SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

Makalah
Diajukan untuk memenuhi salah tugas mata kuliah Teknik Tenaga Listrik

Disusun oleh :

Diko Hernaldo Rengga A. Prasetyo Firman E. Yudith Irawan

0806365665 0806366283 0806365841 0806366516

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA 2010

PENDAHULUAN

1.1

Penggunaan Energi

Sejak awal kehidupan di dunia ini, untuk mencukupi kebutuhan, manusia sudah memerlukan energi alam. Sejak zaman prasejarah sumber energi alam, seperti kayu dipakai memanaskan badan, memasak, dan pertukangan. Awal abad XII, bentuk energi lainnya seperti angin dan air dimanfaatkan untuk keperluan pengangkutan dan penggilingan biji-bijian. Manusia mulai memanfaatkan energi batubara untuk keperluan pemanasan dan memasak pada awal abad ke-14. Sejak abad XVIII di Inggris batubara ini digunakan untuk menghasilkan uap dan menggerakkan mesin uap pada pabrik pengerjaan logam dan tekstil. Berbagai penelitian dan uji coba dilakukan, sehingga dapat menemukan bentuk-bentuk energi alam lainnya yang dapat dimanfaatkan dalam kebutuhan dan kegiatan sehari-hari. Sampai sekarang hasil penelitian menghasilkan beberapa sumber energi, di antaranya:

1. Energi Mekanik 2. Energi Medan Magnet 3. Energi Grafitasi 4. Energi Nuklir 5. Energi Sinar 6. Energi Panas 7. Energi Listrik

Semua zat-zat (padat, cair dan gas) yang ada di alam semesta ini disebut materi. Materi ini mengandung energi dan energi ini dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya, karena alam maupun kejadian-kejadian teknis. Menurut hukum kekekalan energi bahwa energi itu tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan, tetapi dapat berubah dari energi satu ke energi lainnya.

1.2

Sejarah Penyediaan Tenaga Listrik
Pada tahun 1885 seorang dari Prancis bernama Lucian Gauland dan John Gibbs dari Inggris menjual hak patent generator arus bolak-balik kepada seorang pengusaha bernama George Westinghouse (Gambar 14.1). Selanjutnya dikembangkan generator arus bolak-balik dengan tegangan tetap, pembuatan transformator, dan akhirnya diperoleh sistem jaringan arus bolakbalik sebagai transmisi dari pembangkit ke beban/pemakai.

Gambar 1.1 Generator

Sejarah kelistrikan di Indonesia dimulai dengan selesai dibangunnya pusat tenaga listrik di Gambir, Jakarta Mei 1887, kemudian di Medan (1899), Surakarta (1902), Bandung (1906), Surabaya (1912), dan Banjarmasin (1922). Pusat-pusat tenaga listrik ini pada awalnya menggunakan tenaga thermis. Kemudian disusul dengan pembuatan pusatpusat listrik tenaga air: PLTA Giringan di Madiun (1917), PLTA Tes di Bengkulu (1920), PLTA Plengan di Priangan (1922), serta PLTA Bengkok dan PLTA Dago di Bandung (1923). Sebelum kemerdekaan pengusahaan tenaga listrik di Indonesia dikelola oleh beberapa perusahaan swasta, di antaranya yang terbesar adalah NIGEM (Nederlands

Energi listrik dari pusat pembangkitnya disalurkan melalui jaringan transmisi yang jaraknya relatif jauh ke pemakai listrik/konsumen. generator digerakkan oleh turbin dari bentuk energi lainnya antara lain: dari Air . ANIEM (Algemene Nederlands Indhische Electriciteits Maatschappij). Gas . Sementara itu.PLTN.PLTA. Jawatan Tenaga Air membangun dan mengusahakan sebagian besar pusat-pusat listrik tenaga air di Jawa Barat. Diesel .PLTU. Sejak tahun 1958 pengelolaan ketenagalistrikan di Indonesia ditangani oleh Perusahaan Umum Listrik Negara. 1. Panas Bumi .PLTP.PLTD.PLTG.2 Penyaluran energi listrik dari sumber ke beban .Indische Gas en Electriciteits Maatschappij) yang kemudian menjelma menjadi OGEM (Overzese Gasen Electriciteits Maatschappij). Uap . dan GEBEO (Gemeen Schappelijk Electriciteits Bedrijk Bandung en Omsheken). Gambar 1.3 Peranan Tenaga Listrik Di pusat pembangkit tenaga listrik. Nuklir .

KRL (Kereta Rel Listrik). mall. supermarket. 3. Penerangan Jalan Umum (PJU) Pada kota-kota besar penerangan jalan umum ini sangat diperlukan oleh karena bebannya berupa lampu dengan masing-masing daya tiap lampu/tiang antara 50 VA sampai dengan 250 VA bergantung pada jenis jalan yang diterangi. untuk yang kapasitasnya kecil dengan tegangan rendah. 4.400 VA. sedangkan yang berkapasitas besar dengan tegangan menengah 20KV.Konsumen listrik di Indonesia dengan sumber dari PLN atau Perusahaan swasta lainnya dapat dibedakan sebagai berikut. secara umum menggunakan sistem 1 fasa dengan tegangan rendah 220 V/380 V dan jumlahnya sangat banyak. maka system yang digunakan 1 fasa dengan tegangan rendah 220 V/380 V. terminal. tetapi masing-masing pabrik dayanya dalam orde ratusan kVA. . 2. 4. Konsumen Komersial Yang dimaksud konsumen komersial antara lain stasiun. Penggunaannya untuk pabrik yang kecil masih menggunakan sistem 1 fasa tegangan rendah (220V/380V).d. Rata-rata menggunakan sistem 3 fasa. kampus. Konsumen Rumah Tangga Masing-masing rumah dayanya antara 450 VA s. Konsumen Pabrik Jumlahnya tidak sebanyak konsumen rumah tangga. hotel-hotel berbintang. 1. rumah sakit besar. dan apartemen. untuk pabrik-pabrik skala besar menggunakan sistem 3 fasa dan saluran masuknya dengan jaringan tegangan menengah 20 kV. stadion olahraga.

. baik itu komersial maupun beberapa industri yang ada disini.PEMBAGIAN JARINGAN DISTRIBUSI DAN SISTEM PROTEKSINYA 2. Sistem distribusi daya listrik Sistem distribusi daya listrik meliputi semua Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 KV dan semua Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 380/220 Volt hingga ke meter-meter pelanggan. Sedangkan tenaga listrik yang bertegangan menengah (sistem 20 KV) dan tegangan tinggi (sistem 150 KV) hanya dipergunakan sebagai sistem penyaluran (distribusi dan transmisi) untuk jarak yang jauh. Setiap elemen jaringan distribusi pada lokasi tertentu dipasang trafo-trafo distribusi. Hal ini bertujuan untuk kehandalan sistem karena dapat memperkecil rugirugi daya dan memliki tingkat kehandalan penyaluran yang tinggi. Pendistribusian daya listrik dilakukan dengan menarik kawat – kawat distribusi melalui penghantar udara.1. Penghantar bawah tanah dari mulai gardu induk hingga ke pusat – pusat beban. Tenaga listrik yang lazim digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengoperasikan peralatan-peralatan tersebut adalah listrik dengan tegangan yang rendah (380/220 Volt). dimana tegangan distribusi 20 KV diturunkan ke level tegangan yang lebih rendah menjadi 380/220 Volt. jadi untuk daerah ini tetap disuplai melalui hantaran udara 3 phasa 3 kawat. pada sistem di ranting Galang ada terpasang jaringan bawah tanah karena keadaan kota atau daerahnya belum memungkinkan untuk dibangun jaringan tersebut. disalurkan melalui saluran transmisi ke berbagai wilayah menuju pusat-pusat pelanggan. Dari trafo-trafo ini kemudian para pelanggan listrik dilayani dengan menarik kabel-kabel tegangan rendah menjelajah ke sepanjang pusatpusat pemukiman.

industri kecil. Trafo distribusi berfungsi untuk menurunkan tegangan 20 KV dari Jaringan Tegangan Menengah (JTM) menjadi tegangan rendah 380/220 Volt. 2. Konsumen biasa adalah konsumen-konsumen yang menggunakan tenaga istrik dengan level tegangan rendah (380/220 Volt) seperti rumah tangga. Tegangan rendah inilah yang kemudian didistriibusikan ke pelanggan kecil melalui jaringan tegangan rendah (JTR) yang berupa sistem 3 phasa empat kawat. Konsumen besar adalah konsumen yang menggunakan energi yang besar yang biasanya langsung mengambil sumber listrik dari gardu terdekat untuk kemudian disalurkan ke Gardu Induk (GI ) pemakaian sendiri. 3. . Saluran distribusi adalah saluran yang berfungsi untuk menyalurkan tegangan dari gardu distribusi ke trafo distribusi ataupun trafo pemakaian sendiri bagi konsumen besar.1.1 Diagram satu garis sistem penyaluran Tenaga Listrik. pertokoan dan sebagainya.Gambar 2. perkantoran. 4. Keterangan dari gambar: 1.

Jaringan distribusi skunder bermula dari sisi skunder trafo distribusi dan berakhir hingga ke alat ukur (meteran) pelanggan. Secara garis besar jaringan distribusi dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu : 1.2. Pembagian Jaringan Distribusi Jaringan distribusi adalah kumpulan dari interkoneksi bagian-bagian rangkaian listrik dari sumber daya ( Trafo Daya pada GI distribusi ) yang besar sampai saklar-saklar pelayanan pelanggan. Jaringan distribusi primer tersebut merupakan jaringan penyulang. Sistem jaringan distribusi skunder ini disalurkan kepada para pelanggan melalui kawat berisolasi. 2. Jaringan ini berawal dari sisi skunder trafo daya yang terpasang pada gardu induk hingga kesisi primer trafo distribusi yang terpasang pada tiang-tiang saluran.1 One Line Penyulang Pahat . yaitu rating yang sama dengan tegangan peralatan yang dilayani. Distribusi Primer Distribusi primer adalah jaringan distribusi daya listrik yang bertegangan menengah (20 KV).2. Distribusi Sekunder Distribusi skunder adalah jaringan daya listrik yang termasuk dalam kategori tegangan rendah (sistem 380/220 Volt). Gambar 2.2.

baik itu peralatan guna kontruksi maupun peralatan proteksi. besi dan beton sesuai dengan fungsi bawah tanah.Gambar 2. Tiang Berfungsi : Untuk meletakkan penghantar serta perlengkapan system seperti transformator.3. 2. perlengkapan utama pada sistem distribusi tersebut antara lain: 1. Peralatan Sistem Distribusi Jaringan distribusi yang baik adalah jaringan yang memiliki perlengkapan dan peralatan yang cukup lengkap. Penyulang pahat merupakan salah satu Feder Utama 20 KV yang mendistribusikan daya ke konsumen yang sebelumnya melalui sistem pendistribusisn tegangan yaitu melalui penurunan tegangan 20 KV –380/220 Volt melalui tranformator step down. Kapasitor : Berfungsi untuk memperbesar factor daya pada system penyaluran.1 diatas memperlihatkan sistem pelayanan yang disalurkan melalui berbagai tujuan. Apabila hingga kerja recloser yang kedua keadaan masih membuka dan menutup. Kebanyakan penghantar yang digunakan pada sistem distribusi . recloser dan sebagainya. 4. yaitu dua kali pemutusan dan dua kali penyambungan . berarti telah terjadi gangguan permanen. Begitu juga dengan beberapa kawat jaringan bawah tanah. Recloser : Berfungsi untuk memutuskan saluran secara otomatis ketika terjadi gangguan dan akan segera menutup kembali beberapa waktu kemudian sesuai dengan setting waktunya. arrester.2. Fuse. Biasanya alat ini disetting untuk dua kali bekerja. peratan-peralatanm proteksi dipasangkan diatas tiang-tiang listrik berdekatan dekat letak pemasangan trafo. Penghantar : Berfungsi sebagai penyalur arus listrik dari trafo daya pada gardu induk ke konsumen. isolator. Tiang dibagi menjadi 3 jenis yaitu tiang kayu. 3. 2. Untuk jaringan distribusi sistem saluran udara. .

. PMT : Berfungsi untuk memutuskan saluran secara keseluruhan pada tiap out put.5. maka harus dilakukan pemeliharaan secara rutin untuk mengetahui kerusakan dan kehandalan dari masing-masing peralatan tersebut. Transformator Distribusi Transformator adalah salah komponen elektro yang berkerja untuk menaikan tegangan serta menurunkan tegangan dengan perinsip kerja gandengan elektromagnetik. Dalam sistem distribusi tenaga listrik transformator dapat dibagi berdasarkan sistem kerja menjadi dua macam yaitu: 1. terutama untuk peralatan proteksi. Tansformator : Berfungsi untuk menurunkan level tegangan sehingga sesuai dengan tegangan kerja yang diinginkan 8. Isolator : Berfungsi untuk melindungi kebocoran arus dari penghantar ke tiang maupun ke penghantar lainnya .6 KV menjadi 150 KV ) 2. 6. Agar dapat bekerja dengan baik dan terjaminnya kontinuitas pelayanan. 2. Pemutusan dapat terjadi karena adanya gangguan sehingga secara otomatis PMT akan membuka ataupun secara manual diputuskan karena adanya pemeliharaan jaringan. Transformator Down ( 150 KV menjadi 20 KV ) dan ( 20 KV menjadi 380 / 220 Volt ) Sistem distribusi menggunakan jenis transformator step down untuk menghasilkan tegangan yang diinginkan. Fuse : Berfungsi untuk memutuskan saluran apabila terjadi gangguan beban lebih maupun adanya gangguan hubung singkat.4. Transformator Step Up ( 11. 7. Perlengkapan – perlengkapan diatas sangat penting keberadaannya. Pemeliharan peralatan yang rutin sangat penting dilakukan agar setiap saat dapat diawasi keadaannya apakah masih layak dipakai atau tidak.

Belitan delta 2.5. Arester Adalah suatu alat untuk melindungi isolasi atau peralatam listrik terhadap tegangan lebih yang diakibatkan oleh sambaran petir atau tegangan transient yang tinggi dari suatu penyambungan atau pemutusan rangkaian (sirkuit). aresterberkerja dengan mengalirkan arus surge ( Surge Current ) ketanah . arester tersebut harus segera memutus arus yang mengikuti kemudian Follow Current.Berdasarkan jenis belitan transformator yang digunakan maka dalam sistem tenaga listrik terdapat dua macam jenis belitan antara lain: 1. Karakteristik Arrester Sebuah alat pengamanan memiliki beberapa karakteristik begitu juga dengan arrester yang memiliki beberapa karakteristik antara lain : . dengan jalan mengalirkan arus denyut (Surge Current) ketanah serta membatasi berlangsungnya arus ikutan (Follow Current) serta mengembalikan keadaan jaringan ke keadaan semula tanpa mengganggu sistem. Belitan bintang 2. kemudian setelah tegangan normal kembali. Prinsip Kerja Arester Bagi sebuah arester bila terjadi tegangan lebih pada jaringan .

generator dan fedder yang ada pada system dihubungkan kebusbar . d. Dalam sistem tenaga listrik Rel daya disebut juga dengan istilah Busbar. 2. Arus dengan frekwensi normal harus diputuskan dengan segera apabila tegangan transien telah turun dibawah harga tegangan tembusnya. Arus pelepasan selama Break Down ( Tembus ) tidak boleh melebihi arus pengelepasan nominal supaya tidak merusak. SUTT dan peralatan-peralatan listrik lainya untuk menerima dan mendistribusikan tenaga listrik .a. Rel Daya Rel daya adalah suatu bagian dari sistem tenaga listrik yang bertujuan dalam penggunaannya untuk mengkombinasikan bermacam feder yang akan turut dibagi dalam melayani beban. . alumunium atau ACSR.7. Semua rangkaian baik saluran masuk ataupun saluran keluar disambungkan dengan rel tersebut melalui pemutus daya dan saklar pemisah . Rel daya tunggal adalah sistem rel daya yang paling sederhana karena hanya menggunakan satu rel daya saja. Pada tegangan operasional . Sistem Busbar Tunggal ( Singgele Busbar Sistem ) Pada sistem ini semua trafo .6. Rel ini pada umunya terdiri dari bahan tembaga . 2. Busbar adalah konduktor berkapasitas arus besar yang berfungsi untuk terminal penampang arus yang masuk dan keluar melalui saluran masuk dan keluar melalui gardu induk. Busbar atau rel daya juga berfungsi untuk titik pertemuan atau hubungan antara transformator –transformator . harus mempunyai impedansi yang sangat tinggi atau tidak menarik arus listrik b. Bila mendapat tegangan transient abnormal diatas harga tegangan tembusnya . harus tembus ( Break Down ) Dengan cepat. c.

atau hanya terjadi pemutusan daya dalam waktu yang sangat singkat (beberapa detik). Menurut media peredam busur api . Klasifikasi Recloser Recloser dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a. ataupun bila terpaksa.7.Fasa tunggal .Media minyak . Reclocer (Pemutus Balik Otomatis) Salah satu tujuan pengamanan sistem tenaga listrik ialah terjaminnya penyaluran tenaga listrik. artinya bila terjadi gangguan (misalnya gangguan pada sistem distribusi yang sering terjadi) kalau mungkin tidak menimbulkan pemutusan daya.1 Rel Daya Tunggal 2. Peralatan yang bertugas untuk memberikan perintah memutus / menghubungkan daya secara otomatis adalah Pemutus Balik Otomatis(PBO) atau Recloser.Gambar 2. Menurut jumlah fasanya . pemutusan tersebut diusahakan sesingkat mungkin.8. Dengan penambahan rele penutup balik maka gangguan sementara tidak mengakibatkan pemutusan daya secara keseluruhan.Fasa tiga b.

Dalam pemasangannya dapat diperlihatkan pada bagan dibawah ini: Gambar 2.. Saklar seksi otomatis (SSO) bekerja sendiri untuk membuka rangkaian setelah perhitungan operasi pemutusan dari peralatan-peralatan disisi sumbernya. dan pembukaannya dilakukan pada saat peralatan disisi sumber sedang dalam posisi terbuka.9. Sectionalizer Sectinalizer atau yang disebut juga saklar seksi otomatis (SSO) adalah sebuah alat pemutus beban yg secara otomatis dapat dibebankan.1 Pemasangan Saklar Seksi Otomatis . seksi-seksi yang tergantung dari suatu sistem distribusi atau dapat melokalisasi gangguan pada seksi yang terganggu. Menurut peralatan pengendalinya .9. sehingga sistem yang tidak mengalami gangguan tetap mendapat energi listrik.Pengaturan hidrolik .Pengaturan elektronik 2.Media hampa udara (vacum) c.

I-1. R-1. U-2. S-3. R-4. H-1. G-1. U-1. Standarisasi daya tersambung yang disediakan oleh pengusaha ketenagalistrikan (PT PLN) berupa daftar penyeragaman pembatasan dan pengukuran dengan daya tersedia untuk tarif S-2. I-2.Instalasi Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Listrik Gambar 3. Dari mulai APP sampai titik akhir beban disebut Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik. I-3.1 Instalasi Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Listrik Keterangan: G GI GH GD TT TM TR APP = Generator/Pembangkit Tenaga Listrik = Gardu Induk = Gardu Hubung = Gardu Distribusi = Jaringan Tegangan Tinggi = Jaringan Tegangan Menengah = Jaringan Tegangan Rendah = Alat Pembatas/Pengukur Instalasi dari pembangkitan sampai dengan alat pembatas/pengukur (APP) disebut Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik. dan H- . R-2.

1 Daya Tersambung pada Tegangan Menengah Keterangan: *) Secara bertahap disesuaikan menjadi 20 kV **) Pengukuran tegangan menengah tetapi dengan pembatasan pada sisi tegangan rendah dengan pembatas arus 3 × 355 Ampere tegangan 220/380 Volt. dengan pembatas untuk tarif S-4. . U-3. Tabel 14. I-4.2 pada jaringan distribusi tegangan rendah. H-3. dan G-2 terlihat dalam tabel 3. ***) Pengukuran tegangan menengah tetapi dengan pembatasan pada sisi tegangan rendah dengan pembatas arus 3 × 630 Ampere tegangan 127/220 Volt.1 berikut. SS-4. Adapun daya tersambung pada tegangan menengah.

.2 Daya Tersambung Fungsi Arus Primer Daya yang disarankan untuk pelanggan TM 20 kV (Pengukuran pada sisi TM dengan relai sekunder). Pelanggan TM 20KV yang dibatasi dengan pelabur TM.2. standarisasi dayanya seperti tabel 3. berikut ini. Tabel 3.3 berikut.Pengguna listrik yang dilayani oleh PT PLN dapat dibedakan menjadi beberapa golongan yang ditunjukkan tabel 3.

Tabel 3.4 berikut Tabel 3.4 Daya Tersambung Tiga Phasa Pengguna listrik yang dilayani oleh PT PLN dapat dibedakan menjadi beberapa golongan yang ditunjukkan pada tabel 3. .3 Daya Tersambung Fungsi Pelabur Pelanggan TM yang dibatasi dengan pelabur TR.5 berikut ini. standarisasi dayanya seperti tabel 3.

Tegangan generator pembangkit relatif rendah (6 kV – 24 kV).5 Golongan Pelanggan PLN 3. Energi listrik yang dihasilkan pusat pembangkitan disalurkan melalui jaringan transmisi.1. Jaringan Listrik Pusat tenaga listrik umumnya terletak jauh dari pusat bebannya. juga untuk memperkecil rugi daya dan .Tabel 3.1. Tujuan peningkatan tegangan ini. Maka tegangan ini dinaikan dengan transformator daya ke tegangan yang lebih tinggi antara 150 kV – 500 kV. selain memperbesar daya hantar dari saluran (berbanding lurus dengan kwadrat tegangan).

petir. 3. sering disebut juga sebagai saluran transmisi. pencurian kabel lebih sulit. dan sebagainya. Biaya investasi untuk membangun suatu saluran udara jauh lebih murah dibandingkan untuk saluran di bawah tanah. 2. menurunkan tegangan dari 500 kV ke 150 kV atau dari 150 kV ke 70 kV. petir angin. tidak cocok untuk daerah banjir karena bila terjadi gangguan/kerusakan dan perbaikannya lebih sulit. Penurunan tegangan dari jaringan tegangan tinggi/ekstra tinggi sebelum ke konsumen dilakukan dua kali. salju. Sambungan bawah tanah relatif tidak terganggu oleh pengaruh-pengaruh cuaca seperti: hujan. 1. sedangkan dari transformator terakhir sampai konsumen disebut saluran distribusi atau saluran primer. 3. sabotase. saluran masuk ke dalam suatu gedung/bangunan sebagai pengguna energi listrik. Ada dua macam saluran transmisi/distribusi PLN yaitu saluran udara (overhed lines) dan saluran kabel bawah tanah (undergound cable). 1. . Pada akhir/ujung dari saluran transmisi. Bila terjadi gangguan lebih mudah mencarinya dan lebih mudah memperbaikinya jika dibandingkan untuk saluran bawah tanah. Namun saluran bawah tanah jauh lebih mahal dibanding saluran udara. gangguan layang-layang. akan lebih mudah dengan membuat lubang untuk tiang-tiang listrik. tidak semerawut seperti saluran udara. Yang kedua dilakukan pada gardu distribusi dari 150 kV ke 20 kV. Yang pertama dilakukan di gardu induk (GI). atau dari 70 kV ke 20 kV. Biaya pemeliharaan saluran kabel bawah tanah relatif murah. 2. Saluran bawah tanah tidak mengganggu keindahan pandangan. Saluran listrik dari sumber pembangkit tenaga listrik sampai transformator terakhir. Keuntungan pemasangan saluran bawah tanah.susut tegangan pada saluran transmisi. angin. Kedua cara penyaluran tersebut mesing-masing mempunyai keuntungan dan kerugian. saluran bawah tanah lebih disukai dan juga tidak mudah terganggu oleh cuaca buruk: hujan. Dari segi estetik. Untuk daerah-daerah yang tanahnya banyak mengandung batu-batuan. Secara rinci keuntungan pemasangan saluran udara sebagai berikut.

2 Situasi . PHB: Papan Hubung Bagi .Penerangan: Lampu-lampu Listrik .Cabang/SDP : Sub Distribution Panel . Beban . Adapun untuk saluran bawah tanah akan cocok digunakan pada: 1. gambar instalasi.2.1. berkas rancangan instalasi listrik terdiri dari: gambar situasi.Utama/MDP : Main Distribution Panel . 2. diagram garis tunggal. 3. kota-kota besar yang banyak penduduknya Komponen/peralatan utama perlistrikan pada gedung/bangunan tersebut terdiri dari: 1.Beban/SSDP : Sub-sub Distribution Panel 3. misalnya di pegunungan atau daerah jarang penduduknya.Kawat Penghantar (tidak berisolasi) .1.Dari pertimbangan di atas. dan gambar rinci. saluran transmisi tegangan tinggi. Gambar Situasi Gambar 3. daerah luar kota. saluran transmisi tegangan rendah.Tenaga: Motor-motor Listrik Dalam perencanaan instalasi listrik pada suatu gedung/bangunan.Kabel (berisolasi) 4. Penghantar: . bahwa saluran udara lebih cocok digunakan pada: 1. APP: Alat Pengukur dan Pembatas (milik PLN) 2.

yang biasanya berjarak rendah.3. Saluran masuk langsung ke APP yang biasanya terletak didepan/bagian yang mudah dilihat dari luar. 2. . Data yang perlu ditulis pada gambar situasi ini adalah alamat lengkap. dari PHB dibagi menjadi beberapa grup dan langsung ke beban. perlu digambarkan rencana pemasangan tiang-tiang listrik. Biasanya dengan sistem satu fasa.1.Yang menunjukan gambar posisi gedung/bangunan yang akan dipasang instalasi listriknya terhadap saluran/jaringan listrik terdekat. dan posisinya ada di dalam bangunan. 3. sehingga jarak ke beban jauh dari PHB utama dibagi menjadi beberapa grup cabang/subdistribution panel baru disalurkan ke beban. Pada PHB ini energi listrik didistribusikan ke beban menjadi beberap grup/kelompok: 1. Dari APP ke PHB utama melalui kabel toefoer. Bila belum ada jaringan listriknya. jarak terhadap sumber listrik terdekat (tiang listrik/bangunan yang sudah berlistrik) untuk daerah yang sudah ada jaringan listriknya. Untuk konsumen domestik/bangunan kecil. Gambar Instalasi Yang menunjukan gambar denah bangunan (pandangan atas) dengan rencana tata letak perlengkapan listrik dan rencana hubungan perlengkapan listriknya. Untuk konsumen industri karena areanya luas.

Pada diagram garis tunggal ini selain pembagian grup pada PHB utama/cabang/sub cabang juga menginformasikan jenis .1.4).1.Gambar 3. Diagram Garis Tunggal Diagram garis tunggal dari APP (alat pegukur dan pembatas) ke PHB (panel hubung bagi) utama yang didistribusikan ke beberapa grup langsung ke beban (untuk bangunan berkapasitas kecil) dan melalui panel cabang (SDP) maupun subpanel cabang (SSDP) baru ke beban (Gambar 3.1.4.3 Denah rumah tipe T-125 lantai dasar 3.

ukuran dan jenis pengaman arusnya.4. dan sistem pembumian/pertanahannya. Gambar 3.1. Diagram Garis tunggal Berikut ini adalah contoh diagram satu garis untuk konsumen tegangan rendah dan konsumen tegangan tinggi Gambar 3.5 Diagram Transmisi dan Distribusi .beban.1. ukuran dan jenis penghantar.

.1. Gambar rinci sekurang-kurangnya meliputi: – Ukuran fisik PHB – Cara pemasangan perlengkapan listrik – Cara pemasangan kabel/penghantar – Cara kerja rangkaian kendali – Dan lain-lain informasi/data yang diperlukan sebagai pelengkap.6. atau pemasangan detail instalasi penangkal petir dapat ditambahkan.1. misalkan panel hubung bagi. Bahkan cara pemasangan kabel. Gambar 3.3. Diagram satu garis instalasi listrik pada bangunan sistem tegangan menengah 20 KV dan tegangan rendah 380/220 V.5. Dalam gambar rinci dapat diberikan ukuran (panjang × lebar × tinggi) suatu barang. Gambar Rinci Gambar rinci dalam bangunan diperlukan untuk memberikan penjelasan yang rinci dari perancang ke pada pelaksana proyek atau dalam hal ini kontraktor.

1 APP Sistem satu fasa Gambar 4.Alat Pengukur dan Pembatas (APP) APP merupakan bagian dari pekerjaan dan tanggung jawab pengusaha ketenagalistrikan (PLN).2 APP Sistem Tiga fasa .9 kVA sampai dengan 630 kVA untuk sistem tiga fasa Gambar 4.400 VA untuk sistem satu fasa 4. Terdiri dari alat ukur kwh meter dan pembatas arus: 450 VA sampai dengan 4.

dll . Lampu Indikator. Peralatan pengaman arus listrik untuk penghubung dan pemutus terdiri dari: • CB (Circuit Breaker) • MCB (Miniatur Circuit Breaker) • MCCB (Mold Case Circuit Breaker) • NFB (No Fuse Circuit Breaker) • ACB (Air Circuit Breaker) • OCB (Oil Circuit Breaker) • VCB (Vacuum Circuit Breaker) • SF6CB (Sulfur Circuit Breaker) • Sekering dan pemisah • Switch dan DS (Disconnecting Switch) Peralatan tambahan dalam PHB antara lain: • Reley proteksi • Trafo tegangan.Panel Cabang/SDP : Sub-Distribution Panel .Panel Utama/MDP : Main Distribution Panel . maka suplai ke beban tidak akan terganggu dengan adanya sumber listrik sendiri (genset) sebagai cadangan. yang satu mendapat saluran masuk dari APP (pengusaha ketenagalistrikan) dan satunya lagi dari sumber listrik sendiri (genset).Panel Hubung Bagi (PHB) Panel Hubung Bagi (PHB) adalah panel berbentuk almari (cubicle). Voltmeter. Trafo arus • Alat-alat listrik: Amperemeter. Dari kedua busbar didistribusikan ke beban secara langsung atau melalui SDP dan atau SSDP. hantaran utamanya merupakan kabel feeder dan biasanya menggunakan NYFGBY. Cos meter. Frekuensi meter.Panel Beban/SSDP : Subsub-Distribution Panel Untuk PHB sistem tegangan rendah. Tujuan busbar dibagi menjadi dua segmen ini adalah jika sumber listrik dari PLN mati akibat gangguan ataupun karena pemeliharaan. yang dapat dibedakan sebagai: . Di dalam panel biasanya busbar/rel dibagi menjadi dua segmen yang saling berhubungan dengan sakelar pemisah.

Dapat digunakan kembali setelah rangkaian diperbaiki akibat hubung singkat atau beban lebih. pengaman termis berfungsi untuk mengamankan arus beban lebih sedangkan pengaman elektromagnetis berfungsi untuk mengamankan jika terjadi hubung singkat.MCB (Miniatur Circuit Breaker) MCB adalah pengaman rangkaian yang dilengkapi dengan pengaman thermis (bimetal) untuk pengaman beban lebih dan juga dilengkapi relai elektromagnetik untuk pengaman hubung singkat. MCB dibuat hanya memiliki satu kutub untuk pengaman satu phasa.3 MCB (Miniatur Circuit Breaker) . MCB banyak digunakan untuk pengaman sirkit satu phasa dan tiga phasa. 2. Mempunyai tanggapan yang baik apabila terjadi hubung singkat atau beban lebih. Keuntungan menggunakan MCB sebagai berikut. Pada MCB terdapat dua jenis pengaman yaitu secara thermis dan elektromagnetis. sedangkan pengaman elektromagnetik menggunakan sebuah kumparan yang dapat menarik sebuah angker dari besi lunak. Dapat memutuskan rangkaian tiga phasa walaupun terjadi hubung singkat pada salah satu phasanya. ini bergantung pada besarnya arus yang harus diamankan. sehingga apabila terjadi gangguan pada salah satu kutub maka kutub yang lainnya juga akan ikut terputus. pengamanan secara thermis memiliki kelambatan. sedangkan untuk pengaman tiga phasa biasanya memiliki tiga kutub dengan tuas yang disatukan. 3. Gambar 4. 1. Pengaman thermis pada MCB memiliki prinsip yang sama dengan thermal overload yaitu menggunakan dua buah logam yang digabungkan (bimetal).

Moving contacts 6. Arc chute 3. Jika dilihat dari segi pengaman. Pada jenis tertentu. Magnetic trip unit 8.4 Molded Case Circuit Breaker Keterangan: 1. Trip-free mechanism 5. BMC material for base and cover 2. Mounting for ST or UVT connection block 4. Compact size . Clear and IEC-complaint maekings 7. pengaman ini mempunyai kemampuan pemutusan yang dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan. maka MCCB dapat berfungsi sebagai pengaman gangguan arus hubung singkat dan arus beban lebih.MCCB (Molded Case Circuit Breaker) MCCB merupakan alat pengaman yang dalam proses operasinya mempunyai dua fungsi yaitu sebagai pengaman dan sebagai alat penghubung. Gambar 4.

Rating standar Air Circuit Breaker (ACB) yang dapat dijumpai dipasaran sebagai berikut. LV-ACB: Ue = 250 V dan 660 V Ie = 800 A – 6.2 kV dan 24kV Ie = 800 A – 7. Bila terjadi busur api dalam minyak.5 kA – 72 kA OCB (Oil Circuit Breaker) Oil Circuit Breaker adalah jenis CB yang menggunakan minyak sebagai sarana pemadam busur api yang timbul saat terjadi gangguan.000 A Icn = 12. ACB dapat digunakan pada tegangan rendah dan tegangan menengah.300 A Icn = 45 kA – 170 kA LV-ACB: Ue = 7. maka minyak yang dekat busur api akan berubah menjadi uap minyak dan busur api akan dikelilingi oleh gelembung gelembung uap minyak dan gas. Gas yang terbentuk tersebut mempunyai sifat thermal . Udara pada tekanan ruang atmosfer digunakan sebagai peredam busur api yang timbul akibat proses switching maupun gangguan. Gambar 4.ACB (Air Circuit Breaker) ACB (Air Circuit Breaker) merupakan jenis circuit breaker dengan sarana pemadam busur api berupa udara.5 ACB (Air Circuit Breaker) Air Circuit Breaker dapat digunakan pada tegangan rendah dan tegangan menengah.

6 OCB (Oil Circuit Breaker) VCB (Vacuum Circuit Breaker) Pada dasarnya kerja dari CB ini sama dengan jenis lainnya hanya ruang kontak di mana terjadi busur api merupakan ruang hampa udara yang tinggi sehingga peralatan dari CB jenis ini dilengkapi dengan seal penyekat udara untuk mencegah kebocoran. Gas SF6 merupakan gas berat yang mempunyai sifat dielektrik dan sifat memadamkan busur api yang baik sekali. Prinsip pemadaman busur apinya adalah Gas SF6 ditiupkan sepanjang . Gambar 4.7 VCB (Vakum Circuit Breaker) SF6 CB (Sulfur Hexafluoride Circuit Breaker) SF6 CB adalah pemutus rangkaian yang menggunakan gas SF6 sebagai sarana pemadam busur api.conductivity yang baik dengan tegangan ionisasi tinggi sehingga baik sekali digunakan sebagi bahan media pemadam loncatan bunga api. Gambar 4.

NYMHY. Berikut ini adalah gambar diagram satu garis untuk konsumen tegangan rendah dan konsumen tegangan tinggi. BCC.6 KV – 760 KV. NYM.9 Diagram Transmisi dan Distribusi . NYFGBY. gas ini akan mengambil panas dari busur api tersebut dan akhirnya padam.busur api. sebagai contoh BC. Rating tegangan CB adalah antara 3. Ada dua macam penghantar listrik yaitu: Kawat Penghantar tanpa isolasi (telanjang) yang dibuat dari Cu dan AL.8 SF6 CB (Sulfur Hexafluoride Circuit Breaker) Penghantar Untuk instalasi listrik. Gambar 4. NYYHY. Gambar 4. Hal ini bisa dilihat dari masing-masing karakter jenis kabelnya pada nomen klatur kabel. A3C. Sebagai contoh: NYA. ada yang berinti tunggal atau banyak. A2C. ada yang dipasang di udara atau di dalam tanah. dan masingmasing digunakan sesuai dengan kondisi pemasangannya. ada yang kaku atau berserabut. penyaluran arus listriknya dari panel ke beban digunakan penghantar listrik yang sesuai dengan penggunaanya. ACSR Kabel Penghantar yang terbungkus isolasi. NYY.

Beban Listrik Menurut sifatnya. Stop kontak . misalnya pada motor listrik. Jika beban resistif diaktifkan (dinyalakan). TV. Induktor (L) yang bersifat induktif c. 4 kawat Jenis beban listrik dalam gedung/bangunan dapat dikelompokkan menjadi: 1. merkuri. penerangan dengan lampu tabung yang menggunakan balast/ trafo bersifat induktif (lampu TL. peralatan laboratorium). alat pendingin/AC/Freezer/ kulkas. Resistor (R) yang bersifat resistif b. Kapasitor (C) yang bersifat kapasitif Beban listrik yang dimaksud adalah piranti/peralatan yang menggunakan/mengkonsumsi energi listrik. pemanas listrik yang bersifat resistip – Untuk peralatan yang menggunakan motor-motor listrik (pompa air. dan lain-lain). beban listrik terdiri tiga. Begitu motor diaktifkan (digerakkan). Lain halnya dengan beban induktif. maka saat awal (start) menarik arus listrik yang besar (3 sampai 5 kali nilai arus nominal).22 Rangkaian macam-macam Beban Sistem 3 phasa. Penerangan (lighting) 2. maka arus listrik pada beban ini segera mengalir dengan cepatnya sampai pada nilai tertentu (sebesar nilai arus nominal beban) dan dengan nilai yang tetap hingga tidak diaktifkan (dimatikan). Secara garis besar beban listrik adalah : – Untuk penerangan dengan lampu-lampu pijar. komputer. a. Gambar 14. sodium. kemudian turun kembali ke arus nominal.

36 A maka pengaman utama (MCB atau Sekering) yang digunakan sebesar 100 A.  Arus listrik tiap phasa panel utama = 13 x 6.5 ~13 group. Lampu dibagi dalam grup (tiap grup maksimum 12-14 titik lampu). balast 10 W. Tiap lampu TL 40 W. IS = 84 A. = 0.28A = 84 A   Bila lampu menyala sekaligus: IR = 84 A . dengan demikian pengaman yang digunakan (MCB atau sekering) tiap grup dapat digunakan 10A. Jumlah lampu yang digunakan akan mempengaruhi pembagian grup dari panel penerangan. maka tiap phasa terdapat 300 TL/2 = 150 armatur (titik lampu) dan tiap phasa mempunyai 150 armatur = 12. Contoh: Suatu bangunan disuplai listrik 3 phasa. IT = 84 A. cos φ = 0. bagaimana instalasinya? Jawaban: Dengan cara sederhana bisa kita naikan sebagai berikut.8 x 220 Maka untuk 300 lampu = 300 · 0.28 A . bila tiap titik terdiri dari 2 TL.   Dengan jumlah lampu 900 TL. frekuensi 50 HZ.3. 220 V. 220 V. setiap phasa dibebani: 900/3 = 300 TL.  Satu grup adalah 12 armatur x 2 TL = 24 TL jadi arus listrik tiap grup = 24 x 0. karena dibutuhkan oleh semua gedung dan juga waktu penggunaannya yang panjang. cos φ = 0.72 A =87. Motor-motor listrik Penerangan gedung merupakan penggunaan yang dominan. Beban yang ada 900 lampu TL 40 W. penampang penghantarnya dan pengamannya (CB atau MCB) serta sakelar kendalinya. balast 10w memerlukan arus = 40 + 10 0.72 Ampere. 4 kawat dengan tegangannya 220 V/380 V.28 = 6.8.8.

Inc New-York.Inc New.DAFTAR PUSTAKA Diklat PLN Pusat. Paul M Anderson (2000) Analisis of Faulted Power System John Wiley & Sons. M . Inc NewYork. Stan Stawart (2004) Distributet Swichgear John Wiley & Sons. Fabio Saccomanno (2003) Electric Power System and Control John Wiley & Sons. Stepen L. Oswald (2000) Electric Cables for Power Transmision John Wiley & Sons. Hutauruk (2000)Tranmisi Daya Listrik Erlangga Jakarta.Inc New-York.York. . (1996) Electric Power Distribution and Transmision Prantice Hall New-York. Herman (2005) Electrical Transformer John Wiley & Sons. (2005) Transmisi Tenaga Listrik Jakarta. Luces.Inc New-York.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful