P. 1
Cara Membuat RENSTRA

Cara Membuat RENSTRA

|Views: 6,793|Likes:
Published by Alamsyah Nurseha

More info:

Published by: Alamsyah Nurseha on Nov 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/21/2013

pdf

text

original

Visi, misi dan tujuan merupakan titik sentral dalam siklus Perencanaan
Pengembangan Sekolah. Ketiganya mensarikan apa yang menjadi dasar
keberadaan sekolah dan apa yang ingin dicapai oleh sekolah. Oleh karena itu,
ketiganya menjadi kerangka acuan dari semua operasi dalam siklus
perencanaan dan berfungsi sebagai (1) konteks saat melakukan telaah, (2) arah
dari rancangan dan implementasi, dan (3) tolok ukur dalam proses telaah.

Visi sekolah merupakan representasi masa depan yang diinginkan
mengenai sebuah sekolah. Visi mensarikan prinsip-prinsip umum dan bersifat
aspirasional. Rumusan visi sekolah hendaknya mencakup:

1.

Sosok lembaga macam apa yang diinginkan di masa depan,

i.

Yustifikasi sosial atas keberadaan sekolah yang diwujudkan dalam
isu-isu pendidikan apa yang harus ditangani oleh sekolah atau
masalah-masalah pendidikan mana yang akan diatasi oleh sekolah,

ii.

Apa yang harus diakui, diantisipasi, dan dijawab oleh sekolah
berkaitan dengan kebutuhan dan masalah-masalah tersebut,

iii.

Siapa stakeholder utama sekolah ini, bagaimana sekolah merespon
kebutuhan para stakeholder itu, dan bagaimana sekolah mengetahui
keinginan yang mereka harapkan dari sekolah, dan

iv.

Apa yang membuat sekolah tersebut unik atau berbeda dengan yang
lain, dan karena itu, apa yang membuat sekolah ini memiliki
keunggulan kompetitif.

23

Misi sekolah merepresentasikan raison d’etre atau alasan mendasar
mengapa sebuah sekolah didirikan. Rumusan misi mencakup pesan-pesan
pokok tentang (1) tujuan asal-muasal (original purpose) didirikannya sekolah, (2)
nilai-nilai yang dianut dan melandasi pendirian dan operasionalisasi sekolah,
dan (3) alasan mengapa sekolah itu harus tetap dipertahankan keberadaannya.

Tujuan strategis sekolah merupakan pernyataan umum tentang tujuan
pendidikan di sekolah itu. Tujuan-tujuan itu harus berkait dengan usaha
mendorong perkembangan semua siswa baik secara intelektual, fisikal, sosial,
personal, spiritual, moral, kinestetikal, maupun estetikal. Tujuan sekolah harus
memberikan fokus yang jelas bagi sekolah. Tujuan sekolah harus dirumuskan
dalam kerangka visi dan misi sekolah. Aspirasi semua stakeholder harus
terwadahi dalam konteks yang lebih luas dari rumusan visi dan misi sekolah.

Selain ketentuan yang bersifat umum tersebut visi, misi, dan tujuan
strategis sekolah harus juga dirumuskan dalam kerangka visi, misi, dan tujuan
pendidikan baik pada skala nasional, regional (propinsi) maupun, daerah
(kabupaten/kota). Untuk mengingat kembali rumusan visi, misi, dan tujuan
pendidikan nasional dianjurkan untuk membaca kembali Bab I materi diklat ini.

1.Mengapa Sekolah Perlu Merumuskan Visi, Misi, dan Tujuan?

Di era perubahan sekarang ini, pengembangan rumusan visi, misi
dan tujuan sebuah sekolah merepresentasikan kesiapan dan kemauan
sekolah untuk bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya dan untuk
mengelola perubahan dengan cara-cara yang positif dalam kaitannya
dengan visinya. Rumusan misi sekolah merupakan dasar bagi kebijakan
dan praktik-praktik yang berlangsung di sekolah. Tidak diragukan lagi
bahwa nilai-nilai dan keyakinan yang membimbing kehidupan sekolah
memiliki implikasi yang penting bagi semua pilihan dan keputusan yang
harus dibuat dalam pengembangan rencana sekolah.

24

Maksud dirumuskannya visi dan misi sekolah adalah:

a.Untuk memberikan arah yang jelas bagi usaha-usaha yang
dilakukan sekolah;

b.Untuk mengilhami masyarakat sekolah dengan sebuah tujuan
yang bersifat umum;

c.Untuk memberikan kerangka yang bagi penentuan kebijakan
dan prioritas;

d.Untuk membangun pusat acuan (reference point) yang
digunakan sekolah dalam mengtelaah keberhasilan kegiatan-
kegiatannya.

Visi dan misi sekolah tidak dapat dipindah tangankan dengan mudah
dari satu pihak ke pihak yang lain. Keduanya harus dikembangkan dan
diklarifikasi melalui sebuah proses refleksi bersama atas nilai-nilai,
keyakinan, dan aspirasi dari warga sekolah. Visi dan misi harus
mencerminkan usaha sekolah untuk memadukan nilai-nilai yang sering
saling bertentangan di kalangan warga sekolah. Kesadaran atas nilai-nilai
personal di kalangan warga sekolah merupakan hal yang sangat penting.
Sekolah akan dapat mengakomodasi sejumlah nilai asalkan terdapat nilai-
nilai yang didukukung oleh setiap individu warga sekolah. Nilai-nilai,
apakah disadari atau tidak, merupakan inti dari tindakan yang kita lakukan.
Waktu yang diluangkan khusu untuk mengeksplorasi nilai-nilai individual
dan nilai-nilai kolektif kita sendiri merupakan waktu yang sangat berharga
dan kelak akan berpengaruh terhaap segala sesuatu yang kita kerjakan di
sekolah.

i.

Kapan Visi, Misi, dan Tujuan Dirumuskan?

Proses Perencanaan Pengembangan Sekolah sering bermula
dengan hal pokok tersebut, yakni perumusan visi, misi, dan tujuan. Namun
demikian, ada sekolah yang merasa lebih terbantu untuk memulai

25

perencanaan dengan mentelaah (review) dan dengan mendalami
pemahaman terhadap visi, misi, dan tujuan, melakukan klarifikasi melalui
partisipasi dalam proses perencanaan, dan melalui refleksi terhadap
faktor-faktor kontekstual yang bersifat lokal, nasional, maupun
internasional yang kelak berpengaruh terhadap pembentukan masa depan
sekolah.

Apabila keputusan yang diambil adalah menunda penyiapan
perumusan resmi visi, misi, dan tujuan hingga dicapainya proses
perencanaan pada tahap lebih lanjut, sangat dianjurkan agar sedari awal
dilakukan identifikasi terhadap nilai-nilai bersama yang mendasari telaah
dan mengusahakan pengembangan. Klarifikasi dan elaborasi terhadap
prinsip-prinsip dasar tersebut dijadikan bagian integral dari proses
perencanaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->