grandmax PU Grandmax MB Sirion
Hub :

085376177227

Xenia Terios All New Sirion Luxio GranMax PU GranMax MB

PAKET ASTRA DAIHATSU
TDP 14 Jt an TDP 20 Jt an TDP 20 Jt an TDP 14 Jt an TDP 9 Jt an TDP 12 Jt an
DAPATKAN CASH BACK & GRATIS FULL SERVICE Selama 1 Th

Hub : SISKA 085263983282

DP 15 Jt an / Angs 2.760.000,ADY DP 18 Jt an / Angs 3.250.000,- RESTOCK* DP 21 Jt an / Angs 3.530.000,DP 20 Jt an / Angs 3.545.000,CASH BACK DP 9 Jt an / Angs 2.415.000,d Jt* DP 14 Jt an / Angs 3.035.000,- s/ DP 17 Jt an / Angs 4.008.000,-

20

ROBY MARTHA

08126721277 085274522299
ASTRA

CV. ST. JAYA
PENGURUSAN : - KENDARAAN BBN BARU - KIR - SIM - PERPANJANGAN STNK - MUTASI KENDARAAN
Cepat & Terpercaya Siap Antar Jemput

BIRO JASA

Telp. (0751) 7845455 Fax. (0751) 20493 HP 0811 66 4040 .

XENIA TDP 15 JUTAAN TERIOS TDP 20 JUTAAN BERHADIAH PICK UP TDP 10 JUTAAN MINIBUS TDP 11 JUTAAN TERIOS, XENIA, TDP 15 JUTAAN LUXIO SCOOPY, DLL TDP 25 JUTAAN SIRION Info & Pemesanan : T E M P A T I N D E N T D A I H A T S U

DAIHATSU

1 Milyar

DAUS

085274116304

SUZUKI
* * * * * * * * * Pick Up Realvan Karimun Splash APV Arena Swift SX 4 Grand Vitara Mega Carry DP 7,5 Jt an DP 13 Jt an DP 14 Jt an DP 19 Jt an DP 9 Jt an DP 14 Jt an DP 21 Jt an DP 23 Jt an DP 10 Jt an

Way Of Life !

GRATIS
pertama
angsuran

DP Mulai dari

Hubungi :

FANDI

10

% Proses Cepat, Data Bisa Dijemput
Menerima Tukar Tambah

081266480398 0751-7716636

PUSKOPPABRI
SUMATERA BARAT
UNIT SIMPAN PINJAM - SOETOMO
Badan Hukum : No. 1199 / BH - XVII Tgl. 29-11-1979

Jl. Dr. Sutomo No. 12 Lt. 3 Padang Telp (0751) 890928 Fax. (0751) 890927

PINJAM UANG
PROSES MUDAH & CEPAT
PROGRAM PINJAMAN
1. Pinjaman Bunga Menurun ( 6 bulan) Cukup bayar bunganya saja tiap bulan dan mengembalikan Pokok nya pada saat jatuh tempo 2. Pinjaman Sistem Angsuran (10, 12, 18, 24 bulan) Fasilitas Pinjaman dengan pengembalian secara mengangsur tiap bulannya pokok dan bunga sehingga akan terasa ringan dan mudah

Jaminan BPKB ASLI Mobil / Sepeda Motor * PERSYARATAN PINJAMAN - Fotocopy BPKB - Fotocopy KTP Suami Istri - Fotocopy STNK - Fotocopy Kartu Keluarga

pinjam uang langsung cair

SAJAK
Budi Saputra

CERPEN
N g a o kSajak-sa

18 18 19

SENI BUDAYA
MINGGU 6 NOVEMBER 2011

Musim Buku Haji

17

A Nan Takana
Heboh..., heboh..., Heboh...!
DI Jakarta, ibukota pusat pemerintahan ada saja kehebohan yang saling susul-menyusul, saling berhimpitan. Heboh pertama, terhimpit oleh kasus kedua yang tidak kurang pentingnya, lalu yang ketiga, dan seterusnya antri berdatangan. Seolah-olah heboh pertama yang belum kunjung selesai, lalu seperti terlupakan.. Kita di daerah tidak paham “permainan:” ini. Pernah kita dengar kasus beberapa anggota parlemen (Dewan Perwakiulan Rakyat) mendapat uang yang dikenal travel check yang jumlahnya milyaran rupiah. Uang yersebut semacam suap untuk memuluskan peMarthias Pandoe milihan Deputy Senior WA RTAWA N S E N I O R Bank Indonesia. Kasus tersebut terhimpit dengan bantuan likwiditas untuk Bank Century yang jumlahnya triliyun rupiah, sehingga terlengahkan kerugian negara yang cukup besar. Lalu kasus pajak Gayus Tambunan yang setiap hari jadi pemb i c a r a a n masyarakat.Ada orang yang purapura engkar membayar pajak. Katanya, percuma, karena tidak akan masuk kas negara, tapi masuk kantong pribadi oknum-oknum petugas pajak. Heboh lain menyusul lagi. Kasus aliran Ahmadiyah yang dituding sesat oleh pengikut Nabi Muhammad Menyusul lagi heboh tentang Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Para pakar politik menghebohkan akan terjadinya reshufle kabinet jilid II Presiden SBY, tapi sampai akhir Maret berlalu tanpa kenyataan.. Ibukota dan beberapa daerah, dihebohkan teror kiriman buku yang berisi bahan peledak. Tugas polisi makin berat, perl;u bantuan TNI (Tentera Nasional Indonesia) ? Heboh terakir ini terhimpit lagi dengan keheboan beberapa negara Islam di Timur Tengah seperti Mesir dan Libia. Kembali ke dalam negeri, heboh tentang mega proyek Gedung DPR. Kasus Citibank, dan untuk dapat hiburan anggota Brimob Gorontalo yang mahir menyanyilagu India yang punya gaya tari yang khas. Apakah orang akan melupakan pula kehebohan-kehebohan sebelum ini ? Kasus apalagi yang akan dihebohkan kelak ? Orang lapau kampung tak kehabisan bahan ota politik sejak pagi hingga sore....

HParangai
DUNIA makin canggih. Urang babuek jahek, jo caro nan canggih pulo. Antaro lain malalui handphone (hape) nan awak pakai sahari-hari. Kalau awak rajin baco Koran, acok nonton berita di tivi, pasti pernah mambaco atau manonton berita urang korban penipuan malalui hape. Banyak urang manipu pakai hape jo caro maneror awak jo kaba buruak. Mulo-mulo hape awak babunyi. Tu awak angkek. Kutiko awak angkek, urang tu antah dari ma, tahu jo namo anak awak di sikola. Nyo kecek an, anak awak kecelakaan. Kini inyo, paja nan manalepon awak ko, nan manolongan sarato manjamin di rumah sakik. Nyo caritoan molah keadaan anak awak ko, pakai istilah medis bagai. Awak nan manarimo tale-

Ide/Naskah : Yusrizal KW Gambar : Cornelis

NYO KECEK AN ANAK AWAK KECELAKAAN, NYO MINTA TRANSPER PITIH, KIROE AWAK TATIPU
pon ko, tantu cameh minta ampun. Apo lai, urang ko manyabuik, anak awak koma. Harus dioperasi. Ado benturan pado kapalo balakang. Supayo awak tambah yakin, nyo suruh pulo awak mangecek jo urang nan kecek nyo dokter rumah sakik. Urang nan disabuik dokter tadi, manarangkan elok-elok. Apo nan tajadi, tindakan apo nan harus dilakukan, kok indak anak bisa mati. Awak nan lah cameh, ditambah mandanga kecek dokter tadi, langsuang makin picayo, iyo bana anak awak kanai antak oto. Tu hape babaliak ka urang partamo. Urang partamo nan manalepon tadi, jo suaro diatur, mangaku rumah sakik paralu jaminan, juo paralu tindakan medis segera dan ubek harus dibali kini ko juo. Kok indak, gawat. Mako, kecek nyo, supayo capek proses, nyo agiah nomor rekening. Pakai sajo nomor rekening inyo, karena kalau pakai rekening rumah sakik, beko lamo pulo urusan administrasinyo. Awak nan sayang anak, nan indak sempat bapikia panjang, langsung pai ka ATM. Batransfer pitih ko. Kutiko pulang dari ATM, anak manalepon. Inyo mangecek, ka pai baraja kalompok ka rumah kawan. Nan awak, nan baru transfer pitih, tangango tagak. Manyasa. Maraso hengak. Ba a kok lakeh picayo. Kiroe ana indak ba-a ba-a. Ado pulo carito lain soal panipuan atau kajahatan malalui hape. Hati-hati dunsanak. Iko caronyo. Inyo talepon awak. Setelah halo kecek awak, inyo langsuang batanyo, jo sia inyo mangecek. Kadang awak langsung manyabuik namo awak. Umumnya, inyo cari nan cewek. Kutiko lah awak jawek, inyo mulai batanyo, punyo adik laki-laki ndak. Kalau awak jawek, punyo. Inyo tanyo sia namonyo. Kalau awak sabuik Malanca namonyo, lalu ditanyo sia kawan Malanca ko. Awak jawek, Mangkutak. Lalu, jo pasti urang tu bakato, “Bararti lai batua urang nan kami hubungi. Malanca jo Mangkutak di tangan kami. Di kantua polisi kini. Inyo kadapatan makai narkoba.” Urang ko mangaku polisi. Mandanga kaba itu, tantu awak takajuik. Dalam awak takajuik tu, tabayang pinjaro untuak adiak ko. Cameh indak tabayang. Lalu, urang manalepon tadi, mangecek, “Inyo bisa manolong, cuma komandannyo minta pitih. Kabatulan keceknyo, kasusnyo alun dinaikkan, masih di tangannyo, bisa dibantu. Mako, inyo minta transfer pitih sabanyak nan nyo minta. Banyak pulo urang nan kanai, tapi banyak pulo urang nan cadiak. Indak picayo. Karano itu, kini awak harus hati-hati. Kalau ado urang nan indak awak kenal manalepon, mangecek an kajadian buruak manimpa kaluarga awak, nyo minta transfer piti ka rekening, jan picayo. Jaman lah canggih. Cubo talepon ka rumah, ka keluarga lain, ka kawan urang nan disabuik tadi atau hubungi namo nan dijadikannyo korban. Carito di ateh, cuma contoh ketek. Banyak panipuan mampagunoan hape. Mulai dari ka maagiah hadiah, manang undian dan lainnyo. Nan paralu, jan mudah picayo jo kecek urang nan indak awak kenal malalui hape. (*)

Oleh:

KOMIK NYO DEK SI EKO

Kronik

31 Karya Seni Rupa Sumbar Lolos Kurasi Prabienalle Sumatera
TIGA puluh satu dari lima puluh delapan karya seni rupa Pra Bienalle Se Sumatra dari propinsi Sumatera Barat dinyatakan lolos seleksi kurasi oleh dewan kurator yang terdiri dari Syafwan Ahmad, Muharyadi, Hamzah dan Yusrizal KW melalui foto-foto karya berukuran 5 R di ruang Galeri Seni Rupa Taman Budaya Sumatera Barat, Jalan Diponegoro Padang, Rabu (2/11) lalu. Dari jumlah yang lolos kurasi oleh dewan kurator terdapat 26 karya lukis, 3 karya patung dan 2 karya instalasi (out dor) dengan ukuran yang telah ditetapkan pihak panitia yang nantinya akan di gelar di ruang galeri Taman Budaya Sumatera Barat sejak tanggal 20 s.d 26 Nopember 2011 bersamaan dengan karya-karya seni rupa lainnya dari berbagai propinsi di Sumatera. Menurut salah seorang kurator, Syafwan Ahmad yang juga dosen di jurusan seni rupa UNP Padang menyebutkan, banyaknya peserta dari Sumatera Barat paling tidak menandai, selain faktor Sumatera Barat menjadi tuan rumah pra-bienalle seni rupa se-Sumatera untuk pertama kalinya digelar di Sumatera juga ditentukan iklim berseni rupa di daerah ini makin kondusif dan dinamis. Tinggal sekarang, tambah Syafwan Ahmad, bagaimana teman-teman seniman seni rupa di Sumatera Barat tetap eksis berkarya dalam penjelajahan kreativitas pada ranah estetis dan artistik yang tidak hanya memikirkan karya secara kuantitas tetapi juga kualitas karya sesuai sebutan Sumatera Barat sejak lama dikenal sebagai salah satu basis seni rupa di tanah di luar pulau Jawa. Orasinalitas dan Ekspresi Budaya Dalam sidang tertutup dewan kurator Prabienalle seSumatera dari propinsi Sumatera Barat di galeri Taman Budaya persoalan aspek tema tidak dijadikan patokan penilaian, mengingat panitia sebelumnya tidak menetapkan tema untuk peserta yang ikut serta pra bienalle seni rupa seSumatera ini. Namun persoalan orisinalitas karya dengan berbagai dinamika probloematiknya pada persoalan ekspresi budaya dalam ranah estetik dan artistik yang menjadi isu penting saat ini yang berangkat dari upaya memiliki akar, kearifan lokal dan paradigma multikulturalisme di Sumatera menjadi menjadi sesuatu yang penting dalam pengkurasian kali ini, jelas kurator Hamzah, pelukis yang juga dosen di ISI Padang Panjang didampingi Yusrizal KW menjelaskan. Sementara salah seorang panitia, Aprimas, S.Pd, menjelaskan Pra Bienalle Seni Rupa se-Sumatera ini sebenarnya telah dirancang beberapa tahun silam oleh para seniman seSumatera di berbagai propinsi di Sumatera melalui kegiatan PPSN dan pameran seni rupa se Sumatera guna menyikapi perihal identitas seni rupa di Sumatera di luar pulau Jawa. Untuk kegiatan pra bienalle seni rupa se-Sumatera tahun 2011 ini akan diproyeksi kegiatan Bienalle seni rupa se-Sumatera yang rencananya akan dilansungkan pada tahun 2012 di Jakarta, jelas Aprimas memberi penjelasan. (muharyadi). ***

Khazanah Pantun Minangkabau

Putus Jantung Pengarang Hati
410. Pulai di ulak Batu Mandi, Alah rampak manjulai pulo, Basuo kito nan ka lai, Nan carai ka mulai pulo. 411. Gulai pariyo paik-paik, Apo dibuek parancahnyo? Tolan tamusahua sampai ka langik, Mano sadikik faedahnyo? 412. Alah putuih tali katidiang, Tampan talunggang malah padi, Alah dapek kawan sairiang, Tampan tabuang kironyo kami. 413. Bungkuih banamo sapu tangan, Babuhua ujuang ka ampeknyo, Buruang banamo Ganggo Aman, Musim pabilo kadapeknyo. 414. Layang-layang manyemba suntiang, Tampak nan dari subarang ko, Anguih hatiku bak diguntiang, Maliek anak nan surang ko. 415. Si Upiak di Bangkahulu, Pandai mangarang bungo padi, Manembak tidak bapiluru, Putuih jantuang pangarang hati. Ada unsur gurauan dalam bait 409. Kalau seorang (anak muda) sedang rindu berat (diaru dandam) kadang-kadang berpengaruh besar pada jiwa dan badannya. Tampaknya si anak muda memang sedang kebelet cinta sehingga sampai-sampai takbirnya salah waktu shalat. Pantun ini juga menyiratkan dikotomi profan dan sakral dalam dunia seni Minangkabau: dalam pantun yang bersifat profan (duniawi), kadang-kadang unsur-unsur yang terkait dengan agama (ukhrawi) pun dijadikan bahan gurauan. Baru jumpa tapi rupanya sudah harus berpisah lagi. Belum lepas rindu dendam rupanya si dia sudah harus pergi lagi. Tampaknya dia hanya dapat bertemu dengan Anda karena kebetulan dia lagi transit. Barangkali si dia kerja jadi anak kapal. Pertemuan sesaat yang dirindukan tapi juga bikin penasaran, demikianlah refleksi bait 410. Bait 411 mungkin biasa diucapkan oleh seseorang kepada temannya yang sudah sukses, yang sudah mamacik, tapi lupa kepadanya. Bait ini kontekstual sekali dengan Minangkabau: di negeri ini kalau seseorang kaya atau pandai tapi tidak bermanfaat untuk orang kampung, famili, dan teman-teman selapik seketidurannya dulu di surau, maka dengan cepat akan keluar ungkapan: ‘Kok kayo, kayo sorang se lah, kok pandai pandai sorang se lah, nan awak indak ka mamintak.’ Memang sering kejadian bila seseorang sudah berhasil dalam hidupnya, dia bisa lupa kepada teman-temannya. Kadang-kadang sudah berjumpa di jalan, tapi dia menaikkan kaca hitam oto sedannya. Janganlah lupakan kawan lama walau Anda sudah sukses. Ada suara si pencundang lagi dalam bait 412. Si dia rupanya sudah dapat ‘pameman’ yang baru. Datak hati ateh pado tanuang: sudah berdetak hati Anda bahwa diri Anda tampaknya segera akan ditinggalkan. Tak tahu mengapa justru setelah Anda membelikannya BlackBerry baru, dia malah mulai menampakkan tanda-tanda ketidaksetiaan. Itulah refleksi bait ini. Bait 413 mengambil perumpamaan burung lagi untuk melambangkan seorang gadis yang jadi rebutan pemuda sekampung. Nama burung ‘ganggo aman’ ini disebut dalam beberapa bait pantun dalam nomornomor sebelumnya, tapi belum jelas benar oleh saya jenis burung apa ini? Yang jelas, tampaknya ini sejenis burung yang indah dan mungkin bersuara bagus, sehingga sering diambil menjadi perlambangan untuk wanita. Bait ini merepresentasikan suara lelaki yang sangat mengidam-idamkan seorang wanita cantik, tapi si cantik bunga desa itu tak kunjung jatuh ke haribaannya. Hiperbol yang manis muncul lagi dalam bait 414: kata ‘hangus’yang biasanya asosiatif dengan api kini disandingkan dengan kata ‘gunting’. Terjadi lompatan horizon harapan pembaca. Rupanya lenggang si ‘Kuning Lampai’ bunga desa itu menimbulkan tsunami dalam hati si pemuda (si aku lirik). Barangkali ada pembaca setia rubrik ‘Khazanah Pantun Minang’ yang pernah atau sedang mengalami hal yang sama. Makan tak enak, tidur parti tak nyenyak. Barangkali si pemuda harus meminta bantuan Dewi Amor, seperti disarankan dalam bait terakhir (415). Maksud bait ini tiada lain untuk menggambarkan seorang yang hatinya telah terkena panah asmara: mandamam dibuatnya. Mungkin lagu ‘Ubekkan Denai’ cocok untuk menggambarkan gelora hati yang sedang diaru dandam ini: ‘Ubekkan denai, suaokan denai, basuo mako sanang di hati’, kata Elly Kasim. Anda mungkin pernah pula mengalaminya: lah dilampok jo tapak tangan, di salo jari tampak juo. Kalau sudah begini keadaannya, bilang sajalah terus terang kepada mamak kepala waris, supaya lamaran segera disampaikan. Anda dan si dia diam sajalah dulu. Kalau sudah sampai pada tahap ini, itu sudah menjadi urusan keluarga besar matrilineal, ipa-bisan, dan andanpasumandan. (bersambung minggu depan)

Diasuh oleh: Suryadi
KRITIKUS DAN PENELITI SASTRA

[Leiden University, Belanda]

PANTUN mungkin berfungsi pula sebagai formula pengingat dalam satu masyarakat yang bersandar pada tradisi lisan seperti etnis Minangkabau. Dalam masyarakat yang hidup dalam kelisanan (orality) terdapat sistem cara mengingat, menyimpan, dan mentransfer ilmu yang berbeda dengan masyarakat yang bersandar pada tradisi keberaksaraan (literacy) seperti di Barat. Hakikat kelisanan dalam pantun belum sepenuhnya terungkap. Kajian-kajian yang belum tuntas mengenai hubungan antara sampiran dan isi dalam pantun masih memberi ruang untuk melihat kembali bagaimana sebenarnya fungsi genre ini sebagai media pengingat, penyimpan, dan penurunkan ilmu dan kebijakankebijakan dalam mayarakat Minangkabau dan Melayu pada umumnya yang hidup dalam tradisi lisan yang kuat. Di nomor ini kita lanjutkan menikmati alam pantun Minangkabau yang menawan itu. 409. Tinggi bukik Gunuang Kudandam, Gunuang Bulang gampo sabalah, Anak mudo diaru dandam, Nak sumbayang takbirnyo salah.

18
Pantai Purus Tepi Kota
di pantai ini, yang meski kita raba dan bayang adalah tentang keinsafan dan kejujuran abad. ketika kolonial berhamburan, di kuranji atau di sungai banjir kanal yang kini terus tumbuh dalam euforia dan histeria kota, maka kau lihatlah abad-abad kota ini yang berdandan dengan caranya sendiri. gubernur yang silih berganti, pasar-pasar yang tumbuh, bocah-bocah sekolah yang penuh sesak di tiap paginya, hingga rumah sakit tempat usiamu menetas, ternyata telah banyak mengalami pemugaran di pantai ini, maka bayangkanlah sebuah muara, sebuah ujung, dan segenap beban kota yang tidak saja tinja, sampah perumahan, bangkai anjing, alat kontrasepsi, atau tangisan lampau yang kentara di barak-barak pengungsian. lebih dari itu, sesungguhnya adalah perguliran masa itu sendiri. pantai ini kerap kali menyisakan kepedihan. bocah-bocah yang raib digulung ombak, lalu ibunya menjerit, meratap, dan tercatat sendiri sebagai catatan silam kelabu kota. sedang di luar itu, tentu segalanya masih terus mengalir bagai hulu dan hilir sungai. bagai tikus-tikus yang berdesakan dalam sebuah lingkaran pantai ini adalah sebuah tepi. dan dalam gemuruh ombaknya, maka bacalah. ternyata telah berabad-abad sudah kota ini menyusui segenap kelahiran, segenap jejak yang punya impiannya sendiri-sendiri. sebagaimana tentang bocah-bocah yang kau tunjuk itu. apakah kelak hanya membayangkan kelamin di hotel-hotel yang bangkit dari sakit, euforia malam minggu, hingga kejujuran dan kemaluan yang tergadai? Padang, 2011

SASTRA
Sajak-sajak: Budi Saputra
Padang Kota Lama
di batang arau, di sebuah kota lama dalam nganga sejarah. bertahun-tahun hidup tak ubahnya serupa riwayat daun atau sebuah pelabuhan di kota lama, kenanglah pasar-pasar lama yang juga dipenuhi perempuan-perempuan lama: indo, cina, arab, india, atau pun minang. di pasar gadang, pasar mudik, dan pasar tanah kongsi tempat bagian zaman bertelur, beraksitektur-arsitektur dari setubuh ragam etnik yang bercampur dan tentang gunung padang, kapal-kapal yang lintang pukang saban hari membelah arau, bertahun-tahun kemudian hanyalah bocah-bocah kami mendongak dan melongoh pada tanah sendiri. meraba diri sendiri sebagai terlahir dan pemburu matahari. mereka yang kerap kali menyeberang dengan biduk-biduk kecil setiap sekolah pagi, butuh bertahun-tahun untuk memafhumi rupa sisa zaman. sisa zaman yang membeku pada heritage-heritage yang berlahiran dulu Padang, 2011

MINGGU

6 NOVEMBER 2011

Pengembala
(1) ia kembali menyusupi rimbun ladang, pohon-pohon tinggi menjulang dan dingin udara berayun di atas pundaknya. kembali ditemuinya sepi yang mengabut, kicau punai, dan gaduh kawanan siamang dalam pagi lembab. di sudut-sudut semak ranum, dan jalan setapak beraroma ilalang, seperti selalu ada bayangan bigau yang berlari ke pedalaman jauh. ketika wajah masa silam dibayangnya, ladang kopi, dan mamalia dengan kleneng lonceng di sepanjang di sela-sela tunggul dan reranting (2) matahari tegak lurus pada manzilahnya. ketika ia menebas kelahiran rumpun hijau, akar duri yang kerap menusuk pepori kulitnya. teringat orang-orang shaleh yang diutus pada masing-masing fase zaman, ia hanya ikhlas, hanya mencintai kesepian sendiri yang bersemayam dalam bayang-bayang. : yang memanjang, memendek, dan selalu ada yang terburu-buru bersama waktu, seperti kleneng lonceng mamalia dalam terik yang menyegat. seperti bunyi-bunyi unggas yang timbul tenggelam tiap pagi dan senja hari (3) dan begitulah senja yang senantiasa digendongnya. hutan-hutan yang ikhlas bagi setapak, kayu bakar, koloni lebah, dan unggas-unggas berpulangan. maka ia aminilah, ia syukurilah keberadaan diri di tengah tunggul-tunggul mati, dedaun gugur, dan ingatan tentang orang-orang shaleh pengembala yang lama bersemayam dalam dirinya Padang, 2011

IA berdiri saja di depan pintu. Sesekali menoleh ke belakang, berharap ada seseorang berdiri di belakangnya yang akan menemani. Tatap matanya jatuh pada sepatu putih mengkilap yang ia kenakan. Ini hari masih hari senin, tentu saja sepatu itu masih bersih karena tiap hari Sabtu selalu dicuci. Ia menarik napas dalam sambil berpikir: Masuk, tidak. Masuk, tidak. Kalau saya masuk, apa akan aman? Apa pintu tidak akan terkunci tiba-tiba, atau apa saya tidak akan sadarkan diri kemudian saya terbangun di ruang kelas setelah guru berusaha menyadarkan saya? atau… Begitu seterusnya. Napasnya dalam, seraya kakinya semakin kokoh berdiri. Ia menghitung buah baju dari atas hingga bawah sambil berujar pilihan antara masuk atau tidak. Ia menatap pintu berwarna coklat gelap. Pintu ruangan tempat belajar dan menyimpan alat-alat kesenian. Ruangan yang terletak paling ujung di gedung sekolah. Hanya ada satu ruang di sana, dan begitu jarang ada orang yang masuk kesana. Palingpaling sesekali murid murid berbondong-bondong masuk jika hendak belajar kesenian. Itu hanya sekali dalam sebulan. Kadangkadang tak pernah sama sekali dalam satu semesteran. Ia berdiri di depan pintu. Tangannya sampai ke buah baju paling bawah dengan kata yang terhenti: masuk. Pilihan terakhir yang tidak dipercayanya. Kembali ia memulai dari awal dan tetap berhenti dengan kata masuk pada buah baju paling akhir. Ia kembali menatap sepatunya, tak ada pilihan. Berulang, ia menarik napas. Melihat ke segala arah jika saja ada yang lewat dan akan membantunya. Guru, teman, atau siapapun. Yang pasti, ia tak akan kembali ke kelas kemudian menarik ibu guru yang menyuruhnya itu ke tempat ia berdiri kini. Guru itu pemarah, pikirnya. Mana mungkin ia akan membantu, sedangkan anak-anak yang lain sering dihukum berdiri di depan kelas atau membersihkan kamar mandi karena terlambat datang. Apa ia rela menyerahkan diri untuk dibentak di depan kelas karena ia tidak jadi masuk ke dalam ruang tersebut. Ia kembali menarik napas, menyesal karena setelah jam kesenian ia tidak langsung mengambil tas, tetapi berlari membeli kerupuk kuah sate yang sering habis pada saat jam istirahat. Ia takut tidak dapat makan kerupuk kuah sate. Jadi begitu bel berbunyi tanda istirahat, ia langsung berlari sedang anak-anak yang lain memindahkan tas mereka kembali ke kelas. Dilihatnya baju yang terkena kerupuk kuah sate. Banyak masalah hari ini, pikirnya, karena jika sampai di rumah, ia juga akan dimarahi Ibu karena telah mengotori baju seragam yang seharusnya dapat digunakan untuk besok. Baju putih itu telah kotor, ditariknya bagian bawah baju yang masuk ke pinggang rok. Untung tidak sampai bawah. Dan untung lagi, masih ada dua buah baju. Berarti masih ada perubahan pilihan. Ia kembali mengulang. Masuk. Tidak. Masuk. Tidak. Masuk. Tidak. Masuk. Kata terakhir adalah: masuk. Ia ulangi sekali lagi dengan mengubah kata awal tidak. Makanya akhir pilihan jatuh pada kata tidak. Sekali, dua kali, tiga kali, hasilnya tetap tidak. Ia lega. Tersenyum. Tak ada beban, karena ia tak mesti masuk. Bukankah takdir telah menentukan kata tidak pada buah baju terakhir? Berarti itu pilihan Tuhan, pikirnya. Maka ia tak akan masuk. Ia kembali terdiam. Kalau tidak masuk, berarti tasnya akan tetap ada di dalam ruangan kesenian itu. Sampai kapan? Apa mungkin ia akan pulang

Ngaok
Cerpen Reno Wulan Sari
tanpa tas? Apa yang akan dikatakannya pada Ibu? Sudah baju kotor, pulang tanpa tas, Ibu pasti marah besar. Lalu dengan apa ia akan membawa buku besok jika tasnya tak ada. Kakinya kembali menggigil. Ia terdiam. Berujar seorang diri. “Tidak. Aku tidak akan masuk.” “Tidak. Aku harus masuk. Kalau tidak masuk tasku akan terus tersimpan di sana.” Ia terisak, entah cemas, entah takut “Tidak. Kalau masuk bahaya. Ada Ngaok” Perasaan ganjil itu muncul lagi. “Ngaok?” *** Benar kata orang, bahwa kata musim tidak hanya milik buahbuahan. Tidak mesti disandingkan dengan kata Duren atau Duku. Sekarangpun ia merasa sedang musim. Musim yang sifatnya mewabah. Musim yang ikut singgah ke rumahnya, mampir di kamarnya untuk ikut menikmati. Dan musim pun berujar, anak-anak main sepeda. Senang berkeliling, kau juga harus main sepeda dan punya sepeda. Maka besok, ia merengek minta dibelikan sepeda. Musim telah masuk ke dalam jiwanya dan jiwa anak-anak lainnya. Musim yang membuat hari-hari mereka berwarna dan selalu merasa tidak sabar menunggu hari esok. Musim juga yang kemudian tidak terbendung. “kan sekarang musim sepeda, Bu” “Tunggu Bapak punya uang.” Ia terdiam. Alasan Ibu mengantarkannya pada antrian yang entah kapan akan berakhir. Ketika anakanak yang lain sibuk mengayuh sepeda berkeliling perumahan, maka ia sibuk pula berlari mengiringi sepeda salah seorang teman yang berjanji akan meminjaminya. Tentu setelah si teman merasa bosan bermain, dan saat itu adalah ketika waktu bermain habis karena maghrib, atau teman tersebut dengan tanpa menyesal tidak dapat meminjami karena ibunya memanggil pulang. Musim sepeda yang tak terbendung. Dari sepanjang musim sepeda, ia lebih banyak berlari berkeliling perumahan daripada mengayuh sepeda. Serasa muak menumpuk di dadanya. Ia marah pada teman yang seorang pembohong. Ketika berlari mengiringi sepeda seperti biasanya, ia mendorong sepeda teman yang masih melaju. Terjatuh. Temannya menangis, bukan karena sedih tapi karena melihat darah ada di lutut kananya. “Pembohong. Katanya mau gantian,” “Tapi aku masih mau main” “Aku sudah lama menunggu,” “Apa urusanmu, ini kan sepedaku,” “Tapi kau telah janji,” “Tapi ini sepedaku. Terserah aku,” Mereka berkelahi. Salah seorang teman mengadu kepada orang tua mereka. Melerai dan para orangtua juga sibuk adu mulut mewakili anak mereka. Besoknya, ia mendapatkan sepeda baru yang uangnya entah dari mana, karena kata Ibu, Bapak selalu tidak punya uang. Perkelahian yang membawa berkah pikirnya. Maka ia bersepeda seperti anak-anak lainnya. Pergi mengaji juga menggunakan sepeda, dan beberapa kali ia tidak ikut mengaji karena sibuk bermain

sepeda dengan teman yang lain. Sesekali terjatuh dan Ibu memperingatkan untuk tidak main sepeda lagi jika waktu mengaji telah datang. Ia berjanji. Tapi musim lebih menggiurkan. Kembali ia bermain sepeda dengan menggunakan rok mengaji berkeliling perumahan. Semakin kencang karena menjadi yang pertama adalah tujuan mereka untuk dikatakan hebat dan sepeda mereka adalah sepeda tercanggih di antara anak-anak perumahan. Beberapa kali ia selalu berada di depan, seperti kali ini. Ia menempuh dua kali putaran keliling tanpa ada yang menghalangi kecuali banda 1 di dekat mesjid. Ia menangis, terisak menjadi-jadi. Sikunya berdarah dan baju mengajinya kotor. Ia takut, bukan karena sakit tapi karena reaksi Ibu. Ia kembali terdiam melihat sepeda dimasukkan Bapak ke dalam gudang. Ruangan paling ujung dan gelap. Meski tak dikunci, ia tetap tak bisa mengambil sepeda karena Ibu selalu mengawasi. Sedang musim terus memanggil, ditambah semakin banyak anak-anak yang memiliki sepeda baru. Ia juga merasa tertantang ketika temannya mengatakan bahwa anak baru yang pindah minggu lalu punya sepeda bagus. Teman itu benar, ketika anak baru itu lewat di depan rumah, terlihat sepeda berwarna merah itu masih mengkilap. Cantik, pikirnya. Ia ingin bermain bersama, dan musim juga terus mengimbau. Semua anak bermain sepeda di lapangan. Begitu ujarnya tiap hari. Musim masuk ke mimpinya, menghantui harinya, dan kakinya selalu ingin bergerak untuk mengayuh sepeda. Sekali ia meminta kepada Ibu, kedua kali diiringi dengan tangisan. Ibu tetap tidak mengizinkan, entah sampai kapan. Timbul niat di hatinya untuk mengambil sepeda diam-diam. Barangkali ketika Ibu masak di dapur. Ia mencoba. Gelagatnya begitu kental. Seketika Ibu berdiri di sampingnya. Bersikap seperti biasa, seperti dulu—saat ketahuan ingin kabur dari rumah—ketika ia selalu tidak diizinkan bermain atau pergi ke tempat yang jauh. Seperti Ibu mengatakan adanya Ngaok. Ada Ngaok di ujung jalan, ada Ngaok di ruangan gelap, ada Ngaok yang akan mengambil anak-anak nakal. Ada Ngaok yang akan menjadi temannya ketika ia berbuat nakal. Ibu masih bicara tentang Ngaok, pikirnya, karena memang sosok itulah yang selalu keluar dari bibir Ibu. Entah sampai kapan. Seperti hari ini ketika suara Ibu bergetar, lantang, seolah menelan seisi ruangan dan dirinya. “Pergilah. Ambil sepedamu. Masuk ke ruangan itu, ada Ngaok di dalam. Ayo masuk.” Ia terdiam. Langkahnya terhenti. “Masuk. Ambil sepeda itu dan main sesukamu. Jangan salahkan aku jika di dalam ada Ngaok. Masuk,” Ibu mendorong punggungnya. Tangisnya pecah dengan suara yang melengking. “Masuk,” Ia terisak. Terkadang ia berpikir, seperti apa rupanya Ngaok? Apakah ia manusia? Lelaki atau perempuankah? Di mana ia tinggal? Jika dulu Ibu mengatakan ada orang gila di ujung jalan yang membuat ia takut keluar rumah dan bermain jauhjauh, setelah melihat orang gila secara nyata ia tak pernah bertanya lagi kepada Bapak bagaimana rupa orang gila. Ancaman Ibu tetap sama, pergilah, biar kau dibawa orang gila. Dan ia telah bertemu dengan orang gila. Ketika mengenal bahasa, ia mulai tahu tentang ada-

nya orang gila, bahkan sekarang ia telah mengenalnya ketika ia melihat ada orang gila di pasar. Tetapi tidak dengan Ngaok. Ketika pertama mendengar kata Ngaok hingga hari ini, ia tak pernah bertemu. Ia menerka wajah, suara, tinggi badan, dan kegemaran Ngaok. Tak ada yang mampu memberi jawaban, kecuali satu: perasaan yang tumbuh dan menjalar dalam setiap jantungya hingga kini. Perasaan yang memetik debaran jantungnya, membuat ia ciut sendiri karena takut. Maka ketika tak ada jawaban, ia mengambil pilihan yang telah ada bahwa Ngaok adalah sesosok mahkluk yang memang benar menakutkan. Ia harus takut kepada Ngaok. Ngaok akan menelannya bulatbulat seperti kata Ibu. Jika ia menurut dengan apa yang dikatakan Ibu maka ia tak akan bertemu dengan Ngaok yang menyeramkan. Sehingga ia tidak akan pergi bermain jauh dari rumah, main petak umpet di ladang orang, atau mengambil sesuatu di tempat gelap. Ia tak ingin bertemu Ngaok. Apa karena ia tak melakukan larangan Ibu makanya ia juga tidak akan pernah bertemu dengan Ngaok? Bagaimana kalau ia pergi main jauh kemudian dapat bertemu Ngaok? Maka ia akan tahu siapa Ngaok. Tidak. Ia tak ingin bertemu. Ngaok mengerikan. Titik. Ia tidak cantik atau tampan, atau mungkin ia tak seperti teman-teman dan manusia lainnya? Tidak. Ia tidak ingin bertemu Ngaok. Namanya begitu menyeramkan seperti kata Ibu. Tidak. “Tidak...” *** Ngaok makan apa? Warna kulitnya apa? Hitam? Putih? Atau abau-abu? Apa Ngaok juga suka sepeda? Tidak. Kata ibu, bukan Ngaok yang suka sepeda, tapi jika saya masuk ke gudang maka ada Ngaok yang akan menunggu. Gelap. Barangkali tangannya besar, mendekap, memegang saya eraterat, mengehempaskan saya atau menelan saya. Tidak. Barangkali Ngaok tinggi besar, tangannya mampu menutupi seluruh kepala saya. Kalau bertemu, apa dia akan membawa saya? Kemana? Pasti tempat yang mengerikan, karena Ngaok itu seram. Tidak. Tangisnya Pecah. Tidak. Tidak, ia tidak akan masuk. Ruangan itu gelap, dan tasnya masih ada di dalam. Ia kembali menatap lantai. Terdiam. Entah telah berapa lama. Ia kembali menghitung buah baju. Masuk, tidak. Masuk, tidak. Kalau saya masuk, apa akan aman? Apa pintu tidak akan terkunci tiba-tiba, atau apa saya tidak akan sadarkan diri kemudian saya terbangun di ruang kelas setelah guru berusaha menyadarkan saya? atau… Begitu seterusnya. Ia menggigil. Ruang kesenian yang gelap berada paling ujung. Setelah ruangan itu digunakan, petugas sekolah mematikan lampu. Gelap. Ia terpaku di depan pintu. Ia menangis, terisak. Isak menyesakkan. Tubuhnya semakin menggil, dingin, dan lemah. Terbayang segala bentuk yang mengerikan. Pilihannya adalah masuk. Tubuhnya terasa berat dengan desahan tangisnya. Napasnya seakan terpantul. Tarikan pelan. Satu, dua, semakin menggigil, dan semua terasa gelap. Tubuhnya terdiam dalam hening yang menyesakkan, terdengar bisikan yang tak pernah asing: Awas ada Ngaok... *** *Ngaok: merujuk pada hal gaib, hantu, atau setan. Bandung, maret 2010 (Footnotes)1 Banda, Minang: got

MINGGU

6 NOVEMBER 2011

SENI-BUDAYA Musim Buku Haji
Oleh: Rizka Ramadhani
pertama terbit 1997. Kedua buku yang berbeda genre, tetapi sungguh berkesan bagi pembaca, bertahun-tahun lamanya. Danarto berkisah lucu, komedi, tentang pengalamannya berhaji, sehingga cerita-cerita dalam buku itu sejatinya adalah bukti kemampuan ke pengarangan Danarto, yang sering menulis cerpen-cerpen sufistik. Buku Nurcholis Madjid sebagian memang kisah pengalaman pribadi, tetapi lebih banyak membahas hal-hal penting yang harus diketahui pembaca berkaitan dengan ibadah umrah dan haji. Dua buku tersebut mendapat apresiasi tinggi dari pembaca. Ini terbukti dengan larisnya penjualan serta seringnya orang mengutip bagian-bagian di dalam buku Danarto dan Cak Nur. Pembaca sepertinya ikut berhaji karena membaca buku haji yang ditulis mereka. Untuk buku terjemahan, kita ingat ada buku terkenal karangan Ali Syariati, pemikir besar Iran, yang terbit di Indonesia dengan berbagai versi dan judul. Penerbit Pustaka Sal man, Bandung, pernah menerbitkannya dengan judul Haji, 1983. Beberapa tahun sesudahnya, terbit terjemahan oleh penerbit Jalasutra, Jogjakarta, berjudul Menjadi Manusia Haji, 2005. Buku ini oleh banyak kalangan ulama dan cendekiawan di dunia diakui termasuk buku yang komprehensif terbitan LKiS, 2007 dan Berhaji di Masa Kolonial karya Dr M. Dien Majid, terbitan CV Sejahtera. Kedua buku yang berperspektif sejarah inilah yang ikut mengisi kekosongan kajian ilmiah tentang haji. Buku Historiografi Haji Indonesia bermula dari ketertarikan penulis, M. Saleh Putuhena, terhadap dokumen-dokumen haji Indonesia yang dibuat oleh Konsulat Belanda di Jeddah (1872–1940), yang tersimpan di arsip Departemen Luar Negeri Belanda di Den Haag. Dokumen-dokumen itulah yang nanti bercerita tentang sejarah haji di Indonesia, yang dipengaruhi kebijakan kolonial. Buku ini membahas sejarah haji sebelum abad ke-20, dilengkapi dengan kajian kegiatan jamaah haji di Hijaz, manajemen haji, haji dan politik, haji dan ekonomi, serta haji dan keagamaan. Dilihat dari sudut sejarah, buku ini penting untuk menjadi sumber pengetahuan pembaca tentang sisi-sisi haji yang kurang tergarap dalam banyak buku populer haji selama ini. Buku Berhaji di Masa Kolonial juga membuka lorong-lorong sejarah di Nusantara pada masa silam, yang belum begitu diketahui oleh masyarakat umum. Hal menarik dari buku karya Dien Majid adalah pembahasan tentang berbagai peraturan yang dikeluarkan pemerintah kolonial Belanda pada abad ke-19 dan ke-20. Contoh, aturan-aturan haji yang disebut Resolusi 1825, Ordonansi Haji 1859, Ordonansi 1922. Buku ini juga mendapat sam-

19

MUSIM haji sering didahului dengan musim buku yang berkenaan dengan rukun Islam kelima itu. Mulai tuntunan sampai pengalaman berhaji beredar di pasar dengan peningkatan jumlah peminat. Para pembaca membutuhkan buku untuk tahu seluk-beluk berhaji. Meski demikian, beberapa orang memiliki niat berbeda, yakni mempelajari dan mencari nuansa pengalaman berhaji. Membaca buku ini juga menggantikan ketidakmampuan berhaji dengan berimajinasi berdasar buku. Musim haji pun identik dengan musim buku-buku haji. Beberapa tahun terakhir ada beberapa buku haji yang beredar. Di antaranya Indahnya Ibadah Haji karya Nashir Ibnu Musfir, 100 Keajaiban di Tanah Suci, Pengalaman Unik Jamaah Haji karya E. Syarief Nur din, Catatan Perjalanan Haji Seorang Muslimah karya Sari Meutia, Orang Batak Naik Haji karya Baharuddin Aritonang, Bersujud di Baitullah karya Moeslim Abdurrahman, dan Haji Bacpacker karya Aguk Irawan. Buku-buku tersebut masih harus menunggu nasib. Artinya, diserap oleh pembaca dan dianggap bernilai atau hanya buku yang biasa-biasa saja. Sebelumnya, kita ingat ada beberapa buku fenomenal, yaitu Orang Jawa Naik Haji karya Danarto, kali pertama terbit pada 1984 dan Perjalanan Religius Umrah dan Haji oleh Nurcholis Madjid, kali

dalam membicarakan masalahmasalah haji. Banyak perspektif yang digunakan para penulis buku haji. Rata-rata memang termasuk buku yang dikriteriakan kajian agama. Padahal, ada

beberapa buku yang merupakan hasil riset sejarah, yang penting untuk diketahui tidak hanya sebagai masalah agama. Buku yang menarik adalah Historiografi Haji Indonesia karya Dr M. Shaleh Putuhena,

butan hangat dari sejarawan Azyumardi Azra. Dalam kata pengantar di buku itu Azra mengapresiasi, ”Membaca buku karya Dien Majid ini memperkaya materi kolektif kita kepada masa silam yang penuh perjuangan bagi para jamaah haji Indonesia.” Pendekatan sejarah yang dilakukan cukup fleksibel, sehingga membuat pembaca cukup nyaman untuk menyimak penjelasan dari satu bab ke bab lain. Buku-buku yang disebutkan di atas -hanya sebagian kecil dari musim buku haji untuk menyambut datangnya musim haji. Jamaah haji dari Indonesia termasuk yang terbesar di dunia setiap tahun. Inilah yang mencerminkan bahwa Indonesia negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, meskipun untuk peningkatan minat menerbitkan dan membaca buku tentang haji harus dipertanyakan. Sedikitnya kajian ilmiah haji sebenarnya juga mencerminkan bahwa masyarakat kita belum begitu menganggap haji sebagai masalah besar yang multidimensional. Semoga dengan musim buku haji di setiap musim haji dapat menyuntik kesadaran kita agar terus belajar dan melakukan penafsiran atas haji. Ini sekaligus membuktikan bahwa Indonesia adalah negeri buku haji, bukan saja negeri asal jamaah haji terbesar di dunia. Semoga saja. (*) Rizka Ramadhani, peminat buku

Kritik Sastra yang Mencerahkan
Oleh: Afri Meldam
KARYA sastra pada hakikatnya lahir dan diciptakan untuk ‘memanusiakan’ manusia; untuk memberikan alternatif ajaran nilai-nilai hidup bagi masyarakat yang sudah membangun peradaban. Apapun gaya dan bentuknya, karya sastra tetaplah ditujukan sebagai pembawa pesan kebaikan. Namun, seiring perkembangan zaman, sastra pun mengalami semacam ‘penyesuaian’ kondisi. Ada dikotomi yang hadir dalam konteks penilaian dan pemahaman karya sastra: ada sastra populer dan ada sastra ‘berat’ atau ‘serius’. Dikotomi semacam ini di satu sisi seolah ingin memilah-milah tidak hanya penikmat sastra (tentang jenis bacaan yang harus dinikmati) tetapi juga para penulis karya sastra itu sendiri. Bahwa kemudian muncul pengelompokkan ‘penulis pop’ dan ‘penulis sastra’, tak lain adalah hasil dari klasifikasi tersebut. Di sisi lain, dikotomi karya sastra ternyata ikut andil (langsung maupun tak langsung) dalam proses pembacaan terhadap karya tersebut. Proses pembacaan terhadap suatu karya tentu sangat penting sekali jika dilihat dari sudut keterkaitannya dengan nilai sastra yang terkandung dalam karya yang dimaksud. Jika sebuah karya sudah terlanjur dianggap ‘pop’ dan ‘ringan’, maka bukan tak mungkin pembacaan terhadapnya pun hanya sepintas lalu. Alhasil, pesan-pesan yang diusung di dalamnya pun akan terabaikan dengan sendirinya. Pada titik ini, dikotomi dalam karya sastra jelas akan berdampak buruk bagi proses ‘pemanusiaan’ manusia tadi. Ketika suatu karya sudah dicap ‘ringan’ dan (hanya) ‘sastra murahan’, maka dikhawatirkan pembaca pun hanya membacanya sebagai ‘hiburan di kala waktu senggang’ saja. Kenyatan tersebut setidaknya bisa sekadar mengingatkan kita akan pentingnya kritik sastra yang baik dan menceraskan. Karena kritik sastra seperti ini akan sangat membantu sekali dalam membuka mata khalayak untuk melihat hal-hal baru yang mungkin tak bisa ‘dijamah’ oleh mata pembaca awam. Terkait hal ini, Budi Darma dalam salah satu esainya pernah menulis bahwa kritik sastra Indonesia tak lebih hanyalah kritik sastra resensi. Artinya, kritik sastra yang ditulis terhadap suatu karya kebanyakan hanya berisi puja-puji (tentang kelebihan karya tersebut), dan hanya sedikit menyinggung mengenai titik lemah karya yang dikritik. hadapnya) serta minimnya kritik sastra yang bagus bisa menjadi ancaman bagi perkembangan karya sastra Tanah Air ke depan. Bagaimanapun, sebuah karya sastra yang bagus juga ‘lahir’ karena adanya kritik sastra yang bagus. Selain itu, kritik sastra yang bagus juga akan memberikan penilaian yang berbeda terhadap suatu karya yang sebelumnya bisa jadi sudah terlanjur dianggap ‘kacangan’. Kritik sastra yang bagus sesungguhnya akan memberikan pencerahan dalam menilai sebuah karya. Seorang kritikus yang baik tak akan membedabedakan antara ‘karya sastra yang ringan’ dan ‘karya sastra berat’, sehingga pembacaan terhadapnya pun tak jadi bias. Suatu karya boleh saja dianggap ‘tak berkelas’ jika dilihat sepintas lalu oleh mata awam. Namun, bagi kritikus dan pembaca yang baik, karya tersebut bisa jadi mempunyai suatu kelebihan yang mungkin tak dimiliki oleh karya lain – bahkan mungkin oleh sastra ‘serius’ sekalipun. Selain mampu memberikan ‘celah penilaian baru” terhadap sebuah karya, kritik sastra yang bagus diharapkan juga mampu menjadi peyeimbang endorsement atau blurb yang memang sengaja dimaksudkan untuk mendongkrak nilai jual sebuah karya sastra. Dengan adanya pembacaan yang komprehensif dan kritis dari seorang kritikus, maka karya yang sudah di-endorsed ‘luar biasa’ dan ‘memukau’ sekalipun tidak melulu hanya berakhir pada puja-puji yang berlebihan seperti yang terjadi pada novel Saman (Ayu Utami) dan Cala Ibi (Nukila Amal). Dua novel karya penulis perempuan tersebut selama ini memang hanya ‘panen’ pujian dari khalayak sastra. Hal yang hampir sama juga terjadi pada Laskar Pelangi (Andrea Hirata) dan Ayat-ayat Cinta (Habiburrahman El Shirazy). Kritik memang tak selalu hanya berafiliasi dengan hal-hal ‘buruk’ dari sebuah karya. Sebaliknya, kritik pun tak selalu berisi pujian yang berlebihan terhadap sebuah karya sastra. Untuk itulah, peran kritikus sastra sangat dibutuhkan. Tidak hanya dalam ‘menemukan’ poin tersembunyi dalam sebuah karya, tapi juga mengungkap kekurangan dari sebuah karya yang mungkin sudah terlanjur dianggap ‘magnum opus’. Sehingga ke depan,kuantitas karya yang dihasilkan bisa sejajar dengan kualitas yang ada di dalamnya. Peran sastra sebagai pembawa pesan kebenaran pun, dengan demikian, akan semakin terlihat. (*)

Kritik sastra sekelas resensi seperti yang disinggung Budi Darma tentu tak akan mampu menjadi ‘pisau bedah’ yang akan mengupas secara dalam dan menemukan ‘penyakit’ dalam sebuah karya. Kritik sastra semacam ini jelas hanya akan menjadi ‘pembicaraan

sepintas lalu’ tentang sebuah karya tanpa ada ‘tusukan pisau’ yang bisa menyayat secara lebih detail dan mendalam. Kritik yang mencerahkan Dikotomi terhadap karya sastra (dan pandangan yang timbul ter-

Kritik Sastra, Mati atau Semedi
Oleh: Fariq Alfaruqi
KURANG lebih 50 orang mahasiswa Fakultas Sastra dalam sebuah universitas maupun sekolah tinggi mendapat gelar serjana tiap tahun. Dan sebanyak itu pulalah kritik sastra yang benar-benar menggunakan teori sastra dilahirkan, meskipun dalam bentuk skripsi. Belum lagi tugas-tugas yang diberikan dosen dalam perkuliahan yang berhubungan dengan kajian sastra atau kritik sastra, entah berapa banyak jumlahnya. Lantas, mengapa sastrawan begitu gelisah terhadap isu tentang kematian kritikus atau sastra Indonesia yang berjalan tanpa kawalan? Pertanyaan yang lebih tepat diajukan adalah apa yang menjadi biang keladi sehingga kritik(us) sastra kampus tidak berkembang sebagaimana jumlah skripsi yang terdaftar di perpustakaan? Dalam sejarah kesusasteraan Indonesia telah banyak perbincangan tentang format kritik sastra Indonesia. Mulai dari pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana yang merumuskan konsep dan estetika sastra indonesia menurut pemahaman barat, yang dipublikasikannya di media massa seperti Pandji Poestaka edisi November 1923 “Menoedjoe Kesoesteraan Baroe” atau majalah Poedjangga Baroe “”Menoedjoe Seni Baroe” (Juli, 1933) dan “Poeisi Indonesia Zaman Baroe” (I-VI: September 1934-Februari 1935) yang bertentangan dengan konsep Timur yang dikemukakan Djajadiningrat dan Amir Hamzah, juga diterbitkan majalah Poedjangga Baroe “Arti Pantoen Melajoe jang Gaib” (I-V: November 1933-Maret 1934) dan Amir Hamzah “Kesoesasteraan” (IIV: Juni 1933-September 1934) dan “Pantoen” (Maret 1934). Belum lagi komentar Tirto Adhi Soerjo mengenai cerita-cerita yang dimuat di Medan Prijaji (1907-1912) atau Poetri Hindia (1908-1911). Sastrawan-sastrawan tersebut tak hanya pelopor bagi karya Sastra Indonesia modern, tapi juga sekaligus menjadi kritikus yang meletakkan landasan bagi perjalanan kritik kesusastraan Indonesia selanjutnya. Dan media massa, khususnya cetak, adalah sarana yang mereka pilih agar sastra tak menjadi ruangruang tertutup nan gelap bagi masyarakat. Pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia hingga Manifes Kebudayaan, 19 Oktober 1963, yang akhirnya dibekukan oleh presiden Soekarno pada 18 mei 1964, bermunculan konsep-konsep dan gagasangagasan yang juga mencoba memetakan jalannya kesusateraan Indonesia di masa depan. Lekra dengan media Bintang Timur menawarkan gagasan humanisme proletariat lewat realisme sosialis dan seni untuk rakyat. Jassin juga menerbitkan bukunya yang berasal dari kumpulan esai yang sebelumnya telah dipublikasikan lewat media massa. Sama halnya dengan angkatan Pujangga Baru. Pada dekade ini juga terjadi pertentangan gagasan yang menjurus ke arah permainan-permainan politik. Dalam dua dekade tersebut, dapat dikatakan bahwa sastrawan dan media massalah yang menjadi pemain tunggal dalam percaturan Kesusasteraan Indonesia, sastrawan berkarya dan menerbitkannya di media massa, sastrawan mengkritk karya sastra dan juga mempublikasikannya di media massa. Adapun kritikus sastra pada masa itu yang tidak berkiprah sebagai sastrawan melainkan sebagai ahli sastra, cendrung mengutip dan mengadopsi gagasan para sastrawan. Tak hanya sampai di situ, polemik sastra dan diskusi sastra berlanjut pada taraf-taraf yang lebih mengedepankan operasional kritik sastra, pada awal-awal zaman Orde Baru. Diawali dengan lahirnya dua aliran kritik sastra, yaitu kritik sastra akademis, yang diusung oleh kaum akademisi Universitas Indonesia, dengan nama aliran Rawamangun, dan kritik dengan metode ganzheit yang dipelopori oleh Goenawan Moehamad. Namun dalam pemetaan kesusasteraan indonesia, aliran Rawamangun memberikan pengaruh kuat kepada berbagai institusi Sastra Indonesia. Pada perkembangan selanjutnya, hingga pada dasawarsa 1980-an, aliran Rawamangun benar-benar telah memberikan sumbangsih yang besar terhadap institusi sastra Indonesia, yang dibarengi dengan terbitnya sejumlah buku kritik sastra, baik yang berupa kritik teoritis, di antaranya, karya Rachmat Djoko Pradopo, gagasan dalam bidang kritik sastra Indonesia modern ( 1988 ), antologi artikel. Dihimpun oleh Ariel Heryanto dalam perdebatan Sastra Kontekstual ( 1985 ), serta kumpulan makalah yang dihimpun Mursal Esten, Menjelang Teori dan Kritik Susastra yang Relevan ( 1988 ), maupun yang berupa kritik terapan. Beberapa di antaranya, Novel Baru Iwan Simatupang (1980) karya Dami N. Toda, Sastra dan Religiositas (1982) karya Y.B. Mangunwijaya, Dialog antara Dunia Nyata dan tidak Nyata (1989) karya Th. Sri Rahayu Prihatmi, dan Menelusuri Makna Ziarah karya Iwan Simatupang (1990) karya Okke K.S. Zaimar. Penelitian yang dilakukan para pendukung aliran Rawamangun, semacam M.S. Hutagalung, Boen S. Oemarjati, J.U. Nasution, Lukman Ali, menjadi tanda lahirnya kritik sastra akademik. Yang pada masa sebelumnya, kritik sastra hanya dipegang oleh para sastrawan. Boleh dikatakan, kritik sastra begitu semarak hingga memasuki dasawarsa akhir abad 20, dengan banyaknya para penerbit yang mencari naskah hasil penilitian untuk dibukukan. Namun pernyatan tentang “matinya kritikus sastra” berdengung dalam khazanah kesusasteraan Indonesia. Ternyata, kritik sastra akademis terlalu asik dengan penilitian-penilitian yang bersifat kaku sehingga kritik(us) sastra sebagaimana fungsinya, tidak berhasil menjembatani antara karya, sastrawan, dan pembaca. Sastrawan melihat cara yang dilakukan oleh para akademisi sastra yang menggunakan metode ilmiah Barat sebagai satu cara yang telah teruji, sama dengan memperlakukan karya sastra sebagai benda yang mati. Sedangkan para pembaca tak pernah ingin ikut sibuk, jika hanya untuk membaca sebuah kritik sastra, diharuskan mengikuti metode yang kering. Hal ini berlanjut sampai sekarang, dimana para pengajar sastra seperti tak mengikuti perkembangan sastra dari majalah ke koran, dari koran ke cyber sastra. Kalaupun mereka menulis kritik sastra di media massa, mereka tak bisa beradaptasi dengan pembaca untuk mencairkan teorisasi yang mereka tuangkan. Dapat kita lihat hanya sedikit dosen yang mampu cair menulis dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca media massa. Dan kalau ada mahasiswa yang menulis kritik sastra di media massa, mereka telah lebih dahulu dikungkung dalam kaidahkaidah ilmiah yang beku. Fariq Alfaruqi, penulis puisi, mahasiswa Sastra Indonesia, Unand

20
BUNDO KANDUANG

LANGKAN
Pakaian untuk Upacara Adat
DALAM realitas kehidupan, pakaian perempuan Minangkabau dikelompokkan pada dua hal. Yakni pakaian untuk upacara adat dan pakaian untuk keperluan sehari-hari. Pakaian untuk keperluan upacara peradatan disebut pakaian adat. Pakaian adat mempunyai fungsi secara umum dan secara khusus antara lain; Pertama, secara umum pakaian berfungsi untuk melindungi tubuh/kulit, keindahan, kekhasan dan keunikan. Kedua, secara khusus pakaian adat perempuan Minangkabau berfungsi untuk menentukan asal usul, perkauman dan fungsi sosial dalam masyarakat adat. Menentukan jenis upacara yang diikuti serta kedudukan si pemakai, dalam masyarakat adat. Pakaian adat perempuan Minangkabau sangat beragam danvariatif sekali, pakaian untuk upacara adat mengikuti aturan yang berlaku di setiap nagari dan disesuaikan dengan jenis upacara yang diikuti. Beberapa upacara adat dalam masyarakat Minangkabau; Pertama, Upacara Batagak Pangulu. Pada upacara ini, bagi yang punya hubungan kekerabatan dekat dengan upacara batagak pangulu, memakai pakaian yang sesuai dengan tatanan dan aturan adat salingka nagari. Sedangkan bagi undangan memakai pakaian sesuai dengan panduan syara’dan adat. Kedua, Upacara Perkawinan. Upacara perkawinan biasanya didahului oleh beberapa tahapan, dan dilanjutkan dengan upacara pernikahan. Di setiap nagari sudah ada aturan berpakaian bagi perempuan dalam setiap tahapan proses. Bagi undangan (alek) dapat memakai pakaian yang sesuai dengan panduan syara’ dan adat. Ketiga, Upacara Kelahiran, Ke-

MINGGU

6 NOVEMBER 2011

Pengasuh: Puti Reno Raudha Thaib Ketua Umum Bundo Kanduang Sumatera Barat

Puti Reno Raudha Thaib

matian dan Batagak mamak. Pakaian perempuan pada upacara tersebut, tidak diatur secara rinci menurut adat salingka nagari. Sementara itu, dalam kehidupan sehari-hari kebanyakan kaum perempuan lebih suka berpakaian mengikuti pasar mode, setiap mode yang ditawarkan oleh industri pakaian dengan disain dan kombinasi warna yang menarik selalu diminati baik oleh ibuibu maupun oleh gadis-gadis. Namun harus berpedoman kepada aturan dan tata cara berpakaian yang dapat mengekspresikan jati diri sebagai perempuan Minangkabau. ***

APOTIK HIDUP

Jangan Biarkan Anak Bermain Sendiri
Anak tentu butuh ruang untuk mengekspresikan dirinya. Salah satu tempat yang kerap digunakan anak untuk berekspresi adalah tempat bermain. Pengawasan orangtua terhadap anak di arena permainan atau ataupun di tempat permainan mereka, tentu sangat dibutuhkan.
SELAIN untuk menghindari aksi kejahatan yang dapat terjadi pada buah hati anda, namun juga dapat menimalisir dampak buruk kelalaian orangtua dalam mengawasi anak. Kendor dalam melakukan pengawasan anak, bisa membuat buah hati celaka atau bisa menjadi korban tindak kejahatan. Beragam cara orangtua untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan anaknya di arena permainan anak. Mulai dari melakukan pengawasan sendiri sampai menyiapkan baby sitter untuk menjaga anak-anak mereka. Bagi orangtua yang memiliki kesibukan di luar rumah, tentu akan lebih memilih, mempercayakan anaknya kepada baby sitter, sembari sesekali tetap melakukan kontrol terhadap baby sitter terhadap kondisi buah hati mereka. Sementara bagi ibu yang tak memiliki kesibukan di luar rumah, dapat mencurahkan sepenuh perhatian dan waktunya untuk anak mereka. Warga Aircamar, Suhartina, mengatakan ia tak membiarkan anaknya bermain sendiri. Ia selalu menemani buah hatinya untuk bermain. Ia khawatir jika anaknya dibiarkan bermain sendiri, anaknya bisa jadi korban aksi kejahatan atau dapat mengalami hal buruk lainnya. Di pekarangan rumahnya ada kolam ikan, jika ia lalai dalam melakukan pengawasan bisa saja nyawa anaknya melayang. “Dulu pernah saya abai menjaganya, sehingga anak saya main dekat kolam dan tergelincir, beruntung ada orang yang melihatnya. Kalau tidak, ntah apa yang terjadi terhadap anak saya. Peristiwa itu jadi pelajaran yang sangat berharga buat saya,” ucapnya. Setelah peristiwa itu, ia memasang pagar dekat kolam ikan di pekarangan rumahnya. Hal itu untuk mengantisipasi agar anaknya tidak lagi bermain di dekat kolam ikan tersebut. Katanya, jika ia memasak di dapur, ia mengunci pintu depan rumahnya. Dengan begitu, anaknya tetap berada di bawah pengawasannya. “Saya tak mau peristiwa buruk terjadi pada anak saya, makanya tak mau lengah dalam mengawasinya. Anak butuh ruang untuk berekspresi, tempat bermain adalah tempat berekspresi bagi anak. Selaku orangtua tentu harus waspada, bisa saja anak memasukkan benda tertentu ke mulutnya, yang bisa berakibat fatal untuk anak itu sendiri,” ucapnya.

Dadap Ayam Dapat Atasi Insomania
POHON dadap ayam memiliki tinggi 125 m. Batang dan ranting kebanyakan berduri tempel. Poros daun dengan tangkai panjang 10-40 cm, tidak berduri tempel; anak daun bulat telur terbalik, segitiga atau bentuk belah ketupat dengan ujung tumpul, tepi rata, jarang berlekuk sedikit; anak daun ujung yang terbesar, 9-25 kali 10-30 cm. Bunga dalam tandan samping, pada ujung ranting yang gundul atau yang ada daun mudanya. Daun pelindung cepat rontok. Bunga tiga-tiga pada tonjolan; anak tangkai 0,5-1 cm. Tanaman dadap ayam dipercaya dapat mengatasi disentri, demam, batu, haid tidak teratur, pelacar ASI, sulit tidur, radang dan sakit kulit. Santi Amelia Sari menuturkan ia pernah memanfaatkan tumbuhan dadap ayam untuk mengatasi haidnya yang tidak teratur. Kala itu, haidnya tidak teratur dan sangat menganggu aktivitasnya sehari- hari. Karena haidnya tidak teratur, ia kerap merasakan nyeri perut. Untuk mengurangi rasa sakitnya, ia mengambil beberapa helai daun dan beberapa buah bunga dadap ayam. Setelah itu, daun dan buah dadap ayam itu dimasak menjadi sayuran. Setelah mengkonsumsi sayuran daun dadap ayam, nyeri haid tidak lagi menyiksanya. “Dulu memang hal itu sangat membuat saya tersiksa, sekarang saya sudah tak punya problem lagi soal itu. Kalau dulu memang itu sangat menyiksa . Saya tahunya khasiat dadap ayam itu, setelah baca artikel kesehatan,” ucapnya. Katanya, daun dadap ayam tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk mengatasi nyeri haid, namun juga bermanfaat untuk melancarkan ASI. Caranya tak jauh berbeda, saat daun dadap ayam dimanfaatkan untuk untuk mengatasi nyeri haid. “Sejak mengkonsumi daun dadap ayam, ASI saya menjadi lancar dan saya tidak lagi merasakan sakit di bagian dada. Kalau dulu, saya kasihan dengan anak saya, sebab ia tak bisa puas menyusu, akibat air susu saya tak lancar. Sering anak saya menanggis karena kehausan. Alhamdulillah sekarang hal itu tak terjadi lagi,” katanya Firman, warga Padangtimur mengaku pernah memanfaatkan daun dadap ayam untuk mengatasi penyakit insomania atau susah tidur yang diderita. Sejak ia mengkonsumsi dadap ayam sebagai sayuran, pola tidurnya sudah berubah. “Berbagai cara saya lakukan untuk mengatasi penyakit susah tidur ini, namun tak pernah berhasil. Saya sudah olahraga juga di malam hari, biar tubuh saya lemas, namun matanya tak bisa juga terpejam. Saya baru bisa tertidur setelah Subuh. Telah berbagai obatobatan yang saya minum, tapi hasilnya nihil. Setelah saya baca di artikel kesehatan, dadap ayam bisa mengobati insomania, saya lalu mencobanya. Alhamdulillah pola tidur saya sudah mulai berubah, walau belum bisa seperti orang kebanyakan,” ucapnya. (ayu)

IST

Anak butuh ruang untuk mengekspresikan dirinya. Pengawasan orangtua terhadap anak di arena permainan, sangat dibutuhkan.
Katanya, jika ia ada keperluan di luar rumah dan mengharuskan anaknya untuk ditinggal di rumah, ia mempercayakan pengasuhan dan penjagaan anaknya kepada orantuanya. Ia percaya, penjagaan atau pengawasan orangtuanya akan lebih baik dibanding ia menitipkan anaknya pada orang lain. Sebab, orangtuanya tentu tak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada cucunya. “Saya lebih percaya meninggalkan anak saya dengan orangtua. Jika sama oranglain, saya tak percaya. Tentu kedekatan emosional orangtua dengan anak saya akan jauh lebih kuat, dibanding dengan saya menitipkan anak saya ke orang lain yang tidak ada kedekatan emosionalnya,” ucapnya. Jika ia dan suaminya memiliki waktu luang, ia kerap menghabiskan waktu untuk liburan bersama dengan membawa anaknya ke arena permainan anak yang banyak disediakan di sejumlah tempat. Meski di arena permainan anak, ada pengawasnya, tak serta merta ia mempercayakan pengawasan anaknya kepada petugas tersebut. Dengan banyaknya anak yang bermain di arena permainan anak, tak mungkin seluruhnya dapat diawasi petugas. Untuk itu, peranan orangtua dalam melakukan pengawasan terhadap anak di arena permainan juga harus ada. “Saya tidak akan membolehkan anak saya bermain di arena permainan anak, jika hal itu dapat membahayakan dirinya. Meskipun di arena permainan anak, banyak jenis permainan, saya hanya akan memilih yang sesuai umurnya. Jika permainan itu tak cocok dengan usia anak saya, maka lebih baik saya mengajaknya ke jenis arena permainan lainnya,” ujarnya. Senada dengan itu, Ratna Sari juga mengaku tak membiarkan anaknya untuk bermain sendiri. Sebab, jika anaknya bermain sendiri dapat membahayakan keselamatan putra kesayangannya. “Saya tak pernah membiarkan anak saya bermain sendiri. Kesibukan saya di luar rumah memang cukup padat. Saya tak punya waktu yang cukup banyak untuk mengurus dan menjaga anak. Saya mempercayakan pengawasan dan penjagaan anak kepada baby sitter yang telah saya percayai. Jika menyerahkan pengasuhan anak pada orangtua saya tak mungkin, karena usianya sudah renta,” ucapnya. Untuk memilih pengasuh anak, ia lebih memilih dari lingkungan keluarga besarnya sendiri. Katanya, dengan begitu ia tak was-was meninggalkan anaknya saat bekerja. Selama ia bekerja di kantor, ia sering menelpon pengasuh anaknya untuk mengetahui perkembangan anaknya. Jeda istirahat siang, ia menyempatkan diri untuk melihat anaknya. “Bukan berarti dengan adanya pengasuh anak, saya menyerahkan seluruh tanggungjawab pengawasan dan penjagaan anak kepada pengasuh anak. Saya membuat aturan kepada pengasuh anak, bahwa ia tidak boleh membawa anak saya ke luar rumah. Anak saya baru boleh ke luar rumah untuk bermain, jika saya dan suami ada,” ucapnya. Ibu satu anak ini mengatakan, di rumahnya, ia memiliki ruang khusus untuk tempat anaknya bermain. Segala jenis permainan anak, ada di dalam ruangan itu. Ia mengaku dalam memilih jenis mainan anak, ia sangat hati- hati. Karena ia tak mau cat yang menempel pada mainan anaknya dapat menyebabkan anaknya celaka. “Saya tak mau anak saya celaka, hanya gara-gara kelalaian saya. Pengawasan orangtua memang mutlak diperlukan saat anak sedang bermain. Lalai dalam melakukan pengawasan akan fatal akibatnya. Saya tak mau kejadian buruk dapat menimpa anak saya,” ucapnya. (ayu)

99 DWT

Antar Jemput Alamat
Armada PANTHER & TOYOTA KIJANG Melayani : PADANG - PEKANBARU (PP) Jam : 10.00 - 14.00 - 20.00
PADANG
Jl. Khatib Sulaiman No.9 Telp. (0751) 7876186, 40149 (Depan STMIK Indonesia) Padang PEKANBARU Jl. Durian No.5 Telp. (0761) 862243, 7032600

DIPO

Wisata Transport

Carteran Sesuai Dengan Selera Anda Mengutamakan Keselamatan & Kenyamanan Anda

MINGGU

KONSULTASI 21 Rumah Terbakar karena Kealpaan Tetangga
6 NOVEMBER 2011
Bapak pengasuh konsultasi hukum yang saya hormati. Saya mau menanyakan mengenai peristiwa atau masalah yang terjadi pada saudara saya. Baru-baru ini saudara saya mengalami masalah, rumah yang telah dibangun secara bertahap beberapa tahun dengan uang jerih payahnya habis terbakar dalam waktu sekejap. Dari informasi yang diterima oleh saudara saya tersebut, diketahui bahwa kebakaran tersebut terjadi karena kelalaian tetangga tidak mematikan kompornya. Dalam masyarakat, ada pandangan bahwa kebakaran merupakan suatu musibah yang tidak dapat diminta pertanggungjawaban karena pelaku sendiri mengalami kerugian pula atas kebakaran tersebut. Pertanyaan saya, apakah tetangga yang lalai mengakibatkan kebakaran rumah saudara saya tersebut dapat dilaporkan ke polisi dan dihukum. Terimakasih atas jawabannya. (Riko, Pasaman)
Jawaban Pertama-tama, kami mengucapkan turut prihatin atas musibah yang telah menimpa saudara anda. Perlu diketahui, sehubungan permasalahan saudara tersebut, sah-sah saja apabila saudara melaporkan hal tersebut ke polisi karena itu hak semua warga negara. Tapi terhadap permasalahan ini, tidak adanya aturan dalam hukum pidana Indonesia (KUHP) yang mengatur tentang kelalaian berakibat kebakaran sehingga berdampak kerugian materi. Apabila kelalaian itu me-

KONSULTAN HUKUM

Yudo Hernando

Mukti Ali Kusmayadi P

Konsultasi Hukum
Diasuh Mukti Ali Kusmayadi Putra, SH dan Yudo Hernando, SH (Kantor Hukum Liberty Padang, Jalan Sebrang Padang Utara I/14). Bagi pembaca yang ingin mengajukan pertanyaan, silakan kirim email ke: hijrahadisukrial776@gmail.com

ngakibatkan orang meninggal dunia atau luka-luka, maka hal itu dapat dituntut secara hukum sebagaimana diatur dalam pasal 359 KUHP dan pasal 360 KUHP. Bahwa apabila anda dapat membuktikan akibat kebakaran yang terjadi karena kelalaian tersebut rumah saudara anda

terbakar, maka untuk meminta ganti rugi atas kejadian tersebut dapat dilakukan lewat upaya hukum perdata yaitu dengan gugatan ganti rugi ke Pengadilan Negeri. Sekian tanggapan kami, semoga dapat membantu menyelesaikan permasalahan saudara anda. (*)

”Bingung Jawab Pertanyaan Anak”
Assalamualaikum wr. Wb Mbak Yuni, saya ibu dari seorang anak berusia 12 tahun, saya dan suami sudah berpisah hampir 10 tahun, tapi kami tidak resmi bercerai. Hubungan saya dengan suami masih cukup baik sampai saat ini, namun dengan keluarganya agak renggang begitu juga hubungan suami dengan keluarga saya. Tapi yang jadi masalah saat ini adalah anak saya. Bagi saya anak adalah segalanya dan tumpuan harapan saya. Walaupun tidak ada suami di samping saya, tapi saya selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi anak, baik dari segi pendidikan maupun kebutuhan-kebutuhan bermainnya. Namun akhir-akhir ini saya mulai diusik dengan banyaknya pertanyaan dari anak tentang keberadaan bapaknya, saya bingung harus menjawab apa kepadanya. Tolong saya diberi saran serta masukan bagaimana harus bersikap terhadap anak yang sudah mulai memasuki masa remaja, karena saya takut efeknya pada anak, kalau saya terus-terusan diam dan tidak mampu menjawab pertanyaannya. Terima kasih Mbak Yuni. -Ibu Vera, Padang-

KONSULTAN PSIKOLOGI

Oleh :

Yuni Ushi Johan, SPsi, Psikolog
Konsultasi, seleksi karyawan, pengukuran produktivitas kerja, promosi jabatan, penyesuaian jabatan, pelatihan, seminar, manajemen stress, pengembangan kepribadian, psikoterapi, bimbingan belajar, penjurusan bakat minat, test IQ-EQ, tumbuh kembang anak, dll). Kirimkan masalah anda melalui surat ke Jalan Raya Indarung-Tanjung Sabar No. 15 Padang, Jl. S. Parman No 97 C Lt.II Padang, atau ke Jln. Veteran No. 98 Padang atau kontak ke 081374035580/ 0751-7894173/0751-74875, Email lembagapsikologi_lp2r @yahoo.com)

Waalaikumsalam, wr.wb Pertama sekali saya ingin menyatakan rasa bangga terhadap ibu yang mampu menjadi single parent bagi anak semata wayang ibu. Saya dapat merasakan suka dukanya menjadi orang tua tunggal bagi anakanak kita, dimana kita harus tetap berjuang memberikan yang terbaik untuk anak-anak walaupun mungkin kita harus jungkir balik membesarkan mereka. Kadang kepala harus di bawah dan kaki harus di atas asalkan kita dapat memenuhi kebutuhan anak dan dapat membuat mereka senang, dan itulah yang telah ibu lakukan untuk memenuhi kebahagian anak ibu. Mengenai banyaknya pertanyaan dari anak ibu saat ini, menurut saya adalah hal yang

wajar. Anak ibu sudah berumur 12 tahun dan hampir 10 tahun lamanya dia tidak mendapatkan sosok atau figur seorang ayah di tengah-tengah kehidupannya, sementara teman-teman seumurannya hidup penuh dengan kasih sayang dengan kehadiran seorang di tengah-tengah mereka. Anak ibu mulai melihat adanya ketimpangan dalam keluarganya, apalagi dengan usia dia sekarang adalah usia dimana analisanya lebih tajam berjalan untuk mengetahui sebab akibat suatu permasalahan. Anak ibu berada dalam usia remaja yang penuh dengan gejolak, pertanyaan, kritikan dan beragam uneg-uneg yang ingin disalurkannya. Kalau kita tidak pandaipandai mengolah suatu permasalahan maka efeknya sangat

buruk pada anak-anak kalau ibu hanya diam setiap kali anak mengajukan pertanyaan yang berhubungan figur ayah, maka ia akan semakin tertantang untuk mencari tahu. Pertanyaan yang pertama muncul adalah mengapa ibu menutupi permasalahan ibu ayahnya dan mengapa ayahnya tidak tinggal bersama dengan ibu beserta dia. Bila pertanyaan pertama saja tidak terjawab akan muncul lagi pertanyaan-pertanyaan berikutnya dalam pikiran si anak. Apabila pertanyaan awal saja tidak mampu bagi kita untuk menjawabnya, maka bagaimana mungkin kita akan sanggup dan mempunyai keberanian untuk menjawab pertanyaan kedua, ketiga dan seterusnya? Jadi hal pertama yang harus ibu lakukan adalah mencoba untuk berterus terang dengan si anak tentang keberadaan ayahnya. Menjelaskan kepada anak kenapa kita harus hidup terpisah, tapi penjelasan yang diberikan adalah logika yang bisa diterima oleh seusia 12 tahun seperti dia. Semasa dalam penjelasan tersebut, jangan satu kalimatpun yang tergambarkan keburukan sang ayah karena bila hal ini ibu lakukan maka pandangannya

terhadap figur sang ayah dan laki-laki umumnya akan sangat jelek sekali. Apalagi bila anak ibu adalah seorang perempuan, bisa jadi ia menerima penjelasan tersebut sebagai hal yang negatif terhadap laki-laki untuk masa depannya, padahal Basofi Sudirman saja mengatakan “tidak semua laki-laki bersalah padamu” dalam lagunya. Berilah penjelasan si anak bahwa perkawinan ibu dengan bapak memang sudah tidak bisa dipaksakan, karena kalau diteruskan mungkin menjadi lebih tidak baik lagi. Tapi dalam penjelasan tersebut tekankanlah terus bahwa beliau (ayahnya) dan juga ibu sangat menyayangi anaknya. Hal kedua, bagaimana sedapat mungkin ibu tetap untuk tidak bisa berkomunikasi dengan suami untuk membicarakan masalah anak-anak sesibuk apapun beliau, ibu harus bisa mengantikan kepada suami, bahwa peran beliau sebagai seorang ayah sangat sangat dibutuhkan oleh anak ibu, sekalipun mungkin pertemuan itu jarang terjadi. Bila kebetulan beliau memang berada diluar kota, sedapat mungkiin komunikasi via telepon tetap terus harus terjalin dan jangan sampai putus. Mengapa komunikasi ini harus tetap ada, karena sehebat apapun ibu berperan sebagai figur single parent, figur seorang ayah tetap tidak akan pernah sempurna ibu berika kepada anak. Karena bisa memberikan figur tersebut seharusnya adalah memang sosok seorang laki-laki, baik itu kakeknya, pamannya atau ayahnya sendiri. Oleh sebab itu, komunikasikanlah semua permasalahan ibu dengan suami tentang permasalahan-permasalahan anak saat ini, begitu juga dengan pertanyaan-pertanyaan anak yang sering dilontarkannya kepada ibu. Sampaikan kepada suami, bahwa beliau tetap harus berperan serta membesarkan anak-anak berdua dengan ibu. Mungkin saran-saran itu memang sangat sederhana, tapi sangat sulit kita jalankan. Mulailah mengkomunikasikan masalah ini dari ibu sendiri, mulai dari hal yang paling sederhana/ paling kecil dan mulailah dari sekarang. Wassalam.

22

HIBURAN

MINGGU

6 NOVEMBER 2011

The Dark Knight Rises Muncul di Internet
CUPLIKAN video syuting dari film The Dark Knight Rises yang berlokasi di New York telah dibocorkan ke dunia maya. Minggu (30/10), beberapa orang stuntman tertangkap kamera sedang melakukan aksi meliuk-liukan motor di jalan raya. Menurut saksi mata yang melihat langsung dari lokasi, saat itu awak produksi sedang merekam adegan komplotan Bane yang menculik Nixon, karakter yang diperankan oleh Matthew Modine. Pemeran pengganti untuk Modine yang menggunakan kemeja berwarna biru lengkap dengan dasi, terlihat sedang diboncengi salah satu pengendara motor dari kelompok penjahat yang dinamakan The League of Shadows. Sementara itu penunggang motor lainnya terlihat sedang melompati dan menjauh dari jalanan kota New York. Setelah merampungkan proses produksi di Jodphur, India serta Pittsburg dan Los Angeles, film reboot Batman yang paling dinanti pemunculannya, saat ini sedang menjalani proses pengambilan gambar di kota Big Apple, New York. Jumat (28/10) silam, Christian Bale yang memerankan Bruce Wayne terlihat di jalanan kota sedang merekam adegan bersama Joseph Gordon-Levitt yang mengenakan seragam polisi Gotham. Meskipun gosip yang beredar mengenai Christoper Nolan yang akan mengambil lokasi syuting di taman Zuccotti yang diprotes pegawai Wall Street sudah dibantah, para pemain dan kru tetap akan berlokasi syuting dekat dengan Wall Street. Telah dilaporkan jika beberapa adegan dari film ini akan berlokasi di gedung pencakar langit milik Donald Trump, Trump Tower, yang diubah menjadi gedung Wayne Enterprise. The Dark Knight Rises yang diarahkan Christoper Nolan dijadwalkan untuk menyambangi bioskop di Amerika Serikat, 20 Juli 2012. Film ksatria bersayap ini dibintangi Tom Hardy yang akan memerakan karakter jahat Bane, Anne Hathaway memerankan Catwoman. (21cineplex)

Perjuangan Mengejar Cita-cita
BAJING loncat adalah sekumpulan perampok terorganisir yang mendiami wilayah Sumatera Selatan, khususnya di daerah Lahat. Dalam menjalankan aksinya, tak segan para perampok ini untuk melukai para korbannya. Kisah penjahat malam yang mendiami hutan angker Lahat menjadi latar film yang disokong Pemprov Sumatera Selatan, Pengejar Angin. Dapunta (Qausar Harta Yudana), seorang remaja cerdas dalam pelajaran Matematika dan berbakat dalam bidang atletik ingin mengubah nasib hidupnya serta membahagiakan ibunda (Wanda Hamidah) dengan cara menempuh pendidikan hingga tingkat universitas. Namun keinginannya harus berbenturan dengan keinginan ayah (Mathias Muchus), pimpinan bajing loncat yang menginginkan Dapunta melanjutkan kepemimpinannya. Keinginan hidup yang bertentangan dengan kemauan ayah dan keterbatasan sarana di tempat bersekolah tak menyurutkan niat Dapunta meraih mimpinya. Pak Damar (Lukman Sardi), guru SMA yang mampu melihat potensi besar yang dimiliki Dapunta, mengerahkan daya dan upayanya untuk memaksimalkan bakat yang dimiliki anak didiknya tersebut dengan meminta bantuan Coach Ferdy (Agus Kuncoro), pelatih lari dari Jakarta yang juga karibnya. Hidup pun tidak selalu memberi jalan yang mudah, Dapunta dihadapkan pada keadaan yang terus menguji mentalnya. Jusuf (Giorgino Abraham) saingan Dapunta dalam meraih prestasi di sekolah selalu mencari celah untuk menjungkalkan Dapunta sebagai siswa berprestasi. Hingga kemudian satu kejadian yang berkaitan dengan ayahnya yang membuat Dapunta kehilangan kontrol emosi dan mulai berpikir bahwa semua orang menganggap ia rendah dan tak pantas meraih cita-cita dan penghidupan yang lebih mulia. Nyimas (Siti Helda Meilita) remaja putri yang memikat hati Dapunta, bersama Pak Damar, coach Ferdy dan ibunda Dapunta yang tengah menderita karena penyakit, terus mendorong Dapunta untuk tegar memperjuangkan mimpi dan cita-citanya di tengah himpitan kesulitan dan kelabilan emosi yang menggerogoti niatnya. Stadion ikonik masyarakat Sumatera Selatan, Jaka Baring, menjadi awal pengakuan perjuangan mimpi Dapunta yang harus ditempuh melalui jalan terjal berliku. Pengejar Angin adalah salah satu film yang menjadi proyek percontohan film yang mengangkat budaya lokal. Karakteristik masyarakat Sumatera Selatan dibangun dalam adu peran yang dilakoni Qausar Harta Yudana, mengimbangi akting Mathias Muchus. (21cineplex)

Pengejar Angin

Popeye akan ke Layar Lebar

SUKSES Sony Pictures Animation membuat The Smurfs, akhirnya membuat pihak studio memutuskan mengangkat kisah kartun lainnya. Popeye yang selama ini hanya tayang di televisi siap diangkat ke layar lebar. Pihak studio bahkan telah menyewa jasa Jay Scherick dan David Ronn untuk menulis naskah filmnya. Sebelumnya kedua penulis ini juga sudah bekerjasama dengan Sony lewat The Smurfs. Nantinya kisah pelaut yang suka makan bayam ini akan dikemas dalam bentuk 3D. Tapi sayang sampai saat ini Sony belum mau mengungkap detail ceritanya. Tapi sesuai versi layar kaca, karakter Olive dan Brutus dipastikan juga turut hadir di film ini. Belum ada kepastian kapan Popeye akan dirilis, selain itu nama-nama pengisi suara dan sutradara pun belum diumumkan. Tapi untuk posisi produser telah diisi Avi Arad yang sebelumnya sukses dengan Spiderman. (21cineplex)

Banyak Tanya di Film Pertamanya
TIDAK ada yang meragukan kiprah seorang Wanda Hamidah di panggung politik. Sejak kuliah, wanita kelahiran Jakarta 21 September 1977 ini memang sudah aktif sebagai aktivis kampus. Selain itu perjuangannya membela hak asasi manusia terutama perempuan pun mendapat penghargaan sebagai artis peduli hukum dan HAM. Mantan model itu kini mencoba dunia barunya sebagai pemain film. Lewat Pengejar Angin arahan Hestu Pratama dan Hanung Bramantyo, Wanda akhirnya merasakan juga berakting di depan lensa kamera. “Alasan saya mau main film pertama skenarionya sangat menyentuh hati dan sesuai visi misi saya di dunia politik saya. Kedua, jadwal syuting film ini sesuai jadwal libur saya, jadi tak menggangu kegiatan sebagai angota dewan,” jelas Wanda saat ditemui setelah pers screening film Pengejar Angin di XXI Gandaria City, Jakarta Selatan. Untuk peran perdananya ini, Wanda diharuskan fasih menggunakan bahasa Palembang. Pasalnya ia memerankan sosok seorang ibu asli dari Lahat, Sumatera Selatan, yang mempunyai seorang anak yang pintar dan suami yang berprofesi seorang pemimpin perampok bajing loncat yang diperankan Mathias Muchus. “Saya belajar setiap kata setiap kalimat, sebelum mulai syuting saya sudah tanya dengan penduduk setempat. Tanya ke mereka apakah sudah benar logatnya, apakah sudah benar artinya,” kenang ibu lima anak itu. Lalu apakah Wanda tertarik alih profesi jika suatu saat nanti tidak menjabat sebagai anggota dewan. “Saya konsisten di dunia politik, sejauh ini saya tak melihat kemungkinan untuk main film lagi,” tegasnya. (21cineplex)

Wanda Hamidah

6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321 6212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 54321

Padang Ekspres MINGGU 6 NOVEMBER 2011

Sensasi Klum-Seal

KONON, di Irlandia kuno, setiap 31 Oktober ada pintu dimensi yang terbuka yang bisa membuat roh halus masuk dunia manusia. Mitos itu populer di Amerika Serikat yang kini diperingati sebagai Halloween. Tak terkecuali aksi pasangan modelpenyanyi Heidi Klum dan Seal. Entah bermaksud tampil beda atau salah kostum, tulis Daily Mail, dress code mereka bukan horor. Tapi, dalam pesta Halloween di New York, mereka berkostum monyet. Kali ini ”dua dimensi vital” Klum pun dibiarkan terbuka agar terlihat bahwa ia monyet perempuan. Untung, tak ada tangan halus yang coba-coba menempel ke ”dimensi” Klum. (iro)

PAPAN bertulisan huruf Arab di Sirte, Libya, (2/11) itu berisi daftar nama para warga yang tanahnya dicuri atau diklaim pihak lain. Kita tahu, Sirte adalah kota kelahiran mendiang Muammar Kadhafi dan termasuk yang paling hancur digempur pejuang anti-sang diktator. Hampir semua warganya mengungsi. Jadi, tak heran kalau banyak properti mereka yang tak terurus. Anda tertarik? Mungkin tak akan mahal harganya. Tapi, duit ekstra mesti disiapkan untuk biaya bersih-bersih ranjau, bom, atau selongsong peluru. (ttg)

COBA tebak, ini pameran topeng atau peragaan busana? Gabungan keduanya, sebenarnya. Para model yang tampil di ajang pekan busana Volvo di Moskow, Rusia, kemarin itu sedang memamerkan busana karya desainer Konstantin Gay day. Untuk aksen pelengkap, dikenakanlah penutup-penutup wajah itu. Terkesan unik dan cantik, memang. Tapi, kecantikan sejati tetap tersembunyi di balik topengtopeng itu. (Rtr/ttg)

Topeng di Panggung Busana

Siapa Mau Tanah… di Libya?

PENJUALAN hewan ternak, terutama kambing, meningkat pesat menjelang Hari Raya Idul Adha. Meski begitu, para pedagang tetap harus kreatif agar konsumen melirik kambing dagangannya. Misalnya, yang dilakukan pedagang di Islamabad ini. Mereka sengaja mendandani kambing dagangannya agar terlihat lebih cantik. Tentu, ini bukan bagian dari penyamaran agar si kambing lolos dari eksekusi. Sebab, kalau ingin lolos, mereka cukup meminjam wig Gayus Tambunan. (c10/bas)

Bersolek sebelum Membela Hak Menggembala Disembelih

INI konsep dapur portable canggih. Ada elemen pemanas buat masaknya, ada parutan bahannya, dan tentu saja - hari gini gitu, loh - antar muka touchscreen dan konektivitas wireless! Ada tombol-tombol untuk melihat resep-resep favorit atau ide masak baru dan informasi nutrisi di tiap bahannya. Ada bluetooth, wifi, termasuk kamera. Wew...(jakarta-jakarta.com)

Laptop Buat di Dapur

SEORANG pria Spanyol dan domba-domba di belakangnya itu jangan dikira tengah berada di sebuah desa di pelosok Negeri Matador tersebut. Mereka justru tengah melintas di jantung Kota Madrid (30/10). Hewan Gembala yang didirikan pada 1273 mengorganisasi acara itu sebagai bentuk tuntutan agar hak menggembala dan menggiring hewan ternak sejak berabad silam tetap eksis di Madrid yang kian megapolitan. Kalau dipenuhi, siapa tahu, suatu saat nanti

Kendaraan Bertenaga

NAMANYA Toilet Bike Neo, merupakan motor-toilet hybird yang seluruhnya dijalankan menggunakan bahan bakar biogas (hasil proses dari kotoran manusia!). Dibuat oleh TOTO, produsen toilet terbesar asal Jepang sebagai bagian dari kampanye untuk mengurangi emisi CO2 pada toilet-toilet sebesar 50% hingga 2017 nanti. Percaya atau tidak, mungkin kita tidak menyadari bahwa selama ini mencari-cari alternatif untuk bahan bakar fosil ternyata mungkin di jalan yang salah. Bikin biodiesel memanfaatkan tenaga matahari, bahkan baterai-baterai listrik sepertinya kedengaran rumit, nah apalagi ini ternyata kita bisa mentenagai kendaraan dengan prinsip benar-benar "call of nature". Teknologi biogas mungkin telah lama ditemukan dan sudah kedengaran di sini, tapi hingga

mereka bisa angon sembari nonton Real Madrid. Tapi, tentu

Kotoran Manusia

bisa menjadi bahan bakar kendaraan, ini benar-benar fantastis! Belakangan foto-foto si Toilet Bike Neo dirilis bersamaan dengan informasi sebuah tur sepanjang 600 mil di Jepang. Kendaraan bertenaga kotoran manusia ini akan memulai perjalananya pada 6 Oktober 2011, dari kantor pusat TOTO di Kitakyushu, berhenti di Nakatsu, lalu melanjutkan perjalanannya ke Kobe, Kyoto dan berakhir di Tokyo. Meski kedengarannya seperti lelucon, tapi jika ini berhasil, maka ini akan cukup mengubah cara berpikir kita dalam mencari energi alternatif untuk bahan bakar kendaraan. Bayangin, gak perlu pup dulu kalo mau bepergian jauh, gak usah brentibrenti di jalan buat semedi, dan yang pasti bahan bakarnya rasa kabel alias kagak beli! Wkkk... (tototalk.jp/ top)

tidak sambil mencari rumput di Stadion Bernabeu. (ttg)

23

24

Padang Ekspres
MINGGU 6 NOVEMBER 2011

Farand Rezky Ananda
HAI teman-teman, perkenalkan nama aku Farand Rezky Ananda. Aku lahir di Medan tanggal 27 Januari 2007. Aku anak kedua dari Papa Edwar Hendri, S.Pt dan Dewi Fitrina. Sekarang aku sudah TK lho teman-teman. Tepatnya aku sekolah di TK Sandy Putra. Kalau teman-teman mau tahu, hobiku berenang dan main sepeda. Aku sering tuh main sepeda di dekat rumah. Selain itu, aku juga suka nonton teman-teman. Biasanya aku suka nonton film kartun bersama Kak Aca dan Adek Kayla. Sedangkan cita-citaku mau jadi polisi teman-teman. Doakan semoga terwujud ya! Oh ya, aku mau titip salam nih. Salam buat Opa, Oma, Teteh, Amos, Kak Aca, Kayla, Bang Dimas, teman-teman di sekolah dan semua teman dekat rumah. Nggak lupa aku juga salam buat Atuk dan Ibu di Payakumbuh yang sekarang lagi menunaikan ibadah haji. Semoga jadi haji yang mabrur ya Atuk dan Ibu. Tak lupa juga salam buat Ante Neny di Perawang, Ante Bet di Sijunjung, Pak Odang, Bunda Yos dan semuanya. Yang nggak kesebut jangan marah yah. Oiya, kalau ke rumah Farand datang aja di Parak Karakah No 9 Padang.

Diska Aulia
HALLO teman-teman. Kenalkan namaku Diska Aulia. Aku anak ayah Agusli dan bunda Fatmawati. Sekarang umurku sudah lima tahun dan sebentar lagi aku sudah masuk sekolah ke Taman Kanak-kanak. Aku tinggal di Mega Permai V C4/3. Supaya teman-teman lebih mudah mengingatku, teman-teman bisa panggil aku dengan nama Dedek saja. Kedua orangtuaku panggil aku dengan nama kesayangan itu. Kata ayah, Dedek, anaknya tomboy. Habis, Dedek temannya, anak cowok semua. Makanya ayah bilang, Dedek tomboy. Meskipun Dedek suka main dengan anak cowok, Dedek tetap suka mainan perempuan. Dedek suka kok, main masak-masakan. Di rumah, Dedek punya banyak mainan masak-masakan, mulai dari wajan sampai kompor untuk masak. Dedek suka bikin sayuran dengan kompor dan wajan mainan Dedek. Dedek ambil dari sayuran yang telah dibuang bunda. Dedek jago masak kayak bunda juga lho sobat ceria semua. Dedek juga sering ikut ayah kemana saja ayah pergi, karena kalau Dedek ikut ayah, maka Dedek dibelikan mainan dan makanan kesukaan Dedek. Ayah dan bunda juga sangat sayang sama Dedek. Jika sudah besar nanti, Dedek ingin jadi dokter saja, biar kalau ayah dan bunda sakit, Dedek bisa

Ibnu sang Juara
Karya: Fajri BN
Pengumuman juara kelas telah selesai. Ibnu yang biasanya selalu mendapat juara pertama di kelasnya, tiba-tiba namanya tidak dipanggil. Setiap pengumuman selalu Ibnu yang yang berdiri di depan terlebih dahulu. Namanya selalu disambut meriah. Karena kepintarannya, Ibnu naik kelas, dari kelas satu kekelas tiga. Tapi apa yang terjadi hari ini, tidak ada yang tahu. Semua orang terdiam, terpana melihat juara pertama telah berganti dengan yang lain. Ibnu yang duduk didepan menunggu namanya dipanggil, tampak gemetar. Tubuhnya basah dengan keringat, seakan tak percaya dengan hasil pengumuman itu. Tubuhnya kaku, tak bergerak sedikitpun. Satu-persatu orang pergi meninggalkan ruangan. Hanya tinggal Ibnu yang tidak bisa berbuat apaapa. Padahal setiap hari Ibnu selalu belajar dengan rajin. Bahkan waktu ujian Ibnu bisa menjawab dengan mudah, dan Ibnu selalu menberi contekkan kepada teman-temannya di kelas. Ibnu adalah tempat bergantung temantemannya yang tergolong pemalas, kerena kebaikannya, dia tidak segan-segan keluar ruangan ujian untuk memberi jawaban kepada teman-temannya. “Ibnu, ini rapormu, tingkatkan lagi prestasimu ya?” kata ibu guru. Ibnu tidak berani pulang kerumah, dia takut memperlihatkan rapornya kepada orangtuanya. Dengan wajah murung Ibnu keluar dari kelas, dilihatnya sekolahan sudah sepi, hanya tinggal dia sendiri di sana. Ibnu pun bergegas mengambil sepeda miliknya di parkiran, lalu meninggalkan sekolah. Kakinya seakan tidak berdaya mengayuh sepeda, keringat mengucur deras di wajahnya, bahkan tubuhnya pun sudah basah. Sesampai di rumah, Ibnu langsung pergi ke kamar tanpa mengucap salam sebelum masuk rumah. Perasaan takut, dimarahi kedua orangtuanya, menghantui Ibnu. Tidak lama kemudian terdengarlah suara ayah memanggil-manggil Ibnu. Ibnu menggigil , tak sanggup untuk menjawab, tapi harus bagaimana lagi. “Ya Ayah” Jawab Ibnu. “Mana rapormu” tanya ayah kepada Ibnu. Perlahan ayah melihat rapor Ibnu, dan ayah sangat marah melihat nilainya yang turun begitu jauh. Ibu terbangun, mendengar Ibnu yang sedang menangis “Bangun Nak, bangun, Istigfar sayang” kata ibu, membangunkan Ibnu dari mimpinya. Ibnu pun bangun, “Ibu, Ibnu mimpi, kalau Ibnu tidak dapat juara lagi dan ayah sangat marah pada Ibnu” kata Ibnu dengan nafas agak sedikit tertahan. “Makanya kalau mau tidur cuci kaki, cuci tangan dan jangan lupa baca do’a” kata ibu. “Ya bu. Untung Cuma mimpi”. Kata Ibnu. Akhirnya ibu menyuruh Ibnu untuk shalat Tahajud. Dengan perasaan tidak karuan Ibnu melangkah ke kamar mandi untuk berwudhu. Setelah selesai berwudhu, Ibnu pun shalat Tahajud ditemani ibunya. Tidak lupa setelah selesai sholat, Ibnu menengadahkan tangannya berdoa kepada Illahi. “Ya Allah, berikanlah Ibnu juara lagi, dan kalau Ibnu tidak juara semester ini, tabahkanlah hati Ibnu untuk menerimanya”. Begitulah doa yang dilafalkan Ibnu. Setelah selesai sholat dan berdo’a Ibnu pun kembali tidur. Hari sudah pagi, Ibnu dan kedua orangtuanya berangkat ke sekolah Ibnu. Hari ini adalah hari pengumuman sekaligus pembagian rapor siswa di sekolah Ibnu. Setelah sampai di sekolah, lonceng pun berbunyi, pertanda semua siswa disuruh berkumpul di ruangan bersama dengan orangtua masingmasing. Pengumuman telah berlangsung, Ibnu yang duduk di kelas empat sekolah dasar tersebut belum mendapat giliran, karena pengumuman baru sampai kelas tiga. Ibnu yang duduk di barisan paling depan bersama orangtuanya, tampak menggigil, wajahnya pucat, perasaan takut menghampiri Ibnu. Ibnu kembali teringat dengan mimpinya semalam. Dia gugup menunggu giliran pengumuman kelas empat. “Selanjutnya, kelas empat” kata ibu guru yang mengumumkan juara. Ibnu semakin tidak karuan, dia semakin takut. Ibnu tanpa sadar mengenggam tangan ayah dan ibunya dengan kuat sekali. “Juara pertama, jatuh kepada Ibnu Rahman”. Ibnu menangis mendegar suara itu, semua orang pun bertepuk tangan mendengarnya. “Apa Ibnu tidak sedang bermimpi Bu?” tanya Ibnu sambil menangis. “Tidak Nak, Ibnu benaran juara”. Kata ibu. Ibnu naik ke atas panggung yang disusun dari mejameja itu. Dia menangis, wajahnya basah oleh air mata, semua orang terharu melihatnya, dan ibu guru yang memegang mikrifon itu memberikan mik kepada Ibnu, Ibnu pun meraihnya. Karena diberi kesempatan bicara, Ibnu menceritakn mimpinya semalam. “Temanteman Ibnu, mulai sekarang kita belajar yang rajin ya? Ibnu siap kok membantu teman-teman, Ibnu berharap, agar kita menghilangkan budaya mencontek”. Kata Ibnu diujung pembicaraannya. Semua orang yang hadir dalam ruangan itu berdiri sambil bertepuk tangan sekali lagi untuk Ibnu. Dan akhirnya teman-teman Ibnu sadar akan kesalahannya, begitu juga Ibnu. Setiap hari rumah Ibnu selalu penuh dengan teman-teman yang ingin belajar . Ibnu yang tergolong anak yang pintar, tidak pernah sombong atau pun pelit membagi ilmu.

HP MOVI 6 NOVEMBER 2011 3 X 100 MM

KLIK OTOMOTIF 6 NOVEMBER 2011 7 X 100 MM

CMYK

CMYK

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->