P. 1
contoh karya ilmiah

contoh karya ilmiah

|Views: 524|Likes:
Published by Edmond Syah Putra

More info:

Published by: Edmond Syah Putra on Nov 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2012

pdf

text

original

Sharing Ilmu Pengetauan

Berikut Contoh Karya Ilmia Tentang Bahanya Narkoba

Disusun Oleh
Nama :M.SUTEJA Kelas :9F Sekolah :SMPN 16 BANDAR LAMPUNG Guru Pembimbing: Ibu Nurlela

Kata Pengantar Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karuniaNya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas Karya Ilmiah Bahasa Indonesia InI. Tidak lupa juga Saya capkan terima kasih kepada guru bahasa Indonesia yaitu Ibu NURLELA yang telah membimbing Saya agar dapat mengerti tentang bagaimana cara menyusun karya tulis ilmiah Ini. Karya Ilmiah Ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Bahayanya Narkoba, yang Saya sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh Saya dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri Saya maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya Karya Ilmiah ini dapat terselesaikan. semoga Karya Ilmiah Saya Dapat bermanfaat bagi Para Mahasiswa, Pelajar, Umum Khususnya pada diri saya sendiri dan semua yang membaca Karya Tulis Saya ini, Dan Mudah mudahan Juga dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca . Walaupun Karya Ilmiah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Saya mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih

Penulis Artikel M.Suteja

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang………………………………………………… B. Identifikasi Masalah…………………………………………… C. Tujuan……………………………………………………………. D. Metode…………………………………………………………… BAB II PEMBAHASAN A. Upaya Pencegahan…………………………………………… BAB III PENUTUP A. Kesimpulan…………………………………………………… B. Saran……………………………………………………………

Bahanya Narkoba .Pendahuluan
A.Latar Belakang Bahaya narkoba atau narkotika telah diketahui secara luas. Namun masih, saja banyak yang doyan menikmati barang laknat itu. Kali ini eL-Ka, menguraikan apa saja sih yang termasuk dalam golongan narkoba dan bahayanya. Agar kita semua menghindarinya. Mitra muda, tak dapat dipungkiri bahwa narkoba merupakan wabah paling berbahaya yang menjangkiti manusia di seluruh pelosok bumi. Tidak diragukan lagi, bahwa kelemahan iman dan ketidakbersimpuhan kepada Allah dalam segala kesulitan merupakan faktor terpenting yang mengkondusifkan kecanduan narkoba. Manusia yang taat beragama pasti akan jauh dari neraka narkoba. Tidak mungkin dia akan mengulurkan tangannya pada narkoba, baik membeli, mengedarkan, maupun menyelundupkannya. Sebab, jalan narkoba adalah jalan setan dan jalan Allah tidak mungkin bertemu dengan jalan setan. Bahaya bagi pelajar Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar.Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut

bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan. Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar-red) adalah sebagai berikut: • Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian, • Sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran, • Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah, • Sering menguap, mengantuk, dan malas, • Tidak memedulikan kesehatan diri, • Suka mencuri untuk membeli narkoba. Berikut Jenis-jenis Narkoba Dan Apa Saja Bahya-Bahayanya

1. Opium
Opium adalah jenis narkotika yang paling berbahaya. Dikonsumsi dengan cara ditelan langsung atau diminum bersama teh, kopi atau dihisap bersama rokok atau syisya (rokok ala Timur Tengah). Opium diperoleh dari buah pohon opium yang belum matang dengan cara menyayatnya hingga mengeluarkan getah putih yang lengket. Pada mulanya, pengonsumsi opium akan merasa segar bugar dan mampu berimajinasi dan berbicara, namun hal ini tidak bertahan lama. Tak lama kemudian kondisi kejiwaannya akan mengalami gangguan dan berakhir dengan tidur pulas bahkan koma. Jika seseorang ketagihan, maka opium akan menjadi bagian dari hidupnya. Tubuhnya tidak akan mampu lagi menjalankan fungsi-fungsinya tanpa mengonsumsi opium dalam dosis yang biasanya. Dia akan merasakan sakit yang luar biasa jika tidak bisa memperolehnya. Kesehatannya akan menurun drastis. Otot-otot si pecandu akan layu, ingatannya melemah dan nafsu makannya menurun. Kedua matanya mengalami sianosis dan berat badannya terus menyusut.

2. Morphine
Orang yang mengonsumsi morphine akan merasakan keringanan (kegesitan) dan kebugaran yang berkembang menjadi hasrat kuat untuk terus mengonsumsinya. Dari sini, dosis pemakaian pun terus ditambah untuk memperoleh ekstase (kenikmatan) yang sama. Kecanduan bahan narkotika ini akan menyebabkan pendarahan hidung (mimisan) dan muntah berulang-ulang. Pecandu juga akan mengalami kelemahan seluruh tubuh, gangguan memahami sesuatu dan kekeringan mulut. Penambahan dosis akan menimbulkan frustasi pada pusat pernafasan dan penurunan tekanan darah. Kondisi ini bisa menyebabkan koma yang berujung pada kematian.

3. Heroin
Bahan narkotika ini berbentuk bubuk kristal berwarna putih yang dihasilkan dari penyulingan morphine. Menjadi bahan narkotika yang paling mahal harganya, paling kuat dalam menciptakan ketagihan (ketergantungan) dan paling berbahaya bagi kesehatan secara umum. Penikmatnya mula-mula akan merasa segar, ringan dan ceria. Dia akan mengalami ketagihan

maka pengaruh kokain bisa berubah menjadi sangat aktif. atau perasaan kecewa sehingga mendorongnya untuk melakukan tindak kekerasan dan kebrutalan. Codeine Codeine mengandung opium dalam kadar yang sedikit. tidak mengantuk. Pengguna obat adiktif ini merasakan suatu ekstase dan kegairahan. maka kokain merupakan zat adiktif yang paling bayak menyebabkan ketagihan psikis. fakta medis membuktikan bahwa penggunaannya dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan risiko ketagihan. Pecandu heroin lambat laun akan mengalami kelemahan fisik yang cukup parah. Kokain dikonsumsi dengan cara dihirup. kehilangan nafsu makan. Amfitamine Obat ini ditemukan pada tahun 1880. Sebuah data statistik menyebutkan. sehingga terserap ke dalam selaput-selaput lendir hidung kemudian langsung menuju darah. angka penderita impotensi di kalangan pecandu heroin mencapai 40%. . Namun. seperti impotensi dan lemah syahwat. bahkan terkadang bisa menyebabkan tembusnya dinding antara kedua cuping hidung. Amerika Serikat membelanjakan anggaran 30 miliar dollar untuk kokain dan krak. Jika demikian. yakni menambahkan alkaline pada krak. memperoleh dosis yang lebih banyak untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang tak tertahankan dan pengerasan otot akibat penghentian pemakaian. hingga tidak ada lagi keriangan maupun keceriaan. Karena itu. maka dia akan selalu membutuhkan dosis yang lebih besar untuk menciptakan ekstase yang sama. Namun setelah itu. dia pun harus megap-megap untuk mendapatkannya. penciuman kokain berkali-kali bisa menyebabkan pemborokan pada selaput lendir hidung. Kokain Kokain disuling dari tumbuhan koka yang tumbuh dan berkembang di pegunungan Indis di Amerika Selatan (Latin) sejak 100 tahun silam. hingga halusinasi. Karena dalam beberapa kasus. Jika heroin merupakan zat adiktif yang paling banyak menyebabkan ketagihan fisik. dan memperoleh energi besar selama beberapa jam. 4. Tak kurang dari 10 juta warga Amerika mengonsumsi kokain secara semi-rutin. 6. Namun beberapa waktu kemudian muncul perasaan gelisah dan takut.seiring dengan konsumsi secara berulang-ulang. Pemakaian kokain dalam jangka pendek mendatangkan perasaan riang-gembira dan segarbugar. Perusahaan-perusahaan farmasi telah bertekad mengurangi penggunaan codeine pada obat batuk dan obat-obat pereda nyeri. Setiap tahun. 5. Dengan proses sederhana. codeine bisa menimbulkan kecanduan. Keinginannya hanya satu. Senyawa ini digunakan dalam pembuatan obat batuk dan pereda sakit (nyeri). para pecandu heroin juga menghadapi sejumlah masalah seksual. ia tampak lesu disertai stres dan ketidakmampuan berkonsentrasi. Selain itu. meski jarang. Problem kecanduan kokain terjadi di Amerika Serikat. insomnia (tidak bisa tidur) dan terus dihantui mimpi buruk. karena faktor kedekatan geografis dengan sumber produksinya. Karena itu.

padahal prosedur penggunaannya sebenarnya sangat ketat dan hati-hati. Metode Metode Yg Digunakan Dalam Penulisan Ini AdalahMetode Secara Langsung. Tujuan Penulisan karya tulis ini bertujuan : 1. Banyaknya masyarakat belum mengetahui bahayanya narkoba. B. C. • Memberikan hukuman yang berat terhadap pengedar dan pemakai narkoba. • melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba. • Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian . metode ini mengkaji berbagai referensi tentang bahayanya narkoba. Agar Banyaknya masyarakat dapat mengetahui pemahaman tentang bahaya narkoba. cara tersebut antara lain : • Mengadakan pengawasan yang ketat terhadap barang barang yang masuk. 2. Banyaknya masyarakat belum memiliki pemahaman tentang bahaya narkoba. Ganja Ganja memiliki sebutan yang jumlahnya mencapai lebih dari 350 nama. 3. Agar Banyaknya masyarakat memiliki konsep hidup sehat. ditambah lemah seksual. Adapun zat terpenting yang terkandung dalam ganja adalah zat trihidrocaniponal (THC). D. dan hemp. II. Banyaknya masyarakat belum memiliki konsep hidup sehat. 2. Pembahasan A.Kecanduan obat adiktif ini juga menyebabkan degup jantung mengencang dan ketidakmampuan berelaksasi. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah. mariyuana. masalah – masalah yang muncul dapat di identifikasi sebagai berikut : 1. 3. Termasuk derivasi (turunan) obat ini adalah obat yang disebut “captagon”. 7. antara lain. hashish. atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin. Agar Banyaknya masyarakat dapat mengetahui bahayanya narkoba. Obat ini banyak dikonsumsi oleh para siswa selama musim ujian.Upaya Pencegahan Berbagai cara telah dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah peredaran narkoba. Bahkan dalam beberapa kasus menimbulkan perilaku seks menyimpang. sesuai dengan kawasan penanaman dan konsumsinya.

di Rumah oleh Ayah dan Ibu. • Meningkatkan iman dan taqwa melalui pendidikan agama dan • keagamaan baik di sekolah maupun di masyarakat. Hendaknya masyarakat peduli tentang kesehatan 2. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Masyarakat perlu menghindari diri dari penyebaran narkoba 2) Upaya pemerintah memberikan penyuluhan tentang penyebaran narkoba 3) Narkoba adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa merusak susunan syaraf yang bisa merubah sebuah kepribadian seseorang menjadi semakin buruk 4) Narkoba adalah sumber dari tindakan kriminalitas yang bisa merusak norma dan ketentraman umu. karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah. pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa. • Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya. • Yang tak kalah penting adalah. Yang tak kalah penting adalah. Penutup A. karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah. Hasil penelitia menunjukkan bahwa anakanak nakal dan brandal pada umumnya adalah berasal dari keluarga yang berantakan (broken home). pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa. • Meningkatkan peran keluarga melalui perwujudan keluarga sakinah. 5) Menimbulkan dampak negative yang mempengaruhi pada tubuh baik secara fisik maupun psikologis. Hendaknya Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya. • Meningkatkan peran orang tua dalam mencegah Narkoba. sebab peran keluarga sangat besar terhadap pembinaan diri seseorang. Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah . di Sekolah oleh Guru/Dosen dan di masyarakat oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat serta aparat penegak hukum III.dan kasih sayang. Saran 1. Pemerintah hendaknya segera mencari solusi agar penyebaran narkoba tidak terjadi lagi 3. • Penanaman nilai sejak dini bahwa Narkoba adalah haram • sebagaimana haramnya Babi dan berbuat zina. B.

kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap. akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak kita sendiri.. Oleh sebab itu. akhirnya mereka jalani. kita selaku pendidik. mulai saat ini. . mari kita jaga dan awasi anak didik kita. harus sigap dan waspada. sehingga perbuatan tercela seperti ini pun. Dengan berbagai upaya tersebut di atas. sehingga harapan kita untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik. dari bahaya narkoba tersebut. dan sebagai orang tua. pengajar.

Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini penulis telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan penulis. Tetapi walaupun demikian penulis berusaha sebisa mungkin menyelesaikan karya ilmiahmeskipun tersusun sangat sederhana. Kami mengharapkan saran serta kritik dari berbagai pihak yang bersifat membangun. Maret 2008 Penulis . Mamuju.penulis tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan baik dari segi tekhnik penulisan maupun tata bahasa. Demikian semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca pada umumnya. Namun sebagai manusia biasa. Untuk itu penulis mengucapakan terima kasih kepada pihak yamg tersebut diatas yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan arahan dan saran demi kelancaran penyusunan karya ilmiah ini. Kami menyadari tanpa kerja sama antara guru pembimbing dan penulis serta beberapa kerabat yang memberi berbagai masukan yang bermanfaat bagi penulis demi tersusunnya karya tulis ilmiah ini.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmatNya sehingga penulis bisa menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “KESEHATAN KELUARGA TN”S” DENGAN ANGGOTA AN”S” DAN NY”S”KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKITAR RUMAH YANG TIDAK TERPELIHARA.

RIWAYAT HIDUP 1. Baras 4/26 November 1991 Jenis Kelamin : Perempuan Agama : Hindu Alamat : BTN Axuri Blok H No. Identitas Nama : Ni kadek Meisa Wahyu Dewi Tempat/Tanggal Lahir : Baras 4 /4 Mei 1991 Jenis Kelamin : Perempuan Agama : Hindu Alamat : Jln. Umar dar Nama : Ni.luh Putu Widiasih Tempat/Tanggal Lahir . 85 Nama : Anggun Sasmita Tempat/Tanggal Lahir : Makassar/ 19 maret 1991 Jenis Kelamin : Perempuan Agama : Kristen Protestan .

Alamat :Jln.Lopa No.B.Mangga No.16 Nama : Resky Agustina Tempat/Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Perempuan Agama : Kristen Protestan Alamat : .H.16 Nama : Hestin SosSong Tempat/Tanggal Lahir : Palopo /16 November 1992 Jenis Kelamin : Perempuan Agama : Kristen Protestan Alamat : Jln.

kenyataan taklah demikian. Di samping itu meningkatkan pendidikan masyarakat secara keseluruhan dan kesadaran masyarakat tentang pelaksanaan kesehatan. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut: 1. .individu dan keluarga masih diliputi oleh berbagai macam permasalahan-permasalahan akibat kurangnya pengetahaun tentang kebersihan lingkungan serta hidup yang sehat dan kebiasaan yang menunjang syarat kesehatan. B. Latar Belakang Seiring dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan mengakibatkan permasalahan di bidang kesehatan berkembang kompleks. seharusnya semakin memberi kepuasan untuk hidup sehat sehingga menghasilkan ketenangan dan kebahagian yang lebih bayak kepada individu dalam hidupnya.BAB 1 PENDAHULUAN A. Tujuan Umum Memperoleh gambaran pelaksanaan kesehatan masyarakat yang sesuai dengan fungsi ilmu kesehatan 2. Jika dianalisa kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan yang telah dicapai dewasa ini. salah satunya adalah radang akut saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh infeksi jasad renik atau bakteri. Tujuan Khusus Agar masyarakat lebih memahami dan mengetahui seberapa penting kesehatan bagi kehidupan kita baik secara jasmani maupun rohani. Akan tetapi.dan virus.

Untuk menyelesaikan tugas pada pelajaran bahasa Indonesia 2. Manfaat Penulisan Adapun manfaat penulisan karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut: 1. D. Studi Kasus: yaitu observasi langsung terhadap keluarga melalui kunjungan rumah. Studi Kepustakaan : yaitu penulis membaca buku-buku dan kumpulan mata pelajaran yang berkaitan dengan penelitian ini.karya ini akan membantu dalam pelaksanaan program selanjutnya terlebih jika siswa lanjut dibidang kedokteran atau keperawatan. Metode Penulisan Dalam penulisan karya tulis ini untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan penulis menggunakan beberapa metode penulisan sebagai berikut: 1. Sesuai dengan program study yang kami ambil yaitu ilmu pengetahuan alam. 2.C. Untuk mengetahui apakah kesehatan masyarakat telah terpenuhi dengan baik atau sebaliknya 4. . Sebagai bahan dalam memberikan sumbangan pemikiran pada masyarakat dalam meningkatan kesehatan pada masing-masing anggota keluarga meraka 3.

Konsep Keluarga 1.ibu dan anak anak . .sepupu paman.bibi . Defenisi a. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga yang terkumpul di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaaan saling ketergantungan.Tipe dan Bentuk Keluarga Beberapa bentuk tipe keluarga dikutip dari keluarga dasar kesehatan Keluarga oleh Nasrul Efendi(1998)adalah sebagai berikut : a Keluarga inti adalah Keluarga inti ditambah dengan sanak keluarga yang terdiri dari ayah . b Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih individu yang hidup dalam suatu atap karena ada hubungan darah ikatan perkawinan dan pengangkatan yang didalamnya terjadi interaksi masing masing mempunyai peran masing-masing. b Keluarga besar adalah keluarga inti di tambah sanak saudara. Keluarga duda /janda adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kamatian.dan saudara lain. d Keluarga yang berkomposisi adalah keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.(Depkes RI 1998). c.BAB II TINJUAN PUSTAKA A. 2.

e Keluarga kabitas adalah dua orang yang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga. Tahap menghadapi anak pra sekolah :pada tahap ini anak sudah mulai bergaul dengan teman sebayanya tetapi. 5.Membiasakan belajar secara teratur . 3.mengajari anak untuk mempersiapkan masa depannya. Tahap melepaskan anak ke masyarakat :dalam memenuhi kehidupan yang sesungguhnya. mendidik.sangat rawan dalam masalah kesehatan karena .mengontrol tugas tugas anak dan meningkatkan pengetahuan anak. 4. Tahap menghadapi anak remaja :tahap ini adalah tahap yang paling rawan .memberikan kasih sayang kepada anak.karena pada tahap bayi kehidupannya sangat bergantung kepada orang tuanya dan kondisinya masih sangat lemah.dalam tahap ini anak akan memulai kehidupan di rumah tangga. Tahap-tahap kehidupan keluarga menurut dufal dikutip dari buku Nasrul Effendi (1998) adalah sebagai berikut: 1.Komunikasi dan saling pengertian antara kedua orang tua dengan anak perlu di pelihara dan dikembangkan 7. Tahap pembentukan keluarga :tahap ini dimulai dari pernikahan yang dilanjutkan dalam bentuk rumah tangga. Tahap menjelang kelahiran anak :tugas keluarga yang paling terutama yang mendapat keturunan sebagai generasi penerus melahirkan anak merupakan kebanggaan bagi keluarga yang merupakan saat yang dinantikan.Tahap-Tahap Kehidupan Keluarga. Tahap menghadapi bayi :dalam hal ini keluarga mengasuh.Oleh karena itu suri tauladan dari kedua orang tua sangat diperlukan . 2. . 3.tak mengetahui mana yang kotor dan yang bersih. Tahap menghadapi anak sekolah :dalam hal ini tugas keluarga adalah bagaimana mendidik anak. 6.karena dalam tahap ini anak akan mencari identitas diri dalam membentuk kepribadiannya .

dan apabila tidak dapat menerima kenyataan akan dapat menimbulkan depresi dan stress. Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya. Fungsi Psikologi 1.Dalam tahap ini keluarga merasa sepi. Memenuhi kebutuhan gizi keluarga 4. 2. 5.kepribadian anggota keluarga . 7. Pembagian tugas masing-masing anggota sesuai dengan kedudukan masing-masing. Sosialisasi antara anggota keluarga. Untuk meneruskan keturunan 2.Tugas – tugas Keluarga Tugas – tusag keluarga yang di kutip Effendi(1998)adalah sebagai berikut: 1. Memelihara dan membesarkan anak 3. 8. 4. Tahap masa tua :tahap ini masuk ketahap lanjut usia dan kedua orang tua mempersiapkan diri untuk meninggalkan dunia yang fana ini. Memberikan perhatian di antara anggota keluarga 3. 4.8. Memelihara dan merawat anggota keluarga 2.Fungsi Keluarga Beberapa fungsi keluarga yang dikutip dari buku Nasrul Effendi (1998) adalah sebagai berikut: 1. Tahap berdua kembali:setelah anak besar dan menempuh kehidupan seharihari. Membina kedewasaan. Pengaturan jumlah anggota keluarga. Memberikan kasih sayang dan rasa aman 2. Memelihara Ketertiban anggota keluarga. Membagikan dorongan dan semangat para anggota keluarga 5. 3.tinggallah suami istri berdua saja. 9. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga. 6. Fungsi Keluarga 1.

masalah kesehatan keluarga. Dalam menyusun masalah kesehatan keluarga seorang selalu mengacu Pada tipologi masalah. Membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat Perkembangan anak 3. d.jaminan hari tua dsb. Kurang/tidak sehat adalah kegagalan dalam memantapkan kesehatan yang termasuk didalamnya adalah keadaan sakit serta kegagalan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak yang tidak sesuai dengan pertumbuhn normal 2. Menabung untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga dimasa yang akan datang misalnya.Fungsi Ekonomi 1.4. Ada tiga kelompok masalah kesehatan besar yaitu: 1. Pendidikan anak-anak. Ancaman kesehatan adalah keadaan-keadaan yang dapat memungkinkan terjadinya penyakit. meneruskan nilai-nilai budaya keluarga. Memberikan identitas anggota keluarga c.Fungsi Sosialisasi 1. . Memberikan sosialisasi pada anak 2.kesehatan dan kegagalan dalam mencapai potensi kesehatan. Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga 2. Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga 3.

serta pertumbuhan dan pertumbuhan anak. Kurang/tidak ada fasilitas yang diperlukan untuk perawatan 4.dan perawatannya. Ketidakmampuan memelihara lingkungan rumah yang dapat mempengaruhi kesehatan dan perkembangan pribadi anggota keluarga disebabkan karena . Tidak seimbang sumber-sumber yang ada dalam keluarga misalnya keuangan anggota keluarga yang bertanggung jawab. 1. Tidak mengetahui keadaan penyakit misalnya sifat.yang disebabkan oleh.Rasa takut akibat masalah yang telah diketahui c.Tidak memahami mengenai sifat. 3.penyebab. Masalah yang dapat muncul karena ketidak mampuan keluarga mengenal masalah dalam kesehatan keluarga. Situasi krisis adalah saat-saat yang banyak menuntut individu atau keluarga dalam menyesuaikan diri termasuk juga dalam hal sumber daya keluarga.fasilitas fisik untuk kesehatan.Keluarga tidak sanggup memecahkan masalah karena kurang pengetahuan dan keuangan Selain itu terdapat berbagai macam masalah-masalah yang dihadapi suatu keluarga karena ketidak mampuan untuk merawat atau menolong anggota keluarga yang sakit disebabkan oleh hal-hal sbb.Kurangnya pengetahuan tentang fakta b.gejala.perjalan penyakit. 2.berat dan luasnya masalah f. Tidak mengetahui perkembangan kesehatan yang dibutuhkan.Sikap dan filsafat hidup d.Masalah kesehatan tidak begitu menonjol e.penyebaran.Fasilitas kesehatan tidak terjangkau g. a.3.Ketidak tahuan untuk mnggunakan fasilitas kesehatan h.

Tidak memahami keuntungan yang diperoleh c. b. a. . Keterlibatan keluarga dalam memecahkan masalah yang meraka hadapi 5. Ketidak tahuan tentang usaha pencegahan penyakit. sikap dan falsafah hidup Prioritas masalah Setelah menentukan masalah kesehatan. Tidak mungkin masalah kesehatan yang ditemukan dalam keluarga dapat diatasi sekaligus 2. c. Perlu mempertimbangkan masalah-masalah yang data mengancam kehidupan keluarga 3. 4. e.Hal-hal yang perluh diperhatikan dalam prioritas masalah adalah.tanggung jawab dan keadaan fisik rumah yang tidak memenuhi syarat. Sumber-sumber keluarga tidak cukup diantaranya keuangan .a.langkah selanjutnya adalah menentukan prioritas masalah kesehatan keluarga. Sumber daya keluarga yang dapat menunjang pemecahan masalah kesehatan keluarga. Sikap dan pandangan Hidup. 1. Perlu mempertimbangkan respond an perhatian keluarga terhadap asuhan kesehatan yang akan diberikan. Tidak tahu bahwa fasilitas kesehatan itu ada b. Kurang dapat melihat keuntungan dan pemeliharan lingkungan rumah. Pengetahuan tentang pentingnya sanitasi lingkungan d. Tidak terjangkau fasilitas yang diperlkan d. Ketidak mampuan menggunakan sumber dimasyarakat guna memelihara kesehatan disebabkan karena.

Tidak mau menghadapi situasi . Berpusat pada tindakan-tindakan yang dapat memecahkan atau meringankan masalah yang sedang dihadapi 2. Informasi yang diperoleh keluarga tidak menyeluruh 3. Sehubungan dengan hal tersebut diatas penulis melakukan perencanaan dengan memberikan penyuluhan tentang kesehatan di mulai dari pengertian penyebab. Merupakan hasil dari suatu proses yang sistematis 3. dan pelaksanaan kesehatan serta memotifasi keluarga untuk menggunakan fasilitas kesehatan yang ada di masyarakat dan dapat menyeimbangkan antara aktivitas dan istirahat. Rencana ksehatan merupakan cara untuk mencapai tujuan 5. Pengetahuan dan kebudayaan keluarga 7.yakni: 1.6. 1.Rencana kesehatan keluarga adalah sekumpulan tindakan yang ditentukan untuk dilaksanaan dalam memcahkan masalah kesehatan yang telah didentifikasi. Perencanaan Langkah setelah menyusun pengkajian adalah perencanaan kesehatan. Berkautan dengan masalah kesehatan yang diidentifikasi 4. Implementasi Implementasi merupakan pelaksanaan rencana tindakan yang telah ditentukan dengan tujuan agar masalah kesehatan keluarga dapat terpenuhi. Kurang pengetahuan dalam bidang kesehatan 2.Penyusun rencana kesehatan tergantung dari kondisi masing-masing keluarga yang dihadapi. Untuk dapat menentukan prioritas kesehatan keluarga perluh disusun skala prioritas. Menurut Nasrul Effendi (1998) cirri-ciri rencana kesehatah keluarga adalah . Merupakan suatu proses yang berlangsung secara terus menerus.Kegagalan dalam pelaksanaan tindakan kesehatan dalam memecahkan masalah kesehatan keluarga di sebabkan oleh banyak faktor.

Menghentikan tindakan /kegiatan yang tidak berguna 2. Respond an penerimaan keluarga 5. Tujuan tidak realistis 2. Evaluasi Evaluasi adalah tahap yang menentukan apakah tujuan tercapai.Evaluasi selalu berkaitan dengan tujuan. Untuk menambah ketepatgunaan tindakan kesehatan 3. Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor . Adat istiadat yang berlaku 4. Hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan tindakan kesehatan terhadap keluarga adalah : 1. Tindakan kesehatan yan tidak tepat 3.seperti : 1. Adat istiadat yang berlaku 6.4.apabila dalam penilaian tidak tercapai maka perlu dicari penyababnya. Ada fakor lingkungan yang tida dapat diatasi . Kurang percaya terhadap tindakan yang diusulkan . Mempertahankan suatu pola tingkah laku karena kebiasaan yang melekat 5. . Tingkat pendidikan keluarga 3. 1. Sumber daya Keluarga (keuangan) 2. Untuk mengembagkan dan menyempurnakan praktek kesehataan pada rumah sakit terdekat pada wilayah tersebut. Sarana dan prasarana yang ada pada keluarga. Alasan pentingnya Penilaian yaitu . Sebagai bukti hasil dari tindakan keperawatan 4.

yaitu : 1. Dapat Terjangkit penyakit menular .Pengertian Kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang optimal pula. Pengetahuan dan perubahaan prilaku.penyediaan air bersih. 2. Dapat menghindari terjadinya penyakit menular 2.pembuangan air kotoran (air limbah ) . Wawancara . Metode Penelitian yang dapat dilakukan yakni . 1.Ruang lingkup kesehatan lingkungan antara lain mencakup : Perumahan. Memberikan keindahan untuk dipandang Dampak yang ditimbulkan bila lingkungan tidak memenuhi syarat kesehatan seperti : 1.Tujuan Menjaga Kesehatan Lingkungan 1.Pembuangan kotoran manusia(tinja). Keadaan Fisik 2.Adapun yang dimaksud usaha kesehatan lingkungan adalah suatu usaha usaha untuk memperbaiki atau mengoptimumkan lingkungan hidup manusia agar merupakan media yang baik untuk terwujudnya kesehatan yang optimum bagi manusia yang hidup di dalamnya. Memeriksa laporan .mengamati secara langsung perubahaan yang terjadi 2.mewawancarai keluarga yang berkaitan dengan perubahan sikap apakah telah menjalankan anjuran yang diberikan 3. Psikologis dan sikap 3.rumah hewan ternak (kandang).Hasil penilaian dapat di ukur dari tiga dimensi.dapat dilihat dari rencana asuhan kesehatan yang dibuat dan tindakan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana D) Konsep dasar Kesehatan Lingkungan 1. Observasi langsung.

Faktor lingkungan (fisik.atap rumbia adalah bahan pokok membuat rumah. Syarat-syarat yang sehat : 1.Konsep Rumah Faktor – faktor yang harus diperhatikan dalam membangun rumah adalah: 1. bagi perumahan masyarakat pedesaan belum merupakan problem. .2. Namun tidak cocok untuk ekonomi pedesaan. Tingkat kemampuan ekonomi masyarakat.dinding tembok adalah baik .kayu .atap genteng umum dipakai baik didaerah perkotaan maupun di pedesaan.hal ini dimaksudkan rumah dibangun berdasarkan kemampuan misalnya bambu. 2.karena disitu selalu terjadi aliran udara scara secara terus menerus dan fungsi lain adalah untuk menjaga agar ruangan rumah agar sulalu tetap didalam kelembaban yang optimum.sedangkan dari ventilasi rumah adalah untuk membersikan rumah dari bakteri-bakteri terutama bakteri pathogen. 2.biologis.namun disamping mahal tembok sebenarnya kurang cocok untuk didaerah tropis. bahan bangunan meliputi:lantai ubin atau semen adalah baik.fungsi utama untuk menjaga agar aliran udara di dalam rumah tersebut tetap segar. Secara estetika menimbulkan bau tidak enak dan tidak nyaman untuk dilihat (Boto Atmojo. akan tetapi teknologi modern ini sangat mahal dan bahkan tidak dimengerti oleh masyarat. Teknologi perumahan yang dimiliki masyarakat pada dewasa ini sudah begitu maju dan sudah semakin modern.maupun sosial) maksudnya membangun suatu rumah harus memperhatikan tempat dimana rumah didirikan. Ventilasi Ventilasi rumah mempunyai banyak fungsi. Kebijakan (peraturan – peraturan pemerintah yang menyangkut tata guna tanah untuk kali ini.namun dikota sudah menjadi masalah besar) 5. 4. 3.2003) 3.

Ruang lingkup keluarga 7. 3.menurut WHO di Negara-negara maju tiap orang memerlukan sekitar 60-120 L/hari.6. Gudang tempat penyimpanan hasil panen 8. padat. mencuci.manusia akan lebih cepat meninggal karena kekurangan air dari pada kekurangan makanan. Pembuangan keluarga (spar) 4. 7. Syarat kimia: jika di dalam air mengandung zat-zat tertentu.Kebutuhan manusia akan air sangat komplek untuk mandi . dan gas. Syarat bakteri liogis: cara untuk mengetahui air minum tersebut bebas dari bakteri pathogen adalah ambil sample. Pembuangan tinja (jamban keluarga) 3. cair. 5. Fasilitas-fasilitas dirumah sehat dirumah sehat adalah sbb : 1. Kandang ternak 4. Syarat air bersih : 1. . Luas bangunan rumah. Jenis sampah sebenarnya ada 3 jenis yaitu.minum. bila 100 cc air terdapat kurang dari empat bakteri E coli syarat kesehatan.suhu berada di bawah suhu udara diluar. Sedangkan Negara berkembang termasuk di Indonesia sekitar 30-60 L/hari.tidak berasa. Fasilitas dapur 6. Sampah dan pengolahannya Sampah adalah suatu bahan atau benda padat yang sudah tidak di pakai lagi oleh manusia. Syarat fisik: bening(tidak berwarna. Pembuangan sampah 5.Penyadiaan Air Bersih Air sangat penting bagi kehidupan manusia .) 2.luas lantai bangunan rumah sehat harus sesuai cukup untuk penghuninya. Penyadiaan air bersih yang cukup 2.maka akan menyebabkan gangguan psikologis pada manusia.

2.dan platik) 2.dan kain bekas. industri sumber. Pengolahan sampah meliputi pengumpulan.yaitu membuat lubang didalam tanah kemudian ditimbun dalam tanah. Sampah organik. sampai pemusnahan. lalu ketempat pembuangan akhir). pengangkutan. Sampah anorganik. Air limbah dapat dikelompokan sebagai berikut: . Pengumpulan dan pengangkutan sampah adalah tanggung jawab msing-masing rumah tangga / institusi penghasil sampah harus membangun tempat pembuangan dan pengumpulan sampah. Mudah terbakar seperti kertas. Pengolahan sampah erat kaitannya dengan masyarakat karena dari sampah tersebut akan hidup mikroorganisme penyebab penyakit(bakteri.daun-daunan dan buahbuahan) 2. 2.plastic. Berdasarkan dapat tidaknya di bakar yaitu: 1. 2. Dijadikan pupuk misalnya kotoran hewan dikumpulkan menjadi pupuk kompos. yang dapat membusuk(sisa makanan. 6.karet.Air limbah dan pengolahannya Air limbah adalah sisa air yang berasal dari rumah tangga. besi logam.kayu. lal diangkat keTSP(tempat pembuangan sementara. Pemusnahan dan pengolahan sampah padat dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain : 1. Yang tidak dapat terbakar seperti kaleng-kaleng bekas. yang tidak dapat membusuk ( logam.1.pathogen) jadi sampah harus betulbetul dapat diolah agar tidak menimbulkan masalah.pecahan gelas. Berdasarkan zat kimia yang terkandung didalam sampah di bagi menjadi: 1.dan pecahan gelas. Ditanam( land fill). Dibakar(incineration) yaitu membakar sampah dalam incinerator 3. Cara pengolahan sampah adalah sebagai berikut: 1.

.perdagangan.bekas cucian dari dapurdan kamar mandi).air seni. hotel. sulfida.garam-garam. logam berat. Zat yang terkandung diidalamnya sangat bervariasi antara lain nitrogen.restoran.1. 2. Air buangan kota praja( municipal waste water) berasal dari daerah perkotaan. Air buangan industri (industrial wastes water) berasal dari berbagai Jenis industri akibat dari proses produksi. 3.lemak dan zat pewarna. Air buangan yang berasal dari rumah tangga( domestic wastes) yang berasal dari permukiman penduduk(tinja.tempat-tempat umum dan tempat ibadah pada umumnya kandungan limbahnya sama-sama dengan kandungan limbah rumah tangga.

9.Data umum 1.BAB III TINJAUAN KASUS A.Status Sosial Ekonomi Keluarga Tn”S” memiliki mata pencaharian sebagai tukang becak dengan penghasilan ±Rp.”S” 2.Tuna 6. Pengkajian I.pengeluaran keluarga Tn.Alamat : Jl. anak dan adik ipar. Agama Keluarga Tn.000. Tipe keluarga Tn.-per hari.Pekerjaan : Tukang Becak 5. istri.Pendidikan : Tamat SD 4. 7.15. Suku Bangsa Suku bangsa Tn.20.”S” per hari ±Rp.Umur : 38 3.”S” termasuk dalam tipe keluarga besar yang terdiri dari suami. .000. bangsa Indonesia 8.Nama KK : Tn.-per hari. “S” menganut agama islam. ‘S’’ adalah suku mamuju. Tipe Keluarga : Extendet Famili (keluarga besar).

hanya ntuk kebutuhan makan sehari-hari saja. Tahap perkembangan keluarga saat ini Tahap perkembangan keluarga Tn.pilek. “S”ibu dan ayah dari Tn.N y.”S” yang belum terpenuhi. Riwayat Keluarga inti Pada saat di kaji terdapat masalah kesehatan fisik.tahap menghadapi anak sekolah . terkadang muntah perut sedikit buncit.karena pada tahap bayi kehidupannya sangat tergantung kepada kedua orang tuanya dan kondisinya masih sangat lemah. hidung tersumbat. Riwayat Keluarga Sebelumnya • Dari pihak keluarga Tn.memberikan kasih sayang kepada anak. Aktivitas Rekreasi keluarga Keluarga Tn. tahap masa tua. Dalam hal ini keluarga mengasuh. tahap menghadapi anak remaja. pada keluraga Tn. .’’S’’ dimana An. II.Menurut Ny.”S” masih hidup dalam keadaan sehat.2˚C sejak 5 hari yang lalu belum pernah dibawa berobat ke puskesmas dan hanya diberi obat penurun panas yang dibeli di apotik.mendidik.”E” berumur 1tahun 4 bulan dalam keadaan demam S 37. 3.tahap kedua kembali.batuk.BB 7 Kg An “E” tampak kurus.”S’’pada saat ini sedang menghadapi anak usia balita. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi: Tahap perkembangan keluarga Tn. 10. waktu senggang hanya digunakan untuk menonton televisi. 2.”S”mengatakan makanan sehari –hari anaknya hanya nasi sama sayur jarang makan ikan atau telur 4. tahap melepaskan anak ke masyarakat. Riwayat Tahap Perkembangan keluarga 1.malas makan . yaitu tahap menghadapi anak pra sekolah.”S” tidak pernah mengunjungi rekreasi. “S” kondisi ekonomi keluarganya bisa terpenuhi.

Tetangga saling menghargai satu dengan yang lainnya sehingga terbina hubungan baik dalam masyarakat. III. “S” menggunakan air sumur hanya untuk mandi dan mencuci. 3.”S” masih dalam keadaan sehat.Lingkungan dalam rumah : perabotan rumah tangga tidak tertata rapi ( berantakan). Sampah dibuang didepan rumah ( banyak sampah berserakan ). Krakteristik Rumah • • Tipe rumah : Rumah papan Komposisi ruangan terdiri dari 2 ruangan ruang depan digunakan sebagai ruang tamu sekaligus kamar tidur. 2.ruang belakang digunakan sebagai dapur dan kamar tidur. ibu dan ayah dari Ny. ibu rumah tangga. Pola Komunikasi keluarga o o Keluarga Tn. Lingkungan 1. “S” berperan sebagai pencari nafkah seorang suami dari istri dan ayah dari anak – anaknya. Struktur keluarga 1.• Dari keluarga Ny “S”.”S”sebagai seorang istri. “S” dengan tetangga lain cukup harmonis karena menjalin kekerabatan yang cukup baik. • IV. “S” menggunakan bahasa mamuju sebagai bahasa sehari-hari Pola komunikasi antara Tn. • . Struktur Peran dalam keluarga • Tn.”S” dan istri serta adik iparnya saling menghargai 2. pengasuh dan pendidik bagi anak – anaknya. Karakteristik Tetangga dan Komunikasi RW • Hubungan keluarga Tn. Ny. Sanitasi lingkung • • • Sumber air minum PAM dan tidak dimasak Keluarga Tn.

Nilai dan Norma keluarga Nilai keseharian yang dianut oleh keluarga Tn.”S” mempunyai 1anak perempuan Istri Tn. Fungsi Reproduksi • • Keluarga Tn . 3. VI. dan terkadang juga membantu mencari nafkah. Fungsi Ekonomi Fungsi keluarga Tn.Fungsi Efektif Keluarga Tn.”S”sebagai pelajar serta pengasuh dan pendidik keponakannya. Fungsi Sosial Hubungan sosial antara anggota keluarga kurang mampu mengenal masalah penularan penyakit.”S” menggunakan program KB 4. Namun hubungan tiap anggota keluarga saling menghormati satu sama lain. 2.”E” cepat sembuh dan keluarga selalu dalam keadaan sehat. “S”yaitu Ny. “S” dapat menerima satu sama lain karena interaksi keluarga Tn. “S” sangat baik. Harapan Keluarga • Keluarga berharap An.”S” bisa mencukupi kebutuhan sehari –hari karena belum membiayai sekolah untuk anaknya. 3. Fungsi Keluarga 1. .Dalam keluarga bilamana ada masalah diselesaikan secara bersama.”S” rendah. V.”S” ipar dari Tn. Hal ini dapat dilihat dari kebiasaan keluarga membuang sampah disamping rumah dan ketidaktahuan anggota keluarga tentang masalah kesehatan yang bisa timbul akibat lingkungan yang buruk.• An.

BAB IV PEMBAHASAN Pada bab ini penulis membahas tentang kesenjangan yang penulis temukan dengan cara membandingkan antara konsep dasar kesehatan keluarga dengan kasus yang kami dapatkan dalam keluarga Tn.• Keluarga berharap Tn.”S” dapat memperoleh pekerjaan yang lebih baik sehingga perokonomian keluarga dapat lebih baik.luas lantai. tidak tergenang dan tidak menimbulkan bau.Kesehatan lingkungan Berdasarkan teori kebersihan dan sanitasi lingkungan yang sehat yaitu dari luas bangunan . yaitu tempat samah dalam keadaan tertutup. Pada saat melakukan pengkajian. penulis mendapatkan data dari keluarga melalui wawancara dan observasi. A. pengumpulan data yang akurat dan sistimatis dalam merencanakan diagnosa kesehatan keluarga.”S” di Jln Tuna kelurahan binanga. 1. perencanaan. implementasi dan avaluasi. Pengkajian Pengkajian adalah dasar dalam kesehatan. 2003 Ilmu Kesehatan Masyarakat ) . pakaian bersih dan peralatan rumah tangga tertata rapi. Dalam melaksanaan asuhan kesehatan keluarga sebelumnya telah dilaksanakan pendekatan proses kesehatan keluarga dengan 4 tahap yaitu: pengkajian.dan keadaan air minum memenuhi syarat kesehatan ( Soekidjo Notoadmojo.

“S” ditemukan perabot dan alat rumah tangga tidak tertata rapi. Tidak mengerti mengenai sifat berat dan luasnya masalah b. e. yaitu kamar mandi dan WC milik umum nampak kotor dan berbau. hal ini perlu adanya kerja sama sehingga tindakan yang dilakukan berdampak positif. 2. Keluarga tidak sanggup memecahkan masalah karena kurang pengetahuan . Masalah tidak begitu menonjol c. perencanaan yang perlu dibahas antara lain : 1. . h. Terjadi kesenjangan antara teori dan kasus sehingga dikatakan lingkungan rumah keluarga Tn. Tidak sanggup memilih tindakan diantara beberapa pilihan. Takut dari akibat tindakan f. B. Kurang percaya terhadap petugas dan lembaga kesehatan. Fasilitas kesehatan tidak terjangkau. Ketidak sanggupan Mengambil Tindakan kesehatan yang tepat disebabkan karena : a.”S”belum memenuhi syarat kesehatan. dan kurangnya sumber daya keluarga d. Perencanaan Didalam membuat rencana penulisan melibatkan keluarga . Sikap negatif terhadap masalah kesehatan g. Berpusat pada tindakan yang dapat memecahkan atau meringankan masalah yang sedang dihadapi. Perencanaan meliputi perumusan tujuan yang berorientasi pada kesehatan keluarga .Setelah dilakukan pengkajian pada keluarga Tn. hal ini di sebabkan kerena kurang menyadari dan ketidakmampuan keluarga memandang pentingnya kesehatan lingkungan bagi keluarga.

”S”adalah sebagai berikut : a. berdasarkan buku ( Nasrul Evendi Halaman 58. Rencana kesehatan keluarga berhubungan dengan masalah yang ada 5.Memotifasi keluarga Tn. Merupakan hasil atau suatu proses yang sistematika dan telah dipelajari dengan pikiran yang logis 3.”S”untuk membawa anaknya untuk dibawa kepuskesmas atau kerumah sakit c. Standar kesehatan c.Memberikan penyuluhan tentang kesehatan lingkungan. Berkaitan dengan masalah kesehatan yang diidentifikasikan 4. “S” untuk memelihara kebersihan rumah dan sekitarnya. Kriteria keberhasilan b.tahun 1998 ) ada 3 kriteria yang digunakan sebagai tolak ukur dalam evaluasi. Perubahan perilaku . yaitu : a. b. Evaluasi Evaluasi diharapkan bertujuan untuk apakah tindakan kesehatan yang telah diberikan tercapai atau tidak. Inflementasi Beberapa tindakan yang penulis telah lakukan pada Tn.Memotifasi keluarga Tn. D.2. Rencana kesehatan merpakan cara untuk mencapai tujuan C.

Setelah melakukan pengkajian terhadap keluarga Tn”S”. dampak yang timbul dari lingkungan yang tidak sehat dan keluarga berjanji akan menjagah lingkungan tetap bersih. Ketidaktahuan mengenal masalah kesehatan Keluarga b. Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.Penulis memperoleh data yang mengarah pada anggota keluarga Tn”S” yaitu kurang menjaga kebersihan lingkungan sehingga kesehatan keluarga tidak terjaga yang di sebabkan kerena : a. Berdasarkan tujuan yang telah di simpulkan oleh penulis . . Masalah ini hanya sebagian teratasi disebabkan karena untuk merubah perilaku kesehatan anggota keluarga memerlukan waktu yang cukup lama dan sumber – sumber dalam tiap-tiap keluarga berbeda – beda.mampu memanfaatkan sumber dari masyarakat guna memelihara kesehatan dan memelihara lingkungan rumah yang dapat mempengaruhi kesehatan dan perkembangan pribadi anggota keluarga sehingga dapat mencapai tujuan kesehatan keluarga .maka penlis dapat kesimpulan sebagai berikut : 1.Berdasarkan evaluasi ditemukan bahwa keluarga mampu mengerti syarat-syarat lingkungan yang sehat.agar keluarga mampu mengenal masalah kesehatan. Kesimpulan Motivasi kepada masyarakat khususnya keluarga binaan .mampu merawat anggota keluarga yang sakit. BAB V PENUTUP A.

penulis melihat berbagai masalah di luar dan di dalam lingkungan rumah anggota keluarga Tn”S”dengan masalah lingkungan rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan : a.penulis mampu memberikan solusi untuk mengatasi masalah-masalah yang di hadapi anggota keluarga. Diharapkan agar keluarga binaan mampu mengenal masalah kesehatan.serta mengembangkan perilaku hidup sehat yang telah dianjurkan melalui pembinaan dan penyuluhan oleh penulis. Keluarga kurang menyadari pentingnya lingkungan sehat. Hendaknya menggunakan pendekatan secara sistematis untuk mengidentifikasi kesehatan secara tepat. Dalam melakukan asuhan kesehatan keluarga Tn”S”dengan anggota keluarga yang mengalami Masalah Kesehatan Lingkungan. .2. Setelah melakukan pengkajian dan observasi / pengamatan keluarga Tn”S”. 3. 2.mampu merawat anggota keluarga yang sakit dan mampu menggunakan sumber dimasyarakat guna memelihara kesehatan. Saran 1. 3. B. Hendaknya waktu yang digunakan di perpanjang guna keefektifan evaluasi yang di laksanakan . Kurangnya Pengetahuan Keluarga mengenai pentingnya Lingkungan Sehat b.

HALAMAN PENGESAHAN KESEHATAN KELUARGA Tn”S” DENGAN ANGGOTA KELUARGA An”S” DAN Ny”S” KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKITAR RUMAH YANG TIDAK TERPELIHARA .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->