P. 1
Bab i Pembagian Lingkungan Laut (4)

Bab i Pembagian Lingkungan Laut (4)

|Views: 399|Likes:
Published by chakie09

More info:

Published by: chakie09 on Nov 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Indonesia merupakan Negara yang kaya akan sumber daya alam, dengan beribu-ribu pulau yang dihubungkan oleh jutaan kilometer persegi wilayah perairan.negara yang berpenduduk lebih dari 210 juta jiwa ini memiliki potensi yang sangat besar di bidang kelautan (Hasjim, 2003). Laut adalah kumpulan air asin dalam jumlah yang banyak dan luas yang menggenangi dan membagi daratan atas benua atau pulau. Jadi laut merupakan air yang menutupi permukaan tanah yang sangat luas dan umumnya mengandung garam dan berasa asin. Biasanya air mengalir yang ada di darat akan bermuara ke laut. Indonesia memiliki wilayah perairan laut yang sangat luas tetapi kurang terjaga sehingga mudah mendatangkan ancaman sengketa batas wilayah dengan negara tetangga. Untuk landas kontinen negara kita berhak atas segala kekayaan alam yang terdapat di laut sampai dengan kedalaman 200 meter. Batas laut teritorial sejauh 12 mil dari garis dasar lurus dan perbatasan laut zona ekonomi ekslusif (ZEE) sejauh 200 mil dari garis dasar laut.

1.2. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu tugas dari mata kuliah Ekologi Perairan yang bertujuan untuk syarat sebagai tugas akhir mata kuliah tersebut.

Adapun isi dari makalah bertujuan ubntuk mengetahui informasi tentang pembagian lautan dunia yaitu tentang laut dan samudera berdasarkan pada produktivitas primer lautan. 1.3. Metode Penyusunan Makalah Makalah ini disusun dengan metode kepustakaan, yaitu

menggunakan buku sebagai sumber acuan. Adapun metode lain yang digunakan yaitu mencari referensi yang berasal dari media elektronik yaitu internet.

BAB II ISI 2.1 Pembagian Samudera di Dunia ♦ Samudra Pasifik Luas Samudra Pasifik mencapai ± 165.385.450 km² dengan kedalaman rata-rata 4.250 m. Jika dilihat di globe, luas samudra ini meliputi hampir separuh permukaan bumi. Samudra Pasifik terletak di antara tiga benua, yaitu Asia, Amerika, dan Australia.

Wilayahnya terbentang dari pantai Barat Amerika hingga pantai Timur Cina dan Australia dengan berbagai karakterstik berikut ini:

Palung Filipina (10. Samudra Pasifik Barat dan merupakan bujur Timur tempat (180°) pertemuan sebagai batas antara garis bujur penanggalan internasional.412 m).822 m). Samudra Pasifik merupakan samudra terluas di dunia. f. Di Samudra Pasifik banyak terjadi gejala alam El Nino dan La Nina. Palung Kermatec (10. Di Samudra Pasifik banyak terdapat negara kepulauan (kawasan Oceania). Di Samudra Pasifik terdapat pertemuan arus panas Kurosyiwo dan arus dingin Oyasyiwo di Laut Bearing (Pasifik Utara) yang menimbulkan arus hangat dan merupakan kawasan tangkapan ikan yang sangat baik.542 m). terutama di perairan yang dilintasi garis katulistiwa. Samudra Pasifik memiliki banyak palung.810 m).047 m). Palung Jepang (8. yaitu Palung Mariana (kedalaman 11. Di Samudra Pasifik terdapat titik terendah di muka bumi. Palung South Solomon (9.140 m). sehingga sering terjadi gempa.066 m). g. Palung Kuril (10. h. dan Palung Amerika Tengah (6. Palung Tzu Bonin (9.165 m). d. e.a. Palung New Hebrides (9. b. Di Samudra Pasifik banyak terdapat gunung api aktif.882 m).022 m) terdapat di Filipina.497 m). Palung Akution (7. Palung Peru-Cile (8. c.662 m). yaitu Palung Tonga (10. Samudra Atlantik .

264 m). Palung Romance (7. sehingga berperan sebagai jalur lalu lintas penghubung antara dunia lama dengan dunia baru dengan karakteristik berikut ini: a.500 m). Di Samudra Atlantik terdapat beberapa palung laut.220 m).856 m). Samudra Atlantik memiliki kawasan yang diyakini sebagai pusat medan magnet bumi. seperti Palung Puerto Rico (9.217.000 km² dengan kedalaman rata-rata 3. yaitu di kawasan Segitiga Bermuda di Perairan Karibia (Amerika Tengah). memanjang dari Utara (Samudra Arktik) ke Selatan sepanjang Samudra Atlantik dan ke Timur menuju Samudra Hindia. . Samudra ini terletak di sebelah Selatan Benua Asia. Di Samudra Atlantik terdapat deretan punggung laut terpanjang di dunia. dan Palung Caynon (7. d. dan Amerika. e. Samudra ini terletak di antara Benua Eropa.000 km² dengan kedalaman rata-rata 3. Afrika. Samudra Atlantik terletak di daerah bujur Barat.481. Di Samudra Atlantik terdapat pertemuan arus dingin dari Perairan Greenland dan arus panas dari Teluk Meksiko di Perairan Labrador. Samudra Hindia Luas Samudra Hindia mencapai ± 73. b.Luas Samudra Atlantik mencapai ± 82. c. Palung South Sandwich (8.850 m.350 m.

2 Pembagian lingkungan laut . Berikut ini karakteristik Samudra Hindia: a. Samudra Arktik merupakan samudra tersempit di dunia. seperti Greenland (Kanada). Berikut ini karakteristik Samudra Arktik. Samudra Arktik mempunyai suhu perairan dan udara terdingin. b.450 m). Sebagian besar wilayah perairannya tertutup oleh es dan banyak dijumpai bongkahan atau gunung es yang mengapung. sebelah Timur dan Selatan Afrika. Samudra Arktik merupakan satu-satunya samudra yang terletak di kawasan kutub yang tidak dilalui garis khatulistiwa. Palung Weber (7. Rusia (Asia dan Eropa). Samudra Hindia memiliki beberapa palung laut. c. dan kawasan Skandinavia (Eropa). Wilayah perairannya berfungsi sebagai penyedia air hujan bagi gejala alam angin monsun untuk sebagian wilayah Asia dan Australia. Alaska (Amerika). yaitu: a.440 m). Sebagian besar wilayahnya berada di belahan bumi Selatan.056.000 km² dengan kedalaman ratarata 5. b. dan Palung Diamantina (7. c.400 m. serta berbatasan dengan Kutub Selatan. d. seperti Palung Jawa (7.102 m). Samudra Arktik Luas Samudra Arktik mencapai ±14.sebelah Barat Australia. Satu-satunya samudra yang seluruh wilayahnya berada di belahan bumi Timur. Samudra ini terletak di kawasan Kutub Utara yang dikelilingi oleh daratan-daratan luas. Samudra Hindia memiliki arus yang relatif tenang dan jarang terjadi badai. 2. d. e.

calcareous lebih melimpah. Pada air di daerah tropis. terutama pada daerah yang memberikan karakteristik neritik yang meliputi delta. dan lingkungan lagoon. Umumnya. Lingkungan Abisal Hemipelagic . 2. Lingkungan Batial Memiliki kedalaman antara 200-1000 m. Lingkungan Littoral atau pantai merupakan lingkungan yang terletak di antara pasang rendah dan batas tertinggi yang dicapai oleh gelombang. b. lempung gelap dengan butiran halus dan dengan kandungan karbonatan kurang dari 30 %. c. a. Lingkungan Euxinic merupakan lingkungan yang memiliki kedalaman yang bervariasi. Tipe utama dari sedimennya berupa material terestrial berukuran butir kasar hingga halus dengan campuran dari material organik laut yang berupa calcareous. tidal flat. Berjarak beberapa ratus kilometer.Berdasar Buku Marine Geology. Tipe utama dari aedimennya berupa lempung biru. Variasi lempung relatif berupa calcareous mud. Butiran mineral terestrialnya melimpah. sehingga menghasilkan hewan dasar airnya tidak ada. dicirikan oleh adanya ventilasi (lubang udara) yang sedikit pada dasar air. Jarang yang berjarak lebih dari beberapa ratus meter dari garis pantai. Beberapa Lingkungan Khusus. lingkungan laut di bagi atas : 1. endapannya berupa material berbutir halus dengan komposisi berupa material organik yang terdekomposisi. Lingkungan Neritik Kedalaman dari daerah pasang rendah hingga 200 meter di bawah muka laut.

Yaitu kawasan perairan yang masih bisa ditembus matahari walau tak “semewah” perairan dangkal. d. lutite dengan butir halus yang mengandung material karbonatan kurang dari 30%. Ada kawasan yang disebut perairan dangkal.Berjarak kurang dari beberapa ratus kilometer dari garis pantai. Tipe utama dari endapannya berupa lempung merah. 2. Luasan lingkungan pengendapan ini tidak kurang dari 250 x 104 km2. Globigerina ooze dengan kandungan karbonatan lebih dari 30%. Tipe utama dari endapannya berbeda dengan tipe endapan pada lingkungan abisal pelagic dengan campuran dari butiran mineral terestrial yang berukuran lanau atau pasir halus bergradasi. yaitu : Paul Bennet dalam The Natural World – Under The Ocean. Zona ini mendapat limpahan cahaya matahari yang berkecukupan. Zona ini bisa dikatakan batas jangkauan matahari mampu . Kehidupan di zona ini sangat beragam dan tempat yang paling disukai ikanikan yang kita kenal. Sebagian besar berupa foraminifera planktonic. Setelah perairan dangkal zona berikutnya adalah zona twilight. Radiolaria dan diatome ooze dengan siliceous skeleton atau frustules yang melimpah. lautan dalam. Dengan kedalaman kurang dari 1000 m. Bagian laut yang terdekat dengan kehidupan daratan adalah perairan dangkal yaitu wilayah laut yang dekat dengan tepi pantai. zona twilight.2.1 Pembagian zona kedalaman laut berdasar Paul Bennet. Lingkungan Abisal Pelagic Terletak tidak kurang dari beberapa ratus meter dari garis pantai dengan kedalaman lebih dari 1000 m. memaparkan bahwa para ilmuwan telah membagi lautan menjadi lapisan atau zona yang jelas.

. yaitu bagian cekungan lautanyang terletak di antara pasang naik dan pasang surut • Zona epineritik.000 m. Zonasi lautan yang paling gelap dan dingin adalah laut dalam (termasuk palung laut). Selat Malaka dan laut-laut disekitar kepulauan Riau. Laut Natuna.2 Pembagian Laut Menurut Zona Kedalamannya Menurut zona atau jalur kedalamannya.2.000 m di wilayah ini suhu sangat dingin. namun masih bisa ditinggali jenis-jenis bunga karang. dan jenis hewan yang berada pada lingkungan ini sangat terbatas. yaitu bagian cekungan lautan di antara garis-garis surut dan tempat paling dalam yang masih dapat dicapai oleh daya sinar matahari • Zona neritik. yaitu bagiancekungan lautan yang dalamnya antara 200-2. 2. Ikan berukuran besar juga suka berada di antara zona twilight ini atau mengapung di permukaan laut dalam. yaitu bagian cekungan lautan yang dalamnya lebih dalam dari 2. yaitu bagian cekungan lautan yang dalamnya antara 50- 200 m Pada zona ini masih dapat ditembus oleh sinar matahari sehingga wilayah ini paling banyak terdapat berbagai jenis kehidupan baik hewan maupun tumbuhan-tumbuhan. tidak ada tumbuhan. contoh Jaut Jawa. laut dapat dibedakan menjadi beberapa zona sebagai berikut: • Zona litoral atau jalur pasang. • Zona abisal ( wilayah laut sangat dalam ). hingga 1800 meter. • Zona batial ( wilayah laut dalam ). Wilayah ini tidak dapat ditembus sinar matahari. oleh karena itu kehidupan organismenya tidak sebanyak yang terdapat di zona meritic. Masih sedikit sekali yang diketahui tentang kehidupan di zona ini. Karena itu kehidupan di sini mulai sedikit.menembus lapisan lautan.

(Valiela.3.3. Selain jumlah karbon yang dihasilkan. 1984). Produktivitas jumlah karbon yang terdapat di dalam matenal hidup dan secara umum dinyatakan sebagai jumlah gram karbon yang dihasilkan dalam satu meter kuadrat kolom air per hari (g C/m2/hari) atau jumlah gram karbon yang dihasilkan dalam satu meter kubik per hari (g C/m3/hari) (Levinton. tinggi rendahnya produktivitas primer perairan dapat diketahui dengan melakukan pengukuran terhadap biomassa fitoplankton dan konsentrasi klorofil-a. atau produksi total. Karena sebagian dari produksi total ini digunakan tumbuhan untuk kelangsungan proses-proses hidup. Produktivitas Primer Laut Produktivitas Primer ialah laju pembentukan senyawa-senyawa organik yang kaya energi dari senyawa-senyawa anorganik. Produksi primer kotor maupun bersih pada umumnya dinyatakan dalam jumlah gram karbon (C) yang terikat per satuan luas atau volume air laut per interval waktu. produksi dapat dilaporkan sebagai jumlah gram karbon per m 2 per hari (gC/m2/hari). atau satuan-satuan lain yang lebih tepat. 1982). dimana kedua metode ini dapat diukur secara langsung di lapangan. Di laut khususnya laut terbuka. Jumlah seluruh bahan organik yang terbentuk dalam proses produksivitas dinamakan produksi primer kotor. Produksi primer bersih adalah istilah yang digunakan bagi jumlah sisa produksi primer kotor setelah sebagian digunakan untuk respirasi. 2. Jadi. Produksi primer inilah yang tersedia bagi tingkatan-tingkatan trofik lain.1 Ruang Lingkup Produktifitas Primer . respirasi. fitoplankton merupakan organisme autotrof utama yang menentukan produktivitas primer perairan.2.

sebagian fotosintesis menggunakan sumber-sumber selain air untuk hydrogen. Reaksi kimia untuk fotosintesis: 12H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 + 6H2O • Faktor penentu laju fotosintesis: a. proses fiksasi cahaya biasanya bagian melibatkan dari air sebagai dan donor hydrogen bakteri dalam meruduksi dapat karbondioksida menjadi karbohidrat. Cahaya Merupakan aspek penting dalam fotosintesis . Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. gelombang energi cahaya yang diabsorbsi air dan klorofil berkisar 350-710 nm. . Selain itu terdapat beberapa proses kemosintesis yaitu dengan memperoleh energi untuk sintesis bahan organik dari perubahan kimia yang termasuk kedalam produksi utama pada periran yaitu organisme Autotrof yaitu organisme yang menggunakan bahan organik dari perairan yang produktivitasnya berasal dari autochthonous dan allochthonous.Beberaapa faktor yang berefek terhadap penerimaan jumlah cahaya untuk dapat sampai ke dalam permukaan air adalah:   Ketinggian tempat (altitude).Sumber energi yang utama dalam pemeliharaan ekosisitem perairan (dan daratan) adalah energi cahaya matahari.  Fotosintesis Merupakan suatu proses biokimia untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya. Proses ini tidak hanya merupakan fotosintesis. Efek geografik : jumlah radiasi cahaya matahari dalam setahun (kal/cm2/hari) berbeda secara geografis (latitude).

Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh. arus. Kadar fotosintat (hasil fotosintesis) Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang.  Organisme Produsen Produsen (producers) berarti “pembuat”. yaitu : ♦ Fitoplankton .  b. suatu proses fisikokimiawi dalam sel hidup dengan bantuan klorofil dan menggunakan air (H2O). laju fotosintesis akan berkurang. d. Suhu Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. CO2. Efek musim : letak geografis  perbedaan musim dalam Efek diurnal : pagi atau sore . c. Ada 3 kelompok organisme perairan yang dapat dikenali menurut ukuran dan habitat mereka dan merupakan organisme utama pada produksi primer dalam perairan. laju fotosintesis akan naik. Efek lokal : morfologi perairan. dan bantuan sinar matahari. Konsentrasi Karbondioksida Semakin banyak karbon dioksida di udara. dalam hal ini membuat bahan organik dari bahan anorganik melalui proses fotosintesis. makin banyak jumlah bahan yang dapat digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.  tengah hari.jarak matahari lebih jauh daripada intensitas setahun  perbedaan radiasi. elevasi cahaya juga lebih rendah (semakin miring) sehingga % cahaya yang dipantulkan semakin besar cahaya rendah. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim.

1971) 2. ♦ Perifiton Periphyton merupakan matrik complex dari algae dan merupakan mikroba heterotrof yang hidup menempel pada subsratsubmerged di hamper semua ekosistem air. Pigmen inilah yang menyerap cahaya matahari sebagai sumber energi untuk fotosintesis.Fitoplankton adalah komponen autotrof plankton. sebagai bekal makanan bagi hewan yang berada di perairan.4 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Primer Laut . klorofil-a merupakan bagian terpenting dalam proses fotosintesis dan dikandung oleh semua dari jenis fitoplankton yang masih hidup di laut (Strickland.Untuk tumbuh dan berkembangbiak fitoplankton sangat bergantung kepada sinar matahari untuk bisa melakukan fotosintesis. Autotrof adalah organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri yang berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan kimia. b dan c. Perifiton menjadi producer penting bagi invertebrate. Odum. Fitoplankton merupakan produsen yang paling banyak peranannya di perairan. Nostoc. Dikenal ada tiga macam klorofil yaitu: klorofil-a. dan sering kali membentuk “hutan” yang luas atau “kelps beds” tepat dibawah garis air surut. fitoplankton juga sangat tergantung dengan ketersediaan nutrisi untuk pertumbuhannya. Microcystis dan Trichodesmium erythraeum. 1987). 1960 dalam Nontji. Fitoplankton mengandung pigmen dan yang umum didapati pada tumbuhan ini adalah klorofil. Diantara ketiga macam klorofil tersebut. fosfat atau asam silikat. Nutrisinutrisi ini terutama makronutrisi seperti nitrat. dan beberapa ikan dan mungkin penting dalam menyerap zat ♦ pencemar Makrofita Merupakan alga bersel banyak atau “ganggang laut” kebanyakan tumbuh melekat pada batuan atau dasar yang keras. . (Eugene P. Seperti Anabaena. Disamping cahaya.

fitoplankton merupakan organisme autotrof utama yang menentukan produklivitas primer perairan. Faktor baru ini merupakan paduan berbagai faktor dan dinamakan factor hidrografi. yaitu paduan semua faktor yang menggerakkan massa-massa air laut dan samudera. oleh karena hanya dengan energy cahaya tumbuhan dan . perpindahan massa air ke atas (upwelling) dan difusi. dimana kedua metode ini dapat diukur secara langsung di lapangan (Valiela. Interaksi ketiga faktor inilah yang membatasi produktivitas laut dan mengakibatkan perbedaan-perbedaan geografik dalam produktivitas laut. Cahaya memiliki peran yang sangat vital dalam produktivitas primer. Mengingat bahwa fitoplankton hidup tersuspensi dalam air dan karenanya dipengaruhi oleh berbagai daya yang menggerakkan massa-massa air sekitarnya. ♦ Kimia dan fisik Terdapat faktor – factor pembatas yang mempengaruhi produktivitas di perairan yaitu cahaya /suhu dan kadar zat hara . 1982) Selain jumlah karbon yang dihasilkan tinggi rendahnya produktivitas primer perairan dapat diketahui dengan melakukan pengukuran terhadap biomassa fitoplankton dan konsentrasi klorofil-a. sedangkan cahaya maupun zat hara juga dipengaruhi oleh massa-massa air. Cahaya merupakan sumber energy primer bagi ekosistem dan merupakan salah satu faktor yang menentukan distribusi klorofil-a di laut. Faktor-faktor adalah: 1. seperti arus.Di laut khususnya laut terbuka. 1984). Produktivitas jumlah karbon yang terdapat di dalam matenal hidup dan secara umum dinyatakan sebagai jumlah gram karbon yang dihasilkan dalam satu meter kuadrat kolom air per hari (g C/m2/hari) atau jumlah gram karbon yang dihasilkan dalam satu meter kubik per hari (g C/m3/han) (Levinton.Cahaya Fitoplankton yang produktif hanya terdapat pada lapisan air teratas dimana intensitas cahaya cukup untuk proses fotosintesis. munculah factor baru yang penting.

pada lapisan permukaan tercampur tersedia cukup banyak cahaya matahari untuk proses fotosintesa. dan satu jenis pigmen tambahan seperti protein-fucoxanthin dan peridinin. cahaya yang diabsorbsi oleh pigmen fitoplankton dapat dibagi dalam: cahaya dengan panjang gelombang lebih dari 600 nm. Dengan adanya perbedaan kandungan pigmen pada setiap jenis plankton. yang secara lengkap menggunakan semua cahaya dalam spektrum tampak. Sedangkan di lapisan yang lebih dalam. (1997) berdasarkan hasil pengamatan di timur laut Lautan Hindia. dimana diperoleh bahwa sebaran konsentrasi klorofila pada bagian atas lapisan permukaan tercampur sangat sedikit dan mulai meningkat menuju bagian bawah dari lapisan permukaan tercampur dan menurun secara drastis pada lapisan termoklin hingga tidak ada klorofil-a lagi pada lapisan di bawah lapisan termoklin. Hal ini berarti bahwa wilayah yang menerima lebih banyak dan lebih lama penyinaran cahaya matahari tahunan akan memiliki kesempatan berfotosintesis yang lebih panjang sehingga mendukung peningkatan produktivitas primer. Ini memungkinkan klorofil-a lebih banyak terdapat pada bagian bawah lapisan permukaan tercampur atau pada bagian atas dari permukaan lapisan termoklin pertengahan atau bawah jika dibandingkan dengan bagian lapisan termoklin. maka jumlah cahaya matahari yang diabsorbsi oleh setiap plankton akan berbeda pula. Pada panjang gelombang 400 – 700 nm. Fujita (1970) dalam Parsons et al. (1984) . Hal ini juga dikemukakan oleh Matsuura et al. terutama diabsorbsi oleh klorofil dan cahaya dengan panjang gelombang kurang dari 600 nm. cahaya matahari tersedia dalam jumlah yang sedikit bahkan tidak ada sama sekali. terutama diabsorbsi oleh pigmen-pigmen pelengkap/tambahan (Levinton. Di laut lepas. 1982).fitoplankton dapat menggerakkan mesin fotosintesis dalam tubuhnya. Fotosintesa fitoplankton menggunakan klorofil-a. Keadaan ini berpengaruh terhadap tingkat efisiensi fotosintesa. c.

Angin dapat menciptakan gelombang yang mengakibatkan permukaan laut tidak rata dan memantulkan sebagian besar sinar matahari jika dibandingkan dengan permukaan yang rata. dan tipe klorofil-a dan ficobilin untuk alga merah dan alga hijau biru. c. Tetapi sebaliknya angin pun dapat mendorong permukaan massa air sehingga memperkaya zat hara untuk fotosintesis. Kedalaman penetrasi cahaya dalam laut merupakan kedalaman dimana produksi fitoplankton masih dapat berlangsung. Cuaca dapat mempengaruhi produktivitas primer melalui tutupan awan. Bagian cahaya yang dapat menembus permulaan laut akan mengalami pengurangan lebijh lanjut melalui dua proses yang berlangsung di dalan air. dan secara tidak langsung melalui suhu. bergantung pada faktor : ♦ Absorpsi cahaya oleh air Pada saat cahaya sampai di permukaan airsebagian akan dipantilkan dan sebagian lagi akan masuk kedalam permukaan. Cahaya yang telah diabsorpsi atau dipantulkan ini tidak dapat digunakan kembalisehingga mengurangi cahaya yang tersedia. dinoflagelata. Pertama. . mengakibatkan berkurangnya jumlah cahaya yang tersedia bagi tumbuhan. Suhu yang membantu melalui keragaman musiman mengakibatkan menghilangnya termoklin dan mendorongpermukaan massa air yang menyediakan zat hara untuk fotosintesis.mengklasifikasi alga laut berdasarkan efisiensi fotosintesa oleh pigmen kedalam tipe klorofil-a dan b untuk alga hijau dan euglenoid. tipe klorofil-a. Awan dapat mengurangi penembusan cahaya ke permukaan laut dan mengurangi kecepatan proses produktivitas primer. Partikel ini mengangkap cahaya lalu mengabsorpsinya atau memantulkannya kembali ke permukaan. dan alga coklat. air sendiri mengabsorpsi cahaya. Kedua. Cahaya yang dipantulkan merupakan suatu kehilangan bagi ekosistem perairan. pemantilan oleh berbagai partikel hidup dan mati yang tersuspensi. angin. dan caratenoid untuk diatom.

Spektrum ini mencakup warnawarna yang dapat dilihat oleh manusia. Ketika gelombang-gelombang cahaya ini menembus permukaan. khususnya angin. Panjang gelombang akan berkurang intensitanya dengan meningkatnya kedalaman. akibatnya kecepatan fotosintesis ditingkatkan oleh suhu rendah. maka akan memudahkan cahya untuk menembus permukaan air. Oleh karana itu. kedalaman kompensasi terletak pada kedalaman beberapa meter saja. dapat menembus air lebih dalam. ♦ Kecerahan air Semakin cerah suatu perairan. . komponen ungu dan merah mudah sekali diabsorpsi air hanya beberapa meter setelah menembus permukaan. Angin dapat menciptakan gelombang yang mengakibatkan permukaan laut tidak rata dan memantulkan sebagian besar sinar matahari jika dibandingkan dengan permukaan yang rata. atau yang mempunya panjang gelombang kira-kira 400-700 nm. ♦ Lintang geografik Kedalaman kompensasi merupakan batas bawah zona eutrofik dan bervariasi secara geografik. Dalam perairan pantai yang sangat keruh.Suhu juga mempengaruhi daya larit gas-gas yang diperlukan untuk fotosintesis seperti CO2 dan O2 dan gas-gas ini mudah laurt pada suhu rendah. Komponen hijau dan biru lebih lambat. dari ungu sampai merah. tetapi lama-kelamaan komponen ini pun akan habis diabsorpsi. sedangkan di samudra tropic terletak pada kedalaman 120 m atau lebih. ♦ Pemantulan cahaya oleh permukaan laut Salah satu factor yang dapat mempengaruhi produktivitas primer adalah cuaca. ♦ Panjang gelombang cahaya Cahaya matahari yang sampai di permukaan laut terdiri dari suatu spectrum berbagai gelombang cahaya yang diukur dengan satuan nanometer (1 nanometer = 10-6 mm).

Pengaruh secara langsung yakni suhu berperan untuk mengontrol reaksi kimia enzimatik dalam proses fotosintesa. Kedua unsur ini sanagt penting artinya karena kadar dalam laut sangat kecil dan merupakan faktor pembatas bagi produktivitas fitoplankton.. a. terjadi ledakan populasi fitoplankton). dan 2 . Tinggi suhu dapat menaikkan laju maksimum fotosintesa (Pmax).  Zat hara Zat-zat hara anorganik yang dibutuhkan oleh fitoplankton untuk tumbuh dan berkembang biak adalah nitrogen (sebagai nitrat. NO3-) dan fosfor (sebagai fosfat. contoh zat hara yang di perlukan adalah: 1. Secara umum. nitrat) dan anorganik terlarut (asam amino). P rasio [ ] dan Si untuk diatom. kedalaman kompensasi hanya beberapa meter dari permukaan. Ada konsentrasi minimum untuk tiap nutrient untuk berfotosintesis. Nutrient Nutrien adalah semua unsur dan senjawa yang dibutuhkan oleh tumbuhan-tumbuhan dan berada dalam bentuk material organik (misalnya amonia. PO4 2 - ). 1997 b).♦ Musim. Hal ini disebabkan karena setiap spesies fitoplankton selalu berdaptasi terhadap suatu kisaran suhu tertentu. tetapi akan menurun secara drastis setelah mencapai suatu titik suhu tertentu. P ideal yaitu 10. rasio menentukan spesies yang dominan pada perairan. misalnya N. Rasio N. sedangkan pada musim-musim lain. sedangkan pengaruh secara tidak langsung yakni dalam merubah struktur hidrologi kolom perairan yang dapat mempengaruhi distribusi fitoplankton (Tomascik et al. berkurangnya jumlah organisme mengakibatkan kedalaman kompensasi terletak di kedalaman yang lebih dalam. Suhu dapat mempengaruhi fotosintesa di laut baik secara langsung maupun tidak langsung. laju fotosintesa fitoplankton meningkat dengan meningkatnya suhu perairan. Pada musim-musim tertentu di mana tingkat kekeruhan tinggi (miasalnya. Makro.

Ca. Sehingga fitoplankton. Fe. a. fosfor. Mn. Mikro (trace elemen). potassium. unsure Si harus banyak untuk pembentukan dinding sel. Hal mana juga dikemukakan oleh Brown et al. massa air dekat permukaan cukuo menerima cahaya sepanjang tahun. Nutrient spesifik yang demikian disebut nutrient pembatas (limiting nutrient). di mana cahaya dan nutrient melimpah. Pada banyak ekosistem nitrogen dan fosfor merupakan nutrient pembatas utama. nutrient organic merupakan faktor pembatas yang penting bagi produktivitas. oksigen. Pada diatom. karena ketinggian matahari di atas cakrawala tidak banyak berubah sepanjang tahun sehingga fitoplankton . namun cahaya tidak mencukupi untuk fotosintesis. Sedangkan pada beberapa ekosistem terrestrial. (1989). Variasi produktifitas secara Geografik 1. silikon. Produktivitas primer persatuan luas laut terbuka relative rendah karena nutrient anorganic khusunya nitrogen dan fosfor terbatas ketersediaannya dipermukaan. b.untuk cyanophyta. Laut tropic Dalam laut tropik. Contoh lain karbon. Produktivitas di laut umumnya terdapat paling besar diperairan dangkal dekat benua dan disepanjang terumbu karang. dan kalsium. Mg. beberapa bukti juga menyatakan bahwa CO2 kadang-kadang membatasi produktivitas. Produktivitas dapat menurun bahkan berhenti jika suatu nutrient spesifik atau nutrient tunggal tidak lagi terdapat dalam jumlah yang mencukupi. Di tempat yang dalam di mana nutrient melimpah yaitu pada lapisan termoklin dan lapisan di bawahnya. Mn. nutrien memiliki konsentrasi rendah dan berubah-ubah pada permukaan laut dan konsentrasinya akan meningkat dengan bertambahnya kedalaman serta akan mencapai konsentrsi maksimum pada kedalaman antara 500 – 1500 m. misalnya Mg. berada pada kondisi paling produktif ketika arus yang naik ke atas membawa nitrogen dan fosfor kepermukaan. magnesium. Sebaran klorofil-a di dalam kolom perairan sangat tergantung pada konsentrasi nutrien. Fe digunakan untuk fotosintesis.

2. . sedikit berbeda dengan keadaan di lautan terbuka. Keadaan didalam massa air yang berdekatan dengan daratan. Laut daerah beriklim sedang. yaitu P dan N dalam bentuk PO4 dan NO3+ . besarnya energi yang masuk ke dalam laut berkurang dan siang hari menjadi lebih pendek sehingga lapisan di permukaan menjadi lebih dingin dan tidak berbeda dengan suhu yang ada di lapisan bawahnya. produktivitas fitoplankton bervariasi secara geografik. siang hari makin panjang. Pda musim semi. tetapi keadaan seperti ini disebabkan oleh kecilnya kelimpahan fitoplankton dalam air akibat rendahnya kadar zat hara.mendapatkan kondisi cahaya yang optimal.5 Produktivitas Perairan Pantai dan Pesisir Pada lautan terbuka yang bebas dari pengaruh massa daratan. Produksi tertinggi terjadi pada musim semi dan lebih rendah pada musin gugur serta terendah pada musim panas dan musim dingin. akan menghasilkan energi yang terus menerus dari matahari sehingga mengakibatkan suhu air dekat permukaan lebih tinggi dari perairandalam. siang hari panjang. Ada beberapa faktor yang mengakibatkan perbedaan ini. Pada musim panas posisi matahari tinggi di atas cakrawala. energi matahari yang masuk ke permukaan meningkat. biasanya pada bulan Juli atau Agustus dalam Laut Arktika. Laut kutub. Pada daerah kutub. 2. produktivitas terbesar terjadi selama satu periodependek yaitu pada musim panas kutub. 3. Laut-laut tropik sangat cerah dan kedalaman kompensasinya adalah yang terdalam. Intensitas pada laut daerah beriklim sedang bervariasi menurut musim sehingga besarnya energi yang masuk ke dalam laut pun bervariasi dan selanjutnya menimbulkan perubahan pada suhu air pada lapisan atas. Faktor pertama yaitu. Pada musim gugur. Dengan kondisi cahaya seperti itu. perairan pantai menerima sejumlah besar unsure-unsur kritis. dan susah meningkat pada lapisan-lapisan air dekat permukaan sedangkan kerapatannya menjadi lebih kecil dibandingkan dengan lapisan di bawahnya.

Produktivitas primer bersih ini juga adalah produktivitas kasar dikurangi dengan energi yang digunakan untuk respirasi. Faktor kedua yang mengakibatkan adanya perbedaan itu ialah kedalaman air. serta dangkalnya perairan. Beberapa metode pengukuran produktivitas primer adalah: metode panen yang cocok untuk ekosistem pertanian. pengukuran oksigen. metode pH. fitoplankton tidak mungkin terseret ke bawah kedalaman kritis.7 Konsep Produktivitas Produktivitas primer merupakan laju penambatan energi yang dilakukan oleh produsen. Pada produktivitas sekunder ini tidak dibedakan . Faktor terakhir yang menyebabkan perbedaan tadi ialah banyaknya bahan reruntuhan dan serasah yang berasal dari daratan yang dapat membatasi kedalaman zona fotik dan dengan demikian menyebabkan tingginya kadar zat hara. 2. produksi dapat terus berlangsung. Produktivitas sekunder merupakan laju penambatan energi yang dilakukan oleh konsumen. metode radioaktif. kedalaman airnya dangkal daripada kedalaman kritis. Dengan demikian pada cuaca apa pun. dan metode CO2. 2. bahkan juga dalam musim dingin. Produktivitas primer dibedakan atas produktivitas primer kasar (bruto) yang merupakan hasil asimilasi total.melalui runoff dari daratan (di mana kandungan zat hara jauh lebih bayak). dan produktivitas primer bersih (neto) yang merupakan penyimpanan energi di dalam jaringan tubuh tumbuhan. Bila intensitas cahaya cukup.6 Metode Pengukuran Produktivitas Primer Pengukuran produktivitas primer pada umumnya didasarkan pada reaksi fotosintesis. Kebanyakan perairan pantai. Faktor ketiga ialah bahwa dalam perairan pantai jarang terdapat termoklin permanent. Karenanya perairan pantai tidak kekurangan zat hara. sehingga tidak ada zat hara yang tertangkap di dasar perairan. untuk ekosistem perairan. misalnya dengan metode botol gelap dan botol terang. yang cocok untuk ekosistem perairan. metode klorofil. yang pada dasamya adalah mengukur kadar klorofil.

pasang naik dan surut di pantai. Hasil panen adalah bagian dari produktivitas primer bersih yang diambil/dimanfaatkan oleh manusia. dan konsentrasi nutrien yang terdapat di dalam suatu perairan. telur. irigasi. Produktivitas atau produksi berbeda dengan hasil panen. sehingga manusia dapat memaksimalkan hasil panen.atas produktivitas kasar dan bersih.1 Pengaruh Faktor – Faktor Oseanografi Terhadap Produktivitas Primer Sebaran berdasarkan klorofil-a kedalaman di laut bervariasi Variasi secara tersebut geografis maupun oleh perairan. hujan di daratan. pengendalian hama. yang dapat berupa pemberian pupuk. Di Laut. Pada dasarnya alam akan memaksimalkan produktivitas bruto. serta rendah di perairan lepas pantai. Tingginya sebaran konsentrasi klorofil-a di perairan pantai dan pesisir disebabkan karena adanya suplai nutrien dalam jumlah besar melalui run-off dari daratan. dan lain lain. manusia juga dapat memperoleh hasil panen yang dapat berupa daging. sedangkan rendahnya konsentrasi klorofil-a di perairan lepas . Laju produktivitas akan tinggi bilamana faktor-faktor lingkungan cocok atau optimal. pengolahan tanah. sebaran klorofil-a lebih tinggi konsentrasinya pada perairan pantai dan pesisir. misalnya berupa ombak di lautan. Pemberian bantuan energi dari luar atau subsidi energi juga dapat meningkatkan produktivitas. Produktivitas sekunder pada dasamya adalah asimilasi pada aras atau tingkatan konsumen. 2. Dari produktivitas sekunder. Manusia juga memerlukan produktivitas sekunder. atau susu. angin. sedangkan manusia berupaya memaksimalkan produktivitas bersih. Produktivitas atau produksi adalah sebagaimana dijelaskan sebelumnya.8. Subsidi energi banyak dilakukan oleh manusia terhadap ekosistem pertanian. Subsidi energi juga dapat terjadi secara alami. Produksi pada pertanian sebetulnya adalah hasil panen. diakibatkan perbedaan intensitas cahaya matahari.

seperti bagaimana sebaran faktor fisik-kimia perairan. . disamping itupula juga dipengaruhi oleh massa air Lautan Pasifik yang melintasi perairan Indonesia menuju Lautan Hindia melalui sistem arus lintas Indonesia (Arlindo). salinitas. Dimana pada musim barat. Dengan melihat akan keberadaan perairan Indonesia dimana karena adanya perbedaan pola angin yang secara langsung mempengaruhi pola arus permukaan perairan Indonesia dan perubahan karakteristik massa diduga dapat mengakibatkan terjadinya perubahan terhadap tingkat produktivitas perairan. Namun pada daerah-daerah tertentu di perairan lepas pantai dijumpai konsentrasi klorofil-a dalam jumlah yang cukup tinggi. 1984). Keadaan ini tergantung pada berbagai hal. 1961). Perairan Indonesia yang dipengaruhi oleh sistem pola angin muson memiliki pola sirkulasi massa air yang berbeda dan bervariasi antara musim. dimana massa air dalam mengangkat nutrien dari lapisan dalam ke lapisan permukaan (Valiela. massa air umumnya mengalir ke arah timur perairan Indonesia.pantai karena tidak adanya suplai nutrien dari daratan secara langsung. dan sebaliknya ketika musim timur berkembang dengan sempurna suplai massa air yang berasal dari daerah upwelling di Laut Arafura dan Laut Banda akan mengalir menunju perairan lndonesia bagian barat (Wyrtki. dan kandungan nutrien. Tisch et al. oksigen terlarut. Perbedaan suplai massa air tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan terhadap kondisi perairan yang akhirnya mempengaruhi tinggi rendahnya produktivitas perairan. Untuk itu perlu dilakukan analisa untuk mempelajari dan menelaah pengaruh faktor-faktor oseanografi terhadap sebaran fisik-kimia perairan dan keterkaitannya terhadap tingkat konsentrasi klorofil-a. (1992) mengatakan perubahan kondisi suatu massa air dapat diketahui dengan melihat sifat-sifat massa air yang meliputi suhu. Keadaan ini disebabkan oleh tingginya konsentrasi nutrien yang dihasilkan melalui proses fisik massa air. Sirkulasi massa air perairan Indonesia berbeda antara musim barat dan musim timur.

yaitu: a) lapisan homogen pada permukaan perairan atau disebut juga lapisan permukaan tercampur. sedangkan kedalaman lapisan termoklin dalam suatu perairan didefinisikan sebagai suatu kedalaman atau posisi dimana gradien suhu lebih dari 0. Menurut McPhaden and Hayes (1991). dan faktor-faktor fisika yang terjadi di dalam kolom perairan. kecepatan angin.1 oC/m (Ross. seperti presipitasi. Berdasarkan gradien suhu secara vertikal di dalam kolom perairan. evaporasi dapat meningkatkan suhu kira-kira sebesar 0.2. intensitas cahaya matahari. Suhu permukaan laut tergantung pada beberapa faktor.1 oC pada lapisan permukaan hingga kedalaman 10 m dan hanya kira-kira 0. 1970). Menurut Lukas and Lindstrom (1991). 1961).8. c) lapisan di bawah termoklin dengan kondisi yang hampir homogen. Pemanasan tersebut mengakibatkan terbentuknya stratifikasi di dalam kolom perairan yang disebabkan oleh adanya gradien suhu. Disamping itu Lukas and Lindstrom (1991) mengatakan bahwa perubahan suhu permukaan laut sangat tergantung pada termodinamika di lapisan permukaan tercampur. kedalaman setiap lapisan di dalam kolom perairan dapat diketahui dengan melihat perubahan gradien suhu dari permukaan sampai lapisan dalam.2 Karakteristik Air Laut  Suhu Laut tropik memiliki massa air permukaan hangat yang disebabkan oleh adanya pemanasan yang terjadi secara terus-menerus sepanjang tahun. Wyrtki (1961) membagi perairan menjadi 3 (tiga) lapisan. dimana suhu berkurang secara perlahan-lahan ke arah dasar perairan. sedangkan evaporasi dapat meningkatkan suhu permukaan akibat adanya aliran bahang dari udara ke lapisan permukaan perairan. Presipitasi terjadi di laut melalui curah hujan yang dapat menurunkan suhu permukaan laut. b) lapisan diskontinuitas atau biasa disebut lapisan termoklin. Daya . Lapisan permukaan tercampur merupakan lapisan dengan gradien suhu tidak lebih dari 0. evaporasi.12 oC pada kedalaman 10 – 75 m.03oC/m (Wyrtki.

Sistem angin muson yang terjadi di wilayah Indonesia dapat berpengaruh terhadap sebaran salinitas perairan. Terjadinya upwelling yang mengangkat massa air bersalinitas tinggi di lapisan dalam juga mengakibatkan meningkatnya salinitas permukaan perairan.  Salinitas Sebaran salinitas di laut dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pola sirkulasi air. salinitas perairannya tinggi. Pengadukan di dalam lapisan permukaan memungkinkan salinitas menjadi homogen. Di perairan laut lepas. adveksi vertikal dan entrainment dapat mengakibatkan perubahan terhadap kandungan bahang dan suhu pada lapisan permukaan. Menurut Wyrtki (1961). Kedua faktor tersebut bila dikombinasi dengan faktor angin yang bekerja pada suatu periode tertentu dapat mengakibatkan terjadinya upwelling. penguapan. sedangkan sebaran secara vertical umumnya disebabkan oleh tiupan angin yang mengakibatkan terjadinya gerakan air secara vertikal. Secara vertikal nilai salinitas air laut akan semakin besar dengan bertambahnya kedalaman. baik secara vertikal maupun secara horisontal. Angin yang berhembus dengan kencang dapat mengakibatkan terjadinya percampuran massa air pada lapisan atas yang mengakibatkan sebaran suhu menjadi homogen. curah hujan dan aliran sungai. Perairan dengan tingkat curah hujan tinggi dan dipengaruhi oleh aliran sungai memiliki salinitas yang rendah sedangkan perairan yang memiliki penguapan yang tinggi. Menurut McPhaden and Hayes (1991). turbulensi. dan entrainment dapat mengakibatkan terjadinya perubahan pada lapisan tercampur serta kandungan bahangnya. angin sangat menentukan penyebaran salinitas secara vertikal. Selain itu pola sirkulasi juga berperan dalam penyebaran salinitas di suatu perairan. Upwelling menyebabkan suhu lapisan permukaan tercampur menjadi lebih rendah. sistem angin muson menyebabkan terjadinya musim hujan dan . aliran buoyancy. Pada umumnya pergerakan massa air disebabkan oleh angin. Secara horizontal berhubungan dengan arus yang membawa massa air.gerak berupa adveksi vertikal.

Laut Jawa memiliki massa air dengan salinitas rendah yang diakibatkan oleh adanya run-off dari sungai-sungai besar di P. presipitasi. Pada Musim Timur terjadi penaikan massa air lapisan dalam (upwelling) yang bersalinitas tinggi ke permukaan di Laut Banda bagian timur dan menpengaruhi sebaran salinitas perairan. Distribusi densitas berhubungan dengan karakter arus dan daya tenggelam suatu massa air yang berdensitas tinggi pada lapisan permukaan ke kedalaman tertentu. Sumatra. P. Penyebab utama dari proses . sedangkan pada Musim Timur. Interaksi antara sistem angin muson dengan faktorfaktor yang lain.panas yang akhirnya berdampak terhadap variasi tahunan salinitas perairan. tingginya salinitas dari Laut Banda yang masuk ke Laut Flores mengakibatkan meningkatnya salinitas Laut Flores. evaporasi. Densitas air laut tergantung pada suhu dan salinitas serta semua proses yang mengakibatkan berubahnya suhu dan salinitas. hujan. Selain itu juga di pengaruhi oleh arus yang membawa massa air yang bersalinitas tinggi dari Lautan Pasifik yang masuk melalui Laut Halmahera dan Selat Torres. Kalimantan. salinitas perairan rendah pada Musim Barat sebagai akibat dari pengaruh masuknya massa air Laut Jawa. dan P. Pengaruh sistem angin muson terhadap sebaran salinitas pada beberapa bagian dari perairan Indonesia telah dikemukakan oleh Wyrtki (1961). Di Laut Flores. Perubahan musim tersebut selanjutnya mengakibatkan terjadinya perubahan sirkulasi massa air yang bersalinitas tinggi dengan massa air bersalinitas rendah. dan perbedaan secara horisontal yang disebabkan oleh arus. dan sirkulasi massa air dapat mengakibatkan distribusi salinitas menjadi sangat bervariasi.  Densitas air laut Distribusi densitas dalam perairan dapat dilihat melalui stratifikasi densitas secara vertikal di dalam kolom perairan. Jawa. seperti run-off dari sungai. run off dari daratan serta meningkat jika terjadi evaporasi dan menurunnya suhu permukaan. Densitas permukaan laut berkurang karena ada pemanasan. Sebaran densitas secara vertikal ditentukan oleh proses percampuran dan pengangkatan massa air.

Lukas and Lindstrom (1991). Organisme Autotrof yaitu organisme yang menggunakan bahan organik dari perairan yang produktivitasnya berasal dari autochthonous dan allochthonous. BAB III PENUTUP 3. mengatakan bahwa pada tingkat kepercayaan 95 % terlihat adanya hubungan yang positif antara densitas dan suhu dengan kecepatan angin. . Secara umum densitas meningkat dengan meningkatnya salinitas. tekanan atau kedalaman.1 Kesimpulan Produktivitas Primer Laut ialah laju pembentukan senyawa-senyawa organik yang kaya energi dari senyawa-senyawa anorganik. Tinggi rendahnya produktivitas primer perairan dapat diketahui dengan melakukan pengukuran terhadap biomassa fitoplankton dan konsentrasi klorofil-a dimana kedua metode ini dapat diukur secara langsung di lapangan. Di laut khususnya laut terbuka. fitoplankton merupakan organisme autotrof utama yang menentukan produklivitas primer perairan.tersebut adalah tiupan angin yang kuat. dimana ada kecenderungan meningkatnya kedalaman lapisan tercampur akibat tiupan angin yang sangat kuat. dan menurunnya suhu.

Barber. Chavez. Wright. Institut Pertanian Bogor. Distribution of Chlorophyll-a in the Banda Sea by the End of Upwelling Season. Lewis. 1975. J. and R. T. J.. Park. Dinamika Perairan di Selatan Jawa Timur – Bali pada Musim Timur 1990.. T. . An Estimate of New Production in the Equatorial Pacific. Penerbit Jembatan. Brown. A. 1989. Laut Nusantara. Nontji. J. Barber. 1987. J. Photosynthetic Characteristics and Estimated Growth Rates Incate Grazing is the Proximate Control of Primary Production in the Equatorial Pacific. D. and R. Cullen. C. Tesis. Open University.. Res... D. Davis.. 14:49-59. 97 (C1): 639 – 654. 1993. Marine Research in Indonesia. J.. M.. Nontji. M. Colling. J. Jakarta. P. Y. 34:1229-1243. O. 1992. A. A. Rothery. Deep-Sea Res. Geophys. 1998.DAFTAR PUSTAKA Bakti. Phillips. R. Ocean Chemistry and Deep Sea Sediments. F.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->