Mitologi Yunani

ZEUS Sang Raja Petir Penguasa Jagat Raya
Penguasa jagat raya, pengendali cuaca, bos para dewa-dewi dan manusia : Zeus adalah dewa pemimpin Pantheon (Kuil kuno di Roma yang dipersembahkan kepada semua dewa) pada zaman Yunani kuno. Tempat-tempat pemujaannya beragam, mulai dari rumah tangga biasa hingga Olympia, kuil pemujaan terbesar. Arti pentingnya tecermin dalam berbagai bab buku-buku beragam pemuja yang dipersembahkan kepadanya. Begitu juga yang bias kita jumpai dalam buku-buku agama, serta mitlogi Yunani. Buku ini, mungkin adalah karya pertama yang mencoba menangkap segala pemujaan terhadap Zeus, dalam berbagai aspeknya, serta menyajikannya dalam sebuah karya utuh. Dalam sebuah studi yang komprehensif dan mendalam, Ken Dowden menyajikan hasil penelitiannya tentang pada dewa-dewi itu bagi kita yang hidup di sebuah milenium yang sama sekali baru. Legenda, kultus dan seni dicermati, sebagaimana filosofi, drama, teologi, lukisan dan banyak lainnya. Zeus tidak sekadar dipandang sebagai dewa Yunani itu sendiri, tetapi juga sebagai dewa dunia Mediterania yang berkembang serta Roma,

ketika ia menjadi ‘Yupiter’-nya. Pentingnya Zeus dalam periode masa pertengahan dan zaman modern didiskusikan dalam bagian pembuka. Buku ini berisi ilustrasi yang beragam, bagan-bagan dan peta serta menyediakan pengenalan yang menyeluruh dan dapat diterima, selain ilmiah, tentang sang dewa penguasa Kuil Pantheon Yunani. Ken Dowden adalah Profesor Sastra Yunani dan Romawi Kuno, dan Direktur Institut Arkeologi dan Kepurbakalaan di University of Birmingham.

DAFTAR ISI Rangkaian Prakata ix Daftar peta xiii Daftar ilustrasi dan kredit xv Kata pengantar xix Tabel kronologis xxiii Peta Yunani dan wilayah-wilayahnya xxvi MENGAPA ZEUS? 1 MEMPERKENALKAN ZEUS 3 Bukti untuk Zeus 4 Menjelaskan Zeus 8 Selayang Pandang: Impresi pertama dari Zeus 16 TEMA-TEMA KUNCI 19

1 MEMBAYANGKAN ZEUS 21 Ikhtisar 27 2 HUBUNGAN ZEUS DENGAN DEWA-DEWI DAN KEFANAAN 28 Zeus dalam Zaman Perunggu 28 Ayah, saudara, suami 29 Kelahiran dan kematian Zeus 32 Titanomachy, Taifun, Gigantomachy 35 Aktivitas seksual Zeus 39 Ikhtisar 52 vi KONTEN 3 ZEUS DARI CUACA KE NASIB 54 Cuaca, halilintar 54 Gunung 57 Pengendalian waktu dan kejadian 61 Ikhtisar 64 4 ZEUS DAN TATANAN MASYARAKAT 65 Athena 65 Pusat Zeus 67 Raja-raja dan penghakiman Zeus 72 Raja-raja bersejarah 76 Kebutuhan pihak luar: orang asing, pemohon, sumpah 78 Zeus di rumah: berdoa, minum dan bersumpah 80 Ikhtisar 84

dan penyair kuno 86 Pemikir pra-Socrates 91 Panggung tragis 92 Zeus dalam Plato dan Aristoteles 95 Beberapa penyair Hellenistik 97 Orang sabar dan lainnya: alegori dan euhemerisme 99 Sinkretisme 106 Pemikiran Yunani mengenai Yupiter Roma 108 Ikhtisar 112 ZEUS SESUDAHNYA 115 6 FRASE SEJARAH 117 Kekristenan mengakhiri Zeus? 118 Yupiter di Eropa Barat 500–1200 120 Era 1200. 1300-an: kebangunan kembali sebelum Renaisans 123 Zeus dan Renaisans 128 Senjakala Dewa Dewi 134 KONTEN vii Catatan 137 Bacaan lanjutan 144 Kutipan 147 .5 BERPIKIR TENTANG ZEUS 86 Visi Homer.

seniman. serta Apollo dan budaya ‘peran’: lihat C. Tetapi ia juga mempunyai tujuan lain. adalah pantas untuk memulainya lebih dulu dengan dewa-dewi. Dengan pengecualian tertentu. novelis. walaupun bagi orang Yunani dan Roma mereka adalah makhluk nyata dalam sistem yang secara harfiah terdiri dari ratusan kekuatan kekekalan. Keakraban dewa-dewi dan para pahlawan berisiko mengaburkan perbedaan vital antara pemaknaan modern dan tujuan serta fungsi kuno. pembuat film dan desainer. Lakon Yunani yang berkepanjangan daya tariknya telah memastikan keberlanjutan familiaritas dengan pengalaman dan penderitaan si pelaku utama. Surat 1. The Gods of Management: who they are. (Demosthenes. yakni untuk mengeksplorasi keeksotikan mereka. Banyak yang berfungsi sebagai sumber inspirasi kreatif bagi penyair. Ini berkisar dari dewa-dewi utama. . Bahkan manajemen dunia telah menggunakannya sebagai perwakilan dari corak berbeda: Zeus dan budaya ‘klub’ misalnya. 1978). pengarang. how they work and why they fail (London. menunjukkan dewa-dewi kuno terus berpotensi menjadi sesuatu yang bersifat simbol. masyarakat saat ini tidak memujanya.Prakata Untuk seseorang yang hendak memulai sembarang diskursus serius atau tugas. Handy. Serial ini menekankan dengan bagaimana dan mengapa para figur ini terus mengagumkan serta menggugah rasa ingin tahu. University of Lincoln.1) DEWA-DEWI DAN PAHLAWAN Dewa-dewi dan para pahlawan dari wilayah purba-klasik merupakan bagian dari budaya kita. sementara pilihan Minerva sebagai logo salah satu universitas terbaru Inggris.

Warga Yunani dan Romawi memuja begitu banyak sesembahan dewa. yang berpenampilan. tetapi hanya beberapa yang langsung . tetapi sebagai yang abadi.masing-masing darinya disembah dengan banyak samaran melalui julukan-julukan atau ‘nama keluarga’. tidak terikat oleh kondisi manusia. dibentuk sebagian besar sebagaimana pada keyakinan yang sudah diKristen-kan tentang Tuhan yang maha hadir dan transenden yang secara moral adalah baik. hingga para pahlawan–individu-individu yang telah meninggal dunia dan diasosiasikan dengan komunitas lokal–sampai pada figur lain seperti daimon dan bidadari atau peri. baik pria maupun wanita. masing-masing memiliki kekuatan terbatas: bahkan pada kedaulatannya. dengan akibat di mana kita tidak seharusnya mengharapkan menemukan sosok dengan esensi yang seragam. Guna berpegangan pada dunia ini. Memelajari paganisme kuno melibatkan penemuan strategi untuk memahami dunia di mana segalanya. Zeus/Yupiter. penyembahan berhala kuno terbuka terhadap keberlanjutan interpretasi ulang. dan Artemis/Diana: dewi perburuan dan seterusnya). berbagi kendali atas alam semesta dengan saudaranya Poseidion/Neptune (laut) dan Hades/Pluto (dewa kematian/neraka). berperilaku dan menderita seperti laiknya manusia. Jauh dari menjadi yang maha kuasa. Adalah lazim untuk memulai cerita tentang panteon dengan daftar dari dewa-dewi utama beserta dengan fungsinya (Hephaistos/Vulcan: keahlian. Lanskap ini berbintik-bintik dengan tempat perlindungan. pohon dan sungai dipandang dihuni oleh hal-hal yang bersifat keagamaan. sementara gambaran alami seperti pegunungan. Tidak dilengkapi dengan kredo atau dogma atau segala sesuatu seperti sebuah gereja yang terorganisir. ‘dipenuhi oleh dewa-dewi’. dalam kata-kata Thales yang seringkali dikutip. diperlukan untuk meminggirkan prakonsepsi kita tentang keilahian. Aphrodite/Venus: dewi cinta.

1896–1909) dan tiga volume besar A. ilmu pengetahuan sebagian besar mengambil bentuk penelitian dewa-dewi dan pahlawan individual. Julukannya termasuk Hetaira (‘kesopanan’) dan Porne (‘prostitusi’). Hingga pertengahan abad ke-20. Farnell atas mayoritas dewa-dewi dalam Cults of the Greek States (5 volume. Zeus (Cambridge. Pendekatan ini telah terbentuk sebagian sebagai respons terhadap dua pola berbeda dalam riset sebelumnya. Kerényi dalam investigasinya mengenai dewa-dewi sebagai pola mula-mula Jungian.demikian. Aphrodite.R. terutama (dan dalam karya terdekat yang ada bagi seri yang seragam) K. tetapi juga membuktikan peran bervariasi sebagai patron dari raga penduduk (Pandemos: ‘dari seluruh rakyat’) dan pelindung mereka yang berlayar di laut (Euploia. London 1976). di bawah pengaruh strukturalisme Prancis. seri tidak hanya berisikan biografi dari masing-masing dewa atau pahlawan (meskipun yang sedemikian pernah dicobakan di masa lalu). walaupun fungsinya ini adalah yang vital. Banyak karya menghasilkan penilaian detail dari isu-isu seperti asal-mula.B. Mengakui keberagaman ini. mitologi dan kultus dari masing-masing sosok. Oxford. Cook. bagian terkemudian dari abad tersebut menyaksikan pergeseran yang disengaja dari riset mengenai dewa-dewi dan pahlawan tertentu menuju suatu investigasi dari sistem di mana mereka menjadi . ini termasuk pemeriksaan L. termasuk Prometheus: archetypal image of human existence (English trans. Pontia. Secara berlawanan. Lainnya menerapkan teori perkembangan terhadap studi dewa-dewi dan pahlawan. London 1963) dan Dionisus: archetypal image of the indestructable life (English trans. jauh lebih dari sekadar dewi cinta. misalnya. tetapi pada investigasi ke dalam berbagai segi aspek-aspek di dalam dunia kompleks paganisme kuno. Limenia). 1914–40).

127–75). panteon muncul untuk direpresentasikan sebagai jaringan logis dan saling bertalian di mana berbagai kekuatan secara sistematis saling bertentangan satu sama lain. pada dewa-dewi tertentu meliputi Artemis. le couteau en main: une approche expérimentale du polythéisme grec (Paris. karya Detienne. hingga pustaka Renaisans serta studi kebudayaan. Seri ini dimaksudkan bagi pembaca umum yang tertarik sebagaimana memperlengkapi kebutuhan siswa dalam berbagai bidang mulai dari agama dan mitologi Yunani dan Romawi. Myth and Thought Among the Greeks. yakni Apollon. Dipicu oleh keyakinan bahwa studi terisolir terhadap dewa-dewi tidak dapat mengerjakan keadilan terhadap dinamika agama purba. yang paling terbaru. konsep Yunani atas ruang menunjukkan penahbisan melalui oposisi antara Hestia (dewi perapian–tempat yang menetap) dan Hermes (dewa perniagaan yang bepergian–ruang yang dapat berpindah: Vernant. dapat diterima dan memberi penyegaran atas subjek ini melalui tiga bagian utama. dewa-dewi sebagai entitas individual jauh dari penyianyiaan. Namun. 1998). seri ini berusaha mendapatkan bagian tengah bumi. Dionisos dan Apollo: lihat. misalnya. Vernant. 1983. kesusasteraan klasik dan antropologi. Perkenalan membawakan .-P. Masing-masing buku menyajikan catatan otoritatif. Detienne. ia menaruh perhatian pada keberartiannya sebagai kekuatan di dalam kolektivitas hal-hal keagamaan. Gods and Heroes of the Ancient World memancarkan cahaya baru pada banyak dari hal-hal keagamaan yang paling penting dalam kepurbakalaan klasik. Dalam studi klasik oleh J. ia juga menyediakan rute menuju pemahaman politeisme Yunani dan Romawi dalam abad ke-21. London. Sementara mendekati subjeknya sebagai individu yang unik (jika berbeda).bagiannya. sebagaimana mungkin dapat dijadikan contoh melalui hasil karya Vernant. Dalam sebuah pemaknaan. dan koleganya M.

Untuk kenyamanan dan konsistensi. Kerja keras dan efisiensi penggantinya.mengenai apa itu dewa dan pahlawan yang patut memeroleh perhatian tertentu. Anotasi bibliografi memadukan penelitian di masa lalu dan mengindikasikan bacaan lanjutan yang berguna. yang (benarbenar) memimpikan seri ini dan yang ketuntasan serta motivasinya membawa buku ini mendekati penerbitannya. Mengenali peninggalan mitologi tersebut merupakan faktor kunci dalam keberlanjutan daya tariknya. asisten editorial sampai 2004. penyambutan masing-masing figur sejak zaman baheula membentuk subjek dari bagian ketiga buku. pemilihan tersebut sebagian merefleksikan penggunaan di masa lampau dalam istilah Yunani theos (‘dewa’) yang digunakan juga untuk dewi perempuan. termasuk (dengan tingkatan bervariasi) asal-mula. kecuali untuk kata-kata yang sudah terkenal dalam Latin-nya. Richard Stoneman. Untuk kenyamanan. Pembaca anonim untuk tiap proposal telah memberikan nasihat yang jujur dan sangat membantu. sementara komitmen penulis untuk memajukan ilmu pengetahuan . telah mensupervisi kemajuan buku ini menuju publikasi. kultus dan representasi dalam kesusasteraan dan seni. Volume tersebut meliputi ilustrasi dari masing-masing dewa/pahlawan dan secara bersesuaian bagan waktu. mitos. dan terminologi waktu BC/AD digunakan daripada BCE/CE. telah menyediakan dukungan dan keahlian dengan sepenuhnya. dan editor kesusasteraan klasik dari Routledge. pengejaan Yunani digunakan untuk nama-nama kuno. walaupun (dengan dengan permintaan maaf untuk bahasa yang didominasi gender laki-laki). istilah maskulin ‘dewa’ dan ‘pahlawan’ telah diseleksi untuk judul seri. pohon keluarga dan peta. Matthew Gibbons. Ini diikuti oleh bagian sentral yang memperkenalkan tema-tema dan gagasan kunci. Saya berutang kepada Catherine Bousfield.

sembari menghasilkan karya yang dapat diterima untuk subjek bersangkutan telah membuat menjadi suatu suka cita untuk bisa bekerja bersama mereka.). Die Werkstatt des Pheidias in Olympia. Lukisan oleh F. © Foto: RMN – Hervé Lewandowski. Museum Nasional Arkeologi. 2 ‘Werkstattfunde’ [Olympische Forschungen xviii]. dari W. Paris. Reproduksi dengan izin Kementerian Kebudayaan Yunani. Schreiber (ed. Bohn. Roehampton University. 6–7 2 Zeus Keraunios (LIMC Zeus 29e). Schiering. Tafel XII.1. étr. 24 4 Zeus dari Pheidias. Interior cangkir Laconian dari Caere oleh Pelukis Naucratis. Reproduksi dengan izin dari pemegang hak cipta. Schiering. Susan Deacy. Juni 2005 DAFTAR PETA Peta 1 Wilayah daratan Yunani xxvi Peta 2 Kreta: Mitologi dan kultus Zeus 33 Map 3 Kota-kota Boeotia 71 DAFTAR ILUSTRASI DAN KREDIT 1 Pemandangan Olympia. Leipzig 1885. Adler and W. Louvre E668. . 93CE620. Athena no. Antiquités grecques. Hak Cipta. 23 3 Zeus dan rajawalinya (LIMC Zeus 45). Patung perunggu dari Olympia. dari Th. 6195. Rekonstruksi oleh R. Louvre. Kementerian Kebudayaan Yunani. Kulturhistorischer Bilderatlas.

Kunze. Walter de Gruyter. 37 6 Zeus dalam peperangan melawan Gigantes. Dua dekorasi dari pelindung penutup yang ditemukan di Olympia dan berasal dari abad ke-6 SM. krater oleh pelukis Triptolemos. Inventori 9351. 72. Gambaran oleh H. GmbH. 490/80 SM (LIMC Danae 1). sarkofagus Romawi. Berlin 1950. Foto: Claire Niggli. abad kedua masehi (LIMC Ganymede 109). Archäische Schildbänder: ein Beitrag zur frühgriechischen Bildgeschichte und Sagenüberlieferung [Olympische Forschungen ii]. Ferrara. Berlin & New York 1991.neg.d. 450 SM (LIMC Gigantes 312). 38 7 Danae menerima hujan emas. Roma. Reproduksi dengan izin Deutsches Archäologisches Institut. 51 9 Ganymede dan rajawali. dari E. Inst. Direpro dengan izin dari Soprintendenza per i Beni e le Attività Culturali. 460/50 SM (LIMC Ganymede 44).b dan 6 I. Direpro dengan izin Deutsches Archäologisches Institut. Bologna. Dr Wolfgang Schiering dan Verlag Walter de Gruyter & Co. Direpro dengan izin dari pemegang hak cipta. c. Direpro dengan izin dari pemegang hak cipta. Inventori 1602. St Petersburg. Museo Archeologico Nazionale. Direpro dengan izin dari pemegang hak cipta. Deutsches Archäologisches Institut.Walter de Gruyter. kawah kelopak dalam gaya pelukis Niobid. Schleif. c. reproduksi atau duplikasi lebih jauh dengan semua cara dilarang. 52 . Inventori Lu51. 47 8 Zeus merayu Ganymede. 25 5 Zeus dan Taifun. Antikenmuseum Basel und Sammlung Ludwig. cangkir merah oleh Pelukis Penthesilea. GmbH. State Hermitage Museum.583. c. Berlin dan kesepakatan Prof. halaman 141. Berlin dan kesepakatan dari Verlag Walter de Gruyter & Co. Tafel 30 X.

1507 (Perpustakaan Universitas Glasgow. Zeus. 1. daripada sebuah buku pendek tentang Zeus yang ditujukan secara luas tetapi dengan diskriminasi jumlah pembaca? Jawabannya . 113 13 Lukisan dari ukiran kayu oleh Conrad Celtes dalam Petrus Tritonius. udara dan Olympus. pertengahan 1530-an (National Gallery. 57 11 Impresi Zeus ditakhtakan dari Dion.10 Personifikasi udara lapisan atas (aether). Direpro dengan izin dari pemegang hak cipta. 130 14 Giulio Romano. The Infant Zeus Guarded by the Corybants on Crete. bagi seseorang yang telah menghabiskan masa kerjanya dalam agama Yunani dan mitologi. Inventori A-399. Direpro dengan izin dari pemegang hak cipta. State Hermitage Museum. halaman 100 (Cambridge University Press). St Petersburg. Disketsakan lagi dengan kesepakatan. Inventori NG624. Cook. Awal abad pertama masehi.B. Augsburg. Melopoiae. 59 12 Kaisar Augustus dilukiskan sebagai Zeus dari Pheidias. London). Departemen Koleksi Khusus). digambar oleh Harry Buglass (University of Birmingham). vol. Direpro dengan izin dari National Gallery Picture Library. 131 Kata Pengantar Apa yang dapat lebih mudah untuk dituliskan. setelah digambarkan dalam A. 1914.

di tengah penyembahan rakyat Yunani terhadap Zeus yang universal. bahkan peta sejarah yang dipampangkan. atau rakyat Romawi yang ingin berpikir mengenai Yupiter yang riil. tetapi disesuaikan dengan kondisi lokal dan sangat kaya: adalah berarti apa yang mereka lakukan di dalam Boeotia di Daidala Agung setiap 59 tahun atau di pesta muram Zeus Laphystios. Saya akan merasa bahagia jika para pembaca . dan dihormati oleh dewa-dewi terbesar Yunani ini. Dalam menulis mengenai mitologi. serta mendapatkan pengertian nyata dari posisi seni atau tanpa mengamati dengan serius apa yang disembah. Kita selanjutnya menyapu ke dalam sejarah dari rakyat Indo-Eropa yang darinya kita dapat merasakan penyembahan ilah mereka Dyeus pәter dalam milenium keempat sebelum masehi hingga pada nama-nama nan elok di mana para insinyur perangkat lunak komputer mengadopsinya guna memasarkan ‘solusi’ komputasi yang canggih dan sulit dipahami seiring milenium ketiga masehi kita dimulai. atau rakyat Suriah yang menyembah dewa Baal. adalah menjadi tidak terhindarkan. Tidak ada pengetahuan tentang Zeus tanpa mengkonfrontasi detail mitologi dan kesusasteraan. Ada banyak yang hendak diungkapkan dan kemudian saya mohon maaf jika sebagian di antaranya merupakan hal-hal yang keras. saya menyatakan bahwa tidak ada tatanan yang benar mengenai bagaimana menghantarkan materi seperti itu. Yang terbaik seseorang dapat mencapai retorika sukses. Buku ini terutama yang sulit dan saya telah menulisnya paling tidak tiga kali dengan tatanan yang berbeda. dipuja. Tidak ada rumah setengah jadi–Zeus tingkat menengah adalah mustahil. Jadi pemahaman geografi dan kronologi. Di antaranya. Adalah penting juga bagaimana Zeus menyebar kepada bangsa-bangsa yang baru tiba di dunia yang diakui oleh kebudayaan Yunani.adalah ‘hampir segalanya’.

Adalah keajaiban kita dapat mempunyai literatur mereka setelah melampaui masa yang begitu panjang dan bisa datang begitu dekat guna menciptakan ulang dunia mereka beserta hal-hal penting besertanya. lebih luas daripada segala kemampuan yang kita miliki. mengenai bagaimana Zeus menyesuaikan bersama-sama. yang cocok untuk game komputer. Saya sadar atas banyak kelemahan saya dan berkeinginan untuk dapat memberikan perhatian lebih terutama pada ikonografi dan terhadap arkeologi. peran model dan tanpa pikiran terhadap mitologi tersebut. Sebagian dari material ini menjadi begitu ilmiah. saya tidak akan mundur walaupun satu halaman tunggal buku ini demi membuka kesempatan. sebuah ikhtisar. Ini adalah dunia keseluruhan. atau memandang rendah siapa yang memperlakukan mereka sebagai rakyat dunia fantasi. Saya percaya pada suara otentik rakyat dari masa silam yang jauh. membumilah kepada tiap kata yang mereka pakai. Menulis buku sejenis ini membutuhkan keahlian yang meluas. pada kurun waktu tertentu yang diberikan. aspek demi aspek. dan ketegangan-ketegangan . Tetapi dengan itikad terbaik di dunia. seperti masyarakat kebanyakan lainnya saat ini.merasa bahwa buku ini menghantarkan pemahaman ke depan tentang sejarah sembari mengelompokkan tema-tema seiring diberikannya catatan yang sinkron. tetapi banyak juga dari apa yang hari-hari ini kita akan menyebutnya sebagai budaya rakyat. Warga Yunani adalah masyarakat. Tetapi rakyat Yunani kuno harus diselamatkan dari banyak hal malang–misalnya kematian keturunan yang akan dipandang menyempurnakan seluruh rakyat Yunani. apakah pada masa-masa Yunani atau Romawi atau dalam zaman pertengahan (dan saya percaya untuk membiarkan mereka berbicara bagi dirinya sendiri). Semua bangsa berhak mendapatkan penghormatan.

Paris dan Glasgow yang telah berarti banyak bagi saya. seringkali melampaui panggilan tugas. terima kasih pada sejarah Kristen kita. Berlin. sesuatu yang secara kategori berbeda dan melampaui pemahaman manusia–dan itulah apa yang dilakukan agama berdasarkan catatan milik mereka sendiri–maka agama Zeus berjuang lebih keras daripada sebagian besar lainnya. kepada putera saya James Dowden untuk kerja cepatnya yang heroik untuk membuatkan indeks. Saya juga berterima kasih kepada para pembaca anonim (terutama pada tahap desain) dan kepada Susan Deacy dan Catherine Bousfield atas kesabaran mereka serta kritiknya yang konstruktif. Roma. Saya tidak secara pribadi menyumbang kepada isi bagian dalam dari segala agama. telah diperlakukan sebagai koleksi adat-istiadat yang menarik dengan tanpa isi di dalamnya. Biarlah buku ini menjadi persembahan tanpa darah kepadanya! Ini juga menjadi sebuah persembahan kepada mereka yang telah begitu baik kepada saya dalam membuat buku ini dapat bersama-sama menjadi satu bagian utuh. oleh teman-teman budaya Eropa di Bologna. maupun umat manusia. Tetapi jika sebuah agama berpandangan ia menjangkau untuk sesuatu yang lain. Universitas Birmingham Malam Natal 2004 . Heidelberg. kepada Geraldine Martin untuk ketabahannya yang tidak dapat diganggu dalam memecahkan masalah-masalah yang muncul dalam tahap produksi. tetapi berkomitmen kepada dewa-dewi mereka dan kepada dewa tertinggi mereka.yang khas pada komunitas mereka mengkataliskan fenomena budaya di mana kita berutang banyak dalam tradisi Eropa. Betapapun. bantuan praktis dan anggur yang memadai. Ilustrasi-ilustrasi terutama telah menjadi mimpi buruk dan membutuhkan intervensi kunci. dan kepada Ken dan Diana Wardle untuk koreksi. St Petersburg. agama mereka. Rakyat Yunani tidak melewati pergerakan humanis.

terutama yang lebih awal. Periode Sebelum Yunani 3500–2100 SM Zaman Perunggu (Minoan di Kreta. berlangsung. dan mengenai kapan ketika suatu kejadian.TABEL KRONOLOGIS Tabel ini didesain untuk membantu Anda mengikuti urutan kejadian-kejadian dan periode-periode. Mycenaean di Yunani) 2100–1200 SM Zaman Kegelapan 1200–776 SM Zaman Archaic 776–480 SM 776 700 700/650 630 600 546–510 Zaman Klasik 480/479 (diduga) Olimpiade pertama Hesiod. Theogony dan Works and Days Homer. Iliad dan Odyssey Puisi Mimnermos Puisi Alcaeus Tirani di Athena (Peisistratids) Rakyat Yunani mengalahkan Xerxes (Raja Persia) 800/700 Berakhirnya martabat raja di sebagian besar Yunani 1200 Tahun 3500 Event Perpecahan final komunitas dan bahasa Indo-Eropa Zeus di Knossos dan Pylos . Harap diperhatikan bahwa saya sebagian harus membuat keputusan sendiri mengenai kapan suatu periode dimulai dan berakhir. Tanggal yang tidak pasti untuk sebuah event berada dalam huruf miring.

480–323 SM 484–456 441–406 435 429–347 384–322 339–314 Lakon Aeschylus Lakon Euripides Patung Zeus oleh Pheidias dinobatkan Plato Aristoteles Xenokrates mengepalai Akademi Kematian Alexander Agung Zeno (pendiri Stoikisme/sikap tabah) Euhemeros Puisi Aratus Cleanthes (Stoik) Puisi dan lakon Ennius Kepurbakalaan Manusia dan Keilahian Varro Zaman Hellenistik (Yunani) 323 323–31 SM Republik (Roma) 509–31 SM 335–263 300 280–250 331–232 204–169 47 SM Kekaisaran. masa pagan 29–19 SM Aeneid dari Vergil 31 SM–312 M menjelang 8 M Metamorfosa Ovid 60-an 117–138 150 190–230 Kekaisaran. Kekunoan Akhir 312–567 312–337 391/2 393 426 Kompendium Mitologi Yunani oleh Cornutus Kaisar Hadrian Panduan Yunani dari Pausanias Tulisan-tulisan Tertullian Kaisar Konstantin Theodosius melarang kultus penyembahan berhala Olimpiade terakhir Kota Tuhan Agustinus . masa Kristen.

420–450 470 475 Zaman Pertengahan 567–1453 600–636 1200 1321 1360 1380 Renaisans 1453–1600 1499?–1546 1545 1550 1470-an Tulisan Macrobius dan Martianus Capella Mythologiae dari Fulgentius Zeus Pheidias hancur terbakar di Konstantinopel Uskup Isidore dari Seville Carmina Burana Komedi Ketuhanan Dante Genealogi Dewa-Dewi Pagan dari Boccaccio Griya Kemasyhuran Chaucer Edisi cetak Metamorfosa dari Ovid Pelukis Giulio Romano Danae (Naples) dari Titian Adegan mitologi fontainebleau (istana Henri II dari Prancis adalah Olympus Baru) Modern 1600–2005 1744 1876 Semele dari Handel Cincin Nibelung karya Wagner untuk pertama kalinya ditampilkan secara lengkap MENGAPA ZEUS? .

dewa langit yang memerintah di Gunung Olympus. penguasa halilintar. hypatos–paling mulia. jalan pendekatan. Bagi penganut monoteisme. terhadap satu Tuhan? Di atas segalanya. Apakah itu semua? Dari permulaan hingga pada akhirnya Zeus telah tidak kasat mata. buku-buku seni kuno.MEMPERKENALKAN ZEUS Zeus. Bagaimana rakyat Yunani menyembah ilah yang demikian kosong ini? Zeus menghujani. tetapi tidak ada yang tergenapi tanpa Zeus. dia pun marah. Beranikah kita berpikir bahwa Zeus masih eksis? Penganut politeisme. dia merencanakan semua. dan tanaman mereka tumbuh. mereka mendedikasikan trofi kepada Zeus Tropaios. terkadang dalam bentuk nyata di museum dan dari mitologi perzinahannya. Zeus mengeluarkan guntur. penuh gairah. sebagaimana Tua-tua dalam lakon Aeschylus. Penguasa dari segala pria dan dewa-dewi. Tetapi bagi kita Zeus adalah semata-mata fiksi: penuh warna. beroperasi pada sistem . kuat dan tidak bertanggungjawab. mengapa dia tidak menjadi jalan untuk membicarakan tentang. Kita tidak dapat dan mungkin tidak memahami pemikirannya. mereka yang percaya dengan banyak ilah. Agamemnon (1487). megistos. mereka tidak cukup memberi pengorbanan. Zeus yang unggul: kydistos. dia mengawasi semua. dia merupakan kekuatan perencana tunggal yang memberi makna bagi politeisme Yunani. Kita mengenal dia dari lukisan-lukisan modern. raja dewa-dewi Yunani. penghajar mereka yang melawan dia. Sebuah peperangan dimenangkan. seharusnya tidak memiliki masalah memikirkannya sebagai dewa tambahan atau sekadar nama Yunani untuk dewa kunci dari milik mereka sendiri. melantunkannya. paling tinggi. Kalah dalam sebuah perang. paling besar.

Ingatlah. dari kultus dan dari seni. Dan itu adalah penghakiman yang keras. itu minimal sebagian karena mereka tidak mengambilnya dengan begitu saja secara harfiah atau tak dibuat-buat. Baik Homer maupun pemain cerita sedih atau filosof tidak ada yang berpikir mereka telah mempunyai ukurannya. dia adalah kekuatan asing dan jauh yang berfokus pada dunia kita dan menyebabkan ia menjadi demikian adanya.sebab-musabab alam semesta dengan cara-cara yang misterius. dan mendasari tiap kejadian. atau sedikit di bagian luar. bahwa rakyat Yunani kuno tidak kalah cerdas daripada diri kita sekarang ini. Mitologi adalah satu-satunya cara membicarakan mengenai Zeus. Cleanthes si Stoik. serta menghadirkan asal-mulanya dalam masa lalu dari kehidupan keagamaan masa kini. Ia dikisahkan dari masa kanak- . mungkin menciptakan sebuah himne kepadanya seiring dia berjuang menggenggam sesuatu di tempat Zeus. perubahan dari kemisteriusan ke dalam bahasa lain. Mitologi selalu merupakan sebuah cerita perumpamaan. Jika rakyat Yunani kerapkali memperlakukan mitos mereka dengan pemahaman kesenangan yang mungkin menggemparkan generasi-generasi yang mengedepankan kitab suci dan buku-buku sakral lain. façon de parler. Bahkan filosof. Mitos membungkus tempat-tempat keagamaan dalam suasana sekeliling dewa-dewi dan para pahlawan. Tidak seorang pun percaya dewa-dewi sebenarnya memiliki sebuah istana di puncak sebuah gunung di Thessaly. Ketiganya bergabung bersama-sama membentuk Zeus di mana rakyat Yunani membangun imajinasi mereka dan memuja-mujanya. dunia kita–mungkin di bagian langit atas (ether). Alam semesta menampilkan penghakiman Zeus. Dari permulaan kesusasteraan Barat dalam hasil karya Homer. BUKTI UNTUK ZEUS Kita mengetahui tentang Zeus dari dongeng.

misalnya. ia mengerjakan lebih dari sekadar mendekorasi kuil-kuil dan tempat pemujaan: ia merupakan wahana bagi gagasan keagamaan untuk mempenetrasi seluruh dunia. Waktu itu sendiri diciptakan melalui ritme festival-festival di sepanjang tahun. festival Olimpiade. si kambing suci (atau peri) atau Kouretes. Mitologi Zeus dilahirkan. kota dan daerah pedalaman. serta mendefinisikan apa itu menjadi orang Yunani. para raksasa). membentuk subjek pertunjukan–apakah syair kepahlawanan. drama atau himne yang ditarikan–dan merupakan inti dari kehidupan dan pendidikan di zaman kuno.kanak ke depan. Kouretes (Curetes). biasanya di Kreta. Sementara suara bayi Zeus yang menangis disembunyikan oleh keriuhan tarian para prajurit muda. dan terkadang pertempuran dengan monster mematikan . Ini adalah Titanomachy. Dia dirawat. oleh Amaltea. Para Titan dipenjarakan di Tartarus. Sebuah upaya kontra-revolusi oleh para Titan (yang terdiri dari Kronos dan generasinya) dikalahkan. Kronos. Seni memberi bentuk yang terlihat dan pemahamannya sendiri terhadap gagasan-gagasan yang kita miliki tentang dewa-dewi dan terhadap mitologinya. Kultus merupakan pengakuan yang tidak terhentikan atas supremasi dewa-dewi dan ketergantungan kita kepada mereka: ia mencakup rumah. dan seremoni-seremoni yang menyoroti tahap-tahap kehidupan. Kronos dibatasi dan dikurung. Dia melarikan diri dari ayahnya. yang menelannya ketika ibunya Rhea meletakkan sebuah batu di tempatnya. rentang tahun-tahun di antaranya. Terdapat beberapa pertempuran lagi untuk membuat otoritas Zeus menjadi absolut: terkadang Gigantomachy (peperangan dengan Gigantes. mulai dari kelahiran sampai kematian. sebagai alternatif.

hanya dapat muncul dalam bentuk tersamar. Maka. banyak di antaranya. dia muncul sebagai suaminya Amphitryon. Zeus membuatnya terantai ke pegunungan Kaukasus dan hatinya dengan biadab diambil seekor rajawali sampai Herakles (Hercules) menembaknya–sebuah contoh dari tatanan Zeus. Dia hampir terkalahkan dalam pertempuran ini. Tetapi itu merupakan cerita memalukan yang membuat warga Kreta menjadi bereputasi sebagai pembohong (halaman 35). Tetapi mayoritas anak-anaknya. Menurut warga Kreta. dia juga meninggal.sekaligus musuh Taifun (monster dengan ratusan kepala yang mampu menyemburkan nyala api dalam mitologi Yunani). atau bertransformasi. Dalam bagian pertama. bagi Alkmene. kepada Leda. sebagaimana dunia Yunani . ‘tema-tema kunci’. bagi rakyat Yunani. Semele dengan bodoh berdoa baginya agar menunjukkan bentuk aslinya. ibu dari Helen dan Dioskouroi. Tidak seperti dewa-dewi lain dia tidak mempunyai bentuk manusia untuk ditunjukkan dan karena itu. sebagai seekor angsa. Inilah kisahnya. sebagai siraman hujan emas. dengan kegunaan untuk bercerita. yang membentuk daftar sangat kuat (halaman 39) dan membentuk bagian lebih besar dari mitologinya. ibu dari Perseus. ibu dari Herakles. Mitos selalu untuk dipikirkan dengan. Dia juga mengirimkan rajawalinya untuk Ganymede. sehingga dia bisa jadi merupakan pembawa cawannya di langit. kita akan menyaksikan apa yang dimaksudkan oleh sebagian dari mereka. kepada Danae. Dia menikahi Hera dan ia dikultuskan lebih dari mitos yang menceritakan ‘pernikahan suci’ dengannya (halaman 31). kepada Eropa sebagai sapi jantan. Kekuasaannya sekarang lengkap. atau apa yang terlihat sebagai maknanya. yang berubah menjadi halilintar. Ketika Prometheus mencuri api dari yang abadi. dan. menghasilkan keturunan dengan wanita lain. seorang pangeran Troya dengan kemolekan luar biasa.

asrama. tangan-tangan diangkat ke langit seiring altar terbakar dengan beberapa batangan. perbendaharaan. mengenai kehidupan dan aturan alam semesta yang mengelola semuanya. kuil Zeus dan Hera dalam ukuran raksasa. pagos. Anda akan menyaksikan sejumlah besar perangkat para imam. event-even olahraga. dan rakyat Yunani menyembahnya dengan banyak cara berbeda. . di Olympia di Peloponnese. Pada satu ekstrim kepala rumah tangga berdoa di pelataran. Pada skala yang lebih moderat. Pada ekstrim lain adalah saat Festival Olimpiade. serta lebih banyak lagi lainnya. untuk berdoa bagi turunnya hujan atau sekadar mengakui kekuatan tertingginya. patung para juara. Dalam tradisi Eropa juga.berekspansi. Dan sekarang. ‘Zeus sesudahnya’. menjadi bagian pendefinisian prestisius budaya Yunani–dan kemudian Romawi–di mana pada akhirnya akan diadopsi oleh sejumlah peradaban baru. bisa jadi di Arkadia. untuk mempersembahkan hadiah-hadiah tradisional. dan separuh dunia Yunani. Gambaran mitologi ini juga menjadi sebuah titik referensi ideologis: Zeus membantu kita berpikir mengenai raja-raja dan peran mereka. di desa kecil Erchia di wilayah Athena. merupakan Thargelion ke-4. digelar tiap empat tahun. dan di tengahtengahnya. Kreta atau Makedonia. Sesuatu di antara Kota Vatikan dalam tahun jubelium dan festival Hindu raksasa seperti Kumbh Mela. dan mempersembahkan kepada Zeus seekor domba. Kultus Zeus adalah dewa Yunani yang paling menyebar luas. sebuah prosesi memutari gunung digelar. terlihat berada di sana. tentang kekaisaran. waktu bagi masyarakat untuk mendaki perbukitan lokal mereka. subjek dari bagian kedua. mitos-mitos memiliki maknanya: dunia legenda tidak terbagi ke dalam masa kuno yang otentik di satu pihak dan kemudian manipulasi Eropa di pihak lain. pejabat.

sebuah patung yang di masa lalu seringkali kaku dan cenderung bersifat gagasan (‘sederhana’ menurut pandangan evolusioner). Ini kemudian berperan sebagai sebuah fokus untuk penyembahan dan perenungan. pada tubuh kuil di belakang barisan tiang yang menopang atap dan. dia terus dipuja di tiap tingkatan dan ketergantungan Anda kepadanya secara konstan diikrarkan melalui ritual kerendahan hati dan penyembelihan hewan-hewan.Tanpa menghiraukan apakah Zeus merupakan dewa patron kota Anda. Kemudian. mereka adalah ‘antropomorpis (menyerupai manusia). tentu saja. Citra Adalah tugas seni patung dan seni lukis untuk menangkap gambaran dewa dan pemaknaannya serta untuk menyediakan fokus yang kentara mengenai dewa dan untuk mengaguminya. dan adalah mustahil untuk mengetahui apakah terdapat gambar-gambar menyolok Zeus pada interior kuil-kuil atau . Tugas pertama adalah menyediakan gambaran kultus.’ Patung Zeus raksasa karya Pheidias di Olympia merupakan ‘chryselephantine’–emas dan gading diaplikasikan di sekitar pusat inti yang dari kayu untuk menciptakan kulit yang memucat dan kontras seperti rambut dan dandanan mewah. menjadi kebiasaan untuk membuat patung-patung tidak lagi dari batu atau perunggu dan ia menjadi lebih seperti hidup dalam pengertian ia terlihat lebih persis seperti manusia. Kita juga bisa menyaksikan patung Zeus yang berdiri bebas di sembarang tempat suci keagamaan. Tetapi kuil-kuil juga didekorasi dengan pemandangan dari mitologi dan Anda mungkin menemukan dewa yang mengisi kesenjangan antara representasi batu dari balok di ujung langit-langit. Hal-hal ini kerap tetap paling berkuasa dalam terminologi keagamaan. pada pedimen. Lukisan Yunani sebagian besar telah menghilang dari kita.

Dan kita tidak seharusnya meremehkan pengaruh para penulis tersebut di mana sejak abad ke-19 telah ada pada gagasan-gagasan kita. MENJELASKAN ZEUS Di dunia modern kita sekarang sulit untuk memahami Zeus. Cerita mengenainya tentu saja muncul pada barang-barang tembikar. Jika kita menempatkan sebagian dari gagasan ini sekarang. Ia mengungkapkan dengan mendalam bahwa di Zaman Pertengahan. seperti tipikal seni dan kehidupan Kristen serta Hindu. tidak seperti nama-nama dewa-dewi Yunani lain. buku Albricus telah dituliskan untuk menggambarkan pemunculan dari dewa-dewi kuno (halaman 124). dan disembah–tidak dapat dilebih-lebihkan. untuk gambaran Zeus beserta mitologinya agar secara terus-menerus eksis.di bangunan-bangunan publik. Bermain dengan kata-kata: nama ‘Zeus’ Dapatkah namanya memberi kita segala informasi? ‘Zeus’ adalah sebuah kasus yang tidak biasa karena ia sejatinya relatif jelas dari mana ia berasal. ketika Zeus tidak lagi terlihat dalam seni. untuk yang lebih baik maupun untuk yang lebih buruk. serta dalam semua konteks seremonial dan domestik. Kata bahasa Inggris ‘three (tiga)’ mirip . yang memeroleh sebagian besar inspirasinya dari lukisan. Pada tahun 1786 ditemukan bahwa Yunani merupakan bagian keluarga dari bahasa-bahasa yang berkaitan. melampaui syair kepahlawanan dan teks-teks tragis yang ditemui rakyat Yunani dalam pendidikan maupun pada pertunjukan. membentuk jangkar yang dibutuhkan. Dan keterwakilan fisik. kita mungkin mampu untuk berdiri di sebelah belakang dari mereka ketika kita perlu untuk dan mengakui gema yang terpisah dari pandangan ini dalam penulisan modern mengenai dewa. dibicarakan. Kemahahadiran Zeus –digambarkan. dipikirkan. Di waktu makan dan pada pesta minum. lukisan pada jambangan akan menyediakan cara lain.

‘Proto-IndoEropa’. yang mungkin berdiam di sebelah utara Laut Hitam. dia juga dibelitkan dengannya di mana rakyat Yunani dapat mengatakan bahwa ‘Zeus hujan’ (halaman 54) dan mengatribusikan fenomena atmosfer kepadanya. Perannya terlihat berdasarkan pada alam. mengacu pada cuaca yang baik sebagai lawan dari badai. Zeu pater juga): bahasa Inggris Tuesday adalah Zeus’s day (hari Zeus). Seluruh rakyat Yunani memiliki dewa ini karena dia telah berada di sana pada permulaan sebelum terdapat rakyat Yunani yang tersendiri. Demikian juga. • kata sifat Yunani eudios. sebuah nama dewa dalam apa yang diasumsikan sebagai sistem politeistik dan dewa senior (‘bapa’) pada sistem tersebut. Ini menarik: kita dengan sebagian cara telah mengungkapkan sebuah dewa leluhur masyarakat Indo-Eropa. ‘Tue’ dalam kata bahasa Inggris Tuesday (hari Selasa) adalah sama seperti Zeus atau Dyauh atau Ju-piter (rakyat Yunani menyebut ‘bapa Zeus’. sekitar 3500 SM. Kata-kata ini dapat dilacak kembali pada nenek moyang linguistik bersama. • kata sifat Yunani endios. menyatakan cerahnya langit– dan gangguan pada langit itu oleh hujan.1 . Kata *Dyeus mereka masuk ke dalam kelompok kata-kata yang memicu pemunculan: • dies. • banyak kata-kata dari bahasa Sansekerta dibangun dengan akar div—mengacu pada kayangan. bercahaya dan siang. kata Latin untuk ‘hari’ (kata dalam bahasa Inggris sebenarnya tidak terkait).dengan kata Yunani treis atau kata Sansekerta trayah atau kata Latin tres karena ia merupakan kata yang sama. badai dan kilat–fitur dasar dalam pengalaman manusia. merujuk pada waktu puncak dari hari biasanya dibayangkan sebagai tengah hari. Bahkan jika nama Zeus tidak berarti ‘langit’.

Anak-anaknya merupakan ‘para pemuda Zeus’. sistem mereka dan struktur pemikirannya. Ia bahkan mungkin . Adalah untuk alasan ini sehingga banyak dari dewa-dewi Yunani tidak bisa secara etimologi dihubungkan dengan IndoEropa. tetapi kedudukannya sebagai orang tua bukan pada posisi di depan dari mitologi mereka. sehingga identitas Zeus berubah dan harus membentuk bagian dari sistem baru. Dioskouroi (halaman 44) Castor dan Pollux. Ketika kita datang untuk menyaksikan kultus dari Zeus.Namun kita seharusnya mengendalikan antusiasme kita: betapapun ilmiah dan pragmatis tampaknya hubungan ini. kita akan menemuinya dengan sangat bervariasi: kita dapat berterima kasih kepada penyair dan pemikir karena telah mengayunkan kembali pendulum dan berusaha memulihkan kesatuan terhadap dewa yang bernama Zeus ini. Jadi. dan ia mungkin juga membantu menjelaskan mengapa terdapat begitu banyak dewa perempuan yang mendominasi kota-kota Yunani. *Dyeus tidak mengungkapkan kepada kita mengenai Zeus yang disembah oleh rakyat Yunani kuno. mereka menemukan ZeusZeus baru di sekitarnya dan. keberartiannya secara fakta cukup terbatas. Agama klasik Yunani merupakan produk dari dua milenium perubahan sejak masa Indo-Eropa. variasi tetap kasat mata. Dewa ini adalah seseorang yang bisa meninggal. Untuk itu kita membutuhkan fakta-fakta tentang rakyat Yunani. Di Dodona (Epirus) istri Zeus adalah Dione dan bukan Hera seperti yang biasanya. mereka juga mengidentifikasi dewa ini atau itu sebagai ‘Zeus’. dan dengan gembira mengabaikan etimologi Indo-Eropa. Meski terdapat upaya dari para penyair. dikawal dalam mitologi oleh para penempur muda Kouretes. Ke manapun penyembah *Dyeus---atau Zeus---bermigrasi. Zeus di Kreta menyerap kultus anak yang ilahi. betapapun. Budaya-budaya yang mendahului rakyat Yunani berkontribusi terhadap tiap aspek kehidupan dari populasi yang baru saja bergabung.

Alam dan evolusi Semua para dewa personal berasal dari para dewa alam Welcker. dia mungkin menemukan kenyataan lebih sulit untuk bertahan. Alam.324 (1857) [Masyarakat Yunani] dengan sangat cepat maju untuk mengamankan personifikasi dan antropomorpisme (sifat menyerupai manusia) secara lengkap dari dewa-dewi Preller. keras dan sangat sukses yang ditemukan pada berbagai budaya Timur Dekat. dari keagamaan cara manusia berdiri dalam perasaan terpersona atas alam. yang telah meluap-luap ke permukaan puisi Romawi dalam paruh pertama abad ke-19. Sansekerta Dyauh dan proto-Jerman *Tiwaz sudah hampir menghilang: kita dapat mengatakan sesuatu mengenai Woden yang namanya bertahan di dalam kata bahasa Inggris ‘Wednesday (hari Rabu)’. Tetapi perkembangan keluarga para dewa yang terorganisir--dengan lebih disukai 12—dengan dia untuk memimpin. tetapi apa yang dapat kita katakan tentang dewa Tuesday (hari Selasa)? Zeus telah menurunkan daya hidup lebih dari dewa badai muda.2 (1854) Etimologi Indo-Eropa merupakan antusiasme awal abad ke-19. untuk pekerjaan tambahan yang disediakan baginya oleh model Timur Dekat ini. mereka berpandangan. Griechische Götterlehre i. lebih seperti mitologi-mitologi dari budaya Timur Dekat di mana rakyat Yunani berhubungan dengannya dan mereka memeroleh gagasan ini. Namun.telah menjadi ‘bapa dewa-dewi dan para pria’ di masa Indo-Eropa–deskripsi ini ditemukan paling tidak dalam Yunani maupun Sansekerta. Begitu juga Alam dan Evolusi. Griechische Mythologie i. juga tampak penting bagi para sarjana: banyak bentuk-bentuk pengalaman karakteristik dari peradaban yang lebih awal telah dihasilkan. .

B. telah ditemukan berkembang hingga dimiliki bahasa-bahasa istimewa dari Eropa Barat. Dia menuliskan pengantar untuk jilid pertama pada 22 Juli 1914. bulan. Jadi. sebagai seseorang.): . karenanya ia mengistimewakan studi dari sejarah kata-kata. Gagasan-gagasan seperti ini berada di permukaan seperti A.xii) sampai dia disarankan oleh Farnell di Oxford bahwa ‘kesatuan suatu dewa kuno terdiri dari lebih sedikit pada alamnya daripada pada namanya’ (ibid. Zeus-nya Cook. dan bintang dari kolam Mediterania’ (ibid. dan intelektual berturut-turut berperan sebagai bagian prinsipal’ (ibid.: i. ini tidak menghentikan Cook untuk melacak ‘evolusi Zeus dari Langit ke LangitDewa’ dan berusaha ‘menentukan hubungan di mana dia berdiri terhadap kultus matahari. Bahkan. berlawanan dengan tajam dengan kehidupan pemikiran yang dipraktikkan oleh para sarjana dari universitas-universitas besar di Eropa. Bahasa. dibekukan dalam waktu.xii). merupakan produk dari tiga tahap evolusi ‘di mana perasaan. tetapi ia sejatinya telah bergerak jauh melampaui ini.: i. Cook menuliskan apa yang masih menjadi buku tunggal paling monumental mengenai Zeus. bukan hanya pria tetapi seluruh peradabannya juga berkembang.: i.13f.Evolusi adalah sesuatu di mana mayoritas kita telah mengasosiasikannya dengan teori Darwin dan kemunculan Homo sapiens (manusia cerdas). Tahapan-tahapan dalam evolusi ini dapat dilihat dalam reliknya di masa modern–dalam ‘primitif’ dan ‘biadab’ di mana Kerajaan eksis untuk melakukan kolonialisasi. dalam tiga jilid berbeda yang tebal. sekitar tiga pekan setelah pembunuhan Pangeran Ferdinand dan dalam hitungan hari dari pecahnya Perang Dunia Pertama. Namun. seperti telah kita saksikan. kehendak.xiii). Jadi itulah di mana Cook semula mencermati ‘Dewa Langit Eropa’ (Cook 1914: i. dewa yang menyerupai manusia. yang.

kerja intelektual. perasaan: ‘perasaan terpesona yang dirasakan seorang pria muda seiring dia memandang kehidupan lazuardi [yang dimaksudkan Cook adalah langit] di atasnya’. Yang cukup mengkontraskan gagasan Frazer adalah pemahaman yang berlaku di sebuah negara religius seperti Inggris di mana Kekristenan itu sendiri ke arah tujuan hasil dari evolusi dari mentalitas keagamaan. dan memandu pada ‘bentuk dan model yang jelas dari raja penguasa cuaca’. Ini muncul sangat sering. 3. 2. Iman dan para dewa perseorangan tidak berurusan dengan agama Yunani. dalam ilmu pengetahuan klasik dan ia dapat dilihat pada karya di dalam keyakinan Cook bahwa evolusi Zeus ini menghasilkan ‘tak lebih dari peningkatan iman dalam seorang Tuhan pribadi. Penguasa dan Bapa dari segalanya’ (1914: i.9). ekspresi kehendak ‘ketika komunitas terpanggang oleh kekeringan dan ahli sihir dengan gairah proyeksinya sendiri membuat berhamburan hujan-badai untuk memuaskan manusia yang haus dan buas’. Visi dari kemajuan pria ini dihadirkan sebagai modifikasi formula di mana Frazer barubaru ini telah mempergunakannya dalam edisi kedua dari kolosalnya Golden Bough dalam perjuangan untuk memberi pemahaman yang terlambat terhadap gunung-gunung petunjuk yang telah dikumpulkannya. tetapi banyak yang dapat dilakukannya dengan Kekristenan.1. melacak jejak evolusi dalam ketergantungan manusia dari sihir menuju kepada agama kepada sains. biasanya dalam bentuk tertindas. ‘menyatakan kayangan dalam terminologi bumi’. Mengumpulkan fakta-fakta–pendekatan empiris .

yakni ‘pandangan bahwa legenda merupakan catatan alegori dari fenomena fisik.: i. ‘dari karya saat ini bukanlah pertanyaan mengenai asal-mula. telah menerbitkan jilid pertama The Cults of the Greek States. ‘sebagaimana manfaat dari asal-mula agama Yunani dan penjelasan perkembangannya. setelah lebih dari satu abad kemudian. Betapapun. Farnell. tulis dia. . Pendekatannya umumnya banyak yang lebih faktual dan jauh lebih sedikit yang spekulatif daripada Cook–yang merupakan salah satu alasan mengapa. Dia mengumpulkan data lebih dari yang diteorikannya. bahkan kategori-kategori di mana data diposisikan telah menghasilkan sesuatu.3). dan figur-figur tidak nyata seperti dalam dongeng merupakan personifikasi dari unsur-unsur dan kekuatan dari alam’ (ibid. termasuk babbab mengenai Zeus. kembali ke tahun 1896. tetapi sebuah survei dari catatan-catatan dan monumen-monumen paling penting yang mengekspresikan konsepsi aktual keagamaan dari berbagai komunitas Yunani pada zaman sejarah yang berbeda’ (1896: i. jika kita menerima sebagian besar kemungkinan hipotesis bahwa aspek fisik dari dewa adalah lebih awal. karena. dan bahwa karakter primitif yang dilestarikan dalam kultus dan legenda adalah lebih dulu daripada yang lebih bertumpu pada moral dan spiritual’ (ibid. ‘Lingkup utamanya’. bahkan Farnell tidak kebal terhadap lingkungan evolusioner dari waktuwaktu tersebut: ‘kita dapat membedakan yang lebih primitif dari tahapan-tahapan kultus yang lebih lanjut.: i.1).36). teori itu hanya menghasilkan ketidak-konsekuenan dan kebingungan’.Cook mungkin tidak memahami nasihat Farnell dengan sangat baik. Dia dengan terang-terangan menolak dasar teoritis di mana ilmuwan lain menekuninya. karya ini masih berguna.

1906). Kekhususan dan seni interpretasi Seiring gunungan data bertumbuh. tetapi secara progresif dia merajut kerjanya dengan pola evolusioner yang palsu dan telah kita saksikan di atas. i. Kultus dan fakta-fakta mengenai kultus sekarang bermakna di atas semuanya. 1st edn 1875/7). Ketika membaca . Kecenderungan ini sudah tampak jelas dalam keistimewaan praktik-praktik bangsa dalam karya Mannhardt. Farnell bisa dilihat sebagai bagian pergerakan penggambaran yang panjang dan jauh dari legenda menuju praktik ritual dan kultus. di mana ia semula sangat tergantung pada Mannhardt. Namun ia mencapai ekspresi definitif dalam penggantian jilid-jilid standar tentang agama Yunani dalam karya Jerman Handbuch der Altertumswissenschaft (‘Buku Penuntun Kepurbakalaan’).2 Dengan serupa Frazer.und Feldkulte (‘Ritual Kayu dan Ladang’. Wald. 1950). dalam Golden Bough (1st edn 1890). dibaca oleh orangorang yang sensitif terhadapnya–jauh ke suatu dunia berbeda di mana material ditemukan oleh para arkeolog. Mitologi adalah selingan yang tidak dapat secara ilmiah terkait dengan fakta-fakta nyata dari kultus. terutama jika seseorang sekarang harus mengabaikan ide-ide Victorian seperti alam dan evolusi sebagai sarana pemolaan informasi. 1st edn. oleh Martin Nilsson yang lebih konservatif dan empiris Geschichte der griechischen Religion (‘Sejarah Agama Yunani’. 1941. ahli bangsa-bangsa dan hal-hal lain yang berakibat pemburuan dalam literatur.Dipandang dari perspektif berbeda. Ini merefleksikan karakteristik petunjuk dari para sarjana: kita berpindah dari sebuah dunia di mana material utama adalah kesusasteraan kreatif–prosa atau syair. di mana Otto Gruppe telah menuliskannya dengan judul Griechische Mythologie und Religionsgeschichte (‘Sejarah Agama Yunani dan Mitologi’. maka makin menjadi sulit untuk memeroleh gagasan yang jelas mengenai Zeus. ii.

Pada ekstrim yang lain. Etruscan. dimulai di tahun 1894 oleh G. Pauly. tentang Zeus dalam kultus rumah tangga. Arafat mengamati Zeus pada figur merah jambangan rakyat Athena. H. menghasilkan survei raksasa tentang petunjuk dalam kesusasteraan dan seni. menulis sebuah buku. Sjövall. walaupun Cook cukup bertubi-tubi pada pemikiran Zeus pemimpin Dewa Langit menuju jalur ke atas terhadap evolusi keagamaan. Le Zeus crétois. mendaftarkan tiap julukan dan gelar. Realencyclopaedie der Altertumswissenschaft (dalam hanya enam jilid pada 1866).W. Karya ini . dan lainnya pada 1978. Salah satu penangkal bagi gunungan data ini adalah dengan menuliskan studi-studi yang mengamati pada sebagian aspek tertentu dari Zeus. standar yang kritis dan ilmiah dalam kemanusiaan telah mendorong penciptaan bank data dalam skala raksasa. H. 1997) yang mengumpulkan dan mengklasifikasikan tiap contoh tunggal dari representasi Zeus di Yunani. Wissowa dan dilengkapi pada 1980 (dalam 85 jilid). pemberi resensi buku akan menilai adalah sulit untuk melihat hutan terhadap pohon-pohonnya. Dalam jajaran ensiklopedi yang dapat diperbandingkan adalah artikel-artikel dalam Lexicon Iconographicum Mythologiae Classicae tentang Zeus (jilid 8. seorang murid Nilsson. Dengan menyebutkan beberapa contoh: pada 1931. Verbruggen melakukan studi terhadap Zeus di Kreta. Satu bagian dari karya mengagumkan Schwabl tentang Zeus muncul di tahun 1972. Zeus im altgriechischen Hauskult. pada 1981. Romawi serta seni yang lebih marjinal.3 Namun kita memelajari lebih banyak mengenai dewa dan pemikiran dunia Yunani dari karya yang bagus sekali ketajamannya dan disertai dengan penuh kepercayaan oleh Hugh Lloyd-Jones dalam The Justice of Zeus (1971).karya Cook. Ensiklopedi yang mengakhiri semua ensiklopedi lain adalah revisi dari karya A. dan dalam tahun 1990 K.

kekuasaan mentah.-P. mengamati sumber psikologis dari Zeus dan Hera serta cara di mana model orisinal mendalami kondisi alamiah manusia atas penciptaan legenda dan bahkan pada seluruh gagasan kita.menjadi fundamental dalam membantu kita untuk menemukan jalan di seputar para pahlawan dan dewa pada seni kuno. Ia akan menjadi pendekatan yang impresif jika berhasil berfungsi. yang menulis buku-buku mengobarkan semangat yang mengkristalkan sifat alami berbeda dari berbagai para dewa Yunani. terjemahan bahasa Inggris pada 1954) kita memeroleh firasat atas sifat transeden. Cerita berbeda dimulai dengan W. Sesuatu yang seperti ini dicoba oleh C. Kerényi. husband and wife (1976—tanggal orisinal Jerman berasal dari tahun 1972).F. dari para dewa Yunani. ia akan berlangsung lama kegunaannya karena ia memberi kita fakta-fakta yang selurus mungkin. dan kekuasaan tidak terperikan dari Zeus. seperti . Meskipun ia terlihat khas pada tahun 1930-an. Kerényi dalam karyanya Zeus and Hera: archetypal image of father. sekaligus memberi impresi bahwa dia bahkan memercayainya.J. Ini kemudian menunjukkan jalan menuju dua ahli final. melingkupi semua. dan seperti Farnell. Melalui komentar kadang-kadangnya yang terpencar tentang Zeus dalam The Homeric Gods: the spiritual significance of Greek religion (1929. karyanya telah menjadi inspirasi berkelanjutan bagi mereka yang ingin melihat di bawah permukaan dan memahami kredibilitas. Jung. yang waktu itu bekerjasama erat dengan C. Otto. Dia berusaha mendeteksi pola-pola yang mendasari pemikiran untuk mendapatkan ekspresi dalam mitologi dan agama. tetapi dia telah membantu kita memahami dewa dan sistem dari agama Yunani. Vernant tidak menulis sebuah buku tentang Zeus. Adalah jauh lebih langka untuk mencoba mengambil esensi dari dewa yang mendasari manifestasi ini. J.

dan pada Prometheus yang menantang tatanan dunianya dengan memberi kuasa pada manusia melalui hadiah api. dewi kebijaksanaan yang bersumber dari kepalanya. Buku-buku tentang agama Yunani biasanya termasuk (tidak selalu tanggap demikian) sebuah bab tentang Zeus. cahayanya dan kegelapannya. metis-nya. (dan bagi para filosof) Zeus adalah dunia secara keseluruhan’ (Burkert 1985: 130 f. maka itu karena ia merupakan wahana di mana kekuasaan khususnya yang berlebih menjadi nyata bagi kita. Tetapi sebuah karya telah terbukti definitif di masa modern dan berbicara untuk sebuah generasi: karya Walter Burkert. Secara khas dia telah mengambil ketertarikan tertentu dalam membuat legenda yang bijaksana dari Hesiod (sekitar 700 SM). Vernant juga menekankan bagaimana para dewa seperti Zeus menawarkan cara untuk mengkategorikan dan membagi-bagi dunia. Apa yang berarti bukanlah bahwa ia dewa langit.Zeus karenanya dengan unik dikualifikasikan sebagai dewa bagi seluruh rakyat Yunani. .pada Zeus. Zeus adalah satu-satunya dewa yang dapat menjadi suatu dewa yang dianut seluruh alam semesta.). Jika dia erat diasosiasikan dengan langit. . Di sini kita menemukan diri kita mengamati kecerdasan khusus dari Zeus.Zeus berdiri di atas semua golongan. . . . Greek Religion: archaic and classical (1985. Supremasi dan kekuasaan yang terjal–sebuah visi yang begitu dekat pada Otto dan Vernant– menggerakkan Zeus karya Burkert maju melintasi tiap manifestasi: ‘seluruh kedaulatan di antara para pria berproses dari Zeus. . pertama kali diterbitkan di Jerman pada tahun 1977). . tetapi tipe kekuasaan tertentu darinya (Vernant 1982: 95). pada hubungan konsekuen dia dengan Athena. . .

Terdapat satu Zeus. Ini apa yang sekarang kita harus pergulatkan seiring dalam suatu milenium baru kita mencoba lagi membentuk gambaran dari keseluruhan ilah dan melihat bagaimana ia tetap menjadi kekuatan daya tawar dengan masa yang bahkan sudah modern. misalnya mengumpulkan dan mengurutkan nama-nama kultusnya? Tetapi kesimpulan apa yang akan kita capai dan bagaimana mitologi bisa menjadi tidak relevan bagi agama Yunani? . SELAYANG PANDANG: IMPRESI PERTAMA DARI ZEUS Seiring kita memulainya. Namun ia bukanlah bunga rampai. Dia mempunyai banyak.Bersatu dalam perbedaan. apakah ia hanya produk beraneka macam dari kecelakaan sejarah? • Apakah persepsi keagamaan berkembang dari kekaguman primitif pada sifat alami untuk membayangkan ‘bentuk dan model yang jelas dari raja penguasa cuaca’? Namun jika tidak demikian. maka akan diperhadapkan dengan sejumlah pertanyaan berikut: • Dapatkah kita memelajari sifat dasar Zeus dari asal-mula namanya? Jika tidak. dan apakah kemajuan warga Yunani dari kultus dan legenda primitif ke ‘yang lebih moral dan spiritual’? Tetapi apakah dewa yang ‘lebih tinggi’ tidak dapat dibayangkan dalam bentuk fisik? • Apakah kita seharusnya meminggirkan seluruh legenda dan bahan sifat alami ini serta sebagai gantinya memandang pada penyembahannya di semua keberagamannya. manifestasi-manifestasi yang berbeda jauh. bagaimana dia dapat merangkul baik dunia personal maupun impersonal? • Apakah Zeus berkembang dari satu dewa dalam bentuk fisik ke sesuatu yang lebih tinggi.

Salah satunya adalah bahasa legenda dan syair. kultus. Namun. mencapai pemahaman lebih dalam mengenai Zeus? Atau masih dapatkah kita memahaminya melalui psikologi yang mendasari bagaimana ia dilukiskan. mereka akan mempunyai Zeus tanpa perbedaan dari milik kita. yang akan mengambil unsur-unsur dari bahasa lain tersebut. Ini bagaimana mereka melakonkan Zeus dan bagaimana mereka mendramatisir hubungannya terhadap kekuatan yang menakjubkan ini. atau akan menginginkan untuk. pada saat yang sama. Lainnya adalah bahasa seni pahat dan seni lukis yang mengelilingi rakyat Yunani dalam kehidupan keseharian mereka. atau melalui sebagian pemahaman intuitif dari kekuatan transendennya? Kata akhir pada beberapa gagasan yang saling bersaing ini. menyerap seni dan menyaksikan ritual serta kerapkali melangsungkannya. mereka akan memperbincangkan dengan kesalehan atas ‘hujan dari Zeus’ serta akan dengan teguh dikutuk olehnya. Selain itu adalah bahasa yang hilang dari masyarakat biasa. karena mereka perlu memaknai legenda tradisional dan syair yang darinya mereka secara langsung memeroleh nilai. kultus merupakan bagian dari catatan yang lebih besar: ia mengungkapkan bahasa dan menggambarkan secara bersama-sama antara kesempatan dan kebutuhan. yang bergulat dengan bahasa legenda dan syair serta pada akhirnya mencapai pemahaman melalui alegori. Semua . Kultus adalah apa yang dilakukan warga Yunani. Ada juga bahasa filsafat. mungkin Anda seharusnya memilih kultus. tetapi terdapat pula bahasa lain. Jika Anda ingin mengatakan bahwa salah satu aspek dari Zeus lebih penting daripada lainnya. Sebagaimana kita bisa menyaksikan dari bagian-bagian bahasa mereka. Tanpa kultus.• Apakah kita sekarang sudah melewati titik di mana kita dapat. baik secara pribadi maupun secara bersama. Yang pertama.

di atas kita dan di mana-mana. Ia dari totalitas para dewa. dan dewa utama.gagasan ini dan pertunjukannya berputar-putar di sekitar rakyat Yunani seiring mereka menyembah Zeus. pembagian Zeus. Zeus melemahkan sistem tersebut dalam pengertian ia adalah satu-satunya dewa yang dengan total tidak tergantikan. yakni bahwa kita mengembangkan sebuah sains atau teologi dari alam semesta. karena langit di mana cuaca datang. Tidak perlu untuk melacak sebuah evolusi dari dewa cuaca kepada dewa tertinggi–semua yang dilakukan adalah mengerjakan hubungan logika di antara keduanya (di mana kita kerjakan di bawah dalam ‘Zeus dari Cuaca kepada Takdir’). tidak terlihat dan tidak dapat dimengerti. Penyembahan berhala Yunani adalah juga beragama. Karena itu. Kunci untuk memahami Zeus adalah bahwa dia sekarang dewa cuaca. Ini dengan sepenuhnya dapat dipahami dan dengan luas adalah paralel. Gambaran halilintar dan tongkat kerajaan melakukan semua pekerjaan yang dibutuhkan untuk memegang kedua aspek ini bersama-sama. dan memberi pemaknaan mendalam terhadap aktivitas mereka. Kedua. Namun. yang menjadi penyebab segala sesuatunya. yakni suatu dewa yang memelihara fungsi tertentu di alam. TEMA-TEMA KUNCI I MEMBAYANGKAN ZEUS . Ketiga. Zeus juga merupakan bagian dari sebuah sistem4 pada suatu waktu: dia menghubungkan semua gagasan dan gambaran lain di mana masyarakat memiliki mengenai kehidupan mereka dan terhadap seluruh para dewa lain. tidak hanya dari salah satu dari mereka. adalah cukup sederhana. karakternya pun spesial: ia jauh. atau lebih buruk untuk memisahkan unsur pokok dari supremasinya.

Iliad 11. Hal lain yang membedakan tentang Zeus menurut Homer adalah bahwa dia aigiochos. yang kemudian pemikiran rakyat Yunani memaknainya ‘dia yang memegang aigis’. Tidak begitu jelas .182–4 Duduk bukanlah masalah kenyamanan tetapi merupakan salah satu dari status: ia adalah penuh keagungan ketika duduk. Pada sekitar 650 SM Homer menyulapkan sebuah gambar hidup dari Zeus bertakhta dengan halilintar dan karenanya memberi tanda pada perkembangan seni Barat. 6. Dia menangkap semangat dari Zeus dengan cara yang telah mengumpulkan sebuah agenda bagi para ahli patung. Namun. 8).Anda mengenali para dewa dari atribut-atributnya. ia diimpor ke Yunani sebagai repertoar (bagian barisan lagu atau sandiwara yang akan dimainkan) dari motif bersifat dekoratif dan dalam proses yang dengan cantik diubah menjadi sebuah bunga teratai ganda. Ini pada mulanya berbasis pada seni dari Timur Dekat. di mana aigis (aegis) adalah tameng yang dibuat dengan kulit kambing. sebuah kursi yang menandakan status mereka. Iliad: Kemudian adalah bapa para pria dan para dewa yang duduk pada puncak Ida dengan sumber mata airnya telah turun dari langit. yang telah digambarkan sebagai garpu petir–dan terkadang didobelkan. Dalam kasus Zeus ini berarti yang terpenting adalah halilintar yang dipegangnya. dan para dewa maupun para raja duduk pada thronos. dan dia memegang halilintar di tangannya. suara guruh dan dampaknya ketika ia menghantam. menyebabkan kilatan cahaya. Kilat dapat dikenali dalam seni melalui bentuk teratai gandanya (lihat figur 5. yang secara alami seni mereka harus bergulat dengan momen bingkai yang telah dibekukan. Zeus telah mencengkeram halilintar dalam karya Homer. Ini merupakan Zeus yang mendominasi pusat dari pedimen timur Parthenon (kuil utama dewi Athena).

dia bergemuruh dengan perkasa dan mengguncangkannya. dan menutupi Ida dengan awan-awan. merupakan bagian penting dari peralatan untuk pemurnian. tameng kulit kambing ini bagus untuk menghasilkan badai (sebagian penulis bahkan menggunakan kata aigis untuk mengartikan badai): Kemudian putra Kronos mengambil aigis dengan jumbainya. bergemerlap. bangsawan Thessalian dan para putra mereka terbiasa pergi berpakaian dengan kulit domba jantan di puncak Gunung Mt Pelion –ke gua Cheiron Centaur dan kuil suci Zeus Akraios. Dan mungkin kulit kambing yang melambai-lambai. Mungkin dalam kultus-kultus lain. misalnya dalam inisiasi ke dalam Misteri Eleusinian. dikenali sebagai Zeus karena seekor burung di tangan kiri dan sebuah halilintar di tangan kanan. pada hari-hari yang lewat. . Dan pada waktu munculnya Bintang Anjing. ‘bulu domba Zeus’. Iliad 17. Ketika Zeus diasosiasikan dengan kulit hewan. Dalam seni. serta mengeluarkan cahaya kilat. tidak begitu berbeda dari awan-awan yang menampilkan wujudnya. Homer.2 Bulu Domba Emas juga berasal dari domba jantan yang dikorbankan kepada Zeus dan dihubungkan dengan kultus Zeus Laphystios di Halos (Thessaly). ia biasanya adalah domba--atau biri-biri jantan: Dios kodion.448 mempunyai seratus jumbai emas padat. serta memberi kemenangan pada Troya dan mengarahkan perjalanan Achaean. mempunyai tempat dalam sihir hujan dari hari-hari yang telah berlalu.mengapa ia seharusnya memiliki atribut ini terutama–dan bahkan kata itu seharusnya dengan tepat berarti ‘mengendarai seekor kambing’!1 Walaupun demikian. Zeus paling awal yang bertahan di mana kita dapat memastikannya adalah figur dekoratif pada sebuah tutup pithos (LIMC 12) dari sekitar 700 SM. dan memang aigis Athena yang dibawa pada Iliad 2.593–6 Tampaknya terdapat sejenis guncangan tamborin pada aigis ini. kambing menjadi hewan kultusnya.

Dimulai pada sekitar 600 SM dan berlangsung baik hingga abad ke-5. patung-patung kecil yang lebih awal dibuat untuk dedikasi bagi Zeus terlihat untuk menggambarkan seorang dewa perang daripada dewa petir. tangan kanannya siap untuk melemparkan halilintar (mereka yang tidak kekal akan memegang tombak). Zeus standar hasil dari pembacaan tertentu dari dewa perang: ia makin dipandang sebagai pemegang halilintar berkat pengaruh internasional (atau minimal antar-negara) dari para penyair syair kepahlawanan dengan theogony (studi asal-mula dan genealogi dari para dewa).3 Inilah apa yang kita perkirakan dari sebuah komunitas pada masa-masa yang tidak stabil di abad ke-7 dan ke-8 SM. sebagaimana seperti dewa yang berkorespondensi. *Tiwaz. dan sajak heroik seperti Iliad–hikayat para dewa yang dilahirkan. Zeus ditakhtakan sudah eksis di dalam Homer dan segera dibentuk sebagai sebuah tipe artistik. meskipun kita harus menunggu sampai abad ke-6 SM untuk . Jika tidak sedang dalam keadaan bergerak. kita berulangkali menyaksikan Zeus Keraunios. menjadi dewa perang dalam budaya Jerman yang belum mapan. sementara rajawalinya bertengger di tangan kiri Zeus.Walaupun ini. para dewa yang lebih tua menjadi terkalahkan dan merupakan makhluk hidup yang menuju kematian. terutama dalam patung-patung kecil setinggi 10–20 sentimeter yang ditinggalkan penganutnya di Olympia sebagai testimoni atas keyakinan mereka: di sini (gambar 2) Zeus melangkah. ia mungkin bukanlah penggambaran standar. Zeus dapat duduk dengan keagungan di sebuah thronos. Ini adalah Zeus yang diambil dalam keadaan sedang beraksi. Pada apa yang menjadi lokasi kunci. titanomachy (perang para Titan). ‘Zeus sang halilintar’. sebenarnya dari masa Homer. sebuah ikon supremasi di langit. Olympia.

berpakaian dalam jubah dengan pola-pola yang demikian kuat. Pada jubah terdapat sulaman figur hewan-hewan dan bunga-bungaan. serta juga dengan kayu eboni dan gading. Dan terdapat lukisan binatang-binatang padanya serta sejumlah figur yang dikerjakan di dalamnya. LIMC 89). dalam bentuk tunas buah zaitun. Pada tangan kanannya dia membawa (patung kecil) Victory.4 Ini memberi kita tanggal kasar dari patung karena kita mengetahui bahwa Pantarkes memenangkan gulat para pria pada tahun 436 SM. ia melukiskan Zeus Hypatos (‘Tertinggi’) di Sparta dan dibuat dari pelat perunggu yang dilantakkan dan disesuaikan bersama-sama dengan paku (Pausanias 3. ketika kita dapat menyaksikan tiga cangkir dengan sosok hitam dari Laconia (gambar 3) di mana. bunga bakung. dengan sebuah pita dan karangan bunga di kepala.14. begitulah yang dikatakan.6. Karangan bunga terpasang pada kepalanya. . ia juga terbuat dari emas dan gading. dan menuliskan ‘Pantarkes itu elok’ pada jari dari patung. Apa yang berhasil bertahan dengan jelas hanya merupakan ujung kecil dari gunung es. Pantarkes. Karya agung adalah patung kolosal Pheidias untuk kuil di Olympia (gambar 4. meskipun kadang-kadang kita mengambil gema dan impresi darinya pada koin-koin atau melalui reproduksi Roma. terutama yang dengan impresif menggambarkan Zeus ditakhtakan. LIMC 55). Patung muncul secara ekspresif ke dalam kehidupan yang dilukiskan oleh Pausanias: Dewa duduk di singgasana yang terbuat dari emas dan gading. Patung-patung besar. Sandal dewa juga dari emas dan demikian pula jubahnya. Kita belajar misalnya dari Pausanias bahwa patung perunggu tertua berasal dari awal abad ke-6 SM. Ada empat Victory dalam bentuk penari pada masing-masing kaki dari takhta. Dia bahkan memasukkan penggambaran teman prianya.17. diperkaya dekorasi dengan tiap jenis logam. semuanya sudah hilang. dan burung yang duduk pada tongkat kerajaan adalah rajawali. dan dua lagi di dasar dari tiap kaki. Pada tangan kiri dewa terdapat sebuah tongkat kerajaan. Takhta didekorasi dengan para dewa dan batu-batuan berharga. dan menyandang rambut panjang serta janggut. .7. 8. rajawalinya bermanuver menyambar untuk bertemu dengan dia.penggambaran yang tidak bisa dipungkiri atas motif ini. .

pematung Zeus dari akhir abad ke-4 SM. Lysippos mencari suasana melalui arkhaisme (sesuatu yang bersifat kuno). Dia sekarang cenderung ‘seperti patung’ yang lebih normal dalam perspektif modern. dan berkurang kesannya sebagai pelempar halilintar kecuali pada beberapa koin. gambaran karakteristik Homer mencapai pemenuhan klasikal dan menurut kisah.5 yang belum pernah terjadi dengan tinggi 40 cubit (cubit adalah satuan panjang pertama yang tercatat. Dengan seni patung yang sensasional ini. yang perbandingannya. Melawan latar belakang ini.11. Bagaimanapun juga. Sekarang mata petir digantikan oleh dewi Nike (Victory) dalam genre Zeus bertakhta.25). sekitar 17 meter). yang saya percayai. Perunggu kolosal Zeus dalam agora (pusat jual beli) di Tarentum (LIMC 224). dengan sengaja menonjolkan ketelanjangan ini. Halilintar. Ini adalah perubahan modernisasi. kita tidak mengetahui.Pausanias. Dia hampir menjadi lebih serius. seiring bangkitnya konsepsi manusia dan klasik dari pematung Pheidias serta tuntutan para filosof. patung-patung kuno yang melangkah dan hendak melontarkan halilintar. Pheidias—pematung Yunani kuno—sebenarnya mengambil puisi Homer sebagai modelnya (Dio Chrysostom 12. rajawali. dewi Nike lebih kompleks daripada sebuah halilintar dan lebih cocok terhadap pose statis ini. bertumpu pada karakter yang lebih antropomorpis (mirip manusia) dari supremasi Zeus. tetapi menampilkan keadaban yang lebih baik dengan himation (jubah)-nya serta seekor rajawali pada sebuah tiang untuk menyediakan . Tour of Greece 5. tongkat kerajaan dan sekarang Nike–ini adalah atribut-atribut dari Zeus pada abad ke-4 SM. Terkadang juga dia memegang piring minuman yang dangkal (phiale) merefleksikan pemujaan yang diterima dirinya dalam kultus domestik. sayang sekali.1f.

ketika pastilah terdapat berbagai dewa politeistik.stabilitas secara harfiah maupun metafora (LIMC 8. Dia mungkin dalam kenyataannya merupakan satusatunya dewa yang bertahan dari masa Indo-Eropa. . SELAYANG PANDANG Maka kemudian inilah Zeus ketika dia digambarkan dalam dirinya sendiri dan ketika dia merupakan fokus eksklusif dari pemikiran. ikonografinya telah berubah untuk seterusnya. Zeus pertama kali muncul pada penglihatan.000 atau pada tahun-tahun di antaranya. sejak patung karya Pheidias telah memberikan kehidupan baru kepada gambaran dari Homer.1. patungpatung yang dibuatnya untuk agorai (pusat perbelanjaan) di Argos dan Sikyon. Adalah dalam milenium sebelum Yunani klasik. Pada tahun 3. Dalam sebuah agama antropomorpis (menyerupai manusia) dia dengan jelas dibayangkan hingga sejauh yang dilakukan Homer. sebuah panteon. setiap penggambaran yang terkemudian mempunyai perspektif Zeus dari pematung Pheidias. Ini dimantapkan melalui seni. dalam Zaman Perunggu Akhir (Yunani ‘Mycenaean’). rajawali. inilah yang paling berkuasa di antara semua dewa. Gambar memproyeksikan kekuasaannya: berdiri dengan memegang halilintar. halaman 344). sebagaimana yang ada di Yunani dan telah kita ketahui. 2 HUBUNGAN ZEUS DENGAN DEWA-DEWI DAN KEFANAAN ZEUS DALAM ZAMAN PERUNGGU Zeus merupakan dewa yang spesial. Bahkan. digantikan. atau duduk dengan mulia. bahkan satu yang untuk Megara dilukiskan sebagai pelontar halilintar. dimodernisasi. mereka telah diperbaharui. Namun. Namun. terlihat berasal dari imitasi pada koin-koin untuk menjadi kepahlawanan telanjang bergaya lama yang baik. dengan tekanan pada atribut-atribut reguler–kilat.

6 Ia tampaknya mengatakan sesuatu seperti ini: <mengenai sesuatu > Diwion [kuil Zeus] dan membawa hadiah serta menuntun porena kepada Zeus 1 bahtera emas. 1 wanita. Sementara itu di Knossos. walaupun juga ada dewi Diwia. Pengiriman persembahan ‘ke (Gunung) Dikte’ kelak menyulap prosesi panjang dari masyarakat berbahasa Yunani pada milenium kedua sebelum Kristus. Diwieia. yang tampaknya memiliki pendeta wanita. apakah ia penduduk Gunung Dikte atau . Namanya pasti telah dipakai untuk disembah sebelum adanya kuil di Gunung Dikte dengan dampak variasi lain memasuki sistem agama Yunani. kepada Drimios [kita tidak mengetahui siapa dia] Putra Zeus 1 bahtera emas. 1 pria. Biji gandum dan minyak terlihat menjadi hadiah yang lazim bagi Zeus. Kita tidak mengetahui apakah ini merupakan istana pemujaan. Mereka seperti pria dan wanita–apakah mereka bahkan merupakan manusia yang dikorbankan?7 Diwion dari Pylos (diasumsikan ia adalah hal yang sama pada tiap kasus) merupakan bagian familiar dari dunia ini. kepada Hera 1 bahtera emas. 1 <pria?> Porena itu pastilah hadiah yang berjalan–itulah mengapa dia dituntun.Di antara petunjuk paling awal adalah lembaran yang ditemukan di istana Mycenaean di Pylos tertulis dalam skrip ‘Linear B’ kemungkinan berasal dari sekitar 1200 SM. Terlihat pula kemungkinan beberapa tipe rohaniwan atau pelayan yang menyertai di Pylos–Diwieus. Hera sudah muncul dengan keterkaitan yang erat dengan Zeus. semacam tempat terbuka atau sesuatu yang bahkan lebih ambisius (meskipun itu akan menjadi sangat tidak lazim sejauh yang dapat kita ungkapkan dari arkeologi). sebuah lembaran tulisan (Knossos Fp1) mengungkapkan kepada kita mengenai sebuah persembahan minyak kepada Zeus Diktaios (‘dari Gunung Dikte’). bukan dibawa. ketika Zeus menerima hadiah sekitar satu liter minyak zaitun dan kemungkinan beberapa pakaian (Hiller 1978: 1004). dan disoroti pada dua lembaran tulisan lain.

503 dan lainnya–sembilan kali dalam dua kisah kepahlawanan dari Homer O ayah dari kami. dan seharusnya dimaksudkan bahwa festival ini. penguasa tertinggi. kelihatannya Diwia. dan karenanya mungkin suatu festival. . suatu bulan.9 AYAH. Prajapati (ini dalam kisah kepahlawanan kuno. Iliad 8. sebuah gunung. yang bertahan dalam bulan Dios dari Makedonia. Nama dewa ‘Dionisus’ terlihat seperti--dengan satu cara atau lainnya--pernah dimaksudkan sebagai ‘putra dari Zeus’. Diwios. . . fungsi yang diabadikan terutama dalam ‘kasus vokatip (bentuk penyeru)’. sebuah julukan yang mengasosiasikannya dengan sebuah tempat. SUAMI Fungsi terpenting yang telah melestarikan Zeus sejak masa Indo-Eropa adalah ayah. berlangsung pada waktu itu dari sepanjang tahun. Kita sudah mempunyai banyak bagian yang akan familiar kelak: dewa Zeus. dinamakan berdasarkannya. Sebuah bulan. bentuk kata yang digunakan ketika menyapa dewa.31 .30–2). daerah atau tempat khusus. Diwion. . Kronides [putera Kronos].bukan.8 Dan ‘Dioskouroi’ (Dioscuri) tentu saja adalah ‘para putera Zeus’: tempat mereka dalam sistem keilahian Indo-Europa sebagai manusia kuda kembar diyakinkan oleh kepararelannya dalam kesusasteraan Sansekerta. Iliad 1. Mahabharata 1. Aetolia dan Thessaly kelak. seorang rohaniwan. sebagai As´vins kembar–merupakan di antara keturunan dari dewa zaman dulu kala yang menghasilkan keturunan. Sabda Athena. SAUDARA. kemungkinan seorang istri (apakah Hera atau Diwia) dan agaknya seorang putera. sebagaimana seseorang harus melakukannya: Zeu pater [ayah/bapa Zeus] . sekaligus memberlakukan mitologi keluarga yang ilahi. Putra dari Zeus telah menggemakan arus utama tradisi Yunani.

Itu merupakan suatu cara pembuktian dari ini. namun ketika dia memerankan hal yang kurang signifikan dalam kalimat. semoga saya menjadi kaya. Jika dia merupakan kepala rumah tangga. . Hades. kita memuja Jove. Demeter dan dari isterinya Hera. Yupiter memerintah atas para dewa dan pria. Contoh-contoh ini berasal dari kisah kepahlawanan (epik). . itu bukanlah sekadar aspek menyenangkan dari kehidupan keluarga dan itu tidak membuatnya menjadi sejenis ilah pencipta dalam model Yudaisme-Kristen–yang datang belakangan. nama yang berisikan akar dari namanya .’10 Bentuk sapaan ini juga terlihat di dalam bentuk Latin: ketika dia mengerjakan sesuatu atau Anda menyebut dia adalah Iuppiter (Yupiter. ‘Jove-father’). bahwa dia pada faktanya. yang berarti dia mempunyai isteri serta anakanak. paling besar. Dia adalah ayah karena dia mempunyai otoritas yang tidak perlu dipertanyakan lagi terhadap keluarga para dewa. penguasa dari [Gunung] Ida. ‘O ayah Zeus. dan atas semacam perluasan rumah tangga yang terdiri dari para dewa maupun manusia (LloydJones 1971: 33).112. terutama ia yang berasal pada permulaan bangsa-bangsa. dia semata-mata Iovem (Jove). Jika dia adalah ‘ayah atau bapa’. sebagaimana akan kita lihat di bawah. yang dengan mengejutkan adalah yang termuda. Namun tentu saja dia adalah saudara.276 Bapa Zeus yang merupakan tuan atas para pria dan kekal.Bapa Zeus. Odyssey 20. merupakan ayah dari sebagian dewa dan bapa dari sebagian manusia. . . Iliad 3. Di Dodona isterinya haruslah Dione. dari Poseidon. yang paling mulia. tetapi mereka menembusi kesusasteraan dan kehidupan Yunani–sebagaimana kita temukan tertulis pada sebuah jambangan pada akhir abad ke-6 SM.

11 Sebuah contoh menonjol. sejenis ‘Zeus-ona’ dan cukup mengingatkan pada Diana dari Romawi. Ini adalah apa yang kita rujuk sebagai hieros gamos. dan Kerényi (1976:112) memang benar: ‘tema ini berperan sebagai bagian kosmogoni (teori mengenai asal-usul jagad raya) sebagai persatuan untuk menghasilkan keturunan dari “pasangan pertama” ’. Apakah keluarga raja Yunani pada Zaman Akhir Perunggu juga berperilaku seperti ini? Atau adakah legenda itu sendiri meminjam dari suatu tempat seperti Mesir? Mungkin ia hanya bahwa suatu pernikahan yang begitu dini dalam genealogi para dewa cenderung menjadi berzinah. mungkin karena peleburan dari agama dan kebudayaan para penyembah Zeus seiring mereka tiba di Yunani dengan masyarakat lain yang sudah berdiam di sana. Di Nauplion terdapat mata air. ‘pernikahan suci’ yang secara ritual dapat diundang-undangkan. atau untuk sebuah pernikahan. dan pernikahan Zeus dan Hera adalah cara untuk memutar ulang jam. Kanathos: Di sini masyarakat Argos mengatakan bahwa Hera. Pernikahan antarsaudara terjadi di antara firaun di Mesir. Gagasan pernikahan primordial adalah lebih daripada legenda–ia mempunyai peran penting dalam kultus.2f. di mana kita mengetahui sesuatu dari festival di seputar ini di Boeotia. Pausanias 2. Terdapat banyak lokasi di Yunani di mana pernikahan Zeus dan Hera ini diduga berlangsung. menjadi seorang perawan. Namun. Di sini Plataea merayakan Daidala dalam tiap tahun keenam dan . Orang bisa saja heran mengapa dia menikah dengan saudaranya. istri yang lazim adalah Hera.sendiri (Di-). Karenanya kultus magis membawa kita kembali ke titik awal untuk theogony (studi asalmula dan genealogi dari para dewa). ketika dia dicucikan tiap tahun.38. Ini dari Ritus yang mereka adakan untuk Hera dan merupakan salah satu rahasia.

Dan untuk . yang jauh di Boeotia. adalah apa yang mereka biasa gunakan untuk menyebut xoana–patung kayu–di masa kuno). orang pertama yang cerdik. kata Pausanias.13 Jadi terdapat festival dengan sebuah prosesi menuntun patung kayu Hera dari Kota Plataea ke Gunung Kithairon. Hera telah meninggalkan Zeus. di mana masyarakat membuat awal baru dan dalam kasus yang ekstrim dunia mungkin terlihat dimulai kembali. Festival yang terjadi dalam interval waktu yang begitu panjang. Dalam kasus Daidala tindakan seksual dan pernikahan ini berlangsung di Gunung Kithairon. tetapi menemukan kebenarannya. Kata sifat teleios mengacu pada penyelesaian transisi dari pertunangan pada pernikahan dan penyelesaian kedewasaan melalui pernikahan. Hera kemudian tiba dengan kemarahan dan kecemburuan. berdampingan dengan Plataea. merupakan karakter dari festival pembaharuan. ‘eponym (seseorang yang berdasarkan dia sesuatu dinamakan)’ dari Gunung Kithairon. berbatasan dengan Attica. di mana hieros gamos berlangsung. dia pun rujuk dengan Zeus dan dirinya menempuh pernikahan dengan Zeus. dia mendandani sebuah patung dari kayu.12 Namun di Daidala. di Yunani maupun budaya-budaya Indo-Eropa lain. berpikir bahwa itu adalah lelucon yang hebat. dan Zeus tidak tahu apa yang harus dilakukan. dan yakni bagaimana Hera menjadi disebut Hera Gamelia (‘dari ritus pernikahan’) dan Hera Teleia. yang eksis dalam legenda yang membuat Gunung Kithairon dinamakan menurut dia. eponym dari Alalkomenai. dan dibiarkan diketahui bahwa dia akan menikah dengan Daidale ini.Boeotia secara keseluruhan merayakan Daidala Raya tiap 59 tahun. Seorang pahlawan lokal sekarang menasihatinya: entah Kithairon. atau Alalkomeneus. dan dinamai Daidale (daidala. Menurut legenda ‘aetiologikal’ (yang bersifat menjelaskan). Menyusul nasihatnya. anugerah Hera harus dimenangkan.

Homer memelihara dinamika kultus dengan cukup setia: kemarahan dan kecemburuan dalam Iliad 1. bukan Zeus. bulan Festival Pernikahan. Pernikahan sebenarnya di Athena kerapkali terjadi dalam bulan Gamelion (sekitar Februari). yang sudah ada lama sebelum Zeus. Penggambaran dari Homer merupakan hal yang aneh sampai kita menyadari bahwa dibutuhkan dalam kultus untuk menyiapkan sebuah pernikahan baru yang menggerakkan pelukisan pernikahan yang hampir putus. Cerita Daidale dari Pausanias terlihat bahwa ia berutang banyak kepada penggambaran Homer mengenai hubungan bergolak Zeus dengan Hera. sama sucinya seperti para dewa.mencapai ini pernikahan Zeus dengan Hera harus terus-menerus dibatalkan–agar dapat dilakukan pembaharuan.14 Petunjuk yang terpisah menyatakan. Dia terutama ada untuk menguasai dan memerintah dunia. Ini mencakup doa dan persembahan kepada Zeus Teleios dan Hera Teleia yang hieros gamos-nya dirayakan di Theogamia pada hari ke-27 dari bulan dan menjadi model serta menyempurnakan pernikahan yang disahkan di bumi. keturunan dari ‘Ibu Besar’. Gamelia. peserta yang besar sekali entah bagaimana menyucikan pernikahan mereka masingmasing dalam proses ini dan membuatnya khusus. disapu untuk sementara oleh hieros gamos di Gunung Ida dalam Buku 14. bukan untuk memiliki biografi yang menjadi teladan. Namun. Namun. KELAHIRAN DAN KEMATIAN ZEUS Kelahiran Zeus bukan merupakan momen kunci yang begitu penting seperti. misalkan. sebagaimana diamati Kerényi. betapa . pada Yesus Kristus. Jika kita mempunyai kisah kelahirannya itu karena terdapat penggabungan antara dewa Zeus dan seorang dewa anak yang ilahi. Namun ini mungkin merupakan arah lain. tipu daya dalam kasus ini tentu saja Hera.

Tetapi lokasi ini tutup usia sekitar 500 SM dan asosiasi yang paling berpengaruh adalah dengan Gunung Dikte itu sendiri. Karena itu dalam Hesiod perempuan ini dikirimkan ke Lyktos (Lyttos) di Kreta dengan guanya. tentu saja keduanya keliru. Jadi Zeus dilahirkan di Arcadia oleh Rhea: dalam sebuah legenda yang bernuansa penyiksaan. menjadi sedemikian memaksa bagi mereka untuk mengikatkan mitologinya kepada Zeus. Namun. Karenanya sejumlah bahan penyusun kultus–lagu.16 nampaknya merefleksikan legenda sebuah tarian ritual prajurit muda yang praktik awalnya terutama diasosiasikan dengan gua-gua. pemuda.pentingnya yang diatribusikan kepada anak ilahi ini oleh kultus lokal. tangisan bayi Zeus diredam oleh keriuhan bunyi melengking tarian senjata dari Kouretes. dan ibu dari dewa muncul bersama dan menjadi fokus sebagaimana warna-warni legenda hampir secara paradoks mengaitkan masa bayi . perempuan ini berada di sebuah gua di puncak Gunung Thaumasion (‘ajaib’) seiring dia menjelang melahirkan dan di Gunung Lykaion di mana dia benar-benar melahirkan.15 Hal itu dengan rapi menyapu dua lokasi kultus dengan petunjuk klaim yang tidak konsisten. bukan Gunung Dikte modern digantikan oleh pembuat legenda modern di dekat gua di Psychro. dan peran sangat penting dari gunung pada kedua kultus tersebut. dan hampir pasti ini Psychro. karena lokasi kultus yang berhasil dalam kompetisi ini adalah di Kreta dan dia kemudian dapat dengan bangga diproklamirkan Zeus Kretagenes (‘kelahiran Kreta’). tetapi lokasi riil yang diketahui oleh ahli geografi purbakala di timur jauh pulau di wilayah Praisos –yang juga mencakup kuil Zeus Diktaios di lokasi yang sekarang dikenal sebagai Palaikastro. tarian. di mana Zeus dari Dikte kemungkinan telah dipuja di masa-masa awal. Dikte punya bunyi mirip dengan tiktei (‘melahirkan’) dan legenda menyatakan bahwa di sebuah gua di Gunung Dikte.

raja dari mereka yang kekal. Di Praisos mereka meyakini babi betina yang melindungi Zeus dengan suaranya yang banyak mendengkur dan bahkan mereka berkorban kepadanya. yang dinamakan ‘Amaltea’. Tawon Suci mungkin hanya sekadar titel dari pendeta wanita dalam beberapa jenis kultus di mana Zeus dilahirkan sekali lagi setiap tahun. Putra dari Kronos. dan pada faktanya merupakan himne penuh semangat yang memanggil Zeus untuk memberi kesuburan dan kemakmuran pada tanah dan masyarakat. Namun petunjuk paling kuat yang berhasil bertahan adalah nyanyian pujian kultus aktual yang ditemukan di dalam kuil Zeus Diktaios di Palaikastro. Zeus bisa jadi disusui oleh seekor kambing. di sini hidup ‘para tawon suci. saya katakan dengan mengelu-elukan!. Dengan penuh warna-warni ia dinamakan Himne Kouretes oleh para pengarang modern.17 Seiring kisah-kisah dari sejumlah lokasi berbeda bercampur. semua suka cita yang sangat kuat. Datanglah! . perawat dari Zeus’ di mana dengan madunya Zeus memeroleh makanan.dari bapa para dewa dan manusia. dan Zenobius pada abad kedua masehi menyatakan Zeus menetapkannya di antara perbintangan. Cerita lain mengisahkan keberadaan para tawon di sebuah gua. Satu-satunya masalah adalah gua-gua di timur pulau itu tampaknya tidak mempunyai tempat-tempat kultus– bagian itu muncul dari Gunung Ida di bagian tengah pulau. mitologi yang kaya tapi sekaligus tidak konsisten terbentuk. Teologinya cukup ganjil: Yo! Pemuda Terbesar [Kouros]. sekali dalam setahun sebuah cahaya benderang bersinar keluar dari gua seiring ‘darah Zeus’ dari kelahirannya meluap. sehingga tidak seorang pun dapat memasukinya. atau bahkan dari Psychro.

Penyembahan berhala Yunani dengan adil adalah terbuka dan toleran.3). sebagaimana para dewa secara definisi adalah kekal.320 n. sebuah pegunungan berpohon– yang merupakan arti dari (w)ida.509. yakni tanggal dari inkripsi ini.134) seolah-olah mereka adalah hal yang sama. para dewa kecil] Ke Dikte setiap tahun membuka jalan Anda dan bergembira di dalam lagu yang kita anyam dengan lyre (semacam alat musik kecapi yang digunakan masyarakat Yunani kuno) dan dicampur dengan seruling dan dengan berdiri kita menyanyi di seputaran altar yang berbatasan dengan baik Yo! [dan seterusnya] Himne Kouretes 1–12 Seseorang dapat menerka bahwa himne ‘Pemuda Terbesar’. Ia dirancukan dengan Dikte oleh pengarang dari Alexandria yang tidak pernah berada di sana. Namun. Jadi mitologi berebut dan tersisa pada Diodorus (5. Ini hanya terjadi pada kasus yang marjinal dan asing.1233). sebenarnya masih dipertunjukkan pada abad ketiga masehi. ia mempunyai kesulitan dengan konsep para dewa meninggal. dengan kelompok roh jahat ini. oleh para pemuda di wilayah Praisos sebagai suatu event dalam budaya rakyat lokal.19 Apollonius dari Rhodes membicarakan tentang ‘gua Diktaios’ (1. yakni ‘gua Kreta’ (2.Menuntun daimones [‘roh’.18 Terdapat kultus pararel di Gunung Ida pada rakyat Kreta. 1130) dan ‘gua Idaios’ (3.70) atau sumber-sumbernya untuk membereskan ini: Zeus dilahirkan di gua di Dikte tetapi dibawa dalam gua di Ida (Nilsson 1967: i. . Tentu saja yang belakangan mempunyai pengaruh yang kian meningkat dan di Lyttos juga Zeus dapat dirujuk sebagai Widatas (‘dari Ida’).

388). jika merupakan dewa. TITANOMACHY. Kronos mengebiri Ouranos dan rezim baru terlahir. bahkan gambaran dewa Yunani dibentuk di tempat pertama oleh perkembangan selama berabadabad dari karakteristik-karakteristik dan kisah yang berbeda. Ares dan Aphrodite dilukai oleh Diomedes dalam Iliad 5 melalui tindakan yang amat berlebihlebihan oleh Homer. meninggal. bervariasi antara Dikte dan Ida. pengembara di Mesir diberitahu ‘Pan (dewa ternak) besar mati’. Mereka memperanakkan Cyclopes bermata satu dan sederetan orang yang dikenal secara kolektif sebagai para Titan. GIGANTOMACHY Kendali Zeus terhadap tatanan alam semesta digarisbawahi oleh kisah-kisah yang mencakup pembentukan tatanan itu atau mengalahkan serangan pada tatanan itu. termasuk Kronos. Pada permulaan adalah Nirwana dan Bumi (Ouranos dan Gaia). Dalam kisah dari Plutarch (Decline of Oracles 419b–d). Itu hanya menunjukkan bahwa warga Kreta adalah pendusta (Callimachus. seperti tempat lahirnya. yang lokasinya. Jika dewa dilahirkan tiap tahun dia juga akan meninggal.8).Adonis. TAIFUN. Kronos kemudian menelan anak-anaknya hingga sebuah batu disubstitusikan bagi Zeus (batu ini . Namun. yang mengisahkan bagaimana pada suatu waktu Ares pernah hampir meninggal (5. yang dapat digambarkan sebagai sebuah pengarang ‘dari timur’. dalam Hesiod. Cerita semacam ini ditemukan pertama kali dalam literatur kita yang berhasil bertahan. Tetapi adalah hal lain untuk mempunyai kuburan Zeus. menyegarkan mitologi Yunani dengan cukup banyak bahan dari Timur Dekat–dan ini tampaknya di mana kisah-kisah tersebut berasal. Hymn 1. ia juga menunjukkan dengan sangat jelas bagaimana kultus lokal memperkenalkan bagianbagian yang beragam dan tidak konsisten ke dalam gambaran dewa Yunani.

di mana dewa Baal berperang melawan naga berkepala tujuh. pada akhirnya sebagian besar dari para Titan dikirim ke Tartarus. berlalu dengan demikian perkasa: Zeus melemparkan ke sekeliling kilat dan petir dalam jumlah banyak. Ini digambarkan dalam Hesiod (Theogony 617–731) dan telah dilukiskan dalam Titanomachy Eumelos dari Corinth. Segenap yang benar-benar berarti adalah bahwa pertempuran terjadi dan mempunyai hasil. Themis dan Mnemosyne. bukan kualitas dari perkelahian dan alur yang sekadar daripada standar 10 tahun. bumi berdesis dan sungai-sungai serta lautan mendidih (Theogony 693–6). Bagian kunci dimainkan oleh para sekutunya Seratus-Tangan (Hekatoncheires). halilintar. Inilah keharusan legenda di mana darinya Homer memeroleh ancaman berulang Zeus untuk mengirimkan para dewa lain ke Tartarus (Gantz 1993: 45). Di Eumelos. puisi yang hilang dari sekitar 700 SM. monster laut Aegaeon-Briareos ‘mengobarkan api dari 50 bagian tubuh atas dan menggemerincingkan begitu banyak perisai melawan halilintar dari Jove’. Yammu (laut). dan lainnya–kebanyakan Titan perempuan termasuk Leto. Senjata pentingnya pada pertempuran ini. Kottos. Pertempuran dari para Titan. Briareos dan Gyges. sebagaimana digambarkan oleh Hesiod. terpisah dari Hyperion Matahari (Titan putra Gaea dan Uranus). Ini adalah sesuatu yang sangat kuat dan hal yang tegas . akan tampak.masih dipamerkan di Delphi pada abad kedua masehi). dibuat oleh Cyclopes. dikutip oleh Barat.20 Versi ini lebih dekat pada pola Timur Dekat seperti legenda dari Ugarit (pada pesisir apa yang kemudian menjadi Suriah). Zeus memeroleh kembali saudarasaudarinya yang telah ditelan oleh Kronos dan dalam sebuah pertempuran besar– Titanomachy–mengalahkan rezim lama. yang memberinya daya serang untuk meraih kemenangan dan sebuah perlambang dari kemenangan itu.21 Di sembarang kejadian.

pernah Gunung Hazzi dari Hittites. di mana kobaran api dari Taifun muncul dengan menakjubkan melalui gunung berapi. pendiri dari Thebes. yang cukup menyendiri dari aspek-aspek lain yang tidak menyenangkan (keularan). pada akhirnya diselamatkan hanya oleh intervensi dari Hermes dan Kambing-Pan (Aigipan). Dalam versi ini uratnya Zeus telah dicuri oleh Taifun dan. antara perkataan dewa dan lenguhan sapi (Hesiod. dengan lebih lengkap. atau Typhoeus (820–80 – penggabungan dalam teks Hesiod menunjukkan agak secara buruk). dengan horizon yang lebih lebar. 831f. mengambil bentuk kesemrawutan dan tidak dapat dipahami pada fisiknya: 100 kepala. tidak tertolong. juga merupakan zaman dari hoplite –tentara Yunani kuno bersenjata lengkap yang berperang dalam . Sekarang Taifun. yang sudah di Pindar dan mazmur dari Aeschylus—bapak drama tragis Yunani--. Zaman Kuno (Arkais). Lompatan Prometheus telah muncul dari Cilicia. serta memancarkan suara-suara membingungkan. Lawan khusus Zeus adalah Typh(a)on (Hesiod. atau dalam kisah kepahlawanan Nonnos.untuk mengirimkan seseorang ke Tartarus dan pada waktunya22 di sana berkembang sebuah kata untuknya. katatartaroö – ‘(seluruhnya) ke Tartarus’.). Dionysiaka (abad ke-5 masehi). kemudian Gunung Kasios di Suriah (yang naik di atas di mana Ugarit ada). Monster ini menampakkan diri setelah Titanomachy. ketika jenis syair ini pertama kali berkembang. Hal itu tidak lama sebelum ini telah ditransformasikan ke Gunung Etna di Sicily. Kadmos. tartaroö. Hikayat tersebut juga dipulangkan ke timur dalam Zaman Hellenistik. berpindah sedikit lebih jauh untuk menjadi naga dari gunung kudus. atau. Zeus memerlukan seluruh kekuatan untuk mengalahkannya dan pada akhirnya untuk memukul jatuh ia dalam suatu tempat yang menghanguskan dan disebut sebagai Aidna. Theogony 306).

Ditemukan di Olympia di mana mereka didedikasikan 2. di luar sebelah utara wilayah barbar dari Yunani. diri mereka diterjemahkan sebagai ‘Gigantes’ dalam Septuaginta Yunani). namun adalah pada Gigantomachies di mana seni patung cenderung berpaling. paralel kosmik untuk karya dari hoplite (lihat gambar 5).65. Katalog Wanita (fr.500 tahun lampau. Herakles dan Dionisus–memainkan peran pembantu dalam legenda Taifun. kelihatannya para pria. Untuk mengalahkan mereka. terkadang tali pengikat dari perisai mereka didekorasi dengan pita logam dari adegan-adegan yang hampir seperti potongan kartun sebagaimana hoplite mungkin diasosiasikan dengannya. meskipun peran Herakles di dalamnya diketahui pada pengarang mazmur Hesiod. Titanomachy menangkap imajinasi dari Yunani Arkais (Kuno) dalam puisi. pertempuranpertempuran melawan Gigantes (lihat gambar 6). Ia berada di mana-mana pada abad ke- .formasi bersama para rekannya. tidak semestinya pada apa yang kita pahami sebagai ‘raksasa/giant’. Kita sering melihat Gigantomachy dalam dekorasi seni patung dari kuil-kuil Arkais (zaman kuno): pernyataan otoritas dari para dewa. suatu tempat di Thrace. para dewa perlu bantuan dua sosok setengah dewa. yang berada di luar peta. Sebagaimana para pria ini berperang dan kemudian gugur. Tidak seorang pun benar-benar mengatakan kisah mereka dengan tegas. minimal pada mulanya (seperti Nephilim atau orangorang raksasa misterius dalam Kitab Kejadian 6:4. dan diperkokoh oleh legenda yang dikisahkan atasnya. Ini disisakan bagi pengarang terkemudian23 untuk merangkai bersama kisah bahwa para dewa bertemu Gigantes dalam pertempuran di Phlegra. abad ke-6 SM). Gigantes adalah ras dari insan. 43a. dibuat oleh kuil itu sendiri. beberapa melukiskan peperangan Zeus dengan Taifun.

dan akhirnya metope dari Heraion di Argos (410 SM). Atau jika belum cukup. Perbendaharaan Siphnian (bangunan yang didedikasikan bagi polis Yunani untuk memberikan persembahan) di Delphi (525 SM). Ini. merupakan kisah-kisah yang menyokong kekuasaan Zeus dan untuk memuji atas kekuatannya. sebuah bangunan perbendaharaan anonim di Delphi (awal abad ke-5 SM). Athena (520 SM). Para dewa. pedimen timur dari kuil Arkais dewi Athena di Acropolis. dalam bentuk yang dihaluskan ini. kemungkinan situs lain di Athena pada akhir abad ke-6. dapat mempertunjukkan keekstriman di mana . tentu saja metope yang sangat indah dari Parthenon. di mana masyarakat merasa nyaman dengan konsep kebesaran raja yang kuat dan mengagumkan.5 dan ke-6 SM (semua tanggal merupakan perkiraan): kuil Artemis di Corfu (awal abad ke-6 SM). memampangkan suatu Gigantomachy pada skala besar. Perbendaharaan Megarian di Olympia (510 SM). Mereka membentuk karakter yang mengagumkan dan tidak terbantahkan yang mengharuskan kita mengakuinya sebagai dewa paling penting. penyair-filosof Yunani dari abad ke-8 SM) pada selera mereka. dipinjam dari Timur Dekat. dan ia cocok dengan ekspektasi mereka mengenai manusia super. bagian barat dari kuil ‘Alcmeonid’ Apollo di Delphi (500 SM). metope--(Yunani: Μετώπη) dalam mitologi Yunani adalah peri sungai. dekorasi di Sounion pada kuil Poseidon (450 SM). dan dengan perluasan pada para pahlawan. karena dekorasi dari altar raksasa Zeus di Pergamon pada awal abad kedua sebelum masehi. Namun. Olympieion di Agrigento pada kuartal kedua dari abad ke-5. kemudian. putri dari sungai Ladon—dari berbagai kuil di Selinous di Sicily (paruh pertama abad ke-5 SM). rakyat Yunani menemukan ketimuran Hesiodic (cosmogony dan theogony dari Hesiod. dengan luar biasa mengingatkan pada seni patung Arkais (zaman kuno) dan klasik. Ini merupakan bahasa khusus mistis.

) Apakah ini istana Olympia bagi saya? Saya akan pergi ke bumi Dan meninggalkan aither (elemen para dewa yang terlahir pertama) dari ayah saya dan hidup di Thrace (negara kuno dan kawasan penghasil anggur di timur Semenanjung Balkan ke utara Laut Aegean. saya menyadari bahwa tiap legenda mempunyai kepentingannya dan bahwa kita akan menyaring dengan sangat cepat terhadapnya.manusia dalam dunia Yunani yang berbudaya mungkin akan menjauhkan diri. Itu karena mereka lebih besar dan hal tersebut akan mengangkat kebesaran mereka. maupun Zeus si pemanja pernikahan! Ares berbicara dalam Nonnos. Exhortation to the Greeks 2 (27 P. Zeus mungkin bukan hanya. Tidak ada biblika legenda Yunani.61–4 Zeus si pezina Zeus menghabiskan banyak dari waktu mistisnya dalam perzinahan. Namun terdapat alasan lain yang akan menjadi jelas ketika tipe dari legenda ini menjadi kategori-kategori. Dionysiaka 8. Clement dari Alexandria. penghakiman Zeus. dan detail-detail serta nama-nama yang akurat dilakukan pada kesempatan yang kemudian berubah. Kekerasan dan kekuatan yang tidak bisa dilawan menekankan tatanan yang lebih tinggi. Kita juga perlu untuk memasukkan ke dalam pikiran bahwa rakyat Yunani mengisahkan legenda-legenda mereka dengan cara apapun yang terlihat berguna untuk tujuan praktis. Anda dapat berpikir ini merupakan proyeksi dari fantasi pria dari apa yang tidak akan dibatasi oleh masyarakat atau moralitas. sehingga dia bergairah atas semua wanita dan memenuhi hawa nafsunya kepada semua wanita. . dikolonisasi oleh Yunani kuno) milik kita sendiri di mana saya tidak akan menyaksikan ibu saya meratap dalam kesedihan yang mendalam. Dalam hal ini. AKTIVITAS SEKSUAL ZEUS Dia begitu kecanduan terhadap seks.

Ini pada faktanya merupakan zaman perkembangan. karena tidak sia-sialah ranjang-ranjang dari kekekalan. kita mencapai kesimpulan penting bahwa Zeus si pemerkosa dan penzina sebenarnya sebuah produk dari kebutuhan dari apa yang seseorang dapat mengistilahkan sebagai puisi ‘internasional’ sebagaimana ia muncul bersamaan dalam yang diduga sebagai ‘Zaman Kegelapan’ (yakni. pokok dari hubungan seksual dengan seorang dewa adalah keturunan yang dihasilkannya. . Inilah bagaimana pohon keluarga (‘genealogi’) berfungsi. di mana harus mengombinasikan .) Sebaliknya. kamu akan melahirkan anak-anak yang luar biasa.atau bahkan lazim. Odyssey 11. ayah dari keturunan yang saya hubungkan kepadanya di bawah– dengan lugas seseorang di zaman kepurbakalaan menyatakan bahwa itulah dia dan mereka mempunyai alasan. 1200–776 SM). Bisa jadi perkosaan dan penggodaan berperan lebih baik untuk mendistribusikan keturunan di seluruh Yunani. raja nenek moyang dari Pylos. (Dalam kasus Tyro adalah Neleus. pembaca seharusnya menanamkan ke dalam pikiran pada kata-kata yang dibuat Homer di mana Poseidon berbicara kepada Tyro setelah kejadian: Bergembiralah.248–5024 Pada sebagian besar legenda. jika seseorang menginginkan dengan bangga untuk mengklaim bahwa sebagian pahlawan atau suku merupakan keturunan Zeus. di mana kultus tertentu dari Poseidon yang dapat dikenang digambarkan pada permulaan Odyssey 3. wanita. Walaupun demikian. Umumnya ketika seorang dewa memiliki seks. dalam cinta (ini). perzinahan lain biasanya akan ditambahkan ke dalam daftarnya. adalah luar biasa bagaimana hanya beberapa (sedikit) anak Zeus dipunyai dari Hera dan betapa tidak berartinya mereka. . seiring tahun datang. Jika memang demikian.

termasuk agama dan mitologi. Kurangnya legitimasi keturunan membentuk nuansa tertentu pada hieros gamos (‘kesucian pernikahan’ antara dewa dan dewi) dari Zeus dan Hera. Hera dan Dionisus dipuja bersama. yang disebut Tritunggal Capitoline.tradisi-tradisi lokal berbeda untuk pertumbuhan dan kesadaran diri pasar yang dinamis di seluruh dunia Yunani. berfokus pada Isis. Juno dan Minerva (Zeus. mereka berjuang untuk mengakomodasi yang baru dan untuk memeroleh kembali persatuan mereka melalui berbagai ekspresi budaya. di bawah pengaruh Etruscan. meskipun terdapat bagian dari dunia Yunani di mana Zeus. misalnya di Lesbos. Seiring dunia berkembang. Warga Romawi. Osiris dan Horos/Harpokrates (ibu. Ini tentu saja mewakili struktur yang kita saksikan dalam Zaman Perunggu Akhir dengan Drimios putra dari Zeus (halaman 28ff). Kekristenan juga akan pada akhirnya menaruh perhatian pada model ini. dipersembahkan pada ‘509 SM’. mengambil tipe pemolaan ini juga dan mendirikan kuil raksasa bagi Yupiter. atau Bukit Capitoline di Roma. Agaknya ini merupakan aksi pernikahan yang di bagian latar depan. Dalam perzinaan Zeus pada Zaman Kegelapan merefleksikan perubahan roda gigi seiring tradisi-tradisi dari satu komunitas Yunani berkombinasi dengan komunitas yang lainnya. Zeus memperanakkan para dewa . ayah dan putera). Dan ia akan bangkit lagi di Yunani ketika versi baru dari agama rakyat Mesir ditemukan pada abad ke-3 SM untuk pasar Mediterania. Hera dan Athena). bukan prokreasi dari anak-anak. Pada Hellenistik dan Zaman Romawi lingkup dari dunia Yunani akan tiba-tiba meluas kembali dan Zeus akan menjadi Baal dan Yupiter (pp. 107–9). Mitologi Yunani sebagaimana kita ketahui secara umum tidak membentuk Tritunggal Kekal atau Keluarga Kudus.

Dionisus. Hera. untuk memahami mereka. Genealogi membuat para dewa Olympia menjadi sistem rajutan yang ketat. . sebagaimana seorang ayah warga negara dan ibu warga negara diperlukan untuk menghasilkan seorang anak warga negara Athena. Jika merupakan hal yang penting bagi kita untuk mengetahui siapa keluarga kita. Aphrodite. Hermes. Ia karenanya merupakan bentuk tertentu dari pohon keluarga. ‘Theogony’ merupakan catatan dari ‘kelahiran para dewa’. tetapi dapat terlihat dalam ibu tradisional mereka yang berbeda. ia jauh lebih berarti pada masyarakat tradisional. Istri mitologi resmi dari Zeus. Athene. kelompok tertutup.Dalam hal para dewa kita perlu mengetahui orangtua dari masing-masing guna menempatkan mereka. dan hampir untuk mendaftarkan mereka. Hades. Dione. sebagaimana dalam Theogony dari Hesiod. mayoritas hilang bagi kita. Para dewa ini sebagai suatu perkara fakta sejarah semuanya mempunyai asal-mula yang terpisah. Demeter. Zeus memperanakkan Apollo dan Artemis. Anda membutuhkan seorang dewa yang benar-benar penting sebagai ayah. penyair Yunani yang karyanya antara lain menggambarkan kehidupan pedesaan dan genealogi dari para dewa serta permulaan dunia. Ares. Poseidon). biasanya hanya merupakan ibu dari Ares dalam kelompok ini–dan sebaliknya hanya dewi kecil Hebe (‘masa muda/puncak dari kondisi’–dia menjadi istri Herakles di Olympus) dan Eileithyia (dewi kelahiran bagi masyarakat Kreta dalam mitologi Yunani). dan lebih disukai lagi para ibu yang kekal jika seorang dewa dengan kualifikasi memuaskan menjadi hasilnya. Untuk menghasilkan para dewa. (sekitar 700 SM). sebuah tim: mereka digambarkan sebagai keluarga yang dengan khusus tertutup. Hera. Kenyataannya dia menurunkan seluruh para dewa Olympia25 yang bukan para saudara perempuan dan saudara laki-lakinya–mereka adalah anak-anak dari Kronos (Hestia.

Terkadang juga dia menjadi ibu dari Dionisus. diakhiri. dengan ucapan terima kasih kepada Botticelli. dipakai sebagai ibu dari Aphrodite. namun dalam Theogony 901–3. Maia yang misterius. adalah ibu dari Hermes. puteri dari Atlas. Hephaistos mungkin terlihat merupakan anak dari Zeus dan Hera dalam Iliad karya Homer. namun kemudian dalam Theogony (927) dia diperanakkan oleh Hera tanpa bantuan pria. Dike dan Eirene –‘Hukum dan tatanan’. Horai (Musim) adalah Thallo dan Karpo (‘Pertumbuhan dengan penuh semangat’ dan ‘Subur’).27 Horai karya Hesiod juga dimodelkan ulang. (‘Inteligensi’. baik pada bagian-bagian orisinalnya maupun pada bagian-bagian di mana seseorang menambahkannya seiring puisi tersebut beredar (jumlah baris melampaui 900). ‘Keadilan’ . di laut (aphros=‘buih’. dari Hesiod ke depan. Kisah Athene. dan Leto merupakan ibu dari Apollo dan Artemis.pasangan hidup Zeus dari Dodona. namun Hesiod menginginkan dia dilahirkan dari buih kemaluan Ouranos sebagaimana ia mengambang. adalah bahwa Zeus menciptakan dia pada miliknya sendiri. walaupun biasanya merupakan yang secara mitologi fana. Dalam kultus warga Athena. Semele. Theogony dari Hesiod secara tidak biasa merupakan puisi orisinal dan berdaya cipta. dengan asumsi untuk melaporkan ketimpangannya. mereka mendesakkan pesan yang kurang bersifat musiman: anak-anak dari Zeus dan Themis ini (‘yang menurut hukum agama sah’) adalah Eunomia. karena dia telah menelan Metis. keluar dari kepalanya sendiri.370 dan 428). Aphrodite adalah putri dari Zeus dalam Iliad (5.26 Ini membuat berkembangnya beberapa penggambaran bagus dari jambangan-jambangan yang menunjukkan Hephaistos membelah kepalanya hingga terbuka dengan sebuah kapak. Theogony 191) dan itu adalah versi yang kita semua ingat. sebuah personifikasi lebih dari satu dewa perempuan).

yang dalam abad ke-5 dan ke-6 SM menciptakan Ananke (Kebutuhan) ibu dari Adrasteia (Tak Terelakkan). Hesiodik lain memisahkan anak-anak Zeus termasuk Charites (‘Keanggunan’) dan Muses. Persephone menikah dengan pamannya. dan oleh Hesiod yang riil. Pendekatan ini menuntun kepada para penulis mistik.serta ‘Perdamaian’ (West 1966: 406f. dan Persephone sendiri ibu dari dewa yang mati Dionisus Zagreus.). sebagai sekadar meneruskan ‘mitologi Yunani’ kepada kita atau hanya membaca mentah-mentah pernyataan-pernyataan dari buku saku mitologi (Yunani). Rhea ibu dari Persephone yang memesonakan. seperti Keres yang destruktif (‘Malapetaka’). Dalam arus utama bukan Rhea tetapi Demeter yang melahirkan Persephone bagi Zeus dan dia juga melahirkan Nemesis. yang bersandar pada perluasan pembuatan legenda untuk menghasilkan bobot perspektif dunia yang sama impresifnya. Maka tidak akan mengejutkan kita bahwa Zeus berpasangan dengan Rhea dalam bentuk ular. Titan perempuan yang merupakan dewi ingatan. pola pernikahan yang akrab untuk contoh dalam warga Athena klasik. Mitologi nan eksotik dari Orphics membentuk imbangan terhadap perkembangan dari apa yang kita sebut sebagai filsafat. tetapi . terutama yang berpengaruh.28 Nemesis terlihat seperti sebuah abstraksi (‘kemarahan yang pada tempatnya’. bandingkan di bawah). Hades. ‘Orphics’. para puteri dari Ingatan (Mnemosyne. ibu dari Muses). Ia juga mengungkapkan sesuatu bahwa Moirai (Takdir) adalah anak-anak dari Zeus dan Themis pada Theogony 904: di 217. Ratu Neraka. Ini menunjukkan bahaya dari mengambil sebuah teks. mereka mempunyai anak-anak Malam yang suram. Masing-masing teks mempunyai agendanya masing-masing.

dan kita dapat melihat bahwa pernikahannya bukanlah secara kebetulan. dewa perempuan yang agak misterius dan tidak termasuk ke dalam kumpulan resmi 12 dewa Olympia serta kerapkali hanya diperlakukan sebagai sebuah bentuk dari Artemis (dewi perburuan). yang kerdil dengan lima atau 10 yang mirip jari. tetapi memang dimaksudkan . dia adalah ayah dari Tantalos dan Tityos. disamarkan sebagai seekor angsa. yang seyogyanya menjadi dewi dari persimpangan (sebuah tempat yang berbahaya). dia mempunyai cukup kultus riil di tempat yang tepat bagi sejarawan Hecataeus dari Miletus yang dinamakan menurut dia dan untuk Hesiod yang tertarik kepadanya. kematian sebagaimana mereka menghantui dunia ini. adalah tepat bagi dia untuk mempunyai seorang ibu yang penting. sebagaimana kita saksikan. Mereka ditanamkan ke dalam mitologi pra-Dorian sebagai para putera dari penguasa Sparta. Dia memperanakkan mereka melalui Leda dan mereka mempunyai kultus tertentu di Sparta. Zeus juga memperanakkan sosok-sosok yang lebih suram. dua dari pendosa yang cukup berkuasa untuk menghina para dewa dan dihukum di dalam Hades untuk selamanya. ‘para putera dari Zeus’. Dia juga ayah dari Hekate. Leda. Karena itu. dan tukang sihir. Namun. ‘(pasangan) dari para dewa’. Zeus. Tyndareus. Dioskouroi adalah. dan menemukan kerja dengan besi. Pihak luar ini. Dengan menakjubkan. adalah untuk menyebut mereka. Namun. di sini. berhubungan seks dengan seorang wanita yang sudah menikah.dia juga memiliki kultus yang sudah berdiri lama sebagai kekekalan nyata di Rhamnous di Attica. di mana untuk mengatakan tosio. terkadang diidentifikasi dengan Artemis. dan Dactyls (‘Jari’ para dewa) dari Gunung Ida di Kreta atau Phrygia. Para dewa yang lebih sedikit juga dapat--mengejutkan kita--cukup penting untuk dilahirkan dari Zeus: Pan yang sederhana atau Kambing-Pan (Aigipan).

Para Dewa Besar).demikian. Dioskouroi ditemukan dalam kultus sebagai ‘para raja (Anaktes atau Anakes) Dioskouroi’. Ia juga harus dikatakan bahwa ketika para dewa menjadi bentuk jamak (lebih dari satu) mereka akan cenderung dikacaukan dengan kelompok jamak lainnya. dan Korybantes (juga diperanakkan oleh Zeus). sesuatu yang harus mengambil asal-muasalnya pada akhirnya dari keinginan genealogi raja yang nyata–sebagaimana seperti tradisi rakyat Mesir menuntun pada kisah bahwa Zeus Ammon merupakan ayah sebenarnya dari Alexander Agung. Pernikahan fana bukanlah hambatan terhadap asal-usul yang abadi. Saudari mereka Helen mempunyai posisi khusus dalam legenda Yunani: ‘walaupun banyak sekali dari demigod (makhluk sebagian manusia sebagian dewa) diperanakkan oleh Zeus’. prajurit yang sedang dilatih. Pemikiran ini berharga ketika mengamati Zeus dan phatries di Athena (halaman 66). atau hanya sebagai ‘para raja’. dan menjadi terdapat jalinan dengan Kabeiroi (atau nama lain mereka.29 Helen dipercayai oleh sebagian orang semula merupakan dewi. dia tampaknya telah mempunyai sejarah yang panjang: kolega fungsionalnya dalam Sansekerta dan mitologi-mitologi lain adalah puteri dari . Boeotia juga memiliki versinya sendiri atas Dioskouroi. merupakan proyeksi dari pemuda sebagai sebuah kelas dalam masyarakat. Ia karenanya bukan merupakan kebetulan kalau Zeus juga merupakan ayah mereka. Helen Dendritis (‘dari pohon’) di Sparta. si kembar Amphion dan Zethus. dia satu-satunya puteri Zeus yang tidak kekal (Isocrates. mungkin dewi pohon. Kouretes (yang menari dengan senjata di sekitar bayi Zeus). Saudara perempuannya Clytaemestra sekadar puteri dari Tyndareus yang juga tidak kekal. Korybantes –semua para dewa pemuda (kouros/koros). Namun jika kita menyimpang dari kultus. Helen 16). Dioskouroi. namun Helen merupakan puteri dari Zeus sendiri. daripada sekadar Philip ayahnya. Kouretes.

Matahari, yang ada untuk ditawan dan kemudian diperoleh kembali oleh para saudaranya, dewa muda kembar. Dilahirkan dari Zeus sangatlah penting untuk memahatkan para dewa asing--seperti Britomartis (sebuah dewi Artemis pada Kreta) atau Velchanos (sebuah dewa tua Kreta yang kadang-kadang menjadi alternatif bagi Zeus Velchanos)--ke dalam mitologi dan budaya Yunani. Mereka memeroleh semacam kewarganegaraan budaya melalui adopsi pohon keluarga dewa. Putera lainnya adalah Belus, yang ternyata adalah dewa Baal, ‘Raja’ dewa dari rakyat Phoenicia dan rakyat Suriah. Dia menjadi putera Libya, diduga karena Carthage, sebuah koloni Phoenicia. Dan jika Zeus memperanakkan Herakles melalui Asteria, dia benar-benar menyertakan kelahiran Herakles dari Phoenicia, Melqart, melalui dewi Phoenicia, Astarte. Zeus memperanakkan yang tidak kekal Beralih sekarang ke yang tidak kekal, banyak dari anak-anak Zeus eksis untuk alasanalasan ‘aetiologikal’, untuk menjelaskan asal-muasal geografi dan bangsa-bangsa. Ini biasanya berfungsi dengan menciptakan eponym, seseorang yang berdasarkan dia sesuatu masyarakat atau tempat dinamakan. Nama-nama ini bisa jadi tidak jelas bagi kita, tetapi ia sangat penting untuk mereka yang berdiam dalam wilayah ini. Saya berharap Anda akan mendapati peta 1 pada halaman xxvi berguna. Di bagian utara Yunani, keturunannya mencakup Thebe dan Lokros, yang menjadi Thebes (Boeotia), dan Locrians (Locris). Thessaly kemungkinan merupakan pusat paling penting bagi pemujaan Zeus (itulah mengapa Olympus berada pada perbatasannya) dan terutama mengeksploitir leluhur dari Zeus: dengan gembira, puteranya Meliteus (‘Manusia madu’), diberi makan madu oleh para lebah, sebelum menemukan Melite

(Phthiotis). Haemon (Pelasgiotis), Magnesia dan Myrmidon (suku-suku dari Patroclus dalam Iliad) dapat dilacak leluhur mereka kembali kepada putera Zeus –Haemon, Magnes dan Myrmidon. Para tetangga mereka dari Makedonia melakukan hal yang sama dengan Macedon. Di barat laut, lokasi di Dodona (Epirus) dapat dilacak kembali kepada puteranya Dodonaios, dan suku yang memberi rakyat Romawi dan kita nama ‘Yunani (Greek)’ dapat ditelusuri kembali kepada puteranya, Graikos. Turun ke bagian tengah Yunani kita menemukan Megaros (yang sendirian selamat dari Air Bah, untuk mendapati Megara), dan dalam Peloponnese leluhur dari suku-suku utama–Achaeus (Achaean), Lakon (Laconia) dan Arkas (Arcadia), serta sebagian kota-kota dan dusun kecil– Lakedaimon (Sparta, Laconia), Argos dan Olenos kecil. Bahasa yang sama dipakai warga Yunani yang bertempat tinggal di Sicily guna menciptakan Akragas (Agrigento) dan untuk menginterpretasikan Palisci, yang merupakan anak-anak Zeus melalui (Gunung) Etna. Ke manapun rakyat Yunani pergi mereka menggunakan bahasa ini, dapat dicatat untuk warga Kreta, Thracian, Bithynian, Carian, Lydian dan Dardanian–sebuah suku di Balkan diidentifikasi oleh tradisi kisah kepahlawanan pada Trojan. Namun ketika kita membicarakan mengenai sub-varietas dari Troya ini, pemimpin mereka adalah Aeneas, bukan putera dari Zeus, tetapi seorang dewi dari Asia Kecil, dibawa ke dalam lingkaran Yunani dengan dinamakan sebagai Aphrodite. Bahkan di mana pahlawan bukanlah merupakan eponym, namun dia dapat menjadi bapak pendiri atau seseorang yang merupakan tokoh kunci dalam legenda dan sejarah budaya dari suatu tempat atau kawasan. Kemudian juga Zeus dapat menjadi ayahnya. Jadi kita dapat menyaksikan dari Iliad bahwa Sarpedon, pemimpin dari Lycian, menjadi berarti

penting dengan Zeus. Dan juga Perseus, putera dari Danae, bisa jadi pernah menjadi tokoh kunci dalam mitologi dari Mycenae. Warna dari legenda: hujan emas dan kisah-kisah lain Betapapun, legenda mempunyai kehidupannya sendiri dan pada sebagian kasus tujuan genealogikal dapat berhenti untuk mendominasi dan bahkan bisa mundur seluruhnya. Inilah yang membimbing pada legenda yang penuh kehidupan, yang penting bagi kesusasteraan, seni dan musik dari masa-masa klasik kepada masa kini, sebagaimana kita juga akan melihatnya pada bagian kedua buku ini. Zeus memasrahkan hubungan asmaranya dengan peri laut Thetis karena sang putera ditakdirkan untuk menjadi lebih berkuasa daripada sang ayah. Maka Thetis menikahi Peleus, dan Achilles, yang terbesar dari para pahlawan dalam karya Homer, dilahirkan. Yang tertinggal adalah noda halus yang dipunyai Zeus untuk puteri Nereus ini, mewarnai daya tariknya dalam Iliad 1. Pada abad ke-5 SM kepentingan kesusasteraan ini menjadi telanjang, dalam Pindar dan Aeschylus. Bagaimanapun, dalam seni Thetis menawarkan lebih sedikit kesempatan yang menarik daripada tema penculikannya terhadap Europa dari Sidon (Phoenicia). Di sana, Zeus diubahkan menjadi seekor sapi jantan yang mengendarai gelombang dengan Europa pada punggungnya. Ini merupakan adegan favorit dari sejak 560 SM (LIMC Europe 22) hingga pada lukisan dinding dari Pompeii. Ia pasti telah ditokohkan juga, dalam puisi-puisi awal seperti Europeia karya Eumelos. Ini merupakan legenda penting karena saudara Europa, Kadmos harus mencari dirinya dan dalam proses mengubah kebangsaannya dari warga Phoenicia (negara maritim kuno di ujung timur Mediterania) menjadi Yunani (Euripides, dari 819 Kannicht2)–demi menemukan Thebes. Legenda ini karenanya menegosiasikan batasan antara Europe (yang

kepadanya dia memberikan namanya) dan Asia, antara identitas Yunani dan identitas dari Phoenicia, yang kepadanya supremasi perniagaan Yunani diteruskan, menjelajah lautan untuk perdagangan dan penemuan. Io adalah pendeta wanita perawan dari Hera di kuilnya di dekat Argos hingga Zeus mencintainya. Kemudian, apakah melalui kemurkaan dewi atau akibat gagalnya upaya penyembunyian oleh Zeus, dia berubah menjadi seekor sapi. Seperti banyak dari tematema romantis dari Zeus, ini tidak mendapat tempat dalam seni patung monumental atau yang didedikasikan padanya; tetapi ia ditelanjangi pada figur jambangan merah dalam abad ke-5, sebagaimana lakon sedih dimulai dan memompa pasar yang sudah muncul untuk legenda pada jambangan. Bertakhtanya Zeus menjangkau pada Io yang malang, bertransformasi menjadi seekor sapi, dalam sebuah kalpis sekitar 470 (LIMC Io 11). Pada sebuah pelike (semacam wadah keramik) sekitar 440 ia mengamati seolah-olah Zeus telah bertemu Io (terompet dan telinga sapi menandai dia) di sebuah pesta (LIMC Io 62)! Pada sekitar 330 SM ada lukisan oleh Nicias –hilang, seperti semua lukisan-lukisan termasyhur Yunani–di mana efek dari tindakan-tindakan Zeus digambarkan, namun bukan diri Zeus sendiri. Lukisan Nicias kemudian menuntun pada lukisan dinding dia di Pompeii (kota kuno di sebelah tenggara Naples yang terkubur oleh erupsi vulkanis dari Vesuvius), yang kita mempunyainya. Kasus paralel adalah Kallisto (‘Tercantik’), peri dalam rombongan Artemis hingga Zeus bercinta dengannya. Tidak mampu

menyembunyikan kehamilannya dari murka dewi, dia berubah menjadi seekor beruang, mengarungi dan berubah menjadi perbintangan Beruang Besar (konstelasi di luar zodiak yang berotasi di sekitar Bintang Utara) di langit–walaupun bukan kelahiran pertama pada Arcas, Arcadian pertama. Zeus adalah juga langka dalam penggambaran dari Kallisto,

Banyak dari mereka dikisahkan dengan sentuhan ringan dan kecerdasan hebat oleh Ovid dalam Metamorphoses (diselesaikan pada abad ke-8 masehi). dia kemudian turun dalam bentuk hujan emas yang menyuburkan. putera dari Danae (Perseus) akan membunuh dia-satu lagi dari legenda-legenda ini yang menggambarkan kecemasan mengenai peran di dalam keluarga. Dalam Buku 1 kita bertemu Io. penuh warna-warni dan aksi. Buku 2 Callisto dan Europa. Dalam fantasi ini. Akrisios mempunyai sebuah orakel (sabda dewa. Ini adalah kisah-kisah yang cukup digemari.30 Sebagian lekythoi yang terkait penguburan (minyak kendi) pada abad ke-4 SM bahkan memberi kesan dia menyimbolkan kontak yang dilakukan mereka yang sudah meninggal dengan keabadian dalam kematian. repertoar--barisan lagu atau sandiwara yang akan dimainkan—legenda mulai dari penciptaan hingga saat ini yang diungkapkan dalam 15 buku tanpa kenal lelah dengan energi yang begitu besar dan dalam bahasa Latin yang menawan. terkadang dengan rapi tertambat dalam sebuah kekryphalos (jaring hiasan kepala). Danae muncul dalam bentuk seni setelah tahun 500 SM. Akrisios mengunci Danae dalam sebuah menara perunggu.walaupun terdapat sendok besar perak dari akhir abad ke-3 masehi yang menggambarkannya menggoda Kallisto sambil menyamar sebagai Artemis (LIMC Kallisto 4). Atau kita dapat menikmati lawatan inspeksi dari Yupiter . tetapi tidak ada Zeus yang melarikan diri. Buku 3 Semele dan Danae. mulai dari lukisan dinding dan mosaik Romawi hingga pada lukisan modern Eropa. medium yang memiliki otoritas untuk melihat masa depan) bahwa puterinya. Namun adalah fantasi hujan emas yang terus-menerus menarik para seniman. dengan rambut indah yang menarik perhatian Zeus. dan jubahnya menjuntai untuk menyambut hujan emas.

pengejawantahan dari pria yang berkuasa sekaligus berbahaya. tetapi mereka memiliki persamaan bahwa Zeus merupakan kekuatan tidak kasat mata dari kekuasaan yang tidak bisa dihitung. dan dalam bentuk apapun. Zeus menyambangi dunia merupakan implementasi dari fungsinya sebagai pengendali tatanan dunia dan pendistribusi dari semacam keadilan. Kisah-kisah berfokus pada ekspresi-ekspresi hidup dari akhir kerudung keperawanan ini. Wanita ini bertemu Zeus. Kita untuk bagian kita perlu dengan hati-hati mengenali kapan kekuatan tersebut bekerja. Pada beberapa kasus kita menyaksikan legenda muncul pada suatu momen penuh dengan bahaya untuk si perawan. Di balik kisah-kisah yang penuh warna. terdapat beberapa pesan yang lebih serius. festival penghormatan kepada dewi . bisa jadi si suami dilukiskan sebagai makhluk asing dan melawan hukum. Transformasi dan penyamaran pasti masing-masing mempunyai asal-muasalnya. Hanya Semele berusaha melihat kekuasaan tersebut sebagaimana adanya dan bingkai kefanaan dia tidak dapat bertahan dari halilintar yang adalah Zeus. Baucis dan Filemon menawarkan keramah-tamahan yang sederhana serta memeroleh hadiah kematian masing-masing pada momen yang sangat sama. Kecantikannya telah mengekspos dirinya kepada Zeus dan hasilnya adalah penderitaan dan transformasi. Kita tidak menemukan kisah-kisah yang menyatukan kembali ke dalam masyarakat sebagai seorang ibu dengan seluruh otoritas kewanitaan dan sebagai bagian dari tatanan warga perempuan yang bertemu untuk merayakan ritual besar seperti Thesmophoria.(Zeus) ketika dia mengunjungi dunia dalam penyamaran dalam kisah Lycaon (Buku 1) dan kisah dari Filemon dan Baucis (Buku 8) serta memulihkan keadilan: Lycaon menghidangkan dia makanan anak-anak dan dihukum dengan berubah menjadi serigala. di mana kita akan menyaksikan lebih banyak di bawah ini.

Amphitruo. disembunyikan sebagai suaminya Amphitryon sementara dia jauh di peperangan. Alope atau Semele yang digandrungi (554–9. berdasarkan pada sebuah sandiwara Yunani yang hilang. Alope adalah kemenangan dari Poseidon. dan membawakan sebuah tangga untuk memanjat kepada Alkmene di jendela! Bagian berbeda dari kisah Alkmene harus. dengan sangat tidak biasa. bahkan sedini sebagaimana karya Aristophanes.4). terutama diturunkan dari apa yang disebut sebagai ‘Komedi Pertengahan’ (abad ke-4 SM) ketika mitologi ejekan dalam bentuk sandiwara muncul. Alkmene melarikan diri ke altar. Amphitryon membangun sebuah onggokan . direkonstruksi dari penggambaran lain dalam jambangan Italia selatan (LIMC 3–7). mereka tidak akan bisa mengunjungi Alkmene. Potensi komedi ditemukan dalam legenda ini.Demeter di mana hanya wanita (kecuali perawan) yang berpartisipasi. yang sangat mungkin Alkmene dari Euripides. Dalam kasus dia. Zeus secara mentah-mentah menggantikan ayah yang fana dan mengunjungi Alkmene—ibu dari Heracles--. dua lainnya dari Zeus). di mana burungburung mengancam untuk memotong wilayah udara para dewa sehingga. Tampaknya mereka mereproduksi sebagian lakon sedih. Cara membawakan yang jenaka dari tema ini digambarkan pada sebuah jambangan Italia selatan dari akhir abad ke-4 SM (LIMC Alkmene 2) menunjukkan Zeus dan Hermes memasukkan barang empuk dengan luar biasa ajaib (dan jelek) sebagai ‘karakter mericau’ (phlyakes). Burung-burung. Putera yang terakhir dan paling terkenal dari Zeus (Diodoros 4. ketika ereksi. penulis drama Yunani kuno yang menulis banyak lakon sedih. Sekarang Amphitryon marah dengan ketidaksetiaan Alkmene. adalah Herakles. Kegelisahan menghasilkan legenda yang patut menjadi kenangan.14. Namun kita paling mengenal kisah tersebut dari komedi Romawi yang ekselen dari Plautus.

Zeus. ‘ternama’) dan memberi hadiah-hadiah mahal. Herakles terwakili dalam legenda melalui sebuah aspirasi ekstrim dan penolakan Freudian terhadap sang ayah. Zeus dan Ganymede ‘Mencintai para pria adalah sesuatu yang menyenangkan semenjak Ganymede juga pernah dicintai oleh Putera dari Kronos. raja dari mereka yang abadi. Meninggalkan semua kegemparan ini. Tros (atau dengan pilihan lain Laomedon) dan pria paling menawan di dunia. bukan benar-benar putera dari ayahnya yang tidak abadi. putera dari raja Trojan. Dia berusaha melalui kerja yang luar biasa untuk mentransenden kondisi manusia yang diwakili oleh ayah tersebut dengan keseluruhannya. karena dia adalah satu-satunya pahlawan yang menanggalkan mortalitas–dalam lidah api yang menyiksa dari tumpukan kayu bakar penguburan di puncak Gunung Oeta. Ia terlihat melaluinya bahwa aturan tetap ditegakkan: lakon sedih Zeus tidak muncul di panggung. Dengan berhasil.32 Ada seseorang dengan status tinggi secara ritual melarikan pria utama dari kelompok usia remaja (kleinos. Cerita ini pada faktanya merefleksikan inisiasi adat-istiadat kuno yang dikenal dari sebuah contoh di Kreta. Pahlawan ini menjadi seorang dewa seperti ayah sejatinya.’ Theognis 1345f. namun sebuah komik Zeus dapat melakukannya. Dia adalah seorang pahlawan.31 Zeus menculik dia dan memberi kompensasi ayahnya dengan sebuah hadiah kuda-kuda abadi yang mengagumkan. Peran dari Ganymede kemudian menjadi penyaji anggur untuk Zeus. Adalah sulit untuk menangkap sifat dari ritual ini: si pria . Tidak ada kisah mengenai rayuan Zeus akan lengkap tanpa Ganymede. Di antara hadiah-hadiah yang dimintakan untuk pria ini adalah sebuah tempat minum.kayu bakar di sekitarnya dan tepat pada waktunya Zeus menyebabkan awan-awan memadamkan api tersebut.

. Clement dari Alexandria. basis ritual untuk legenda mempunyai kematian yang lebih atau kurang. Jadi. dan politisi Athena Alcibiades pada masa mudanya begitu tidak menyukai kleinos warga Kreta. telah menjalani kehidupan dari miliknya sendiri dan menyediakan sebuah model di kayangan untuk sebuah bentuk hubungan homoseksual dengan seorang yang belum dewasa. Namun legenda. seperti tulisan teolog Kristen. Tipe hubungan ini adalah dapat diterima di dalam diri pada parameter tertentu dari warga Athena klasik: di sini. berperilaku begitu baik bahwa mereka bisa menjadi seperti para dewa dengan melakukan apa yang mereka kerjakan! Biarkan para pria mudamu menjadi terbiasa untuk memuja mereka. Kleinos dari warga Kreta harus menyatakan apakah seks telah menjadi dapat diterima (sebagaimana berlawanan terhadap kebengisan) dan inkripsi yang ditemukan pada Thera mengesahkan tindakan seperti itu yang tampaknya termasuk ke dalam konteks ritual yang sama. Begitu pula dengan seks. Karenanya apa yang dikatakan legenda tentang Zeus tidak berarti merupakan sesuatu yang bersifat memalukan dan cenderung menyesatkan–walaupun ia tentu menjadi demikian bagi para pembaca yang tidak mengenali budaya tersebut.sebenarnya menjalani sejenis masa belajar atas suatu keahlian mirip seperti gambar kita tentang mengantar menuju ksatria. pemberian hadiah yang terkait juga diritualkan. yang lainnya mencintai Ganymede. Clement dari Alexandria pada sekitar tahun 200 masehi: Para dewa kamu bahkan tidak memelihara para pria muda!–salah satu dari mereka [Herakles] mencintai Hylas . . Biarlah para wanitamu rebah di hadapan para dewa ini! Biarlah mereka bersembahyang bahwa suami-suami mereka seharusnya menjadi seperti ini.) . Cawan tersebut mirip bagian dari gambar tersebut. Exhortation to the Greeks 2 (28 P. sehingga ketika menjadi pria dewasa mereka bisa memiliki para dewa menyertai sebagai contoh nyata dari kesesatan. seperti yang dikerjakan oleh legenda tersebut. Adat-istiadat ini hanya dikenal dalam segala detail dari satu catatan ‘sebuah adat-istiadat unik’ di Kreta.

Ganymede mengenakan penutup kepala Phrygian untuk menandai dirinya sebagai bangsa timur. sebagaimana diamati oleh Gantz: jika Anda melihat rajawali menculik Ganymede. yang dipandang merupakan tempat pemujaan Pythagorean. mitologi merefleksikan sebagian dari psikologi pria . dipacari dan separuh disegani. dari seluruh dunia Yunani. dan seringkali ditemani oleh rajawali daripada mengendarai hewan tersebut (lihat gambar 9). Mulanya. legenda penculikan dapat memodelkan pelarian yang sukses dari jiwa kepada keabadian dalam kematian dan adalah untuk alasan ini bahwa ia muncul pada plester semen langit-langit dari basilika besar di Porta Maggiore di Roma. Terkadang pada abad ke-4 rajawali milik Zeus muncul sebagai sarana penculikan (Gantz 1993: 560). Pada satu tingkatan. seperti Attis atau Mithras. pada sekitar 560. apakah itu merupakan burung milik Zeus atau ia adalah Zeus sendiri dalam bentuk seekor rajawali? Di masa Romawi. Itu juga mengapa ia cocok untuk monumen pemakaman. Kemudian pada jambangan Athena dari abad ke-5 (gambar 8) dia menjadi sebuah standar dari para teman pria warga Athena. legenda penculikan ini menjadi sebuah perayaan kecantikan yang dihormati bahkan oleh para dewa.Betapapun di dunia seni. yakni motif tertentu di mana berasal dibandingkan dari puisi. Pada konteks keagamaan. satu keraguan tetap muncul. IKHTISAR Mitologi Zeus. Kita telah menyaksikan bagaimana ini dapat dipahami dalam cara berbeda. Ganymede sekadar seorang anggota pengadilan Olympia (LIMC Ganymedes 57). dengan nuansa dari atribut-atribut Zeus. Namun. terutama pada sarkofagus seperti yang dilukiskan di sini pada gambar 9. Kita pertama kali mendengarnya dalam sebuah patung dari Leochares dan kemungkinan ia berasal dari seni. adalah sesuatu yang didominasi oleh petualangan seksualnya.

Ovid. Dalam hal ini penyair Roma. cara di mana kekuasaan Zeus telah diamankan. atau sesuatu yang dengan mengguncangkan bersifat lelucon. yang telah muncul dari kebutuhan mitologi untuk menjelaskan dasar dari masyarakat kita. mereka menyebabkan Zeus menjadi pondasi dari komunitas para dewa dan komunitas para pria. mereka menampilkan kekuatan besar dan tidak dapat ditahan untuk memerintah layanan kecantikan di mana pun ia ditemukan. Ketegangan ini.Yunani dalam komunitas mereka yang didominasi oleh kemaskulinan. dapat diperankan dengan banyak cara: sebagai sesuatu yang misterius dan tidak adil mengenai peran para dewa. dalam tindakan-tindakan di mana tak satu masyarakat pun akan menyetujui. Begitu bermacam-macam mitologi dari Zeus mempunyai asal-muasalnya dalam otoritas dan dalam organisasi sosialnya. begitu sering jawabannya adalah Zeus. Ini adalah masa dari kerapnya peperangan dan pertempuran serta yang sangat terbuka pada pembentukan sebuah rezim melalui aksi militer. seringkali dalam pengaburan. karena ketika Anda misalnya melacak seorang warga Yunani ke asal-muasalnya. Cara dia dilukiskan dalam seni menjadi didefinisikan pada Zaman Arkais. begitu terbentuk. Dewa yang disembah dengan kebesaran sedemikian adalah dewa yang sama yang ditemukan. seperti dalam lakon sedih. Ini merupakan masa ketika titanomachy (perang para Titan) dan gigantomachy (peperangan dengan Gigantes. Dia telah menjadi bapa Zeus sejak masa Indo-Eropa. membawa para dewa secara harfiah turun ke bumi. Namun. para raksasa) menangkap imajinasi dan seni pahat yang dipromosikan ke zaman hoplite. legenda yang dikenal lebih . merupakan master melalui Metamorphoses-nya dan ini adalah tradisi di mana kita akan menyaksikan geliat dari seni Eropa Barat. Tetapi yang terpenting. Pada tingkatan lain.

c. HALILINTAR Adalah mudah ketika memikirkan mengenai peran lebih agung dari Zeus untuk melupakan peran sentral dalam kultus: dalam kesusasteraan maupun kehidupan dia adalah dewa langit dan cuaca. 3 ZEUS DARI CUACA KE NASIB CUACA.baik akan mempunyai warna miliknya sendiri dan menghadirkan jajaran indah dari kesempatan kepada seniman yang kreatif.1–2 Lobel-Page Zeus tidak mengirimkan hujan. ada badai dahsyat dan alirannya ditegarkan dengan air.33 Jadi. Entah bagaimana Macrobius (Saturnalia 1. dan Zeus pada ‘langit luas di dalam ether (bagian langit atas) dan awan-awan’ (192) –meninggalkan bumi dan Olympus sebagai pijakan bersama. 440 masehi) telah menjumpai informasi yang disebut warga Kreta hari ‘Zeus’. sebuah undian membagi-bagi alam semesta di antara tiga putera Kronos: Poseidon memeroleh lautan.15. dari 338.14. Itu memang agak aneh. namun adalah hal lumrah untuk memandang Zeus sebagai hujan: Zeus hujan dari dari kayangan. dia sebenarnya hujan itu sendiri. Clouds. Langit terutama adalah kerajaannya. dalam komedi dari Aristophanes. Zeus dapat dipegang untuk bertanggungjawab dalam sebuah cara langsung yang menakjubkan untuk fenomena cuaca. Alcaeus. Hades ‘kegelapan berkabut’ di mana dia memerintah atas mereka yang sudah meninggal. orang tolol Strepsiades diperhadapkan pada Socrates yang dengan sangat baik dilebih-lebihkan kecanggihannya dan tidak mampu memahami bagaimana Socrates bisa mengklaim bahwa Zeus tidak eksis: .187–93. Menurut Poseidon dalam Iliad 15.

. Tidak ada Zeus. Iliad 16.: Apa yang kamu maksudkan? Jadi siapa hujan itu? Itulah yang apa Anda dapat katakan kepada saya untuk permulaan.357).34 Saya pikir kita seharusnya mendengar ini dalam ekspresi kesalehan dari masyarakat tradisional. Juga adalah tradisional kalau ia ‘menerangi’. Iliad 10. . terutama yang melompati sebuah langit cerah atau kluster di sekitar gunung seperti yang dilakukan oleh awan hujan. Bersama dengan kilat kita sekarang mempunyai bahan penyusun untuk semua jenis badai.297–300 . .: Apa itu Zeus? Jangan mengatakan omong kosong kepada saya. Zeus karya Homer membawa awan bersama-sama (dia adalah nephelegereta– ‘pengumpul awan’) dan berspesialisasi dalam awan hitam (dia adalah kelainephes– ‘awan hitam’). serta aither yang menakjubkan terbelah turun dari kayangan. .5–7 Badai hujan dan badai salju adalah spesifik kepadanya: mereka adalah hujan badai dari Zeus (Iliad 5. dan celah-celah gunung.Soc. Yang lebih umum. semacam kelembaban keagamaan yang berhadapan dengan cuaca. misalnya dirinya memancarkan kilat sebagaimana kita saksikan dalam Homer: Sebagaimana ketika suami dari Hera dengan rambutnya yang indah bercahaya menghasilkan sebuah hujan badai yang besar dan menakjubkan atau hujan es atau badai salju ketika salju menyirami lahan bajakan.91) atau salju dari Zeus yang berhamburan (19. Clouds 367f. mendemonstrasikan dengan melampaui keraguan bahwa ada pekerjaan besar dari dewa:35 Seperti ketika dari puncak tinggi gunung yang besar pengumpul kilat Zeus mengaduk-aduk awan tebal dan semua puncak serta tebing batu terjal yang menonjol bersinar. Aristophanes. Dan awan-awan adalah milik Zeus dan berkas sinar matahari merupakan punya Zeus. Homer. STREPS.

sebuah kata yang berkumandang dan berarti sesuatu seperti ‘sangat mengguruh’ (Iliad tujuh kali. Namun bagi rakyat Yunani halilintar adalah nyata dan Zeus membuatnya diproduksi oleh Cyclopes pada landasan mereka di bawah Gunung Etna di Sicily: Memercayai pada [guntur dan halilintar] ini dia adalah ilah atas mereka yang fana maupun yang abadi. Tidak ada hal yang sedemikian seperti halilintar. 854 . sebuah metode percakapan yang lebih samar-samar yang bahkan bertahan setelah terjadi konversi kepada Kekristenan. Odyssey tujuh). bukan kilat. Odyssey tiga). tetapi juga bagian dari pembicaraan sehari-hari. karena kilat bukanlah objek yang dilemparkan. dan terpikeraunos. ‘bersukacita dalam kilat’ (Iliad delapan kali. seperti yang dilakukan sebagian Orphics. Cara mengaitkan cuaca kepada Zeus tidak sekadar puitis.36 Di dalam Homer tidak kurang dari 26 julukan mengaitkan Zeus dengan guntur dan kilat. bahkan jika terkadang ‘ilah’ yang lebih hatihati digantikan untuk Zeus dalam ekspresi ini. Sebuah inkripsi menggambarkan air hujan sebagai ‘air dari Zeus’. dan saya juga tidak terlalu yakin mengenai bagaimana Anda membelah ether dengan cara seperti ini–tetapi efeknya sangat bagus dan kita merasakan kekuatan penuh keagungan dari Zeus. dan kita tidak dapat dengan begitu saja tersambar petir atau dihantam oleh kilat. Hesiod. Yang paling sering dia merupakan erigdoupos. Terpikeraunos bahkan bisa berisikan di dalamnya sebuah kata Indo-Eropa yang sudah lama hilang untuk dewa kilat dan untuk pohon oak (ek) di mana kilat begitu mudah meledak. dan mengatakan sebuah hujan yang sebentar merupakan air mata Zeus. Apa yang ganjil adalah untuk melangkah lebih jauh.Puisi sedikit bergairah dengan berlebihan di sini–ia merupakan awan yang berhimpun. cf. dikenal misalnya bagi rakyat Lithuania sebagai Perkunas. Theogony 506. sebagaimana oleh sebuah objek.

GUNUNG . atmosfer bagian atas yang cemerlang. Meskipun badainya adalah menyolok. Listrik dari langit adalah menakjubkan dan mengundang kultus. Tempat-tempat di mana kilat menghantam adalah sangat spesial dan dengan praktis menunjukkan dewa yang turun. dari bersembahyang untuk hujan kita mencapai sebuah mitologi di mana dia memerangi para raksasa dalam pertempuran kosmis untuk mengendalikan alam semesta. yang mana dalam mitologi modern kita menyebutnya meteor. Berulangkali. dia adalah aitheri naion. berapi-api dan bercahaya. ‘jatuh’. atau Keraunobolos (‘pelempar kilat’). ‘Zeus kilat’ atau Zeus Storpaos. Di Gytheion sebuah batu dipertontonkan pada abad ke-2 masehi. di atas awan-awan (lihat di bawah). ini merupakan tanda resminya. atau Kataibates. 64). Dia berdiam di aither (bahasa Latin aether atau ether). ‘berdiam dalam ether’.Ini adalah rudal yang digunakan Zeus untuk menenggelamkan kapal Odysseus (Odyssey 12. Di tempat lain Anda mungkin menemukan Zeus Astrapaios. kita seharusnya tidak mengabaikan ketenangannya. Jadi. di Gytheion (Laconia) Kappotas. ‘turun’. dia juga bertanggungjawab atas kekeringan yang terjadi untuk kekurangannya–‘dari hujan dan dari kekeringan Zeus adalah pengurus’ (Isocrates.416).37 Dan jika dia bertanggungjawab atas hujan lebat. dan.288. sebagaimana telah kita saksikan. ‘Zeus dari kilat’ (IG V 2. atau Keraunios (keduanya berarti ‘dari kilat’). Busiris 13). atau. Di Arcadia kita menemukan inkripsi dari abad ke-5 SM yang mendedikasikan sebuah tempat kepada Zeus Keraunos.

para penulis kuno berkomentar tentang bagaimana abu dari pengorbanan di ketinggian ekstrim di puncak Gunung Olympus tidak terganggu oleh hujan atau angin. Ini adalah pemikiran yang menantang. Terlihat bagi Cook bahwa sebuah gunung seperti Olympus. apakah karena Olympus hanya merupakan sebuah kata pra-Yunani untuk ‘gunung’ atau karena. dan kesusasteraan di mana menjadi kebiasaan untuk . pasti telah dipandang sebagai sangat mencapai ether di mana para dewa berdiam. Olympus dan Ida serta semua gunung lain yang dekat dengan langit. Oration 8. bangun dengan perkasa dari horisontal bumi adalah gununggunung. seperti kita telah saksikan). Maximus of Tyre. dataran subur di Laut Aegean dan bekas wilayah dari Yunani kuno. Gagasan berkembang bahwa terdapat dua tingkatan udara: udara bagian bawah (aer) dan udara berapi-api di bagian atas (aither. seperti saya pikir. Yang paling penting Gunung Olympus.Terdekat dengan langit. dan satu yang impresif yang puncak tertingginya mencapai 2918 meter. termasuk Asia Kecil (Turki modern). warga Yunani yang bermigrasi memandang penting untuk memiliki sebuah Olympus di tempat di mana mereka tinggal (ini jauh dari satu-satunya orang Thessaly.1 Ada banyak Gunung Olympus di dunia Yunani. yang menempatkan namanya untuk menyebar ke tempat lain). Dan seorang Yunani dari akhir abad ke-2 masehi mungkin meyakini (seperti terkait dengan karakteristik kekuasaan Ratu Victoria dari Inggris Raya)38 bahwa Para pria pertama mendedikasikan puncak-puncak gunung kepada Zeus sebagai patung-patungnya. dapat dilihat naik di atas awan hujan. berada pada perbatasan Thessaly dan Makedonia seiring Anda memasuki bagian utama dari Yunani. Tentu saja.

Namun faktanya sisa substansial dari kultus–abu (masih dapatkah ekskavator memeroleh isi fisiknya?).menuliskan tentang abu tadi tetap eksis sampai kesempatan berikutnya. jambangan-jambangan. masih berada di tempatnya (gambar 11). Dion. alas. Odyssey 6. Tangan kiri itu menjangkau tongkat kerajaannya! . tetapi dengan sangat jelas cuaca. inkripsi pada ‘Zeus Olympios’.. kita seharusnya tidak memandang segala sesuatu dengan terlalu utama. Secara menakjubkan.40 tanpa awan.39 Mereka tentu saja memiliki di dalam pikirannya tentang baris-baris magis Homer: .42–7 Para sarjana terbiasa mendaki ke lokasi kultus Zeus di gunung pada puncak paling utara. yang berdiri di kaki gunung di sisi sebelah utara. telah digali selama beberapa tahun.. tetapi hanya pada 2003 Profesor Pantermalis dan timnya menemukan altar Zeus itu sendiri. dan cahaya cerah membalutnya serta padanya para dewa yang diberkati bersukacita pada sepanjang waktu.41 Dalam tiap event. St Elias. Dion (bentuk kemudian dari Mycenaean Diwion). di mana mereka mengatakan kursi aman untuk para dewa untuk selamanya berdiam.Olympus. ia tidak akan diguncangkan oleh angin atau tidak akan pernah dibuat basah kuyup oleh hujan atau tidak pula salju datang ke sana. di mana prosesi berlangsung pada rute mereka. seperti Anda dapat melihatnya dengan membandingkan dengan gambar 4 dan 12. Pada masa-masa yang lebih modern terdapat kuil batu sederhana berada pada penggantinya (lihat halaman 119). Homer.42 Kepalanya bisa jadi hilang tetapi ia dapat dikenali dari tipe Pheidian. pusat festival utama Makedonia. patung kultus dari Zeus Hypsistos (‘Tertinggi’). karena banyak dari aktivitas kultus berlangsung di kota yang dinamakan menurut Zeus. koin-koin dari abad ke-4 SM–ditemukan pada 1961 di posisi lebih jauh ke selatan di puncak St Antonios (2817 meter) ketika berlangsung pembangunan sebuah observatorium.

‘dari curahan hujan’. Gunung-gunung juga merupakan fokus dari kultus Zeus di tempat lain. Karios. terutama di Boeotia. ada . Karaios. misalnya puncak gunung. ‘yang memberi tanda-tanda’–nampaknya tanda cuaca. juga yang mendasari penggambaran para dewa sebagai ‘berasal dari Olympia’ (atau ‘memiliki rumah Olympia’) dalam Homer dan para penyair lain serta seringnya pemujaan Zeus Olympios di tempat lain. misalnya di Olympia. dan Zeus Semaleos. Zeus yang kita saksikan mendominasi gunung-punung di pusat negeri-negeri (pp. kilat dan guntur (Parker 1996: 30–32). yang di negeri lain mungkin disebut sebagai akraios (Zeus lokal). dan ini kemungkinan terutama berasal dari komitmen kuat untuk memuja Zeus di Thessaly dan Makedonia.68–71). yang lebih langsung. pada ‘gunung yang tidak sangat besar’ Anchesimos juga terdapat sebuah Zeus. Athena mempunyai kecintaan teristimewa pada altar-altar gunung. dan sejumlah Zeus. namun penjelasannya terlihat lebih sederhana–ini adalah dewa dari kara (‘kepala’). Pada kasus lain. yang disebut sebagai Keraios. melalui persembahan-persembahan di sekitar antara setelah 300 SM: di Gunung Hymettos ada Zeus Hymettios. kemungkinan besar prosesi akan dimulai di Dion. sebagaimana catatan Pausanias (1. bisa jadi formasi awan atau. di Gunung Parnes sebuah Zeus perunggu. Ini telah menuntun pada sebuah mitologi Yunani kuno Karians (sebuah bangsa dari Asia Kecil) yang berdiam di Boeotia.‘Olympus’ merupakan sentral bagi identitas Zeus. Jadi dalam kasus Gunung Olympus. Ini bisa jadi menjelaskan nama gunung-gunung lain di dunia Yunani sebagaimana juga Olympus.2). Ini menjelaskan misalnya Zeus Aenesios dari Gunung Ainos di Kephallenia. Di lain tempat ada altar dari Zeus Ombrios.32. di Cos. Tempat suci ini bukan pusat tempat tinggal dan karenanya kita harus membayangkan prosesi dari orang-orang dan pengorbanan hewan kepadanya.

dan dengan kentara. Di atas Glisas di Boeotia. Di Megara batu-batuan diukir untuk menyediakan singgasana raksasa di mana darinya dewa bisa jadi dikhayalkan sedang memandang dunia manusia di bawahnya.43 Seseorang juga mungkin mempertimbangkan perjalanan khusus sesuai kebutuhan.38. dalam keadaan sedemikian para pendeta Zeus Lykaios bersembahyang di air [dari Hagno. sebuah mata air di gunung] dan membuat semua pengorbanan yang disyaratkan oleh adat-istiadat.19. singgasana ini menimbulkan cerita Xerxes menonton pertempuran Salamis dari sebuah puncak gunung di antara Megarid dan Attica. Sebuah kuil Zeus Polieus dibangun oleh tirani brutal Phalaris pada acropolis Akragas yang lebih agung (Agrigento di Sicily. dia kemudian merendahkan sebuah cabang pohon ek ke permukaan–tidak dalam ke mata air–dan seiring air diaduk uap air naik darinya. seperti yang terjadi di Gunung Lykaion (Arcadia): Jika kekeringan berlangsung untuk waktu yang lama dan benih mereka telah berada di tanah dan pepohonan mereka mengering. Dan di Rhodes ada kuil Zeus .3). dan Zeus Larisaios lainnya di Larisa (acropolis/benteng pada kota di Yunani kuno.perkumpulan dari mereka yang melakukan perjalanan sukarela. mungkin satu atau dua patung dan bisa jadi persembahan koin-koin serta objek lainnya. pada Gunung Hypatos (‘Tertinggi’. sebuah kuil mungkin terlihat anggun di puncak gunung jika misalnya sentralitasnya pada akhirnya membenarkan pengeluaran biaya yang besar–seperti Parthenon dari Athena yang menarik pandangan mata pada acropolis Athena (156 meter). 289 meter) dibangun di Argos.145). tetapi ia menghadapi arah yang keliru untuk itu (Cook 1914: i. 730 meter) menjulang kuil Zeus Hypatos (Pausanias 9. Adakalanya. bulanan. dan dalam waktu singkat sementara uap air menjadi awan dan menarik awan-awan lain kepadanya hingga ia menghasilkan curahan hujan pada tanah penduduk Arcadia. Pausanias 8. seperti halimun. secara bersamasama ke Zeus Hyetios (‘dari hujan’). 350 meter).4 Di puncak gunung akan ada sebuah altar dan abu dari pengorbanan sebelumnya.

dapat berbicara ‘sepanjang siang dan malam yang berasal dari Zeus’ (Odyssey 14. Phaenomena. Zeus mengguruh. hari kejam. hari perbudakan. diosemia–seperti kita saksikan ketika ‘tiga kali dari Gunung Ida.170f. Tetapi dia juga mengendalikan urutan hari-hari dan apa yang terjadi kepada seseorang pada suatu hari tertentu.Atabyrios di Gunung Atabyrion (1215 meter–terdapat kuil Zeus lain pada acropolis Rhodian atau agaknya. hari . Perubahan-perubahan khusus pada cuaca. Ini bukan hanya sekadar contoh-contoh. Dan hari-hari dari bulan-bulan mempunyai keberartian tertentu dalam bagian akhir karya Hesiod Works and Days (765–828) –kita harus memperhatikan ‘harihari dari Zeus’ (765).). mengamati perbintangan di mana Zeus sendiri telah ditetapkan di kayangan sebagai tanda bagi kita. Ini apa yang dikatakan Aratus kepada kita dalam karyanya. tetapi mereka mungkin adalah yang utama. Homer berbicara mengenai hal seperti ini sebagai ‘hari hak (untuk kematian). Kata Yunani untuk sebuah tanda adalah sema dan dengan penyingkapan juga menjadi kata untuk sebuah perbintangan. Ini menuntun kita pada bentuk ekspresi dalam kisah kepahlawanan yang mengambil ‘hari’ ke dalam kerajaan nasib. bisa jadi mempunyai signifikansi dan disebut sebagai ‘tanda dari Zeus’. dan Eumaeus kawanan babi—yang dengan jelas saleh-.93). memberi sebuah tanda kepada Trojan’ (Iliad 8. hari kebebasan. Musim dikatakan oleh jam astronomi kita. hari kejahatan. PENGENDALIAN WAKTU DAN KEJADIAN Zeus mengendalikan cuaca pada hari yang diberikan. Jadi Hesiod dalam karyanya Works and Days pembicaraan Zeus menyelesaikan 60 hari setelah titik balik matahari di musim dingin (565). terutama kilat. dataran tinggi). karya dari abad ke-3 SM yang dengan sadar membangun pada karya Hesiod 400 tahun lebih awal.

tetapi Zeus dan Moira [takdir dia bagikan] dan Erinys [iblis penuh dendam] yang berjalan dalam kabut. yakni adalah Zeus. Odyssey 18. yang pada perhimpunan menancapkan ate (dewi kriminal dan penghukuman) ganas [penghancuran] dalam pikiran saya pada hari di mana diri saya mengambil hadiahnya [Briseis] dari Achilles. seperti yang menyesatkan Agamemnon dalam Iliad 2. Bahkan ada momen-momen ketika ketika ingin mempertalikan pemikiran kita kepada lainnya.136f. Saya tidak bertanggungjawab.86–9 Adalah kesalahannya sendiri yang dilukiskannya.kembali’ (Schwabl 1978: 1022). yang menentukan pemikiran dan perilaku kita sendiri jika kita memercayai penyamaran Odysseus:44 Pemikiran para pria di bumi adalah sedemikian seperti hari di mana ayah para pria dan para dewa mengadakan. ‘Mari kita kirimkan’. Yang paling jelas berkenaan dengan ini adalah apologi dari Agamemnon (raja yang memimpin rakyat Yunani melawan Troy dalam Perang Troya) kepada Achilles dalam Iliad:45 ‘. dibawa oleh Hermes (perantara dan bentara dari para dewa) dalam Odyssey dan Iris dalam Iliad. ujar Achilles . ikon indah dari komunikasi para dewa dengan manusia. dan jika dia mengelola seluruh bagian kehidupan manusia. Pesan-pesan berasal darinya. Iris adalah pelangi. maka masuk akal kalau dia seharusnya terkadang berkomunikasi dengan manusia dengan berbagai cara tidak langsung untuk menyatakan keinginannya. . Jika Zeus mengirimkan tanda-tanda melalui cuaca dan melalui bintang-bintang.’ Homer. Zeus juga mengirimkan mimpi. Adalah Zeus yang mengelola hari-hari kunci ini. . dan dia mengetahui itu. Homer. Tetapi itulah bagaimana dunia. Iliad 19.

Kita pertama kali mendengar Dodona (sebuah kota kuno di barat laut Yunani. Paling tidak mereka dapat menemukan dewa atau pahlawan yang mana yang paling baik untuk disembahyangi. Tempat itu sendiri kembali ke dalam jalan yang panjang: sisa-sisa telah ditemukan dari barang tembikar Mycenaean Akhir dan pondok kayu. dan di sekitar Anda kediaman Selloi. bermigrasi atau menemukan sepotong pakaian yang dicuri. Orakel di Olympia padam pada masa Pausanias (tahun . yang diduga merupakan pendeta wanita. memerintah atas Dodona yang seperti dalam musim dingin. Pelasgian (populasi Yunani pra-hellenisme).233–5 Ini adalah orakel utama dari Zeus di masa klasik. Selloi adalah kependetaan arkais (zaman kuno). tempat orakel prasejarah yang didevosikan kepada dewa Zeus) dari Achilles ketika dia bersembahyang kepada seorang Zeus yang sangat berbeda: Zeus yang ilahi. dibatasi oleh tabu leluhur. berdiam dari kejauhan. orakel merupakan alat tidak lazim pada pengelolaan tidak langsung dan jarak jauh atas alam semesta dari Zeus. Kontak mereka yang tidak dapat dimediasi dengan bumi mempunyai sejumlah paralel termasuk ia yang dengan kesetaraan kepurbakalaan dan pendeta Yupiter pengeliminir tabu di Roma. Flamen Dialis.46 Di sini. ‘untuk yang lebih ilahi atau seorang pendeta.). terima kasih kepada desiran pohon ek suci Zeus dan kerja dari Doves. di Dodona dan Olympia. juru tafsir.’ Ketika kita memikirkan orakel atau tempat penyampaian sesuatu yang ilahi kita berpikir mengenai Apollo dan Delphi. Betapapun. kakinya tidak dicuci. keinginan Zeus dan isterinya Dione kemungkinan ditentukan oleh negeri-negeri atau oleh mereka yang bertanya-tanya apakah tetap mempertahankan domba.62f. orang Dodona.(Iliad 1. atau seorang penafsir mimpi– juga untuk mimpi-mimpi yang berasal dari Zeus. Namun Zeus juga mempunyai orakel. tempat tidur mereka di bumi! Iliad 16.

Tiap sembilan tahun para ephor (hakim di Sparta kuno) Sparta akan menonton langit untuk sebuah bintang yang ditembakkan dan. meskipun penyebutan ini adalah menarik. Zeus secara alami merupakan dewa momen-momen penentuan. 100 masehi). Ini diterapkan baik pada perang maupun pada olahraga. halilintar. Item kedua yang menjadi daya tarik ditemukan pada karya Plutarch. juga sekarang kita akan bernyanyi dengan keras apa yang disebut sebagai kesukaan dari kemenangan yang membanggakan. Apollo harus mengatakan ya–ini setelah dewa memekik: Beri saya lyre (semacam alat musik kecapi yang digunakan masyarakat Yunani kuno) dan busur panah melengkung! Dan saya akan menghantarkan kepada manusia keinginan Zeus yang tidak akan gagal! ‘Homer’. pergi ke Delphi serta menanyai Apollo apakah dia setuju dengan ayahnya (Zeus). dan. Agesilaos meminta agar dia diperbolehkan menolak sebuah gencatan senjata sakral yang ditawarkan oleh Argives.150 masehi) dan hanya muncul sekali atau dua kali dalam catatan sejarah.7). Martabat raja adalah sesuatu yang akan habis dan perlu dipulihkan dari sumbernya. Zeus. sarana untuk latihan para prajurit. Di Olympia mereka bahkan bernyanyi untuk penghormatan bagi sang halilintar:47 Mengikuti permulaan sebelumnya. menangguhkan raja-raja sampai sebuah orakel dari Delphi atau Olympia memperbolehkan mereka melanjutkan. Dengan pengendaliannya terhadap kejadian sehari-hari. dengan berhasil. Life of Agis (§11. Kita mendengar ia dimanuverkan dengan memalukan oleh Raja Agesilaos dari Sparta pada 388 SM (Xenophon. Hymn to Apollo 131f. jika mereka berhasil menyaksikannya. Victory (Nike) dan makna tertinggi pencapaiannya. diikutkan dalam ikonografinya (lihat Bab 1). Hellenica 4. Ini menggemakan cara di mana tiap sembilan tahun Minos harus bercakap-cakap dengan Zeus (lihat Bab 4). .

Pindar. Guna merayakan ini.halilintar. Pengendalian cuaca dan perubahan- . Mereka kelihatannya membentuk sebuah tempat keagamaan yang didedikasikan sepenuhnya. yang membimbing pada kata yang kemudian kita pergunakan untuk ‘trofi’. Dalam bentuknya yang lebih sederhana ia dibuat dari pohon ek yang secara kasar ditebang cabang-cabangnya. tropaion merupakan kata sifat dan diterapkan pada bretas. dengan senjata-senjata yang disita dipampangkan padanya. Sekali didirikan adalah tabu untuk memindahkannya. Monumen-monumen unik ini didirikan terutama kepada Zeus Tropaios. senjata api yang dilemparkan dari pengumpul guntur Zeus. Kata untuk ini adalah trope (biasanya diterjemahkan ‘mengalahkan secara total’) dan dewa yang menentukan titik di mana pertempuran berbalik arah tentu saja Zeus Tropaios.48 IKHTISAR Dalam bab ini kita telah menyaksikan hubungan antara dewa langit dengan dewa yang mengendalikan kehidupan dan alam semesta. Olympian Ode 10. halilintar bernyala-nyala yang sesuai dengan tiap sukses. biasanya pada kedudukan langsung. Namun. patung kayu sederhana di mana trofi efek tanda kemenangan ada di sini. meskipun tentu saja dedikasi dapat dipersembahkan kepada sembarang dewa.78–83 Rakyat Yunani sensitif terhadap titik di mana peruntungan pertempuran bergeser atau berbelok. seperti halnya pada suku-suku Jerman yang memajang para tahanan yang dikorbankan di pohonpohon. disebut sebagai tropaion. sebuah dedikasi dibuat.

karena apa yang menjadi isu adalah pemurnian dan pelepasan dari miasma. tidak mengeksploitasi Zeus sebanyak negeri-negeri lain. pernah ditahirkan dari pembunuhan-pembunuhannya (Pausanias 1. Namun di balik semuanya adalah kekuatan dewa yang tidak tertandingi yang kerajaannya merupakan ether (bagian langit atas) berapi-api di mana hanya gunung-gunung tertinggi menjangkaunya. dan prosesiprosesi dari kebutuhan mereka yang tidak kekal pada kesempatan itu meretas jalan mereka untuk beribadah kepadanya. dan perubahan tidak terduga ini dibawa kepada kehidupan kita. raja mereka Theseus.126) bahwa Cylon merencanakan kudeta di sekitar tahun 632 SM dan telah dinasihati oleh orakel Delphic. festival Zeus utama di Athena.37. Tetapi dia selalu di latar belakang menentukan jatuh waktu untuk segala perkara dan dengan demikian memutuskan hasil dari pertempuranpertempuran maupun segala hal lainnya. terutama pertunjukan kekuasaan dari guntur dan kilat serta langit yang menghitam. melewati Sungai Kephisos. hari demi hari. Altar ini adalah di mana pahlawan besar rakyat Athena. . Kisah berlanjut (Thucydides 1. adalah altar dari Zeus Meilichio.4) dan merupakan tempat Diasia. kota di mana kita memiliki bukti terbaik. kata yang mengkhawatirkan dalam agama Yunani. namun bahkan di sini kita dapat menyaksikan cara di mana Zeus secara subtil menata masyarakat. dalam mitologi Yunani kekuatan menular yang memiliki kehidupan independen tersendiri. Zeus menerima penghormatan di gunung-gunung tinggi. ‘si lemah-lembut’. Menjenguk Athena.perubahannya yang tidak terduga. bergabung dengan tanpa terputus-putus pada pengendalian waktu. polusi keagamaan. ZEUS DAN TATANAN MASYARAKAT ATHENA Athena.

di mana itulah mengapa kudetanya gagal. sebagaimana seseorang dapat melihatnya dari kultus yang tersisa. yakni korban bakaran berbentuk binatang. bahwa dia seharusnya melaksanakan rencananya ketika festival utama Zeus sedang berlangsung. dan bahkan ia banyak berlangsung berbarengan tiap tahun. Jadi Zeus Meilichio. Karenanya. adalah Diasia. Sebagian besar masyarakat membuat apa yang disebut sebagai ‘persembahan lokal’. sebagaimana selaras dengan para dewa dari dunia neraka. Adalah luar biasa Cylon dalam legenda ini menganggap bukan dari rumahnya Athena. ia merupakan ‘holocaust atau pemusnahan besar’ dalam pemahaman teknis Yunani. merupakan festival utama rakyat Athena untuk Zeus. namun bagi mereka yang mampu membeli akan mempersembahkan binatang babi sebenarnya. Jawaban yang kurang nyata. ia adalah hari keluarga. Berkenaan dengan rumah tangga. wilayah leluhur polis Athena). Festival itu dilukiskan di dalam kepurbakalaan sebagaimana ‘dilakukan dengan kebencian tertentu’ dan disertai dengan ekspresi yang suram. dengan Zeus Philios . digelar pada Anthesterion ke-23 (kalender hellenis yang digunakan di Attica kuno. mereka tidak makan besar alias berpesta atas daging tersebut karena dalam kasus ini keseluruhan binatang dibakar habis. ia seperti menggelar Jumat Agung yang bernuansa duka dan Paskah yang gembira pada hari yang sama. pada akhir Maret. keramah-tamahan dan memberi hadiah kepada anak-anak. lebih dekat ke rumah. yang pemujaannya saling berjalinan. Walaupun demikian.dalam salah satu respons dwiarti yang melegenda. Pada festival ini seluruh distrik (‘demes’) di Athena bersatu untuk menggelar pemujaan. Ini adalah sisi publiknya. dewa kekuatan-kekuatan suram yang darinya meminta permurnian. tetapi dari pesta olahraga Olympiade. juga merupakan dewa suka cita dan kehangatan.

sebagaimana juga milik kita. Zeus juga bisa mengawasi jalan masuk para pria muda ke dalam komunitas pria seiring mereka melintas dari masa anak-anak dan struktur dari komunitas berubah.412. kawasan Yunani yang mengelilingi Athena) mereka dihidupkan. seperti demes dalam kasus ini. makhluk dari bumi–yang berisikan kematian dan menyebarkan kematian yang baru. Sebagian berpikir bahwa fungsi Zeus Meilichio begitu terpisah dari lainnya dan mereka semula berasal dari dewa yang terpisah (cf. sehingga tahun baru mereka bisa jadi dimulai dengan bulan musim semi di bulan Maret. Nilsson 1967: i. dan phratries (phratry/Yunani: φ(ρ)ατρία. Diasia mempunyai sesuatu dari rasa ini. . yang bertemu di luar kota itu. Pembunuhan mengacaukan struktur itu dan dengan demikian dia dewa yang darinya pemurnian dapat selayaknya dimintakan. Phratry adalah ‘persaudaraan’ dari para pria dewasa di mana pendatang baru disertakan dan merupakan satu-satunya konteks di mana warga Yunani menggunakan kata Indo-Eropa untuk ‘saudara’. yang akan menguatkan hubungan persahabatan (Zeus Philios) dan persahabatan tamu (Zeus Xenios). Namun Zeus adalah pengawas keseluruhan tatanan dunia dan merupakan pelindung khusus dari kompartemen dan strukturnya. mungkin termasuk kawasan terbatas khusus negara. pada batasnya. dan komunitas lokal. 414). Di Athena kita mengetahui bahwa Zeus Phratrios dan Athene Phratria disembah dan ada beberapa kawasan terbatas. Pemahaman mengakhiri sebuah tahun tampaknya dimiliki oleh festival ini–Februari di Roma adalah bulan permurnian.(‘dari persahabatan’) itu 49 dan Zeus Soter (‘yang menyelamatkan’). Ini adalah Zeus yang sama yang melindungi para pemohon (Zeus Hikesios). Penggambarannya kerapkali sebagai ular. dapat kembali ke kota mereka dan demes (bagian dari Attica.

Apa yang kita dengar adalah Zeus Phratrios memainkan bagian sentral dalam proses pendaftaran: untuk menolak pendaftaran Anda mungkin ‘mengambil korban persembahan keluar dari altar’. kita tidak mengetahui. masyarakat yang diduga sakral bagi Zeus. dalam Yunani pra-klasik. Olympiade begitu besar kekuatannya. berhimpun pada pertengahan musim panas di waktu bulan purnama penuh untuk sebuah festival yang patut dicatat untuk permainan olahraganya. sebuah perkumpulan para atlet muda. festival dari Zeus Olympios. tetapi mungkin seluruh phratries terlibat dalam penyembahan baik kepada para dewa normal maupun para dewa khusus milik mereka sendiri. sebagaimana dengan Triphylia. Tiap empat tahun masyarakat di wilayah Elis dan Pisa. PUSAT ZEUS Harap lihat peta 1. Seberapa sangat ini semua menambahkan.persaudaraan.50 Dengan jelas listrik yang mentenagai perubahan dalam status dan pergantian dari komunitas pria dewasa harus mengalir tanpa terinterupsi dari Zeus Phratrios. Apollo Hebdomeios (‘dari angka tujuh’). tiap suku/phyle dibagi ke dalam phratries) itu dengan bangga menyembah berbagai dewa. dan festival yang melampaui batasan . seperti Zeus Xenios. untuk membawanya melalui tangan lain Anda harus ‘mengambil batu kerikil pilihan dari altar Zeus Phratrios sementara para korban dibakar’. Festival berlangsung di sebuah lokasi kultus yang kembali ke masa Mycenaean dan dikenal sebagai Olympiade. Di antara rakyat Yunani lain Zeus merupakan dewa sentral. Dia mempunyai sebuah peran khusus ketika kelompok kota-kota dan suku-suku tertentu bersatu untuk menyatakan identitas bersama mereka. Apollo Patroos (‘leluhur’). semua bersaing untuk menunjukkan keahlian dan ketangkasan mereka.

Juga terdapat sebuah tendensi pembagian ke dalam 12 (Dowden 2000: 278. dan penciptaan kembali dari identitasnya. yang bertemu di dekat Aigion di sebuah hutan kecil Zeus yang disebut Amarion (bisa jadi artinya ‘tempat pertemuan’) di mana Zeus Amarios memimpin atas pertemuan festival. Apa yang dimulai sebagai sebuah festival lokal dari saling berbagi (sharing) identitas bersama muncul ke lokasi di mana seluruh Yunani dapat menyatakan cita-cita bersamanya. Kekuatan utama di balik festival ini adalah sentripetal (gaya yang bergerak menuju ke pusat) dan banyak suku sejak permulaannya.negara serta seluruh Yunani diundang. sesuatu yang memerlukan pengorbanan yang kuat–terdapat laporan secara terus-menerus tentang pengorbanan manusia seperti pada pertemuan Jerman dan Slavia. . meskipun ia tampaknya tidak benar-benar dipraktikkan pada masa bersejarah tersebut. Inilah mengapa kita melukiskan festival ini sebagai panhellenisme (‘seluruh Yunani’). tetapi ini kemungkinan lebih pada proses penciptaan kembali pada suku dari asal-muasal pertamanya. Bahkan Etruscans—penghuni asli Etruria kuno-bertemu dengan cara ini. dari rahim. Dapat dibandingkan dalam maksudnya adalah pertemuan tahunan dari 12 bagian Achaean untuk mengambil keputusan berkenaan dengan kepentingan bersama. Mitologi Yunani mengaitkan pengorbanan manusia dengan sebagian situs Zeus. pertemuan unifikasi dari subsuku-suku disebut sebagai ‘Thing/objek’. Ketika Messenia pada akhirnya melepaskan diri dari pendudukan Sparta pada 369 SM. 282–4). Bagi pandangan politik modern.51 Ini merupakan struktur keakraban di antara masyarakat Indo-Eropa: dalam kasus suku-suku di Jerman. sesuatu yang telah dilekatkan ke dalam Olympiade modern. ini merupakan pertemuan tahunan dari sebuah ‘liga’ atau ‘federasi’.

tetapi juga pada adat-istiadat awal. teman khusus Zeus Lykaios seperti kita saksikan pada koin-koin. di mana ‘warga Arcadia lain memanggil Olympus atau Gunung Kudus’ (Pausanias 8. Di sini mereka membuat jalannya di antara dua pilar masif yang diatapi oleh rajawali-rajawali yang disepuh dengan emas.Ithome menjadi benteng pertahanan dari Kota Messene. dengan seluruh Peloponnese telah menyebar sebelumnya. dan Zeus Ithomatas diadopsi sebagai dewa utama mereka. ada sebuah gundukan buatan dengan diameter 30 meter dan tinggi 1. atau kejahatan perang dalam istilah kita. kelihatannya dalam abad ke-8 SM. mereka akan memberi pengorbanan kepada . ia kemungkinan tidak sekadar mengacu ke sebuah kekejaman. Kultus kunci tersebut membanggakan patung perunggu yang halus dari awal abad ke-5 SM. Protrepticus 3) menduga bahwa ‘Raja Aristomenes dari Messenia’ mengorbankan Raja Sparta. hingga ke altar. Tetapi Zeus dari Ithome juga dewa yang kepadanya seorang penulis Kristen (Clement. yang memberi sebagian gagasan dari sentralitasnya kepada identitas Messenia. Theopompos. Patung ini merupakan lambang pada pembuatan uang logamnya di kemudian hari. untuk mengorbankan pasukan musuh. paralelisasi dalam budaya Jerman. di seberang tempat perlindungan di mana tidak seorang pun manusia mungkin akan berani memasukinya dengan ancaman sakitnya rajaman. Di sini. Dalam sifat alami identitas nasional. dan 300 dari prajurit mereka.5 meter di puncak tertinggi dari gunung itu. Ini kemudian akan mengarahkan kita kepada kultus Zeus lain di mana pengorbanan manusia mempunyai bagiannya dalam menegaskan identitas suku super. Tempat yang paling terkenal di mana pengorbanan manusia diduga telah terjadi adalah di selatan Arcadia di Gunung Lykaion. Jika ada sesuatu dalam cerita ini. tampaknya ini menjadi dimuliakan oleh tradisi.2). karya Hageladas dari Argos.38.

2. para arkeolog tidak menemukan tulang-belulang manusia dan. Dalam Ovid (Metamorphoses 1) kita menemukan cerita bahwa raja Lycaon telah membunuh seorang tahanan dan mempersembahkannya kepada Zeus serta kemudian dihukum dengan berubah menjadi seekor serigala. sesuatu yang kepadanya penulis Romawi. dia kembali menjadi manusia sebagai ganti seekor serigala. Yang dulu itu dikembalikan pada tahun ke-10 dan dilatih sebagai seorang atlet tinju serta membuat Olympia menjadi pemenang. untuk seluruh klaim dan tuduhan tersembunyi tersebut. Namun.82) bereaksi dengan kegusaran: Adalah menakjubkan seberapa jauh keadaan tertipu Yunani–tidak ada kebohongan yang begitu memalukan hingga ia kekurangan seseorang untuk menyaksikannya. Apollas. Biarkanlah ia sebagaimana adanya dan sebagaimana ia mulai dari permulaan’ (Pausanias 8.Zeus Lykaios ‘secara rahasia. Jadi. Dia mencicipi isi perut dari seorang anak laki-laki yang dikorbankan dan berubah menjadi seekor serigala. Sementara dia seekor serigala. Pliny the Elder (8. Namun jika dia mencicipinya dia selalu tetap merupakan seekor binatang buas. Di sini pada apa yang pernah menjadi pemusatan besar-besaran festival lokal warga Arcadia. dan bukanlah gagasan menyenangkan bagi saya untuk menanyakan lebih lanjut mengenai pengorbanan tersebut. seorang pria .7). asalkan dia berpantang dari daging manusia. Cerita itu dikembangkan dalam Pausanias (8. Penulis abad ke-3 SM Apollas mengetahui seseorang yang telah melakukan ini. mengatakan bagaimana Demaenetus Parrhasian berada dalam pengorbanan di mana rakyat Arcadia masih melakukannya untuk Zeus Lykaios dengan menggunakan korban manusia. tetapi dia tidak menjadi seekor serigala untuk seumur hidupnya. dia akan berubah menjadi seekor serigala. Republic 565d) yakni jika seseorang mencicipi daging manusia dicampur daging hewan di kuil Zeus Lykaios. yang menulis Victors at Olympia.6): Bahkan mereka mengatakan bahwa semenjak Lykaon seseorang secara teratur berubah dari manusia menjadi serigala pada pengorbanan Zeus Lykaios. Tetapi juga ada cerita (Plato. mereka mengatakan. dalam tahun ke-10 sesudah itu.38. tidak ada seorang pun yang menyaksikan baik saat terjadinya perubahan bentuk maupun pengorbanan manusia ini.

dan bangga menjadi orang Arcadia daripada sekadar menjadi penghuni dari kota ini atau kota itu. sebuah pola yang kita akan saksikan berulang di bawah (Koroneia). Sebuah cabang dari kultus Gunung Lykaion juga terbentuk di Kota Megalopolis. yang mengikuti pola normal event dari para pria dan anak laki-laki pada waktu kita memelajari mengenai mereka serta . Namun. tetapi Mantinea. pengawal batasan dari komunitas kaum dewasa. Gunung Lykaion tidak terlalu dekat dengan kota tertentu.muda secara ritual dibuat menjadi seekor serigala–sebagaimana dalam legenda di Argos. Kultus Zeus Lykaios ini sebelumnya telah menjadi kendaraan identitas dan persatuan mereka serta sekarang ia semakin menemukan sebuah tujuan sebagai sebuah fokus bagi seluruh rakyat Arcadia. bahwa ini merupakan pilihan orisinal ketika kita menyaksikan Megalopolis dan wilayah efektif Parrhasia-nya merupakan para pemuja Zeus. Io menjadi seekor sapi. Zeus merupakan penjamin bagi rakyat Arcadia maupun Messenia dari Gunung Ithome melawan orang Sparta. Kita harus membayangkan komunitas-komunitas ini bersatu dalam penyembahan mereka kepada Zeus di festival Lykaia–kemungkinan di sekitar April–dan olahraganya. Ini merupakan tipe spesial dari kependetaan yang dipegang oleh seorang muda yang sedang melakukan transisi dari masa anak-anak menuju ke kedewasaan. Selayaknya. yang ditemukan pada 368/7 untuk menyatukan Parrhasian Arcadia pada 40 dusun kecil mereka ke dalam suatu kekuatan yang dapat melawan orang-orang Sparta yang darinya mereka baru saja dibebaskan. Ia tidak begitu jauh dari dunia Zeus Phratrios. lebih jauh di Arcadia. ia menjadi jelas. kecuali Megalopolis (15 kilometer jauhnya). memelihara identitas yang dengan sengaja berbeda melalui kesetiaannya kepada Poseidon. dan dalam ritual gadis-gadis muda di Brauron di Attica menjadi ‘para beruang’.

Kultus terhadap Zeus Laphystios. Profil yang sama muncul dalam lokasi dari pasangan kota dan gunung: di Koroneia dan Gunung Laphystion. di mana di sana terdapat kultus Zeus Akraios (‘dari puncak’) –gelar lain yang dipanggul oleh Zeus Laphystios di Koroneia. 20 stade--atau distrik di Lower Saxony. Koroneia dan Haliartos serta dengan gunung ini. . sebagaimana telah kita saksikan. Kuil Zeus Akraios di Gunung Pelion mendua sebagai kuil (gua) dari Cheiron si Centaur dan. Schachter (1994: iii. Menurut migrasi ke arah selatan dari penduduk Boeotia. Pada altarnya. di Gunung Laphystion.52 Situasi yang serupa terjadi dengan kultus Zeus Laphystios.105) mengacu kepada Zeus dari Koroneia sebagai ‘dewa etnis pan-Boeotia’ dan berpandangan bahwa dia muncul pada beberapa koin dari Boeotia. Jerman--dari Koroneia (Boeotia). Zeus ‘Pelahap’. mencari-cari Teluk Pagasaean ke arah Gunung Pelion. dan kisah rencana untuk mengorbankan Phrixos. di Halos dan Gunung Pelion. Dan legenda masing-masing saling mengaitkan tanah Orchomenos. Cerita-cerita tentang serigala hanya sebuah kumandang kuno dari apa yang dimaksudkan kultus ini kepada para pengikutnya. Athamas akan mengorbankan Phrixos dan Helle di hadapan biri-biri jantan dengan bulu domba emas menyelamatkan mereka. yang kelihatannya merupakan fokus utama untuk identitas mereka–dan dari ‘Pan-Boeotia’ itu– sebagai dinyatakan melalui kultus. para putera dari bangsawan Thessalia pergi ke sana tiap tahun dengan berpakaian kulit domba.memiliki hippodrome—stadion Yunani untuk balapan kuda--sendiri. juga ditemukan di Halos di dalam Thessaly. kultus ini kemungkinan berasal dari sana pada Tanah Air semula mereka dan merupakan bagian dari pola yang membawa nama-nama lama ke tempat baru.53 dan para saudara sepupu jauh dari rakyat Athena itu memuja Zeus Phratrios.

Yang lebih marjinal adalah Game Nemea. Karenanya Game Nemea bisa jadi pada awalnya tidak begitu berbeda dari festival lain yang telah kita cermati dalam bagian ini. pahlawan pendiri dari Mycenae (Pausanias 2. sebuah festival panhellenisme berkembang dari apa yang bisa jadi merupakan kota-kota di sekitar sebuah gunung yang muncul bersama untuk pemujaan sekaligus olahraga: sedikit ke utara. . Sir James Frazer menggunakan hikayat upaya Athamas mengorbankan Phrixos sebagai bagian petunjuk lain untuk pandangannya bahwa di sana pernah menyebar adat-istiadat menciptakan para raja pendeta untuk suatu periode hingga pada akhirnya mereka dikorbankan. ia sendiri pada sisi Argive dari Jalan Tembus. dan sekali lagi kita menyaksikan sebuah festival panhellenisme muncul dari pemahaman saling berbagi budaya di antara populasi-populasi lokal. tetapi pengorbanan manusia yang tampaknya sekadar perlambang dalam kultus dan legenda Yunani–pada sebagian pandangan kita merupakan permainan peran berakhirnya masa muda sehingga masa dewasa pun dapat dimulai–harus memerhatikan apa yang sebenarnya lebih cenderung pernah terjadi ketika kita melihat melampaui Yunani kepada bangsa-bangsa lain. .15. Di sini juga.Pada edisi kemudian dari Golden Bough-nya. Zeus Pelahap bahkan pernah menjadi seorang dewa yang menakutkan. pada sisi lain Jalan Tembus (Tretos) melalui gunung-gunung dari Argos.54 Kita dapat tidak lagi memercayai Frazer. RAJA-RAJA DAN PENGHAKIMAN ZEUS Ilah Zeus. di bawah otoritas Zeus. .3). ada Gunung Apesas di mana Zeus Apesantios untuk pertama kalinya dipuja oleh Perseus. yang digelar tiap dua tahun guna menghormati Zeus Nemeios–marjinal karena Nemea tidak seperti banyak tempat: ia termasuk ke dalam Cleonae.

yang paling sering. tetapi itu . Homer akan sepakat dengan Hesiod bahwa ‘para raja berasal dari Zeus’ sebagaimana bard (pada masa pertengahan budaya Gael dan Inggris--Irlandia. tetapi bentuk pemerintahan lain juga lazim. Skotlandia. Herakles di sisi lain digambarkan sebagai ‘dilahirkan Zeus’ karena dirinya. . Zeus yang berbahagia. sebagaimana kita saksikan sebelumnya. Menelaus dan. Wales. Biasanya. Namun martabat raja tidak harus menunggu raja-raja Macedon dan penerus Alexander Agung. yang paling diberkati dari yang diberkati dan paling mencapai [teleiotaton] dari akhir [telos]. pada faktanya. Anda dapat jika Anda ingin menjelaskan ini dengan anggapan bahwa garis trah raja kembali kepada Zeus. Dan raja-raja Homer bersandar pada realitas para raja dalam masyarakat Yunani–baik dalam Zaman Perunggu Akhir di istana-istana Yunani Mycenaea dan Kreta Minoan. Kita merayakan Yunani untuk penemuannya atas demokrasi. adalah bapa dari para dewa dan manusia.351 –tiga kali dalam Homer Ilah dari para ilah. Ajax. misalnya raja-raja minor. Isle of Man dan Cornwall--bard adalah penyair profesional) berasal dari Muses dan Apollo (Theogony 94–6). hingga para raja. Itulah mengapa para raja atau pangeran seperti Patroclus. Namun ia juga merupakan ilah (anax) dan raja (basileus) mereka.Iliad 3. negara bagian Yunani diperintah oleh sebuah oligarki.. Suppliant Women 524–6 Zeus. misalnya raja besar. Ia ada di mana-mana dalam Homer –mulai dari ilah. maupun dalam Zaman Kegelapan dan permulaan dari Yunani Arkais. Odysseus dilukiskan oleh Homer sebagai dilahirkan oleh Zeus (diogenes). Agamemnon. Agamemnon. seperti Diomedes. Aeschylus. Dalam kasus para raja.

Sembilan tahun tampaknya adalah siklusnya. Pembaharuan keilahian. Dio—berarti Zeus. seperti akan kita saksikan di bawah ini. dan Zeus sebagai sumbernya. Berdasarkan sebuah dialog yang mengacu kepada Plato (Minos 319e) dia harus memberi sebuah laporan atas pemerintahannya kepada Zeus tiap sembilan tahun dan mempelajari lebih banyak.178f. tidak ada kodifikasi hukum. Menurut Odysseus (Odyssey 19.55 Ini merupakan julukan-julukan yang cukup tegas dan kita seharusnya tidak berpandangan mereka sekadar memaksudkan secara tidak jelas ‘diuntungkan secara ketuhanan’–kata untuk ‘dewa’ dalam bahasa Yunani adalah theos dan rakyat Yunani tidak memiliki bentuk Latin di atau deus—bentuk kata-kata yang saya pikir kita terkadang di bawah sadar dan keliru mendengarnya dalam julukan-julukan Yunani ini. Seorang raja juga diotrephes–disuburkan oleh Zeus. 14 passim. hukum karena itu dimiliki oleh para pemimpin individu. Jika otoritas berasal dari Zeus. diperbaharui dari Zeus.) Minos lazimnya atau menjadi raja tiap sembilan tahun. Ini terlihat sesuai dengan pola pembaharuan dari keseluruhan masyarakat yang pernah dipraktikkan oleh budaya-budaya Indo-Eropa (Dowden 2000: 286 dan ch. adalah satu aspek yang telah mempunyai tempat kehidupan panjang. ‘dia yang hidup bersama Zeus besar’. Sebelum perkembangan negeri-negeri dalam pemahaman kontemporer. mereka juga menjadi subjek audit kejutan. dibesarkan dan dibentuk menjadi siapa ia sekarang oleh Zeus. Dan sebagai para manajernya. sebagaimana telah kita lihat. Schwabl 1978: 1394). kadang-kadang.hanya menyatakan kembali menjadi apa julukan tersebut: kekuasaan raja-raja dengan sebuah otoritas yang berasal dari Zeus. Ia muncul kembali dalam kasus para raja Sparta. ia harus juga. Jadi adalah dalam Homer dan Hesiod raja-raja mendengar kasus-kasus hukum dan mengeluarkan .

dan Tuhan bangsa Yahudi dengan dua pendamping mengunjungi orang benar Abraham dan Sarah serta. ia mengikuti bahwa dirinya bertanggungjawab untuk menegakkan keadilan dan penerapannya. Mithra. sejauh ini yang kita tanamkan di dalam pikiran adalah ini bukan keadilan Kristen atau filosof. memantau para pria yang fana.penghakiman (themistes.000 dari mereka.485–7). yang sedang memeriksa standar penghakiman mereka. ‘para pengawal’ Zeus. Ia kemudian menjadi masalah perhatian mengenai apakah penghakiman tersebut adalah ‘jujur’ atau ‘telah dibengkokkan’. Ia bukan sekadar pertempuran-pertempuran tetapi dispensasi keseluruhan dari kehidupan manusia yang dikendalikan oleh Zeus. tetapi kesiapan penghakiman manajerial yang kasar. karena tiga yang banyak sekali ini adalah kekal. Kisah pemeriksaan yang ilahi terhadap mereka yang fana ini mempunyai paralelisasi dalam budaya-budaya di Timur Dekat: dewa bangsa Persia. memantau perjanjianperjanjian.56 Dalam Odyssey kita mempelajari bahwa para dewa berjalan ke bumi yang tidak diperinci.57 Kesamaan-kesamaan ini tidaklah kebetulan: mereka membentuk bagian dari sebuah pola budaya yang dipinjam dari Timur. pada penghentian selanjutnya. Sebagaimana Zeus merupakan proyeksi di kayangan dari para raja di bumi. menyelubungi dalam kabut. Kota Sodom dan Gomora yang telah menyimpang (Kitab Kejadian 18–19. Namun di sini dan sekarang dalam budaya Yunani ini telah menjadi peran dari Zeus. 21). tetapi dia tidak menghitungnya). Dalam Hesiod (Works and Days 248–55) ia lebih angker: tiga yang kekal dalam jumlah banyak sekali (misalnya 30. dikai). dan ini adalah apa yang penting. dalam bentuk orang asing untuk memeriksa penghormatan manusia terhadap hukum (17. untuk mengelola keadilan melalui campur-tangan misterius dan melalui pemeriksaan. tetapi para pria yang fana ini adalah raja-raja. .

29– 38): . ketika dia dibuat jengkel dan marah sekali kepada manusia yang menggunakan kekerasan di agora (pusat jual beli) untuk menghantarkan penghakiman yang bengkok dan menundung Dike. . ketika air dituangkan dengan deras dan lebat oleh Zeus. . seiring ketika bumi hitam semuanya dibobot turun oleh bombardir hujan pada suatu hari di musim gugur. Namun.383–8 Di sini Homer menikmati menambahkan sebuah garis warna Hesiodic pada kisah kepahlawanannya. Kisah kembalinya seorang pria melawan seluruh keganjilan umumnya meletakkan tuntutan berbeda atas para dewanya daripada sebuah lakon sedih yang dikumpulkan pada pertempuran Troy (Lloyd-Jones 1971: 30–32).58 Dasar telah diletakkan untuk Zeus sebagai pengelola dari kehidupan yang tidak kekal di dalam adegan yang baik sekali pada permulaan Odyssey di mana Zeus berbicara (1. Ini ditunjukkan misalnya oleh sebuah bagian di mana karya Homer. Dan karya Hesiod. penyair-filosof Yunani dari abad ke-8 SM) mengenai keadilan serta seorang pengikut Odyssey memahami penghormatan untuk para dewa: . Iliad 16. Works and Days menimbang dengan ketegasan moral untuk menciptakan atmosfer berbeda. yang dengan rapi diasingkan dalam daftar alternatif tamsilan/kiasan. kian bertambah. kita dapat menyaksikan bahwa ini merupakan karakter tertentu dari masing-masing karya daripada mengubah konsepsi-konsepsi Yunani yang menjadi pokok persoalan.Para penulis modern telah mencoba mengklaim bahwa Odyssey mempunyai pandangan berbeda dari Iliad dan bahwa Hesiod adalah berbeda lagi. Iliad. tanpa penghormatan kepada para dewa. dapat kembali kepada konsep-konsep Hesiodic (cosmogony dan theogony dari Hesiod.

adalah kata terkait yang menandakan proporsi tersebut. Para dewanya melangkah di sepanjang Bima Sakti ke dalam ‘Palatine (berbagai pejabat penting dalam Romawi kuno) di langit’ untuk mendengarkan Yupiter.Dia telah berpikir dalam jiwanya mengenai Aegisthus yang gagah berani di mana putera Agamemnon yang jauh tersohor Orestes telah terbunuh. . tidak meledakkan Aegisthus dengan sebuah halilintar–dia sekadar memperingatkan karena dia mengetahui tatanan segala sesuatunya. .). Yupiter melaporkan dengan bengis bagaimana Lycaon. Terdapat tatanan pada berbagai hal dan hak ‘pengukuran’ atau ‘proporsi’ (moros). Meskipun ini bukan nasib: kata yang biasanya diterjemahkan sebagai nasib. Zeus. ‘Takdir’ dalam pemahaman lembut. raja dari Arcadia.163ff. . Ovid membangun aksi pembuka dari Metamorphoses (1. kemudian memberi makan dia daging manusia. betapa mereka yang fana menyalahkan para dewa! Mereka mengatakan bahwa kemalangan datang dari kita. menurut pandangan ini. ketika mereka sendirilah justru Oleh kesembronoan mereka sendiri menderita kesedihan melampaui yang dapat diukur [moros] Ambil bagaimana Aegisthus baru saja melampaui takaran menikah Agamemnon (raja yang memimpin rakyat Yunani melawan Troy dalam Perang Troya) dibujuk isteri dan membunuh dia pada kembalinya Mengetahui dengan sepenuhnya ia berarti kehancuran belaka–karena kita sudah mengatakan kepadanya Mengirimkan Hermes . Zeus Romawi. bahwa Aegisthus akan membuatnya datang kepada dia. Ini adalah apa yang ada di dalam pikirannya ketika dia mengatakan kata-kata di antara mereka yang kekal: ‘Oh sayang. yang dipantau oleh Zeus dan sekitaran mana yang dikhawatirkannya. Inilah adegan di mana. atau kekuatan ilahi yang membagikannya. sekitar 600 tahun kemudian. semula telah dengan jahat mencoba membunuhnya. moira.

meskipun dalam kebijaksanaannya dia tidak secara langsung melakukan itu. Pandora membuka kotak para setan. Hesiod mengkhotbahkan keadilan keras dari Zeus. pemegang aigis. lihat West 1997: 123).617ff. motif yang juga muncul pada model yang lebih seperti pada (Nabi) Abraham dan Sarah. menunjukkan kelemahan mereka yang tidak kekal dan kelemahan tertentu. 144.). menimbulkan segala macam kesulitan/keburukan. terhadap wanita. dan bumi dihancurkan dalam banjir besar.Hiasan dari Ovid yang bersifat puitis diuraikan: rumah Lycaon diruntuhkan oleh ‘api yang membalas dendam’ (1.230). Namun ini merupakan tatanan yang secara simultan telah diletakkan oleh Zeus dan Hesiod menyimpulkan bahwa ‘tidak ada jalan untuk menghindari pikiran Zeus’ (Works and Days 105). ketika harinya tiba dia akan menghancurkan usia kita (halaman 180). yakni halilintar. bencana alam. 158). seperti yang kita harapkan (halaman 273). Itu berarti ia kemungkinan beredar sebagai salah satu dari karya yang dilambangkan sebagai ‘Hesiod’ pada pertengahan abad ke-6 SM. Perilaku para raja dan pengelolaan mereka atas keadilan merupakan perhatian khusus Hesiod . beragam dari waktu ke waktu dan adalah menyakitkan bagi manusia yang tidak kekal untuk memahaminya. Dia memantau jalan-jalan manusia dan menggantikan tiap masa manusia dengan yang selanjutnya (Works and Days. Demikian juga. Tetapi tetap sebuah hal para dewa berkeliling bumi dengan menyamar. walaupun ia tidak lagi eksis (Hesiod. Lycaon berubah menjadi seekor serigala yang melolong. misalnya halaman 140. dari 163 Merkelbach-West. dalam mitologi pria. Zeus di dalam Hesiod mengerjakan lebih daripada membentuk dunia.): Pikiran Zeus. Ovid tidak menciptakan kisah-kisah ini dan tampaknya hikayat hiburan Zeus oleh Lycaon berasal kembali kepada teks palsu Hesiodic. sebagaimana dia berkomentar di kemudian (483f. dalam kisah Filemon dan Baucis (8.

berdampingan dengan Diomedes di dalam Iliad. apakah Keadilan (Dike.000 roh. seorang perawan yang dilahirkan dari Zeus. atau ‘mata Zeus yang melihat semuanya’ (halaman 267). dilukiskan oleh pujangga sebagai operasi dari sebuah keluarga para dewa. 256). memantau melalui berbagai macam agen. sebuah pengaturan yang relatif realistis) dan dia memengaruhi dunia manusia keseluruhannya dengan cara yang lebih halus. Kita seharusnya tidak berpikir bahwa rakyat Yunani pada khususnya berpikiran harfiah mengenai mitologi mereka. dua dari kita menuntun rombongan besar yang lebih kecil melawan dinding-dinding yang lebih baik. untuk menggoda audiensnya guna mengingat Kapaneus yang besar mulut dan sembrono dan untuk memperkenankan Diomedes berlawanan dengan keadaan moralitas baru yang telah membimbing keberhasilan dari generasi barunya–Epigonoi atau ‘Pengganti’–dalam pencarian mereka untuk menangkap Thebes: Kita sebenarnya menawan kedudukan dari tujuh gerbang Thebes. Homer selalu menurunkan tingkat nada yang berkaitan dengan mitologi. Ini adalah Zeus ‘yang memandang dengan luas’ (euryopa. 239). Dia disebut hingga beberapa kali dalam Iliad dan Homer menempatkan putera dia. Zeus tidak melemparkan halilintar dalam Homer (kecuali di kapal Odysseus. Tiap orang diyakini mengetahui dari kisah kepahlawanan yang hilang Thebaids bahwa Kapaneus telah memperlihatkan kejijikan terhadap para dewa ketika dia merupakan salah satu dari Tujuh Penentang Thebes dan dia berada dalam konsekuensi secara pribadi dipukul dengan keras oleh mata petir Zeus. Seluruh kota-kota binasa di sekitar penguasa yang tidak adil (halaman 240). Sumpah (Horkos) atau 30. yang kita sebut Sthenelos (‘Orang kuat’). meletakkan kepercayaan kita dalam isyarat para dewa dan bantuan Zeus . 229.dalam Works and Days.

Nampaknya. para putera Zeus) yang kampung halamannya adalah Sparta. sesuatu yang tampaknya terefleksikan dalam Dioskouroi kembar (Castor dan Pollux.–di mana mereka dibinasakan oleh kecerobohannya sendiri. sejenis diktator. mereka telah memulai kuil Zeus Olympios. putera dari Ares dan Cyrene) disebut Diomedes. ‘Penasihat Zeus’. Di Sparta mereka mempertahankan sepasang raja. Di tempat lain. berdasarkan sebuah kuil penting yang berasal dari masa lebih awal. peran Zeus di Athena boleh jadi berbeda jika tirani Peisistratos dan para puteranya dari abad ke-6 SM telah bertahan lebih lama. terhadap program-program pembangunan. kekuasaan didatarkan dan diteruskan kepada oligarki aristokrat dengan interupsi sekali-sekali dalam Zaman Arkais (776–480 SM) oleh ‘para raja tiran’. oleh Deucalion. Apa yang penting adalah para pemimpin memahami penghakiman Zeus. RAJA-RAJA BERSEJARAH Para raja sebagian besar menghilang dari pemandangan Yunani selama Zaman Kegelapan.).7f.18. Nabi Nuh-nya Yunani. Pengecualian yang paling menonjol adalah di Makedonia dan di Sparta.406–9 Audiens mengetahui kisah halilintar yang tidak disebutkan tetapi mungkin Homer tidak mengambilnya dengan terlalu harfiah. Bukan kebetulan bahwa percobaan yang gagal dari Cylon untuk merebut kekuasaan di Athena dikaitkan dalam legenda dengan festival dari Zeus. Bahkan. Raja lalim seperti ini ada kebutuhan untuk waspada terhadap gambaran publik mereka. Kuil asalnya telah dibangun. dan tekun. misalnya. dan dikatakan (Pausanias 1. Iliad 4. dan retakan masih menunjukkan di mana air banjir . Itulah mengapa Diomedes (raja Diomedes/Διομήδης dari Thrace yang adalah seorang raksasa.

‘raja’ biasanya merujuk kepada Raja Persia –ini merupakan kata dalam pengasingan.59 Dengan penaklukan Alexander Agung (334–323 SM). Athena.18.4). Darius (490) dan Xerxes (481–79): di Yunani.6). dan bisa jadi kultus Zeus di Makedonia lebih terkenal daripada di tempat lain. Zeus menjabat sebagai bapa dari rakyat Makedonia itu sendiri. Ia tidak akan demikian hingga raja Syria Antiochus Epiphanes (148–138 BC) di mana di sana terdapat pekerjaan lebih jauh pada kuil Olympia Zeus. bukan kerajaan dan perbudakan (Herodotus 7. karena rakyat Yunani memiliki hukum dan kebebasan. Di Makedonia. Namun kuil baru yang setengah jadi bagi para generasi yang kemudian menjadi ‘simbol pameran arogansi Pisistratid’ (Parker 1996: 68). Penegasan otoritas monarki melalui gambaran Zeus menjadi problematik dalam tahun-tahun formasi menyusul ambruknya tirani tersebut (510) dan masa-masa ujian dari perang melawan raja besar Persia. atau hingga Kaisar Hadrian di mana warga Athena sekarang sudah lama merasa nyaman dengan monarki tersebut.menghilang serta sebuah dunia baru tercipta–sebuah dunia di mana. sebagaimana Woden merupakan nenek moyang dari para raja Anglo-Saxon. adalah di bawah rezim baru Zeus. keningratan kembali ke wilayah luas dari dunia Yunani dan dunia monarki Mesir serta Timur Dekat sekarang menjadi bagian dunia Yunani yang . di mana demokrasi membangun Parthenon-nya dan lingkungannya–walaupun bukannya tanpa mengakui latar belakang kehadiran dari Zeus Hypatos (‘yang tertinggi’) dengan sebuah altar berdampingan dengan Erechtheion yang hanya menerima kue (Pausanias 1. sebagaimana kuil Kronos dan Rhea yang bertetangga mengingatkan kita. dan dengan berterimakasih menyaksikannya terselesaikan dan dilengkapi sebuah gading kolosal dan patung emas (Pausanias 1. Perilaku ini dengan hak istimewa sebagai ganti keilahian Acropolis.26.101–4).

Dalam cara ini Attalos juga melekatkan Pergamon ke peninggalan budaya dari rakyat Athena.telah diperluas. Ini dimulai dengan pendewaan Antiochus I atas ayahnya Seleucus pada 280: sebuah inkripsi dari pemerintahan Seleucus IV (187–175) mengungkapkan terdapat seorang pendeta Seleucus Zeus Nikator. telah mengulangi pertempuran Zeus yang telah membentuk tatanan yang ada sekarang. Pesan dari altar adalah bahwa Attalos. sekarang para raja yang menggantikan Alexander –Ptolemies di Mesir. Seleucids di Syria dan. Zeus dan puteranya Apollo memodelkan dunia dengan kedaulatan yang bersifat keduniawian. bersama-sama dengan Antiochus Apollo Soter. Attalids di Pergamon ditemukan menggunakan Zeus dalam proyeksi mereka atas kekuasaannya. salah satu kebanggaan dari seni patung Hellenistik dan tentu saja hasil karya terbesar yang masih eksis. Dalam seni patung. Jadi misalnya ketika kultus penguasa diciptakan di antara para raja Yunani di antara Syria dan Babilon. ‘Pemenang’. di mana dia membuat dedikasi seni patung dengan tema-tema yang serupa. agak terkemudian. ‘kematian Gauls’ yang halus menggemakan para raksasa dikalahkan oleh Zeus dan Athena. Kultus kota ini saling berjalin dengan pemujaan Zeus dengan penghormatan untuk para raja dalam banyak cara ritual. Altar raksasa Zeus di Pergamon (sekarang di Berlin). Zeus kemudian dipanggil fungsinya. Attalos I. . Seperti Peisistratos (raja tiran Athena mulai 546 hingga 527/8 SM) telah mencari untuk menyatakan kedaulatannya melalui kuil baru Zeus Olympios di Athena.167). didirikan oleh raja Yunani. ‘Juru Selamat’ (Nilsson 1974: ii. melalui penaklukannya atas Gauls pada 226 SM dan penciptaan dari negara baru yang kuat ini berdasarkan pada Pergamon.

). ketika dia memukulkan ke dalam negerinya penekanan bahwa para penganut paganisme seharusnya tidak membiarkan umat Kristen memonopoli kegiatan amal. Untuk mengundang di mana tamu menanyakan yang mana dari dua teman yang menjadi penerima kebaikan. sebuah baris di mana Odysseus sendiri mengambil di 14. yang terpenting. Zeus Xenios. dan kedua belah pihak dikenal sebagai xenos. dengan . tanpa memedulikan siapa yang menjadi tuan rumah dan siapa yang menjadi tamu pada sembarang kesempatan tertentu. memeriksa bumi. Itulah mengapa pernyataan Nausicaa sedikit diwarnai dengan kekhawatiran bahwa xenos bisa jadi seorang dewa yang sedang menyamar. tetapi juga ia yang melindungi pihak luar dan memastikan bahwa perbedaan negara dan penduduknya memiliki sarana untuk saling hidup berdampingan. PEMOHON.251 dan di mana. sebagaimana para kaisar dan para raja di akhir zaman kuno dari zaman Romawi dan di Eropa akan secara khusus dilindungi oleh Tuhan orang Kristen.60 Xenia adalah hubungan timbal-balik keramah-tamahan di antara orang-orang dari negara-negara berbeda. Odyssey karya Homer menyatakan kebutuhan untuk menghormati tidak hanya ikatan-ikatan internal terhadap masyarakat. terus disokong oleh Zeus. kemudian. SUMPAH Kita sekarang kembali dari tatanan di dalam masyarakat ke konvensi-konvensi internasional. Nausicaa mengetahui bahwa ‘Semua xenoi (bentuk kombinasi arti dari orang asing dan tamu) dan peminta-minta adalah berasal dari Zeus’ (Odyssey 6. kemudian.Martabat raja.207f. ikatan-ikatan antara negara ini. sebagai sejenis keagamaan Palang Merah. Yulian. menyelenggarakan penghormatan bagi hubungan ini. KEBUTUHAN PIHAK LUAR: ORANG ASING. satu milenium kemudian. merupakan baris favorit dari kaisar penyembah berhala. Zeus menjamin seluruh ikatan persahabatan seperti Zeus Philios dan.

cukup berbeda dari dike. . tatanan atau keadilan di mana seorang penguasa yang baik atau masyarakat yang bagus dipelihara. Zeus Xenios. Jadi misalnya Herakles membunuh xenos-nya. Itulah juga mengapa Odysseus. Zeus Xenios. untuk bersifat timbal-balik. Jadilah yang menghormati. yang berdiri di sebelah xenoi yang penuh hormat. tetapi kita. dengan harapan kamu mungkin dapat menyediakan kita dengan satu xenion atau dalam cara lain memberi kita sebuah hadiah. xenion adalah hadiah yang pemberiannya secara khidmat menciptakan ikatan persahabatan tamu dan tuntutan. Ini adalah dosa yang mengerikan. dari para dewa: kita adalah para pemohonmu [hiketai]. . Iphitos: . Odyssey 9. dan themis adalah tatanan atau hukum ilahi yang tidak dapat dilanggar.485–7 ketika terdapat percakapan ‘para dewa dalam bentuk xenoi asing’. Zeus dapat menjadi Zeus Hikesios. bahkan walaupun dia mengetahui di dalam hatinya bahwa Polyphemos adalah seorang bengis. telah tiba sebagai pemohon.persis seperti yang kita lihat pada Odyssey 17. orangku yang baik. menggapai lututmu.266–71 Keseluruhan budaya menggarisbawahi this frase ini: ‘yang datang’ (hiketes) adalah bahasa Yunani untuk seorang pemohon dan dia melakukan ritual permohonan dengan menjatuhkan diri dan mencengkram lutut dari orang yang dimohonkan. ketika seseorang membunuh satu xenos. yang merupakan themis/dewi Yunani kuno [hak keagamaan] dari xenoi. ketika dimungkinkan. masih memohon kepadanya: . dia memiliki anak-anak dengan Themis. membutuhkan penebusan dosa. Dan Zeus adalah penuntut balas dari para pemohon dan xenoi.

horkoi) adalah penjaminnya: Patung Zeus dalam Dewan Majelis [di Olympia] adalah yang paling menakutkan dari semua patung-patung Zeus untuk manusia yang tidak adil. tetapi jika sebuah sumpah berharga untuk diambil sumpahnya seringkali berharga untuk diambil sumpahnya oleh dia.Dikatakan bahwa Zeus. dan paling persuasif.258: ‘Biarlah Zeus mengetahui pertama-tama. dibuat merasa ngeri pada pembunuhan xenos. Dia disebut Horkios dan mempunyai sebuah halilintar pada salah satu tangannya. dengan harga tiga talenta. dari para dewa tertinggi dan terbaik. memerintahkan Hermes untuk mengambil Herakles dan menjualnya sebagai dike [dampak. sumpah adalah secara alami oleh dewa yang paling perkasa dan Zeus Horkios (dari sumpah. Pausanias 5. ‘hukuman’] atas pembunuhan itu.24. Tidak di manapun ini lebih besar daripada dalam kasus sumpah. Dia membawanya kepada Lydia dan menjualnya kepada ratu dari tempat. sebagaimana dalam sumpah besar Agamemnon di Iliad 19. FGrH 3F82 Karena itu terdapat konvensi-konvensi dan ada sanksi yang hanya dapat dilakukan oleh dewa. Pherekydes of Athens.’ Sumpah tidak selalu oleh Zeus dan dia pada sembarang kasus seringkali dikombinasikan dengan kekuatan bumi dan laut (misalnya Ge dan Poseidon). MINUM DAN BERSUMPAH . ZEUS DI RUMAH: BERDOA. Omphale. Yang paling kuasa. Karenanya halilintar berdiri untuk melompat dengan mematikan atas kekuasaan utama yang diambil secara sia-sia oleh mereka yang tidak memahami tatanan dunia. Kisah itu dalam Pherekydes.9 Halilintar ganda memukulkan ketakutan kepada pelaku sumpah yang bersumpah dusta di sebelah patung seiring dia mengucapkan sumpah atas bagian-bagian daging babi.

Odyssey 14.61 Ini terutama tindakan yang tidak beragama dan keji. dalam suasana dusun yang lebih sederhana yang mengelilingi pondok dari Eumaios. meskipun bisa jadi diragukan apakah kisah epik tentang paha sapi akan ada banyak buktinya. Inilah di mana keluarga akan melakukan pengorbanannya dan titik keagamaan ke arah luar di dalam rumah. yang kepadanya pada kasus ini seorang pemohon menyelamatkan diri. Namun.334–6 Jadi geografinya jelas: istana Yunani ini. sesuatu yang berposisi di depan pada gambaran mental Anda.420). kepala rumah tangga akan mengorbankan di altarnya dari paternalisme Zeus Herkeios. atau area yang begitu tertutup) dengan sebuah altar Zeus dari Wilayah Berpagar (Herkeios). Seperti Agamemnon atau Odysseus.Penyair Phemius cemas untuk menghindari Odysseus yang hendak membunuhnya. seperti rumah rakyat Yunani lainnya. sebagaimana ia untuk Pausanias ketika dia melukiskan pembantaian Priam oleh Neoptolemos di eschara Zeus Herkeios. mewakili orang kunci di dalam rumah. Zeus merupakan bapa utama dari keluarga sekaligus kepala rumah tangga. Odyssey 22. mempunyai ruang tamu (megaron) dan di bagian luar. oikos. dibandingkan domba atau babi. Salah satu opsi yang dipertimbangkannya untuk mencapai tujuan ini adalah mengklaim perlindungan: Untuk pergi dari megaron dan duduk di altar Zeus yang besar Herkeios. sebuah wilayah berpagar (herkos adalah pagar yang membatasi. altar yang dibuat dengan patut di mana banyak paha dari para sapi yang telah dibakar Laertes dan Odysseus. tidak ada altar dan babi dikorbankan di dalam ruangan pada perapian yang menyala-nyala (eschara. Tetapi Anda juga dapat memperbincangkan mengenai eschara (panggangan) ketika berfokus pada bagian dari altar yang terbakar. di negeri Yunani. .

di mana terdapat pembagian antara para dewa dari wilayah tanah (Lar atau bentuk jamak Lares) dan para dewa penyimpanan lemari untuk makanan (Penates).Ini juga sebuah pendefinisian kultus bagi warga negara. tetapi juga mengenai lokasi kultusnya dari paternalisme Apollo atau Zeus Herkeios. dan pertimbangan serupa dapat diterapkan kepada pemujaan publik Zeus Herkeios. Ketika pantas tidaknya seorang kandidat untuk archon (hakim di Athena) dicermati. Ini bisa jadi merupakan tipe pemikiran yang mendasari sebuah altar Zeus Ktesios di sebuah kuil di desa yang besar di Attica atau pemujaannya di Piraeus (pelabuhan Athena).62 Zeus Ktesios dapat dilukiskan dengan. Ini kemudian mereplikasi pola kultus rumah tangga yang dikenal dari agama Romawi. Zeus di dalam rumah juga kerapkali dikenal sebagai Zeus Ktesios (‘dari kepemilikan /penyimpan’). yang terlihat berhubungan di atas semuanya terhadap penyimpanan makanan. di mana ahli penyusun kamus (leksikografer) akan menyatakan sebuah gambaran dari dia harus didirikan. Aristoteles mengatakan kepada kita (Konstitusi Rakyat Athena 55) bahwa mereka ditanyai tidak hanya mengenai keluarga dari ayah dan ibu mereka. Tetapi Anda juga bisa membuat patung-patung kecil Zeus Ktesios di rumah seperti ini: . seekor ular. yang sangat bersesuaian dengan pandangan rakyat mengenai ular-ular yang tidak berbahaya: mereka merupakan manifestasi dari roh yang bersifat dermawan dari tempat yang ditentukan dan seharusnya diberi makan. disembah di acropolis Athena itu sendiri. atau sebagai. meskipun fokus pribadi kerapkali pada Zeus Ephestios (‘di perapian’). Mendekati yang terakhir ini adalah dewa perapian. Warga Romawi juga mempunyai Penates publik seolah-olah negara itu sendiri hanyalah sebuah rumah tangga yang besar. Hestia dalam bahasa Yunani (Vesta dalam bahasa Latin).

Autokleides. dan dalam dua ratapan tungkai dan lengannya terbentur. Agamemnon 1384–7 .64 Minuman keras ini merupakan latar belakang yang indah sekali terhadap kata-kata hebat dari Clytaemestra seiring dia mengungkapkan bagaimana dirinya membunuh Agamemnon: Saya memukulnya dua kali. ‘yang lengkap’ (teleios) akan kepada Zeus Soter–ya.63 Di pesta-pesta dan pertemuan sosial tiga mangkuk minuman anggur akan dicampurkan. Aeschylus. dan dari bahu kanan dan dari kening kenakan pakaian dengan sebuah kuning jingga [jubah mini?].259f. Hector harus pertama-tama menuangkan minuman keras kepada Zeus dan kepada yang kekal lainnya sebelum dia dapat meminumnya untuk dirinya sendiri (Iliad 6. serta campuran biji padi-padian–itulah apa yang Anda masukkan. Exegeticon (abad ketiga-keempat sebelum masehi) FGrH 353F1. Saya menaruh dalam ketiga–dalam terima kasih yang memenuhi nazar Zeus di bawah bumi. dari yang mati. tetapi juga semata-mata ‘Zeus penyelamat ketiga. soter (penyelamat). yang kedua kepada para pahlawan (yang melindungi masyarakat lokal mereka dari kuburannya) dan ketiga. minyak zaitun. yang mengawal rumah para manusia saleh’. Zeus yang bertanggungjawab menyelamatkan negara dalam peperangan sebagaimana kependetaan dan inkripsi-inkripsi dari begitu banyak negara menyaksikannya.). kepada Zeus Olympios dan para dewa Olympia. dan. jatuh. kenakan telinganya dengan bulu domba putih. kita diberitahu. tidak satupun akan disentuh sebelum minuman keras. Minuman keras pertama adalah. dikoreksi Minuman keras juga penting di rumah. dan tuangkan ‘ambrosia (makanan atau suguhan dewa-dewa dalam mitologi Yunani)’. Ambrosia adalah air murni.Letakkan sebuah penutup pada dua telinga baru [misalnya pegangan] kadiskos [jenis kendi].

Adalah menarik untuk mengetahui apakah perubahan dalam kesalehan tersebut dapat diukur oleh perubahan dalam suara sumpah. dan lutut Anda. Miles Gloriosus 541). sebagaimana mereka lakukan di dalam seluruh lakonnya. Jenis ekspresi ini berkontribusi dalam alam bawah sadarnya jalan kepada latar belakang keriuhan dari kesalehan. ma ton Dia! Karenanya praktik percakapan mereka merefleksikan praktik dalam sumpah-sumpah utama. maka adalah paling efektif untuk memohon pros Dios (‘di dalam nama dari/untuk kepentingan Zeus’). . Rakyat Romawi pada penghormatan ini tidak banyak berbeda–tentu saja sebuah perbantahan pro Iuppiter! (‘oh/wow Yupiter!’) merupakan hal yang lumrah. Demosthenes dan Plato (abad keempat-kelima sebelum masehi) ada cukup banyak pernyataan oleh Zeus. meskipun warga Romawi senang untuk menghimpun hal-hal yang dengan namanya seseorang dimohonkan: ‘Saya memohonkan kepada Anda. Plutarch dan Lucian (abad pertama-kedua) ia lebih . saya pikir.Jika kita memiliki sebuah mikrofon untuk menangkap pembicaraan Yunani dan Romawi kuno. yang merupakan sumpah menggelikan oleh dewa berkepala anjing dari Mesir. Istilah Latin per Iovem (‘dalam nama Yupiter!’) bukannya jarang-jarang. Anubis. dan terkadang dengan sedikit lebih banyak penekanan. jika Anda memohon kepada seseorang. kita kemungkinan dilanda oleh sejumlah sumpah ringan yang berlanjut. Kita telah menyaksikan bagaimana karakter-karakter di dalam Birds dari Aristophanes adalah selalu berjanji ne ton Dia (‘oleh Zeus!’). Jika Anda mengatur teks-teks Yunani dari masa klasik berdampingan dengan teks-teks Yunani dari masa kerajaan ia terlihat seolah-olah sesuatu telah berubah. . Socrates sedikit suka melawan dengan bersumpah ‘Oleh Anjing’ sebagai gantinya. dalam nama para dewa dan para pria–dan kebodohan saya.’ (Plautus. Dengan setara. Dalam Aristophanes. Di dalam Dio Chrysostom.

sebagaimana dapat disaksikan dari masalah-masalah di mana Tertullian yang penganut Kristen bergumul dengannya: Hukum melarang penamaan para dewa penyembah berhala. Diognetos. Diphilos. Zenodoros. On Idolatry §20 Ini terlihat cukup jelas. Diiphilos. Para dewa memasuki kehidupan biasa dengan cara lain juga. Diokleides. Saya tidak menyembah Saturnus jika saya memanggil seseorang dengan nama ini. atau ‘saya hidup di kuartal Isis’. atau ‘kekasih dari Zeus’. Hanya benar-benar ada dua kemungkinan: entah prosa kesusasteraan Yunani telah menjadi diceraikan dari percakapan dan sentimen lazim tersebut. dari Tertullian. tetapi itu tidak berarti untuk mengatakan bahwa kita tidak dapat mengucapkan nama-nama mereka ketika percakapan memaksa kita untuk berbuat demikian. Diogenes. Zenophilos. atau ‘kemuliaan Zeus’. atau ‘penghormatan/pemujaan Zeus’. atau ‘kebijaksanaan Zeus’. sesuatu lebih daripada saya memuja Markus jika saya menyebut seseorang Markus. Diotimos. atau ‘dia telah menetapkan pendeta Yupiter’. Diokles. Diomedes. tetapi sembarang ahli pencucian otak akan dengan segera mengenali efek-efek tersembunyi dari penamaan budaya ini. Anda seringkali harus mengatakan hal-hal seperti ‘Anda akan menemukannya di kuil Asclepius’. Diodoros. Dunia penyembahan berhala berada di sekitar Anda: Anda berdiam di dekat kuil Zeus dan teman-teman Yunani Anda sangat sering dinamai menurutnya. dan dalam Libanius (abad keempat masehi) adalah terlarang bagi lingkungan arkais (kuno) maupun artifisial atas deklamasi-deklamasi tersebut. Zenotimos –atau .sedikit. Zenodotos. Diozotos. Mereka bisa jadi ‘hadiah dari Zeus’. atau ‘dilahirkan dari Zeus’. atau ‘putera kemuliaan dari Zeus’. Dalam Plotinus dan Himerius (abad ketiga dan keempat sesudah masehi) ia tidak ada. atau kesalehan sumpah ‘oleh Zeus’ memang telah berlalu. Diodotos.

. dan para pemimpi nasib baik yang bodoh itu bisa jadi memberkati orang-orang Kristen yang tidak beruntung atas nama para dewa mereka. sebuah puisi dalam Greek Anthology menceritakan kepada kita mengenai Proclus (Proklos/Πρόκλος nama salah satu seniman terkenal dalam mosaik di zaman kaisar Romawi. IKHTISAR . 164). Diophantos. kaisar Augustus) tertentu: . Sebuah anyelir adalah diosanthos ‘bunga milik Zeus’ (karenanya nama Latin tumbuh-tumbuhannya adalah dianthus). Diophanes. dan apa nama yang lebih baik untuk sebuah bunga liar daripada diospogon ‘janggut Zeus’? Komplain-komplain lain dari Tertullian adalah kontrak-kontrak yang mensyaratkan sumpah oleh para dewa jika mereka hendak diberlakukan.268. jeudi) berarti bukan hal sederhana untuk mengikis Zeus atau Jove dari kehidupan dan kebudayaan dunia paganisme (Dowden 2000: 158. tidak juga dia mengatakan Zeu. ‘kumparan Zeus’. Gibbon mungkin berpikir ini seperti ucapan ‘Yupiter memberkati Anda’ ketika seseorang bersin. Diogeiton. adalah dioselakate. . dan buah berangan manis adalah ‘buah pohon ek Zeus’. diosbalanos.Dieitrephes. Greek Anthology 11. Jamu. soson! [‘Zeus menyelamatkan kita!’] jika dia bersin: dia tidak dapat mendengarkan hidungnya: ia terlalu jauh dari telinganya. Anonim. kemangi. Semua ini. bersama dengan kelanjutan referensi terhadap ‘hujan dari Zeus’ atau kebiasaan zaman kuno akhir (periode yang mendahului Zaman Pertengahan di Eropa)-bisa jadi dimodelkan pada Hari Tuhan Kristen--untuk tidak bekerja pada Hari Kamis (Hari Jove. Jovis dies.66 Ini bisa jadi benar. Zenobios. Diopeithes –atau sekadar ‘Zeus-o’.3f. Diomedon. Dion atau Zenon seperti filosof Zeno.65 Dan dunia tumbuh-tumbuhan juga memikul namanya.

dari altar Zeus Herkeios di pelataran hingga pada sumpah serta penamaan rumput-rumputan. . atau sedikit di luar Achaean Aigion. Kita mulai di Athena. dirinya sendiri merupakan proyeksi utama dari martabat raja di kayangan. kita juga menyaksikan sisi yang lebih muram. Dari sana kita beralih ke aspek lain dari tatanan sosial. Zeus yang sesungguhnya meliputi tiap aspek dari komunitas manusia. Ini merupakan hubungan di mana dia secara khusus memantaunya (sebagaimana dia memantau arah-arah para pria secara umum) guna memelihara ‘kelurusan’ keadilan dan untuk memelihara dunia yang ditinjau berdasarkan hak proporsinya. Raja-raja yang riil menjadi langka di Yunani setelah Zaman Kegelapan. yang mereka promosikan. atau pada Gunung Lykaion. di mana kita menyaksikan kohesi sosial dan organisasi yang dibawa oleh Zeus: di antara berbagai fungsinya. yakni hubungan khusus para raja dengan Zeus. dengan petunjuk yang terus-menerus bahwa di sana pernah berlangsung pengorbanan manusia. Ithome atau Laphystion.Terdapat kaleidoskop dari kebiasaan-kebiasaan dalam bab ini. dengan asing kesuraman Zeus Meilichios menjulang. Di tempat lain. kawasan Yunani yang mengelilingi Athena) dengan gembira berhimpun untuk melakukan pemujaan seiring musim semi dimulai. tetapi para tiran dan para raja Makedonia serta monarki Hellenistik cenderung memiliki hubungan khusus dengan Zeus. yang kepadanya seluruh demes (bagian dari Attica. Pada akhirnya kita beralih kepada hubungan supra-kenegaraan dari timbal-balik keramah-tamahan dan permohonan di mana Zeus melakukan pengawasan dan kepada sumpah-sumpah yang dia tegakkan. di Olympia. serta kita menyaksikan bagaimana dia bahkan menguasai ritme kehidupan keluarga dan domestik. jaminan lain bagi komunitas. kita menyaksikan seluruh orang bertemu dalam semua suku-suku dan cabang-cabang mereka guna merakit identitasnya.

Ini bukanlah kisah-kisah di mana kita menceritakan para dewa dalam kredo agama modern (‘iman’). Hephaistos.5 BERPIKIR TENTANG ZEUS VISI HOMER. Permohonan Thetis (salah satu dari 50 Nereid. mengatakan para dewa tidak seharusnya berkelahi dengan para pria. smith perunggu. DAN PENYAIR KUNO Jika agama kerapkali merupakan hal yang serius dalam budaya modern kita. yang sudah memberinya masa-masa sulit untuk membantu para Trojan. dan putera Hera. Sekarang. Thetis tersenyum dan para dewa meraung dengan ‘suara tertawa yang tidak dapat dipadamkan’ seiring mereka menyaksikan Hephaistos yang lemah berkeliling menyajikan minuman anggur. bahkan Thetis lebih baik mendahului maklumat Hera–namun Zeus terlalu lambat. Sementara itu. kita menilai kisah bahwa Zeus hanya memasrahkan Thetis karena puteranya akan lebih berkuasa daripada ayahnya (halaman 46). ibu dari Achilles oleh Peleus) kepada Zeus agar menolong puteranya Achilles. dia mengatakan bagaimana dia dilemparkan dari kayangan oleh Zeus pada kesempatan sebelumnya dan mendarat di Lemnos di mana ‘para pria Sintian—bagi rakyat Yunani dikenal sebagai orang-orang bajak laut dan perompak serta juga disebut sebagai orang Thracian’ mengasuhnya. Zeus menjanjikannya tetapi khawatir ini akan membuat jengkel Hera. dia sudah memilikinya (Iliad 1. seolah-olah ia adalah kasus pemukulan isteri di kayangan. Apa mungkin rakyat Yunani menganut agama mereka dengan sedikit kurang serius? . Sekarang Zeus mengancam dengan kekerasan.517–61). adalah tidak mengejutkan jika kita menemukan sulit untuk memahami bagian-bagian dari tulisan Homer mengenai Zeus yang lebih bersifat permainan.

karena jika sebaliknya tidak akan ada gunanya kota-kota memberikan penghormatan khusus kepada para dewa tertentu. yang memproduksi api pada puncak Gunung Mosychlos (dalam kenyataannya para pendetanya bisa jadi menggunakan cermin perunggu). kepada siapa lagi kita akan memohon? Tidak seorang pun dapat meragukan bahwa mereka memang berperang. bahkan jika Homer membangun ini ke dalam sebuah pertempuran hebat itu terlalu banyak bagi keinginan Plato dan para filosof yang sepaham dengannya (Iliad 20 dan 21). maka para dewa tersebut semestinya akan saling berperang. yang hanya ditolak Epicurus: meskipun dengan status dan kekuasaan mereka yang mulia. karena kalau tidak demikian. Ini adalah hal yang aneh tentang para dewa. diucapkan dengan lebih impresif oleh Apollo kepada Poseidon (Iliad 21. dan Mycenae dengan jalan-jalannya yang besar’. karena dia mendukung negeri-negeri kunci Yunani (‘Argos. Sparta.Tetapi ia bukan seperti ini. mereka masih dengan aneh tertarik kepada kita. Iliad 4. Ini haruslah situasi epik biasa: para dewa sebenarnya selalu berebut dengan para pria dan mengapa yang mereka lakukan adalah sebuah problem. atau sebuah refleksi bagi. Jika para dewa menyokong kota-kota dan jika kotakota terlibat dalam konflik. Di Lemnos ada kultus khusus Hephaistos. dan itulah mengapa ada legenda kewajiban khusus Hephaistos kepada Sinties serta jatuhnya api dewa ke bumi. Hera menuduh Zeus membantu para Trojan. Ini bukanlah penemuan acak oleh Homer tetapi sebuah dasar untuk. Bahwa para dewa seharusnya tidak berebut atas para pria adalah klise.463–6). kepada Homer dan para audiensnya sebagaimana kepada kita. kultus nyata di mana dia telah bekerja dengan .52) dan Apollo menyesatkan Achilles dalam Iliad 21 karena dia mendukung Troy. Para dewa diketahui mendukung kotakota.

Dia adalah kunci untuk bagaimana kejadian-kejadian berlangsung: jika Anda. Terdapat dua pithoi . adalah selalu hal tentang menimbang dan menentukan waktu yang tepat. Dia tidak pernah berpergian ke manapun. dan kegagalan pada skala menimbulkan malapetaka dari Sarpedon atau Hector yang tidak beruntung.brilian ke dalam catatan ungkapan kegembiraannya atas pertengkaran sehari-hari di antara para dewa. Pengaruhnya dilukiskan di sini sebagai berdasarkan pada kekuatan kasar yang sangat luar biasa dari pria pemimpin di dalam rumah tangga. kecuali ke Gunung Ida dalam Iliad 14. Saya tidak meyakini bahwa ini merupakan sesuatu yang terpisah. karena mereka beroperasi secara tersamar atau tidak terlihat. 67 Tetapi.‘ Melalui sebagian proses yang tidak terjelaskan ini secara bersamaan merupakan kehendak dari Zeus. Dan Zeus berbeda lagi: tidak pernah di dalam syair dia menjejak bumi manusia. Achilles tidak meragukan bahwa mereka yang tidak kekal seharusnya memandang kepada Zeus untuk sumber keberuntungan dan kebahagiaan mereka. betapapun manusiawi dan segan dalam penyajiannya. ‘pembobotan jiwa. atau jika Anda. maka Anda akan memandang kepada Zeus. ditentukan oleh kekuatan impersonal yang membatasi Zeus. Jadi adegan ini berbicara dan ia menceritakan kepada kita tentang Zeus. Para dewa tidak begitu nyata daripada yang kita sangka: manusia tidak bisa dengan cepat mengidentifikasinya. ‘nasib’–rakyat Yunani tidak memiliki konsep seperti itu pada hari-hari tersebut. Thetis. Hera. Intervensi besarnya adalah menimbang ajal seseorang dalam skala-skala–inilah psychostasia. penghakiman dia. menginginkan pergeseran dalam arah pertempuran. berpikir bahwa peperangan bergerak ke arah para Trojan. Tetapi ia tidak sekadar bahwa dia adalah pada betapa akuratnya dia mengendalikan hasil dari pertempuran.

terutama di masa Arkais. Mimnermos. Ia sekadar satu cara untuk memandangnya. atau keseluruhannya buruk. Seperti banyak gambaran tentang bagaimana para dewa bekerja dan apa yang mereka lakukan. Sedemikian. ujar Achilles. 630 SM): . . Ini sebuah jendela pada kekerasan hidup sebagaimana ia terlihat pada kita di masa-masa lebih hitam dan dalam suasana hati yang lebih suram. dan terdapat perasaan kuat pengungkapan atau wahyu pada baris-baris ini sebagaimana Iliad mengambil persediaannya sendiri dan memunculkan pertanyaan penutupan.15f. dari 2.tidak ada manusia yang kepadanya Zeus tidak memberikan banyak penyakit. Para penyair. . Dia menarik dari buli-buli ini dan memberi manusia salah satu dari dua hal–sebuah campuran. ini bukanlah bagian dari teologi sistematik–kita ditawarkan sebuah bagian dari kemungkinan pola/potongan mozaik. Jambangan-jambangan dari Achilles merupakan dasar dari komentar Mimnermos (c. sebuah potret dari dunia sebagaimana ia terlihat pada beberapa momen. Kita tidak menyimpulkan dari jalan sedemikian bahwa ‘rakyat Yunani memercayai’ bahwa takdir Anda ditetapkan di saat kelahiran oleh Zeus.68 Homer pada faktanya telah sepenuhnya merasa nyaman dengan posisi ini. raja dari para dewa. gemar atas presentasi suram dari jurang pemisah antara manusia dan para dewa. bahwa kita menderita di bumi dan bahwa mereka di sana hidup tanpa kepedulian. merupakan kehidupan manusia. West .(buli-buli penyimpan raksasa) pada ambang pintu Zeus yang dengan penuh warna menjelmakan dunia atas kemungkinan kejahatan dan kemungkinan keberhasilan. sesuatu yang telah memicu sebagian ilmuwan untuk membicarakan tentang sebuah ‘pandangan dunia arkais’.

Ini dengan jelas dapat dipahami bahwa pengaruh Zeus terhadap kejadian-kejadian adalah dapat menembus dan menyeluruh. dari 1. tidak mengetahui apapun tentang bagaimana dewa akan membawa tiap hal ke dalam penggenapannya [ekteleutesei].5. tetapi hari demi hari mereka hidup seperti hidup yang dilakukan ternak. yang dengan jarang merupakan seorang penulis yang gembira. target. dari tiga irama penyair utama pada masa awal kesusasteraan Yunani. baik dalam waktu maupun reputasi. 650 SM). adalah Zeus guntur nan jauh yang memegang telos dari semua hal-hal yang eksis dan membuangnya jika dia inginkan. Adalah penting mengingat ketika Anda membaca kesusasteraan Yunani bahwa Zeus tidak selalu dinamai: dia ‘dewa’ keutamaan. di mana rencana Zeus telah diselesaikan (eteleieto). 13. Iliad 1. di mana dia nampak mengatakan bahwa tidak mungkin bagi manusia yang fana untuk menghindari apa yang telah ditentukan dan adalah seorang pria bijak yang mengatakan bahwa ‘berlawanan dengan nasib yang ditetapkan oleh Zeus [moira dari Zeus] bahkan tidak sehelai rambut pun’ dapat dipindahkan. yang digarisbawahi satu generasi kemudian oleh Alcaeus dalam sebuah potongan papirus (fr. penyelesaian. Sebuah kata khusus untuk Zeus adalah telos–akhir.1–5 West Zeus dari baris 1 telah menjadi ‘dewa’ yang agak samar-samar dalam baris 5. 600 SM) mengkomplain bahwa para pria tidak berpikir panjang mengenai tindakan-tindakan kekerasan ‘tetapi Zeus mengawasi telos dari segala hal’ (fr.17 West). 39 Lobel-Page). Solon (c. yakni Archilochus. . Ini telah ditanamkan di dalam Homer. dan Hipponax (c. Semonides. penggenapan. menekankan pesan: Anak laki-laki. Para pria tidak memiliki pemikiran. Dan Semonides dari Amorgos/yang kedua. Semonides dari Amorgos.

adalah jauh dari kepedulian manusia.Para dewa sangat sadar adanya jurang pemisah antara kita dan mereka. menguap ke dalam kegembiraan. menyajikan ekspose terhadap jurang pemisah yang memisahkan kita: Seiring sepasang dari mereka diratapi.’ Homer. melihat kepada mereka yang fana.441–7 Tetapi para dewa. Inilah bagaimana . dengan hampir tidak bertanggungjawab. Iliad 17. ketika Homer meletakkan di tengah panggung pasangan kuda di mana Achilles mewarisi dari ayahnya Peleus dan meminjamkan kepada Patroclus yang sekarang meninggal. . . dan yang terpenting Zeus. Mereka adalah tidak kekal dan. seorang yang tidak kekal. dan. menggerakkan kepalanya. kehilangan di medan peperangan. Gelak tawa para dewa menandai perbedaan mereka. lalu tertawa. putera dari Kronos [Zeus] melihat mereka dan merasa kasihan dan. argumen Zeus dan Hera. yang dimaksudkan untuk dibaca dan menerangi hal itu atas Achilles dan Agamemnon. dengan merasa ‘meremehkan bercampur dengan sedikit kasihan’ (Lloyd-Jones 1971: 3). Ini mencapai pernyataan klasik dalam klimaks menakjubkan atas peperangan terhadap tubuh Patroclus. Ketika Achilles dan Agamemnon jatuh ke dalam konsekuensi yang mendatangkan malapetaka. berbicara kepada hatinya: ‘Ciptaan yang malang! Mengapa kita memberi kamu dua kepada tuan Peleus. menderita duka cita? Tidak ada di manapun yang lebih meratap daripada pria dari semua hal-hal yang bernapas dan merayap di atas bumi. di tengah para pria di dalam kemelaratan mereka. ketika kamu tidak bisa tua dan kekal? Apakah itu kamu bisa jadi. betapapun serius perhatian tersebut tampaknya kepada kita.

Dalam keriangan kuat dari kemudaan. Pada waktu yang sama. dan tidak ada hari yang berakhir tanpa membawa bersama para dewa dalam kesenangan pesta bagi kenikmatan bersama dari keberadaan keilahian mereka. dan seorang dewa saling membawa sukacita kepada lainnya. ditundukkan oleh Tidur (Hypnos) . namun ia bahkan tetap sangat kuat. untuk kemegahan dari peristirahatan sempurna atas tiap sosok. Di sana mereka berjumpa dengan para kawan sebaya. dan ia berdiri dengan memesonakan di hadapan visi dari kesempurnaannya. Di sana. tidak ada pula usia atau kematian. yang partisan untuk para pria dan manusia terkadang memicu pada sebuah percekcokan yang penuh semangat. kita memergoki Homer pada permulaan penerangan puitis yang menyentuh dalam menggambarkan para dewa secara umum dan Zeus secara khusus. Iliad 21.389f. tetapi perselisihan tidak pernah berlangsung lama. Betapapun dengan antusiasme seorang warga Olympia mungkin mengkhawatirkan dirinya sendiri untuk manusia dan kebutuhan mereka. putera dari keabadian selalu kembali kepada keagungan dari semarak surgawinya. para sahabat serta orang-orang yang dicintai. sebagai reaksi terhadap peperangan di antara para dewa sendiri dengan seperti ini: Dia tertawa-tawa di dalam hatinya dari kegembiraan untuk menyaksikan para dewa datang bersama-sama dalam perselisihan. tidak ada sakit atau kecemasan. Tentu saja. dalam ketinggian yang sangat ringan. Namun di sini mata spiritual menuntut dunia yang lebih tinggi di mana tidak lagi dipersulit untuk kepentingan manusia. Zeus digoda oleh Hera dalam Buku 14 Iliad.Homer dapat menghadirkan Zeus. saudara dan saudari. kecantikan dan kebesaran yang tidak bisa dirusakkan mereka melangkah melalui ruang-ruang yang bersinar untuk mereka selama-selamanya. dengan paradoks yang telah diperhitungkan. Hanya dalam perenungan yang jauh kita masih mampu menangkap visi ini. Otto 1954: 129 Adalah manfaat terbesar dari Otto untuk mencoba melihat ke dalam gagasan asing dari agama. Rupanya komentar yang demikian mengejutkan merujuk pada pengertian keagamaan yang sangat berbeda: Kita sendiri terbiasa berpikir tentang hal keilahian sebagaimana terobsesi dengan pria dan kebutuhannya serta sedikit memerhatikan dengan keberadaannya yang melampaui kemanusiaan.

Hesiod dengan mengkonstruksi dunia yang lebih abstrak. merujuk pada pernikahan antara seorang dewa dan dewi). berbicara dengan cara yang demikian ‘serius’ dia mengalihkan legenda-legenda ke dalam apa yang dia katakan merupakan diskursus mistik mengenai para dewa.pref. 14. Para filosof pertama. dan dalam teologi menuju apa yang terlihat bagi kita lebih seperti monoteisme daripada . Seiring bunga-bunga bersemi di bawah mereka di Gunung Ida (‘bunga teratai berembun dan kunyit serta sejenis bunga bakung.348f. Keseluruhan adegan begitu menantang dan memesonakan.dan nafsu (Aphrodite). 157 Sandbach) Sebelum beralih ke panggung. pencarian untuk penjelasan yang lebih ‘ilmiah’ menggerakkan mereka menuju prinsip-prinsip pertama yang lebih sedikit. dalam upaya mereka untuk memikirkan mengenai sifat dasar alam semesta dan cara ia berfungsi. Ini menjelaskan dari mana Homer memeroleh peralatannya. . Secara bersamaan. yang terpenting. maju kepada mitologi sebagaimana kita saksikan dalam Homer dan. tetapi ia tidak menjelaskan lisensi kegembiraan yang digunakannya atau benturan haluan kebudayaan yang telah dia dirikan di antara para penyair dan para filosof.). yang disebut sebagai filosof ‘pra-Socrates’. Eusebius. PEMIKIR PRA-SOCRATES . Praeparatio evangelica 3.. . sesak dan lembut’. di mana para dewa di dalam legenda dan kultus menemukan adalah lebih sulit untuk memasukinya. sebagaimana kita saksikan di atas (halaman 31). membicarakan tentang Plutarch (fr. kita melihat bagaimana para pemikir telah membicarakan pertanyaan Zeus di hadapan tulisan para pengarang drama. serta dengan mendalam menjadi ofensif bagi para filosof yang berpikiran serius. kita para mahasiswa kepurbakalaan klasik dapat belajar melihat bahwa adegan itu bermula dalam sebuah ritual hierogamy (pernikahan kudus.

Karenanya kesatuan dari Zeus. beserta peran khususnya yang membedakan dari para dewa lain. Ketika cara berpikir mereka telah dicerna. memungkinkan para pemikir mulai .69 alam khusus untuk Zeus. dampaknya karena itu menambah bobot pada tendensi di dalam agama Yunani yang menuju ke arah ‘kathenotheism’. Menuju akhir abad ke-6 SM. mentransenden/lebih penting dari para dewa lain dan merencanakan arah dari segalanya. Ini bertengger dengan rapi bersama pandangan bahwa ‘Satu Kebijaksanaan. Bahkan ketika dia tidak disebutkan. dan dengan efektif memberi kiasan pada mitologi Zeus. maka menjadi sulit untuk membayangkan aither. Jadi. Masa dan kembali dewa khusus itu adalah Zeus. Theagenes dari Rhegium (Θεαγένης ὁ Ῥηγῖνος. adalah yang ingin dan tidak ingin diucapkan oleh nama Zeus’ (fr. B30 DK). Dan jika Heraclitus (c. Walaupun dia kemungkinan kehilangan landasan sebagai sebuah hal mitologi. 500 SM) mengemukakan bahwa alam semesta pada hakikatnya merupakan sebuah api yang kekal (fr. 64) harus mengungkapkan kepada kita mengenai kekuatan dari api yang bersifat surgawi. sifat dasar khususnya. Anda terkadang dapat merasakannya mengendalikan bentuk dari spekulasi para filosof atas keutamaan keilahian. hanya satu-satunya. kritik kesusasteraan Yunani dari abad ke-6 SM) memperkenalkan jalan filosofi untuk menyimpan mitologi bersifat puitis yang tidak dapat diterima: peperangan para dewa dalam Iliad karya Homer (Buku 20) merupakan sebuah alegori/kiasan untuk konflik di antara elemen-elemen yang menyusun alam semesta. memikirkan atau menyembah satu dewa sebagai yang spesial pada suatu waktu sementara tidak menolak keberadaan dari para dewa lainnya.politeisme dari budaya-budaya di mana para pemikir ini berdiam. pernyataan Heraclitus bahwa ‘Halilintar mengemudikan segalanya’ (fr. 32). telah menghargakan Zeus.

Ini merupakan penulisan berani. mengaitkan Zeus dan Hera dengan dua dari empat elemen. . oleh Zeus semua hal terselesaikan. Zeus adalah kepala. dan baris ketiga yang aneh pastilah merujuk kepada kekuasaan Zeus . Pada abad ke-5 SM. Zeus adalah bidadari yang abadi. Zeus pertengahan. Zeus yang mengilaukan kilat adalah yang terakhir. ahli matematika pitagoras Philolaos meletakkan ini ke dalam sebuah cara geometri: Zeus bertanggungjawab untuk sudut dari dodecahedron (polihedron dengan 12 bidang) yang memberi kesatuan kepada figur dengan 12 sisi ini. Empedokles. Zeus merupakan dasar dari bumi dan surga yang berbintang-bintang. yang menjadi lazim di kemudian hari. tetapi tidak diragukan lagi kalau Zeus adalah api (fr. juga pada pertengahan abad ke-5. yang harus merefleksikan 12 Olympia (fr. Sejak tahun 500 SM para penyair sudah mulai mengarang teks berdasarkan nama dongengan penyair profesional Thracian ‘Orpheus’. kemungkinan Hera adalah bumi daripada udara. A14 DK). dan yang paling atas. B6 DK). Zeus adalah pria.dari zaman pra-Socrates hingga yang terakhir penganut Neo-Platoisme untuk mengasosiasikan Zeus dengan prinsip tatanan alam semesta mereka yang tunggal. Orphica dari 21a Kern70 Dua baris pertama dikenal oleh Plato dan didiskusikan dalam sebuah potongan papirus dari Derveni di Yunani yang bertanggal pada akhir abad ke-4 SM. adalah memungkinkan bagi sebuah bahasa mistik baru untuk muncul. Salah satu syair awal Orphic adalah sebuah himne kepada Zeus yang mencerminkan peran kosmis barunya: Zeus adalah yang pertama. Sekarang bahwa Zeus telah dimerdekakan dari bentuk manusianya dan telah menjadi bagian paling penting di alam semesta. .

Aeschylus. sesuatu yang telah menjadi dimungkinkan sesudah para filosof pra-Socrates. yang akhirnya diringkas dalam sebuah kata bersuku satu. Namun satu fakta dengan segera menghantam: Zeus tidak pernah muncul pada panggung tragis. Zeus adalah segalanya dan apapun lebih tinggi daripada ini. Namun mereka seperti pernyataan panteisme (bahwa dewa merupakan segalanya dan segalanya adalah dewa). Dalam sebuah cara dia telah mendemonstrasikan ini melalui melahirkan pada dirinya sendiri untuk Athena. ‘Para Puteri Matahari’.untuk mencipta–karenanya dia digambarkan sebagai pria maupun wanita. Karena itu segala percakapan Zeus dalam istilah antropomorpis (menyerupai manusia) pada faktanya dalam sebagian cara merupakan metafora. Dan yang ekstrim dapat dicapai: Zeus adalah aither. tetapi diyakini mengenai dukacita para saudari Phaethon pada kematian dia menyusul upayanya untuk mengendalikan kereta pertempuran Matahari yang ditakdirkan buruk. Zeus kayangan. Heliads dari 70 Radt Kita tidak dapat mengetahui bagaimana baris-baris ini diucapkan. pengulangan repetitif permohonan kepada kekuatan dari nama Zeus. Jenis syair ini sekarang mencoba melepaskan diri dari batasan mitologi tradisional. PANGGUNG TRAGIS Para sastrawan lakon tragedi dapat berpikir dalam suatu cara yang mereka pilih mengenai Zeus dan pada sembarang cara yang cocok dengan karakter yang mereka miliki dari mulut ke mulut. Zeus tanah. Heliads. . sebagaimana dalam Homer dia tidak pernah muncul di bumi. Ia juga memulai sebuah gaya bahasa.

ia adalah beban pemikiran yang membuat frustrasi ia sungguh-sungguh dituang ke samping. bapa dari drama tragis Yunani. . inilah apa yang saya sapa dia. dalam bagian pembuka dari drama (parodos). Agamemnon 160–66 Para pria tua berpikir bagaimana legenda mengungkapkan bahwa Zeus mencapai kekuasaan melalui suksesi dengan kekerasan dan sampai pada gagasan bahwa. Kemudian. Yang membuat pathei mathos ('melalui penderitaan datang pengetahuan’) menjadi sebuah aturan. adalah jenis pernyataan semi peribahasa yang penuh pertentangan di mana para pria tua bisa jadi berpikir mendalam: (Zeus) yang menuntun mereka yang tidak kekal untuk memikirkan perasaan. mereka mencapai batas pemahaman atas Zeus dalam baris-baris dengan penerjemahan agak menantang: Zeus siapapun dia. mengetahui bahwa kekuatan dari Menelaus dan Agamemnon berasal dari Zeus (43) dan bahwa Zeus mengirim mereka untuk menghukum Paris. seiring Paduan Suara menyanyikan bagaimana Agamemnon harus mengorbankan puterinya sendiri. kecuali [dengan menyebutnya] Zeus.Kita mengetahui lebih banyak mengenai karakter-karakter tersebut dalam Agamemnon karya Aeschylus (sastrawan kisah sedih Yunani. sebagaimana ia merupakan tipikal dari keadilan Zeus. sementara bukan merupakan pesan dari drama. 525-456 SM) yang memperbincangkan tentang Zeus. jika dia senang dipanggil dengan ini. Saya tidak dapat menghampirkan kepadanya. menjadi suram baik untuk rakyat Yunani maupun bagi para Trojan (60–67). Tetapi eksekusi dari keinginan pengadilan ini. walaupun saya menakar segalanya. Suara serentak dari para pria tua. sehingga armada itu dapat berlayar melawan Troy.

Pathei mathos adalah ‘belajar dari apa yang terjadi pada Anda.’ Apa yang benar-benar dipergumulkan para pria tua itu adalah kesulitan untuk memahami pikiran Zeus. seakan-akan dengan kejam. Melalui cara yang sama. Dengan jelas mereka telah dihantam dengan kuat.). penyair Yunani yang karyanya melukiskan kehidupan dewa dan genealogi para dewa serta permulaan dunia. Dalam kasus ini adalah prinsip persahabatan tamu yang mengikat berbagai komunitas manusia yang berbeda bersama-sama dan tidak dengan mudah dipisahkan. dan akibatnya para Trojan memiliki ‘tamparan Zeus’ untuk diungkapkan (367). dalam Persians karya Aeschylus. Pada sandiwara yang sangat baik ini. Adalah Zeus Xenios (dari persahabatan tamu) yang sejatinya menggerakkan rakyat Yunani untuk melawan para Trojan di Agamemnon (362). abad ke-8 SM) yang berbeda. Tetapi mereka mengetahui ada keadilan untuk dicari. tetapi oleh agen manusia yang beroperasi untuk menegakkan prinsip-prinsip. hantu dari raja Darius menyadari. tiga dewa berbaris ke . bukan oleh halilintar yang indah seperti dalam lukisan. pembukaan dalam ‘kesepian yang tidak berpenghuni’ dari Scythia (area kuno Eurasia). Pandangan mengenai Zeus dalam Prometheus Bound (apakah sandiwara oleh Aeschylus atau oleh tangan lain) mengadopsi nada Hesiodic (Hesiod.. pathos adalah ‘pengalaman/penderitaan’. misalnya melihat keadilan dalam perkara yang diselesaikannya. 827f. bahwa pada serangan mereka terhadap Yunani melalui kekerasan yang tanpa kendali [hybris] mereka menciptakan sebuah ‘kumpulan kehancuran [ate] yang darinya memungut tuaian yang sungguh disayangkan’ dan Zeus datang sebagai ‘penghukum atas pembuahan yang terlalu sombong’ (Persians 821f.Agamemnon 176–8 Mathos adalah ‘pembelajaran’.

anak-anak yang sangat bagus.panggung–Hephaistos (dewa api dan penempa yang lemah dalam mitologi kuno Yunani). Dua yang terakhir merupakan agen dari--seperti selalu demikian--Zeus yang tidak terlihat. Ini tidak memiliki kediaman menyendiri dari Zeus. bahwa kemuliaan Herakles kelahiran Thebes bisa jadi masih belum lebih besar daripada yang sebelumnya atas bumi yang berlimpah Apa yang menonjol dalam catatan Zeus diberikan oleh karakter-karakter yang menurut mikroskop sandiwara kisah sedih merupakan pemahaman dari jaraknya yang jauh dan kesulitan memahami tatanan dunianya: Zeus benar-benar seharusnya. menjelmakan aspek-aspek kekuatan Zeus yang sudah ada di dalam Hesiod (Theogony 385–8): juga mulai hari itu dia membawa Kratos [Kekuatan] dan Bia [Kekerasan]. Keadilan Zeus yang problematik dipampangkan dalam Prometheus Bound tetapi dia juga berada di belakang pembebasan Prometheus dalam Prometheus Unbound yang hilang. Kekuatan dan Kekerasan. tidak membuat orang yang sama (dengan terus-menerus) mengalami ketidakberuntungan. tetapi mereka selalu berdiam dengan Zeus guruh yang keras. fr. tidak juga sembarang tempat tinggal atau jalan kecil kecuali bahwa dalam mana Dewa menuntun mereka. Euripides. 900 Kannicht 2 Kamu menyaksikannya yang tinggi di sini aither tanpa batas dan bumi merangkul lengan-lengannya yang basah . bisa jadi di sepanjang baris-baris yang dulu disketsa oleh Hesiod (Theogony 529–31) di mana Herakles menembak burung yang menggerogoti liver Prometheus 71 bukan tanpa keinginan Zeus Olympia yang bertakhta di ketinggian. jika dia (sebenarnya) berada di kayangan.

fr. . Jadi ia terbukti bahwa dewa ini dinamakan dengan tepat. Salah satu contoh teristimewa. Kratylos. Euripides. tidak mengambil penyebutan nama-nama dewa tertentu dengan serius. yang mempunyai unsur kekekalan Kristen di dalamnya akan kita lihat pada bagian berikutnya. kecuali guna mengoreksi gagasan-gagasan yang tidak tepat dari para penyair mengenai perilaku dari keilahian. lainnya Dia [ini merupakan bentuk ‘penderita’ dari kata Zeus] dan jika kita meletakkan mereka bersama-sama kita mengungkapkan sifat dasar dari dewa. Plato. melalui [dia] yang memungkinkan seluruh ciptaan untuk hidup [zen]. Betapapun. tergambar pada hasil karya yang dilakukan oleh para filosof di era pra-Socrates. digunakan untuk mengemukakan pandangan filosofis dari sifat alami keilahian: Sebagian orang menyebutnya Zena. .di mana tidak seorang pun yang lebih bertanggungjawab untuk kita dan setiap orang lain hidup [zen] daripada pemimpin dan raja dari keseluruhannya. dalam ketidakbahagiaannya dengan mitologi dalam Republic. atau eksperimental.–pertimbangkan Zeus ini. adalah diskusi makna dari nama-nama Zeus dan Kronos dalam Cratylus-nya (Κρατύλος. 941 Kannicht 2 ZEUS DALAM PLATO DAN ARISTOTELES Plato bahkan secara mendalam memedulikan jiwa dan dengan sebuah dunia yang melampaui dunia fisik dari penampilan dan kesenangan yang sia-sia. Di sini terlihat etimologi yang bersifat bermain-main. kelihatannya karena ini merupakan yang terdekat di mana seseorang dapat datang dalam mitologi tradisional kepada jenis . filosof Athena dari akhir abad ke-5 SM). Dia terkadang mengemukakan bahwa para dewa perlu dipahami sebagai caracara membicarakan mengenai hal-hal yang jauh lebih mendalam. Cratylus 396a–b Plato. visinya. anggap dewa ini. mengambil pengecualian tertentu terhadap legenda Zeus.

485). Iliad 24. terutama oleh para penganut Kristen. Tidak juga ‘dewa’ mengubah penampilannya. Sebagaimana untuk yang terkenal dengan nama buruknya. Di antara legenda-legenda yang dikritik di lain tempat. Iliad 20. Kita dapat menambahkan bahwa ini tidaklah mengejutkan. Odyssey 17. Ouranos. dan akibatnya para dewa tidak bepergian dalam penyamaran di dunia (381d. bahasa yang digunakan Plato pada Demiurge adalah bahasa yang kemudian dalam tradisi platonis (cinta yang bersifat persaudaraan) diterapkan kepada Zeus (Schwabl 1978: 1338).590–94). Di dalam Timaeus. 1. legenda dari Zeus dan Ganymede dikatakan dibuat oleh rakyat Kreta untuk membenarkan kesesatan mereka. maupun mencomot jenis ritual yang kita temukan di Kreta (halaman 50). Zeus tidak dapat—sebagaimana dipikirkan Achilles—mengelola kejahatan dari guci-guci di kayangan (379d.fundamental kekuatan ilahi di mana Plato sebenarnya berkomitmen. ‘Demiurge’ (dewa produksi) telah menyelesaikan pekerjaannya dan kemudian Plato meneruskannya kepada para dewa lain. Ini baik untuk mengantisipasi kritik di kemudian hari atas legenda tersebut. di mana Plato membicarakan mengenai konstruksi alam semesta. Namun. . maka lainnya juga merupakan keturunan mereka’ (41a). Laws (636c–d). Karena ‘dewa’ adalah baik (379b). Kronos dan mitologi Zeus. Satu-satunya penyebutan tentang Zeus adalah: ‘Sejak Kronos dan Rhea meneruskan Zeus dan Hera serta semua yang kita ketahui dikatakan merupakan saudara-saudari mereka. dan hal yang sama berlaku untuk hikayat peperangan para dewa yang saling memerangi serta cerita Zeus melemparkan Hephaistos keluar dari surga (378b–e. Plato berpikir ia tidak dapat dikisahkan bahkan jika ia memiliki sebagian keberartian yang tinggi (377e–378a). dia menempatkan para dewa tradisional sebuah tempat yang sangat kecil di dalamnya.527). adalah menarik bahwa pada risalat yang belakangan dan agak konvensional.

Zeus Xenios-nya untuk melindungi orang-orang asing (semua 843a).dengan menyadari bahwa Plato benar-benar mencoba membayangkan kembali bagaimana seorang Zeus seharusnya. Pria yang secara konvensional alim. atau bahwa martabat raja itu diproyeksikan kepada mereka sejak saat ini dan pengalaman sejarah dari . tetapi dalam kenyataannya tidak ada dunia nyata yang dapat dibayangkan tanpa perlengkapan para dewa secara umum dan Zeus pada khususnya. dan karenanya pertanyaan untuk Plato telah dengan jelas menjadi apakah istilah ‘Zeus’ tetap berharga atau ia semata-mata terlalu tidak akurat. Demiurge merupakan ‘pembuat dan bapa dari keseluruhan ini’ (28c). Zeus Homophylos-nya (dari ‘rumpun bersama’) untuk melindungi kepaduan sosial. tetapi bersesuaian dengan doktrin Republic dia bertanggungjawab hanya bagi yang baik (30a). Plato bisa sama revolusionernya dengan pemikiran dia. untuk memelihara hukum dan bagi kebaikan umum (Metaphysics 1074b1). Euthyphro. meyakini Zeus adalah ‘yang terbaik dan paling adil’ serta kemudian melanjutkan untuk mengatakan bagaimana Kronos patut untuk diikat dan Ouranos patut mendapatkan pengebirian (Euthyphro 5e–6a)! Perundang-undangan yang digambarkan Plato dalam Laws akan membuat Zeus Horios-nya untuk melindungi batu-batuan pembatas. Ia juga akan memiliki sebuah kuil Zeus dan Hera di mana hukum perpajakan pada mereka yang membiarkan mahar berlebihan dapat diberlakukan (774d). Jika Zeus merupakan ‘bapa dari para pria dan para dewa’. Dan Aristoteles berada pada banyak persamaan pandangan ketika dia mengakui bahwa seluruh perangkat para dewa yang antropomorpis (menyerupai manusia) adalah untuk konsumsi populer. Adalah konsisten dengan pandangan ini bahwa Zeus dari Plato umumnya berada dalam legenda atau daftar konvensional. Dia tampaknya harus menilai kemudian pada kesempatan ini.

dan narator itu sendiri menduga bahwa Zeus melakukan tindakan-tindakan menyusul pembunuhan kriminal atas saudaranya Apsyrtus oleh Medea (4.557f. mereka melakukan yang sama dengan gaya hidupnya’ (Politics 1252b23–7). Kita mengetahui kisah Argonauts dari Apollonius Rhodius (juga dikenal sebagai Apollonius dari Rhodes. . namun dia tidak memerhatikan bahkan kepada Zeus itu sendiri mengungkapkan dengan tepat pemikiran suci kepada para pria. pustakawan di Perpustakaan Alexandria).1179f. Bahkan Apollonius tampaknya telah menemukan (Gantz 1993: i. Argonautica 2. Ptolemy I Soter. Seiring penaklukan Alexander Agung mengubah dunia. para penyair yang berusaha mendefinisikan dan melanjutkan budaya tersebut menemukan tempat mereka sendiri untuk Zeus.). mendirikan sebuah perpustakaan besar di Alexandria –New York dari dunia kuno– untuk mengumpulkan buku-buku yang membentuk budaya Yunani. Itulah apa yang akan saya lihat secara singkat pada bagian ini.351) sebuah alasan tertentu untuk penderitaan nabi Phineus: . BEBERAPA PENYAIR HELLENISTIK Zeus tetap menjadi sebuah kekuatan hidup dalam kesusasteraan Yunani lama sesudah Zaman Klasik pada abad ke-4 dan abad ke-5 sebelum masehi.).martabat raja di antara para pria serta ‘jika manusia membuat para dewa menyerupai mereka dalam penampilan. . . Apollonius of Rhodes.180f. Argonautica-nya (puisi kisah kepahlawanan Yunani yang ditulis oleh Apollonius Rhodius pada abad ke-3 SM) lebih yakin dari Homer bahwa Zeus merencanakan–memang pahlawan Jason (kisah mitologi dalam Argonautica) lebih yakin bahwa Zeus turut-campur ke dalam detail untuk memastikan keadilan (2. dan penggantinya sebagai raja di Mesir.

tidak mudah untuk diungkapkan. dia memutuskan. dengan sebuah himne yang gagah berani kepada Zeus (1–5). Dalam tiap hal kita semua tergantung pada Zeus.Pemikiran Zeus tidak terlalu sulit untuk dipahami oleh mereka yang fana–ia juga rahasia (sebagaimana Phineus sendiri sekarang menyadarinya. di mana Kejatuhan manusia disebabkan oleh upaya fatal untuk mengetahui Tuhan secara prematur. Penyair Aratus membuka puisinya pada konstelasi-konstelasi. memainkan tema-tema panteistik yang kita saksikan berkembang lebih awal: Dari Zeus marilah kita mulai! Dia kita para pria tidak pernah pergi tanpa terkatakan. Pikiran Zeus merupakan Misteri besar. . . Tetapi tugas dari Aratus adalah untuk menunjukkan bagaimana bintang-bintang dapat menuntun aktivitas manusia kepada tingkatan bahwa ia ‘themis’ (dapat diperkenankan secara keagamaan. semua pasar jual-beli dari para pria. Karena kita adalah rasnya juga. 2. 18). sebagaimana ia berada dalam misteri agamaagama yang sekarang meluas dan ditemukan dalam kerahasiaan yang diamati oleh prakarsa-prakarsa mereka. terutama pada kelahiran Zeus: dia dilahirkan di wilayah Parrhasia dari Arcadia.311–6). Seluruh jalan-jalan penuh dengan Zeus. tidak . Phaenomena (ejaan alternatif dari phenomenon/fenomena). Pengetahuan tentang dewa telah menjadi hal yang berbahaya. dan sebagaimana dalam agama-agama Gnostik pada abad pertama sesudah masehi. Di sini kita mempunyai sebuah karya yang secara karakteristik dari zamannya dan lingkungannya mengumpulkan tradisi-tradisi lokal. Koleksi milik Callimachus dari Hymns yang bersifat puitis juga dibuka dengan sebuah himne kepada Zeus. penuh lautan dan pelabuhan-pelabuhan.

.di Kreta. Pengganti Plato. dan ia dapat disebut Zeus (dalam bentuk Zena). yang mana dia telah pergi jauh ke atas (lainnya): di waktu malam dia menggenapi apa yang telah direncanakannya pada pagi hari. Kamu memberi mereka kota-kota untuk dilindungi sementara dirimu sendiri duduk pada acropolis-acropolis. adalah tugas dari para filosof yang belakangan untuk menemukan cara mengakomodasi fitur pusat dari kehidupan budaya Yunani. Callimachus. sebagai ganjil (sebagai berlawanan dengan genap). 84–6 ‘Penguasa kita’ adalah Ptolemy II (tahun 285–247 SM) dan ini merupakan dunia baru dari monarki dan Zeus (halaman 78). 15 Heinze) dasar pertama dalam alam semesta adalah monad (sebuah atom dengan valensi satu). dan adalah pas untuk menghakimi oleh penguasa kita. [. . . . Hymn to Zeus 78–82. . sebagai ilahi. menyaksikan atas mereka yang memerintah masyarakat dengan penghakiman yang bengkok dan mereka yang melakukan yang berlawanan. Xenokrates (kepala dari Academy mulai tahun 339 hingga 314 SM) melakukan ini.] . Namun klimaks muncul ketika kita beralih kepada hubungan Zeus terhadap kebangsawanan: Dari Zeus muncul raja-raja. sejak itu tidak ada yang lebih ilahi dibandingkan para tuan dari Zeus. . jadi kamu [Zeus] memilih mereka sebagai kekhususanmu. Baginya (fr.72 Callimachus mengabadikan budaya beserta mainan-mainan dengannya. . ORANG SABAR DAN LAINNYA: ALEGORI DAN EUHEMERISME Jika Plato dan Aristoteles telah berayun keluar dari agama tradisional. yakni sumber utama tunggal atas berbagai hal. ia dapat dipandang sebagai laki-laki.

Dasar yang utama bagi dia adalah nafas berapi-api yang menjiwai segalanya. dan dewa lain pada aspek berbeda dari fisik alam semesta (fr. semuanya berkuasa selamanya. Penerusnya. dengan Hymn to Zeus-nya yang luar biasa. 160). sesuatu di mana seseorang tidak perlu membangun kuil-kuil untuknya di dalam kita (fr. termasuk diri kita sendiri. sebagai ibu dari para dewa dan sebagai dunia jiwa. Zeus. membawa ini kepada sebuah ekstrim. Aphrodite merupakan kekuatan pengikat dari masing-masing bagian dan Dioskouroi ‘alasan yang tepat dan penempatan yang bernilai’ (frs 168. ‘pemikiran’ atau ‘kata/firman’ (sebagaimana dalam Kitab Injil Yohanes). Inilah Sifat Dasar yang menurutnya kita harus hidup.Ini kemudian dikombinasikan dengan dyad. yang meliputi alam semesta. yang darinya kamu membuat mereka memeroleh sebuah peniruan atas penggemaan. yang dapat dipandang sebagai berhubungan dengan kewanitaan. Adalah langkah pendek dari ini. dan kebutuhan alam semesta–dengan dapat dipertukarkan (frs 158. mengelola segalanya dengan hukum. Poseidon laut. dari banyak nama. kepada para Stoik (orang yang pandai menahan hawa nafsunya). Sambutlah!: adalah benar [themis] bagi semua yang fana untuk menyebutmu. Hephaistos api. di mana nama dia sendiri diturunkan dari Zeus. pikiran Zeus. pemula dari Alam. mereka sendiri dari seluruh hal-hal fana yang hidup dan merangkak di atas bumi. Pendiri dari Stoikisme adalah Zeno dari Kition. sifat alami. nasib. 146). Cleanthes. 169). Ia juga merupakan logos. sebagian darinya saya tampilkan di bawah ini: Yang termulia dari mereka yang kekal. dewa. kemudian. jiwa. 170).73 Udara yang berapi-api ini adalah aether dan itulah apa Zeus yang sebenar-benarnya. dasar dari pluralitas. . Para dewa lain menjadi elemen-elemen berbeda: Hera udara.

atau Cleanthes dari penyair? Apapun ia. mematuhi. Sedemikian seorang pembantu kamu miliki di dalam tanganmu yang tak terkalahkan. berputar-putar di sekitar bumi. Melalui pukulannya seluruh perbuatan Alam terselesaikan dan bersamanya kamu mengendalikan pemikiran bersama yang beredar melalui segala hal. membelah menjadi dua cabang. roh [daimon]. ke manapun kamu menuntunnya dan berkeinginan diperintah oleh kamu. terdapat perasaan antusiasme baru bagi Zeus yang dipompakan oleh sebuah filosofi yang menjangkau jauh alam semesta. Hymn to Zeus 1–13 (SVF i. Pada akhirnya.Karenanya akankah saya menyanyikan pujian bagimu dan selamanya melantunkan kekuatanmu. Kamu seluruhnya dunia ini. Yang lainnya semuanya dapat dirusak dan dalam peristirahatan terakhir hanya aspek-aspek dari Zeus sendiri. berapi-api. Apakah Aratus meminjam dari Stoik.74 sebagaimana apakah kita. menunjukkan kita bagaimana Cratylus dari Plato telah dimasukkan ke dalam cara berpikir ini: . sebagaimana baik Cleanthes maupun Aratus mengingatkan kita.537. tidak satupun melewati keilahian kubah dari ether maupun samudera. HP 54I) Sebagaimana dengan Zeus menurut Homer. Stoik L. Annaeus Cornutus. kecuali segala hal di mana orang-orang buruk mengerjakan melalui kedunguannya. dan dengannya kamu menjadi raja tertinggi untuk seluruhnya. karena kita ‘dari rasnya’. segenerasi dengan Nero. halilintar yang pernah menyambar. Cleanthes. Tidak juga sembarang perbuatan terjadi di bumi tanpa kamu. terdapat perbedaan kategori di antara dia dan para dewa lain. berbaur dengan cahaya besar maupun kecil.

sebagaimana jiwa di dalam kita dan alam kita bisa jadi merupakan raja atas kita. Ia hidup. halilintar pada tangan kanannya tidak membutuhkan penjelasan. Cornutus. Dan juga ia berlanjut. dengan keunggulan dan untuk selamanya. 6). Compendium of Greek Theology 2 Dengan alegori yang mendalam ini. . yang masih sangat hidup. Namun. ‘seringkali dia dilukiskan memegang sebuah Nike (Kemenangan)’ karena dia tidak dapat dikalahkan. dan bertanggungjawab atas kehidupan [zen] dari hal-hal yang hidup. Cornutus menemukan adalah perlu untuk mencatat kesepakatan besar dari kultus Zeus yang diketahui.. dan dari Keanggunan. ‘pengumpul awan’. Rajawali adalah burungnya karena ia merupakan burung yang paling cepat. kisah dari batu di mana Kronos diberi sebagai ganti Zeus memikul keberartian baru: adalah bumi sendiri yang terbentuk sebagai dasar dari bayi alam semesta (ibid. Kita diberitahu mengapa dia disebut ‘bapa dari para dewa dan para pria’.serta dari Musim [Horai].. begitu juga alam semesta memiliki jiwa yang memegangnya bersama-sama dan ia disebut ‘Zeus’.. Kita menyebutnya Zeus [ Dia] karena melaluinya [dia] segalanya muncul ke dalam keberadaan dan terpelihara. ‘guruh yang mendalam’. melimpahi dalam ketaatannya walaupun terjadi pemisahan intelektual dan filosofi. Untuk alasan ini Zeus dikatakan menjadi raja atas alam semesta. Itulah mengapa dia juga disebut bapa dari Keadilan [Dike] . . mengapa dia memegang aegis (karena badai yang memburu): dan mereka menyebutnya soter [penyelamat] dan herkeios dan ‘dari kota’ dan ‘pihak ayah’ dan ‘famili bersama’ dan xenios dan ktesios dan ‘penasihat’ dan ‘pemegang trofi’ dan ‘kebebasan’–dia mempunyai banyak nama-nama dengan tanpa batas dari jenis ini karena dia meluas ke tiap kapabilitas dan kondisi serta merupakan penyebab dari. segala hal. Cornutus.Sebagaimana kamu dikelola oleh jiwamu. Compendium of Greek Theology 9 Tongkat kerajaan di tangannya bukanlah sekadar simbol dari kekuasaan kebangsawanan tetapi juga atas stabilitas dan dukungan. dan pengawas dari.

duduk di Olympus. Ia tentu saja ether. berada pada permulaan waktu dalam kilatan cahaya merupakan demiurge (pencipta) dari alam semesta yang sekarang eksis. tidak. dia melepaskan seluruh benih dari alam semesta. Udara berapi-api yang dihasilkan dan dalam persatuan dengan Hera. Poseidon (air) dan Hestia (pilihan yang tidak biasa untuk bumi). hati tersayangnya tertawa-tawa dari suka cita untuk menyaksikan para dewa ‘semua dari mereka sekarang terlahirkan dan hadir’. Nous ini. hanya satu atau dua tahun setelah kembali dari pengasingan ke kota kampung halamannya Prusa di timur laut Turki. dituturkan (36. Matahari. .39–61) mengenai penciptaan alam semesta itu sendiri dalam sebuah legenda di mana dia secara imajinatif mengklaim telah diciptakan oleh Magi dari Persia. bulan dan bintang-bintang semata-mata merupakan bagian dari kecemerlangannya yang berapi-api. orator besar Dio Chrysostom. ‘Ini merupakan pernikahan Hera dan Zeus yang diberkati di mana anak-anak dari yang bijak menyanyi dalam ritus rahasia. Alam semesta merupakan sebuah kereta pertempuran yang ditenagai oleh empat kuda. bagian jiwa yang paling intelektual dan ilahi. di mana yang tertinggi dan yang paling luar disucikan kepada Zeus sendiri. Karenanya Dio membelokkan bagian dari Homer yang banyak dikritik (halaman 89 di atas) ke dalam sebuah mistik. Namun kuda hanya merupakan gambaran dari jiwa pengendali kereta pertempuran ‘atau agaknya bagian berpikir dan berkuasa’ dari jiwa tersebut. Berikutnya datang kuda-kuda dari Hera (udara). mencapai klimaks. meskipun ia lebih tampak seperti Platonis dan Stoik bagi mata pihak lain. sekitar tahun 101 masehi. menghantarkan Borysthenitic Oration-nya dan.Satu generasi kemudian. dalam tindakan seksual yang paling lengkap.’ Dan ketika demiurge menyaksikan pada tindakan penciptaannya dia tidak sekadar bersuka cita.

kamu para dewa dan kamu semua dewi –kamu tidak akan menurunkan dari kayangan ke bumi Zeus penasihat tertinggi. Hanya anak-anak atau mereka yang tidak terpelajar akan sejak sekarang mengambil Zeus secara harfiah. Apa yang dipergunakan Aristoteles adalah menggunakan ilustrasi sederhana yang dipergunakan dengan lebih tegas dalam tradisi mistik belakangan. ini tidaklah benar-benar orisinal.75 terdapat doktrin bahwa kekuatan ilahi penggerak utama alam semesta. seperti Proclus. Gerakan adalah relatif terhadap sesuatu yang tetap dan tidak bergerak dan ini diterapkan pada Alam Semesta.pembacaan dari filosof atas permulaan alam semesta. oleh implikasi Zeus dalam Homer yang merupakan pengikut paham Aristoteles. Aristoteles membawa hal yang tidak terlihat seperti perlombaan tarik tambang ini serta menggunakannya sebagai gambaran untuk sifat dasar dari gerakan (On the movement of animals 699b37). cobalah. kamu para dewa dan kamu semua dewi: gantungkan sebuah rantai emas dari kayangan dan pegang padanya. tetapi sesuatu di mana sembarang orang terdidik dari tahun 101 masehi akan mengakui dan memberikan aplaus.18–22): Datang. yang bergerak di bawah pengaruh dari penggerak yang tidak bergerak–dewa titik pusat yang tunggal. Salah satunya adalah di mana Zeus telah menantang para dewa lain (Iliad 8. kata yang dipergunakan . bahkan tidak jika kamu bekerja sangat keras. One. Momen-momen janggal lain di dalam Homer membimbing kepada solusi yang tidak kurang menginspirasi. . terikat atau terkoneksi ke semua bentuk menjadi di bawahnya melalui seira (‘rantai’. Dan walaupun dia menyatakannya dengan pengamatan tajam miliknya sendiri. . dan pada masa Neo-Plato terakhir.

legenda menduduki ruang di mana sejarah yang lebih tua melakukannya bagi kita. Namun akankah seseorang mengklaim bahwa Zeus sebenarnya pernah menjejakkan kaki di bumi? Ini merupakan problem di masa klasik. bagi rakyat Yunani. . pinggiran akhir ini diseberangi oleh Euhemeros of Messene. guna mengatakan bahwa Herakles tidak membawa Eurystheus seekor anjing dari Hades (Cerberus) tetapi seekor ular dari Taenarum yang begitu beracun di mana ia disebut ‘anjing Hades’. Mereka tidak memiliki kesulitan misalnya dalam memikirkan Herakles sebagai manusia nyata dari masa lalu. sebagaimana dilakukan Hecataeus dalam Genealogiai-nya (1F27). Sekadar diingat: Zeus adalah pada sisi akhir lainnya! Rasionalisasi merupakan pendekatan berbeda. Meskipun bentuk lebih rendah dari kehidupan bisa jadi menampilkan pelipatgandaan yang mengagumkan. tetapi modern yang dapat dipercaya versus tua yang lebih fantastis. Seberapa jauh ini dapat melangkah? Ia adalah satu hal. yang tidak mempunyai sejarah sebelum abad ke-5 SM kecuali dari mulut ke mulut. atau ‘Rantai Besar Keberadaan’. dan di mana budaya Yunani merupakan salah satunya yang rentan. didesain untuk mengurangi legenda kepada kejadian-kejadian aktual yang lugas. Namun. Kita sendiri mengetahui bahwa legenda adalah satu hal dan sejarah merupakan hal lainnya. apa yang membuat mereka dapat dimengerti dan bernilai adalah hubungannya kepada keilahian. Gagasan ini mempunyai keberlanjutan popularitas sekarang sebagai ‘Rantai Emas’. tetapi para dewa adalah para dewa dan karenanya apa yang tidak dapat diterima dalam perilaku mereka hanya dapat diselesaikan oleh alegori. Walaupun demikian. atau agaknya serangkaian rantai. Karenanya pembagian antara sejarah dan legenda bukanlah riil versus legenda.Homer). bahwa rasionalisasi akan bersepakat dengan hal-hal yang tidak realistis dalam legenda para pahlawan.

Euhemeros FGrH 63F2 (sebagaimana dilaporkan oleh Diodoros) Dengan karakteristik tertentu sebuah zaman di mana kultus kebangsawanan dan penguasa ditelanjangi. sebuah kuil dari Zeus Triphylios. Penaklukan Alexander menutup kesenjangan di antara manusia dan para dewa serta terkadang menuntun kepada para dewa untuk berasimilasi kepadanya. Fantasi ini merupakan petunjuk untuk sebuah komitmen yang melemah kepada para dewa dan pemujaan mereka. pada puncaknya. Pulau yang disucikan bagi para dewa. dan Athena dari yang ketiga. ditemukan oleh Zeus sendiri pada waktu ketika dia menjadi raja dari keseluruhan dunia. salah satu dari kelompok kepulauan yang dijelajahi berhari-hari melintasi Samudera di selatan Arab: Di sini kita menyaksikan para penghuni. seorang yang ‘tidak memiliki dewa’. Dari mereka dia mempunyai anak-anak sebagai berikut: Kouretes dari yang pertama. sebelum Zeus. . menikahi Hera dan Demeter dan Themis. Euhemeros sendiri kemudian dicela sebagai seorang atheos. menggantikan Kronos sebagai raja. . Panchaia. Raja Makedonia (317–298 SM). Persephone dari yang kedua. .Euhemeros hidup pada masa bangkitnya penaklukan Alexander dan merupakan teman dari Cassander. tetapi tidak cukup ateis dalam pemahaman kita. Seiring para penguasa menjadi jauh. Dalam karya ini dia menceritakan perjalanannya ke sebuah tanah legenda. . para dewa pun datang mendekat. Di kuil ini ada sebuah pilar emas di mana. . dan ia berada di dalamnya pada sebuah bukit yang tinggi. dituliskan ringkasan pencapaian dari Ouranos dan Kronos dan Zeus . Panchaioi. Euhemeros menanyakan apa perbedaan antara seorang raja dan seorang dewa jika keduanya dibedakan atas tindakan mereka sebagai Penderma (Euergetes) dan Juru Selamat (Soter) dari umat manusia karena watak Baik mereka (Eumenes). dalam surat-surat Panchaian. yang memiliki kesalehan luar biasa dan menyembah para dewa dengan pengorbanan yang seluruhnya cemerlang dan emas yang mengagumkan serta persembahan perak. ketika dia masih berada di antara para pria. tetapi Euhemeros mengambil garis baru yang tajam dalam Sacred Record-nya (Hiera Anagraphe). Dionisus kerapkali diduga telah menaklukkan dunia dan mencapai India seperti yang telah dilakukan Alexander.

Juga kita mengetahui dia dapat meyakini dalam sebuah keilahian yang lebih abstrak sebanyak Plato atau Epicurus. . setelah Perang Troya.4 Dan mereka menyebutnya Zen (sebuah bentuk variasi dari ‘Zeus’) karena dia menyebabkan manusia untuk hidup (zen) dengan baik. mulai dari permulaannya) lebih dimungkinkan daripada yang telah ada. Sekarang Diodoros dari Sicily dapat melakukan lompatan besar ke depan dengan para dewa sendiri dalam sejarah universalnya. Argonauts dan Perang Troya. Apa yang mungkin terlihat bagi kita seperti metode yang baik tentu benar-benar sebuah kesenjangan yang menunggu untuk disumbat. 3. Diodoros. pada landasan di mana sejarah yang dapat diverifikasi dimulai di sana. dia melalui pengambilan langkah akhir ini. melakukan yang baik kepada (euergetein) ras dari manusia. Historical Library. membuat ‘sejarah universal’ (sebuah sejarah total. Untuk informasi berikutnya tentang Zeus. Dia telah memulai dengan ‘kembalinya Herakleidai’. Euhemeros telah menyediakan satu kelompok peralatan dan Dionysios Skytobrachion (kemungkinan abad ke-2 SM) menempatkannya dengan kuat untuk berurusan dengan Kampanye dari Dionysos dan Athena. Catat bagaimana dia mengambilalih kerajaan dengan bervariasi–apakah pada keinginan turun takhta dengan sukarela dari ayahnya atau karena massa memilihnya yang keluar dari kebencian atas ayahnya. Karenanya sejarah universal utama pertama adalah dari Ephoros pada tahun 340-an/330-an SM. bapa Zeus]. . . saat menjadi Tuan dari seluruh tanah. Zeus. Namun. Amazon. kita berutang kepada para penduduk Atlantis (sebuah sumber dari Skytobrachion yang tidak memberi keyakinan): Putera dari Kronos. tetapi Zeus menang dalam pertempuran dan.61. mengiringi gaya hidup berlawanan kepada ayahnya dan menunjukkan dirinya sendiri masuk akal dan baik [philanthropos] kepada tiap orang hingga pada tingkat di mana massa menyebutnya ‘ayah’ [kemudian. Kronos meluncurkan gerakan melawan dia dengan bantuan para Titan. dia mengunjungi keseluruhan dunia.

Pliny the Elder. tiga Zeus: Mereka yang disebut ‘para teolog’ menghitung tiga Zeus. dan kuburannya dipertontonkan pada pulau itu. Ayah dari Zeus 1 adalah Aether dan mereka mengatakan Persephone dan Dionysus adalah anak-anaknya. perang. Zeus Belos. tahun 240–320 masehi) dengan jelas berhasil dalam menemukan sebuah teks Euhemerus karya Ennius dan mengutip yang berikut ini darinya: . yang menceritakan kepada kita bahwa dewa Babilonia. dia ‘menerjemahkan dan menganut’ Sacred Record dan membawa karya ini dengan cara demikian kepada perhatian orang-orang Romawi. Romawi. Euhemeros. Dalam bagian Latin-nya yang terhilang.121). Meski dapat diperdebatkan penulis awal mereka yang paling penting. Inilah. Zeus 3 adalah Kreta. dan menjadi bukti dari euhemerisme. Dapat dilihat bahwa Euhemeros memiliki dampak yang bersifat tetap. Lactantius (c. Ayah dari Zeus 2 adalah Ouranos (Kayangan). Namun bisa jadi yang lebih penting dalam jangka panjang adalah para penulis Kristen yang menulis dalam bahasa Latin mengambil pendekatan ini dengan antusias. 1. pada hasilnya. dan penemu dari. Ini termasuk sebuah efek pada sebuah kemunculan bangsa.53 (tetapi dengan nama-nama dewa Yunani) Kuburan Zeus di Kreta berhenti menimbulkan rasa penasaran. merupakan penemu dari astrologi (Natural History 6. seperti Cicero (Nature of the Gods. On the Nature of the Gods 3. Ini didesain untuk menghapuskan ketidakkonsistenan dari asal-usul atau kronologi dalam sejarah universal. tentu saja yang paling multi-talenta. yang mereka sebut sebagai pemimpin. Cicero.119) dan penulis Romawi.Bersama dengan rasionalisasi ini berlangsung sebuah proses pembagian para dewa dan para pahlawan ke dalam beberapa dengan nama yang sama. adalah Ennius (tahun 239–169 SM). putera dari Kronos. Zeus 1 dan 2 dilahirkan di Arcadia. yang dikatakan melahirkan Athena.

18 dan 7. terutama di Afrika Utara. Ennius. dan guru Lactantius. yakni bahwa ‘Zeus di Scythian cukup layak di dalam opini saya disebut sebagai Papaios’ (4.Ketika Yupiter telah bepergian berkeliling bumi lima kali dan telah membagi-bagikan kerajaan-kerajaan kepada para teman dan relasinya. kemudian seluruh orang asing juga melakukan hal yang sama: para pembaca Homer tanpa diragukan bergetar ketika Polyphemos mengatakan kepada Odysseus. Tidak ada bangsa yang benarbenar barbar seperti ini. dipraktikkan oleh para pengarang seperti Tertullian. Kuburannya berada di Kreta. Arnobius. Augustine akan menggunakannya untuk Kota Tuhan-nya (7. di dalam kota Gnossus. serta membuat hukum bagi manusia dan melakukan banyak hal-hal baik lainnya. SINKRETISME Rakyat Yunani harus selalu berurusan dengan pertanyaan siapa sebenarnya para dewa dari orang-orang asing (‘para barbar’). yakni dalam bahasa Latin ‘Yupiter putera Saturnus’. Jadi itu sebagaimana dunia di mana rakyat Yunani diperkenalkan bertumbuh lebih besar dan sebagaimana budaya Yunani menyebar lebih luas.59).275).27) serta para pengarang ini melampaui ke dalam tradisi di masa pertengahan (lihat ‘Zeus Sesudahnya’ di bawah). Euhemerus (Euhemeros FGrH 63F24) Pandangan para penganut euhemerisme ini merupakan bagian dari perangkat kekristenan. dan padanya tertulis huruf-huruf Yunani ZAN KPONOY. ‘Kita Cyclopes tidak mencemaskan mengenai Zeus sang pembawa aegis’ (Odyssey 9. Herodotus dalam melukiskan para dewa Scythian mengatakan tanpa memikirkan ia adalah problematik. sekarang telah mendapatkan kemasyhuran yang tidak dapat mati sedemikian hingga dia akan diingat untuk selamanya. Jadi. dia melewati dari kehidupan di Kreta dan pergi kepada para dewa. Minucius Felix. Identifikasi para dewa satu sama lain dikenal sebagai sinkretisme. Ia merupakan asumsi natural bahwa seluruh rakyat Yunani menyembah Zeus. . kita menemukan cukup banyak Zeus yang mengekspresikan keilahian lokal di dalam bahasa (Yunani) yang umum.

Ini menjadi krusial seiring dunia Yunani diperluas di bawah Alexander Agung. Sebuah kebutuhan akibatnya muncul untuk suatu mata uang keagamaan bersama yang dapat memudahkan perdagangan bebas dari gagasan-gagasan keagamaan. Tren ini dipicu oleh aktivitas dari Alexander sendiri. Adegan terkait kuil orakel (sabda dewa, medium yang memiliki otoritas untuk melihat masa depan) di oase Siwah sebelah barat laut Mesir. Ini mengacu kepada Ammon, yang sudah lama dibawa ke dalam sistem Yunani sebagai Zeus Ammon. Di sini Alexander dideklarasikan dalam ragam rakyat Mesir sebagai putera dewa, dan yang mewariskan, karenanya, dari posisi firaun. Namun, Ammon, sebuah alien Zeus, yang kepadanya Lucian (retorikawan Asyuria, dan seorang satiris yang menulis dalam bahasa Yunani) mempermain-mainkan kesenangan pada abad ke-2 masehi (Council of the gods 10), dan di mana Lucan berkomentar padanya di abad pertama:
Yupiter, begitu mereka mengatakan, tetapi tidak mengacung-acungkan halilintar

dan tidak serupa dengan kita, tetapi dengan pilinan tanduk, Hammon.

Lucan, Civil War 9.513f.

Para dewa utama, apapun atribut mereka, mempunyai tendensi untuk menjadi Zeus lokal. Di dalam apa yang sekarang merupakan sebelah barat laut Turki, waktu itu Phrygia dan dataran di sekitarnya, sebuah dewa lokal kepentingan, Sabazios, biasanya dibuat Zeus (daripada Dionisus). Kultusnya merangkul penanganan ular, memeroleh sebagian keuntungan di bawah Attalos III dari Pergamon (dalam 135/4) dan kemudian menjadi sebuah fokus bagi perkumpulan para individu. Ini disebut sebagai Sabaziast dan menikmati penggambaran yang dibubuhi dengan banyak lubang atas katak, kura-kura, cicak dan kodok yang merayap atas tangan-tangan pahatan.

Turun ke Syria sejumlah keilahian keluar dan masuk dari identifikasi dengan Zeus. Masing-masing darinya adalah ‘tuan’ (baal). Jadi tuan dari apa yang di dalam bangsa Yunani adalah Gunung Kasios, tetapi Saphon bagi rakyat Syria, adalah Zeus Kasios atau Baal Saphon. Ini merupakan gunung di mana Zeus bertempur dengan Taifun. Di sini, di dalam dunia Hellenistik tradisi-tradisi yang semula menimbulkan legenda Zeus-Taifun ditemukan ulang dan apa yang tampaknya seperti sebuah kenyamanan antara satu dewa cuaca dan lainnya di gunung di Syria dengan sejati menunjukkan konstituen nyata dari identitas Zeus. Lainnya, sebuah dewa badai utama dan hujan, Adad di Babilon dan Asyuria, tetapi Hadad di Syria dan Phoenicia, diwakili di Yunani sebagai Zeus Adados.76 Versi lain dari dewa ini adalah dewa matahari di Heliopolis (Baalbek di Lebanon) dan para pengunjung saat ini bisa jadi masih mengagumi sisa-sisa kuil raksasa yang agung bagi Yupiter dari Heliopolis, atau Adad, yang dibangun oleh para kaisar mulai dari Antoninus Pius (tahun 138–61 masehi) hingga Caracalla (tahun 211–17 masehi) dan dihancurkan oleh Theodosius pada 379. Namun, patung kultusnya yang menyolok, mengenakan sebuah jubah yang dengan aneh didekorasi bagian depan dan belakangnya dengan patung dada (misalnya Matahari dan Bulan), terhindar dari kehancuran dan masih dapat dilihat pada tahun 560-an. Inkripsi kepada Yupiter Heliopolitanus ditemukan hingga jauh ke Tembok Hadrian. Ini merupakan kuil orakel besar yang Trajan bahkan berkonsultasi kepadanya. Karenanya kita menyaksikan suatu pergerakan dalam teologi menuju sebuah dewa sinkretisme yang besar, merangkul Zeus, para dewa lokal dan Matahari, baik dalam Zeus dari Heliopolis maupun dalam Zeus Sarapis. Zeus-Adad dari Syria, yang merupakan satu contoh lain ditemukan di Hierapolis (Bambyce) dan yang kultusnya dilukiskan oleh Lucian dalam On the Syrian Goddess-nya, terkadang dipuja

sebagai sapi jantan, seperti dewa orang Kanaan dari Keluaran 32 disembah sebagai seekor anak sapi emas. Ini juga membawa kita kembali ke tahapan yang berhubungan dengan perkembangan legenda Yunani, jika kita berpandangan kisah dari Zeus yang berada dalam bentuk sapi jantan merenggut Europa dari Tyre. Dalam bagian dunia yang sama, orang Yahudi biasanya dengan keras menentang sinkretisme, seperti dapat kita saksikan dari anggapan (Nabi) Elia bahwa ‘Baal’ merupakan ilah yang berbeda, yakni dari orang-orang Kanaan, yang harus ditunjukkan sebagai tidak berkuasa untuk mendatangkan api atau hujan (Alkitab 1 Raja-raja 18). Ia karenanya merupakan sebuah provokasi yang disengaja oleh raja Seleucid, Antiochus IV Epiphanes, semasa represi berdarah, untuk mempersembahkan tempat peribadatan di Gunung di Yerusalem kepada Zeus Olympios dan yang lainnya di Gunung Gerizim kepada Zeus Xenios (Kitab 2 Makabe 6.2). Inilah dalam konteksi revolusi dari Makabe pada 168/7 SM menentang kekuatan-kekuatan modernisasi, atau agaknya hellenisasi. Adalah dimungkinkan bahwa Antiochus sejatinya memiliki sebuah kebijakan untuk menarik sebuah pola yang konsisten atas pemujaan Zeus di dalam kerajaannya, terkait dengan kultus dari para penguasa (Préaux 1978: ii.577). Tetapi Yerusalem dengan jelas merupakan satu langkah yang terlalu jauh. Penggabungan yang berbeda berlangsung di Mesir, merangkul tradisi keagamaan asli yang kuat. Secara independen dari budaya Yunani, sapi jantan yang disucikan Apis tampaknya telah diidentifikasi dengan dewa kematian dan terutama firaun yang telah meninggal, Osiris, menghasilkan dewa Sarapis yang kuat (atau dalam bahasa Latin, Serapis). Tetapi di bawah Ptolemy I, para pakar keagamaan Yunani mengidentifikasinya berbeda dengan dewa kematian Yunani, Pluto, di mana ikonografi diadopsi. Dewa yang

karena otoritasnya dan asosiasinya dengan para penguasa (Ptolemies dalam kasus ini). Adalah berada di luar lingkup saya untuk memulai titik baru ini pada Yupiter dan budaya Romawi. persamaan Romawi atas Zeus. diturunkan dari budaya bersama Indo-Eropa dari leluhur linguistik mereka. berbasis di Memphis Serapeum dengan katochoi-nya yang mirip rahib. Tentu saja banyak yang akan berubah dalam kurun 3. adalah dengan Zeus. tetapi yang terpenting.000 tahun sejak masa itu. terutama dari abad kedua (Vidman 1969: 343). seiring orang Romawi dan Italia berhubungan dengan para pemukim Yunani di sekitar Italia (misalnya di Naples. serta inkripsi-inkripsi dari Kekaisaran Romawi. ‘Kota Baru’) dan seiring mereka memasuki tingkatan sebagai sebuah kekuatan dunia. Neapolis. dan menjadi. diidentifikasi dengan berbagai dewa Yunani. Sebagaimana telah kita lihat (halaman 9) kata Zeus pater (‘bapa’) dan Yupiter adalah asalnya dari kata yang sama satu sama lain. Sekali lagi sebuah dewa tunggal menjadi fokus spesial untuk pemujaan dan untuk pemahaman tatanan dunia. . akan memberi penghormatan ‘Zeus Matahari Serapis Besar’ atau memproklamasikan bahwa ada Satu Zeus Serapis.kuat ini. PEMIKIRAN YUNANI MENGENAI YUPITER ROMA Yupiter merupakan kasus khusus bagi sinkretisme: dia adalah. Namun. sebagaimana di Yunani para penyair juga pernah menyatukan kembali Zeus-Zeus yang berbeda dari rakyat Yunani yang berbeda. Tetapi saya ingin menunjukkan bagaimana pemikiran tentang Yupiter berlanjut di dalam kisah Barat mengenai Zeus. antusiasme warga Romawi atas kesusasteraan dan budaya Yunani pada semua tingkatan komunitas menarik Yupiter Roma kembali menuju Zeus.

yang seluruhnya menggunakan hak sebagai Jove.4 Ini adalah Zeus ether yang hebat. berbicara dalam ragam filosofi yang megah dan agung: aspice hoc sublime candens. Varro (tahun 116–27 SM) dalam sebuah dialog On the Cult of the Gods. mempunyai sebuah karakter dalam sandiwara lakon sedihnya (tragedi). Varro sendiri merupakan sosok kunci dalam pertumbuhan pandangan mengenai para dewa di Roma dengan karya besarnya yang meliputi hal-hal yang luas.Ennius. fr.10 Baris-baris yang amat indah ini dikutip oleh seseorang dengan pembelajaran mendalam dan bervariasi. Ayah dan ibu dari para dewa. dalam Cicero. Human and Divine Antiquities dalam 41 buku. di mana pemikiran kembali kepada puisi paling awal Orphic yang menemukan ekspresi baru dan menakjubkan di tangan-tangan dari ‘yang paling sastrawi dari semua yang mengenakan jubah’ ini (Cicero. dipersembahkan kepada Julius Caesar (pendeta . de oratore 3. Nature of the Gods 2. quem invocant omnes Iovem Lihat saja pada cahaya di ketinggian ini. Thyestes. dengan taat ditransposisikan dari Euripides (halaman 95 di atas).43): Iuppiter omnipotens regum rerumque deumque progenitor genetrixque deum deus unus et omnes! Yupiter seluruhnya berkuasa atas para raja dan dunia serta para dewa. Ennius. dalam Augustine. Kota Tuhan 7. satu dewa dan seluruh dewa! Valerius Soranus. dengan efektif merupakan bapa dari kesusasteraan Latin. Yang masih lebih menonjol adalah baris-baris Valerius dari Kota Sora (dipanggungkan dalam 82 SM). 153 Jocelyn.

bagi Varro yang merupakan sifat dasar nyata dari Yupiter? Sejauh ini sebagaimana yang dapat kita katakan.77 Apa. patungpatung kemungkinan tidak dapat berhubungan dengan realitas dari sifat dasar keilahian dan tidak juga para dewa yang akibatnya telah memiliki status ilahi yang ditransfer ke para orang hebat di masa lalu. civile (misalnya politicon). physicon. dia membagi wacana ilmiah mengenai para dewa (‘teologia’) ke dalam tiga jenis: 1. mencakup alam dan sains. 2. sebagaimana yang disangkakan oleh Euhemeros bagi kultus para dewa (lihat di bawah). Ini menghadiahi sejumlah masalah bagi orang yang religius: bahkan Varro mengakui bahwa dalam legenda (1) ‘ada banyak hal yang dibuat berlawanan dengan martabat dan sifat dasar dari mereka yang kekal’. Yupiter merupakan ‘pemikiran dunia ini yang memenuhi keseluruhan massa itu yang dibangun dari empat elemen dan menggerakkannya’ atau bisa jadi dia adalah aether/surga yang merangkul udara/bumi (Juno) yang terletak di bawah. yang merupakan pembahasan dari para penyair. Karenanya satu-satunya realitas bagi mereka yang terdidik seperti Cicero dan Varro adalah (2). yang merupakan bahasa dari bangsa-bangsa dan para pemimpin politik mereka. mythicon. kemudian. 3. berdasarkan filsafat. Poseidonios. Sebagaimana bagi agama yang umum (3). dia mengambil pandangan dari para pemikir Yunani seperti filosof Stoik. yang merupakan pembahasan dari para filosof. Bersandarkan pada pandangan dan terminologi Yunani. Pemikirannya terefleksikan di dalam komentar Augustine yang berbau pembubaran: .kepala) dalam tahun 47 SM. mencakup legenda. berhubungan dengan negara.

221f. atau. biarkan mereka semua menjadi bagian darinya. untuk dewa yang menembus ke segala hal – daratan. Yupiter memegang komando para dewa. dan surga yang dalam. Augustine. Pada waktu yang sama. sebagaimana terlihat bagi mereka yang telah memutuskan dia adalah pikiran dari dunia–sebuah pandangan yang dianut oleh banyak guru yang hebat. Kota Tuhan 4. .11 Augustine menyebut sebuah baris dari Vergil dalam konteks ini: .) – mengikutsertakan dengan pengetahuan sebuah latihan teologi mistis dalam Aeneid-nya (sebuah kisah kepahlawanan dalam bahasa Latin oleh Vergil. Ini merupakan titik yang penting. Georgics 4. sebagaimana diinginkan sebagian. karena ia membuat jelas bahwa Vergil –pria yang sama yang membicarakan mengenai jiwa-jiwa yang dibersihkan sampai mereka hanya berisikan ‘persepsi aether dan api dari udara yang murni’ (Aeneid 6. Ia menarik dengan kuat pada para penyair Yunani. atau. cerita dibangun pada mitologi Yunani tentang Perang Troya dan akibat sesudahnya. Yupiter-nya bukan sekadar buku cerita dewa (daripada yang telah dilakukan Homer). dan di belakang keseluruhan susunan dari para dewa yang menyerupai manusia berinteraksi dengan kisah dari para pria di bumi.Biarkan Yupiter segera menjadi seluruh dewa dan dewi. .746f. . regangan dari laut. yang Iliad dan Odyssey-nya bergeletakan begitu banyak adegan bahkan frase-frase dalam buku itu. biarlah mereka menjadi kebajikannya. menceritakan petualangan Aeneas setelah Perang Troya dan menyediakan latar belakang ilustrasi sejarah bagi Kekaisaran Romawi) di tahun 20-an SM. Vergil. bagaimana ia berfungsi dan apa tempat manusia di dalam konteks keilahian dan di dalam pencarian untuk kehidupan yang berbudi tinggi. terutama Homer. tetapi termasuk dengan sebuah pandangan tentang alam semesta.

Jarak dari Homer. takdir rakyatmu: kamu akan menyaksikan kota dan tembok-tembok yang dijanjikan dari Lavinium. maupun tidaklah keputusan saya berubah. yang bangsa-bangsa bisa jadi berdoa kepadanya. .menentukan arah atas kejadian-kejadian. bisa jadi bahkan. keseluruhan elemen berapi-api dari alam semesta.’ Vergil. sublime candens dari Ennius. Adalah langit ini. Cytherean [Venus]. kalau kita memahami dia dengan selayaknya. tidak pernah dirinya mengintervensi secara langsung. . namun. seorang dewa mencium puteri yang dicintainya dan memberi dia penenteraman. mereka berdiri tidak tergeserkan. sebagaimana orang dari abad pertama SM. dapat dimohonkan oleh para dewa lain. benar bagi Zeus. dengan bintang-bintangnya yang bernyala-nyala. tinggi. Namun ini adalah dewa umum dengan kekuasaan atas langit dan badai. dan katanya adalah ‘itu yang telah diucapkan’.254–60 Dalam mitologi yang bersifat puitis. bahasa Latin untuk ‘takdir’. fatum. Ini dapat dilihat dalam Aeneid 1: Tersenyum kepadanya [Venus] ayah dari para pria dan para dewa dengan ekspresi di mana dia membuat tenang langit dan badai mencium bibir dari puterinya dan kemudian berbicara [fatur] sebagai berikut: ‘Jangan takut. kita mengetahui bahwa Yupiter bertanggungjawab untuk. . fatur. Aeneid 1. dan kamu akan membawa tinggi [sublimem] kepada bintang-bintang surga Aeneas berjiwa besar. Secara lebih filosofi. adalah lebih sedikit daripada yang mungkin dibayangkan seseorang. mengambil pandangan bahwa Homer telah memahami ini dalam formulanya bapa dari para dewa dan manusia. dia adalah ayah dari semuanya–dan kita dapat. Dia berbicara. yang paling murni ditampilkan di dalam aether di mana penyair di sini menyebutnya caelum (‘langit’). sebagaimana dalam Valerius dari Kota Sora. Berkelanjutan dalam ragam filosofi.

Mengapa seharusnya kita mencari lebih jauh untuk para dewa di atas? Yupiter adalah apapun yang kamu saksikan dan apapun kamu berpindah dengannya. Adalah di dalam tradisi ini kita dapat memahami orakel dari kuil Zeus Ammon di padang pasir Libya. posisi penting dalam agama Romawi)–seiring pendeta penyucian waktu Yupiter dipanggil–bakal menjadi Mark Antony (seorang jenderal Romawi dan politisi serta pendukung erat Julius Caesar). Pharsalia 9.578–80 Namun. Alam semesta tidaklah acak. dan ia menentukan takdir. Bahkan seluruh kultus kaisar Romawi dimulai dari deklarasi bahwa pada kematiannya Julius Caesar telah menjadi seorang dewa. sebagaimana dibayangkan oleh Lucan (tahun 39–65 masehi) dan dikagumi oleh Dante (Epistle 10 §22) Tidak ada kursi dewa kecuali bumi dan samudera dan udara dan kayangan dan kebajikan. Yupiter juga akan memilih gambaran dari kaisar Septimius Severus (tahun 193–211 masehi). IKHTISAR . untuk mengabaikan hubungan antara Yupiter dan kaisar. Lucan. Dia akan diangkat di antara para dewa. Dalam pembahasan bersifat puitis ini adalah kata-kata dari Yupiter. namun ini benar-benar pemikiran ilahi yang ditanamkan ke seluruh dunia dan alam semesta di mana kita berdiam. dan bisa jadi dalam pemahaman Stoik dia akan bergabung dengan api ilahi. yang Flamen Dialis-nya (pendeta Yupiter. sementara lainnya lebih mengutamakan menjadi Mars atau Hercules. Jupiter Julius. ia bisa saja salah. yang adalah Dewa dan Zeus.yang kepadanya jiwa Aeneas akan terbang setelah kematian. Sudah terdapat perasaan yang kuat di dalam Aeneid bahwa Yupiter mewakili pengendalian yang bersifat dermawan atas dunia Romawi dari Augustus. sebelum bagian penutupan. terdapat sesuatu yang bijak yang direncanakan.

kita melihat pada pemikiran yang mendasari pertemuan Zeus dengan budaya-budaya non-Yunani. Ini kemudian menjadi berkah bagi orang-orang Kristen. tetapi dengan mendalam dipengaruhi oleh perkembangan filosofi Zeus. Para stoik lebih nyaman dengan mengakomodasi Zeus ke dalam teologi mereka dan menempatkan alegori dengan bebas. bahkan mungkin api.Dari permulaan. Seperti para penulis lain mereka merupakan bagian dari zaman mereka dan himne yang membuka Phaenomena dari Aratus sangat mirip himne agung dari filosof Cleanthes si Stoik. Para pemikir pra-Socrates kemudian membebaskan Zeus dari busana tidak nyatanya ini dan menyaksikan di dalamnya prinsip pertama dari alam semesta. tetapi juga mengkhawatirkan mengenai keterbatasan pada pengetahuan kita dan bahaya dari melampauinya. meruntuhkan dasar dari pemujaan Yunani. Ia melawan latar belakang ini bahwa tragedi atau lakon sedih itu dituliskan. Namun sebuah solusi baru muncul dengan Euhemeros: para dewa mitologikal merupakan asal-usul para pria agung. yang sekarang dapat. kedangkalan dari puisi kisah kepahlawanan menyelubungi kedalaman tersembunyi dari refleksi sifat dasar keilahian. Biasanya para dewa bisa diidentifikasi atau . dan misteri-misteri dari pemahaman itu yang secara progresif diusik oleh para pemikir yang belakangan. Peperangan yang tidak taat dari para dewa di dalam Homer hanya menjadi sebuah alegori untuk kebenaran sains atau filosofi ini. seperti para raja besar hellenistik. di mana karakter-karakter berjuang untuk menemukan pemaknaan di dalam krisis akut dan meraba-raba bagi misteri dari Zeus. Pada akhirnya. dengan otoritas dari para pemikir Yunani. Dia merupakan pengendali dari tatanan dunia yang seringkali muram. Para penyair hellenistik yang kita saksikan pada kelanjutan pemahaman Zeus di dalam kisah kepahlawanan atau drama. Plato dan Aristoteles tidak memiliki waktu untuk legenda Zeus.

Jika ‘Zaman Kegelapan’ membuntuti berakhirnya Kekaisaran Romawi. hingga Lombards menginvasi Italia pada 567. adalah nyaman untuk membagi masa itu ke dalam berbagai periode yang berbeda. ia untuk menekankan dengan agak persuasif berakhirnya ekonomi perkotaan tertentu dan kesatuan Eropa tertentu. Kekaisaran Romawi mencapai akhirnya. Gereja Kristen menjadi pemangku . Namun dalam kasus Romawi kita dapat melihat bagaimana sebuah pemahaman dari pendekatan kepada Zeus yang tidak terlalu bersifat legenda dan lebih pada filosofi. yang akan meneruskan tradisi dari Zeus ke dalam budaya Eropa. ZEUS SESUDAHNYA 6 FRASE SEJARAH Ketika berurusan dengan goresan panjang dari waktu seperti satu setengah milenium (masa seribu tahun) sejak berakhirnya dunia klasik. Tetapi kapan? Secara konvensional. periode-periode tidak dimulai dan diakhiri secara bersih dan jeda seperti itu mengaburkan keberlanjutan. penggulingan Roma oleh Alaric dan Visigoths pada tahun 410 menandai titik tersebut. Adalah Yupiter Romawi. membantu kita dengan pandangan Romawi terhadap Yupiter. sebagaimana dikanonisasikan di dalam teologi tripartit dari Varro.digabungkan–ini adalah sinkretisme. dan perangkat dari negara Romawi barat terus berlanjut dengan satu cara atau lainnya. sebagaimana akan kita saksikan berikut ini. Tetapi penulisan pagan mengenai alam semesta dan para dewa yang agak bermetafora terus berlanjut tanpa berkurang secara menyeluruh di abad ke-5 di sebelah utara Afrika. Tetapi yang dibesar-besarkan seluruhnya terlalu mudah di dalam apa yang faktanya merupakan Zaman Pertengahan Awal. Namun. betapapun terbatasnya.

abad-abad vital yang tanpanya tidak akan ada ‘Renaisans’. Anak dan Orang Suci telah mendominasi selama bertahun-tahun dan guna memperkenalkan ulang sebuah seni yang lebih alami dan realistik pada basis penemuan kembali hasil karya-hasil karya kuno. biarpun banyak gagasan cenderung dituliskan di dalam kerangka tradisional dari pendidikan dan Kekristenan. kejatuhan Konstantinopel kepada Turki pada 1453 dapat. ini dapat dipandang sebagai sebuah pergeseran dalam bahasa: ia biasanya dimungkinkan untuk mengambil pandangan dari para dewa pagan daripada suatu pembubaran secara instan. yang telah mangkat dengan Kekaisaran Romawi. tidak peduli berapa kali pun Konstantinopel mengalami kejatuhan. Bahkan kalau Kekristenan meresepkan sebuah kesepakatan baik dari dunia pemikiran. seiring para dewa penyembah berhala berhenti menjadi persaingan serius. adalah istilah berbahaya. yakni dalam kasus ini ‘peradaban’. pada perspektif ini. Bahkan. Ini tidak sepenuhnya tanpa kebenaran dan ia tentu saja kasus yang melalui seni dimungkinkan untuk menggambarkan para dewa pagan di mana Dara. para penulis bisa jadi.kebudayaan dan kota-kota tidak berhenti eksis atau orang-orang tidak berhenti berpikir tentang dunia di sekitar mereka. Juga. untuk membawanya ke dalam filosofi atau astrologi mereka. . memicu mengalirnya para intelektual yang datang mengemban peradaban klasik kepada Barat yang dengan berterima kasih menerimanya. Ia menunjukkan ‘kelahiran kembali’. ‘renaisans’. Dan ia dengan serius keliru menggambarkan iklim penuh semangat gagasan-gagasan dari tahun 1200-an dan 1300-an. jika mereka memilihnya. dari sesuatu yang telah mati atau mengalami tidur lama. Namun ia salah dalam menggambarkan gagasan-gagasan yang penuh kehidupan di dalam budaya tertulis pada Zaman Pertengahan.

4. Tetapi seiring saya tidak dapat menceritakan tiap kisah. sebagaimana dekrit yang berulang telah menunjukkannya. Zosimus (New History 4.10. Dengan adopsi oleh Konstantin terhadap Kekristenan pada tahun 312. pada tahun 346 memerintahkan kuil-kuil di segala tempat harus ditutup dan pengorbanan/persembahan kepada para dewa dihentikan (Codex Theodosianus 16. Pada tahun 353 pengorbanan malam kembali dilarang setelah sempat diperbolehkan oleh Magnentius (16. Satu dari Konstantin II dan Kaisar Roma. Lebih jauh lagi.6).10. Saya hanya bisa menyebutkan secara kebetulan bahwa terdapat kisah lain yang hendak dikatakan tentang Yunani timur dan mengenai penerimaan serta perkembangan Arab terhadap filosofi Yunani. Namun ini bukanlah sebuah masalah yang sederhana. saya memilih untuk berfokus pada budaya Eropa Barat (konteks di mana buku ini sendiri telah muncul). Biarpun demikian. KEKRISTENAN MENGAKHIRI ZEUS? Orang-orang Kristen mula-mula diselamatkan dari keadaan yang tidak menyenangkan dan tanpa rasa sakit untuk menjungkirbalikkan pemujaan kepada Zeus.). jalan sekarang terbentang membuka bagi berakhirnya paganisme. tetapi lebih pada persoalan uang. tempat pemujaan dan di rumah serta di tanah. Di tahun 356 pengorbanan dan pemujaan berhala dilarang (16.5).59) melaporkan sebuah diskusi yang . tujuh dekrit Theodosius pada 391/2 mengulangi pelarangan tiap bentuk pemujaan berhala di tiap tempat yang dimungkinkan–kuil. Flavius Julius Constans.Saya akan memerhatikan periode-periode ini dan sebagian dari peninggalan mereka di dunia modern pada bagian ini.10. apa yang benar-benar diungkapkan dalam melawan penyembahan berhala pada kondisi ini bukanlah dekrit yang layak dari para kaisar yang alim itu. kepala dewa penyembah berhala.

seluruhnya hancur dalam sebuah kebakaran di tahun 475. Kemudian belakangan. yakni Zeus dari Olympia menjadi bagian bintang di dalam koleksi utama dari Lausus. Konstantin.1 Betapapun. maka orang-orang tidak berhenti untuk memerlukan layanan yang telah . Koleksi ini. Jika Zeus tidak dipuja di bawah nama miliknya sendiri. terutama pada tahun 522 dan 551. Tetapi mereka tidak lagi disucikan. Sebagai gantinya. Paganisme telah selalu menjadi mahal dan sejumlah reruntuhan kuil-kuil memberi kesaksian atas hal tersebut. perlu mengimpor budaya dan tradisi. jadi misalnya dia dengan bersifat penghujatan terhadap agama mengambil Zeus dari Dodona dan Athena dari Lindos serta meletakkannya di dalam Gedung Senat yang baru. yang memerlukan pendanaan cukup besar. Begitu pula untuk Zeus: Olympiade terakhir. Namun.dikatakan Theodosius terlibat di dalamnya dengan para senator di Roma pada sekitar tahun 393. menghabiskannya. gempa bumi. Patung-patung memiliki kisahnya masing-masing seiring mereka terus dipuja di dalam sejenis budaya museum. yang juga termasuk misalnya Aphrodite of Knidos (salah satu dari karya terkenal pematung Yunani kuno Praxiteles of Athens pada abad ke-4 SM). yang membangun dengan efektif kota baru Konstantinopel. yang merupakan Pengurus Rumah Tangga Utama Theodosius II (402–50). kuil-kuil juga dijaga dan proteksi. patung legendaris karya Pheidias. digelar pada 393. Kuil terbakar habis pada tahun 426 dan tidak akan ada uang lagi untuk melakukan perbaikan. di mana dia beralih pada dorongan fakta nyata ekonomi: adalah menelan biaya terlalu banyak untuk mempertahankan pengorbanan penyembahan berhala (sehingga ia dilakukan) dan uang dibutuhkan bagi anggaran pertahanan. sebuah gereja Kristen sederhana dibangun di lokasi kerja dari Pheidias. si pematung Yunani kuno. ini belum cukup untuk mengakhirinya.

di mana Zeus pernah dipuja. bisa jadi dalam mengejar seekor naga. medium yang memiliki otoritas untuk melihat masa depan) yang kepadanya dikonsultasikan oleh Vespasian pada tahun 69 masehi sebagai sebuah langkah menuju kedudukan kaisar (Tacitus.2 Ini merupakan kualitas-kualitas dari kebutuhan penggantian Zeus kita dan mereka menuntun kepada mitologi asing baru di dalam budaya populer Yunani: guruh adalah nabi Elia yang berkendara melintasi langit. yang merupakan ‘di antara Yudea dan Syria’. di mana memukul keras orang-orang Ahab dengan kilat dari sebuah puncak bukit. naik ke surga di dalam sebuah ‘kereta kuda berapi’. orang suci (Kristen) tertentu seringkali menerima pemujaan sebagai gantinya. dalam sebuah konfrontasi besar melawan para nabi Baal memanggil langsung dari yang paling puncak dari Gunung Carmel hujan badai begitu kuat untuk membanjiri tanah yang dilanda kekeringan hebat.78). dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Elijah. Inilah nabi Elia (bahasa Indonesia. Wonders of the City of Rome.disediakannya selama satu milenium. adalah lokasi dari sebuah orakel (sabda dewa. YUPITER DI EROPA BARAT 500–1200 Di puncak kubu pertahanan terdapat kuil Yupiter dan (Juno) Moneta. §24 (c. puncak gunung dewa cuaca Zeus dari Yunani kuno kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa kitab suci Kristen sebagai nabi Elia. terkadang Santo Elia. tahun 1150 masehi. red). Di puncak-puncak gunung. Histories 2. seperti di Gunung Olympus dan Gunung Lykaion. Dengan aneh. melukiskan Capitol Hill) . ketika dia meninggal. Ini menunjukkan bagaimana fenomena keagamaan yang mendasari tidak begitu banyak digusur seiring ia dilawan oleh agama-agama yang berbeda: agama orang-orang Kanaan benar-benar dipetakan ke dalam monoteisme orang-orang Yahudi melalui sosok Elia. dan. Gunung Karmel sendiri.

tetapi mencukupi untuk mengatakan bahwa karya-karya ini memeliharakan para dewa pagan tetap hidup melalui cara kesusasteraan serta diduga mereka memiliki signifikansi yang lebih besar daripada objek-objek penyembahan berhala dan . Karenanya para dewa kuno mempertahankan kehadiran dan dari waktu ke waktu terus dibahas. penerimaan kesusasteraan klasik bagi umat Kristen menjadi pertanyaan kunci. Adalah melampaui lingkup buku ini untuk masuk ke dalam detail. ini terlihat dari sebagian besar tanggal manuskrip-manuskrip kita yang berasal dari abad ke-9 atau sesudahnya. Tidak diragukan lagi asal-mula dari pendidikan di zaman pertengahan dari sistem klasik paganisme membantu memeliharakan penghormatan bagi teks-teks ini.Teks-teks klasik di dalam bahasa Latin terus dibaca di Barat setelah berakhirnya dunia Romawi. Teks-teks pagan juga diuntungkan oleh dukungan para pemuka gereja dan dari praktik menyalin manuskrip-manuskrip di biara-biara. pandangan bahwa Charlemagne beserta para penasihatnya mengambil budaya sebuah kaisar Romawi baru seharusnya mempromosikan apa yang sekarang disebut sebagai ‘Renaisans Carolingian’ dan promosi aktivitas melek huruf yang melampaui apa yang dipersyaratkan oleh Gereja. Apalagi. Pada waktu yang sama terdapat cukup ketertarikan dalam mitologi klasik untuk bukubuku yang ia berperan besar untuk bertahan dan dibaca. Seiring melek huruf hanya dimungkinkan di dalam konteks yang berhubungan dengan biara dan gereja. karya Martianus Capella Wedding of Philology and Mercury (kemungkinan sekitar tahun 450) dan dari Fulgentius Mythologiae (bisa jadi dalam generasi menyusul Martianus). yang tanpanya hanya sedikit yang akan terselamatkan. Sentral terhadap tradisi ini adalah tiga karya terpelajar dari abad ke-5 masehi–Commentarii (‘Buku Catatan’) pada karya Cicero Dream of Scipio oleh Macrobius (prefect/pejabat kepala atau hakim kepala dari Italia pada tahun 430).

15). dan kemungkinan mewakili jiwa dari dunia. tidak dengan jelas berkontradiksi dengan Kekristenan di dalam cara di mana praktik-praktik kultus penyembahan berhala mengerjakannya. sumber utama tunggal atas berbagai hal). sehingga ia tidak dapat dipotong ke dalam bagian-bagian. betapapun adalah lebih tepat disebut Yupiter. Wedding of Philology and Mercury 7. yang terakhir dan merupakan panggung paling berbeda di dalam perkembangan filosofi Plato di dunia kepurbakalaan. satu matahari. karena ia begitu berikatan bersama-sama. kemungkinan mewakili hidup. Sebagian telah menyebut ini Harmoni. karena yang sama itu adalah sumber dan bapa dari para dewa. Yupiter bagi Macrobius adalah langit (misalnya ether) dan saudari-isterinya Juno.17.3 Neo-Platoisme ini. Dan setelah contohnya kita berbicara tentang satu ilah. Martianus Capella. bahwa penyatuan bilangan tanpa lainnya. satu bulan. karena ia memberikan kesaksian terhadap kekuatan kausatif (bersifat menyebabkan) dari bentuk prototipe yang masuk akal tersebut. berakibat berlawanan atas Euhemerisme dan. Di sisi lain pemahaman sebuah dewa individu untuk disembah di antara lainnya adalah sangat lemah .731 Terungkap bahwa bahan di mana ia menjadi bagiannya berulang di dalam karya Isidore dari Seville. satu dunia. udara: ‘saudari karena udara dilahirkan dari bibit yang sama seperti langit. mencapai kebenaran utama mengenai manusia dan keilahian. . Yupiter kemungkinan mewakili api.pengorbanan.4 Ini menyoroti ketegangan paganisme yang melekat dalam bahan sains dan pendidikan di mana Zaman Pertengahan diwariskan dan dihargakan. Mempersonifikasikan Arithmetic berbicara kepada kita di dalam Buku 7 dari kekekalan monad (sebuah atom dengan valensi satu. Martianus mengangkat patoknya. isteri karena udara merupakan subjek terhadap langit’ (Dream of Scipio 1. Book of Numbers ‘kecuali untuk bahan yang terkait dengan para dewa penyembah berhala’. hal-hal plural tidak dapat masuk ke dalam eksistensi dan di mana tetap hidup bahkan ketika mereka pergi: Bapa dari semua hal ini dengan tepat disebut Jove. dan juga empat elemen tunggal yang eksis. . sebagian Kesalehan atau Persahabatan.

dalam teks-teks paganisme terakhir ini. jadi dia juga adalah isteri dari Jove. daripada pengorbanan kepada para dewa di kuil-kuil. bahwa dua elemen ini sangat banyak dikaitkan satu sama lain. walaupun demikian ia ternyata adalah saudara perempuan dari Jove untuk alasan ini. di mana itulah mengapa ia disebut Era dalam bahasa Yunani. Isidore (c. menyediakan cicilan lain bagi ensiklopedia virtual yang telah mendominasi imajinasi dari begitu banyak guru dan penulis atas abad-abad ini. Jove sebagai api: inilah mengapa ia disebut Zeus di Yunani–Zeus dalam Yunani dapat berarti kehidupan [zen] atau panas [zein–mendidih]. Mythologiae 1. dan di dalam Martianus mereka merupakan alegori-alegori yang tidak berbahaya–para pengarang ini telah menggenapi tendensi yang sudah muncul di dalam Plato untuk memandang objek-objek pikiran sebagai target sesungguhnya dari agama. Juno sebagai udara. adalah untuk menemukan pemahaman filosofis dalam rentangan besar dari legenda para dewa dan para pahlawan. Tidak juga Macrobius di dalam Dream of Scipio-nya maupun Martianus. ketika ia dinikahkan dengan api. Kristus atau Musa. • kedua. Penggerak perhatian Fulgentius. Fulgentius. Origines (atau Etymologiae) mencakup tiap aspek yang dapat dibayangkan dari budaya dan pembelajaran. dan meskipun mereka sepatutnya membuat udara menjadi maskulin. biarpun dia berbicara singkat mengenai Tuhan Kristen. 570–636) . terutama dalam Mythologiae. karena udara. Agama telah menjadi dihaluskan bagi kelas-kelas intelektual dari zaman purbakala akhir Romawi Afrika. Ini adalah Jove dan Juno-nya sebagai dua dari empat elemen: • pertama. yang sekarang telah ditutup semuanya. Dunia dapat dikenal jika terdapat cukup karya yang komprehensif dan tentu saja karya Isidore. atau karena elemen ini panas. sebagaimana yang dipegang Heraclitus. baik karena mereka maksudkan bahwa seluruh hal-hal yang hidup memiliki api vital.3 (poin terpisah ditambahkan untuk memperjelas) Ini merupakan teks dari terpeliharanya popularitas hingga pada Renaisans dan ia memenuhi kesenjangan dari ‘sains’ tanpa menuduh para dewa palsu. akan berkobar-kobar.

walaupun fakta bahwa dia berkomitmen melakukan perkawinan sedarah dengan keluarganya dan kekejaman seksual terhadap pihak lain. ketika hal seperti itu tidak belum pernah ada di Yunani. Ia dalam sembarang kasus telah diintegrasikan menjelang akhir zaman kekunoan dari Zaman Roma ke dalam keseluruhan sistem . Origines 8.adalah Uskup dari Seville dalam sebuah renaisans Visigothic (satu dari dua cabang utama Goths. terkadang dia diandaikan meminta pertemuan besar dengan Danae melalui hujan emas–jadi Anda dapat memahami bahwa kebajikan dari seorang wanita telah dikorupsi oleh emas. Catatan Isidore tentang ‘Para Dewa Pagan’ dimulai seperti ini: (1) Mereka yang dideklarasikan para penyembah berhala sebagai para dewa terungkap pernah menjadi manusia. adalah yang pertama memanggil pada Yupiter. (9) di antara Cecrops (Kekrops. . . seperti telah kita lihat. raja awal kelahiran bumi dari Attica) Yunani. di mana. mendirikan altar. suku di Jerman Timur) di Spanyol dan Origines-nya menyebar cepat sekali di seluruh Eropa. .27) sebagai semata-mata takhyul. terkadang dalam bentuk seekor rajawali karena dia menyambar seorang anak laki-laki untuk menistakannya. misalnya ada di sana bagi tiap orang. tetapi ia kemudian terlihat memberikan mereka sebuah alasan untuk bertahan dalam budaya Kristen (Seznec 1953: bab 1. diperdebatkan guna mencela para dewa. (34) Jove adalah dinamakan menurut membantu [juvando] dan Yupiter adalah sejenis bapa yang membantu [juvans pater]. . sejalan dengan kehidupan dan pencapaian masing-masing. . . Dari sudut pandang kita dia tertarik untuk memelihara dan menyebarluaskan cara pandang Euhemerist pada para dewa kuno.11 Penghentian akhir untuk dipertimbangkan di sini adalah astrologi. . Yupiter di antara warga Kreta.). mereka mulai disembah setelah kematiannya di antara masyarakat mereka sendiri–seperti Isis di antara rakyat Mesir. menemukan patung-patung. Isidore. (35) Mereka terkadang menggambarkannya sebagai sapi jantan karena penculikan Europa–dia berada dalam sebuah kapal yang perlambangnya adalah seekor sapi jantan. berlanjut dengan mengagumkan dalam sebuah zaman di mana pikirannya terhadap sains sangat berbeda dengan yang kita miliki. Ini pernah. mempersembahkan korban. Mereka juga memberinya gelar personal Jove Optimus [paling baik]. dan. bahkan jika ia memeroleh penolakan tidak simpatik dari Isidore (3.

melalui interaksi dengan Bizantium dan dengan dunia Arab yang telah mengambil ketertarikan semacam itu dalam filosofi dan sains Yunani. bintang-bintang dan alam semesta. guru pribadi Henry Plantagenet (Henry II.pengetahuan. kita tidak akan mengetahui bagaimana untuk menemukan Taurus di langit-langit (Seznec 1953: 51). ERA 1200. Yupiter (Zeus) merupakan lebih daripada sebuah label untuk sebuah planet. Astronomi. Salah satu dari bagian petunjuk paling menyenangkan adalah kumpulan lagu-lagu dalam sebuah manuskrip dari tahun 1230 atau lebih dini dari .5 Di lain pihak ia dihubungkan dengan euergetist (dermawan/orang yang mencoba melakukan semua dengan baik) karakter Zeus dari Euhemeros: planet Yupiter didominasi oleh hal yang bersifat dermawan dan membawa kesehatan. sesuatu yang sesuai pada satu tangan dengan untaian pemikiran non-Euhemerist. merupakan bagian dari kurikulum inti lanjutan.6 Juli 1189) berkuasa sebagai raja Inggris pada kurun 1154-1189). disebut Curtmantle (5 Maret 1133 . quadrivium. William of Conches (seorang filosof skolastik Prancis). yang darinya ia hampir tidak bisa dibedakan. di mana ia sendiri cenderung bermeditasi pada matahari.6 Adat dan pengetahuan legenda serta yang berbau astrologi darinya ini ditanamkan begitu baik sehingga menjadi mustahil untuk mencabut nama-nama paganisme dari planet-planet dan gugusan bintang. pada sekitar tahun 1122. 1300-AN: KEBANGUNAN KEMBALI SEBELUM RENAISANS Pengetahuan Ilmu Klasik (studi karya kesusasteraan Yunani dan Romawi kuno) adalah cukup lumrah di antara mereka yang terpelajar dan para audiensnya menjelang akhir Zaman Pertengahan. bahkan menjustifikasi pengetahuan legenda pagan pada basis ini: jika kita tidak mengetahui kisah Yupiter mengambil bentuk sapi jantan untuk menculik Europa. Astrologi secara khusus menjadi berpengaruh pada abad ke-12 hingga ke-14. ia merupakan planet itu sendiri.

lebih dari itu. Sebuah karya kunci dalam tradisi ini adalah Book of Albricus the Philosopher on the Images of the Gods. terkadang berkuasa. puisi-puisi masa pertengahan ini memiliki sebuah tempat bagi Yupiter dalam mitologi klasikal yang dengan ringan mereka kenakan: tertawa (risu Jovis. Termasyhur dalam karya berirama yang hebat dari Carl Orff (musisi Jerman yang mengembangkan sistem yang dipakai meluas untuk mengajarkan musik kepada anak-anak) pada tahun 1938. dan dalam kasus Europa bentuk seekor sapi jantan. yang terlihat nuansa Kristennya (191. yang untuk Danae (puteri dari raja Argos dan ibu. quod et maius est. bait 22): homo videt faciem. bait 4 Banyak dari pengetahuan tentang mitologi datang dari karya Ovid. qui pro Dane sumpsit auri. in Europa formam tauri. Dia juga menghasilkan sebuah syair yang bagus.Benediktbeuern di kaki perbukitan Alps. dan. nama yang diberikan pada pengarang anonim 10 puisi dari kesusasteraan Latin pada masa pertengahan) mengatakan kepada kita bahwa ‘manusia bisa melihat pada penampilan. pernah pada planet. oleh Jove. kemungkinan dengan sepantasnya. Carmina Burana 117. tetapi hati adalah terbuka bagi Jove’. per Jovem. ‘dengan gelak tertawa Jove’). oleh Zeus disamarkan sebagai pancaran emas) mengambil bentuk emas. Metamorphoses. Archpoet (Archipoeta. sed cor patet Jovi. yang disebut Carmina Burana. sebagaimana ketika si pelantun dengan berang menolak kalau dia telah menjadi tidak setia: Unde juro Musas novem. Jadi saya bersumpah oleh Muses (para dewi atau roh yang menginspirasikan penciptaan kesusasteraan dan seni) sembilan. adalah oleh Alexander Neckham . yang telah diinterpretasikan dalam cara alegori yang banyak akal. di mana sebagian pemikiran.

seorang cendekiawan dan guru berkebangsaan Inggris. Ini pada akhirnya merupakan sumber penting bagi syair berima yang benar-benar masif. tetapi dalam sebuah cara menggunakannya sebagai sebuah teks yang dapat dialihkan pada dampak . sayap-sayap dilebarkan. kemudian. dari ‘Albricus’ Pada jantung proyek ini adalah gagasan bahwa kalau ‘Juru Selamat dan Penebus kita yang diberkati Yesus Kristus’ menggunakan cerita perumpamaan serta perbandinganperbandingan. Ovide moralisé: ‘Texte du commentaire de Copenhague’. de Boer v. Betapapun.394. dan dia menceritakan apa arti dari kisah-kisah mereka. maka adalah sah pula untuk memanfaatkan Ovid. hal penting dalam sebuah zaman ketika seluruh patung-patung telah lenyap. putera dari Saturnus. bahwa kita tidak mengekstraksi pemaknaan definitif tunggal dari Ovid. ia mengikuti. Nama ini juga dieja sebagai Alexander Nequam (bahasa Latin untuk ‘si jahat’!). selayaknya dilukiskan duduk dalam kemuliaan agung pada sebuah singgasana gading. Menggunakan nama samaran Albricus. Di sampingnya tegak bertumpu seekor rajawali. ia adalah seorang filosof dan ahli ensiklopedi yang ibunya menyusui Richard Lionheart (raja Inggris mulai 6 Juli 1189 hingga kematiannya pada 1199) serta merupakan manusia pertama di dalam sejarah untuk menyebutkan cermin dan kompas magnetik. yang kepadanya langit dan kekuasaannya diperuntukkan dengan jumlah besar.(1157–1217). dia mengatakan seperti apa rupa para dewa itu. yang membawa bahan-bahan ini ke sebuah pasar yang lebih lebar daripada bahkan apa yang dapat dilakukan oleh sebuah karya Latin:7 Dari Yupiter dan bentuknya: Yupiter. Dia mengecilkan nyali sebagian para raksasa yang telah dikalahkan dan menelungkup di bawah kakinya. yang di antara kakinya direbut seorang anak laki-laki muda yang bernama Ganymedes. pada tangan kanannya memegang tongkat kerajaan dan di tangan kirinya guruh. Ovide moralisé dari sekitar tahun 1300.

sekarang dewa pencipta. Danae merupakan keperawanan cinta dari Dewa (4. Tuhan sejati. manusia sejati. yakni adegan di mana malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Maria untuk . dan menara di mana dia dipagari adalah kandungan di mana Dewa memasukinya dengan hujan emas. dan faktanya c’est Jhesu. Keturunannya adalah Aurigena (dilahirkan dari emas. tanpa melalui pintu.5584).’ 5610). seiring dia menggabungkan dirinya kepada sifat alami kita. untuk cinta atas umat manusia –pour amour d’umaine nature (3411)–dipersiapkan untuk turun dari kayangan dan menjadi apa yang dia tidak pernah melakukannya. Ovid Metamorphoses 5. Yupiter adalah ‘Ilah penolong kita. disosokkan dalam legenda ini sebagai Ganymede. oleh Zeus disamarkan sebagai pancaran emas). misalnya yang dari Ganymede: • Penjelasan 1: Yupiter adalah raja dari Kreta (10.3368) yang mengalahkan Phrygians dalam peperangan dan mengambil Troy. penyelamat kita. Seperti seekor rajawali yang melesat ke langit.baik dalam sejenis pengajaran moral dan berdasarkannya varian dari berbagai interpretasi dikemukakan untuk tiap legenda. raja kita. yang terpenting dia duduk di tempat tertinggi’. Dia adalah yang paling panas dan paling kering serta dia disegarkan oleh pembawa air surgawi Aquarius. yakni menjadi seorang pria (manusia). bapa kita. Dalam legenda Danae (puteri dari raja Argos dan ibu. • Penjelasan 2: Jupiter est un element | sor touz est assis le plus hault (3401–2): ‘Yupiter merupakan sebuah elemen.250). ini tampak seperti Kristus. Ia mengingatkan pada penampakan ilahi (5611–3). Perseus yang gagah berani. Untuk Yupiter. vrai dieu et vrai home (‘Adalah Yesus. • Penjelasan 3: Yupiter. pencipta kita’. membawa daging yang telah disambarnya. Ganymede adalah sangat elok dan Yupiter membawanya pergi untuk kesenangannya sendiri contre droit et contre nature (3385).

para pengarang Italia dengan intens familiar atas kesusasteraan Latin sekuler pada sekitar tahun 1300.menyatakan bahwa dia akan mengandung Putera Tuhan. Seperti yang mungkin diperkirakan. beralih kepada kesenangan jasmani–anggur. ekivalen dari Dionysus). kecuali jika dia adalah jiwa ‘peminum dan penuh cinta ilahi’ (907). merupakan pemabuk yang dibuat tersesat bahkan oleh seorang wanita tua peminum. Ini merupakan puisi yang dibenamkan di dalam Ilmu Klasik Yunani dan Romawi kuno. Semele.8 Secara berkebalikan. kebijaksanaan panjang dan dicintai oleh Dewa. Bagi selera kita ini bisa jadi terobsesi dengan agama Kristen dan menenggelamkan perasaan paganisme dari teks yang tidak terpikirkan sama sekali. Tetapi terdapat kesenangan dari teka-teki silang mengenai memecahkan interpretasi-interpretasi yang banyak akal ini. Ini merupakan favorit dari lukisan Eropa dan penonton Danae di antara hujan emasnya selayaknya selalu mengemban di dalam pikirannya bahwa apa yang dilukiskan oleh para seniman merupakan sebuah penampakan ilahi yang disekulerkan. Maundy Thursday (Kamis sebelum Paskah) 1300 adalah ketika Divine Comedy dari Dante ditempatkan (ia ditulis pada 1306–21). makanan dan seks (1. Io. terkenal mengutip dengan persetujuan (Inferno 4.872). sebuah musik dalam irama periang dan sebuah demonstrasi yang prima dari kekuatan mitologi klasik yang tidak pernah berakhir guna membuat Anda berpikir. dengan stres berat pada keibuannya Bacchus (dalam mitologi klasik dewa anggur. Dia merupakan penggambaran paganisme dari apa dimaksudkan Maria dari Mesir terhadap umat Kristen (4013).3956) dan Argus adalah dunia ini (3938). Juno (3. ia lebih dari sebuah kesempatan untuk melukiskan ketelanjangan yang penuh emosi. Tidak semuanya berlangsung begitu mulus dalam pembacaan inventif atas legenda klasik ini.88–90) karya dari .

Ovid dan Lucan dalam tatanan tersebut–dan Vergil tentu saja merupakan panduan dari Dante terhadap Neraka. yang tidak memiliki 9 asal-mula. Che fosti in terra per noi crocifisso. bapa dari para dewa dan para pria. . consubstantial (dipandang sama dalam substansi atau esensi seperti tiga pribadi dalam Trinitas) dan membagikan singgasananya. karena kita seharusnya berpikir tentang Kronos sebagai pikiran murni [koros nous] di mana kita tidak dapat melihat atau menggenggamnya. . Jove eksis di latar belakang. tetapi Kronides. Horace. juga dipahami sebagai satu-satunya putera yang diperanakkan Dewa: seiring dia bertanggungjawab atas kehidupan [zoe] dia disebut ‘Zeus’. Yang telah disalibkan di bumi bagi kita. putera dari satu ini. menghakimi seluruh kemanusiaan dan untuk alasan ini disebut bapa dari para pria dan para dewa. Tetapi bahkan Ovide moralisé tidak cukup mempersiapkan kita untuk teologi ini: o sommo Giove. atau sebagai planet Yupiter. Albricus on the Images of the Gods. mengambil kesimpulan logika Cratylus dari Plato (lihat halaman 95f): Dan Zeus putera Kronos. Tetapi seiring dia merupakan putera Dewa. Di antara banyak lainnya dia menulis dalam bahasa Latin heksameter--puisi yang baris-barisnya memuat enam derap/daktilus —berjudul Africa pada Perang Punic. Penyair dan ahli matematika pitagoras Petrarch (1304–74) mempunyai buku-buku yang tepat di dalam koleksi pribadinya: Mythologiae dari Fulgentius dan karya Alexander Neckham.118f.Homer. Tidak ada yang tanpa preseden: penyamaan Zeus ini dengan Yesus Kristus juga telah dilakukan sebelumnya oleh Yohanes Diaken. O Jove tertinggi. kadang-kadang muncul mengguruh kepada Para Raksasa yang pernah dikalahkannya. dan duduk di atas para dewa tersebut yang sebagai sebuah kesombongan memanggil para puteranya. yang begitu peduli dengan kisaran klasik para dewa di mana kita dapat kembali ke dalam dunia Vergil: . dia disebut ‘putera dari Kronos’. di mana namanya telah diterapkan oleh para penyembah berhala yang salah arah. Purgatorio 6.

‘Sebagian orang yang serius berpikir dia disebut Yupiter karena dia merupakan bapa penolong [lihat Isidore di atas. Petrarch. bangga pada takhtanya yang penuh kebesaran Memegang tongkat kerajaan dan halilintar pada tangan-tangannya. halaman 122]. di mana dia telah menghasilkannya dari yang diduga satu pengarang yang tidak dikenal ‘Theodontius’ yang darinya dia mengutip di mana-mana. Boccaccio berpikir dia menjadi disebut Yupiter karena dia seperti planet Yupiter. lembab. putera dari Saturnus (Kronos). seperti makhluk dahulu kala ‘Demogorgon’. Africa 140–42 (dalam Seznec 1953: 173) Dan temannya Boccaccio (1313–75) menulis Fulgentius baru. Yupiter 2 merupakan putera Caelum (‘Kayangan’. sebuah Genealogie deorum gentilium (‘Genealogi dari Para Dewa Pagan’. berangin. dan pembawa senjata Jove [rajawali] di depan Cakar-cakarnya mengangkat pemuda Idaean [Ganymede] di atas bintang-bintang. Dan karena dia adalah banyak akal. 2. tetapi itu hanya . dalam karakter astrologinya sebagaimana dilukiskan oleh Albumasar (astronom Arab dari abad ke-9). beriklim sedang.2) adalah putera dari Ether dan Hari. Laporannya mempunyai keganjilannya sendiri. tipe pencetus dari orang yang dibentuknya dia adalah elemen api dan putera dari Ether.10 Tetapi ia mengendapkan pada penghitungan elegan dari makhluk-makhluk ilahi sejak permulaan dan menunjukkan seluruh pengaruh yang telah kita bicarakan. edisi pertama 1360. ‘panas. Ouranos) dan Yupiter 3 seorang Kreta. Terdapat beberapa Yupiter. seperti Theodontius meyakinkan kita.Yupiter di depan yang lainnya. yang secara meluas populer dalam abad-abad yang kemudian. sebagaimana ia seharusnya ketika Anda memulainya dari sebuah dasar Euhemerist. sederhana dan pantas’ dan seterusnya. menurut orang Yunani Leontius (siapa?). Yupiter ini di bawah nama Lysanias memperkenalkan peradaban dan agama penyembahan berhala di Athena. Yupiter 1 (Geneal. direvisi belakangan).

‘untuk hidup’. adalah buku keenam dari De re publica) dan sebuah ikhtisar dari Aeneid.’ Dalam bahasa Yunani dia dilafalkan Zefs. And graunted of the tempest lysse [relief]. Yupiter diduga merenggut Europa dalam bentuk seekor sapi jantan putih. karena itulah simbol yang tergambar pada kapalnya (lihat Isidore di atas). Untuk mengutip satu contoh saja. Boccaccio menceritakan kepada kita. dalam bahasa Latin Somnium Scipionis. Chaucer. mengkhayalkan dirinya sendiri dibawa oleh rajawali dari Yupiter ke ‘Pondok Kemasyhuran’ dalam puisi dari nama itu (sekitar 1380). kebenaran dan kehidupan ‘dan itulah bagaimana ia sebenarnya’.cocok dengan diri Dewa sendiri. ini berarti bahwa ‘api misalnya Yupiter tidak bercampur dengan udara misalnya Juno kecuali ketika sebagai sebuah halilintar ia turun ke dunia di bawahnya’ (2. ditulis oleh Cicero. misalnya ‘kehidupan’ (zen. Pembelajaran Ilmu Klasik Yunani dan Romawi kuno mengenai Yupiter mencakup Inggris. Chaucer.22–4) tetapi syair adalah dalam haknya sendiri pada sebuah bagian ekshibisi dari pembelajaran ilmu klasik. . lihat Fulgentius atau Plato) tetapi tentu saja adalah Kristus yang merupakan jalan. Rasionalisasi dan alegori muncul dari waktu ke waktu. Jika Yupiter membunuh Semele dalam bentuk sebuah halilintar.64).11 Motif ‘penyair pemimpi disambar oleh rajawali dari Jove’ ini berasal dari Dante (Purgatorio 9. termasuk adegan dari Aeneid 1 yang telah kita diskusikan sebelumnya (halaman 111): Ther saugh I Joves Venus kysse. pembaca lainnya dari Ovide moralisé. diperluas pada Somnium Scipionis (Mimpi dari Scipio. House of Fame 219f.

How Jupiter be olde dawes Lay be a Mayde. para pemikir humanis sekarang dengan konsisten mencari bagi filosofi dan nilai-nilai melampaui yang telah diberikan oleh Gereja. sebagaimana Plato telah selalu menjadi lebih abstrak dalam perlakuannya atas keilahian. Confessio Amantis 4. dan lebih dulu Io: Ovide telleth in his sawes. ini tidak spesifik menguntungkan Yupiter. walaupun dalam cara sedemikian yang tidak dengan mempertunjukkan. to gon theroute The large fieldes al aboute. and the goddesse Of Yo torneth the liknesse Into a cow. wherof that Juno His wif was wroth. Misalnya Yupiter di 5.12 Ini adalah masa ketika filosofi Neo-Plato yang telah mendominasi akhir zaman klasik penyembahan berhala menempuh sebuah kontrak kehidupan baru.1390) juga mengenal Ovid-nya. which Yo Was cleped.6249 merusakkan Callisto. John Gower.John Gower dalam Confessio Amantis-nya (c. bahkan jika Marsilio (Letter 8) merasa nyaman dengan Yupiter sebagai aether dan Juno sebagai udara.3317–24 ZEUS DAN RENAISANS Dengan Renaisans. Yang terbaik ini . dengan berbahaya. penganut Neo-Plato seperti Marsilio Ficino (1433–99) atau seorang penganut paham humanisme seperti Pico della Mirandola (1463–94) akan membicarakan lebih banyak mengenai aspek-aspek legenda dari agama daripada mengenai Jove. Namun. Karena itu. dan tidak konsisten dengan iman Kristen.

Ia secara menonjol dieksploitasi di dalam seni dan musik. Wind 1967: 252f. sebuah bola meriam (Wind 1967: 95f.): di sini Yupiter dan Phoebus Apollo tampak seperti Tuhan Bapa dan Tuhan Putera. Tema-tema mitologi klasik Yunani dan Romawi kuno.10 September 1482]. perang dan cinta. situasi-situasi dan nafsu. dikelilingi oleh Minerva dan Mercury memerankan Maria dan Yohanes Pembaptis. yang pada satu sisi merupakan kumpulan motif-motif yang berkaitan. untuk Jupiter Tonans (mengguruh).. dan mereka tidak mulai muncul hingga pada sekitar tahun 1400-an. satu dari prajurit profesional paling sukses pada masa Renaisans Italia). di mana Federigo da Montefeltro (juga dikenal sebagai Federico III da Montefeltro [7 Juni 1422. dan dengan Burung Merpati (Roh Kudus) diwakili oleh Pegasus –keduanya bahkan mengangkasa! Kembalinya sekarang dengan leluasa pada perbendaharaan peradaban Yunani dan Romawi di atas segalanya memberi kehidupan baru pada mitologi. fig. 71)! Dengan serupa seakan-akan pola pikir yang lebih harfiah. harus diciptakan berdasarkan pesanan. seorang budayawan Jerman. sementara rajawalinya membawa lencana mereka– termasuk.merupakan simbol-simbol dunia. dan dengan misterius yang lainnya mengemukakan sebagian perasaan lebih dalam. 13. mendasari kisahkisah yang jelas remeh-temeh ini. pada suatu lukisan dari ukiran kayu tahun 1507 mengkonstruksi gambar dari potongan Kristen tetapi dengan isi penyembahan berhala (fig. Conrad Celtes. Ini misalnya dalam antechapel (istilah yang diberikan pada bagian kapel yang terletak pada sisi barat dari sekat paduan suara) dari Palazzo Publico (istana di Kota . mendapatkan medali penghargaan dengan tanda planet Yupiter memerintah tanda Mars dan Venus yang penuh pertentangan. seperti yang lainnya.

arsitek dan pelukis Italia. Danae (puteri dari raja Argos. Milan dan Leuven. Ia tentu saja mendasari sejumlah besar penggambaran-penggambaran dalam seni.Siena. 7 Maret 1481-6 Januari 1537. Guidoccio Cozzarelli mengambil jeda dari lukisan-lukisan keagamaan utama untuk mengerjakan sebuah ‘Callisto’ diduga pada sekitar tahun 1500. kambing yang menyusui Zeus. yang dengan jelas harus dimaknai secara kiasan. kerapkali digambarkan sebagai ‘injilnya pelukis’. melukiskan. di Vatikan. Sementara itu. Pada edisi-edisi tahun 1470-an telah dilukiskan di Subiaco (di dekat Roma). terutama percintaan para dewa dan meminjamkannya dengan sengaja pada banyak dari representasi tersebut. Tetapi adalah sejak tahun 1500 bahwa pasar ini mulai beranjak maju. Italia) di Siena suatu rangkaian lukisan dinding yang menggambarkan para dewa di zaman klasik (bersama dengan para pahlawan republikan Romawi) dilukis oleh Taddeo di Bartolo pada sekitar tahun 1414. Venice. Callisto dan pastilah berasal dari sekitar tahun 1430. dalam pengaturan yang tidak mungkin dari pintu-pintu perunggu dari Basilika Santo Petrus. yang diatributkan pada Master of Griggs Crucifixion. Seni eksis dalam sebuah pemahaman yang siap digunakan dalam karya Ovid. Karya anonim ‘Adegan-adegan dari Legenda’. bahasa Yunani untuk ‘pencinta keunggulan’) memasukkan pada tahun 1445 sebuah penggambaran ‘Pemerkosaan Ganymede’. oleh Zeus disamarkan sebagai pancaran emas) pertama dalam pencaran emasnya tampaknya adalah dari Baldassare Peruzzi (Baldassare Tommaso Peruzzi. Antonio Averlino (atau ‘Filarete’. lahir di kota kecil di dekat Siena dan meninggal di Roma) dalam sebuah lukisan dinding Villa Farnese di . termasuk sebuah ‘Yupiter dengan halilintar’. di antaranya. Metamorphoses (halaman 48). Dia juga mengerjakan sebuah Amaltea di sini. terletak di kawasan Tuscany. terdapat berlawanan dengan penyaliban Santo Petrus.

Adalah karya yang bagus sekali dari Rembrandt. percintaan serta keturunannya dalam sebuah seri dari 12 lukisan pada sekitar tahun 1533. Washington. tetapi dengan lingkungan petani yang misterius di mana para dewa menemukan dirinya sendiri. 1490–1534) mengerjakan Danae (kecuali kalau itu adalah karya Giorgione). ia pertama kali muncul dengan desain dari Primaticcio untuk Fontainebleau (lihat di bawah) pada sekitar tahun 1550. dan Ganymede. Amerika . Dia menggambarkan masa kanak-kanak dari Yupiter. seperti pada gambar 14. terpisah dari sebuah lukisan (dengan aneh) dari Bramantino pada 1500. dilukis seyogyanya bagi bankir Chigi. di seluruh Ruang Para Raksasa dari Palazzo del Tè at Mantua. seringkali agak gelap. empat dari mereka berada di Hampton Court Palace dan satu di National Gallery (keduanya berada di Kota London). Pada sembarang tingkatan. Titian (c. Ganymede dan Semele. dan setelah itu disambut dengan senang hati ketika ia mencoba untuk sederhana. Ganymede. Di sini Kapel Sistine bertemu dengan legenda penyembahan berhala. adegan kegembiraan dan suka cita serta sekaligus pandangan tajam dari bayi dewa guruh itu sendiri dari National Gallery (London). atau agaknya dari suatu kubah. Io dan bayi Zeus. yang enam di antaranya berhasil bertahan. Europa dan Ganymede. Philemon and Baucis visited by Mercury and Jupiter (tahun 1658) di National Gallery of Art. Daphne. juga terdapat sebuah Ganymede di sana. 1477–1510) mengerjakan sebuah Daphne. Giorgione (c. Saya mereproduksi kembali. Correggio (c.Roma (tahun 1512). Callisto.1488–1576) mengerjakan Antiope. Giulio Romano (1499?–1546) mengerjakan secara praktis tiap legenda–termasuk Europa. Dan juga terdapat sebuah trompe l’oeil ‘Kejatuhan Para Raksasa’ yang melimpah (tahun 1534) sebagaimana mereka tuangkan dari Olympus. Kunjungan Yupiter dan Mercury ke Baucis dan Philemon bisa jadi merupakan subjek yang lebih sensitif dan maju.

dan yang jelas untuk suatu kesenangan. yang pertunjukannya dengan musik oleh John Eccles ternyata gagal. saya tidak dapat cukup membayangkan akan bagaimana ia rupanya seperti ‘marionette opera’. Ia kemungkinan merepresentasikan langkah maju dari yang secara rutin menyimpangkan bahan-bahan ‘dewa dan yang dicintai’ oleh pemain kecapi istana Louis de Mollier untuk pertunjukan oleh pemain komedi Marais . Selain itu terdapat beberapa ukiran. yang merupakan apa yang diciptakan Franz Joseph Haydn. Tetapi jika sebuah perusahaan New England dapat mengerjakan Tosca dengan cara itu. Secara kebetulan di Paris pada 1709 Semele lainnya dipertunjukkan. tetapi merupakan alur yang terlalu seksi bagi selera para pendukungnya.14 Bisa jadi para raja dan pangeran secara keseluruhan tidak menyukai kisah tentang penghukuman para raja. Cita rasa percintaan Yupiter diikhtisarkan oleh kompilasi adegan-adegan dari Thomas Heywood pada tahun 1625 dari lakonnya sebagai The Escapes of Jupiter.Serikat. yang dapat Anda temukan di Web. Inilah yang tampaknya pernah menjadi lukisan dari Raphael. komposer terkemuka dari istana Versailles. Di pihak lain kata-kata nyanyian dari Congreve pada tahun 1707.13 maka bisa jadi Baucis dan Philemon akan bekerja dengan baik. dari kaisar wanita Maria Theresa di Esterházy pada tahun 1773. sebuah oratorio yang megah dengan altar dan naga yang bernyala-nyala. diangkat dan dimodifikasi oleh Handel untuk Semele miliknya sendiri (tahun 1744). secara langsung mengilustrasikan Ovid. oleh Marin Marais. Di sisi lain. Kunjungan ke Lycaon dan transformasinya menjadi seekor serigala adalah dengan mengejutkan jarang terjadi. Ada sketsa lukisan minyak Rubens (1636–8) untuk sebuah lukisan dinding yang ditujukan bagi sebuah istana dari Philip IV dari Spanyol dengan karakter Yupiter yang menyerupai Kristus.

31f) adalah secara luar biasa tidak mungkin untuk menghasilkan sebuah opera. dengan pertunjukan perdana dari Molière dan Corneille. ternyata langsung berhasil. di mana satu momen mistik adalah perubahan Callisto menjadi bintang-bintang sebagai Beruang Besar (konstelasi di luar zodiak yang berotasi di sekitar Bintang Utara). Namun ia justru menghasilkan sendratari Platée ou Junon jalouse (‘Plataea. dengan mengagumkan. lengkap mesin-mesin untuk berputar dalam dekor dan terbang dalam para dewa. hanya perlu memeriksa daftar dari pertunjukan pada tahun-tahun tersebut yang sekarang tersedia di Web. Legenda-legenda ini biasanya diperlakukan dengan sangat ringan. dari 1651 oleh Cavalli di mana Yupiter. ia bisa jadi terlihat bahwa laporan dari Pausanias tentang Daedala di Plataia (p. misalnya. memulai dengan penyesalan telah memberi manusia kehendak bebas. Seseorang yang ingin menangkap suasana hati Paris dalam hari-hari tersebut. atau Juno yang Cemburu’) oleh Jacques . Dari seluruh material yang telah kita diskusikan pada bagian pertama. Ini merupakan hiburan yang sesuai dengan mode terakhir bagi kelas-kelas terpelajar. 15 Mitologi Yunani-Romawi merupakan sejenis keseragaman budaya yang membuat para audiens merasa nyaman mengenai status elite mereka tanpa terlalu berlebihan memajaki mereka.dalam Les amours de Jupiter et Sémélé (1666) pada kata-kata nyanyian dari Claude Boyer. menetapkan sebuah titik penghitung yang menggembirakan dari keremehan terhadap perburuhan yang telah memelajari bahasa Latin dan membaca Ovid melalui pendidikan. Terdapat Calisto. yang dalam pencariannya untuk Callisto. Dia kemudian mengadopsi sebuah suara falsetto (suara nyanyian pria dengan nada tinggi buatan) dan berdandan seperti para dewi demi meyakinkan Callisto bahwa dia adalah Diana. yang. Ini merupakan sebuah opera tidak masuk akal yang hebat.

dimensi lain dari penggunaan legenda-legenda Yupiter ini. dan seorang polisi penerima suap’. Untuk mengambil contoh lain Rubens menjalin Henri IV dan Marie de’ Medici dengan Yupiter dan Juno.) menyanyikan bagian dari Plataea (f. Para penyair merujuk pada Henri II dari Prancis (berkuasa tahun 1547–59) dan istananya sebagai le nouvel Olympe dan gambaran ini dipelihara oleh istana sendiri yang melakoni peran-peran tersebut. termasuk seorang pelaut kulit hitam. para pahlawan dan visi Neo-Plato yang berputar-putar. bahkan mengidentifikasi mereka. Seseorang hanya perlu melihat pada lukisan dinding di istana di Fontainebleau untuk menyaksikan dunia para dewa. seorang isteri baron (gelar bangsawan rendah di Eropa) yang tersamar. didesain oleh Primaticcio. Kedua penggunaan ini menjelaskan popularitas dari legenda-legenda Yupiter di dalam produksi istana dan membuat sebagian legenda. seorang lesbian yang maskulin. dan dilaksanakan oleh Niccolò dell’ Abate. gadis pramu panggung yang terlalu menyolok. lengkap dengan sebuah tenor (m. betapapun. yang telah dibuat menjadi sebuah opera komik oleh Rameau pada tahun 1745 bagi rasa senang berlebihan Louis XV dan puteranya bakal Louis XVI. misalnya ‘Rajawali menculik Ganymede’ dari tahun 1551–6.Autreau. yang telah bekerja di bawah Giulio Romano. Prancis. Sejak permulaan Zeus sudah memiliki hubungan khusus dengan para raja dan dengan berulang di masa-masa yang lebih modern kita menemukan para raja digambarkan sebagai Yupiter. dalam sebuah siklus dari tahun 1622–5. seperti Semele (Semele . Opera ini dibangkitkan oleh New York City Opera pada tahun 2000 dan ‘membentuk sebuah bar modern yang jorok dengan ditunjang oleh sebuah kelompok penuh warna dari karikatur-karikatur abad ke20.16 Pengaturan (setting) apa yang dilakukan Pausanias disimpan abad ke-21 bagi kita? Adalah. yang sebagian besar sekarang berada di Louvre.).

adalah sebuah opera oleh John Eccles. Kata-kata nyanyian oleh William Congreve, menggambarkan legenda Yunani dari Semele) itu, menjadi agak problematik. Apakah Handel dalam Semele-nya mengkritik pengaruh dari Madame de Walmoden, gundik dari George II? SENJAKALA DEWA DEWI Dalam sebagian besar sejarah dari peradaban Eropa, Revolusi Prancis dan periode romantisme menandai sebuah titik balik. Namun, dari sudut pandang kita, mereka hanya mempersiapkan landasan untuk periode modern yang secara bertahap membalikkan punggungnya pada nilai-nilai Renaisans dan ditegaskan dengan keyakinan baru sebuah kepercayaan dalam kemajuan, menetapkan nilai baru pada kontemporer dibandingkan dengan masa lalu. Pada abad ke-19, pendidikan klasik Yunani dan Romawi kuno terus menjadi sentral. Operet (opera singkat) pertama Gilbert dan Sullivan adalah Thespis, di mana Yupiter turun ke bumi untuk mencari tahu mengapa para dewa tidak lagi dihormati. Namun pertunjukan pertamanya pada tahun 1871 tidak benar-benar merupakan sebuah sukses: Ia mendapatkan booing (tindakan menyatakan ketidaksenangan atas seseorang atau sesuatu dengan meneriakkan yel keras boo) tidak hanya oleh para penonton tetapi juga oleh orkestra! Meskipun sudah menggelar 64 pertunjukan, ia tidak lagi eksis. Pada akhir lain dari sebuah karir, karya Richard Strauss, The Love of Danae dari 1940 adalah operanya yang kedua dari akhirnya. Kata-kata nyanyian dari Hofmannsthal membawa bersamasama begitu banyak dari mitologi percintaan Zeus. Danae, Semele, Leda, Europa, Alkmene–mereka semuanya ada di sana, dalam sebuah karya di mana Strauss dipandang telah mengidentikkan dirinya sendiri dalam sebuah cara dengan dewa Yupiter, dengan

tidak konsisten membangkitkan nada-nadanya di suatu tempat di dekat Wotan dari siklus opera Richard Wagner dalam karya Ring-nya (Der Ring des Nibelungen). Zeus-Yupiter tidak disebutkan di dalam Ring of the Nibelungs (pertama kali dipertunjukkan dengan lengkap pada tahun 1876). Tetapi ia membayanginya. Siklus opera hebat dari Wagner secara eksepsional menghadapi pertanyaan besar mengenai tatanan dunia dan meletakkannya di hadapan kita problem-problem menjadi seorang dewa kepala yang tercela, daripada sekadar menemukan humor di dalam suatu perangkat keilahian. Wotan dari Wagner mengutarakan secara tidak langsung Zeus dari Homer dan Jupiter dari Vergil di latar belakang, dan konflik dengan Para Raksasa mengingatkan pembentukan kekuasaan Zeus. Tetapi, yang lebih benar mungkin pada mitologi Norse (penghuni Skandinavia kuno), Ragnarök—peperangan utama yang bersifat perubahan dasar antara para dewa dan kekuatan jahat, dan darinya akan muncul tatanan baru--(yang dia pahami sebagai ‘Senjakala Para Dewa’),17 atau pada bencana alam final dari para Stoik di mana alam semesta yang ada sekarang pada suatu hari akan lenyap, gambaran Zeus dibesarkan oleh pemahaman akan akhir dari dunia sekaligus akhir dari kekuasaan para dewa. Bagi rakyat Yunani Zeus akan berkuasa selamanya. Namun masa-masa modern adalah kurang memihak pada gambaran stabilitas. Sekarang, seiring kita menjelajahi Web, nama ‘Zeus’ seringkali hanya sekadar sebuah kata bersuku satu yang kuat dan menunjukkan pengendalian total, populer di antara mereka yang bertugas memberikan nama kepada produk-produk. ‘Zeus Technology adalah ahli dunia dalam infrastruktur server web.’ ‘Zeus Informatics didirikan pada tahun 1998.’ ‘Zeus adalah sebuah konsep baru secara total dalam menghasilkan trafik web.’ ‘The Zeus untuk para programmer teks editor Windows telah dengan khusus didesain

bagi para pengembang perangkat lunak (software) yang bekerja di lingkungan Windows . Ia menawarkan sejumlah fitur yang membuat tugas penulisan kode pemrograman komputer menjadi lebih mudah dan lebih produktif.’ Dan Zeus Electronique Développement mengurusi ‘studi dan manufaktur dari produk-produk elektronik industri.’ Dengan lebih akademis:
Kita adalah sebuah kolaborasi dari sekitar 450 pakar fisika yang menjalankan sebuah detektor partikel besar pada collider (akselerator di mana dua berkas

partikel dipaksa untuk berbenturan) elektron-proton HERA di laboratorium DESY di Hamburg, Jerman. Detektor ZEUS merupakan perangkat canggih

untuk memelajari reaksi-reaksi partikel yang dimunculkan oleh berkas sinar berenergi tinggi dari akselerator HERA. 18

Dunia klasik budaya kuno Yunani dan Romawi juga menjadi bahan dari fantasi, dan setiap ahli klasik pertama kali menemukan dunia klasiknya melalui mitologi. Film Clash of the Titans (tahun 1981), dengan monster Kraken dari Norse, burung hantu dengan mekanisme jam, efek-efek khusus yang menakjubkan dari Ray Harryhausen (produser film Amerika) untuk mitologi Persesus yang merupakan gabungan aneka warna pada 1981, menggelinding di depan kita seorang Zeus yang masih mengendalikan dunia, yang pembawaan manusianya tidak terlalu jauh dari konsepsi asli Yunaninya. Ia menunjukkan bahwa kita masih merespons, sebagaimana yang dilakukan oleh masyarakat Yunani, terhadap sebuah perasaan ironi dan kelemahan dalam mengelola alam semesta yang tidak benar-benar cocok dengan kepercayaan modern. Zeus juga merupakan sebuah masalah tes akting yang menarik. Laurence Olivier (seorang aktor, sutradara dan produser Inggris) merupakan sebuah pilihan kisah kepahlawanan untuk Clash of the Titans. Ini juga adalah dunia di mana aktor film Amerika, Kevin Sorbo, berperan sebagai Hercules (Hercules: the Legendary Journeys, televisi 1994–9) membawa pembunuh bayaran profesional dengan senapan yang sendirian ke dunia Yunani dan adakalanya hidup bersama-sama

Tidak ada fantasi yang lengkap tanpa sebuah game komputer.dengan ayahnya yang mudah naik darah. Mereka yang tidak kekal dapat membuat kesalahan. menantang para dewa. menelurkan sebuah legenda’. ia menyokong sisi keliru dalam politik. sebagaimana saya menambahkan tanda titik terakhir ini.19 Namun. Dapatkan jawabanmu dari Raja Para Dewa sendiri. Salah satunya adalah Zeus: Master of Olympus di mana Anda mungkin dengan wajib ‘membangun sebuah kota. ia menderita dari halusinasi modern di mana Anda seharusnya merisikokan jawaban yang tidak sekadar ya/tidak dan tidak merekomendasikan pengorbanan pada dewa ini atau dewa itu yang seringkali cukup separuh saja. Dan ia tampaknya telah meninggal. apakah Anda akan mampu untuk meletakkan apapun yang telah didapatkan dari buku ini pada sebagian besar efek. seperti dewa kuno sendiri. Zeus. . saya tidak yakin. yang diperankan oleh figur substansial lainnya. garis langsung Anda adalah kepada Zeus. Siapa yang mengetahui yang mengelola lokasi orakel pada Amerika Serikat modern sekarang Tanya Zeus! Atau mengapa? Namun manfaatnya jelas: Mempunyai pertanyaan? Jangan memercayai kebijaksanaan duniawi. Di sisi lain. Pada akhirnya. Kemahakuasaan adalah sejuk! 20 Diingatkan. dengan otentik seperti Delphi. Anthony Quinn.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful